FF – The Good Person Part.3

ff-TGP-poster

FF – THE GOOD PERSON (Sequel)

( Part.Tiga )

 

Judul : The Good Person

Type : Sequel / Part

Author : Ulanchoi Hyoyoon / Twitter : @Lovelyulan

Genre : Romance,Comedy,Drama

Ratting : PG – 17

Main Cast : 

  • Im Yoon Ah  as Lim Yoona
  • Choi Siwon as Choi Siwon
  • Cho Kyuhyun as Cho Kyuhyun
  • Seo Jo Hyun as Kim Seohyun
  • Choi Jin Ri as Choi Sulli
  • Choi Minho as Choi Minho

Other Cast : Member SUJU, SNSD, And SHINee

 

Warning! FF ini saya tulis berdasarkan imajinasi yang saya miliki, jadi tolong bagi pembaca hargai penulis. FF ini saya buat semata-mata untuk meluangkan Hobi saya dalam menulis dan untuk menghibur para pembaca dan Kpop lovers secara gratis. Jadi setelah selesai baca diharapkan tinggalkan komentar berupa kritik dan saran dan Dilarang keras ngeCopyPaste jalan cerita! Mohon maaf jika banyak salah penulisan (Typo) itu karena saya kalau mengetik suka kecepatan dan kelewat edit. Jadi silakan membaca! Enjoy for This Story!! 🙂

Karena saya terlalu lama comeback ke blogsaya ini yang lupa jalan cerita sebelumnya silakan baca  ini dulu ya… FF- The Good Person (Part Dua) biar jadi nyambung ceritanya oke! dan aku mau minta MAAF buat yang udah bulak balik ke blog ku cari posting baru dan lanjutan FF ini. Aku Vacum dengan banyak alasan:^) dan pembaca baru yang ninggalin jejak juga baru sempat aku baca hehe GOMAWO!! SELAMAT MEMBACA!!

Yoona menyipitkan matanya, memanyunkan bibirnya yang tipis  sambil menatap Kyuhyun lekat-lekat. Sedangkan kyuhyun hanya terdiam sambil memegang stir kemudi mobilnya.

“Jadi kau belum sempat pulang kerumah dan mandi?” tanya Yoona tidak percaya.

“Iya.. kau bilang aku harus menjemputmu jam tujuh malam untuk makan malam. Sedangkan pekerjaan ku baru selesai setengah tujuh, jadi aku tidak sempat pulang dan mandi.” Jawab Kyuhyun dengan muka bête.

Yoona menghembuskan napas panjang. “Ya..! aku kan ingin memperkenalkan kau dengan temanku Seohyun.”

Kyuhyun menatap Yoona. “Bukankah selama ini kau tidak mempermasalahkan aku jika aku jalan dengan mu tanpa mandi? Kenapa sekarang jadi masalah? lagipula aku tidak bau dan penampilan ku tetap cool. Jadi aku rasa temanmu itu tidak akan menyadarinya kecuali kau yang bilang padanya bahwa aku belum mandi!”

Yoona terdiam. Apa yang di ucapkan Kyuhyun memang benar.

“Jadi bagaimana, apa kita jadi makan malam?” tanya Kyuhyun, terdengar malas.

“Iya..jadi.” jawab Yoona.

Kyuhyun tersenyum, dia menang, dan Kyuhyun langsung menyalakan mesin mobilnya serta menjalankan mobilnya menuju kawasan cheondam-dong.

Seohyun memperhatikan jam tangannya, sudah lima belas menit dia menunggu Yoona, tapi belum datang juga. Seohyun sudah meminum setengah gelas minuman selamat datang yang di sediakan oleh rumah makan italia ini.

Yoona berjalan berdampingan dengan Kyuhyun masuk kedalam rumah makan italia. Yoona celingukan mencari sosok Seohyun yang pasti sudah menunggu lama kedatangannya. Yoona tersenyum melihat kyuhyun yang sedang duduk sendirian di sudut ruangan. Yoona menarik tangan Kyuhyun mendekati meja yang sudah ditempati Seohyun.

“Mianhae.. aku telat.” Ucap Yoona mengejutkan Seohyun.

Seohyun tersenyum. “No problem.” Jawab Seohyun sambil tersenyum.

“Oh iya Seo, ini Cho Kyuhyun sahabatku.” Yoona memperkenalkan.

Seohyun memutar kepalanya mentap Kyuhyun yang berdiri disampingnya. Seohyun terdiam. Dia nampak terkejut, terpesona dengan sosok kyuhyun yang berdiri dihadapannya dan seolah-olah kyuhyun sangat bersinar-sinar sekali. Kyuhyun hanya menatap datar Seohyun yang ada didepannya.

“Ku pikir dia terpesona pada ku, lihat dia sampai terdiam seperti itu.” bisik Kyuhyun ditelinga Yoona.

“Seo..” Yoona menyentuh bahu Seohyun, sukses Seohyun terlonjak kaget dan tersenyum malu, bahkan sampai salah tingkah dengan merapikan rambutnya sendiri.

“Oh.. hai..Aku.. Seo..eh,,Seohyun. Kim Seohyun.” Ucap Seohyun malu-malu sambil menjulurkan tangannya ke Kyuhyun.

Kyuhyun membalas uluran tangan Seohyun. Mereka berjabat tangan. “Cho Kyuhyun, senang berkenalan dengan mu.” Lalu Kyuhyun melepas tangannya.

“Ku harap kalian bisa saling akrab. Dan kita bisa berhubungan baik.” Ucap Yoona lalu dia duduk disamping Seohyun. Kyuhyun ikut duduk disamping Yoona.

Yoona mengangkat tangannya memberi tanda kepada seorang weiters yang sedang berkeliling, untuk menghampiri meja mereka. Tak lama seorang waiters pria menghampiri mereka dan menanyakan menu pesanan mereka.

“Aku mau pasta dengan saus sapi panggang lada hitam 1 dan macaroni skotla cheess 1, minumnya 2 lemon tea.” Ucap Yoona dan dicatat oleh waiters tersebut.

Seohyun menatap Kyuhyun mempersilakan Kyuhyun untuk memesan deluan. Kyuhyun membuang mukanya. “Aku sama dengannya.” Jawab Kyuhyun.

Seohyun tersenyum. “Aku Pasta saus tomat dan vegatables salad oriental. Dan lemon tea satu.” Pesan Seohyun.

Waiterspun pergi dari hadapan mereka untuk segera membuatkan menu yang telah dipesan.

“jadi ini sahabat yang selalu kau ceritakan?” tanya Seohyun sambil menyelipkan rambutnya kebelakang telinga kanannya. Dia nampak grogi.

“Iya.. dia. Haha aku sangat berutang budi banyak terhadap Kyuhyun selama tinggal di Seoul. Jika tidak ada Kyuhyun dan eonni-nya yang baik hati, aku tidak akan pernah sampai seperti ini.” Jawab Yoona dengan bangga.

Diam-diam Kyuhyun memandangi Yoona.

“Ku dengar dari Yoona kau adalah seorang Jaksa. Apakah berat pekerjaan seorang jaksa?” tanya Seohyun. Dengan suaranya yang terdengar lembut.

Kyuhyun menggelengkan kepalanya.”Tidak juga.” Jawab singkat Kyuhyun. Tanpa memandang Seohyun.

Seohyun tersenyum malu mendengar jawaban dan respon yang tidak antusias dari Kyuhyun.

Kyuhyun mengeluarkan ponselnya. Dia membuka aplikasi Games dan mulai kembali ke kebiasaanya jika sedang bosan, yaitu bermain games. Yoona memperhatikan sikap Kyuhyun yang sedang sibuk dengan smartphonenya. Lalu Seohyun jadi merasa tidak nyaman.

“Yoona-ah aku permisi ke toilet dulu.” Ijin Seohyun.

“Iya silakan.” Jawab Yoona.

Seohyun berdiri dari bangkunya membuat bunyi dari bangku yang terdorong kakinya. Seohyun menunggu reaksi dari Kyuhyun, tapi nihil. Kyuhyun tidak mengangkat kepalanya sama sekali tetap fokus pada dunianya. Seohyun menyunggingkan senyum kecil di bibirnya dan langsung berjalan menuju toilet retorant.

~Plakk…~

Yoona tiba-tiba memukul lengan Kyuhyun, membuat Kyuhyun meringis kesakitan.  Kyuhyun mem-pause permainannya. Dia menatap Yoona. Yoona membesarkan matanya menatap Kyuhyun dengan serius.

“Kenapa kau memukulku?” tanya Kyuhyun cemberut.

“Kenapa dengan sikapmu? Kau membuat Seohyun tidak nyaman denganmu!” protes Yoona atas sikap Kyuhyun malam ini.

“Memangnya aku harus bersikap seperti apa?”

“Jangan terlihat kau bosan dengan pertemuan  ini!”

“Nyatanya aku memang bosan!” cetus Kyuhyun.

