FF YoonWonHae – Between Love of Good and Bad Boy Part.4

SiwonYoonaDonghae

SiwonYoonaDonghae

BETWEEN LOVE OF GOOD AND BAD BOY

좋고 나쁜 남자의 사랑 사이

( Johgo Nappeun Namja ui Salang Sai )

PART. 4

Judul               : Between Love of Good and Bad Boy

Type                : Sequel / Level part. ( Part Empat )

Author             : UlanChoi Hyoyoon

Genre              : Romance,Comedy,Sad,Drama

Rating             : PG-17

Main Cast        : Yoona SNSD,Siwon and Donghae SUJU

Other cast        : Hyoyeon,Seohyun,Tiffany SNSD, Eunhyuk,Kyuhyun,Ryeowook SUJU

 

Yoona berjalan dengan malas memasuki rumahnya. Terlihat di ruang televisi Kyuhyun sedang bermain PS3 dengan hebohnya. Yoona hanya melirik sekilas oppanya dan berjalan lagi dengan malas.

“Ya..anak nakal!! Apa kau tidak menyapa Oppa mu yang tampan ini? Kau pikir aku tidak tahu kau pulang dan berjalan seperti maling?”

Yoona menghentikan langkahnya sebelum naik keanak tangga. Dia memutar badannya menghadap Kyuhyun. Kyuhyun sedang memperhatikannya. Yoona hanya menundukan kepalanya sambil berkata. “Annyeong.. aku sudah pulang..” lalu dia naik keanak tangga dan meninggalkan Kyuhyun.

Kyuhyun mulai mencium ada sesuatu yang aneh terhadap adiknya. Tidak biasanya Yoona kalau pulang sendiri tanpa dijemput olehnya akan bersiakap sekalem itu? Pasti ada sesuatu yang disembunyikan oleh adiknya. Karena mereka sangat dekat setelah perceraian orang tua mereka maka apapun yang terjadi oleh Yoona, kyuhyun selalu tahu. Sebenarnya Kyuhyun juga tipe kakak yang perhatian dan menyayangi adiknya. Hanya saja cara dia menunjukannya itu berbeda sehingga Yoona sering mengira Kyuhyun itu tidak tahu apa-apa, selain pengganggu urusannya.

Kyuhyun mematikan dan mengakhiri permainan PS3-nya. Tanpa merapikan lagi stik PS tersebut dia langsung naik keatas menyusul kekamar Yoona.

Kyuhyun membuka pintu kamar Yoona. Dan mendapati Yoona yang terdiam duduk dipinggir kasur. Wajahnya terlihat muram. Dalam diam kyuhyun berjalan mendekati Yoona dan ikut duduk disamping Yoona. Kyuhyun menyenggol punggung Yoona dengan punggungnya. Menyadarkan Yoona dari lamunannya.

“Gwaenchanayo?”

Yoona menoleh dan menatap Kyuhyun sambil menggelengkan kepalanya dengan pelan. Lalu Yoona mengalihkan pandanganya lagi kedepan. Kyuhyun masih menatap adiknya.

“Sebenarnya apa alasan mereka memperebutkan aku? Dan ku pikir mereka tidak saling kenal makanya berkalahi demi aku, tapi nyatanya mereka sepertinya sudah kenal lama sebelum bertemu dengan aku. Dan mereka seperti membicara wanita yang mereka cintai. Tapi aku merasa jika wanita yang mereka bicarakan itu bukanlah aku. Jadi apa yang terjadi sebenarnya? Kenapa harus aku? Aku sungguh penasaran dengan apa yang aku dengar tadi.”

Kyuhyun semakin bingung dibuatnya. Kyuhyun benar-benar tidak mengerti dengan apa yang di pikirkan dan diucapkan Yoona.

“Kau bicara apa sih? Aku tidak mengerti?”

Yoona menatap Kyuhyun lekat-lekat lalu ia tersenyum kecil. “Benar!! Sepertinya aku harus mencari tahu semuanya. Aku akan menjalani dengan keduanya.”

“MWO?? Apa maksudnya? Kau ingin mengencani mereka berdua? Ya!! Siwon dan Donghae? Kau mau selingkuh dan menjalani dengan kedua lelaki itu? Anio!! Kau tidak memandang Oppa mu ini? Mana ada Namja yang rela di duakan, Yoona?”

Yoona menggelangkan kepalanya lagi. “Mereka bilang mereka tidak mau menyerah dan akan terus menunggu. Jadi bukankah lebih baik aku menerima cinta keduanya?”

Kyuhyun langsung menyentil kening Yoona dengan muka marah.

“Yaa!!! Appo!!” jerit Yoona kesakitan.

“Anio!! Andwae!!! Kau jangan Konyol Yoona!!”

“Aissh!! Oppa tidak tahu permasalahannya apa! Jadi lebih baik oppa diam saja.” Yoona bangun dan menarik Tangan Kyuhyun dengan paksa. Lalu dia juga menyeret Kyuhyun dengan sekuat tenaga agar keluar dari kamarnya. “Keluar!! Sana cepat keluar jangan ganggu aku!!”

“Kau ini!! Aku itu khawatir dengan kau! Tapi selalu kamu mengusir oppa mu ini!” brontak Kyuhyun.

“Sekarang aku tidak ingin cerita lebih pada oppa!!” Yoona menendang bokong Kyuhyun sampai terdorong keluar kamarnya. Lalu sebelum kyuhyun berani masuk lagi kedalam kamarnya. Dengan cepat Yoona menutup pintunya dan mengkuncinya dari dalam.

