FF HyoHyuk – I Can’t Let You Go.. part.6

ff Hyohyuk I can't Let You Go

ff Hyohyuk I can’t Let You Go

FF HyoHyuk – I Can’t Let You Go.. Part.6

Note : Hehehe… parah!! ff part.5-nya sudah selesai akhir 2010, karena suatu kendala dalam hidup *cieileh* jadi buat part.6nya sekarang baru dilanjutin baru kelar (2013) Maklumin ya kalo ff sebelumnya banyak banget Typo pengetikan. Karena saya tidak sempat edit dan itu murni saya nulis langsung di note FB pribadi lalu saya copas dari catatan FB saya kesini.. jadi itu memang masih murni belom di editing 😀 ahhaahah.. Semoga di part.6nya tidak terlalu banyak typo ya ^_^ Selamat membaca..Tolong tinggalkan jejak.. biar ffnya bisa menemukan titik ending!! Kamsahamnida 🙂 acc: @Lovelyulan

TITLE               :  I Can’t Let You Go..

AUTHOR          : UlanChoi Hyoyeon

GENRE             : Drama romantic,Tragedy

CAST/PAIRING: Kim Hyoyeon SNSD, Eunhyuk SUJU, Sooyoung SNSD, Junho 2pm

SETTING          : Seoul, Korea

RATTING         : PG-17

 

Eunhyuk berjalan pelan menghampiri wanita itu. Dan dengan tangan yang sedikit gemetar ia menyentuh bahu wanita itu.

“Hyoyeon…”

Hyoyeon yang mendapati ada tangan seseorang dibahunya serta mendengar suara seseorang yag terdengar lirih memanggil namanya. Dengan hati-hati ia menoleh dan terkejut mendapati seorang namja berjas hitam sedang menatap wajahnya dengan saksama. Hyoyeon belum mampu mengenali kalau itu adalah Eunhyuk. Tapi begitu mata mereka bertemu pandang, Hyoyeon sangat terkejut bahkan mulutnya sampai terbuka.ia menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya untuk mencegah suara teriakannya. Ia sangat rindu sosok namja yang ada dihadapannya kini.

“Hyoyeon.. kau ingat aku?” Tanya Eunhyuk sambil memegang kedua bahu Hyoyeon.

Hyoyeon benar-benar tidak percaya akhirnya ia dapat bertemu Eunhyuk juga.

“Oppa…” ucap Hyoyeon tak kalah lirih suaranya.

Eunhyuk tersenyum manis untuk Hyoyeon begitu ia mendengar suara Hyoyeon menyerukan kata “Oppa”. Ia sangat rindu suara ini. Ia sangat rindu orang ini.

“Jeongmal Beogoshiposeo…” seru Eunhyuk yang tiba-tiba langsung menarik tubuh mungil Hyoyeon kedalam pelukannya.

~***~

Eunhyuk tidak dapat mengalihkan sedikitpun penglihatannya dari wajah Hyoyeon yang sedang duduk berhadapan dengannya saat ini. Hyoyeon yang sadar diperhatikan oleh Eunhyuk juga jadi salah tingkah. Sesekali Hyoyeon  merapikan rambutnya. Dan sesekali juga ia merapikan meja kerjanya yang satu ruangan dengan Eunhyuk berhadapan dengan Eunhyuk, hanya saja ia ada diposisi dekat pintu masuk.

“Kenapa oppa terus menatapku? Ada yang salah dengan penampilanku?” Tanya Hyoyeon akhirnya.

Eunhyuk hanya tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Jadi untuk hari Ini apa yang harus kulakukan?” Tanya Hyoyeon Nampak bingung. Karena sejak satu jam berlalu ia didalam ruangan ini bersama Eunhyuk dia belum melakukan pekerjaan apapun, sama sekali belum. Hanya duduk di mejanya dan menjadi tontonan Eunhyuk.

“Tetaplah disitu dan jangan pernah pergi kemana-mana lagi.” Ucap Eunhyuk dalam artian lain tapi beda dengan Hyoyeon yang menganggapnya hanya sebuah perintah biasa.

“Ne!”

Eunhyuk lagi-lagi tersenyum, Hyoyeon makin dibuat bingung sama sikap Eunhyuk. Akhirnya Hyoyeon bangun dari duduknya dan berjalan mengelilingi ruangan kerja Eunhyuk. Bukan, tapi sekarang ruangan ini milik Eunhyuk sebagai General Manager dan Hyoyeon sebagai Sekretaris pribadi GM Eunhyuk.

“Sudah berapa lama oppa menangani kantor ini?” Tanya Hyoyeon sambil melihat bingkai-bingkai di atas laci.

