FF (OS) CUPCAKE LOVE STORY (Yoonwon and HyoHyuk)

FF-HY-YW

FF (OS) CupCake Love Story

Spesial Ver. YoonWon & Hyohyuk

 

TITLE               :  Cupcake Love Story

AUTHOR          : UlanChoi HyoYoon

GENRE             : Drama romantic,

CAST/PAIRING: Kim Hyoyeon SNSD, Eunhyuk SUJU, Yoona SNSD, Siwon SUJU

Other Cast      : Jessica SNSD, Key SHINee

SETTING          : Seoul, Korea

RATTING         : PG-17

 

Ff ini murni tulisan dan pikiran saya.. ff ini berawal dari enam bulan yang lalu saya sedang membeli cupcake di sebuah mall. Saya melihat beberapa pemandangan romantis yang lalu saya akan ceritakan di FF ini.. tapi selebihnya adalah Pure imajinasi saya sendiri. Jika anda merasa orang itu “Mohon maaf” 🙂 So..Enjoy with the Story… dan ini hanya sebuah cerita fiksi..untuk koreksi dan pendapat pembaca tentang ff ini bisa tinggalkan komentar ^_^

 

CUPCAKE LOVE CAFÉ

Yoona dan Hyoyeon adalah perkerja paruh waktu di sebuah café kecil yang menjual cupcake dan coffe. Yoona berkerja pada bagian kasir dan Hyoyeon berkerja pada bagian pelayan atau penerima pesanan. Mereka sudah menjalani kegiatan ini selama hampir setahun. Mereka adalah teman baik bahkan mereka tinggal bersama di rumah kecil yang mereka sewa. Jika pagi sampai siang mereka harus kuliah. Maka malamnyalah mereka menghabiskan waktu bekerja di café kecil yang bernama “LOVE” café. Café  ini tidaklah terlalu mewah. Hanya saja café ini di design dengan model klasik minimalis. Bangunannya berdominan warna coklat dan marun. Kursi-kursi dan mejanya terbuat dari kayu jati yang juga dicat berwarna coklat. Lampu-lampunya berwarna pink dan putih memberi kesan romatisme.

Hyoyeon membantu Yoona memakaikan atribut seragam mereka semacam celemek untuk memasak. Tapi celemek ini bermotif bahan catton dan berenda-renda. Warnanya putih hitam sesuai dengan seragam dasar yang bermodel babydoll. Hyoyeon mengikatkan ikatan dibelakangnya dengan kencang agar tidak tebuka saat bergerak.

Lalu Hyoyeon memasang pita kecil dirambutnya yang ia ikat model ekor kuda. Yoona juga melakukan hal yang sama. Mereka tersenyum.

“Seragam ini menjadi salah satu alasan kenapa aku betah kerja disini!” ucap Yoona sambil merapikan seragam kebanggaannya. “Kau lihat kita seperti pelayan-pelayan di belanda atau  di paris. Keren ya?”

Hyoyeon tertawa. “Aneh.. kenapa kau begitu bangga dengan menjadi pelayan. Seharusnya kau bilang dengan seragam ini kita seperti putri bangsawan belanda.”

Kini Yoona yang tertawa. “Jangan Konyol putrid bangsawan mana yang terdampar seperti kita..hehhee”

“Lagi pula seragam ini memang bukan satu-satunya alasan kau betah kerja disini. Tapi alasan terkuat kau kerja disini karena menager kita kan?”

Yoona buru-buru menutup mulut Hyoyeon dengan telapak tangannya. “Hyoyeon.. jangan keras-keras. Kan aku sudah bilang ini hanya rahasia kita saja!” cetus Yoona kesal.

Hyoyeon menarik tangan Yoona yang membekap mulutnya sehingga dia hampir sulit bernapas. “Maaf aku tidak sengaja…”

Yoona memanyunkan bibirnya. “Sudah sana kerja. Nanti jika kita ketahuan sama pengawas cctv bisa bahaya!” Yoona mendorong Tubuh Hyoyeon agar ketempatnya yaitu dibagian pemesanan.

“Dan jika mendapat teguran.. seharusnya kau senang karena akan bertemu…”

“Stop!!” cegah Yoona dengan muka marah.

Hyoyeon hanya terkikik dan akhirnya keluar dari  ruang ganti menuju tempatnya bertugas. Yoona mengikutinya dan menuju meja kasir untuk berpindah jam kerja dengan penjaga kasir yang sejak pagi berkerja hingga sore.

~Kleeenenggg…~

Bunyi lonceng terdengar begitu pintu café terbuka dari luar. Itu tandanya ada pelanggan yang datang. Hyoyeon menundukan kepalanya dan memberi salam hormat untuk pelanggannya.

“Annyeonghaseyo.. ada yang bisa saya bantu.” Hyoyeon mengangkat kepalanya dan terkejut melihat siapa yang baru saja ia sapa.

“Ouh..Annyeong.. apa kau bisa berikan aku cupcake paling enak disini?”

Hyoyeon terpaku memandang Lelaki yang memakai kemeja kotak-kotak dengan semua kancingnya yang terbuka memperlihatkan T-shirtnya yang berwarna putih dan ada gambar penyanyi rocker jepang yang terkenal. Lelaki itu juga mengenakan kaca mata yang nampaknya kaca mata mins.

“Hallo..” Lelaki itu melambaikan tangannya dimata Hyoyeon dan sukses membuat Hyoyeon tersadar dari lamunannya.

“Ouh.. iya.. tentu saja.. ayo ikuti aku..” dengan terbata-bata Hyoyeon bicara. Dan berjalan dengan hati yang gemetar.

Yoona memperhatikan sikap Hyoyeon yang Nampak tidak biasanya dari meja kasir. Tapi dia tidak dapat bertanya atau sekedar meledek Hyoyeon. Karena dia sedang kerja dan kerja disini walau santai tapi dituntun untuk fokus.

“Kau bisa membeli strowbery cream cupcake didalamnya ada potongan strawberry, atau chocolate almond ini? Ini juga enak ada perpaduan coffe dan coklat dan juga taburan kacang almond diatasnya.” Jelas Hyoyeon sambil menunjukan ke cupcake yang dia maksud.

Lelaki itu memanggutkan kepalanya. “Okee.. aku ambil yang dua itu. Berikan aku masih-masing setengah lusin.”

“Baik..” Hyoyeon mencatat di kertas bon. Lalu memberikan lembar berwarna kuningnya pada lelaki itu. “Silakan dibayar. Dan cupcakenya bisa diambil dikasir..Kamsahamnida.”

Lelaki itu hanya tersenyum. Dan lagi-lagi itu membuat Hyoyeon tidak konsen. Hatinya mencelos dan berdegup tidak karuan. Hyoyeon menepuk-nepuk pipinya sendiri.

“Aku tidak mimpi.. ini benar-benar nyata! Ouh.. tuhan apa yang harus aku lakukan?” seru Hyoyeon tanpa sadar. Dia pun bersandar pada dinding dan tersenyum-senyum sendiri.

Tak lama tamu berdatangan lagi-lagi dan lagi, Hyoyeon terus melakukan pekerjaan yang sama terhadap tamu-tamu tersebut. Menyapanya dan menanyakan pesanannya.

“Yoona ssi..”

“Ne..?” sahut Yoona tanpa sadar karena sedang sibuk menghitung pemasukan uang dijam kerjanya. Yoona mengangkat kepalanya dan langsung tersenyum salah tingkah. Ternyata yang memanggilnya adalah menager café tersebut.

“Apa kau sibuk? Aku ingin meminta bantuanmu.” Tanya managernya yang sudah berdiri disampingnya.

“Tidak.. hanya saja aku sedang menghitung pemasukan. Sebentar lagi selesai. Bantuan apa?” tanya Yoona. Tapi matanya sama sekali tidak menatap wajah managernya. Dia benar-benar kaku dihadapan managernya.

“baiklah kalau begitu. He-em nanti kau pulang lewat perumahan block C kan?”

Yoona memanggutkan kepalanya. Dia sudah tahu maksud managernya itu. Ini bukan kali pertama menagernya meminta tolong Yoona mengantarkan cupcake special kerumah di blok C.

“Kalau begitu aku menitip ini. Berikan ini ada orang di perumahan block C bernomor rumah 407 Kim.” Siwon meletakan paper bag itu dimeja Yoona. “Maaf ya aku merepotkanmu.”

Yoona tersenyum. “Tidak masalah lagi pula itu searah.” Benar saja dugaan Yoona.

“Kamsahamnida.” Ucap Mangernya lalu segera berjalan pergi meninggalkan Yoona setelah dia tersenyum tulus pada Yoona.

