FF – HyoHyuk “I Can’t Let You Go..” Part.7

FF HyoHyuk – I Can’t Let You Go.. Part.7

ff Hyohyuk I can't Let You Go

ff Hyohyuk I can’t Let You Go

Note :  Akhirnya setelah sibuk nulis ff yang lain. ff ini kelar juga part.7-nya.. semoga yang udah nunggu ga kecewa sama jalan ceritanya. Kalo banyak Typo maklumin deh. hehhe selamat membaca ^^ tinggalkan komentarnya ya!

TITLE               :  I Can’t Let You Go..

AUTHOR          : UlanChoi Hyoyeon

GENRE             : Drama romantic,Tragedy

CAST/PAIRING: Kim Hyoyeon SNSD, Eunhyuk SUJU, Sooyoung SNSD, Junho 2pm

SETTING          : Seoul, Korea

RATTING         : PG-17

 

Hyoyeon dan Sooyoung masih terdiam dalam keadaan canggung yang terjadi selama mereka makan tadi. Sedangkan Eunhyuk masih berupaya menahan ketawanya. Dia tahu pasti Kalau Sooyoung dan Hyoyeon sangat kesal karena Eunhyuk mentertawakan tingkah dua sahabatnya itu dengan cara yang berlebihan.

Tak lama akhirnya Junho tiba di retorant ala Italia yang berada di kawasan Incheon tersebut. Sesuai apa yang diberitahukan oleh Hyoyeon tadi saat ditelepon. Junho memakai kacamata hitamnya sebelum keluar dari mobilnya. Begitu keluar dia langsung berjalan masuk kedalam restoran dan disambut ramah oleh waiters dan ketika Junho bilang nomor meja, maka Waiters tersebut langsung mengantarkan kenomor meja yang dimaksud.

Junho tersenyum saat dia melihat Hyoyeon yang duduk bersama kedua temannya. Hyoyeon Nampak belum mengetahui kedatangan Junho. Maka Junho berjalan dengan hati-hati lalu memeluk leher Hyoyeon dari belakang.

“Aku sudah datang!!!”

Hyoyeon tersentak kaget. Bukan, bukan hanya Hyoyeon saja yang terkejut tapi Eunhyuk dan Sooyoung juga terkejut dengan kedatangan seorang pria berjas hitam serta memakai kacamata hitam tiba-tiba memeluk leher Hyoyeon seperti itu.

Hyoyeon melepaskan lingkaran tangan Junho pada Lehernya. Junho hanya mampu terkekeh. Dia membuka kacamata hitamnya. Dan Eunhyuk yang sejak tadi memperhatikannya langsung terkejut begitu mengenali Junho.

“Junho??” seru Eunhyuk tanpa sadar. “Apa yang sedang kau lakukan?” Tanya Eunhyuk penasaran.

Junho masih berdiri karena belum dipersilakan duduk dan bergabung.

“Mwo? Eunhyuk ssi?” seru Junho tak kalah terkejutnya. “Jadi kau belum memperkenalkan aku kepada kedua sahabatmu ini?” Tanya Junho pada Hyoyeon.

Hyoyeon Nampak canggung bagimana Eunhyuk dan Junho bisa saling kenal?. Dia akhirnya menyuruh Junho untuk duduk disebelahnya. Eunhyuk memandang Hyoyeon dan Junho tidak suka. Sedangkan Sooyoung Nampak tertarik dan ingin tahu lebih sebenarnya ada Hubungan apa Hyoyeon dengan Junho.

“Oppa kalian sudah saling kenal? Sooyoung-ah.. perkenalkan ini Junho..dia keponakan dari paman yang tinggal disamping rumahku saat di Australia. Lalu sekarang aku tinggal dirumahnya.”

Junho tersenyum. “Sebenarnya aku sudah kenal lama dengan si Eunhyuk. Dan Dua minggu yang lalu aku juga bertemu Eunhyuk dan Sooyoung di supermarket.”

Hyoyeon menoleh ke Junho dan Eunhyuk.

“Kami teman kuliah…” jawab Eunhyuk singkat. “Aku sangat tidak menyangka kalau orang yang suka mengganggu Hyoyeon saat bekerja adalah kau.” Cetus Eunhyuk.

Junho membelalakan matanya. “Jadi kau adalah atasan Hyoyeon? Astaga!! Dunia sangat sempit!” Junho menggeleng-gelengkan kepalanya dengan sikap dramatis.

“Kenapa kau tidak bilang sebelumnya?” Tanya Junho dan Eunhyuk bersamaan pada Hyoyeon.

Hyoyeon Nampak semakin berada ditempat yang salah saat ini.

“Heemm.. Junho oppa nampaknya sangat perhatian sama Hyoyeon ya?” ucap Sooyoung, mencari masalah.

Junho tersenyum. Sedangkan Eunhyuk hanya memandangi Hyoyeon yang tertunduk datar.

“Aku sebenarnya baru kenal Hyoyeon tidak lebih dari setahun ini. Tapi aku merasa chemistry antara aku dan Hyoyeon itu sangat kuat. Jadi aku memang sedikit bersikap perhatian terhadap apa yang dilakukan Hyoyeon.” Jawab Junho.

Sooyoung tersenyum dan semakin tertarik. “ommo..!!Apa jangan-jangan kau menyukai Hyoyeon?”

Hyoyeon tersentak dan memandang Sooyoung dengan pandangan tidak suka.

“Hhhahaa..haruskah aku bilang tentang perasaanku terhdap Hyoyeon disini?” Junho memandang Hyoyeon. “Siapa yang tidak suka dengan gadis cantik, manis, pintar memasak seperti dia, walau terkadang dia sangat galak dan cerewet.”

“Oppa.. kau mau minum apa?” Hyoyeon mencoba mengalihkan tofik pembicaraan.

