FF – A RICH MAN (3S) Part.2/3

ff-TheRichMan-YoonwonHyohyuk

A RICH MAN

( A Short Love Story Between a Couple YoonWon and HyoHyuk )

 

Title : A Rich Man

Type : ( 3S ) Three Shoot

Author : Ulanchoi Hyoyoon / Twitter : @Lovelyulan

Genre : Romance, Sad, Drama, Comedy

Ratting : PG – 17

Main Cast :

  • Choi Siwon SUJU
  • Im YoonA SNSD
  • Kim Hyoyeon SNSD
  • Lee Hyuk Jae ( Eunhyuk) SUJU

Other Cast

  • Kim Kibum (Key) SHINee
  • Tiffany Hwang SNSD
  • Kim Ryeowook SUJU
  • Choi Sooyoung SNSD

Akhirnya aku punya waktu Luang buat menulis ini, Alhamudulilah UAS telah berlalu dan sariwan gusi yang kuderita juga sudah sembuh 😀 dalam sehari ini aku berhasil melawan rasa malas untuk menulis dan akhirnya menyelesaikan Part ini. Kalo banyak Typo maklumin ya!! 🙂 cerita kali ini lebih panjang dari part sebelumnya. Jadi bacalah di tempat yang nyaman dan aman. Hehehe. Semoga jalan ceritanya dapat dimengerti dan diterima. Dan Semoga aku tidak malas untuk menulis part terakhirnya. Jadi selamat membaca dan semoga tidak membuat puasa kalian batal (Kalau yang baca Siang hari) hehhe.. Selamat menunggu part ENDING-nya ya!!  LIBUR SEMESTERAN TELAH TIBA!! Ahh..^^

 ~ A RICH MAN or THE RICH MAN ~

Yoona dan Hyoyeon berdiri rapi, berbaris bersama ratusan karyawan lainnya. Mereka  ratusan orang yang berdiri rapi di lobi utama Hotel Gidae Groups Incheon ini adalah orang-orang yang diterima bekerja di  Hotel tersebut setelah melalui tahap walk interview dua hari yang lalu. Hari ini adalah pembagian remsi pekerjaan atau jabatan. Semuanya nampak tidak sabar untuk mendengarkannya, termaksud Yoona dan Juga Hyoyeon.

Beruntung Yoona dan Hyoyeon kini tidak perlu memikirkan tempat tinggal karena Ajjussi Park yang membawa mereka ke Incheon akhirnya menghubungi mereka kemarin, dan memberikan sewa kamar kecil yang bisa dihuni Yoona dan Hyoyeon. Tempatnya memang sangat kecil dan terletak diatas atap si empunya rumah, tapi setidaknya tidak terlalu jauh dari Gidae Hotel tempat mereka akan bekerja. Sebenarnya ajjussi park tidak benar-benar memberikan sewa kamar itu secara Cuma-Cuma, dia hanya membantu Uang DP saja, pembayaran selanjutnya tentu saja Yoona dan Hyoyeon yang harus menanggungnya untuk membayarnya. Tapi itu tidak masalah karena sebulan lagi mereka akan memiliki gaji yang cukup besar beserta uang tunjangan hidup pekerja.

Seorang  wanita berbadan tinggi dan tegap memperkenalkan mananya sebagai  Choi Sooyoung, dia adalah seorang wakil manager bagian HRD yang akan mengurusi semua karyawan baru yang akan bekerja untuk Gidae Hotel. Dia berkata bahwa ia juga disini baru memiliki naik jabatan sebelumnya ia bekerja sebagai bawahan Choi Siwon pemilik Hotel Gidae saat di kantor pusat.

Dengan cepat mereka memanggil satu persatu nama karyawan membagikan seragam sesuai dengan jabatan kerja mereka. Kini tiba giliran Yoona yang maju. Sooyoung meneliti sosok Yoona dari atas kepala sampai kaki, lalu mengecek hasil interview dan data diri Yoona.

“Tolong ambilkan pakaian itu.. berikan padanya.” Perintah Sooyoung pada anak buahnya.

Lalu ia menatap Yoona dengan sangat serius. “Yoona ssi, kau kami tempatkan di bagian Hotel service VIP, jadi tugasmu adalah melayani tamu-tamu hotel khusus VIP, setelah ini kau akan mendapatkan training singkat, saya harap kau dapat bekerja dengan baik dan cepat. Arrasseo?”

Yoona mengembangkan senyumnya dan balas manatap Sooyoung penuh keyakinan. “Ne arrassi.” Jawab Yoona.

Sooyoung memanggutkan kepalanya. “Oke berikutnya Cha Woo young!!” seru Sooyoung.

Yoona memberi clue pada Hyoyeon kalau dia akan ke bagian penempatan kerjanya, menunjukan kearah papan khusu pegawai VIP service Hotel di sudut kanan lobi. Hyoyeon mengacungkan jempolnya pada Yoona. Dia mengerti. Kini tinggal menunggu gilirannya maju. Dan mendapatkan posisi bagian kerjanya. Dia harap dia juga menadapat pagian VIP service karena dari hasil pembicaraan kemarin di interview gaji dan tunjangan karyawan Vip servie sangat menggiurkan jumlahnya kira-kira tiga kali lipat dari gaji ia saat bekerja di pom bensin dibusan.

Seperti sebelum-sebelumnya Sooyoung selalu memperhatikan calon-calon karyawan yang akan ia urusi mulai dari ujung kepala sampai kaki, meneliti dengan benar postur tubuh dan gerak geriknya. “Namamu Kim Hyoyeon?” tanya Sooyoung pada Hyoyeon.

“Ne…” jawab Hyoyeon sambil membuat senyum teramahnya.

Sooyoung membalas senyum Hyoyeon sesaat. Lalu memerintah anak buahnya untuk mengambilkan seragam Hyoyeon. Seragam yang Hyoyeon terima berbeda dengan yang tadi Yoona terima.

“Hyoyeon ssi… dari hasil Interview dan test, kami memutuskan kau ditempatkan di bagian dapur restoran hotel VIP service, tugasmu adalah tentu memasak, harus membantu tiga chef utama kami, kau hanya boleh mendengarkan perintah mereka saat didapur, dan kau juga boleh memerintahkan orang lain yang posisinya bawah dirimu tapi dengan rules dapur yang baik dan benar. Kau mengerti?” jelas Soooyoung panjang lebar tentang deskripsi kerja Hyoyeon nanti.

“Iya.. aku mengerti..” jawab Hyoyeon penuh semangat.

Hyoyeon segera berjalan kebagain khusus koki-koki dapur yang telah dipisahkan. Hyoyeon senang sekali, pekerjaannya memang cocok untuk dirinya. Dia senang memasak dan didapur, apalagi kini ia juga mendapat posisi VIP jadi yang diharapkan Hyoyeon jadi kenyataan.

Setelah semua mendapatkan bagian dan berpencar antar bagian kerja. Tiba-tiba terdengar suara pria dari pengeras Suara.

“Annyeonghaseyo.. apakabar semuanya?”

Semua kompak mengarah kepodium utama tempat dimana sumber suara itu berasal, disana berdiri dua orang pria yang berpenampilan rapi dan keren dengan setelan jas mahal dan mewah yang mereka kenakan. Ditempat barisan yang terpisah Yoona dan Hyoyeon terkejut begitu matanya mulai mengenali siapa dua pria yang sedang berbicara didepan sana? Tidak mungkin ini tidak mungkin.

“Nama ku Choi Hyuk Jae tapi aku lebih senang dipanggil Eunhyuk. Aku adalah direktur utama Hotel dan resort Gidae Group cabang Incheon ini, bersama dengan Partner sesama Direktur yaitu Choi Siwon.” Ucap Eunhyuk sambil menunjukan penuh hormat pada posisinya.

Jantung Hyoyeon berdebar-debar tidak karuan. Dia benar-benar terkejut bahkan sampai menelan ludahnya sendiri saat mendengar bahwa Eunhyuk lelaki yang berdiri di podium sana, sama dengan orang yang sudah ia tonjok tempo hari, yang ternyata adalah direktur utama tempatnya bekerja?! Kutukan macam apa ini? Ia baru saja merasa bahagia dan beruntung. Kenapa mendadak jadi sengsara dan pirasatnya ia akan sial di hari berikutnya.

“Fokus pengelolahanku, aku akan mengatur management bagian Restorant dan resort.” Ucap Eunhyuk dengan percaya diri. “Kuharap kalian yang mendapatkan bagian di restoran dan Resort dapat mengenalku dengan baik karena kami tentu akan lebih sering bertemu.”

“Mati kau Hyoyeon!!” runtuk Hyoyeon dalam hati. Wajahnya sudah menjadi pucat. Bagaimana ia tidak pucat. Ternyata kemungkinan besar dengan posisinya sebagai koki restorant itu bisa mempermudah ia bertemu Eunhyuk kapan saja. Eunhyuk orang yang dia tidak harapkan akan bertemu di Incheon ini lagi.

Yoona yang juga mengenali Eunhyuk yang sejak tadi terus berbicara jadi ingat Hyoyeon, dia jadi khawatir pada Hyoyeon. Apakah Hyoyeon sekarang baik-baik saja?

“Aku Choi Siwon. Aku akan lebih fokus untuk menangani segala hal yang terjadi pada bidang perhotelannya. Baik kelas premium, dan VIP.” Jelas Siwon dengan sikap wibawanya.

Yoona membuka mulutnya lebar saat dia dapat melihat sosok Siwon lagi, lelaki yang malam hari itu. ternyata ditempat seterang ini sungguh sangat tampan. Tanpa sadar Yoona mengembangkan senyumnya dan pipinya bersemu merah merona.

“My prince..” ucap Yoona dalam hati saat ia memandang Siwon didepan sana.

“Kami mengucapkan banyak terima kasih karena partisipasi kalian untuk bekerja disini. Kami harap kalian dapat bekerja dengan professional , sekarang mulai hari ini kalian resmi akan menjalani training singkat sebelum dua hari lagi Grand opening hotel ini resmi akan berjalan. Mohon kerjasamanya..!!” ucap Siwon.

Dengan kompak para pekerja yang sudah resmi memberikan sambutan tepuk tangan yang hangat dan meriah. Yoona bertepuk tangan dengan sangat gembira. Ternyata bukan hanya wajahnya saja yang tampan tapi cara Siwon berbicara sangat berwibawa sangat menawan. Yoona benar-benar mengagumi sosok Siwon sebagai direkturnya. Bagi Yoona dia memang cocok dengan posisinya.

