FF – The Good Person Part.4

FF – THE GOOD PERSON (Sequel)

( Part.Empat )

ff-TGP-poster

 

Judul : The Good Person

Type : Sequel / Part

Author : Ulanchoi Hyoyoon / Twitter : @Lovelyulan

Genre : Romance,Comedy,Drama

Ratting : PG – 17

Main Cast :        

  • Im Yoon Ah  as Lim Yoona
  • Choi Siwon as Choi Siwon
  • Cho Kyuhyun as Cho Kyuhyun
  • Seo Jo Hyun as Kim Seohyun
  • Choi Jin Ri as Choi Sulli
  • Choi Minho as Choi Minho

Other Cast : Member SUJU, SNSD, And SHINee

 

Warning! FF ini saya tulis berdasarkan imajinasi yang saya miliki, jadi tolong bagi pembaca hargai penulis. FF ini saya buat semata-mata untuk meluangkan Hobi saya dalam menulis dan untuk menghibur para pembaca dan Kpop lovers secara gratis. Jadi setelah selesai baca diharapkan tinggalkan komentar berupa kritik dan saran dan Dilarang keras ngeCopyPaste jalan cerita! Mohon maaf jika banyak salah penulisan (Typo) itu karena saya kalau mengetik suka kecepatan dan kelewat edit. Jadi silakan membaca! Enjoy for This Story!! 🙂

 

 

Yoona terkejut saat ia tertidur diatas meja belajarnya tiba-tiba jam alarm di samping telinga kanannya berbunyi keras dan membuat gangguan. Yoona langsung membuka matanya , tangannya langsung menekan tombol alarm jam walkernya. Yoona terdiam sambil memanyunkan bibirnya. Rambutnya sudah sangat berantakan. Dia menatap jam tersebut. Sudah pukul enam pagi. Dia menunduk menatap sebuah kertas yang tadi sempat menjadi alas tidurnya. Dia tersenyum lebar memandang kertas tersebut. Kertas tersebut masih dalam keadaan baik.

“Yeahh!!! Akhirnya selesai juga!! Thanks God!!!” Yoona mengambil dua lembar kertas yang sudah ada gambar design pakaian pesta wanita dan pria. dia menciumnya dengan amat bahagia dan menari-nari tidak jelas bersama kertas itu.

“Tepat waktu!! Kau melakukannya dengan baik Lim YoonA!!!” teriak Yoona memuji dirinya sendiri. “Kau benar Kyu, gara-gara kemarin kau mengajakku keluar rumah , maka aku dengan mudah menemukan banyak ide berlian!!” seru Yoona seolah-olah Kyuhyun ada disampingnya.

Tapi Yoona segera menghentikan aksi bahagianya yang berlebihan itu. Yoona menajamkan matanya. “CHOI SIWON…CHOI SIWON!! Kau harus lihat ini!!” ucap Yoona sambil memanggut-manggutkan kepala.

“Ayoo.. sekarang kau harus bersiap-siapa, lalu mandi dan pergi ke kantor!! Kau tidak boleh terus-terusan di Tindas oleh SI CHOI SIWON bocah tengik itu! kau sebelumnya banyak mendapat pujian atas karyamu! Kau sudah berkerja keras kali ini!” lagi-lagi Yoona berbicara sendiri, bahkan memerintahkan dirinya sendiri.

Yoona meng-paperclip dua kertas itu jadi satu lalu dia masukan kedalam kantong map bewarna abu-abu. Yoona meletakan hasil designnya itu diatas meja dengan rapi. Ia letakan dengan tas kerjanya. Yoona berjalan dengan riang mengambil handuk dan keluar kamar untuk mandi. Nampaknya pagi ini semangat Yoona menggebu-gebu. Karena design rancangannya sudah jadi dan tinggal dipresentasikan dihadapan Siwon sang direktur utama.

 

~***~

 

Siwon berdiri bersandar pada mobil audi kesayangannya. Ia memakai style-an jas berwarna hitam dengan kemeja berwarna putih didalamnya. Siapapun yang melihatnya sekilas pasti sudah dapat menebak bahwa dia adalah sosok GangnamMan. Lelaki meteropolitan dengan brand-brand terlkenal dan mahal yang mendukung penampilannya. Dibalik kacamata hitamnya yang mahal Siwon melirik manita-wanita yang lewat disekitarnya yang dengan terang-terangan memperhatikan siwon dari ujung rambut sampai ujung kaki. Siwon hanya tersenyum tipis ketika dua orang wanita genit melambaikan tangan padanya.

Sulli keluar dari Mini market. Dia langsung bertulak pinggang melihat tingkah Oppa-nya. Sulli berjalan gontai menghampiri Siwon.

“Oppa!! Apa yang kau lakukan?” tanya Sulli sambil mempelototi wanita-wanita yang sedang bergenit ria pada Siwon.

Siwon menurunkan kacamatanya sedikit memandangi adiknya.”Wae? apa yang salah? Aku sedang menunggumu membeli pembalut?”

Sulli melotot. “tapi tidak usah tebar pesona pada wanita-wanita pejalan kaki!!” omel Sulli.

Siwon tersenyum mengejek. “Aku tebar pesona? Pesonaku ku itu memang sudah menyebar dengan sendirinya dongsaeng!!” ucap Siwon dengan sikap narsisnya.

Sulli memutar bola matanya, malas dia menanggapi oppa satu-satunya yang memang dari dulu selalu bersikap narsis karena sadar akan kelebihan pada fisiknya. Yang memiliki wajah tampan, lesun pipi, kulit putih kecoklatan berpostur tubuh tinggi dan gagah. Wanita mana yang tidak tertarik dengan sosok sempurna dirinya?.

Sulli masuk kedalam mobil. Siwon membenarkan posisi kacamata hitamnya lagi. Lalu dia berjalan masuk kedalam mobil.

“Aku tidak senang melihat oppa seperti tadi!” tambah Sulli merasa belum puas menasehati Oppanya.

Siwon menyalakan mesin mobil dan menjalankan mesin mobilnya menuju Sangkwan school mengantar Sulli sekolah. Siwon tidak menanggapi ucapan Sulli dia malah menyalakan audio di daskboardnya, membesarkan volume music yang sedang ia dengarkan.

“Nanti  jam empat Sore Jemput aku pulang sekolah! Jangan telat. Oh iya oppa bagaimana dengan Yoona Eonni? Maksudku guru mandarinku itu.” tanya Sulli penasaran, sambil mengecilkan volume audio.

Siwon memainkan alisnya naik turun seperti sedang memikirkan sesuatu. “Dia? Biasa saja.” jawab Siwon singkat.

Sulli nampak kecewa mendengar jawaban dari Siwon. “Apanya yang biasa? Dia Cantik dan manis Oppa! Dia juga orang yang baik hati.”

Apa? Cantik manis, baik hati? Kebohongan apa itu? Ucap Siwon dalam hati menepis ucapan Sulli mentah-mentah.

“Oppa! Apakah oppa tidak tertarik sama sekali dengan YoonA eonni? Ah, oppa please, open your eyes! Jangan bilang kau lebih suka wanita-wanita Amerika daripada wanita Korea? Sampai kapanpun aku tidak akan setuju!.” Tegas Sulli memberikan argomentnya.

“Yang menjalani hidupku adalah aku, bukan kau, anak bawel!” jawab Siwon sambil mengacak-acak rambut Sulli.

