FF – A RICH MAN ( PART. 3/3 – END )

ff-TheRichMan-YoonwonHyohyuk

A RICH MAN

( A Short Love Story Between a Couple YoonWon and HyoHyuk )

 

Title : A Rich Man

Type : ( 3S ) Three Shoot

Author : Ulanchoi Hyoyoon / Twitter : @Lovelyulan

Genre : Romance, Sad, Drama, Comedy

Ratting : PG – 17

Main Cast :

  • Choi Siwon SUJU
  • Im YoonA SNSD
  • Kim Hyoyeon SNSD
  • Lee Hyuk Jae ( Eunhyuk) SUJU

Other Cast

  • Kim Kibum (Key) SHINee
  • Tiffany Hwang SNSD
  • Kim Ryeowook SUJU
  • Choi Sooyoung SNSD

 

Sooyoung mundar mandir didalam ruang kerjanya. Dia benar-benar shock saat Ibu Siwon – Nyonya Choi mendatanginya. Dan meminta dirinya memperingati Yoona agar tidak dekat-dekat dengan anaknya lagi. Dan bahkan nyonya Choi meminta agar Sooyoung memecat Yoona segera.

Ibu Siwon tahu jika ia menyuruh Siwon yang melakukan itu, anaknya yang keras kepala itu pasti tidak akan mau menuruti kemauan ibunya dan justru marah-marah dengan ibunya. Makanya ia mendatangi Sooyoung sebagai kepada HRD. Agar Sooyoung bisa menindaklanjuti semua kemauannya. Dia hanya tidak mau anaknya salah memilih wanita. Apalagi Yoona hanya seorang pelayan. Tidak pantas bersanding dengan Putranya yang calon pewaris semua kekayaannya.

Sooyoung memang juga tidak suka melihat kebersamaan Yoona dan Siwon. Tapi dia tidak berhak menghentikan kebahagian Siwon. Jika memang siwon lebih bahagia dengan Yoona. Sooyoung juga takut jika Siwon mengetahui ini, pasti Siwon akan marah besar padanya. Tapi jika dia tidak menuruti permintaan nyonyai Choi maka dia yakin Nyonya Choi tidak akan membuat hidupnya tenang. Sama seperti yang pernah ia lakukan kepada kakak Sooyoung yang pernah menyakiti Siwon.

Sooyoung tersendak kaget ketika pintu ruangannya diketuk dari luar. Dia jadi resah dengan semua ini.

“Masuk..” sahut Sooyoung.

Pintu terbuka. Yoona masuk kedalam ruangan Sooyoung. Sooyoung langsung kembali duduk kekursinya dan mempersilakan Yoona duduk berhadapan dengannya.

“Maaf Yoona. Aku mengganggu jam kerjamu.”

“Tidak masalah.”

Sooyoung menatap Yoona lurus. Tapi sedetik kemudian dia jadi tidak berani menatap Yoona lama-lama. “Apa kau sudah membaca pelaturan karyawan disini?” tanya Sooyoung sambil membuka-buka buku ditangannya.

Yoona mencoba mengingatnya. “Sudah..” jawabnya yakin.

“Apa kau tahu peraturan nomor enam?”

Yoona terdiam. Peraturan nomor enam? Apa ya? Dia lupa. Lalu dia menggelengkan kepalanya.

Sooyoung mendesah. “Ini masalahnya. Kau tidak mengingat peraturan nomor enamnya!”

Yoona masih tidak mengerti apa kesalahannya kali ini? Tentang peraturan. Dia pikir dia sudah bekerja dengan sangat baik. Sooyoung memberikan buku yang tadi ia baca kepada Yoona, Yoona langsung mengerti maksud Sooyoung, dia langsung membaca point nomor 6. Lalu Yoona terdiam. Apakah Sooyoung tahu?

“Aku tidak bermaksud mencapuri usuran pribadimu. Apalagi percintaanmu.” Kata Sooyoung terdengar menasehati. “Tapi sekarang kau sedang bekerja dengan kami, kamu wajib mengikuti peraturan diperusahaan ini. Bagaimanapun sesama pegawai tidak bisa menjalin hubungan disini.”

Yoona masih terdiam. Jadi ini masalahnya. Sejak awal dia memang takut hal ini saat menerima cinta dari Siwon. Dia mencintai Siwon. Tapi keadaan disekitarnya nampaknya berlomba-lomba untuk membuat jarak dirinya dengan Siwon.

“aku tahu dia bukan karyawan, tapi dia adalah atasan kita semua. Tapi kumohon hentikanlah sebelum semuanya terlambat. Kau masih mau bekerja disini kan?” tanya Sooyoung.

