FF HyoHyuk – STILL (ONLY YOU) [OS]

ff-Hyohyuk-Still

STILL ( ONLY YOU )

~ HyoHyuk Love Story ~

 

 

Judul : STILL ( Only You )

Type : ( OS ) One Shoot

Author : Ulanchoi Hyoyoon / Twitter : @Lovelyulan

Genre : Romance, Sad, Drama

Ratting : PG – 17

Main Cast :

  • Kim Hyoyeon SNSD
  • Lee Hyuk Jae ( Eunhyuk) SUJU

Other Cast

  • Im Yoon Ah (YoonA) SNSD
  • Kim Taeyeon SNSD
  • Tiffany Hwang SNSD
  • Seo Joo Hyun (Seohyun) SNSD
  • Kim Kim Bum ( Key ) SHINee
  • Kim Joonhyung
  • Nicole KARA
  • Other Member SNSD

 

Note : FF ini terinsfirasi dari lagi Only One and Distrubance milik BoA eonni, dan bernalar pada Gosip tentang kekasih Hyoyeon dan semakin berkurangnya moment antara Hyoyeon dengan Eunhyuk TT jadi, karena ada waktu luang maka saya menulis FF ini. Saya harap anda dapat menikmati FF singkat ini, ff ini murni hasil pemikiran saya dan tidak ada sangkutpautnya dengan kehidupan nyata, saya hanya menuliskan apa yang dapat saya bayangkan tentang main cast FF ini, dan tolong setelah selesai membaca silakan tinggalkan Komentar dan dilarang untuk dicopy paste FF ini!. Gomawo  🙂

~STILL (ONLY YOU)~

 

Hyoyeon mengecek ponselnya kembali, tapi begitu dia melihat layar ponselnya wajahnya jadi nampak kecewa, sepertinya apa yang sedang ia tunggu dan ia harapkan tidak juga ia dapatkan. Hyoyeon meletakan kepalanya diatas meja Coffee Shop matanya menerawang pada dua gelas Coffee Latte yang sudah habis. Ia memutar-mutarkan ponselnya diatas meja dengan perasaan Jenuh. Sudah dua jam yang lalu dia berada di Caffee Shop favoritenya ini, sendiri tanpa melakukan apapun selain meminum Coffee latte dan mengecek ponselnya.

Pagi tadi Hyoyeon mengirimkan pesan teks kepada Eunhyuk kekasihnya, dia mengatakan ingin bertemu dengan Eunhyuk di Caffee tempat biasa mereka menghabiskan waktu bersama pada waktu luang. Eunhyuk memang tidak merespon apapun tentang permintaan Hyoyeon, tapi Hyoyeon tetap pergi pada jam yang dijanjikan Hyoyeon pada Eunhyuk dan terus menunggu Eunhyuk sampai datang.

Hyoyeon mengangkat kepalanya. Dia melihat kesekitar dirinya didalam toko, untungnya siang ini Coffee shop tidak terlalu ramai pengunjung dan karena dia memakai topi dan tanpa make up, maka sepertinya tidak ada yang terlalu memperhatikannya. Hyoyeon  menghembuskan nafasnya.

“Sudah dua bulan, Sudah dua bulan berlalu. Dua bulan kau menjauhiku tanpa kabar, kau berubah dan kau tidak berbicara apapun padaku, seperti orang asing, ada apa? Apa kau memang sudah tidak percaya lagi dengan cintaku?” ucap Hyoyeon didalam hatinya yang galau.

 Hyoyeon menatap layar ponselnya lagi. Dia menyentuh layar ponselnya menuju kotak pesan, Hyoyeon membuat pesan teks yang akan ia kirimkan untuk Eunhyuk.

Apa kau tidak akan datang menemuiku hari ini? Aku masih menunggu di Coffee Shop biasa..

