FF YoonWonHae – Beetween Love Good and Bad Boy (Part.3)

SiwonYoonaDonghae

SiwonYoonaDonghae

BETWEEN LOVE OF GOOD AND BAD BOY

좋고 나쁜 남자의 사랑 사이

( Johgo Nappeun Namja ui Salang Sai )

PART. 3

Judul               : Between Love of Good and Bad Boy

Type                : Sequel / Level part. ( Part Tiga )

Author             : UlanChoi Hyoyoon

Genre              : Romance,Comedy,Sad,Drama

Rating             : PG-17

Main Cast        : Yoona SNSD,Siwon and Donghae SUJU

Other cast        : Hyoyeon,Seohyun,Tiffany SNSD, Eunhyuk,Kyuhyun,Ryeowook SUJU

 

Yoona menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut tebal diatas kasur. Tidak! Ia bukan sedang tidur ataupun sedang sakit. Dia hanya enggan menggerakkan tubuhnya turun dari atas kasur dan bergegas untuk menuju ke kampus seperti biasanya.

Pintu kamarnya yang tadi tertutup rapat tiba-tiba terbuka. Kyuhyun seperti biasa menyelonong masuk tanpa permisi dan berdiri disamping kasur Yoona sambil berkacak pinggang dan menggelengkan kepalanya.

“Ya..!!ya!!! Yoona-ah!! Irona haseyo!! Irona!!” teriak Kyuhyun sambil memukuli tubuh Yoona dengan boneka  Rilakuma kesayangan Yoona.

“Jangan ganggu aku!” Teriak Yoona dari balik selimut.

“Mwo? Apa kau bilang? Heh! Ini hari senin bukankah kau kuliah pagi? Ini sudah pukul tujuh pagi!”

Yoona membuka sedikit selimutnya dan menongolkan kepalanya menatap kakak lelakinya itu dengan muka memelas.

“Aku tidak ingin kuliah hari ini. Aku merasa tubuhku sedang bermasalah.”

Kyuhyun Nampak tidak percaya dengan ucapan adiknya lantas dia menggerakkan tangannya dan ingin menyentuh kening Yoona. Tapi dengan cepat Yoona menahannya.

“Apa yang ingin oppa lakukan?”

“Aiissh.. aku hanya ingin memastikan kau demam atau tidak.”

“Ne.. tentu aku demam.. aku sedang demam ya benar..” ucap Yoona berusaha meyakinkan Kyuhyun.

“Jinja? Coba aku periksa..” Kyuhyun menarik kepala Yoona dan meletakan telapak tangannya diatas kening Yoona. Mencoba memeriksa suhu tubuh Yoona.

Kyuhyun menatap tajam keadiknya. “Apanya yang sakit. Suhu mu normal.”

Yoona meringis kesal lalu segera menutupi dirinya lagi dengan selimut. “Aaahh!!! Kenapa aku tidak sakit saja!!”

“Ya.. ireona!! Palli-palli!!” Kyuhyun menarik selimut Yoona dan memaksa Yoona bangun. Dan terjadilah berebutan selimut dengan cukup sengit antara Yoona dan Kyuhyun.

Kyuhyun terus menarik selimut Yoona. Yoona menarik selimutnya mereka seperti sedang mencoba memenangkan lomba tarik tambang. Yoona dengan kesal menarik keras selimutnya dari tangan Kyuhyun. Kyuhyun juga menariknya kuat-kuat.  Tiba-tiba ponsel Kyuhyun berbunyi dan lantas begitu saja Kyuhyun melepas selimut Yoona dari tanganya. Dan Yoona langsung terhempas.

~Duuugg..~

Kepala Yoona terbentur ke dinding. Yoona meringis kesakitan sambil membelai-belai kepalanya sendiri yang berdenyut-denyut.

“Ya!!! Paboya!!! Paboya!!!!” kesal Yoona sambil melempari boneka dan bantalnya ketubuh Kyuhyun.

“Ahh.. aku tidak sengaja.. mianhae. Mianhae!!” ucap Kyuhyun sambil tersenyum senyum. Lalu ia mengangkat teleponnya dan keluar dengan berlari dari kamar Yoona.

“Yaa!!! Oppa!!! Aissh… Paboya!!!” runtuk Yoona dengan kesal.

~***~

30 menit berikutnya Yoona sudah berada di meja makan bersama Kyuhyun. Kedua orang tua mereka sudah bercerai sejak mereka masih kecil. Mereka sekarang tinggal bersama sang ayah. Ayah mereka adalah workaholic . demi mengurusi perusahaannya yang tersebar di berbagai penjuru korea, maka  ayah mereka jarang pulang kerumah dan dirumah hanya ada Yoona dan Kyuhyun serta dua orang perawat rumah.

“Ya.. Yoona..”

“Euhh??”

Kyuhyun menenggak sisa susu coklatnya sampai habis. Lalu dia tersenyum nakal pada adiknya yang sedang menikmati roti gangdumnya yang diolesi selai blueberry.

