FF (OS) Story With You (HyoHyuk Version)

ffhyohyuk-swy

FF (OS) STORY WITH YOU – HyoHyuk version

 

Judul : Story With You (HyoHyuk version)

Type : One Shot (OS)

Author : Ulanchoi Hyoyoon / Twitter : @Lovelyulan

Genre : Romance, Sad, Comedy Drama

Ratting : PG – 17

Main Cast :  Kim Hyoyeon SNSD, Lee Hyuk Jae (Eunhyuk) SUJU,

Other Cast :  Choi Siwon SUJU, Im Yoona SNSD, Kim Jong Woon (Yesung) SUJU

 

~***~

Hyoyeon VOP

“Noona… Hari ini kau akan membelikan aku ice cream strawberry lagi kan?” Tanya lelaki itu padaku. Dengan exspresi wajahnya yang lucu seperti anak kecil.

Aku duduk diayunan disamping dirinya yang juga sedang duduk di ayunanan besi.

Aku tersenyum kecil padanya sambil memanggutkan kepala. “Iya..kau ingin ice cream yang banyak atau tidak?”

Lelaki itu terdiam sejenak, sepertinya ia sedang berpikir keras.lalu dia menatapku dengan tatapan matanya yang polos. “Jika aku ingin yang banyak apa Noona akan membelikan semuanya untukku?”

Aku memanggutkan kepala lagi. “Iya.. semuanya…”

Dia tersenyum lebar. Lalu dia turun dari ayunannya. Dia menarik lenganku agar aku bangun juga dari ayunan itu. “Ayoo… Noona, aku sudah tidak sabar!! Asiiikk makan Ice cream!!!”

Aku dituntunnya berjalan bersamanya. Dia menolehkan wajahnya kebelakang menatapku dengan senyum polosnya.”Tapi kita pulang dulu ya!! Kita harus ajak Choco dan Bunny…mereka pasti senang sekalian jalan-jalan sore!”

Aku tersenyum sambil memanggutkan kepala lagi.

Aku berlari mengikuti kemanapun dia berlari sambil menggenggam erat tanganku. Aku terus tersenyum. Iya aku harus tersenyum. Aku tidak boleh menangis didepan dia. Aku tidak mau dia bersedih. Biarkan kesedihan ini hanya milikku seorang, kau tidak perlu tahu. Yang perlu dia  tahu apapun keadaanyna, aku akan tetap menyukainya. Menyayanginya, mencintainya. Dan Dia adalah tunanganku.

~***~

 

Author POV

SATU TAHUN YANG LALU…

 

“Chagia…!! Chagia…!! Chagia…!!”

Seorang lelaki memakai stelan jas hitam masuk kedalam rumah dengan berteriak-teriak, sambil menenteng sebuah paper bag besar ditangan kanannya.

Seorang wanita dengan terburu-buru keluar dari dapur masih mengenakan celemek yang menutupi pakaiannya dan sambil membawa satu buah wortel ditangannya.

“Oppa..!!” Teriak wanita itu lalu berlari memeluk peria itu dengan riang gembira.

Pria itu buru-buru melepas pelukan si wanita. “He-em.. Hyoyeonku? Kenapa kau jadi seperti ini? Kau seperti Cinderella…” lalaki itu menatap kasihan kekasihnya.

“Hyuk Jae oppa!!” teriak wanita bernama Hyoyeon itu sambil memukul dada Hyuk Jae, kekasihnya dengan wortel.

“Hahha.. Mianhae!!” lalu Hyuk jae memeluk lagi kekasihnya yang menjadi cemberut karena ulahnya yang suka sekali mencandai Hyoyeon.

“Oppa…” rengek Hyoyeon seperti anak kecil.

“Kau sedang masak apa?” Tanya Hyuk jae masih memeluk Hyoyeon.

“He-em.. Sop ikan tuna kesukaan Oppa.. karena aku tahu hari ini oppa akan pulang lebih awal.” Jawab Hyoyeon sambil tersenyum bangga.

Hyuk jae mengecup kening Hyoyeon. Lalu dia melepas pelukan mereka. Mereka berdiri berhadapan. Hyoyeon Nampak tertarik dengan paper bag besar yang dibawa Hyuk jae sejak tadi. Dia melirik paperbag itu mencoba menerka-nerka apa isinya.

“Apa? Kau mau melihat apa?” Tanya Hyuk jae, menyembunyikan paperbag dibalik tubuhnya.

“Itu!! itu isinya apa? Apa itu buat aku?” Tanya Hyoyeon sambil menunjuk-nunjuk paper bag tersebut. Hyoyeon berjalan kepinggir untuk mengambil paperbag itu dari tangan Hyuk Jae. Tapi Hyuk jae lebih cepat memutar badan dan menyembunyikan lagi paperbag tersebut.

“Selesaikan masakmu dulu… nanti baru aku kasih tahu! Aku lapar sekali…”

Hyoyeon memanyunkan bibirnya. “Ah.. Oppa tidak asik..” walaupun mengeluh, tapi Hyoyeon tetap berjalan kedapur, untuk kembali melanjutkan kegiatan masaknya.
“Masaklah yang enak… calon istriku!!” teriak Hyuk jae.

Hyoyeon menoleh dengan mata terbelalak. Hyuk Jae langsung pura-pura membuang muka dan berjalan keruang TV. Hyoyeon hanya tersenyum sambil memandang punggung Hyuk Jae kekasihnya.

“Baiklah… Calon suamiku!!! Tunggu sebentar masakan akan segera dihidangkan!!” balas Hyoyeon berteriak agar Hyuk jae mendengarnya.

Hyuk jae memang mendengarnya. Tapi dia tidak menoleh untuk menatap Hyoyeon. Dia hanya tersenyum lebar dengan hati yang sangat bahagia.

Sepasang kekasih yang sedang di mabuk asmarah itu, sudah selesai makan siang dan sedang menikmati waktu santai mereka di Sofa depan telepisi. Hyuk jae duduk menyandarkan kepalanya pada Sofa, sedangkan Hyoyeon meletakan kepalanya di pangkuan Hyuk jae.

“Oppa…”

“Hem?”

“Gomawo…”

Hyuk jae menundukan kepalanya. Matanya dengan mata Hyoyeon beradu pandang. Hyuk jae juga membelai lembut rambut Hyoyeon yang berwarna blonde.

“Apa kau suka hadiah yang oppa berikan?”

Hyoyeon tersenyum. “Tentu saja aku suka.. itu cantik sekali…aku akan menyimpannya dengan baik..”

~Tukk..~

Hyuk Jae malah menyentil dahi Hyoyeon dan menggeretakan giginya, pura-pura bersikap marah pada Hyoyeon.

“Aku belikan itu untuk kau pakai di tanggal 23 September bukan untuk kau simpan!”

Hyoyeon mengelus-elus dahinya sendiri yang bekas disentil Hyuk Jae. “aku kan bukan anak kecil oppa.. yang ulang tahun harus dirayakan dan dibelikan Pakaian pesta seperti itu?”

Hyuk Jae semakin menundukan kepalanya mendekati wajahnya dengan wajah Hyoyeon. Hyuk Jae meletakan hidungnya diatas hidup Hyoyeon. “Bagiku.. kau adalah anak kecil..yang akan selalu aku jaga dan ku berikan kasih sayang setiap waktu.”

Hyoyeon tersenyum. Lalu mengangkat wajahnya sedikit hingga bibirnya bertemu dengan bibir Hyuk jae.

~***~

23 September 2012

 

Hyoyeon berdiri didepan sebuah cermin besar dikamarnya. Dia sedang memandang dirinya sendiri dipantulan cermin itu. dia tersenyum bahagia melihat apa yang sedang ia kenakan sekarang ini. Tubuhnya yang langsing dan mungil dibalut Dress baby Doll berwarna ungu selutut. Tangannya memakai sarung tangan. Ia memakai high Heels 9cm berwarna gold. Semua yang ia pakai saat ini adalah hadiah dari Hyuk jae kekasihnya tempo hari.

“Sudah Cantik kok…”

Hyoyeon memutar tubuhnya menoleh kepintu kamarnya melihat kesumber Suara.

“Yoona!!”

Hyoyeon langsung berlari memeluk Yoona dengan erat.

“Ah…kau akhirnya datang juga. Aku benar-benar merindukanmu! Kau datang dengan suami mu?”

Yoona menanggapi dengan senyuman, mendengar sahabatnya itu berbicara tanpa henti dengan begitu semangatnya.

“Iya.. aku datang bersama Siwon oppa. Ku kira saat aku mendapat undangan darimu. Itu adalah undangan pernikahan kau dan Hyuk Jae oppa. Ternyata malah pesta ulang tahun mu…”

Hyoyeon tersenyum lebar.

“Kau benar.. sebenarnya aku tidak terlalu membutuhkan pesta ini. Tapi dia memaksa aku untuk merayakan ulang tahunku besar-besaran mengundang semua temanku. Aku jadi merasa seperti anak kecil lagi.”

Yoona tertawa kecil lalu menuntun Hyoyeon duduk kemeja rias. Yoona mengambil beberapa make-up milik Hyoyeon. Yoona membantu meriasi wajah Hyoyeon dengan make-up tipis dan natural.

“Tapi walaupun begitu, aku yakin Hyuk Jae oppa itu serius menjalin hubungan denganmu. Apa lagi hubungan kalian memang sudah terjalin selama lima tahun. Itu bukan waktu yang sebentar.”

“Kau benar Yoona.. aku juga berharap demikian. Aku benar-benar mencintainya. Aku hanya ingin menjadi istrinya seorang.”

Yoona mengoleskan lipstick berwarna pink ke bibir Hyoyeon.”Kau akan menjadi istri Lee Hyuk Jae!”

