FF HyoHyuk – “Try Again…” (2S- Twoshoot) 1/2

HyoHyuk -Hyoyeon Eunhyuk

HyoHyuk -Hyoyeon Eunhyuk

FF HyoHyuk – (OneShoot) “ TRY AGAIN…!!! ” 1/2

 

Judul               : Try Again…!!!

Type                : 2S – Two Shoot (Shoot. 1/2)

Author             : Ulan Choi Hyoyoon

Genre              : Romance,Comedy, Sad

Rating             : PG-17

Main Cast        : Kim Hyoyeon SNSD, Lee Eunhyuk and Kim Kangin SUJU

Other cast        : YoonA, Yuri SNSD, Siwon, Donghae SUJU, Taemin SHINee, Sulli F(x)

“Jika kau sangat mencintai seseorang, Jangan Sia-siakan dia! ‘Ungkapkanlah!’ . bahkan jika kau diberikan waktu kembali, kau belum tentu bisa memperbaiki semua yang sudah terlewatkan. Tapi jika suatu saat keajaiban itu datang, Maka lakukanlah yang terbaik!” –Ulanchoi~

Eunhyuk duduk bersama Donghae dan Siwon diruang latihan. Gaya duduk Eunhyuk melipat kakinya sambil memeluk dengan kedua lengannya. Mata Eunhyuk terfokus pada Seorang wanita didepan sana sedang mengajarkan dance pada anak trainee baru.

“Sudah ku bilang, jika kau menyukainya ya bilang saja!” cetus Donghae tiba-tiba.

Eunhyuk menoleh dan memandangi wajah sahabatnya itu dengan memicingkan matanya yang memang sudah sipit.

“Aku menyukainya? Hahhaha..Tidak-tidak mungkin!” sanggah Eunhyuk.

“Jinja? Hahhaa.. tapi dari tatapan matamu memperhatikan Hyoyeon itu sangat berbeda!” kini giliran Siwon yang memojokan Eunhyuk.

“Jinja? Ah… apa itu? Tidak..aku bilang tidak..!” Eunhyuk masih terus saja mengelak.

Akhirnya dia bangun dari duduknya dan berdiri dengan wajah kesal.

“Jika memang tidak kenapa kau jadi begitu kesal?” ledek Donghae.sambil ikutan berdiri disamping Eunhyuk yang jadi terdiam. Lalu Siwon juga ikut berdiri sambil menepuk-nepuk bahu Eunhyuk.

Eunhyuk melangkahkan kakinya, dan memutuskan untuk keluar dari ruang latihan. Tapi langkahnya terhenti karena Hyoyeon memanggilnya.

“Eunhyuk oppa!!”

Eunhyuk menoleh. Dan hanya terdiam menatap Hyoyeon yang berlari kecil menghampirinya.

“kami deluan..” ucap Siwon, lalu dia dan donghae keluar dari ruang latihan meninggalkan Eunhyuk.

“Ada apa?” Tanya eunhyuk ketika Hyoyeon sudah berdiri dihadapannya.

“Aku mendapatkan tiket makan ayam gratis, di restoran pinggir jalan disana. Untuk dua orang. Oppa mau kan?”

Eunhyuk terdiam sesaat.

“Ayolahh.. ini Gratis loohh!!” Hyoyeon menarik-narik lengan Eunhyuk sambil mengedip-kedipkan matanya.

“Ah..baiklah..baiklah!!!” akhirnya Eunhyuk menyerah dan setuju ikut makan ayam gratis bersama Hyoyeon.

“Oke.. tunggu lima belas menit lagi ya.. aku harus pendinginan dulu. Tunggu di tempat biasa saja.”

“Ne…” Eunhyuk mengelus kepala Hyoyeon. Lalu dia berjalan keluar ruang latihan meninggalkan Hyoyeon.

Selepas Eunhyuk pergi, Hyoyeon masih berdiri ditempatnya sambil memegang kepalanya sendiri yang bekas di usap-usap Eunhyuk. Hyoyeon tersenyum senang.dan ia pun berucap didalam hatinya.

“Hari ini.. hari ini harus aku tanyakan. Dan hari ini juga aku harus mendapatkan dengan jawabannya!”

~***~

Hyoyeon berlari-lari menghampiri Eunhyuk yang sudah menunggunya sejak tadi dibawah pohon dekat gerbang utama gedung latihan milik perusahaan entertainment terkenal di korea selatan. Jadi Eunhyuk dan Hyoyeon itu adalah pendancer untuk Penyanyi-penyanyi yang ada di entertainment ini. Dan mereka berdua sudah dikontrak untuk bekerja selama enam tahun. Dan ini adalah tahun ke enam mereka berada disini untuk mendedikasikan diri mereka sebagai pendancer propesional.

“Maaf.. pasti oppa sudah menunggu lama ya? Tadi mendadak direktur Hong ada perlu padaku. Jadi telat sepuluh menit deh..” Hyoyeon Nampak menyesal karena membiarkan Eunhyuk menunggunya sendirian disini, dibawah pohon.

Eunhyuk menggeleng-gelengkan kepalanya. “Anio.. ayo kita jalan..”

Eunhyuk berjalan deluan membuka pintu gerbang. Hyoyeon mengikutinya di belakang Eunhyuk. Lalu lama kelamaan mereka berjalan jarak mereka berjalan jadi bersampingan dan saling beriringan.

“Direktur Hong bicara apa padamu?” Tanya Eunhyuk rupanya ingin tahu.

“heem.. tentang persiapan comeback BoA, mereka menyuruhku menyiapkan enam penari wanita dan menjadi leader memimpin setiap latihan dance-nya.”

“Ouh.. begitu.. berarti setelah ini kau akan sibuk dong?”

“Sepertinya begitu..” sahut Hyoyeon sambil tersenyum.