“Waeyo??” Tanya Yoona.

“Hehehe.. didepan sebenarnya ada yang menunggu mu!”

“Mwo??”seru Yoona kaget. “Nuguya?”

“Dua namja.. dua namja dengan berbeda karakter dan berbeda pula kendaraanya.”

~Sprrooott…~~

Kunyahan roti gandum dari mulut Yoona meluncur keluar dan menyemprot ke muka Kyuhyun.

Kyuhyun meringis kesal menatap Yoona. Sedangkan Yoona Nampak panik dan ketakutan.

“Ya..!!! apa yang kau lakukan? Dasar anak nakal!”

Yoona Nampak  tidak peduli dengan ucapan Kyuhyun. Dia benar-benar panic sekarang. Dia sudah tahu siapa yang menunggunya didepan rumah. Itu pasti Siwon dan Donghae! Dua namja yang memang sejak pagi tadi adalah alasan terbesar Yoona ingin mendapatkan sakit saja dan tidak perlu pergi kuliah.

“Eottoke?? Ah.. oppa sejak kapan mereka didepan rumah??”

Kyuhyun membersihkan wajahnya dengan tisu dari sisa-sisa roti. “Sudah lama. Sejak aku membangunkan kau  tidur tadi.”

“Mwo?! Aishh.. kenapa kau tidak bilang? Benar-benar gawat? Ahh..Eottoke??” Yoona memukul-mukul meja makan dengan prustasi dan kesal.

“Ya.yaa.. aku mau merusaknya? Cepat keluar dan temui mereka. Cuaca musim hujan juga cukup dingin.”

Yoona menghela napas beratnya. Mau tidak mau ia menyeret kakinya menuju pintu keluar. Untuk menemui dua namja keren dan tampan tapi gila. Mereka bersikap berlebihan terhadap yoona. Dan sama-sama sangat menyukai Yoona secara berlebihan.

Yoona menatap kesal ke Donghae yang berdiri didekat motornya. Lalu ia juga menatap Siwon yang berdiri didekat mobilnya.

“Apa yang sedang kalian lakukan?” Tanya Yoona tanpa memandang keduanya.

“Aku ingin menjeputmu!” jawab Siwon dan Donghae bersamaan.

Siwon menatap Donghae kesal. Donghae juga demikian.

“Aku tidak akan pergi dengan salah satu dari kalian! Lebih baik kalian pergi saja. aku akan berangkat dengan oppa-ku!”

“Tidak bisa!” seru Donghae dan siwon bersamaan lagi.

“Terserah kalian. Yang pasti aku tidak mau!”

Lalu Yoona menutup kembali pintu pagarnya dan meninggalkan Siwon dan Donghae begitu saja. Donghae menatap Siwon dengan kesal. Siwon mencibir donghae dengan pandangan meremehkan.

Pintu pagar kembali dibuka. Tapi kali ini bukan Yoona yang membukanya melainkan pengurus rumah Yoona.

Sebuah mobil berwarna merah ingin keluar dari dalam. Kaca si pengemudi diturunkan. Kyuhyun tersenyum mengejek ke Siwon dan Donghae.

“Hey.. pinggirkan kendaraan kalian. Kami ingin lewat.ahh.. apa kalian tidak ada yang menang? Hahhaa… adikku sebenarnya terlihat lunak dan luguh. Tapi dia punya sisi lain yang susah ditaklukan!”

“Oppa…” Yoona menarik kelapa Kyuhyun. “Cepat jalan!!”

Kyuhyun menutup kembali kaca mobilnya. Siwon masuk kedalam mobilnya. Donghae menaiki motornya. Lalu mereka memberi jalan agar mobil Kyuhyun bisa keluar. Mobil Kyuhyun keluar dari pagar dan langsung melaju cepat dijalan. Siwon dan Donghae mengikuti dari belakang.

“Hahha.. bukankah menyenangkan? Kita sekarang ada yang kawal..” canda Kyuhyun sambil sesekali melihat pantulan  kendaraan siwon dan Donghae dari kaca sepion.

Yoona hanya terdiam dan menutup matanya dia benar-benar merasa pusing sekarang.

~***~

Yoona baru saja selesai kelas. Ia melangkah keluar dari dalam kelas bersama Hyoyeon dan Seohyun. Yoona Nampak tidak bersemangat sejak tadi pikirannya sejak semalam. Sejak Siwon menciumnya dan menyatakan cinta kepadanya juga, semua jadi semakin kacau. Dia bingung bagaimana harus menghadapi situasi yang kian membebaninya. Dia tidak bisa memilih salah satu dari mereka. Entah Siwon yang sejak dulu ia sukai atau entah Donghae yang akhir-akhir ini mulai menarik perhatiannya?.

“Naega YeojaChingu!”

Donghae tiba-tiba muncul mengejutkan Yoona Hyoyeon dan Seohyun. Donghae melambaikan tangan kirinya yang diperban. Yoona juga baru menyadarinya. Dan Yoona melihat ke wajah Donghae. Ternyata luka diwajah Donghae lebih parah dari Siwon.