Hyoyeon membuka matanya dia tersenyum senang dengan ucapan Yoona, dan hasil karya tangan Yoona pada wajahnya. Dia benar-benar terlihat sangat cantik malam ini.

Hyoyeon keluar dari kamarnya. Keadaan rumah mereka(Hyoyeon dan Hyuk Jae) yang sederhana sudah disulap sejak tadi sore oleh beberapa orang suruhan Hyuk jae untuk menghiasi ruangan tamu  menjadi begitu bagus dan indah.

Hyoyeon melangkahkan kakinya bersama Yoona menuju perkumpulan tamu yang membuat lingkaran besar. Hyoyeon melepas tangan Yoona, dia permisi pada tamu untuk masuk kedalam lingkaran tersebut. Hyoyeon menutup mulutnya tidak percaya dengan apa yang ia lihat saat ini didepan matanya.

Hyoyeon-dressSWY

Hyuk jae yang memakai taxedo hitam lengkap dengan dasi kupu-kupu memegang beberapa balon warna warni ditangannya. Disampingnya berdiri ada Kue black porrest besar diatas meja. Diatas kue tersebut ada dua boneka lilin wanita dan pria yang memakai baju  sama percis dengan apa yang dipakai Hyoyeon dan Hyuk jae saat ini. Disekeliling kue tersebut berbaris lilin-lilin kecil sebanyak 25 lilin sesuai usia Hyoyeon sekarang ini.

Hyoyeon berjalan dengan perasaan gugup menghampiri Hyuk Jae. Mereka berdiri berhadapan. Semua tamu mulai menyanyikan lalu Happy birthday untuk Hyoyeon. Mata Hyoyeon berkaca-kaca. Setelah lagu ulang tahun selesai dinyanyikan. Suasana kembali hening kembali.

“Sekarang tiup lilin-nya kau harus membuat permohonan!” Seru Hyuk Jae.

Hyoyeon meniup semua lilinnya sampai benar-benar padam semua, lalu dia menutup matanya, meletakan tangannya didada. Dia berdoa dalam hati.

Tuhan jangan biarkan kebahagian ini pergi. Aku ingin selalu bersama Hyuk Jae oppa. Apapun yang terjadi aku ingin bersamanya, aku benar-benar tidak bisa hidup tanpanya.

Hyoyeon membuka matanya kembali. Hyuk jae masih berdiri dihadapannya sambil tersenyum tulus.

“Kau tidak menanyakan apa doaku untuk mu?” Tanya Hyuk jae.

Hyoyeon memanggutkan kepalanya. “Apa doa Oppa untuk ulang tahunku kali ini?”

Eunhyuk menyerahkan pita yang mengikat balon itu kepada Hyoyeon. Hyoyeon mengambilnya dengan hati-hati dan menggenggam pita tersebut.

“Hiduplah bersamaku selamanya…”

Mata Hyoyeon melebar menatap mata Hyuk jae yang sedang menatap lurus matanya dengan serius.

“Oppa bicara apa?”

Hyuk Jae menggenggam tangan Hyoyeon yang masih menggengam pita balon-balon tersebut. “Menikahlah dengan ku dan hidup bersama ku selamanya..”

Hyuk Jae membuka kepalan tangan Hyoyeon, menunjukan bahwa dipita itu ada sebuah cincin berlian yang diikatkan pada pita balon tersebut. Mulut Hyoyeon terbuka lebar. Dia tidak percaya dengan apa yang baru ia dengar dan ia lihat saat ini. Hyuk jae melamarnya di usianya yang ke dua puluh lima tahun dan didepan semua teman Hyoyeon dan Hyuk Jae.

Hyuk jae melepaskan cincin tersebut dari pita balon. Dan beberapa balon itu mulai berterbangan kelangit rumah Hyoyeon. Hyuk jae meraih telapak tangan kiri Hyoyeon. Lalu memasukkan cincin tersebut kejari manis Hyoyeon. Mata Hyoyeon berkaca-kaca, ia sangat terharu.

“Aku ingin menikah dengan oppa…” Hyoyeon langsung memeluk Hyuk Jae.

Suara tepuk tangan mengisi seluruh ruangan rumah Hyoyeon malam ini. Semua tamu yang hadir merasa terharu melihat moment pelamaran Hyuk jae kepada Hyoyeon. Mereka sudah pacaran sejak lima tahun lalu. Dan akhirnya kita Hyuk jae mengambil langkah serius melamar Hyoyeon, menjadikan Hyoyeon tunangannya dan akan menikahkan Hyoyeon segera mungkin.

Yoona tersenyum bahagia disamping suaminya Siwon, yang setia menjaganya kemanapun dia pergi. Yoona menggandeng lengan Siwon, dan meletakan kepalanya di bahu Siwon sambil melihat sahabatnya yang sedang berbahagia saat ini. Karena sahabatnya berbahagia tentu dia sekarang juga sangat bahagia.

~***~

SATU BULAN KEMUDIAN…

 

“Ya… Yesung oppa!!! Kenapa kau membawa Anjing ke dalam rumah ku!!”

Hyoyeon langsung berteriak histeris sambil naik keatas kursi, begitu melihat Yesung, sepupunya datang sambil menuntun anak anjing yang sangat lucu berwarna putih.

“Perkenalkan ini Melo..”

“Aku tidak peduli!! Aku geli dengan anak anjing!!! Aku benci anak anjing!!” Hyoyeon masih berteriak histeris sambil memandang jiji anak anjing berwarna putih, imut, lucu dan tidak tahu apa-apa yang diberikan nama Melo oleh Yesung.

“Kau ini.. dia ini baik.. lucu dan menggemaskan..”

“Aku bilang tidak peduli!!” teriak Hyoyeon lagi. “Lagi pula sejak kapan oppa melihara anak anjing?”

Yesung akhirnya menggendong melo. Sambil mengelus-elus bulu melo yang begitu lembut. “Aku mendapatkannya dua hari yang lalu. Ini hadiah dari pasienku… aku harus merawatnya dengan baik.”

“Tapi jauhkan dia dari ku.. ku mohon!!” jerit Hyoyeon ketika Yesung semakin mendekatkan Melo kepada Hyoyeon.

Yesung Nampak sengaja menakut-nakuti sepupunya dengan dengan melo anak anjing lucu dan imut itu. Padahal Yesung tahu kalau sepupunya yang satu ini takut sekali dengan anak anjing dan anak kucing. Karena Hyoyeon mempunyai pobia dengan anak kucing dan anjing sejak masih umur lima tahun. Tapi tetap saja Yesung malah menunjukan Melo kehadapan Hyoyeon.

“Ya!!! Kim Jong Woon!!!” Teriak Hyoyeon memanggil nama asli Sepupunya itu.

“Kim Hyoyeon…Kim Hyoyeon…guk..guk..guk…” Yesung menakut-nakuti Hyoyeon dengan melo yang sama sekali tidak menyeramkan.

Hyoyeon berjongkok diatas kursi. Sambil menutup wajahnya pada lutut kakinya tangannya menutup telinganya erat-erat. Hyoyeon sudah keringat dingin dan tubuhnya gemetaran.

“Hyong.. apa yang sedang kau lakukan?”

Yesung menoleh kesumber suara, ternyata Hyuk jae tunangan Hyoyeon baru saja datang dan menegur Yesung yang sedang menakut-nakuti Hyoyeon, sepupunya sendiri.

“Hai.. kau baru datang?” sapa Yesung sambil menurunkan Mello dan membiarkan melo berjalan sendirian didalam rumah Hyoyeon.

Hyuk jae mendekati Hyoyeon yang masih dalam posisi tadi berjongkok dalam ketakutannya.

“Apa yang sedang kalian lakukan?” Tanya Hyuk Jae pada Yesung.

Yesung tersenyum kecil sambil menepuk bahu Hyuk jae. “Aku hanya sedang memberikannya soft trapi agar dia dapat mengurangi rasa pobia berlebihannya terhadap anak anjing.”

Hyuk jae menyentuh bahu Hyoyeon yang sudah gemetaran. “Hyo-ah..”

“Ahh… tolong jauhkan anak anjing itu…” ucap Hyoyeon dalam tangisnnya.

Yesung mengelus rambut Hyoyeon yang masih menunduk tidak mau melihat keadaan sekitarnya. “Baiklah.. therapy hari ini cukup sampai disini.. aku dan Melo akan pulang.. sampai nanti!” pamit Yesung sambil menggendong Yesung.

“Jangan pernah kembali lagi membawa anjing kecil itu!!!” teriak Hyoyeon frustasi.

“Iya.. iyaa..”  Yesung hanya menyahut seperti itu dan keluar dari rumah Hyoyeon.

Hyuk jae mencoba untuk menenangkan Hyoyeon dengan penuh perhatian. “Mereka sudah pulang..”

Tapi Hyoyeon masih Nampak ketakutan dan tubuhnya masih bergemetar.

Hyuk Jae meraih tubuh Hyoyeon dan memeluknya dengan erat mencoba menenangkan Hyoyeon dari ketakutannya dahulu. Hyoyeon akhirnya sudah mulai mengontrol kesadarannya sendiri. Dia melingkarkan tangannya pada pinggang Hyuk jae dan menyembunyikan wajahnya diperut Hyuk Jae.

“Oppa.. aku takut dengan anak anjing..”

“Iyaa.. oppa tahu.. tapi sekarang anak anjing itu sudah pergi.. sekarang hanya ada kau dan oppa saja.. jadi tidak perlu takut.”

Hyoyeon mengangkat wajahnya menatap Hyuk jae yang tersenyum tulus padanya. Hyoyeon semakin mempererat pelukkannya.

“He-em.. Hyoyeon.. undangan pernikahan kita sudah jadi..”

