FF – The Good Person ( Part.5 )

ff-TGP-poster

FF – THE GOOD PERSON (Sequel)

( Part.Lima )

 

Judul : The Good Person

Type : Sequel / Part

Author : Ulanchoi Hyoyoon / Twitter : @Lovelyulan

Genre : Romance,Comedy,Drama

Ratting : PG – 17

Main Cast :        

  • Im Yoon Ah  as Lim Yoona
  • Choi Siwon as Choi Siwon
  • Cho Kyuhyun as Cho Kyuhyun
  • Seo Jo Hyun as Kim Seohyun
  • Choi Jin Ri as Choi Sulli
  • Choi Minho as Choi Minho

Other Cast : Member SUJU, SNSD, And SHINee

Warning! FF ini saya tulis berdasarkan imajinasi yang saya miliki, jadi tolong bagi pembaca hargai penulis. FF ini saya buat semata-mata untuk meluangkan Hobi saya dalam menulis dan untuk menghibur para pembaca dan Kpop lovers secara gratis. Jadi setelah selesai baca diharapkan tinggalkan komentar berupa kritik dan saran dan Dilarang keras ngeCopyPaste jalan cerita! Mohon maaf jika banyak salah penulisan (Typo) itu karena saya kalau mengetik suka kecepatan dan kelewat edit. Jadi silakan membaca! Enjoy for This Story!! 🙂

                                             ~ THE GOOD PERSON PART LIMA ~

 

Yoona duduk dikursi ruang kerjanya, dia meletakan kepalanya diatas meja dengan perasaan lunglai. Yoona mengetuk-ngetukan jemarinya pada buku catatan rancangannya yang baru saja ia pelajari, karena ia sedang merasa sangat jenuh maka dia menutup buku itu dan meninggalkan pekerjaannya begitu saja.

~Dreeett-dreet…~

Yoona terkejut ketika ponsel yang ia letakan disamping kepalanya bergetar dan membuat bunyi gesekan pada meja. Yoona mengambil ponselnya dan membaca sebuah pesan masuk.

Waktunya makan Siang, Aku menunggu di pintu Lift.

Pesan singkat itu datang dari Siwon. Yoona menghembuskan napasnya.

Iya tunggu sebentar, aku akan datang

Yoona memasukan ponselnya kedalam tasnya, dan juga buku catatatannya. Yoona merapikan rambutnya yang sedikit berantakan lalu dengan cepat dia memakai tasnya dan berjalan keluar dari ruangannya.

Siwon sudah berdiri didepan pintu Lift, dia mamasukan ponselnya kedalam saku celananya. Tak lama usai membaca pesan balasan dari Yoona, akhirnya Yoona muncul dari belokan dinding. Siwon menatap lurus Yoona yang berjalan mendekatinya. Siwon memperhatikan Yoona dengan saksama.

“Apa kau baik-baik saja?” tanya Siwon begitu Yoona sudah berdiri dihadapannya.

“Iya..” jawab Yoona singkat.

“Ouh..”

Siwon masih nampak ragu jika Yoona bilang dirinya baik-baik saja. karena yang siwon lihat Yoona terlihat lelah dan wajahnya sedikit pucat.

Yoona memang terlilah lelah dan pucat kara akhir ini dia memang kurang tidur dan kekurangan nafsu makannya. Karena banyak pikiran yang menghantuinya akhir-akhir ini. Iya tentu saja tentang urusan pekerjaannya.

“Kenapa kau terus melihatku?” tanya Yoona tanpa memandang Siwon. Dia sadar bahwa dirinya sedang diperhatikan.

Siwon langsung jadi salah tingkah, dia membuang mukanya dengan cepat. Untuk saja pintu lift segera terbuka maka Siwon bisa mengalihkan pertanyaan Yoona itu. “Ah.. akhirnya, ayo masuk…”

Siwon melangkah masuk kedalam lift Yoona mengikutinya.

Mereka sudah sampai di cafeteria kantor mereka. Mereka duduk dibagian pojok ruangan dengan fasilitas VIP. Mereka juga baru saja memesan menu makan siang yang akan mereka nikmati.

“Kemarin kau bertanya tentang masalahku dengan Yuri kan?” tanya Yoona tiba-tiba.

Siwon mengangkat kepalanya dan menatap Yoona.”Benar, jadi sekarang kau mau menceritakan itu padaku?”

Yoona terdiam sesaat, dia menunduk, lalu mengangkat wajahnya kembali. “Sebenarnya ini sudah tidak pernah aku pikirkan lagi, tapi karena dia datang kembali maka aku jadi kepikiran.”

“Ada orang bilang, tidak semua masalah dan rahasia bisa dipendam sendiri, Mungkin kau bisa berbagi denganku? apalagi aku yang kau mintai bantuan, jadi aku butuh alasan yang jelas untuk membantumu.” Ucap Siwon.

Yoona menatap Siwon,Dia menghembuskan nafas berat. “Kwon Yuri dia teman baikku.” Tungkas Yoona.

Kening Siwon bekerut mendengarnya. “Teman baik? tapi aku tidak menangkap Sinyal itu?”

Yoona mengalihkan pandangannya ke seorang pelayan yang datang membawakan pesanan mereka.

“Terimakasih.” Ucap Yoona begitu pelayan itu meletakan pesanan Siwon dan Yoona dimeja.

Siwon masih memandangi Yoona. Dia menunggu cerita selanjutnya dari Yoona.

“Iya.. teman baik, sejak kelas satu SMP, tapi saat SMA kami bertengkar karena kami mempunyai misi dan visi yang hampir sama makanya kami bertengkar. “ lanjut Yoona, dia meminum lemon teanya lalu lanjut bercerita. “ Kami sama-sama suka menggambar, aku bercita-cita ingin menjadi perancang busana pesta, dan dia juga sama, kami menyukai makanan yang sama, minuman, warna favorite jenis music, Dulu Kyuhyun sering menjuluki kami Twin Queens, karena kami senang malakukan hal yang sama dan berlagak seperti seorang putrid kerajaan, tapi semejak kita menyukai cowok yang sama dan mempunyai misi mendapatkan pendidikan di prancis maka kami mulai renggang.” Terlihat Yoona tersenyum kecut. “Banyak kesamaan memang antara kami, tapi yang membuat beda adalah Yuri terlahir dari keluarga kaya raya dan aku tidak.”

Siwon mengambil vanilla latte-nya lalu meminumnya, dia masih terdiam tidak mencoba untuk berkomentar apapun, dia nampak ingin menjadi pendengar yang baik untuk Yoona. Sejauh ini dia sudah mengerti kenapa Yoona sedikit aneh dan terlihat takut saat bertemu dengan Yuri kemarin malam. Dari Cara Yoona bercerita Siwon menangkap tatapan gelap dibola mata Yoona. Mungkinkah masa lalu itu cukup menyakitkan bagi Yoona?.

“Dia marah padaku saat kami sama-sama menyukai kakak kelas yang sama. Dia melakukan banyak cara untuk mendapatkan cowok itu, tentu saja dengan uangnya. Dia juga menyebarkan gossip bahwa aku berpacaran dan pernah berciuman dengan kyuhyun, karena semua orang tahu kami berteman, maka semua percaya dengan ucapan bohong itu. cowok yang aku sukai tahu kalau aku menyukainya tapi akhirnya ia menjadi milik Yuri, dia tidak percaya denganku, dan tentu karena aku sudah tidak berteman dengan Yuri makan teman-teman perempuan yang lain tidak mau bermain denganku juga, apa yang bisa diharapkan bermain dengan si gadis miskin seperti aku? Tidak ada.” Yoona menyeruput lagi ice lemon teanya.

“Teman ku hanya Kyuhyun dia yang selalu ada disampingku apapun kondisiku.” Lanjut Yoona sambil tersenyum kecil. “ sampai ada kompetisi memperebutkan beasiswa sekolah mendisign di prancis. Ini impian kami, aku yuri dan yang mempunyai impian sama mengikuti kompetisi ini. Aku tentu mendapatkan syarat pertama tapi syarat berikutnya tidak. Karena biaya hidup disana ditanggung sendiri oleh pemenang? Dari mana aku dapat menghidupi diriku disana dengan kemampuan berbahasa prancis yang sangat payah. Sedangkan Yuri dia sampai les bahasa prancis dan tentu dia punya banyak uang untuk tinggal disana. Dia pergi setelah lulus SMA bersama kekasihnya tinggal di prancis. Dia berhasil menggapai misi visinya. Sedangkan aku hanya seorang pecundang dimatanya.”

Hening. Suasana menjadi hening ketika Yoona menghentikan ceritanya dan tidak membuka suaranya lagi. Tatapan mata Yoona benar-benar terlihat sedih.