“Apapun yang kau pesankan aku menyukainya.” Jawab Junho dengan pandangan mata penuh cinta.

Eunhyuk hanya terdiam dan memandang kesal tingkah Junho terhadap Hyoyeon.

Hyoyeon memanggil waiters dan memesankan jus jeruk untuk Junho.

Lalu suasana jadi sepi dan hening tidak ada yang memulai pembicaraan lagi.

Dan selebihnya mereka hanya mengobrol obrolan ringan yang Nampak garing. Dan mungkin hanya Junho saja satu-satunya orang yang Nampak enjoy.

~***~

Hyoyeon hanya mampu terdiam didalam mobil ketika dalam perjalanan pulang ke Seoul bersama Junho yang membawa mobil. Junho berkali-kali menolehkan kepalanya memperhatikan Hyoyeon. Dia jadi ikutan resah melihat Hyoyeon yang jadi lebih pendiam dari biasanya.

“He-em…Hyoyeon?” panggil Junho sambil menyentuh bahu Hyoyeon.

Hyoyeon menolehkan pandangannya. “Ne?”

“Apa yang sedang kau pikirkan? Kenapa kau diam saja sejak tadi?” Tanya Junho.

Hyoyeon tersenyum dan berkata kalau dia baik-baik saja dan hanya kelelahan saja.

“Baiklah.. kau tidur saja.. nanti kalau sudah sampai aku akan membangunkanmu!”

Maka Hyoyeon menyenderkan kepalanya pada senderan Jok. Dia memejamkan matanya. Padahal dia tidak mengantuk sama sekali. Hanya saja dia Nampak malas berbicara dan pikirannya sekarang memang sedang tidak beres. Maka dia lebih baik memilih berpura-pura tidur saja.

Eunhyuk membawa mobilnya sendiri menuju jalan pulang. Karena Hyoyeon pulang dengan Junho dan Sooyoung pulang sendiri karena dia datang sendiri dengan mengendarai mobil kantornya.

Terlihat jelas eunhyuk Nampak tidak konsen saat mengemudi. Pikirannya terus mengingat kejadian-kejadian ketika direstoran tadi. Dia ingat bagaimana sikap Junho yang begitu intim terhadap Hyoyeon. Dia benar-benar tidak menyangka bahwa wanita yang dulu sering diceritakan Junho adalah Hyoyeon! Orang yang ia kenal. Dan dia juga tidak menyangka kalau Hyoyeon tinggal satu rumah dengan Junho!.

Eunhyuk meminggirkan mobilnya dipinggir jalan. Dia nampaknya sudah tidak dapat berkonsentrasi penuh dengan perjalanannya. Jika ia terus memaksa bisa saja dia mengalami kecelakaan.

“HYOYEON!!!” Eunhyuk berteriak frustasi sambil memukul stir dengan lengannya sekuat mungkin. Lalu dia menundukan kepalanya dan merenungi. Hal apa saja yang sudah terlewatkan selama ini.

~***~

Hyoyeon membuka pintu ruang kerjanya. Dia datang lebih awal seperti biasanya. Keadaannya terlihat kurang sehat pagi ini. Dia masuk kedalam ruangan dan terkejut mendapati Eunhyuk sudah duduk dikursinya sambil menyandarkan kepalanya dan menutup matanya.

Hyoyeon tetap berjalan masuk dia mendekati Eunhyuk dan menatap Eunhyuk yang masih memejamkan mata. Hyoyeon tersenyum melihat wajah Eunhyuk yang terlihat polos seperti itu. Hyoyeon mengira kalau Eunhyuk sedang tidur. Maka dia membiarkan saja dan berniat berjalan menuju mejanya sendiri. Tapi suara Eunhyuk yang tiba-tiba mengejutkannya lagi.

“Kau sudah datang?”

Hyoyeon menolehkan kepalanya dan menatap Eunhyuk yang masih dalam posisi sama seperti tadi.

“Kau tidur?” Tanya Hyoyeon.

Eunhyuk membuka matanya. “Aku tidak dapat tertidur.”

Hyoyeon kembali mendekati Eunhyuk. “Waeyo?” Hyoyeon memperhatikan pakaian yang dikenakan Eunhyuk sekarang. Dan dia baru sadar kalau eunhyuk juga belum berganti pakaian dengan pakaian yang kemarin. “Kau tidak pulang kerumah?” Tanya Hyoyeon menyelidiki.

Eunhyuk memanggutkan kepalanya. “Banyak perkerjaan deadline yang harus keselesaikan.” Jawab Eunhyuk lalu dia berdiri juga dari kursinya.

Eunhyuk berjalan mendekati kaca jendela besar yang menampilkan pemandangan jalan kota Seoul diluar sana. Eunhyuk merenggangkan badannya yang terasa pegal karena semalaman menghabiskan waktu dengan duduk dikursi. Dan nampaknya dia memang benar belum tidur terlihat dari wajahnya yang lesuh seperti mengantuk lalu lingkaran hitam dibawah matanya dan penampilannya yang berantakan.

“Kau pesti belum sarapan? Kau mau sarapan apa? Biar aku yang siapkan.”

Eunhyuk memutar  badannya menghadap Hyoyeon, dia juga menatap Hyoyeon dengan serius.

“Hyoyeon…?”

“Ne?”

“Kim Hyoyeon?”

“Ne..?”

Eunhyuk tersenyum. Lalu dia berjalan semakin mendekati Hyoyeon hingga mereka berdiri berhadapan. “Apa sekarang kau merasa canggung didekatku?”

Hyoyeon tertegun mendengar pertanyaan Eunhyuk.

“Apa kau merasa aneh jika bersamaku?”

Hyoyeon ingin menjawab, tapi eunhyuk memotong lagi dan terus bertanya pada Hyoyeon.

