FF – The Good Person (Part.Dua)

ff-TGP-poster

FF – THE GOOD PERSON (Sequel)

( Part.Dua )

 

Judul : The Good Person

Type : Sequel / Part

Author : Ulanchoi Hyoyoon / Twitter : @Lovelyulan

Genre : Romance,Comedy,Drama

Ratting : PG – 17

Main Cast :  

  • Im Yoon Ah  as Lim Yoona
  • Choi Siwon as Choi Siwon
  • Cho Kyuhyun as Cho Kyuhyun
  • Seo Jo Hyun as Kim Seohyun
  • Choi Jin Ri as Choi Sulli
  • Choi Minho as Choi Minho

Other Cast : Member SUJU, SNSD, SHINee and F(x)

 

Warning! FF ini saya tulis berdasarkan imajinasi yang saya miliki, jadi tolong bagi pembaca hargai penulis. FF ini saya buat semata-mata untuk meluangkan Hobi saya dalam menulis dan untuk menghibur para pembaca dan Kpop lovers secara gratis. Jadi setelah selesai baca diharapkan tinggalkan komentar berupa kritik dan saran dan Dilarang keras ngeCopyPaste jalan cerita! Mohon maaf jika banyak salah penulisan (Typo) itu karena saya kalau mengetik suka kecepatan dan kelewat edit. Jadi silakan membaca! Enjoy for This Story!! 🙂

Note : Terima kasih atas Respon yang cukup baik pada Part satu,saya baca semua komentar dari kalian dan bikin tertawa sendiri 😀  Maaf ya postingnya lama harus nunggu he-em… sepuluh hari ya? Hehe..Aku kemarin-marin kena tragedy terpuruk karena pasca mawilnya Suami pertama (dibaca: Yesung aka Kim Jong Woon) sampe ga berani buka laptop sendiri, handphone sendiri, soalnya banyak banget selca sama solo song Yesung oppa disana. Jadi sampai tidak OL twitter, non aktif BBM, Facebook. Soalnya aku udah tau Yesung oppa akan wamil tanpa diarak2 (?) member dan ELF macem Leeteuk oppa. Dan lagi pula seminggu ini Aku Full UTS. Jadi konsentri buat UTS juga. Demi IP 3,4 😀 he-em dan demi IPAD Juga! Hahaha..jadi begitu Weekend Longgar seharian  Aku sempetin buat lanjutin nulis ini. Dan dalam rangka Move on juga walau 2 tahun itu lama bagi aku jadi tetep SEMANGAT! Yesung oppa Lelaki sejati!! :”) Missing Him!

~THE GOOD PERSON PART.2 (DUA)~

“Presentasi berikutnya dari Designer Lim Yoona bagian pakaian pesta. Karena bulan ini banyak sekali yang menikah dan kelulusan bagi anak universitas maka kami memberikan tantangan untung Designer Yoona untuk membuat Disain pakaian pesta yang sesuai.” Jelas Ryeowook sebagai moderator memberikan intro.

Siwon melirikan matanya ke Yoona yang sudah berdiri dari kursinya. Yoona Nampak terlihat gugup. Padahal sebelumnya dia selalu melakukan presentasi dengan percaya diri dan selalu yakin bahwa apa yang akan ia tunjukan akan selalu sempurna. Tapi tidak untuk kali ini. Dia merasa benar-benar keberaniannya sedikit digerogoti oleh tatapan tajam direktur baru itu.

Yoona merapikan pakaiannya sedikit dan menyelipkan rambutnya  kebelakang telinga. Yoona menyunggingkan senyumnya. Dia memejamkan matanya sebentar diiringi dengan tarikan nafas lalu membuka matanya dan membuang nafasnya perlahan. Ya setidaknya metode ini cukup membatu di saat pikirannya sedang rumit dan sedikit gugup.

“Annyeonghasimnika… Lim Yoona imnida. Kali ini saya akan memberitahukan kalian semua rencana pakaian pesta yang akan saya buat. Saya lebih memfokuskan untuk couple kali ini. Dimana seorang wanita jika pergi dengan pasangannya dia akan merasa serasi dan nyaman, begitupun hal yang dapat dirasakan oleh sang pria. Kalian bisa lihat design-nya pada layar monitor.”

Yoona memundurkan tubuhnya dan menunjukan hasil designnya yang awalnya dari sebuah sketsa, lalu diwarnai, dan dibuatkan bentuk jadinya sebagai contoh.

Semua peserta rapat memperhatikan gambar yang ditampilkan tidak terkecuali Siwon. Mereka semua tabjub dengan karya terbaru yang Yoona persembahkan. Pakaian itu benar-benar cantik dan menarik. Cocok dipakai disegala jenis pesta untuk para pasangan agar terlihat semakin serasi.

“Model pertama saya persembahkan untuk usia Dewasa. Dimana wanita dewasa biasanya lebih suka pakaian yang terlihat elegant,sexy dan menarik. Maka disini saya membuatkan dua model dengan bahan sifon yang lembut dan adem. Dan yang satu saya buat agak sedikit tertutup untuk type wanita yang hanya ingin elegant and sweet. Dan untuk prianya saya membuat taxedo modern yang sedikit unik dan coraknya serasi dengan warna dan model yang dipakai wanita.”

Selama Yoona menjelaskan maksud Design-nya para Audience hanya memanggutkan kepala setuju dan tertarik dengan apa yang disampaikan Yoona. Yoona tersenyum. Sekarang percaya dirinya bertambah level lagi.

“Dan model kedua adalah untuk pasangan remaja. Diamana biasanya para remaja lebih cenderung ingin tampil beda, dengan konsep sexy dan cute. Maka saya membuatkan dua type seperti ini. Dan cowok remaja biasanya juga ingin tampil menawan dihadawan si wanita. Dan maka saya membuat setype dengan model cewek agar serasi. Dan berikut bahan-bahan yang diperlukan untuk jenis-jenis pakaian pesta semester ini.”

Yoona menampilkan semua data yang sudah dia buat jauh-jauh hari dari jenis kain, kancing,renda, benang, pita, dan sebagainnya. Bagian budgeting dengan serius mencatat keperluan itu untuk memperkirakan berapa besar biaya yang harus dikeluarkan saat produksi nanti.

“Oke saya rasa cukup presntasi dari saya. Saya harap anda sekalian setuju dengan konsep yang saya buat agar lebih mudah dan mempercepat peluncuran perdannya. Kamsahamnida…”

Yoona menutup presentasinya dengan begitu sempurna dan mendapat tepuk tangan dari para peserta rapat. Kecuali Siwon dia hanya dia meletakan tangannya diatas meja dan memandang Yoona dengan tatapan yang sulit diartikan.

“Kami sudah mengira bahwa Yoona ssi pasti akan menunjukan sesuatu yang begitu inovasi dipresentasi designnya. Karena selama Yoona ssi bekerja di Hyundai Dapertement store pakaian pesta rancangan Yoona ssi selalu laku keras. Bahkan di setiap peluncuran perdannya..”

Ryeowook sebagai moderator memberikan komentar. Dan Yoona hanya tersenyum senang mendengar komentar yang bagus serta antusias dari moderator itu.

 Yoona berjalan melewati Siwon, sekarang dia sudah mulai kembali tersenyum dengan bangga. Bahkan dihadapan CEO barunya itu.