Siwon mengangkat sendok dan garpunya, lalu membuat suara pada piringnya. Yoona memantap Siwon.

“Sudah selesai ceritanya? Sekarang waktunya makan.” Ucap Siwon lalu memasukan udang kedalam mulutnya. Dia berusaha bersikap santai.

Yoona masih menatap Siwon dengan tatapan aneh.

Siwon yang sadar Yoona menatapnya dan meminta pendapat padanya, maka meletakan kembali sendok dan garpunya diatas piring. “kisah yang sangat kuat dan saling berpengaruh satu sama lain. Bisa dikatakan dulu nasibmu memang tidaklah bagus. Jadi aku mengerti kau meminta bantuan padaku untuk mengsukseskan penjualan pakaian rancanganmu harus lebih laris dari pada rancangan Yuri? Itukan juga harapanku sebagai direkturmu! Jadi kita bisa bekerjasama untuk yang satu ini. Aku mendukungmu! Kau harus mengalahkannya kali ini. Sudah cukup dia bersenang diatas penderitaan mu. Dan kau harus buktikan uang bukan segela saat ini. Dan kau juga patut untuk merasakan kesenangan dan kemenangan.”

Yoona menatap Siwon dengan tatapan kagum, Yoona tidak percaya dengan ucapan siwon tadi. Apakah yang baru saja berkomentar dan memberikannya dukungan penuh adalah Siwon? Siwon si Managernya yang selalu bersikap kasar dan mempunyai mulut singa itu?.

 Yoona memegang tangan Siwon. “ Kamsahamnida… kamsahamnida..” seru Yoona berlebihan.

Siwon ikut tersenyum, lagi-lagi senyum itu, senyum tulus dari bibir Yoona. Kenapa Senyum itu jadi sangat menawan dan membuat jantung Siwon jadi…

~Deg..~

Siwon mulai merasakan ada yang tidak beres lagi dalam dirinya. Jantungnya terasa mengalami guncangan hebat. Dia menatap tangannya yang digenggam Yoona. Dia langsung merasa merinding seperti disengat listrik. Siwon cepat-cepat menarik tangannya dan mengumpatkan tanganya dibawah meja.

“Kenapa?” tanya Yoona heran.

“Tidak..tidak.. cepat makanlah.. setelah ini aku masih ada urusan!” jawab Siwon jadi semakin salah tingkah. dia ingin melanjutkan makannya tapi tangannya jadi melemas. Aneh sekali. Tapi siwon terus berusah menyembunyikan perasaan aneh ini. Dan anehnya lagi dia ingin terus menatap Yoona padahal itu membuatnya malu.

“Sekali lagi, terima kasih. Aku percayakan ini pada anda. Kita harus menjadi team work yang kuat.” Kata Yoona. Lalu mulai menikmati makanannya.

Selagi Yoona menikmati makan Siangnya Siwon malah mencuri pandang memperhatikan gaya makan Yoona yang sangat lahap. Dulu jika siwon melihat gaya makan wanita yang seperti Yoona ini. Ia akan merasa geli dan kesal, karena seorang wanita makan dengan lahap dan sedikit berantakan. Tapi entahlah sekarang berubah. Dia pikir cara makan Yoona itu unik. Gadis secantik dia makan dengan alami seperti itu benar sangat unik.

“Apa tadi aku bilang apa Yoona cantik dan unik?” Sadar Siwon didalam hatinya. Dia menggosok-gosokkan rambutnya, lalu mulai makan lagi, dia benar-benar menjadi kacau akhir-akhir ini. Dan itu bisa dibilang karena Yoona kah?

 

~***~

 

Sulli bersembunyi dibalik salah satu etalase  buku perpustakaan. Dia menyembunyikan sesuatu dibalik tubuhnya. Matanya mengawasi orang-orang disekitar.Sulli berjalan dengan sangat perlahan dan bahkan mungkin dia sampai menahan nafas. Sulli berhenti ketika dia dapat melihat Minho yang berada di Etalase buku sesampingnya, sedang berdiri membelakanginya. Minho terlihat sibuk membaca sebuah buku sambil berdiri. Sulli nampak tidak tenang. Dia sampai meniup-nuip poninya. Mencoba menenangkan dirinya sendiri. Agar bisa bersikap sewajarnya.

“Ikuti perkataan oppa, ya benar..aku hanya harus mengasih jaketnya lalu ucapkan terima kasih dan pergi. Jika dia menolaknya maka aku bisa langsung melempar jaketnya ke tong sampah. Oke hanya itu.” Sulli mulai berbicara sendiri dan masih mengintai Minho dari belakang. Gengsi Sulli memang terlalu tinggi levelnya.

Minho yang mempunyai pirasat tajam. Bahwa ada seseorang yang mungkin sedang memperhatikannya. Langsung membalikan tubuh dengan gerak Cepat. Sulli terkejut dia kembali menyembunyikan kepalanya pada tumpukan buku di etalase. Sulli memegangi dadanya, rasanya ia kaget sekali, hampir saja Sulli ketahuan telah mengintai Minho secara sembunyi-sembunyi.

Sulli memunculkan kembali kepalanya untuk melihat Minho. Tapi minho sudah tidak ada ditempat itu. Sulli mengkedipkan mata berkali-kali, kemana Minho pergi? Dia mencoba mengedarkan pandangan didepannya mencari sosok Minho tapi tidak ada juga. Sulli menghembuskan nafas panjang, lalu membalik tubuhnya.

“Aaaarrgghh….!!!” Jerit Sulli sangat terkejut ketika ia membalik tubuh ternyata Minho sudah berada dihadapannya.

Berbagai reaksi dari pengunjung perpustakaan langsung bermacam-macam, ada yang menegur, ada yang ber-sstttss.. ada yang menghampiri untuk melihat apa yang terjadi sampai Sulli menjerit seperti itu.

“Bagus! kau memang pengacau suasana!” ucap Minho sambil menatap tajam Sulli.

Sulli nampak masih Shock. Tapi dia berusaha untuk membela dirinya dihadapan Minho. “Aku? Itu kau! Kau mengejutkan ku!” elak Sulli kesal.

“Apakah mengintai seseorang itu perbuatan baik?” sindir Minho.

Sulli terdiam sesaat. Ternyata dia sudah ketangkap basah oleh Minho karena sudah memantau Minho dari jauh. Dan ini sungguh memalukan. Sulli langsung mencari alasan yang tepat.

Dia ingat akan benda yang sejak tadi ia sembunyikan, Sulli langsung mejulurkan jaket baseball yang kemarin Minho pinjamkan untuk Sulli. “Ini aku ingin mengembalikan ini. Dan terimakasih.” Ucap Sulli dengan cepat dan menyerahkan jaket itu begitu saja lalu ia mengeser diri dari hadapan Minho.

Dia benar-benar sudah tidak tahan dekat-dekat dengan Minho rasanya sangat aneh dan canggung. Jadi lebih baik dia segera pergi dan tidak perlu mengucapkan apa-apa lagi.

Minho memperhatikan jaketnya yang sudah ada ditangannya. Sudah dicuci dan di setrika rapi, minho tau itu karena aroma jaketnya sudah berbeda. Minho tersenyum kecil.

“Hanya itu?” seru Minho.

Sulli menghentikan langkahnya ia kembali melihat Minho. “Apa?”

“Bagaimana dengan karya tulismu sejauh ini? Kau ingin membandingkannya dengan punyaku? Dan kapan kita akan berlajar bersama lagi dengan Yoona Noona?”

Sulli terdiam, dia bingung harus jawab apa. Kenapa Minho bisa bertanya panjang lebar seperti ini padanya. Ini aneh. Dan rasanya tetap membuat sulli jadi semakin canggung.

“Karyaku sudah hampir selesai, lain kali kita bandingkan. Dan untuk besok, aku ingin berlajar dengan Yoona Eonni hanya dirumahku.” Jawab Sulli akhirnya, suaranya terdengar sangat cepat dan gugup.

“Curang sekali..” keluh Minho. Lalu dia menatap Sulli. “Apa kau tidak mengajakku untuk belajar dirumahmu juga?” Tanya Minho.

Sulli terkejut dengan pertanyaan yang dilontarkan Minho padanya. “Tidak!” jawab Sulli singkat lalu dia membalik badan lagi dan berjalan dengan tergesa-gesa keluar dari perpustakaan. Dia benar-benar merasa tidak nyaman berada lama-lama didekat Minho dan kali ini dia sudah bicara terlalu banyak pada Minho. Ini Aneh, rasanya canggung.

“Dasar Ppabo..” cetus Minho begitu Sulli menghilang dibalik pintu perpustakaan. Lalu ia berjalan membawa jaketnya beserta buku yang belum sempat ia baca tadi.