“Apa ada yang salah dengan aku?”

“Apa ada yang salah dengan hubungan pertemanan kita?”

“Hyoyeon.. apa selama kita berpisah.. apa kau pernah memikirkanku?”

“Apa kau tahu bahwa aku selalu memikirkan kau setiap saat?”

“Apa kau tahu? Didalam kepalaku dan didalam hatiku selalu merindukan mu?”

Hyoyeon menatap sedih ke Eunhyuk yang terlihat Nampak frustasi. “Oppa.. aku..”

Lagi-lagi Hyoyeon tidak dapat melanjutkan ucapannya karena tiba-tiba Eunhyuk menarik tubuhnya dan mendekap Hyoyeon dengan erat. Hyoyeon hanya dapat mematung didalam pelukan Eunhyuk.

“Bahkan setelah kita bertemu. Aku masih saja merindukanmu. Aku merasa ini terlalu aneh. Kau seperti membatasi diri terhadapku. Kau selalu bersikap formal terhadapku. Apa aku sudah kehilangan Hyoyeonku?”

“Oppa.. apa yang kau bicarakan? Kenapa kau tiba-tiba jadi seperti ini?” Tanya Hyoyeon yang tidak mengerti.

Eunhyuk melepas pelukannya. Dan menatap mata milik Hyoyeon dengan serius. “Beri aku satu kesempatan untuk lebih mengenalmu lagi.. beri aku kesempatan mengisi waktu kita yang pernah terbuang.” Pinta Eunhyuk dengan sungguh-sungguh.

Hyoyeon menundukkan kepalanya. Nampak jelas ada keraguan yang ditampilkan oleh Hyoyeon. Dia Nampak tidak yakin dan menyembunyikan sesuatu.

“aku..Aku tidak pernah berubah..aku tetap Hyoyeon. Kenapa oppa meminta hal yang aneh-aneh?”

Eunhyuk memandang sedih, Hyoyeon membuang mukanya dan berjalan kemejanya. Dan segera menyibukan dirinya dengan apa yang ada dimejanya saat ini.

Eunhyuk Nampak masih resah. Maka dia menghampiri Hyoyeon lagi. Dan menghentikan apapun yang dilakukan Hyoyeon. “Apa hubunganmu dengan Junho?” Tanya Eunhyuk. Jadi ini yang diresahkan oleh Eunhyuk?.

“Teman..”

“Teman? Tapi kenapa dia bersikap …”

“Oppa!!!” teriak Hyoyeon akhirnya. Dia sudah tidak tahan dengan semua sikap dan ucapan Eunhyuk yang aneh dan membebaninya sejak tadi.

Hyoyeon memegangi kepalanya yang mulai terasa pusing. Lalu dia keluar membawa tasnya dan meninggalkan Eunhyuk yang masih tertegun.

Hyoyeon masuk kedalam Toilet dan bersembunyi disana, usai menelepon seseorang. Dia menangis.  Dia benar-benar menangis. Dia mengeluarkan air minum dari dalam tasnya dan mengeluarkan botol capsul. Dia mengambil dua butir capsul dan meminumnya dengan terburu-buru.

“Tenang Hyoyeon…tenang.. kau tidak boleh seperti ini.. Hyoyeon, apapun yang terjadi aku tidak boleh terpengaruh dengan Eunhyuk oppa!!” Ucap Hyoyeon sambil memandangi pantulan wajahnya sendiri pada cermin besar dihadapannya. Hyoyeon membuka keran dan membersihkan sisa-sisa air matanya dengan air. Dan merapikan sedikit make-upnya.

Dia keluar lagi dari dalam kamar mandi.

Eunhyuk masih berdiri mematung dengan posisinya yang seperti tadi saat Hyoyeon keluar. Dia menyesali apa yang baru saja dia ucapkan kepada Hyoyeon. Dia merasa dirinya benar-benar bodoh dan terburu-buru mengambil tindakan atas beban apa yang dirasakannya terhadapa hyoyeon. Eunhyuk  benar-benar menyesali apa saja yang telah ia ucapkan tadi begitu saja bisa meluncur bebas dari mulutnya.  Seharusnya dia menunjukkannya dengan sikap bukan ucapannya. Seharusnya dia tahu Hyoyeon itu tipe wanita yang seperti apa?

Eunhyuk menarik Jas dan kunci mobilnya dan dengan tergesa-gesa dia keluar dari ruangannya.  Rupanya dia mencari Hyoyeon tepat saat itu dia melihat Hyoyeon masuk kedalam Lift dan menuju ke lantai dasar. Eunhyuk dengan buru-buru berlari. Dan turun melalui tangga darurat untuk dapat mengejar Hyoyeon. Tepat saat Hyoyeon akan mencapai pintu depan gedung eunhyuk keluar dari pintu tangga darurat. Eunhyuk berlari menghampir Hyoyeon. Dan menarik tangan Hyoyeon dengan paksa dan mengajaknya masuk kedalam mobilnya dan mengajak Hyoyeon pergi bersamanya.

Tepat saat Eunhyuk membawa Hyoyeon pergi bersamanya. Tak lama mobil Junho tiba. Junho memarkirkan mobilnya. Dia mengambil ponselnya untuk menghubungi Hyoyeon kalau dia sudah sampai.

Ponsel Hyoyeon berbunyi. Hyoyeon mengangkatnya.

“Oppa..”

“Kau dimana? Aku sudah sampai?”

“Heemm.. aku..”

Eunhyuk menarik ponsel Hyoyeon dan dia melakukan pembicaraan dengan Junho.

“Hallo ini Eunhyuk..”

“Mwo? Kenapa kau?” terdengar suara Junho yang Nampak heran.

“Aku dan Hyoyeon ada Meeting mendadak. Jadi sebaiknya kau tidak mengganggunya dahulu..”