Hyoyeon lantas mengirimkan kata-kata itu pada Eunhyuk, Sampai setengah jam berlalu dia juga tidak mendapat balasan apapun dari Eunhyuk dan Eunhyuk juga tidak kunjung tiba. Hyoyeon akhirnya menyerah dia memasukan ponselnya kedalam tas tangannya. Hyoyeon bangun dari duduknya dengan langkah lunglai dia berjalan keluar dari coffe shop tersebut. Hyoyeon berhenti didepan pintu Coffee shop. Tiba-tiba dia jadi berhalusinasi kalau Eunhyuk ada disampingnya sedang tersenyum padanya menggandeng tangan kanannya.

Tapi halusinasi itu buyar ketika seorang lelaki yang nampak tergesa-gesa menabrak bahu Hyoyeon sampai Hyoyeon terdorong kebelang hampir menabrak pintu.

“Mianhae… Jeongmal Mianhae..!!” ucap Orang itu dengan cepat tapi setelah itu dia tetap berlalu masuk kedalam Coffee shop tersebut.

Hyoyeon memegangi bahunya yang sedikit nyeri. Hyoyeon berjalan lagi menuju mobilnya yang terpakir dipinggir jalan. Mendadak matanya menjadi panas. Dan ketika Hyoyeon mengkedipkan matanya cairan bening dari matanya menetes keluar. Hyoyeon membuka pintu mobilnya. Tangannya bergemetar saat memegang Stir kemudi. Dan pertahanya sudah benar-benar roboh. Hyoyeon akhirnya menangis. Menangis sejadi-jadinya  didalam mobil tanpa ada orang yang mengetahui apa yang ia tangisi dan bagaimana kesedihan hati yang sedang ia derita sekarang ini.

~***~

“Dimana Hyo Eonni?”

Tanya Yoona yang baru keluar dari kamar HyoSeo pada Taeyeon dan Tiffany yang sedang duduk bermain dengan anjing-anjing peliharaan mereka diruang televisi.

“Tadi dia bilang dia ingin keluar sebentar tapi sudah enam jam berlalu belum pulang juga.” Jawab Taeyeon.

“Dia pergi sama siapa?” tanya Yoona lagi.

“Sepertinya sendiri, dia membawa mobilnya. Kalau kemananya aku tidak tahu.” Kini Tiffany yang menjawabnya.

Yoona terdiam. Diwajahnya terlihat kecemasan.

“Memangnya kenapa? Hyoyeon pandai menjaga dirinya sendiri pasti dia baik-baik saja.” ucap Taeyeon. Yang membaca kegelisahan di wajah Yoona.

Yoona menggelengkan kepalanya. “masalahnya ini beda..”

“Beda bagaimana?” sahut Tiffany.

“Semalam aku tidak sengaja melihat Hyo eonni menangis di dapur saat aku dan Yuri eonni ingin mencari makanan di lemari es.” Jelas Yoona.

“Jeongmal?” seru Tiffany dan Taeyeon bersamaan.

“Ne, aku bertanya padanya, apakah dia punya masalah…? tapi seperti biasa Hyoyeon eonni tidak terlalu terbuka untuk bercerita pada ku dan Yul eonni. Dia hanya mengatakan aku hanya rindu dengan Hyuk Jae oppa. Lalu dia tersenyum dan masuk kedalam kamar.”

“Kalau begitu sudah jelas ini perkaranya dengan HyukJae jelek itu!!” sahut Tiffany.

Yoona menaikan bahunya. Dia tidak berani menuduh tanpa alasan yang jelas.

Tiba-tiba Seohyun masuk kedalam dorm sambil membawa tentengan paperbag. Dia tersenyum kecil menghampiri para Eonninya.

“Annyeong..” sapa Seohyun.

“Apa yang kau bawa?” tanya Taeyeon.

“Ini Ayam goreng buatan eommaku. Buat kita semua!!” seru Seohyun gembira.

“kau tadi pulang kerumah?” tanya Tiffany.