~***~

Yoona berlari menuju lift sebelum pintu lift tertutup. Perasaan jadi begitu canggung ketika ternyata didalam lift hanya ada dia dan Siwon. Suasana didalam lift menjadi begitu sunyi dan sepi. Sampai akhirnya Siwon berpura batuk. Membuat Yoon menoleh padanya.

“Sudah berapa lama kerja disini?” tanya Siwon.

Yoona celingukan. Lalu memandangi wajah Siwon dengan lucu. “Kau bertanya padaku?”

Siwon membusungkan dadanya.”Kau pikir yang ada didalam lift ini siapa?” teriak siwon kesal.

Yoona memanggut-manggutkan kepalanya. “Sudah cukup lama. Memangnya kenapa?” jawab Yoona seenaknya. “Kau ingin memecatku karena masalah semalam? Ku rasa itu tidak akan munggkin aku sudah di kontrak untuk empat tahun kedepan. Lagi pula jika tidak ada aku. Pendapatan Hyundai Departement store akan menurun.” Ucap Yoona penuh percaya diri.

Siwon meringis kesal. Medengar ucapan Yoona. “Kau nampak terlalu percaya diri mademoiselle!”

Pintu lift terbuka. Yoona melangkah ingin segera keluar dari lift. Tapi siwon menariknya kebelakang. Dan mendorong Yoona masuk kedalam lift lagi. Siwon memencet tombol keatas lagi dan menutup pintu lift. Dengan segera siwon melompat keluar dan membuat Yoona terperangkap didalam lift menuju kembali kelantai atas.

“Aarrrghhh!!! Sial!!” teriak Yoona kesal didalam lift. Sambil menghentak-hentakan kakinya.

Sedangkan siwon yang sedang berjalan di lobi cekikikan karena berhasil mengerjai Yoona si gadis sombong dan berani bagi dirinya.

~***~

Disebuah cafeteria Kyuhyun duduk sendiri sambil bermain game pada smartphone-nya. Dia juga terlihat nampak asik dengan dunianya sendiri, ya.. begitulah kebiasaan seorang jaksa muda bernama Kyuhyun ini. Dari dulu hobinya adalah bermain game dan mungkin dia juga cocok untuk dijuluki master Game.

Tangannya meraba-raba meja mencari gelas minumannya yang ia pesan sejak dua puluh menit yang lalu. Ia mengambil gelas itu tanpa melihat lagi dia meyeruput sedotan dalam gelas minumannya. Belum hilang rasa hausnya tapi jus dalam gelasnya ternyata sudah habis. Bunyi suara seruputan dalam gelas karena kyuhyun tetap memaksa menyedotnya.

“Aissh!!” kesal kyuhyun lantas membanting gelasnya begitu saja dimeja.

Dia mengangkat tangannya melihat Guess yang melingkar ditangnnya. “Kemana gadis itu? sudah dua puluh menit aku disini belum juga muncul?”

Tiba-tiba Yoona muncul dengan muka yang bertekut-tekut. Dia juga menarik kursi dengan sangat kasar, sehingga menimbulkan suara gesekan yang keras sampai-sampai orang disekitar mereka melirik padanya. Kyuhyun menatap Yoona yang duduk disampingnya sambil meletakkan wajahnya diatas meja.

“Pesankan aku Milk shake ice yang dingin sekali.” Ucap Yoona memerintah Kyuhyun.

“Ada apa dengan Designer kita?” tanya Kyuhyun.

“Aku gerah sekali rasanya..” jawab Yoona.

Kyuhyun menajamkan matanya. “Wae? Apakah presentasi mu kali ini gagal?”

Yoona meletakan telapak tangan kanannya di wajah Kyuhyun. “Tidak ada kata gagal dalam kamus ku pabo!”

Kyuhyun mengambil tangan Yoona dan menggenggamnya. “Lalu?”

“Haruskah aku cerita padamu sekarang? Lebih baik kau memesankan aku milk shake yang dingin sekali sekarang!” ucap Yoona ketus.

Kyuhyun membanting tangan Yoona diatas meja. “Baiklah..” Lalu Kyuhyun berlalu dari tempat duduknya.

Yoona masih dalam posisinya yang sama. Dia nampak lelah sekali. Dia memejamkan matanya. Lalu dia membayangkan sosok Ceo baru perusahaannya yang pagi sampai siang ini telah sukses menjungkir balikkan mod-nya. Yoona masih tidak percaya kenapa orang yang dia temui dipesta semalam tiba-tiba menjadi atasannya? Yoona yakin siwon itu sosok yang menjengkelkan. Terbukti dari sifatnya yang sudah terlihat dari awal bertemu. Dia begitu arogan dan bermulut besar.

“Ya!!!” Yoona berteriak kaget. Ketika pipinya terasa dingin.

“Apakah sudah tidak panas?” tanya Kyuhyun sambil cekikikan.

“Aiishh!!” Yoona menabok lengan Kyuhyun. Ternyata itu ulah Kyuhyun yang menempelkan gelas Milk shake dipipi Yoona yang sedang asik melamun.

Yoona membetulkan posisi duduknya dan langsung menyeruput miumannya. “Ah..segarnya!” seru Yoona seolah-lama baru saja melalui musim kemarau yang panjang.

“Jadi kenapa denganmu hari ini?” tanya Kyuhyun lagi yang memang penasaran dengan keadaan Yoona yang mendadak terlihat begitu lelah dan tidak semangat seperti biasanya.

“Kau tau..” ucap Yoona.

Belum sempat Yoona melanjutkan pembicaraannya, Tiba-tiba Kyuhyun dengan mata terbelalak memotong pembicaraan Yoona. “Ommo! Bukankah itu lelaki yang semalam?”

Yoona langsung memutar kepalanya kearah pintu masuk cafeteria, dia juga langsung membelalakan matanya. Begitu melihat Siwon masuk bersama Seorang sekretarisnya. Siwon terlihat celingukan didepan pintu memperhatikan seluruh keadaan di cafeteria  perusahaannya ini.

“Untuk apa dia kesini juga?” desis Yoona.

“Aigoo!! Kenapa dunia jadi begitu sempit sekarang?” keluh Kyuhyun sambil menggelengkan kepalanya. “Apakah orang itu anak kolongmerat Korea? Gaya pakaiannya terlalu mencolok mata!”

Yoona masih teridiam dan kembali menundukan wajahnya diatas meja.

Kyuhyun memperhatikan Yoona dan memperhatikan Siwon. Lalu insting didalam pikirannya bergerak. Dia tahu sekarang. Kenapa Yoona jadi bad mod seperti ini. Pasti karena lelaki semalam itu berkeliaran di sekitar tempat Yoona bekerja. Yoona pasti kesal dan belum bisa melupakan kejadian semalam.

“kau tunggu disini! Akan ku balas dendammu! Tenang saja!” seru Kyuhyun langsung bangun dari tempat duduknya. Sambil membawa gelas milkshake Yoona.

Yoona yang baru tersadar dengan apa yang diucapkan Kyuhyun langsung menoleh, tapi Kyuhyun sudah tidak duduk disampingnya melainkan sedang berjalan mendekati Siwon sambil membawa gelas Milk shake. Yoona menepuk keningnya. Dia nampak sudah bisa menebak adegan apa yang akan terjadi selanjutnya.

