FF YoonWon – Story With You (2S) 1/2

FFyoonwon

2S – STORY WITH YOU ( YoonWon Ver. ) Part. 1 of 2

 

Judul : Story With You

Type : Two Shot (2S)

Author : Ulanchoi Hyoyoon / Twitter : @Lovelyulan

Genre : Romance,Drama

Ratting : PG – 17

Main Cast :  Im Yoon Ah SNSD, Choi Siwon SUJU

Other Cast : Minho SHINee, Suli F(x), Kim Young Woon (Kangin) SUJU, Kwon Yuri SNSD, Shindong SUJU, Jessica SNSD.

 

Note : Hasil Voting My newest FF sudah ditutup ya!! Dan pemenangnya adalah FF nomor satu! Yaitu dengan main cast YoonWon yang berjudul Story with You!! Woow Daebak..!! sesuai janji… siapa yang paling banyak di polling maka itu FF yang aku posting pertama. Dan sekarang aku sudah memposting part.1 nya, untuk  part duanya bisa ditunggu tiga-empat hari lagi dari sekarang^^ Yuhooo selamat buat YooWonited yang menang di Voting ff ku :D DAN  pemenang keduanya jatuh pada FF nomor Empat! Dan Voting ketiga untuk FF Hyohyuk nomor 2.. jadi buat kedua ff itu silakan ditunggu saja ya.. tujuh- sembilan hari dari sekarang mungkin.. hehehe ^^ So enjoy this story.. I hope you Like my FF.. AND Don’t  forget to leave your comment…thank You!!

 

 

SIWON POV

January,17th 2013

Aku berdiri bersandar pada tiang lampu jalanan. Aku sedang memperhatikan seorang wanita yang sedang bermain ditepi pantai bersama seorang adik lekaki dan seorang adik Perempuan. Wanita itu memberhentikan aktifitas bermain air lautnya. Dia menolehkan wajahnya menatapku. Perlahan senyum manisnya mengembang. Senyum itu. Aku rasa senyum semanis dan setenang itu hanya satu pemiliknya. Yaitu dia. Dia mengangkat tangannya dan melambaikan tangannya kepadaku. Seluruh pakainnya sudah basah. Ujung rambutnya juga basah.

“Siwon oppa!!! Kajja! bermain bersama kami!!”

Suara wanita itu. Walau sedikit cempreng tapi ada sedikit nada yang menenangkan dan selalu membuat ku ingin selalu tersenyum dan bertahan. Aku melangkahkan kaki ku menuju tepi pantai. Tanpa melepas sepatu pantofel yang aku kenakan. Aku berjalan menghampiri gadis itu yang masih tersenyum menunggu kedatangankku. Mata itu mata teduh yang tajam, cahaya mata seperti itu juga kurasa hanya dia yang memiliki. Aku ingin cepat berada didepannya dan mendekap tubuh kurusnya seerat-eratnya.

~***~

Author POV

October, 17th 2012

Siwon mengendarai mobilnya ditengah malam kota Seoul. Nampak diwajahnya penuh dengan kebencian dan kesedihan yang mendalam. Siwon mulai menitihkan air mataya dan tidak fokus dengan jalan yang ada didepannya. Siwon sepertinya Nampak sudah tidak peduli dengan apa yang akan terjadi dengannya. Siwon meminggirkan mobilnya tiba-tiba di pinggir jembatan banpo.

Kepalanya ia benturkan dengan keras pada stir kemudi. Siwon menangis merangung-raung sambil beberapa kali berteriak penuh dengan rasa frustasi. Siwon juga bahkan menjambagi rambutnya sendiri.

Keadaan Siwon saat ini sangat hancur. Mukanya penuh luka lebab, pakaian kemejanya sudah sangat berantakan, dua kancing atas kemejanya bahkan copot. Rambutnya bahkan sangat berantakan. Siwon membuka  pintu mobilnya. Dia turun dari mobilnya berjalan dengan sempoyongan menuju pinggir jembatan. Siwon menatap nanar semburan Moonlight rainbow pada jembatan banpo. Siwon berpegangan erat-erat pada besi jembatan.

“Arrrrgghhhh…..!!!!!” Siwon berteriak kencang meluapkan semua emosi yang ia rasakan. Dadanya naik turun seirama dengan hembusan napasnya yang bergelora.

“Kenapa harus aku!!!” teriak lagi Siwon kini sambil membenturkan keningnya ke besi jembatan.

Setelah lelah membenturkan keningnya dengan sengaja ke besi jembatan. Siwon Nampak masih belum merasa sakit untuk menyerah menyiksa fisiknya sendiri. Siwon berpegangan Kuat pada besi penjaga sungai Han. Siwon meletakan kaki kirinya di atas besi jembatan yang bersela. Lalu meletakan kaki yang kanan. Siwon menaiki jembatan dan berdiri diatasnya.

Siwon menatap kebawah ke aliran air sungai Han yang sedikit terhalang dengan semburan Monnlight Rainbow jembatan banpo. Siwon memejamkan matanya dan perlahan melepaskan tangannya dari pegangan besi. Siwon merentangkan kedua tangannya lebar-lebar. Dengan tetesan air mata yang masih terjatuh dari matanya. Siwon merasakan angin sungai dimalam hari yang begitu sejuk terasa menyakitkan seolah sedang menampar pipinya.

Siwon mencondongkan tubuhnya kedepan. Dan Siap untuk terjun bebas kedasar Danau. Tapi tiba-tiba Siwon merasa ada sesuatu yang aneh. Siwon merasa ada yang ikut berdiri dibesi yang sama, tepat dibelakang tubuh Siwon lalu tangannya juga ada yang memeganginya. Dan dipunggungnya terasa ada yang bersandar padanya. Ini percis seperti adegan  pada Film Titanic, saat Jack dan Rose berdiri diujung kapal. Hanya saja saat ini timingnya tidak tepat. Siwon menolehkan kepalanya dan perlahan membuka matanya kembali. Dia tidak akan mungkin melompat ke sungai jika ada seseorang yang memeluknya dari belakang dengan gaya aneh.

“Nuguya?” Tanya Siwon begitu melihat Seorang gadis yang senyum-senyum sendiri sambil menyandarkan kepalanya pada punggung Siwon.

“Aku Rose!! Aku pernah melihat Jack yang beradegan seperti ini bersama Rose di film paling romantic sempanjang usiaku..” jawab gadis itu masih dengan gayanya yang banyak tertawa kecil.

“Lepaskan tanganmu dan menjauh dariku!” Siwon menekankan setiap ucapannya agar terdengar Siwon sangat marah padanya. Tapi wanita itu Nampak cuek dan tidak melakukan perintah Siwon.

“Rose itu putri bangsawan. Tapi harus bertemu dengan seorang lelaki miskin tapi tampan. Hehe aku merasa aku seperti jack, dan kau Rose.” Wanita itu terus mengoceh dan tidak melepaskan diri dari Siwon sejengkalpun.

Siwon dibuatnya makin kesal. Siwon akhirnya turun dari atas jembatan. Wanita itu otomatis mengikutinya. Siwon melepas tangan wanita yang tidak ia kenal itu dengan paksa.