Minho menerima Sulli mengembalikan jaketnya. Jadi Minho memang berniat untuk menolong Sulli kemarin. Entahlah apa maksudnya tapi ini ada kemajuan antara dua kutub yang saling bertolakan.

 

~***~

 

Yoona mengendarai mobilnya menuju jalan pulang ke Apertementnya, ia pulang lebih awal karena dikantor sudah tidak ada kesibukan yang harus ia kerjakan. Hari ini dia merasa lelah, entahlah dia ingin segera pulang dan beristirahat saja dirumah. Dia butuh tidur yang banyak. Pikirannya sekarang sudah cukup tenang.

Yoona mengerutkan keningnya, ketika mobil yang ia kemudi terasa aneh, jalannya tersendat-sendat dan gas yang ia injak terasa berat, lalu mobil perlahan berjalan dengan lemah dan akhirnya mati dipinggir jalan. Yoona mengecek bensinnya, tapi bensinnya masih setengah full, dia mencoba menstater ulang mobilnya. Hanya bunyi desiran mesin tapi mesin mobilnya tidak menyala.

Yoona melepas sabuk pengamannya dan keluar dari dalam mobil untuk mengecek keadaan mobilnya. Tapi sesampainya diluar, dia terdiam. Dia tidak tahu apa yang harus dilakukan disaat seperti ini, dia tidak mengerti apa yang harus di cek terlebih dahulu untuk mengetahui masalah kenapa mobilnya mendadak mati. Dia memang hanya bisa dapat mengendai mobil saja, tapi untuk urusan mesin dia sama sekali tidak mengerti.

Yoona menggaruk-garuk kepala yang tidak gatal. Dia benar-benar bingung sekarang. Dipikirannya yang terlintas saat ini hanya Kyuhyun. Ia kyuhyun. Yoona kembali masuk kedalam mobil dan menelpon Kyuhyun. Lama menunggu Kyuhyun mengangkat telepon darinya.Akhirnya Kyuhyun menjawab panggilannya juga.

“Kyu, sekarang kau dimana?” tanya Yoona.

“Aku sedang di kontor pengadilan umum, aku sebentar lagi ada persidangan, ada apa?”

“Ah.. maaf aku menggangu. Akusedang dalam masalah besar.”

“Masalah apa?Cepat katakan padaku!” terdengar suara Kyuhyun yang khawatir dari ponsel Yoona.

“Kau tau? Aku tidak mengerti apapun soal mobil. Dan sekarang aku terdampar dijalan karena sepertinya mobilku mogok. Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan sekarang? Kau bisa kasih aku solusi?”

Terdengar suara nafas Kyuhyun sebelum ia berbicara, sepertinya ia baru saja bernafas dengan legah karena mendengar masalah Yoona adalah yang seperti itu. “Kau bisa menelpon bengkel mobil untuk dibawa mobilmu kesana, dan kau bisa pulang dengan naik taksi.”

“Kau benar, tapi aku tidak punya nomor telepon bengkel mobil…” keluh Yoona.

“ Baiklah sekarang posisimu dimana? Aku akan menelpon mereka , dan biar mereka yang akan segera mengurus mobilmu.”

Yoona membuka kaca jendela mobilnya lalu melihat jalan disekitarnya dan dia segera memberitahukan letak spesifik keberadaannya sekarang pada Kyuhyun.

“Baiklah tunggu saja sampai mereka datang.”

“Iya..Gomawo Kyu.”

“Hati-hatilah saat pulang cari taksi yang aman.”

“Iya aku mengerti.”

Yoona menutup pembicaraannya dengan Kyuhyun. Dia keluar lagi dari mobilnya. Dia menatap mobilnya dengan tatapan sedih. Tentu saja dia sedih, ini mobil pertama dan satu-satu yang ia miliki sejak ia memiliki penghasilan sendiri yang cukup untuk membeli mobil bekas ini. Setidaknya walau bekas sejauh ini mobil ini bisa mengantarkannya kemana saja dengan aman.

Sebuah Mobil tiba-tiba mengklaksoninya. Yoona sampai terlonjak kaget. Dia menggeser tubuhnya merapat kemobil dan menatap mobil rese yang telah mengejutkannya itu. mobil itu berhenti tepat di samping mobilnya, kaca Audi silver itu terbuka. Muncul wajah Sulli dari dalam. Dengan senyum sembringah.

“Yoona eonni!!” seru Sulli gembira.

“Hai Sulli-ya!” balas Yoona menyapa Sulli.

Sulli memperhatikan mobil Yoona dan Yoona yang berdiri dipinggir jalan. “Hemm.. ada apa dengan mobil Eonni?” tanya Sulli.

“aku tidak tahu, tiba-tiba mobilku tidak berfungsi.” Jawab Yoona.

Sulli memasukkan kembali kepalanya kedalam mobil. Dia menatap siwon yang duduk tenang di jok kemudi. “Oppa.. mobil Yoona eonni sepertinya mogok, apa kau bisa membantunya sebentar.”

Siwon mengerutkan keningnya. Dia ingin membantu tentu dia ingin membantu Yoona sejak tadi ia melihat Yoona yang menatap sedih kepada mobilnya dari kejauhan sebelum Sulli memintanya memberhentikan mobilnya didekat Yoona. Tapi Siwon tidak tahan dengan rasa aneh yang selalu datang disaat dia melihat atau didekat Yoona.

“Oppa, keluarlah dan check ada masalah apa dengan mobilnya. Cepat!!” perintah Sulli dengan tidak sabar.

“Ah.. baiklah!” akhirnya Siwon menuruti ucapan Sulli. Dia membuka pintu mobilnya dan keluar bersama.

Sulli dan Siwon menghampiri Yoona.

“Apa yang terjadi sebelumnya?” Tanya Siwon berusaha bersikap biasa saja.

“Bensinnya masih cukup tapi tiba-tiba gas melemah dan mesin mati total.” Jawab Yoona. Entahlah siwon mengerti maksudnya atau tidak, yang pasti Yoona tidak tahu apa masalah yang terjadi dengan mobilnya.

Siwon menggulung lengan kemeja hitamnya sampai sesiku, lalu masuk kedalam mobil Yoona, dia mengecek keadaan dalam mobil Yoona. Siwon membuka kap depan mobil itu. Siwon keluar lagi dari dalam mobil Yoona. Dia memperhatikan mesin yang ada dikap depan. Siwon menghembuskan nafas ketika dia melihat mesin radiator mobil yoona yang mengeluarkan asap.

“Kau  pasti tidak pernah merawat mobilmu dengan benar.” Komentar Siwon.

“Hemm..? memangnya kenapa?” tanya Yoona.

“Mobilmu mengalami masalah yang cukup serius. Accunya kosong air radiatornya juga bocor dan ada beberapa kabel penghubung yang terbakar. Untungnya apinya segera mati, jika tidak mobilmu bisa saja meledak.” Jelas Siwon.

Wajah Yoona terlihat terkejut mendengar penjelasan dari Siwon. Separah itukah?

“Kau sudah menelpon bengkel?” Tanya Siwon.

“Sudah tapi mereka belum datang.heem.. jika mereka datang bisa kau saja yang menjelaskan masalah mobilku ini pada montir tersebut? Aku sungguh tidak mengerti masalah mesin mobil.” Mohon Yoona pada Siwon.

Siwon menutup Kap mobil Yoona ketika dia melihat sebuah mobil bengkel datang mendekat keposisi mereka. “Mereka sudah datang.” Ucap Siwon.

Yoona dan Sulli kompak menoleh kebelakang. Benar sebuah mobil bengkel berhenti didepannya dan dua orang montir keluar dari dalamnya.

“kami mendapat panggilan dari Bapak Cho Kyuhyun untuk membawa mobil milik nona Yoona ke bengkel kami.” Lapor Montir tersebut.

Sulli mengerutkan keningnya, ketika mendengar nama Cho Kyuhyun. Siapa Cho Kyuhyun, dia tidak kenal orang dengan nama itu? Apakah kekasih Yoona eonni? Tapi ku harap bukan.

“Iya benar aku Yoona.” Jawab Yoona.

“Jadi apa kendalanya?” tanya Montir yang satunya lagi sambil mengeluarkn buku catatan.

Siwon langsung maju dan menjelaskan problem mobil tersebut pada montir yang menulis kendala mobil tersebut. Lalu yang satunya membuka kap mobil Yoona dan memeriksa keadaan mesin mobil Yoona lalu menambahakan masalah yang terjadi pada mesin delam buku catatan itu.

“bisa anda tulis alamat rumah dan nomor telepon anda disini?” kata simontir pada Yoona.

Yoona meraih buku dan pulpen tersebut lalu menuliskan alamat apertementnya dan nomor ponselnya.”Ini sudah.” Yoona menyerahkan kembali Buku dan pulpen tersebut.