Siwon yang menajam kan matanya melihat Kyuhyun yang berjalan mendekatinya. Kyuhyun tersenyum-senyum meledek mendekati Siwon.

“Ah.. kau bukankah orang yang semalam di pernikahan kan?” tanya Kyuhyun. Siwon hanya teridiam, dan membuang mukanya. “Ah.. yaya.. kau juga yang telah bersikap kasar dan menjijikan terhadap Sahabatku, tanpa meminta maaf padanya.”

Siwon akhirnya menatap Kyuhyun sambil mencibir. “Heh.. lucu sekali. Siapa yang salah sebenarnya? Ah.. aku ingat, kau juga ada di pernikahan semalam. Jadi kau sahabatnya?”

“Benar! Aku sahabat Designer Lim Yoona!” jawab Kyuhyun dengan bangga hati.

Siwon tersenyum meremehkan.

Kyuhyun melotot atas sikap Siwon yang menurutnya pelecehan secara terang-terangan.

Yoona yang menonton dari tempat duduknya nampak serba salah. Mau mendekati tapi dia takut dan tetap duduk tapi dia cemas.

“Kalian tidak tahu sedang berusan dengan siapa sekarang?” tantang Siwon.

“Anio! Dan kami tidak peduli siapapun kau!”

“Jinja? Padahal nasib sahabatmu tergantung padaku sekarang!” jawab Siwon ketus.

Kyuhyun makin naik darah. Apa maksudnya nasib Yoona ada ditangan lelaki sombong dihadapannya saat ini? Apa dia akan melaporkan Yoona ke polisi atas kejadian semalam. Dasar bodoh, dia tidak tahu kalau Kyuhyun adalah seorang jaksa handal.

Kyuhyun mengangkat gelasnya dan menuangkan dikepala Siwon.

Siwon memejamkan matanya. Emosinya meluap. Dalam sekejam orang-orang di cafeteria terpukau dengan apa yang terjadi. Siwon menajamkan matanya menatap Kyuhyun yang tersenyum-senyum meledeknya.

“Kau!!” Teriak Siwon sambil menarik kerah kemeja Kyuhyun.

“Astaga! Kau pasti kesal karena lagi-lagi jas mahalmu itu ternodai. Tapi kau memang pantas mendapatkannya!” ucap Kyuhyun sambil menepis tangan Siwon dari kerah lehernnya.

Siwon membuang mukanya tepat saat dia membuang muka dari tatapan Kyuhyun siwon bertemu pandang dengan Yoona yang duduk tidak jauh dari tempat perkara sambil membuka mulutnya lebar-lebar.

“Jadi kau disana!” desis siwon kesal.

“Minta maaflah pada sahabatku! Jika tidak urusan kita masih akan berlanjut!” seru Kyuhyun gantian menarik kerah kemeja jas Siwon.

Siwon menepisnya dengan kasar, sampai Kyuhyun terdorong kebelakang dan terbentur bangku.

“LIM YOONA!!!” teriak Siwon menggelegar.

“Terkutuk kau Cho Kyuhyun!!” seru Yoona dari tempat duduknya.

Yoona bangun dari tempat duduknya berjalan menghampiri bos dan sahabatnya yang sedang berseteru karena dirinya. Dan andaikan saat ini yang dilawan Kyuhyun adalah orang lain yang tidak penting dalam hidupnya, Yoona pasti  sudah bangga dengan sikap Gantle Kyuhyun. Tapi sekarang keadaannya berbeda orang yang dilawan Kyuhyun sekarang adalah atasan Yoona. Orang yang memegang kendali atas nasib Yoona diperusahaan.

“ kau ikut aku!!” seru Siwon ditujukan pada Yoona yang sudah berhadapan dengannya.

“Ne.. “ jawab Yoona.

Kyuhyun heran dengan apa yang dia lihat, kenapa Yoona jadi tunduk pada lelaki itu? seharusnya Yoona menedang wajah Lelaki itu. bukannya menjawab Ne seperti itu.

“Cepat.. kita harus berbicara serius!” Siwon berjalan deluan diikuti sekretarisnya yang sambil mengelapkan kepala dan jas siwon. Siwon menarik lap itu dengan kasar dari sekretarisnya lalu membuangnya ditanah begitu saja.

Kyuhyun mendekati Yoona. “ Orang itu keterlaluan. Dia pikir dia disini siapa? Kenapa aneh sekali, tidak ada yang membela ku sama sekali disini. Apa orang kantormu isinya pengecut semua?” tanya Kyuhyun.

Yoona melototi Kyuhyun. “Dia CEO peusahaan ini!”

Kyuhyun terkejut. “Kau bercanda?”

“Jika bercanda aku tidak mungkin setegang ini pabo!” jawab Yoona kesal. Lalu langsung berjalan mengikuti Siwon meninggalkan Kyuhyun begitu saja yang masih mencerna ucapan Yoona tadi.

“Apa? Dia Ceo Hyundai departement store? Haha.. Tidak mungkin!” Kyuhyun berbicara sendiri sambil tertawa-tawa tidak jelas.”Mana mungkin Ceo-nya masih muda. Pasti Ceo Hyundai itu sudah tua dan duduk di kursi roda!” gumam Kyuhyun, menghibur dirinya sendiri.

Tapi semakin dia mengelak dan meledeki Siwon atas ketidak percayaannya tentang jawaban siwon. Kyuhyun semakin ngeri dan merasa bersalah dengan keadaan Yoona sahabatnya.

“Ommo!! Yoona-ah! Apa yang harus aku lalukan sekarang?” tanya Kyuhyun pada dirinya sendiri sambil mengacak-acak rambutnya. Dia jadi merasa ikut frustasi. Jelas saja. karena selama ini kebahagian Yoona adalah kebahagiannya jadi kesusahan Yoona adalah kesusahannya juga.

~***~

Sulli menutup Loker pribadinya dia baru saja menyimpan baju seragam sekolah miliknya usai berganti dengan seragam olahraga. Sulli terdiam menatap Minho yang juga baru saja selesai menutup loker miliknya. Pandangan mereka bertemu. Dengan tatapan datar Minho berlalu dari hadapan Sulli. Sulli diam-diam mencibir Sikap Minho.

“Dasar Bad Boy!!” seru Sulli kesal.

“Ya! Sulli-ah tangkap ini!” teriak Taemin teman sekelas Sulli sambil melemparkan bola basket kepada Sulli

 Dengan Sigap Sulli menangkapnya.

“Wah! Tepat!tangkapanmu hebat!” seru Taemin sambil berjalan mendekati Sulli.

“Lemparan mu payah!” ucap Sulli seraya tersenyum.

“Ah.. apa kau senang telah menghina kemampuan ku?”

Sulli menggelengkan kepalanya. “Anio.” Lalu Suli mendrabel bola basket tersebut. “Ayo kita kelapangan!” Sulli berjalan meninggalkan Taemin yang masih terpaku ditempatnya sambil mendrible bola menuju lapangan basket indoor sekolahnya yang menjadi tempat pelajaran olahraga kali ini.

Taemin menghela nafasnya melihat punggung Sulli yang berjalan santai membelakanginya sambil membawa bola. “Dia memang cantik, pintar  dalam pelajaran dan pandai dalam olahraga. Tapi sayang sulit sekali untu lebih dekat dengan dirinya.” Keluh Taemin. Lalu berlari kecil menyusul Sulli.

