FF HyoHyuk – I Can’t Let You Go… (Part.8)

ff Hyohyuk I can't Let You Go

ff Hyohyuk I can’t Let You Go

FF HyoHyuk – I Can’t Let You Go.. Part.8

Note :  Akhirnya setelah sibuk nulis ff yang lain dan Flashdisk yg Hilang entah kemana 😦 bikin bête dan buntu ide. Akhirnya ff ini kelar juga part.8-nya karena long weekend:).. semoga yang udah nunggu ga kecewa sama jalan ceritanya. Kalo banyak Typo maklumin deh. hehhe selamat membaca ^^ tinggalkan komentarnya ya!

TITLE               :  I Can’t Let You Go..

AUTHOR          : UlanChoi Hyoyeon

GENRE             : Drama romantic,Tragedy

CAST/PAIRING: Kim Hyoyeon SNSD, Eunhyuk SUJU, Sooyoung SNSD, Junho 2pm

SETTING          : Seoul, Korea

RATTING         : PG-17

 

“Tadi kau bilang apa nama masakan yang akan kau buat dengan banyak jenis sayuran dan mie seperti ini?”  Tanya Eunhyuk sambil terus mencoba mengiris bawang bombai dengan benar sesuai apa yang sudah dicontohkan Hyoyeon tadi.

“Aku akan memasak capcay dan I fu Mie.. enak sekali, tetangga ku yang orang Hongkong pernah mengajarkan cara membuatnya padaku dan rasanya juga tidak terlalu buruk.” Jawab Hyoyeon yang juga sibuk memotong sayuran-sayuran yang ada.

Eunhyuk mengedip-kedipkan matanya yang mulai terasa perih karena efek yang dikeluarkan dari sibawang bombai. Dia juga bahkan mengucek matanya dengan punggung tangannya. Tapi nampaknya matanya semakin perih. “Ah…Hyo-ah..Hyo-ah…mataku..mataku..kenapa dengan mataku? Perih sekali.. aku tidak dapat melihat.. mataku kenapa?” teriak Eunhyuk dengan panic sambil mulai menguceki matanya dengan telapak tangannya yang juga telah menyentuh bawang bombai tadi.

Hyoyeon langsung melepaskan perkerjaannya dan menghampiri Eunhyuk yang semakin kacau. Dan terus berteriak panik. “Ya.. oppa jangan terus menguceknya dengan tangan. Tanganmu juga pedas. Lepaskan tanganmu dulu.” Hyoyeon juga jadi ikutan panic karena tingkah Eunhyuk.

Eunhyuk mencoba menuruti perintah Hyoyeon. Dia melepas tangannya matanya masih terpejam dan mulai mengeluarkan airmata. “Aisshh..perih sekali..”

Hyoyeon menuntun Eunhyuk dan mencoba menenangkan keadaan. Hyoyeon membawa eunhyuk ke bak pencuci piring. Hyoyeon dengan teliti mencuci tangan Eunhyuk dengan sabun sampai bersih dan tidak tercium aroma bawang lagi. Lalu dia juga mengelap mata Eunhyuk dengan kain basah.

“Sudah.. coba sekarang oppa buka mata oppa perlahan.”

Eunhyuk dengan hati-hati membuka matanya. Dan mengerjapkan matanya yang masih sedikit pedih. Dia dapat melihat Hyoyeon dihadapannya sedang tersenyum memandanganya. Hyoyeon berjinjit agar menyamai tingginya dengan tinggi Eunhyuk. Lalu Hyoyeon menyentuh wajah Eunhyuk dan mendekati bibirnya kewajah Eunhyuk. Eunhyuk sedikit tersenyum kesenangan dengan apa yang akan dilakukan Hyoyeon berikutnya terhadap dirinya. Lantas Eunhyuk segera melingkarkan tangannya di pinggang Hyoyeon. Dan memajukan bibirnya. Bibir Hyoyeon makin mendekat dan menium mata kanan Eunhyuk dengan lembut. Lalu Hyoyeon tersenyum pada Eunhyuk dan berkata. “Sudah..mata oppa akan segera sembuh dan baik-baik saja.” Eunhyuk terpana dan hanya bengong saja. ia pikir Hyoyeon akan menciumnya.ternyata hanya ingin meniup matanya saja.

“Kenapa Oppa memeluk pinggangku?” Tanya Hyoyeon ketika ia ingin menjauh dari sisi Eunhyuk tapi ternyata Eunhyuk tengah memeluk pinggangnya dengan erat.

Eunhyuk buru-buru melepas pelukannya dan jadi salah tingkah. “Ah..tidak apa-apa…” Eunhyuk kembali lagi ketempatnya tadi memotong bawang.

Hyoyeon langsung mencegahnya. “Jangan! Oppa tidak perlu memotongnya lagi. Itu biar aku saja yang menyelesaikannya. Oppa pasti belum terbiasa memasak , apalagi memotong bawang. Makanya Jadi seperti itu. Jadi sekarang oppa duduk manis saja. biar semuanya aku yang mengerjakannya.”

Eunhyuk terdiam dan pura-pura kecewa dengan ucapan Hyoyeon.