“Kira-kira hampir tiga tahun, aboji memberi kepercayaan padaku.”

“Ah.. iya bagaimana dengan kabar appa dan eomma mu? Aku sangat merindukan mereka. Ouh.. iya aku sangat rindu rasa dari kimchi buatan ajjuma.”

“Mereka pasti akan terkejut kalau melihat kau sudah seperti ini sekarang. Dan kapan-kapan kita harus meluangkan waktu membuat kimchi bersama-sama lagi, seperti dulu, aku, eomma, appa, kau dan Sooyoung.”

Hyoyeon jadi terdiam sesaat mendengar nama Sooyoung. Dia jadi ingat kejadian kemarin di mall saat bertemu dengan Sooyoung.

“Sooyoung dia jadi tumbuh dewasa dan sangat cantik ya? Aku iri dia mempunyai tubuh yang tinggi dan ramping seperti itu.”

Eunhyuk tertegun mendengarnya. Dia menghampiri Hyoyeon dan berdiri disamping Hyoyeon.

“Apa? kau sudah bertemu dengan Sooyoung?”

Hyoyeon memanggutkan kepala “Sudah, kami bahkan sempat minum bersama setelah dari pertemuan tidak sengaja di toko buku.”

Eunhyuk terdiam sesaat. “Kenapa dia tidak bilang padaku kalau dia sudah bertemu denganmu. Dasar wanita itu!”

Hyoyeon tersenyum. “Mungkin dia lupa, bukankah kalian sama-sama sibuk sekarang?”

“Tapi dia pasti akan terkejut karena akhirnya aku menemukanmu!”

“Oppa.. memangnya aku hilang apa?”

“Iya.. kau hilang! Kau menghilang dan sungguh membuat frustasi!”

“Hah?”

“Oh..bukan apa-apa..Ayo aku ajarkan tugas-tugas yang harus kamu lakukan. Kemarilah.”

Eunhyuk berjalan kemejanya dan diikuti Hyoyeon. Lalu dia menunjukan beberapa dokumen dan catatan perkerjaan lainnya dan menjelaskan, mana hal yang penting, biasa dan rahasia. Eunhyuk menjelaskan semuanya secara detail dan membuat Hyoyeon paham akan pekerjaan yang akan ia jalankan mulai hari ini dan seterusnya.

~***~

Eunhyuk melihat jam dipergelangan tangan kirinya, jam sudah menunjukan pukul 4.50PM “Sudah waktunya pulang.” Ucap Eunhyuk.

Tepat saat Eunhyuk berkata sudah waktunya pulang, Hyoyeon baru saja rapi menyusun surat-surat bulan ini didalam file. “Ouh.. benarkah? Kenapa waktu cepat sekali berlalu?”

“emm..Hyoyeon, kau pulang naik apa? Kau tinggal dimana?”

Hyoyeon merapikan isi tasnya. “Ada yang menjemputku, dia sangat cerewet. Hehee, aku? Hemm.. aku hanya menumpang tinggal dirumah paman.”

Eunhyuk hanya ber ‘oh!’ saja sambil memanggut-manggutkan kepalanya.

Tiba-tiba ponsel Hyoyeon berbunyi, tanda ada pesan teks baru masuk.

Hyo my Honey…cepat keluar! Aku sudah menunggu.. jangan biarkan aku menunggu terlalu lama. Palli.. I Miss U..

From : Junhopabo oppa

“Cihh…dasar..” ucap Hyoyeon pelan.

“Ada apa?” Tanya Eunhyuk penasaran.

“Tidak.. hem.. oppa, sepertinya aku pulang deluan. Sampai ketemu besok.”

“Baiklah.. hati-hati dijalan.” Jawab Eunhyuk dengan nimik wajah yang terlihat masih tidak rela jika Hyoyeon harus segera pulang dan berpisah dengannya. Dia masih sangat merindukan Hyoyeon.

Hyoyeon keluar ruangan, tak berapa lama Hyoyeon keluar Eunhyuk mengikutinya keluar. Ia sedikit penasaran siapa orang yang menjemput Hyoyeon. Dia naik elevator yang berbeda dengan Hyoyeon untuk mencapai lantai dasar.

Eunhyuk tersenyum mendapati Hyoyeon yang baru saja akan keluar dari kantor saat ia baru keluar dari dalam Elevator. Eunhyuk diam-diam mengikutinya dan ingin melihat siapa yang menjemput Hyoyeon. Tapi saat ia sampai pintu utama kantor seseorang pekerja memanggilnya dari dalam, dan terpaksa Eunhyuk mengalihkan pandangannya dari Hyoyeon.