Saat Hyoyeon sedang berjalan disamping Eunhyuk dengan perasaan gembira sambil sesekali mereka membicarakan dance baru yang kemarin eunhyuk baru diajarkan dengan pelatihnya yang juga pelatih dance Rihana. Tiba-tiba ada segerombolan anak-anak sekolah yang berlarian dari arah belakang dan tidak sengaja menubruk bahu hyoyeon dari belakang dan hampir membuat Hyoyeon jatuh terpental. Untung saja dengan sigap Eunhyuk menangkap pergelangan tangan Hyoyeon dan manarik tubuh Hyoyeon hingga kedalam pelukannya. Hyoyeon Nampak shock dan hanya bisa terdiam lemas didalam pelukan Eunhyuk.

Eunhyuk melepas pelukannya. “Kau tidak apa-apa?” Tanya Eunhyuk khawatir.

Hyoyeon menggelengkan kepalanya. “Aku tidak apa-apa… terimakasih.”

“Ahh..dasar anak-anak… mereka bersikap sembarangan sekali.” Kini Eunhyuk jadi sedikit mengomel sendiri.

Lalu Hyoyeon meraih lengan Eunhyuk dan menggandeng lengan Eunhyuk. Eunhyuk tersentak kaget. Dia Nampak salah tingkah diperlakukan seperti itu oleh Hyoyeon. Tapi dia membiarkan saja seperti itu. Dia tidak menyingkirkan lengan hyoyeon yang merangkul lengannya. Lalu mereka berjalan lagi menuju restoran yang akan mereka tuju dan sebentar lagi akan sampai.

Terlihat disudut rumah makan itu Hyoyeon dan Eunhyuk duduk berhadapan sedang menikmati sajian ayam goreng dengan salad gratis karena vocher makan yang didapat Hyoyeon dari temannya. Makanan yang mereka makan sudah tinggal setengah porsi.

Lalu ditengah-tengah mereka makan. Hyoyeon memulai pembicaraan dengan Eunhyuk yang dengan mengigit paha ayam.

“Oppa.. setengah tahun lagikan kontrak kita akan berakhir. Apa, selama kita berteman ini. Kau tidak merasakan sesuatu pada pertemanan kita?”

Eunhyuk langsung menelan daging ayam yang tadi ia gigit tanpa mengunyahnya sampai halus lalu meletakan tulangnya diatas piring. Ia Nampak terkejut dengan pembicaraan Hyoyeon.

“Apa maksudmu?”

“Apa oppa, mempunyai orang yang oppa sukai selama hampir enam tahun berkerja?”

“Kenapa kau bertanya seperti itu?” Eunhyuk seperti ingin mengalihkan pembicaraan maka ia mengambil gelas coke dan meminumnya.

“Aku berencana untuk tidak memperpanjang kontrak berikutnya…tahun ini usiaku sudah memasuki 28 tahun. Appa selalu memaksa ku untuk menikah. Tapi calon prianya saja aku tidak punya.”

Eunhyuk tertegun mendengar ucapan Hyoyeon. Dia hanya mampu memandang Hyoyeon lekat-lekat. Hyoyeon juga demikian. Dia memandangi Eunhyuk sangat lekat.

“Jadi tahun ini project Comeback BoA akan menjadi perkerjaan terakhirku..”

“Jadi setelah itu kau benar-benar akan menyudahi dan tidak akan berada disana lagi?”

Hyoyeon memanggutkan kepalanya.

“Apa oppa, akan memperpanjang kontrak oppa?”

Eunhyuk terdiam, kini dia tidak berani lagi memandangi wajah Hyoyeon.

“Oppa.. Aku mencintaimu!”

Eunhyuk yang sedang tertunduk, jadi mengangkat wajahnya tiba-tiba dengan perasaan terkejut. Barusan dia mendengar apa? Hyoyeon bicara apa?. Eunhyuk Nampak begitu tidak yakin dengan pendengarannya sendiri.

“Apakah Oppa, mempunyai perasaan yang sama denganku? Jika iya, aku akan sangat senang sekali.tapi Oppa juga harus tidak memperpanjang kontrak lagi.”

Eunhyuk Nampak benar-benar terkejut dia hanya menggeleng-gelengkan kepalanya. Hyoyeon dibuat tidak mengerti dengannya.

“Anio..anio…bukan seperti itu…anio!!” Eunhyuk bertingkah aneh seakan-akan dia tidak bisa menerima kenyataan dihadapannya. Kalau Hyoyeon mencintainya dan menginginkannya berhenti dari perkerjaan yang ia cintai.

“Anio? Waeyo? Oppa tidak mencintaiku?”

Eunhyuk menundukan kepalanya lagi. Lalu dia mengangkat kepalanya dan mencoba menatap Hyoyeon yang terlihat sedih. “Aku menyukaimu.. tapi aku menyukaimu hanya sebatas teman…”

Kini Hyoyeon yang Nampak terkejut mendengar ucapan Eunhyuk, Hati Hyoyeon terasa perih teriris mendegar apa yang baru saja diutarakan oleh Eunhyuk. Tapi Hyoyeon tetap memaksakan tersenyum sambil terus menatap kemata Eunhyuk mencari keseriusan disana.

“Teman? Lalu ciuman pertama kita apa? Lalu kebersamaan kita hampir enam tahun ini apa? Itu hanya pertemanan? Oppa, benar-benar tidak menyukaiku sebagai wanita?” Tanya Hyoyeon walau ia masih tersenyum tapi matanya mulai berkaca-kaca.

Eunhyuk Nampak gelagapan. Dan tidak bisa menjawab pertanyaan dari Hyoyeon.

“Oppa… katakan!!” Hyoyeon rupanya mulai mendesaknya.