“Waeyo?” Tanya Hyoyeon merasa bersalah melihat exspresi sedih yang ditampilkan Eunhyuk.

“Jika kau melarangku untuk melakukan apapun didapur. Bagaimana aku akan terbiasa untuk memasak? Ayoollah.. ajari aku dengan sabar. Aku ini kan pemula. Hyoyeon Sunbaenim mohon bantuannya!” Eunhyuk mengepalkan tangannya dan menundukan kepalanya percis seperti anak buah yang memohon pada seorang raja.

Hyoyeon terkekeh melihatnya. “Baiklah! Ayo kita mulai memasak lagi.” Seru Hyoyeon dengan gembira. Dan Eunhyuk juga terawa gembira. Dan mereka mulai melanjutkan perkerjaan mereka didapur dan membuat masakan yang akan mereka buat juga. Melakukan perkerjaan didapur berdua seperti ini memang jauh lebih menyenangkan.

~***~

EunHyuk membawa sepiring cap cay yang baru saja masak. Asap panas mengepul diatas piring aromanya semerbak menusuk penciuman Eunhyuk yang jitu dalam urusan makanan.

“Heeem.. wanginya menggugat selera. Ini pasti enak sekali.” Puji Eunhyuk sambil terus menatanya diatas meja makan.

Eunhyuk juga mengambil I fu mie dari tangan Hyoyeon dan menatanya diatas meja bersama dengan mangkuk nasi dan piring. Serta Teko berisikan minuman dingin.

“Kau bilang kau mengundang Sooyoung untuk bergabung oppa? Tapi kenapa ia belum datang sekarang?” Tanya Hyoyeon sambil meletakan tisu di meja makan.

“Iya..seharusnya jam segini dia sudah pulang berkerja. Hem.. apa dia lembur?”

Hyoyeon menaikan bahunya tanda dia tidak tahu.

Tapi tak lama kemudian terdengar suara kaki yang datang menuju kedapur.

“Itu pasti Sooyoung. Dia selalu masuk kedalam rumahku seenaknya.” Eunhyuk langsung berjalan untuk memastikan. Hyoyeon mengikuti dari belakang.

“Annyeong!!” sapa Junho dengan senyum yang mengembang. Sambil menunjukan satu kantok plastik entah berisikan apa.

Eunhyuk dan Hyoyeon terdiam bersamaan.

Lalu Sooyoung muncul dan juga membawa satu kantong plastic yang sama. “Maaf kami telat karena kami pergi ke supermarket dulu untuk membeli minuman dan makanan ringan.”

Eunhyuk menatap Sooyoung dan Junho bergantiin dengan pandangan tidak mengerti. Hyoyeon masih terdiam tanpa exspresi.

Sooyoung sadar kalau tatapan Eunhyuk itu seperti meminta penjelasan kenapa Junho ada disini?. Maka Sooyoung dengan tenang menjelaskan sendiri pada Eunhyuk dan Hyoyeon.

“Tadi aku ada urusan perkerjaan dengan junho oppa terkait iklan dimajalah. Lalu karena sebelumnya kami sudah kenal jadi aku rasa tidak ada salahnya mengajak Junho ssi untuk bergabung disini bersama kita. Lagi pula disini kan ada Hyoyeon, jadi nanti pulang Hyoyeon bisa bersama dengan Junho ssi kan?”

“Dan heem.. aku harap kalian bisa menerima kehadiran ku disini.” Sambung Junho yang jadi merasa tidak enak hati.

“Hem.. tidak apa-apa.. ayoo kita mulai acara makannya. Nanti masakannya bisa dingin.” Ucap Hyoyeon dan langsung berjalan deluan. Junho mengikutinya.

Sedangkan Eunhyuk masih berpandangan dengan Sooyoung.

“Apa oppa marah padaku karena aku mengejak Junho ssi? Diakan teman kuliah oppa dan juga tinggal satu rumah dengan Hyoyeon jadi kupikir tidak masalah.”

“Tapi kau selalu mengambil Timing yang salah.” Jawab Eunhyuk lalu berjalan ke ruang makan meninggalkan Sooyoung sendirian.

Sooyoung menatap tajam kearah punggung Eunhyuk yang berjalan didepannya. “Bagaimana mungkin aku tahan melihat kebersamaan kalian? Jika seperti ini aku rasa lebih adil.” ucap Sooyoung didalam hatinya. Lalu menyusul jalan keruang makan.

Mereka berempat sudah duduk bersama dimeja makan. Eunhyuk duduk disamping Hyoyeon dan berhadapan dengan Sooyoung. Sedangkan Junho duduk disamping Sooyoung berhadapan dengan Hyoyeon.

Hyoyeon mencoba menyendokkan lauk kepiring nasi Eunhyuk,  kepiring nasi Junho dan juga Sooyoung.

“Apa ini namanya? Aromanya enak sekali” Tanya Sooyoung mulai menyicipi masakan Hyoyeon.

“Oh.. itu capcay udang dan I Fu me. Itu masakan oriental yang aku pelajari dari tetanggaku di Australia. Dia orang Hongkong.” Jawab Hyoyeon sambil mulai makan juga.