“Apa-apaan ini? Dia tadi menelponku minta dijemput. Kenapa sekarang dia pergi bersamamu? Tidak bisa.. dimana kalian?”

“Menju tempat meeting..kau tenang saja.. Hyoyeon akan aman bersamaku.”

“Kyya!!! Eunhyukk.. berikan teleponnya pada Hyo…”

“Tuutt..tuuutt…”

Eunhyuk memutuskan panggilan teleponnya. Lalu dia juga menonaktifkan ponsel Hyoyeon dan juga ponsel miliknya. Dia tersenyum. Tapi tidak dengan Hyoyeon yang Nampak takut dan tersiksa dengan sikap Eunhyuk yang jadi aneh seperti ini. Sebenarnya Eunhyuk akan membawanya kemana?.

~***~

Eunhyuk membukakan pintu mobilnya untuk Hyoyeon. Begitu mereka sepertinya sudah mencapai tujuan mereka.

“Keluarlah..” Eunhyuk manarik tangan Hyoyeon dengan lembut membantunya untuk keluar dari mobil.

Hyoyeon akhirya ikut juga dengan kemauan Eunhyuk.

Hyoyeon tertegun dengan tempat yang ada dihadapannya saat ini. Dia tersenyum sedih melihatnya. Lalu dia berjalan sendiri mendekati tempat itu.  Dia seperti dibawa oleh masa delapan tahun yang lalu. Tempat ini tidak banyak yang berubah  sebagian tata letaknya masih sama seperti dulu.

“Taman ini?” Tanya Hyoyeon pada Eunhyuk.

“Iya.. taman bermain kita dan teman-teman yang lainnya.  Semua musim kita habiskan bersama disini.”

Hyoyeon berjalan memberhatikan setiap jengkal dari taman tersebut. Dia ingat lahan lapangan itu tempat dimana dia sering melihat Eunhyuk bermain bola. Lalu dilahan berumput dia sering bermain dengan anak-anak perempuan yang lainnya. Dan di dibawah sana ada semacam bukit yang saat musim salju tiba biasa menjadi arena papan seluncur untuk mereka bermain. Hyoyeon berjalan  ke rumah-rumahan  yang terbuat dari semen, sekarang tinggi rumah-rumahan itu hanya sebatas perut Hyoyeon. Hyoyeon tersenyum sesaat dia ingat saat itu dia  mengumpat disana bersembunyi dari orang tuanya. Dan yang dapat menemukannya hanya eunhyuk yang tiba-tiba muncul dan menemani Hyoyeon mengumpat disana sampai malam.

Hyoyeon tanpa sadar melangkah masuk kedalamnya dan duduk meringkuk disana. Sekarang tempat persembunyiannya sudah mengecil dan rasanya menyesakkan.

Eunhyuk mendekatinya. Dan tersenyum melihat tingkah Hyoyeon. Dan mengulang seperti waktu mereka kecil. Eunhyuk berpura-pura panic dan memutari rumah-rumahan itu berkali-kali. Lalu dia perlahan-lahan melongokkan kepalanya dan menampilkan wajah terkejutnya sambil tersenyum.

“Taaaraaa…!! Aku sudah menebaknya bahwa kau pasti bersembunyi disini.”

Hyoyeon  tersenyum mendengarnya. Dan dia juga mengucapkan kata-kata yang sama seperti saat ia kecil. “SSStttsss.. oppa jangan berisik! Nanti ketahuan eomma dan appa!”

Eunhyuk ikut masuk kedalam rumah itu dan duduk berdempitan dengan Hyoyeon.

“Hahaha..jadi tempat ini masih menjadi tempat favoritemu?” ledek Eunhyuk.

“Benar. Tempat ini  walau terlihat rapuh dari luar sebanarnya ini adalah satu-satunya bagunan yang paling kuat ditaman ini. Karena mereka terbuat dari semen.”

“Tapi ini jadi Nampak mengecil. Dulu kita dapat memanjangkan kaki kita. Tapi sekarang kita harus menekuknya.”

“Ia.. dan itu.. apa menandakan sudah banyak waktu yang terlewati?”

Eunhyuk memanggutkan kepalanya.

“Sebenarnya ini juga tempat favoriteku. “ Hyoyeon menoleh memandangi Eunhyuk.

“Jika aku sedang merindukanmu aku pasti akan kesini sendirian. Aku tidak pernah menganjak siapapun untuk menemaniku. Karena saat aku duduk disini, aku masih merasa ada seorang gadis kecil yang sangat cantik menemaniku dan dia selalu berbicara tiada henti, sehingga aku tidak pernah kesepian.”

Hyoyeon tersenyum kecil, dia tahu kalau gadis kecil yang dimaksud Eunhyuk adalah dirinya yang masih kecil. Dulu dia memang banyak bicara.

“Semalaman aku tidak dapat tidur.” Lanjut Eunhyuk bercerita. Hyoyeon hanya terdiam membiarkan Eunhyuk bebicara. Nampaknya dia sudah mulai lulus dengan pendiriannya dan juga nyaman dengan eunhyuk. “Aku tidak kembali kerumah juga.” Hyoyeon memanggutkan kepalanya, menandakan dia tahu. “Aku juga tidak mengerjakan perkerjaan kantor  apapun.yang aku rasakan sejak kemarin hanyalah sebuah kecemasan. Aku merasa didalam diriku ada yang tercuri  maka aku menjadi cemas. Dan aku memikirnya terus menerus hingga sulit untuk tidur. Tapi sekarang kecemasan yang aku rasakan sudah meredah, dan aku jadi mengantuk.”

Hyoyeon tersenyum. Lalu dia menepuk bahu kanannya. “Tidurlah.. aku akan menjagamu..” Hyoyeon mempersilakan Eunhyuk tidur dibahunya.