Rasanya dada Yoona menjadi sesak. Dan matanya jadi terasa perih. Yoona memanggutkan kepalanya dengan perlahan. Lalu ia menjawab pelan tapi pasti. “iya. Aku masih ingin bekerja disini.”

Sooyoung henghembuskan nafas legah dan tersenyum. “Baiklah, anggap ucapanku ini peringatan pertama dari perusahaan, tapi jika lain kali ada yang mengadu melihat kau dan dia berpacaran disini. Maaf Yoona kami akan memutus kontrakmu secara sepihak.”

Mungkin yang dikatakan ibunya Siwon. Wanita sepertinya memang tidak cocok bersanding dengan putra pewaris semua kekayaan keluarganya. Dan wanita seperti dia memang hanya memikirkan uang. Walau sakit hatinya, tapi dia memang tidak ada pilihan lain. dia masih harus mengurus hidupnya dan keluarganya yang terjerat banyak hutang.

“Baik aku mengerti.” Jawab Yoona akhirnya.

“Baiklah kau boleh keluar dan melanjutkan pekerjaanmu.”

Yoona bangun dari duduknya. Setelah menunduk memberi salam pada Sooyoung, Yoona melangkahkan kakinya yang begitu lemah keluar ruangan Sooyoung. Begitu ia menutup pintu Yoona bersandar pada Pintu, dan air mata yang sudah ia coba tahan tak terbendung lagi. Pertahannya jebol. Ia menangis dalam diam sambil menutup mulutnya. Apakah dia tidak berharap untuk bahagia? Sampai urusan percintaannya saja harus semalang ini?

Begitu Yoona keluar dari ruangannya, Sooyoung langsung bangun dari duduknya. Wajahnya berubah menjadi sedih dan sangat menyesal. “Maafkan Aku Yoona ssi. Aku mengerti bagaimana perasaanmu sekarang. Sungguh aku tidak bermaksud seperti itu. tapi hidupku sama terancamnya denganmu. Kupikir ini yang terbaik untuk wanita seperti kita. Yang walau berusaha sebesar apapun tetap tak dianggap.” Ucap Sooyoung terdengar lirih. Bahkan ditelinganya sendiri pun juga begitu.

 

~***~

“Auhh..” Hyoyeon menjerit begitu tangannya teriris pisau yang sedang ia gunakan untung memotong lobak.

Ryeowook yang mendengarnya langsung melepas pekerjaannya yang sedang mengotrol suhu open. Dengan perasaan Khawatir dia menghampiri Hyoyeon dan melihat sendiri keadaan Hyoyeon. Reaksi Ryeowook ternyata cukup berlebihan ketika ia melihat jari telunjuk Hyoyeon yang sudah mengeluarkan banyak darah.

“Astaga! Hyoyeon apa yang terjadi?” tanyanya dengan panic.

“tidak apa-apa hanya kecelakaan ringan. Aku akan mengurusnya.” Jawab Hyoyeon sambil menahan sakit dijarinya, nampaknya lukanya cukup dalam juga.

Tanpa Hyoyeon duga sebelumnya. Ryeowook meraih tangan Hyoyeon dan menuntun Hyoyeon meninggalkan pekerjaannya. Membawa Hyoyeon keluar dari dapur. Tiffany yang memperhatikan sejak teriakan Hyoyeon tadi jadi merasa kesal. Dulu saat ia hampir memotong tangannya sendiri orang-orang beranggapan dia ceroboh dan manja. Tapi sekarang giliran Hyoyeon yang seperti itu justru mendapat perhatian lebih dari seorang chef yang Tiffany idolakan didapur ini. Sungguh tidak adil. Tiffany membanting-banting tepung adonan yang senang ia buat dengan perasaan kesal.

“Hey! Kau mau membuat adonan itu rusak!” omel salah seorang rekannya begitu melihat tingkah Tiffany.

Tiffany menghentikan sikapnya, tapi ia ganti dengan mendengus kesal. Apa istimewahnya sih Hyoyeon itu? hanya bisa melakukan pekerjaan dengan cepat dari pada dia dan lebih rapi dari perkerjaannya dan lebih berpengalan dari padanya? Hanya itukan? Dasar orang-orang didapur ini benar-benar curang dan pilih kasih. Tidak adil! jerit tiffany didalam hatinya. Semakin hari ia semakin tidak suka dengan Hyoyeon. Yang selalu membentaknya jika hanya bergosip sedikit. Memangnya apa salahnya bergosip. Emangnya dia tidak pernah begitu? Diakan juga wanita!