“Ada apa?”

“Begini pak, ada sedikit masalah tentang data distributor yang diantar kemarin siang ke kawasan gangnam.” Jelas pekerja itu sambil menunjukan buku catatan statistic pendistributoran barang kemarin.

“Ah.. baiklah.. tunggu sebentar..”

Eunhyuk menoleh tapi ia sudah kehilangan Hyoyeonnya. Dia mencari ke kiri dan kekanan tempat banyak mobil terpakir tapi nihil. Hyoyeon sudah menghilang dari pandangannya.

“pak??”

“Ouh.. iya.. mari kita bicarakan..”

Lalu dengan perasaan sedikit kecewa, akhirnya dia masuk lagi kedalam kantor bersama pegawainya itu. Untuk menangani sedikit masalah yang terjadi.

~**~

“Bagaimana hari pertama berkerja?” Tanya Junho sambil menikmati makan malamnya dimeja makan rumahnya hanya bersama  Hyoyeon. Kedua orang tua junho sedang tidak ada dirumah.

Hyoyeon terdiam. Ia sedikit menimbang sesuatu dipikirannya seblum ia menjawab pertanyaan Junho.

“Tidak terlalu sulit.” Jawab Hyoyeon akhirnya.

“Bagaimana dengan atasanmu? Dia wanita atau pria? Dia muda atau tua?”

“Kenapa kau bertanya seperti itu?”

Junho tertawa. “ Aku hanya ingin memastikan kalau calon tunanganku, Hyoyeon ku.  dalam keadaan yang aman saja.”

Hyoyeon lagi-lagi terdiam. Lalu tiba-tiba ponselnya berbunyi dan mengagetkannya. Junho hampir saja mengambil handphone Hyoyeon untuk melihat siapa yang menelpon tapi Hyoyeon buru-buru mengambilnya dan berjalan kelantai dua menuju kamarnya meninggalkan Junho yang Nampak heran melihat sikap Hyoyeon.

“Yoboseyo..”

“Emm.. Hyoyeon-ah.. “ terdengar suara Eunhyuk dari seberang telepon.

Hyoyeon tersenyum. “Oppa..”

“Apa yang sedang kau lakukan sekarang?” Tanya Eunhyuk.

“Aku baru saja selesai makan malam.”

“Makan malam? Dengan siapa? Makanan apa yang kau makan?”

Hyoyeon terdiam sejenak. Kali ini bukan Junho yang Nampak ingin tahu banyak tentang Hyoyeon dan sekitarnya tapi Eunhyuk juga berlaku sama.

“Aku makan dengan anak paman. He-em.. aku hanya memasak sup kaki ayam.”

“Wah.. kau sudah bisa memasak ya?”

“Tidak juga..” jawab Hyoyeon malu-malu.

“Lain kali buatkan aku masakan special buatanmu!”

“Kau suka makan apa?” Tanya Hyoyeon.

“Buatkan aku kimbab.”

“ouh.. kimbab? Baik, nanti aku akan membuatkannya untukmu.”

“Emm..Hyoyeon..”

“Ne?”

Tidak terdengar suara eunhyuk. Sehingga Hyoyeon memanggilnya. “Eunhyuk oppa? Kau masih disana?”

“Ouh.. iya.. ehm.. Hyoyeon sampai ketemu besok..” lalu eunhyuk mematikan teleponya.

Hyoyeon terdiam dan berjalan kekasurnya dan duduk diatas kasurnya. Di masih memandangi layar ponselnya. Hyoyeon menarik napas sejenak lalu. Dia meraih sesuatu di balik bantal tidurnya. Selembar photo. Photo yang sama dengan milik Sooyoung dan eunhyuk yaitu photo saat mereka masih berusia tiga belas tahun. Saat mereka melakukan tamasya bersama dikebun.

~***~

Eunhyuk baru saja meletakan ponselnya diatas meja belajarnya. Dia berdiri terpaku memandangi photo masa kecil mereka bertiga. Eunhyuk mengambil bingkai photo itu lalu memandanginya dengan penuh perasaan.

“Delapan tahun telah berlalu, dan aku tidak pernah melihat dan tahu kabarmu. Tapi hari ini kau muncul dihadapanku kembali. Aku ingin delapan tahun kita berpisah. Aku ingin memperbaikinya sekarang dan membuat moment-moment baru sekarang. Apakah kau masih menganggapku sebagai seorang oppa? Hanya seorang teman? Hyoyeon-ah.. apa yang harus aku lakukan? Sooyoung ah..apakah aku harus mengingkari jawabanku sendiri tentang pertanyaanmu waktu dulu? Siapa yang harus kupilih Hyoyeon atau kau? Mulai sekarang aku akan menentukannya…”

Eunhyuk meletakan photo itu kembali dan beranjak keluar kamarnya. Dan berdiri dibalkon kamarnya yang menghadap rumah Sooyoung yang berada ditengah-tengah rumah Eunhyuk dan Hyoyeon dulu.