“Astaga Donghae ssi! Tidak bisakah kau tidak mengganggu Yoona kami?” kata Hyoyeon mencoba melindungi sahabatnya.

Donghae mengangkat bahunya lalu memandang dingin ke mata Hyoyeon. Keberanian Hyoyeon langsung menciut, seperti api yang dipadamkan dengan air. Seohyun hanya diam dan sudah merinding melihat Donghae yang menurutnya sangat menyeramkan.

Yoona tidak bisa tinggal diam melihat suasana mencekam seperti ini. Dan bisa membahayakan sahabatnya juga. Lantas Yoona menarik lengan Donghae membawanya pergi mengikutinya. Diam-diam Donghae menyunggingkan senyum kecil dibibirnya.

Yoona mengajak Donghae ke taman kampus tempat biasa Yoona duduk menunggu Kyuhyun kakanya. Yoona mendorong Donghae agar duduk disitu. Lalu dia masih berdiri memandang Donghae dengan berani.

“Apakah kita belum berakhir?”

Donghae melebarkan matanya. “Tidak pernah akan berakhir!” ucap Donghae dengan tegas.

Yoona menghela napas berat. Lalu ikut duduk disamping Donghae.

“Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa kalian saling berkelahi? Apa hanya karena aku kalian berkelahi?”

Donghae tersenyum sinis mendengar pertanyaan Yoona. “Apa kau mengkhawitirkan luka diwajah Siwon si brengsek itu? Hah.. lucu sekali yang punya luka lebih parah itu aku. Dasar lelaki pengecut itu!”

Yoona menatap Donghae dengan pandangan tidak mengerti apa yang sedang dibicarakan Donghae. Dan lagi-lagi Donghae jadi Nampak sangat menyeramkan jika berbicara atau melihat Siwon.

“Kalian tidak bisa seperti ini. Jika kalian masih terus berkelahi hanya karena aku, maka aku akan pindah dari kampus ini!”

“Mwo??” seru Donghae terkejut. “Anio!! Tidak boleh!!”

Yoona terseyum. “ah.. tapi kau harus janji padaku… kau tidak boleh berkelahi lagi dengan Siwon oppa!”

Donghae terdiam.

“Ya..!! tidak mau?” Yoona bangun dari duduknya berniat meninggalkan Donghae. Tapi dengan cepat Donghae menarik lengan Yoona dan menahan langkah Yoona.

Yoona menolehkan ke Donghae lagi. Yoona terkesima, melihat exsresi wajah donghae yang terlihat begitu suram dan menyedihkan.

“Jangan pergi…” ucap Donghae pelan. “Temani aku sebentar saja. agar aku tidak membuat kekacauan apapun lagi.”

Yoona merasa kasian juga dengan Donghae. Akhirnya ia kembali duduk disamping Donghae. Yoona menarik lengannya dari genggaman donghae. Yoona membuka tasnya dan mengambil sesuatu dari dalam tasnya.

Ternyata Yoona mengeluarkan plaster antiseptic dari dalam tasnya. Donghae bergidik geli melihat Plaster itu. Plastek dengan warna dominan pink lalu bermotif love, ada kepala beruang, dan ada berwarna biru dengan motif bintang-bintang.

“Sini mendekat!” ucap Yoona.

Donghae Nampak ragu-ragu. Tapi akhirnya ia mendekatkan wajahnya ke Yoona.

“Kenapa kau tidak merawat lukamu agar cepat sembuh? Kau sudah seram. Dengan luka seperti ini. Kau semakin menakutkan. Kau tahu! Aku duduk disampingmu seperti ini sangat merinding!”

Donghae menatap lekat-lekat wajah Yoona. Yoona membuka pelekat Plasternya lalu ingin menempelkan plaster bermotif kepala beruang pada luka sobek di pipi sebelah kanan Donghae. Lagi-lagi donghae menahannya.

“Apa yang akan kau  lakukan?”

Yoona memukul kepala Donghae. Donghae meringis.

“menutup lukamu bodoh!”

Donghae gantian menyentil kening Yoona. Dan Yoona kini yang meringis.

“Aisshh! Maksudku itu! Plaster itu? Kenapa harus memakai plaster macam itu? Menjijikan!”

“Huh? Apa yang menjijikan? Warna pink bagus. Dan lagi ini hanya kepala beruang. Kyeopta!”

Yoona tetap berupaya menempelkan plaster itu di pipi Donghae.

“Kau ingin mempermalukan aku hah?”

“Anio..” lalu Yoona mendekatkan wajahnya ke wajah Donghae. Donghae menahan tangan Yoona hingga tubuh Yoona ketarik kedepan lebih dekat dengan wajah Donghae.

Yoona terkejut. Matanya membesar. Dan napasnya terasa berkurang. Wajahnya dengan wajah Donghae hanya beberapa senti saja. jantung yoona tiba-tiba bereaksi. Yoona langsung melepaskan diri dan menjauh dari Donghae. Dan menempelkan langsung plaster tersebut di luka Donghae dengan begitu kasarnya.