“Ya!!! Sebenarnya siapa kau ini? Kenapa kau tiba-tiba seperti ini terhadapku? Apa kau mengenalku?” Tanya Siwon dengan suara setengah berteriak.

Siwon memperhatikan wanita itu dari ujung kepala sampai ujung kaki. Rambut wanita itu panjang juga keriting tapi terlihat tidak terawat, kepalanya ia tutupi dengan topi pakaiannya sangat casual, kaos berwarna hitam, jaket jeans belel serta cenala jeans panjang yang kumuh dan banyak sobekan dimana-mana. Siwon meringis geli melihat penampilan wanita aneh dihadapannya.

Wanita itu tertawa serta merta langsung memeluk Siwon lagi. “Aku Yoona!! Im Yoona!! Hahha.. kau tidak tahu aku?” wanita itu menepuk-nepuk pipi siwon sambil tertawa-tawa.

Siwon membuang mukanya. Dia tahu sekarang. Wanita aneh dihadapannya ini sedang mabuk. Karena tercium dengan jelas bau alcohol dari napas mulutnya.

“Lepaskan aku!!!” Siwon lagi-lagi menepis lengan Yoona. Yoona terdorong kebelakang.

Yoona terkejut dan menatap tajam siwon dihadapannya. Tiba-tiba mata Yoona jadi seperti tersulut api. Tatapan matanya jadi begitu tajam. Yoona langsung melangkah mendekat lagi pada Siwon. Dan langsung menjambaki rambut Siwon.

“Kyaa..!! wanita gila apa yang kau lakukan!!!” teriak Siwon sambil berusaha melepaskan tangan Yoona yang menarik rambutnya dengan penuh tenaga.

“Aku tidak gila pabo!!! Aku Yoona!!! Im Yoona!!!” Yoona juga berteriak dan semakin menjambaki rambut Siwon.

“Aku tidak peduli kau ini siapa! Tapi lepaskan tangamu itu sekarang dari kepalaku!” Siwon menendang kaki Yoona hingga Yoona langsung melepaskan tangannya.

“Bajingan!!” cetus Yoona sambil menatap tajam mata Siwon.

Siwon mundur kebelakang, rupanya ia takut melihat corot mata Yoona yang sangat menyeramkan itu.

“Stop!! Jangan mendekat!” cegah siwon sambil menunjukan telapak tangannya tanda membuat batas antara dia dengan Yoona.

Yoona masih berjalan pelan ingin mendekat pada Siwon.

“Aku akan lompat! Aku ingin mati dengan caraku sendiri! Kau tidak perlu membunuhku dengan menjambak rambutku! Itu prosesnya akan lama dan menyakitkan! Jadi jangan mendekat aku akan melompat sekarang juga!” Siwon terus meracau tanpa henti. Yoona semakin berjalan mendekatinya.

Tiba-tiba Yoona menarik tangan Siwon. Jarak mereka berdiri kini begitu dekat. Siwon merasa jatungnya berdebar tidak karuan karena takut dengan apa yang akan dilakukan yoona saat ini.

“Aku tidak ingin membunuhmu bodoh!” Yoona berkata sambil tertawa mengejek Siwon. Siwon memalingkan wajahnya lagi, karena nafas Yoona benar-benar bau alcohol. “Aku hanya ingin…ingin..hee…hee…ingin…Hueeekkkk….”

“Kyaaa!!!!” Siwon langsung mendorong tubuh Yoona sampai jatuh kejalan tepat disamping mobilnya.

Siwon merunduk sedih melihat kemejanya sekarang sudah menjadi korban muntahan wanita aneh yang tidak ia kenal sama sekali.

“Aisshh!!! Kenapa harus seperti ini? Ku pikir mati itu mudah!! Kenapa aku harus bertemu wanita gila yang akan membunuhku secara perlahan-lahan!” teriak Siwon frustasi sambil menatap jijik Yoona yang sudah jatuh terduduk dijalan dalam keadaan setengah tidak sadar sambil tersenyum-senyum seperti gadis gila.

“Ouh..Nuna!! Gwaencanayo?”

Siwon menoleh kesumber suara. Seorang lalaki bertubuh tinggi dan mungkin usianya baru 20tahun, berlari-lari kearahnya. Tapi setelah dekat. Lelaki itu langsung mendekati Yoona wanita aneh itu. Lelaki itu berlutut dan terlihat begitu mengkhawatirkan wanita bernama Yoona itu.

“Aku sudah mengiranya nuna pasti ada disini. Kenapa nuna mabuk lagi? Jika nuna minum aku yang akan repot!” lelaki itu seperti memarahi Yoona yang ia panggil dengan sebutan Nuna.

“Kya..!! Dongsaeng Naepum Namja!!” Yoona manepuk-nepuk pipi lekaki itu. “Minho-ya!! Kau tidak tahu hari ini nuna lelah?” ternyata lelaki itu adalah Minho adik dari Yoona.

“Arra.. tapi Nuna tidak harus melampiaskannya dengan banyak minum.”

Yoona hanya tertawa-tawa dan memeluk adiknya.

“Ah..Minho-yaa..”

Minho menolehkan kepalanya menatap Siwon yang hanya berdiri sedang menatap ia dan Yoona dengan tatapan jijik.

“Nuguya?” Tanya Minho pada Siwon.

Siwon meringis kesal. “Tidak penting siapa aku ini, cepatlah bawa pulang kakakmu itu! Dia telah membuat banyak kekacauan.”

Minho menatap siwon dari ujung kepala hingga kaki. Penampilan siwon yang keren bak pesusaha muda, tapi terlihat sangat kotor,berantakan, dan wajah penuh luka lebab. Apalagi ditambah dengan noda muntahan Yoona di kemejanya.

“Apa semua itu ulah kakakku?” Tanya Minho.

Siwon hanya memanggutkan kepalanya saja. padahal itu tidak seluruhnya perbuatan Yoona.

“Ommo!! Mianhamnida..maaf telah membuatmu seperti itu. Kakakku jika sedang mabuk suka melakukan hal-hal buruk dan selalu pergi sendirian kesini. Mianhamnida!” Minho menundukan kepala memohon maaf pada Siwon.

Siwon terdiam.

“Ouh.. apa kau teman kakak ku? Kau mengenal kakakku?”

Siwon menggelengkan kepalanya. “Aku tidak mengenal wanita gila itu.” Jawab Siwon ketus.

“Dia tidak gila..” Minho menunjuk Yoona, Minho terkejut mendapati Yoona ternyata sudah tertidur dengan cepat dan nyenyak. “Kenapa dalam keadaan seperti ini, kau masih bisa tertidur noona?” keluh minho, menyesali sikap kakaknya.

“Bawa dia pulang sekarang!” perintah siwon seenaknya.

“Bagaimana caranya? Aku tidak mungkin menggendongnya sampai rumah. Lagi pula ini sudah hampir tengah malam.” Minho celingukan dan mendapati sebuah mobil yang terpakir disisinya.