“Kyu!!!” teriak Yoona. Sambil melayangkan tangannya ke Kyuhyun. Tapi dengan cepat Kyuhyun menangkap tangan Yoona. Mereka saling tatap-menatap tapi dengan artian tatapan yang berbeda.

“Makanannya belum datang ya?”

Yoona langsung menarik tanganya dengan paksa dari Kyuhyun. Begitu mendengar suara Seohyun.

Seohyun menatap Yoona dan Kyuhyun bergantian dengan pandangan menyelidik. Seohyun duduk kemabali kekursinya. Tak lama seorang waiters datang membawakan pesanan mereka.

“Ah..itu dia, makanannya sudah datang!” seru Yoona.

Kyuhyun hanya menatap Yoona dengan menyunggingkan senyum pada sudut bibirnya.

Selesai waiters menata rapi makanan tersebut diatas meja dia langsung pergi.

“Ayoo kita mulai makannya.” Seru Yoona, untuk menghilangkan kecanggungan.

Seohyun mengambil piring pastanya. Bersamaan dengan garpu dan sendok.

Kyuhyun menatap Seohyun. “Kau senang memakan pasta dengan saus tomat?” tanya Kyuhyun akhirnya.

Seohyun tersenyum kecil. “Iya, aku tidak terlalu suka pedas.”

Kyuhyun memanggut-manggutkan kepalanya. “Aku dan Yoona suka sekali makanan pedas. Sekali-kali kau harus mencoba memakan pedas.”

Yoona tersenyum sambil melirik Kyuhyun dengan Seohyun bergantian.

“Ah..iya.” jawab Seohyun singkat.

Lalu mereka kembali sibuk pada makan malam mereka.

“Ouh..iya seo, tadi kau kesini naik apa?” tanya Yoona,

Begitu mereka keluar dari Restorant tersebut, Yoona baru ingat kalau Seohyun tidak  bisa mengendarai mobil, jadi dia menanyakan hal itu pada Seohyun.

“Aku tadi naik taksi.” Jawab Seohyun.

“Kalau begitu kami akan mengantarmu pulang sampai rumah, hitung-hitung mengirit pengeluaran mu.” Usul Yoona.

Kyuhyun memicingkan matanya ke Yoona. Dia merasa benar-benar risih malam ini, banyak hal yang disembunyikan Kyuhyun seorang diri, pertama dia tidak tertarik dikenalkan Seohyun karena dia tidak butuh wanita lain selain Yoona, kedua dia kehilangan uangnya lebih untuk membayari Yoona Dan Seohyun makan malam, dan ketiga disaat seharusnya mereka berdua didalam mobil seperti biasa kini malam ini tambah satu lagi yaitu Seohyun. Kyuhyun memang tidak tertarik dengan Seohyun. Bagi Kyuhyun Seohyun terlalu kaku, dan saat tadi dia makan Seohyun selalu memandangnya dengan pandangan yang sulit diartikan entah dia jijik dengan gaya makan Kyuhyun atau dia kehilangan selera makannya karena Kyuhyun makan dengan lahap? Entahlah pokoknya kyuhyun jadi merasa tidak nyaman dengan keberadaan Seohyun.

“Ayo Kyu, kita harus mengantar Seo dulu..” Yoona membukakan pintu belakang dan mempersilakan Seohyun masuk, lalu Yoona juga ingin masuk kedalam  mobil tapi Kyuhyun menahan tangan Yoona.

“Kau duduk dibelakang juga?” tanya Kyuhyun.

Yoona memanggutkan kepalanya. “Iya, aku akan menemani Seohyun.”

Kyuhyun melepas tangan Yoona dan mukanya mendadak lesuh. “Kenapa kesannya aku jadi supir kalian.. ah..jinja!” keluh Kyuhyun.

Yoona menyengir mendengar keluhan Kyuhyun. Yoona meletakan tangannya diatas kepala Kyuhyun. “Bawalah mobilnya dengan baik ya pak cho!” ledek Yoona.

Kyuhyun meringis kesal. Lalu berjalan masuk kedalam mobil bagian stir kemudi. Yoona ikutan masuk dan tertawa-tawa. Seohyun diam-diam hanya memperhatikan sikap Yoona dan Kyuhyun.

~***~

Yoona Turun dari mobil Kyuhyun bersama Seohyun tepat di depan apertement tempat Seohyun tinggal. Kyuhyun tidak turun hanya menunggu didalam mobil.

“Terima kasih ya Yoona atas makan malamnya..” ucap Seohyun.

“Ah..iya, kapan-kapan kita harus lebih sering makan bersama seperti tadi.” Jawab Yoona.

Seohyun menundukan kepalanya sedikit melongok Kyuhyun yang ada didalam mobil dari kaca yang terbuka. “Kyuhyun ssi Terimakasih atas Traktirannya, senang berkenalan dengan anda.”

Kyuhyun mengeluarkan kepanya dari jendela pintu. “Ah,, iya, dan ku harap kau tidak mempermasalahkan pertemuan pertama kita ini.”

Seohyun tersenyum, lalu menggelengkan kepalanya. “Tidak sama sekali..”

“Baguslah.” Jawab Kyuhyun singkat.

“He-em.. jadi kalian tidak mau bermain di Apertementku dulu?” tawar Seohyun.

Yoona menggelengkan kepalanya. “Kurasa lain kali saja, besok aku dan Kyu harus kerja pagi. Dan lagi pula kita belum siap untuk membuat apertementmu berantakan malam ini.”

“Ah..baiklah..”

“Oke, Seohyun kami akan pulang. Sampai ketemu besok.” Yoona berpamitan pada Seohyun.

“Iya hati-hati dijalan.” Ucap Seohyun.

Yoona dan Kyuhyun hanya membalas dengan senyuman, Yoona berjalan memutari mobil lalu masuk kedalam mobil di kursi sebelah kyuhyun mengemudi. Mereka melambaikan tangan pada Seohyun. Lalu meninggalkan Seohyun didepan gedung Apertementnya.

 Seohyun terdiam memandang kepergian mobil Kyuhyun, dia menghembuskan nafas panjang. Sambil tersenyum dia berjalan masuk kearah pintu utama Apertementnya.

“Cho Kyuhyun… cho..Kyuhyun, namanya adalah Cho Kyuhyun…” sambil berjalan dan mengayun-ayunkan tas tangannya Seohyun terus menyerukan pelan nama Kyuhyun, orang yang pertemuan pertamanya sukses menarik perhatian Seohyun dengan cepat. Sepertinya Seohyun terserang demam kasmaran pada pandangan pertama. Entahlah malam ini dia bisa tidur atau tidak. Bisa jadi dia akan mebayangkan wajah Kyuhyun terus.

~***~

Yoona membuka matanya perlahan-lahan sambil menguletkan tubuhnya dan menguap lebar. Tangannya merabah-rabah perutnya yang terdapat ponsel diatasnya. Dia mengecek ponselnya. Lampu pada layar ponsel menyilaukan penglihatannya. Dia mengecek jam yang tertera pada ponselnya. Sudah pukul Sembilan pagi.

Pukul Sembilan pagi? Yoona langsung membelalakan matanya terkejut. Jelas dia terkejut. Karena seharusnya hari ini dia masuk jam setengah Sembilan tapi jam Sembilan dia masih ada dirumah dan baru bangun dari tidur. hari ini dia punya janji dengan Siwon untuk menemani Siwon survey pasar di Hyundai Dapertemen yang ada di insandong dan Incheon. Tapi dia lagi-lagi membuat kesalahan yang bisa menjelekan reputasinya sendiri, sebagai wanita yang selalu tepat waktu dan sempurna tentunya.

Yoona merasa tubuhnya sakit semua karena dia tertidur di sofa depan televisi, televisipun masih menyala. Yoona turun dari Sofa dan..

“AAaaauuuhhh….!!!” Teriak Kyuhyun yang perutnya tidak sengaja diijak oleh Yoona.

“Ah.. Kyu, kenapa kau tertidur disitu? Maaf-maaf aku sedang buru-buru.” Yoona langsung melompati Kyuhyun dan masuk kedalam kamarnya mengambil handuk dan pakaiannya dengan cepat lalu keluar lagi dan berlari ke kamar mandi.

Kyuhyun bangun dan duduk bersandar pada Sofa sambil memegangi perutnya yang sakit diinjak Yoona. Matanya masih setengah melek. Rambutnya acak-acakan. Dengan kesadarannya yang masih sedikit dia dapat melihat televisi yang masih menyala menampilkan seorang pembaca perita pria yang terlihat sangat membosankan, dan beberapa botol soju kosong yang berdiri manis di atas meja beserta bungkus snack bekas dia dan Yoona semalam makan.

Jadi semalam begitu mareka pulang mengantar Seohyun. Kyuhyun mengajak Yoona kemini market untuk membeli Soju dan snack. Kyuhyun bilang dia sedang ada sedikit masalah dengan perasaannya. Dan butuh Yoona untuk mendengarkan keluhannya. Dan akhirnya Yoona mengiyakan. Mereka terus minum dan mengemil dimalam hari sambil nonton acara TV sambil bercerita banyak hal sampai akhirnya mereka lelah sendiri dan tertidur.