Ryeowook mengajak Hyoyeon keruang steril khusus koki. Ryeowook mencuci tangan Hyoyeon dengan air bersih sampai darah yang mengalir tadi dan menodai tangan Hyoyeon bersih. Lalu ia memberikan handuk ketangan Hyoyeon. Hyoyeon bingung dengan Sikap baik Ryeowook padanya. Semenjak ia kembali ke Restorant ini Ryeowook jadi sedikit berlebihan terhadapnya. Hyoyeon jadi merasa risih. Dia takut koki lain mengira mereka ada hubungan istiwemah. Padahalkan tidak seperti itu.

Kini Hyoyeon dan Ryeowook duduk diruang istirahat. Ryeowok memberikan alcohol pada luka Hyoyeon. Lalu memberikan cairan antiseptic dan terkahir Ryeowook membalut luka tersebut dengan plaster. “Selesaikan. Sekarang kau bisa melanjutkan pekerjaanmu lagi. Tangan ini sangat berharga jangan kau melukainya lagi ya.”

Hyoyeon bingung harus menjawab apa, “iya, Gomawo chief.” Ucap Hyoyeon akhirnya.

Ketika Hyoyeon dan Ryewook berdiri untuk kembali menuju dapur. Hyoyeon melihat Eunhyuk yang berdiri di luar ruang istirahat sambil memegang sekaleng minuman soda. Hyoyeon melihat wajah Eunhyuk yang hanya terdiam dan sulit diartikan. Melihat wajah Eunhyuk yang seperti menahan marah dan kecewa membuat sesuatu dihati Hyoyeon menjadi tidak tenang.

“Hai..” Hyoyeon bermaksud menyapa Eunhyuk. Tapi Eunhyuk menghela napas sebentar lalu pergi tanpa memandang Ke Hyoyeon lagi.

Hyoyeon terenga melihat tingkah Eunhyuk yang jadi aneh seperti itu. ada apa? Dan melihat Eunhyuk seperti itu tiba-tiba perasaan bersalah menyelinap didalam tubuhnya.

“Ada apa dengannya? Ah.. kenapa aku jadi mengkhawatirkan sikapnya itu? kembalilah ke akal sehatmu Hyoyeon!!” Hyoyeon menggelengkan kepalanya kuat-kuat.

“Kau bicara apa?” tanya Ryeowook.

Hyoyeon tersenyum kecil. “Tidak. Bukan apa-apa kok.” Lalu pergi meninggalkan Ryeowook kembali kedapur. Ryeowook hanya menaikan bahunya sambil tersenyum lalu menyusul Hyoyeon.

 

~***~

“Yoon!!” Siwon yang melihat Yoona berjalan dikolidor  hotel langsung memanggilnya.

Yoona mendengar dan mengenali suara itu. tapi ia tetap tidak mengacuhkannya dan berjalan tanpa menoleh kebelakang.

Siwon mengerutkan keningnya. Lalu ia menghela napas. Dan mempercepat langkahnya. Yoona sudah menekan tombol Lift. Dan menunggu dengan tidak sabar didepan situ. Siwon langsung bergerak cepat tepat saat pintu lift terbuka. Ia menarik tangan Yoona dan membawa Yoona mengikutinya. Ia membawa Yoona masuk kedalam tangga darurat.

Begitu ditangga darurat yang sepi dan cahanya remang-remang. Yoona merasa dirinya juga dalam posisi sama daruratnya. Dan rasanya keadaan ini sangat mencengkamnya. Dua orang itu hanya saling terdiam. Siwon terdiam sambil menatap Yoona dalam-dalam tapi tidak dengan Yoona yang menundukan kepalanya tidak berani menatap Siwon. Disuasana sepi ini. Hanya jantung mereka yang berdebar dan hembusan napas mereka saja yang terdengar.

“Kenapa kau jadi seperti ini? Aku sudah tidak tahan lagi kau terus menghindariku sejak pertemuan kita dengan eomma ku.” Ucap Siwon akhirnya.

Yoona masih memilih diam. Dia diam bukan karena tidak ada yang perlu ia bicarakan. Tapi ia diam takut pendiriannya roboh.

“Yoon, harus aku bilang berapa kali padamu, kalau aku tidak peduli dengan ucapan eomma, dan aku akan tetap mempertahankan perasaanku kepadamu?”

Mendengar Siwon berucap penuh emosi dan perasaan seperti itu membuat hati Yoona terasa tersayat-sayat. Perih sekali.