Eunhyuk tersentak melihat Sooyoung yang malam-malan sedang melamun didepan teras rumahnya duduk di ayunan untuk bersantai. Eunhyuk masuk kedalam kamarnya lagi dan mengambil kertas bekas lalu ia kuel-kuel menjadi seperti bola kasti. Eunhyuk keuar lagi dari kamarnya dan tersenyum memandang Sooyoung yang Nampak masih asik melamun. Lalu dengan sengaja ia melemparkan bola kertas itu tepat mengenai kepala Sooyoung.

“Auh..!”

Sooyoung terkejut dan melihat kearah jatuhnya bola kertas kekepalanya. Dan disana diatas balkon rumah Eunhyuk. Berdiri Eunhyuk yang menyilangkan tanganya didada dan tersenyum mengejek Sooyoung.

“Hey!! Apa yang sedang kau lakukan sendirian disitu?”

Sooyoung menatap Eunhyuk dengan pandangan sedih. Dia tidak menjawab pertanyaan Eunhyuk.

Eunhyuk Nampak kesal karena Sooyoung hanya memandangnya seperti itu.

“Kya..!!kenapa kau menatapku seperti itu? Apa kau punya rahasia yang sedang kau sembunyikan dariku?”

Sooyoung tertegun mendengarnya. Lalu ia buru-buru menggelengkan kepala dan berkata. “Anio!! Aku hanya sedang merasa tidak enak badan.”

“Ouh.. apakah kau sakit?” Tanya Eunhyuk dari atas sambil terteriak.

Sooyoung memanggutkan kepalanya, “Iya.. aku sedang sakit… sakit sekali..”lalu Sooyoung berjalan masuk kedalam rumahnya.

Melihat Sooyoung yang melangkah pergi Eunhyuk Nampak heran. Dan dengan buru-buru dia berteriak dengan berkata. “Sooyoung!! Aku telah bertemu dengan Hyoyeon!!”

Sooyoung terkejut dan menghentikan langkahnya. Dia memegangi dadanya yang terasa semakin sakit. Lalu dia berbalik lagi menatap Eunhyuk diatas sana. “Benarkah? Aku juga sudah bertemu dengannya. Dia.. Nampak sehat dan banyak berubah.” Ucap Sooyoung sambil memasang senyum palsu.

“Kau benar. nanti bagaimana kalau kita makan siang dengannya? Aku yang akan mentraktir kalian! Kita harus berkumpul bertiga!”

Sooyoung hanya terdiam saja tidak menjawab apapun.

Eunhyuk berkacak pinggang lalu berseru. “Masuklah! Dan minum obat! Nampaknya kau sungguh sakit!”

Lalu Sooyoung benar-benar berjalan masuk kedalam rumahnya setelah itu. Eunhyuk menghela napas dan memandang perkarangan rumah Sooyoung yang telah kosong. Eunhyuk tersenyum dan mencoba mengingat wajah Hyoyeon dan sooyoung  masa kecil.

~***~

“Hyoyeon…!!”

Junho memanggil Hyoyeon ketika Hyoyeon baru saja turun dan menutup pintu mobilnya. Hyoyeon menoleh dan melongokan kepalanya pada jendela pintu mobil Junho.

“Ada apa?”

“he-em.. jika kau ingin makan siang, kau bisa menelponku, untuk makan siang bersama.”

Hyoyeon menatap wajah Junho. Lalu ia tersenyum. “Jarak kantor ku dengan kantormu kan lumayan jauh. Apa tidak merepotkamu setiap hari selalu seperti itu?”

Junho buru-buru menggelengkan kepala. “Tidak. Tidak sama sekali.”

“Iya sudah, jika nanti tidak ada yang mengajakku makan bersama, aku akan menelponmu dan meminta kau menemani pegawai baru yang malang ini.” Ucap Hyoyeon seraya becanda.

Junho tersenyum sambil mencibir Hyoyeon. “Sudah sana masuk! Ah.. aku pasti selalu merindukanmu.”

“Kau bicara apa?” Tanya Hyoyeon penasaran.

“Bukan apa-apa.. cepat masuk dan isi absen. Kau mau gaji pertamu berkurang?”