Ini bukan kali pertama Kyuhyun tidur diApertement Yoona. Dia sudah sering melakukan ini. Tapi mereka tidak pernah tidur satu ranjang sekalipun, walaupun sebenarnya kyuhyun punya banyak kesempatan untuk melakukan itu, tapi Kyuhyun tidak pernah bisa dan tidak pernah mau melukai Yoona sahabat yang sangat ia sayangi.

Yoona keluar dari kamar mandi sudah berpakain formal  dan rambutnya ia sanggul keatas karena dia tidak sempat untuk keramas makanya ia menggulung rambutnya.

“Kyu..bisa kau tolong bereskan apertemenku? Aku sudah sangat telat untuk jalan kekantor.. hari ini aku sebenarnya ada janji penting, ah.. kenapa aku sampai melupakan hal itu dan tidur tanpa memasang alarm.” Ucap Yoona dengan cepat sambil mencari-cari high heelsnya di rak sepatu.

“Mwo? Setelah kau menginjakku seperti keset, kau seenaknya menyuruhku?” protes Kyuhyun.

“aku kan sudah minta maaf dan bilang tidak sengaja… lagi pula itu juga kemauan mu semalam! Jadi ingat sebelum kau meninggalkan Apertementku rapikan semuanya!” ucap Yoona lalu berlalu masuk kedalam kamar mengambil tas dan memakai lipglos beserta pasfume dan mengambil kunci mobilnya juga. Dia keluar lagi langsung memakai High Heelsnya dan berjalan menuju pintu keluar.

“AWAS SAJA KALAU AKU PULANG DIMEJA MASIH BERANTAKAN!aku tidak mengijikan kau main kesini lagi!” seru Yoona sebelum akhirnya membuka pintu.

“IYAA…!!!” sahut Kyuhyun kesal.

Yoona menghilang dibalik pintu begitu ia keluar dan menutup pintunya.

Kyuhyun mengacak-acak rambutnya, dia meraih ponselnya dan melihat sudah pukul setengah sepuluh. Dia memandang dengan malas meja yang berantakan karena ulah dia dan Yoona semalaman. Kyuhyun merapikan satu persatu. Dia berjalan kedapur untuk mengambil pollybag untuk memasukan semua sampah yang berserakan.

“Ah.. jam sepuluhkan aku juga harus kerja. Tapi malah dikasih kerjaan deluan seperti ini. Dasar Lim Yoona!!” keluh Kyuhyun. Walau mengeluh tetap saja dia mengerjakan semua itu dengan rapi dan benar. Sesuai perintah Yoona.

~***~

Begitu memarkirkan mobilnya Yoona berlari tergesa-gesa, masuk kedalam kantornya. Dia berlari dengan susah payah karena dia makai high heels tujuh senti hari ini. Dia berlari menuju pintu lift yang kebetulan terlihat terbuka.

“Changkaman!!! Changkaman Juseyo!!!” teriak Yoona sambil melambai-lambaikan tangannya agar orang yang ada didalm lift tidak menutup pintunya.

Beruntung orang yang didalam lift tersebut mendengar dan melihat Yoona. Makanya dia tidak menutup pintunya.

“Kamsahamnida..” ucap Yoona begitu di dalam lift dengan karyawan yang sudah ada didalam lift tersebut.

“Aggassi, kau nampak terlihat panik sekali. Apa kau telat?” tanya pria itu pada Yoona.

“iya aku sangat telat dan sepertinya akan mendapat masalah.”

Pria itu tersenyum. Yoona membuka isi tasnya mengambil powder dan memoleskannya secara tipis pada wajahnya yang sedikit berkeringatan karena lari-larian.

Yoona memasukan kembali powdernya kedalam tas. Lalu memandang pria yang berdiri disebelahnya yang sudah mulai sibuk memainkan ponselnya. “Kau  Yesung kan? Kepala bagian HRD?”

Pria itu menatap Yoona, matanya terliat tersenyum. “ah.. kau mengenalku juga ternyata?” ucap pria itu secara tidak langsung memberitahu Yoona bahwa dia memang Yesung si kepala bagian HRD.

“Tentu saja.. aku pernah mendengar orang-orang membicarakan kau si kepala HRD yang ramah dan baik hati tapi begitu tegas dan teliti.” Ucap Yoona mengungkap apa adanya.

“Apa kau sedang memujiku? Ku Pikir kau tidak akan peduli dengan itu. ternyata aku sedikit salah menilai mu. Hemm.. Kim Yoona ssi.”

“Memangnya apa yang kau pikirkan tentang aku?” tanya Yoona ingin tahu.

“Ouh.. itu.. bukan apa-apa..” jawab Yesung tidak enak hati.

“Ah..ah.. aku tahu kau pasti akan bilang aku Cantik tapi sombong? Iya kan? Sebenarnya aku tidak seperti itu. lain kali kita perlu makan siang bersama.”

Yesung tersenyum. Tepat saat itu pintu lift berbunyi dan terbuka. Yoona melangkah keluar dan menundukan sedikit kepalanya berpamitan pada Yesung. Pintu lift tertutup kembali membawa Yesung naik keatas. Yoona merapikan rok mininya sedikit.

“He-em.. Sudah jam berapa sekarang?”

Yoona terkejut mendengar suara yang terdengar berat dan tegas itu, yang akhir-akhir ini sukses mebuat kepalanya pusing dan modnya jadi tidak beraturan. Yoona jadi tidak berani mengangkat kepalanya lagi dia dapat melihat sepatu fantofel yang diapakai pria yang sudah berdiri dihadapannya itu. ah.. dia SIWON tentu saja siapa lagi kalau bukan dia? Yoona rasanya ingin berlari saja. yang penting tidak harus terlibat urusan apapun dengan pria satu ini!.

“Satu jam tiga puluh menit lewat delapan belas detik!” ucap Siwon sambil menatap tajam Yoona yang masih menundukan kepala.

“Jadi untuk apa kau datang kesini?” tambah Siwon dengan suara yang terdengar semakin menusuk.

“Mianhae..aku..”

“Aku tidak butuh alasan apapun! Aku hanya butuh karyawan yang disiplin bukan karyawan yang selalu bertindak seenaknya seperti kau!” potong Siwon seenaknya.

“Ini! Surat peringatan pertama dariku!”

Yoona mengangkat kepalanya, dia menatap wajah Siwon yang terlihat begitu kaku dan menakutkan. Lalu Yoona berlarih keselembar kertas yang disodorkan Siwon untuknya.

“Surat peringatan?” tanya Yoona tidak yakin.

“Iya surat peringatan. Aku tidak tahu dan tidak mau tahu sudah berapa kali sebelum aku menangani perusahan ini kau bersikap seenakmu, tapi maulai sekarang kau tidak bisa seenaknya. Jadi ini surat peringatan mu, dan berikutnya sisa surat peringatanmu sisa dua.”

Yoona memicingkan matanya menatap Siwon dengan sebal. Dadanya naik turun seirama dengan emosi yang dipendamnya.

“Anda tidak bisa seenaknya seperti ini kepada saya! Sebelumnya saya belum pernah telat dan saya selalu tepat waktu dan sebelumnya anda juga tidak memberitahu apa-apa tentang peraturan yang anda buat.” Protes Yoona

Siwon semakin menajamkan tatapan matanya menatap Yoona. “apa kau tidak membaca kertas peraturan baru, yang ditempel sekretarisku di papan pengumuman ruang kerjamu?”

Yoona terdiam. Dipikirnya memangnya ada ya? Kalau ada pasti memang Yoona belum membacanya sama sekali.

“So? Kau tidak bisa menjawabnya kan? Jadi ambil kertas peringatan ini.”

Yoona mengambilnya. Dan membacanya sekilas.

“Disigner kacangan seperti mu… aku harus berbuat apa padamu sekarang?” tanya Siwon pada dirinya sendiri.

Yoona menatap kesal Siwon dengan mata berkaca-kaca. Lagi-lagi ucapan Asal yang keluar dari mulut  Siwon selalu membuatnya terluka. Sebelumnya belum ada satu orangpun yang berbicara menyakitkan seperti ini dan bersikap sekasar ini pada dirinya.seolah-olah dia tidaklah istiwemah ataupun berharga.

“Hari ini kita tetap melakukan kunjungan lokasi. Tapi yang di incheon dibatalkan. Kita akan menuju ke Insandong saja.,. kau sudah siapkan semua catatan yang diperlukan kan?”

“Ne..” jawab Yoona pelan.

“Bagus..” Siwon  menekan tombol lift menuju  kebawah.

Yoona meremas surat peringatannya dengan mata berkaca-kaca, lalu dia masukan kedalam tasnya. Tak lama pintu lift terbuka. Siwon melangkah masuk kedalam diikuti Yoona dibelakangnya.

“Orang-orang bilang warga Negara kita ini sangat disiplin dengan waktu dan selalu berkerja dengan baik. Tapi nampaknya itu hanya sebagian saja. buktinya kau adalah salah satunya yang tidak seperti apa yang warga Negara lain katakan.”