Lain dengan Hyoyeon, dia benar-benar merasa dalam zona gawat.apakah dia pantas bersenang hati dan bertepuk tangan dengan meriah sedangkan hidupnya sekarang hanya digenggaman Eunhyuk. Ah.. apa yang harus ia lakukan sekarang? Yang bisa Hyoyeon harapkan adalah, agar mendadak Eunhyuk hilang ingatan. Dan melupakan kejadian itu. Hyoyeon jadi teringat ucapan Eunyuk yang mengatakan dia harus mempunyai nyawa banyak jika bertemu Eunhyuk. Sekarang dipikiran Hyoyeon adalah dimana lokasi penjualan nyawa? Ia ingin membelinya!! Ia membutuhkan banyak nyawa untuk melawan Eunhyuk!.

~***~

Satu minggu telah berlalu dari acara Grand Opening Gidae Hotel and Resort. Itu berarti sudah sepuluh hari Yoona dan Hyoyeon bekerja disana. Sejauh ini walau Hyoyeon selalu merasa was-was dalam pekerjaannya, takut bertemu Eunhyuk dan Eunhyuk akan menyeretnya keluar begitu saja. tapi kenyataannya takdir selalu menyelamatkannya. Dia belum bertemu Eunhyuk secara tatap muka sejauh ini. Jika Hyoyeon melihat Eunhyuk mundar-mandir mengotrol keadaan hotelnya sih sering, tapi Hyoyeon selalu mengumpat agar Eunhyuk tidak melihatnya. Dan itu berhasil sampai sejauh ini.

Tapi tidak untuk pagi ini! Sepertinya Dewi portuna yang selalu menjaga Hyoyeon, pergi dan lupa kalau dia harus memberi keberuntungan pada Hyoyeon yang lemah ini. Buktinya dia pagi ini sukses bertemu Eunhyuk secara tatap muka untuk pertama kalinya setelah kejadian yang lalu.

Hyoyeon baru saja berganti seragam dan menseterilkan tangannya. Dengan sikap tenang dia keluar dari ruang khusus Koki VIP. Begitu ia keluar ia bertemu kepala Kokinya yaitu Ryeowook. Hyoyeon mengembangkan senyumnya dan menundukan kepala memberi salam hormat.

“Annyeonghaseyo, chef..”

“Oh..Annyeonghaseyo, Hyoyeon ssi.” Balas Ryeowook.

Lalu mereka berjalan bersama menuju dapur,Ryeowook memperhatikan Hyoyeon yang berada disampingnya. Lalu ia tersenyum melihat Hyoyeon.

“Kalau aku boleh jujur, aku kagum dengan kemampuanmu memainkan pisau didapur, sangat cepat dan rapi saat memotong apapun. Apa kau sudah lama berada didapur restorant?”

Hyoyeon menoleh menatap Ryeowook, lalu tersenyum kecil, “bukan restoran tapi hanya sebuah kedai kecil milik keluarga, aku selalu membantu eomma selama hampir tujuh tahun. Kalau pekerjaan asli ku sih gadis pengisi bensin.”

Mata Ryeowook terbelalak. “Jinja? Ini sulit dipercaya, kalau begitu kau memang mempunyai kemampuan otodidak yang luar biasa.”

Hyoyeon memanggutkan kepalanya “bisa dikatakan begitu.”

Ryeowook menyerngitkan dahinya ketika tiba-tiba begitu ia masuk kedalam dapur semua koki sudah mengumpul membentuk sebuah lingkaran. Hyoyeon juga nampak bingung, kenapa tiba-tiba jadi seperti ini, tidak biasanya mereka sebelum kerja memanjatkan doa bersama. Tapi sepertinya sekarang bukan sedang berdoa, dia mendengar suara seorang lelaki yang sedang memberikan instruksi pada para koki, Hyoyeon tidak dapat melihat siapa yang sedang berbicara ditengah lingkaran itu, karena terhalangi oleh tubuh-tubuh para koki pria yang besar dan tinggi.

“Jadi hari ini kami mendapati sebuah tamu kehormatan, mereka adalah para kementrian dari china. Setelah transit mereka memutuskan akan beristirahat di hotel kita. Jadi saya harap bekerjalah dengan baik untuk menyajikan menu masakan untuk mereka. Dan jangan lupa kimchi! Buatlah kimchi yang enak.”

Hanya suaranya saja yang terdengar tapi Hyoyeon merasa aneh, dia sangat tidak asing dengan suara orang yang sedang bicara itu. tapi dimana ya? Dimana ia pernah mendengarnya? Apakah dia orang yang Hyoyeon kenal sebelumnya?

“Ouh.. mana Chief Ryeowook dan Assistennya? Apakah mereka sudah datang?”

“Kami disini!” sahut Ryeowook dengan lantang. Kompak semuanya langsung menoleh kearah Ryeowook dan Hyoyeon yang sejak tadi berdiri dipintu masuk karena tidak bisa lewat.

Mereka semua koki yang membuat lingkaran menggeser sedikit ke kanan. Memberikan tempat untuk Ryeowook dan Hyoyeon pada lingkaran tersebut.

Hyoyeon yang sedang tersenyum mendadak shock senyumnya perlahan mengecil-mengecil dan menghilang lenyap dengan perasaan terkejutnya. Didepannya dihadapannya. Eunhyuk sedang berdiri memandangnya dengan muka yang sangat tidak bersahabat. Hyoyeon jadi merasakan dirinya mendadak kerdil, rasanya ia ingin berlari dan bersembunyi seperti yang biasa ia lakukan kemarin-kemarin. Tapi nampaknya sudah telat. Eunyuk sudah didepan mata dan Eunhyuk sudah menangkap basah dirinya.

“Hei..kau beri salam.” Tegur Ryeowook yang berdiri disamping Hyoyeon.

Dengan sikap gugup Hyoyeon menundukan kepalanya pada Eunhyuk.

Eunhyuk yang melihat itu hanya merespon dengan sebuah tatapan tajam dan senyum kecil yang terlihat meremehkan.

“chief Ryeowook. Saya serahkan pembutan kimchi pada anda!” ucap Eunhyuk setelah itu.

Ryeowook tersenyum. “tenang saja pak, saya mempunyai assisten yang sangat cekatan dalam bekerja.” Ucap Ryeowook sambil menepuk-nepuk bahu Hyoyeon.

Eunhyuk nampak tidak peduli tentang ucapan Ryeowook yang merekomendasikan kemampuan kerja Hyoyeon. Eunhyuk tersenyum pada yang lain dan mengucapkan salam penutup. Para koki kompak memundukan kepala memberi salam sebelum Eunhyuk meninggalakan dapur. Eunhyuk sengaja mengambil jalan dekat dengan Hyoyeon berdiri, dengan sikap kaku Hyoyeon menggeser tubuhnya memberi celah untuk Eunhyuk lewat dan keluar.

Tapi yang terjadi malah Eunhyuk berdiri dihadapannya sangat dekat dengannya, membuat Hyoyeon sulit bernafas rasanya. Eunhyuk menundukan kepalanya memandangi dada Hyoyeon. Hyoyeon yang sadar kearah mana mata Eunhyuk memandang tiba-tiba emosinya naik, keberaniannya juga muncul lagi. Dasar lelaki mata keranjang pikir Hyoyeon sebal.

Dengan sikap terang-terangan Hyoyeon membesarkan matanya dengan tajam lalu mendesis pada Eunhyuk. “Apa yang kau lihat!”

Eunhyuk mengangkat kepalanya. Balas menatap Hyoyeon. “Kim Hyoyeon jadi namamu Kim Hyoyeon?” tanya Eunhyuk sambil menunjuk nametag yang Hyoyeon tempel di atas dadanya.

Hyoyeon menepuk keningnya, astaga, kenapa aku harus meletakan nametag ini. Sial dia jadi punya kesempatan memandangi dadaku dan tahu namaku.

“Ikut aku.” Desis Eunhyuk. Lalu berjalan deluan.

Hyoyeon masih memaku ditempatnya. Eunhyuk yang sadar kalau Hyoyeon tak mengikutinya akhirnya memutar tubuhnya. “Kim Hyoyeon ssi!” panggil Eunhyuk dengan lantang membuat semua koki menoleh.

“Ne..” jawan Hyoyeon.

“Ikut aku keruanganku!” tambah Eunhyuk dengan tegas.

“Ne..” sahut Hyoyeon lagi. Mau tidak mau dia megikuti kemauan pemilik hotel ini, pikiran Hyoyeon yang buruk-buruk sedang berkecamuk dikepalanya.

Semua koki sepeninggalan Eunhyuk dan Hyoyeon keluar dari dapur langsung gaduh membicarakan mereka, rata-rata yang mereka bicarakan adalah kenapa Eunhyuk mengajak Hyoyeon keruangannya? Apakah Hyoyeon punya masalah? mereka malah membicarakan duga-dugaan mereka.

Ryeowook yang nampak terganggu dengan bisik-bisik tetangga, menggetok-getok spatulanya ke penggorengan. “Apakah kalian dibayar untuk membicarakan orang lain?” teriak Ryeowook.

Yang tadinya ribut membicarakan Hyoyeon langsung terdiam.

“Kerjalah, masaklah yang benar sesuai intruksi!”

“Ne..” jawab Mereka semua lalu mulai kebagian masing-masing dan masak.

Eunhyuk terdiam sambil menatap penggorengannya yang sudah memanas. Dia sendiri sebenarnya juga penasaran dengan apa yang terjadi, kenapa Eunhyuk tiba-tiba mengajak Hyoyeon keruangannya? Karena Hyoyeon Assistennya makanya ia jadi sangat peduli. Ah, seharusnya ia sudah bisa menyuruh-nyuruh Hyoyeon sekarang. Bisa melihat senyum Hyoyeon dan kerja Hyoyeon.

Rywowook menjitak kepalanya sendiri lalu ia tersenyum “Kim Hyoyeon.. kau ini.”

~***~

Hyoyeon hanya mampu berdiri diam sambil menundukan kepalanya juga memainkan ujung sepatunya. Eunhyuk sudah duduk manis dikursi kekuasaannya, masih memperhatikan Hyoyeon dengan tatapan tidak suka. Eunhyuk benar-benar tidak abis pikir selama ini Wanita yang sudah hampir mematahkan hidungnya sudah berkerja di hotelnya tanpa ia ketahui sama sekali.