Hyoyeon melepas pelukkannya sambil menghapus sisa air matanya. “mana? Oppa membawanya? Aku ingin melihatnya.” Wajah Hyoyeon langsung gembira lagi.

Hyuk jae berjalan keruang tamu. Hyoyeon mengikutinya. Hyuk jae mengambil tas kerjanya lalu membukanya dia mengeluarkan satu undangan pernikahan dari dalam tas dan ia berikan pada Hyoyeon. Hyoyeon membukanya dan melihat ada photo pra-wedding dia dan Hyuk jae yang dilakukan satu minggu yang lalu di taman pinggir sungai Han dan pulau Nami.

Sejak malam pelamaran Hyukjae kepada Hyoyeon sukses, akhirnya keluarga dari kudua belah pihak setuju untuk menjadi besan dan menikahkan mereka. Dan pernikahan akan berlangsung seminggu lagi dari sekarang. Makanya hari ini undangan pernikahan sudah dicetak dan siapa diberikan kepada tamu undangan.

“Besok.. pulang aku mengajar di TK kau jemput aku ya.. kita akan menyebarkan undangan ini kerumah teman-teman kita.”

“Siap…” jawab Hyuk jae sambil hormat pada Hyoyeon.

Hyoyeon tertawa dan mencubit lembut pipi Hyuk Jae.

~**~

“Seonsaeng..!! apa benar Seonsaeng akan menikah? Seosaeng akan menikah dengan seorang pengeran seperti cerita dongeng yang sering Seon ceritakan kepada kami?”

Hari ini Hyoyeon benar-benar mendapati banyak pertanyaan seputar pernikahannya dari anak –anak usia lima sampai enam tahun. Berita Hyoyeon akan menikah cepat sekali beredar luas. Bahkan anak didiknya di TK ini semuanya tahu kalau dia akan segera menikah.

Ya karena hari ini Hyoyeon sudah mulai menyebarkan undangan pernikahan mereka. Kepada orang tua murid dan teman sepengajar di TK. Dan anak jaman sekarang memang lebih peka dan kritis jadi wajah jika mereka sekarang menyerbu Hyoyeon dengan banyak pertanyaan seputar penikahannya.

“Apa pangeran yang akan menikah dengan Ibu guru sangat baik? Apa dia tampan? Dia punya kuda putih tidak?”

Hyoyeon tersenyum mendengar semua pertanyaan dari murid-muridnya.

“Iya.. ibu akan menikah dengan seorang pangeran. Tentu saja dia sangat baik. Dia juga tampan. Tapi sayang pangeran ibu tidak menunggang kuda. Dia seperti appa kalian. Dia menaiki sebuah mobil untuk menjemput Ibu..” Jawab Hyoyeon dengan sabar dan lembut. Anak muridnya mulai diam dan mendengarkan ucapan Hyoyeon.

“Apa ibu akan meninggalkan kita jika ibu menikah?”

Hyoyeon menggelengkan kepalanya sambil tersenyum lembut. “Tentu saja tidak.. ibu akan berada disini sampai kalian lulus dan masuk sekolah dasar..”

“Seonsaeng memangnya menyukai pangeran itu?”

Hyoyeon memenggutkan kepalanya. “Iya.. Seon sangat menyukainya.. makanya Seonsaeng mau menikah dengannya.”

 Semua anak-anak itu memanggut-manggutkan kepala sambil tersenyum senang. Seolah-olah mereka megerti apa yang diucapkan Hyoyeon tentang menyukai pengeran dan pernikahan.

“Oppa!!” Hyoyeon berlari kecil menghampiri Hyuk jae yang sudah menunggu sejak 15menit yang lalu saat bubaran sekolah TK Gyeomi.

Hyoyeon menyambut Hyuk Jae dengan pelukan dan sebuah kecupan dipipi kanan. Mereka berjalan masuk kedalam mobil. Hyuk jae membantu memasangkan safe belt untuk Hyoyeon. Setelah selesai dia memasangkan safe beltnya sendiri, Hyuk jae mejalankan mobilnya. Tujuan mereka hari ini adalah mengundang teman-teman terdekat mereka. Karena sebagian undangan sudah disebarkan.

Hyuk jae melirikkan matanya melirik Hyoyeon yang sibuk melihat-lihat gambar-gambar anak muridnya saat dikelas tadi. Ia membawanya pulang untuk diberikan nilai.

“Apakah gambar-gambar itu lebih menarik daripada berbicara denganku?”

Hyoyeon menoleh menatap Hyuk Jae yang terlihat konsentrasi mengemudi. Hyoyeon memasukkan kembali lembaran gambar muridnya kedalam tasnya dan tersenyum sambil menarik pipi kanan Hyuk jae.

“Kenapa oppa, sangat pencemburu sekali? Masa dengan gambar saja oppa juga jadi cemburu?”

Hyuk jae menggelengkan kepalanya. “Oppa tidak cemburu. Oppa hanya merasa kau sudah terlalu lelah mengajar, jadi saat kau bersama oppa, beristirahatlah..”

Hyoyeon memanggutkan kepalanya. “Ne.. ne..”

“Apa kau sudah memberikan undangan pernikahan kita  kepada Yoon Do Joon?”

Hyoyeon terdiam dia hanya menggelenkan kepalanya.

“Waeyo?”

Aku sudah bilang tidak ingin dia datang dipesta pernikahan kita!” Jawab hyoyeon dengan suara ketus.

Hyuk jae tersenyum kecil. “Dia harus datang. Dia harus menyaksikan pernikahan kita. Aku ingin dia melihat sendiri kalau kau hanya milikku. Dia sudah tidak berhak menyukaimu lagi.”

“Oppa.. aku tidak mau! Aku tidak akan mengundangnya. Lagi pula yang suka padaku dia. Dan aku tidak menyukainya sama sekali.”

Hyuk jae lagi-lagi tersenyum kecil.”Tapi saat kalian SMA, kalian pernah menjalin hubungankan walau hanya sebentar? Dan dulu pasti kau juga menyukainya walau hanya sesaat.”

Hyoyeon mencekal tangannya. Dia mulai merasa kesal. Karena Hyuk jae mulai membahas kisah masa lalunya. Memang dulu saat SMA Hyoyeon sempat berpacaran dengan teman sekelasnya bernama Yoon Do Joon. Tapi hanya bertahan setengah tahun saja. karena Yoon Do Joon mebuat kesalahan yang fatal terhadap Hyoyeon.

Hingga lulus SMA Hyoyeon bertemu Hyuk jae di perguruan tinggi. Hyuk Jae adalah seniornya yang sejak pertama kuliah adalah orang yang paling senang mengganggu dan meledeki Hyoyeon. Tapi hingga akhirnya mereka saling jatuh cinta. Dan sampai saat ini. Tapi dibalik cinta mereka masih ada Do Joon yang terkadang suka menemui Hyoyeon dan mengaku masih menyayangi Hyoyeon. Walaupun rasa sayang Hyoyeon ke do joon sudah tidak ada sama sekali.

Dan bagaimanapun Hyuk jae adalah lelaki normal yang mempunyai kadar pecemburu yang jitu. Bagaimana ia bisa tenang menjalani hubungan dengan baik jika kekasihnya masih ada yang mencintai selain dirinya. Jadi maksud Hyuk jae ingin Do Joon datang kepernikahannya dengan Hyoyeon, bertujuan untuk menunjukan pada Do Joon bahwa dia adalah suami Hyoyeon. Dan Do Joon sudah kalah dan jangan ganggu Hyoyeon lagi. Tapi Hyoyeon kukuh tetap tidak bersedia jika do joon menghandiri pernikahannya karena dia sudah benar-benar tidak mau terlibat oleh Do Joon.

“Kau tau alamat rumahnya kan? Kita akan mengundangnya langsung…”

“Oppa!!! Aku bilang aku tidak mau!” gretak Hyoyeon dengan mata berkaca-kaca.

Hyuk jae menolehkan wajahnya menatap Hyoyeon yang matanya sudah berkaca-kaca dan dadanya sudah naik-turun seiring gemuruh perasaannya.

“Kau yakin?” Tanya Hyuk jae.

“Oppa.. kita akan menikah.. jadi kumohon jangan bawa kenangan masa lalu.. sejauh ini hubungan kita juga baik-baik saja kan?” ucap hyoyeon.

Hyuk jae memanggutkan kepalanya.

Hyoyeon tersentak kaget ketika mobilnya melewati lampu lalu lintas.

“Oppa.. kau menerobos lampu merah!!” jerit Hyoyeon panic.

Hyuk jae menjadi panic juga, dia memutar strinya sembarangan arah dan menginjak gasnya. Dari sisi kiri ada mobil box yang berjalan karena sudah lampu hijau. Hyoyeon semakin panik. Dia membantu Hyuk jae memutar Stri mobil.

“Oppa.. injak remnya!!” teriak Hyoyeon.

Tapi karena keadaan Hyuk jae benar-benar panic maka dia lagi-lagi salah menginjak, dia malah menginjak gas. Dan mobil berjalan mundur sambil berputar. Dari sisi kanan juga ada mobil. Hyoyeon memutar stri Hyuk jae menekan gas dan rem.

~Brukk…!!!~~

Dari sisi Kiri mobil Hyuk jae dihantam oleh mobil box yang juga hilang  kendali karena melihat mobil hyuk jae dari arah berlawanan yang masuk kejalannya. Mobil Hyuk jae terpontal hingga mengenai mobil sedan lainnya yang berlawan arah. Dan mobil yang dinaiki Hyuk jae dan Hyoyeon berguling terbalik dijalan.

