FF – The Good Person ( Part.1 )

FF-GoodPerson

FF – THE GOOD PERSON (Sequel)

( Part.Satu )

 

Judul : The Good Person

Type : Sequel / Part

Author : Ulanchoi Hyoyoon / Twitter : @Lovelyulan

Genre : Romance,,Comedy,Drama

Ratting : PG – 17

Main Cast :  

  • Im Yoon Ah  as Lim Yoona
  • Choi Siwon as Choi Siwon
  • Cho Kyuhyun as Cho Kyuhyun
  • Seo Jo Hyun as Kim Seohyun
  • Choi Jin Ri as Choi Sulli
  • Choi Minho as Choi Minho

Other Cast : Member SUJU, SNSD, And SHINee

 

Warning! FF ini saya tulis berdasarkan imajinasi yang saya miliki, jadi tolong bagi pembaca hargai penulis. FF ini saya buat semata-mata untuk meluangkan Hobi saya dalam menulis dan untuk menghibur para pembaca dan Kpop lovers secara gratis. Jadi setelah selesai baca diharapkan tinggalkan komentar berupa kritik dan saran dan Dilarang keras ngeCopyPaste jalan cerita! Mohon maaf jika banyak salah penulisan (Typo) itu karena saya kalau mengetik suka kecepatan dan kelewat edit. Jadi silakan membaca! Enjoy for This Story!! 🙂

 

~ THE GOOD PERSON PART. 1 (SATU)~

 

Seorang wanita Nampak sedang serius menekuni sebuah kertas diatas meja dan sebuah pensil digenggamannya. Tangannya dengan lihai terus mencoba menggoreskan sebuah gambar design pakaian pada selembar kertas itu.

Dibalik kaca mata minusnya, matanya yang indah menatap tajam kertas itu. dan tak lama dia meletakan pensil yang tadi ia pakai untuk menggambar dia juga meletakan kacamatanya diatas meja. Dia mengangkat kertas putih berukuran A4 tersebut, wanita itu tersenyum puas melihat hasil dari gambar Designnya yang akhirnya selesai juga. Dia baru saja menyelesaikan gambar design pakaian pesta wanita.

“Hah!! Perpect!” seru wanita itu masih dengan senyum penuh kepuasan batin.

Seseorang mengketuk pintu ruangannya. Wanita itu menyimpan hasil Designnya didalam buku Filenya.

“Masuk!!”

Seorang pria memunculkan kepalanya dibalik Pintu diiringin dengan senyum lebar.

“Ya!! Lim Yoona!” seru pria itu lalu masuk kedalam ruangan wanita yang bernama Lim Yoona itu, pria itu menutup pintu.

Yoona tidak menatap pria yang baru saja masuk keruangannya itu. dia masih menyibukkan dirinya sendiri dengan buku File dan peralatan menggambarnya.

“Kau datang disaat yang tepat Kyuhyun!” sepertinya Yoona memang sudah hafal dengan suara pria yang bernama Kyuhyun itu. karena tanpa melihat dia sudah bisa menebak kalau pria itu Kyuhyun.

“Itulah kelebihan ku aggassi!” seru Kyuhyun dengan percaya diri. Dia menarik kursi dan duduk dengan santai disamping Yoona.

“Ada kabar  pak jaksa hari ini? Apa kasus yang kau tangani berjalan dengan lancar?”

Kyuhyun meraih kualan-kualan kertas yang ada diatas meja bekas Yoona mengdesign. “Seperti biasa. Semuanya berjalan dengan lancar dan sempurna!” lalu melemparnya ke tempat sampah,dan masuk.

Yoona tersenyum sambil menatap Kyuhyun. “Bagus! Sejak kedatanganmu disini aku sudah dapat mencium bau uang! Kita akan makan-makan kan?”

Kyuhyun menatap tajam Yoona. “Kau memang pencium yang jitu!” sindir Kyuhyun.

Yoona hanya menanggapinya dengan tawa ringan.

Yoona memasukkan buku filenya kedalam tas bahunya. Semua yang tadi berantakan diatas meja sudah dia rapikan. Termaksud kualan-kualan kertas tak terpakai sudah ia lemparkan kedalam tempat sampah.

Yoona melirik jam tangannya. “Sudah jam dua siang. Aku telat makan siang! Jadi kau siap-siap saja ya, sepertinya aku akan memesan banyak menu!”

“Lakukan saja sesukamu. Tapi jangan pernah membuatku mendadak miskin!” gurau Kyuhyun lalu merangkul Yoona mengajak wanita itu keluar dari ruang kerjanya.

Mereka tertawa-tawa sambil bergurau tentang hal-hal yang menarik menurut mereka selama perjalanan menuju lift yang akan membawa mereka sampai ke bastment tempat mobil Kyuhyun terparkir.

Yoona dan Kyuhyun, mereka adalah sahabat yang saling melengkapi sejak mereka masih duduk dikursi SMA Shanghwan Busan. Persahabatan mereka terjalin dengan baik, kira-kira sudah berjalan selama Sepuluh tahun.

Setelah lulus SMA mereka memutuskan berkuliah di universitas Guwhangju Seoul. Selama kuliah Kyuhyun mengajak Yoona untuk tinggal dirumah kakaknya yang sudah menikah. Namanya Sooyoung dan suaminya bernama Kangin. Karena saat itu mereka belum mempunyai anak. Sehingga tidak keberatan menampung Yoona dan Kyuhyun didalam rumahnya yang cukup besar dan elit dikawasan Gangnam selama empat tahun.

Sambil Kuliah Yoona menjadi Guru Freelance bahasa mandarin, disekolah-sekolah SMP di Seoul. Karena  Ibunya adalah berdarah Hongkong maka bahasa mandarinnya tidak perlu diragukan lagi. Yoona mengumpulkan uang hasil mengajarnya. Sehingga begitu dia lulus kuliah jurusan Designer and Fashion dan memenangkan Lomba Design pakaian wanita pada jaman kuliah. Maka begitu lulus dan mendapat gelar sarjana Yoona memutuskan membeli sebuah Apertement mewah dikawasan Gangnam tidak jauh dari rumah kakak Kyuhyun. Dan Kyuhyun tetap menetap dirumah kakaknya yang sekarang sudah mempunyai seorang putra berusia tiga tahun. Dan itu sesuai permintaan kakaknya.