“Auhh.. appo!”

Yoona jadi salah tingkah. Dia memasukkan kembali plaster yang lainnya kedalam tas. Lalu tanpa memandang Donghae. Yoona berkata “Sepertinya sudah cukup aku menemanimu. Aku akan pergi.”

Yoona berdiri tapi ia membalikan badannya dan menatap Donghae lagi.”Aku tidak bisa menerima Cintamu. Aku tidak tahu dengan perasaanku sendiri. Jika kau masih ingin seperti ini? Itu hak mu. Tapi jangan ganggu aku.”

 Yoona berjalan dengan cepat meninggalkan Donghae yang kali ini tidak berani menahan Yoona. Jantungnya berdebar kencang. Dia menatap dengan penuh kekaguman tubuh Yoona dari belakang. Donghae mengarahkan lengannya menyentuh plaster pada pipinya. Lalu ia tersenyum senang ya walaupun ia tahu ia ditolak Yoona. Tapi Pipinya jadi memerah.

~***~

Yoona kembali berjalan sendiri sambil memainkan ponselnya. Dia berniat untuk menelepon Tiffany untuk menanyakan keberadaan mereka dimana sekarang. Tapi lagi-lagi Yoona hari ini memang tidak ditakdirkan untuk kumpul bersama sahabatnya. Karena saat ini Siwon sudah berdiri dihadapannya sambil tersenyum lebar ciri Khasnya yang ramah.

“Annyeong..” ucap Siwon lalu dia mengulurkan setangkai mawar merah.

“Apa ini?”

“Bunga mawar. Memangnya kau tidak tahu?”

Yoona mendesah kesal. “tentu saja aku tahu. Tapi ini untuk apa?”

“Untuk kau simpan. Itu hadiah kecil yang akan aku berikan padamu setiap hari. Kau suka?” Tanya Siwon.

Yoona menatap wajah Siwon. Lalu ia tersenyum kecil dan mencium aroma bungan tersebut. “Aku suka..” jawab Yoona.

Siwon membesarkan matanya. “Jinja? Ahah..Gomawo!” Siwon tersenyum senang.

“Ouh,Yoon-ah..Apa kau sudah makan?”

Yoona memanggutkan kepalanya. “Tadi pagi aku sudah sarapan.”

“Kita makan Siang berdua bagaimana?”

Yoona Nampak diam sebentar seperti mempertimbangkan sesuatu. Tapi akhirnya ia tersenyum dan berkata. “Baiklah.. dan sekalian ada yang aku ingin bicarakan padamu.”

Yoona duduk berhadapan dengan Siwon di sebuah rumah makan tidak jauh dari kampus mereka. Yoona Nampak tidak sedang menikmati makanannya dia hanya menonton Siwon yang sedang asik dengan makanannya sendiri. Nampak jelas di wajah Yoona ada rasa yang dipendamnya. Yoona akhirnya memindahkan pandangannya ke sebuah gelas yang berisikan milk shake strawberry dan mengaduk-ngaduk isinya dengan sedotan lemon.

“Siwon oppa.. aku akan memberikan jawaban dari pertanyaanmu malam itu.”

Siwon langsung menghentikan suapan makanannya dan memandang wajah Yoona yang sedang menunduk dan masih memaikan milk shakenya. Siwon terdiam sesaat lalu dia kembali makan. Dengan mulut yang masih penuh dengan makanan ia mencoba berbicara pada Yoona.

“Aku..akk..u Sang..sangat La..par.. ja..di Bi caranya nanti Sa..ja”

Yoona mengangkat kepalanya dan menatap Siwon yang masih terus makan. “Kau bisa mendengarkannya sambil makan.”

Siwon akhirnya menghentikan kegiatan makannya. Mereka berpandangan. “Aku akan berhenti makan. Aku takut jika jawabanmu adalah kabar buruk. Aku bisa mati tersendak karena terkejut.”

Yoona tersenyum kecil. Lalu dia meraih tangan Siwon. Dan menggenggamnya.

“Kupikir dulu aku menyukai Oppa. Ternyata setelah oppa datang dan menyatakan cintanya padaku aku merasa ada sesuatu aneh yang membuat diriku tidak tenang.”

Siwon terdiam dan sedikit terlihat gelisah.

“Jadi oppa.. aku tidak bisa menerima cintamu. Akuu..”

“Apa  kau menyukai Donghae?” potong Siwon dengan Cepat.

Yoona menggelengkan kepalanya kuat-kuat. “Anio…Anio…!! Aku juga menolaknya. Aku benar-benar tidak bisa seperti ini. Kalian tiba-tiba datang dan memperebutkan aku dan yang anehnya kalian berkelahi sampai separah itu hanya karena aku. Aku benar-benar bingung dan membuat hidupku tidak tenang. Jadi ku mohon berhentilah.”

Siwon tersenyum tipis sambil menggelengkan kepalanya tidak bisa menerima ucapan Yoona. Siwon menggenggam erat tangan Yoona. Dan ia berkata . “Aku rela menunggu. Asalkan kau menjadi milikku.”