“Ouh.. bibi Chang Ziyi kah? Wah.. kau diam-diam berlejar masak dengannya?” sahut Junho yang tahu orang dimaksud Hyoyeon.

“Iya.. bibi Cha zi Yi. Aku hanya belajar beberapa masakan oriental khas china.”

“pasti sebagai imbalannya dia maksa mu untuk mengajarkannya bahasa korea? Ah.. tapi dia orang yang lambat dalam belajar bahasa asing.” Tambah Junho seperti membuat obrolan sendiri dengan Hyoyeon.

Eunhyuk mulai tidak nyaman dengan keadaan ini. Sooyoung hanya mencoba bersikap tenang dan menikmati makanannya.

“Apa kau juga dimintanya untuk mengajarinya bahasa Korea?”

“Iya.. aku dipaksanya. Hahaa..”

“Hyoyeon.. makanlah dengan benar.” Tiba-tiba Eunhyuk bereaksi dan menghentikan obrolan Junho dengan Hyoyeon.

“Ouh..Mian.. iya aku akan makan dengan benar.” Hyoyeon pun menuruti ucapan Eunhyuk dan mulai melanjutkan makannya dengan tenang.

Sooyoung melirik tidak suka ke Hyoyeon dan Junho melirik tidak suka juga ke Eunhyuk.

“Aku bersusah payah saat memasak ini bersama Hyoyeon. Jadi kalian tolong makan dengan benar dan menikmati makanan ini.” Sambung Eunhyuk lalu mulai makan lagi.

Hening tenang. Tidak ada yang memulai pembicaraan sampai akhirnya semua selesai makan.

Setelah selesai makan  dan sekarang jam sudah  berlalu tiga jam  dan menunjukan pukul lima sore. Mereka berempat kumpul dimeja depan televisi sambil menikmati mimuman soju dan makanan ringan.

“Hyoyeon.. ku perhatikan kau sejak tadi hanya memakan kripik saja tanpa menyentuh soju ini.kenapa??” Tanya Sooyoung. Sambil menenggak lagi Sojunya. Entah itu sudah gelas yang keberapa yang Sooyoung minum.

“Hyoyeon tidak terbiasa minum. Dia baru akan menum jika ia sedang sangat membutuhkannya.” Bukan Hyoyeon yang menjawab Justru Junho yang menjawab.

“Ouh.. jadi seperti itu? Kenapa banyak sekali hal yang tidak aku ketahui tentang sahabat kecilku? Kau terlalu lama pergi dan tiba-tiba kembali sudah dewasa. Jadi aku minta maaf jika banyak hal yang tidak aku ketahui tentangmu.” Sooyoung terus saja meracau. Tanpa sadar ucapannya itu menjadi beban buat Eunhyuk dan Hyoyeon.

“Aku tahu apa saja yang disukai dan tidak disukai Eunhyuk oppa, dan eunhyuk oppa juga aku rasa tahu apa saja yang aku sukai dan tidak aku sukai. Karena selama delapan tahu kami selalu bersama. Jika dulu kau masih bersama kami. Kami juga pasti akan tahu apa yang kau sukai atau tidak Hyo..”

Hyoyeon tertunduk sedih mendengar ucapan Sooyoung yang seperti memojokinya dan seperti member peringatan betapa lamanya mereka berpisah lalu kenapa sekarang tiba-tiba beremu. Ya seperti itu yang ditangkap Hyoyeon.

Eunhyuk terus memperhatikan glagat Hyoyeon. Padahal yang bicara seperti itu adalah Sooyoung tapi entah kenapa Eunhyuk merasa sangat bersama terhadap Hyoyeon. Dia selalu mengkhawatirkan Hyoyeon.

“Kau tahu saking aku tidak mempunyai teman wanita, aku sampai daftar di SMA yang sama dengan Eunhyuk oppa padahal setelah itu Eunhyuk oppa lulus . dan sampai kuliah juga aku mengambil universitas yang sama. Hidupku sudah benar-benar tergantung dengan Eunhyuk oppa. Karena kau tidak ada bersama kami Hyo..”

“Pasti menyenangkan dapat bermain dan selalu bersama Eunhyuk oppa. Aku di Australia benar-benar sendiri. Kalian tahu kan. Appa ku selalu over protective terhadapku sehingga aku sulit mendapat teman selama bertahun-tahun disana. Aku bagaikan terpenjara tanpa Kisah indah yang dapat ku kenang. Aku selalu teringat Sooyoungie dan Eunhyuk oppa. Aku selalu merindukan kalian. Dan bertanya-tanya apa kalian juga merindukan ku?” akhirnya Hyoyeon angkat bicara walau wajahnya masih menunduk dalam.

“Aku tentu selalu merindukanmu. Kau tahu aku selalu menanyakan bagaiman keadaanmu bagaimana wajahmu sekarang dan sedang apa kau sekarang. Itu selalu aku tanyakan pada Sooyoung yang juga tidak tahu jawabannya tantang keadaanmu.  Walau terpisah kau tetap tidak pernah tergantikan. Terkadang disaat Sooyoung berlari sambil memanggil namaku. Aku masih dapat melihat dirimu yang juga berlari bersama Sooyoung dan juga menerikan namaku ‘Eunhyuk oppa…Eunhyuk oppa’ seperti itu. Aku selalu merindukan suara gadis kecil itu.” Ucap Eunhyuk tanpa menghindari pandanganya pada Hyoyeon.