Prriittt…!!!

Suara periwitan yang ditiup oleh guru olahraga mereka bergema didalam lapangan basket tersebut. Semua murid langsung menghentikan lari-lari kecil mengelilingi lapangan indoor untuk sebuah pemanasan sebelum olahraga permainan bola basket dimulai. Mereka juga dengan tertib membentuk barisan empat banjar.

“Bagus. Hari ini kita melakukan pemanasan oper dan tangkap bola. Sebelum mulai tanding. Tolong barisannya di bagi dua.”

Anak-anak mulai bersuara saat barisan empat banjar dipecah dua dan membentuk dua kubu. Yaitu kubu kiri dan kubu kanan. Sulli membelalakan matanya ketika melihat dirinya yang berada di kubu kiri harus berhadapan dengan Minho yang ada di kubu kanan. Minho menajamkan matanya menatap Sulli di sebrang sana.

“Tangkap!” teriak guru olahraga tersebut sambil melemparkan basket ke kubu kanan. “ya! Bagus, sekarang begitu hitungan ke tiga! Silakan oper ke pasangan kalian di sebelah kiri. Jaga kesimbangan dan konsetrasi. Jangan sampai bola jatuh. Jika bolah terjatuh lebih dari dua kali maka silakan keluar dari barisan. Arrassi!”

“Ne! Arraseo!!” jawab murib serempak.

Sulli dan minho saling menatap tajam. Minho terus mendribel bola basketnya dengan baik sebelum hitungan ketiga terdengar.

“Hana..”

“Tuel..”

“Set..”

Lempar… Tangkap…Lempar…tangkap…Lempar.. Tangkap…

Seperti itu semua melalukannya dengan baik. Sampai menit pertama. Tapi begitu dimenit kedua sudah ada beberapa pasangan yang menjatuhkan bola meraka. Lalu dimenit ketiga juga semakin banyak yang harus out dari permainan permulaan ini. Dan sampai sekarang di menit ke enam hanya tinggal lima pasangan  termaksud Sulli dan Minho yang bertahan. Dan akhirnya sampai menit kesepuluhh saat semua sudah keluar hanya tersisa Minho dan Sulli yang masih bisa menjaga kesimbangan permainan mereka.

“Aku masih tidak percaya kalau mereka itu berselisih.padahal sebenarnya mereka itu cocok satu sama lain.” ucap Krystal mengomentari begitu melihat permainan Sulli dan Minho yang belum menemukan titik akhir permainan.

“kau benar. Banyak sekali kesamaan yang mereka miliki.” Setuju Amber. “lihat saja sekarang! Mereka sama-sama sedang egois tidak mau mengalah untuk menjatuhkan bola deluan agar permainan cepat berakhir. Mereka sama-sama tidak mau kalah.”

“Kau benar..” sahut Krystal.

Prritt!!

Suara periwitan berbunyi dimenit ke dua belas. “Cukup kalian memang hebat!” seru sang guru.

Minho dan Sulli tersenyum bersamaan sambil menghela nafas. Tapi begitu tatapan mereka bertemu. Mereka kembali memasang wajah dingin dan saling tidak peduli satu sama lain.

“oke selanjutnya lapangan dipecah dua. Tim putra lawan tim putra di sebelah kiri.. dan untuk permainan putri di sebelah kanan.” Seru sang guru memberi intruksi yang lain langsung berhambur sesuai intruksi.

Taemin muncul disamping Minho menepuk bahu Minho yang baru saja usai meminum air mineral dalam botol kemasan.

“Asik sekali bisa bermain lempar-lemparan bola selama itu dengan Sulli. Apa kau tadi menatap matanya yang indah iitu?”

Minho meletakan botol air minum tersebut di box khusus air minum. Lalu dia menatap taemin dengan datar. Lalu langsung pergi begitu saja menuju lapangan sebelah kiri.

“Astaga! Apa dia tidak tertarik dengan Sulli? Yang benar saja..” Taemin mulai berbicara sendiri lagi.

~***~

Yoona dengan perasaan was-was akhirnya ikut masuk kedalam ruangan Ceo barunya, yaitu Siwon. Sekretaris siwon keluar sesuai dengan perintah atasannya Siwon berdiri menghadap kaca ruangannya yang menapilkan view gedung-gedung pencakar langit kota Seoul. Yoona hanya terdiam menunggu Siwon beraksi terlebih dahulu. Karena dia bingung harus berbicara apa dengan atasannya itu.

Siwon melepas Jas hitam yang ia kenakan. Lalu dia memutar badannya menghadap Yoona yang masih terdiam. Siwon menatap tajam diri Yoona, seolah-olah dia akan menelan Yoona hidup-hidup.

Braakkk….

Siwon melemparkan jasnya dengan kasar kepada Yoona, dengan sigap Yoona menangkapnya walau sedikit mengenai wajahnya.

Lalu sekarang Siwon mulai membuka kancing kemejanya satu persatu. Yoona panik melihat apa yang sedang dilakukan oleh Atasannya itu. Yoona menutup matanya. Belum siap dengan apa yang nanti akan dia lihat.

Yoona membuka matanya tapi masih gelap. ternyata kemeja yang dikenakan siwon tadi sudah menempel di kepala Yoona. Yoona menariknya dengan kasar. Dan menghembuskan nafas lega ketika melihat siwon ternyata masih memakai kaos oblong putih yang menutupi tubuhnya yang kekar itu. sedangkan Yoona sudah parno.

“Jas dan kemeja itu sangat mahal! Itu buatan perancang prancis! Bukan prancang korea dengan kemampuan standar tapi sudah sombong!” jelas Siwon seperti menyindir Yoona dengan telak.

Yoona mulai berani menatap Siwon dengan tatapan tajam “lalu apa yang harus aku lakukan sekarang?”

“Bersihkan noda yang ada di kemeja dan jas miliku!” jawab Siwon setengah berteriak.

“Baik. Mana uangnya!”

Siwon semakin membesarkan matanya. “Uang? YA! Ini perbuatan kau dan sahabatmu itu! jadi kau yang menanggungnya semua!”

Yoona hanya terdiam masih menatap Siwon dengan tatapan kesal.

“Dan jika kau melaundry pakaian ku aku tidak ingin pakaian ku dicuci tercampur dengan pakaian lainnya dan masih tercium bau sabun.” Jelas Siwon.

Yoona menghebuskan nafas jerahnya. Kenapa dia harus berhadapan dengan bos macem siwon ini? Yang banyak sekali kemauannya dan bersikap seenaknya.

“sudah selesai?” tanya Yoona. “Kalau sudah izinkan aku keluar dari ruangan anda.”

Siwon sekarang yang menghebuskan nafas kasar kala sikap Yoona yang semakin berani terhadap dirinya. Siwon tidak percaya hanya seorang designer sudah berani melawan dirinya dan juga meremehkan dirinya seperti ini. Siwon menatap Yoona dengan teliti dari atas sampai bawah. Bagi dirinya tidak ada yang menarik dari tampilan Luar Yoona. Yang menarik adalah bagaimana dia bisa menghancurkan wanita yang sudah dengan berani welawan dirinya.

“Satu lagi!” sahut Siwon. “aku menolak design yang kau buat untuk pakaian pesta pria.”