Dan sekarang Yoona berkerja di sebuah perusahaan Dapertement Store dengan brand yang sangat terkenal di Seluruh korea. Dia berkerja sebagai seorang Designer bagian pakaian pesta baik wanita maupun untuk pria. Karya-karyanya selalu dipuji-puji dan diminati customer. Maka Kontrak kerjanya diperpanjang lagi selama lima tahun oleh brand tersebut. Dan tentu upah bayaran Yoona bisa dikatakan sangat cukup untuk menunjang kebutuhan hidupnya di Seoul seorang diri.

Yoona juga meluangkan waktunya mengajar bahasa mandarin disebuah SMA terkenal dan elit dengan jadwal dua kali pertemuan dalam seminggu. Dan semua itu yoona atur dengan sesempurna mungkin. Sesuai dengan moto hidupnya, Always Be perpect! Maka semuanya yang Yoona lakukan harus dengan sempurna dan berjalan sesuai dengan keinginannya.

Lalu Kyuhyun setelah lulus Kuliah, dia berkerja sebagai seorang jaksa muda dikantor kejaksaan Seoul. Dalam Kerjanya Kyuhyun termaksud orang yang cekatan dan tangkas dalam menangani kasus-kasus para claennya. Dia juga dijuluki sebagai jaksa muda bertangan dingin. Ditambah dengan penampilannya yang selalu modis dan wajahnya yang tampan dan sikapnya yang begitu ramah maka itu menjadi nilai plus untuknya.

Kyuhyun membukakan pintu mobil untuk Yoona tepat disebuah parkiran rumah makan masakan Eropa. Yoona melangkah Keluar dan dengan senyum riang mereka masuk kedalam rumah makan tersebut, mereka duduk disudut ruangan yang dapat melihat view yang bagus pada jalan kota yang tidak terlalu ramai. Mereka langsung memesan makanan yang akan mereka makan begitu seorang waiters menghampiri mereka. Setelah mencatat apa yang Yoona dan Kyuhyun pesan Waiters tersebut segera pergi.

“Ouh iya.. aku lupa bertanya padamu.. bagaimana dengan design pakaianmu selanjutnya? Sudah selesaikah?” Tanya Kyuhyun.

Yoona tersenyum bangga dan berkata. “Sudah dong!”

Kyuhyun memanggut-manggutkan kepalanya. “Mana aku lihat!”

Yoona langsung melebarkan matanya memandang Kyuhyun galak. “ Anio! Kali ini aku tidak mau kecolongan lagi!”

“Kecolongan apa maksudmu? Memangnya aku mencuri dan memplagiat karya mu apa?”

“Bukan itu maksudku! Tapi kau selalu membocorkan hasil karya ku pada Tiffany! Itu teman satu kantormu! Dia memang tidak memplagiat karya ku tapi dia sangat bawel dan berisik! Begitu kau kasih tau sperti apa design yang aku buat. Dia akan segera menghubungiku dan bertanya ‘Yoona ssi ku dengar kau membuat design pakaian pesta terbaru? Bisa aku yang menjadi pembeli pertamu? Ouh.. tolong buatkan warna pink, aku suka warna itu,hem tapi warna merah juga bagus, ah.. iya model yang lalu lehernya kurang rendah… tapi aku suka.. hemm bla..bla..bla..’ aku sangat pusing!”

Kyuhyun tertawa ngakak mendengar celotehan panjang Yoona tentang Tiffany seorang jaksa juga, jaksa yang sangat fashionista. Apalagi saat Yoona menirukan suara Tiffanya ketika bawel dan sangat tertarik dengan sesuatu. Ya seperti itulah sangat percis dengan apa yang tadi Yoona ucapkan dan peragakan.

“Seharusnya kau beterima kasih kepadaku dan Tiffany! Karena karya mu akan laku keras begitu hari pertama penjualannya dimulai.”

“Tapi tidak dengan cara yang satu itu!” tegas Yoona.

Kyuhyun akhirnya hanya dapat tersenyum dan mengerti. Yoona jelas tidak senang jika terus diganggu oleh Tiffany yang menelponnya hanya untuk mendengarkan requestnya dan komentar-komentarnya yang berlebihan. Yoona kan orang sibuk. Jadi tidak ada waktu untuk meladeni hal yang seperti itu.

Tak lama mereka berbincang-bincang. Akhirnya waiters datang kemeja mereka sambil menderong meja makan kehadapan kyuhyun dan Yoona. Yoona menatap tutup saji pada makanan yang ia pesan dengan mupeng.

“Ini pesanan meja nomor 47, satu Spicy Smoked beef, dua Pasta special, dua macaroni cheesy, satu vagetebles salad. Dan tiga lemon tea.” Sambil mengabsen waiters itu meletakan dan menata dengan rapi diatas meja.

“Gomawo.” Ucap Yoona pada waiters itu.

Kyuhyun menatap nanar hidangan dimeja makan berbentuk lingkaran itu. Yoona sudah memegang pisau ditangan kanannya dan garpu ditangan kiri. Masalahnya dia hanya memesan pasta special, Macaroni cheesy dan lemon tae. Tapi yang sisanya itu semua pesanan Yoona.

“Pria-pria yang menyukai mu karena fisik dan kemampuanmu yang sempurna pasti akan jantungan jika mereka tahu selera makan mu seperti apa!” bisik Kyuhyun sebelum ia memulai makan.

Yoona Nampak cuek mendengar celetukan Kyuhyun tentangnya. “Biarkan saja. berarti mereka itu bukan type idealku! Lagi pula sebanyak apapun aku makan tubuhku akan tetap langsingkan? Jadi kau jangan khawatir tiba-tiba mempunyai teman bertubuh gendut seperti Seo Jin!” bisik Yoona.

Kyuhyun lagi-lagi langsung ngakak. Karena bagaimana pun dia tidak bisa membayangkan kalau Yoona yang langsing dan terbilang kurus ini, mendadak jadi Bertubuh gendut seperti tetangga Apertement Yoona yang bernama Seo Jin. Yang selalu mengalami diskriminasi saat ingin masuk lift  tapi keadaan lift sudah penuh. Pasti dia tidak diijinkan masuk. Karena pintu lift tidak akan bisa tertutup.

~***~

Seohyun, Seorang guru  Matematika muda di SMA Sangkwan tempat Yoona mengajar juga sedang berdiri didepan kelas  3-A atau kelas favorite yang isinya anak-anak dengan IQ diatas rata-rata atau genius. Seohyun mengambil kertas ulangan harian dari dalam kantong map yang tadi ia bawa masuk.

“Hasil ulangan dipertemuan yang lalu sudah keluar. Dan seperti biasa ada dua siswa yang mendapat nilai terbaik.”

Seorang siswi menatap Lurus dengan pandangan tajam kearah seorang siswa yang Nampak tenang yang duduk longkap dua bangku dari tempat duduknya.