Junho memperhatikan Eunhyuk. Dan saat itu juga Junho sadar kalau ada kata lain tentang perasaan yang tersirat dari Eunhyuk untuk Hyoyeon. Eunhyuk bukan hanya sekedar seorang sahabat tapi Eunhyuk menyukai Hyoyeon sebagai wanita. Dan mungkin itu sejak dulu. Sebelum dia dan Hyoyeon bertemu. Junho mengalihkan pandangannya ke Hyoyeon yang masih belum berani mengangkat wajahnya.

Lalu sooyoung dengan perasaannya yang terluka, mulai tanpa sadar menghabiskan dua botol Soju sendirian. Dan meminumnya dengan cepat sambil tersenyum frutasi. Dan dia juga mulai mabuk dan hanya tertawa-tawa tidak jelas.

“kenapa Hyoyeon harus kembali!!!” tiba-tiba Sooyoung berteriak dengan kencang sambil membanting botol soju yang sudah kosong.

Hyoyeon tersentak kaget dan barulah ia mengangkat wajahnya memandangi Sooyoung. Semua beralih kepada Sooyoung.

“Dulu saat dia pergi dia bilang menitikan Eunhyuk oppa padaku! Tapi sekarang dia kembali! Apa aku harus menyerahkan Eunhyuk oppa kepadanya lagi?!”

“Sooyoung sadarlah apa yang kau katakana?” Eunhyuk mencoba menenangkan Sooyoung yang terus berteriak dan memaki Hyoyeon.

Hyoyeon terlihat semakin sedih dan ketakutan.

“Delapan tahun itu bukan waktu yang sebentar! Delapan tahun itu sudah terlewati banyak hal! Kenapa kau kemabali dan mengambilnya lagi? Kau membuat celah diantara aku dan Eunhyuk opaa!!! Kau pergi tanpa kabar. Bagaimana aku tahu kalau kau masih hidup?”

Hyoyeon mulai menitikan air matanya dan tangannya bergemetar mendengar ucapan Sooyoung seperti itu. Dia tidak menyangka kalau kedatangannya dia sudah tidak diharapkan oleh Sooyoung sahabatnya dan juga telah melukai sahabatnya tanpa ia sadari.

Hyoyeon menggenggam Kuat tangan Junho untuk berpegangan agar ia tidak roboh. “Oppa.. ayo kita pulang..” ucap Hyoyeon pada Junho yang mulai merasa tidak nyaman juga berada disini.

“Naega!! Aku menyukai Eunhyuk oppa sejak lama! Tapi Eunhyuk oppa hanya menyukai Hyoyeon! Kenapa Hyoyeon!! Kenapa!!” teriak Sooyoung dan mulai menangis.

Eunhyuk dan Hyoyeon berpandang-pandangan. Lalu Hyoyeon buru-buru minta dibantu berdiri dengan Junho dan mengajak Junho untuk pergi dari sini.

Eunhyuk ikut berdiri dan mencoba menahan Hyoyeon.

“Hyo..aku.. aku…”

“Oppa.. aku ingin pulang.. kepalaku pusing. Kau tolong jaga Sooyoung.”

Lalu Hyoyeon melepaskan tangannya  pada Junho dan berjalan sendiri menuju mobil Junho. Eunhyuk berusaha mengejarnya tapi ditahan oleh Junho yang menatapnya dengan galak.

“AKu akan mengirimkan surat pengunduran diri Hyoyeon!”

Eunhyuk hanya terdiam sambil memandang tidak suka Junho. Junho balas memandang sama. Dan mereka mulai terbakar api pertarungan tentang hyoyeon.

~***~

Begitu tiba dirumah Junho, Hyoyeon langsung mengunci dirinya didalam kamar. Tidak mau melakukan apapun. Junho sudah mencoba membujuknya dari luar kamar tapi nampaknya Hyoyeon terlalu  tertekan dengan kejadian sore tadi. Hyoyeon hanya masih menangis didalam kamar dan meluapkan amarahnya  sendirian.

Junho bersandar dibalik pintu kamar Hyoyoen dengan muka sedih.

“Jadi ini alasannya kau tak juga melihat ketulusanku? Kau hanya memandang luruh masa lalumu. Eunhyuk mu, kau hanya melekatan eunhyuk dihatimu. Dan aku  tidak pernah kau izinkan masuk.”

Junho perlahan meneteskan air mata kesedihannya. Dia benar-benar merasa kalah dengan Eunhyuk teman kuliahnya sendiri. Padahal sebelumnya dia jago dalam hal menaklukkan wanita. Tapi kali ini dia bahkan tidak bisa membuat Hyoyeon hanya sekedar menoleh padanya. Dia kalah dengan Eunhyuk yang diam-diam selalu menjaga cinta sejatinya didalam hatinya.