“Cukup Yoon! Aku perlu dukungan! Karena sekarang aku sedang mempertahankan mu, maka aku sangat membutuhkan dukungan darimu! Tapi seminggu ini kau malah selalu menghindariku dengan berbagai cara!” ucap Siwon sambil mengguncangkan bahu Yoona. Agar Yoona sadar!

“Aku tidak pernah percaya dengan yang dinamakan cinta pada pandangan pertama, dan aku tidak pernah berpikirkan menjalani hubungan dengan wanita secara serius dengan tulus. Tapi sekarang, semua itu bukan diriku lagi. Aku menyukaimu sejak pertama melihat dan dengan tulus ingin kau selalu bersamaku. Seterah terdengarnya memang ini konyol. Tapi aku serius. Aku mencintaimu!”

Perlahan Yoona mengangkat kepalanya. Matanya  sudah berkaca-kaca menahan segala cairan yang sudah siap terjun bebas. Yoona menatap Siwon dalam diam. Siwon balas menatap Yoona dengan tulus. Lalu Yoona bergerak memeluk Siwon dan tangisannya pecah. Siwon menghela napas legah. Dan membalas memeluk Yoona dengan erat.

“Mianhae.. Mianhae..” ucap Yoona ditengah isak tangisnya. “Aku benar-benar tidak bisa berpikiran jernih saat mendengar apa yang diucapkan ibumu padaku waktu itu. aku benar-benar takut dan aku takut apa yang ibumu ucapkan itu memang benar. Aku takut menjadi wanita  yang seperti itu. dan yang lebih takutnya lagi. Aku takut jika aku terus egois ingin bersamamu, aku takut melukai perasaanmu, dan menghancurkan mimpi mu dan juga mimpi orang tua mu. Menggapai mimpi itu tidak mudah. Jadi aku.. aku benar-benar…”

Siwon menahan ucapan Yoona yang terlalu panjang dan banyak ketakutan itu dengan meletakan jarinya dibibir Yoona yang hampir kering. “Semua ketakutan mu itu tidak beralasan sama sekali. Hentikan omong kosong itu. kau takut aku terluka lalu bagaimana dengan dirimu? kau membiarkan dirimu terluka demi aku? Yang benar saja, kupikir dulu tidak ada wanita yang seperti mu, ternyata sekarang itu benar-benar ada.” Siwon tersenyum kecil tapi begitu tulus. Lalu ia mengecup kening Yoona. “Kau bisakah terus berpegangan denganku dan percaya padaku? Kita hanya perlu bersabar sebentar.”

Yoona memanggutkan kepalanya. Iya dia percaya dengan Siwon dan dia akan selalu berada didekat Siwon memberikan Siwon dukungan sepenuh hatinya. Tapi tiba-tiba Yoona menjauhkan dirinya dari Siwon dan menatap Siwon dengan tatapan polos. “Tapi ada satu masalah lagi.”

“Apa?”

“Kita tidak bisa berpacaran seperti ini disini. Maksudku di gedung ini.” Ucap Yoona dengan malu-malu.

Siwon menaikan sebelah alisnya. Menatap kekasihnya itu dengan pandangan tidak mengerti. Kenapa tidak boleh? Toh ini gedung miliknya.

“Aku sudah menandatangani sebuah kontrak perjanjian diawal aku kerja disini. Dan di point nomor enam itu bertuliskan sesama pekerja dilarang menjalin hubungan didalam kantor dan menyangkutpautkan pekerjaan denga asmarah. Jadi… kita tidak bisa. Nanti aku bisa dipecat.” Ungkap Yoona. Dasar wanita ini emang terlalu polos dan jujur.

Siwon tertawa kecil mendengar alasan itu. “Siapa yang akan berani memecatmu hah? Kau ini bukan sedang berpacaran dengan sesama pelayan tapi kau sedang berbacaran dengan Choi Siwon, pemilik gedung ini. Jadi apa yang perlu kau takuti? Peraturan itu akan aku hapus untuk mu.”

Yoona tercenga mulutnya terbuka lebar. Benar juga ya kalau dipikir-pikir? Ah. Kenapa ia jadi bodoh begini. Tidak ia tidak bodoh dia hanya tidak mau kehilangan pekerjaannya sebelum menerima gaji awal yang akan ia dapatkan beberapa hari lagi.

“Bahkan kalau aku dan kau melakukan seperti inipun tidak ada yang berhak melarangnya.” Ucap Siwon lalu dengan gerak cepat ia mencium bibir Yoona dan melepasnya sambil tersenyum puas.