Hyuk jae terjebit dikursi kemudi. Dia menatap sedih Hyoyeon yang juga terjepit dikursi sebelahnya. Keadaan mereka benar-benar sangat mengenaskan. Mereka tidak bisa bergerak sama sekali. Karena mobil dalam posisi terbalik. Kepala mereka terasa dibawah jalan.Hyuk jae mengulurkan tangannya yang penuh dengan darah untuk mengentuh tangan Hyoyeon yang juga penuh darah.

Dahi Hyuk jae sudah berlumuran banyak darah. Sedangkan hyoyeon mengalami luka di wajahnya. Dan pinggir bibirnya dengan serius mengeluarkan darah.

“Opp…opp…oppa…” panggil Hyoyeon dengan suara lemah. Matanya sudah terpejap sedikit karena tidak sanggup menahan sakit yang mulai ia rasakan.

Hyuk jae menyentuh tangan Hyoyeon. “Mianhae.. mianhae.. Jeongmal mianhae..” ucap Hyuk jae sambil menitihkan air matanya.

Hyoyeon perlahan menutup matanya. Rasa pusing dan sakit pada tubuhnya kian menyiksanya.

“Hyoyeon… bertahanlah!! Bertahanlah!!” Hyuk jae bertriak-teriak ketika melihat Hyoyeon yang sudah menutup matanya. Sebenarnya dia juga merakan sakit yang sangat teramat sakit disekujur tubuhnya terutama kepalanya.

Hyuk jae dapat mendengar ketika petugas kepolisian mendekatinya menanyai keadaannya. Tapi ketika Hyuk jae ingin mengangkat bicara. Lehernya seperti tercekik. Dia merasa sulit bicara. Hanya darah yang keluar dari mulutnya. Hyuk jae menatap wajah Hyoyeon yang terkulai penuh luka. Hyuk jae tahu dia sedang di evakuasi, mobilnya seperti mulai bergerak untuk diangkat. Dan sektika itu pandangannya jadi rabun. Samar-samar dia tidak dapat lagi melihat jelas wajah Hyoyeon. Dia merasa  amat sakit dan mengantuk. Hingga akhirnya dia juga menutup matanya dan tidak sadar. Tidak tahu apapun.

~***~

Satu Minggu kemudian…

 

Sejak kecelakaan hari itu. setelah mobil dievakuasi. Hyoyeon dan Hyuk jae dilarikan ke Seoul Internasioanl Hospital. Karena harus mendapatkan perawatan di UGD. Hyoyeon dan Hyuk jae ditangani oleh dokter yang berbeda. Mereka sama-sama mengalami koma.

Dua belah pihak keluarga sangat bersedih mendapat kabar buruk tentang kecelakaan yang menimpah anak mereka, yang akan segera melaksanakan pesta pernikahan. Undangan juga sebagian sudah diterima oleh calon tamu. Tapi mereka malah kecelakaan dan mengalami koma.

Hyoyeon koma selama 27jam lamanya. Tapi tidak ada luka serius yang dialami olehnya, hyoyeon hanya mendapat luka sobek ringat di lengan kanan, pipi kanan, dan pinggir bibir bawah saja. dan bagian kakinya hanya luka-luka baret dan memar biasa.

Sedangkan Hyuk jae dia harus mengalami masa komanya sudah 6 hari hingga hari ini Hyuk Jae juga belum sadar dari komanya. Tidak ada luka patah tulang juga yang dialami Hyuk jae. Hanya luka memar biasa di bagian-bagian tubuhnya saja. tapi entah kenapa Hyuk jae harus mengalami masa koma yang lebih lama dari Hyoyeon yang bisa dibilang luka luarnya lebih parah daripada Hyuk jae.

Hyoyeon masih memakai baju rumah sakit berjalan bersama Ibunya menuju kamar rawat Hyuk jae. Semenjak ia sadar hampir setiap hari Hyoyeon selalu mendatangi ruang rawat Hyuk jae. Untuk melihat tunangannya itu. setiap kali Hyoyeon melihat Hyuk jae hanya tergolek lemah tanpa sadarkan diri, Hyoyeon hanya dapat menangis dalam kesedihannya. Dia selalu menyalahkan dirinya sebagai penyebab kecelakaan lima hari yang lalu.

Kali ini kedua orang tua mereka meninggalkan Hyoyeon dan Hyuk jae berdua saja di ruang rawat. Hyoyeon duduk dikursi sambil menggenggam erat tangan Hyuk jae. Dia juga menciumi tangan Hyuk jae yang terasa begitu hangat digenggam.

“Oppa.. sadarlah.. bangunlah.. hari ini seharusnya hari pernikahan kita.. kenapa  kau masih tertidur?” Tanya Hyoyeon. Air matanya mulai mengalir keluar dari mata indahnya.

“Apa oppa tidak ingin menikah denganku? Kenapa oppa tidak bangun? Bangun oppa!! Bangun!!” Hyoyeon mengguncang-guncang tubuh Hyuk jae. Agar Hyuk jae segera bangun, sadar dari masa komanya.

“Aku tidak masalah jika pernikahan kita ternyata gagal. Tapi aku ingin kau bangun,,aku ingin melihat oppa tersenyum dan disisiku…”

Hyoyeon terus menangis, Air matanya seperti tidak akan pernah habis. Padahal setiap hari dia sudah terlalu sering manangisi Hyuk Jae. Hyoyeon masih memegang telapak tangan Hyuk jae sambil menciuminya, air matanya sudah membanjiri lengan Hyuk Jae.

Hari ini, seharusnya menjadi hari yang paling bahagia untukku dan juga dirinya. Hari dimana aku dan dia berdiri disebuah Altar didepan seorang pastor yang akan menjadi saksi janji suci kami. Tapi bagaikan sebuah mimpi. Aku terbangun… aku melihat dia hanya tertidur tenang tanpa berbicara apapun. Hari ini pernikahanku dengannya gagal. Undangan yang sudah sebagian disebar luaskan sudah tidak ada artinya lagi. Tuhan.. aku sangat sedih.. tapi aku janji aku akan bahagia jika kau membangunkannya juga. Aku ingin bersamanya…

Karena terlalu nikmat Hyoyeon berdoa dia sampai tidak sadar kalau tangan Hyuk jae mulai bergerak. Hyuk jae juga mengkedipkan matanya perlahan dan mengeluarkan suara leguhan. Hyoyeon mendengarnya dan langsung memperhatikan wajah Hyuk Jae. Air matanya semakin deras. Hyoyeon melihat secara perlahan Hyuk jae akan membuka matanya. Dan akhirnya Hyuk jae memang benar-benar membuka matanya.

Hyoyeon membuka mulutnya yang bergemetar. Dia sangat bahagia melihat Hyuk Jae membuka matanya lagi. Dihadapannya. Tapi ada ketakutan yang terpancar jelas diwajah Hyuk jae. Matanya juga melihat langit-langit rumah sakit dengan perasaan takut.

“Oppa..Oppa..” Panggil Hyoyeon.

Hyuk jae memutar kepalanya menatap Hyoyeon yang masih menangis lekat-lekat. “Hyuk Jae Oppa.. kau sudah sadar?” Hyoyeon berusaha tersenyum.

Hyuk Jae mengerutkan keningnya menatap bingung Hyoyeon. “Noona siapa? Apa Noona mengenal aku? Hyuk Jae oppa siapa? Aku Eunhyuk…”

Hyoyeon terdiam, gantian dia yang menatap Hyuk jae dengan pandangan bingung. Suara Hyuk Jae terdengar seperti anak kecil. Dan ucapan Hyuk Jae begitu polos. Dia juga seperti tidak mengenali Hyoyeon.

“Aku Kim Hyoyeon..kekasih oppa…Tunangan Oppa..kau Lee Hyuk Jae kekasihku.”

Hyuk Jae memegangi kepalanya yang terasa sakit. Dia juga meringis kesakitan. Lalu dia menangis seperti anak kecil. “Eoomaa!!! Eoomaa!! Odiga??”

Hyoyeon panic. Dia tidak mengerti kenapa Hyuk Jae jadi seperti ini? Karena mendengar suara teriakan Hyuk Jae orang tua Hyuk Jae masuk bersama Dokter yang menangani Hyuk Jae dan seorang suster.

“Eomma!! Aku dimana? Kenapa aku tidak sekolah??”

Hyoyeon menatap bingung Hyuk Jae, apa tadi yang baru saja dikatakan Hyuk Jae? Hyoyeon mencoba memegang tangan Hyuk Jae lagi. Tapi Hyuk Jae dengan takut malah menipis tangan Hyoyeon dan Hyuk jae malah berpegangan erat pada Eommanya.

“Aku tidak kenal Noona ini.. dia siapa?”

Eomma Hyuk jae juga terkejut ketika mengetahui anaknya berbicara seolah-olah dia tidak mengenali kekasihnya sendiri yang sangat ia cintai itu.

“Aku bukan Hyuk Jae! Aku Eunhyuk!!!”

Ibunya menatap Hyoyeon yang terlihat begitu menyedihkan dan menatap anaknya yang seperti ketakutan. Eunhyuk adalah panggilan kesayangan Hyuk Jae saat kecil. Tapi kenapa dia merasa dirinya Eunhyuk, Bukan Hyuk Jae?

“Saya mohon maaf.. saya minta anda keluar sebentar.. saya akan memeriksa pasien lebih lanjut.” Kata dokter mengusir Hyoyeon dan ibu HyukJae secara halus.

Ibu Hyuk Jae merangkul Hyoyeon yang tidak mau bergerak hanya dia menatap sedih kekasihnya. “Ayoo..Hyoyeon, kita keluar sebentar. Hyuk Jae akan baik-baik saja..”

Hyoyeon akhirnya mengikuti ibu Hyuk jae keluar dari kamar rawat Hyuk Jae.