Hyoyeon kembali menegakkan tubuhnya dan berkata. “Sampai Jumpa Junho oppa!!” Lalu melambaikan tangannya ke Junho. Dan segera berlari kecil masuk kedalam kantornya yang lumayan besar.

Junho masih diam dimobilnya sampai akhirnya Hyoyeon menghilang dari pandangannya. Dan dia baru rela pergi meninggalkan tempat Hyoyeon berkerja.

Tepat saat Junho meninggalkan tempat ia tadi menurunkan Hyoyeon. Eunhyuk melintas disana dan berhenti ditempat yang sama, untuk diparkirkan mobilnya oleh pelayan kantornya. Eunhyuk keluar dari mobil sambil merapikan jas dan dasinya. Dengan sedikit menegakkan kepala, Eunhyuk berjalan masuk kedalam kantor dengan percaya diri.

Didalam ruang kerja Hyoyeon sedang merapikan meja kerja Eunhyuk dan menyemprotkan pewangi ruangan secara merata. Hyoyeon melihat sebuah bingkai photo Eunhyuk diatas meja kerja Eunhyuk. Hyoyeon mengambilnya dan menatap photo eunhyuk didalam bingkai tersebut. Hyoyeon tersenyum melihat Photo eunhyuk yang wajahnya terlihat sangat serius sekali.

“He-em.. bukankah lebih baik memandangi wajah aslinya daripada di photo?”

Suara Eunhyuk yang muncul tiba-tiba membuat Hyoyeon terkejut dan salah tingkah. Buru-buru dia meletakan kembali photo yang tadi ia pegang. Dan sambil tersenyum malu-malu dia menyapa Eunhyuk yang baru saja datang.

“Annyeonghasimnika..”

Eunhyuk menatap wajah Hyoyeon lekat-lekat. “Kenapa kau bersikap seformal itu padaku?”

“Karena kau adalah bos ku?”

Eunhyuk tersenyum. “ah.. iya aku adalah Boss mu.hehhe aku hampir saja melupakan itu.”

“Iya..” jawab Hyoyeon lalu berjalan menuju meja kerja sendiri.

Tapi Eunhyuk memanggil namanya dan membuatnya berhenti dan menoleh kepada Eunhyuk.”Hyoyeon-ah. Tolong persiapkan apa saja yang akan ku perlukan untuk bertemu kolega hari ini.”

“Oh.. baik..” jawab Hyoyeon sedikit canggung. Tapi dia segera berlalu untuk melakukan apa yang diperintahkan Eunhyuk padanya.

~***~

Hyoyeon berada didalam mobil bersama Eunhyuk. Dimobil hanya berdua, dan keadaan ini lagi-lagi membuat keduanya canggung. Dan mereka hanya sama-sama terdiam. Tapi mendadak Hyoyeon mendapati ponselnya berdering. Ternyata setelah di check, Junho meng-sms Hyoyeon. Eunhyuk dengan sudut matanya mulai memperhatikan Hyoyeon yang mulai sibuk dengan ponselnya.

Honey.. apakah kita jadi makan siang bersama? Kali ini kita makan dimana?

From : Junhopabo oppa

Mianhae.. hari ini aku harus menemani atasanku bertemu koleganya di Incheon..jadi kita tidak bisa makan siang bersama.

From : My Hyoyeongie

Ah.. begitu 😦 Aku jadi iri dengan atasanmu yang sekarang selalu ditemani bidadari cantik sepertimu..

From : Junhopabo oppa

Oppa… aku sedang berkerja.. jangan terus-terusan menggodaku.. 😛

From : My Hyoyeongie

Oh! Baiklah…aku mengerti akhir-akhir ini kau berkerja sangat sibuk. Dan mengacuhkan aku 😥 tapi kapan kau akan kembali? Aku akan menjemputmu.

From :Junhopabo oppa

Aku tidak tau.. jika aku sudah akan pulang aku akan menghubungi oppa nanti.. 🙂

From : My Hyoyeongie.

Baiklah.. sampai nanti Saranghaeyo 🙂

Hyoyeon hanya menatap screen ponselnya dan tidak membalas pesan terkhir dari Junho. Dia hanya kembali terdiam dan memasukan ponselnya kembali kedalam tas.

“Kau Nampak lebih sibuk dariku?”

Hyoyeon menolehkan pandangan ke Eunhyuk yang sedang mengemudi sambil fokus menatap jalan didepannya.

“Ouh..itu hanya sms dari temanku..”

“Chingu? Oh..syukurlah..”

“Ne?” Tanya Hyoyeon tidak mengerti.

Eunhyuk meletakan tangan sebelah kanannya diatas kepala Hyoyeon dan mengusap rambut Hyoyeon. Dan perlakuan Eunhyuk seperti itu sukses membuat wajah Hyoyeon bersemi merah.