Yoona Terdiam. Dia melepaskan tangannya dari tangan Siwon. Lalu tanpa berbicara Yoona melampirkan tasnya dibahu dan pergi meninggalkan Siwon sendiri didalam restoran itu. Begitu Yoona keluar dari caffe Donghae yang memang sejak tadi memantau mereka didalam langsung masuk kedalam Café menemui Siwon yang masih terduduk ditempat yang sama sambil menutupi wajahnya dengan lengannya.

Donghae berdiri dihadapan Siwon. Dia tersenyum kecut menatap Siwon. Lalu dia menggebrak meja dan menyadarkan siwon untuk segera menatapnya.

“Aku tidak akan menyerah! Kali ini aku sungguh-sungguh!” ucap  Siwon terdengar serius.

Donghae terseyum mengejek Siwon. “Dulu Lima tahun lalu kau juga bilang kau sungguh-sungguhkan?”

Siwon mencekal tangannya kuat-kuat. Donghae masih menatap tajam ke siwon. “Bisakah kau tidak selalu mengungkit masa lalu!!” teriak Siwon dengan berapi-api.

Donghae tersenyum mengejek lagi. Tapi wajahnya setelah itu langsung berubah marah. “Andai lima tahun lalu kau tidak pernah datang dan mencoba merebut hatinya. Mungkin kami masih hidup dalam bahagia. Tapi nyatanya kau menyakitkannya dan membunuhnya! Jadi bagaimana aku harus pura-pura terus tidak tahu? Dan menganggap itu semua telah selesai. Tidak pernah akan!!”

Siwon memandang kesal ke Donghae. Tapi dibalik tatapan tajamnya mata Siwon sudah berkaca-kaca. “Aku tidak membunuhnya!! Dia sendiri yang mengambil jalan seperti itu. Aku tahu aku salah, dan bahkan karena kepergiannya aku juga menjadi sosok yang terpuruk selama bertahun-tahun. Sekarang dengan susah payah aku sudah kembali bangkit. Jadi kumohon kau jangan menjatuhkan aku lagi!”

Donghae mencibir ucapan siwon. “Siapa yang menjatuhkan dijatuhkan? Bajingan!!!” teriak Donghae sambil menggebrak meja.

Pelanggan yang sedang makan siang di restoran itu hanya dapat memandang takut kearah mereka berdua.

Siwon bangun dari duduknya dan mengambil tasnya. “Aku tidak sedang mod berkelahi. Hati ku sedang hancur.”

Donghae menarik kerah kemeja siwon dan berucap pelan tapi tajam pada Siwon “Kau tidak bisa menjadikan Yoona sebagaikan peganganmu untuk bangkit, dia terlalu baik untuk bajingan seperti dirimu!”

Siwon menepis tangan Donghae dengan kasar, dan balik berucap dengan pelan juga “lalu kau apa? Apa kau yakin bisa menjaganya? Aku  takut kau tidak bisa berbuat apapun lagi terhadap orang yang kau cintai!”

Siwon berjalan meninggalkan Donghae yang masih berapi-api dengan perasaannya. Dia menatap punggung Siwon dengan perasaan yang sangat bercampur aduk. Dia benar-benar masih dendam dengan Siwon. Jadi dia tidak bisa merekalan masalah yang dulu berakhir begitu saja. tanpa ada penyesalan dari Siwon.

~***~

Siwon berdiri sambil membawakan seikat bunga mawar putih didepan pusara makam seseorang. Pandangannya kosong dan sedih melihat batu nisan yang bertuliskan nama seorang yang sudah didalam kubur itu. Siwon menunduk dan meletakan bunga yang ia bawa tadi diatasnya.

“Sooyoungie Mianhae…”

Siwon menitikan air mata penyesalannya.  Lalu ia jatuh terduduk diatas tanah rerumputan dan menangis sejadi-jadinya dihadapan makam tersebut. Sepertinya orang yang telah tiada itu sangat berarti bagi siwon atau mempunyai kenangan tersendiri dengan Siwon. Makanya siwon terlihat sangat sedih dan terpuruk seperti itu jadinya.

~***~

“Kau akan mengajakku kemana oppa?” Tanya Hyoyeon yang sejak tadi tangannya dituntun oleh Eunhyuk setelah mereka turun dari dalam mobil melakukan perjalanan jauh.

Mereka berhenti disebuh toko roti yang sebelumnya mereka belum pernah kunjungi. Hyoyeon masih curiga dan tidak mengerti kenapa Eunhyuk kekasihnya mengajaknya tiba-tiba kesini?.

Seperti bisa membaca pikiran Hyoyeon Eunhyuk akhirnya menjalaskan maksud dia mengajak Hyoyeon ketempat ini.

“Ini Toko roti milik kakak perempuan Sooyoung.”

“Ne?Sooyoung?”