“Apa ini milikmu?” Tanya Minho sambil menunjuk mobil sejenis sedan berwarna hitam milik Siwon. “Bisakah kau mengantarkan aku dan kakakku pulang?hehehe aku tidak punya uang untuk naik taksi. Jika naik bus halte bus cukup jauh dari sini.”

“Tidak akan! Pulanglah dengan cara mu sendiri!”

“Kalau gitu bisa kau memberi aku uang? Jika nanti kita bertemu lagi aku akan menggantikannya.”

Siwon merogoh kantong celananya. Tapi tidak jadi. Dia seperti mengingat sesuatu hal yang baru saja ia lakukan sebelum ia berada di jembatan banpo.

“Aku tidak punya uang!” jawab siwon ketus.

“Ah.. kenapa kau pelit sekali? Kau tidak akan jatuh minkis hanya memberi kami ongkos taksi!” protes Minho.

Siwon menatap Minho dengan tatapan tidak percaya. Ternyata minho sama anehnya dengan kakaknya yang sekara tidur dengan enaknya tanpa memikirkan hal apa yang telah terjadi.

Siwon akhirnya melangkahkan kakinya dan membuka pintu mobilnya. “Masuklah.”

Minho tersenyum dan langsung menuntun Yoona masuk kedalam mobil.Siwon juga masuk kedalam mobil dan menjalankan kembali mobilnya. Siwon menatap jembatan banpo yang ia lintasi dengan pandangan nanar. Acara bunuh dirinya sukses gagal total! Karena seorang wanita yang datang tiba-tiba dan ditambah seorang adik lekaki wanita itu yang sama anehnya. Siwon menghela nafas berat.

“ternyata Matipun tidaklah semudah yang ku bayangkan.” Keluh Siwon dalam hatinya.

~***~

October,18th 2012

Sinar matahari pagi masuk lewat celah-celah fentilasi pintu kamar Yoona, Suara burung camar berkicauan seperti biasa setiap paginya,Yoona mengembangkan senyumnya, walau saat ini matanya masih terpejam tapi dia tahu kalau sekarang ia pasti sedang tidur dikamarnya diatas kasur lipat miliknya yang digelar diatas lantai kayu. Yoona berlahan mengumpulkan nyawanya dan membuka matanya perlahan-lahan.

“Arrrggghhhhhh….!!!!”

Yoona berteriak kaget karena begitu ia membuka matanya, Minho dan Sulli adiknya sudah berada tepat lima sentimeter dari permukaan wajahnya. Bahkan Minho dan Sulli pun dibuatnya terkejut dan dengan cepat mundur kebelakang.

“Aissh!! Apa yang sedang kalian lakukan?” Tanya Yoona dengan suara keras.

“Ssstttt…!!” Sulli mendekati kakanya dengan mulut yang dimajukan dan ditutup dengan satu jari telunjuk.

“Wae?” Tanya Yoona mengecilkan volume suaranya.

“Noona.. semalam itu, lelaki yang bersama mu di jembatan banpo, siapa dia?” Tanya Minho menyelidiki.

Yoona terdiam. Dari raut wajahnya dia seperti sedang berupaya mengingat lelaki yang dimaksud oleh Minho.

“Eonni tidak ingat? Semalam itu eonni mabuk dan memuntahkan pakaiannya. Dia terlihat marah sejak semalam.” Tambah Sulli membantu ingatan Yoona.

“Aku benar-benar tidak ingat.. siapa yang kalian maksud hah?”

“Sejak semalam dia tidak mengucapkan sepatah katapun setelah Minho oppa meminjamkan baju padanya. Dia tetap terdiam diluar sana.” kataSulli sambil menunjuk pintu kamar Yoona.

Yoona langsung bangkit berdiri dan membuka pintu kamarnya yang langsung menuju teras rumah.(Type rumah Yoona seperti rumah Maroo di Innocent man) Yoona terkejut mendapati seorang lelaki yang sedang tertidur diatas Bale yang ada dibawah pohon, posisi tidurnya membelakangi posisi Yoona yang sedang berdiri.

“Dia bilang dia kehabisan bensin dan tidak punya uang. Makanya dia  sejak semalam ada disini. Tapi dia tidak tidur hanya terdiam saja, sepertinya banyak sekali beban yang ia tanggung, wajahnya sangat sedih. Dia baru tidur saat tadi aku sedang mandi.” Ucap Minho seperti menjelaskan pada Yoona yang sedang menatap aneh Siwon yang tertidur meringkuk membelakanginya.

Yoona mendekati Siwon yang sedang tertidur. Dia berniat ingin membangunkan siwon tapi niatnya dia urungkan.

“Sulli-ah.. kau sudah berbelanja?” Tanya Yoona pada Sulli.

“Sudah.. aku hanya membeli jamur dan jangung.” Jawab Sulli.

Yoona berjalan menuju dapur rumahnya tanpa berbicara apapun. Sepertinya dia akan segera memasak membuatkan masakan untuk mereka makan pagi ini. Tapi Yoona kembali lagi mengambil handuk yang ada di jemuran.

“Aku akan mandi setelah ini baru masak. Jaga lelaki itu jangan sampai dia bangun dan kabur.”

Sulli dan Minho berpandangan saling tatap menatap tidak mengerti dengan kakaknya. Ditambah lagi pria yang sedang tertidur dirumahnya itu belum jelas indentitasnya. Siapa namanya, dimana rumahnya, dan kenapa semalam bisa bersama kakaknya?.

Siwon akhirnya terbangun ketika penciumannya yang tajam mencium aroma masakan yang sangat sedap. Siwon membuka matanya dan terkejut mendapati Yoona yang berdiri didekatnya sedang menatapnya dengan tajam.

“Kau ini siapa?” Tanya Yoona.

Siwon terdiam sejenak menatap Yoona dengan pandangan ‘jangan bercanda’ karena bagaimanapun sekarang Siwon terdampar dirumah orang asing dan aneh seperti ini kan karena ulangnya sendiri, kenapa ia harus bertanya siapa diri siwon?.

Siwon menyunggingkan senyum sinisnya. “Jadi seperti ini wajah Wanita gila yang semalam menghancurkan niatku untuk bunuh diri?”

Yoona terdiam. Dia menatap Siwon lekat lekat.

“Yahh.. aku ingat! Semalam saat aku sedikit mabuk aku melihat Kau ingin melompat dari Jembatan banpo kan?” Tunding langsung Yoona seraya menunjuk telunjuknya tetap dibatang hidung Siwon. “Aku melihatmu ingin melompat ke dasar sungai Han. Hah.. iya benar makanya aku berdiri dibelakangmu dan menyelamatkanmu, walaupun selanjutnya aku tidak tahu apa yang terjadi tapi intinya aku telah menyelamatkanmu! Seharusnya kau berterima kasih padaku!”

Siwon menyentil kening Yoona. “Berterima kasih katamu? Yang benar saja? Kau Justru penambah kesialan dalam hidupku! Jika semalam aku tidak bertemu denganmu mungkin saja aku sudah mati dan hidup dengan tenang.”

“Aishh!! Mana ada orang yang mati bunuh diri dapat bahagia dikehidupan berikutnya?” omel Yoona.