 “Aku jadi penasaran sebenarnya rumah itu rumah siapa? Kenapa setiap seminggu sekali dia selalu memberika cupcake special yang sama? Aneh sekali? Kenapa dia tidak mengantarkannya sendiri?”

Yoona memukul kepalanya sendiri. “Aissh… apa yang sedang kau pikirkan. Cepat selesaikan perkerjaanmu!” runtuk Yoona mengomeli dirinya sendiri yang mulai berpikiran yang tidak-tidak.

~***~

Yoona dan Hyoyeon berjalan ditengah malam seusai pulang kerja. Mereka tidak naik bus atau taksi karena jarak yang ditempuh untuk pulang lebih cepat ditempuh jika berjalan kaki. Karena hanya berjarak kurang lebih 2km dari tempat kerjanya.

Hyoyeon mengeratkan tanganya pada jaketnya. Angin malam ini amat terasa dingin. Yoona bahkan lebih siap menghadapi cuaca dingin akhir-akhir ini. Dia memakai penutup telinga dan sarung tangan juga. Hyoyeon hanya menutupi kepalanya dengan pucung jaket dan telapak tangannya ia masukkan kedalam saku.

“Jadi siapa pelanggan tadi?” Tanya Yoona tiba-tiba memecah keheningan.

Hyoyeon tersenyum dan menyenggol bahu yoona dengan bahunya sendiri.

“Yoona.. aku harus bagaimana?”

“Bagaimana apanya? Aku bertanya siapa orang tadi?”

Hyoyeon menundukkan kepalanya menatap kakinya sendiri sambil berjalan. “Lee Hyuk Jae. Eunhyuk oppa. Seniorku saat di SMA.”

“Ouh.. JADI DIA!!” seru Yoona tanpa sadar berteriak ditengah jalan. Orang-orang disekitar mereka langsung memandangi mereka dengan tatapan aneh.

Buru-buru Yoona dan Hyoyeon mempercepat langkahnya. Lalu Yoona bicara lagi dan kali ini dia mengontrol volume suaranya. “Jadi dia yang bernama Eunhyuk. Hahhaa cinta pertamu?ah..bukan cinta sejatimu? Hahhaa. Aku selalu penasaran dia itu seperti apa sampai membuat kau begitu mengidolakannya dan menjadi pengagum rahasianya selama dua tahun masa sekolah.”

Hyoyeon memanggut-manggutkan kepalanya. “Benar.. bahkan sampai sekarang aku masih mengaguminya. Tadi saat dia menatapku hati ku berdegup kencang. Kencang sekali degum-degum. Seperti kita habis lari maraton. Padahal sudah tidak bertemu tiga tahun lamanya tapi begitu ketemu lagi. Itu masih sama. Rasa itu masih sama.”

“Dan sikapmu juga masih sama! Masih sama gugup dihadapannya dan memendam perasaanmu sendirian. Mau sampai kapan kau menyiksa hatimu sendiri dan menutup hatimu untuk lelaki lain?”

Hyoyeon menjitak kepala Yoona.

“Auhh.. kenapa menjitakku?” ringis Yoona.

“Habisnya kau sok bijak menasehati aku. Padahal kau sendiri terhadap manager Choi Siwon apa? Dan seperti apa sikapmu itu kau sadar tidak? Sikapmu lebih menjijikan dari padaku!” cetus Hyoyeon.

Yoona hanya terkekeh mendengarnya. Karena apa yang diucapkan temannya itu memang benar.

“Lihat. Kau setiap seminggu sekali diberi titipan untuk meberikan cupcake itu pada rumah nomor 407 kim di block C.”

“Aku kan hanya ingin membantunya..”

“Apa kau tidak berpikir siapa orang yang akan menerima cupcake itu? Bisa saja yang menerima cupcake itu ada seorang gadis cantik yang sedang ditaksir oleh Siwon manager.”

Yoona menutup matanya.” Tidak.. aku tidak mau tahu siapa orang itu!!!”

Hyoyeon tertawa kecil. “Marga managerkan Choi. Lalu rumah itu bermarga Kim.. bisa sajakan?”

Yoona membuka matanya lagi. Dia jadi berwajah sendu memikirkan ucapan Hyoyeon. “Kau benar. Seharusnya aku mencari tahu siapa orang dirumah itu yang menerima cupcakenya.”

Hyoyeon menarik paper bag dari tangan Yoona. “Hey.. apa yang kau ingin lakukan?”

Hyoyeon membuka lekatan pada paperbagnya. Lalu dia mengambil amplop biru yang menempel pada box cupcake tersebut.”Ini surat ini.. sudah berkali-kali kau mengantarkan ini. Tapi kau belum pernah mencoba membacanya dan mencari tahu siapa orangnya kan? Maka kita harus mencari tahunya sekarang.”

Hyoyeon membuka amplopnya perlahan dan mengelurkan kertas memo yang ada didalamnya. Hyoyeon pun membacanya Yoona mendengarkannya dengan baik.

“Semua kenangan indah itu masih terukir jelas kemanpun langkahku pergi. Maka teriring doa dan kasih sayangku  untukmu.. cupcake ‘Love’ ”

Hyoyeon buru-buru menaruhnya lagi didalam aplop dan meletakannya lagi diatas box cupcake.

“Ommo!! Ommo!! Apa yang baru saja aku lakukan??” seru Hyoyeon dengan panik.

Yoona menarik lagi paperbag itu dari tangan Hyoyeon. Wajahnya jadi Nampak terlihat sedih. Hyoyeon jadi tidak enak hati. Ah.. pasti Yoona jadi patah hati setelah mengetahui ini.

“Ah… apa yang harus aku lakukan? Ah… tuhan ampuni aku karena lancang membacanya!!” ucap Hyoyeon tidak jelas. Yoona sudah berjalan deluan.

Yoona menatap bangunan rumah sederhana dihadapannya. Dengan pandangan sedih. Dia meletakan cupcake itu pada kotak seperti korak surat tapi berukuran sedang. Sesuai perintah siwon yoona harus meletakannya didalam situ lalu memencet bel dua kali dan pergi.

“Siapapun kau orangnya.. makanlah ini dengan nikmat. Karena cupcake ini penuh cinta!” ucap Yoona dan air matanya jatuh. Lalu dia segera menekan bel dua kali dan berlari pergi.

Hyoyeon mengejarnya dan berusaha untuk menghibur temannya itu.

“Yoona..Yoona tunggu aku!!” teriak Hyoyeon sambil berlari-lari mengejar Yoona. Ditengah malam dengan cuaca yang amat dingin.

~***~

Saat berkerja Yoona jadi melamun. Lagi pula memang belum ada pelanggan yang datang ke café malam ini Nampak begitu sepi. Yoona memandangi photo Siwon managernya yang ada dimeja kasir. Dia Nampak tersiksa melihatnya.

Hyoyeon memperhatikan yoona yang sejak tadi hanya terdiam dengan wajah sedih didepan meja kasir. Jadi merasa ikutan sedih.

“Ahh.. ternyata Siwon manager belum move on. Tapi kenapa dia tega sekali menyuruh Yoona yang diam-diam menyukainya untuk mengantarkan cupcake itu pada mantan kekasihnya? Apa dia benar-benar tidak tahu kalau Yoona menyukainya?” ucap Hyoyeon membuat analisa sendiri.

~Kleneeennggg..”

Pintu café terbuka. Dan munculah Eunhyuk dari luar masuk kedalam. Hyoyeon lagi-lagi terpana melihat pangeran pujaannya datang kembali ke café ini. Dan Hyoyeon buru-buru menghampiri Eunhyuk dan memberi salam lalu menanyakan pesanan yang akan dipesan oleh Eunhyuk.

Yoona diam-diam memperhatikan tingkah Hyoyeon.

“Terimakasih untuk cupcake yang kemarin kau rekomendasikan padaku. Itu enak sekali. Aku ingin yang seperti kamarin.”

“Ouhh.. baik tunggu sebentar.” Hyoyeon membuat catatan pemesanan lalu merobek kertasnya dan memberikannya pada Eunhyuk.

“he-emm. Sepertinya aku pernah bertemu denganmu sebelumnya?” Tanya Eunhyuk tiba-tiba.

Hyoyeon makin salah tingkah. Dia hanya tersenyum dan menyuruh eunhyuk segera membayar cupcakenya.

“wajahmu tidak asing.” Ucap Eunhyuk lagi.

Hyoyeon tersenyum kecil dan berkata. “ Aku alumni Hangguk senior high school satu tahun dibawah anda.”

“Ouh.. jadi kau bersekolah disekolah yang sama denganku? Hhahaa.. sudah berapa lama kau kerja disini?”

Sebenarnya Hyoyeon senang karena eunhyuk mulai bertanya-tanya tentang dirinya. Tapi dia benar-benar tidak bisa mengontrol getaran dihatinya ini. “He-eem.. kira-kira sudah hampir setahun. Aku hanya kerja paruh waktu.”