Yoona kini menatapa Siwon dengan serius. “Waeyo?”

“Taxedo yang kau buat untuk menemani pakaian pesta wanita memang terlihat unik. Hanya saja coraknya norak dan terlihat murah! Jika pakaian itu sudah jadi aku tidak akan membelinya. Atau orang-orang yang selevel dengan ku bahkan meliriknya saja telum tentu. Itu terlihat terlalu sederhana. Tidak mewah. Hanya wanitanya saja yang terlihat mewah tapi prianya hanya terlihat seperti seorang supir pribadi.” Ejek siwon.

“Hah!! Apa kau bilang!! Kau adalah orang pertama yang berani menghina hasil design ku!” teriak Yoona mulai emosi atas ucapan Siwon.

Siwon tertawa mengejek Yoona. “Kau selama ini selalu mendengar pujian saja kan? Maka merasa dirimu dan karya mu sempurna, maka kau menjadi sangat congkak seperti ini. Jadi seharusnya kau berterima kasih pada ku karena sudah dengan berani menilai hasil rancangan mu!”

Yoona terdiam dadanya naik turun. Dia benar-benar emosi.

“Aku sudah lama bekerja di perusahaan fashion terkenal di Amerika menangani bagian marketing. Dan kenapa pakaian itu selalu laku dipasaran? Karena perancang disana menerima banyak masukan dari orang kantor dan orang luar. Mereka selalu menerima cacian, komentar pedas pada presentasi pertama dan barulah mendapat pujian begitu kesempurnaan mereka lakukan atas komentar-komentar yang dia pakai. Jadi kau masih mau mempertahankan design mu itu, atau sedikit merubah design mu dengan masukan yang aku berikan?”

Mata Yoona sudah berkaca-kaca. Sebagian apa yang diucapkan Siwon memang ada benarnya. Selama ini dia memang hanya menerima pujian manis tanpa kritikan pedas,  karena dia selalu merasa semua yang dia tampilkan selalu sempurna. Tapi saat ini atasannya dengan berani memebandingkan dirinya dengan perancang luar negeri dan itu benar-benar membuat Yoona terpukul.

“Akan ku pikirkan.” Jawab Yoona singkat lalu berjalan keluar dari ruangan siwon sambil membawa jas dan kemeja siwon.

Siwon menatap kepergian Yoona sambil tersenyum senang. “Kau sedang berhadapan dengan orang yang tetap modemoiselle Lim!”

~***~

Yoona mengendarai mobilnya ditengah jalan raya kota Seoul. Dia memasangkan handsfree ditelinganya. Lalu menekan panggilan cepat menuju nomor seseorang.

“Ya Seohyun-ah..” ucap Yoona begitu terdengar Suara Seohyun yang berkata ‘Yoboseyo’

“Ya ada apa?”

“Apa kau tau tempat Laundry yang hasilnya bisa menghilangkan noda coklat dan tanpa berbau sabun? Dan lama cucinya hanya 24 jam?”

Suara Seohyun tidak terdengar. Sepertinya dia sedang berpikir.

“Seo?

“Ah.. Ne, aku tahu! Ada di kawasan Myeongdong. Tapi agak sedikit mahal.”

“Jinja? Itu tidak masalah. apa kau ada jam mengajar sekarang?”

“Ani..”

“aku akan ke sekolah sekarang kau tunggu didepan gerbang, aku tidak tahu lokasi laundry  tersebut maka kau harus menunjukan padaku!”

“Ah.. baiklah..”

“Gomawo!”

“Ne..”

Yoona melepas handsfreenya dan membelokkan mobilnya ke kiri menuju sekolah tempatnya mengajar. Dia harus menjemput Seohyun yang berbaik hati menolongnya. Yoona menatap kursi belakang melihat sebuah papar bag besar duduk manis disana. Paper bag itu isinya adalah kemeja dan jas siwon yang disuruh cuci. Yoona mencibir kesal lalu fokus menyetir lagi.

~***~

“Jadi pakaian itu milik atasan mu?” tanya Seohyun yang sekarang sedang duduk bersama Yoona di sebuah Coffee shop dekat tempat Laundry-an.

Yoona memanggutkan kepalanya dengan tidak semangat.

“Bagaimana bisa kau menumpahkan milk shake  kesukaan mu di pakiannya?” tanya Seohyun penasaran.

“itu bukan perbuatanku tapi perbuatan sahabatku, Kyuhyun.”

“He-em Kyuhyun?”

“Aku belum pernah mengenalkannya pada mu ya?” tanya Yoona.

Seohyun menggelengkan kepalanya.

“Ah.. kapan-kapan aku akan mengenalkan kau dengan Kyuhyun. Dia seorang jaksa muda yang hebat.” Ucap yoona tanpa sadar mempromosikan Kyuhyun.

Seohyun hanya memanggutkan kepalanya sambil meminum coffee latte kesukaannya.

“Selama aku bekerja di Hyundai. Ini pertama kalinya aku merasakan tekanan yang amat keras. Bagaimana tidak. Aku bahkan membenci atasan baru ku sendiri dengan semua sikapnya itu.”

Seohyun tersenyum. Lalu meletakan gelas Coffenya kembali keatas meja. “Dia baru mendapatkan jabatannya? masih muda?”

Yoona memanggutkan kepalanya. “Dia anak pertama CEO Choi. Dan kurasa juga sebagai ahli waris keluarganya. Yang kaya raya itu. dia adalah lelaki dengan type Gangnam Style. Aku sangat benci dia.”

“Lelaki dengan Gangnam Style? Ah.. dia pasti perfectionist, mentropilitan, tajir kritis dalam hal apapun.”

“Kau benar seo!” jawab Yoona.

“Mengerikan sekali. Kau harus lebih sabar mengadapinya. Kalau tidak kau akan kehilangan pekerjaan yang kau cintai itu.” saran Seohyun.

“Dan masalahnya sekarang dia mulai mengkritik hasil deginku. Dia bilang hasil designku hanya cocok dipakain seorang supir pribadi.”

“Jinja?!” teriak Seohyun terkejut. “Pelecehan sekali dia!”

“Ya begitulah.” Sahut Yoona pasrah.

“He-em tapi dari pakaiannya yang kau cuci tadi sih memang itu terlihat sangat mahal, dan seleranya cukup bagus. Aku jadi penasaran dengan atasan baru mu itu.”

“Ku harap kau tidak meminta ku mempekenalkannya padamu!” ketus Yoona.

“Hahaha.. tidak, tenang saja.” canda Seohyun.

Yoona sejak tadi hanya mengaduk-ngaduk chocochino yang ia pesan. Hanya meminumnya sedikit. Pikirannya sekarang benar-benar sedang melayang atas semua ucapan Siwon tadi. Dan didalam hatinya masih banyak pertentangan lain yang harus dia lalui dengan atasannya itu. dia benar-benar kehilangan semangatnya yang biasanya menggebu-gebu saat-saat menjelang pembuatan pakaian hasil rancangannya sampai nanti saat peluncuran pertama. Tapi sekarang malah berantakan modnya.

~***~

Yoona masuk kedalam Apartementnya lampu ruangan sudah dalam keadaan menyala. Dia menghela nafas. Dia sudah tau siapa orang yang telah menyusup masuk kedalam. Yoona melepas highheels yang sejak pagi ia pakai. Kakinya mulai terasi nyeri. Yoona berjalan menuju dapur. Setelah meletakan sepatunya di rak khusus sepatu.