“Katakan padanya.. jika kau sedang dalam jam kerja jangan menelpon atau meng-sms, tunggu kau saja yang memberi kabar.” Ucap Eunhyuk seraya menurunkan tanganya dari kepala Hyoyeon.

Hyoyeon menatap bingung ke wajah Eunhyuk.

“Apa ini juga salah satu peraturan kantor?”

Eunhyuk memangutkan kepalanya mantap. Dan Hyoeyeon juga memanggutkan kepalanya mencoba mengerti maksud Eunhyuk.

~***~

Sooyoung jadi gelisah sendiri di tempat kerjanya sejak ia menerima telepon dari Eunhyuk yang mengatakan kalau ia sedang menuju ke Incheon  bersama Sekretarisnya untuk bertemu kolega. Tapi bukan itu yang Sooyoung cemaskan. Tapi sooyoung mencemaskan yang lain yaitu saat Eunhyuk bilang kalau dia akan mengajak Hyoyeon dan Sooyoung kumpul bersama untuk makan siang. Karena kebetulan Sooyoung juga berada di Incheon dalam sebuah acara pameran.

Sooyoung belum tahu, kalau sekretaris baru Eunhyuk dikantor adalah Hyoyeon. Eunhyuk sengaja sudah seminggu dia belum menceritakan apapun tentang sekretaris barunya yang tak lain adalah Hyoyeon. Eunhyuk sengaja akan memberikan SooYoung sebuah kejutan. Dan sepertinya hari ini Eunhyuk sudah  berniat mempertemukan Sooyoung dengan Hyoyeon. Dan untuk pertama kalinya setelah delapan tahun berpisah. Kini mereka akan berkumpul bertiga lagi.

Sooyoung sedang berdiri di depan sebuah lukisan. Menatap lukisan  bergambar  dua malaikat wanita cantik yang suka menolong serta satu malaikat lelaki yang mengagumkan itu dengan pandangan kosong. Tiba-tiba ada suara seseorang yang memanggilnya dengan ceria.

“SooYoung-ah!!”

Sooyoung terkejut mendengar Suara itu dengan hati-hati dia menolehkan kepalanya dan melihat orang yang memanggilanya.

Itu Hyoyeon! Hyoyeon melambaikan tanganya memberikan senyum lebar dan Hyoyeon berjalan disamping Eunhyuk yang juga terlihat Nampak bahagia. Tapi Hyoyeon, Sooyoung hanya untuk menyunggingkan bibir saja rasanya begitu sulit. Tapi akhirnya dia mengangkat lengannya yang terasa lemas. Dan tersenyum kecil serta kaku pada Hyoyeon dan Eunhyuk yang berjalan menghampirinya.

Sooyoung mendadak emosinya meluap. Bagaimanpun dia tidak rela melihat Eunhyuk kembali memikirkan Hyoyeon dan kini mereka berjalan bersama dan mereka memeluk Sooyoung dan mentertawai Sooyoung. Soyoung menatap Hyoyeon . hyoyeon hanya tersenyum dan meraih tangan Sooyoung.

“Apa pekerjaanmu sudah selesai?” Tanya Eunhyuk pada Sooyoung yang masih merasa dirinya kacau.

“Sudah..” jawab Sooyoung singkat.

“Kau tau Sooyoung! Eunhyuk oppa akan mentrakti kita Sapi panggang di retoran dekat sini.”

“Benarkah? Sepertinya oppa, sangat bahagia setelah Hyoyeon kembali.” Ucap Sooyoung. Lirih.

Tapi baik Eunhyuk ataupun Hyoyeon nampaknya belum menyadari hal itu dan akhirnya eunhyuk dan Hyoyeon menuntun lengan Sooyoung untuk segera diajak keluar dari ruangan bersama mereka.

Sooyoung hanya bisa pasrah walau sedikit marah.

~***~

“Bukankah ini sangat seru akhirnya kita bisa makan bersama lagi bertiga seperti ini.. ah, kita benar-benar seperti sedang mengulang masa SMP kita..”

Eunhyuk Nampak sangat senang sekali sambil menikmati hidangan pasta yang mereka pesan pada restoran italia yang ada di kawasan incheon. Padahal sebelum Eunhyuk membicarakan ini Eunhyuk baru saja menghabiskan satu piring pasta. Dan kini adalah pasta part kedua yang akan ia habiskan juga.