Yoona benar-benar terkejut. Aliran darahnya langsung naik kepermukaan, wajahnya langsung memanas dan memerah. Siwon yang melihat reaksi Yoona yang seperti membuatnya benar-benar tidak tahan untuk tertawa. Kenapa kekasihnya ini begitu manis dan lucu. Dia benar-benar menyukai wanita ini.

“Jangan tertawa! Kau sedang mempermainkan aku ya!!” jerit Yoona sambil memukuli lengan Siwon. Siwon masih saja tertawa. Dan membuka pintu tangga darurat. Lalu ia melarikan diri dari tangan-tangan Yoona yang terus berusaha memukulinya.

“Jangan lari!! Kau harus bertanggung jawab!!” teriak Yoona sambil mengejar Siwon.

 

~**~

Hyoyeon menggosok-gosokan tangannya berkali-kali sambil terus berjalan dipinggir jalan menuju kontrakannya. Malam ini terasa sangat dingin. Ia lupa memakai sarung tangan. Makanya tangannya yang memang mudah sekali dingin terus ia gosok-gosok sambil tiup-tiup dengan mulutnya yang mengeluarkan banyak embun.

Tiinn…Tiin…

Hyoyeon tersentak kaget ketika mendengar suara plakson mobil. Hyoyeon menoleh kebelakang, ingin tahu siapa orang yang sudah mengganggu perjalanannya. Hyoyeon menutupi wajahnya dengan telapak tangannya. Lampu mobil itu menyilaukan pandangannya. Hyoyeon menyipitkan matanya ketika mobil itu berhenti disampingnya. Pintu mobilnya terbuka. Dan Eunhyuk keluar dari dalam. Hyoyeon memundurkan langkahnya sedikit.

“Masuklah..” ucap Eunhyuk begitu saja.

Hyoyeon masih diam ditempatnya. Lalu ia celingukan. Apakah benar Eunhyuk bicara dengannya dan menyuruhnya masuk kedalam mobil mewahnya itu?

“Ayoo cepat..” Eunhyuk benar-benar tidak sabaran. Ia memegang kedua bahu Hyoyeon dan mendorong Hyoyeon dengan paksa agar masuk kedalam mobilnya.

“Hey!! Apa-apaan kau ini! Ini bisa dinamakan tindakan penculikan berencana tau!” teriak Hyoyeon ketika Eunhyuk membukakan pintu disamping kemudi.

“Jangan banyak bicara, masuklah…udara diluar sangat dingin.”

Akhirnya Hyoyeon merendahkan kepalanya dan masuk kedalam mobil. Eunhyuk tersenyum kecil dan segera menutup pintu mobilnya. Seolah ia takut kalau Hyoyeon akan melompat keluar dari merubah pikiran, Eunhyuk berlari mengelilingi mobilnya dan masuk kemobilnya.

“Pasang sabuk pengamannya.” Perintah Eunhyuk yang mulai menyalakan mesin mobilnya.

“Kita mau kemana memangnya? Aku tidak mau mengikuti ucapanmu jika tujuannya tidak jelas.” Protes Hyoyeon.

Eunhyuk memutar bola matanya. Gadis ini kenapa dia tidak bisa bersikap manis dan penurut sedikit saja sih terhadapnya? “yang pasti aku bukan mau mengantarkanmu pulang. Sudah dengarkan aku saja. nanti kau juga tahu.”

Hyoyeon memanyunkan mulutnya dengan kesal. Huh, dasar, tidak pernah berubah selalu bersikap semuanya saja. Hyoyeon dengan sikap mau tidak mau akhirnya memasang sabuk pengamannya. Eunhyuk tersenyum puas dan menjalankan mobilnya.

“Tanganmu,, hemm.. apa tanganmu sudah baik-baik saja?” tanya Eunhyuk ragu-ragu memecah kesunyian didalam mobil.

Hyoyeon menolehkan wajahnya menatap Eunhyuk yang sedang fokus melihat jalanan didepannya yang cukup gelap oleh kabut malam. Lalu ia beralih ke jari telunjuknya yang tadi siang teriris pisau. “Ouh ini? Sudah tidak apa-apa. Ini hanya luka kecil. Sudah biasa.” Jawab Hyoyeon seolah-olah hal itu tidak penting.

Tapi beda dengan Eunhyuk yang jelas-jelas mengkhawatirkan Hyoyeon. Dia melihat semua adegan tadi diruang ganti. Niatnya dia ingin menunggu Hyoyeon dan memberikan Hyoyeon sedikit kejutan. Tapi malah dia yang terkejut dengan melihat adegan bak sebuah scene drama dimana Ryeowook yang bersikap sok romatis menolong Hyoyeon yang malang. Eunhyuk sangat benci saat melihatnya tadi. Tapi karena ia penasaran makanya ia tetap berdiri mematung disitu hingga akhirnya Hyoyeon sadar dan memergokinya. Lalu dengan malu dan cemburu dia pergi begitu saja.