Sulli meringis kesal sambil merapikan rambutnya yang sudah ia tatan rapi malah dibuat berantakan oleh Siwon.

“Tapi misalkan oppa sampai menikah, itu jelas jadi urusanku, aku tidak mau punya kakak ipar yang tidak cocok denganku!” sahut lagi Sulli tidak mau kalah.

“Astaga anak ini, benar-benar membuat ku pusing! Ibu saja tidak mengaturku seperti ini.”

Sulli meletakan tangannya didada mulutnya manyun. Tapi tiba-tiba dia malah punya ide, dia tersenyum sambil memandangi Oppanya yang sedang pura-pura fokus menyetir, biar gak di ganggu Sulli lagi.

“Oppa.. mana handphone mu?” minta Sulli sambil menadahkan tangannya.

“Mau apa kau meminjam handphone ku?” tanya Siwon curiga.

“Cepat berikan!!” Pinta Sulli sampai berteriak. Siwon terlonjak kaget mendengar teriakan Sulli, sampai-sampai dia bersikap dramatis dengan memegangi dada kirinya dan membuka mulut lebar-lebar.

“Aigoo.. aku bisa mati muda jika terus-terusan disampingmu!” keluh Siwon asal. Dia mengeluarkan ponselnya dari saku celananya, lalu ia berikan pada Sulli yang malah cengengesan.

Sulli mengeluarkan ponselnya juga. Lalu dia mulai mengutak-atik ponsel Siwon dan ponselnya sendiri. Dan tak lama tepat saat Siwon menghentikan mobilnya dipintu gerbang Sangkwan School, Sulli memberikan ponselnya pada Siwon.

“Ini.. aku tadi mencatatkan nomor handphone Yoona eonni di Kontak Oppa!” ucap Sulli. “Kapan-kapan oppa harus mengajaknya keluar bersama. Seperti di drama-drama.”

Siwon Shock mendengarnya. “Mwo?”

Sulli memakai tas ranselnya. Dia membuka pintu mobilnya. Sulli mencium pipi Siwon sebelum ia turun dari mobil. “Jangan dihapus Nomornya. Awas kalau dihapus!” ancam Sulli sambil memajukan kepalan tangannya ke wajah Siwon.

Sulli turun dari mobil sambil melambaikan tangannya. Siwon masih terdiam tidak percaya dengan apa yang baru saja adiknya lakukan terhadap dirinya. Siwon menatap Ponselnya dia mengecek kontaknya. Dan mencari nomor Yoona. Benar ternyata Sulli sudah meletakan nomor Yoona disana. Siwon menggelengkan kepalanya  tidak mengerti dengan kemauan adiknya ini.

“Apa dia sedang menjadoh-jodohkan aku dengan Yoona? Ah, yang benar saja? Yoona? Lim Yoona? Si Wanita Congkak, ceroboh, dan cengeng itu? Astaga! Apa yang menarik dari dia? Tubuh kurus tak sexy seperti itu? Gila..benar benar gila! Kenapa Seoul benar-benar terasa begitu Sempit sekali…!!” Keluh Siwon  merasa frustasi.

 

~***~

 

Yoona berjalan dengan gembira memasuki kantornya sambil memabawa kantong map dipelukannya. Yoona masuk kedalam Lift yang akan membawanya kelantai 7 tempat ruangan Siwon bekerja. Di dalam Lift Yoona merapikan rambutya yang panjang dan keriting itu.

Pintu lift terbuka Yoona Keluar dari dalam Lift lalu berbelok ke kanan. Yoona membuka pintu pertama ruangan kerja Siwon. Seorang Sektetaris Pribadi Siwon yang bernama Jessica berdiri menyambut kedatangan Yoona.

“Annyeonghaseyo, apa ada yang bisa saya bantu Yoona ssi?” tanya Jessica dengan ramah.

Yoona tersenyum “apa boss mu sudah datang? Aku ingin bertemu dengannya.”

Jessica menggelengkan kepalanya palan. “Mianhae, Direktur Siwon ssi belum datang, mungkin sebentar lagi. Jika anda ingin menunggu silakan duduk saja disana.” Jawab Jessica dengan sopan, ia menunjukan bangku tunggu khusus untuk tamu-tamu yang ingin bertemu dengan direktur Hyundai Dapertement.

“Oke..Kamsahamnida.” ucap Yoona lalu dia berjalan ke bangku yang ditunjuk Jessica.

Sekitar sepuluh menit Yoona menunggu, akhirnya Siwon tiba juga. Siwon masuk melalui pintu pertama yang melewati ruang kerja Jessica. Yoona langsung terlonjak kaget ketika melihat Siwon melewatinya.

“Changkaman!” seru Yoona.

Siwon menoleh mendengar suara Yoona.  Siwon menatap datar Yoona dari atas kepala sampai bawah kaki. Sepertinya dia meneliti apa yang dipakai Yoona hari ini.

“Designer Yoona ssi sudah menunggu anda sejak sepuluh menit yang lalu, dia ingin bertemu dengan anda.” Ucap Jessica memberitahu alasan kenapa Yoona sepagi ini ada diruangannya.

“Ada perlu apa?” tanya Siwon acuh.

Yoona menunjukan kantong mapnya sambil tersenyum. “Aku sudah menyelesaikannya!” jawab Yoona.

Siwon terdiam ketika melihat Yoona tersenyum lebar. Ini pertama kalinya dia melihat Yoona tersenyum selebar dan sebahagia ini. Tiba-tiba obrolannya dengan Sulli tadi pagi tentang Yoona terngiang-ngiang ditelinganya. Siwon langsung mengkedipkan matanya, berusaha mengusir pikiran aneh yang tiba-tiba masuk pada dirinya.

“Bagus, aku ingin lihat hasilnya, silakan masuk.” Siwon berjalan deluan masuk kedalam ruangannya, Yoona mengekori dari belakang.

Siwon duduk dikursi tahtanya sebagai seorang direktur utama (CEO) Hyundai Dapertement store. Yoona berdiri dihadapan siwon karena belum dipersilakan untuk duduk. Yoona menyodorkan kantong map yang sejak tadi ia bawa-bawa dengan hati-hati.

“Aku sampai tidak bisa tidur nyenyak Karen project kilat ini, dan ku harap kau setujuh dengan hasil akhirnya.”

Siwon membuka kantong map tersebut. Dia mengeluarkan lembar kertas HVS yang ada didalamnya. Yoona menunggu reaksi Siwon dengan harap-harap cemas. Siwon menerawang kedua gambar design hasil buatan Yoona. Dia memperhatikan satu persatu gambar tersebut. Secara detail dan teliti. Siwon menyunggingkan bibirnya ternyata Yoona memakai sarannya juga dan Yoona membuat gambar yang digambar oleh siwon dua hari lalu  dipadukan dengan design miliknya dan ditambah pelengkap lagi yang membuat pakaian itu benar-benar waah!.

Siwon tentu puas dengan hasil Design Yoona, ternyata Yoona orang yang cepat dalam hal belajar. Tapi Siwon tidak mau menunjukan rasa puasnya secara terang-terangan dihadapan Yoona. Nanti dia bisa besar kepala.

“Eottokae?” tanya Yoona penasaran.

“Good Job, kita akan ajukan ini segera ke tim produksi.” Jawab Siwon sambil menatap Yoona.