Eunhyuk perlahan-lahan meletakkan kepalanya diatas bahu Hyoyeon. Dia mulai menutup matanya. “Hyoyeon?”

“Heemm??”

“Maukah kau janji satu hal padaku?”

“Apa?”

“tetaplah disampingku..jangan pernah pergi lagi meninggalkan aku sendirian. Aku benar-benar takut dan cemas”

“He-em..” Hyoyeon hanya bergumam dan matanya jadi berkaca-kaca.

Eunhyuk mengambil telapak tangan Hyoyeon, dia menempelkan jari-jarinya ke jari Hyoyeon.lalu menggenggam tangan itu dengan erat. Dan lama-kelamaan dia benar-benar merasakan kantuk. Dan akhirnya dia juga tertidur lelap di bahu Hyoyeon.

Hyoyeon mulai menangis dalam diam. Dia memandangi wajah Eunhyuk yang sedang tertidur dibahunya. Hyoyeon mengangkat tangan satunya lagi yang tidak digenggam Eunhyuk. Dia meletakan tangannya dipipi Eunhyuk dan menyentuhnya penuh perasaan.

“Aku juga setiap hari selalu mencemaskan oppa. Memikirkan oppa, merindukan oppa. Aku setiap hari banyak menangis dan menyendiri. Aku tidak punya teman yang sebaik oppa dan Sooyoung. Tapi semakin waktu berlalu, hanya oppa yang semakin aku rindukan. Aku kembali kekorea karena merindukanmu.” Ucap Hyoyeon dengan suaranya yang pelan. Airmatanya terus menetes. Seiring dengan perasaannya yang senduh.”Gomawo.. sudah melakukan hal yang sama untukku.”

Lalu Hyoyeon meletakan kepalanya diatas kepala Eunhyuk. Dia juga memejamkan matanya. Dia juga jadi merasa mulai mengantuk. Maka dia jadi menidurkan dirinya sendiri.

Hyoyeon membuka matanya perlahan. Dia menoleh ke kanan, dan tersentak kaget. Dia ternyata tertidur dibahu Eunhyuk. Hyoyeon merapikan rambutnya segera. Dan bersikap salah tingkah karena Eunhyuk sekarang sedang menatapnya sambil tersenyum penuh arti padanya.

“Katanya kau akan menjagaku selagi aku tidur? Tapi kau malah tertidur juga.”

Hyoyeon tersenyum malu, dia juga baru sadar kalau dia akhirnya bisa tertidur begitu nyenyaknya. Dan tapi kenapa jadi kepala dia yang bersandar pada bahu Eunhyuk. Ah… dia benar-benar tidak sadar karena terlalu tidur dengan nyenyak.

“Ini sudah sore. Beberapa jam lagi akan malam. Ayoo kita keluar..”

Eunhyuk merundukan kepala agar dapat keluar. Eunhyuk merenggangkan tubuhnya karena kelamaan duduk dan menekuk setengah kakinya di dalam sana. Hyoyeon juga ikut keluar dan melakukan hal yang sama dengan apa yang dilakukan Eunhyuk. Tubuh dan kakinya jadi sedikit sakit.

“Ayoo.. kita pulang” ajak Hyoyeon dan seraya dia berjalan deluan.

Eunhyuk mengikutinya dari belakang tapi ketika Hyoyeon akan membuka pintu mobilnya. Eunhyuk menahannya dan memutar tubuh Hyoyeon berhadapan dengannya.

“Maaf aku harus melakukan ini, untuk menjawab keresahanku.” Ucap Eunhyuk dengan serius. Hyoyeon hanya membelalakan matanya tanpa berkedip memandang tidak mengerti maksud ucapan Eunhyuk.

Eunhyuk menarik pinggang Hyoyeon dengan tangan kirinya. Dan telapak tangan kanannya ia letakan di pipi Hyoyeon. Lalu dia mendekatkan wajahnya ke wajah Hyoyeon. Eunhyuk mencium bibir Hyoyeon. Dan Hyoyeon tidak berusaha menolaknya. Tidak lama Eunhyuk melepas  ciumannya dan juga rangkulan pada pinggang Hyoyeon. Dia tersenyum pada Hyoyeon.

“Aku sudah tahu.. gomawo..” lalu dia  membukakan pintu untuk Hyoyeon dan mempersilakan Hyoyeon masuk.

Hyoyeon masih tertegun dengan sikap Eunhyuk. Hyoyeon memegangi bibirnya. Dan sesekali dia juga jadi tersenyum malu. Dia benar-benar tidak menyangka kalau Eunhyuk akan menciumnya. Dan dia senang dengan hal itu. Dan tiba-tiba jantungnya mulai berdegup kencang. Kencang sekali sampai-sampai Hyoyeon harus meletakan tangannya pada dadanya.

Eunhyuk masuk kedalam mobilnya masih tetap tersenyum. Hyoyeon jadi semakin salah tingkah. Dia lantas membuang mukanya menghadap jendela. Dan berkata “Jangan terus-terusan memandangku seperti itu!”  Eunhyuk membiarkannya saja. dan dia mulai menjalankan mobilnya dengan perasaan hati yang semakin tenang.

~***~

“Meeting dimana kau hari ini? Kalian kompak mematikan ponsel kalian, sehingga aku tidak dapat menghubungimu?”

Itu adalah pertanyaan pertama yang diajukan Junho saat membukakan pintu untuk Hyoyeon yang baru tiba dirumah. Hyoyeon terdiam. Dia baru sadar. Kalau tadi Eunhyuk memang mengnonaktifkan ponsel mereka. Hyoyeon mengambil ponselnya dan menghidupkannya kembali.

“kau belum menjawab pertanyaanku!” sergah Junho dengan muka serius.