“Yaa!! Yoona!! Buka pintunya!!” teriak Kyuhyun sambil menggedor-gedor daun pintu kamar Yoona.

“Tidak mau!!!” Teriak Yoona sambil menendang pintu kamarnya dari dalam.

Kyuhyun ternyanga kaget membuka mulutnya lebar-lebar.

~***~

Hyoyeon menggigit bibir bawahnya dan wajahnya terlihat sedikit cemas. Eunhyuk yang mengendalikan stir mobil sesekali memandang kekasihnya dengan prihatin.

“Jadi apa aku harus bilang Yoona. Kalau Siwon dan Donghae itu bermusuhan sejak lama dan karena  memperebutkan satu wanita?”  Tanya Hyoyeon tiba-tiba.

“Itu sudah menjadi hak mu. Aku hanya mengajakmu ke rumah Yuri noona. Agar kau tidak terus penasaran atas dugaan-duagaan mu saja.”

Hyoyeon menatap Eunhyuk sekilas lalu dia bersandar pada jok mobil dan menutup kedua matanya. Dan mengingat kembali cerita apa saja yang tadi diceritakan Yuri padanya saat ditoko roti.

“Jadi adik Yuri eonni, bernama Sooyoung teman satu sekolah kau dan Donghae. Lalu mereka, Sooyoung dan Donghae berpacaran sejak lama hampir tiga tahun, lalu harus putus karena Sooyoung lebih memilih Siwon yang muncul tiba-tiba di kehidupan hubungan mereka. Jelas saja jika Donghae sangat marah dengan Siwon karena Bagi donghae, siwon  adalah perusak hubungan dia dengan Sooyoung. Tapi menurut Yuri eonni, Sooyoung memang sudah jenuh dengan Donghae yang terlalu baik dan biasa saja dalam menjalani sebuah hubungan. Makanya begitu ia bertemu dengan Siwon yang selalu romantic dan penuh kejutan makanya Sooyoung rela menyudahi hubungannya dengan Donghae dan menjalani hubungan baru dengan Siwon selama hampir setahun. Tapi selama hampir setahun juga Donghae seperti orang bodoh terus hadir dan terus ada jika Sooyoung membutuhkannya. Sampai akhirnya  entah dengan alasan apa Siwon menduakan Sooyoung dan diketahui Sooyoung dan juga Donghae. Ternyata Siwon itu playboy dulunya? Lalu entah apa yang sebenarnya terjadi juga, Sooyoung lebih memilih bunuh diri daripada harus kembali bersama Donghae?. “

Hyoyeon terdiam dan membuka matanya. Lalu Eunhyuk mulai berbicara melanjutkan cerita apa yang ia ketahui. “Semenjak hari kematian Sooyoung, Siwon menghilang begitu saja. Donghae sudah seperti orang gila terus mencari Siwon dan ingin membunuh Siwon saat ia ketemu siwon. Donghae berubah dratis menjadi sosok yang menyeramkan dan menjadi seperti bad boy, Sampai akhirnya tiga tahun berlalu mereka akhirnya bertemu lagi dikampus itu. Siwon juga berubah drastis dia malah jadi lebih rapi, tampan dan juga pendiam terlihat seperti Good Boy. Aku rasa Siwon tidak tahu kalau donghae berkuliah disitu dan pemilik kampus itu. Siwon seperti datang kesarang buaya yang tepat. Dan anehnya tidak pernah terjadi apapun antara Siwon dan juga donghae. Sampai akhirnya Yoona masuk sebagai mahasiswi barulah aku melihat ada kejanggalan yang Donghae tunjukan secara terang-terangan. Dan sekarang tepat lima tahun berlalu dari kematian Sooyoung. Mereka malah jatuh diadegan yang hampir sama. Memperebutkan satu wanita yang sama.”

“Aigoo!! Jangan-jangan Donghae tahu kalau Yoona menyukai Siwon dan Siwon juga tertarik dengan Yoona. Makanya Donghae tiba-tiba menyatakan cintanya pada Yoona dan menghalangi Siwon untuk mendapati Yoona dengan cara apapun? Apakah ini salah satu balas dendam Donghae ke siwon?”

“Kau satu pikiran deganku Hyo. Aku juga merasa begitu. Karena yang aku tahu Donghae walau dia berubah menjadi lelaki yang bersikap buruk dia belum pernah sama sekali bermain-main dengan wanita manapun. Dia hanya setia pada Sooyoung. Jadi aku pikir dia hanya tidak ingin Siwon menjadi bahagia, dia ingin Siwon juga merasakan kesakitan apa yang ia rasakan. Saat orang yang kita sayangi disayangi orang lain dan direbut orang lain? Dan karena Yoona adalah yang disukai Siwon. Makanya Donghae juga menyukai Yoona?.”

Hyoyeon terdiam dengan wajah Cemas. “Jadi apa yang harus aku lakukan?”

Eunhyuk mengangkat kedua bahunya. “Nado Molla…”

~***~

Yoona membuka pintu pagarnya dan mendapati Siwon sudah berdiri bersandar pada mobilnya. Yoona tersenyum menyambut kedatangan Siwon yang lebih awal dari pada Donghae.

“Apa hari ini kau kuliah?” Tanya Siwon.