“Bagaimana Kau bisa ada disini?” pertanyaan pertama dari eunhyuk.

“Tentu saja aku bekerja, aku menjadi assisten koki disini.” Jawab Hyoyeon datar.  Lalu dia menambahkan sendiri didalam hatinya. “bodoh sekali, jelas-jelas dia sudah membaca name tagku disana ada jabatan kerjaku lalu dia menemukan aku di dapur, untuk apa dia menanyakan hal yang tidak penting?”

Eunhyuk mendengus kesal. “Maksudku kenapa kau bisa bekerja disini!! Ah jinja kenapa mereka bisa memilihmu untuk bekerja disini? Gembel macam kau! Bisa apa memangnya?”

Hyoyeon akhirnya mengangkat kepalanya lalu memandang Eunhyuk dihadapannya. “Aku masuk disini karena melalui berbagai proses sama seperti yang lain, dan kemampuan ku tentu saja memasak.”

Eunhyuk menajamkan matanya lagi beradu pandang pada Hyoyeon. “Kau tahu karena ulahmu malam itu, berapa biaya yang aku keluarkan utntuk hidungku yang kau buat bengkak dan berdarah!!!”

Hyoyeon menyerngit. “Bilang saja kau memanggilku memang mau membahas malasah itu.Sial!” ucap Hyoyeon dalam hatinya.

Eunhyuk berdiri menghampiri Hyoyeon yang hanya terdiam, Eunhyuk meneliti Hyoyeon dari atas kepala sampai kaki. Lalu ia tersenyum melecehkan. Kalau saja Hyoyeon tak sadar orang yang sedang memandangnya dengan tatapan melecehkan seperti ini adalah pemilik tempatnya bekerja bisa saja Hyoyeon sudah mempiting tangannya dan menendang kakinya lalu memukulinya sampai tak berdaya. Dasar lelaki hidung belang!

“Kau tau kan aku adalah pemilik gedung ini? Jadi aku bisa bertindak apapun padamu?” tanya Eunhyuk serius.

“Kecuali memecatku dengan seenaknya! Aku sudah menandatangi surat kontrak, jadi kau tidak bisa melakukan itu!” jawab Hyoyeon.

Eunhyuk mengangkat sudut bibir. “Oh? Benarkah? Rupanya kau wanita gembel yang cukup tangguh.”

Hyoyeon mendengus kesal.

“Sekarang! Buatkan aku tiga jenis masakan, harus enak, bergizi, dan dalam waktu dua puluh menit sudah harus tersedia di sini!” perintah Eunhyuk.

Hyoyeon membuka mulutnya lebar-lebar. Dia tahu dirinya sedang dikerjai oleh Eunhyuk. Tapi dia tidak boleh menyerah. Dia harus bertahan bagaimanapun resikonya. Dia tau apa resikonya jika ia tidak menyanggupi permintaan orang ini pasti dia akan langsung dipecat.

“Baik..!! kau tunggu disini!” jawab Hyoyeon tegas lalu dia berjalan keluar dari ruangan Eunhyuk.

Eunhyuk tersenyum puas. “Rasakan kau! Kau tidak akan bisa bernafas dengan legah kali ini!”

~***~

Hyoyeon kembali kedapur dia langsung menyibukan diri untuk memasak dengan cepat. Ryeowook menghampirinya, dan terlihat bingung melihat Hyoyeon yang melakukan pekerjaan tanpa menunggu intruksi dari dirinya.

“Apa yang kau lakukan? Kita harus membuat banyak Kimchi.”

Hyoyeon sambil memotong bawang menoleh sebentar pada Ryeowook. “Maaf chief aku tidak bisa membantu, aku mendapat tugas menyebalkan dari pemilik restoran hotel ini.”

“Tugas Apa?” tanya Ryeowook bingung.

“Membuat tiga jenis masakan enak dalam waktu 20 menit!”

“Dia sedang mengetes mu?” tanya Ryeowook heran.

“Entahlah.. sepertinya begitu.” Jawab Hyoyeon tak bersemangat.

Ryeowook tersenyum, lalu dia menepuk bahu Hyoyeon. “Orang seperti mereka memang bisa melakukan apapun sesuka hatinya, kau harus semangat membuktikan kalau kau bisa dan tidak mudah untuk dipermainkan.”

Hyoyeon ikut tersenyum mendengarnya. Dia senang dapat bekerja didapur ini bersama Ryeowook sejak awal. Hanya dia koki yang baik hati dan sedekat ini padanya.

Ryeowook menepuk bahu Hyoyeon pelan lalu meninggalkannya. Agar Hyoyeon bisa lebih cepat menyelesaikan tugasnya sendiri.

Tiffany celingukan melihat keadaan disekitar dapur. Setelah Ryeowook pergi dia mendekati Hyoyeon. Hyoyeon langsung merasa ada aura tidak baik disisinya. Dia tahu sejak awal masuk rekan kerjanya  ini selalu membuat masalah didapur. Dari bekerja sangat lelet, hampir memotong jarinya sendiri, melempar pisau  secara tidak sengaja, suka bergosip dan ikut campur urusan orang lain.

“Ya! Hyoyeon ssi.. tadi kau kenapa dipanggil ke ruangan Eunhyuk ssi? Kau membuat masalah ya?” tanya Tiffany dengan sikap keponya.

Hyoyeon memang benar. Dia berjalan meninggalkan tiffany untuk menggoreng kentang. Tapi Tiffany membututinya.

“Kau tau tidak, dia itu suka main wanita! Dia suka membayar wanita untuk tidur dengannya!” bisik Tiffany.

Hyoyeon terdiam. Mungkin dia harus percaya ucapan Tiffany.

“Kau harus hati-hati. Jangan sampai ia membayar tubuhmu untuk kesenangannya saja.”

Kali ini Hyoyeon harus marah atas ucapan Tiffany.

“Diam!! Bisa kau diam Tiffany ssi? Urusilah pekerjaan mu sendiri, aku sedang sibuk. Jadi jangan bicara apapun padaku!” pekik Hyoyeon.

Semua koki yang sedang bekerja jadi memusatkan perhatian mereka pada Tiffany dan Hyoyeon. Tiffany meringis sebal karena Hyoyeon sudah berani menggentaknya dan mempermalukannya. Tanpa bicara apapun Tiffany berjalan meninggalkan Hyoyeon sendiri. Hyoyeon menghebuskan nafas. Kenapa hari ini banyak sekali yang membuatnya ingin meledak. Menyebalkan!

~***~

Yoona berjalan mundur sambil mendorong meja troly keluar dari kamar tamu VIP,  ia tersenyum puas. Tugasnya melayani sudah selesai karena hotel ini masih baru jadi tamu yang menginap belum terlalu banyak jadi dia tidak begitu lelah dalam bekerja,semua pelayan dapat bagian secara rata melayani tamu.

Yoona memecet tombol elevator dia diam didepannya menunggu pintu itu terbuka. Yoona melihat papan monitor ternyata elevatornya masih berhenti dilantai atas. Yoona merunduk membersihkan roknya yang tadi tidak sengaja tertumpahan jus. Tepat saat itu pintu elevator berdenting dan terbuka. Yoona buru-buru memegang meja trolynya dan  mendorong masuk kedalam elevator.

Keadaan hening seketika ketika dua orang didalam elevator tersebut saling menatap. Yoona yang sadar deluan bahwa ia sedang satu elevator dengan pemilik Hotel ini langsung membungkukan tubuhnya memberi salam hormat.

“Annyeonghaseyo…”

Siwon tersenyum kecil, sejujurnya ia masih snagat terkejut ketika menyadari seorang pelayan yang satu elevator dengan dirinya.

“Kau..hemm.. wanita yang waktu malam itu kan?” tanya Siwon untuk memastikan bahwa dugaannya benar.

Yoona tersenyum malu. Ah, kenapa dia bisa bertemu disaat seperti ini? “Iya..itu aku.” Jawab Yoona sopan.

“Senang bertemu dengamu lagi. Siapa namamu? Kau bekerja disini? Ini sungguh kejutan.”

Yoona benar-benar tidak bisa berhenti tersenyum berada didekat Siwon begitupun juga dengan Siwon entah kenapa berada didekat Yoona dia merasakan sesuatu yang aneh dan membuatnya betah memandang dan berada didekat Yoona lama-lama.

“namaku Yoona, iya aku bekerja disini. Mohon bantuannya.”

Siwon menyerngitkan dahinya. Dia harus mengingat baik-baik nama wanita dihadapannya ini. “hemm Yoona ssi, jadi waktu malam itu kau berada di depan hotel kami..”

“Ouh.. itu maaf sekali, kami tidak bermaksud menjadi gelandangan disana dan mengganggu kegiatan usaha anda. Saat itu aku dan Teman ku baru tiba dari Busan, kami belum memiliki tempat tinggal, karena kami ingin melamar kerja disini esok paginya, jadi kami pikir tidak masalah jika numpang tidur disana karena kami sangat lelah, tapi malah terjadi kekacauan yang tidak diinginkan.” Cerita Yoona panjang lebar.

Siwon tersenyum lagi, dia mengerti sekarang. Tepat saat itu pintu elevator terbuka dilantai dasar. Mereka keluar bersamaan.

“masalah itu lupakan saja. tapi aku tidak yakin Eunhyuk akan melupakannya, karena itu pertama kalinya ia diperlakukan seperti itu oleh wanita.” Siwon mengikuti Yoona berjalan disepanjang lobi.

Yoona tertawa kecil. “jinja? Ah.. temanku itu memang seperti itu. dari kecil dia sudah dididik keras oleh ayahnya agar bisa melindungi dirinya sendiri. Dia sangat terkenal dipasar, dia sering melawan pereman-pereman pasar.” Cerita YoonA. Lagi-lagi dia jadi banyak bicara didekat Siwon. Dan SIwon nampaknya juga senang mendengar cerita Yoona.

“Temanmu itu juga bekerja disini?” tanya Siwon.

“Iya.. tapi dia dibagian dapur Restoran.”

“hemm.. tadi kau bilang kau datang dari busan? Kenapa bisa? Dari mana kau tahu hotel ini?”