~***~

Setelah mabuk tadi Sooyoung akhirnya tertidur di lantai diruang TV rumah Eunhyuk. Eunhyuk duduk termenung di samping Sooyoung.  Wajahnya benar-benar terlihat sedih. Dan ingatannya kembali saat ia bertemu Hyoyeon lagi dan mulai menghabiskan waktu bersama dengan Hyoyeon yang berkerja sebagai sekretarisnya yang baru berjalan satu bulan lamanya. Tapi harus di hancurkan dengan begitu cepatnya dengan hal seperti tadi.

Sooyoung perlahan membuka matanya dan kepalanya terasa pusing karena terlalu banyak minum. Sooyoung dapat melihat ruang TV yang berantakan. Dan melihat Eunhyuk yang duduk  termenung disisinya. Sooyoung mencoba bangun dan duduk bersampingan dengan Eunhyuk. Lalu Sooyoung meraih tangan Eunhyuk dan meletakan kepalanya dibahu Eunhyuk.

“apa yang sudah aku lakukan tadi oppa?” Tanya Sooyoung.

Eunhyuk hanya terdiam tak menjawab.

“Apa aku memaki Hyoyeon? Apa aku mengatakan hal yang salah?” Tanya  lagi Sooyoung yang mencoba mengingat-ingat kejadian apa yang terjadi saat ia diluar kendali tadi.

“Aku menyukai oppa. Walau delapan tahun lalu aku sudah tahu kalau oppa menyukai Hyoyeon. Tapi aku menyukai oppa. Dan hanya oppa.” Lanjut Soonyoung semakin erat memeluk lengan Eunhyuk.

“Lepaskan! Dan pulanglah!” hanya itu kata yang keluar dari mulut Eunhyuk.

Sooyoung terperanjat. Tapi dia tetap kekeh berada disamping Eunhyuk.dibenar-benar tidak bisa melepaskan Eunhyuk.

“Anio.. anio.. aku ingin bersama Oppa.aku hanya ingin oppa disisiku.”

Eunhyuk menatap Sooyoung dengan wajah datar. Dan perlahan melepaskan tangan Sooyoung dari tangannya.

“Pulanglah! Sebelum aku benar-benar mengusirmu dan tidak ingin bertemu denganmu lagi!!” teriak Eunhyuk meluapkan emosinya.

Sooyoung langsung menciut. Dan dengan kaki yang bergemetar dia berdiri dan perlahan berjalan kular dari rumah Eunhyuk sambil menangis.

Eunhyuk menjambaki rambutnya sendiri dengan frustasi. Lalu tampa sadar Eunhyuk mulai melempari apa saja yang ada dihadapannya sambil berteriak frustasi.

Dia mengambil ponsel didalam saku celanya mencoba menghubungi Hyoyeon. Tapi panggilannya segera diputuskan oleh Hyoyeon. Begitu Eunhyuk mencoba menelpon lagi ternyata ponsel Hyoyeon sudah tidak aktif.

Eunhyuk meletakan ponselnya dilantai dan berteriak dengan keras.”Hyoyeon!!! Kim hyoyeon!!!”

~***~

Satu minggu pun berlalu…

Eunhyuk berdiri di depan meja kerjanya tanganya mencekal, melecakkan sebuah surat pengunduran diri kerja dari Hyoyeon. Eunhyuk menatap tajam meja kerja yang ada dihadapannya dimana tempat itu menjadi tempat kerja Hyoyeon. Tempat yang seharusnya diduduki Hyoyeon yang sedang sibuk menulis atau balas tersenyum ke Eunhyuk setiap kali eunhyuk menggodanya dari kursinya. Kini tempat itu kosong dan hanya menyisakan atk yang dibawa Hyoyeon. Eunhyuk mencekal kertas itu lebih erat dan lalu melemparkan kesembarang arah dengan kesal.

Eunhyuk dengan gontai melangkahkan kakinya pergi keluar dari ruangannya.

Ternyata Eunhyuk mendatangi rumah Junho untuk bertemu langsung dengan Hyoyeon. Tapi yang ia temui malah Junho yang menyambut kedatangannya dengan tatapan tidak suka.

“Mau apa kau datang kesini?”

“Aku ingin bertemu dengan hyoyeon.. panggilkan ia keluar sebentar saja.”

Junho tersenyum mengejek pada Eunhyuk. “Untuk apa? Bukankan hari ini seharusnya kau  sudah menerima surat pengunduran diri darinya?”

Eunhyuk memanggutkan kepalanya.

“Lalu..?”

“Aku ingin bicara sebentar dengannya.”

“Jika  pun ia masih berada disini aku tidak akan mengijinkannya keluar untuk menemuimu!”

Eunhyuk terkejut dengan ucapanya Junho barusan.

“Apa maksudmu? Hyoyeon tidak ada disini?”

“Kemarin dia sudah pulang ke Australia. Dia bilang mendadak ia merindukan keluarganya dan dia rasa kedatangannya ke negeri kelahirannya ini salah besar. Ah.. aku tidak bisa menahannya. Mungkin kelak jika aku bertunangan dengannya. kami akan melaksanakannya dengan tenang disana. Tanpa orang masa lalu yang menyakitkan.”

Mata Eunhyuk sudah mulai berkaca-kaca. Lalu dadanya naik turun menahan emosi. Tanpa kata-kata Eunhyuk meninggalkan Junho dan kembali masuk kedalam Mobilnya. Dan melaju mobilnya dengan cepat.