“Kyuhyun –ah!! Keluar kau!” teriak Yoona.

Dan tiba-tiba Kyuhyun keluar sambil membawa dua mangkuk ramyun. “Hai..” sapa Kyuhyun sambil cenge-ngesan.

“Dasar Trouble maker!!” ketus Yoona.

Kyuhyun masih cenge-ngesan. Dia meletakan dua mangkuk ramyun yang masih hangat itu diatas meja makan. Lalu menyeret kursi untuk mempersilakan Yoona duduk. Masih menatap kyuhyun dengan tatapan kesal. Yoona tetap duduk di kursi yang disediakan Kyuhyun.

“Aku tahu kau akan memarahiku atas kejadian tadi siang, tapi sebelum kau melakukan itu. sebaiknya kita mengisi perut kita terlebih dahulu. Agar ada tenaga saat kita beradu argumentasi nanti!” ucap Kyuhyun dengan wajah Serius.

Yoona menyunggingkan senyum kecil dibibirnya mendengar ucapan Kyuhyun.

Lalu mereka mulai memakan ramyun yang masih hangat tersebut.

“Mianhae.. jeongmal Mianhae.. aku sungguh tidak tahu kalau lelaki menyebalkan itu adalah atasanmu di kantor.” Kyuhyun memulai pembicaraannya sambil makan.

“Karena kau memang bodoh!” sahut Yoona.

“Kau tidak menceritakan apapun padaku! Jadi wajar jika aku tidak tahu apa-apa!” kyuhyun mencoba membela dirinya.

“Ya..ya.. aku berniat akan menceritannya tadi atau sekarang saat makan malam. Tapi telat kau telah membuat kekacauan! Uang ku hilang 15000 won untuk meng-laundry pakiannya yang kau nodai dengan milk shake.” Cerita Yoona.

“Hah? Jinja? Jadi dia mengajakmu mengikutinya untuk menyuruhmu mencuci pakaiannya itu? yang benar saja! dasar lelaki tidak berprikebosan,”

“apa itu berprikebosan?” tanya Yoona karena ucapan Kyuhyun yang aneh.

“Maksudku dia bos yang tidak mempunyai perasaan terhadap karyawannya. Keterlaluan sekali. Rasanya aku ingin memukul wajahnya!” erang Kyuhyun menjadi kesal pada Siwon. Lebih tepatnya semakin kesal.

“Itu belum seberapa… yang parahnya dia menghina hasil design pakaian ku!”

Kyuhyun membesarkan matanya. Dia menatap Yoona yang sekarang matanya mulai berkaca-kaca. Kyuhyun tahu pasti perasaan Yoona sedang terluka. Karena selama ini dia saja tidak berani mengomentari design Yoona. Karena dia tahu, Yoona menganggap design-nya itu adalah kesempurnaan yang dia miliki. Lagi pula Kyuhyun juga sadar diri dia memang kurang mengerti tentang seni pada pakaian yang dia tahu hanya bagus atau tidak, dan sejauh ini rancangan yang dibuat Yoona selalu bagus dimatanya.

“Dia membanding-bandingkan karya dan hasil kerja ku dengan Designer di Amerika. Dan dia bilang sesuatu yang menyakitkan tentang rancanganku.” Tambah Yoona dan mulai menangis. Menutupi wajahnya diatas meja makan.

Kyuhyun panik. Dia sudah lama tidak melihat Yoona sahabatnya menangis. Terakhir kali Yoona menangis adalah dua tahun lalu saat anjing peliharaannya bersama yoona mati karena menjadi korban tabrak lari. Dan setelah itu Yoona tidak pernah menangis. Kini Yoona kembali memangis hanya karena masalah itu. pasti kata-kata yang di ucapkan Siwon sangat melukai perasaan Yoona.

“Ya.. kenapa kau menangis? Kau harus melawannya! Kau harus menunjukan padanya bahwa kau juge bisa lebih baik daripada pendesign luar negeri!” Kyuhyun mencoba menenangkan Yoona. “Apa dia tidak tahu? Tiga tahun lalu hasil karya mu sudah di akui seluruh Asia? Dan membuat kontrak kau diperpanjang oleh perusahaan Hyundai?”

Yoona menggelengkan kepalanya.

 “Kau harus memberitahunya kalau begitu!” kandas Kyuhyun.

“Aku merasa terhina!!” teriak Yoona dalam tangisnya.

“Siapa sih nama atas mu itu?”

“Choi Siwon.” Jawab Yoona.

“oh.. Choi Siwon? Akan ku tuntut dia kemeja pengandilan. Karena telah menghina hasil karya orang lain dengan semerta-merta.”

“Paboya!!” Yoona memukul kepala Kyuhyun dengan sendok.

“aku masih ingin bekerja disana tau!” tambah Yoona.

Kyuhyun tersenyum lebar. Dia mengambil kedua telapak tangan Yoona dan menggengamnya erat. “Baiklah. Kalau begitu kau harus tetap semangat! Kau harus melawan orang yang seperti siwon itu!”

Yoona tersenyum menatap Kyuhyun. “Kau memang sahabat terbaikku!” ucap Yoona bangga,

Kyuhyun mengecilkan senyumannya. Kata-kata terakhir Yoona membuatnya tidak dapat tersenyum lebar. Dan perasaan aneh didalam dirinya mulai muncul lagi. Membuat dirinya tidak nyaman dan merasakan ketidak relaan.

~***~

Yoona masuk kedalam ruangan siwon diantar oleh sekretaris pribadi Siwon. Begitu Sekretaris pribadi siwon keluar dan menutup pintu ruang kerja Siwon. Yoona langsung berjalan cepat menghampiri Siwon yang duduk santai di atas kursi kekuasaanya.

Yoona menyodorkan paper bag dihadapan wajah Siwon. “ini pakaian MAHAL mu! Sudah bersih dan rapi!” ucap Yoona.

Siwon menarik paper bag tersebut.  Dan melihat isinya. Dia mengangkat jasnya yang memang sudah bersih lalu menciumnya. Dan dia juga mengangkat kemejanya yang juga sudah bersih dan mencium kemeja tersebut. Ternyata memang tidak tercium bau sabun laundry-an.

“Sudah? Jadi aku permisi keluar.” Ucap Yoona memutar balik tubuhnya.

“Changkkaman.” Siwon menahan langkah Yoona.

Yoona kembali menoleh menatap Siwon. “Jadi bagaimana? Kau hanya punya waktu seminggu untuk merubah rancangan mu! Apa kau tidak meyesal jika hasill rancangan mu selasai begitu saja tanpa ada kesan ‘Wah!’ dari konsumen?”

Yoona tersenyum kecil. “Ku bilang akan aku pikirkan. Tapi sampai sekarang aku tidak bisa perpikir jernih dengan ide anda!”

“Mana hasil Design mentah mu? Berikan padaku! Aku akan menunjukan maksud yang aku katakan. Biar aku bantu untuk merubahnya.”

Yoona menatap Siwon kesal. Lagi-lagi siwon bersikap seenaknya pada dirinya. Memangnya siwon tahu apa soal design pakaian? Bukankah selama ini dia hanya bekerja menjadi kepala marketing di sebuah perusahaan pakaian terkenal di Amerika? Kenapa dia jadi sok-sokan membuat rancangan juga? Keterlalauan sekali, pikri Yoona dalam hati.