~***~

Sejak hari itu, saat Hyuk Jae sadar. Ternyata hasil dokter mengatakan kalau Hyuk Jae mengalami gangguan pada memori ingatannya. Ada gejala yang cukup serius diotaknya. Dokter mengatakan kalau Hyuk Jae kehilangan semua ingatannya selama dua puluh tahun terakhir. Yang bisa di ingat adalah saat ia berusia tujuh tahun. Jadi Syndrome yang diderita Hyuk jae menyebabkan mental Hyuk jae berubah. Dia jadi bertingkah seperti anak berusia tujuh tahun. Karena yang ia tahu dia baru berusia tujuh tahun bukan dua puluh tujuh tahun.

Dokter menyarankan untuk membantu Hyuk jae perlahan-lahan mengingatnya. Jangan terlalu dipaksakan. Karena sikapnya yang jadi kekanak-kanakan lagi, maka cara membantunya juga kita harus menjadi orang dewasa yang lembut dan penuh kesabaran. Agar Hyuk Jae tidak mengalami gangguan stress berlebihan.

Bagaimana dengan Hyoyeon? Tentu saja dia sangat sedih. Hyuk jae sama sekali tidak mengingatnya. Hyuk jae tidak tahu nama Hyoyeon, siapa Hyoyeon dan bagaimana mereka telah menghabiskan waktu lima tahun bersama? Lalu terakhir mereka juga sudah tinggal disatu rumah selama tiga bulan. Tapi itu semua tidak di ingat Hyuk jae sama sekali. Apa lagi tentang pernikahan mereka yang gagal. Tentu saja Hyuk jae tidak tahu. Dia malah marah besar dengan Hyoyeon ketika Hyoyeon bilang dia adalah calon istri Hyuk Jae. Hyuk Jae malah melempari Hyoyeon dengan bola basketnya dan mengusir Hyoyeon.

Tapi bukan Hyoyeon namanya. Jika mendapati cobaan seperti itu dia langsung menyerah. Hyoyeon bahkan selalu datang setiap hari kerumah Hyuk Jae. Dia selalu menemui dan melihat keadaan Hyuk Jae yang kembali kemasa anak-anaknya.  Walau Hyoyeon selalu ditolak Hyuk jae tapi Hyoyeon tetap setia disamping HyukJae apapun keadaan yang menimpa Hyuk Jae sekarang.

~***~

Hyoyeon baru saja pulang mengajar. Dia berjalan kerumah orang tua Hyuk Jae sambil membawa boneka pororo. Hyoyeon berhenti ketika melihat Hyuk Jae sedang bermain bola bersama Appanya dan beberapa pembantu rumahnya.

“Lihat!! Siapa yang datang!!” seru Appa Hyuk jae begitu melihat kedatangan Hyoyeon.

Hyuk Jae menoleh menatap Hyoyeon. Lalu dia membuang muka dan menendang bolanya kesembarang arah.

“Eunhyuk…Noona datang!!” teriak Hyoyeon berusaha tersenyum lebar.

“Kenapa Noona selalu datang kerumah ku? Apa Noona menyukai ku?” Tanya Hyuk jae terlihat kesal.

Hyoyeon tetap tersenyum dia berjalan mendekati Hyuk Jae. “Iya aku menyukaimu! Apa kau mau menikah dengan ku?” Tanya Hyoyeon bermaksud bercanda pada Hyuk Jae.

Dengan kesal karena ucapan Hyoyeon. Hyuk Jae mendorong Hyoyeon sampai jatuh terduduk. Hyoyeon meringis kesakitan, bokongnya terasa sakit. Ayah Hyuk Jae langsung membantu Hyoyeon untuk bangun. “Eunhyuk!! Kau tidak boleh seperti ini!” omel ayahnya. Hyuk Jae hanya memancarkan matanya yang tajam. Lalu berlari masuk kedalam rumah. Sepertinya dia mengambek.

“Dia benar-benar kembali kemasa tujuh tahunnya lagi. Saat usia tujuh tahun seperti itulah sikapnya. Kau baik-baik saja Hyoyeon?” Tanya Ayah Hyuk Jae.

Hyoyeon tersenyum sambil memanggukan kepala.

“Ayoo.. masuk, kau tidak boleh menyerah. Aku masih ingin kau menjadi menantu ku. Jadi kau bersabarlah..”

“Iya.. aku juga ingin Hyuk jae oppa tetap milikku.”

Ayah Hyuk Jae tersenyum melihat keteguhan hati Hyoyeon. Dia benar-benar wanita yang berbeda. Ayah Hyuk jae merangkul Hyoyeon mengajaknya masuk kedalam rumah untuk menemui Hyuk Jae yang mungkin sedang melakukan hal-hal aneh lainnya.

Hyoyeon melihat Hyuk Jae sedang bermain PSP di sofa. Hyoyeon mencoba mendekati Hyuk Jae lagi. Hyoyeon duduk disampinya. Hyoyeon masih terdiam dan serius dalam permainannya.

“Wah..Eunhyuk jago sekali bermain games-nya!!” seru Hyoyeon sambil bertepuk tangan. “Karena Eunhyuk sangat jago.. Noona akan memberikan hadiah! Taraaa!! Pororo disini!!” Seru Hyoyeon berusaha gembira sambil menunjukan  boneka penguin yang memakai kaca mata  renang itu.

Hyuk Jae menoleh menatap galak Hyoyeon. Lalu dia menatap sebel ke boneka Pororo yang digenggam Hyoyeon. Hyuk Jae mendorong Pororo itu ke wajah Hyoyeon.

“Aku tidak suka boneka!! Dasar paboya!” omel Hyuk jae memarahi Hyoyeon.

Mata Hyoyeon berkaca-kaca. Dia berusaha menahan tangisnya. Karena sebelumnya selama dulu mereka berpacaran Hyuk Jae jarang sekali memarahinya walau mereka sering berselisih pahan. Tapi Hyuk Jae selalu mengalah pada akhirnya. Bukan seperti saat ini. Hyuk jae memarahinya dan bersikap begitu kasar padanya.

“Maaf.. aku tidak tahu kalau kamu tidak suka.. maafkan Noona ya.. Noona memang Pabo!” Hyoyeon memukuli kepalanya sendiri dengan pororo.

Hyuk Jae tersenyum. Lalu dia menarik tangan Hyoyeon. “Noona mau tau apa yang aku sukai?” Tanya Hyuk Jae dengan matanya menatap lekat Hyoyeon.

Hyoyeon menganggukkan kepalanya cepat. “Apa Eunhyuk suka apa?”

“Belikan aku anak anjing dan anak kucing!!”

Hyoyeon terkejut. Dia juga terdiam jadinya. Pasalnya Hyoyeon pobia terhadap anak anjing dan anak Kucing. Tapi kini Hyuk jae meminta dibelikan anak anjing dan anak kucing padanya. Padahal Hyuk jae tahu kalau Hyoyeon sanagt takut dengan dua anak binatang tersebut. Bahkan Hyuk Jae sampai menjual anjing kesayangannya demi Hyoyeon. Agar Hyoyeon tidak takut main kerumahnya saat itu. tapi kini Hyuk Jae yang lupa ingatan meminta dibelikan anak anjing dan anak kucing. Apa yang haru Hyoyeon perbuat?

“Bagaimana Noona?? Ayoo Noona belikan!! Belikan!! Jika tidak dibelikan! Noona tidak boleh menemui aku lagi!”

Hyoyeon tersenyum kecil. Ia memanggutkan kepalanya. “Iya..iyaa noona akan belikan segera.”

“Asiikkk Noona memang yang terbaik!! Hahaha.. padahal appa dan eomma tidak mau membelikan aku anak  anjing dan kucing mereka bilang aku akan membuat sedih seseorang jika sampai membeli dan memeliharanya. Memangnya siapa yang akan sedih jika aku memelihara mereka?”

Hyoyeon terdiam. Aku yang akan sedih.. aku.. tapi aku benar-benar tidak bisa menangis. Itu karena kau terlihat begitu bebas dan bahagia sekali.

“Besok kita beli ya!!”

“Iya..”

~***~

“Eunhyuk!! Selesaikan dulu menggambarmu!!” teriak Hyoyeon yang taraf kesabarannya sudah mencapai puncaknya.

Hari ini dia sedang mengajari Hyuk jae mewarnai dirumah mereka, Rumah Hyoyeon dan Hyuk Jae. Tapi nampaknya Hyuk jae yang menjelma menjadi Eunhyuk kecil mulai bosan dengan kegiatan mewarnainya. Jadi sekarang dia malah mencari permainan lain dengan tembak-tembakan yang ia bawa dari rumahnya sebelum datang kesini.

“Ayoo kamu harus selesaikan dulu…”

“Anio!! Aku tidak mau!” tolak Hyuk jae sambil menembakan air ke wajah Hyoyeon.

Hyoyeon meringis kesal dengan tingkah Hyuk Jae. Tapi Hyuk Jae Nampak sangat bahagia, dia tertawa terbahak-bahak karena berhasil menembaki Hyoyeon dengan tembakan air miliknya.

“Aku datang…!!!”

Yesung masuk kedalam rumah sambil membawa dua permen kapas. Hyoyeon tahu itu suara sepupunya, makanya dia diam saja tidak menyambut kedatangan Yesung, toh yesung sudah tau kemana dia harus berjalan menemukan Hyoyeon dan Hyuk jae.

“Kena!!! Kau adalah Monsternya!!”

Tiba-tiba saja Hyuk jae muncul sambil menembakan air ke kemeja Yesung dan wajah Yesung. Seolah-olah Yesung akan musnah dari permukaan bumi jika ditembaki.

“Ya…ya…!!! Anak nakal!!” teriak Yesung dengan wajah  marah.

“Hahha…kau akan mati monster jelek!!” seru Hyuk jae sambil tertawa licik.

Yesung menatap Hyoyeon yang hanya berpangku tangan dan menahan tawanya.