“Ouh.. seperti itu? Jadi siapa namamu? Aku Eunhyuk..”

Hyoyeon jadi ingin tertawa sebenarnya. Karena eunhyuk mengajaknya kenalan. Tapi dia sudah tahu nama Eunhyuk dan semua tentang eunhyuk bahkan dia tahu. Tapi ternyata benar eunhyuk memang tidak mengetahuinya dan bahkan dugaannya selama ini juga benar. Kalau surat-surat dan hadiah yang pernah ia letakan diloker Eunhyuk waktu sekolah. mungkin hanya akan menjadi bagian dari sampah saja.

“Hyoyeon imnida.”

Eunhyuk tersenyum lagi dan dia memanggutkan kepalanya. “Baiklah..Hyoyeon ssi. Aku harus membayar ini.”

Maka Eunhyuk berjalan menuju meja kasir untuk menebus pesanannya. Dan setelah selesai membayar Eunhyuk berpamitan dengan Hyoyeon dan dia berjalan keluar dari  café. Hyoyeon masih tidak menyangka kalau hari seperti ini akhirnya datang juga. Dia benar-benar bahagia pipinya memerah dan senyumnya terus mengembang.

“Aku tahu kau pasti sangat bahaaaagggiiaaa sekali!” ucap Yoona dari tempatnya.

Hyoyeon menunduk malu sambil mengibas-ngibaskan telapak tanganya pada wajahnya mendadak ia menjadi sedikit gerah. Dia benar-benar gugup saat tadi dan saat ini dia benar-benar bahagia. Tapi dia tidak dapat berbahagia sepenuhnya karena Yoona temannya sedang sedih karena masalah kemarin.

Siwon memunculkan kepalanya dari balik ruang kerjanya. Lalu akhirnya dia berjalan keluar sepenuhnya dan menghampiri meja kasir.

“He-em Yoona..”

“Ne?”

“Malam ini kau lembur ya. Aku ingin meminta tolong untung membuat return penjualan bulan ini.”

Yoona Nampak menimbang-nimbang. Dia juga sempat memandang Hyoyeon yang sedang memperhatikannya dan mungkin juga sedang menajamkan pendengarannya untuk mendengarkan percakapan Yoona dan Siwon. Yoona seperti meminta pendapat dari Hyoyeon.

Hyoyeon mengacungkan jempol kanannya. Bertanda dia akan tidak masalah jika pulang sendirian.

“Hem.. baik..” jawab Yoona akhirnya.

“Okee..” jawab siwon lalu berjalan kebali keruangannya.

Hyoyeon tersenyum pada Yoona. “Lupakan masa lalu dan lihatlah masa depan!!” Seru hyoyeon seperti sedang membaca sebuah sajak puisi. Yoona tersenyum melihat tingkah Hyoyeon. Yoona tahu pasti Hyoyeon sedang menghiburnya karena masalah kemarin. Maksudnya tulisan yang ada di atas box cupcake tersebut.

~***~

Yoona baru saja mengganti seragam kerjanya. Hyoyeon juga baru saja pulang bersama pegawai yang lainnya. Karena sesuai permintaan Siwon si manager café tersebut maka malam ini Yoona pun terpaksa harus lembur.

Yoona mengketuk pintu sebelum masuk kedalam ruangan khusus managernya yang ada di dekat dapur. Begitu terdengar suara siwon menyuruhnya masuk maka Yoona pun membuka pintunya dan masuk kedalam. Dia mulai terlihat gugup.

“Ouh..Yoona ssi.. kemarilah..” siwon melambaikan tangannya menyuruh Yoona menghampirinya dan duduk di sofa bersebelah dengannya.

Yoona yang sedikit jadi canggung. Akhirnya berjalan dan duduk disebelah managernya. Tapi dia tetap menunduk dan tak henti tersenyum kaku.

Siwon menyerahkan kertas copy struk belanjaan pada Yoona. Yoona mulai mengambil pulpen dan kaltulator untuk menghitung semua pemasukan yang tertera pada copy struk belanjaan tersebut. Wajahnya jadi terlihat sangat serius. Diam-diam Siwon memperhatikannya dan terlihatlah senyum dibibirnya.

“Kau haus? Mau minum apa?” Tanya siwon basa-basi.

Yoona mengangkat kepalanya sedikit. “Coca cola..”

“Mwo?” heran siwon.

“Jika malam sehabis kerja seperti ini, aku dan Hyoyeon biasa meminum cola-cola atau minuman bersoda lainnya. Untuk membuat sensasi bersemangat dalam tubuh kami.”

Siwon memanggut-manggutkan kepalanya mengerti. “Untung saja di café ini punya persediaan minuman soda. Jika tidak aku pasti akan ke mini market untuk membelinya.”

Yoona hanya tertawa kecil.

Siwon keluar dari ruangannya sebentar untuk mengambil minuman soda yang ada di lemari pendingin di bagian depan toko. Tak lama dia masuk lagi. Dan Yoona masih sibuk menghitung data penjualan pada copy struk.

“Ini..” siwon memberikan satu kaleng coca-cola untuk Yoona.

“Kamsahamnida..” Yoona mengambilnya dan segera membuka penutup kalengnya.

Yoona menegaknya dan menyerngit kan dahi saat sodanya mulai terasa di mulut dan masuk keperutnya. “Segaarr..” seru Yoona tanpa sadar dan bahkan iapun sedikit bersendawa. Dan siwon yang memperhatikannya jadi tersenyum lucu.

“Ah.. mianhae..”Yoona jadi malu dan menunduk sambil meletakan kaleng coca-colanya.

“Ouh.. iya dulu kau bilang kau hanya tinggal berdua bersama Hyoyeon?” Tapi seperti Siwon tidak peduli tentang hal itu. Buktinya dia langsung membuat obrolan baru dengan Yoona.

Yoona meletakan pulpennya dimeja. “Iya.. padahal kami baru ketemu tiga tahun ini. Karena satu kampus dan satu falkutas. Dan satu nasib makanya maka kami jadi berteman baik dan memutuskan menyewa rumah kecil yang murah untuk kami tinggal berdua. Tidak jauh dari kampus dan tidak jauh dari tempat kerja.”

Siwon Nampak tertarik dengan cerita Yoona. “Nasib?”

“Iya.. aku dan Hyoyeon ternyata dulu satu SMP. Dan kami sama-sama dari keluarga biasa dan tidak popular..hhehee.”

“Hahaha… aneh sekali..” sahut siwon.

Yoona juga jadi terkekeh.

“hee-emm.. aku ingin membuat cupcake jenis baru. Menurutmu cupcake seperti apa yang yang unik, cantik dan enak?”

Yoona Nampak memikir sebentar. Lalu dia jadi ingat ketika dia bicara dengan Hyoyeon tentang cupcake yang dia inginkan. “Aku pernah bilang dengan Hyoyeon andaikan ada cupcake yang  bahan dasarnya terbuat dari coklat. Lalu ada sensasi mint blueberry, ditengahnya ada cream vanilla dan diatasnya pakai toping chocochip dan potongan marsmellow.”

Siwon menjentikkan jarinya. Lalu Siwon berseru dengan gembira. “Benar!! Benar baru membayangkannya saja itu sudah enak sekali. Itu inovasi yang bagus! Dia pasti suka.. dan akan tersenyum melihatnya.”

Yoona langsung terdiam seketika. Ketika mendengar siwon mengebut kata ‘dia’ Yoona langsung merunduk sedih.

“Dia… dia pasti wanita yang dicintai Siwon oppa. Dia wanita Block C Nomor 407 Kim.” Ucap Yoona dalam hatinya.

~***~

Sejak tadi Hyoyeon berjalan sendiri menuju jalan pulang dia merasa was-was dan merasa ada yang mengikutinya. Hyoyeon membalikkan badannya. Tapi tidak ada siapa-siapa. Hyoyeon melanjutkan jalannya lagi. Dan lagi-lagi seperti ada langkah kaki yang lain mengekorinya. Hyoyeon semakin mempercepat langkahnya agar cepat sampai rumah.

“Ya..Tuhan!!! tolong aku! Aku benar-benar takut sekarang!!” seru Hyoyeon dalam hatinya seraya berdoa meminta pertolongan.

Semakin ia berlari semakin pula orang yang mengikutinya ikut juga berlari. Hyoyeon menolehkan kepalanya kebelakang. Ternyata benar ada yang mengikutinya. Dua orang pria dewasa sedang berlari mengejarnya dan mereka terlihat sedang mabuk. Hyoyeon langsung panik, sehingga dia berbelok kekanan di tikungan pertama.