Siwon hanya membuang mukanya berusaha tidak ingin mendengarkan ucapan Yoona.

Yoona berkacak pinggal melihat tingkah Siwon. “Siapa namamu?” Tanya Yoona.

Siwon tidak menoleh dan juga tidak menjawab.

“Aissh!! Sudah numpang tidur dirumahku, berani berbuat seenaknya?”

Siwon masih terdiam dan tidak menatap Yoona.

“Kya!! Baiklah kau ingin mati??” Yoona mulai meluncurkan aksinya memukuli siwon dengan tangannya. Memukuli punggung Siwon berkali-kali.

“Aaarrgghh!!! Aku bisa Gila!!!” Teriak Siwon mengagetkan Yoona.

Yoona mengkedip-kedipkan matanya berkali-kali sambil menatap Siwon. Dia benar-benar tidak menyangka kalau lelaki tampan dengan wajah babak belur dihadapannya ini sekarang berani bereriak didepan wajahnya.

“Eonni!! Kapan kita bisa makannya?”

Yoona memutar kepalanya, dan melihat kepala Sulli dan Minho yang muncul bersamaan dari balik pintu rumah mereka sambil mengisapi sebuah sendok aluminium. Yoona meringis kesal melihat tingkah kedua adiknya itu. Yoona memutar kepalanya lagi menatap Siwon yang sekarang sedang merundukkan kepalanya dalam-dalam.

“Noona… kami sudah lapar!!”

Kini suara Minho yang terdengar berteriak memberi peringatan pada Yoona. Yoona memutar kepalanya lagi kearah adiknya lagi yang masih dalam posisi mengintip dibalik pintu dan mengisapi sendok makan..

“Bisakah kalian diam!!! Sebentar lagi kita akan makan!!” teriak Yoona sambil mempelototi kedua adiknya.

Minho dan Sulli langsung bergidik ngeri melihat Sorot mata kakak mereka yang tajam. Minho dan Sulli buru-buru berlari masuk kedalam rumah. Takut akan dipukul bokongnya oleh Yoona.

“Aku Im Yoona! Mereka adalah adik kembar yang aku miliki. Namanya Im Minho dan Im Sulli.” Yoona mencoba bersikap ramah pada siwon.

Siwon mengangkat kepalanya dan menatap Yoona dengan mata sendu.

“Aku lapar.. apa aku boleh ikut makan dengan kalian?” Tanya Siwon.

Yoona menghela nafas, tapi setelah itu Yoona tersenyum. “Sebutkan namamu dulu! Maka aku akan menyediakan makan untukmu!”

“Choi Siwon.” Jawab Siwon singkat.

“Choi Siwon? Hemm..baiklah kau boleh makan! Tapi tidak boleh lebih dari satu piring!”

Yoona berjalan deluan masuk kedalam rumah dan Siwon mengekori masuk kedalam rumah Yoona.

Minho dan Sulli yang sudah duduk manis dilantai dihadapan meja makan menatap heran ke kakanya yang baru masuk bersama lelaki aneh itu. Siwon duduk disamping Yoona. Berhadapan dengan Sulli dan minho yang masih bengong menatap Yoona dan Siwon.

Yoona menyendokkan  nasi kedalam mangkuk dan juga masukan sop jamur dengan jagung. Dan ia juga membuatkan hal yang sama untuk Siwon dan memberikannya pada Siwon.

Yoona menatap keduanya adik kembarnya yang sedang menatap Yoona dan siwon dengan mata terbelalak.

“Ya..ya!! Minho Sulli! Apa kau tidak ingin makan?” tegur Yoona sambil memukulkan Sendok kemeja makan.

Sulli dan Minho langsung terkejut dan buru-buru menyendok nasi berserta sop. Dan mulai mamakan tanpa mengeluarkan sedikit suara, dan tidak berani juga menatap Siwon maupun kakanya.

Yoona dengan cuek juga mulai memakan nasinya. Siwon pun juga sama. Memakan nasinya dengan tenang dan lahap.

~***~

Minho dan Sulli baru saja berangkat Sekolah, tahun ini Sulli dan Minho duduk dikelas akhir Sangkwan Senior High School. Yoona membawa kotak P3K yang ia ambil dari kamarnya. Yoona menatap Siwon yang sedang duduk dibale dibawah pohon sedang melamun dengan wajah senduh. Yoona menghampirinya tanpa mengeluarkan suara dari mulutnya. Yoona duduk tetap disamping Siwon.dia membuka tutup kotak P3K yang tadi ia bawa. Dia mengambil beberapa lembar kapas bola dengan pinset, lalu ia tuangkan sedikit alcohol.

Yoona menepuk bahu Siwon pelan-pelan. “Siwon ssi.. kemarilah, aku akan mengobati lukamu.”

Siwon tersadar dari lamunannya. Dia memutar badannya menghadap Yoona. Yoona menjulurkan tangannya yang memegang pinset yang menjempit kapas untuk membersihkan luka didekat bibir siwon dan di pinggir mata siwon yang paling parah.

Siwon meringis kesakitan saat caira alcohol menyentuh lukanya yang belum kering. Yoona mengganti kapasnya dengan yang baru yang telah diolesi obat merah. Yoona mengoleskannya pada permukaan luka siwon diujung bibir bagian kiri dan ujung mata bagian kanan. Yoona tersenyum melihat Siwon yang meringis kesakitan. Entah kenapa Yoona senang melihat wajah Siwon sedekat ini denganny. Padahal mereka bukanlah orang yang sudah saling kenal lama. Mereka hanya kebetulan bertemu dijembatan banpo dengan cara yang aneh dan tak terduga.

Siwon yang sadar Yoona terus menatapnya akhirnya mengalihkan wajahnya. Dan berkata. “Mana plasternya? Biar aku sendiri saja yang memasangnya.”

Yoona menunduk malu dan langsung mencari plaster anti septic didalam kotak. Dia menyerahkan dua lembar plasternya pada Siwon. Dan siwon langsung menempelkannya pada lukanya sendiri, sambil berusaha menahan sakit perih.

 “Kenapa apa alasan mu ingin bunuh diri?” Tanya Yoona akhirnya.

Siwon mengangkat kepalanya memandang kosong kelangit yang berwarna biru cerah. Dan masih ada matahari pagi yang setia menyinari disekitar.

“Untuk apa kau menanyakan alasanku? Apakah itu penting untuk orang yang tidak saling kenal?”

“Sebenarnya tidak juga sih.. hanya saja, aku ini tipe orang yang mudah penasaran dengan hal yang sudah terkait disekitarku. Karena kita tidak sengaja bertemu dan mau sudah numpang tidur dan makan di rumahku, maka ku rasa wajar saja jika kau ingin bercerita padaku. Dan membiarkan aku mengetahui alasanmu itu.”

“Cihh..Kalaupun kau tau kau tidak akan bisa menolongku apa-apa. Selain membunuhku secara perlahan-lahan.”