“paman Park tetangga kami dibusan memberikan brosus tentang walk interview hotel ini. Dia juga yang mengantarkan kami pada malam itu. karena dia bekerja pengantar barang furniture kantor dan tidak punya tempa tinggal disini makanya kami ditinggal sendirian. Tapi untungnya dia sudah kembali dan memberikan kami tempat tinggal sementara.” Yoona menutup mulutnya. “Ah.. maaf aku sudah banyak bicara.”

“Tidak apa-apa…aku senang kau yang banyak bicara.” Canda Siwon.

“Maaf..” ucap Yoona jadi tidak enak hati.

“ouh, sampai bertemu lagi, aku masih ada yang harus aku selesaikan.” Ucap Siwon ketika sadar ia sudah berdiri  didekat cabin pelayan.

“iya.. terima kasih, sampai ketemu lagi.” Jawab Yoona lalu membungkukan badan lagi.

Siwon berjalan pergi meninggalkan Yoona, dalam dia mereka saling tersenyum  tanpa tidak ada yang tahu satu sama lain. memang aneh orang yang tidak pernah bertemu sebelumnya, bisa memiliki ketertarikan satu sama lain saat pertama bertemu dan bahkan sekarang pertemuan kedua mereka rasa ketertarikan itu juga masih sama. Apakah ini yang dinamakan cinta pada pandangan pertama?

Dari kejauhan Sooyoung berdiri sambil mendekap tangan dibawah dada. Dia sejak tadi memantau gerak gerik Yoona dan Siwon. Nampak dimatanya ketidak sukaan yang terpancar saat Siwon terus saja tersenyum dan berbicara perlahan pada pelayan itu. sooyoung ingat ekspresi itu adalah ekspresi yang jarang sekali Siwon munculkan selama ia bekerja dengan siwon sejak tiga tahun lalu. Tapi ekspresi ini sangat beda dari Siwon yang biasanya. Sooyoung mencekal telapak tangannya. Dia berbalik badan dan pergi dari tempat persembunyiaannya. Dia merasa sedikit menyesal telah ingin tahu apa yang dilakukan Siwon ketika tadi ia lihat Siwon keluar dari elevator bersama Yoona.  Ah,, dia jadi cemburu buta, atas kedekatan Siwon dengan Yoona.

~***~

Hyoyeon berjalan sambil membawa baki berisikan makanan buatannya. Ini adalah hari ketujuh Hyoyeon selalu di kerjain oleh Eunhyuk, ia selalu disuruh Eunhyuk membuatkan masakan yag enak dan dalam waktu secepat mungkin. Pernah Hyoyeon sudah memasak capek-capek tapi karena lama akhirnya Eunhyuk menolaknya dan tidak memakannya. Sebelum-sebelumnya Eunhyuk selalu memakan masakan yang dibuat Hyoyeon tapi tidak ada komentar apapun yang ia lontarkan untuk Hyoyeon.

Hyoyeon menyunggingkan bibirnya, dia sudah merencanakan sesuatu untuk membalas dendam Eunhyuk. Dia sudah lelah dipermaikan seperti ini selama seminggu. Dia pikir hanya karna dia pemilik Hotel  ini maka dia bisa seenaknya menyuruh Hyoyeon sesuai hatinya? Enak saja! dia belum tahu siapa Hyoyeon. Hyoyeon walaupun terlihat biasa saja diluar seperti wanita normal, sebenarnya ia adalah satu-satunya wanita yang ditakuti preman pasar di busan.

Hyoyeon membuka pintu ruang kerja Eunhyuk yang sangat megah dan mewah. Untuk ruang kerja Eunhyuk saja besarnya tiga kali lipat dari rumah Hyoyeon di Busan. Hyoyeon sudah tidak asing dengan ruangan ini, karena terlalu seringnya Eunhyuk menyuruhnya datang keruangannya siang dan malam.

Hyoyeon menatap kaget ketika ia melihat Eunhyuk  yang sedang berciuman dengan seorang wanita berpakaian sexy diatas sofa di depan televisi yang dibiarkan menyala. Hyoyeon mencoba menarik nafas. Dia agak risis melihat adegan ini. Dia melangkahkan kakinya dengan kasar mendekati Eunhyuk.

“Selamat Malam Eunhyuk Sangjangnim… ini makan malam yang kau minta.” Sapa Hyoyeon dengan tegas sambil memamerkan senyumannya.

Dengan gerak cepat Eunhyuk melepas ciumannya pada wanita itu. Hyoyeon benar-benar jijik melihatnya. Eunhyuk berdiri menghampiri Hyoyeon. Lagi-lagi dia meneliti tubuh Hyoyeon, yang sangat membuat Emosi Hyoyeon terpancing, bisakah dia tidak selalu menatap tubuh seorang wanita dengan hina seperti ini, Hyoyeon mencoba menahan emosinya, dia harus menyimpan energinya dengan sangat baik.

“Apa yang kau masak kali ini?” tanya Eunhyuk.

Hyoyeon mengembangkan senyumnya lagi, dia meletakan bakinya diatas meja, lalu membuka tutup sajinya. “Seafood ala Kim hyoyeon from Busan..” ucap Hyoyeon dengan bangga.

Eunhyuk menyunggingkan senyum kecil. Lalu dia menatap wanita panggilannya yang tadi berciuman dengannya. “Kau pulanglah.. uangmu ambil di atas meja kerjaku.” Ucap Eunhyuk dengan acuh.

Wanita itu hanya menunduk pasrah dan mengikuti ucapan Eunhyuk begitu saja. Hyoyeon jadi ibah dengan wanita itu. kenapa dia jadi sangat murahan sekali. Hyoyeon benci dengan wanita-wanita yang seperti itu. dia masih bisa berusaha bukan menjual tubuhnya begitu saja.

Begitu wanita tadi pergi dan menutup pintu ruangan Eunhyuk. Hyoyeon masih didalam bersama Eunhyuk yang sudah siap untuk menyantap makan malamnya. Hyoyeon masih berdiri menunggu reaksi yang akan dikeluarkan kali ini dari Eunhyuk, dia tidak boleh melewatkannya.

Suapan pertama, tidak masalah, suapan kedua dan mengunyahnya juga menelannya, mulai ada perasaan tidak enak dari wajah Eunhyuk, perlahan senyum dibibir Hyoyeon muncul.dan tiba suapan ketiga. Eunhyuk melepas sendoknya dengan kasar. Lalu mukanya memerah.

“Aaahh.. Apa ini!! Kenapa pedas sekali!! Ah…” teriak Eunhyuk kalang kabut. Dia dengan cepat meraih gelas dan mengisi sendiri dengan air meneral dan menenggaknya sekaligus. Masih pedas.

Eunhyuk dengan wajah merah seperti kepiting rebus. Mempelototi Hyoyeon yang berusaha menahan tawanya agar tidak meledak.

“YA!!! KIM HYOYEON!! APA YANG KAU LAKUKAN DENGAN MASAKAN INI!!” teriak Eunhyuk memarahi Hyoyeon.

Mukanya sangat lucu saat dia kepedasan sambil marah-marah seperti itu. Eunhyuk berdiri, Hyoyeon benar-benar tidak bisa menahan ketawanya kali ini, dia sukses mengerjai Eunhyuk, membuat eunhyuk kepedasan dan marah-marah. Hyoyeon menarukan bubuk lada hitam dan putih pada masakannya dibagian tengah-tengahnya.

Ketika Eunhyuk ingin menghampiri Hyoyeon yang sedang cekikikan tiba-tiba tubuhnya mulai terasa gatal, Eunhyuk menghentikan langkahnya, ia mencoba menggaruki tubuhnya yang terasa gatal, ditangan, pundak perut, kaki, wajah, ah.. semuanya gatal.

Hyoyeon menghentikan ketawanya melihat Eunhyuk yang mendadak jadi monyet, Eunhyuk mulai berteriak-teriak sambil mencoba menggaruki tubuhnya yang terasa gatal semuanya.

“Apa yang kau lakukan!! Apa yang  kau masukan kedalam masakan mu! Aiissh tubuhku gatal semua, panas!!”

Hyoyeon mendekati Eunhyuk, dia jadi khawatir. Diakan Cuma menaro lada berlebihan saja, masa sampai menyebabkan gatal-gatal seperti ini sih?

“Aku tidak tahu.. aku hanya memasukkan lada saja, agar rasanya pedas.”

“Bukan ini bukan masalah pedasnya, tapi gatal-gatal ditubuhku!! Pasti kau mencampurkannya dengan jamur!! Aku bisa memecatmu sekarang juga karena hal ini! Kau mencoba membunuhku!”

Hyoyeon langsung panik. “Tidak, aku minta Maaf, aku tidak tahu kalau anda alergi Jamur aku sungguh menyesal. Jangan pecat aku, aku baru kerja dua minggu disini. Aku belum menerima upah atas kerjaku..” mohon Hyoyeon pada Eunhyuk, dia tidak mau kehilangan pekerjaannya ini.

“Ah.. kau!!” gretak Eunhyuk.

“Tunggu!! Tunggu!! Aku akan mencarikan kau obatnya, kau punya obat khusus alergi jamur?” tanya Hyoyeon.

“Telepon sektertarisku, bilang bawakan obat alergiku!!” Eunhyuk menyerahkan ponselnya ke Hyoyeon.

Hyoyeon dengan perasaan panik  langsung mengikuti perintah Eunhyuk, Hyoyeon menelpon sekretaris Eunhyuk dan menyuruhnya ke ruang kerja Eunhyuk membawakan obat alergi jamur  Eunhyuk. Hyoyeon tidak menyangka kalau idenya untuk sedikit mengerjai Eunhyuk, malah jadi fatal begini, dia benar-benar takut. Takut Eunhyuk memecatnya saat ini juga.

~***~

Yoona memegangi dadanya, jantungnya berdebar kencang. Dia sedang bersembunyi dibalik dinding. Awalnya ia senang saat melihat Siwon, dan berniat akan menyapa Siwon. Tapi begitu ada pelayan yang sama sepertinya tidak sengaja menabrak Siwon hingga menumpahkan kopi hitam ke jas mahal yang dipakai Siwon. Yoona jadi tahu gimana sikap asli Siwon yang selama ini manis padanya. Yoona melihat dengan mata kepalanya sendiri kalau Siwon memarahi, mamaki Pelayan itu dengan kata-kata kasar. Yoona benar-benar takut melihatnya. Dia benci dengan lelaki kasar, lelaki kasar selalu mengingatkannya pada  Ayahnya.

Yoona berjalan keluar dari persembunyiannya ketika keadaan sudah mulai tenang. Yoona berjalan dengan hati-hati. Agar Siwon tidak melihatnya.