Yoona hanya terdiam. Tidak menanggapi ucapan Siwon.

“Ouh iya. Apa kau sudah memikirkan konsep disain pakaianmu yang kusuruh ubah itu? jangan bilang kau ingin tetap mempertahankannya? Jika ia siap-siap aku akan menolak peluncurannya,”

Yoona semakin dibuat kesal oleh Siwon. Pertahannya roboh juga akhirnya. Airmata yang sudah ia tahan jatuh juga, Yoona langsung buru-buru mencari sapu tangannya didalam tas. Tapi sialnya tidak dapat ia temukan. Dia terus mengubek-ubek isi tas nya dan tangisannya mulai mengeluarkan suara isakan. Dia benar-benar kesal oleh Siwon.

“Ini..pakai saja.” Siwon menyodorkan sapu tangannya pada Yoona.

“Tidak perlu.” Tolak Yoona. Mulai menggosok air matanya dengan telapak tangannya.

Siwon menatap jijik sikap Yoona. Dia nampak tidak tahan melihat Yoona yang menangis dan berusaha menghentikan air matanya sendiri dengan telapak tangan dan membuat wajahnya menjadi berantakan. Siwon secara tiba-tiba menarik pergelangan tangan Yoona dan sebelah tangannya lagi membantu mengelap air mata Yoona yang ada dibelah pipinya menggunakan sapu tangan miliknya. Yoona tersentak kaget dengan sikap Siwon yang seperti ini terhadapnya.

“Sebentar lagi pintu lift akan terbuka. Aku tidak mau sampai orang lain melihat kau menangis seperti ini saat bersama denganku.” Ucap Siwon masih terus mencoba merapikan kembali wajah Yoona.

Tepat saat Siwon memberikan saputanganya ketangan Yoona pintu lift terbuka. Dengan sikap biasa Siwon keluar dari dalam lift Yoona berusaha mengikuti langkah siwon. Tapi mendadak langkah kakinya jadi lemah dan jantungnya berdetak tidak karuan. Yoona memegangi dada kirinya. Rasanya jantungnya seperti dipompa gas dan sebentar lagi akan meledak keluar dari dadanya.

Yoona masuk kedalam mobil mewah milik Siwon. Yoona memakai sabuk pengamannya. Siwon menyalakan mesin mobilnya dan menjalankan mobilnya keluar dari arena parkiran.

“Jika ternyata kau adalah wanita cengeng janganlah bersikap seolah-olah kau wanita tegar sekorea dan wanita pemberani dengan hal apapun!” ucap Siwon begitu mobil berhenti saat lampu lalu lintas menyala merah.

Yoona menoleh memandang Siwon yang sedang memandang jalanan seolah-olah sedang memperhatikan pejalan kaki yang segerombolan sedang menyebrangi jalan itu sangat menarik.  “Aku tidak cengeng, tapi perkataan serta perbuatan anda telalu menyakitkan untuk aku terima. Sejak anda muncul dipesta pernikah waktu itu. Hidupku terasa mulai berantakan.”

“Berantakan?” tanya Siwon sambil menjalankan mobilnya kembali.

“Aku biasanya setiap hari selalu merencakan dengan detail apa pun yang harus aku kerjakan dan aku selalu bersikap sepropesional mungkin dengan apa yang aku kerjakan. Tapi aku tidak mengerti sekarang kenapa aku rasanya malas merancakan apapun yang harus aku kerjakan.  Jadi kumohon  kau jangan terus-terusan memarahiku dan mengucapkan perkataan kasar padamu. Aku juga bingung dengan diriku sendiri. Aku akan memperbaiki diriku sendiri segera mungkin.”

Siwon tersenyum kecil mendengar ucapan panjang Yoona. “Aku tunggu perbaikan diri mu..tapi kau juga harus membiasakan diri dengan apa yang aku ucapkan. Karena aku sudah terbisa seperti ini di Amerika. Disana kami terbisa berbicara terus terang dan disana juga tidak terlalu banyak orang yang mengambil hati ucapan seseorang. Jadi jika kau sakit hati dengan ucapanku.. itu aku memang seperti ini.”

Yoona menghembuskan nafas panjang. “Aku mengerti..”

Siwon menekan tombol daskboardnya. Dan Kotak daskboardnya terbuka. “Ambil buku catatan ku didalam situ.”

Yoona melongok bingung dan mengambil satu-satunya buku didalam situ. “ini?”

“Iya.. kau buka lembar yang ku tandai dengan post-it berwarna biru.”

Yoona membukanya. Yoona terkejut melihat apa yang tertera pada kertas itu. sebuah gambar design pakaian pesta wanita dan pria dewasa yang tidak jauh modelnya seperti design yang Yoona buat hanya saja ada beberapa penambahan dan dikurangi pada bagian tertetu sperti kerah jas pria dan potongan lengan prianya. Lalu pada wanita ada perubahan di bagian renda-renda bawahnya.

“Apa ini?” tanya Yoona.

“Itu yang aku maksudkan kemarin…”

“Kau mengambil soft copy rancanganku?” tuduh Yoona.

“Tidak.. aku ini apa ya namanya?? Hemm.. aku ini kata orang jenius. Jadi sekali melihat apapun dengan teliti pasti aku langsung mengingatnya dengan mudah. Jadi ya aku menggambar ulang rancanganmu dan ku tuangkan sedikit saran dariku.”

Yoona menatap Siwon dengan tatapan tidak Suka. “Bisakah anda sedikit menghargai karya dan usahku? Aku sudah bilang akan pikirkan itu. tapi kenapa anda melakuakn ini?”

“Kau robek saja kertas itu dan bawa pulang nanti saat kau berpikir kau lihatlah hasil rancangamu dengan gambar itu. dan selebihnya ku serahkan padamu. Untuk pakaian pasta target pasar remaja tidak masalah tapi untuk yang satu ini aku ingin lihat kerja terbaikmu! Bisakan?”

Yoona terdiam. Lalu dia benar merobek kertas itu dan menyimpan didalam tasnya. Siwon tersenyum puas. Tapi tidak dengan Yoona yang menjadi jengkel setengah mati.

“kau harus ingat hari ini kau harus mencatat detail arus penjualan pakaian hasil rancanganmu dan tanyakan pendapat orang-orang dan juga Sales girl promotion yang menangani stand pakaianmu itu tentang rancanganmu. Jadi kau bisa mengoreksi lebih kurangnya karyamu.” Ucap Siwon sambil membelokan mobilnya masuk kedalam basement mall.

“Ne.”  jawab Yoona singkat.

~***~

“Ya!! Sulli-ah!!” Taemin berlari-lari sambil membawa ice cream menghampiri Sulli yang berjalan dikolidor Sekolah sambil membaca buku.

Sulli menoleh Sebentar ketika Taemin sudah ada disampingnya. Taemin tersenyum lebar sambil mengoyang-goyangkan ice cream yang ia bawa.

“Apa kau mau?” tawar Taemin.

Sulli memanggutkan kepalanya. Sulli tidak pernah menolak jika soal ice cream dia sangat senang terhadap Ice cream apapun! Taemin membukakan bungkusannya dan diberikan pada Sulli. Dia juga membuka bungkusan ice cream miliknya dan mulai menjilati badan ice cream rasa vanilla tersebut.

“Gomawo taemin-ya!” ucap Sulli.

“Ah..ne..” jawab Taemin sambil tersenyum senang tentunya. “Buku apa yang sedang kau baca itu?” tanya Taemin sambil menunjuk buku yang dipegang Sulli.

“ini? Hem.. buku tentang perkembangan di Negara China dan Hongkong..” jawab Sulli lalu mulai menjilati ice Creamnya.

“Ouh.. iya kau kan akan mewakilkan sekolah kita ikut karya tulis tingkat Provinsi bersama Minho ya?” tanya  Taemin lagi.

Sulli hanya memanggutkan kepalanya kali ini.

Taemin memutar kepalanya ketika mereka melewati lapangan outdor sekolah mereka, Taemin melihat Minho yang sedang bermain sepak bola bersama teman-teman cowok lainnya. Dan dipinggir-pinggir lapangan sudah banyak para siswi yang berjajar memberikan semangat untuk Tim yang dipimpin oleh Minho.

“Ah.. Itu Minho!  Ayo kita ikut nonton, dia benar-benar lelaki yang penuh dengan charisma, hanya main bola seperti itu saja tapi sudah seperti tanding dalam turnamen.”

Taemin menarik tangan Sulli bermaksud mengajaknya menuju pinggir lapangan. Tapi Sulli langsung menepis lengan Taemin dengan wajah kesal.

“Aku masih bisa menerima Ice cream dan berbicara denganmu, tapi tidak dengan satu ini! Aku tidak sudih menonton orang itu!” cetus Sulli kesal.

“nuguya? Minho-ssi?” Tanya Taemin.

“Iya!!”