“Selamat untuk Sulli  dan Minho.. kalian mendapat nilai A”

Suara kelas langsung gaduh. Mereka membicarakan Sulli dan minho yang lagi-lagi selalu mendapat nilai sempurna dalam mata pelajaran matematika. Dan pelajaran lainnya juga. Itu membuat mereka sangat iri. Sedangkan kedua orang yang namanya disebut oleh Seohyun tadi masih Nampak tenang duduk dikursinya.

“Minho, Sulli ini ambil kertas ulangan kalian!” Seohyun menegur Sulli dan Minho yang duduk dipaling depan. Dengan malas Minho bangun dari kursinya dan mengambil kertas ulangannya yang disodorkan oleh Seohyun. Setelah Minho kembali duduk ke kursinya. Barulah Sulli maju mengambil kertas ulangannya.

Seohyun menghela nafas melihat kedua anak didiknya itu. mereka selalu seperti itu tidak ada perubahan. Mereka sama-sama pintar disegala bidang. Mereka sama-sama memeliki IQ genius. Tapi sikap mereka lah yang sangat disayangkan oleh Seohyun. Sulli dan minho bagaikan sebuah magnet yang saling tolak menolak jika kutubnya sama.

“jung Krystal!” Seohyun melanjutkan memanggil nama para muridnya dan membagikan hasil ulangan juga kepada mereka. “Amber..”, “Taemin”, “Kimbum”, “ Luna”. Dan seterusnya.

“Baiklah pelajaran berikutnya akan kita lanjutkan. Coba buka halaman 127 tentang logaritma!” perintah seohyun dengan wajah serius sambil menatap buku yang ia pegang.

Semua murid mengikuti perintah Seohyun. Dan kelas kembali dalam keadaan tenang. Hanya suara Seohyun dan ketukan spidol yang terdengar diruang kelas itu.

Akhirnya kelas jam terkahir selesai juga. Jam telah menunjukan pukul tiga sore. Sulli terlihat terburu-buru sekali merapikan peralatan tulisnya kedalam tas. Minho dengan tenang memasukkan bukunya kedalam tas.

“Sulli.. kau terlihat tergesah-gesah sekali.. apa ada urusan penting yang harus kau kerjakan?” Tanya Seohyun menghampiri Sulli.

Murid-murid yang lain sebagian sudah ada yang keluar kelas. Minho melirik Seohyun dan sulli dengan sudut matanya yang tajam.

“Iya.. bu.. hari ini oppa ku akan kembali dari New York, dia akan tiba di bandara pukul 3.35, aku takut telat menjemputnya.”

Seohyun memanggutkan kepalanya. “Ouh.. jadi seperti itu. jadi hari ini kau tidak ikut kelas piano?” Tanya Seohyun yang memang selalu mengadakan kelas piano setelah usai pelajaran pada hari rabu dan jum’at.

Sulli menutup zipper tasnya dan meggambloknya. “Ah.. iya Mianhae. Sepertinya hari ini aku tidak bisa ikut kelas. Tapi jum’at aku pasti ikut.” Seru sulli seraya tersenyum.

“Baiklah.. sebaiknya kau cepat bergegas. Aku takut oppa mu akan memarahimu jika kau tiba dengan telat!”

“Ahh.. iya! Annyeongasimnika” Sulli berpamitan pada Seohyun dan segera berlari kecil keluar dari kelas.

Minho berjalan melewati Seohyun dengan cueknya. Seohyun memanggil Minho dan berhenti.

“Kau benar tidak akan masuk kelas piano lagi?” Tanya Seohyun.

Minho menatap tidak suka. “Jika ibu tidak keberatan mengajar ku seorang diri aku akan terus mengikuti pelajaran. Tapi jika harus masih satu kelas dengan dia, maaf aku tidak bisa.”

Seohyun menghela nafasnya. “Jadi karena Sulli? Apa kau masih tidak menerima masalah sebulan yang lalu?”

Minho mengerutkan bibirnya. Dan manaikkan bahunya. Lalu tanpa memberi salam dia langsung melanjutkan langkah kakinya keluar dari dalam kelas sambil mendribel bola basket yang setiap hari dia bawa ke sekolah. Dia adalah kapten basket tim A di sekolah ini.

Seohyun lagi-lagi menghela nafas. Dia benar-benar tidak mengerti dengan sikap Minho yang kelewat benci dengan Sulli. Dan begitupun sebaliknya. Mereka memang sejak kelas satu Selalu berada di kelas level A dan kerjaan sulli dan Minho selalu berselisih dan bersaing. Mereka sama-sama tidak rela jika dibanding-bandingkan. Mereka selalu tampil dan belajar dengan sempurna mungkin. Entahlah apa tujuan mereka? Yang pasti mereka berdua ini beda dengan murid-murid yang lain.

~***~

Seorang pria berbadan tinggi dan kekar berambut blonde memakai celana hitam kemeja putih yang lengannya di gulung asal sampai siku, serta memakai kaca mata hitam sebagai pelangkap penampilannya yang dapat menarik perhatian setiap mata wanita yang melihatnya.

Pria itu menyeret kopernya dengan santai sambil menikmati Coffe latte yang baru saja ia beli di Starbuck sambil menunggu seseorang. Ia terus melangkahkan kakinya menelusuri jalan di bandara Incheon. Dia menatap memperhatikan seluruh design interior bangunan bandara Incheon yang menjadi bandara terbaik seluruh dunia selama empat kali berturut-turut.

“Amazing! Awesome! This is Fantastic!” gumam pria itu seraya tersenyum bangga.

Pria itu seraya tersenyum bila ada wanita yang berhadapan jalan dengannya, menatapnya dengan pandangan terpesona dan tersenyum malu. Pria itu Nampak seperti sudah biasa diperlakukan oleh wanita-wanita seperti itu. jika ada wanita yang melambaikan tangan padanya dia hanya meliriknya sekilas tersenyum dan lalu berjalan dengan gaya cool. Dan dijamin wanita-wanita itu jantungnya akan catar-cetir.

“Siwon Oppa!!!”

Siwon tersentak kaget sampai -sampai Coffee Latte yang ada didalam mulutnya belum sempai ia telan, tersembur keluar. Karena ulah seseorang yang menepuk punggungnya dari belakang dan berteriak keras mengejutkannya.

“Aisshh!! Oh My God!!” seru Siwon kesal, karena melihat kemeja putihnya jadi terkena noda coffe. Dan belum lagi sekarang wanita-wanita yang tadi memandangnya dengan kagum malah jadi terkikik melihat adegan memalukan tadi.