Siwon  yang masih kesal karena ketumpahan kopi hitam hangat dan menodai jasnya, berjalan sambil membersihkan dengan sapu tangannya. Tak sengaja matanya menangkap sosok Yoona yang berjalan memunggunginya. Siwon tersenyum, amarahnya langsung meredah hanya karna melihat Yoona saja. dengan langkah seribu Siwon menghampiri Yoona.

“Apa kau sedang sibuk?” tanya Siwon sambil memegang lengan Yoona.

Yoona tersentak kaget. Dia tidak berani menatap Siwon saat ini, dia masih teringat jelas kejadian tadi. “Iya.. aku sibuk..” jawab Yoona.

“Kau sudah makan malam?” tanya Siwon.

Yoona berusaha melepaskan tangannya dari tangan Siwon. Dia tidak menjawab.

Siwon menatap Yoona dengan pandangan aneh, dia sedikit bingung kenapa sikap Yoona jadi canggung seperti ini padanya? Kesalahan apa yang sudah ia perbuat?

Siwon, dia tidak mau mengambil pusing masalah itu, didalam hidupnya apapun bisa ia lakukan dengan mudah. Dia menarik tangan Yoona lagi dan menyeret Yoona mengikutinya. Dia tersenyum penuh kemenangan.

“Kau ingin mengajakku kemana?” tanya Yoona bingung. “Aku masih harus bekerja..”

“Kau lupa aku ini siapa? Aku pemilik Hotel ini! Jadi ikuti saja aku, kau tidak akan pernah dipecat.” Jawab Siwon dengan seenaknya.

“Tapi..”

“Tidak ada tapi-tapian.. aku sedang pusing aku butuh seseorang yang dapat menghiburku, mengembalikan suasana hatiku. Kita kencan malam ini.” Ucap Siwon sambil memandang Yoona dengan serius.

“Mwo?” Seru Yoona tak percaya dengan ucapan Siwon. Dia bingung sekarang dia harus senang atau bagaimana?

“Kau gantilah seragammu, aku akan menunggumu.” Ucap Siwon. Terpaksa kalau sudah seperti ini dia tidak punya pilihan lain lagi. Dia harus mengikuti kemauan siwon yang aneh itu.

~~***~~

Yoona menatap kagum kehindahan pantai dikawasan wisata Wolmido Island, Incheon. Ini pertama kalinya ia menginjakan kakinya disini. Dia tahu tempat wisata ini paling terkenal di Incheon. Tapi dia kan selama hidupnya dihabiskan di Busan jadi dia mana tahu kalau Wolmido Island memang sangat indah pada malam hari seperti ini. Banyak lampu-lampu dan air mancur buatan sepanjang jalan menuju pantai.

Siwon ikut senang melihat wajah Yoona yang mengekspresikan kekagumannya akan keindahan yang disuguhkan Wolmido Island. Dia tidak salah pilih tempat. “Kau senang? Ini indah sekali kan?” tanya Siwon.

Yoona tersenyum menatap Siwon. “Iya.. aku senang sekali, dan ini indah sekali.” Jawab Yoona.

Mereka masih berdiri dipinggir pantai menatap air laut yang berkilauan karena kena sororat dari kerlap-kerlip lampu yang menyinari malam di Wolmido Island.

“Siwon.. katanya kau akan mengajakku makan malam? Tapi kenapa kita hanya terdiam disini?” tanya Yoona. Begitu dia ingat apa tujuan utama mereka.

Siwon tersenyum lagi, disamping Yoona dia benar-benar sulit untuk tidak mengembangkan senyumnya. “Tunggu sebentar.” Siwon mengeluarkan ponselnya dan melakukan panggilan pada seseorang.

“Bagaimana apa sudah siap?” ucap Siwon. Yoona hanya mendengarkannya. “ Bagus, kami akan kesana sekarang.” Lalu Siwon menutup Ponselnya.

“Kajja.. Kita makan.” Siwon menuntun tangan Yoona. Lagi-lagi Siwon bersikap seenaknya. Sehingga Yoona sulit untuk bertanya dan menolak apa kemauan Siwon.

Siwon menagajak Yoona masuk kekapal Feri mini berwarna putih.Yoona benar-benar dibuat tercenga oleh Siwon. Kapal feri ini sangat bagus, dan pasti harganya sangat mahal. Siwon menuntun Yoona masuk menaiki lantai Dua kapal tersebut. Diatas Sana sudah ada satu meja penuh dengan hidangan makan malam dilengkapi dengan dua pasang lilin. Dan dua bangku yang saling berhadapan.

Seperti sebuah mimpi, Yoona tidak pernah membayangkan kalau hari ini akan terjadi dalam hidupnya. “Ini..?” tanya Yoona dengan sikap tak percaya melihat semua yang sudah Siwon siapkan didepan matanya.

“Makan malam kita, bagaimana?”

“Ini benar-benar indah..” jawab Yoona dengan mata berbinar-binar.

Baru mereka akan melangkah untuk duduk, tapi kapal bergoyang  dengan sigap Siwon menangkap tubuh Yoona yang oleng karena kapal tiba-tiba bergerak. Dan kapalpun berjalan perlahan diatas air laut.

“Gwanchanayo?”

Yoona hanya membalasnya dengan senyuman yang menandakan ia baik-baik saja. Siwon menarik kursi untuk Yoona. Yoona duduk dengan manis. Siwon duduk berhadapan dengan Yoona. Siwon menuangkan  Vodca kedalam gelasnya dan Gelas Yoona.

Hidangan yang diatas meja adalah hidangan seafood semua. Yoona sampai bingung harus memulai makan dari mana dulu, karena semuanya terlihat enak dan menggiurkan. Saefood sangat lekat dengan tempat tinggalnya di Busan.

Karena melihat Yoona yang belum juga memulai makannya Siwon mencoba mengambilkan sepotong ikan Salmon segar yang sudah diolah. Ia letakan diatas piring Yoona yang masih kosong. “Coba ini, ini sangat enak.”

“Iya.” Jawab Yoona dengan malu-malu. Lalu dia mengambil pisau dan garpunya. Dan memakan ikan tersebut. “Enak..” komentar Yoona.

Siwon pun ikut memakannya.  “tadi kenapa sikapmu tiba-tiba menjadi aneh padaku? Ada yang kau sembunyikan dariku?” tanya Siwon disela makan.

Yoona hampir saja tersendak. Dia mengambil minumnya dan meminumnya dengan perlahan. “itu.. aku hemm..” dia tidak bisa mejawab ataupun menjelaskannya pada Siwon.

“Aku ingin kau seperti biasanya. Kau tahu, aku tertarik padamu sejak pandangan pertama. Kau ingat kejadian dimalam hari itu? pertama kali kita bertemu? Entahlah itu namanya cinta pandangan pertama atau bukan. Aku orang yang tidak pernah percaya akan hal itu, tapi aku serius sepertinya aku menyukaimu saat itu juga.”

Yoona menghentikan makannya. Dia menatap Siwon dengan pandangan tidak percaya. Jadi bukan hanya dia yang merasakan hal aneh saat pertama kali bertemu? Jadi bukan dia saja yang menyukai Siwon? Jadi Siwon juga menyukainya? Astaga, lagi-lagi. Yoona tidak akan pernah berani bermimpi kalau hari ini akan terjadi didalam hidupnya.

Melihat Yoona hanya diam mendengar ucapannya, Siwon pun berkata.”Tak usah dipikirkan kau tidak perlu menjawabnya sekarang.” Ucap Siwon pelan. “Aku tahu ini terlalu cepat, kita hanya baru kenal belum sebulan. Dan pasti kau berpikiran bahwa aku main-main denganmu. Kau bisa menjawabnya kapanpun, ketika kau sudah yakin.”

Yoona tersenyum lalu menggelengkan kepalanya dengan cepat. “Anio.. Anio.. Anio..” lalu dia memandangi Wajah Siwon dengan serius.”Sebenarnya aku juga menyukaimu, hanya saja, kau yakin tidak masalah? aku ini wanita miskin yang ingin mengadu nasib di Incheon. Kedatanganku disini hanya untuk merubah nasibku.”

Siwon tersenyum, diwajahnya terlihat sekali keyakinan yang besar. “Nasibmu akan berubah jika kau bersama aku.”

Yoona menunduk terdiam, rasanya ia ingin sekali menangis. Ia ingin menangis sekeras-keras, dia benar-benar bahagia. Dia tidak pernah tahu apa jadinya jika ia tidak pernah datang ke Incheon dan tetap berada di Busan. Dia tidak tahu apakah ia akan bertemu Siwon si lelaki tampan gagah dan kaya raya ini yang ternyata juga menyukainya. Astaga rasanya hatinya penuh dengan bunga-bunga musim semi bermekaran.

Siwon bangun dari kursinya menghampiri Yoona. Ia berlutut dihadapan Yoona memandangi wajah Yoona yang sendu. Siwon menyentuh dagu Yoona mengangkat wajah Yoona untuk menatap matanya. Dengan perlahan tapi pasti Siwon mendekatkan bibirnya kebibir Yoona. Yoona memejamkan matanya, Siwon mencium bibir Yoona. Air mata Yoona akhirnya terjatuh juga. dia harap ini bukan hanya sekedar mimpi.

“Saranghae..” ucap Siwon begitu ia menghentikan ciumannya.

“Nado, Saranghaeyo..” jawab Yoona, seulas senyum mengembang di bibir indahnya.

“Siwon ssi..” ucap Yoona.

“Heem??”

“Bisakah kau tidak bersikap kasar lagi pada karyawanmu? Bisakah kau menjadi seorang atasan yang baik hati dan berwibawa dengan semua karyawanmu?”

“Apa maksudmu.”

Yoona mengalihkan pandangannya dari tatapan mata Siwon. “AKu benci pria kasar, yang tidak pernah menghargai usaha orang lain. dan pria yang memarahi orang lain padahal orang itu sudah meminta maaf. Sikapku berubah karena aku tadi melihatmu bersikap seperti itu saat di lobby.”

Siwon terdiam. Jadi itu masalahnya. Yoona benar dia memang lelaki kasar dan tidak pernah menghargai usaha orang lain. tapi sebelumnya tidak ada yang mengatakan seperti itu padanya. Hanya Yoona yang berani mengatakan itu padanya. Dan harus dia akui itulah yang menjadi daya tari Yoona, wanita polos dan selalu bersikap jujur.