Seohyun memanggutkan kepalanya. Lalu kepalanya menoleh kesetiap sudut ruangan seperti mencari seseorang.”Oh, apakah Hyo eonni sudah pulang?” tanya Seohyun, bukannya menjawab pertanyaan Tiffany. “Aku tadi pulang kerumah diantar Hyoyeon eonni tapi dia tidak main dirumahku, karena dia bilang ingin bertemu dengan Eunhyuk oppa, tapi sekarang jadi Eonni belum pulang?”

Semua kompak menggelengkan kepala. Seohyun memanyunkan bibirnya. “Padahal tadi aku bertemu dengan Eunhyuk oppa sedang jalan-jalan ditaman bersama Siwon oppa dan Donghae oppa. Ku pikir eonni sudah pulang.”

“Lalu sekarang dimana Hyoyeon?” tanya Taeyeon jadi mulai khawatir sekarang.

“Coba seo kau hubungi teleponnya!” perintah Yoona.

Seohyun langsung mengambil ponselnya dari dalam tasnya. Lalu menekan tombol panggilan cepat untuk menghubungi Hyoyeon. Tak lama menunggu akhirnya saluran telepon dijawab oleh Hyoyeon.

“Eooni? Eonnie eodiga? Kami semua mengkhawatirkan eonni, ah.. eonni pasti bohongkan? Tidak bertemu dengan Eunhyuk oppa hari ini? Aku bertemunya di taman.. ah, eonni akan pulang malam? Ini sudah mau malam.. bersama Key dan Nicole? Ah.. ne..araseo, Annyeong…”

Seohyun memasukan kembali ponselnya kedalam tas. Lalu dia menatap ketiga eonninya yang sudah menatapnya dengan wajah tidak sabar ingin tahu apa yang tadi dikatakan oleh Hyoyeon.

“Hyoyeon eonni bilang kita tidak perlu khawatir, dia bilang di memang tidak bertemu dengan Eunhyuk oppa, dia akan pulang malam karena sekarang hyo eonni sedang bersama Key dan Nicole di sebuah Café.”

Taeyeon,Tiffany dan Yoona kompak menghembuskan nafas lega. Ya setidaknya sekarang dia tahu Hyoyeon baik-baik saja dan sedang bersama orang-orang yang dia kenal. Jadi tidak ada masalah besar yang perlu dikhawatirkan. Lagian sekarang jadwal Soshi memang kosong karena harus istirahat sebelum memulai GG wourld tour pertama di Seoul.

~***~

“Dia berubah… dia berubah dan aku tidak tau alasannya. Dia seperti selalu menghindariku. Kenapa? Apa salahku? Aku kan sudah menjelaskannya kalau aku dan Joon Hyung Oppa tidak ada apa-apa.. kami hanya berteman baik,kami orang yang mudah berteman dengan siapapun. dan waktu ke Hongkong itu, dia hanya mengantarkan aku untuk menandatangi Kontrak dengan TopShop HK. Dan karena kita punya banyak waktu luang maka apa salahnya berlibur tiga hari disana? Waktu itu dia juga sedang sibuk Super Show di Amerika jadi kami tidak bisa berkomunikasi dengan baik. Tapi setelah itu kami jadi makin jarang bertemu dan jarang berkomunikasi. Sampai akhirnya menjadi tidak pernah.”

Hyoyeon terus berbicara meluapkan apa saja yang mengganjal di hatinya.sambil sesekali meneguk soju yang dihidangkan diatas meja. Key dan Nicole bersikap menjadi pendengar yang baik untuk Hyoyeon yang sedang resah pada hubungannya dengan Eunhyuk.

Hyoyeon meletakan gelas Sojunya diatas meja. Lalu dia meraih botol soju ketiganya. Dan ingin menuangkannya lagi kedalam gelas. Tapi dengan cepat Key menahannya. Dan menjauhkan botol itu dari jangkauan Hyoyeon yang sudah setengah mabuk.