“Baik.. kami akan membawa mobil anda ke bengkel kami, sepertinya dua atau tiga hari kemudian kami akan menghubungi anda dan jika sudah selesai anda bisa membawa pulang mobil ini.”

“Ah.iya terimakasih.” Ucap Yoona.

Montir yang satu sudah mengikatkan kap mobil Yoona ke pengait mobil bengkel mereka untuk digeret. Yoona segera mengambil mantel dan tasnya yang ada dimobil.

“Kami permisi dulu.” Pamit kedua montir tersebut. Mereka segera membawa mobil Yoona pergi.

“Jadi sekarang eonni pulangnya bagaimana?” tanya Sulli.

“Hem? Aku akan naik taksi.” Jawab Yoona.

Sulli meraih tengan Yoona. “Pulang bareng kami saja. aku ingin tahu dimana eonni tinggil? Oppa kita antar Yoona eonni pulang terlebih dahulu ya?” tanya Sulli pada Siwon.

Siwon nampak bingung. Yoona juga merasa tidak enak. Hari ini dia bisa lebih banyak meminta tolong pada Siwon. Yoona dan Siwon malah jadi saling menatap. Tapi sedetik kemudian mereka saling membuang muka karena salah tingkah.

“Ah..Ayolah keputusan ada ditanganku.” Putus Sulli sesuka hatinya.

Dia menarik tangan Yoona mengikutinya, masuk kedalam mobil bagian kursi belakang bersamanya. Mau tidak mau Yoona menuruti kemauan Sulli itu. dan Siwon? Tentu saja ia juga menjadi Korban adiknya itu. Siwon membuka pintu mobilnya. Dia merasa ada yang aneh. Lagi-lagi jantungnya berdebar kencang. Dia mencoba melawan debaran itu. dia masuk kedalam mobil. Ia menatap kebelakang. Ah.. kenapa Yoona bisa semakin hari semakin cantik dimatanya. Aneh sekali.

 

~***~

 

Yoona baru saja selesai mandi Ia menggulung rambutnya yang masih basah dengan sebuah handuk. Ia berjalan kearah lemari es. Saat ia membuka pintu lemari es-nya nampak diwajahnya kekecewaan.

“Kenapa aku baru sadar kalau isi lemari es ku tidak ada fast food?” keluh Yoona.

Dia memegangi perutnya berjalan menuju rak didapur. Ia membuka rak tersebut. Sisa satu bungkus Ramyun instan. Yoona mengambilnya dan berjalan untuk mencari panci.

“Haruskan aku memakan ramyun malam ini? Ah.. terpaksa.” Lagi-lagi ia berbicara sendiri dan mengeluh.

Yoona menoleh ketika terdengar suara sinyal pintu Apertementnya yang terbuka. Dia meletakan ramyun dan panci yang sudah ia ambil tadi didekat kompor. Yoona berjalan keluar dari dapur untuk menyambut orang yang datang ke Apertementnya. Dia sudah tau siapa yang datang malam-malam seperti ini dan bisa langsung masuk kedalam Apertementnya. Ya, siapa lagu kalau bukan Kyuhyun? karna hanya Kyuhyun yang tahu kode pintunya.

“Ya! Jaksa cho! Jika kau datang tidak membawa makanan, silakan angkat kakimu dan keluar dari rumahku!”Seru Yoona yang berhasil mengejutkan Kyuhyun yang sedang berganti sandal.

Kyuhyun mendengus sambil mendekati Yoona yang berdiri dihadapannya sambil berkacak pinggang. “Apa yang ada diotakmu itu hanya makan?” tanya Kyuhyun sambil menunjuk kepala Yoona. “Seharusnya kau menyambut kedatanganku dengan baik!”

Yoona tidak menanggapi pertanyaan Kyuhyun yang tidak penting itu. lagian Kyuhyun juga tahu bagaimana Yoona. Yoona malah lebih tertarik dengan rantang putih yang dibawa Kyuhyun. Dia menatap rantang itu dengan wajah berseri-seri. Perutnya benar-benar lapar saat ini. Sampai mengeluarkan bunyi.

“Apa yang kau bawa itu? buat aku kan?” Tanya Yoona sambil mengendus-endus aroma dari rantang tersebut.

Kyuhyun merangkul Yoona dan mengajaknya jalan kedapur. “Siapa bilang ini untukmu? Ini makan malam ku, aku hanya ingin numpang makan malam saja disini.” Jawab Kyuhyun becanda.

Yoona memanyunkan bibirnya lalu melepaskan tangan Kyuhyun dari bahunya. Lalu langsung merebut rantang Kyuhyun dan membukanya. Dengan cepat. Yoona memang agak sedikit ganas jika sedang lapar seperti ini. Kyuhyun hanya tertawa kecil melihat tingkah sahabatnya itu. dia memang tidak pernah berubah untuk urusan makanan. Mereka adalah pemakan yang baik.

“Wahh..ini pasti Kimbap buatan Sooyoung Eonni ya? Ini sudah pasti lezat!!” seru Yoona sambil menatap potongan-potongan Kimbap yang sudah tertata didalam rantang.

Yoona beranjak mengambil sumpit. Sepasang sumpit ia serahkan kepada Kyuhyun lalu dia duduk bersama di meja dapur. Yoona menyumpit potongan pertama Kimbap itu, dengan lahap ia memasukan Kimbap itu kedalam mulutya. Kyuhyun mengikuti apa yang dilakukan Yoona.

“Ah… Enak sekali!! Aku benar-benar rindu masakan Sooyoung Eonni!!” seru Yoona dengan mulut penuh Kimbap.

“Makanlah yang benar, nanti tersendak.” Tegur Kyuhyun.

Yoona menyeringai lalu ia melahap lagi- lagi dan lagi kimbap tersebut hingga tersisa dua potong kimbap. Didalam rantang. Kyuhyun bangun dari duduknya berjalan menuju lemari es,menuangkan dua gelas air mineral. Lalu ia berikan satu gelas pada Yoona. Yoona langsung meminumnya.

“Ah… kenyang sekali!” ucap Yoona sambil menepuk-nepuk perutnya yang sudah bertambah 0,2 inci setelah makan.

“Jadi tadi kau benar pulang naik taksi?” tanya Kyuhyun membahas masalah tadi siang. “Maaf aku tidak bisa datang menjemputku, karena aku mamang benar akan ada sidang siang tadi.”

Yoona tersenyum sambil menepuk bahu Kyuhyun. “tidak apa-apa, kau sudah cukup membantu dengan menelpon montir dan menyelamatkan perutku malam ini, Gomawo!”

“Hemm, lagi pula tadi aku tidak jadi pulang naik taksi. Entahlah ku pikir ini keberuntunganku, aku bertemu dengan anak didik ku dan dia menawari tumpangan padaku dan mengantarku sampai sini.” Cerita Yoona.

“Anak didikmu?” tanya Kyuhyun seraya menyerngitkan keningnya.

“Kau ingat Siwon? Atasanku, hah, dunia terasa benar-benar Sempit. Dia ternyata kakak dari anak didik ku itu. hahha.. “

Kyuhyun menatap Yoona. “Siwon? Orang yang menyebalkan itu? kau jadi tadi pulang bersamanya?!”

“Dia ternyata tidak semenyebalkan seperti yang kita kira, akhir-akhir ini dia baik terhadapku, dan kurasa jika sikap angkuhnya itu, memang sudah menjadi keturunannya. Adiknya juga begitu disekolah.” Lanjut Yoona.

“Tapi jika dia berubah mendadak baik padamu! Aku yakin dia pasti ada maunya. Kau harus hati-hati Yoona!” nasehat Kyuhyun dan Kyuhyun nampak gelisah.

“Justru aku yang mendekatinya karena ada maunya..”

“Apa??!” seru kyuhyun terkejut.

“Ah.. sudah berapa hari sih kita tidak bertemu? Banyak sekali yang belum aku ceritakan padamu ya?” Tanya Yoona sambil berjalan dari dapur menuju ruang tengah, dia duduk disofa dan menyalakan televisi. Kyuhyun mengikutinya dan duduk disamping Yoona.

“Kwon Yuri, kau ingat dia? Dia sudah kembali ke Korea.” Yoona membuka tutup toples dan mengambil keripik kentang didalamnya.

Mendengar Yooan menyebut nama Yuri, Kyuhyun langsung menatap Yoona dengan khawatir. Tapi sedetik kemudian Yoona sepertinya bersikap biasa saja menyikapi kedatangan Yuri.

“Dia akan menjadi saingan ku lagi. Dia bekerja di Lotte Dapertement store dengan posisi yang sama sepertiku di Hyundai, dan kami akan bersaing dalam baju pesta musim semi ini.” Lanjut Yoona bercerita. “memiliki banyak kesamaan dengan seseorang memang merepotkan ya? Dan sayangnya financial aku dengannya berbeda. Jadi dia lebih mempunyai peluang besar dari pada aku. Dan sekarang masalahnya. Pasti orang-orang akan lebih tertarik dengan rancangan Disigner lulusan prancis, bukan local seperti ku ini.”