Secara perlahan senyum bahagia Yoona mengembang. Membuat senyum yang sangat manis dan terlihat puas serta bahagia. Yoona menjetrikan jarinya. “Yeah! I knew That! Thank you very much!” ucap Yoona seraya berdoa.

Tanpa sadar Siwon ikut merasa bahagia dan tersenyum melihat Yoona yang bersikap seperti itu. tapi lagi-lagi ia menepis perasaan yang aneh yang muncul pada dirinya. Ia mengeluarkan suara batuk. Membuat Yoona tersadar dari kebahagiannya dan kembali bersikap kalem.

“Oke, kau bisa keluar sekarang, nanti jika tim produksi siap, kau tinggal berurusan dengan tim produksi dan marketing.”

Yoona memanggutkan kepalanya.”Ne.. Aku permisi dulu..” Yoona membalikkan badannya berniat untuk keluar dari ruangan Siwon.

“Ehm.. Yoona ssi.” Panggil Siwon.

“Ne?” Yoona menoleh lagi.

Siwon terdiam. Dia mulai mengutuki dirinya sendiri yang entah kenapa bisa-bisanya mulutnya memanggil nama Yoona. Otaknya berpikir keras, apa yang akan ia ucapkan selanjutnya.

“Tentang waktu itu.. hem. Sulli..ah, sejak kapan kau mengajar Sulli?” tanya Siwon jadi salah tingkah.

“Tiga tahun lalu. Karena pekerjaan menjadi Designer disini tidak terlalu berat maka aku menjadi guru freelance bahasa mandarin di Sangkwan school untuk dua kali pertemuan dalam seminggu, Sulli dia anak yang pintar dan manis.” Jawab Yoona.

“Ouh.. kalau begitu aku akan memberikan pekerjaan berat untukmu nanti.” Sahut Siwon asal. “ kau boleh pergi sekarang!” usir Siwon.

Yoona menatap Siwon tidak percaya. Matanya menajam. Dasar pria aneh!solusi macam apa itu? Pikir Yoona dalam hati.

“Kenapa kau menatapku seperti itu?” tegur Siwon.

Yoona memanyunkan bibirnya. “Tidak apa-apa!” jawab Yoona lalu berlalu dari Siwon dan berjalan keluar ruangan Siwon. Tanpa berpamitan lagi.

Sekeluar Yoona dari ruanganya, Siwon merasa ada yang aneh pada dirinya. Rasanya ruangannya menjadi panas. Dia merenggangkan ikatan dasinya pada lehernya dan membuka dua kancing atasnya. Merasa gerahnya belum juga ilang, siwon melepas jasnya dan menggulung lengan kemejanya sampai siku lengan.

“Ah.. so hot.. whats wrong about me?” tanya Siwon pada dirinya sendiri.

Lagi-lagi ternyiang ucapan Sulli ditelinganya. “Oppa! Apakah oppa tidak tertarik sama sekali dengan YoonA eonni? Ah, oppa please, open your eyes!”

Siwon menutup kedua telinganya. Dia tidak mau mendengar apapun. Tapi matanya tertuju pada Design gambar Yoona yang ada diatas meja kerjanya. Tiba-tiba gambar design pakaian itu berubah menjadi wajah Yoona yang sedang tersenyum. Siwon dengan cepat meraih kertas itu dan memasukan kembali kedalam map.

“Kenapa wanita itu jadi seperti hantu?” keluh Siwon.

 

~***~

 

Yoona masuk kedalam ruang kerjanya. Dia melihat photo-photo yang tertempel pada dinding ruang kerjanya. Photo dirinya bersama Kyuhyun, kakak Kyuhyun, keponakan Kyuhyun, dan photo dia bersama Seohyun, teman-teman mengajarnya, teman-teman designernya. Dan terakhir ia melihat photo seorang wanita yang sedang tersenyum sambil memegang bunga lily putih.

Yoona menyentuh photo tersebut. Matanya jadi meredup dan dibibirnya tak ada lagi senyum terlukis. “Eomma, Beoggosiposo!” ucap Yoona Lirih.

Tapi seditik kemudian setelah dia menarik dan membuang nafas panjang,Yoona tersenyum lagi. Dia mengeluarkan ponselnya dari dalam tas yang ia letakan diatas meja kerjanya. Yoona meletakan ponselnya ditelinga kanannya.

“Kyu..!!” jerit Yoona begitu dari saluran sebrang Kyuhyun menjawab teleponnya.

“Apa nanti siang kau sibuk? Tidak? Ah,, bagus.. aku akan mentraktirmu makan siang direstoran bubur dekat pinggir jalan ya? Jam dua belas siang! Iya! Ketemu disana saja tidak usah jemput aku… ah?… iyaa.. iya.. aku? Aku sedang bahagia saja… sampai nanti.. bye!!”

Yoona menutup teleponnya. Dia menekan layar sreen ponselnya lagi dan menghubungin nomor seseorang lagi.

“SEOHYUN-SSI!!” jerit Yoona begitu Seohyun menerima panggilannya.

“Aku tahu hari senin jam dua belas siang, kau free sampai jam dua siang! Kau tidak ada kelas mengajar kan? Tentu aku tahu.. aku ingin mentraktirmu makan bubur di restoran pinggir jalan itu… ada angin apa? Angin topan! Tidak .. aku serius.. datang ya! Aku tunggu!! See you bye!!”

Yoona mengakhiri pembicarannya dengan Seohyun.  Dia memasukan kembali ponselnya kedalam tas tangannya. Yoona duduk dikursinya. Bersandar pada sandaran kursinya. Ia mendangakan kepalanya menatap langit-langit ruangan kerjanya. Matanya menarawang sambil tersenyum. Lama-lamaan dia memejamkan matanya dan menenangkan dirinya sendiri yang akhir-akhir ini jauh dari sempurna dan selalu merasa kacau karena choi Siwon direktur barunya. Tapi Yoona sadar sekarang sikap keras Siwon padanya semata-mata untuk mendidiknya menjadi pekerja yang lebih propesional lagi.

 

~***~

 

Yoona tersenyum ketika melihat Kyuhyun datang bersamaan dengan Seohyun masuk kedalam pintu  restoran bubur tempat Yoona janji akan mentraktir kedua sahabatnya itu.

“Hai.. Kyu! Kau menyampar Seohyun, untuk datang bersama?” tanya Yoona sambil tersenyum.

Air Muka Kyuhyun langsung berubah jadi tidak suka. “Jangan bercanda! Aku bertemu dengannya didepan pintu.”

“Benar, aku bertemu dengan Kyuhyun didepan pintu kok..” sahut Seohyun.

Yoona memanggut-manggutkan kepalanya penuh arti. Mencoba tidak memperpanjang banyolannya lagi.

“Kau bilang, ingin mentraktirku? Tapi kenapa ada dia juga?” bisik Kyuhyun.

“Seohyun maksud kamu?” tanya Yoona pura-pura tidak tahu.

“Ya siapa lagi?”

“Kan aku ingin mentraktir kalian berdua, karena aku tidak punya waktu luang banyak, jadi sekalian saja., dan menghemat pengeluaran juga kan?” tanya Yoona.

Kyuhyun membuang nafas panjang. Lalu dia duduk diantara Yoona dan Seohyun.

“Ada angin apa memangnya yang bisa membawa kami kesini untuk makan bubur gratis?” tanya Kyuhyun.