“Tapi jika kau terus-terusan seperti itu, memangnya kau mau tidak mempunyai jari? Bekerjalah yang benar. Fokus. Memangnya apa yang sedang kau pikirkan sampai memotong tanganmu sendiri? Kau tahu pisau dapur itu sangat tajam, dan berbakteri karena sering dibuat memotong apa saja. kau bisa saja terinfeksi dan bisa menimbulkan efek yang lebih berkepanjangan. Kau tidak sayang dengan tubuhmu sendiri. Kau inikan koki, kau harusnya tahu menjaga kesalamatan didalam dapur itu bagaimana.” Eunhyuk benar-benar meluapkan semua isi hatinya bahkan sampai terdengar seperti seorang kekasih yang sangat protektif. Konyol sekali.

Hyoyeon tertawa mendengarnya. Apa-apaan sih lelaki disampingnya ini? Kenapa banyak sekali bicara padahal Hyoyeon hanya terluka dikit dan sudah ditangani dengan baik dan benar oleh Ryeowook. Tapi kenapa lelaki ini jadi bersikap aneh sekali.

“Kenapa kau tertawa? Aku sedang berbicara serius. Memangnya kau menganggap ini sebuah lelucon?” protes Eunhyuk.

“Ah.. udara diluar memang dingin sekali. Tapi didalam sini terlalu hangat. Membuatku gerah.” Hyoyeon bersikap tidak peduli dengan ucapan Eunhyuk.

Eunhyuk akhirnya tersenyum, dasar. Wanita ini memang wanita yang paling berbeda dari yang pernah ia temui selama ini. Dan wanita seperti Hyoyeon inilah yang benar-benar menarik bagi hati Eunhyuk. Dia harus akui dia memang menyukai Hyoyeon. Makanya dia bersikap seperti ini.

 

“Kita sudah sampai.. turunlah.” Eunhyuk membuka pintu mobil disamping kemudi dan membangunkan Hyoyeon yang baru saja tertidur ketika diperjalanan tadi.

Hyoyeon mengerjapkan matanya. Rasanya ia mengantuk sekali.”Kita sudah sampai?” tanya Hyoyeon sambil menguap lebar.”

Disaat wanita lain tidak akan pernah bertingkah seperti itu depan Eunhyuk. Hyoyeon malah bertingkah seperti itu dengan apa adanya.

Eunhyuk hanya memanggutkan kepalanya. Lalu menarik tangan Hyoyeon dengan lembut agar segera keluar dari mobil.

Hyoyeon keluar dari dalam mobil masih dalam kondisi setengah sadar. Ketika mendengar suara deruan mesin yang begitu bising dan melekat ditelinga Hyoyeon baru melebarkan matanya dan meletakan jiwanya kembali kedalam tubuh. Suara itu? bukankan suara mesin pesawat? Hyoyeon memutar kepalanya. Benar saja.

“Wuahhh!! Itu pesawat kita ada dimana sekarang? Ah..tempat ini ternyata dipinggiran lapangan landasan Badara Incheon?! Astaga!! Menabjubkan. Aku baru kali ini melihat. Burung-burung besar itu berjalan dengan sangat berisik. Lalu terbang dengan perkasa diatas kepalaku. Ah.. KeyBum kau pasti akan iri denganku sekarang!!” ucap Hyoyeon bertubi-tubi mengungkapkan kekagumannya.

“Keybum?” tanya Eunhyuk sambil mengerutkan keningnya.

Hyoyeon menoleh pada Eunhyuk lalu tersenyum. Ah.. senyum itu, senyum tulus yang membuat jantung Eunhyuk berbedar-bedar. Untung disini cukup bising jadi Hyoyeon tidak dapat mendengar suara didalam dadanya.

“Keybum itu adikku. Adik lelaki satu-satunya yang aku punya. Dia bercita-cita ingin menjadi seorang pilot. Dia ingin mengendalikan burung besar itu diatas awan, dan ingin mengajak keluarga kami terbang dengan tangannya.” Cerita Hyoyeon dengan mata berbinar-binar menatap pesawat yang mulai terbang dihadapannya itu. “Tapi sayang, padahal sebentar lagi ia akan lulus sekolah. Seharusnya ia langsung bisa bersekolah khusus jika ingin menjadi pilot. Tapi biaya sekolah penerbangan itu tidak sedikit. Aku sudah mencoba mencari informasinya. Dan hasilnya mengkecewakan. Makanya aku terus bersikap keras agar ia rajin belajar saja. tidak perlu membantu aku dan keluarga. Aku ingin dia mendapatkan beasiswa sekolah penerbangan. Agar biayanya  ku tanggung lebih ringan. Tapi dasar anak itu. dia tidak pernah mengerti maksudku dan selalu mencemaskan ku. Seolah dia adalah kakakku. Lucu sekali.”