Mata Yoona menerawang menatap acara televisi yang sebenarnya tidak menarik sekali bagi Yoona. Dia menyalakan televisi hanya untuk menyamarkan kecanggungannya dan kesedihannya ketika harus membahas tentang Yuri.

“Aku mengerti,lalu apa yang akan kau lakukan?” tanya Kyuhyun.

Yoona tersenyum getir. “Entahlah.. bukanlah sejak dulu yang dapat aku lakukan hanyanyal berusaha lebih keras dan selalu optimis? Tentu saja aku akan melakukan hal yang sama lagi.” Jawab Yoona. “Tapi aku meminta bantuan pada Direktur ku untuk mengsukseskan peluncuran karya ku ini. Mungkin dalam waktu dua minggu yang tersisa. Aku akan benar-benar fokus pada hal ini.”

Kyuhyun menghela nafas. Dia tahu Yoona merasa tidak tenang dan mungkin sedih. Kyuhyun meraih Yoona kedalam pelukannya. “Aku yakin, kali ini kau akan menang. Kau harus tetap semangat dan lakukan yang terbaik!” bisik Kyuhyun memberi semangat pada Yoona.

“Kau juga mau membantuku kan kyu?” tanya Yoona didalam pelukan Kyuhyun.

“Tentu saja.. aku akan selalu membantumu! Apapun itu!” janji Kyuhyun.

Yoona tersenyum lalu ia melepaskan diri dari pelukan Kyuhyun. “Kau memang yang terbaik!” ucap Yoona sambil menatap Kyuhyun.

“Kau juga yang terbaik!!” balas Kyuhyun.

Lagi-lagi tatapan mata Kyuhyun itu saat menatap Yoona. Ada kesedihan yang tersirat dan ada rasa ingin memiliki Yoona yang sangat terpendam yang sedikit demi sedikit mengerogoti perasaannya dan menjadikan luka kecil dihatinya. Harus diakui Kyuhyun, dia ingin sekali memiliki Yoona, bukan sebagai sahabat tapi sebagai kekasih sebagai kekasih yang ia cintai. Sayangnya dia tidak siap jika apa yang terjadi ketika nanti Yoona hanya menginginkannya tetap sabagai sahabat bukan kekasih seperti yang Kyuhyun inginkan. Dan ini yang dinamakan galau melanda hati Kyuhyun. Kyuhyun Menyukai Yoona.

 

~***~

 

“Terimakasih atas tumpanganmu pagi ini Kyu..” ucap Yoona sambil membuka sabuk pengaman.

Kyuhyun tersenyum. “Apa nanti kita bisa makan siang bersama? Sudah lama kita tidak makan siang bersama”

Yoona terdiam sebentar, lalu dia menggelengkan kepala, “Maaf, sepertinya tidak bisa. Aku harus ke pabrik bahan dan ke bagian produksi hari ini.”

Kyuhyun menyembunyikan kekecewaannya. “Baiklah.. aku tahu..”

Yoona membuka pintu mobil di keluar Kyuhyun ikut keluar dari mobilnya. “Yoona!!” panggil Kyuhyun.

“Hemm??”

“Hwathing!!” seru Kyuhyun sambil mengangkat kepalan tangan kanannya. Memberikan semangat serta dukungan yang tiada habis untuk Yoona.

Yoona membalasnya dengan senyuman. Dia pun berjalan meninggalkan Kyuhyun dan masuk kedalam gedung kantornya. Kyuhyun menatap kepergian Yoona sampai dia merasa cukup puasa dan Yoona aman-aman saja. lalu dia baru masuk kedalam mobil dan pergi ke tempat kerjanya sendiri. Seperti biasa kyuhyun hanya dapat memendam rasa dan bersikap menjadi sahabat terbaik untuk Yoona.

 

~***~

 

Yoona turun bersama Siwon dari sebuah mobil milik Siwon. Mereka sekarang sudah berada didepan pabrik bahan yang bekerja sama dengan Hyundai. Hari ini jadwal Yoona menentukan bahan yang akan ia pilih untuk rancangannya kali ini. Siwon, karena dia sudah janji untuk membantu Yoona maka kedatangannya kesini jelas untuk memberi saran pada Yoona. Dan bertukar pendapat yang baik antara mereka.

Yoona dan Siwon berkeliling Pabrik mengitari jemuran-jemuran bahan-bahan yang sangat berpariasi dan berbagai tektur serta warna yang mereka pamerkan.

Yoona memegangi bahan-bahan tersebut, sebelumnya dia pernah melakukan ini setiap akan meluncukan karyanya, sebelumia harus menjahit rancangannya sebagai contoh untuk Tim produksi yang akan memperbanyak rancangannya. tapi tidak seperti sekarang dia benar-benar harus menseleksi dan memilih yang paling tepat untuk pakaian rancangannya. Rancangannya kali ini harus berbeda dan istimewah.

Yoona menyentuh bahan satin berwarna putih tulang dihadapannya bersamaan dengan Siwon. Mereka saling melihat dan berpandangan. Lalu tersenyum malu.

“Apa kau memiliki pikiran yang sama denganku untuk memilih jenis bahan ini?” Tanya Yoona.

Siwon memanggutkan kepalanya. “Satin memang yang terbaik untuk pakaian pesta, benang yang berasal dari sutra dengan tekstur lembut, ringat dan terlihat elegan.”

“Kau benar..aku membutuhkan warna yang ini dan merah marunnya. Untuk percontohan presentasi gaun yang sudah jadi nanti.”

“Ikuti aku, aku akan menunjukan bahan lain yang bisa dipadukan oleh bahan satin ini, kau pasti belum pernah melakukannya.. perancang America sana sering sekali mempadukan dua sampai empat bahan dalam pakaian rancangan mereka.”

Siwon menarik tangan Yoona tanpa sadar, menuntun Yoona untuk mencari bahan yang ia maksud. Yoona hanya menuruti saja saran Siwon kali ini. Dia ingin lihat dulu seperti apa saran bahan yang ingin ditunjukan Siwon. Jika memang cocok ia bisa pertimbangkan hal itu.

“Ini peganglah.” Unjuk Siwon tepat pada bahan dengan corak warna warni didepannya. Yoona memegang bahan tersebut dan ia merasakan tekstur yang berbeda dari bahan lainnya.

Yoona menatap Siwon seperti ingin meminta penjelasan dari Siwon tentang bahan yang ia pegang itu.

Siwon mengerti maksud Yoona maka dia dengan cepat menjelaskan pada Yoona. “bahan ini adalah bahan devore,bahan ini memiliki  tekstur yang sangat lembut bagaikan beludru yang menghasilkan pola khusus Devore selalu mejadi pilihan untuk fesyen  kelas atas. Potongan bahannya bisa menyesuaikan bentuk tubuh dengan mudah.”

Yoona menatap Siwon dengan kagum. Bagaimana bisa lelaki ini mengetahui secara detai bahan-bahan ini.

“aku akan mencoba mempadukan bahan ini, satin dan renda.” Putus Yoona.

“Kau bisa mencobanya dan aku akan menunggu hasilnya.” Jawab Siwon.

Yoona tersenyum. Lalu mereka berjalan-jalan lagi mengelilingi bahan-bahan tersebut.mereka juga menjadi terlihat lebih akrab sekarang, hanya karena mengorolkan bahan dan rencana pembuatan pakaian pesta Yoona. Dan jika ada orang yang baru mengenal mereka pasti mereka akan mengira mereka teman yang baik satu sama lain. karena mereka terus bercerita tentang pendapat mereka pada bahan dan fashion dengan cara natural dan tidak jarang mereka berbagi senyum canda tawa dalam obrolan mereka. Dan sepertinya masalah dimasa lalu saat pertemuan  pertama mereka bukanlah hal penting lagi.

 

~***~

 

Sulli berkacak pinggang didepan Siwon dan Yoona yang sudah datang bersamaan dirumah mereka. Sekarang Yoona duduk bersama Siwon disebuah Sofa ruang tamu, Sulli sedang menghakimi mereka dengan tatapan tajam dan gaya yang berlebihan. Sejak Yoona dan Siwon datang mereka terus berbicara tentang pekerjaan dan itu didengar Sulli. Dan Sulli tahu jadi Yoona bekerja diperusahaan keluarganya. Dan tentu Yoona dan oppanya satu kantor. Ini bodoh sekali.

“Jadi sebenarnya oppa dan Eooni sudah saling kenal? Tapi kenapa kalian bersikap seolah tidak mengenal satu sama lain saat ku memperkenalkan kalian?” tanya Sulli.