“Iya kau benar oppa. Aku bahkan tidak menyangka kalau akan bertemu kalian juga. Sudah setengah tahun aku menetap di korea baru ketemu kalian setelah aku melamar pekerjaan dikantor oppa lalu aku berkerja dikantor oppa. Hahaa benar-benar sebuah kebetulan yang bagus.”

“Uhuhk…Uhukk..” Sooyoung yang sejak tadi anteng menikmati pastanya jadi tersendak mendegar ucapan Hyoyeon barusan. Tentang Hyoyeon yang berkerja diperusahaan milik Eunhyuk.

“Gwaencanayo?” Tanya Hyoyeon khawatir  sambil menyodorkan segelas air putih.

Sooyoung mengambilnya dan meminumnya. Dan dia sedikit menenangkan dirinya sendiri dari keterkejutan yang baru saja ia dapati.

“Makanlah dengan hati-hati.. jika itu habis kau boleh nambah!” celotoh Eunhyuk seraya bercanda pada Sooyoung.

Sooyoung menatap Hyoyeon dan Eunhyuk bergantian. “Jadi Kau bekerja di kantor oppa?” Tanya Sooyoung untuk lebih memastikan.

“Ah… iya aku belum bilang ya, kalau sekretaris baruku adalah Hyoyeon? Hahaa.. aku sengaja tidak memberitahumu, karena saat kau bertemu Hyoyeon pertama kali kau tidak bilang apapun padaku! Teman macam apa itu? Melepas kerinduan pada sahabatnya sendiri saja”

Sooyoung terdiam. Dia manatap Hyoyeon yang hanya tersenyum mendengarkan celotahan Eunhyuk.

Benar.. benar ketakutanku terbukti. Karena Hyoyeon sudah kembali maka dia akan mengambil Eunhyuk dariku dan Eunhyuk oppa akan mengacuhkan ku. Iya cinta masa lalu yang belum mereka lakukan pasti akan mereka lakukan saat ini. Lalu bagaimana dengan aku? Aku yang selama delapan tahun selalu berada disisi Eunhyuk oppa? Apakah tetap tidak ada tempat dihati oppa untuk ku singgahi? Bukan sebagai sahabat tapi sebagai seorang wanita. Apa yang harus aku lakukan sekarang?.

“Sooyoung-ah.. kau baik-baik saja?” Hyoyeon menggoyang-goyangkan bahu Sooyoung yang memang duduk disebelahnya. Sooyoung akhirnya sadar dari lamunannya. Dan ia sedikit membuat senyum kepada Hyoyeon.

“Ah.. tidak apa-apa… aku hanya terkejut saja kau bisa jadi sekretaris oppa! Kau tahu lelaki seperti Eunhyuk oppa akan merepotkanmu. Jadi kau harus siap mental karena setiap hari harus bekerja bersamanya!”

Sooyoung mencoba mencairkan suasana, agar hatinya tidak tambah sakit. Maka ia sedikit membuat lelucon dan meledek Eunhyuk. Tapi dari setiap kata yang keluar dari mulut Sooyoung membuktikan kalau dia lebih tahu banyak Eunhyuk daripada Hyoyeon. Dan Sooyoung ingin membuktikan kalau selama ini Hyoyeon sudah terlalu banyak kehilangan moment pertubuhan mereka bersama.

“Benarkah?” Tanya Hyoyeon penasaran.

“Kya… jangan kau dengarkan dia!!” ancam Eunhyuk.

Sooyoung tertawa kecil dan melanjutkan ucapannya. “Kau tau Hyo, Eunhyuk oppa itu mudah pelupa, dia tidak konsisten, lalu dia jorok dan dia suka marah-marah tidak jelas. Dan dia…”

“Hentikan! Hentikan! Kau membuka kartu mati ku!”

Hyoyeon tertawa melihat Eunhyuk yang mulai marah-marah pada Sooyoung.

“Kau lihat! Liat dia Hyoyeon! Dia sedang marah-marah tidak jelas sekarang ini.”

Sooyoung tertawa semakin senang meledek Eunhyuk dan menggoda eunhyuk. “Biarkan saja Hyoyeon tahu! Karena dia selama ini tidak tahu apa-apa tentang kau oppa!”

Hyoyeon terdiam mendengar ucapan Sooyoung.

Eunhyuk menutup mulut Sooyoung yang sedang tertawa lebar. “Kalau kau mau memberitahu Hyoyeon beritahu dia yang bagus-bagus tentang diriku!”

Sooyoung menarik tangan Eunhyuk dari mulutnya dan menggengamnya. Lalu ia menatap eunhyuk dengan lekat dan serius. “Sisi dirimu yang mana yang terlihat baik? Huh?hahhaha”

-tuk-

Eunhyuk menyentil kening Sooyoung. Sooyoung mencibir dan merasa kesakitan.