“Hentikan! Kau mau merusak dirimu sendiri! Tiga hari lagi kau harus tampil menghibur ribuan penggemarmu! Kau harus jaga kesehatan! Kau jangan membuatnya khawatir!” omel Key bermaksud menasehati sahabatnya itu.

Hyoyeon tersenyum. Tersenyum yang terlihat begitu menyedihkan. “Kau benar key.. kau benar..” katanya sambil menepuk-nepuk bahu key berkali-kali.

Tapi tak lama Hyoyeon menundukan kepalanya. “Apa yang harus aku lakukan? Apa ini akhir dari segalanya? Apa akhirnya aku harus menyudahi kisahku yang rumit dengannya?” tanya Hyoyeon.

Nicole berpandang pandangan dengan Key, mereka nampak bingung. Disaat seperti ini mereka memang tidak dapat memberi saran terbaik. Karena saat ini memang hanya Eunhyuk dan Hyoyeon lah yang dapat memutuskan sendiri bagaimana kelanjutan hubungan mereka. Bukan orang lain.

Hyoyeon nampak sudah mabuk dan metakan kepalanya diatas meja dan mulai menangis dalam diam.

Nicole menjetrikkan jarinya. Lalu tersenyum. Dia baru saja menemukan sebuah ide.

“KeyBum aku tahu!” seru Nicole.

“Wae?” tanya Key.

“Berikan ponselmu padaku…”

Key mengangkat sebelah alisnya, bingung.”Untuk apa?” tanya Key.

“Sini… aku punya rencana bagus. Cepat berikan padaku.”

Akhirnya Key memberikan ponselnya ke Nicole. Nicole mulai mengutak-atik ponsel Key. Dia tersenyum ketika apa yang dia cari ketemu. Nicole menempelkan ponsel key ketelinganya.

“Yeboseyo? Ah, Mianhae sunbaenim, aku Nicole, ne Nicole Kara imnida..aku ingin minta tolong kau menjemput Key di café sunwandong dipinggir jalan Gangnam. Iya.. dia mabuk, aku hanya sendiri, aku bingung, aku sudah menghubungi Minho dan Onew tapi tidak ada yang menjawab telepon. Ah.. ne..ne dimeja 47 datanglah..Kamsahamnida.”

Nicole menutup teleponnya. Lalu memberikan kembali ponselnya pada Key.

“Kau menelepon siapa?”

“Eunhyuk sunbae.” Jawab Nicole sambil menyengir lebar.

“Kau membohonginya?”

“demi kebaikan hubungan Hyoyeon eonni. Mereka memang harus dipertemukan seperti ini. Memangnya kau tega melihat Hyoyeon eonni terus seperti ini?”

Key menggelengkan kepalanya. “Lalu bagiamana?”

“Kita tunggu sampai Eunhyuk sanbae datang. Begitu dia datang kita bersembunyi dan baru berkata jujur. Kita tunggu sampai Eunhyuk sunbae membawa pulang Hyoyeon eonni. Nanti mobil Hyoyeon eonni biar kau yang membawanya.”

Key tersenyum lebar. Lalu dia mengacak-acak rambut pendek Nicole. “Ya..ya..!! bagaimana kau bisa menemukan ide berlian itu?.”

“Kau jangan selalu meremehkan ku!”

Sekitar lima belas menit menunggu. Akhirnya pintu café terbuka dan masuk Eunhyuk seorang diri yang memakai mantel berwarna hitam. Nicole dan Key sudah  bersembunyi dibalik dinding tidak jauh dari kursi dimana tadi mereka duduk. Disana hanya tinggal Hyoyeon yang tertidur.

Eunhyuk berjalan kemeja yang tadi dibilang Nicole. Eunhyuk celingukan. Tapi dari jauh dia dapat melihat angka 47 pada meja didepannya. Eunhyuk melangkahkan kakinya. Eunhyuk terdiam tidak mengerti. Dimeja itu tidak ada Key dan Nicole, yang ada hanya seorang wanita berambut blonde memakai topi sedang duduk membelakanginya sambil tertidur diatas meja.