“Siwon ssi adalah atasanku jadi aku harus bersikap formal padanya.” Jawab Yoona. “Lagi pula waktu itu aku benar sangat terkejut ternyata kalian adalah saudara kandung.”

“Dan aku memang saat itu belum mengenal betul tentang Yoona. Jadi itu memang sikap biasa yang dapat aku tunjukan.” Jawab Siwon.

“Ah.. aku benar-benar merasa bodoh dan tertipu..” keluh Sulli lalu tiba-tiba membanting tubuhnya ikut duduk diantara Siwon dan Yoona.

Yoona dan Siwon sama-sama tidak mengerti tingkah anak remaja yang satu ini. Kenapa Sulli jadi bersikap sedramatis ini.

Sulli menepuk tangannya sekali sambil berseru keras.”Tidak.. apa-apa, ini bukan masalah, tapi ini adalah jalan keluar. Oppa dan Eonni sudah saling kenal dan sedekat ini, semua rencanaku akan berjalan dengan mulus.”

“Rencana apa?” Tanya Yoona penasaran.

“Tentu saja rencana untuk., Umm,,uffhh,,” Siwon langsung membekap mulut Sulli dan membisikan sesuatu pada Sulli. “Jangan katakan apapun pada Yoona bahwa kau ingin menyuruhnya berkencan denganku.” Ancam Siwon. Sulli memanggutkan kepalanya setuju.

“Untukk.. masak bersama malam ini!!” seru Sulli gembira. Siwon berpura-pura kecewa mendengar ucapan Sulli.

“Aku tidak pandai memasak. Apa yang harus kita masak?” tanya Yoona bingung.

“Oppa pintar memasak. Kita bisa andalkan dia. Tapi kita harus membatunya. Ayooo..” Sulli menarik lengan Yoona agar bangun dan mengikutinya menuju dapur rumahnya yang begitu megah.

 

Mereka sudah sibuk didapur memakai celemek yang seragam. Siwon bilang dia akan membuatkan pasta untuk makan malam mereka karena munurut Siwon itu adalah yang paling mudah dan tidak memakan waktu lama untuk dikerjakan.

Yoona memotong-motong bawang bombai dengan sangat hati-hati, matanya sudah berkaca-kaca kerena aroma pedas dari sibawang. Siwon yang baru saja selesai membuat saus pasta menghampiri Yoona. Dia berdiri disamping Yoona sambil bertulak pinggang.

“Sausnya sudah matang tapi bawangnya masih harus menunggu satu tahun lagi.” Ucap Siwon menyindir kemampuan Yoona mengiris bawang secara tidak langsung.

Yoona memanyunkan mulutnya.”Aku sudah bilang aku tidak tertalu pandai dalam hal memasak.”

“Payah.. ini bisa dikatakan sangat payah!” sahut Siwon. “Sini aku tunjukan caranya yang benar. Jika kau memotong seperti tadi kau bisa memotong jarimu sendiri.” Siwon mengambil pisau dan bawang yang sejak tadi ditangani Yoona.

Siwon dengan lihai menunjukan kemampuan memegang pisau dan mengupas serta mengiris bawang bombai itu dengan cepat dan rapih, Siwon benar-benar menunjukan kemampuan memasaknya yang sebelumnya Yoona tidak pernah tahu dan bahkan tidak pernah menduga sama sekali kalau Siwon sejago ini dalam memegang Pisau dan menaklukan bahan mentah ini. Bisa dikatakan Siwon lebih handal daripada Kyuhyun yang selama ini juga selalu menjadi Chief di Apertementnya. Satu nilai plus lagi bertambah dari penilaian Yoona tentang Siwon. Apakah masih banyak hal mengejutkan yang Yoona tidak ketahui tentang Siwon? Yoona jadi penasaran.

Sulli yang bertugas hanya memarut Keju tersenyum-senyum penuh arti melihat wajah Yoona yang terkagum-kagum melihat kemampuan opanya. Siwon menyeburkan potongan bawang tersebut kedalam saus pastanya. Lalu diaduknya sebentar hingga mereat. Wangi khas saus pasta Italia menerusuk pada penciuman Yoona yang tajam untuk urusan makanan, dan itu sukses membuat Yoona lapar.

Siwon menuangkan saus pasta itu ke masing-masih piring yang sudah berisikan pasta yang sudah direbus. Selesai. Sulli datang untuk menaburi keju parut diatasnya. Mereka bertiga tersenyum menatap hasil pastanya yang sudah jadi dan siap untuk disantap.

“Wahh.. “ seru Yoona gembira. Siwon diam-diam memperhatikan dengan senyum penuh arti terhadap Yoona.

“Dia cantikkan? Dan menarikkan? Oppa menyukainya kan?Hehhe..” Bisik Sulli tiba-tiba ditelinga Siwon.

Siwon langsung terdiam, senyumnya lenyap menjadi sebuah kecanggungan. Sulli si pemeran utama disini malah mengambil deluan piring pastanya dan meninggalkan Siwon dan Yoona berdua didapur.

“Aku tidak menyangka, seorang Direktur utama baru kami yang terlihatnya sangat Angkuh dan menyebalkan ternyata mempunyai banyak kejutan dalam kemampuannya.” Puji Yoona secara tidak langsung. “tadi siang tentang bahan sekarang tentang masakan.”

Siwon menyunggingkan senyum dibibirnya. Lalu ia menatap Yoona. “Jadi kau terkejut? Tentu saja, aku ini jauh lebih sempurna dari pada kau!” ledek Siwon.

Yoona memutar bola matanya. Dia sudah malas jika Siwon sudah mulai besar kepala. “Tapi aku harus menyicipi yang satu ini. Jika tidak enak kau tidak sempurna sama sekali!”

Siwon membelalakan matanya. “Mwo? Mana ada kesempurnaan orang dinilai dari rasa Pasta buatannya?” protes Siwon sambil membawa piring pastanya mengikuti Yoona yang menyusul Sulli yang sudah makan dimeja makan.

Yoona tertawa. Siwon ikut tertawa. Siwon sekarang sudah merasa mulai nyaman didekat Yoona dan tiba-tiba suara bisikan Sulli tadi terngiang dipikirannya.

Dia cantikkan? Dan  menarikkan? Oppa menyukainyakan?

Siwon tersenyum dan dalam hatinya ia menjawab pertanyaan Sulli tadi, Iya dia cantik dia sangat menarik dan sepertinya oppa memang menyukainya. Apa kau senang Sulli. Aku merasakan hal aneh padanya. Aku menyukai gadis yang awalnya bukan tipe wanitaku impianku sama sekali.

 

Baru beberapa suap Yoona  menikmati pasta buatan Siwon,  dan harus diakui Yoona pasta buatan Siwon tidak kalah lezatnya dengan buatan  rumah makan-rumah makan yang menyediakan pasta italia di Seoul yang pernah ia cicipi.

Ponsel Yoona berdering dari dalam tasnya yang ia letakan diruang tamu tadi. Yoona permisi dan berjalan mengambil ponselnya. Yoona mengerutkan dahinya kenapa tiba-tiba malam-malam seperti ini Seohyun menghubunginya? Yoona langsung menjawab teleponnya.

“Seohyun-ya!! Kau kenapa?” Seru Yoona terkejut ketika menerima panggilan Seohyun yang terdengar suara tangisan Seohyun.

“Yoona.-ah..Yoona—ah.. bisakah kau tolong aku sekarang?? Hiks.. aku hanya punya kau yang bisa kuhubungi saat ini.. kumohon tolong kau..hiks.. bisakah kau datang ke Apertementku sekarang?”

Yoona jadi kalang kabut mendengar suara temennya jadi terdengar sangat ketakutan dan melemah. Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa Seohyun menghubungi sambil menangis dan terus meminta tolong padanya seperti ini?.

“Seohyun-ah.. tenangkan dirimu dulu, ada apa? Apa yang terjadi?” tanya Yoona Khawatir.

“Naega.. Ne..ga.. Oppa..oppa..ku dia datang.. datang menemuiku.. dan memukuli ku.. Yoon..ah. sekarang aku sedang bersembunyi dia mengacak-acak Apertementku.” cerita Seohyun dan tangisannya semakin kencang.

Yoona menghela nafas berat. Dia jadi semakin khawatir dengan Seohyun. “Kau sabar ya.. tunggu sebentar. Sekarang posisiku cukup jauh dari Apertementmu. Hemm, aku akan mengirimkan Kyuhyun untuk menemuimu. Kau bisa percaya padanyakan?”

Tidak ada jawaban dari Seohyun yang terdengar hanya suara isakan tangis Seohyun.

“Aku akan menghubungi Kyuhyun, setelah itu aku kan menyusuli mu.”