“Iya.. aku ada jadwal hari ini. Kelas juga akan dimulai setengah jam lagi. Jadi lebih baik kita jalan sekarang saja. Kyuhyun oppa sudah berangkat kerja.” Jawab Yoona. Lalu berjalan sendiri masuk kedalam mobil Siwon.

Siwon masih terpaku dengan apa yang dilakukan Yoona hari ini. Bukankah kemarin ia bilang kalau dia menolak siwon?. Tapi kenapa sekarang dia bersikap penuh memberi harapan seperti ini? Tapi nampaknya siwon juga tidak mau memusingkannya yang penting Yoona tidak menjauh darinya. Maka dengan Senang hati Siwon masuk kedalam mobilnya dan mengantar Yoona menuju kampusnya.

“Apa kau mau mendengarkan music?” tawar Siwon.

“Boleh.. hemm.. tapi bagaimana kalau lagu Urban Zakapa saja? kau punya disc-nya kan?”

Siwon memanggutkan kepalanya. “Iya ada.. coba saja kau buka Daskboardnya.”

“Baiklah..” lalu Yoona membuka daskboard dan megambil CD album Urban Zakapa yang ia maksud.

Sebenarnya ini juga yang disenangi Yoona terhadap Siwon. Selara music Siwon itu tenang. Sama dengan selera music yang dia miliki. Yoona memasukan  Discnya kedalam CD palayer yang ada dimobil Siwon dan memutar lagu urban zakapa yang berjudul Don’t make me cry.

“Yoona..”

“Ne?”

Yoona menoleh memandangi Siwon yang masih menghadap  ke jalan. Siwon terlihat sedikit Grogi.

“Waeyo?” Tanya Yoona.

“Kemarin aku sudah bilang belum kalau aku tidak akan menyerah mendapatkan kamu dan akan selalu menunggu kamu untuk membalas cintaku?”

Yoona mengedip-kedipkan matanya. Dia tidak langsung menjawabnya. Pikirannya berjalan memikirkan hal yang lain. lalu dia tersenyum dan memerintahkan Siwon agar menepikan mobilnya sejenak.

Siwon memutar tubuhnya untuk balas menatap Yoona.

“Memangnya oppa benar-benar mencintaiku?”

Siwon memanggutkan kepalanya yakin.

“Tapi adakah yang oppa rahasiakan dariku?”

“Appa?” Tanya Siwon bingung.

Yoona meletakan kedua telapak tangannya dipipi siwon dengan lembut. “Syaratnya jika oppa ingin menjadi kekasihku oppa harus selalu jujur kepadaku… tidak ada satu hal pun yang oppa sembunyikan dariku.”

Siwon terdiam.

“Oppa sanggup tidak?”

Siwon menatap lurus mata indah milik Yoona. Lalu dia tersenyum dan memanggutkan kepalanya. “Iya.. aku sanggup aku akan selalu berbicara Jujur padamu.”

Yoona ikut tersenyum lalu memeluk tubuh Siwon. Siwon balas memeluk tubuh Yoona.

“Apa kau menerima cintaku?”

Yoona memanggutkan kepalanya. “Ne..”

~***~

Dari kejauhan Donghae melihat Yoona turun dari mobil bersama Siwon. Terlihat mereka seperti sedang asik membicarakan sesuatu sampai sesekali tersenyum. Donghae yang berdiri dibalik pohon menatap kesal punggung Siwon. Sambil mengepal sebelah telapak tangannya.

“Kau memang tidak akan pernah berubah siwon ssi.” Umpat Donghae dengan tatapan matanya yang tajam.

Lalu dia berjalan mengikuti kemana tadi Siwon dan Yoona pergi. Donghae mempercepat langkahnya ketika langkahnya sudah hampir dekat dengan langkah Yoona dan siwon yang berjalan berdampingan, Donghae masuk menerebos membuat celah diantara Yoona dan Siwon.

“Annyeong Yoona!!” sapa Donghae di iringi senyuman jail khasnya.

Yoona terkejut dengan kehadiran Donghae yang tiba-tiba. Dengan senyum kaku Yoona membalasnya juga. “Annyeong..”

“Annyeong Siwon ssi!!” sapa Donghae dengan tatapan tajam tidak bersahabat pada Siwon.

Siwon hanya balas menatap dengan tatapan tidak tertarik untuk melakukan apapun terhadap Donghae.

“Ku pikir kau tidak ada jam kuliah.. makanya aku tidak menjemputmu. Tapi syukurlah Siwon menjemputmu! Siwon ssi terimakasih telah menjemput Yoona.” Ucap Doghae sambil menatap Siwon galak.

Siwon hanya membuang mukanya.

“Iya.. hari ini aku ada kuliah. Tapi hanya ada dua SKS saja. jadi sebentar hanya dua jam. Sudah selesai.”

“Bagus..!! aku juga dua SKS.. kau harus pulang bersamaku dan makan siang bersama!” ucap Donghae penuh paksaan.

“Kau hanya perlu menungguku satu jam lebih lama Yoona.” Sahut Siwon.

Yoona tersenyum pada Siwon. Lalu mengkedipkan sebelah matanya seperti memberi isyarat ‘iya’ pada Siwon.

“Sudah ah.. aku mau masuk dulu.. nanti bisa telat.. sampai nanti Siwon dan Donghae oppa!!” seru Yoona lalu langsung berlari meninggalkan Siwon dan Donghae.

Siwon ingin ikut melangkahkan kakinya untuk pergi dari Donghae. Tapi donghae menghalangi langkah Siwon dan menahan dada Siwon dengan sebelah tangannya. “kau benar-benar tidak ingin menjauhi Yoona?”