“Kau bilang kemarin. Kau mempunyai kecurigaan atas sikap aneh Siwon dan Donghae yang memperebutkan Yoona dengan cara yang menakutkan. Dan kau bilang kau juga ingin menolong Yoona mana yang harus Yoona pilih antara Siwon atau donghae kan? Jadi aku ingin mengajakmu kesini. Kau kan tahu aku dulu satu SMA dengan Donghae. Tapi aku tidak begitu dekat dengannya dan tidak tahu cerita masa lalu donghae. Dan aku pernah bilang denganmu kan kalau Siwon dan Donghae sebenarnya memang sudah saling kenal dimasa lalu sebelum memperebutkan Yoona? Jadi aku mengajakmu kesini untuk mengetahui semuanya. Selebihnya seterah kau ingin memberi tahu Yoona atau membantunya diam-diam untuk menjadi kembali baik-baik saja.”

Hyoyeon terdiam. Lalu tanpa berbicara lagi Eunhyuk kembali menuntun tangan Hyoyeon dan mengajaknya masuk kedalam toko tersebut.

“Selamat datang…” sapa seorang wanita cantik begitu Hyoyeon dan Eunhyuk masuk.

“Selamat siang Yuri Noona?” sapa Eunhyuk sambil menunjukan senyumnya.

“Astaga Eunhyuk?? Lama sekali kau tidak kesini!” seru wanita itu dan terlihat begitu ramah dengan Eunhyuk. Hyoyeon masih terdiam tidak mengerti dan juga tidak mengenali orang itu.

Wanita itu memandang  Hyoyeon yang berdiri disisi kanan Eunhyuk. Lalu ia member senyum pada Hyoyeon. Dan Hyoyeon membalasnya dengan tersenyum juga.

“Jadi apa tujuanmu datang kesini? Apa kau  ingin mengenalkan aku dengan kekasihmu yang cantik ini?” Tanya Yuri sambil mengambilkan soft cake vanilla dari kaca dingin. Lalu ia telatakan diatas sebuah piring kecil.

“Iya.. dia kekasihku. Namanya Hyoyeon.”

“He-em.. nama yang bagus. Dan kalian terlihat serasih”

Yuri membawa dua piring kecil berisikan soft cake Vanilla  kedepan sebuah meja yang ada tiga kursi yang saling berhadapan. “Duduklah..kalian harus menikmati ini.”

Eunhyuk dan Hyoyeon pun akhirnya duduk bersamaan.

“Noona sebenarnya kedatanganku kesini. Ingin meminta kau sedikit menceritakan tentang Sooyoung sedikit.” Nampak sedikit penyesalan diwajah Eunhyuk.

Yuri tersenyum kecil. “Apa yang harus aku ceritakan? Dia sudah damai dengan jalan yang ia ambil.”

“Begini.. teman Hyoyeon. Sekarang sedang diperebutkan oleh Siwon dan Donghae.. jadi..”

“Mwo??! Siwon dan Donghae?? Lelaki Tengik itu?” seru Yuri menunjukan ketidak senangannya.

“Eonni mengenal mereka juga?”

Yuri tersenyum dingin. “Bagaimana aku tidak mengenal mereka yang pernah datang dikehidupan adikku Sooyoung?”

Hyoyeon mulai semakin penasaran ingin tahu sebenarnya ada cerita apa dibalik masa lalu Siwon dan Donghae melalui Sooyoung yang sudah tenang dengan jalannya sendiri. Hyoyeon benar-benar ingin mengetahui dan siapa tahu ia bisa menolong Yoona yang masih tidak tahu siapa yang akan ia pilih nantinya diantara Siwon atau Donghae.

Yuri menatap kaca toko rotinya dengan pandangan kosong. “Setelah lima tahun berlalu.. apakah harus mereka menjalani hidup yang sama lagi dengan apa yang dulu pernah mereka lalukan? Dan haruskan satu orang wanita yang mereka perebutkan?kalaupun iya aku harap endingnya tidak akan menjadi Sad ending lagi.”

Hyoyeon menatap lurus ke Yuri dan sama sekali belum mengerti maksud ucapan Yuri itu apa. Sedangkan Eunhyuk hanya terdiam  sepertinya sebenarnya eunhyuk juga sedikit tahu tentang masa lalu siwon dan donghae. Apalagi Donghae satu angkatan dan satu sekolah dengannya.

~***~

Yoona terus memeriksa kembali tasnya , tapi tidak juga ia temukan ponselnya didalam tasnya. Yoona menepuk keningnya sendiri dan memutar arah jalannya lagi kembali ketempat tadi.

“Astaga aku pasti meninggalkan ponselku dimeja restoran tadi.”

Yoona kembali berjalan kerestoran tadi. Setelah belum cukup jauh dia meninggalkan retoran tadi. Yoona membuka pintu restoran dan masuk kedalam. Ia terkejut mendapati Siwon yang masih duduk dan Donghae yang berdiri didapan Siwon. Yoona berjalan pelan berniat ingin menghampiri mereka tapi melihat glegat tidak bersahat antara kedua lelaki tersebut Yoona mengurungkan niatnya dengan berjalan pelan menuju kursi lain yang tidak  jauh dari tempat Siwon dan Donghae. Yoona duduk disana memunggungi  Donghae dan Siwon yang sudah memulai pembicaraan mereka. Yoona duduk dengan tenang sambil menanjamkan pendengarannya.