“Aggasi!! Tunggu!! Aggassi!!” Teriak lelaki yang berbadan gemuk.

Hyoyeon semakin ketakutan ketika dia sadar bahwa dia sudah melawati jalan yang salah untuk menuju rumahnya. Hyoyeon benar-benar takut saat ini.

“Ya…Aggasi berhentilah! Kita main sebentar!!” kata lelaki bertubuh cungkring.

Hyoyeon benar-benar panik. Dia celingukan. Tapi jalan yang dilaluinya adalah perumahan mewah Block A. dan keadaan jalan benar-benar sepi. Hanya ada dia dan dua lelaki hidung belang.

“Aggasi yang cantik.. jangan takut! Kemarilah.. temani kami bermain!!”

Hyoyeon berhenti belari dan mencopot sebelah sepatu ketsnya.

“Jangan mendekat! Jika kalian berani mendekat. Aku akan melemparkan ini kemuka kalian!!” ancam Hyoyeon. Tangannya mengangkat sepatu tinggi-tinggi.

Kedua pria itu tidak takut dengan ancaman Hyoyeon. Maka mereka tertawa dan semakin mendekati Hyoyeon.

Hyoyeon menutup matanya dan melemparkan sepatunya. Tapat sepatu itu mengenai dada si cungkring. Tapi karena Hyoyeon telah berani. Maka kedua lelaki itu itu semakin berani kurang hajar terhadap Hyoyeon.

Lelaki yang berbadan gemuk berlari menarik tangan Hyoyeon dengan paksa. Dan si cungkring menghampirinya dengan tertawa-tawa sambil menenteng sepatu Hyoyeon yang tadi dilemparkan kedadanya.

“Kau harus membayar sikap beranimu!” kata si Cungkring.

Hyoyeon berjongkok ketakutan sambil menutup wajahnya. “Ku mohon. Pergilah.. jangan ganggu aku!!” ucap Hyoyeon mulai menangis. Saat lelaki berbadan gemuk membelai-belai rambut Hyoyeon.

Dan Si Cungkring baru saja menyentuh pundak Hyoyeon. Tiba-tiba terdengar suara sirene mobil polisi. Kedua lelaki tersebut langsung kaget.

“Polisi..ayoo kita lari..”

Maka kedua lelaki hidung belang itu pun melarikan diri dan meninggalkan Hyoyeon sendirian yang masih menangis dan sangat ketakutan.

“Gwaenchana?”

Mendengar suara itu. Hyoyeon langsung mengangkat kepala. Benar itu adalah suara Eunhyuk. Bagaimana bisa diasaat seperti ini Eunhyuk berada dihadapannya? Berjongkok dihadapan Hyoyeon. Hyoyeon hanya mampu menatap Eunhyuk dengan pandangan amat sedih.

“Kau baik-baik saja?” Tanya Eunhyuk sekali lagi.

Hyoyeon memanggutkan kepalanya. “Hee-mm.. apa kau yang memanggilakan polisi?” Tanya Hyoyeon sambil terisak.

Eunhyuk melongo. “Polisi?” lalu dia tersenyum dan menunjukan ponselnya.  Dan mendengarkan suara sirene polisi dari ponselnya. “ini hanya ringtone ponselku.”

Hyoyeon terpana. “Jadi? Tadi itu?”

“Iya..ah.. lelaki seperti mereka hanya sampah masyarakat.”

Begitu berdiri Hyoyeon semakin menangis. Eunhyuk jadi kebingungan dan berusaha meredakan tangis Hyoyeon.

“Ya.. kenapa kau menangis lagi? Kau sudah aman.. ayolah..”

“Heem.. hiks..ehh..Gomawo..Gomawoyo..aku tidak tahu apa jadinya jika tidak ada Eunhyuk sunbaenim yang datang menolongku.” Ucap Hyoyeon dengan sungguh-sungguh.

“Ah..itu bukan apa-apa. Lagi pula aku hanya kebetulan keluar rumah dan melihat kau berlari-lari dikejar dua lelaki mabuk. Jadi aku mengikutimu dan sedikit mengerjai orang itu.”

“Tapi tetap saja.. aku benar-benar bersyukur..” ucap Hyoyeon sambil berkali-kali membungkukkan tubuhnya dan menundukan kepalanya.

“Rumahmu dimana? Akan ku antar pulang.”

Hyoyeon terkejut mendengarnya. “Tidak.. usah aku bisa sendiri.” Tolak Hyoyeon dengan lembut.

“apa kau yakin? Bagaimana kalau dua lelaki tadi bertemu denganmu lagi dijalan?” Tanya Eunhyuk.

Hyoyeon kembali merinding membayangkannya kalau dia sampai ketemu dua lelaki menyeramkan tadi.

“Ouh.. baiklah..” ucap Hyoyeon akhirnya. Sebenarnya dia sangat gugup dan jantungnya terus saja berdetak kencang.

Hyoyeon ingin melangkahkan kakinya. Tapi ditahan oleh tangan Eunhyuk.

“Kenapa?” Tanya Hyoyeon heran.

“Sepatu mu” tunjuk Eunhyuk kekaki Hyoyeon

Hyoyeon menunduk dan melihat kakinya yang sebelah pakai sepatu sebelahnya lagi hanya memakai kau kaki. Lalu mereka tertawa kecil bersamaan.

Eunhyuk kembali berjongkok sambil mengambil sepatu Hyoyeon lalu dia memakaikan sepatu itu ke kaki Hyoyeon.

“Aah..tidak usah aku bisa sendiri.” Cegah Hyoyeon sambil menangan tangan Eunhyuk.

Eunhyuk mendangak menatap wajah Hyoyeon. “ tidak apa-apa.” Lalu dia melanjutkan memakaikan sepatu Hyoyeon. Dan sebatar saja selesai.

“kamsahamnida.” Ucap Hyoyeon.

Lalu mereka naik mobil bersama menuju rumah Hyoyeon. Hyoyeon keluar dari mobil Eunhyuk. Eunhyuk tidak ikut keluar. Dia hanya menurukan jendela mobilnya dan berbicara pada Hyoyeon.

“Ouh iya.. tadi kau bertanya dengan apa kau harus membalas jasaku?” Tanya Eunhyuk.

Hyoyeon menundukan kepala. Bertanda itu benar.

“Kalau begitu kau harus membantu aku membuatkan cupcake yang enak. Tiga hari lagi Yeojachingu ku ulang tahun. Dia sangat suka cupcake. Jadi maukah kau mengajariku membuat cupcake?”

Hyoyeon terdiam. Lebih tepatnya ada sebagian kecil hatinya yang sangat terluka. Tapi karena malam ini Eunhyuk sudah menolongnya maka Hyoyeon harus membalasnya. Walau kenyataannya yang baru ia ketahui kalau selama ini eunhyuk membeli cupcake untuk kekasihnya tapi Hyoyeon harus bersikap lapang dada.

“Baiklah..” jawab Hyoyeon akhirnya.

“Besok kau pulang kerja jam berapa?” Tanya Eunhyuk.

“Seperti biasa jam sepuluh malam.”

“Aku akan menjemputmu kalau begitu. Sampai ketemu besok..heemm.. Hyoyeon ssi”

Hyoyeon menundukan kepalanya sambil mengucapkan selamat malam dan terimakasih. Eunhyuk hanya membalasnya dengan senyum lalu dia menutup kaca mobilnya dan menjalankan mobilnya meninggalkan Hyoyeon sendiri.

Hyoyeon berjalan lemas menaiki anak tangga untuk sampai kerumahnya. Hyoyeon mengeluarkan kunci dari dalam tasnya. Dan memasukan anak kunci kelubang pintu tapi gagal. Tangannya terlalu lemas. Dan dia jadi hanya terduduk lemah didepan pintu rumahnya.tidak jadi membuka pintu rumah.

Yoona baru saja tiba di gang rumahnya bersama Siwon yang megantarnya pulang dengan mobilnya. Karena rumah yang mereka sewa ada diatas tangga, maka mobil hanya bisa sampai  di bawah jalan. Yoona ingin membuka pintu mobilnya tapi Siwon buru-buru menahannya.

“Hemm.. Yoona ssi.”

“Ne?”

“Gomawo..”

Yoona hanya membalasnya dengan tersenyum.

“Karena hari ini kau sudah berkerja cukup keras membantu ku. Bagaimana kalau besok malam aku akan mentraktirmu makan dan minum?” ajak Siwon.

“Tidak perlu..” jawab Yoona datar,

“Kenapa ? kau harus mau.. ini juga sebagai honor pertama untuk inovasi cupcake darimu. Jika nanti cupcake itu sudah terrealisasikan maka kau akan mendapatkan honor berupa tambahan gaji.

Yoona tersenyum kecil lagi.