“Hah.. Sebenarnya aku tidak terlalu peduli jika kau mati dengan cara bunuh diri lompat ke sungai Han malam-malam. Tapi aku memikirkan Negaraku sarang Chaehamingguk. Jika kau semalam jadi bunuh diri, mungkin pagi ini televisi dan media berita lainnya sudah heboh membicarakan ‘ditemukan seorang mayat pria ngambang di pinggir sungai han badannya membeku dan wajahnya seperti badut.’ Dan saat itu juga bertambahlah catatan negera tentang kematian seseorang di sungai Han karena bunuh diri. Kita ini Negara maju! Kenapa masih banyak orang-orang yang berpikiran mundur seperti dirimu? Apa kau tidak percaya tuhan? Sehingga kau menyerah begitu saja? jika kau jadi mati dengan bunuh diri Negara kita akan semakin terkenal dengan fakta kasus bunuh diri terbanyak di dunia! Apa  kau tidak pernah berpikir kesitu?”

Siwon merundukkan kepalanya lagi menatap kakinya yang menyentuh tanah teras rumah Yoona. Dan dia juga dapat melihat kaki Yoona yang kecil dan panjang berwarna putih cerah berada tepat disamping kakinya. Siwon sedikit sadar dengan apa yang dikatakan yoona tadi tidak semuanya salah. Hampir semua point benar. Siwon menyunggingkan senyum kecil dibibirnya tapi matanya semakin terlihat redup dan sedih.

“Kau tidak tahu beban apa, dan masalah apa yang terjadi didalam hidupku. Jika kau berada diposisiku aku yakin kau juga akan merasa sangat frustasi dan merasa sudah tidak dibutuhkan lagi didunia ini. Dan satunya jalan untuk mengakhiri penderitaan juga kemarahan,kesedihan, pengkhianatan didunia ini adalah dengan cara mati.”

Yoona menyentuh Bahu siwon sesaat. “Memangnya apa yang terjadi?.” Yoona Nampak terus penasaran, dan memancing agar Siwon terus terang padanya.

“Ayahku adalah salah satu pengusaha tekstil ternama di negeri ini. Ibuku adalah salah satu investor  dari dua pusat perbelanjaan modern di Seoul dan Gangnam. Dan tentu aku adalah anak dari orang kaya. Aku memiliki segalanya yang membuat orang lain tentu iri padaku. Tapi sepuluh tahun lalu saat usiaku tiga belas tahun Ibuku meninggal karena serangan Jantung mendadak. Satu tahun kemudian Ayahku menikah dengan seorang wanita muda yang sudah mempunyai anak perempuan usianya beda tujuh tahun dari aku.”

Siwon diam sejenak. Yoona juga terdiam. Yoona hanya ingin menjadi pendengar yang baik sampai akhir. Siwon menghela napas sejenak dan mulai bercerita lagi.

“Tiga tahun lalu Abojiku meninggal dalam sebuah kecelakaan menuju jalan pulang dari China. Dan saat itulah aku baru sadar bahwa orang-orang yang ada disekelilingku hanya hidup untuk harta. Paman dan bibiku mereka berebutan untuk meneruskan sahan insvestor Eomma dan berupaya mendapatkan tanggung jawab atas jabatan Aboji. Lalu ibu tiri ku dia juga sama gilanya berusa merebut hak waris yang belum ditentukan aboji sebelum ia meninggal. Lalu adikku? Dia tidak pernah akur dengan ku. Hubungan kami sangat buruk. Dia adalah tipe wanita yang sangat aku benci. Pemalas, suka berpoya-poya dan menganggap uang adalah segalanya.”

Yoona mengehela nafasnya “Lalu point mana yang akhirnya membuatmu ingin segera mati?”

Siwon tersenyum sedih. “Semua point itu. Dan yang terakhir mereka sama sekali tidak pernah menanyakan pendapatku tentang pembagian warisan dan tanggung jawab perusahaan. Padahal aku adalah satu-satunya anak kandung dari Aboji dan Eomma. Kemarin malam aku bertengakar dengan Paman dia memukul dengan penuh emosi, dan aku juga sempat memukulnya. Tapi pada akhirnya aku benar-benar kalah. Karena tidak ada yang benar-benar membantuku selain pengurus rumah dan sekretaris pribadiku. Tapi dengan jabatan mereka tentu mereka tidak dapat menolong banyak. Lalu terakhir aku mengetahui fakta kalau dalang kematian ayahku adalah paman dan bibiku sendiri.”

Siwon menitihkan air matanya. “Bagaimana mereka membunuh saudara mereka sendiri seperti itu? Lalu mentelantarkan keponakan mereka dengan cara yang terlalu kejam. Mereka mengusir aku dari rumahku sendiri dan aku hanya dapat membawa mobil hadiah dari aboji lima tahun lalu. Lalu  ibu tiriku dan adik tiri ku dia kabur kerumah keluarga kami yang ada di pulau Jeju. Dan maka itu agar aku tidak tahu apa-apa lagi tentang mereka, bukankah dengan cara mati?”

Yoona mencoba untuk tersenyum setelah mendengar cerita panjang Siwon. Yoona meletakan telapak tangan kanannya di pundak Siwon dan mengusap-usap pundak Siwon.

“Bukankah itu sangat menarik? Aku juga tidak mempunyai kedua orang tua.”

Siwon dengan mata berkaca-kaca sisa air matanya langsung menoleh menatap Yoona yang sedang tersenyum kalem.

“Appaku meninggal saat Eomma sedang mengandung Sulli dan siwon yang baru tujuh bulan. Kau tahu kami tidak punya sama sekali paman atau bibi yang bisa aku minta tolong saat itu. Eommaku adalah anak sebatang kara yang besar dipanti. Lalu appa menikahinya tanpa restu dari keluarganya dan appa diusir dari rumah tanpa memiliki apapun untuk hidup bersama eomma. Tapi appa adalah perkerja keras dia selalu mencari uang dengan kemampuannya demi istrinya dan aku saat itu. Setelah appa meninggal aku yang baru berusaia tujuh tahun saat itu sangat kasihan dengan eomma yang mengandung dan mengurusi semuanya sendiri. Tanpa sepengetahuan eomma. Sebelum berangkat sekolah aku menjadi pengantar susu pagi dan pulang sekolah aku membantu mencuci piring disebuah restoran. Karena appa tidak ada aku takut kami tidak banyak uang untuk bertahan. Apalagi sebentar lagi eomma akan melahirkan. Lalu akhirnya aku mendapatkan dua adik kembar. Yang satu lelaki dan yang satu perempuan. Aku yang memberinnya nama Minho dan Sulli. Tapi setelah itu kesehatan eomma ku terus menurun hingga akhirnya saat Minho dan Sulli berusia tiga tahun eomma meninggal dengan vonis kanker lambung.”

Yoona tanpa sadar juga menitikan air matanya karena ia harus kembali mengingat masa kelamnya saat itu.