Yoona menatap wajah Kyuhyun dan Seohyun bergantian,pertanyaan Kyuhyun sama dengan pertanyaan Seohyun tadi ditelepon. “My Bussiness!! Aku berhasil! Design pakaian ku sudah disetujui dan sebentar lagi musim semi ini akan menjadi peluncuran perdananya. Hebatkan?”

“Wah.. Chuakkahae!!” seru Seohyun ikut bergembira melihat Yoona bahagia.

“Jinja?? Tapi seharuskan kau mentraktir kami lebih dari ini. Karena setelah ini pasti kau mendapat komisi yang tidak sedikitkan?” singgung Kyuhyun.

Yoona mencibirkan bibirnya, lalu menjitak kepala Kyuhyun.”Kau perhitungan sekali terhadap sahabat!! Nanti jika semuanya sudah beres kalian juga akan kena bagian lagi!”

“Yoona aku jadi  ikut senang mendengarnya. Kau memang Designer yang hebat.”

“Gomawoyo..Seohyun-ah!! Kau memang teman terbaikku!”  ucap Yoona senang.

Kyuhyun hanya meliriknya dan pura-pura tidak tertarik dengan tingkah Yoona.

“Kalian boleh pesan sampai tiga mangkuk! Aku yang bayar!”

“Aku satu mangkuk saja!” sahut Seohyun.

“Aku dua! Aku lapar!!” sahut kyuhyun.

“Oke! Ajjussi empat mangkuk bubur spesialnya!!” teriak Yoona pada Ajjusi pemilik restoran bubur tersebut.

Mereka mengasih kode pada Yoona untuk menunggu sebentar.

 

Mereka bertiga sedang asik menikmati bubur  yang telah dipesan, dan Kyuhyun baru saja menghabiskan mangkuk yang keduanya.tiba-tiba ringtone ponsel Yoona berbunyi. Yoona langsung menghentikan suapannya dan memeriksa tasnya mencari ponselnya. Yoona menatap layar ponselnya dengan pandangan aneh. Dia tidak mengenali nomor ponsel yang menghubunginya. Yoona nampak ragu untuk menjawabnya tapi karena dia takut penelpon itu punya urusan penting dengannya maka Yoona mengangkat teleponnya juga.

“Yoboseyo..?” ucap Yoona.

Begitu terdengar suara berat seorang pria, Yoona terdiam, dia menjauhkan sedikit ponselnya dari telinganya. Dahi berkerut, dia sedang berpikir tentang suara penelpon itu. diam-diam Kyuhyun memperhatikan gerak-gerik Yoona sambil terus mamasukan suapan bubur kemulutnya. Seohyun memperhatikan Kyuhyun dengan ekspresi khawatir melihat gaya makan Kyuhyun sejak tadi.

“Nuguya?” tanya Yoona.

Lagi-lagi dia terkejut, suara pria itu berteriak memakinya. Yoona menghela nafas sebal. Darimana orang ini tau nomor ponselnya?

“Aku sedang makan siang dengan temanku direstoran bubur tidak jauh dari kantor, apa? Sekarang? Kenapa mendadak sekali? Anda tidak bilang dari pagi? Astaga? Ne..araseo! ne.. ne.. aku akan sampai dikantor dalam waktu sepuluh menit!”

Yoona menutup ponselnya. Wajahnya berubah jadi kesal.

“Siapa yang menelpon?” tanya Kyuhyun.

“Ah.. itu, atasanku!” jawab Yoona. “Oh.. iya Jeongmal Mianhae, aku sepertinya harus pergi deluan, ada urusan pekerjaan mendadak. Heemm.. Kyu, kau bisa antarkan Seohyun pulang sekalian kan?”

Kyuhyun tercenga kaget dengan permintaan Yoona.

“Tidak usah aku bisa pulang naik bus.. tidak perlu merepotkan Kyuhyun ssi.” Cegah Seohyun merasa tidak enak hati.

“Kau tidak perlu sungkan, temanku adalah temanmu juga! Kyu, tolong aku ya..” Yoona mencoba merayu Kyuhyun sambil memegang bahu Kyuhyun.

Kyuhyun mendesah pasrah. “Ah.. apa boleh buat.”

“Baik, kalau begitu kalian selesaikan saja makannya setelah itu baru pulang, kyu kau harus mengantarnya sampai depan Apertementnya!” perintah Yoona.

“Iya.. bawel sekali.” Keluh Kyuhyun.

“Gomawo..” ucap Seohyun ditujukan pada Kyuhyun yang sudah bersedia mengantarnya pulang.

Yoona melampirkan tasnya dibahu. Dia bangun dari kursinya dan berpamitan dengan Kyuhyun dan Seohyun. Dengan langkah lebar Yoona keluar dari restoran bubur tersebut. Kyuhyun terus memandangi kepergian Yoona dengan wajah kecewanya. Seohyun terus memandangi Kyuhyun dengan tatapan yang sulit diartikan. Entahlah apa yang sedang dipikirkan Seohyun tentang Kyuhyun.

 

~***~

 

Siwon sudah berdiri didepan gedung kantor bersama Jessica.  Siwon mengecek jam tangannya untuk yang kesekian kalinya. Tak lama sebuah mobil sedan berwarna silver berhenti dihadapannya dan menurunkan kacanya.

Yoona mengeluarkan kepalanya dari dalam mobil. “Maaf jalanan agak sedikit padat. Aku akan memarkir mobilku dulu.”

“Tidak usah! Kita pakai mobilmu saja.” ucap Siwon yang tiba-tiba langsung melangkah maju dan masuk ke kursi belakang. Yoona memberi tanda pada Jessica untuk duduk disebelahnya saja.

“Kita sudah tidak punya waktu banyak, acara akan dimulai sepuluh menit lagi. Cepat jalankan mobilmu ke lokasi.”

Yoona meringis kesal sambil menatap Siwon  melalui kaca sepion diatas daskboard Siwon terlihat acuh dan mulai sibuk dengan tabletnya. Tanpa berkomentar Yoona menginjak gas mobilnya meninggalkan gedung kantornya.

“Jadwal pertemuan hari ini adalah acara yang dibuat Oleh Lotte dapertement, mereka adalah saingan terbesar kita, maka tentu aku tidak bisa melewatkan undangannya ini.” Oceh Siwon dikursi belakang.

“Kenapa anda mengajak saya?” tanya Yoona sambil fokus mengemudi.

“ini pertemuan para designer yang akan meluncurkan karya di musim semi nanti.” Jawab Siwon.

“Jinja? Ommo!! Kenapa anda tidak bilang kepada ku sejak awal? Aku tidak ada persiapan apapun!” Yoona terlihat panik.

“Memangnya apa yang mau kau siapakan?” tanya Siwon.

“Tentu saja  diriku! Aku harus terlihat dengan tampilan yang baik!” jawab Yoona kesal.

“Mereka akan menilai ucapan dan karyamu bukan penampilan mu!” ledek Siwon.

“Hei! GangnamMan! This is Gangnam Place! Kau lupa? Bahwa mayoritas orang Gangnam selalu melihat penampilan luar nomor satu! Dan lihat saja dirimu! Kau juga selalu berpenampilan sesempurna mungkinkan?”

Siwon terdiam. Yoona benar.

Jessica sejak tadi terdiam saja. dia tidak tahu harus bicara apa, karena sejak tadi Yoona dan Siwo terus berdebat tentang urusan mereka berdua.

“Oh..iya by the way anda tahu nomor ponsel saya dari mana?”