Junho hanya terdiam setelah kepergian Eunhyuk.

~***~

Dipagi hari yang cerah di Australia. Hyoyeon keluar dari rumahnya setelah tiga hari lalu dia kembali lagi kerumahnya. Hyoyeon mendorong sepeda ranjangnya yang berwarna pink putih keluar dari pagar. Hyoyeon memakai Topi kebun untuk melindunginya dari sinar matahari pagi. Hyoyeon menaiki sepedanya dengan perasaan riang dan mulai menggayuh sepedanya berkeliling complex perumahannya. Dan menyapa para ajjussi dan ajjuma yang tinggal didekat rumahnya dan yang sudah mengenalnya sejak delapan tahun yang lalu. Tentu saja Hyoyeon menyapa mereka dengan bahasa inggris. Kecuali pada Bibi Chang Zi Yi. Hyo selalu menyapanya dengan bahasa mandarin atau korea.

“Good Morning uncle? How are you today?” sapa Hyoyeon pada seorang paman yang rambutnya sudah memutih sedang menyiram bunga ditaman rumahnya.

“Oh..Princess Hyo, was Come back.. long time no see.” Ucap paman itu sambil tersenyum senang. “Mampirlah kerumah kami, kami akan buatkan kue bakar kesukaanmu!”

“Iya.. baik aku akan mampir nanti. Tapi sekarang aku harus kepasar membeli beberapa sayuran. Aku dan eomma akan masak.. sampai jumpa paman!”

“Iya.. sampai jumpa.. hati-hati dijalan.”

Hyoyeon hanya tersenyum sambil melambaikan tangannya. Dan melajukan kembali sepedanya.

Eunhyuk muncul dari balik pohon tidak jauh dari rumah paman yang disapa Hyoyeon tadi. Lalu Eunhyuk mulai menulis sesuatu pada ipadnya. Dan ia tersenyum setelah itu memandang Hyoyeon yang sudah jauh mengoes sepedanya.

“Aku datang.. jika dulu delapan tahun banyak hal yang aku tidak tahu tentangmu. Kali ini aku menemuimu untuk mengetahui segalanya tentangmu. Hyoyeon, seperti apa Hyoyeon yang aku cintai itu? Sepertinya dia Nampak lebih baik dari yang aku bayangkan. Pagi ini yang aku ketahui. Kau senang kepasar naik sepeda ranjang pink putih, lalu tersenyum riang menyapa para tetangga dengan ramah.”

Eunhyuk mendorong kopernya dan berjalan menuju bangku kayu yang ada dibawah pohon dekat situ. Eunhyuk duduk diatasnya sambil memperhatikan keadaan sekitar. Sambil menunggu Hyoyeon kembali dari pasar.

Hyoyeon mengoes sepedanya yang sekarang diranjangnya sudah berisi beberapa sayuran. Lalu Hyoyeon memberhentikan sepedanya tepat didekat Eunhyuk duduk menunggunya. Ternyata Hyoyeon memberhentikan sepedanya karena melihat seekor anak anjing yang kakinya terluka berhenti dijalannya. Hyoyeon langsung memungut dan menggendong anak anjing tersebut.

“Ommo.. apa yang terjadi denganmu anak anjing? Kakimu terluka, siapa pemilikmu? Kenapa kau bisa disini?” Hyoyeon terus berbicara pada anak anjing itu. Sampai ia tidak sadar kalau kini Eunhyuk telah berdiri dibelakang tubuhnya, memperhatikan Hyoyeon sambil tersenyum.

“Pasti kakimu sakit sekali. Aku akan merawatmu anjing kecil.. hemm.. omong-omong siapa namamu?”

“Choco..”

Hyoyeon tersentak kaget mendengar suara yang tiba-tiba menyahuti pertanyaannya pada anak anjing itu.

Hyoyeon membalikan tubuhnya dan menatap Eunhyuk yang berdiri dihadapannya. “Eunhyuk oppa?” Hyoyeon terdiam dan tidak mampun menyucapkan apapun, dia terasa bermimpi dapat melihat Eunhyuk yang berdiri dihadapannya sambil tersenyum padanya.

Hyoyeon berdiri sambil menggendong anak anjing malang itu. Ia menatap Eunhyuk dengan mata teduhnya. Eunhyuk masih saja tersenyum.

“Karena aku sudah sampai di Australia. Maka kau harus bertanggung jawab mencarikan aku tempat tinggal disini.”

Hyoyeon hanya terdiam.

“Ah.. iya surat pengunduran dirimu tiga hari lalu itu. Aku tidak akan mengabulkannya.”

Hyoyeon juga masih terdiam.

“Aku tahu alamat rumahmu dari CV saat kau melamar kerja. Ah… ternyata pemandangan disini indah juga.. pantas saja kau betah berada disini.”

“Oppa…”

“Ne?”

“Kenapa kau menyusulku kesini?”

Eunhyuk tersenyum sesaat. Lalu dia membelai kepala Hyoyeon. “Karena di Korea tidak ada Hyoyeon.”