“itu bukan urusanmu!” jawab Siwon ketus.

Donghae tertawa miris. “Bukan urusanku kau bilang? Sedangkan dulu kau selalu mencapuri urusanku!” ucap Donghae dengan tajam.

“Kenapa kau selalu membahas masa lalu!!” teriak siwon sambil menepis tangan Donghae.

Donghae menatap mata Siwon penuh dengan kebencian. “Karena masa lalu aku jadi mengenal bajingan seperti mu! Bajingan sepertimu layak mati ditanganku!”

Siwon terdiam.

“Kau pikir aku bisa melupakan begitu saja? apa aku akan tertipu dengan gaya Nice,Good, mu sekarang? Yoona adalah wanita baik-baik.  Dia tidak layak untuk jadi korbanmu selanjutnya.”

Siwon balas menatap Donghae. “Sudah berapa kali aku katakana padamu? Bahwa aku sudah berubah? Aku tidak main-main dengan Yoona! aku bukan siwon yang dulu lagi, Siwon yang bodoh yang sudah meninggalkan wanita yang ia sayangi untuk kesia-siaan? Dan aku sudah tidak ingin berurusan denganmu lagi. Jadi hentikanlah!”

Donghae melayangkan satu pukukan tepat diperut Siwon. Siwon meringis kesakitan sambil memegangi perutnya. “Kau pasti tidak pernah merasakan sakitnya kehilangan orang yang kau sayangi, dan sakitnya rasa disia-siakan!!”

Lalu donghae pergi meninggalkan Siwon begitu saja. Siwon memegangi perutnya yang sakit. Dia menatap punggung donghae dengan mata sendunya.

“kau hanya memikirkan perasaan dan luka dirimu sendiri tanpa memikirkan orang disekitarmu…”

~***~

“Apa dosennya tidak hadir? Keterlaluan sekali..” gerutu Seohyun sambil membanting kamus bahasa inggris yang tebal diatas mejanya.

Yoona dan Hyoyeon menatap  takut melihat tingkah sahabatnya yang satu itu.

“Aku sudah belajar semalaman untuk persiapan quiz yang akan diadakan hari ini…tapi ternyata mr.Daniel malah tidak hadir..” keluh Seohyun sambil memanyukan bibirnya.

“Ouh… kami turut berduka karena itu..” ledek Yoona sambil memeluk Seohyun.

Hyoyeon hanya mentertawainya. Tapi sekilas dia terdiam lagi sambil memandangi wajah Yoona. Nampak jelas sekali ada yang disembunyikan Hyoyeon dari Yoona. Hyoyeon menundukan kepalanya sambil menimbang-nimbang keputusannya.

“Yoona..” panggil Hyoyeon.

Yoona menoleh memandangi Hyoyeon. “Ne?”

Hyoyeon melipat-lipat jarinya dan tidak segera berbicara apa-apa. “Ah.. itu masalah Donghae dan Siwon.. hemm..”

“Oh.. iya!! Aku hampir saja lupa cerita sama kalian!” seru Yoona memotong pembicaraan Hyoyeon.

“Cerita apa?” Tanya Seohyun dan Hyoyeon bersamaan.

Yoona tersenyum kecil. “Hari ini aku menerima pernyataan cinta Siwon oppa.”

“MWO??” teriak Hyoyeon terkejut.

“Jinja?? Ah,,, aku senang sekali!! Kau memilih yang tepat Yoong!!” Seohyun Nampak senang sekali.

“Kau serius menerima cinta Siwon? Kenapa bisa? Kau bilang kau tidak akan berurusan dengan mereka berdua.”

Yoona menundukan kepalanya. “Ku pikir Siwon oppa itu baik dan serius terhadapku. Aku juga sejak awal menyukainya. Jadi aku memutuskan menerima cintanya.”

“Bagus..!! kau memilih yang benar!” sahut Seohyun berlebihan.

Terlihat kecemasan dimuka Hyoyeon. “lalu bagaimana dengan Donghae?”

“Kenapa kau memikirkan nasib Donghae?” Tanya Seohyun sewot.

Yoona menggelengkan kepalanya. “sebenarnya aku berniat untuk menerima cinta donghae juga..”

“MWO??!!” teriak Seohyun terkejut.

“Lalu??” beda respon dengan Hyoyeon, yang sedikit banyak tahu rahasia antara Siwon dan Donghae.

“Lalu? Aku ingin meminta pendapat kalian?”

Seohyun menggelengkan kepalanya kuat-kuat sambil  membentuk tanda X dengan jarinya. “Ania!!! Ania!! Kau tidak boleh! Hanya pada Siwon oppa saja!! jangan pedulikan si brengsek Donghae itu!!”

“Apa alasan mu ingin menerima donghae juga?” Tanya Hyoyeon dengan tenang.

Sepertinya Yoona lebih tertarik menjawab pertanyaan Hyoyeon daripada pernyataan Seohyun.

“aku merasakan hal yang aneh diantara mereka. Kemarin aku tidak sengaja mendengar dicaffe pembicaraan siwon dengan donghae. Mereka seperti mempunyai masalah tersendiri yang tidak ada sangkut pautnya denganku. Aku takut aku hanya dijadikan bahan pelarian mereka saja.aku takut akan dipermainkan mereka dan..aku.. aku makanya ingin mempermainkan mereka juga. Aku sangat penasaran sebenarnya ada apa..aku ingin tahu semuanya.”