Siwon memebelakan matanya. Lalu dia menunduk menatap tabletnya lagi. Dia jadi salah tingkah. Tidak mungkin kalau dia akan bilang dapat dari Sulli yang ingin menjodohkan dia dengan Yoona. Bisa turun harga dirinya dihadapan Yoona yang masih aneh dimata Siwon.

“aku ini atasan mu jadi untuk mengetahui data pribadi pegawaiku, itu adalah masalah kecil.” Jawab Siwon bohong. Padahal adiknya yang memberikan nomor ponsel Yoona secara Cuma-Cuma.

Yoona memanggut-manggutkan kepalanya percaya begitu saja.

Siwon tersenyum diam-diam.

 

~***~

Didalam mobil, Kyuhyun dan Seohyun nampak kaku, suasa diantara mereka jadi begitu dingin. Seohyun terus memainkan jari-jari tangannya, itu menandakan dirinya sedang tidak nyaman. Kyuhyun menoleh keluar kaca. Memandangi jalanan gangnam yang elit dan selalu ramai. Seohyun merasa kekurangan oksigen harus berduaan seperti ini bersama Kyuhyun.

“Kyuhyun ssi..” akhirnya Seohyun memberanikan diri membuka mulutnya dan memecah kesunyian diantara mereka. “Kudengar menjadi seorang jaksa itu cukup sulit dan harus bersikap selalu bijaksana dan tegas ya?”

Kyuhyun memanggutkan kepalanya. “Benar.. tidak sembarang orang bisa menjadi jaksa.” Jawab Kyuhyun terdengar angkuh.

“Ku dengar kau juga termaksud jaksa yang handal. Kau dapat menangani masalah klien mu dengan baik.”

“Tidak juga kurasa semua jaksa juga begitu.” Sahut Kyuhyun.

“Ouh.. “ Seohyun kehabisan kata-kata untuk dibicaran dengan Kyuhyun.

Tiba-tiba mobil berhenti. Seohyun menghembuskan nafas ketika melihat gedung Apertementnya sudah ada dihadapannya. Mau tidak mau Seohyun membuka sabuk  pengamannya.

“Kyuhyun ssi terimakasih atas tumpangannya dan telah mengantar aku sampai rumah.” Ucap Seohyun tidak lepas dengan senyumnya.

“Iya.. itu bukan masalah.” jawab Kyuhyun datar.

Seohyun membuka pintu mobil Kyuhyun. Tapi dia menoleh ke Kyuhyun lagi yang sedang menatapnya. “Kau tidak ingin masuk ke rumahku dulu?”

“Tidak. Lain kali saja.. aku bisa datang bersama Yoona.”

“Ah. Begitu, baiklah.. sampai jumpa.. hati-hati dijalan.” Ucap Seohyun.

Dia keluar dari mobil Kyuhyun, begitu Seohyun menutup pintu mobil Kyuhyun. Dia langsung menginjak gas dan pergi meninggalkan Seohyun. Seohyun terdiam menatap kepergian mobil Kyuhyun.

“Dia masih bersikap kaku dan dingin kepadaku..hah..kenapa aku bisa tertarik dengan pria seperti itu?” ucap Seohyun pelan.

Seohyun mengibaskan tangannya didepan mukanya sendiri. Seolah bisa mengusir bayangan Kyuhyun di pikirannya. Seohyun tersenyum lalu berjalan masuk kedalam gedung Apertementnya itu.

 

~***~

 

Yoona menebar senyum ramahnya seperti biasa yang selalu ia lakukan jika bertemu dengan rekan-rekan kerjanya. Siwon cukup terkejut melihat banyak orang yang mengenal Yoona dipertemuan ini sejak ia masuk keruang pertemuan banyak orang yang dengan ramahnya menyapa dan menyambut kedatangan Yoona.

“Ternyata kau cukup popular juga?” tanya Siwon yang berdiri  disamping Yoona yang sedang meminum anggurnya.

Yoona menghentikan minumnya, dia tersenyum kecil lalu memandang Siwon. “benarkah? Akhirnya anda mengakui hal itu.”

Siwon mengangkat sudut bibirnya mendengar ucapan Yoona. Dan malas untuk berkomentar apa-apa lagi, nanti Yoona semakin besar kepala.

Terdengar suara lengkingan dari sebuah microphone yang menyala. Dan tak lama ada seorang Mc yang membuka acara selanjutnya. Yoona dan Siwon memutar tubuh mereka menghadap panggung. Jessica ada dibagian lain bersama sekretaris lain untuk mencatat kira-kira dari pertemuan ini point apa saja yang penting. Sesuai perintah Siwon.

“Kami ingin memperkenalkan designer pakaian pesta  kami yang baru, dia baru saja menyelesaikan pendidikannya di prancis dan bekerja paruh waktu disalah satu butik diparis.” Ucap seorang MC yang berpenampilan menarik, wajahnya mirip actor Hyun Bin.

Yoona mendengarkannya dengan saksama. Jadi Lotte Dapertement store ingin mengumumkan perancang busana pestanya diacara ini. Yoona jadi penasaran kira-kira siapa orang itu,

“Woww.. sepertinya dia akan menjadi saingan kita, dia mempuanyai keunggulan dikelulusannya, dan pengalaman kerjanya.” Seru Siwon.

Yoona melirik Siwon. “memangnya kalau hanya lulusan dalam negeri kenapa?” Yoona merasa tersinggung rupanya.

“Tidak apa-apa sih, sebenarnya mau dimanapun dia belajar yang menjadi keunggulannya adalah hasil karya dan pemikirannya. Tapi sayangnya kebanyakan orang  akan memandang dari mana mereka berasal.” Jelas Siwon.

Yoona terdiam. Dia mengalihkan dengan meminum lagi anggurnya. Kenyataannya memang seperti itu. bukankah rumput tetangga selalu lebih bagus daripada rumput dirumah sendiri?, dan rumah mewah memang lebih diinginkan daripada rumah sederhana?.

“Kita sambut dan beri tepuk tangan yang meriah..Designer baru  Dapertement Store Kami… Kwon Yuri!!!”

Yoona tersendak begitu mendengar apa yang diucapkan oleh si pembawa acara, Yoona bahkan membelalakan matanya, terkejut dengan apa yang ia lihat diatas panggung kecil didepannya.

“Uhuk..uhukk..” Yoona terus mengeluarkan suara batuk karena tersendak air anggur.

“Kau tidak apa-apa?” tanya Siwon khawatir. Dia memberikan sapu tangannya pada Yoona. Yoona mengambilnya dan buru-buru menenangkan dirinya sendiri.

Yoona sudah dapat mengotrol dirinya sendiri. Dengan pandangan takut dan tidak percaya dia memberanikan diri melihat orang yang sedang berdiri dan berbicara diatas panggung itu sekarang.

“Kwon Yuri?” sebut Yoona seperti tidak percaya.

Siwon memperhatikan perubahan air muka Yoona, Yoona jadi nampak tidak nyaman pada acara ini tidak seperti tadi saat pertama datang.

“Aku senang sekali bisa kembali kenegara kelahiranku dan dapat bekerja berbagi karya ku dengan Lotte dapertemen. Untuk menyambut musim Semi nanti aku akan meluncurkan Karya perdanaku yang terbaik. Kuharap kalian dapat menerimanya serta sabar menanti.”