“Ah.. kau ini! Kenapa kalian jadi seperti ini? Kau bersikap seolah kau anti fans Choi Minho! Dan Choi Minho juga sama! Apa karena kejadian dua tahun lalu maka kalian jadi seperti ini?” tebak Taemin. Sambil menatap Serius Sulli yang wajahnya semakin memerah karena emosi.

“Bisa kau tidak membahas soal itu?”

“Baik aku tidak akan membahasnya tapi akan lebih baik kalian berbaikan saja. kalian akan menjadi tim yang kuat jika bersama. Semenjak kau dan Minho saling tidak menyapa, tim nari kami jadi kacau dan kelas music juga sama.”

“Ini!” Sulli menyodorkan sisa ice cream ke Taemin. Dengan ketidak mengertian Taemin mengambil ice cream yang sudah melumer.

Sulli berjalan pergi meninggalkan taemin  begitu saja. Taemin melongo melihat sikap Sulli yang seperti itu. “Sulli-ah!! Kau mau kemana? Kau marah padaku? “ teriak Taemin, tapi Sulli tetap mencuekkannya dan berlalu dari keramain dan meninggalkan Taemin dengan seenak hatinya.

Sulli duduk  dibangku taman dibawah pohon yang rindang. Sulli meletakan bukunya dipangkuannya. Dia mengangkat kepalanya menatap langit biru dengan bergumpal-gumpal awan putih yang seperti permen kapas. Sulli menghembuskan nafasnya perlahan. Lalu memejamkan matanya sambil menghirup udara segar ditaman, seolah Rasanya dadanya kehabisan oksigen karena kejadian tadi.

“Choi Minho!! Aku tidak akan memaafkanmu sebelum kau yang berlutut memohon maaf padaku!!!” teriak Sulli meluapkan emosinya.

~***~

Kyuhyun menutup buku kasus perdata Klainnya yang besok harus dia tangani. Kyuhyun melepas kacamata yang ia pakai sejak tadi untuk membaca. Dia merogoh saku celananya. Mengecek smartphonenya. Keningnya berkerut menatap  layar ponselnya.

“Kemana dia? Kenapa tidak membalas sms dan meneleponku sama sekali? Ini sudah jam dua siang, sudah lewat jam makan siang?” Kyuhyun berbicara sendiri sambil memutar-mutar smartphonenya.

“Apa aku telepon saja?” tanya Kyuhun pada dirinya sendiri.

Kyuhyun menelakan tombol 2 untuk panggilan cepat menghubungi Yoona. Terdengar suara tone sambungan, lama kyuhyun menunggu akhirnya panggilan telepon dari kyuhyun dijawab oleh Yoona.

“Yoboseyo?” terdengar suara Yoona dari lobang telepon.

“kau dimana? Apa kau sudah makan siang?” tanya Kyuhyun to the point.

“Ah.. Kyu Mianhae, aku tidak sempat membalas pesanmu, aku sedang berada di Insandong untuk urusan kerja, aku akan makan siang setelah ini, apa kau belum makan siang? Apa kau masih menungguku?” tanya Yoona dengan serentet pertanyaan.

“Oh, begitu? Iya aku belum makan siang, tapi bukan karena menunggumu tapi aku juga sedang sibuk dengan pekerjaanku.” Jawab Kyuhyun sambil bangun dari kursinya dan melonggarkan ikatan dasinya.

“Ah.. makanlah yang banyak…tubuhmu sangat kurus..ah, kyu? apa perutmumasih sakit karena aku injak tadi pagi?”

Kyuhyun tersenyum sambil menatap jalanan distrik Gangnam dari kaca ruangan kerjanya. “Ah,, sepertinya tulang perutku retak, dan ini masih terasa sakit sekali.”

“Jeongmal? Apa kita perlu kedokter?”

“Anio!! Anio!!”

“Lalu bagaimana?”

“Nanti malam kau temani aku dirumah.. karena Sooyoung nuna  pergi ke Makpo untuk kerumah orang tua Kangin Hyung. Aku sendirian dirumah.”

“Heem… aku tidak bisa janji karena nanti sore aku harus bertemu dengan muridku, aku harus mengajarkan mereka cara menulis dengan bahasa mandarin.”

Kyuhyun terdiam sambil memainkan mulutnya. “ah..tega sekali.” Keluh Kyuhyun bersikap manja.

“Kyu.. sudah dulu ya.. nanti malam jika aku sempat pasti aku datang. Sampai Jumpa, Annyeong!!”

Kyuhyun menjauhkan ponselnya dari telinganya begitu terdengar suara tone sambungan telepon diputuskan dari pihak Yoona. Kyuhyun memasukkan kembali ponselnya kedalam saku celana. Dia memegangi perutnya. Sebenarnya perutnya sudah tidak sakit sama sekali. Karena tadi Yoona hanya menginjaknya dengan satu kaki saja. dan hanya nyeri sesaat saja. sekarang dia benar-benar sudah tidak masalah, lagian Kyuhyun hanya senang saja jika Yoona perhatian terhadapnya. Makanya dia berbohong.

Kyuhyun berjalan keluar dari ruangannya. Nampaknya dia harus makan siang sendirian hari ini. Dan makan siang yang sudah terlewat jamnya. Tapi karena setelah berbicara dengan Yoona membuatnya lapar maka dia tetap berjalan menuju cafeteria untuk mengisi perutnya yang kecil tapi berkapasitas besar.

~***~

Yoona duduk sendiri disebuah rumah makan didalam mall sambil berbicara dengan Kyuhyun lewat telepon. Begitu matanya menangkap sosok Siwon yang telah kembali dari toilet dan berjalan kearahnya, Yoona langsung mempercepat pembicaraannya dengan Kyuhyun.

“Kyu.. sudah dulu ya.. nanti malam jika aku sempat pasti aku datang. Sampai Jumpa, Annyeong!!”

Yoona memutuskan pembicaraannya dan segera menyimpan kembali ponselnya kedalam tasnya.

Siwon duduk berhadapan dengan Yoona. Yoona menatap Siwon dengan tatapan heran. Siwon memperhatikan pesanan makanannya yang sudah dihidangkan diatas meja.

“Kenapa kau terus menatapku? Apa kau terpesona denganku?” tanya Siwon tanpa memandang Yoona. Dia mengambil pisau dan garpu.

Yoona meringis, jijik mendengar perkataan Siwon.

“Kau tidak memesan makan terlalu banyakkan? Karena aku tidak menanggung biaya makan mu siang ini!”

“Dan jikapun aku ingin makan banyak aku bisa membayarnya sendiri!” cetus Yoona. Juga sambil meraih pisau dan garpu.

Siwon tersenyum sinis. Dan mulai memotong steak pesanannya. Lalu memasukan kedalam mulutnya dengan garpu.

Yoona juga mulai memakan steak-nya juga.

“Jadi kau sudah dengarkan tentang pendapat rancanganmu? Rata-rata mereka berkata bahwa karya mu sederhana tapi menawan. Apa kau tidak mau mengubah dengan kesan itu menjadi Cantik,mewah dan menawan?” ucap Siwon ditengah acara makan.

Yoona mengangkat kepalanya menatap Siwon. Tapi mulutnya tidak berhenti memasukan daging.

“Aku tahu kau belajar semua tentang merancang pakaian masih didalam negeri makanya kau masih belum mengerti  bagaimana memberi kesan cantik dan mewah pada pakaian rancanganmu.. “

Yoona semakin mentajamkan tatapannya menatap Siwon yang terus berbicara sambil memasukan potongan daging sapi kemulutnya yang lebar itu.

“Bisakah anda tidak membahas tentang hal itu disaat makan? Aku bisa kehilangan selera makanku!” ucap Yoona sambil mememotong motong steak dengan kasar.

“Kau memang typical orang yang keras kepala. Bagaimana kau mau maju? Jika kau terus mempertahankan keegoisannmu? Sudah tujuh  tahun bekerja tapi karyamu hanya dikenal di korea dan beberapa Negara di asia saja dan itu juga atas nama Dapertement kami. seharusnya jika kau memang Designer yang propesional, karyamu seharusnya sudah terkenal seluruh Asia menimal!”

Yoona melepas pisau dan garpunya. Dia benar-benar mulai emosi lagi. Jika ia tidak segera melepas dua benda itu bisa jadi dia akan menusukan dua benda tajam itu kemulut Siwon.

“Apa kau tidak pernah berpikir kearah situ sebelumnya?”

Yoona terdiam. Dia merenungi ucapan Siwon. Benar juga apa yang diucapkan siwon. Selama ini Yoona selalu fokus terhadap penilaiannya sendiri. Sebenarnya jika dia bisa melakukan lebih pada karyanya dia bisa saja sudah menjadi pendisigner handal dan terkenal seluruh asia. Tapi nyatanya dia tetap bertahan dalam posisinya seperti sekarang.

Dan seharusnya dia juga sudah mempunyai studio sendiri untuk rancangan pakaian pestanya dan memjual sendiri pakaiannya bukan atas nama Hyundai dapertement lagi. Tapi nyatanya dia masih menjadi pendesigner kontrak diperusahaan Hyundai Dapertement dan masih berlindung dibawah perusahaan besar ini.