“Aku benar-benar meeting dan sibuk.” Hyoyeon langsung melangkah masuk dan mebiarkan Junho yang masih Nampak tidak menerima jawaban Hyoyeon.

“Lalu tadi kenapa kau tiba-tiba menelponku dan minta dijemput pulang? Ku pikir kau sakit.. aku mencemaskanmu Hyoyeon!!” seru Junho mengutarakan ke khawatirannya.

“Dia baru pulang dan lelah, kenapa kau bawel sekali?”

Eomma Junho keluar dari kamarnya karena mendengar suara ribut anaknya yang seperti sedang memarahi Hyoyeon. Junho jadi hanya dapat terdiam. Tidak melakukan apapun lagi.

“Sebaiknya kau mandi sekarang. Nanti setelah itu kita akan makan malam.” Ucap eomma junho  dengan lembut dan penuh perhatian kepada Hyoyeon.

“Ne..” Hyoyeon pun melangkahkan kakinya naik ke atas tangga menuju kamar tidurnya.  Dia menghebuskan napas lega, karena bisa menghindari introgasi dari Junho.

Junho jadi semakin kalut. Lalu dia juga ikut naik keatas tangga. Tapi eommanya mencegahnya.

“Heey! Berhenti! Kau jangan menggangunya! Lebih baik kau bantu eomma membuat masakan.. ayo cepat turun.”

Junho memanyunkan bibirnya. Dan akhirnya dengan terpaksa dia turun lagi dan mengikuti eomanya jalan kedapur. Tapi dipikirannya masih penuh dengan Hyoyeon. Dia benar-benar merasa tidak tenang.

~***~

Selesai acara makan dan mencuci piring Hyoyeon langsung kembali kekamarnya. Junho mengikutinya dan masuk kedalam kamar Hyoyeon. Nampak jelas dimuka Junho kalau dia sedang marah. Karena dari tadi dia bertanya dan meminta penjelasan dari Hyoyeon, tapi Hyoyeon tak pernah menjawabnya.

Junho duduk diatas kasur Hyoyeon. Sedangkan Hyoyeon sedang sibuk bermain ponselnya dan duduk dimeja belajarnya.

“Kalian kemana?”

“Eunhyuk oppa bilangkan meeting, ya tentu saja meeting.”

“Tapi aku tidak yakin… aku merasa ada yang kau sembunyikan dariku.”

Hyoyeon terdiam dia meletakkan ponselnya diatas meja belajar lalu dengan muka cemas dia menghadap ke Junho yang ternyata sedang memandangnya tajam.

“Aku dan eunhyuk oppa sudah kenal lama, hanya saja kami juga sudah terpisah cukup lama.. apa salah jika aku ingin menghabiskan waktu bersama dengannya sehari saja?”

Junho tersenyum miris. “Jika kemarin aku tidak ikut makan dengan kalian mungkin aku akan biasa saja. tapi karena kejadian kemarin aku merasakan kalau Eunhyuk bersikap beda terhadapmu! Maka aku tidak bisa bersikap seolah-olah aku tidak peduli!”

Hyoyeon tertunduk sendu mendengar ucapan Junho.

“Kau bilang persahabatan akan tetap menjadi sahabat? Maka itu aku tidak pernah mau menjadi sahabatmu!” tanbah Junho. Lalu dia berdiri menghampiri Hyoyeon. “Lihatlah aku.. lihat aku.. aku menyayangimu Hyoyeon.”

Hyoyeon tidak berkata apa-apa seperti biasanya. Karena ini juga bukan kali pertama Junho mengungkapkan perasaannya dari cara normal hingga aneh. Dari moment yang pas dan juga moment yang tidak pas seperti ini.

Junho lagi-lagi tersenyum miris. Senyumnya terlihat penuh luka. “Aku akan terus menunggumu melihat aku dan menerima cintaku!” ucap Junho tegas. Lalu dia berjalan keluar dari kamar Hyoyeon. Dia juga menutup pintu kamar Hyoyeon dengan kasar sehingga menimbulkan dentuman kencang.

Hyoyeon menitikan air matanya. Dia benar-benar bingung harus berbuat apa. Dia tidak bisa menetralkan perasaannya sendiri. Dia belum bisa untuk memilih. Dan dia juga belum bisa untuk tegar melihat akan ada yang tersakiti nantinya. Hyoyeon menundukan kepalanya dimeja dan hanya menangis.

~***~

Seperti biasa setiap malam jika Sooyoung sedang bosan dia akan berada halaman depan rumahnya sambil duduk diayunan santai. Dia duduk menghadap rumah Eunhyuk, lebih tepatnya dia memang sedang memantau kamar  Eunhyuk yang ada dilantai dua.  Tak lama akhirnya Eunhyuk keluar dari dalam kamarnya kebalkon depan. Sooyoung dapat melihat jelas kalau Eunhyuk sedang bermain dengan ponselnya sambil tersenyum-senyum. Sooyoung memanyunkan mulutnya tidak suka melihat sikap Eunhyuk seperti itu. Lalu dia berdiri sambil bertulak pingggang.

“Oppa!!!” teriak Sooyoung memanggil Eunhyuk.

Eunhyuk menoleh begitu mendengar suara teriakan Sooyoung. Eunhyuk menyengir sambil melambaikan tangannya pada Sooyoung.

“Kau kemarin kemana? Kau tidak pulang?”

Eunhyuk mengimpan ponselnya didalam saku celananya. “Aku tidur dikantor.. banyak pekerjaan”

“Cihh..” cibir Sooyoung. “Biasanya kau suka menumpuk-menumpuk pekerjaan!”

“Ya… karena sudah menumpuk makanya aku sampai lembur.” Jawab Eunhyuk asal. “Oh.. ya Sooyoung!”

“Ne?”