Yoona terdiam mendengarkan apa yang sedang diucapkan Yuri dalam sambutannya. Tak sengaja mata Yuri bertemu dengan mata Yoona. Yoona menundukan kepalanya menghindari tatapan langsung mata Yuri. Dan setelah itu pikirannya ngeblank. Dia sudah tidak dapat mendengar apapun yang dibicarakan Yuri didepan sana. Dia hanya merasa tidak nyaman berada disini dan dia tetap tidak suka dengan Yuri.

“Kau kenapa? Kurasa dia akan menjadi sainganmu di musim semi ini. Hemm.. dia cantik juga.” Ucap Siwon.

Yoona tidak berkomentar apapun atas ucapan Siwon. Ucapannya hanya dapat memperburuk perasaannya.

“Dia jalan kesini..” bisik Siwon.

Yoona langsung mengangkat kepalanya dan benar Yuri sedang berjalan kearahnya dengan senyum yang terlalu lebar. Yuri berhenti dihadapan Yoona yang tidak mampu mengedipkan matanya.

“Annyeong Yoona ssi? Long time no see.. Apa kabarmu?” Tanya Yuri tidak lepas dengan Senyumnya yang Yoona sama sekali tidak suka melihatnya.

“Hai.. aku baik-baik saja..” jawab Yoona singkat. Serta terpaksa membuat senyum kecil dibibirnya.

“Kau tidak menanyakan kabarku?”

“Kurasa keadaanmu sangat baik, jadi aku tidak perlu menanyakan apapun.” Jawab Yoona enggan.

Yuri tersenyum kecil. “ku dengar kau bekerja di Hyundai Dapertement Store? Hemm sebagai perancang busana pesta juga?  Wah.. apa karir mu lancar-lancar saja sejauh ini?”

Yoona tidak  menjawab apapun. Tangan kanannya mengepal seperti menahan emosi.

“sepertinya aku akan menjadi sainganmu lagi. Ini sangat menyenangkan..sampai ketemu dikarya musim semi. Good Luck!“ Yuri mengakhiri ucapannya dan meninggalkan Yoona.

Yoona menundukan kepalanya. Wajahnya terlihat begitu murung.

“Kau sudah mengenal lama dengan dia?” tanya Siwon.

“Ne..” Jawab Yoona pelan. “Aku selalu berharap tidak pernah bertemu dan tidak tahu kabarnya. Tapi sekarang dia malah muncul.” Tambah Yoona.

Yoona kembali menengguk air anggur dengan gelas baru. Menengguk lagi dan lagi sampai digelas ketiga siwon merebut gelasnya dengan kasar.

“Ada apa denganmu? Kau masih harus mengemudi, jadi jangan sampai mabuk.” Tegur Siwon.

“Bisakah kita pulang deluan dari sini?” tanya Yoona.

“kita bisa dianggap tidak sopan jika meninggalkan acara begitu saja.”

“Tapi kepalaku pusing… kalau begitu aku pulang deluan. Kau bisa pulang naik taksi bersama Jessica kan?”

Siwon hanya terdiam sambil menebak-nebak perubahan sikap Yoona. Yoona membungkukan tubuhnya  berniat berpamitan pada Siwon. Baru Yoona ingin memutar tubuhnya seseorang pria berbadan besar berjalan menubruk bahu Yoona dan membuat Yoona yang tidak dapat menjaga keseimbangan tubuhnya karena pikirannya sedang kacau dan juga memakai High Heels, maka Yoona oleng kesamping dan dengan gerak cepat Siwon menangkap rubuh Yoona yang roboh, Yoona menarik kerah Jas Siwon. Siwon menahan tubuh Yoona dengan kaki kanannya yang sedikit ditekuk. Mata mereka seling bertemu pandang.  Jarak wajah mereka begitu dekat. Semua tamu memperhatikan mereka.

Yoona mengekedipkan matanya dua kali. Dia ingat adegan ini, adegan ini sebelumnya pernah terjadi, saat dia bertebarakan dengan Siwon lalu dia tidak bisa menjaga keseimbangan, lalu Yoona menarik kerah baju seorang pria dan pria yang terkejut lalu jatuh menibani tubuhnya karena sarap meja yang ia tarik malah jatuh dan menumpahkan pudding diatas meja dan lalu Pria itu menindih tubuh Yoona dan mencium Yoona!

“Ahhh….!!!” Yoona berteriak histeris dan langsung melepaskan diri dari pegangan Siwon.

Siwon juga langsung melepas tangannya dan berdiri tegap sambil membenarkan jas yang ia pakai. Dia jadi salah tingkah. Yoona mengibas-ngibaskan tangannya didepan wajahnya sendiri. Dia mendadak jadi gerah mengingat hal itu. Siwon juga melonggarkan ikatan dasinya dia juga mendadak udara diruangan ini menjadi panas. Mereka nampak saling salah tingkah dan semua mata tertuju pada mereka dan tidak sedikit yang berbisik-bisik tentang Yoona dan Siwon.

Jessica berlari menyeruak dari kerumunan orang sejak mendengar suara lengkingan Yoona. Dia menatap heran pada Siwon dan Yoona, apa yang terjadi memangnya. Jessica mendekati Yoona dan Siwon.

“Ada apa?” tanya Jessica penasaran.

“Bagus kau sudah ada disini. Ayoo kita pulang saja.” ucap Siwon.

“Iya benar ayoo kita pulang. Aku benar-benar merasa panas disini.” Tambah Yoona.

Lalu Siwon dan Yoona berjalan deluan meninggalkan ruang pertemuan itu. Yuri yang dari jauh melihat adegan tadi tersenyum penuh arti sambil memandang kepergian Yoona yang berjalan tergesa-gesa.

 

~***~

 Sulli celingukan seusai kelas berakhir. Dia masih enggan meninggalkan kursinya, bahkan untuk bangun dari kursinya pun tidak. Wajahnya terlihat khawatir dan serbasalah. Dia mengecek ponselnya lagi. Mencoba menghubungi Oppanya, tapi lagi-lagi tersambungkan ke mailbox, Sulli meringis kesal. Dan meletakan dengan kasar ponselnya begitu  saja diatas meja. Kenapa oppanya jadi selelet ini.

“Ya.. Sulli-ah, ayoo kita pulang, kita tunggu jemputan bersama-sama.” Ajak Amber yang langsung menarik tangan Sulli.

Tapi Sulli meneganggan tubuhnya dan tetap tidak mau bangun dari kursinya.

“Kenapa?” tanya Amber dan Krystal bersamaan.

Sulli mengigit bibir bawahnya dengan cemas. “Aku.. hem.. aku mempunyai sedikit masalah..”

“Masalah apa? Kau sakit?” tanya Amber, serta merta langsung memegang kening Sulli.

Sulli menggelengkan kepalanya. “Aniya..tapi masalah yang lain.” jawab Sulli.

“Apa?” tanya Krystal penasaran. Apalagi dia juga melihat Sulli sudah keringat dingin begitu.

Sulli menggerakan jari telunjuknya menyuruh Krystal dan Amber mendekat. Kyristal dan Amber langsung mendekati Sulli.”Aku sedang haid, dan aku nembus..” ucap Sulli perlahan dan pelan.

“Jinja??!!” Seru Krystal dan Amber terkejut.

“Ssssttt…!!!” Sulli langsung menyuruh kedua temannya itu mengecilkan suara mereka. Karena dikelas masih banyak orang termaksud Minho yang sedang sibuk merapikan isi tasnya.