“Kau memang benar.” Ucap Yoona tanpa sadar.

Siwon tersenyum puas “ Aku tahu.. jadi pikirkanlah sekali lagi saranku tentang mengubah konsep karyamu itu.” Siwon sudah menyelesaikan makannya dan meletakan pisau serta garpunya diatas piring.

“Pelayan!” teriak Siwon sambil mengangkat tangannya.

Seorang pelayang datang membawa baki berisi bon list harga makanan mereka. Yoona membuka tasnya. Dia meringis kesal begitu menyadari bahwa dia lupa membawa dompetnya. Ini benar-benar karena kesiangan pagi ini maka semuanya jadi kacau. Dan lagi-lagi dia menciptakan image jelek tentang dirinya sendiri dihadapan Siwon.

“Direktur, bisakah anda membayarkan makananku? Aku lupa membawa dompet, aku akan menggantinya besok.” Ucap Yoona dengan muka memelas.

Siwon meringis melihat Yoona yang mendadak jadi lembut padanya.

“Hem.. jika ada orang yang tidak bisa membayar makan disini apa sanksinya?” tanya Siwon pada SIpelayan.

“Kami akan memproses jalur hukum atau membantu kami menyucikan piring.” Jawab Palayan itu.

“Nampaknya itu menarik??” seru Siwon sambil menatap Yoona yang sudah mulai keringat dingin.

“Direktur.. apa kau tega membiarkan aku seperti itu?” tanya Yoona.

Siwon memanggutkan kepalanya. Lalu berdiri dari kursinya. Yoona ikut berdiri dan langsung berjalan mendekati Siwon. Dia memegang lengan Siwon. Dan mendekatkan mulutnya ketelinga Siwon.

“Aku akan memkirkan saranmu malam ini juga. Tapi tolong bayarkan makanku ini.”

Siwon mengambil tangan Yoona dan melepas tangan Yoona dari tangannya. Siwon mengeluarkan beberapa lembar puluhan won. Lalu ia letakan diatas meja. Dan berjalan pergi. Yoona tersenyum lega.

“Kamsahamnida..!!” ucap Yoona sambil berusaha keras mensejajarkan langkah kakinya dengan langkah kaki Siwon yang lebar-lebar.

Siwon hanya terdiam tidak berbicara apapun. Hanya bersikap tetap cool. Yoona terus mengikuti Siwon  berjalan. Karena jika tidak bisa-bisa dia ditinggal pulang sama siwon. Karena bagaimanapun mobil Yoona masih berada dikantor. Dan dia tidak mungkin pulang sendiri naik taksi atau bus karena dia tidak membawa Dompet. Hari ini benar-benar menyebalkan bagi Yoona.

~***~

Sebelum bertemu dengan Sulli dan Minho di perpustakaan umum sore ini dikawasan Gangnam, Yoona sempat pulang keApertemennya dahulu untuk mengambil dompetnya, dan setelah itu baru berjalan lagi menuju tempat janjian dia dan muridnya itu.

Yoona masuk kedalam perpustakaan lalu mengisi buku tamu. Yoona memutar kepalanya mencari Sulli dan Minho. Yoona tersenyum begitu melihat Sulli dan Minho sudah duduk dikursi yang terpisah. Yoona langsung berjalan menghampirinya. Yoona mendorong bangku yang diduduki Sulli mendekat ke bangku Minho dan Yoona mengambil kursi yang beroda juga dan duduk diantara Sulli dan Minho.

“aku tidak datang terlalu telat kan?” tanya Yoona.

Sulli dan Minho Kompak menggelengkan kepalanya.

“Syukurlah… hem, sudah sampai mana penulisan dan penelitian kalian. Bisa aku melihatnya dan membacanya sebentar?”

Dengan cepat Sulli dan minho sama-sama menyodorkan notebooknya kehadapan Yoona. Yoona mengangkat alisnya. “Aku tidak bisa membacanya sekaligus, jadi satu-satu ya?”

Minho menarik punyanya. Yoona tersenyum dan mulai membaca hasil kerangka tulisan Sulli yang sudah setengah jadi. Yoona mulai memeriksa dengan teliti ejaan perkata dan susunan kalimat serta cara bercerita sulli pada tulisannya.

“Bagus…aku sudah mengganti warna merah ya pada kalimat yang rancunya. Nanti kamu bisa perbaiki sesuai yang aku tuliskan di sampingnya.”

“Baik..Terima kasih.” Ucap Sulli.

Minho menyodorkan kembali Notebooknya. Yoona langsung memeriksa punya Minho sama seperti memeriksa punya Sulli tadi. “Pola penceritaanmu terhadap masalah yang kau tulis lebih berkembang dari punya Sulli tapi aku lebih banyak mendapatkan kalimat yang rancu didalamnya. Dan aku sudah menandai merah juga. Jadi kamu bisa menggantinya juga.”

“Ah.. aku memang agak lupa dengan penyusunan kalimatnya jadi aku asal tulis sesuai yang aku ingat ternyata pengertiannya jadi tetap berbeda ya?” tanya Minho.

“Iya tentu saja.” jawab Yoona.

Minho memanggut-manggutkan kepalanya sambil menatap notebooknya.

“Ok sejauh ini kalian sudah melakukan dengan baik, hemm.. apa ada yang ingin ditanyakan padaku?”

“Aku!” sahut Minho sambil menatap Yoona.

“Wae?”

“Noona ingin memesan minum apa? Apa Noona suka milk shake strawberry?” tanya Minho.

Sulli yang mendengarnya sampai memutar bola matanya, apa-apaan minho ini! Menjijikan sekali sikapnya.

Yoona tertawa kecil. “Apa kau ingin mentraktirku?”

“Tentu saja!” jawab Minho.

“Sulli kau mau juga?” tawar Yoona pada Sulli.

Sulli menggelengkan kepalanya. “Ani..aku bisa memesan dan membayar sendiri. Eonni.. dia hanya mencari perhatian padamu saja!” ucap Sulli sambil melirik Minho yang sedang memperhatikannya.

Mereka sudah terbiasa memanggil Yoona dengan sebutan akrab seperti itu, karena Yoona yang memintanya untuk memanggil dengan sebutan kakak jika diluar jam sekolah, karena jika murid-muridnya terus memanggilnya Ibu guru, Yoona merasa dirinya sudah semakin tua dan harus segera menikah.

“Siapa? Apa kau iri?” sahut Minho.

“Tidak sama sekali!” jawab Sulli sambil membuang muka.

Minho meringis. “Lagi pula aku juga malas dan tidak tertarik memberikan perhatian yang sia-sia untuk orang sepertimu!”

Sulli memanyunkan bibirnya. “Iihh!!! Kenapa kau menyebalkan sekali!!” jerit Sulli tanpa sadar.

“Sssttt…!! Sulli Minho kau ingat, sekarang kita berada di perpustakaan.” Peringat Yoona.

Sulli dan Minho langsung terdiam. Minho bangun dari kursinya berjalan menuju counter minuman dilantai dua untuk memesankan minum untuk dirinya dan Yoona. Sulli membuka tasnya mengambil botol minum yang berisikan air mineral dan meminumnya dengan lahap.

Tepat saat Minho kembali kekursinya  nada dering ponsel Sulli berbunyi. Sulli melihat layar ponselnya. Lalu dia minta izin dengan Yoona untuk menjawab panggilan telepon dari kakaknya.

“Ini..” Minho memberikan segelas milk shake strawberry, Yoona menerimanya sambil tersenyum.

“Duduklah..” suru Yoona Minhopun duduk. “Minho-ya..Biasakah kau tidak terus seperti ini terhadap Sulli?”

Minho tersenyum kecil. “Yang memulai pertengkaran ini bukan aku, tapi dia. Dia sangat egois. Padahal jelas waktu itu kesalahan kami bersama tapi dia terus menuduhku yang melakukannya didepan banyak orang dan peserta lain. apa noona pikir itu tidak memalukan?”

“Iya.. aku paham.. tapi..”

“Anio..dia tidak pernah menyinggung masalah dua tahun lalu yang sepele itu, dan meminta maaf padaku. Jadi untuk apa aku yang mengakhiri ini deluan?”

Yoona menghembuskan nafas panjang. “memang sulit untuk mengalah jika seperi ini.” Matanya menerawang kearah gelas Milkshake yang berembun. “Aku juga mempunyai masalah yang sama seperti kau dan Sulli, aku juga punya  keegoisan terhadap Seseorang seolah-olah aku alergi dengannya.”

Minho menaikan sebelah alisnya. “dengan siapa? Apa orang itu ada dilingkungan sekolah kami?” tanya Minho ingin tahu.

Yoona tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.”Ania..dia ada dilingkungan kantorku. Semenjak ada dia banyak sekali kekacauan yang aku buat secara tidak sengaja. Dan ucapannya selalu membuat dadaku bergemuruh. Aku jadi seperti  menjadi diriku yang lain.”