“Sejak kecil aku selalu bersikap seperti itu. tapi aku janji mulai sekarang aku akan merubah Sikapku. Kau mau membantunya?”

Yoona memanggutkan kepalanya. “Tentu saja.”

Siwon langsung memeluk Yoona dari belakang dan mengecup pipi Yoona. “Aku tidak akan melepaskanmu.”

~***~

Eunhyuk masih berkelanjang dada duduk diatas kasur yang ada dibalik ruang kerjanya. Hyoyeon baru saja mengobati alergi Eunhyuk. Hyoyeon masih ada didalam ruangan Eunhyuk masih berdiri mematung, karena sejak tadi Eunhyuk masih melarangnya untuk kembali kedapur. Dengan alasan menunggu alerginya hilang. Hyoyeon disuruh bertanggung jawab sampai akhir. Padahal sejak tadi Hyoyeon sudah sangat tidak nyaman menatap tubuh six pack Eunhyuk yang harus ia akui sangat keren itu.

Eunhyuk lagi-lagi memandangi Hyoyeon dari atas kepala sampai bawah kaki, harus diakui Eunhyuk, walau tubuh Hyoyeon tidak memiliki tinggi professional, tabi tubuhnya sexy wajahnya juga cantik. Sesuai kemauan dia dan Siwon. Mereka hanya menerima karyawan yang memiliki wajah cantik dan tampan. Untuk menonjolkan nilai costumer service pada usaha mereka.

Eunhyuk bangun dari posisi duduknya. Dia tersenyum atau lebih tepatnya menyeringai nakal. Dia mendekati Hyoyeon yang wajahnya sudah terlihat was-was dengan sikap aneh Eunhyuk. Semakin Eunhyuk mendekat, semakin Hyoyeon memundurkan langkahnya. Dia takut sekali. Ucapan Tiffany beberapa waktu yang lalu didapur tiba-tiba terngiang ditelinganya.

Kau tau tidak, dia itu suka main wanita! Dia suka membayar wanita untuk tidur dengannya! Kau harus hati-hati. Jangan sampai ia membayar tubuhmu untuk kesenangannya saja.

Apa lagi saat ini Eunhyuk berkelanjang dada. Hyoyeon benar-benar takut. Diruangan ini hanya mereka berdua. Jikapun Hyoyeon berteriak. Kemungkinan besar tidak ada yang mendengarkannya. Karena ruangan kerja Eunhyuk tersembunyi dari karyawan yang suka mundar-mandir.

“Ya! Hyoyeon.. kemarilah..Aku tahu sejak tadi kau terus menatap tubuhku! Apa kau suka dengan ini?” tanya Eunhyuk dengan nada menggoda dan semakin mempersempit ruang gerak Hyoyeon.

“Eunhyuk ssi! Jangan mendekat!” hanya itu yang Hyoyeon lontarkan dari mulutnya yang mendadak kering.

Eunyuk makin tergoda dengan sikap Hyoyeon yang dipikir hanya berpura-pura tidak terarik dengannya. Dengan gerak cepat Eunhyuk menarik tangan Hyoyeon, mendekap tubuh Hyoyeon merapat dengan tubuhnya, hingga benar-benar tidak ada jarak. Hyoyeon terus berontak dipelukan Eunhyuk. Dia benar-benar takut.

Eunhyuk mengelus lembut pipi Hyoyeon dengan perlahan, membuat Hyoyeon merinding. Eunhyuk menyungging senyum disudut bibirnya. Dia yakin malam ini dia akan mendapatkan kepuasan dari seorang wanita yang sejak pertama bertemu sangat berani terhadapnya. Dia yakin kalau Hyoyeon sama dengan wanita-wanita lain yang selalu berpura-pura tidak tertarik dan sok jual mahal.

“Eunhyuk ssi. Hentikan! Apa yang akan kau lakukan!!” jerit Hyoyeon ketika Eunhyuk mulai merabah pahanya. Hyoyeon terus menggeliat dan berusah lepas dari pelukan Eunhyuk.

“Bercintalah denganku.. maka kau akan kerja dengan tenang disini. Apa kau ingin gaji yang lebih besar? Puaskanlah aku malam ini.”

Ucapan Eunhyuk membuat Hyoyeon ingin muntah. Dia benar-benar jijik dengan orang yang memeluknya sekarang ini. Dia benar-bena tidak menyangka kalau hari ini akan terjadi padanya.sekarang yang ada dipikirannya bagaimana cara agar ia dapat melapaskan diri dari jeratan Eunhyuk yang bisa saja menghancurkan impiannya untuk merubah nasib, hanya dalam sekejap.

Dengan gerak cepat ketika Hyoyeon sedang kalut dengan pikirannya. Eunhyuk menarik wajah Hyoyeon dan berhasil mencium  bibir Hyoyeon dengan penuh nafsu. Hyoyeon terus berontak memukuli dada Eunhyuk. Hyoyeon bahkan mulai menumpahkan air matanya. Dia benar-benar tidak bisa terima diperlakukan seperti ini.

Selagi berciuman Eunhyuk bahkan dengan ahli membuka zipper seragam Hyoyeon. Hyoyeon langsung tersentak kaget dan menggigit bibir Eunhyuk dengan keras. Dan akhirnya barulah Eunhyuk melepaskan ciuman ganas dan penuh nafsunya itu. Hyoyeon segera menjauh dan mendekati pintu.

“Aku memang wanita miskin yang membutuhkan banyak uang untuk merubah nasibku. Tapi aku tidak pernah berpikiran untuk menjual tubuhku dengan lelaki manapun!” ucap Hyoyeon dengan serius sambil beruraian air mata.

Eunhyuk terdiam, dia menatap Hyoyeon dengan tatapan datar.

“Kau salah Eunhyuk ssi, jika menilai semua wanita itu sama! Tanpa cinta asalkan uang, maka kau bisa mendapatkan kepuasan!” tambah Hyoyeon.

Dan lagi-lagi Eunhyuk hanya dapat terdiam.

“Kau tidak tahu kan! Sejak aku lahir aku sudah hidup miskin. Pekerjaan apapun yang dilkuakan kedua orang tuaku tidak pernah cukup. Aku sejak kecil sudah tahu bagaimana rasanya susah mencari uang. Bukan sepertimu yang mungkin sejak kecil, apapun yang kau inginkan akan kau dapatkan dengan mudah. Aku mempunyai seorang adik, aku ingin adikku mempunyai pendidikan yang lebih tinggi agar dia tidak sepertiku! Maka aku datang ke Incheon untuk mengadu nasibku. Aku tidak pernah berpoya-poya dengan hasil kerjaku. Adikku masih bersekolah. Aku ingin nasibnya lebih baik dari pada aku.” Cerita Hyoyeon dengan penuh emosi dan berurai airmata.

Hyoyeon sampai jatuh terduduk lemas. Dan dia menangis meraung-raung. “aku bahkan tidak pernah berpacaran sekalipun. Aku tidak pernah punya waktu untuk itu. tapi kau! Kau telah merebut ciuman pertamaku dengan cara yang sangat menjijikan!”

Eunhyuk benar-benar tidak dapat berbuat apa-apa mendengar semua ucapan Hyoyeon. Tiba-tiba hatinya jadi sangat tersentuh atau lebih tepatnya ia sangat merasa bersalah dan menyesal telah melakuakn Hyoyeon seperti tadi.

Eunhyuk berjalan perlahan mendekati Hyoyeon. Tapi Hyoyeon segera menghentikannya. “Jangan mendekat padaku, atau aku akan berteriak dan bilang pada semua orang disini bahwa kau mencoba memperkosaku dengan paksa. Dan maka tamatlah usahamu ini!”

Akhirnya Eunhyukpun berhenti mendekat. Dia hanya bisa memandangi Hyoyeon didepannya yang masih menangis. Dan berusah menutup kembali seragamnya yang tadi sempat dibuka Eunhyuk. Ingin sekali rasa Eunhyuk berlari dan memeluk Hyoyeon. Bukan, bukan pelukan seperti tadi tapi yang ia ingin berikan adalah pelukan perlindungan dengan segenap kekuatannya. Sekarang dia dapat melihat sisi rapuh dari wanita kuat seperti Hyoyeon ini. Dia sangat menyesal.

“Bukakan pintunya..” ucap Hyoyeon pelan. Dengan susah payah Hyoyeon berusah berdiri.

Eunhyuk dapat melihat tangan dan kaki Hyoyeon bergetar. Eunhyuk melangkah dan menekan kode tombol yang ada didinding. Dan pintupun terbuka.

“Kau berhasil untuk memecatku, besok aku akan menyerahkan surat pengunduran diriku. Ku pikir tempat ini akan baik untukku, tapi aku salah, selama tempat ini masih ada orang yang seperti kau. Aku benar-benar tidak sudi menginjakkan kakiku disini!” ucap Hyoyeon walau suaranya terdengar gemetar, tapi dia serius. Terlihat dari matanya.

Hyoyeon dengan langkah lemas berjalan keluar dari ruangan Eunhyuk, keadaannya angat berantakan sekali. Semua orang yang ia lintasi memandangi dengan tatapan aneh dan penuh selidik. Hyoyeon rasanya ingin terus menangis dan berteriak kalau dia baru saja menjadi korban pelecehan seksual. Tapi ia tidak bisa . mulutnya malah terkunci dengan rapat. Dia tidak kembali kedapur. Dia langsung kembali keruang ganti pakaian. Lagi pula jam kerjanya juga sudah berakhir setengah jam yang lalu. Dia ingin segera pulang dan membersihkan tubuhnya. Dia benar-benar merasa kotor hari ini.

Eunhyuk masih berdiri mematung sambil menatap Pintu ruangannya yang terbuka. Jantungnya berdebar-debar. Lagi-lagi Hyoyeon memberikan dia pelajaran yang belum pernah ia dapatkan dari wanita manapun. Eunhyuk tahu sekarang kalau Hyoyeon berbeda dari wanita manapun yang sudah ia kenal dan bahkan tidur bersamanya. Eunhyuk mencengkram tangannya kuat-kuat dia benar-benar merasa dirinya hina. Dan menjijikan. Bersikap seperti tadi pada Hyoyeon. Wanita yang masih polos itu.