Seohyun menatap bingung Yoona. Sedangkan Hyoyeon hanya terdiam seperti sedang serius memikirkan sesuatu.

“Yoona sebenarnya.. ada yang ingin aku beritahukan padamu.” Kata Hyoyeon.

“Mwoya?”

“Siwon dan Donghae.. mereka sebenarnya sudah kenal sejak enam tahun lalu.”

“Kau bercanda? Merekan baru kuliah tiga tahun saja?” sahut Seohyun.

“Seo.. kau bisa diam? Ini serius…”

Akhirnya Seohyun terdiam dan mencoba hanya untuk mendengarkan saja kata yang akan diucapkan Hyoyeon. Tentang Siwon dan Donghae.

“Aku kemarin kerumah kakanya Sooyoung..”

“Sooyoung??” seru Yoona terkejut. “Siapa dia?”

“kunci jawaban kenapa Siwon dan Donghae selalu bermusuhan.”

“Jadi mereka mempunyai wanita lain?” seru Seohyun. Tapi buru-buru ia menutup mulutnya dengan telapak tangannya karena Hyoyeon mempelototinya.

“Siwon dia merebut kekasih Donghae yang bernama Sooyoung dimasa lalu. Jadi kau bisa bayangkan kan bagaimana perasaan donghae terhadap Siwon? Lalu Sooyoung dia sudah meninggal. Dan karena itu siwon dan Donghae berubah. Tapi meraka masih saling kenal. Dan hubungan mereka masih tidak baik. Masih banyak rahasia lainnya tapi aku hanya tahu seperti itu.” Cerita Hyoyeon dengan wajah frustasi.

Yoona merunduk sedih mendengarnya. Ternyata kekhawatirannya benar. Kalau ada wanita lain yang membuat Siwon dan Donghae saling berselih. Tapi bukan dia. Dan kini Yoona tahu wanita itu adalah Sooyoung. Sosok wanita yang sudah tidak ada didunia ini. Tapi masih meninggalkan beberapa rahasia dan ketegangan diantara Siwon dan Donghae.

Yoona bangun dari kursinya. Tanpa berbicara dan berpamitan oleh kedua sahabatnya Yoona berlari keluar dari dalam kelas. Hyoyeon dan seohyun sudah memanggil Yoona. Tapi Yoona tidak menoleh hanya berlari keluar.

Yoona menghentikan langkahnya begitu dari kejauhan dia melihat sosok Donghae yang berjalan kearahnya. Yoona mencoba mengatur napasnya agar kembali stabil. Lalu dia berpura-pura berjalan biasa. Donghae melihat Yoona berjalan berlawanan dengan dia. Donghae hanya menatap lurus Yoona tanpa exspresi. Tapi begitu dia dan Yoona semakin dekat. Donghae langsung menghentikan langkahnya tepat didepan Yoona yang juga menghentikan langkahnya. Mereka saling bertatapan. Bertukar pandang dalam diam.

“Kau jadi mengajakku makan siangkan?” Tanya Yoona.

Donghae menaikan sebelah alisnya. “Tentu saja.. kau ingin makan apa?”

“Masakan apa yang kau suka makan?” Yooan balik bertanya.

Donghae memutar bola matanya.  Lalu menggandeng tangan Yoona dan mengajaknya jalan menuju parkiran motor. “Aku suka makan bibimbab campur kimchi. Aku tahu dimana rumah makan yang menyediakan bibimbab yang enak tidak jauh dari kampus.”

“Kau akan mengajakku kesana?”

Donghae memanggutkan kepalanya. Sambil menyerahkan helm pada Yoona. Yoona memakainya dan duduk diboncengan dibelakang Donghae. Dia memegang pinggang donghae. Dan donghae menjalankan motornya dengan kecepatan tinggi  keluar dari wilayah gedung kampusnya yang besar.

Dari lantai lima siwon berdiri melihat Yoona dibonceng Donghae pergi keluar dari gerbang kampus. Siwon menyimpan kameranya. Sambil tersenyum kecil. Lalu berjalan masuk kedalam kelasnya.

~***~

Donghae terlihat sibuk menyantap bibimbapnya sedangkan Yoona hanya menatap Donghae dengan exspresi wajah yang sulit diartikan. Donghae mengangkat kepalanya menatap Yoona. Mulutnya penuh terisi nasi.

“Kau tidak makan?”

Yoona menggelengkan kepalanya. “sebenarnya aku sedikit kenyang.”

“Lalu kenapa kau mengajakku makan?” Donghae berusaha menelan nasinya.

“Ada yang ingin aku bicarakan dengan mu.”

“apa?”

“Apa kau masih ingin menjadi kekasihku?”

Donghae menatap tajam kemata Yoona. Yoona ikut menatap lurus mata donghae. Donghae tersenyum. Tapi Yoona tidak. Ia masih memasang wajah serius.

“Tentu saja. aku sudah menunggumu sejak lama.”

“Aku merimamu untuk menjadi kekasihku…”

“Nde?? Jinjayo?? Hahaha…kau serius?” Dongahe Nampak tidak percaya dengan pendengarannya sendiri. Tapi dia terlihat sangat bahagia.

Yoona memanggutkan kepalanya. “Tapi dengan satu syarat..”

“Apa?”

“Kau harus selalu jujur padaku.. apapun itu!”

Donghae terdiam.

“Bagaimana?”

Donghae mengembangkan senyum kecilnya seraya menatap lurus kemanik mata Yoona. “Iya…”

“Kau tidak melanjutkan makanmu lagi?”