“Jadi apa yang kau pikirkan? Aku saat itu baru berusia sepuluh Tahun, tapi kedua orang tuaku meninggal, dan aku hanya memiliki kedua adik yang baru berusia tiga tahun. Ibu ku berpesan padaku saat ia sakit, dia selalu berkata padaku ‘Jadilah anak yang kuat,tabah,tegar.kau harus tetap hidup apapun yang terjadi dan jaga serta sayangi adikmu seperti nyawamu sendiri.hiduplah dengan rukun dan bahagia’ ibu ku selalu berkata seperti itu. Jujur kata-kata itu adalah beban dalam hidupku sampai sekarang. Tapi karena kata-kata itu aku masih bertahan. Kau lihat aku bisa membesarkan Minho dan Sulli dengan tanganku sendiri. Aku bahkan bisa mengsekolahkan mereka sampai sekarang. Kau tahu walau lelah semua itu tapi aku merasa batinku puas. Dan hidup tidak seburuk dan semenakutkan seperti bayanganku sebelumnya.”

Siwon mengapu air matanya yang lagi-lagi jatuh karena mendengar cerita Yoona. Yoona juga mengesap air matanya dengan telapak tangannya.

“Jadi kenapa kau harus memilih mati? Kenapa kau tidak bersikap berani dan mengambil semua hak mu? Kau ini sudah hidup lama disana. Kenapa harus kau yang keluar dengan cara mengenaskan seperti ini? Kau salah jika harus memilih mati. Apa kau pikir ayah dan ibumu senang melihat anaknya menyerah dan menyusul mereka tanpa perlawanan sama sekali?”

Siwon terdiam sejenak.

“Jadi jangan berpikir untuk mati! Apapun yang terjadi kau harus tetap hidup! Kau harus berani menjalaninnya! Kau tidak akan pernah tau apa yang akan terjadi sebelum kau harus berani menjalaninya dan menghantamnya.” Yoona terus berkata dengan sengamat member saran pada Siwon.

“Yoona…”

Yoona terdiam ketika akhirnya Siwon memanggil namanya juga. Yoona mengembangkan senyumnya sedikit.

“Yoona..”

“ne?”

“Apakah kau yakin dengan ucapanmu tadi? Apa aku benar-benar harus melawannya dengan berani dan harus tetap hidup apapun yang jadi?”

Yoona memanggutkan kepalanya dengan pasti. “Iya..benar!”

“Kalau begitu, Aku mohon bantu aku..,,ku mohon kau harus membantu aku!”

Yoona terdiam menatap Siwon yang mempertemukan telapak tangannya membuat symbol memohon pada Yoona.

“Apa yang harus lakukan?”

“Aku ingin kau mebantuku merubah pikiranku dan membuktikan kalau saranmu itu benar. Seminggu! Hanya seminggu waktumu! Kau harus membantuku melawan mereka semua! Seminggu lagi rapat keputusan saham akan diadakan! kau harus membantuku!”

Yoona membelalakan matanya menatap Siwon dengan tatapan tidak percaya.

“Kau akan membantukan?” Siwon terus mendesak Yoona.

Yoona akhirnya memanggutkan kepalanya dengan pasti. “Iya.. aku akan membantu mu! Kau tidak perlu khawatir!”

“Ah.. Syukurlah!! Aku merasa sedikit punya semangat sekarang! Aku merasa kita benar-benar berada satu garis nasib. Kau harus membuktikan ucapanmu tadi. Dan aku akan berusaha dengan semampuku!”

Siwon menarik kedua telapak tangan Yoona dan menggenggamnya dengan erat. Mereka saling berhadap-hadapan serta saling bertukar tatapan satu sama lain. Tubuh Yoona jadi mendadak melemas saat ini. Dia merasa ada yang aneh dengan tubuhnya.darahnya seperti terpompa dengan deras membuat sensansi yang belum pernah ia rasakan. Jantungnya berdebar dengan kencang. Yoona menghela napas dengan teratur. Dia tidak mau sampai Siwon mendengar detak jantungnya yang terlalu berdetak berlebihan. Kenapa? Apa yang terjadi? Yoona menatap Siwon sekali lagi,dan dia tahu apa perasaan apa yang sedang ia rasakan saat ini.

“Aku tertarik dengan pria ini. Siwon…dia telah menumbuhkan perasaan aneh didalam hatiku.” Ucap Yoona dalam hatinya. Dan air matanya mengintip diujung mata.

~***~

Hari Pertama…

 

Siwon dan Yoona berdiri tapat didepan mobil Siwon yang terpakir dengan kondisi kehabisan bensin. Hari ini Siwon berencana mengajak Yoona untuk bertemu dengan Sekretaris Kim, sekretaris pribadinya. Karena semalam Siwon sudah mengirimkan pesan singkat kepada sekretaris kim melalui ponsel Yoona. Karena dia tidak punya ponsel saat pergi meninggalkan rumah hari itu.

“Bagaimana kita harus pergi?apa perlu kita mendorong mobil ini sampai ke pom bensin?” Tanya Siwon menatap mobilnya dengan sedih.

“Pombensin? Jarak ke pombensin adalah 3Km dari sini.. aku tidak yakin kuat mendorongnya.”

“Lalu bagaimana?” Tanya Siwon bingung.

“Ah.. aku punya idea! Kau tunggu sebentar disini aku akan meminta pertolongan.” Dengan gerak cepat Yoona berlari meninggalkan Siwon sendirian. Siwon menatap bingung yoona yang meninggalkannya.

Tidak lama. Kira-kira sepuluh menit siwon menunggu akhirnya Yoona datang bersama seorang ajjusi. Yang berjalan kearah Siwon berdiri.

“Kenalkan.. ini Park Ajjussi.. dia akan menggeret mobilm dengan mobilnya sampai ke pom bensin.” Jelas Yoona mengenalkan tetangganya pada Siwon.

Siwon menundukan kepalanya memberi salam pada Ajjusi tersebut. “Aku Siwon.. terima kasih atas bantuan anda.. maaf merepotkan mu..”

“Ah..tidak masalah.. karena aku hitung-hitung menolong Yoona. Aku akan mengambil mobilku kesini dan mobilmu di ikat di banper belakang mobik bak ku saja. nanti aku akan menggereknya sampai pom bensin terdekat.”

“iya.. baiklah..” jawab Siwon.

Lalu ajjussi park berjalan meninggalkan Yoona dan Siwon. Yoona tersenyum pada Siwon. Siwon mengancungkan kedua jempolnya pada Yoona. “Good Job Yoong!”

~***~

Yoona  duduk bersebelah di samping Siwon pada kursi disebuh Café, Sekretaris Kim duduk berhadapan dengan Yoona dan Siwon. Sekretaris Kim sejak pertama datang tidak henti-hentinya memperhatikan wajah serta penampilan Luar Yoona. Bahkan Yoona sampai merasa risih diperhatikan dengan terang-terangan seperti itu.

“Apa yang dilakukan Sekretarismu?” bisik Yoona pada Siwon. “Boleh aku memukul wajahnya?”

Siwon terikikik sedikit mendegar apa yang dibisikan Yoona. Lalu Siwon balas berbisik pada Yoona. “Dia itu memang seperti itu. Dia akan memperhatikan dengan detail dan membaca garis wajah seseorang yang dekat denganku. Itu memang perkerjaan gandanya.”

Yoona hanya ber ‘oh!’ saja sambil menatap galak sekretaris Kim.