Siwon memutar badannya sambil bertulak pinggang, siap-siap akan meledakkan kemarahannya. Tapi begitu dia memutar balik. Dia melihat Sulli yang masih memakai seragan sekolahnya berdiri dengan muka ketakutan.

“Mianhae… aku tidak sengaja.” Ucap Sulli menyesali perbuatannya.

Siwon mencoba menarik nafas dalam-dalam untuk meredam amarahnya yang siap meledak. Lalu dia menghebuskan nafasnya kembali secara perlahan.

“Oh..My Little Sister!! I miss You So Much!!” Siwon langsung menarik tubuh Sulli kedalam pelukkannya dan memeluk Sulli dengan begitu erat.  Sampai Sulli sulit bernafas.

“Oppa…opp..Oppa..u…uuhuukk..aku.. se..sak..naf..fas..”

Siwon langsung melepas pelukkannya dan memegang bahu Sulli adiknnya. “Are you ok?”
Sulli menatap Sinis kakaknya yang sepertinya memang sengaja memeluknya seperti tadi. Dia yakin itu sikap balas dendam kakaknya atas perbuatan sulli yang menunmpahkan coffee ke kemeja kakaknya. Karena sekarang wanita-wanita yang tadi sempat cekikikan sudah mulai menatap kagum lagi melihat sikap Siwon yang begitu hangat pada Sulli. Hanya saja mereka tidak tahu kehangatan yang diberi Siwon adalah perlahan membunuh Sulli.

Siwon langsung merangkul pundak Sulli dengan tangan kanannya dan serta tangannya kembali menarik koper besar milikknya, membawa Sulli segera pergi menuju mobil mereka.

“Hai Little sister, what You know, if you late to pick me up?”

“Yeah.. I know that! Tapi aku baru pulang sekolah pukul tiga dan jalanan menuju bandara cukup padat. Jadi ku rasa oppa harus memakluminya.”

“Time is Money! So.. next time. You should not be doing that again!”

Sulli memanggut-manggutkan kepalanya. “Hah.. terlalu lama oppa tinggal di New York , sekarang aku merasa seperti sedang berjalan bersama foreigner.”

Siwon tersenyum. Sambil mengacak-acak rambut sulli yang keriting dan pendek. “I’m So sorry for that problem…”

Sulli menyingkirkan tangan siwon dari atas kepalanya. “Sekarang oppa sudah ada dikorea! Berbicaralah dengan bahasa korea yang benar!”

Siwon tertawa mengejek. “Ah..Johayo! aku akan berbicara dengan bahasa hangug yang benar!”

“Joheun! Naneun Oppa nal Sarang!” Seru Sulli sambil bergelayutan manja dilengan Siwon.

Mereka akhirnya sampai dimobil mereka. Seorang supir membukakan pintu tengah agar sulli dan siwon bisa masuk. Supir itu menundukan tubuhnya memberi hormat serta salam pada tuannya majikannya.

“Annyeonghaseyo.. Siwon jeolmeun maseuteo..”

Siwon tersenyum pada Supir keluarganya. Dan menundukan kepalanya sedikit. “Annyeong haseyo.. long time no see unjeonsa Lee.”

“Anda terlihat lebih tampan tuan muda” puji supir Lee.

Sulli menyeringai geli mendengar pujian supir Lee dan senyuman senang yang ditunjukan bibir Siwon.

Sulli dan Siwon akhirnya masuk kedalam mobil. Supir Lee menjalankan mobil mereka keluar dari arena bandara, menuju rumah mereka yang berada di kawasan Seodaemun. Siwon mensandarkan kepala pada kursi mobil yang ia sedikit rendahkan kebelakang posisinya.

“Ya.. Sulli-ah!” panggil Siwon mengejutkan Sulli yang mulai sibuk dengan I-padnya.

“ye?”

“Aku masih tidak mengerti kenapa Aboji mendadak menyuruhku pulang ke korea hanya untuk mengerusi Departement Store milik keluarga dan menyuruhku berhenti dari pekerjanku sebagai kepala penjualan  pakaian di New York?”

“Ania… Aboji hanya bilang. Kalau oppa memang sudah seharusnya meneruskan usaha keluarga yang sudah dibangun dari nol sampai sekarang. Oppa tidak seharusnya bekerja pada orang lain. tapi oppa sudah seharusnya mengatur mengurusi perusahaan kita yang jumlahnya sudah beranak tujuh!!” jawab Sulli dengan menunjukan wajah serius kepada kakaknya.

“ Dan ketujuhnya harus aku yang mengatur? Ah.. Aboji memang tepat! Akhirnya aku menjadi CEO Hyundai Departement Store juga.” Seru Siwon dengan bangga.

“Chukhae!” seru Sulli lalu kembali fokus pada layar I-pad.

Siwon menyentil kepala Sulli.

Siwon dan Sulli adalah anak dari Choi sangwon pemilik dari Hyundai Dapertement store yang sudah sangat dikenal oleh masyarakat Korea yang bersaing dengan Lotte Dapertement Store. Hyundai sudah memiliki tujuh cabang yang terletak masing-masing dipusat perbelanjaan modern dalam kota. Seperti pada mall world trade center di Gangnam dan Sinchon store mall di Seo daemun dareah elit kedua dari gangnam. Dan masih ada lagi Hyundai yang tersebar di Kawasan ilsan. Yangcheon gu, Daehu, Busan,  dan Gwangju.

Karena ayah mereka merasa usianya sudah semakin tua dan sudah cukup lelah mengurusi Departement itu. lantai beliau berpikir kalau sudah waktunya Siwon anak pertamanya yang berusia tiga puluh tahun untuk belajar mengurusi usaha keluarga. Dengan memberikan jabatan CEO ketangan Siwon. Dia juga percaya bahwa Siwon mampun melakukannya dengan baik. Karena selama ini dia telah mengkuliahkan siwon dalam fakultas bisnis internasioal di New York serta siwon sudah mempunyai pengalaman bekerja sebagai kepala pemasaran disalah satu toko pakaian ternama di new york dengan sangat baik selama lima tahun. Maka sekarang adalah waktu yang tepat untuk memberikan kepercayaan kepada putranya sendiri.

“Oppa! Aku hampir lupa..”

“Apa?”

Sulli tersenyum lebar menunjukan barisan gigir putihnya. “Mana oleh-oleh untukku?”

“Oh My God! I’m Forget it!” siwon menepuk keningnya sendiri.

Sulli meringis kesal. “Jadi oppa tidak membelikan aku Bola basket, novel, celana demin dan Levi’s. Laptop Apple dan DVD One Direction!!!”