Dongahe tersadar dari lamunananya. Lalu mulai memakan lagi.

“Donghae oppa… setelah ini kau antarkan aku kekampus lagi ya.. aku ada urusan dengan sahabatku. Dan mungkin aku akan pulang bersama mereka. Tidak apa-apa kan?”

Donghae memanggutkan kepalanya. “Baiklah…”

Yoona baru tersenyum lalu mengambil sendok nasinya. Dan mulai memakan bibimbapnya dengan lahap. Donghae kini jadi terdiam sambil menatap Yoona penuh tanda Tanya.

~***~

Siwon duduk sendiri ditaman tempat pertama kali dia bertemu dengan Yoona. Siwon sedang memainkan kameranya. Mengambil beberapa gambar dengan lensanya. Saat ia sedang melihat melalui  lensa fokus nya. Terlihat dari situ Yoona  yang berjalan kearahnya sambil tersenyum. Siwon menjepret kameranya mengambil Photo Yoona.

“Oppa..!!!”

Yoona menepuk bahu Siwon. Lalu duduk disamping Siwon.

Siwon menyimpan kameranya. Dan berbalik badan menatap Yoona. “Wae?”

“Kau tahu aku dari mana?” Tanya Yoona sambil memeluk lengan Siwon yang besar.

Siwon menggelengkan kepalanya. Sebenarnya dia tahu. Yoona habis pergi dengan Donghae. Tapi dia tidak tahu pergi kemana.

“aku pergi makan siang dengan Donghae oppa…”

“Makan siang? Dengan donghae? dimana?” Tanya Siwon tanpa sadar.

Yoona menyeringai nakal. “Aaahh… oppa mulai menunjukkan sikap cemburu oppa..”

Siwon membuang mukanya. “Anio.. aku kan kekasihmu…jadi wajar jika aku..”

“Aku  makan makan bibimbap dirumah makan tidak jauh dari kampus. Enak sekali. Kapan-kapan kita makan disana ya?”

Siwon menatap serius Yoona. Kenapa wanita dihadapannya ini jadi berubah? Dia jadi lebih ceria dan banyak bicara. Dan bahkan dia juga bisa menunjukan sikap manja seperti wanita-wanita lain yang sedang berpacaran. Siwon curiga. Karena sebelumnya sikap Yoona padanya terlalu formal dan kaku. Tapi Siwon hanya terdiam saja, yang terpenting baginya Yoona sudah ada disisinya. Menjadi kekasihnya.

“Baiklah.. kapan-kapan kita makan disana,” jawab Siwon dengan ceria juga. Lalu dia memegang pipi Yoona dan mencium bibir Yoona sebentar.

Yoona terkejut. Matanya terbelalak lebar. “Ya!! Apa yang kau lakukan!!” teriak Yoona sambil memukuli bahu Siwon. Dan mengelap bibirnya dengan telapak tangannya.

“memangnya apa? Apa tidak boleh? Ya sudah aku tarik kembali ciumannya.” Lalu Siwon mencium bibir Yoona lagi dengan cepat.

“Oppa!!” Jerit Yoona melengking.

Siwon berdiri sambil memasukan kameranya kedalam tas. Lalu berlari kecil sambil mentertawakan Yoona.

Yoona terdiam. Sambil menatap kosong kearah Siwon yang masih menggodanya. Yoona menarik napas dalam-dalam, dan melepasnya perlahan-lahan. Yoona baru bangun dari tempat duduknya. Lalu dengan langkah cepat ia mengejar Siwon. Siwon berteriak ketika Yoona sudah hampir menggapainya. Siwon berlari mengelilingi taman kampus. Yoona mengikutinya.

“Berhenti!! Aku akan marah Kalau oppa.. terus berlari!” teriak Yoona sambil berkacak pinggang.

Siwon akhirnya berthenti berlari dan menggoda Yoona. Nafasnya tidak beraturan. Dia tersenyum menatap Yoona lalu menghampirinya dan memeluk Yoona. “Mianhae..”

“Aku benci oppa!!” jawab Yoona sambil mencubiti perut siwon berkali-kali. Siwon hanya mampu menahan sakit sambil tertawa.

Dari kejauhan. Hyoyeon berdiri bersama Eunhyuk sambil melihat pemandangan Siwon dan Yoona yang berlari-lari ditaman.

Eunhyuk tersenyum.”Melihat ini.. aku jadi ingat bagaimana dulu banyak yang iri dengan Donghae dan Sooyoung yang berpacaran dan selalu bermain kejar-kejaran seperti itu.”

“Benarkah?” Tanya Hyoyeon.

Eunhyuk memanggutkan kepalanya. “Donghae dulu sosok pria yang selalu ceria. Dan keceriannya akan naik level jika bersama Sooyoung.” Eunhyuk masih menatap Yoona dan Siwon yang kini berpelukan. “Tapi benar.  Semenjak Siwon hadir dihubungan mereka. Donghae menjadi aneh dan pendiam. Apalagi setelah Sooyoung memutuskan untuk berpisah dengannya. Donghae seperti kehilangan jiwanya untuk hidup.”

“Yang aku bingungkan.. kenapa Sooyoung harus bunuh diri? Dia tahukan, berpisahnya dia dengan Siwon, masih ada donghae yang setia menunggunya kembali padanya?”

Eunhyuk menggelengkan kepalanya. Dia juga tidak tahu apa alasannnya.