Hyoyeon tersenyum kecil mendengar alasan Eunhyuk yang menurutnya sangat ngaco.

“Kenapa kau tersenyum seperti itu? Kau tidak percaya padaku?”

Hyoyeon meletakan anak anjing itu di ranjangnya. Lalu ia mendorong sepedanya. Eunhyuk mendorong kopernya dan mengikuti kemanapun Hyoyeon pergi.

Hyoyeon membawakan teh hangat yang ia letakan diatas meja ruang tamunya. Eunhyuk menatapnya dan berucap terimakasih. Tak lama eomma Hyoyeon keluar sambil membawa sepiring kue beras yang dipotong kecil-kecil.

“Tante sudah lama tidak melihat Eunhyuk. Jadi sekarang Eunhyuk sudah sebesar dan setampan ini?”

Eunhyuk yang dipuji hanya tersenyum tersipu sambil mulai mengesap teh hangat yang diberikan Hyoyeon.

“Jadi kenapa kau ke Australia?” Tanya Eomma Hyoyeon.

“AKu yang menyuruhnya kesini. Karena aku sudah tidak dikorea. Aku menyuruhnya kapan-kapan main kesini. Eh.. tapi dia malah datang secepat ini.” Jawab Hyoyeon. Padahal yang ditanya Eunhyuk.

“Iya.. aku benar-benar dibuat penasaran oleh Hyoyeon jadi aku menyusulnya diam-diam.”

“Ouh.. begitu ya? Ya sudah kau tinggal disini saja. disini juga ada satu kamar kosong dekat kamar Hyoyeon. Jadi kau jangan sungkan.”

“Ah.. jinja? Kamsahamnida..kamsahamnida.” ucap Eunhyuk dengan semangat sampai-sampai menundukan kepalanya dengan rendah.

“Baiklah.. tante tinggal masak dulu.” Lalu eomma Hyoyeon berjalan meninggalkan Eunhyuk dan Hyoyeon serta anjing kecil yang kakinya baru saja selesai diperban oleh Eunhyuk.

“Kau pasti senang sekali kan oppa?” Tanya Hyoyeon sambil memicingkan matanya.

“Tentu saja!! ya Choco.. aku akan tinggal disini.. hihi kita adalah penghuni baru.” Jawab Eunhyuk sambil bercanda dengan anjing kecil tadi yang diberi nama choco oleh Eunhyuk.

“Apakah Sooyoung tahu bahwa kau disini?” Tanya Hyoyeon.

Eunhyuk menatap Hyoyeon yang menjadi menunduk menatap lantai yang terbuat dari kramik. Eunhyuk berdiri berhadapan dengan Hyoyeon lalu memeluk Hyoyeon tiba-tiba. Hyoyeon berontak ingin melepaskan pelukan dari Eunhyuk tapi Eunhyuk semakin erat memeluknya.

“Dia tidak tahu, dan tujuanku kesini adalah untuk mengembalikan waktu yang terbuang selama delapan tahun. Jadi ijinkan aku untuk lebih mengenalmu Kim Hyoyeon.”

Hyoyeon mendangakkan wajahnya memandangi Eunhyuk yang menatapnya dengan serius. Lalu Hyoyeon tersenyum dan membalas pelukan Eunhyuk.

Anjing kecil yang bernama Choco itu hanya menonton dua orang yang sedang berpelukan itu.

~***~

Hari ini Junho bertemu dengan Sooyoung untuk urusan kerja pemasangan iklan perusahaan tempat sooyoung berkerja dengan majalah yang dipimpin oleh Junho. Setelah selesai bernegoisasi dan menadai tanda tangan perjanjian. Junho mengajak Sooyoung untuk makan siang bersama di kantin yang ada dikantornya.

Junho dan Sooyoung duduk berhadapan dimeja kantin.

“Jadi apa alasanmu membuat kekacauan dihari itu? Aku merasa kau memang sudah merencanakan hal itu. Sehingga kau mengajak aku untuk ikut datang keacara makan itu.” Tanya Junho mencoba mencari tahu alasan Sooyoung yang sebenarnya.

Sooyoung tersenyum sedih mengingat hal bodoh yang telah ia lakukan delapan hari yang lalu. Yang secara tidak langsung telah melukai, hati Hyoyeon, Eunhyuk, Junho dan tentu dirinya sendiri.

“Kau benar. Aku memang sudah merencanakan hal itu. Hari dimana aku harus jujur tentang perasaanku dengan tanpa harus merasa bersalah didepan Hyoyeon dan Eunhyuk oppa.”

Junho tersenyum kecil menanggapinya.

“ku pikir dengan aku melakukan hal itu aku dapat memisahkan Hyoyeon dengan Eunhyuk oppa. Tapi nyatanya Eunhyuk oppa marah besar terhadapku dan justru memisahkan aku dengan Eunhyuk oppa. Aku heran kenapa Eunhyuk oppa bisa sangat mencintai Hyoyeon. Dan tak pernah sekalipun ia memandang wanita lain dan termaksud aku? Bahkan waktu delapan tahun sepertinya bukan masalah untuk cintanya itu.”