“Iya.. benar, aku tidak pernah memandang dan menyukaimu sebagai wanita. Kau hanya teman. Kenapa tidak menjadi teman saja? aku tidak bisa Hyoyeon. Aku tidak menyukaimu..”

Eunhyuk lalu bangkit dari duduknya dan dengan tergesa-gesa dia berjalan meninggalkan Hyoyeon yang masih terpaku ditempat duduknya. Tidak ada lagi senyum di bibir Hyoyeon. Yang ada kini air mata yang sejak tadi ia tahan akhirnya jatuh dan dia menangis dalam diam. Tangannya yang ia letakan di atas meja pun bergemetar.

“Sudah… aku sudah mendapatkan jawabannya. Tapi kenapa jawabanya begitu menyakitkan? Kenapa? Jadi selama ini aku hanya cinta sendiri? Bodoh… kau bodoh..Hyoyeon!”

Hyoyeon menutup wajahnya diatas meja dan menangis sejadi-jadinya. Dia berharap kalau eunhyuk hanya bercanda seperti biasanya. Dan hyoyeon berharap kalau sebentar lagi Eunhyuk akan datang dan berkata dia tadi hanya bercanda.dan mengatakan kalau dia juga menyukai Hyoyeon.

Tapi sudah lebih dari 30 menit Hyoyeon menangis sendiri dimeja makan. Ternyata Eunhyuk tetap tidak datang. Dan sekarang harapannya benar-benar pupus dan rasa sakit dihatinya makin terasa menyakitkan baginya.

Hyoyeon mencoba berdiri dan bangun dari kursinya. Kepalanya mendadak menjadi pusing. Dia terus berjalan keluar dari rumah makan dengan keadaan yang sangat menyedihkan seperti saat ini. Dia melihat sekekeliling jalan. Dan tak juga menemukan sosok eunhyuk. Hyoyeon akhirnya berjalan dengan kakinya yang juga mendadak melemas. Tapi ia tetap memaksakan diri untuk kembali ke management tempat ia berkerja. Dia berencana akan meminta maaf pada eunhyuk dan bilang kalau kata-kata yang tadi ia ucapkan hanya becanda dan tidak serius. Asalkan Eunhyuk tidak marah dan tidak meninggalkannya sendiri seperti ini.

Hyoyeon dengan mata yang masih berkaca-kaca terus berjalan dan dia berniat untuk menyebrangi jalan. Dia Nampak baru saja mengirimkan sebuah pesan teks pada seseorang. Lalu memakukkan kembali ponselnya kedalam tas. Tanpa melihat peringatan lampu lalu lintas yang sebentar lagi akan berubah warna menjadi hijau. Hyoyeon sudah melangkahkan kakinya di pengebrangan jalan. Entah apa yang ia rasakan saat ini. Apakah ia kehilangan pendengarnya? Bunyi plakson mobil dan teriakkan orang-orang dipinggir jalan yang memperingatinya untuk tidak terus berjalan, dia masih saja berjalan dan akhirnya sebuah mobil yang dalam kecepatan tingga melintasi jalan itu dan menabrak Tubuh Hyoyeon hingga terpental lalu terjatuh ke badan jalan dengan sangat keras.

Hyoyeon masih memiliki kesadarannya. Tubuhnya terasa sakit semua. Darah segar sudah bercucuran dari keningnya dan mulutnya. Tangan dan kakinya mendadak mati rasa karena tidak dapat digerakkan. Ia menangis dan matanya mulai tidak jelas menatap disekitarnya ketika tiba-tiba orang-orang berdatangan menghampirinya dan mengekerubuninya dan menanyakan keadaannya. Ia ingin berbicara tapi mulutnya juga tidak mengeluarkan suara apapun. Hingga akhirnya semua mulai tidak jelas terlihat dan mulai gelap dan menjadi semakin gelap dan Hyoyeon sudah tidak dapat merasakan apapun lagi.

~***~

Ini kali keempat Eunhyuk mundar mandir ke ruang praktek dance dan pintu gerbang. Tapi dia tidak juga menemukan sosok Hyoyeon. Eunhyuk melihat kejam tangannya. Sudah jam sepuluh malam. Kenapa Hyoyeon juga tidak kembali keasramah? Eunhyuk berjalan sambil menunduk berjalan menuju ruang praktek dance. Dia menyalakan lampunya. Ruangan itu kosong. Eunhyuk duduk disudut ruangan dimana tempat ia dan Hyoyeon biasa bersama bercanda, makan, diskusi dan lain-lain. Eunhyuk tersenyum saat ia membayangkan tiba-tiba Hyoyeon muncul dari pintu dan tersenyum padanya. Lalu ikut duduk disampingnya.

“Apa yang oppa lakukan sendirian disini?” Tanya Hyoyeon sambil meletakan kepalanya dibahu Eunhyuk.

“Aku hanya ingin sendirian..” jawab Eunhyuk.

Lalu Hyoyeon menunjukan wajah sedihnya sambil memandang Eunhyuk. “Jadi oppa tidak mau ditemani oleh ku?”

Eunhyuk tersenyum. “Tidak..”

Hyoyeon memanyunkan mulutnya dan ingin berdiri, tapi Eunhyuk mencegahnya dengan menarik lengan Hyoyeon dan berkata. “mau kemana? Tetaplah disini. Temani aku, hanya kau yang boleh menemani aku sendirian..”

Hyoyeon tersenyum lagi dan kembali duduk. “Asik!! Jadi kenapa oppa sedih? Ceritalah padaku? Apa aku perlu menari untuk menghibur oppa, agar oppa tidak murung dan sedih seperti ini?”

Eunhyuk menggelengkan kepalanya. “Tidak..kau hanya harus tetap ada disampingku dan diam saja disini. Aku butuh ketenangan..”

“Ah..baiklah..aku mengerti..” Hyoyeon tersenyum dan mulai terdiam.