Eunhyuk menjambaki rambutnya sendiri sambil mengeluarkan teriakan frustasinya. Baru kali ini dia merasakan penyesalan yang amat terasa. Eunhyuk segera mengambil kemeja dan memakai kemejanya dia meraih kunci mobilnya dan langsung keluar dari ruangannya. Dia harus mencari Hyoyeon dan memohon maaf pada wanita itu.

~***~

“Hyoyeon!! Mau sampai kapan kau membohongiku? Aku disuruh jalan deluan kehotel dan kau malah pulang deluan. Ini sudah empat hari Hyoyeon. Kau tidak kerjakan?” tanya Yoona dengan kesal. Padahal ia baru saja pulang kerja. Tapi ia melihat Hyoyeon sedang duduk sambil melamun. Sama seperti malam-malam kemarin.

Lagipula. Yoona juga tahu dari Siwon yang tadi saat makan siang menanyakan keadaan Hyoyeon padanya. Lalu Siwon menceritakan perubahan sikap sepupunya yang jadi aneh. Dan setelah mereka selidiki bersama  didapur ternyata Hyoyeon sudah tidak bekerja selama dua hari. Dan bahkan ada yang mengatakan Hyoyeon telah menyerahkan surat pengunduran diri. Siwon mengira ini pasti ada sangkut pautnya dengan sepupunya itu. dia tahu betul bagaimana sikap sepupunya.

Yoona tidak habis pikir, sebenarnya apa yang terjadi hingga Hyoyeon mengambil keputusan seperti itu. mereka sudah berjanji akan berjuang bersama-sama tapi kenapa Hyoyeon tanpa sepengetahuannya mengundurkan diri. Dan jadi bersikap aneh seperti ini.

“Hyoyeon, ada apa denganmu?” tanya Yoona. Kali ini suaranya lebih lembut.

“Aku akan mencari pekerjaan lain besok.” Jawab Hyoyeon.

“kenapa? Kau bilang posisi dan gaji ditempat itu sudah standar yang kau inginkan? Kenapa tiba-tiba berubah pikiran?”

Hyoyeon terdiam. Dia tidak bisa menceritakan alasan yang sebenarnya sampai ia mengundurkan diri.

“Hyoyeon.. aku mengkhawatirkan mu!”

“AKu tidak apa- apa sungguh.” Lalu Hyoyeon bangun dan berjalan keluar dari ruang kontrakannya yang kecil.

Yoona menatap Hyoyeon dengan khawatir. Sebenarnya apa yang terjadi? Dia tidak tahu sama sekali.

Hyoyeon keluar, dia menarik nafas dalam-dalam dan membuangnya perlahan. Ah.. akhirnya dia mendapatkan angin segar atas itrogasi Yoona tadi. Tiba-tiba terdengar suara langkah kaki yang menaiki anak tangga untuk sampai ke kontrakannya.

Hyoyeon tertegun begitu melihat siapa yang orang yang menaiki anak tangga itu. Eunhyuk. Untuk apa dia datang kesini? Dari mana dia tahu tempat tinggal Hyoyeon. Hyoyeon menghadap kebelakang. Yoona berdiri didepan Pintu. Hyoyeon menghembuskan nafas kesal. Pasti dia tahu dari Siwon. Dan Siwon tahu dari Yoona. Hidup ini benar-benar sempit. Bisa-bisanya sahabatnya berpacaran dengan sepupu dari Eunhyuk yang menyebalkan itu.

“Hyoyeon ssi..” ucap Eunhyuk perlahan.

“Untuk apa kau kesini?” tanya Hyoyeon dengan galak.

Tanpa disangka Eunhyuk tiba-tiba maju selangkah lebih dekat dengan Hyoyeon. Lalu ia berlutut dihadapan Hyoyeon. Dan berkata. “Mianhae.. Jeongmal Mianhaeyo..” ucap Eunhyuk terlihat penuh penyesalan.

Hyoyeon menatap lagi kepintu. Yoona masih berdiri disana. Sambil menatap penuh tanya.. Hyoyeon jadi serba salah. Sekarang apa yang harus ia lakukan.

“Aku sudah mengirimkan surat pengunduran diri. Jadi kau lupakan saja apapun yang sudah terjadi. Aku bukan karyawanmu lagi.”

Eunhyuk mengangkat kepalanya menatap Hyoyeon dengan masih memasang wajah galak. “Aku menolak surat pengunduran dirimu! Kembalilah bekerja. Didapur membutuhkan mu. Chef Ryeowook mogok kerja dia masih menginginkan kau menjadi Asistennya. Dan aku masih menginginkan kau disekitarku,”

Hyoyeon terdiam. Dia tidak mengeluarkan jawaban apapun.

“aku menyesal. Aku sangat menyesal, telah melakukan hal bodoh seperti itu. aku tidak bisa tidur. aku terus dihantui perasaan bersalah terhadapmu. Aku sudah sadar semua ucapanmu malam itu benar. Aku berjanji akan merubah sikapku.” Ucap Eunhyuk sungguh-sungguh.

“Memangnya apa yang sudah terjadi malam itu?” tanya Yoona tiba-tiba.

Hyoyeon dan Eunhyuk kompak menoleh ke Yoona. “ Yoona bisakah kau masuk..” perintah Hyoyeon.

Yoona memanggutkan kepalanya. “walaupun aku tidak tahu apa masalah kalian, seperti itu kalian malah terlihat seperti sepasang kekasih yang sedang berkelahi. Heheh.” Canda Yoona dengan sikap jujurnya.

Hyoyeon langsung memelototi Yoona atas ucapannya yang ngelantur itu. “Yoona..!!”

“Baikk.. aku mengerti.” Lalu Yoona masuk dan menutup pintu. Kini tinggal Hyoyeon dan eunhyuk berdua.

“Hyoyeon ssi.. aku mohon dengan sangat kembalilah bekerja besok. Aku tahu kau sangat menyukai pekerjaanmu itu jadi kembalilah. Aku janji tidak akan mengganggmu lagi. Kau harus tetap berada dijalanmu. Bukankah kau ingin merubah nasibmu? Teruskanlah jalan yang sudah kau ambil. Anggap saja aku ini batu jahil yang hampir saja menjatuhkanmu.”

Hyoyeon terdiam, dia tidak tahu harus berkomentar apa.

Lama mereka saling terdiam. Tidak tahu kata-kata apa lagi yang harus mereka ucapkan.

“Bangunlah..” ucap Hyoyeon akhirnya memecahkan keheningan malam diantara mereka.

“Kau akan kembali bekerja? “ tanya Eunhyuk senang. Tapi dia tidak segera bangun dari posisi berlututnya.

“Aku akan pikirkan nanti saat aku pulang.” Jawab Hyoyeon.

Eunhyuk menggelengkan kepala. “Anio! Kau harus memberikan aku kepastian dahulu. Aku tidak akan pulang dan tetap seperti ini sampai kau benar-benar memaafkan aku dan kembali bekerja besok.”

“Kau ini benar-benar menyusahkan orang ya! Ini sudah tengah malam. Cepat bangun dan pulang!”

“Tidak mau!! Cepat jawab permintaanku dulu!” rengek Eunhyuk.

Hyoyeon mendesah putus asa akhirnya. Eunhyuk memang susah dilawan. Kemauannya keras. “IYA!!” teriak Hyoyeon biar Eunhyuk puas sekalian.

Senyum dibibir Eunhyuk melebar. Dia bangun dari posisinya tapi karena sudah kelamaan berlutut maka membuat kakinya keram. Ketika ia berdiri tubuhnya langsung tidak seimbang. Dan langsung menarik lengan Hyoyeon untuk pegangan, tapi jadinya malah dia memeluk Hyoyeon.

Hyoyeon langsung mendorong tubuh Eunhyuk menjauhi dirinya. “ Dasar! Selalu mencari kesempatan!” protes Hyoyeon.

“Aku tidak sengaja. Kaki-ku benar-benar keram.. dan sulit  berdiri dengan benar.” Ucap Eunhyuk, sambil memohon maaf.

“Sudah aku mau masuk dan tidur. pulanglah!” tanpa menunggu jawaban Eunhyuk Hyoyeon langsung menyelonong pergi masuk kedalam rumah dan meninggalkan Eunhyuk yang masih nampak bahagia. Karena mendapat maaf dari Hyoyeon dan akhirnya Hyoyeon kembali ke pekerjaannya.

~***~

“Heii..!!”

Yoona celingukan mencari sumber suara yang sangat ia kenal itu. tapi dimana? Siwon tidak terlihat dimanapun?

“Aku disini, diatas!”

Yoona mendongakan kepalanya dan mendapati Siwon dilantai atas sedang berdiri tersenyum memandanginya. Senyum itu. selalu membuat hati Yoona berdebar-debar.

“Apa yang sedang kau lakukan? Apa kau sedang memata-mataiku?” tanya Yoona dan tak dapat menahan senyumnya juga.

“memangnya terlihat seperti itu ya? Aku hanya tidak bisa sehari saja tidak melihatmu. Aku selalu merindukanmu.”

Wajah Yoona jadi memerah mendengar ucapan konyol Siwon. “Kau sedang merayuku?”

“Tidak.. Hemm. Yoona jangan terlalu lelah bekerja. Nanti jam satu siang temani aku makan siang.”

“Iya.. tapi sekarang aku harus melayani tamu dulu. Sampai nanti.” Ucap Yoona dan mendorong meja trolinya lagi.

Siwon hanya tersenyum senang melihat Yoona. Yang walau sudah menjadi kekasihnya tapi dia masih bersikap sama seperti kemarin tetap bekerja professional. Dia memang wanita yang berbeda. Kata hati pertama memang tidak akan pernah salah. Dia benar-benar jatuh cinta dengan Yoona.

Lagi-lagi tanpa dua pasang orang itu ketahui. Sooyong melihat mereka dan mendengar pembicaraan mereka dengan tatapan geram dan iri. Sebenarnya. Sooyoung sudah menyukai Siwon sejak dulu saat dia menjadi fatner kerja di Gidae Group pusat. Tapi Siwon tidak pernah tertarik dengan dirinya. Siwon malah bermain dengan wanita yang dapat dibayar. Tapi sekarang Sooyoung menangkap perubah Sikap Siwon setiap harinya. Siwon jadi banyak senyum,tidak mudah marah dan bahkan selalu mengucapkan kata tolong sebelum memerintah bawahannya dan mengucapkan terima kasih setelah memerintah. Itu beda dari Siwon yang sebelumnya. Apa ini semua karena Yoona. Sooyoung jadi sangat penasaran apa yang sudah terjadi dengan dua orang itu. tapi dia benar-benar tidak bisa berbuat apa-apa. Dia hanya seorang adik dari mantan kekasih Siwon yang pernah melukai hati Siwon. Seharusnya dia masih sering disapa Siwon dan dijadikan bawahan Siwon itu sudah lebih dari cukup.