“Lalu kau juga jorok! Kau banyak makan, tertawa keras, boros dan suka dandan!”

Hyoyeon hanya terdiam dan menatap Sooyoung dan Eunhyuk yang sedang asik berkelahi kecil dan bermain sentil-sentilan kening dan tertawa bersama. Lalu saling mengejek dan mengeluarkan kata-kata sikap mereka yang buruk satu sama lain dihadapan Hyoyeon. Hyoyeon menundukan kepalanya. Dia mulai merasa sedih. Karena delapan tahun tidak bersama kedua sahabatnya dia benar-benar tidak tahu apa saja yang sahabatnya lakukan selama ini? Dan bahkan dia tidak bisa bercanda seperti itu sekarang ini. Dan kedua sahabatnya juga tidak tahu keadaannya selama delapan tahun lalu seperti apa. Mereka memang masih bersahabat tapi persahabatan mereka seperti orang asing.

Ponsel Hyoyeon tiba-tiba berbunyi dan menghentikan Eunhyuk yang sedang menarik hidung Sooyoung. Hyoyeon bangun dari kursinya dan permisi untuk mengangkat telepon. Kini Sooyoung dan Eunhyuk yang terdiam menatap Hyoyeon yang berjalan menjauhi mereka.

“Kau akan pulang dengaku kan? Kau dimana? Aku sudah hampir memasuki kawasan Incheon sekarang.” Terdengar suara Junho ditelepon.

Hyoyeon manatap kaca yang ada tulisan nama restoran dimana sekarang ia berada. “Aku berada di La Fortune Restorant.”

“Ah.. baik aku akan kesana! Tunggu aku!”

Setelah Hyoyeon selesai berbicara dengan Junho ditelepon ia masih berdiri terdiam disana. Nampaknya ia sedikit canggung bergabung denga Sooyoung dan Eunhyuk lagi. Hyoyeon mencoba tersenyum. Dan menahan rasa kesedihannya.

“Apa yang sedang kau lakukan? Pasta mu belum habis..” Eunhyuk menghapiri Hyoyeon. Dan tersenyum lebar pada Hyoyeon.

Hyoyeon masih terdiam. Eunhyuk jadi ikutan terdiam menatap Hyoyeon.

“Kau baik-baik saja?” Tanya Eunhyuk.

Hyoyeon tersenyum dan memanggutkan kepalanya. “Tentu..” lalu Hyoyeon berjalan deluan untuk kembali kemeja makan. Eunhyuk mengikutinya dari belakang.

“Siapa yang menelpon?”

Hyoyeon menoleh. “Anak paman”

Eunhyuk terdiam sesaat. “Dia pria atau wanita?”

Hyoyeon terdiam sesaat kemudian menjawab. “Dia akan kesini untuk menjemputku, nanti kau juga akan tahu.”

Hyoyeon kembali melanjutkan jalannya menuju meja makan. Eunhyuk berjalan mengikutinya sampai meja makan. Dimeja makan kini Sooyoung hanya terdiam.

“Kalian mau pesan apa lagi?” Tanya Eunhyuk.

“Tidak. Aku sudah kenyang.” Jawab Sooyoung dan Hyoyeon bersamaan.

Eunhyuk tersenyum lebar. “Hahhaa.. kenapa dengan kalian? Apa kalian punya kontak batin? Hahaha..”

“Oppa!!” sekali lagi Hyoyeon dan Sooyoung berteriak dan mengucapkan kata yang sama.

Eunhyuk semakin senang mendengarnya. “Aigoo..Aigoo.. neomu kyeopta!!” ledek Eunhyuk.

Dan kini baik Sooyoung ataupun Hyoyeon menjadi salah tingkah mereka jadi bahan tertawaan Eunhyuk. Percis seperti saat mereka SMP dulu.

~To be continued~

Yang Sudah baca Silakan tinggakan komentar anda dibawah!!! Don’t Copas!!! ^_^ Kamsahamnida!!

Advertisements

10 comments on “FF HyoHyuk – I Can’t Let You Go.. part.6

  1. Aigoo *copasEunhyuk* heem, jadi bingung siapa yg harus di kasihanin, Hyoyeon/Sooyoung kayanya ini ff bakal rumit dan sedih ya? Ah.. Sumpah tolong dilanjutin ya?? Jangan sampai nunggu setahun.. Good Job!!

  2. Lanjut! Lanjut!
    Aku udah gk tahan ama sifat Sooyoung..
    Hmmm -_-
    Miris bgt ceritanya..
    Junho lagi nyempil juga..
    Next nextttt!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s