Mereka mulai duduk berdua dan saling terdiam tidak ada yang berbicara satupun. Hingga akhirnya terdengar suara napas dan Eunhyuk menoleh ke Hyoyeon. Ternyata gadis itu sudah tertidur. Eunhyuk tersenyum dan menarik perlahan kepala Hyoyeon untuk bersandar pada punggungnya.

Eunhyuk tertegun. Ternyata dia masih tetap sendirian di ruangan besar penuh dengan cermin itu. Ternyata Hyoyeon tak juga kunjung datang. Eunhyuk jadi ternyum kecil membayangkan betapa bodohnya dirinya. Dan kejadian siang tadi di rumah makan dan semua kata-kata Hyoyeon tadi terlintas semua dipikirannya.

Tapi tiba-tiba ingatan Eunhyuk jadi kembali saat ia pertama kali bertemu ayah Hyoyeon satu tahun lalu. Dan ayah Hyoyeon adalah satu-satunya alasan dia tidak bisa benar-benar jujur pada Hyoyeon kalau dia juga menyukai bahkan mencintai gadis itu.

“Jadilah teman yang baik untuk putriku! Tapi jangan pernah kau mencintainya!” tegas ayah Hyoyeon. Ketika mereka sedang bermain catur di halaman rumah Hyoyeon. Saat itu Hyoyeon sedang didapur bersama ibunya sedang memasak makan siang.

“Kenapa?” Tanya Eunhyuk tidak mengerti.

“Kau sama dia sama-sama berpropesi sebagai penari kontrak. Dan ku dengar kau juga berasal dari keluarga yang sederhana seperti diriku ini? Aku ingin putriku mendapatkan pria yang lebih baik. Aku ingin putriku tidak perlu berkerja susah payah untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Aku ingin putriku menikah dengan lelaki yang mapan dan hidupnya jelas. Dunia kau dan dia terlalu keras jika disatukan. Aku hanya takut putriku lagi-lagi dalam hidup susah. Jadi kumohon cukup hanya menjadi teman yang baik untuk Hyoyeon, tidak lebih.”

Eunhyuk hanya terdiam tidak hanya sedikit tersenyum setelah itu dan berkata dengan suara pelan membuat janji dengan ayah Hyoyeon. “Anda benar… Hyoyeon harus mendapatkan kehidupan yang layak dan lebih baik dari saat ini.”

Eunhyuk menggeleng-gelengkan kepalanya. Janji itulah! Janji itu yang setahun ini telah menyiksa perasaannya terhadap Hyoyeon! Semakin ia menghindari Hyoyeon, semakin dia menginginkan Hyoyeon menjadi miliknya. Tapi dia benar-benar cukup tahu diri. Jika Hyoyeon tidak pantas bersamanya. Dan Eunhyuk benar-benar shock hari ini Hyoyeon yang akhirnya menyatakan cinta deluan terhadapnya. Tapi dia benar-benar tidak bisa menerimanya dan mengakuinya kalau dia juga sangat menyukai hyoyeon. Eunhyuk akhirnya pergi begitu saja meninggalkan Hyoyeon dirumah makan karena dia takut menangis dihadapan Hyoyeon. Tapi setelah ia kembali ke asramah pelatihan. Dia benar-benar menyesali tindakannya. Seharusnya walau dia menolak cinta Hyoyeon setidaknya ia tetap menjadi teman yang baik dan menghimbur Hyoyeon dan bagaimanapun Eunhyuk masih mengharapkan Hyoyeon tetap berada disampingnya.

~BRrraaakkk!!!!~

Eunhyuk menoleh kearah pintu yang dibuku dengan paksa. Dan dia dapat melihat disana ada Siwon yoona, Yuri dan Donghae masuk kedalam ruangan. Yoona dengan wajah sedih dan marah berjalan deluan menghampiri Eunhyuk yang masih duduk lemah dilantai.

“Bodoh!!! Eunhyuk kau bodoh!!! Kau bodoh!!!” Yoona Nampak tidak dapat menahan amarahnya lagi. Dia menarik kerah baju eunhyuk dengan perasaan kesal sambil menangis dan memaki Eunhyuk.

Eunhyuk hanya terdiam. Tapi dia tersenyum kecil. Dalam hati Eunhyuk, pasti Yoona marah karena Hyoyeon baru saja pulang dan bercerita pada Yoona kalau cintanya baru saja ditolak oleh Eunhyuk. Karena hyoyeon tak mampu marah jadi kini Yoona yang melampiaskan kemarahannya terhadap Eunhyuk.

“Paboya!!! PABOYA!!!! PABOYA!!!” Yoona kini berteriak-teriak sambil memukuli wajah Eunhyuk. Eunhyuk semakin tidak mengerti dengan tindakan Yoona yang semakin kasar padanya

“Ya!! Apa yang kau lakukan padaku?!” teriak Eunhyuk memarahi Yoona.

Yoona akhirnya menurunkan tangannya yang ingin meninju Eunhyuk. Dia akhirnya jatuh terduduk dan menangis sejadi-jadinya. Siwon menghampiri Yoona dan mencoba menenangkan kekasihnya yang sedang dalam emosi itu.

Donghae memandang sinis ke Eunhyuk. Lalu dia juga sama mengatai Eunhyuk bodoh!. Makiannya tak jauh beda dengan apa yang diucapkan Yoona tadi.