“itu pasti sangat sulit untuk Noona kan?”

Yoona memanggutkan kepalanya.

Minho mengecek jam tangannya. “sudah jam tujuh malam,Noona bolehkah aku pulang deluan? Aku sudah ada janji dengan Taemin dan Kai untuk bermain Game Online.”

“Ommoo..jangan terlalu larut bermain game, walaupun besok libur sekolah.”

“Siap!!” sahut Minho. Dia memasukan notebooknya kedalam tas ranselnya dan menundukan kepala berpamitan pada Yoona, lalu berjalan pergi menuju pintu keluar perpustakaan yang berada dilantai tiga.

“Eonni, Mau kemana dia?” tanya Sulli begitu balik lagi ketempat duduknya.

“Minho bilang dia ingin pulang bermain game online dengan Taemin dan Kai. Karena hari ini sudah selesai pembelajarannya, jadi kau juga boleh pulang.” Jelas Yoona.

“Heem.. Eonni, kau bisa temani aku sebentar lagi kan? Oppa ku sedang dalam perjalanan kesini menjemputku. Aku tidak berani menunggunya sendirian disini.”

Yoona tersenyum. “Baiklah..milk shake ku juga belum abis. Jadi aku akan menemanimu!”

“Gomawo..” sahut Sulli gembira. “Eonni, nanti saat oppa ku datang aku akan mengenalkannya padamu, oppa ku sangat baik hati dan tampan.”

“Apakah kau sudah merencakan ini sebelumnya?” selidik Yoona.

Sulli langsung tersenyum malu, tentu saja Sulli memang sudah merencakan ini sejak awal. Kan kemarin dia sudah bilang pada Yoona kalau ingin memperkenalkan oppanya kepada Yoona. Dan kebetulan sekali momentnya pas, dimana Oppanya sulli bisa menjemputnya dan bertemu dengan Yoona. Maka mereka bisa saling sapa dan mengenal.

“Hehhee.. Aku hanya ingin eonni dan oppa ku saling kenal saja.”

“Siapa nama Oppa mu?”  Tanya Yoona penasaran.

“Siwon, Choi Siwon oppa…” Jawab Sulli

Yoona yang sedang meyeruput milkshakenya jadi tersendak mendengar nama itu.

“Eonni kau tidak apa-apa?” tanya Sulli khawatir sambil menyodorkan tisu ke Yoona. Yoona mengambilnya dan membersihkan pinggiran mulutnya yang belepotan oleh Milkshake.

Choi Siwon? Pikir Yoona dalam hati. Semoga bukan Choi Siwon yang sama dengan yang ku kenal. Semoga bukan dia, apa yang harus aku lakukan jika memang dia adalah Siwon yang sama? Ah.. tenang Yoona Korea tidak sesempit itu, pasti banyak yang memiliki nama Choi Siwon. Kau hanya terlalu phobia dengan orang itu. tenang..tenang…

“Itu dia oppa ku sudah datang!” seru Sulli sambil melambaikan tangan kepada seorang pria berbadan cukup besar dan tegap berambut blonde memakai kacamata dengan frame hitam, memakai kaos putih dengan cardigan hitam dan celana jeans hitam panjang.

Yoona menoleh dan dunia berhenti!

Apa? Kenapa harus dia? Kenapa dia orang yang sama?apa tidak cukup bertemu denganku dan kenal denganku dikantor saja? Astaga benar korea Luas dan kemungkinan nama choi Siwon itu ada banyak. Tapi kau tidak berpikir tentang Gangnam. Bisa jadi diGangnam yang bernama Choi Siwon memang hanya dia! Jika aku tahu ternyata memang Siwon yang sama seharusnya tadi aku pulang saja bersama Minho dan tidak mempedulikan Sulli.

“Oppa, Kajja!!”

Siwon tersenyum melihat Sulli yang melambaikan tangan padanya. Siwon berjalan menuju tempat Sulli dan Yoona duduk. Siwon memicingkan matanya memperhatikan seorang wanita yang duduk bersama Sulli. Wanita itu membuang mukanya kesamping tapi Siwon mengerutkan keningnya ketika dia mengenali pakaian yang kenakan oleh wanita itu dan postur tubuh yang sama ia kenal juga.

“Eonni.. kenalkan ini Oppa ku..” Sulli menepuk-nepuk bahu Yoona.

Dengan jantung yang berdegup kencang Yoona terpaksa memutar kepalanya untuk menatap, menyambut kedatangan orang yang tidak ia harapkan sama sekali.

“Annyeonghaseyo..” ucap Yoona sambil tersenyum kaku.

Siwon hanya memandangnya datar, Siwon nampak tidak terkejut sama sekali. Karena Siwon terus menatap Yoona dengan muka datar Yoona jadi seakan dipermalukan berlipat-lipat lagi.

“Eonni ini oppaku yang baru kembali dari New York, dan Oppa, dia ini Eonni yang ku ceritakan, dia yang mengajar bahasa mandarin di sekolahku.” Ucap Sulli dengan senang hati.

“Annyeonghaseyo.” Ucap Siwon membalas salam Yoona tadi. Siwon menjulurkan tangannya kepada Yoona. Yoona mendengus kesal melihat tingkah Siwon.

“My name is Choi Siwon.” Ucap Siwon begitu Yoona membalas jabatannya. Siwon mencekal kuat tangan Yoona ketika berjabat tangan.

“Aku Yoona, Lim Yoona.” Jawab Yoona terbata-bata.

Siwon melepaskan tanganya. Yoona langsung beralih pada telapak tangannya, dan meringis ketika melihat telepak tangannya yang putih mulus jadi ada sedikit cap merah karena cengkraman Siwon yang terlalu keras.

“Eonni, karena kau sudah mengajariku dan menemaniku menunggu oppa datang, sebagai ucapan terima kasih aku akan mengajak Eonni untuk makan malam bersama kami.” Ucap Sulli.

“Ah..Tidak Aku sudah pernah..” jawab Yoona cepat dan asal.

“Sudah pernah?” tanya Sulli tidak mengerti.

Yoona jadi semakin salah tingkah. “Ah..uh.. hemm.. itu maksudku, tidak usah, aku bisa makan dirumah saja. kalian makanlah saja bersama, aku sedikit sibuk malam ini Sulli, Mianhae.”

Kaki Yoona yang berdiri dan masih memakai high heels yang sama juga tadi siang jadi tidak bisa diam. Sulli memanyunkan bibirnya menunjukan kekecewaannya terhadap Yoona.

“Baiklah kalau begitu, tapi lain kali Eonni tidak boleh menolak ajakan kami!”

Yoona tersenyum kecil. “He..iya tentu saja, lain kali aku usahakan pasti bisa.” Setelah menjawab Yoona mengutuki dirinya sendiri.

“Ya Sudah kalau begitu!” seru Sulli gembira. “Ayo kita turun bersama-sama.” Ajak Sulli yang berjalan deluan. Meninggalkan Yoona dan Siwon berdua dibelakangnya.

Yoona mempercepat langkahnya. Agar tidak terlibat pembicaraan apapun lagi dengan Siwon. Tapi Siwon yang tidak bisa membaca kemauan Yoona malah menyamakan langkahnya dengan Yoona ketika menuruni anak tangga.

“Jadi kau guru mandarin Sulli?” tanya Siwon lalu dia tersenyum aneh. “ternyata dunia benar-benar sempit.”

“Karena kau adalah oppanya Sulli, aku juga berpikiran dunia memang benar-benar sempit!” jawab Yoona.

“Kau bertemu dengan muridmu dan belajar dengan mereka sampai malam tanpa mandi? Sungguh menjijikan.”

Yoona tersadar. Dia segera memperhatikan pakaiannya sendiri dari atas sampai bawah. Ah, memang saat tadi dia pulang dia hanya mengambil dompet dan tidak sempat mengganti pakaian apalagi mandi. Dan dia pikir tadi tidak masalah karena Sulli dan Minho tidak mengetahuinya tapi ternyata ada orang rese yang tahu dan mempermalukannya.

“Aku tidak sempat.” Jawab Yoona pelan.

“Yah..setidaknya muridmu tidak tahu dan tubuhmu belum sampai mengeluarkan bau yang aneh-aneh.” Sindir Siwon.

“Oh.. Gomawo!” ketus Yoona.

“Kau bilang malam ini kau akan memikirkan rancanganmu tapi kau malah masih disini?”

“Begitu aku pulang aku akan memikirkan dan mengerjakannya.” Jawab Yoona cepat.

Siwon memanggut-manggutkan kepala. “Baiklah dua hari lagi disenin pagi kutunggu hasilnya.”

Tanpa terasa mereka sudah sampai dilantai dasar. Sulli tersenyum senang menatap oppanya dan Yoona yang sedang berbicara bersama.

“Benarkan aku bilang juga apa? Kalian akan cepat kenal dan bisa berteman dengan baik karena kalian sangat cocok.”

Yoona dan Siwon Kompak melongo mendengar ucapan Sulli yang tidak tahu situasi sebenarnya.