“Kau tidak boleh menolaknya!” ancam Siwon.

“Baiklah. Anda selalu menang bos.” Ucap Yoona seolah-olah memberitahu siwon kalau mereka hanya sebatas atasan dan bawahan. Atau malah kata-kata itu untuk mengingatkan yoona sendiri?

Siwon terkekeh. “Baiklah…” Siwon mengusap-usap puncak kepala Yoona. Yoona tertegun dan netap kaget ke siwon yang tersenyum padanya. Yoona jadi salah tingkah.

“Ouh.. ini sudah malam aku harus segera istirahat.”

Siwon menurunkan tangannya dan mempersilakan Yoona untuk keluar dari mobilnya. Yoona keluar dari mobil dan langsnung berlari menaiki anak tangga. Hatinya berdebar-debar tidak terkendali. Dia bahkan tidak berani menoleh kebelakang apakah siwon masih ada atau tidak.

“Hyoyeon!!”

Yoona terkejut mendapati Hyoyeon yang duduk didepan pintu.

“Yoona!!”

Yoona menghampiri Hyoyeon. “Kenapa?ada apa? Apa kita diusir hanya telat bayar seminggu?”

Hyoyeon menggelengkan kepalanya. “Anio..” jawab Hyoyeon.

“Lalu?”

“Eottoke? Tadi aku bertemu Eunhyuk oppa. Dia menolongku saat aku digoda dua lelaki mabuk. Sebagai ucapan terimakasih dia meminta aku mengajarinya cara membuat cupcake untuk hadiah ulang tahun kekasihnya.” Cerita Hyoyeon lalu dia mulai menangis.

Yoona mengerti sekarang. Dia ikutan duduk di samping Hyoyeon. “Maaf..karena kita  pulang tidak bersama kau jadi mengalami hal buruk.” Ucap Yoona.

Hyoyeon hanya menangis. “Tapi hari ini suasana hatiku sama buruknya denganmu. Siwon oppa meminta ide ku tentang  cupcake. Tapi ternyata dia mau membuat cupcake baru lagi-lagi dipersembahkan untuk wanita di blok C.” cerita Yoona dan dia juga mulai menitikan air mata.

Hyoyeon memeluk Yoona. “Kita harus tegar.. walau hidup dan percintaan kita sama buruknya.”

Yoona balas memeluk Hyoyeon dan menepuk-nepuk punggung Hyoyeon. “Kau benar kita harus tegar walaupun ternyata jatuh cinta membuat hati terasa sangat sakit.”

~***~

Hyoyeon merapatkan jaketnya dan sesekali membetulkan penutup telinganya juga. Cuaca malam ini lebih dingin dari malam-malam sebelumnya. Dia menunggu diluar café sendirian. Ternyata Eunhyuk telat 20menit dari perjanjiannya.

Tak berapa lama akhirnya Eunhyuk tiba juga dengan mobilnya yang berwarna hitam. Dia menurukan kacanya dan menyuruh Hyoyeon masuk kedalam mobil. Hyoyeon segera masuk kedalam mobil.

“Maaf kau pasti sudah menunggu lama.” Ucap Eunhyuk tanpa memandang Hyoyeon. Terlihat expresi wajah Eunhyuk yang beda dari kemarin.

“Ouh.. tidak.. aku juga baru keluar”

Eunhyuk tersenyum kecil dan mulai menjalankan mobilnya. “Aku belum sempat membeli bahan-bahan untuk membuat cupcake. Karena aku tidak tahu. Jadi kita mampir ke supermarket dulu ya.”

“Ne.. Sunbaenim? Apa kau sakit?” Tanya Hyoyeon karena melihat wajah Eunhyuk yang sedikit pucat.

“Tidak. Hanya saja sebelum kesini aku mengalami sedikit masalah.”

“Ouh..begitu”

Hyoyeon seperti biasa dia hanya terdiam dan berupaya menenangkan hati dan pikirannya sendiri. Tak membutuhkan waktu lama. Akhirnya mereka tiba disupermarket yang buka 24jam. Maka mereka segera turun dari mobil dan menuju dalam untuk mencari bahan-bahan yang diperlukan.

Hyoyeon mengambil keranjang belanjaan. Mereka berjalan bersama. Menuju ke perlengkapan dapur.

“Apa bahan dasar untuk membuat cupcake?” Tanya Eunhyuk sambil mereka berdua mengelilingi etalase bagian tepung terigu.

“Tepung terigu, telur ayam, margarin, dan gula halus.” Jawab Hyoyeon sambil mengambil satu bungkus terigu.

“Hanya itu?”

“Ne..itu bahan dasarnya. Lalu jika kau ingin rasa yang berpariasi dan lebih enak baru ditambahkan bahan-bahan lainnya.” Jelas Hyoyeon “Sperti soda kue, lalu vanili, heem.. coklat bubuk, strowbery bubuk dan perisa rasa seperti rasa mint blue berry dan lain-lain. untuk mempercantiknya kita bisa menambahkan topping seperti kacang almond potongan strawberry  atau keju.”

“Ouh… seperti itu ya…”

Lalu mereka berjalan lagi mengitari sekitar situ untuk membeli bahan-bahan yang tadi disebutkan oleh Hyoyeon.

“Cupcake akan terasa sangat lezat jika baru masak. Tapi cupcake dapat bertahan selama tiga hari.”

“Tiga hari? Heemm..”

Hyoyeon berjinjit untuk mengambil coklat bubuk yang ada dietalase atas. Tapi Nampak kesususahan. Eunhyuk membantunya mengambil dan terlihat begitu mudah untuk diraih. Hyoyeon jadi tersenyum dan mulai salah tingkah.

“Sudah semua..” ucap Hyoyeon.

“Kalau begitu ayoo kita beli cemilan.” Ajak Eunhyuk. Hyoyeon mengekori di belakangnya.

~***~

Yoona dan Siwon duduk berhadapan di meja makan sebuah rumah makan sederhana di pinggir jalan.  Diatas meja baru saja tersajikan dua bangkuk Ramnyum special, dan satu botol Soju. Siwon mengambil sumpitnya. Dan bersiap untuk memakannya. Yoona mengikuti mengambil sumpit Juga.

Siwon mengangkat mangkuknya dan makan ramyunnya dengan lahap. Sedangkan Yoona menikmati ramyun dihadapannya dengan perlahan-lahan.

“Cuaca dingin seperti ini memang paling nikmati makan ramyun yang masih panas.dan minum beberapa gelas soju. Tubuh menjadi hangat.” Siwon mulai berbicara sambil makan.

“Kenapa kau makan sedikit sekali? Jika kurang kau boleh menambah.” Ujar Siwon.

Yoona tidak menjawabnya.

Siwon melanjutkan makan lagi. Siwon terlihat seperti orang yang sangat kelaparan. Dan hanya beberapa menit saja Ramyun spesialpun habis dilahapnya. Siwon meletakan mangkuknya diatas meja dan bersendawa.

“Ah..masita!!”

Yoona hanya tersenyum kecil melihat sikap Siwon.

Siwon dalam diam dan melipat kedua tangannya diatas meja memperhatikan Yoona yang sedang makan ramyun dan sedikit merasa kepedasan. Siwon buru-buru menuangkan segelas soju. Yoona mengambilnya dan meminumnya. Lalu dia melanjutkan makan lagi. Siwon menatapnya lagi dan matanya seakan-akan terssenyum melihat Yoona.

“Yoona ssi”

“Hem?” sahut Yoona sambil mengelap mulutnya dengan kain lap yang disediakan.

“Apa kau pernah bertanya-tanya kenapa aku selalu menyuruhmu memberikan cupcake diam-diam kerumah yang sama itu?”

Yoona terdiam. Mendengar siwon menanyakan hal itu padanya. Ya jelas saja jawabannya pernah. Dan bahkan sampai sekarang masih menjadi beban pikiran Yoona.

Siwon menuang sojunya lagi lalu menenggang habis.

“Pasti dia wanita yang sangat special untukmu?” Tanya Yoona.

Siwon tersenyum. “Kau benar..dia sangat special untukku.”

Yoona menahan napas. Berusaha menguatkan hatinya.

“Apa kau benar-benar meletakan cupcake itu lalu kau langsung berlari pergi? Apa kau tidak pernah berniat melihat siapa yang mengambil dan bagaimana keadaan orang itu?”

Yoona tertunduk. “Aku hanya menjalankan sesuai apa yang kau perintahkan.”

“Kau benar.. kau memang harus melakukan itu. Bahkan aku saja tidak berani hanya melakukan hal itu saja.”

Yoona mulai tidak mengerti dengan ucapan siwon. Tapi Yoona sedikit tahu kalau siwon ternyata tidak pandai mengungkapkan perasaannya dan hanya bersikap pengecut seperti itu.