“Lalu sekarang apa yang akan kau lakukan? Kau bawa jaket?” tanya Krystal.

Sulli menggelengkan kepalanya lagi.

“Gawat! Rok seragamkitakan berawarna kotak-kotak biru putih.  Hemm.. apakah nodanya banyak?” tanya Amber.

Sulli memanggutkan kepala dengan pasrah.

Krystal dan Amber mencoba membantu Sulli berpikir bagaimana caranya Sulli bisa meninggalkan kelas dengan aman tanpa orang lain tau masalah Sulli. Sulli baru meletakan kepalanya diatas meja, tapi Sebuah jaket baseball mendarat diatas kepalanya. Sulli kaget dan mengangkat kepalanya, Minho sedang  berdiri disampingnya dan menatapnya dengan wajah datar.

Sulli mengambil jaket baseball milik Minho itu, “Apa ini?”

Krystal dan Amber saling tatap-tapan memberi kode, lalu menatap Sulli dan Minho bergantian penuh arti.

“Kau mau pinjam tidak? Kurasa kau membutuhkannya.” Jawab Minho dengan suara yang datar juga.

“Tidak! Aku tidak membutuhkannya!” tolak Sulli gengsi menerima tawaran Minho.

“Benarkah?  Baiklah kalau begitu.” Minho mengambil jaketnya segera.

“Tunggu!” teriak Amber dan Krystal bersamaan.

Amber mengambil jaket Minho lagi sambil menyengir lebar dan menepuk-nepuk bahu Minho. “kau benar Sulli sangat membutuhkannya. Jadi terimakasih atas inisiatif mu meminjamkan jaket ini untuk Sulli.

“Iya.. Sulli ini cara yang paling bagus.” Ucap Krystal.

“Bagimana kau tahu kalau aku membutuhkan jaketmu?” tanya Sulli curiga.

Minho membuang mukanya kearah pintu kelas. Lalu dengan wajah yang masih datar juga dia menjawab. “Karena aku  tahu kau punya masalah sejak usai istirahat kedua.” Lalu dengan acuh berjalan pergi dari hadapan Sulli. Dan keluar dari dalam kelas.

Sulli, Krystal dan Amber membuka mulutnya lebar, mereka terkejut dengan jawaban Minho.

“Ommoo!!! Jadi Minho sudah tahu, sudah melihat, kalau kau… hemmm..”

“AAAaaaarrggghhh….!!!” Teriak Sulli frustasi sambil menutupi wajahnya yang memerah karena malu. “Ahh..Eottoke??”

Kedua temennya hanya mampu menggelengkan kepala, karena bagaimanapun Sulli memang ceroboh sih.

“Ah.. tapi Sulli!!” Seru Krystal antusias. “Jadi sebenarnya Minho sangat memperhatikanmu! Masa yang lain tidak sadar atas masalahmu tapi dia tahu. Dan.. heem,dia memperhatikan bagian bokong mu?”

“CHOI MINHOOOOOO!!!!” teriak Sulli kesal. Sampai menghentak-hentakan kakinya dilantai.

 

~***~

 

Sejak kembali kekantor setelah sepulang dari acara pertemuan dengan para undangan Lotte Dapertement Yoona nampak cemas akan sesuatu. Yang membuatnya cemas tentu karena kehadiran Yuri yang muncul  tiba-tiba dan memberinya petunjuk untuk memulai Kompotisi dengannya.

Yoona mundar-mandir didepan ruangan Siwon. Dia ingin berbicara sesuatu dengan Siwon. Jessica baru saja keluar untuk pulang jadi Yoona sendirian mundar-mandir diruangan kerja Jessica didepan ruang kerja Siwon. Yoona ingin mengetuk pintu ruangan kerja Siwon tapi dia ragu. Yoona menggigit bibir bawahnya. Telapak tangannya ia kual-kual seiring dengan rasa cemasnya.

Tepat pada Saat Yoona berdiri dekat depan Pintu dan menunduk didepan Pintu. Siwon membuka pintunya dari dalam Dan kepala Yoona terbentur tubuh Siwon. Yoona langsung terlonjak kaget dan sedikit mundur dengan sikap kikuk.

Siwon menatap Yoona juga dengan sikap aneh. “Kenapa kau disini?”

“Hemm.. itu..ini..ah.. aku..” Yoona nampak tidak tahu apa yang harus dia ucapkan.

“Jika tidak ada yang igin kau bicarakan dan tidak penting silakan menggeser tubuhmu dan menjauh dari sisiku.” Ucap Siwon sambil mendorong bahu Yoona. Dan berjalan melewati Yoona.

“Ah..tunggu!! Tunggu!!” Yoona langsung mencegah Siwon.

Siwon menoleh lagi menatap Yoona yang berjalan mendekatinya. “Aku memerlukan bantuan anda.”

Siwon menaikkan alisnya. “Bantuan untuk?”

“Banyak hal!” jawab Yoona cepat.

“Contohnya?”

“Mengsukseskan peluncuran karya musim semiku tahun ini, kalau bisa aku ingin sampai seluruh Asia tahu dengan karyaku.”

Siwon meletakan tangannya diatas kening Yoona. “Kau sakit?”

Yoona menepis tangan Siwon. “Aku serius.. aku, aku rasa ucapanmu kemarin-kemarin benar, aku selama ini tidak mendengarkan kritik dan saran orang lain, aku hanya terpaku dengan hasilku sendiri dan karena aku juga merasa tidak memiliki saingan. Tapi sekarang aku merasa terancam. Jadi aku..tolonglah aku..”

“Apa karena Kwon Yuri?” tanya Siwon.

Tepat tebakan Siwon tepat. Yoona memanggukkan kepalanya dengan pasrah.

“Kau merasa dia lebih baik darimu?”

Yoona menggelengkan kepalanya.

“Lalu?” tanya Siwon.

“Aku tidak mau lagi dikalahkan begitu saja olehnya.. aku tidak ingin kekuranganku membuatku terhina lagi.” Jawab Yoona dengan suara kecil.

“Kau ada masalah dengannya dimasa lalu?” tanya Siwon jadi penasaran.

“Iya..”

Siwon tersenyum kecil sambil mengangkat kedua alisnya. “Aku sudah menebaknya, dari sikapmu terhadap Yuri saat tadi bertemu.”

“Jadi kau ingin membantuku?” tanya Yoona memastikan.

Siwon mengangkat bahunya.”Molla… kita bicarakan besok dijam makan siang, sekarang aku harus menjemput Sulli, supir pribadinya sedang sakit.”

“Oh..Besok? jadi besok kau mengajakku makan siang?” tanya Yoona gegabah.

Siwon terdiam sesaat. Lalu mendangi wajah Yoona dengan tatapan matanya yang tajam. “Memangnya kedengarnnya seperti itu ya? Aku tidak mengajakmu makan siang bersama, tapi kita akan makan siang untuk membicarakan masalahmu dan hemm.. untuk membayar utangmu tempo hari.”

“Yang mana?”

“Yang kau melupakan dompetmu.”

Yoona tertegun mendengarnya. “Ah.. benar! Aku hampir melupakannya. Baiklah.. sampai bertemu besok.”

“Ya.”