“Aku tidak akan menyerah! Kali ini aku sungguh-sungguh!” ucap  Siwon terdengar serius. Yoona terlihat gelisah.

 “Dulu Lima tahun lalu kau juga bilang kau sungguh-sungguhkan?” ucapan Donghae membuat Yoona terkejut.

 “Bisakah kau tidak selalu mengungkit masa lalu!!” teriak Siwon dengan berapi-api. Yoona menyerngitkan keningnya tidak mengerti arah pembicaraan mereka. Tapi yoona yakin pasti saat ini mereka bukan sedang membicarakan dirinya. Yoona tidak dapat melihat exspresi wajah Siwon  maupun Donghae ia hanya dapat mendengar suara mereka yang terdengar seperti memaki.

 “Andai lima tahun lalu kau tidak pernah datang dan mencoba merebut hatinya. Mungkin kami masih hidup dalam bahagia. Tapi nyatanya kau menyakitkannya dan membunuhnya! Jadi bagaimana aku harus pura-pura terus tidak tahu? Dan menganggap itu semua telah selesai. Tidak pernah akan!!”

 “Aku tidak membunuhnya!! Dia sendiri yang mengambil jalan seperti itu. Aku tahu aku salah, dan bahkan karena kepergiannya aku juga menjadi sosok yang terpuruk selama bertahun-tahun. Sekarang dengan susah payah aku sudah kembali bangkit. Jadi kumohon kau jangan menjatuhkan aku lagi!”

“Siapa yang menjatuhkan dan dijatuhkan? Bajingan!!!” dan terdengar suara gebrakan meja yang membuat Yoona semakin kaget.

Lalu terdengar suara bisik-bisik dari pelanggan lainnya.

Terdengar suara kursi digeser “Aku tidak sedang mod berkelahi. Hati ku sedang hancur.”

Terdengar seperti siwon donghae membisikan sesuatu pada Siwon tapi Yoona tidak dapat mendengarnya dengan jelas.

Setelah itu Tidak terdengar suara siwon ataupun donghae lagi. Setelah Yoona melihat Siwon keluar dari Restoran itu dengan tangan yang terkepal dan wajah yang terlihat marah dan juga sedih.

Yoona terdiam dan merasa sangat terkejut dengan apa yang ia dengar tadi. Jadi Siwon da Donghae memang saling kenal dan bahkan di masa lalu. Lalu siapa wanita yang mereka bicarakan tadi. Itu pasti bukan dirinya. Karena itu seperti sebuah ungkapan masa lalu yang memang Yoona tidak mengetahuinya. Yoona jadi dibuat penasaran. Apa jangan-jangan Siwon dan donghae bersikap aneh memperebutkannya hanya untuk sebuah permainan mereka saja? bukan sungguh-sungguh dengan perasaan yang ada dihati mereka berdua?

“Cheogiyo”

Yoona menghentikan seorang pelayan yang kebetulan berjalan kearahnya.

“Ne? ada yang bisa saya bantu?”

“Maaf tadi aku makan dan terburu-buru  pergi, lalu ponselku tertinggal di meja 12. Aku ingin mengambilnya tapi nampaknya lelaki di meja itu baru saja berkelahi kecil, aku takut. Bisa kau tolong ambilkan ponselku disana?”

Pelayan itu tersenyum. “Baiklah.. Tunggu sebentar akan aku ambilkan.”

“Gomawoyo.”

Yoona menghela nafasnya lega. Tak lama ia juga melihat donghae yang berjalan keluar Restoran dengan terburu-buru. Tapi entah kenapa Yoona melihat Donghae seperti menangis. Tapi mana mungkin?. Yoona jadi semakin penasaran dengan Siwon dan Donghae. Sebenarnya ada apa dan kenapa harus dia?

Yoona tersenyum miris. “Baiklah jika kalian mau bermain denganku.. kita bisa bermain mulai sekarang.” Ucap Yoona mantap didalam hatinya.

~***~

To Be Continued…

 

Note : Maaf ya lama part 3nya. T.T sebenarnya udah hampir jadi sejak lama. Hanya saja saya sudah masuk kuliah dan saya kehilangan Flashdisk saya yang berisi lanjutan FF ini dan FF yang lainnya. Jadi rasanya kecewa banget dan males banget buat nulis lagi. Tapi berhubung ini ada long weekend jadi saya mencoba menulis lanjutannya dan mengingat-ingat bagaimana jalan cerita yang sudah saya buat 😦 maaf kalau kependekatan nanti di part berikutnya akan saya coba membuat penjelasan part ini dan lebih panjang lagi..Kamsahamnida buat yang sudah baca dan menunggu selalu FF ini. Tolong tinggalkan komentarnya ya ^^ Annyeong.