“Apa dia orang masa lalu anda? Ouh.. maksudku..” Yoona mengutuki dirinya sendiri yang kelepasan bicara.

“Iya… dia menganggapku adalah masa lalu. Tapi aku tidak bisa menganggapnya masa lalu.”

Yoona berusaha membesarkan hatinya, untuk menerima kenyataan kalau Siwon masih mencintai orang dimasa lalunya. Dan berarti pupuslah sudah harapannya mencintai siwon dan berharap mendapat balasan cinta darinya.

“Lalu kenapa anda menjadi sangat pengecut seperti ini? Apa urusan anda sebelum berpisah begitu rumit? Hingga untuk bertemu saja anda tidak berani?” Tanya Yoona dengan berani.

Siwon tersenyum sedih. “dulu aku sudah menemuinya tadi dia tetap sama dengan pendiriannya untuk menganggapku tidak pernah ada didunia ini.” Dan siwon mulai menangis.

Yoona kebingungan kepana siwon, menangis sekarang? Seharusnya dia yang menangis. Karena harus mendengarkan cerita dari orang yang dia sukai malah mencerikan tentang cinta masa lalunya dan apalagi dia masih tergantung dengan masa lalunya.

“Dulu dia yang mengajarkanku cara membuat cupcake yang enak. Sehingga aku berambisi untuk membuat café yang menyediakan variasi cupcake yang lezat dan beberapa jenis kopi. Tapi belum sempat aku mewujudkan impianku dia meninggalkanku membuangku.”

Yoona mencekal tangannya. “Kenapa kau menjadi cengeng seperti ini!!!” marah Yoona. “Jika kau membutuhkannya bilang langsung padanya. Tidak peduli kau mau ditendang berapi kali olehnya. Dari pada kau terus-terusan menahan sedih seperti ini!”

Siwon mengangkat wajahnya dan menatap Yoona. Dada Yoona naik turun karena emosi. Matanya sudah berkaca-kaca menahan tangisnya. Siwon berdiri dari kursinya dan berjalan mendekati Yoona. Lalu dia memeluk Yoona. Yoona tersentak kaget kenapa mendadak Siwon memeluknya? Airmatanya ikutan tumpah.

~***~

Hyoyeon dan eunhyuk terlihat sibuk didapur rumah Eunhyuk. Hyoyeon sedang mengocok adonan dasar dalam satu wadah menjadi satu dengan mesin mixer sampai adonan mengental dengan tekstur lembut.

Eunhyuk memotong strawberry menjadi bentuk dadu sesuai yang diajarkan Hyoyeon. Dan lalu memerut keju juga.

Eunhyuk sudah selesai lalu dia menghampiri Hyoyeon dan berdiri disebelah Hyoyeon.

“Apakah dulu kau salah satu wanita yang menitipkan surat dan hadiah di lokerku?”

Hyoyeon terkejut. Dia mematikan mesin mixernya.

“Ani.. bukan aku..” jawab Hyoyeon bohong.

“Oh.. kukira itu kau..soalnya aku sempet melihat ada seorang wanita tingginya kira-kira setinggi kau. Rambutnya coklat dan dia mengikat dua rambutnya seperti ini.” Eunhyuk menarik rambut Hyoyeon kiri kanan membuat seperti kunciran dua.

Hyoyeon semakin deg-degan dibuatnya. Karena apa yang dideskripsikan Eunhyuk memang dirinya.

“Lalu dia seperti berdoa didepan lokerku seperti ini.” Eunhyuk mulai membisikan kata-kata Hyoyeon dulu saat habis meletakan hadiah untuk Eunhyuk. “Tuhan.. aku memang terlihat bodoh seperti ini. Tapi aku memang tidak dapat melakukan hal lain selain ini. Tuhan berikan dia kebahagian.”

Hyoyeon menunduk sedih mengingat itu. Eunhyuk melepaskan tangannya dari rambut Hyoyeon. Eunhyuk memiringkan kepalanya agar dapat melihat wajah Hyoyeon. Setelah melihat wajah Hyoyeon yang menjadi sedih. Eunhyuk tersenyum dan berkata “Gomawo.”

Hyoyeon mengangkat kepalanya. “Untuk apa?”

“Untuk doamu dan hadiahmu.” Jawab Eunhyuk.

Hyoyeon tersenyum kecil.

Eunhyuk mencolek adonan dengan jari telunjuknya lalu ia tempelkan dipipi kiri Hyoyeon.

“Apa yang kau lakukan?”

“Menghiasi wajahmu.. hahaa. Aku belum pernah melihat mu bemake-up seperti wanita lain. dan bahkan dimalam from night. Kau hanya memakai Dress warna pink selutut dan make-up sederhana.”

“Jadi kau tahu aku?” Tanya Hyoyeon tidak percaya.

“Iya Kim Hyoyeon anak kelas 2-3 iyakan?” lalu Eunhyuk mencolekkan kembali adonan kue dipipi Hyoyeon.

“Eunhyuk oppa!!” seru Hyoyeon lalu dia membawa sisa tepung yang ada dipiring. Dan ingin menaburnya ke wajah Eunhyuk tapi Eunhyuk dengan sigap menarik tangannya dan meniup tepung itu kearah wajah Hyoyeon dan sukses membuat wajah Hyoyeon jadi putih celemotan dengan tepung dan adonan cupcake.

“Hahahha…ahahaa… Kau lucu sekali.. “Eunhyuk tertawa terbahak-bahak meledeki Hyoyeon.

Hyoyeon hanya terdiam. Dia bingung harus sedih atau bahagia saat ini. Jika dia tidak tahu kalau Eunhyuk sudah mempunyai kekasih pasti dia akan sangat bahagia saat ini. Tapi kenyataan tetap kenyataan.

~****~

Siwon mengajak Yoona kerumah yang ada di block C nomor 407 Kim. Mereka masih bersama didalam mobil dalam diam. Yoona turun dari mobil akhirnya sambil membawa paper bag berisi cupcake seperti biasa lalu dia menekan belnya dua kali. Kali ini Yoona tidak langsung kabur atau meletakan cupcake itu di box besar tapi dia berdiri didepan pintu menunggu pintu terbuka.

Yoona menekan belnya dua kali lagi. Karena belum ada juga yang merespon ataupun keluar dari dalam rumah. Siwon memantaunya dari dalam mobil. Wajahnya terlihat sangat gelisah dan pucat.

Yoona mendengar ada suara anak laki-laki yang sedang mengumpat kesal dari dalam rumah karena malam-malam memainkan bel dan mengganggunya.

Yoona mundur sedikit dan pintu pager yang terbuat dari papan terbuka. Berdirilah disana seorang anak lelaki yang memandang Yoona dengan kesal.

“Nuguya!!” teriak anak lelaki itu.

“Eh.. nega.. nega.. hemm.. Im Yoona.”

“Im Yoona? Cari siapa ada perlu apa?” Tanya anak lelaki itu dengan nada marah.

“Apa kau Kim KeyBum?” Tanya Yoona hati-hati.

Lelaki itu memicingkan matanya tajam. “Iya aku key.. ada apa? Apa aku mengenalmu?”

Yoona menggelengkan kepalanya. “Anio kita sama-sama tidak kenal. Key apa aku bisa bertemu dengan eomma mu?”

“Uri eomma?”

“Ne..” Yoona mendekatkan diri pada key dan membisikan sesuatu pada Key.

Key celingukan mencari mobil hitam yang dimaksud Yoona. Dan dia dapat melihat dari balik kaca ada siwon yang Nampak bersembunyi didalamnya. Key berjalan menghampiri mobil itu. Siwon buru-buru menaikkan kaca mobilnya.

Key mulai menggedornya. “Hyung!!!! Yaa!!! Hyung!!!!” teriak Key dengan marah.

Siwon Nampak ketakutan didalam. Yoona menghampirinya dan memerintahkan siwon untuk keluar dari dalam mobilnya.  Akhirnya siwon keluar dan berdiri berhadapan dengan Key.

“Apa yang sedang kau lakukan? Jadi benar yang setiap seminggu sekali mengirimkan cupcake itu adalah kau hyung”

“Iya..” jawab siwon datar. “Siapa wanita bernama Im yoona itu? Apa dia kekasihmu? Aigooo jadi kau berani datang kerumah lagi hanya untuk meminta doa restu pada eomma?” Ledek Key.

Siwon dan Key menatap Yoona yang hanya berdiri mematung. Tidak sadar bahwa dia sedang dibicarakan yoona malah tersenyum pada siwon dan key.

“Tepat! Dia pasti kekasihmu!” tuduh Key.

“AKu kisini bukan untuk itu. Tapi aku kesini. Ingin bertemu eomma.”