“Aku permisi.” Tanpa menanggapi ucapan Siwon tadi, Yoona langsung berjalan keluar dari ruangan Siwon.

Siwon tersenyum pagi ini sudah berhasil membuat Yoona marah. Siwon menatap kemeja dan jasnya yang sudah bersih dan rapi.

“Bagaimana dia bisa melakukan ini?dia mencuci pakaian ku dimana?” tanya Siwon pada dirinya sendiri heran.

“Dasar Lim Yoona! Nikmatilah hari-hari kerjamu sebagai pegawai yang keras kepala seperti itu. kau tidak akan bisa tidur nyenyak.” Ucap Siwon sambil menyungingkan bibirnya.

~***~

“Sulli Minho usai jam sekolah berakhir. Kalian temui aku di ruang guru ya.” Ucap Yoona pada Sulli dan Minho.

Mereka berdua hanya memanggutkan kepala sambil membalas senyum dari Yoona.

Yoona mengucapkan terima kasih pada semua muridnya dengan bahasa mandarin. Lalu keluar dari dalam kelas. Karena masih ada satu jam mata pelajaran lain pada kelas ini. Yoona berjalan gontai menuju ruang guru. Lalu bertemu dengan Seohyun yang juga baru keluar kelas usai jam pelajaran matematika.

“Yoona-ah!” panggil Seohyun.

“Oh.. Seo,..” jawab Yoona.

“Kau sudah mengambil cuciannya?”tanya Seohyun.

“Sudah. Tadi jam delapan pagi. Dan sudah ku serahkan pada dia.”

“Lalu dia komentar apa?”

“tidak komentar apapun.” Jawab Yoona.

“Baguslah kalau begitu.”

“Oh iya.. Gomawo atas rekomendasi tempat laundry itu. ya walaupun sangat mahal tapi hasilnya memuaskan.”

“Tentu!” jawab Seohyun.

“Oh.. iya Seo, nanti malam kita makan malam di restoran Italy yang ada di kawasan Cheongdam –dong. Yuk?” ajak Yoona.

“Makan gratiskah?” tanya Seohyun. Berharap dia akan di traktir makan oleh Yoona.

“masalah gratis aku tidak janji, tapi kau datang saja. aku akan mengenalkan kau dengan sahabatku Kyuhyun. Nanti aku yang akan merayunya agar kita makan gratis. Bagaimana?” tanya Yoona balik.

Seohyun tersenyum mendengar ucapan Yoona yang memang dia tahu krisis dalam pengeluaran dan tapi pandai mengeluarkan pengeluaran orang lain. “Baiklah.. jam berapa?”

“Jam tujuh malam saja.” jawab Yoona.

“Oke ketemuan disana langsung saja ya..”

“Sippo!” sahut Yoona. Lalu menggandeng tangan Yoona. “Aku lagi butuh hiburan dengan kumpul bareng sahabat-sahabatku. Aku ingin melupakan kepenatan di kantor.” Tambah Yoona.

“baiklah..kalau bisa usai makan kita pergi ketempat karaoke. Bagaimana?”

“Ah. Ide yang bagus!!” seru Yoona. Lalu mereka mulai berjalan sambil membicarakan kejadian lucu saat karaoke dengan para guru di sekolah ini. Dimana banyak sekali kejadian aneh yang dilakukan oleh para guru disekolah elite ini.

~***~

“Terima kasih karena kalian sudah datang menemuiku.” Ucap Yoona pada Minho dan Sulli yang sudah duduk bersampingan serta berhadapan dengan Yoona.

“Aku sudah membaca esay kalian. Dan walau judulnya sama dan penceritaan masalahnya juga hampir sama. Tapi aku menemukan sedikit perbedaan. Yaitu cara mengungkapan serta sudut pandang kalian dalam penulisan esay tersebut. Aku bangga dengan pemikiran kalian yang luas.”

“Kamsahamnida.” Jawab Sulli dan Minho bersamaan.

Yoona tersenyum. “kalian memang kompak sekali.” Ledek Yoona.

Sulli dan Minho saling membuang muka dengan wajah kesal satu sama lain.

“Ya.. sudahlah, aku ingin memberitahukan kalian tujuan ku memanggil kalian kesini.” Ucap Yoona agar segera menyudahi perselisihan atau keributan yang sebentar lagi bisa saja terjadi antara kedua anak dididknya ini.

“Memangnya ada apa?” tanya Minho.

Yoona mengambil map dalam laci meja lalu ia membuka map tersbeut. Selembar kerta ia berikan pada Minho dan juga Sulli. “Itu adalah undangan yang aku terima dari dapertement kementrian RRC. Mereka mengadakan perlombaan menulis esai tentang kehidupan social masyarakt Korea selatan dengan menggunakan bahasa Cina. Target mereka adalah anak SMA. Jadi kalian mengertikan maksud tujuan ku memanggil kalian?”

“Jadi Seonsaeng ingin aku dan Minho mengikuti perlombaan tersebut?” tanya Sulli.

“Iya, karena  setiap sekolah hanya boleh mengirimkan dua siswa.” Jawab Yoona.

“Baiklah aku akan mengikuti perlombaan tersebut dengan syarat Seonsaeng yang akan membimbingku selama menulis.” Sahut Minho.

Sulli menyunggingkan senyum tidak senang. “Aku juga ikut seon!” sahut Sulli tidak mau kalah saing dengan Minho.

“Ah. Bagus! Aku percaya kalian pasti akan menerima tawaran ini dan akan melakukan dengan sangat baik. Sejak awal aku memang yakin kalian murid yang pandai dan cepat dalam pelajaran.” Puji Yoona. Kepada dua murid kesayangannya itu.

“Mulai kapan memanggnya pendaftarannya?” tanya Minho.

“hem-em lima hari lagi. Dan setelah pendaftaran kalian hanya diberi waktu sepuluh hari untuk mulai penulisan sekaligus survey. Jadi mulai sekarang kalian juga bisa membuat kerangka tulisan kehidupan social  seperti apa yang akan kalian tulis nanti.” Jelas Yoona.

“Aku masih kurang dalam kosakata serta gremar mandarin ku, seon akan menolongku dalam menuliskan? Kalau perlu kita lebih sering menghabiskan waktu bersama bu. Serperti survey masyarakat bersama, makan siang bersama, dan makan malam bersama.” Ucap Minho.

Sulli dan Yoona melongo mendengar ucapan Minho barusan.

“Cihh.. kau ingin belajar atau mengajak seon Yoona kencan? Dasar tidak tahu malu!” cibir Sulli.

“Wae ? apa kau iri apa kau mau ikutan?” ledek Minho.

Sulli membuang mukanya dari tatapan Minho. “Aiggoo.. aku iri? Tidak mungkin! Apa yang aku irikan dari orang seperti mu?” sahut Sulli.

“Banyakkan? Kemampuan ku dan wajah tampan ku!” jawab Minho penuh percaya diri.

“Ya!! Aku punya oppa yang lebih keren dan tampan dari pada kau! Jadi jangan berbicara omong kosong didepanku!” teriak Sulli.

“Ah.. Jinja??” sambar Minho.