Eunhyuk tak dapat mengalihkan pandangannya dari Hyoyeon yang sedang bercerita. Dia senang mendengar cerita Hyoyeon. Dia memang ingin tahu lebih banyak tentang Hyoyeon.

Hyoyeon menoleh dan menatap Eunhyuk. “Kenapa kau mengajakku kesini?”

Eunhyuk tersenyum lalu mengalihkan pandangannya sesaat kearah pesawat yang baru saja terbang melewati kepalanya dan Hyoyeon.  “Aku hanya ingin menunjukan ini padamu saja. dan aku ingin bilang kalau aku pilot yang gagal.” Cerita Eunhyuk sambil tersenyum malu.

“Hah? Apa kau bilang?” tanya Hyoyeon terkejut.

“Dulu aku sempat berkuliah di sekolah penerbangan selama dua semester. Belum sempat uji coba penerbangan pertama tiba-tiba ayah dan ibuku datang dan menyuruhku berhenti, dan memindahkan aku ke Amerika untuk bersekolah management bersama sepupuku itu. jangan salahkan deh waktu kuliah aku lebih banyak bersenang-senang menghamburkan uang dari pada serius belajar. Aku dan sepupu ku dikekang harus belajar ilmu management agar bisa meneruskan usaha dan ahli waris keluarga yang sudah dibentuk ayahku dan ayah siwon sejak kami masih sangat remaja.” Cerita Eunhyuk. Matanya menerawang seakan dia sedang melihat masalalunya.

Hyoyeon tertawa kecil mendengarnya. Lalu ia berkomentar. “Kalau aku menjadi ibumu aku akan berkata. ‘dasar anak tidak tahu di untung! Kau meghabiskan uang kami hanya untuk bersenang-senang! Ilmu itu mahal, belum tentu orang lain akan menikmati bangku kuliah dengan enak dan nyaman bahkan sampai diluar negeri. Seharusnya kau berkuliah dengan benar. Dan begitu mendapat gelar master kau sudah bisa menangani usaha keluarga ini dengan benar bukannya bisanya hanya memerintah orang seenaknya saja!’ “

Eunhyuk menatap Hyoyeon dengan wajah datar dan tersenyum kecil. Lalu Hyoyeon tersenyum malu. Dia sudah banyak bicara malam ini pada Eunhyuk aneh sekali. “untungnya kau bukan ibuku.. hehehe. Tapi akhir-akhir ini mereka akhirnya juga berkata hampir sama dengan apa yang kau katakan. Dan itu alasannya kenapa aku bisa terdampar di Incheon ini, bukan lagi di Seoul Gangnam yang sangat menyenangkan itu.”

“Lalu sekarang bagaimana rasanya setelah berhenti bersenang-senang, malah harus bekerja dengan serius?” tanya Hyoeyon.

Eunhyuk menyandarkan tubuhnya pada kapmobilnya. Lalu memandang Hyoyeon yang sedang memandangnya. “Lelah, bingung, takut, dan cukup menyenangkan.”

“Beruntungnya kau terlahir dari keluarga yang kaya raya. Maka seberengsek apapun hidupmu dulu. Kau akan tetap mendapatkan ini dengan mudah. Walau kesannya kau harus berusaha demi warisan. Tapi tetap saja. mereka mamang sudah mencantumkan namamu di kertas ahli waris kan?. Tidak seperti aku yang terlahir dari keluarga sederhana. Dan hidup penuh rencana hanya untuk semangkuk nasi.” Ucap Hyoyeon dengan mata berkaca-kaca.

“Kau tahu tidak dulu aku selalu mundar mandir ke universitas di pusat kota Busan. Aku ingin sekali berkuliah disitu. Aku selalu mengikuti test. tapi lagi-lagi masalah keuangan. Karna uang aku tidak dapat berkuliah.” Setetes air mata jatuh di pipi Hyoyeon. “bahkan untuk bersenang-senang sedikit saja seperti orang lain. aku tidak bisa. Aku masih harus membantu memperbaiki kondisi ekonomi keluarga.” Tambah Hyoyeon. Dadanya terasa sakit. Menyadari selama ini diasudah bekerja terlalu giat dan keras.

ebih takutnya lagi. aku ku gar apa yang diucapkan ibumu padaku waktu itu. aku benar-benar takut dan

“Bahkan sampai ada seorang lelaki yang hampri melecehkan aku.” Tambah Hyoyeon lagi. Kali ini dengan tersenyum.