Eunhyuk nampak ragu. Dia celingukan mencari Key dan Nicole. Tapi tidak menemukannya. Eunhyuk menyentuh bahu wanita itu. tapi tidak ada responya. Eunhyuk memperhatikan sekali lagi wanita itu dengan saksama. Eunhyuk terkejut. Dia mengenali siapa wanita itu. lantas Eunhyuk sedikit menunduk dan melongok wajah wanita itu dan ternyata benar dugaannya itu Hyoyeon. Eunhyuk terdiam. Jantungnya langsung terdetak kencang tidak karuan. Semua perasaan bercampur aduk jadi satu ketika dia melihat Hyoyeon. Perasaan yang dinamakan rindu,benci,sayang menjadi satu.

Eunhyuk merogoh saku mantelnya. Dia mengeluarkan ponselnya. Menghubungi nomor Key. Ditempat persembunyiannya key sudah megsilent ponselnya. Sehingga tidak terdengar tone dering dari ponsel Key.

Key menatap Nicole. “Jawab sekarang!” perintah Nicole.

“Kau dimana?” tanya Eunhyuk, suaranya terdengar marah.

“Mianhae Hyung, Mianhae..” ucap Key nampak bersalah.

“Apa maksud kalian? Apa kalian sedang mempermainkan ku?” tanya Eunhyuk emosi.

“Mianhae..Jeongmal Mianhae. Aku dan Nicole tidak bermaksud mempermainkan hyong. Hanya saja, Hyoyeon eonni sudah nampak mabuk dan sebelum dia mabuk dibercerita kalau dia ada masalah dengan Hyong. Maka kami menelpon Hyong, agar Hyong dapat menemuinya.” Jelas Key.

“Sekarang kau dimana? Kembali kesini!”

“tidak bisa aku sudah dalam perjalanan pulang mengantar Nicole.” Jawab Key bohong.

Terlihat Eunhyuk menghebuskan napas panjang. Lalu menutup pembicaraanya dengan Key begitu saja.

Key dan Nicole masih bersembunyi memantau Eunhyuk dan Hyoyeon dari kejauhan.

Eunhyuk menatap Hyoyeon dengan pandangan datar. Eunhyuk menepuk-nepuk bahu Hyoyeon. “Hyo-ah..Hyo-ah.. Ironahasaeyo!!”

Tapi Hyoyeon tidak bergerak dia hanya diam. Eunhyuk memegang tangan Hyoyeon. Eunhyuk tersentak kaget. Tangan Hyoyeon begitu dingin. Dia meletakkan telapak tangannya dikening Hyoyeon. Suhu panas pada tubuh Hyoyeon langsung dapat dirasakan oleh Eunhyuk. Wajahnya jadi berumah menjadi khawatir. Eunhyuk melepas mantel yang ia pakai. Ia pakaikan ketubuh Hyoyeon yang hanya memakai kemeja.

Eunyuk berjongkok dihadapan Hyoyeon dengan susah payah dia mencoba mengatur posisi sendirian agar dapat menggendong Hyoyeon dipunggungnya.

Key yang melihat adegan itu ingin menghampiri dan membantu Eunhyuk. Tapi Nicole menahannya. Dan menyuruh mereka cukup menontonnya.

Akhirnya Eunhyuk berhasil meletakan Hyoyeon diatas punnggungnya, dan berdiri mengangkat Hyoyeon. Eunhyuk tidak peduli dengan orang yang ada didalam café itu yang mungkin memperhatikan dia dengan Hyoyeon. Eunhyuk tetap cuek dan membawa Hyoyeon keluar dari café tersebut.

Begitu Eunhyuk sudah keluar sambil membawa Hyoyeon. Key dan Nicole baru keluar dari persembunyiannya.

“Apa Hyoyeon noona akan  baik-baik saja?” tanya Key Khawatir.