“Hyoyeon!! Kenapa Hyuk Jae jadi separah ini? Dia benar-benar seperti…hemm…” Yesung menahan ucapannya itu.

“Aku juga tidak tahu.. tapi dia jadi begitu menggemaskan kan?” hanya itu komentar Hyoyeon.

“Benar! Dia sangat menggemaskan! Saking menggemaskannya aku rasanya ingin menyeret dia keluar dan menendang bokongnya!!”

~Dukk~~

Tiba-tiba saja Hyuk jae sudah menempel dibalik bahu Yesung memegang erat punggung Yesung. Hyuk jae bergamblokan di punggung Hyuk jae.

“Apa-apaan ini?”

“Kita main coboy-coboy-an saja ajjusi! Aku akan menjadi coboynya ajjusi kudanya!!” seru Hyuk jae mulai menarik-narik pundak Yesung.

“Aissh!! Tubuhmu besar berat tau..”

“Ahhh..Tidak mau aku mau main kuda-kudaan!!” rengek Hyuk jae mulai menangis.

Hyoyeon menghampiri Yesung dan Hyuk jae. Dengan muka memelas Hyoyeon memohon pada Yesung untuk menuruti kemauan Hyuk jae yang begitu konyol bagi Yesung.

“Oppa.. sekali ini saja..” pintas Hyoyeon agar yesung mau menjadi kuda bagi Hyuk jae.

Yesung menghela nafas berat. “Baiklah.. ini karena kau adalah sepupu yang sangat aku sayangi!”

Hyoyeon tersenyum lebar. “Gomawo oppa!!”

Hyuk jae digendong dipunggung Yesung. Lalu sambil menebak yesung mengajak Hyuk jae keliling rungan sambil mengeluarkan suar kuda. Dan itu membuat Hyuk jae bahagia dan senang. Hyoyeon tak dapat menahan tawanya. Tapi wajah Yesung penuh dengan kesal. Dia meara datang berkunjung diwaktu yang salah. Ternyata Hyuk jae benar-benar berubah menjadi Eunhyuk.

~***~

Hyoyeon sedang bermain dengan dua anak didiknya yang belum dijemput oleh orang tua mereka.  Hyoyeon mengawasi kedua anak lelaki tersebut yang sedang bermain papan seluncur.

“Seon!!”

“Ne,, ada apa Jang soo?”

Anak lelaki bernama Jang soo yang berusia tujuh tahun meluncur dari atas. Dia mendekati Hyoyeon yang berdiri didekat papan seluncur.

“Hari ini yang akan menjemputku adalah Hyong-ku. Dia pernah menjemputku sekali. Dia bilang Seon cantik.. dia seperti menyukai Seon.. apa seon mau berkenalan dengan Hyong ku?”

Hyoyeon tersenyum lalu membelai rambut Jang Soo. “Benarkah? He-em.. apa Hyong mu itu tampan?” Tanya Hyoyeon pura-pura tertarik.

“Tentu saja dia tampan! Wajahnya seperti actor Bi Rain!” seru Jang Soo.

“Jinja?? Itu tampan sekali!” Seru Hyoyeon.

“Noona bilang aku yang paling tampan!”

Hyoyeon dan Jang Soo Kompak menoleh ke sumber suara. Ternyata Itu Hyuk jae yang datang memakai kaos emo dan celana sedengkul memakai topi, dan menggendong anak anjing yang beberapa hari lalu Hyoyeon belikan.

“Siapa dia? Dia terlihat seperti idiot!” bisik Jang Soo.

Hyoyeon menutup mulut jang soo dengan telapak tangannya. “Jang Soo kau tidak boleh berbicara seperi itu.”

“Noona!! Aku bosan sekali dirumah! Makanya aku mengajak supirku untuk diantarkan bertemu denganmu! Ayoo noona kita main!”

Jang soo menatap hyuk Jae tidak suka. Dia merasa Hyuk Jae lelaki dewasa yang aneh. Dan terlihat bodoh.

“Iya.. Noona akan bermain denganmu. Tapi kita menunggu jang soo dan Kang Geul di jemput dulu ya.” Jawab Hyoyeon dengan sabar.

Hyuk jae hanya dia saja. dia berjalan keayunan sambil menggendong Anak anjing yang diberi nama Choco. Dia duduk diatas ayunan sambil memangku Choco.

Tak berapa lama akhirnya jemputan Kang Geul dan Jang Soo datang. Jang Soo langsung menarik lengan Hyoyeon untuk mendekati kakaknya yang baru keluar dari mobil. Hyoyeon tersenyum kaku menyambut sapaan dari kakak lelaki Jang Soo.

Hyuk jae memanyunkan bibirnya melihat Hyoyeon yang sedang bebicara sambil sesekali tersenyum malu dengan lelaki dewasa yang tidak ia kenal. Hyuk Jae memegangi dadanya. Ada perasaan aneh yang ia rasakan. Dia akan merasa dadanya sakit saat melihat Hyoyeon dekat dengan lelaki dewasa manapun. Dan kepalanya menjadi sedikit pusing juga.

“Terima kasih karena sudah menemani adiku jang soo bermain.”

“Iya.. itu memang tugasku..tidak masalah.”

“kami pergi dulu. Sampai ketemu lagi, Hyoyeon ssi..”

Hyoyeon hanya membalasnya dengan sebuah senyuman, lalu mobil itu jalan juga. Senyuman Hyoyeon langsung hilang. Hyoyeon terdiam matanya menjadi sedih kembali dia merunduk berjalan menghampiri Hyuk jae. Hyoyeon duduk diayunan samping Hyuk Jae duduk.

“Kapan oppa, akan sembuh? Mereka tidak tahu kalau aku milik oppa. Mereka selalu ingin mengenalku dan menjadikan ku sebagai wanitanya. Tapi aku tidak bisa. Karena aku sangat mencintai oppa.” Hyoyeon berbicara sendiri dengan suara pelan. Walau disampingnya ada Hyuk jae. Dia yakin Hyuk jae tidak akan mengerti maksud ucapannya itu.

“Noona!!” panggil Hyuk Jae.

Hyoyeon mengangkat kepalanya. Menolehkan wajahnya kesamping menatap Hyuk jae dengan wajah sedih.

“Apa Noona punya kekasih?”

Hyoyeon terdiam.

Hyuk Jae menatapnya serius. Hyoyeon melihat ada tatapan mata Hyuk jae dewasa disana. Maka Hyoyeon menjawab. “Tentu saja Noona punya.”

Hyuk jae memanyunkan bibirnya.

“Memangnya kenapa?” Tanya Hyoyeon.

“Katanya Noona menyukai ku! Tapi Noona punya kekasih! Aku marah pada Noona!!” teriak Hyuk Jae.

Hyoyeon tersenyum. Ini adalah Hyuk jae kecil. Yang sangat egois.

Hyoyeon mengulurkan tangannya menyentuk kepala Hyuk jae yang memakai Topi. “Kekasih Noona adalah Eunhyuk!! Noona menyukai Eunhyuk!!”

Hyuk jae tersenyum lebar. Lalu dia berdiri. “Jinja? Noona tidak berbohongkan?” nampaknya Hyuk Jae kecil pun menyukai Hyoyeon. Walaupun ada perubahan pikiran dan keadaan. Sepertinya perasaan tak pernah bohong. Ya wlau cara Hyuk jae dan Eunhyuk menyukai Hyoyeon itu berbeda.

Hyuk jae meletakan choco dipangkuan Hyoyeon. Hyoyeon bergidik ngeri. Kakinya langsung gemetar. “Choco bilang dia ingin bermain dengan Noona.”

Hyoyeon mencoba menahan napasnya. Dia tidak bereksi berlebihan kalau dia takut dan geli terhadap anak anjing. Wajah Hyoyeon sudah memerah. Dia benar-benar takut. Kakinya sudah gemetaran. “Ayoo.. Noona gendong choco! Kita jalan-jalan!” Hyuk Jae berjalan deluan. Hyoyeon masih duduk diayunan tidak dapat bergerak karena dipangkuannya ada Choco.

Hyoyeon tidak dapat menahan lagi rasa takutnya dia menangis ketakutan. Pobia sudah menguasai dirinya. Hyuk Jae menoleh ketika mendengar suara tangisan Hyoyeon. Hyuk jae kembali berjalan mendekati Hyoyeon.

“Noona.. kau kenapa?” Tanya Hyuk Jae khawatir.

“Oppa..oppa…aku takut…” ucap Hyoyeon tidak sadar kalau dia sekarang sedang berhadapan dengan Hyuk Jae yang berbeda.

Hyuk jae mengangkat choco dari pangkuan Hyoyeon. Lalu Hyoyeon jatuh dari Ayunanan. Dia pingsan.

“Noona!! Noona!!!” Teriak Hyuk Jae.

Supir pribadi Hyuk jae langsung berlari medekati majikannya yang ikut menangis melihat Hyoyeon pingsan. Hyuk jae menangis sesegukan dan meminta tolong Hyoyeon dibawa pulang kerumahnya saja. dia takut Hyoyeon kenapa-kenapa.

Demi Hyuk jae, Hyoyeon rela melawan Pobianya dan berusaha terus kuat dan sabar.

~**~

SATU TAHUN sudah Hyuk jae bersikap seolah dia anak berusia tujuh tahun. Kerena dia ingin tetap sekolah. Tapi keadaan fisiknya tidak memungkinkan dia untuk bersekolah di sekolah dasar manapun. Maka ayah Hyuk Jae meminta Hyoyeon yang menjadi guru private untuk Hyuk jae. Dan mereka membohongi Hyuk jae dengan sistem Home schooling. Dan setiap hari Hyuk jae selalu menjemput Hyoyeon pulang mengajar. Dan tak jarang Hyuk  jae bermain dulu dengan anak murid Hyoyeon.