“Besok kau pulang kerja jam berapa?” Tanya Eunhyuk sedikit berteriak dari atas.

“Kenapa memangnya?”

“besok aku berencana akan mengajak Hyoyeon main kerumah.”

Sooyoung terdiam. “Aku tidak tahu..” jawab siwon tidak suka.

“Ahh..lebih baik kau pulang lebih awal.. agar bisa menemani Sooyoung disini.”

“Ya.. akan aku usahakan!” sahut Sooyoung.

“Baiklah.. aku masuk ya! Aku mau tidur!!”

“Tidur tidur saja sana!!” seru Sooyoung bersikap acuh.

“Baiklah Good night!!”

Setelah itu Eunhyuk benar-benar berjalan masuk kedalam kamarnya lagi. Sooyoung masih berdiri mematung memandang tempat Eunhyuk tadi berdiri dengan perasaan sedih. Sooyoung menundukan kepalanya.

“Hyoyeon.. Hyoyeon..Hyoyeon..Selalu saja Hyoyeon.” Ucap Sooyoung dengan nada marah. Tanpa sadar dia mulai menangis karena perasaan irinya terhadap Hyoyeon yang selalu mendapat vorsi lebih perhatian dari Eunhyuk.

“Ini tidak adil!! aku selama ini selalu disamping Eunhyuk oppa! Dan kau tidak tahu dimana! Tapi kenapa kau yang mendapatkan semua ini? Hyoyeon!! Kenapa?” ucap Sooyoung sambil berderai air mata.

Sooyoung jatuh terduduk di rumput. Dan menangisi segala ketidak sukaannya kepada Hyoyeon yang tiba-tiba kembali dan merebut Eunhyuk darinya.

“Aku tidak akan begitu saja memberikan Eunhyuk oppa padamu lagi!!!”

~***~

Hyoyeon terlihat serius sekali dengan pekerjaannya pada computer dihadapannya. Dia sedang mengarsipan sejumlah surat melalui database. Eunhyuk baru saja selasai membaca proposal kegiatan promo perusahaan dan menandatanganinya. Eunhyuk melepas kaca matanya dan berjalan kearah meja Hyoyeon.

Dia berdiri tepat disamping Hyoyeon. Eunhyuk sedikit menundukan badannya dan berbisik pada Hyoyeon.

“apa kau sudah selesai?”

Hyoyeon menoleh dan tersenyum. “Sebentar lagi..”

“Baiklah.. aku akan menunggumu menyelesaikan ini. Setelah ini kita harus ke supermarket.”

“Supermarket?”

“Iya.. sesuai sms semalam. Aku ingin menyicipi masakanmu. Maka kita harus belanja.. nanti baru kau bisa memasaknya dirumahku.”

“Ouh.. benar juga. Baik aku rapikan ini dulu.”

Eunhyuk memanggutkan kepalanya. Dia masih berdiri dan terus menatap Hyoyeon yang mulai kembali sibuk mengetik.

“Oppa.. aku akan selesaikan dengan cepat! Jadi bisa kau tidak berdiri disitu?”

“Mwo? Sekretaris macam apa yang berani mengusir atasannya?”

Hyoyeon menoleh ke Eunhyuk lagi tapi kali ini dengan wajah serius. Eunhyuk langsung tersenyum memamerkan gusi giginya.

“Cepat…jangan ganggu aku!”

Eunhyuk memanyunkan mulutnya. “Ah.. baiklah..araseo!!”

Eunhyuk akhirnya menuruti kemauan Hyoyeon. Maka dia berjalan kembali dan duduk dimeja kerjanya kembali sambil memankan meniatur menara namsan yang ada dimejanya. Dan tiba-tiba dia punya ide.

“Hyoyeon?”

“Heem?”

“Kau sudah mengunjungi namsam tower?”

“Belum.”

Eunhyuk tersenyum senang. “Hyoyeon?”

“ne?”

“Kau mau ke namsan Tower bersamaku?”

Hyoyeon melongokkan kepalanya dari balik computer menatap Eunhyuk. “Aku akan pergi denganmu tapi tolong diam sekarang juga.”

Eunhyuk langsung memanyunkan mulutnya lagi dan menundukkan wajahnya diatas meja. Tapi setelah itu dia malah senyum-senyum kesenangan dan membuatnya jadi seperti anak kecil yang baru dibelikan mainan.

~***~

Eunhyuk mendorong keranjang troly dengan riang gembira. Sedangkan Hyoyeon memilih sayur-sayuran yang masih segar-segar dan  harganya yang tidak terlalu mahal. Lalu ia letakan di keranjang dorongnya.

“Kenapa banyak jenis sayuran yang kau gunakan? Memangnya kau akan memasak apa?” Tanya Eunhyuk penasaran. Karena sejak tadi Hyoyeon sudah mengambil wortel, lobak, sawi putih, tomat dan jamur.

“Aku akan memasak capcay.”

“Capcay?”

“Iya.. masakan oriental khas China. Di Australia aku pernah diajarkan memasak ini sama ajjuma samping rumah yang berwarga negaraan  China asli. Rasanya sangat enak. Kau harus mencobanya!”

“Baiklah.. aku jadi tidak sabar.”

“Beli daging juga ya? Untuk dibuat stick. Di Australia makanan favoritenya adalah stik.”

Eunhyuk memanggutkan kepalanya. “Hari ini aku hanya setuju dengan apa yang akan kau masak. Karena aku memang tidak tahu. Tapi nanti aku yang akan request masakan korea padamu!”

“Mwo?? Memangnya aku ini juru masakmu apa?”

“Pokoknya harus ini perintah dari atasan!”

“Perintah macam apa itu?” ledek Hyoyeon. Lalu dia berjalan deluan meninggalkan Eunhyuk. Eunhyuk buru-buru mengejar Hyoyeon sambil mendorong troly belanjaan.