“Sekretaris Kim ini Im Yoona. Dia yang menyelamatkan aku kemarin malam. Dan sekarang dia bersedia untuk membantuku menggagalkan rapat pemegang saham.” Jelas Siwon memperkernalkan Yoona pada sekretarisnya.

“Aku Kim Young Woon..sekretaris nomor satu tuan Choi Siwon.” Dengan suara tegas Sekretaris Kim memperkenalkan diri pada Yoona.

Yoona hanya mencibirnya kecil.

“Jadi mana? Kau bawa semua yang aku sms tadi malam kan?”

“Tentu Tuan..” Sekretaris Kim mengambil tas tentengnya lalu diletakan diatas meja dan membuka tasnya. “Aku sudah membawa semua photo copy dokumen asset saham serta dokumen-dokumen penting pribadi milik nyonya besar dan tuan besar (Ayah ibu Siwon) dan Ini ponsel serta dompet yang anda minta. Dan beberapa pakaian anda” Sekretaris Kim mengeluarkan sebuah smart phone Android dan dompet siwon dari saku kemejanya.

Siwon mengambil ponselnya beserta dompetnya dan disimpan disaku celananya. Siwon memeriksa sekilas semua dokumen yang dibawa oleh sekretaris Kim.

“Iya.. terimakasih ini semua sudah lengkap..kau harus menjaga komunikasi kita dengan baik. Dan karena posisimu sekarang ada didekat paman dan bibi. Jadi ku mohon berhati-hati dalam mengintainya. Dan laporkan semua kegiatan mereka padaku.”

“Siap Tuan..saya pasti akan berkerja dengan baik.” Jawab sekretaris Kim dengan tegas.

Yoona menggeser kursinya dan berdiri. “Siwon ssi.. aku ingin ke toilet sebentar..”

Siwon hanya memanggutkan kepalanya saja. Yoona langsung berjalan dengan cepat mencari letak toilet wanita didalam café tersebut. Sepertinya dia sudah tidak tahan untuk buang air kecil.

Begitu Yoona pergi Sekretaris kim langsung mengintrogasi Siwon dengan mata memicing penuh kecurigaan.

“Kau serius? Kau berubah pikiran sampai seperti ini hanya karena gadis seperti dia?” itu pertanyaan pertama yang menyeluncur dari mulut sekretaris Kim Young Woon.

Siwon hanya tersenyum kecil sambil meraih gelas expresonya dan menyesap exspresonya sedikit dan meletakannya kembali diatas meja. “Aku punya alasan tersendiri kenapa aku akhirnya berubah. Lagi pula aku benar-benar belum yakin dengan apa yang akan aku lakukan sekarang ini. Hanya saja dia benar-benar ingin membantu aku walau hanya dalam waktu seminggu.”

“Heemm.. aku benar-benar tidak menyangka dia bisa memutar otakmu. Padahal aku yang sudah hidup sepuluh tahun bersamamu. Tidak bisa mencegah dan melalukan apapun terhadapmu. Aku sangat menyesal. Maafkan aku…”

“Ah.. kau kan berkerja untuk perusahaan jadi wajar jika kau tidak sepenuhnya setia padaku. Jika kau setia padaku kau akan menjadi gembel dan mati bersamaku!” cetus Siwon diiringi seringai nakal.

“Tapi apa wanita itu dari lingkungan baik-baik? jika melihat dari wajahnya dia sangat kasar. Walau cantik tapi wajahnya penuh garis-garis tegang yang menjelaskan wataknya yang keras. Dan penampilannya. Aku tidak suka dengan cara berpakaiannya yang berantakan seperti itu. Apa dia tidak punya pakaian lain. hingga harus memakai celana jeans robek dan kaos serta jaket yang lusuh dan kummel?”

“Aku tidak mengerti juga kalau itu. Aku rasa itu memang sudah menjadi ciri khasnya untuk bertahan hidup. Kau tahu dia tidak punya orang tua sejak usia sepuluh tahun dan dia menghidupkan adik kembarnya sampai sekarang.”

“Jinja?! Wooww!! Apa yang bisa dilakukan anak sepuluh tahun ?”

“Aku juga merasa itu sulit dipercaya tapi nyatanya dia benar-benar masih hidup dengan sehat bersama kedua adiknya yang sekarang sekolah semester akhir di sangkwan Senior High school.”

“Daebakk!! Kalau seperti itu aku  bisa saja yakin kalau dia akan menolongmu tuan! Maka kau harus berlaku dengan baik padanya!”

“Aku sudah pikirkan itu.” Siwon tersenyum sambil menatap jalanan diluar melalui jendela café.

Yoona kembali lagi dan duduk disebelah siwon. Lalu menatap siwon dan sekretaris  kim yang terlihat aneh dan salah tingkah sekali.

“Apa yang kalian bicarakan selama aku ditoilet?”

“Tidak ada!” jawab Siwon bohongg. “hanya memeriksa dokumen saja”

Yoona menatap tajama siwon dengan tatapan tidak percaya. Siwon yang sadar ditatap seperti itu langsung memasukan mulut Yoona sepotong pancake. “Pancake-nya enakkan?” dan ketika ada noda lelehan madu dari mulut Yoona. Siwon mengambilkan tissue dan mengelapkannya pada pinggir bibir Yoona.

Yoona tersentak kaget dengan perlakuan siwon. Lagi-lagi jantungnya melompat kesenangan darahnya bersedir cepat dan rasanya ini sangat aneh. Dia menyukai Siwon.

~~***~~

Hari Kedua…

Yoona dan Siwon terlihat sedang sibuk mengerjakan sesuatu didalam kamar Yoona. Yoona mencoba menulis sesuatu pada kertas menggunakan pulpen warna warni. Siwon yang duduk tidak jauh dari Yoona sedang sibuk dengan laptopnya. Mengetik sesuatu dengan wajah Serius.

Yoona berdiri dan menempelkan kertas-kertas warna warni dengan pulpen warna warni yang sudah ia tulis didinding. Menepelkannya membentuk sebuah lingkaran.

“Siwon ssi.. kemarinlah..”

Siwon menghentikan kegiatannnya dan berdiri menghampiri Yoona yang sedang menatap hasil tulisannya pada kertas yang menempel di dinding kamarnya. Siwon ikut berdiri disamping Yoona memperhatikan kertas-kertas tersebut juga.

“Misi pertama kita harus mencari bukti-bukti kuat kejahatan apa saja yang telah dilakukan paman dan bibimu juga ibu tirimu! Lalu setelah itu semua ketemu kita harus mengumpulkannya jadi satu berkas. Dan letakan cctv dikamar paman-bibimu dan semua sudut yang mungkin akan mereka lewati begitu juga dengan ibu tirimu! Suruh sekretaris kim yang mengerjakannya lalu tugas kau mengkoneksikan cctv itu ke laptopmu. Dan pasang jalur pengintai pada ponsel mereka. Jadi kita akan tahu lebih detail kemana mereka pergi dan kepada siapa mereka melakukan percakapan telepon. Lalu dari semua yang kita akan ketahui nanti kita bisa membut dinding pertahanan agar semuanya dapat kita lewati tanpa kecurigaan sekecil apapun.”