Siwon tertawa melihat adiknya yang jadi meledak. Siwon menarik leher Sulli agar menoleh ke Jok belakang. “Kau pikir aku membawa koper besar itu isinya apa? Jika bukan titipan dari little sister ku yang sangat cerewet ini?”

Sulli kembali tersenyum, lalu berhambur memeluk Siwon dan mengecup pipi siwon. “Hahhaa.. Jinja?? Gomawo!! Gomawoyo!!”

~***~

Yoona menuangkan air putih dingin kedalam gelas. Sambil mengecek buku agendanya dia membawa gelas berisi air tersebut menuju ruang TV. Ia letakkan gelas diatas meja kecil samping Sofa malasnya. Yoona melonjorkan kakinya yang panjang, dan bersandar dengan sandai pada penyangga sofa. Tangannya meraba-raba sofa mencari remote Tv. Setelah ketemu dia menyalakan TV. Menukar-nukar saluran chanel yang menarik untuk dia tonton.

“Malam apa sekarang?” gumannya sendiri.”hah..malam kamis aku rasa aku belum ketinggalan untuk menonton Gag concert!” dia menjawabnya sendiri dan menukar chanelnya lagi.

Baru menyaksikan sebentar Yoona sudah dibuat tertawa oleh aksi  lawakan yang dilakoni oleh pelawak-pelawak di Gag Concert. Ketika iklan Yoona menambil gelas dan minum. Lalu dia membaca lagi tulisan pada Agendanya.

“Besok usai makan siang dengan Kyuhyun aku harus mengajar jam satu siang, dan malamnya ada pesta penikahan Sunny dengan sungmin. Dan besok paginya lagi harus presentasi hasil designku… huft..” baca Yoona pada apa yang tertulis di agendanya.

Ponsel Yoona yang berada diatas meja dekat gelas berdering. Sebuah panggilan masuk. Yoona melihat screen ponselnya. Dan langsung menyentuh kata answer pada layar.

“Yoboseyo? Ada apa seohyun malam-malam menelponku?”

“Besok kau datang mengajarkan? Bagaimana kau datang lebih awal? Kita makan siang bersama.”

“Huh? Why not? Dimana dan jam berapa?”

“Bagaimana di restoran Noma? Jam Dua belas..”

“Hem.. Okay!”

“Baik sampai ketemu besok Yoona ssi!”

“Ne…”

Yoona mengakhiri pembicaraannya. Lalu dia mengtik sebuah pesan singkat yang akan dikirimkan pada Kyuhyun.

To: Chingu Cho

Besok tidak usah datang kekantorku. Aku akan makan siang dengan teman mengajarku.

To : Yoong chiyeol

Ah.. lagi-lagi kau menduakan aku T.T

To: Chingu Cho

Jangan konyol. Lagi pula bertemu dengan mu setiap hari aku nampaknya bosan..:D

To: Yoong Chiyeol

Mwo? Awas kau jika bertemu! Ouh.. yoong apa flashdisk ku ketinggalan dirumahmu?”

Yoona tidak langsung membalas pesan teksnya. Dia melihat Laptopnya yang tergeletak manis di samping sofa yang dia duduki. Dan disana masih tertancap sebuah flasdisk berwarna merah. Dan itu milik Kyuhyun. Sebab usai makan siang tadi Kyuhyun bermain games di apertement Yoona sampai sore. Dan ketika pulang ternyata dia malah melupakan flashdisknya.

To: Chingu Cho

Iya.. ada! Hampir saja aku membuangnya.

To : Yoong Chiyeol

ANIA!!! Awas kalau kau berani membuangnya! Besok pulang kau mengajar aku akan ke apartement mu untuk mengambilnya.

To: Chingu Cho.

Bagus! Datang lah malam hari dengan pakaian yang rapi. Kau harus menemani aku kepesta pernikahan rekan bisnis ku Sunny! Maka baru ku kembalikan Flashdisk mu!

To: Yoong Chiyeol

Kau memang selalu memfaatkan kesempatan yang ada.

To : Chingu Cho

😀 you knew me! See You!!

 

Kyuhyun tidak lagi membalas pesan teks. Karena yoona sudah mengakhiri pesan tersebut. Yoona menguap. Dia sudah mulai merasakan kantuk. Yoona berjalan kekamar mandi untuk mengsikat giginya terdahulu sebelum dia beranjak untuk tidur.

 

~***~

Siwon terlihat sibuk dengan Laptopnya. Sedang mencoba mempelajari lebih detail angket-angket dan dokumen dokumen penting tentang Hyundai Departement store milik keluarganya. Siwon juga menyatat Ulang apa yang penting dan apa yang harus dirubah diperbarui dalam sistem pemasaran pada perusahaannya. Dan melihat beberapa data karyawan diperusahaannya.

“Apa kau sibuk?”

Siwon mengangkat kepalanya menatap pintu kamarnya dan melihat ayahnya sudah masuk kedalam kamarnya.

“Ya.. begitulah Aboji.. aku tidak ingin mengkecewakan Aboji!”

Ayahnya tersenyum. Lalu ikut duduk dipinggir kasur putranya.

“Ada apa?” Tanya Siwon.

Ayahnya tersenyum sambil menyerahkan sebuah undangan pernikahan pada Siwon. “Ini undangan pernikahan rekan kerja kita. Besok jam tujuh malam kau datanglah kesana.”

“Sendiri?”

“Jika kau tidak ingin sendiri ajak saja Sulli.”

Siwon memutar bola matanya. “Lebih baik sendiri kalau begitu.”

Ayahnya tertawa kecil mendengar komentar dari siwon.

“Seberapa penting orang ini sehingga aku harus hadir di pesta pernikahannya?”

“Sangat penting. Ayahnya adalah penaruh saham di Hyundai. Dan Sunny sudah berkerja lama di Hyundai.”

Siwon memanggut-manggutkan kepalanya. “Ah.. itu sangat penting. Serahkan padaku. Lalu aku harus mengasih apa?”

“Cukup Uang atas nama Hyudai. Dan CEO baru tentunya.”

Siwon tersenyum lebar lalu memeluk Ayahnya dengan penuh cinta. “Gomawo aboji!”

Ayahnya hanya tersenyum sambil menepuk-nepuk bahu Siwon.

~***~

“Xiàwǔ hǎo yīqiè…(Selamat siang semuanya)”

Yoona berdiri didepan murid-muridnya memberi salam dalam bahasa mandarin dan tersenyum manis bersahabat.

“Xiàwǔ hǎo…” jawab serentak murid-muridnya.