Yuri duduk disamping Eunhyuk dan wajahnya juga sedih lalu ia berbicara. “Aku masih ingat senyuman ceria Hyoyeon pagi ini, sambil menyisir rambutnya dia berkata padaku dan Yoona ‘Hari ini aku akan jujur pada Eunhyuk oppa! Tidak apa-apakan jika aku yang mengatakannya deluan? Apa aku terlihat seperti wanita yang kegenitan?’ dia Nampak resah dalam keceriannya. Tapi aku dan Yoona tetap meyakinkan kalau itu tidak salah dan aku kira kau juga mencintainya kan? Tapi tepat saat aku melihat kau kembali ke asramah sendirian dan Yoona mendapat sms dari Hyoyeon kalau dia baru saja ditolak. Tapi dia masih memakai lambang smile. Tapi aku tahu dia sedih saat itu.”

Eunhyuk menoleh pada Yuri. “lalu dimana Dia sekarang?”

Tiba-tiba donghae menarik kerah baju Eunhyuk. “Kau masih menanyakan dimana dia?!” marah Donghae.

Yoona yang dibantu siwon berdiri menghampri Eunhyuk lagi. Dan berdiri menantang Eunhyuk. “Sekarat!!! Hyoyeon koma!”

Eunhyuk terdiam mendengar teriakan Yoona yang penuh rasa emosi.lalu dengan perasaan kesal eunhyuk berontak dari cekalan donghae. “ADA APA? Ada apa sebenarnya?”

“Hyoyeon.. dia kecelakaan sore tadi.. dan sekarang dia koma.” Jawab Siwon yang Nampak dari mereka berempat yang masih dalam keadaan tenang.

Eunhyuk terkejut. Dia merasa baru saja disambar petir dengan apa yang baru saja ia dengar. Eunhyuk berdiri dan dia tersenyum. Tapi senyum itu terlihat begitu menyakitkan. Dia berjalan sempoyongan meninggalkan keempat rekannya itu keluar dari ruangan. Setiba di luar. Eunhyuk menangis. Dia memukuli tembok yang menjadi pegangannya dia memukulnya dengan perasaan penuh kesal. Dia memukul tembok itu hingga jari-jarinya terluka. Ketika sudah lelah  memukul tembok. Eunhyuk jatuh terduduk sambil memegangi dadanya yang terasa sesak dan amat sakit. Eunhyuk menangis sambil berseru nama Hyoyeon berkali-kali.

~***~

Flash back Lima tahun lalu…

Seorang gadis berjalan sendiri sambil memandang kagum seluruh isi asramah dan ruangan latihan yang cukup besar dan dipenuhi dengan audio dan alat music juga kamera perekam. Gadis itu hari ini baru saja merasakan hari pertamanya akan berkerja sebagai penari di salah satu management artis terbesar dan cukup terkenal di Korea selatan.

Eunhyuk dan Donghae masuk kedalam ruangan itu dan terkejut mendapati seorang gadis yang Nampak asing sebelumnya.

Hyoyeon yang sadar akan kedatangan Donghae dan Eunhyuk lalu menoleh dan membungkukan tubuhnya sedikit untuk memberi salam perkenalan.

“Annyeonghaseyo… Kim Hyoyeon Imnida.. aku adalah penari latar baru disini. Mohon bantuannya..”

Donghae saat itu tersenyum ramah dan membalas sapaan dari Hyoyeon dan juga memperkenalkan namanya juga. Tapi beda dengan Eunhyuk yang Nampak dingin dan tidak berucap apapun tapi dia malah langsung berjalan melewati Hyoyeon dan menuju ke Audio lalu memutar lagu berirama Hip-pop.

Tanpa peduli Eunhyuk mulai menari hip-pop mengikuti irama music. Seolah-olah dia ingin menunjukan kepada Hyoyeon kalau tariannya memang yang paling bagus disini. Hyoyeon tersenyum melihat Eunhyuk yang menari dengan penuh semangat.

Hyoyeon meletakan tas punggungnya dilantai, lalu ia membuka jaketnya memperlihatkan tanktop berwarna hitam yang ia kenakan dan lalu jaketnya ia ikat dipinggang. Dan dia berdiri tepat disamping Eunhyuk. Dan Hyoyeon mulai mengikuti semua gerakan yang dilakukan Eunhyuk dengan fokus terhadap pantulan cermin dihadapan mereka. Donghae yang melihat aksi temannya dan gadis dihadapannya itu hanya mampu terdiam kagum. Bagaimanapun juga ia harus akui kalau Hyoyeon melakukan tarian itu dengan sangat bagus dan percis dengan apa yang dilakukan Eunhyuk.

Eunhyuk melirikan matanya ke Hyoyeon, Hyoyeon melambaikan tangannya sambil tersenyum. Eunhyuk tidak peduli dan terus menari. Dan Lagi-lagi Hyoyeon menirukan gerakan yang ditunjukan Eunhyuk dengan begitu mudahnya. Dan akhirnya Eunhyuk menyerah. Dan menatap Hyoyeon dengan pandangan Sinis.

“Tarianmu boleh juga.”

Hyoyeon tersenyum senang. “Benarkah? Ah.. Gomawo..”

“Siapa tadi namamu? Kau dikontrak untuk bagian apa?” Tanya Eunhyuk sambil mengambil air yang ada disudut ruangan lalu meminumnya.

“Kim Hyoyeon.. Hyoyeon namaku! Aku dikontrak mulai hari ini untuk menjadi Pengajar atau ketua Tim Tari untuk penari wanita.”

~Blurrr….~

Eunhyuk tidak sengaja menyemburkan air yang ada dimulutnya. Dia terkejut dengan jawaban Hyoyeon barusan.

Donghae berjalan menghampiri Hyoyeon sambil bertepuk tangan. “Wah..Daebakk!! akhirnya penari wanita punya ketua. Dan Eunhyuk kita punya teman sebagai ketua tari pria.”

“Eunhyuk?” Tanya Hyoyeon Nampak bingung.

Donghae menunjuk Eunhyuk yang sedang mengelap bekas air yang tersembur kelantai memakai kakinya. Hyoyeon tersenyum senang. Lalu dia menghampiri Eunhyuk.