“Kita harus percaya pada Eunhyuk sunbae.” Jawab Nicole sambil menepuk bahu key.

~***~

Eunhyuk membawa Hyoyeon kerumah sakit yang biasa atau sudah menjadi kepercayaan SM entertainment. Jadi apapun yang terjadi rumah sakit ini dapat membantu juga mejagi kerahasian pasiennya khususnya pada artis-artis SMEnt.

Dokter yang baru saja selesai memeriksa keadaan Hyoyeon akhirnya keluar dari ruang rawat. Eunhyuk langsung menghampirnya dan meminta penjelasannya tentang keadaan Hyoyeon.

“Akhir-akhir ini pasti Hyoyeon makan tidak telatur. Dan kurang istirahat. maag yang diderita Hyoyeon sedikit kambuh, dan dia memang butuh banyak istirahat. tapi memang sulit sepertinya untuk Hyoyeon istirahat. aku sudah memberikan suplemen vitamin kedalam cairan infusenya. Hanya menunggu isi cairan itu habis. Baru kau bisa mengantarkannya pulang.” Jelas sang Dokter.

Eunhyuk memanggut-manggutkan kepala mengerti. “ Baiklah Dok, terima kasih.”

Begitu Dokter itu pergi Eunhyuk melangkahkan kakinya masuk kedalam ruang rawat VIP menemui Hyoyeon yang tertidur masih belum menyadarkan diri. Hyoyeon tertidur lemah diatas kasur troly dan tangan kanannya diinfuse.

Eunhyuk memandangi Hyoyeon yang menutup matanya, wajahnya terlihat begitu lelah. Eunhyuk tahu dua hari lalu dia baru balik dari Hongkok untuk acara grand opening Topshop HK. Dan Eunhyuk tau pasti Hyoyeon lalai merawat tubuhnya sendiri itu pasti karena dirinya yang akhir-akhir ini memang sengaja menjaga jarak dengan Hyoyeon.

Eunhyuk menarik kursi dan duduk disebelah kiri Hyoyeon. Eunhyuk meraih tangan kiri Hyoyeon. Dia memegangi tangan Hyoyeon mengelus-elus dengan lembut dan dia mencium tangan Hyoyeon. Air matanya terjatuh ditangan Hyoyeon. Eunhyuk menangis. Nampak jelas bahwa dirinya juga sedang tidak baik. Pasti ada banyak kegelisahan dan emosi yang berusaha dia pendam sendirian didalam perasaannya.

Pagi harinya Hyoyeon membuka matanya tersadar dari  tidurnya yang nyenyak semalaman. Hyoyeon mengedarkan pandangan matanya dengan heran. Saat ia sadar bahwa dia bukan lagi sedang tidur bersama Seohyun melainnya dia sedang berbaring diranjang rumah sakit.

Hyoyeon menoleh kekiri. Mulutnya terbuka lebar ketika mendapati Eunhyuk yang tertidur memegangi tangan kirinya dan meletakan keplanya di kasur. Hyoyeon menggerakan tangannya kanannya yang diinfuse untuk membelai rambut Eunhyuk. Tanpa sadar Hyoyeon meneteskan air matanya. Dia tentu sangat rindu dengan Eunhyuk. Entahlah ini mimpi atau bukan yang pasti dia sangat senang sekarang Eunhyuk ada disisinya seperti ini.

Eunhyuk mengerakkan kepalanya. Dia terlonjak kaget ketika melihat Hyoyeon sudah membuka matanya dan menangis. Hyoyeon menggengam erat tangan Eunhyuk. Seolah dia sangat takut kehilangan Eunhyuk.

“Oppa.. nan.. Bogosipposeo.” Ucap Hyoyeon.

Eunhyuk hanya terdiam. Dia mengalihkan pandangannya kearah lain.Hyoyeon masih menggenggam tangan Eunhyuk.

“Gomawo..Gomawoyo..!!” ucap Hyoyeon, suaranya terdengar begitu serak.