Key terdiam sesaat. Lalu dia menepuk pundak siwon “bagaimana pun dia tidak mau bertemu denganmu hyung.”

“Sekali saja.. ada kata yang harus kuucapkan. Dan aku ingin melihatnya sekali saja.”

Key terdiam lagi. Lalu dia berjalan kearah rumahnya lagi. Yoona dan Siwon Nampak bingung. Key menoleh.”Apa yang kalian lakukan? Ayo masuk.”

Yoona tersenyum pada Siwon dan mereka mengikuti Key masuk kedalam rumah.

“Eomma!!” panggil siwon begitu melihat wanita yang sebagian rambutnya sudah memutih yang duduk diatas kursi roda.

Wanita itu Nampak shock melihat kedatangan siwon.

“Key.. siapa dia? Kenapa dia ada disini?” teriak wanita itu pada key.

Key menarik lengan Yoona dan mengajak Yoona mengikutinya. Kini tinggal siwon dan eommanya bedua diruang tengah.

Siwon dengan kaki gemetar melangkah maju menghampiri ibunya dan dia berlutut diadapan ibunya sambil menangis.

“Eomma…emomma.. Bogoshiposeo” ucap Siwon terbata-Bata.

Wanita itu mamalingkan wajahnya tidak mau menatap siwon anaknya.

“Eomma.. walau kau bilang aku bukan akanmu tapi selama dua belas tahun aku hidup bersamu. Walau aku ada karena sebuah kecelakaan dan appa yang tidak bertanggung jawab tapi aku masih ingin kau yang menjadi ibuku bukan yang lain. aku tidak akan mengganggumu lagi jika kau masih menganggapku anakmu.”

Ibu siwon menoleh. Dia membelai kepala siwon yang masih berlutut dihadapannya. “anak-ku anak-ku..” lalu siwon sedikit berdiri dan memeluk Ibunya. Dan mereka menangis bersama.

Yoona tersenyum lega melihat adegan itu bersama Key yang menangis. Jadi selama ini Yoona hanya salah paham. Sebenarnya cupcake yang sering dia antarkan untuk  rumah di block C No.407Kim adalah  untuk ibu kandung Siwon yang sekarang tinggal berasam suaminya yang bermarga kim yaitu ayah dari Key. Siwon terpisah oleh ibunya karena menyangkut hak asuh atas ayah siwon yang lebih kaya raya dan pasti bisa merawat siwon dengan baik, karena saat masih umur belasan tahun siwon sering sakit. Dan karena ibu siwon dilarang untuk bertemu siwon oleh suami lama maupun suami barunya maka ibu siwon memutuskan kalau siwon bukanlah anaknya lagi. Dan sejarah cupcake di café love adalah atas nama ibu siwon yang sangat menyukai cupcake. Dan yang terpenting sekarang yoona tahu kalau wanita itu bukan mantan kekasih siwon melainkan ibu siwon. Dan dia juga punya kesempatan yang pasti akan mendapat balasan cinta Siwon.

~***~

Bel pintu rumah Eunhyuk terus berbunyi. Eunhyuk melangkahkan kakinya kepintu dia membukanya. Betapa terkejutnya Eunhyuk mendapati seorang gadis yang berdiri sambil membawa dus besar. dan seekor anjing kecil dihadapannya.

“Jessica, Untuk apa kau datang kesini?” Tanya Eunhyuk dengan nada sinis.

Jessica melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah Eunhyuk dan meletakan kardus yang ia bawa diatas meja. Sedangkan seekor anjing kecil berwarna coklat ia biarkan saja mulai berlari-larian di rumah Eunhyuk.

Hyoyeon baru saja keluar dari toilet dia usai membersihkan wajahnya dari bekas adonan. Cupcake. Hyoyeon berjalan kedapur untuk mengecek open yang sedang memanggang cupcakenya.

Hyoyeon terkejut ketika mendapati seekor anjing kecil menjilati  kaki  Hyoyeon.

“Ommo.. siapa ini?” lalu Hyoyeon menggendong anjing kecil berwarna coklat.

“Apa kau milik Eunhyuk oppa?” Hyoyeon menggendongnya mencari Eunhyuk.

Hyoyeon berhenti ditempat ketika melihat Eunhyuk sedang berdiri membelakanginya dan berbicara dengan seorang gadis cantik. Hyoyeon memojokkan dirinya pada dinding. Dan mendegarkan apa yang dibicarakan eunhyuk dengan wanita itu.

“Besok aku akan pergi ke Amerika. Karena hubungan kita sudah benar-benar berakhir maka ini aku kembalikan. Dan choco rawatlah dia aku tidak bisa membawanya pergi ke Amerika.” Ucap wanita bernama Jessica itu dengan nada dingin.

Eunhyuk memandang sinis ke Jessica. “Jadi seperti ini? Tetap tidak ada perubahan?  Jadi selama tiga tahun ini kau anggap hubungan kita hanya main-main? Dan kau bisa pergi seenak mu saja?” teriak Eunhyuk penuh emosi.

Hyoyeon yang mengupingi sampai terkejut. Anjing coklat yang bernama choco itu mulai menjilati pipi Hyoyeon.

“Orang yang sudah menikah saja bisa berpisah karena cinta sudah tidak dirasa. Maka bukan masalah jika aku ingin berpisah darimu!” tegas Jessica.

“itu didalam box itu aku kembalikan semua apa yang pernah kau berikan untuk ku! Aku sudah tidak cinta oppa lagi. Aku benar-benar tidak bisa bertahan. Mianhae… semoga ini yang terbaik. Dan semoga appa bisa menemukan pengganti ku yang lebih baik.” Tandas Jessica lalu berjalan keluar rumah Eunhyuk dan meninggalkan Eunhyuk yang hanya mematung.

Tak lama Jessica pergi. Eunhyuk membuka box yang tadi diletakan Jessica diatas meja. Dia tersenyum ngeri melihatnya. Dan tanpa sadar Eunhyuk menarik kardus itu dan melemparnya kelantai dengan penuh emosi.

Hyoyeon menjerit keget dan Choco melompat dari gendongan Hyoyeon dan berlari menghampiri Eunhyuk. Hyoyeon berjalan berlahan mingikuti Choco.

“Arggghhh..!!!!” teriak Eunhyuk frustasi sambil menendangi lampu belajar yang ada dilantai. Eunhyuk mulai menagis dan masih berusah menghancurkan apapun yang ada didalam kardus itu semuanya rata-rata ada pajangan kamar. Seperti lampu tidur. Boneka, alarm, pas photo.

“Sunbaenim..” Hyoyeon mendekati Eunhyuk mencoba menenangkan Eunhyuk.

“Jangan mendekat!!” omel Eunhyuk.

“Sunbaenim..” Hyoyeon tetap berjalan mendekat.

“Apa kau sudah melihat semuanya? Apa kau masih begitu mengidolakan aku? Menyukai aku? Dan apa kau masih berharap aku bahagia?” Tanya Eunhyuk seperti memarahi Hyoyeon. “Aku adalah lelaki kesepian dan dicampakkan.” Eunhyuk jatuh terduduk dan menangis.

Hyoyeon tetap menghampiri Eunhyuk dan memeluk Eunhyuk. Dan berusaha menenangkan Eunhyuk.

Jadi Eunhyuk tinggal sendiri dirumah yang sangat besar itu. Orang tua eunhyuk meninggal dalam kecelakaan tujuh tahun lalu, dan hanya meninggalkan harta warisan yang sangat banyak sehingga dapat dinikmati Eunhyuk. Dan hari ini Hyoyeon melihat sendiri lagi-lagi eunhyuk ditinggalkan orang yang ia cintai. Dan dicampakkan begitu saja.

~***~

SATU MINGGU KEMUDIAN.

~Kloonnteengg…~

Pintu café terbuka dan munculah Eunhyuk yang masuk kedalam. Hyoyeon menyambutnya dengan senyuman. Eunhyuk juga tersenyum padanya dan menghampiri Hyoyeon.

“Jam berapa kamu pulang?” Tanya eunhyuk.

“Tiga puluh menit lagi..”

“Baiklah aku akan menunggumu..” jawab Eunhyuk tak lepas dari senyumnya. “Ouh iya.. selagi ku menunggu berikan aku dua cupcake yang paling enak dan satu chocochino hangat.”

“Baiklah.. silakan duduk. “ Hyoyeon mendorong tubuh Eunhyuk agar duduk dikursi dekat dia berdiri melawayani pembeli.

Lalu mereka berdua tertawa.

“Oh.. Yoona ssi.”

Yoona menoleh kebelakang dan disana sudah ada siwon yang berdiri. Yoona tersenyum pada Siwon. Siwon menyerahkan selembar kertas memo pada Yoona.