Siwon berjalan deluan, Yoona mengekori dari belakang. Siwon diam-diam tersenyum dan Yoona dibelakangnya juga tersenyum walau seluruh hatinya belum bisa dikatakan tenang. Tapi setidaknya ia bisa mempunyai sedikit jalan keluar untuk menghadapi saingannya yaitu Kwon Yuri.

 

~***~

 

“Kalau oppa mengangkat teleponku lebih cepat dan menjemputku lebih awal, pasti tidak akan semalu ini! Ah Jinja.. Aku harus bagaimana? Dia itu rival ku… tapi lihat sekarang dia terang-terangan mempermalukan aku didepan teman-temanku!!”

Sejak masuk kedalam mobil Sulli terus saja mengecoh panjang lebar tentang masalah yang baru saja ia alami disekolah, dan ujung-ujungnya Siwon yang disalahkan Sulli atas kejadian tadi. Siwon hanya terdiam mendengarkan ocehan adik satu-satunya itu.

“Aku malu oppa… dan aku bingung, jaket ini harus aku kembalikan atau aku buang saja? aku malu untuk mengembalikannya, dan lagi pula jika aku kembalikan aku takut dia tidak akan menerimanya.”

“Yang jelas kau tidak bisa membuangnya begitu saja. jika memang dia tidak menerimanya baru kau boleh membuangnya.” Ucap Siwon akhirnya memberi saran.

“begitu ya?”

“Ya memang harus begitu, lagipula sebenarnya lelaki itu siapa namannya? Hemm.. Minho? Ya.. dia sebenarnya care padamu. Jadi setidaknya kau harus menghargainya.”

“Tapi dia Rival-ku!” seru Sulli.

“Ya apa salahnya seorang Rival berteman dan saling peduli?”

Sulli terdiam.

“Lagi pula apa sih masalahmu dengan Minho, hingga kau dan dia jadi seperti itu?” tanya Siwon penasaran, karena sebelumnya Sulli pernah curhat tentang ia sangat sebal dengan Minho teman sekelasnya itu. karena Siwon sudah lama tinggal di New York jadi dia tidak tahu duduk perkara awal mula Sulli dan Minho Jadi saling membenci dan membentengi diri mereka dengan kata Saingan.

“Kejadian dua tahun lalu… Saat Olimpiade matematika.” Jawab Sulli sambil ia mengingat-ingat kejadian dua tahun lalu.

“Iya lalu?”

“Waktu itu aku satu tim dengan Minho, kami menjadi tim yang kuat dan berhasil mendapatkan posisi satu.”

“Bagus dong? Diamana masalahnya?”

“Oppa!! Dengarkan aku dulu! Aku belu selesai berceritanya!”

Siwon akhirnya diam dan terus fokus menyetir sambil mendengarkan curhatan adiknya itu.

“Lalu saat penyerahan piala selesai. Dia berlari lalu menabrakku hingga aku terjatuh dan pialaku terlempar dan patah. Itu piala pertamaku saat di di SMA tapi dia merusaknya dan tidak mengucapkan apapun padaku, aku kesal dan marah, aku mengambil pialanya lalu membanting hingga mematahkan pialanya juga. Dia hanya menatapku dengan kesal dan aku juga begitu. Lalu dia memaki ku dengan begitu kasar didepan banyak orang dan aku tidak mau kalah dengan memakinya juga. Dan besokkan harinya kami mulai saling membenci dan tidak mau saling bekerjasama. Diantara kami tidak ada yang mau meminta maaf. Dan dia juga terus mempermalukan ku. Oppa tahu siapa yang mengeluarkan aku dari tim basket wanita? Itu dia oppa! Karena dia kapten junior saat itu. dia mengeluarkan namaku begitu saja! jadi menurutmu oppa dia sangat keterlaluan kan?”

“Jadi seperti itu?” Siwon malah menjitak kepala Sulli.

“Dasar anak remaja yang sama-sama egois. Itu jelas kesalahan kalian berdua dan keegoisan kalian berdua. Jika sejak awal saling meminta maaf dan memaafkan tentu itu tidak akan berkepanjangan!” komentar Siwon.

“Tapi kan Minho yang menabrakku dan tidak meminta maaf deluan, jadi dia awalnya kan yang salah?”

“Seterah kau saja. itu jelas kesalahan kalian bersama!”

Sulli terdiam. Sambil memanyukan mulutnya. Dia menunduk menatap jaket Minho yang ada dipangkuannya lalu menghembuskan nafas panjang. Sebenarnya memang apa yang oppanya bilang tadi benar, tapi memang entah kenapa masalah itu jadi begitu besar dan membuat dia dan minho jadi begitu anti dan berlanjut bermasalah sampai saat ini. Hah..jadi apa yang harus Sulli lakukan besok?.

Sulli tiba-tiba menjentikan jarinya, dia mengingat sesuatu hal. “Ouh iya oppa, Lusa jadwal aku harus memeriksakan karya ilmiahku ke Yoona Eonni… hemm bagaimana kalau aku memintanya bertemu dirumah kita aja? Sekalian makan malam bersama?”

“Mwo??” tanya siwon terkejut. “Yoona? Bertemu dirumah kita? Makan malam bersama? Yang benar saja.”

“lagi pula lusa dirumah tidak adan eomma dan aboji jadi kita bisa melakukan apapun dengan bebas. Sekalian oppa harus lebih kenal  dengan Yoona eonni!”

Siwon terdiam, dia menimbang-nimbang usul Sulli sebentar. Siwon memegang dadanya yang berdebar, sejak tadi pagi entah kenapa setiap menyebut nama dan melihat Yoona ada sesuatu yang aneh didalam tubuhnya. Entah jantungnya bahkan entah aliran darahnya, semua jadi lebih aktif. Dan yang lebih Siwon tidak mengerti yaitu dia selalu ingin tahu tentang banyak hal berkaitan pada diri Yoona. Dan selalu ingin melihat Yoona. Semua itu jadi aneh semejak yoona menangis dihadapannya dan tersenyum gembira begitu tulus padanya.

“Baiklah apa boleh buat.” Jawab Siwon akhirnya menyetujui usul Sulli.

Sulli tersenyum lebar.”Yeeaahh!! Gomawo oppa!!” Seru Sulli Gembira.

Siwon menggaruk-garuk keningnya. Dia merasa dirinya ada yang aneh. Dan ini benar-benar aneh. Sampai dia tidak bisa mengerti apa yang terjadi dengan semua keanehan ini. Tapi dia senang dengan keanehan ini. 

 

~~~ To Be Continued ~~~

Don’t Forget to leave your Comment and Like.. See U on Update soon!! Annyeong!! ^^

Advertisements

112 comments on “FF – The Good Person Part.4

  1. Siwon oppa da mulain suka sama yoona dan masuk tahap jatucinta cie cie siwon oppa.jadi karna itu minsul jadi rival.komplik masa lalu yoonyul itu apasi jd penasaran.

  2. Hah@a..mkin seruuuu…sulli jadi mak comblang..goodjob sullia_ah…ad apa dgn yoonyul,jdi pnsrn.kyknya.wonppa udh mulai punya perasaan sm yoona..
    Next

  3. ceritanya wonpa udh mulai suka nih.. dan kyaknya yoona eonni jga… tpi omong2 emg apa msalah dri yoona sma yuri eonni ya.. pnasaran mu baca selanjutnya

  4. Udh ada tanda2nya nih, antara siwon dan yoona, sebenernya masalah yoona dan yuri itu apa, knpa yoona gk rela gtu kalo harus kalah dari yuri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s