Seohyun mematikan teleponnya setelah terdengar suara teriakan Seohyun. Yoona dengan paniknya lalu segera menghubungi Kyuhyun. Dia segera meminta bantuan pada Kyuhyun. Karena rumah Kyuhyun tidak terlalu jauh dari Apertement tempat Seohyun tinggal jadi ini sama sekali bukan ide yang buruk.

“Kyu aku membutuhkan bantuanmu sekarang penting!” ucap Yoona begitu Kyuhyun menerima teleponnya.

“Apa ada apa?” Kyuhyun terdengar khawatir sekali.

“Datanglah ke Apertement Seohyun sekarang juga. dia sedang membutuhkan bantuan. Aku sedang berada jauh dan  memakan waktu cukup lama untuk menemui Seohyun. Jadi hanya kau kyu yang bisa aku andalkan. Aku juga nanti akan kesana.” Jelas Yoona panjang lebar.

Disebrang sana kyuhyun nampak menimbang-nimbang permintaan tolong dari Yoona untuk menolong Seohyun yang sedang kesusahan. “Baiklah..” jawab Kyuhyun akhirnya.

Yoona tersenyum legah.” Kau memang yang terbaik. Aku percaya padamu. Cepatlah kesana.” Seru Yoona.

“demi kau..” ucap Kyuhyun lalu langsung memputuskan saluran teleponnya.

Yoona terdiam. Dia jadi merasa tidak enak hati dengan Kyuhyun. Tapi mau bagaimana lagi. Satu-satunya orang yang yoona dapat andalkan selama ini memang hanya Kyuhyun. Karena Kyuhyun memang selalu menolongnya dengan tulus.

“Ada apa?” tanya Siwon yang ternyata sejak tadi mungkin mendengarkan pembicaraan Yoona saat menelpon.

Yoona menatap Siwon dengan wajah cemas. “Maafkan aku, tapi aku harus pulang sekarang. Temanku sedang dalam bahaya aku harus menemuinya.” Jelas Yoona tergesah-gesah.

Siwon mengerutkan dahinya.Siwon dapat menangkap kecemasan diwajah cantik Yoona. “Tunggu sebentar aku akan mengantarkan kau sampai tempat tujuan.” Tawar Siwon.

“Tidak usah aku bisa naik taksi.” Yoona berusaha menolak tawaran Siwon dengan halus.

“Naik taksi malam-malam cukup berbahaya eonni! Jadi pergilah dengan Siwon oppa, percaya  tidak percaya oppa ku ini jago bela diri Taekwondo dia pemegang sabuk hitam.” Seru Sulli lagi-lagi disaat genting seperti ini masih sempat saja mempromosikan kakaknya kepada Yoona.

Yoona menghela nafas. “Baiklah..” memang tidak ada pilihan lain.

Siwon ikut merasa lega karena Yoona mau diantar olehnya. Itu artinya Yoona percaya kalu ia pergi dengan Siwon maka dia akan aman. Siwon berjalan masuk kedalam kamarnya untuk mengambil kunci mobilnya Yoona berjalan menunggu diluar diantar oleh Sulli.

 

~***~

 

Tepat saat pintu Lift lantai sebelas terbuka, saat kyuhyun keluar dari dalam Lift seorang lelaki memakai jaket hitam masuk kedalam lift dan menabrak bahu Kyuhyun tanpa meminta maaf lelaki itu masuk kedalam lift dan hilang saat pintu lift tertutup rapat. Kyuhyun hanya mendengus kesal dengan orang yang gerak geriknya mencurigakan tersebut. Tapi dia sudah tidak ingin mengambil masalah panjang dengan orang tersebut. Itu tidak penting. Kyuhyun berjalan menuju pintu Apertement yang sudah diberi tahu Yoona ternyata letaknya tidak jauh dari pintu Lift.

Kyuhyun baru akan memencet belnya. Tapi ternyata pintu itu masih sedikit terbuka. Kyuhyun menoleh kesekitarnya apertement sederhana ini nampak sangat sepi. Kyuhyun mendorong pintu tersebut lalu dengan langkah hati-hati ia masuk kedalam apertement. Dan menutup pintunya.

Kyuhyun langsung disambut dengan suara isak tangis Seohyun. Kyuhyun membuka sepatunya dan berjalan mengikuti sumber suara tangisan Seohyun yang terdengar diseluruh ruangan.Ruang tengah apertement Seohyun nampak sangat berantakan, banyak pajangan rumah yang berjatuhan dilantai. Pasti sesuatu keributan telah terjadi disini sebelum ia datang. Kyuhyun terdiam ketika ia menemukan Seohyun yang menangis disudut ruangan sambil membunyikan wajahnya pada lututnya yang ditekuk.

Walau sedikit ragu, tapi Kyuhyun tetap berjalan dan mendekati Seohyun. Kyuhyun meresa suasana ini terlalu canggung, dia selalu tidak tega saat melihat seorang wanita menangis.

“Seohyun-ah..Gwanchanayo?” tanya Kyuhyun sambil menyentuh bahu Kyuhyun.

Seohyun perlahan-lahan mengangkat kepalanya ketika mendengar suara Kyuhyun. Lalu ia menatap Kyuhyun. Kyuhyun terkejut, saat melihat wajah Seohyun yang sangat berantakan pipinya mememar dan ujung bibirnya berdarah rambutnya berantakan. Ini sangat menakutkan. Seohyun terlihat sangat rapuh. Kyuhyun sampai tidak tega.

“Kau datang?” tanya Seohyun masih menangis.

“Apa yang terjadi? Iya aku datang. Bukankah kita teman? Aku datang untuk menolong temanku.” Jawab Kyuhyun.

Seohyun menatap Kyuhyun dengan tatapan sedih. Lalu tiba-tiba Seohyun beranjak memeluk tubuh Kyuhyun dan menangis dipelukan Kyuhyun. “Aku takut.. aku benar-benar takut kyu..aku takut.”

Kyuhyun nampak kaku dipeluk oleh Seohyun se-erat ini. Tapi kyuhyun mengerti bagaimana keadaan jiwa Seohyun sekarang. Dia memang benar-benar merasa ketakutan. Kyuhyun akhirnya mencoba melunakan diri dan membalas pelukan Seohyun. “Tenanglah, semua akan baik-baik saja. aku ada disini. Kau akan akan aman. Kau percaya padaku kan?”

Seohyun memanggutkan kepalanya tapi masih tetap menangis. Kyuhyun melepaskan pelukan Seohyun. Dia menatap Seohyun yang masih sesegan. “Berhentilah menangis, aku akan membuatkan kau teh hangat, agar kau bisa lebih tenang dan mungkin kau harus menceritakan apa yang terjadi padamu tadi..” Kyuhyun membantu Seohyun berdiri dan merangkul Seohyun dengan perlahan membawa Seohyun duduk dikursi depan televisi.

Kyuhyun mengambil kotak tisu yang ada didekat kursi. Lalu ia berikan pada Seohyun. Seohyun menerimanya dan membersihkan air matanya. Kyuhyun yang berdiri disamping Seohyun jadi merasa benar-benar kasihan dengan Seohyun . Kyuhyun mengalihkan perhatianya dengan berjalan kedapur untuk membuatkan Teh hangat untuk Seohyun.

 

Dua puluh menit berlalu. Terdengar suara bel pintu. Suasana hening yang sejak tadi menyelimuti Seohyun dan Kyuhyun akhirnya terbagi. Kyuhyun bangun dari duduknya.

“Mungkin itu Yoona. Aku akan membukakan pintunya.” Kata Kyuhyun sambil beranjak menuju pintu. Sejak tadi ia memang sangat menunggu kedatangan Yoona.

Kyuhyun membuka pintu Apertement Seohyun. Dugaan Kyuhyun memang benar ternyata itu memang Yoona. Tapi Kyuhyun terlihat kecewa ketika melihat Yoona datang bersama Siwon. Yoona terlihat sangat panik.

“Dimana Seohyun? Apa dia baik-baik saja?” tanya Yoona pada Kyuhyun.

Kyuhyun memanggutkan kepalanya. “Diruang televisi. Dia masih nampang terguncang.” Lalu ia memberi jalan untuk Yoona masuk dan memui Seohyun yang memang membutuhkan support dari Yoona.

Tapi tidak dengan Siwon begitu yoona masuk Kyuhyun malah menutup jalan untuk Siwon masuk. Mereka berhadapan dan saling menatap dengan tatapan yang sulit diartikan.

“Kenapa Yoona bisa datang bersama kau?” tanya Kyuhyun tidak bersahabat.

Siwon terlihat tampak malas meladeni introgasi Kyuhyun. Disaat seperti ini. “dia baru saja selesai makan malam dirumahku.” Jawab Siwon tak acuh.