Siwon memperhatikan dengan jelas tulisan-tulisan yang ditulis yoona adalah inti-inti dari ucapan yoona tadi. Siwon menoleh pada Yoona. Dan memandangi Yoona dengan tatapan tidak percaya.

“Dari mana kau bisa dapat ide seperti ini?” Tanya siwon heran.

“Tentu saja.. dari pengalaman dan banyak nonton film SPY…” jawab Yoona sambil mengembangkan senyumnya membanggakan diri.

“Good Job! Lalu sini kau harus lihat apa yang sudah aku tulis di laptop. Aku sudah mengetik ulang semua berkas ibu ku dan ayahku. Hemm.. hanya saja kita butuh flashdisk ayahku agar semua ini selesai. Data-data asli banyak tersimpan disana.”

“Eonni!! Kami pulang…” Minho dan Sulli baru saja pulang sekolah dan mendapati rumah dalam keadaan sepi.

“Kemana mereka?” Tanya Minho sambil celingukan memutar kepalanya melihat keadaan sekitar.

“Ommo!!” pekik Sulli tertahan begitu melihat sandal yoona dan sepatu siwon ada didepan kamar Yoona.

Minho langsung tertuju penglihatannya pada sandal dan sepatu milik Siwon dan Yoona. Dan matanya terbelalak lebar.

“Apa yang sedang mereka lakukan didalam?” Tanya Sulli dengan wajah cemas.

Minho naik kelantai dan mendekatkan telinganya kedinding. Dia mencoba mendengarkan apa yang terjadi didalam.

“Ada apa? Apa mereka tidur bersama? Aku yakin siwon ajjusi adalah bajingan!” bisik Sulli ditelingan Minho.

“Ssstt.. kau ini jangan bicara sembarangan sebelum semuanya terbukti.”

“Tapi kan Eonni tidak pernah membawa lelaki mana pun kedalam kamarnya. Tapi sekarang…” Sulli menutup matanya sambil memukuli kepalanya sendiri karena sudah berani berpikiran jorok tentang kakaknya sendiri.

“Ya.. sudah sepertinya kita harus bertemu dengan sekretaris Kim lagi sekarang. Kita harus meminta bantuannya dan sekalian mencari flashdisk tersebut. Kau tahukan dimana tempat biasa ayahmu menyimpan dokumen penting?”

Siwon terdiam mencoba memikirkannya. “Iyaa aku aku tahu..” lalu dia mematikan laptopnya dan dimasukan kedalam tas dan memakai tas itu.

“Setelah bertemu dengan Sekretaris Kim.. kita ketempat kerjaku dulu. Hari ini ada kelas taekwondo jam empat sore.” Ucap  Yoona sambil merapikan lantainya yang beserakan kertas dan pulpen.

“Ye..”

Yoona mengambil jaket belelnya dan disalampirkan di bahunya mereka berdua jalan menuju pintu kamar. Dan terkejut mendapati Sulli dan minho yang langsung jatuh telengkup begitu Siwon menggeser pintunya.

“Argghhh…!!!” Sulli dan minho berteriak kompak sampai mulut mereka mencium lantai.

Yoona menghela napas berat melihat tingkah kedua adiknya. “Kya!! Apa yang sedang kalian lakukan?”

Sulli dan minho tidak berani mengangkat kepalanya untuk memandang kakak mereka. Siwon hanya terdiam menyaksikan adegan ini.

“Kenapa diam saja? apa yang sedang kalian lakukan?” Tanya Yoona sekali lagi. Tapi Sulli dan Minho tidak juga menjawab mereka hanya mengutuki diri mereka sendiri yang dengan bodohnya ketahuan sedang mengupingi pembicaraan Yoona dan Siwon.

“Bangun!! Mau sampai kapan kalian seperti ini hah?”

Akhirnya dengan perasaan takut Sulli dan Minho bangkit dan berdiri sambil merundukan kepalanya.

Sulli merundukan kepalanya dalam-dalam penuh penyesalan.“Mianhae…tadi saat kami pulang sekolah rumah dalam keadaan sepi dan kami melihat sepatu Siwon ajjusi yang ada didepan pintu kamar eonni jadi aku pikir ada sesuatu hal yang terjadi didalam.”

“Karena sedikit curiga dan khawatir maka kami mengupungi. Tapi sungguh kami tidak mendengarkan apapun!!” ucap Minho ikut-ikutan merunduk rendah seraya memohon ampun dari Yoona.

“Ah.. sudahlah.. kalian ini! Kami tidak melakukan apapun seperti pikiran kalian!” Yoona sepertinya sudah memaafkan kedua adiknya. “Jaga rumah , aku dan Siwon akan pergi keluar sebentar.”

“Kemana?” Tanya Sulli keceplosan.

“bertemu seseorang..aku sudah membuatkan masakan untuk makan kalian didapur.”

“ne..” jawab Sulli dan Minho kompak.

Siwon tersenyum melihat tingkah Sulli dan Minho. Siwon mengacak-acak rambut minho dan sulli sambil tertawa kecil. Lalu ia berjalan menyusul Yoona yang sudah berjalan menuju pintu luar.

Setelah Siwon dan Yoona pergi. Minho dan Sulli saling berpandangan.

“Sebenarnya mereka punya hubungan apa?” Tanya Sulli pada Minho.

Minho menaikan bahunya. “Aku juga tidak tahu. Aku heran kenapa mereka bisa cepat akrab dan sepertinya Nuna terlihat berbeda sekali.”

“Kau benar… apa mungkin Eonnie menyukai Siwon ajjusi?” Tanya Sulli lagi.

Minho menggelengkan kepalanya. “kau yakin secepat itukah? Mereka baru tiga hari kenal..”

“Ah… cinta tak mengenal hari bodoh!” cetus Sulli lalu mencibir Minho dan meninggalkan Minho masuk kedalam rumah.

Minho hanya bengong dan memikirkan ucapan Sulli tadi. Tapi setelah itu Minho tersenyum lucu dan berlari masuk kedalam rumah juga. Entahlah apa yang sedang dipikirkan minho sebenarnya hingga senyum jahilnya terlihat penuh makna.

~***~

To be continued…. Waiting for part 2 (END) ^^ 

Jangan Lupa tinggalin komentarnya ya…!!! my be next part perlu di privasi ya?? hehe

56 comments on “FF YoonWon – Story With You (2S) 1/2

  1. Masalh Siwon dan Yoona mmg brbda mnding jd Yoona biarpun mskin tp dy msh hdp bhgia brsm ke2 adiknya, drpd Siwon yg kaya tp dklilingi org2 serakh dan gila hrta!!

    Poor Yoonwon !!!

  2. yoona hebat bisa membesarkan kedua adiknya samapai saat ini,,,hoho moga aja yoona bisa bantu siwon untuk nyelesein masalahnyaaa,,, kayaknya yoona dah mulai suka ma siwon,, moga aja siwon juga ngalami hal yang sama,,,, lanjut next chapter :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s