Eunhyuk kembali manatap wajah Hyoyeon. Dadanya bergemuruh. Hyoyeon juga sedang memandangi Eunhyuk dengan mata yang penuh dengan air mata. Mareka terus seperti itu untuk beberapa menit dalam diam. Mereka seperti sedang mencari ketenangan yang tersisa.

“Apakah sekarang oppa.. benar-benar lelah dan bosan denganku?” ucap Hyoyeon akhirnya memecah keheningan antara mereka.

Eunhyuk terdiam dia hanya masih menatap Hyoyeon lekat-lekat.

“Aku mengerti ini semua kesalahanku.. dan aku memang pantas mendapatkan hukuman ini. Aku.. aku tahu..apa kita harus berpisah? Apa kita harus mengakhiri hubungan kita?”

“Apa kau begitu ingin mengakhirnya?” balik tanya Eunhyuk.

Hyoyeon menggelengkan kepalanya. “Anio..Anio..walau oppa sudah tidak ingin melihatku lagi, aku ingin tetap menjalin hubungan dengan oppa.” Jawab Hyoyeon jujur.

“Aku mana mungkin bisa tidak melihatmu karena kita berada dilingkungan yang sama.”

“Tapi.. hampir dua bulan ini oppa berhasil kan mengabaikan aku dan menyiksa aku?”

Eunhyuk menggelengkan kepalanya. “tidak sama sekali. Aku bahkan menyiksa diriku sendiri.” Jawab Eunhyuk.

Hyoyeon menatap tidak mengerti maksud ucapan Eunhyuk.

“Aku..berusaha menjauhimu, merubah diriku, dan mencoba mencari kesenangan lain tanpa dirimu. Tapi tetap tidak berhasil. kau pasti tidak sadarkan. Jika aku selalu memantau mu melalui Yoona dan Seohyun? Disaat  aku melihatmu aku bersembunyi dan seperti seorang sesaeng fans aku memantaumu dari kejauhan.”

“Pabo!!!” jerit Hyoyeon, setelah mendengar semua cerita Eunhyuk. “Paboya!! Kau tidak tahu aku selalu mengkhawatirkan mu dan memikirkanmu dan merindukanmu! Aku selalu berpikir apa yang salah dengan diriku? Apa kata cinta tidaklah cukup untuk hubungan kita? Apakah kau sudah mulai tidak percaya denganku? Apa kau mulai bosan dengan ku? Aku selalu memikirkan hal itu setiap hari. Sampai membuat aku sulit untuk bernafas legah.” Hyoyeon pun mulai kembali menangis.

Eunhyuk bergerak cepat dan meraih Hyoyeon kedalam pelukannya. Dia memeluk Hyoyeon yang duduk diatas kasur. Eunhyuk menatap wajah Hyoyeon yang penuh dengan air mata.  Dia mengelap air mata Hyoyeon dengan telapak tangannya. Tapi nampaknya air mata Hyoyeon terlalu banyak.hingga membuatnya sulit menghentikan airmatanya.

Eunhyuk memegangi kedua belah pipi Hyoyeon yang nampak pucat. Eunhyuk mendekatkan wajahnya kewajah Hyoyeon. Ketika jarak antara mereka hanya tinggal beberapa senti, dan mereka saling bertukar hembusan nafas yang terasa dingin. Hyoyeon menutup matanya perlahan. Dan Eunhyuk menempelkan bibirnya perlahan kepermukaan bibir Hyoyeon. Eunhyuk memejamkan matanya dan setetes air mata jatuh dari matanya. Dia tidak peduli. Dia terus melanjutkan ciumannya pada bibir Hyoyeon. Dan memeluk tubuh Hyoyeon dengan erat.

“Nado, Bogoshipposeo!!” ucap Eunhyuk begitu dia mengakhiri ciumannya.

~***~

“Bunga untuk siapa itu Eonni?” tanya Sooyoung penasaran melihat Sunny membawa buket bunga mawar berwana kuning dan putih..