“Apa ini?”

“Baca dibalikkanya.” Perintah siwon lalu dia mengusap kepala Yoona dan bergi ke ruangannya lagi.

Mari kita pergi bersama setelah café tutup 🙂 ada yang ingin aku bicarakan.

Yoona tersenyum dan menyimpan segera kertas memonya didalam saku seragamnya.

~***~

Yoona dan Hyoyeon sama-sama berada di taman pinggir sungai Han. Walau di posisi yang beda dan juga dengan orang yang berbeda.

Yoona berdiri bersampingan dengan Siwon sambil menikmati air soda. Siwon terlihat Nampak gugup dan Yoona juga demikian.

Siwon melempar kaleng sodanya masuk ke tong sampah.

“Bisakah kau memberikan jawaban yang kemarin itu sekarang juga?”

Yoona menoleh dan menatap heran ke siwon. “Jawaban yang mana? Atas pertanyaan apa?” Tanya Yoona pura-pura tidak tahu.

Siwon menyunggingkan senyumnya. “Jangan pura-pura melupakannya padahal kau tidak bisa tidur semalamkan?”

“Ommo.. baimana oppa bisa tahu?” curiga Yoona.

“Hanya menebak saja.”

“Ah… aku belum memutuskannya.” Jawab Yoona berbohong.

Siwon cemberut. “ya sudah kalau begitu ciuman yang kemarin aku tarik kembali.”

Dengan cepat Siwon menarik kepala Yoona dan mencium bibir Yoona kaleng soda yang didenggam Yoona sampai jatuh ketanah. Sama seperti ciuman kemarin saat dia menyatakan cintanya pada Yoona.

“Ah.. mana ada yang seperti itu?” Yoona pura-pura ngambek.

“Makanya berikan aku jawaban.” Tagih siwon lagi.

“Tutup matamu!”

Siwon langsung menutup matanya. Yoona menempelkan bibirnya ke bibir Siwon “Saranghae.” Siwon tersenyum bahagia dan langsung memeluk Yoona erat-erat.

Disisi lain Hyoyeon dan Eunhyuk juga terlihat sedang dalam obrolan yang serius. Hyoyeon duduk diatas kap mobil Eunhyuk. eunhyuk berdiri disampingnya.

“Terima kasih..”

“Untuk apa?” Tanya Hyoyeon.

“Untuk semua. Yang telah terjadi selama ini.”

“Aku ini bukan pahlawan.” Canda Hyoyeon.

“Ya.. apalah itu. Jika hari itu tidak ada kau maka aku benar-benar akan bunuh diri.”

“dan jangan bernah berani melakukannya lagi!” potong Hyoyeon.

Eunhyuk menyeringai.

“Hyoyeon?”

“Ne?”

Eunhyuk memutar tubuhnya jadi berhadapan dengan Hyoyeon.

“Apa kau masih menyukaiku? Mencintaiku?”

Hyoyeon membelalakan matanya. Terkejut dengan pertanyaan Eunhyuk padanya.

“Bagaimana?” Tanya Eunhyuk lagi.

Hyoyeon dengan malu-malu akhirnya memanggutkan kepalanya.

Eunhyuk tersenyum lebar. “Kalau begitu beri aku kesempatan untuk menjalin cinta bersamamu. Dan ajari aku segala hal yang kau namakan bahagia.”

Hyoyeon ternganga tidak percaya. “Ne?”

“Aku juga ingin mencintaimu dengan tulus dan hanya kamu!” tambah Eunhyuk.

Hyoyeon lagi-lagi tidak dapat bicara banyak. Dia hanya mampu berkaca-kaca karena terharu mendengarnya.

Eunhyuk semakin mendekati Hyoyeon yang duduk diatas mobilnya. Eunhyuk meraih tangan Hyoyeon yang berbegangan pada kap mobil. Lalu bibirnya mulai mendekat kebibir milik Hyoyeon. Hyoyeon perlahan menutup matanya. Dan sentuhan lembut dari bibir Eunhyuk pun dapat ia rasakan. Eunhyuk menciumnya. Air mata kebahagia Hyoyeon menetes dari matanya.

~**** HAPPY ENDING ~***~

Hah..selesai juga ^^ dadakan hanya sehari selesai. Gara-gara dapat Cupcake gratisan 😀 Komentarnya ya jangan lupa.. FF YoonWonHae-nya masih dalam proses penulisan.. kekkekee agar part.3nya lebih baik. Dan baca juga ff Hyohyuk “I can’Let You Go part.7” dan Juga FF Shinee&SNSD di “Hello my Juliette part.5 dan 6”  kamsahamnida.

By : @Lovelyulan / Mysonelfwol.wordpress.com

Advertisements

43 comments on “FF (OS) CUPCAKE LOVE STORY (Yoonwon and HyoHyuk)

  1. (ʃƪ´▽`)♥ So sweet…. Ah, ahjumma kau memang pandai membuat aq kagum dengan cerita-ceritamu… Sampai2 aq menitikkan airmata bahagia #lebay… ☺ķªª¥ ;), ada beberapa typo, tp gak ganggu… Manis banget sih ceritanya semanis cupcake, jadi pengen makan cupcake kan jadinya, duh belinya jauh lagi *lol…
    Ayo bikin lagi yg lain, jd suka kan ma hyohyuk gegara drmu (˘_˘)ck! (˘_˘)ck! (˘_˘)ck! … Tp aq baca klu ada yoonwonnya aj ya #plak… Ff YoonWonHae ditunggu… (ง’̀⌣’́)ง

    • *tepuktangan* yeehh…pengomentar pertama.. hihihi panjang ya OS na? Typo?? wkkww suka begitu ini Keyboardnya licin #alasan hahaha terima kasih terima kasih.. yang enak cupcake di GI eomm.. hahaa tapi aku sukanya yang jenisnya gratisan 😀 sipp ditunggu aja.. tar publishnya sekalian sama FF ES part.15

      • aq udah gak d jakpus lg jd GI jauh (˘̩̩̩^˘̩̩̩ƪ) , yg di MTA atau CP ad yg enak gak? *kok jd ngomongin cupcake sih
        ☺ķªª¥ 😉 ditunggu ESnya, endingnya tersenyum bahagia kan… Hihihi, YoonWonHae harus adil!!!

      • enak aja sih kalo gratisan hhahaa…
        ES sebenarnya ga mau ngelanjutin tapi lanjutin deh sebelum hiatus dari YWK.. soalnya bentar lagi kuliah.. and Yoonwonhae klo adih mereka nikah bersama 😀 Lol

  2. yoonwon dan hyohyuk so sweet.aku jadi suka hyohyuk juga.tapi kok kapan siwon menyatakan cintanya ke yoona?siwon langsung minta jawabannya
    Buat lagi ff yoonwon ya author?! Gomawo 🙂

  3. Haii oenni ulan,,, 🙂

    Aq jd senyum” sdri baca.a cerita.a bagusss bangett
    Onni buat FF yoonwon lagii yaaaa

    Saranghae oenni ulan… 🙂
    Annyeong #bow

  4. Yeeaayy!!
    dapet ff yoonwon lagi ..
    Ayo dong eon, bkin ff yoonwon banyak2 ..
    Trutama OS dr eon slalu ditunggu u,u
    aku cuma baca ff yg MC nya yoonwon aja loh!!
    #emangpenting

  5. aku kira yg brmarga kim itu mntan kekasihnya siwon ,ekh trnyta eomanya … n dsni jessica koq kejam bgt ya mtusin eunhyuknya ,, 🙂
    tpi akhrnya happyend jga baik itu yoonwon maupn hyohyuk .. mkin cnta sama mreka …

  6. Horay!
    Happy Endiiiiinnnggg!!
    Ini ngepas banget ya ngepost nya pas tanggal ulang tahun seseorang yang aku suka, udah lebih dari 2 tahun belakangan *malahcurhat-_-*
    Isinya itu loh bisa pas banget sama keadaanku..
    Tapi aku cuma mengagumi, belum ada ending nya. Aku juga nggak tau dia suka sama aku atau nggak 😦 *curcooooollll* -_-
    Balik lagi ke komen FF nya, bagus eon!
    Aku bacanya menghayati banget :’)

  7. kereeen bangett!! daebak!! aduh baca oneshoot kadang kadang kurang puas tapi yang ini lengkaap pas banget ^^ alurnya juga ga kecepetan pokoknya kereen ^^

  8. Tadinya aku sempat jantungan
    aku pikir tadi wonppa benar2 punya pacar, ternyata Yoonwon slma ini memendam perasaan yg sama. Dan Hyo Hyon cintanya tdk bertepuk sebelah tangan,
    endingnya berakhir dgn bahagia
    so sweet………
    Authornya daebak bgt

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s