“Mwo?!” Seru Kyuhyun tidak percaya dengan pendengarannya sendiri. Karena Kyuhyun tahu pasti. Yoona tidak akan mudah datang kerumah lelaki yang baru dikenalnya. Semenjak Yoona patah hati karena pria yang disukainnya direbut Yuri maka Yoona jadi dingin dengan semua pria, Yoona menutup dirinya untuk menyukai pria karena ia takut ditolak certa dikecewakan lagi. dan ia hanya bisa bersikap biasa pada Kyuhyun saja karena kyuhyun adalah sahabatnya. tapi sekarang apa itu? Yoona makan malam dirumah Siwon?ini jelas ada yang salah. Dan Kyuhyun nampak tidak senang dengan kemajuan sikap Yoona ini. Dia tidak rela lebih tepatnya.

“Ada apa? Apa salahnya kami makan malam bersama?” tanya Siwon santai. “Permisi.. aku juga harus masuk dan melihat keadaan Seohyun.” Siwon menggeser tubuh Kyuhyun dan menerobos masuk tanpa peduli tatapan dan Sikap Kyuhyun yang sangat dingin kesal dan tidak bersahabat.

Yoona bahkan juga berbagi cerita tentang sahabatnya pada Siwon. Jadi sejauh ini sudah apa saja yang sudah terlewati dan Kyuhyun tidak ketahui sama sekali. Dia kecolongan. Kini sudah ada pria lain yang berani menyelusup dan menghampiri pintu hati Yoona yang tertutup. Tidak. Kyuhyun harus menghentikan jangan sampai pria itu berhasil membuka pintu yang selama ini terus tertutup rapat. Kyuhyun merasa dia yang tahu sejak kapan pintu itu tertutup maka seharusnya dia yang bisa membuka pintu itu, bukan orang lain. Kyuhyun sekarang benar-benar merasa tidak tenang.

Kyuhyun mengepalkan kedua tangannya sambil menatap punggung Siwon yang berjalan masuk kedalam meninggalkannya. Andaikan sekarang keadaannya berbeda. Pasti Kyuhyun sudah menebarkan bendera perang dan menyerang Siwon. Kyuhyun tidak bisa terima kalau sekarang Yoona bisa dekat dan bersikap normal dengan pria yang baru dikenalnya. Terlebih lagi orang itu adalah Siwon. Orang yang sudah mengambil ciuman pertama Yoona walau tidak disengaja dan sudah bersikap seenaknya pada dirinya dan Yoona. Kyuhyun benar-benar tidak habis pikir kenapa ini bisa terjadi?. Dia benar-bena tidak rela.

 

~***~

 

“Dia oppa tiri ku, dia selalu datang mencariku jika ia membutuhkan uang. Aku sudah memberinya uang tapi dia bilang kurang sehingga dia meminta paksa dariku. Dia memukulku, aku sudah berusaha pergi jauh tapi dia tetap bisa menemukan keberadaanku. Aku benar-benar frustasi Yoona.” Cerita Seohyun meluapkan beban yang sedang dihadapinya.

Yoona menghebuskan nafasnya. “Aku tidak tahu jika kau ternyata mempunyai masalah seperti ini Seo.” Komentar Yoona dengan sikap simpati.

Kyuhyun datang membawa air hangat dalam baskom serta handuk kecil sesuai perintah Yoona. Kyuhyun memberikannya dapa Yoona. Yoona langsung mengambilnya dan membantu mengkompres luka memar pipi mulus Seohyun.

Seohyun merintih kesakitan. Maka Yoona melakukannya lebih perlahan agar tidak menyakiti sahabatnya itu.

Siwon yang berdiri didekatnya menatap Yoona dengan penuh arti. Ternyata Yoona adalah sosok wanita yang baik terhadap orang-orang terdekatnya Yoona adalah wanita yang sangat hangat. Dia kagum.

Lain dengan Kyuhyun yang juga berdiri dekat Situ. Matanya menatap tajam kearah Siwon yang sejak tadi secara terang-terangan memperhatikan Yoona tampa henti. Dia cemburu.

Setelah selesai mengkompres luka Seohyun, Yoona menaburkan obat merah dan memplaster luka Seohyun yang tadi sempat mengeluarkan darah. Yoona bangun dari duduknya lalu berdiri behadapan dengan Siwon dan Kyuhyun.

“Aku akan menginap disini sampai keadaan benar-benar tenang. Kalian sudah boleh pulang. Terimakasih atas bantuannya.” Ucap Yoona untuk Kyuhyun dan juga Siwon.

“Kau yakin semuanya akan aman-aman saja?” tanya Siwon mengkhawatirkan Yoona jika Yoona tetap disini bersama Seohyun. Dia takut kakak Soehyun yang maniak itu datang lagi.

“tidak, aku yakin dia tidak akan datang mala mini. Karena dia sudah mengambil semua uang Seohyun. Dan lagian aku akan mengecek dulu siapa orang yang akan datang ke Apertement Seohyun.” Jawab Yoona member keyakinan.

“Baiklah.. jika besok, kau kelelahan karena menjaga sahabatmu, aku akan menginkanmu tidak masuk kantor sehari.”

Yoona tersenyum mendengar kebaikan yang ditawarkan Siwon. “Kamsahamnida.” Balas Yoona.

“Baik, aku juga akan pulang. Besok pagi-pagi sekali aku akan datang kesini untuk membawakan kalian sarapan.” Kata Kyuhyun tidak mau kalah memberikan perhatian untuk Yoona.

“Iya.. kau bisa datang besok kesini, tapi jika kau sibuk dengan pekerjaanmu, kau harus mengutaman pekerjaanmu dahulu.” Ucap Yoona.

“Iya, tentu saja.” sahut Kyuhyun. “Jaga diri kalian. Seohyun, aku pulang dulu. Kau harus cepat tenang dan kembali ceria.” Kata Kyuhyun sambil menatap Seohyun.

Seohyun balas menatap Kyuhyun dengan tatapan tidak percaya. Hatinya jadi merasa sedikit tenang mendengar ucapan Kyuhyun seperti itu. dia senang mendengarnya kyuhyun ternyata perhatian juga terhadapnya.

“Gomawo Kyuhyun ssi.” Balas Seohyun.

“Kami pulang dulu..” ucap Siwon berpamitan.

Siwon berjalan deluan menuju pintu. Kyuhyun dengan cepat menyusul langkah Siwon. Ketika Siwon sedang memaki sandalnya. Dan Kyuhyun memakai sepatunya. Kyuhyun menatap Sinis Siwon. Tepat saat Kyuhyun sedang menatap sinis Siwon. Siwon mengangkat wajahnya dan bertemu pandang dengan Kyuhyun.

“Kita minum sebentar. Ada yang ingin aku bicarakan denganmu!” ucap Kyuhyun lalu membuka pintu.

Siwon nampak sedang menimbang ajakan Kyuhyun. Tapi akhirnya ia setujuh juga. “Oke.” Jawab Siwon singkat. Lalu keluar dari Apertement Seohyun.

Kyuhyun dan Siwon berjalan bersama menuju Lift dan masih dengan sikap yang sama-sama tidak bersahabat terlebih sikap dingin Kyuhyun terhadap Siwon. Dilihat dari Sisi manapun Kyuhyun tahu bahwa Siwon tertarik dengan Yoona. Maka dia harus menyelesaikannya sekarang juga. jika tidak dia akan terus merasa tidak tenang.

 

~***~

 

Annyeong? Tegang-gak tegang ga?? Hehe karena lagi bersitengang antara Kyuhyun dengan Siwon maka aku bersambungin dulu ah ceritanya capek ngetiknya. Lagian biar yang baca jadi Kepo ah.. heheh.. Thank u udah selalu baca dan komentar FF ini. Komentar kalian lucu-lucu tapi maaf  aku gak bisa balas satu persatu ya!! ^^ aku jadi semangat buat nulis cerita ini gak terasa sudah Part Lima.. Selamat menanti kisah selanjutnya antaran YoonWonKyuSeoMinSul heheh See U to Next Story!!

Advertisements

118 comments on “FF – The Good Person ( Part.5 )

  1. Wah seperinya persaingan bener2 mau dimulai nih 🙂 siapakah yg bakal jadi pemenangnya ?? Udah kyuhyun sama seohyun aja

  2. Dari teman jadi cinta, tp apa nanti cinta kyuhyun dibalas sama yoona?
    Sepertinya yoona lebih menginginkan kyuhyun untuk jadian sama seo dibandingkan
    Dgnnya..
    Dan sepertinya siwon sudah mulai mengakui perasaannya terhadap yoona.

  3. Ada aura persaingan yg kuat antra siwon & kyuhyun. . .
    Kira” siapa yg bkalan dpilih yoona ya? Pasti’a siwon lah . . .hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s