“Eunhyuk ssi.. mohon kerja samanya..” ucap Hyoyeon sambil mengulurkan tangannya.

Eunhyuk lagi-lagi memandang Hyoyeon tidak suka. Lalu dia menepis tangan Hyoyeon. “Kerjalah sendiri..” lalu Eunhyuk berjalan keluar ruangan, diikuti Donghae yang mengejarnya dan berupaya untuk menasehati Eunhyuk yang menurutnya sikapnya itu berlebihan terhadap wanita. Apalagi Hyoyeon adalah orang baru disitu.

~***~

Eunhyuk berdiri didepan ruang ICU, dari kaca yang gordenya terbuka dia dapat melihat Hyoyeon yang terbaring lemah diatas kasur troly. Kepalanya diperban, tangan kanannya diperban , kaki kirinya juga diperban. Lalu mulutnya ditutup dengan alat bantu pernapasan yang mengalir pada tabung oksigen dan mesin detak  jantung disisi  kanan Hyoyeon yang tidak sadarkan diri.

Eunhyuk memang tidak sedang menangis tapi tatapan matanya yang kosong penuh dengan beban, penyesalan dan kesedihan yang mendalam. Eunhyuk meletakan  telapak tangan kanannya yang diperban pada kaca, seolah-olah ia sedang menyentuh pipi Hyoyeon.

Hyoyeon.. Mianhae..Jeongmal Mianhae. Hyoyeon apa kau sakit? Hyoyeon apa yang kau rasakan sekarang? Apa kau telah membenciku? Hyoyeon aku benar-benar tidak tahu apa yang harus aku lakukan sekarang? Hyoyeon bisakah kau bangun? Hyoyeon bertahanlah…banyak hal yang harus aku katakana padamu…banyak hal yang harus aku tunjukkan padamu.. dan bangunlah…

Siwon menyentuh pundak Eunhyuk ketika ia baru saja datang bersama Yoona yang tetap tidak bisa menahan tangisnya saat melihat keadaan Hyoyeon. Padahal ini adalah sudah hari ke tujuh Hyoyeon dirawat.

“Apakah sudah ada laporan perkembangan keadaan Hyoyeon?” Tanya siwon basa-basi.

Eunhyuk menggelengkan kepalanya lemah, dan itu bertanda belum ada peningkatan dari keadaan Hyoyeon yang masih koma. Eunhyuk berjalan lemah dan duduk disamping adik Hyoyeon, Kim Min Gyu. yang sejak tadi menunggui Hyoyeon bersamanya. Karena orang tua Hyoyeon sudah menunggui sejak semalam sampai tadi pagi. Ayah Hyoyeon harus berkerja dan Ibu Hyoyeon harus istirahat dirumah.

Siwon ikut berjalan dan Duduk disamping Eunhyuk.mereka bertiga hanya mampu duduk dan terdiam satu sama lain. sedangkan Yoona sendiri masih berdiri memperhatikan sahabatnya dari balik kaca pembatas.

“Aku sudah membuat keputusan..” ucap Eunhyuk akhirnya.

“Keputusan apa?” Tanya Siwon penasaran. Yoona juga yang mendengar menoleh memandangi Eunhyuk.

“Aku akan mengundurkan diri dari ketua Tim dan aku akan mengakhiri pekerjaanku sebagai penari.”

Adik Hyoyeon Nampak terkejut. “Kenapa Hyong?”

Eunhyuk berupaya tersenyum, walau tetap saja senyum itu terlihat menyedihkan. “Aku tidak akan mengulangi kesalahan yang sama. Dan aku akan membuat kesempatan kedua itu ada.”

Siwon dan adik Hyoyeon masih tidak mengerti dengan keputusan dan kejelasan Eunhyuk. “Aku akan kejepang menerima tawaran kerja yang sudah setahun lalu aku dapati.. aku akan berkerja keras dalam bidang lain. dan aku akan segera kembali jika aku sudah sukses.dan mendapat restu dari ayah Hyoyeon.”

“Aboenim?” Tanya Adik Hyoyeon lagi.

“Iya..Aku akan melakukan hal yang lain. dan miningkatkan karirku. Jadi tolong jaga Hyoyeon baik-baik selama aku tidak dikorea.”

Eunhyuk berdiri dan berjalan meninggalkan Siwon dan Adik Hyoyeon begitu sama. Dia berjalan lurus tanpa menoleh lagi kebelakang. Ini adalah keputusannya, keputusan terberat yang sudah ia pikirkan matang-matang untuk meraih cintanya kembali. Try Again dia akan mencobanya lagi.

~***~

 

“Ahh…Akhirnya kita mempunyai waktu berlibur selama satu minggu tanpa harus menari!!” seru Hyoyeon dengan sikapnya yang seperti biasa yaitu. Periang.

“Kenapa kau terlihat senang sekali?” ledek Eunhyuk.

“Tentu saja senang! Kita bisa menghabiskan waktu bersama di luar kan?” jawab Hyoyeon dengan semangat.

Eunhyuk hanya memanggut-manggutkan kepalanya. Hyoyeon membantu Eunhyuk merapikan ruang pratek dance dengan membersihkan lantainya memakai penyedot debu. Sedangkan eunhyuk mengambili handuk-handuk kotor lalu diganti dengan handuk-handuk baru yang sudah bersih.

“Kenapa oppa suka menari?” Tanya Hyoyeon tiba-tiba.

Eunhyuk terdiam dan berpikir sebentar. “ kenapa ya? Tidak ada alasannya!”

Hyoyeon memanyunkan bibirnya. “Mana ada tidak ada alasannya? Kenapa? Ayoo beritahu aku!” paksa Hyoyeon.

Eunhyuk menunjuk-nunjuk kening Hyoyeon dengan telunjuknya. “Kau ini, kenapa selalu ingin tahu?”