Mendadak ponsel Eunhyuk berdering di saku celananya. Eunhyuk mengambilnya. Dan melihat memalui screen ponselnya siapa yang menelpon.

Hyoyeon menatap Eunhyuk seakan ingin tahu siapa yang menelpon kekasihnya.

“Yuri noona.” Jawab Eunhyuk. Hyoyeon memanggutkan kepalanya. Eunhyuk menjawab teleponnya.

“Yeoboseyo? Ada apa Noona?”

“Eunhyuk-ah.. bisakah hari ini kau datang ke Toko ku lagi bersama yeojachingu mu? He-em.. dan bisakah kau mengajak temanmu yang kau bilang diperebutkan oleh Siwon dan donghae?”

“Bisa saja. tapi memangnya ada apa?”

“Ada yang ingin aku sampaikan. Aku minta maaf sebelumnya. Cerita yang aku ceritakan kepada kalian kemarin belum semuanya aku ceritakan sebenarnya masih ada beberapa rahasia yang harus kalian ketahui dan terutama teman kalian itu. Aku juga akan menyampaikan sesuatu apadanya ini terkait permintaan Sooyoung.”

“Permintaan Sooyoung..?”

“Iya.. aku akan menjelaskannya nanti saja. yang penting kalian harus kesini sekarang. Aku benar-benar tidak bisa tidur setelah kalian datang kemarin dan aku terus memikirkan satu hal yang belum aku sampaikan..jadi tolonglah.”

“Baikk.. kami akan segera kesana.. sampai nanti..”

“kamsahamnida Eunhyuk..”

Eunhyuk mengakhiri pembicaraanya dengan Yuri. Lalu menyimpan kembali ponselnya disaku.

“Ada apa?” Tanya Hyoyeon penasaran.

“Yuri Noona meminta kita mengajak Yoona ke tokonya sekarang, ada yang ingin ia sampaikan tentang Sooyoung, siwon dan Donghae.”

“Benarkah? Ayoo tunggu apa lagi?” Hyoyeon menarik lengan Eunhyuk berjalan dengan cepat menghampiri Yoona dan Siwon yang masih berada didataman sedang kembali duduk berdua dan membicarakan sesuatu.

“Siwon… Maaf sebelumnya..” ucap Hyoyeon. Begitu berdiri dihadapan Siwon dan Yoona.

“Ada apa?” Tanya Siwon bingung.

Hyoyeon tersenyum kecil. “Aku ada urusan mendadak dan penting dengan Yoona. Jadi aku pinjam Yoona dulu. Dan nampaknya agak lama.. jadi bisakan kau menunda kencan kalian?”

“Kencan apa?” Tanya Siwon seraya tersenyum malu.

“ya entalahlah,,. Tapi bukankah kalian sekarang berpacaran?”

Siwon hanya tersenyum malu.

“Bagaimana? Bisa kubawa Yoona –nya sekarang Siwon ssi?” Tanya Hyoyeon sekali lagi.

Siwon memanggutkan kepalanya. “Silakan.. dan Tolong jaga dia baik-baik..”

“Tentu! Kau tak perlu khawatir soal itu!” kini Eunhyuk yang menjawab.

Hyoyeon langsung menggandegan lengan Yoona dan membawanya pergi dari sisi Siwon.

Siwon hanya menatapi kepergian Yoona bersama Hyoyeon dan Eunhyuk.

“Hyo-ah.. kau akan mengajakku kemana memangnya?” Tanya Yoona bingung.

“Kesuatu tempat untuk mengetahui segalanya.”

“Segalanya??”

Hyoyeon memanggutkan kepalanya. “Benar…”

Yoona terdiam. Dan mengikuti saja Hyoyeon dan Eunhyuk akan mengajaknya pergi kemana. Dia sudah mengerti pasti ini urusan Siwon dan Donghae yang harus ia ketahui sekarang. Lagi pula dia juga sangat penasaran dengan semua rahasia itu. Jadi cepat atau lambat dia memang layak tahu.

~***~

“Apa kau yang bernama Yoona?” Tanya Yuri begitu dia melihat kedatangan Eunhyuk Hyoyeon dan satu orang tambahan yang baru pernah ia lihat sekarang.

Yoona tersenyum lalu menundukan kepalanya memberi salam. “Annyeonghaseo Yoona imnida”

“Kau cantik sekali..sekilas.. kau terlihat mirip dengan Sooyoung kami.” Ucap Yuri dengan senyum sedihnya. “silakan duduk!”

Hyoyeon, Yoona, Eunhyuk langsung duduk di kursi  terdekat. Sedangkan Yuri berjalan kearah pintu memutar tulisan Open menjadi Close.

“Tunggu sebentar.. aku akan mengambilkan minum…”

Yuri berjalan kebelakang tokonya. Yoona mengedarkan pandangannya keseliling ruangan Toko ini. Yoona Nampak tidak asing dengan design Toko ini dan jenis-jenis kue yang dipajang juga Yoona merasa pernah memakannya dan duduk disini. Tapi itu seperti sudah lama sekali. Dia tidak dapat ingat apapun selain pernah datang kesini. Tapi entah kapan, ia tidak ingat.

Tidak lama Yuri muncul lagi sambil membawa baki berisikan tiga gelas lemon tae dingin. Dan ada buku diary juga diatas baku itu. Yuri meletakan satu persatu gelas dihadapan Yoona,Hyoyeon dan Eunhyuk. Lalu terakhir ia mengambil buku Diarynya.