“Karena perbuatanmu hari itu, kau juga menyadarkan aku betapa cintanya aku dengan Hyoyeon. Tapi cinta itu bertepuk sebelah tangan. Bahkan setelah hari itu Hyoyeon terus saja murung dan tidak bisa tersenyum seperti biasanya. Hingga akhirnya aku tidak bisa menahannya ketika dia ingin kembali ke Ausy..”
“Jadi maksudmu sekarang. Hyoyeon sudah tidak di sini?”

Junho memanggutkan kepalanya.

“Lagi-lagi dia melarikan diri. Aku benar-benar tidak tahu dimana daya tarik seorang Hyoyeon.”

Junho lagi-lagi tersenyum. Tapi kali ini senyumannya lebih kearah mengejek Sooyoung. “Karena dia bukan kau. Itulah daya tariknya!”

Sooyoung terdiam tidak percaya dengan apa yang barusan diucapkan Junho padanya. “Apa maksudmu?”

“Pikirkanlah sendiri. Kurasa kau lebih mengetahui.”

Lalu Junho berjalan pergi meninggalkan Sooyoung sendiri. Makanan yang ia pesan juga belum sempat ia sentuh sedikitpun.

Sooyoung termenung dengan wajah kesal. Lalu dia dengan perasaan marah melempari semua yang ada dimeja. Dan membuat semua orang memperhatikannya. Sooyoung meninggalkan beberapa lembar Won. Dan pergi dari situ dengan perasaan yang bercampur aduk.

~***~

Hyoyeon duduk diboncengan sepeda sambil menggendong Choco si anjing kecil. Eunhyuk dengan gembira mengoes sepeda Hyoyeon dan mebawa Hyoyeon dan juga choco keliling perumahan rumah Hyoyeon.

“Terakhir kali aku memboncengmu seperti ini kapan ya? Rasaya beda sekali. Dulu tubuhmu terasa seperti kapas. Sekarang kenapa jadi seperti bongkah batu.”

“Hah? Apa oppa bilang?” Hyoyeon mencubit perut Eunhyuk. “oppa saja tuh yang sudah semakin tua sehingga tenaga oppa sudah berkurang!”

Eunhyuk tertawa mendengar ucapan Hyoyeon. Lalu dia sekuat tenanga mengoes sepeda itu mengebutkan kecepatan ia bersepeda. Hyoyeon sampai menjerit dan memeluk pinggang Eunhyuk dengan tangan kanannya begitu kencang. Sedangkan tangan Kirinya memeluk choco.

“Satu hal yang aku tahu lagi tentang Hyoyeon hari ini. Dia sangat menyayangii binatang terutama anak anjing. Dan dia mudah tersinggung, lalu berat badannya mungkin hanya bertambah 6kg dari masa lalu.” Ucap Eunhyuk didalam hatinya. “Kelak esok aku akan lebih tahu lebih tentang Hyoyeon. Aku tidak akan menyia-nyiakannya.”

“Oppa..berapa lama kau akan cuti kerja dan berada disini?” Tanya Hyoyeon.

“Hemm.. sampai aku mengenalmu dan….”

“Dan.. apa??” Tanya Hyoyeon penasaran.

“Dan rahasia!!” teriak Eunhyuk lalu diiringi tawa riangnya.

Hyoyeon lagi-lagi mencubit pinggang Eunhyuk dan kali ini bertubi-tubi. Eunhyuk hanya menjerit kesakitan tapi sambil terus tertawa. Diam-diam Hyoyeon justru tersenyum senang dan menikmatinya, bersepeda bersama Eunhyuk disore hari seperti ini. Terkahir kali ia bermain sepeda bersama Eunhyuk adalah Sembilan tahun yang lalu. Sebelum Hyoyeon mulai sakit-sakitan. Dan di protect oleh appanya.

~*** To Be Continued~***~

Yang udah baca tinggalin komentarnya ya.. biar ngelanjutin FF ini diberikan kemudahan dan kecepatan untuk mengpostnya kembali pada Part.9 hehehe.. ^^  

Advertisements

24 comments on “FF HyoHyuk – I Can’t Let You Go… (Part.8)

  1. DAEBAKKK …
    Haishhh , tambah kesel ama Sooyoung .
    Hyohyuk’a Sosweet , Semoga sooyoung gak nyusul nd ganggu kebahagian hyomma nd hyukppa 😀
    Hyomma disini kena penyakit ya ?

    Lanjut ya jgn lama” , Fighting 😀

  2. Aaah,, akhirnya yg aku tnggu2 muncul jga.
    maaf bru bisa coment sekrng..
    hbisnya ak bca part 1-7 ntuh bacanya ngebut..
    tpi seruu..
    HyoHyuk FIGHTING!!!

    • iya terimakasih ^^ sudah baca dari awal dan meninggalkan komentar..hehe tenang ffnya pasti berlanjut koq hanya masih dalam penulisan saja..sabar ya!! HyoHyuk Jjang!! ^^

  3. Waaaa… so sweer.
    bahagia bgt hyohyuk berdua di australia….
    Asdfghjkl dah..
    Past hyuk bkalan ttep cuti sampe kenal hyo n smpe bsa nikahin hyo hahaha #sok tau -_-
    thor cepat lanjuttt yaaa!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s