Sunny tidak menjawabnya dia berjalan mendekati Hyoyeon yang rambutnya sedang dikeriting oleh tata rias khusus So nyuh shi dae. Sekarang mereka sedang berada di backstage sedang mempersiapan diri meraka untuk show besar pada hari pertama yang dinamakan Girls Generation World Tour Concert. Yang diadakan di park olympic stadion.

“Hyo-ah.. ini bunga penyemangat untukmu!” ucap Sunny sambil memberikannya pada Hyoyeon.

Hyoyeon menerimanya dengan bingung. Sooyoung mendekati Hyoyeon penasaran itu bunga dari siapa. Hyoyeon bersama Sooyoung mencoba membaca pesan yang diletakan di platik pembukus buket bunga itu.

“Maaf hari ini aku sibuk dan tidak bisa memberikan dukungan langsung padamu, aku akan datang besok..Hyoyeon ssi Hwaithing!! By : Joonhyung kim.” Baca Sooyoung bersuara. Dan sukses membuat semua menoleh menatap Hyoyeon.

“Jadi? Dia benar menyukai mu? Ah.. bagiamana Eunhyuk tidak merasa ragu dan lelah dengamu jika sekarang saingannya adalah Hyun Joon oppa.  Lelaki tampan dengan kehidupan cerah.” Ucap Yuri berkomentar.

“Lalu bagiamana kelanjutan hubungan kalian?” tanya Taeyeon penasaran.

Hyoyeon tersenyum. “Nampaknya sekarang aku memang sedang gencar digosipkan Dengan Joonhyun oppa ya? Tapi hubunganku dengan Eunhyuk baik-baik saja. hari ini dia ada diantara ribuan SONE datang sendiri dan akan memberi dukungan untuk kita.” Jawab Hyoyeon.

Semua langsung terdiam menatap Hyoyeon.

“Yang pasti untuk sementara waktu ini aku tidak akan menemui Jay oppa, dan aku dan Eunhyuk juga sepakat untuk jaga jarak di manapun. Mungkin jika nanti banyak fans yang melihatnya ada di antara penonton. Pasti Eunhyuk oppa akan mengapload photo dia bersama Yoona dan Seohyun si mata-matanya. Jadi seolah-olah dia memberikan dukungan untuk Yoona dan Seohyun.”

“Mwo?? Kenapa jadi kita??” ucap Yoona dan Seohyun bersamaan.

“Memang kalian kaki tangan Eunhyuk oppa kan?” balik tanya Hyoyeon.

Yoona dan Seohyun menyengir.

“Ayoo Girls sudah siap?? Show akan dimulai sepuluh menit lagi.” Seru seorang crew acara.

SNSD yang sudah rapi dengan semua atribut penampilan mereka langsung berlari memberntuk sebuah lingkaran kecil menumpukan tangan mereka jadi satu. Mata mereka dipejamkan dan memohon sebuah doa.

Hyoyeon berdoa didalam hatinya. “Ya Tuhan berikan kelancaran ini penampilan hari pertama, jaga kesehatan member kami dan para Fans. Dan ya tuhan tunjukan aku kejelasan Pria mana yang harus ku pilih. Tapi dihatiku aku yakin Hanya dia..iya Masih,Hanya dia…Still only You!”

Mereka membuka mata mereka dan berseru. “Jigeumeum So Nyuh Shi dae!!!” Lalu berlari menaiki semacam kereta yang akan membawa mereka muncul dari bawah panggung ke atas panggung.

~~THE END~~

Advertisements

18 comments on “FF HyoHyuk – STILL (ONLY YOU) [OS]

  1. Yeayyy,aku nemu ff hyohyuk lagi 😀
    Cerita keren thor 😀 sumpah
    Sering2 bkin ff hyohyuk dong thor,soalny ane ngefans bgt ama couple satu ini :** HyoSica Shipper like please 🙂
    Gomawo ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s