~***~

Siwon membelalakan matanya ketika dia senang mengcheck-up keadaan hotelnya yang sudah berjalan lebih dari sebulan. Didepan sana dia melihat eommanya berdiri sambil mengedarkan pandangannya ke seluruh bangunan hotel itu. Siwon segera meninggalkan pekerjaannya dan berjalan menghampiri eommanya.

“Eomma!! Apa yang sedang kau lakukan disini? Kau datang dengan siapa?” tanya Siwon bertubi-tubi.

Eommanya menatap Siwon dari bawah kaki sampai sampai atas kepala putranya itu. lalu memeluk Siwon. “Bagaimana kabarmu? Eomma sangat mengkhawatirkan mu..apakah kau kelelahan menangani bisnismu?” tanya Eommanya dengan ciri khas kekhawatiran orang tua terhadap anaknya.

“Seperti yang eomma lihat sekarang. Aku baik-baik saja dan bisnis ini juga berjalan dengan lancarkan? Aku sudah bilang akan membuktikan pada Aboji kalau aku juga bisa.” Jawab Siwon dengan yakin.

Eommanya tersenyum, “Eomma senang. Kau mau bekerja keras seperti ini…”

Siwon hanya membalasnya dengan senyuman. “Ah.. kebetulan eomma ada disini. Apakah eomma sudah makan siang?” tanya Siwon.

“Belum, memangnya kenapa?”

“Tepat.. aku akan mengenalkan seseorang pada Eomma. Nanti saat jam makan siang.”

“Seseroang? Siapa?” tanya Eommanya jadi penasaran.

“Nanti juga eomma akan tahu ini kejutan!.” Jawab Siwon sambil mengedipkan sebelah matanya.

~***~

Hyoyeon melepas sarung tangannya. Dia duduk didepan ruang ganti. Sekarang waktunya dia istirahat sejanak sejak tadi pagi terus berkutik didapur melayani pesanan orang-orang yang lapar. Hyoyeon menyapu keringatnya dengan punggung lengannya. Tiba-tiba ada tangan seseorang menyodorkan sekaleng soda dingin didepan wajahnya.

Hyoyeon menatap orang itu. Eunhyuk tersenyum. “Ambillah.. minuman ini aman.”

Hyoyeon menyunggingkan senyum kecil lalu mengambilnya. Dan membuka tutup kalengnya. Langsung ia minum. Dia memang haus dan sangat panas rasanya setengah hari berada didapur. Eunhyuk ikut duduk disebelah Hyoyeon. Dia memperhatikan wajah Hyoyeon yang sedikit berkeringat dan dia memperhatikan cara Hyoyeon menikmati minuman yang ia berikan. Kenapa akhir-akhir ini semakin ia mengenal Hyoyeon, dimatanya Hyoyeon semakin terlihat menarik dan ingin sekali ia memiliki Hyoyeon yang ada dihadapannya.

“Tidak baik, memandangi wajah orang seperti itu.” ucap Hyoyeon tanpa menoleh.

Eunhyuk langsung tercekat dan mengalihkan pandangannya. Dia jadi tersenyum malu.

“Hyoyeon..”

“Hem…”

“Mau kah kapan-kapan kita jalan-jalan bersama berkeliling Incheon? Pasti sangat lelah menjadi koki di Restoran hotel kami. Aku hanya menawarkan semacam wisata Refreshing. Ini gratis.”

Hyoyeon memutar wajahnya menatap Eunhyuk yang jadi salah tingkah ketika Hyoyeon menatapnya. “Sejujurnya aku masih takut berjalan hanya berdua denganmu. Jadi tawaran menarik itu akan aku pikirkan.” Jawab Hyoyeon lalu meminum air sodanya lagi.

“Kapanpun kau ingin pergi denganku aku siap menemanimu.” Sahut Eunhyuk dengan pasti.

Hyoyeon hanya membalasnya dengan senyuman. Lalu ia bangun dari duduknya. Menyerahkan kaleng soda yang sudah kosong ketangan Eunhyuk. “Aku harus kembali bekerja.”

Eunhyuk menggenggam kaleng soda kosong itu. lalu dia menatap punggung Hyoyeon yang berjalan menjauh dari dirinya. Hyoyeon perlahan orang itu telah merubah Eunhyuk.

~***~

“Eomma.. kenalkan ini Yoona.”

Eomma siwon menatap Yoona lekat-lekat ketika Siwon membawa Yoona menemuinya di restoran.Yoona berdiri dengan sikap malu. Karena hari ini mendadak Siwon meperkenalkan dia dengan orang tua siwon. Yoona benar-benar tidak ada persiapan apapun. Bahkan sekarang dia masih memakai seragam pelayan hotel. Dia benar-benar jadi malu.

“Annyeonghasimnika… Im Yoona imnida.” Yoona membungkukkan kepalanya dengan sangat rendah memberikan salam hormat pada eomma Siwon.

“Eomma.. dia adalah kekasihku.”

Eomma siwon langsung terbelalak terkejut mendengar perkataan siwon berikutnya. Lalu dia memandangi Yoona lagi. Tetap sama. Yoona memakai seragam  yang sama dipakai oleh pelayan lain yang sejak tadi mundar-mandir dihotel.

“Sejak kapan?” tanya Eommanya.

“hubungan kami sudah berjalan hampir dua minggu.” Jawab Siwon sambil menggenggam tangan Yoona.

“Astaga Siwon! Apa ini yang kau bilang kejutan? Kau masih harus mempertahan kan ahli waris atas Gidae Group. Tapi kau malah berpacaran dengan seorang pelayan seperti dia? Apa yang dia punya? Atau dia bisa saja hanya akan memanfaatkan mu saja Siwon! Begitu kau sudah berhasil dengan usahamu, dia akan mengambil setangah harta kita dan pergi begitu saja!” ucap Eommanya. Nafsu makannya jadi menghilang.

Yoona terdiam. Dia terpukul dengan ucapan eomma Siwon. Ini dia yang ia takutkan. Jika Siwon mencintainya dia juga mencintai Siwon.tapi bagaimana dengan orang disekitar mereka? Pasti akan mempermasalahkan cinta ini. Si Kaya raya dengan Si Miskin sepertinya  Pasti penilaian orang selalu sama. Si Miskin hanya ingin memfaatkan kekayaan si kaya raya.

“Eomma.. Yoona bukan wanita seperti itu. dia berbeda.aku bisa membuktikannya kalau dia tak seperti yang kau khawatirkan eomma! Masalah bisnis dan warisan. Aku masih akan memperjuangkannya. Jangan khawatir tapi aku juga butuh seseorang yang mendukungku dan memberiku kenyamanan hati.”

Eomma siwon menggelengkan kepalanya seolah dia tidak bisa mempercayai ucapan Siwon. Eomma siwon mengambil tasnya, lalu berdiri dari tempat duduknya. “Aku kehilangan selera makanku Siwon. Aku tidak setujuh dengan hubunganmu dan wanita ini.” Lalu dia pergi belalu dari Siwon dan Yoona.

“Eomma!! Eomma!!” teriak Siwon memanggil eommanya. Semua tamu yang sedang menikati makan jadi memperhatikan mereka.

Tapi eomma Siwon terus berjalan dengan sikap tegas dan tidak pedulinya. Dia hanya kecewa dengan Siwon yang seharusnya fokus untuk mendapatkan ahli waris untuk masa depannya. Tapi malah bermain-main dengan seorang wanita miskin dan hanya bekerja sebagai pelayan. Dia tidak pernah habis pikir dengan selera anaknya yang mendadak jadi rendah seperti itu.

Selepas kepergian eomma Siwon Yoona masih terdiam. Yoona melepaskan tangannya dari tangan Siwon. “Kau.. aku malu Siwon, aku malu.. mungkin kita memang tidak akan pernah bisa untuk menjalin hubungan. Cerita cinta si kaya dengan si miskin hanya ada dalam sebuah dongeng. Kau telah membuat aku bermimpi terlalu jauh. Sekarang aku bersyukur sebelum terlambat eommamu sudah membangunkan aku dari mimpiku.”

“Yoona… kau jangan menyerah seperti ini. Aku mencintaimu.. sungguh. Kita harus tetap bersama.  Eomma hanya terlalu shock dengan perubahanku. Aku yakin dia bisa mengerti hubungan kita. Aku anak lelaki satu-satunya yang ia punya..”

“Aku tidak tahu.. aku perlu memikirkan hal ini” lalu Yoona berjalan meninggalkan Siwon. Disana sudah terlalu banyak mata yang menatap ingin tahu apa yang sedang terjadi. Yoona menangis ketika jaraknya sudah jauh dari Siwon. Hatinya sangat sakit mengingat ucapan kasar yang diucapan eomma Siwon terhadapnya. Dia bukan wanita yang seperti itu. dia hanya tulus mencintai Siwon. Dan dia tidak akan mengambil apapun yang bukan menjadi haknya.

Siwon terdiam merenung dengan kejadian yang baru saja terjadi. Mendadak kepalanya jadi pusing. Dia benar-benar menjadi kesal sekarang. Siwon berlari untuk mengejar Yoona. Dia benar-benar tidak ingin kehilangan Yoona. Biarlah dia akan menyelesaikannya nanti urusan usahanya sekarang, alih waris dan percintaannya. Dia yaki dia bisa menyelesaikan itu semua.

~***~ Next to Part. 3 Or ENDING Story!! ~**~

Advertisements

122 comments on “FF – A RICH MAN (3S) Part.2/3

  1. Ini ribet yak ceritanya 3shoot yang menarik buat dibaca…..sayang banget cuma 3 shoot…….di bikin versi series lebih asik tuh ini cerita…..di buat next kejadian setelah 3shoot ini pun menarik

  2. Eunhyuk keterlaluan ya..
    Tapi untung aja dia langsung sadar, coba kalo seandainya dia lebih lama lagi sadar nya,, pasti hyoyeon keburu lari menjauh..Hhheeee..😄

    Siwon ayo donk…
    Jangan ampe yoona nya pergi ya..
    Fighting…✊

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s