Sampai sekarang Hyuk jae belum mengerti kalau Hyoyeon takut anjing dan kucing. Dia tetap saja memainkan anak anjing dan anak Kucing yang Hyoyeon belikan untuknya beberapa bulan lalu. Tapi Hyoyeon sudah dapat menahan mengontrol rasa pobianya itu. jadi tidak terlalu masalah jika Hyuk jae mengajaknya berjalan sambil mengajak anak anjing atau anak kucing.

Malam ini Hyoyeon berjalan pulang sendirian dari rumah Hyuk jae menuju rumahnya yang ia beli bersama Hyuk jae.  Begitu sampai didepan halaman rumahnya. Dia berhenti menatap sedih rumahnya itu. lalu dia melihat ada bayangan Hyuk jae dan dia yang berjalan membelakanginya. Matanya ditutupi kain hitam, Hyuk jae menuntunnya kearah pintu rumah.

Hyuk jae membuka ikatan kain hitam itu. wajah Hyoyeon shock tapi sekaligus bahagai. Hari itu satu tahun lalu Hyuk jae membelikannya rumah, untuk mereka huni bersama. Hyoyeon menitikan air matanya mengingat moment itu. sekarang sudah setahun dia tinggal dirumah ini sendiri. Orang tua Hyoyeon sudah menyuruh Hyoyeon pindah kerumah mereka. Tapi Hyoyeon tetap menjaga dan merawat rumah ini dengan baik. Sama halnya ia bersikap sabar mengahadapi Hyuk jae yang menjadi begitu kekanak-kanankan.

Hyoyeon menyentuh pintu pagarnya. Tapi ada tangan seseorang yang memegangnya. Hyoyeon menoleh. Dalam cahaya lampu jalanan yang tidak terlalu terang. Hyoyeon masih mampu melihat siapa lelaki yang berdiri disampingnya. Memegang tangannya.

“Lepaskan!” cetus Hyoyeon.

Bukan melepaskan tangan Hyoyeon lelaki Ku malah memasukan Hyoyeon kedalam pelukkanya yang begitu erat. Dengan cara paksa.

“Lepaskan aku Do Joon!!” Teriak Hyoyeon sambil berontak tidak ingin dipeluk Do Joon.

“Hyoyeon.. aku benar-benar merasa khawatir dengan keadaanmu. Kenapa kau masih bertahan dengan keadaan seperti ini?”

Hyoyeon menendang kaki Do Joon.”Jangan ganggu aku!! Pergi kau!! Aku tidak perlu belas kasihan darimu!!”

Hyoyeon dengan kesal langsung membuka pintu pagar tapi lagi-lagi do joon menahan Hyoyeon yang ingin masuk ke dalam rumah. Siapa yang menyangka juga kalau Do Joon justru berani bersikap lebih. Dia mencium Hyoyeon. Hyoyeon berontak minta dilepaskan. Tapi lelaki itu terus mencium bibir Hyoyeon dengan kasar.

“Noona!!!” teriak Hyuk jae yang tiba-tiba muncul dari balik tubuh Do Joon.

Do  Joon baru mau lepaskan ciumannya.

Hyoyeon menangis. Do Joon menatap kesal Hyuk jae yang tiba-tiba muncul dihadapannya.

“Noona ternyata sudah punya kekasih!” ucap Hyuk jae tiba-tiba. Lalu dia menyodorkan ponsel Hyoyeon. “Tadi ketinggalan setelah kita makan ice cream stowberry.”

“Eunhyuk.. dia bukan kekasih noona!!” teriak Hyoyeon ketika Hyuk jae ingin melangkah pergi.

Hyuk jae manatap tajam mata Hyoyeon. Lalu dia berlari meninggalkan Hyoyeon dan Doo Joon. Hyuk jae masuk kedalam mobilnya dan mobilnya pergi meninggalkan mereka. Hyoyeon berlari mengejar mobil Hyuk jae. Tapi Mobil itu tidak mau berhenti. Padahal Hyoyeon sudah berteriak untuk berhenti. Tapi nampaknya Hyuk jae melarang supirnya untuk menghentikan mobilnya.

Hyoyeon sampai jatuh karena ia berlari memakai high heels, Hyoyeon menagis ditengah jalan sejadi-jadinya dia benar-benar merasa sedih dan bersalah. Doo Joon menatap sedih Hyoyeon yang menangis ditengah jalan. Doo Joon memutar tubuhnya dan berbalik jalan. Dia rasa dia sudah tahu jawabannya apa.

Cinta Hyoyeon dan Hyuk jae tidak akan pernah terpisahkan. Walau ingatan Hyuk jae tentang Hyoyeon tidak akan kembali. Hyuk jae dan Hyoyeon tetap satu.

~***~

Hyoyeon dengan mata yang bergaris hitam dibawahnya wajah yang begitu pucat berjalan dengan lemah menuju rumah Hyuk Jae, karena semalaman tidak dapat tidur dan hanya menangis dibawah air sower yang mengguyuri tubuhnya. Dia benar-benar Shock ketika Do Joon berani memeluk dan menciumnya didepan Hyuk Jae. Dia benar-benar merasa hina dan takut.

Hyuk Jae yang sedang disuapi makan oleh eommanya melihat Hyoyeon yang berjalan dengan aura yang begitu gelap. Hyuk jae berjalan mengambil bola basketnya yang kecil. Lalu dengan sengaja ia lemparkan sampai mengenai kepala Hyoyeon.

Hyoyeon meringis sambil memegangi keningnya. Dia mengangkat wajahnya menatap Hyuk Jae yang sedang berdiri berkacak pinggang menantang Hyoyeon. Hyoyeon tidak tersenyum seperti biasanya. Dia memungut bola itu dan berjalan menghampiri Hyuk jae.

“Ini Bola mu…”

Hyuk jae menatap Hyoyeon lekat-lekat.  “Kenapa Noona masih datang kerumahku? Aku sudah bilang tidak ingin bertemu Noona lagi!” teriak Hyuk Jae didepan wajah Hyoyeon.

Hyoyeon hanya terdiam, exspresi wajahnya begitu datar.

“Eunhyuk!! Kau tidak boleh bicara seperti itu pada Hyoyeon.. dia itu sangat baik padamu..” ibu hyuk jae mendekati mereka berdua yang sepertinya memang sedang dalam keadaan yang tidak baik.

“Hyoyeon.. maafkan Eunhyuk ya.. sejak semalam, dia memang sudah marah-marah seperti ini.”

Ibu Hyuk jae menggenggam tangan Hyoyeon. Lalu wajahnya terkejut mendapati tangan Hyoyeon yang sedingin es. Ibu Hyuk Jae memegang kening Hyoyeon yang ternyata begitu panas.

“Hyoyeon.. kau baik-baik saja?”

Hyoyeon memanggutkan kepalanya pelan.

Hyoyeon memajukan langkahnya. Lalu dia memeluk Hyuk Jae. Matanya berkaca-kaca. “Bisakah aku selalu disampingmu? Aku tidak bisa menyerah untuk melepasmu. Aku mencintaimu.. bisakah kau tidak mengusirku dari hidupmu? Walau ingatanmu tentang hubungan kita tak akan kembali. Bisakah aku tetap bersamamu?” ucap Hyoyeon mulai menangis.

Ibu Hyuk Jae terdiam melihat Hyoyeon yang menangis sambil memeluk anaknya yang Nampak tidak tahu apa-apa  yang diucapkan Hyoyeon padanya. Ibu hyuk jae benar-benar merasa kasihan dengan Hyoyeon yang setahun ini begitu sabar membantu mengembalikan ingatan Hyuk jae lagi. Tapi tidak ada hasilnya. Padahal ibu Hyuk Jae sudah bilang pada Hyoyeon kalau Hyoyeon sudah lelah. Hyoyeon bisa meninggalkan Hyuk jae dan pergi dengan lelaki lain. tapi Hyoyeon tidak mau. Dan sekarang mungkin rasa sedih Hyoyeon adalah mencapai puncaknya. Dia terus menangis sambil memeluk erat Hyuk jae.

“Dulu oppa selalu bilang padaku kalau aku cengeng! Aku janji tidak akan cengeng lagi. Dulu oppa bilang aku bawel, aku juga janji tidak akan bawel lagi. Dulu oppa bilang aku ini keras kepala. Aku janji akan menuruti semua kemauan oppa.. dan aku takut anak anjing dan kucing.. tapi karena oppa, aku akan bermain bersama mereka.”

Hyuk jae memegangi kepalanya yang sepertinya mulai terasa sakit. Hyoyeon masih terus menangis. Semakain melihat Hyoyeon yang menangis kepala Hyuk jae semakin sakit tak tertahankan. Hyuk jae mendorong tubuh Hyoyeon dengan kasar sampai terjatuh ke tanah. Dia berteriak kesakitan. Ibu Hyuk jae kebingungan mana yang harus dia tolong. Hyoyeon berusaha berdiri sendiri untuk membantu menenangkan Hyuk  jae yang sedang menuup telinganya sambil berteriak histeris. Tapi entah kenapa Kepala Hyoyeon juga pusing. Hyoyeon berhasil meraih lengan Hyuk jae. Lalu secara bersamaan mereka jatuh.mereka pingsan. Ibu Hyuk jae berteriak minta tolong pada pembantu rumahnya. Ibu hyuk jae benar-benar panic melihat Hyoyeon dan Hyuk jae yang pingsan secara bersamaan.

~***~

Perlahan Hyoyeon mulai membuka matanya. Samar-samar dia dapat melihat Hyuk Jae yang berdiri disampingnya sedang tersenyum padanya. Hyoyeon ingin menutup kembali matanya. Tapi tangan Hyuk jae langsung menggenggam tangannya. Hyoyeon membuka lagi matanya. Benar itu memang Hyuk jae dia tidak senang bermimpi. Hyuk jae tersenyum padanya.