“Ya… tunggu aku!!”

~***~

Sooyoung merapikan rambutnya yang panjang dan keriting didepan kaca pintu lift. Dia juga berusaha membentuk senyum semanis dan seanggun mungkin. Tak lama akhirnya pintu lift pun terbuka. Sooyoung melangkahkan kakinya masuk kedalam Lift.

Sooyoung melangkah keluar begitu ia sampai dilantai tujuannya.  Sooyoung juga merapikan rok mininya sebelum melangkah pergi. Sooyoung berjalan dengan anggun bak seorang model di catwalk. Sooyoung berhenti didepan pintu ruangan. Lalu dia mengetuknya dua kali. Dan terdengar suara orang dari dalam yang menyuruhnya masuk kedalam. Maka Sooyoung membuka pintunya dan masuk kedalam.

“Annyeonghasimnika..” ucap Sooyoung sambil membukukkan badannya.

Lekaki  yang sedang sibuk dengan komputernya karena sedang mendisign sesuatu, mau tidak mau menghentikan pekerjaannya dulu dan melihat siapa yang datang.

“Sooyoung?” seru  lelaki itu.

Sooyoung tersenyum. Lalu melangkah lebih maju mendekati meja kerja Junho.

“Ternyata benar. Kepala editor majalah ini adalah junho.. dan itu memang junho yang aku kenal?” ucap Sooyoung.

Junho berdiri dari kursinya mempersilakan Sooyoung duduk. Sooyoung duduk berhadapan dengan Junho yang juga sudah duduk kembali dikursinya.

“Jadi kedatanganmu kesini untuk apa?” Tanya Junho. Sambil memainkan kembali mousenya dan menyelesaikan pekerjaannya yang sempat tertunda.

Sooyoung tersenyum kecil. Merasa diacuhkan oleh Junho.

“Aku kesini tentu ingin membicarakan pekerjaan.”

“Pekerjaan?”

“Iya.. perusahaan kami sedang gencar melakukan promosi. Dan tujuanku kesini aku mewakili perusahaan ingin mengajak kerja sama. Kami ingin majalah ini memasang iklan produk perusahaan kami.”

Junho menghentikan lagi kegiatannya kali ini dia juga menutup layar deskopnya. Lalu beralih menatap Sooyoung dengan serius.

“Apa kau bawa proposal iklan yang akan diajukan?”

“Tentu saja.”Sooyoung segera memberikan dokumen yang ia bawa sejak tadi.

Junho mengambilnya.”Oke aku akan periksa dulu besok baru aku kabarkan lagi.”

“Ouh.. baiklah..” jawab Sooyoung singkat. “Kalau gitu aku akan segera pergi.. hari ini aku mendapat undangan makan lagi.”

Junho Nampak tidak tertarik ingin tahu maka dia berkata. “ Ouh.. begitu? Ya semoga acara makanmu menyenangkan.”

Sooyoung berdiri dari duduknya dan membelakangin Junho. Dia mulai mencari akal atas rencananya.”Heem.. kudengar Hyoyeon pintar memasak ya?”

Kali ini Junho langsung tertarik mendengarnya. Junho pun segera menjawab. “Begitulah.. memangnya ada apa?”

“Hari ini dia akan memasak dirumah Eunhyuk oppa. Dan eunhyuk oppa mengundangku untuk ikutan menyicipi masakannya.”

Junho terdiam sesaat tidak mengucapkan apapun.

Sooyoung tersenyum merasa rencananya mulai berjalan. Lalu dia membalikan badannya lagi menghadap Junho. Terlihat jelas keresahan dimuka Junho. “Memangnya kau tidak diberi tahu oleh Hyoyeon?”

Junho tersenyum terpaksa. “Tidak.. mungkin ini memang acara persahabatan makanya dia tidak memberitahui ku”

Sooyoung bergumam kecil dan lalu ia berkata. “Apa kau mau ikut? Anggap saja kau aku yang mengundangnya gimana?”

Junho Nampak mulai tertarik dengan tawaran Sooyoung sekalian dia juga ingin memastikan kalau Hyoyeon dan Eunhyuk memang tidak ada hubungan apapun selain persahabatan.

“Apa tidak masalah?”

“Tidak.. tentu saja tidak.. lagi pula rumahku bersebelahan dengan rumah Eunhyuk oppa. Jika kau diusir kau bisa mengungsi dirumahku!” canda Sooyoung.

Junho tertawa sebentar. “Oh.. baiklah.. kau tunggu diluar aku akan merapikan meja kerjaku dulu.”

“Oke.. akan aku tunggu!” ucap Sooyoung dengan riang gembira.

Dia melangkahkan kakinya menuju keluar ruangan junho. Begitu dia sudah diluar. Sooyoung tersenyum penuh makna.

“Aku tidak akan membiarkan kau terus-terusan bersama Eunhyuk oppa. Jika aku tidak bisa memisahkan kalian berdua, maka aku akan mencari orang lain yang dapat membantuku memisahkan kalian juga.” Ucap Sooyoung dalam hatinya.

~***~

To be Continued…. Waiting for part.8 🙂

Advertisements

6 comments on “FF – HyoHyuk “I Can’t Let You Go..” Part.7

  1. DAEBAKKK , hyohyuk’a so sweet banget ❤ .
    ahhh , jadi sebel ama soo jadi'a ganggu aja . dia pasti mau ngerencanain yg jahat nih ama junho 😦 .

    thor , jgn lama" ya lnjutan'a . dan ending'a HYOHYUK ya 😀 . Fighting 😀

  2. Thoor lanjut secepatnya #maksa

    ffnya bagus bangeet 😀 suka banget hyohyuk moment 😀
    banyakin moment hyohyuknya ya thor. Terus endingnya juga harus hyohyuk 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s