Hyoyeon tersenyum. “Karena oppa, menarik perhatiaku sejak pertama.” Jawab Hyoyeon jujur.

“Benarkah? Apa aku keren saat menari?” Tanya Eunhyuk sambil memandang Hyoyeon serius.

Hyoyeon berpura-pura berpikir. Lalu ia mengancungkan kedua ibu jarinya dimuka Eunhyuk! “Keren! Sangat keren!”

Eunhyuk menyeringai tersenyum juga dan ia merangkul bahu Hyoyeon dan mengajak Hyoyeon keluar dari ruangan itu.

“Itu jawabanya!”

“Yang mana?” Tanya Hyoyeon bingung.

“Keren! Ya keren! Aku merasa diriku sangat keren saat menari. Aku merasa aku menjadi diriku sendiri saat menari, dan penuh percaya diri aku merasa diriku terlihat keren saat menari.dan maka itu aku sangat suka menari, jiwaku sudah menyatu dengan hal menari.”

Hyoyeon terpanah dengan jawaban Eunhyuk. Lalu ia bertepuk tangan kecil sambil berkata “Waah..Daebak!”

“Kenapa kau jadi meniru kebiasaan Donghae?” Tanya Eunhyuk menunjukkan rasa tidak sukanya.

“Ah? Benarkah? Hehhe..” Hyoyeon hanya terkekeh.

“Lalu kenapa kau sendiri menyukai Menari?”

Hyoyeon terdiam sesaat dan dia menjawabnya dengan suara pelan tapi serius. “Menari adalah Hidupku..”

Kini Eunhyuk yang terpana dengan ucapan Hyoyeon. Lalu dia makin mempererat rangkulannya pada Hyoyeon.

“Walaupun appa bilang hidup sebagai penari tidak menjamin kekayaan dan kesuksesan hidup tapi aku ingin tetap menari.” Ucap Hyoyeon.

“Aku tahu itu. Dan aku juga sama sepertimu apapun yang terjadi jiwaku hanya menyatu saat menari.”

“Jadi sampai kapanpun kau akan menjadi penari?” Tanya Hyoyeon penasaran,

“Tentu saja!” jawab Eunhyuk pasti.

Hyoyeon tanpa sadar memeluk Eunhyuk dengan sangat erat. Dia senang baru kali ini dia menemui seorang pria yang satu visi misi dengan dirinya. Eunhyuk hanya terdiam sambil tersenyum menerima pelukan dari Hyoyeon. Dia mengangkat tangannya dan membelai rambut Hyoyeon dengan lembut.

~***~

“Oppa!!! Buka pintunya!!! Oppa!!” Hyoyeon berteriak-teriak didepan ruang praktek yang sudah tidak pernah dipakai atau lebih tepatnya menjadi gudang, dengan keadaan cemas. Dia kebali menggedor pintu “Oppa!! Bukakan pintunya!!” sekali lagi Hyoyeon berteriak dan menggedor-gedor pintu tersebut  “Aku tahu oppa ada didalamkan? Eunhyuk oppa buka pintunya!!!” Hyoyeon terus saja berteriak dan menendang pintu dengan kesal.

~Kreekk..~

Akhirnya pintu terbuka Hyoyeon langsung saja menerobos masuk dan memeluk Eunhyuk dengan cemas. Eunhyuk hanya terdiam dan bersikap dingin dengan kedatangan Hyoyeon. Hyoyeon menunduk dan memandangi kaki kanan Eunhyuk yang diperban.

Hari itu tiga tahun lalu. Eunhyuk mengalami kecelakaan mobil saat kembali dari pemakaman ayahnya.dan membuat kaki kanannya terkilir dan dokter mendiognosa kalau ada tulang yang retak dan Eunhyuk di pastikan tidak bisa menari untuk satu sampai dua bulan lamanya. Dan orang kantor memarahinya dan menyalahinya karena bertindak ceroboh. Sehingga melukai kakinya sendiri. Dan padahal Eunhyuk harus menangani project comeback Tvxq dua minggu lagi dari sekarang. Tapi kini kondisinya tidak benar-benar memungkinkan untuk memimpin tari yang super energic tersebut. Dan Eunhyuk menjadi down dan bersembunyi disini sendirian.

Hyoyeon melepas pelukannya dan menuntup pintu gudang dan menguncinya kembali. Eunhyuk berjalan terpincang-pincang Kesudut ruangan yang hanya memiliki sedikit cahaya penerangan. Hyoyeon mengikutinya dengan hati-hati karena ruangan sangat minim cahaya. Hyoyeon tertegun mendapati banyak botol suju yang sudah kosong berserakan disitu. Dan Kini Eunhyuk mengambil botol suju lagi dan akan meminumnya lagi. Hyoyeon dengan segera menariknya.

“Hentikan!!!” teriak Hyoyeon marah. “Oppa tidak bisa bersikap seperti ini! Jangan bersikap seolah-olah dunia oppa sudah berakhir hanya karena ayah oppa meninggal dan kaki oppa cidera? Oppa pasti akan bisa menari! Dan dokter bilang sebulan? Kau harus buktikan kalau kurang dua minggu kau bisa kembali menari!”

Eunhyuk Nampak bersikap tidak peduli dengan ucapan Hyoyeon. Dia meraih satu botol lagi yang masih ada isinya. Lagi-lagi Hyoyeon merebutnya tapi eunhyuk menahannya dan menggenggamnya dengan sangat erat. Dan terjadilah perebutan botol soju yang menegangkan. Eunhyuk menyekal dengan terlalu keras hingga akhirnya botol soju itu pecah air dan belingnya berhamburan. Dan beling itu melukai tangan Hyoyeon yang masih menggenggam setengah botol soju tersebut.