Advertisements

27 comments on “FF YoonWonHae – Beetween Love Good and Bad Boy (Part.3)

  1. aaarrrrgggghhh,,,sgguh menegang kan di chapt ini…
    ada apa sbnr nya dgn wonhae???kslhn apa yg dilakukn siwon oppa??
    aq hrp smw kjdian itu hnya slh paham…
    thor,jebaall,
    jls kn smw misteri ini scpt ny,,,

    oya,aq hrp ending ny yoonwon bersatu…
    nd donghae cri cewek laen ja yach,,,

  2. Ternyata oh ternyata… Tp penasaran sbenernya apa yg terjd dmasa lalu kedua namja ini??knp soo bisa mninggal?? Donghae jd badboy pas bgt ma transformasi tampilannya saat ini hehehe (wlu aq gak suka #plak)… Agak nyesek sbenernya, moment sweet lbh byk ke donghae ƪ‎​​‎​(-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩__-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩)ʃ …

    ☺кёё deh lanjut ahjumma… *pelukeratdrrumah hahaha

  3. Ceritanya keren.. Q rasa di masa lalu WonHae jg trjebak dalm ksiah cinta segitiga juga. . I Hope This YoonHae.. Pleaseee… Authornim Hwaitiing!! D tunggu lnjutannya yaaa…

  4. i hope this ending for yoonwon…
    cause i’m nited…
    kajja para nited,support to yoonwon…

    no bash utk shipper yg laen yach…
    peace,, 😀

  5. Aishh…aq ga’ dksh tau klu udh ada part 3 nya… #tega untng aja aq Kepo msuk2 ksni tadi #eh

    Ckckckk… Pelik.
    Udh ah no coment lagi slain stu kta itu #plakk

    aq mau protes aja…itu knpa bnykn YH moment nya…ga’ adil ahh… YW jga dong say ksh sweet moment gtu…
    And than tetep dukung YoonWon until the end^0^

  6. Wah.
    Makin seru dan makin asyik #sama aja kali.

    Penasaran banget ma kelanjutannya.
    Bagaimana cara yoona bermain dengan donghae oppa dan siwon oppa?

    Next jangan lama-lama ne.
    Fighting!!!

  7. Wah…..seruuuu
    Tolong dilanjut ya….
    Endingnya gmn nih?
    daripada Yoona milih salah satu dr mereka dan menyakiti mereka berdua…
    mendingan ada 1 tokoh cowok lagi untuk Yoona
    yaitu TOP of Big Bang
    heheheee

  8. Tuh kan, apa aku blg,,siwon dn hae oppa psti puny mslh d masa lalu..
    makany smpe sbgtny mereka bertnding u/ memperebutkn yoona eonni..
    Trus soo eonni knp bs meninggl?
    Trus maksudny yoona eonni ingin bermain apaan???
    Jd mkin penasrn.
    Chingu, bykin momentny yoona siwon ya,,
    bkin yoona jatuh cinta sm siwon,
    hae oppa biar cae cwe lain, sica eonni jg boleh, hehehe 😀
    endingny yoonwin bersatu ya 😀

  9. Author.. Ini ceritanya keren, cuma kalo smpe diatas 5 chapter aku ga kuat baca.. Huaaaaa… 😥

    Baca smper chapter 3 aja sudah nyesek bgt, moment yoonhae nya lebih sweet dri YoonWon…

    Cepetan donk, kasih kejelasan ini ceritanyaa.. :”

    Syapa yg yoona cintai & syapa yg cuma dikasihanin..

    Lanjutt *narik ingus

  10. tetap dukung yoonwon! Yoona pilih siwon aja.donghae buatku 🙂
    Tapi dilihat dari ceritanya lebih ke yh ya?lebih banyak yh momen.nyesek bacanya
    Lanjutkan lah meski nyesek.author daebak mempermainkan perasaanku 😦

  11. Waaahhhh oennni knp TBC sich… !?
    Aq kirain ini end part.a ternyata msh lanjuttt yaa…

    Makin serru jja ni cerita n’ tambah penasaran jja gmn masa lalu.a happa sm wonppa? #mikir keras
    Kira” di ending.a siapa ya yg nt jd pendamping.a yoona oenni?!
    Atw yesung oppa yaaa?? Lirik oenni ulan
    #hihihihiiiiiiiiiiii peace oenni
    ditgu ya oen next part.a

    Annyeong… *bow*

  12. ternyata siwon&donghae uda saling membenci karna memperebutkan sooyoung?? :/
    nextt thorr..
    Endingnya YoonHae ya.. 😀

  13. Wow awesome
    WonHae rebutan yoong siapa yang menang ya
    Semoga wonppa yg menang ya
    Ffmu daebak unn cerita yang kerenzzz
    Semangat ya unn

  14. Kira2 ada rahasia apa di balik kehidupan donghae dan siwon… Semoga gk berpengaruh dan terulang lagi ke yoona… Apa nantinya keduanya gk bakal dapetin hati yoona???

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s