“Nǐ zěnme yàng?” Yoona menayakan kabar dari murid-muridnya.

“Bù hǎo, lǎoshī…” sahut semua memberikan jawaban keadaan mereka baik.

Yoona tersenyum. Lalu berjalan maju kedepan agar lebih dekat dengan murid-muridnya. “Sepertinya Laoshi memberikan kalian tugas dipertemuan yang lalu. Aku memerintahkan kalian untuk membuat esay dengan bahasa mandarin kan? Apda sudah selesai semuanya?”

“Sudah…”

“heemm.. Hǎokàn..!! Taemin-ah.. apa judul Esay yang kau buat?”

Seorang siswa manis yang duduk di barisan kedua dari kanan tersenyum dan menjawab pertanyaan Yoona “globalisasi era, laoshi!”

“Ah.. Nice!” Yooan memutar kepalanya lagi. Lalu menatap Minho yang duduk dihadapannya, menatapnya dengan tatapan yang begitu sangat tenang. Yah.. minho adalah salah satu siswa yang paling dekat dengannya. Atau lebih tepatnya Minho mendekatinya. Hehe..

“Minho-ah! Apa judul Esay yang kau buat?”

Minho menunjukan lembar HVS yang terdapat banyak tulisan. “Perbandingan pasar antara Korea selatan dan China.”

“Mwo??”

Yoona dan yang lainnya kompak menengok ke sulli yang tiba-tiba berdiri berteriak sambil memukul meja.

“Ada apa Sulli?” Tanya Yoona khawatir. Melihat wajah Sulli yang Nampak begitu tegang.

“Dia!! Kenapa Tema yang dia ambil sama dengan milikku!!” teriak Sulli sambil menunjuk minho dengan kesal.

“Mwo??” kali ini Minho yang berteriak keget menedengar tuduhan yang diajukan Sulli terhadapnya.

Yoona jadi bingung. Dia menatap Minho dan Sulli yang sedang beradu pandangan tajam dan tidak suka.

“Ah…Sulli-ah.. memangnya apa judul Esay mu?” Tanya Yoona dengan baik-baik.

“Perbandingan pasar dunia China dan Korea selatan.” Ucap Sulli sambil membaca di kertas HVSnya.

Yoona terdiam. Kenapa benar-benar bisa mirip seperti ini? Mereka saling bicara saja tidak pernah. Sebenarnya masih banyak tofik permasalahan yang lain. tapi kenapa Sulli dan minho harus terjebat dengan tema esay yang sama.

“Aku yakin Minho memplagiat gagasan yang aku miliki!” tuduh Sulli semerta-merta.

“Hah!! Apa kau bilang!! Ada juga seharusnya kau yang pelaku plagiatnya! Hapuslah esay mu dan buatlah yang baru!” tegas Minho.

“Ne!! haha.. lucu sekali! Kau saja! kau saja yang mengubah gagasan serta tema yang sudah kau jiplak dari punya ku!”  sewot Sulli.

“STOP!!” seru Yoona menengahi adu argument yang sedang terjadi antara Minho dengan Sulli. Yoona merampas kertas HVS milik Minho dan juga milik Sulli.

“Aku tidak peduli jika temannya sama. Yang aku nilai ada wawasa kalian dan cara penulisan kalian yang benar dalam huruf mandarin. Jadi kita lanjut ke pembelajar berikutnya.”

Minho dan sulli terpaksa duduk lagi dikursinya. Dan dengan muka dilipar dan hati yang masih kesal, mereka berusaha konsentrasi dalam pembelajar yang akan diberikan Yoona. Yoona menulis beberapa kalimat pada white board didepan dan  murid-murid memperhatikan dan mencoba membaca serta mengartikan apa yang dituliskan oleh Yoona.

~***~

Bel Apartement Yoona berbunyi berkali-kali. Yoona yang sedang memoleskan lipstick pada pada bibirnya jadi gusar. Dan akibatnya lipsticknya malah mengenai pipi kirinya. Yoona dengan kesal keluar dari kamarnya dan melihat layar monitor pada dinding. Ternyata Kyuhyunlah yang terus dengan berisik memencet bel berkali-kali dan mengganggu pendengaran Yoona. Yoona membuka pintunya dan berkacak pinggang menatap sebal Kyuhyun yang cengar-cengir didepan pintu melihat wajah Yoona yang tercoret Lipstick.

“Apa kau tidak bisa lebih sabar menunggu, tanpa harus membunyikan bel rumahku berkali-kali hah?”

“Ku pikir kau tidak ada didalam rumah. Makanya aku terus menekan belnya..” jawab Kyuhyun berasalan. Lalu masuk kedalam.

Yoona memperhatikan Style Kyuhyun yang serba biru dan mengenakan kacamata serta jam tangan putih.

“Jangan menatapku seperti itu. aku tahu aku ini mempesona!”

Yoona mencibir Kyuhyun yang memang standar kepercayaan dirinya akan penampilan dan wajahnya itu sangat tinggi sekali.

“Hei.. Yoongie ya..kenapa kau memakai lipstick di pipi?” ujar Kyuhyun seraga tersenyum.

Yoona langsung sadar kalau tadi dia tidak konsetrasi saat memakai lipstick ketika Kyuhyun datang. “Ini karena ulahmu!” ketus Yoona lalu kembali masuk kedalam kamarnya. Untuk memperbaiki make-up pada wajahnya.

“Ya.. Designer Yoona bajumu cantik sekali!” teriak Kyuhyun.

“Aku tahu itu! terimakasih atas pujian mu pak jaksa!” sahut Yoona berteriak dari dalam kamar.

Kyuhyun hanya tertawa kecil mendengar celotehan Yoona. Kyuhyun tahu apa yang dipakai Yoona tadi adalah Design yang dibuat oleh Yoona sendiri. Dan apa yang ia pakai saat ini juga hasil design Yoona yang Kyuhyun harus beli di Dapertement store tempat Yoona bekerja.

kyu-party-Good person-FF Yoona-party-good person-ff Siwon-Party-Goodperson-ff

~***~

Siwon sedang berdiri menikmati segelas wine yang telah disediakan. Malam ini dia menjadi pusat perhatian para tamu undangan pernikahan Sunny dan Sungmin yang katanya lumayan berpengaruh untuk perusahaan keluargannya.

Mungkin Siwon menjadi pusat perhatian karena dia baru kali ini terlihat di kumpulan antara para tamu yang mungkin sudah saling kenal dan bahkan akrab. Lalu penampilan Siwon malam ini juga cukup mencolok dan menunjukan kebesaran yang ia miliki. Dan apa lagi beberapa ada yang tahu kalau siwon tadi mengisi daftar tamu atas nama Hyudai Dapertement. Maka beberapa orang berbisik-bisik tentangnya.