“Sebelum Sooyoung meninggal. Dia tidak sempat bercerita apapun terhadapku. Sampai akhirnya aku menemukan Sooyoung yang bunuh diri dengan memotong urat nadi lengannya sendiri. Dan ketika pemakaman selesai, aku merapikan kamarnya dan pakaiannya untuk disumbangkan. Karena eomma terus saja menangis. Dia selalu mengingat Sooyoung kami. Saat itu aku menemukan Buku hariannya. Dan aku telah membaca semuanya. Ternyata banyak sekali hal yang tidak ia ceritakan langsung kepadaku.” Cerita Yuri panjang lebar dengan mata berkaca-kaca. Terlihat jelas sekali. Betapa Yuri menyayangi adiknya walau dia sudah tidak ada didunia ini.

“Yoon-ya.. apa kau bersedia mengabulkan keinginan Sooyoung yang belum sempat tercapai?”

Yoona menatap Yuri dengan pandangan tidak mengerti.

Yuri meraih telapan tangan Yoona dan menggenggamnya. “Ku pikir kau adalah yang layak untuk menyampaikan ini pada Siwon dan Donghae. Dengan cara mu sendiri. Yang penting kau dapat menolong Sooyoung kami.”

“Apa yang harus aku lakukan?” Tanya Yoona manatap Yuri.

Yuri melepas tangannya lalu dia menyerahkan buku harian Sooyoung kepada Yoona. “Bacalah dibagian akhir buku ini. Maka kau akan mengerti kenapa Donghae sangat membenci Siwon dan Siwon meninggalkan Sooyoung tiba-tiba. Kau hanya perlu mendamaikan dua kubu yang saling berkaitan. Dan kurasa kau orangnya.. jika bukan karena kau Siwon dan Donghae tidak akan pernah terlibat kasus yang hampir sama lagi seperti enam tahun lalu.”

Yoona menatap lekat-lekat buku harian Soyoong. Di cover depannya. Terdapat photo  Sooyoung bersama Donghae yang melakukan selca konyol memakai topi kepala kelinci. Sedangkan di cover belakangnya terdapat photo Sooyoung bersama Siwon yang memakai kemeja putih sambil tersenyum bahagia.

Yoona menatap Pintu toko kue milik Yuri. Tiba-tiba bayangannya kembali. Dia melihat dirinya sendiri yang sedang memakan pudding dan cup cake disini bersama Kyuhyun. Tiba-tiba Yoona melihat Sooyoung yang memakai dress  putih berlari sambil menangis mengejar lelaki yang tak dapat Yoona lihat seperti apa wajahnya. Lelaki itu memakai kemeja hitam dengan tubuh yang kekar. Sooyoung terus mengejarnya sambil menyerukan kata ‘Chagia-ya!!changkaman!’ tapi lelaki itu terus berjalan cepat keluar dari toko. Sooyoung juga ikut keluar. Tapi lelaki itu masuk kedalam mobilnya dan menjalankan mobilnya meninggalkan Sooyoung yang terus menangis. Yoona melihat Sooyoung kembali masuk kedalam toko. Dan saat itu Yoona ingat mata mereka bertemu saat Yoona memandang Sooyoung dengan iba. Sooyoung juga menatap Yoona dengan mata penuh air mata kesedihan.

“Yoona!! Yoona!!”

Yoona terkejut dia tersadar dari lamunannya.

“Kau baik-baik saja?” Tanya Hyoyeon khawatir karena sejak tadi Yoona hanya bengong sambil menatap pintu. Dan ketika ia memanggilnya Yoona tidak mendengarnya.

“Eonni.. aku akan menolong Sooyoung..” Yoona maraih tangan Yuri dan tersenyum tulus pada Yuri.

Yuri balas tersenyum “Kamsahamnida. Kamsahamnida.”

Jadi gadis yang menangis mengejar kekasihnya itu adalah Sooyoung. Aneh sekali aku bertemu dia saat aku masih SMP aku sangat kasihan dengannya. Aku dulu sempat berpikiran pasti dia dan kekasihnya itu bertengkar hebat sehingga kakasihnya pergi begitu saja tanpa memperdulikan kekasihnya yang menangis dan penuh rasa penyesalan. Lalu saat aku menatap mata Sooyoung.. sejak dulu aku mengerti. Banyak rahasia dan luka di matamu itu. Jadi apakah harus aku orangnya yang menyelesaikan semua ini? Siwon si Good boy dan Donghae si Bad boy.. sebenarnya ada apa kau dan mereka? Aku benar-benar ingin tahu banyak. Sejak dulu aku juga ingin tahu! Kenapa kau dan kekasihmu bertengkar? Ucap Yoona dalam hatinya sambil memandangi buku harian Sooyoung.

~***~ To be Continued ~***~

Note : Annyeong akhirnya selesai juga part.4 nya!! Renaca FF ini hanya sampai part. 6 atau 7 saja. jadi mungkin tinggal 2-3 part lagi yang harus kalian tunggu. Yang sudah baca.. dimohon sekali untuk meninggalkan Komentar kritik dan saran kalian untuk cerita ini.. yang kepo kelanjutannya mana suaranya? 😀 tunggulah 1-2 minggu lagi buat saya ngepost part.5nya hahah..Kamsahamnida sudah meluangkan waktu untuk membaca tulisan saya!! See u ^^

Advertisements

56 comments on “FF YoonWonHae – Between Love of Good and Bad Boy Part.4

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s