Yoona menatap frustasi kedua murid kesayangannya itu yang memang selalu sering berselisih paham dan beradu mulut hanya karena hal sepele seperti itu.

“Sudah hentikan!” lerai Yoona. Barulah Minho dan Sulli diam.

“AKu kan membagi waktu ku untuk mebimbing pembuatan esay kalian secara adil.” tegas Yoona.

“baiklah kalau begitu aku permisi keluar aku merasa panas disini.” Ucap Minho lalu bangun dari kursinya dan berjalan menuju pintu ruangan.

“Dasar menyebalkan!” keluh Sulli begitu Minho sudah tidak ada didalam ruangan.

Yoona mengehela nafas berat.”Ah..akhir-akhir ini aku terlalu banyak membuang nafas berat.”

“oh? Memangnya kenapa bu? Apa ibu ada masalah?” tanya Sulli simpatik.

“Anio.. hanya saja  orang-orang disekitarku mulai membuatku merasa jengkel.” Jawab Yoona. Termaksud kalian yang sering beradu mulut dihadapanku. Aku juga pusing karena hal itu. tambah Yoona didalam hatinya.

“Ah..begitu.” sahut Sulli. “Ah.. iya bu, oppa ku dari Amerika. New York, sudah pulang kekorea sejak empat hari yang lalu.”

Mendengar kata Amerika, Yoona mendadak jadi ingat sosok Siwon yang lama di Amerika, Yoona mendadak jadi mual juga. Karena siwon sering berbicara dengan bahasa korea dicampur aksen inggris amerika yang membuat Yoona muak. Dan selalu bertingkah kebarat-baratan. Dan Sekarang Yoona pun mejadi mual.

“Jinja? Pasti kau senang sekarang sudah punya teman dirumah.”

“Ya begitulah. Lumayan untuk teman main basket. Oppa ku sangat jago bermain basket. Ah, seon kapan-kapan aku akan menyuruhnya menjemputku sekolah, aku akan mengenalkan seonsaeng dengan oppaku.”

“Apa oppa mu tampan? Jika kau ingin mengenalkan aku dengan oppa mu, oppa mu harus punya nilai Plus. Seleraku terhadap pria sangatlah tinggi.” Jawab Yoona sambil tersenyum tapi matanya menatap Sulli dengan serius.

“Tepat sekali! Aku yakin seon akan cocok dengan oppa ku! Oppa ku tampan, dan seleranya terhadap wanita juga tinggi.” Jawab Sulli.

“tapi kau tidak bermaksud menjodohkan aku dengan oppa mu kan?” tanya Yoona menyelidiki. Karena dia paling benci dijodoh-jodohkan dengan orang yang tidak ia kenal sebelumnya.

Sulli menggelengkan kepalanya. “Anio.. aku hanya mengenalkan kalian saja. masalah selanjutnya itu seterah kalian. Walau aku ingin sekali kakakku punya kekasih apa lagi yang seperti Seon, cantik, cerdas, dan asik.” Jawab Sulli.

Yoona jadi tersipu malu mendengar komentar dari Sulli.

“Ah.. begitu. Sudah kau boleh keluar.” Ucap Yoona sambil mengacak rambut di puncak kepala Sulli.

“Baiklah.. sampai ketemu lagi seonsaeng, Annyeong!” Pamit Sulli dan ia pun meninggalkan ruangan itu.

Yoona hanya tersenyum menatap kepergian Sulli yang sedang berperan menjadi makcoblang untuk dirinya dengan oppanya. Tapi diam-diam Yoona jadi penasaran seperti apa sosok  oppa Sulli itu. Yoona mengambil ponselnya dari saku blazer yang ia kenakan. Lalu mekan tombol panggilan cepat menuju nomor ponsel Kyuhyun.

“Ya.. kyu nanti malam kau sibuk tidak?” tanya Yoona begitu terdengar suara kyuhyun di ponsel.

“Tidak. Ada apa?”

“Aku ingin mengajakmu makan malam dengan teman mengajarku. Jemput aku jam setengah tujuh malam . aku malas membawa mobil jadi kau yang membawa mobil ya.”

“mengenalkan teman kepada ku? Wanita?” tanya Kyuhyun menyelidiki.

“He-em. Wanita cantik dan natural!” jawab Yoona.

“kau tidak sedang menjodohkan ku dengan teman mu itu kan?” tanya Kyuhyun lagi.

“Anio.. aku hanya ingin kau saling kenal. Kau adalah sahabatku. Dan dia Seohyun juga sahabatku. Jadi kalian juga harus saling mengenal.” Jawab Yoona.

“Ah.. begitu.. baiklah,  ah sudah dulu aku masih ada kerjaan sekarang. Sampai ketemu nanti malam.”

“oh..ne.”

Lalu telepon pun terputus. Yoona tersenyum sambil memasukan kembali ponselnya kedalam kantong blazernya. Karena jam sekolah sudah berakhir dan urusannya juga sudah selesai maka Yoona beranjak keluar ruangan untuk pulang dan istirahat di Apartementnya.

~***~

Kyuhyun masih menatap Ponselnya usai menerima panggilan dari Yoona. Terlihat dilayar wallpaper Kyuhyun terpasang photo dirinya dengan Yoona yang membuat selca sambil memakan permen lollipop super besar bersama ditaman hiburan. Kyuhyun tersenyum melihat photo itu. dia menyentuh wajah Yoona pada ponselnya itu.

“Kau benar tidak bermaksud menjodohkan aku dengan teman mu itukan? Aku merasakan hal yang tidak nyaman. Kuharap kau hanya ingin mengenalkan aku dengan teman mengajar mu itu dan tidak lebih.” Ucap Kyuhyun berbicara sendiri pada Photo Yoona.

“Aku ingin menjadi sahabat yang egois terhadapmu. Aku ingin bersama mu selamanya. Apakah boleh? Apakah bisa Lim Yoona?”

Kyuhyun tersenyum, dia merasa seperti orang bodoh. Hanya berani bertanya seperti itu pada photo Yoona bukan kepada orangnya langsung. Dan tentu saja dia tidak akan pernah mendapat jawaban atas pertanyaannya itu karena photo tidak bisa berbicara kan?.

~***~ To be continued ~***~

Maklumin kalo banyak typo aku ga sempet edit lagi 😀 jangan lupa komentarnya atas part dua ini ya..dan selamat menunggu part tiganya 🙂 Gomawoyo!!

Advertisements

112 comments on “FF – The Good Person (Part.Dua)

  1. Suli sama minho kaya tom and jery.kyunyuk oppa punya perasaan lebih dari sahabat ma yoona,kaya nya siwon oppa juga bakal punya saingan untuk dapatin yoona nanti.

  2. boleh kok kyu oppa.. tpi tetep jadi sahabat slamanya aja.. krna klo kekasih tidak bisa, kan udh ada wonpa.. klo tmpat itu gk akan tergantikan.. hehe
    ceritanya keren eon, aku pikir tdi wonpa cuman pengen bales dendam.. tpi kyaknya ada maksud laen loh.. bkan kearah mna2 sih,, cman kearah biar desainnya lbih bgus aja…

  3. Astaga jadi kyuhyun punya perasaan terhadap yoona..
    Dan apa yang terjadi jika yoona tau
    Kalau kakak sulli itu adalah bos nya sendiri..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s