“Ah.. aku benar-benar tidak nyaman berada disini!” umpat Siwon kesal.

Kyuhyun dan Yoona baru saja tiba dan bergabung ditempat acara. Yoona tersenyum melambaikan tangannya ketika Sunny melihatnya. Yoona meninggalkan Kyuhyun menghampiri Sunny.

“Woowoow!! Sunny!! Kau cantik sekali!” seru Yoona memuji Sunny.

Sunny tersenyum malu. “Hah.. ini juga kan berkat Gaun penantin yang kau disainkan untukku.”

Yoona tersenyum puas. Ya Gaun penantin yang dipakai Sunny dan sungmin malam ini adalah hasil karya tangannya sendiri. Dan hasilnya juga terlihat sempurna saat mereka kenakan. Yoona tentu bangga. Dengan begini pasti banyak orang-orang yang bertanya-tanya tentang siapa dan dari brand mana gaun itu dibuat? Jika banyak pesanan, tentu dia akan mendapatkan keuntungan yang tidak sedikit dan sebuah penghargaan dari Dapertement tempatnya bekerja.

“Kau datang dengan siapa?” Tanya Sunny.

“Aku? Biasa dengan temanku Kyuhyun.” Yoona menunjuk Kyuhyun yang sedang berdiri didekat meja wine.

“Ah.. iya.. ya sudah nikmatilah hidangan yang ada..” ucap Sunny.

“Tentu! Oh.. iya selamat atas pernikahan kalian. Semoga pernikahan kalian bahagian dan awet!”ucap Yoona sambil memeluk Sunny dan tersenyum pada Sungmin suami Sunny.

“Gomawo.. dan ku harap kau cepat menyusul aku kepelaminan.” Goda Sunny.

Yoona langsung memicingkan matanya. “Kalau begitu serahkan bunga pengantimu padaku. Siapa tau setelah ini besok aku akan menikah juga dengan pangeran berkuda!” canda Yoona.

Sunny akhirnya tertawa dan mendorong tubuh Yoona. Karena tamu yang lain sudah mengantri untuk mengucapkan selamat padanya.

Yooan berjalan menghampiri Kyuhyun. Yoona berjalan dengan percaya dirinya ketika para tamu yang lain memperhatikan dia dengan pandangan kagum. Tentu para tamu disini kenal siapa Yoona. Dan bagaimana Yoona yang selalu tampil cantik menarik dan sempurna dengan selera pakaian yang ia kenakan.

Yoona  terus berjalan dan didepannya siwon membawa gelas wine juga berjalan dengan pandangan sinis.

Dan terjadilah! Diaman Yoona dan Siwon saling bertabrakan. Dimana dengan indahnya Yoona menumpahkan wine ke blazer mahal keluaran mereka Amerika dan karena takut terjatuh Yoona menarik kemeja siwon sampai satu kancingnya terlepas. Lalu siwon kedorong kebelakang. Dan mengenai meja pudding.

“Aaahhh….!!!” Mereka berteriak bersamaan

Siwon jatuh terduduk dengan tangan yang mencoba menahan berat tubuhnya ditambah dengan berat tubuh Yoona yang masih berpegang erat pada kemeja dan blazer birunya. Dan terjadilah lagi dimana ketika bibir Yoona bertemu dengan bibir Siwon secara slow motion yang tidak disengaja ketika siwon rubuh. Lalu terjadilah lagi dimana saus pudding tumpah dari atas meja yang oleng menumpahi tubuh mereka berdua.

Kyuhyun yang sempat bengong sama dengan tamu yang lain melihat adegan tadi langsung sadar dan menolong Yoona. Kyuhyun menarik lengan Yoona agar berdiri dan menjauhi bibir Yoona dari bibir Siwon.

Siwon meringis kesakitan ditambah kesal. Wajah tampannya dan kaca matanya yang sangat mahal itu terkena lumuran saus pudding dan mejadi begitu lengket.

“Gwaenchanayo?” Tanya Kyuhyun begitu mengkhawatirkan Yoona.

Yoona Nampak Shock berat. Dia hanya terdiam dengan pandangan kosong sambil memegangi bibirnya. Siwon bangun dari posisi jatuhnya. Dia menatap Yoona dengan begitu galak.

“Damn! This is Trouble! Apa yang kau lakukan!!” teriak Siwon menggentak Yoona yang masih Nampak Shock.

Siwon tersenyum kesal. Melihat dia dicueki oleh wanita dihadapannya yang sukses menghancurkan image cool sempurna milikknya dalam sekejap. Dan kini bahkan mereka menjadi tontonan menarik. Dan menjadi hiburan gratis untuk tamu pernikahan.

“Damn!! Kau harus tanggung jawab atas perbuatan cerobohmu ini nona!”

Yoona akhirnya sadar dan menatap pria dihadapannya yang sedang memarahinya dengan begitu gusar.

“Kau bicara apa?” Tanya Yoona terdengar seperti bisikan tajam.

“Kau pembuat masalah! dan kau harus tanggung jawab!” ucap Siwon sambil menunjuk kepala Yoona dengan telunjuk tangannya.

“Kyaa!!!”

Yoona memiting lengan siwon lalu menselengkat kaki siwon hingga terjatuh lagi kelantai bahkan sampai mencium lantai.

Kyuhyun yang melihat aksi itu sukses ngakak abis. Yang lain hanya tertawa diam-diam dan ada juga yang kaget termaksud pengantinnya sendiri. Tapi Kyuhyun dia malah tertawa terbahak-bahak dengan apa yang dilakukan Yoona terhadap pria malang itu.

Siwon kembali bangun. Dia menatap Yoona dan Kyuhyun bergantian dengan tatapan marah.  “kalian akan menyesal!” ucap Siwon lalu pergi begitu saja meninggalkan tempat acara.

Yoona yang tubuhnya juga menjadi lengket dan modnya jadi begitu berantakan akhirnya ikut keluar dari acara pesta dan dikuti Oleh Kyuhyun.

“Ahh!! Sialan!! Menyebalkan!! Aku benar-benar malu! Ini adalah pertama kali dalam hidupku!!” ucap Yoona sambil merengek hampir menangis.

“Huft.. aku bingung.. bagaimana itu bisa terjadi?”

“nado molla…” jawab Yoona pasrah yang malas untuk mengingat raka adegan yang terjadi beberapa saat tadi. Itu sangat memalukan sekali. Dan buruk sekali.