“Kau pulang dengan apa? Apa perlu kami mengantarmu pulang?” tawar Siwon.

“Tidak usah aku membawa mobil sendiri. Jadi kalian pergilah deluan. “

Siwon bersenyum kecil dan berjalan keluar deluan menuju mobilnya terpakir.

“Eonni Kamsahamnida.. sampai ketemu lagi!!” ucap Sulli dengan riang gembira. Lalu ikut masuk kedalam mobilnya bersama Siwon.

Yoona berjalan dengan Lesu menuju mobilnya yang terpakir disudut sendirian. Dia benar-benar merasa lelah hari ini. Yoona masuk kedalam mobil tanpa memakai savebelt dia menyalakan mobil dan mngendarainya menuju jalan keApertementnya.

Yoona mengambil Ponselnya lalu mengetik pesan kepada Kyuhyun yang mungkin masih menunggu kedatangannya dirumah.

Kyu, Maaf aku sangat sibuk, aku tidak bisa kerumahmu sekarang, tapi aku janji besok aku akan kesana. Ponselku akan aku matikan, aku harus fokus dengan kerjaanku sementara. Kau tidak perlu mengkhawatirkan ku 🙂

 

~***~

 

Usai membersihkan diri dengan mandi berendam diair hangat dengan memakai aroma therapy Yoona  yang sudah berpakaian piyama dan membungkus rambutnya yang basah dengan handuk yang dililikan diatas kepala.

Yoona mengeluarkan kertas yang tadi diberikan Siwon padanya dari dalam tas. Lalu memperhatikannya dengan saksama, Yoona mengambil solatip dan menempel kertas itu di papan dekat meja belajarnya. Yoona menyalai lampu belajarnya yang menyilaukan mata. Yoona mengeluarkan hasil Design sebelumnya dari dalam laci dan mengambil kertas HVS kosong serta pensil dan penghapus.

Dengan Serius Yoona mencoba memikirkan konsepnya sendiri agar bisa diterima oleh SIwon. Dia berkali-kali memperhatikan hasil gambar Siwon dengan gambar buatannya sendiri yang ditolak Siwon mentah-mentah. Lalu dia mulai menggerakkan pencilnya diatas kertas. Terus dan terus, tapi Yoona menghapusnya lagi dan mengual kertas itu dan melemparnya kelantai.

“Konsep cantik, mewah dan menawan? Itu memang terdengar lebih bagus dan baik daripada Sederhana tapi menawan? Ayoo Yoona kau pasti bisa! Azza..Azza.. Fighthing!!!”

Yoona terus melakukan kerja keras malam ini dia terus mencoba menggambar dan membuat konsep baru dengan teliti dan penuh dengan pemikiran.

 Jam sudah menunjukan pukul empat subuh tapi Yoona masih berkutik di meja belajarnya dengan kertas HVS yang entah sudah kesekian lembar dan dengan pencil yang ketiganya dan penghampus ketiganya juga. Dilantai sudah berserakan kualan kertas dan sampah pensil yang sudah mengecil dan ampas hapusan.

~***~

Kyuhyun menatap Yoona yang tertidur diatas meja belajar . dia terkejut sekali ketika masuk kedalam Apertement Yoona yang begitu sepi ketika ia membuka kamar Yoona yang tidak dikunci dia sangat terkejut lagi melihat kualan kertas dimana-mana dan menemukan Yoona dalam keadaan tidur diatas meja. Kyuhyun lantas keluar lagi dari kamar Yoona menuju dapur membuatkan segelas susu coklat hangat untuk Yoona.

Kyuhyun menempelkan gelas susu yang hangat kepipi Yoona.

Yoona mengulet karena pipinya terasa panas. Yoona tampa sadar menguap lebar dan mengangkat tangannya yang terasa sakit.

“Wauu…Nguapan Aligatormu memang berbeda!” ledek Kyuhyun.

Yoona langsung terkejut dan menatap Kyuhyun yang sudah berdiri dihadapannya sambil memegang segelas susu coklat.

“ini..minumlah.” Kyuhyun menyodorkan segalas susu tersebut. Yoona mengambilnya dan meminumnya perlahan.

Yoona selesai menenggak habis susunya dan meletakan diatas meja. Dia menatap Kyuhyun yang juga sedang menatapnya dengan heran. “Sejak kapan kau ada disini?” tanya Yoona.

“Sejak aku terkejut melihat kamarmu yang sudah seperti pembuangan sampah.”

“Ah.. aku benar-benar merasa kacau..”

“Tidur jam berapa kau?”

Yoona menggelengkan kepalanya dia tidak ingat kapan ia mulai terlelap dan menghentikan kegiatan menggambarnya sendiri. “Sekarang memangnya sudah jam berapa?”

Kyuhyun melihat jam  dipergelangan tangannya.”Jam 11.30”

“Apa ??? kau serius?” seru Yoona terkejut.

“Tentu saja!” jawab Kyuhyun sambil menunjukan jam dinding dikamar Yoona.

“Ah.. bagaimana ini! Aku bisa mati!” Yoona langsung grasak grusuk lagi pada kertas pensil dan penghapusannya diatas meja ia mencari hasil gambarnya yang sudah setengah jadi. “Ah.. ini dia, untung kau selamat!” seru Yoona seolah baru menemukan benda yang sangat berharga. Yoona mengambilnya dan ingin mulai melanjutkan gambarnya lagi. Tapi Kyuhyun dengan sigap merebut pencil Yoona.

“Kyu kembalikan itu pensil terakhirku!” suru Yoona.

“Matamu sudah menjadi mata panda! Kau tidak seperti biasanya kerja sekeras ini. AYoo bangun..!! kau bisa melanjutkannya nanti aku sudah membuatkanmu makanan. Kau harus makan dulu, setelah itu kau mandi dan kita ke toko buku untuk membeli perlengkapan tulismu. Dan kau baru boleh melanjutkannya lagi nanti! Jika kau terus memaksakan diri kau tidak akan menemukan ide yang bagus. Kita bisa berjalan-jalan dulu dan mencari inspirasi.” Saran Kyuhyun panjang lebar.

Yoona terdiam. Lalu dia bangun dari kursinya “Kau benar juga. Ayoo kita makan aku sangat lapar.” Ucap Yoona. Sambil menempel hasil gambarnya dipapan agar tidak hilang.

“Apa karena lelaki yang bernama Siwon itu, kau jadi bekerja sekeras ini?” tanya Kyuhyun.

Yoona memanggutkan kepala. “Iya.. tapi tidak apa-apa aku memang harusnya seperti ini, aku ingin menjadi yang lebih baik lagi.”

Kyuhyun terdiam dan mulai melihat ada sedikit perubahan pada diri Yoona. Dan itu membuat hatinya jadi tidak tenang. Tapi seperti biasa dia tidak bisa mengucapkan apapun pada Yoona tentang perasaannya.

“Kenapa kau datang kesini?” tanya Yoona sambil melihat makanan apa yang dibawa Kyuhyun.

“Karena kau tak juga datang kerumah aku jadi khawatir makanya aku kesini.”

Yoona tersenyum lebar dia berjalan memeluk Kyuhyun. “You’re My Best Friend!!!”

Kyuhyun membalas pelukan Yoona sambil tersenyum kecil. Teman terbaik? Apakah hanya sebatas teman terbaik?.

~***~

To be Continued…

Mohon sabar menunggu kelanjutannya lagi.. karena sebentar lagi aku akan UAS :^)  Silakan tinggalkan komentar apapun atas FF ini dan kedongkolan hati kalian karena terlalu lama menunggu part tiga ini. Hahha. Aku benar-benar sibuk kuliah dan terserang syndrome malas nulis dan akhirnya malah lebih rajin nonton Drama korea dan karena galau SS5 juga sih jadi gini, tapi akhirnya aku bisa nonton juga di class Festival-Standing D secara Gratis!!!(lagi!!) hemm.. kabarnya bulan oktober akan ada GG Tour INA aku lagi nabung ney, tapi tetap mengharapkan yang gratisan, ada yang mau bayarin aku tiket gratis GGworldTourINA gratis? Seterah deh mau Di class apa hahha aku akan terima dengan senang hati.. 🙂 oh..iya sebentar lagi aku ulang tahun loh bareng Ryeowook oppa, haha kalo gak bisa ngirim kado ke Ryeowook oppa bisa dikirimkan untuk aku saja ya!!! #ngarep hihi.. oke See U next FF!! LOVE!!

Advertisements

104 comments on “FF – The Good Person Part.3

  1. Siwon nyebelin bgt, Kyu kasihan cuma dianggap temen sama yoona. Yoona juga kasian, smpe ketiduran dimeja belajar gitu.

  2. Siwon nyebelin ih..
    Mau aku acak2 aja tuh mukanya..
    Tinggal liat aja siapa duluan yang bakal saling suka.

  3. Walaupun siwon kalo ngomong kasar tapi omongannya bener juga biar yoona gak berhenti di situ aja sama hasil yg dia dapet.. makin penasaran kelanjutan ceritanya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s