Eunhyuk tersadar dari sikap kasarnya. Dia menarik lengan Hyoyeon dan akhirnya Hyoyeon melepaskan sisa botol soju yang tadi masih ia genggam.

“Auuuhh..” Hyoyeon merintih kesakitan. Saat Eunhyuk menggengam tanganya. Tangan mereka kini bercampur darah satu sama lain.

Eunhyuk menyuruh Hyoyeon duduk diatas kardus, Eunhyuk membuka kemaja yang ia pakai, kini Eunhyuk hanya memakai kaos tanpa lengan berwarna abu-abu. Eunhyuk menarik merobek kemejanya dengan paksa. Lalu dia mengambil telapak tangan Hyoyeon dan mencabut belingnya. Dan mengikat telapak tangan Hyoyeon dengan kemejanya agar menyumbat keluarnya darah yang berlebihan.

“Mianhae..” ucap mereka bersamaan.

Eunhyuk tersenyum tapi tidak dengan Hyoyeon yang sepenuhnya masih khawatir dengan keadaan Eunhyuk.

“Bagaimana kau tahu aku ada disini?”

Hyoyeon tertunduk takut. “ waktu itu.. saat kau kesal karena aku menjadi saingamu aku selalu mengikutimu diam-diam dan ternyata kau suka menyendiri disini. Makanya saat seperti ini, aku juga yakin kalau kau ada disini.”

Eunhyuk terdiam. Lalu dia memandang Hyoyeon dalam-dalam. “tapi aku tidak akan bisa menari dengan baik lagi. Apa kau datang untuk menghiburku?”

“Kau tetap penari terbaik! Aku datang bukan untuk menghibur tapi untuk berkata kau masih mampu melakukannya!”

Eunhyuk terdiam. Hatinya menjadi sangat berisik. Berdegup kencang. Memang akhir-akhir ini jantungnya merespon secara berlebihan ketika ia didekat Hyoyeon dan berbicara dengan Hyoyeon dia akan selalu merasa ada yang mengusik perasaannya.

“Kenapa kau bisa begitu yakin? Kau hanya baru mengenalku tiga tahun! Sedang diriku saja tidak yakin hal itu!”

Hyoyeon berdiri dan tersenyum pada Eunhyuk dengan sangat tulus. “Kau hanya butuh penyemangat! Ayo aku tunjukan padamu bahwa penyematmu banyak!”

Hyoyeon menarik lengan Eunhyuk agar ikut berdiri dan keluar dari tempat persembunyiannya. Tapi tanpa disangka Eunhyuk malah menarik tangan Hyoyeon hingga Hyoyeon terjatuh kedalam pelukannya, dan Eunhyuk langsung menggulingkan tubuh Hyoyeon serta menindih tubuh Hyoyeon diatasnya. Hyoyeon Nampak gugup dan takut. Sedangkan Eunhyuk sudah  tidak dapat menahan rasa aneh yang ada dibenaknya. Hasratnya terlalu kuat. Hingga akhirnya. Dia menempelkan bibirnya dibibir Hyoyeon dan mencium, melumat bibir Hyoyeon . Hyoyeon berusaha berontak untuk melepaskan diri. Tapi Eunhyuk menahan tanganya melanjutkan menciumi Hyoyeon. Hyoyeon akhirnya menutup matanya dan menikmati ciuman hangat yang diberikan Eunhyuk padanya. Eunhyuk membuka kancing kemeja yang dikenakan Hyoyeon selagi mereka berciuman dengan mesrah dan Hyoyeon nampaknya tidak dapat menolaknya karena dia juga mempunyai perasaan yang aneh dan hasrat yang sama pada Eunhyuk.Dan ciuman Eunhyukpun turun keleher Hyoyeon. *Sensor :p  yang pasti mereka hanya bermain sebatas tubuh bagian atas saja- maaf ini bukan ff Yadong ok!! 😀 *

~***~

TIGA TAHUN KEMUDIAN….

 

Silakan lanjut ke Shoot dua-nya ^_^ Part.2 End

Tadinya hanya mau buat One Shoot eh.. malah kepanjangan dan masih harus diselesaikan dengan baik..jadi buat 2shoot aja deh..yang udah baca shoot satunya mohon tinggalkan jejak ya!! “Komentar!” dan baru boleh baca Shoot keduanya… Kamsahamnida.. dan he-em.. yang Hyohyuk shiiper juga yang mau kenalan dan berteman *alah* hehhe bisa Follow dan Mention aku di @Lovelyulan.. ^.^

Advertisements

10 comments on “FF HyoHyuk – “Try Again…” (2S- Twoshoot) 1/2

  1. Pingback: FF HyoHyuk – ” Try Again…” (2S- Two Shoot) 2/2 End | UlanChoi Style

  2. Ahjumma!!! Nyesek, nangis ini…. (˘̩̩̩^˘̩̩̩ƪ)
    Kereeennn!!!! Aq bisa ngebayangin tiap adegan yg drmu ceritakan… Dance adalah jiwanya, jd dia mau ninggalin jiwanya biar bisa jadi pria pyg pantas utk Hyo dmata appanya hyo….. Penasaran!!! Lanjut dulu ya aq bacanya…

  3. Huaa.. keren banget!!
    Ya ampun segitunya nasib HyoHyuk. Tega bener lu thor! #emosi -,-
    Gua harap kgk sad ending..
    Aishh!! Endingnya! *tutup mata*
    Itu apaan thor? kkk~
    masih di bawah umur soalny #plakk.
    *abaikan*
    Lanjjut dah.. deg2an.

  4. Aaa sedih banget thor 😦 aku nangis bacanya huhuu. .
    Eunhyuk akhirnya rela ninggalin dunia nya demi hyoyeon. .
    Hiks..hiks. .semoga hyoyeon segera sadar..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s