Yoona memengangi bibirnya yang tidak sengaja tadi bersentuhan dengan mulus pada bibir siwon. Yoona memejamkan matanya kesal. “Mati kau!!!” jerit Yoona kesal. Kyuhyun yang mengendalikan kemudi menoleh menatap Yoona,

Siwon memukuli steri mobilnya dengan kesal. Dia masih terbayang-banyang wajah wanita dan pria yang sudah memalukannya dua kali dalam satu kejadian. Mata siwon seolah-olah berapi api. Dia benar-benar naik darah dan emosi. Kejadian seperti tadi juga baru kali ini dia alami. Dan baru kali ini juga dia menemukan wanita yang aneh dan kuat seperti preman.

“Jika kita bertemu lagi kau akan mati ditanganku!” ucap Siwon dengan kesal. Siwon mengacai bibirnya pada kaca yang ada diatas daskboard. Lalu dia meringis kesal. Dan menutup kaca itu dengan gusar.

Dan pesta yang sudah dipersiapan sempurna untuk mendapatkan sesuatu yang sempurna akhirnya kacau dengan sangat sempurna. Nampaknya mereka telah salah datang kepesta yang sempurna.

~***~

Alarm jam Yoona terus berunyi keras. Yoona mencoba menutup telinganya memakai bantal. Karena matanya masih begitu mengantuk. Dan melanjutkan tidur kembali tanpa peduli.

Oke.. itu adalah kejadian satu jam yang lalu. Dan sekarang Yoona Sedang berlari tergesah-gesah begitu keluar dari mobilnya. Yoona menunggu dengan tidak tenang didepan pintu lift yang masih berada dilantai 12 dan 17. Padahal dia harus segera berada dilantai enam tempat diadakannya rapat.

Hari ini adalah rapat mendadak dan jadwal presntasi para disginer untuk hasil design terbaru mereka yang akan diproduksi oleh perusahaan. Tapi gawatnya Yoona telat tiga puluh menit karena dia kembali tertidur disaat alarm berbunyi. Alhasil dia kesiangan dan terburu-buru. Yoona semalam susah tidur karena tragedy tidak menyenangkan yang ia alami di pernikahan Sunny. Dan efeknya jadi seperti ini kan.

Dengan tidak sabar akhirnya Yoona memutuskan naik melalaui tangga darurat. Dia berjalan menaiki tangga mencapai lantai enam.

Yoona menarik nafas- buang nafas berkali-kali karena engos-ngosan berlari meggunakan tangga darurat untuk sampai lantai enam, ditambah ia mengenakan High Heels.

Yoona meraih gagang pintu dan seseorang juga meraih gagang pintu bersamaan. Yoona mengangkat wajahnya untuk melihat siapa pemilik tangan itu.

“Kau!!” teriak Yoona begitu melihat Siwon.

“Kau!!” seru Siwon juga kaget melihat wajah Yoona.

Mereka saling menatap kesal dan api masing-masing perlahan menyalah disekeliling mereka.

“Kenapa kau ada disini?” Tanya Yoona.

Siwon tersenyum sinis. “ Seharusnya aku yang bertanya seperti itu! kenapa kau disini? Apa urusanmu?”

Yoona terkekesh sinis “Kenalkan! Aku Lim YoonA! Designer untuk pakaian pesta di Hyundai Dapertement Store.” Lagi-lagi Yoona membanggakan statusnya.

Siwon membelalakan matanya terkejut. Tapi sedetik kemudian. Dia meraih tangan Yoona dan berjabat tangan dengan Yoona. “Kenalkan! Aku Choi Siwon! CEO baru Hyundai Dapertement Store!”

Yoona membelalakan matanya mulutnya terbuka lebar. Dia benar-benar shock. Siwon tersenyum puas melihat reaskis sempurna dari Yoona. Tangan mereka masih berjabatan. Yoona mendadak kakinya lemas. Butir-butir keringat bermunculan dari keningnya. Dia tidak berani menatap seperti apa siwon sekarang. Yang ada dipikirannya dia akan segera mati dan berakhir.

Siwon melepas tangannya dari tangan Yoona. “Kau telah melakukannya dengan baik nona!” bisik Siwon ditelinga Yoona.

Siwon membuka pintu semua orang yang ada didalam berdiri dan membungkukkan tubuh dengan kompak menyambut kehadiran siwon.

Yoona masih tidak percaya dengan apa yang ia dengar dan ia lihat. Siwon melangkah masuk dan menduduki kursi yang biasa diduduki oleh direktur Choi sangwon. Dan Yoona ikutan masuk dan melihat identitas nama diatas meja itu sudah berubah menjadi Choi Siwon,

Yoona menjadi keringat dingin. Apalagi siwon masih terus memandangnya dengan mata elang yang siap menerkam mangsanya.

“Apa yang harus aku lakukan?” ucap Yoona dalam hatinya ketika siwon berdiri membuka rapat dan memperkenalkan dirinya serta menjelaskan jabatan dan sistem kerja yang ia buat selama dia menjabat sebagai Ceo.

Dan Yoona yakin setelah rapat bubar masalah dia dengan siwon akan diperpanjang masanya sampai si CEO baru itu puas. Yoona menutup matanya dan lagi-lagi bayangan ketika adegan ciuman kecelakaan semalam terlintas lagi. Yoona menggelengkan kepalanya kuat-kuat. Membuyarkan bayangan mengerikan itu.

~*** To Be Continue***~

Oke sesuai Request di komentar Sinopsis FF ini aku memutuskan untuk tidak mengganti nama marga mereka (Main cast) dan hanya beberapa aja untuk penyesuaian tokoh.. thank buat antusiasnya ya! itulah guna kritik dan saran dan saya baca semuanya walau tidak dibalas satu persatu 😀 oke silakan tinggalkan Kritik dan sarannya ya sepertti biasa.. tapi mohon maaf jika posting part berikutnya agak sedikit lama.. karena sebentar lagi saya akan focus ke UTS dulu..jadi mohon pengertiannya..Kamsahamnida 🙂

Advertisements

126 comments on “FF – The Good Person ( Part.1 )

  1. Wahahaha daebak author,,
    akan seperti apa ya yoonwon disini
    hahahaha..
    tom and jerry mungkin hihihihi
    di tunggu next chapternyaa

  2. Hahaha…yoona mati kutu ternyata cowok yg di bantin karna tragedi kecelakaan di acara pernikahan suny adalah ceo baru tempat yoona kerja.daebak

  3. Hahaha
    Sungguh memalukan pertemuan pertama mereka..
    Jadi penasaran diantara mereka nanti siapa duluan yang akan jatuh cinta.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s