“Bagaimana keadaanmu?” Tanya Hyuk jae.

Hyoyeon memanggutkan kepalanya mulutnya terbuka tapi tidak ada suara yang keluar dari sana.

Hyuk Jae mencium lengan Hyoyeon. Mata Hyoyeon membesar. Apa yang dilakukan Hyuk jae? Apa dia sudah tidak marah pada Hyoyeon? Apa Eunhyuk sudah kembali ceria lagi?

“Paboya!! Paboya!!” cetus Hyuk jae dengan mata teduhnya mengatai Hyoyeon bodoh.

“Hem?” hanya itu yang terdengar dari mulut Hyoyeon.

“Apa yang kau lakukan selama ini?!” teriak Hyuk Jae. “Apa kau sedang menyiksa dirimu sendiri? Seharusnya jika aku melukaimu memarahimu, memakimu, memberikanmu anak anjing dan kucing. Kau harusnya marah! Kau harusnya memukul kepalaku! Tapi kenapa kau diam saja? kenapa kau hanya terus tersenyum seperti orang bodoh!”

Mata Hyuk jae memerah. Dan matanya juga mulai berkaca-kaca. “Kenapa kau begitu sabar menghadapi aku? Kenapa kau melukai perasaanmu sendiri? Seharusnya kau pergi! Pergi meninggalkan aku!”

Hyoyeon menatap bingung kenapa Hyuk jae bicara begitu tegas dan keras padanya?

“Hyoyeon.. jika kau mencintaiku.. kau tidak seharusnya mengalami ini…” Hyuk jae pun mulai menangis.

Hyoyeon juga mulai menangis. Hyoyeon tahu. Ingatan Hyuk jae sekarang sudah kembali. Hyuk jae sudah dapat mengingat dirinya lagi. Buktinya Hyukjae sudah memanggil Hyoyeon dengan nama Hyoyeon bukan Noona lagi. Hyoyeon tersenyum dalam tangis harunya.

“Mianhae!! Jeongmal Mianhae!!” Hyuk jae menunduk meraih tubuh Hyoyeon kedalam pelukkannya. Mereka menangis bersama.  Hyoyeon kini benar-benar menangis mengeluarkan beban yang ada diperasaannya selama setahun ini. “Aku sudah mengingat semuanya. Aku juga sudah tahu semuanya. Aku janji tidak akan melupakanmu lagi. Aku akan selalu mengingatmu selamanya.. mianhae… jeongmal mianhae…!!” Hyoyeon membalas memeluk Hyuk Jae dengan erat. Dia benar-benar merasa legah sekarang. Dia tidak ingin tahu bagaimana akhirnya Hyuk jae kembali mendapatkan ingatannya. Yang dia tahu sekarang Hyuk jaenya sudah kembali. Dan itu sudah lebih dari cukup bagi Hyoyeon.

~***~

SATU BULAN KEMUDIAN…

HYOYEON POV…

 

Akhirnya hari yang aku tunggu-tunggu tiba juga. Hari diman aku dan Hyuk jae akan mengucapkan janji suci untuk selamanya sebagai sepasang suami istri. Aku dan Hyuk jae tidak batal menikah. Kami hanya menunda pernikahan kami selama lebih dari setahun. Dan semasa Hyuk jae mengalami kehilangan ingatannya, aku merasa sedang merawat seorang anak kecil  yang mirip sekali dengan Hyuk jae. Apakah nanti jika aku dan Hyuk jae oppa punya anak akan seperti Eunhyuk? Hehehe.. pasti repot sekali. Tapi menyenangkan.

Aku menatap diriku dipantulan cermin. Aku memakai gaun penantin berwarna putih salju. Aku memegang buket bunga berna putih juga. Aku benar-benar terlihat cantik. Ini sungguh seperti sebuah mimpi.

“Hyoyeon..”

Aku memutar badan menatap Hyuk jae yang baru masuk keruang ganti. Dia terdiam menatapku dengan kagum. Aku tersenyum menyambut kedatangannya. Dia berjalan perlahan mendekati ku. Dia memegang kedua telapak tanganku. Menatapku dengan serius.

“apakah wanita cantik didepanku ini akan menjadi istriku?” Tanya Hyuk jae.

Aku memanggutkan kepala dengan yakin. Dia tersenyum malu. Aku juga tersenyum malu.

“Ayoo kita menikah… semua tamu sudah menunggu..”

Hyuk jae menggait tanganku kami berjalan bersampingan untuk keluar dari ruangan menuju tempat upacara pernikahan. Tapi Hyuk jae menahan langkah kami sebelum membuka pintu.

“Ada apa? “ Tanya ku.

Dia tersenyum menatap mataku dengan tulus. Lalu meraih wajahku. Dan mendekatkan wajahnya kewajahku. “Aku benar-benar tidak dapat menahannya Hyo..”

Cupp.. dia mencium bibirku. Dia meletakan bibirnya diatas bibirku bibirnya membimbing bibirku untuk berciuman. Dia juga memeluk tubuhku lebih dekat dengan tubuhnya. Aku menarik jasnya dengan erat.

Tuhan.. aku sangat bahagia. Terimakasih karena kau telah mengembalikan Hyuk jae kepadaku lagi. Aku benar-benar bahagia. Sederhana ini kisah cinta ku denganmu.

~***~ Happy Ending~***~

Note : Yuhooo….Akhirnya selesai juga FF projevt kilat ini hasil dari Vote kalian 😀 sebenarnya yang aku ingin post itu ff YoonHaekyu sesuai hasil Vote..tapi  berhubung yang selesai FF ini deluan ya sudahlah jadi ini deluan yang aku post.. aku benar-benar lagi sibuk.. haha.. karena sebentar lagi suami wamil, kuliah akan UTS jadi benar-benar sibuk. Maka sabar-sabar buat FF yang masih jadi utang.. aku akan melunasinya jika weekend dan ada waktu luang lainnya. Jadi bersabarlah.. dan buat yang sudah baca cerita ini seperti biasa SILAKAN TINGGALKAN KOMENTRA KRITIK DAN SARAN atas jalan cerita ini.. Kamsahamnida!!!

Advertisements

42 comments on “FF (OS) Story With You (HyoHyuk Version)

  1. Daebak thor!!!! Sempet nangis bentar pas tau Hyuk jae cuma inget masa kecilnya doang,tapi yg penting,ff nya bagus 😀

  2. merembes semua… ternyata bener pilihan voteku ini FF daebak bangettt ga sabar nunggu ff ke 4 yg ku vote juga TT^TT demi apapun aku nangis thor bacanya~

  3. Huwaa ceritanya sedih bgt eonni, terharu bgt sama perjuangan.a hyoyeon. Keren bgt eon crtanya! Aku bru bca nh ff dgn jalan crta.a sprti ini sungguh keren 😉
    dtnggu ff slanjt.a ya eon trutama yoonwon, tlg buat yoonwon lg ya ! Gomawo . . 😀

  4. Eonnie ffnya keren!!!DAEBAK!
    Hyoyeon tegar banget…Hyuk oppa jgn jahat”
    Happy endd…
    Ditunggu ff hyohyuk lainnya 😀

  5. Astaggaaaaa keren bgt!!!
    Huaahh Nangis bacanya ;'(
    Kasian bgt si Hyo..
    Untung Ja happy ending *peluk author* 😀
    Daebak dah… gregetan bgt ama hyukjae 7thn -_-
    Cieee trnyata eunhyuk jg bsa skit hati wlopun umur 7thn.. yg pling nyesek mulai hyo berjln dgn mta brgaris hitam.. beggggh mewk bner dah bcanyaa.
    thorrr bikin ff hyohyuk lg yaaaaa???? ditunggu 😀 😀

  6. Sumpaaahh ini keren bangettt!!!! Feel nya bener-bener berasa banget. Seneng sedihnya pas!! Salut sama Hyoyeon yg gamau nyerah :’) deg-degan sendiri bacanya, takut sad ending tapi untungnya Happy end :)) kerennn!!!

  7. ya ampun thor,ko bisa sih bikin ff sebagus ini???
    aku nangis lo waktu ceritanya lagi di masa hyuk jae jadi kecil lagi,daebak daebak,ff nya kaya nyata banget,aku deg deg-an sendiri bacanya,sumpahh
    ini ff terbagus yang aku pernah baca,daebak thorr 🙂 (y)

  8. Kyyyaaa kereenn ff HyoHyuknya (y)
    ya ampun Hyo eon bgitu mulia.a drimu mnghadapi eunhyuk 🙂

    Kisah cinta sejatu ini 😀

    Senyum2 sendri pasbaca adegan ini ” Aku benar-benar tidak dapat menahannya Hyo” kkkkkk~ hyuk oppa bener2 😀

    Kereenn , Daebakk bnget ff nya ‘-‘)b

  9. Ya ampun ini ff lengkap bgt..
    Lucu bgt pas Eunhyuk minta gendong sama Yesung oppa…
    Terus ,,,, Sedih bgt waktu Hyoyeon nangis sambil meluk Eunhyuk…
    Pokok nya author nya DAEBAK deh…
    (y)

  10. Auhtor bagus banget,, 🙂
    Aku izin copas boleh??/
    Tapi aku akan nyerahin nama blog ini. Aku janji 🙂
    dan aku juga akan bilang kalau nanti FF ku dapet dari blog ..

  11. Aigoo, kereen!!!! Smpe nangis se ember pas eunhyuk oppa yang ingatannya kmbali ke msa laluu ehh tpi akhirnya happy ending jgaa.. Wahhhh daebak!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s