Eunhyuk langsung salah tingkah. ah! Sial Tolong lupakan itu. itu benar-benar hal terbodoh yang pernah ia lakukan. Tolong lupakan sekarang juga. Eunhyuk sangat menyesal.

“Tidak apa-apa… tapi jika kau tidak melakukan itu padaku. Kau tidak akan pernah sadarkan? Bahwa kau selama ini hanya bersikap bodah dan membuat banyak waktu emas yang kau punya?” Hyoyeon mengusap air matanya dengan punggung tangannya.

Eunhyuk meraih tangan Hyoyeon dan membawa masuk tubuh mungil Hyoyeon kedalam pelukannya. Eunhyuk memeluk Hyoyeon dengan  tulus dan dengan pelukan yang seakan menegaskan kalau ia akan melindungi wanita yang sedang ia peluk itu.

“Aku benar-benar bersyukur dipertemukan dengan mu Hyoyeon. Aku tidak akan pernah menyesalinya walau kau pernah hampir mematahkan hidungku. Tapi aku benar-benar bersyukur takdir mempertemukan kita. Jika tidak. Maka aku yakin aku masih menjadi lelaki berengsek seperti apa yang kau bilang.” Suara Eunhyuk terdengar bergemetar. Ia menangis.

Hyoyeon menepuk-nepuk bahu Eunhyuk yang mulai menangis. “Aku yakin sebanarnya kau lelaki yang tulus, pintar dan hebat. Hanya saja kau  belum mampu membuktikannya.”

Eunhyuk merenggangkan pelukannya. Lalu menatap Hyoyeon. “Kau yakin aku seperti itu?”

Hyoyeon memanggutkan kepalanya.

Eunhyuk tersenyum lalu menarik wajah Hyoyeon mendekati wajahnya. Ia memegang belah pipi Hyoyeon dan menatap mata jernih milik Hyoyeon dengan serius. “Kau harus mendengarkan ini. Dan kau harus yakin dan percaya dengan apa yang akan aku ucapkan sekarang ini.” Hyoyeon hanya terdiam sambil balas menatap Eunhyuk . dua mata yang saling bertemu pandang. “Hyoyeon. Neol Saranghae!”

Waktu disekitar Hyoyeon terasa berhenti. Udara disekitarnya seakan berhenti berhembus. Tapi apa yang baru saja ia dengan dari mulut Eunhyuk? Eunhyuk mencintainya? Apakah Eunhyuk sedang menembaknya? Astaga. Hyoyeon benar-benar shock dan belum siap. Apa yang harus ia lakukan. Bahkan dia masih diam saja ketika mulut Eunhyuk mendekat kemulutnya. Bahkan dia juga masih tidak melakukan apapun ketika bibir Eunhyuk yang lembut dan dingin menempel dibibirnya yang juga terasa dingin dan kering. Dan dengan lembut Eunhyuk menciumnya sambil menutup mata. Ciuman ini, ciuman yang berbeda dengan pertama kali ia rasakan dari Eunhyuk. Ciuman ini bukan ciuman paksaan dan penuh nafsu, tapi ciuaman ini sangat hangat dan membuat dada Hyoyeon bergetar dan merasa dirinya nyaman serta terlindungi. Perlahan ia ikut memejamkan mata dan mengikuti menikmati  ciuman dari Eunhyuk. Nampaknya ia memang menyukai Eunhyuk juga.

 

~***~

Siwon terus menggenggam tangan Yoona dengan erat. Dia sedikit panic. Keringat sebesar beraspun nampak jelas dikeningnya. Dia melihat orang-orang disekitarnya yang terus saja memandangnya dengan sikap aneh. Dan menurut Siwon justru sangat mengerikan.

Hari ini mumpung hari libur ia bekerja. Siwon mengajaknya berkencan. Dan bilang seterah Yoona saja mau berkencan dimana, ia akan selalu menuruti kemauan Yoona. Maka  karena siwon telah mengatakan seperti itu. maka Yoona menyebutkan kalau ia ingin kencang ke Seoul ke namsan tower. Tapi dia tidak ingin naik mobil mewah Siwon terus dia bosan. Jadi ia meminta Siwon untuk ke Seoul dari Incheon naik Subway saja. hanya memakan waktu kurang lebih dua jam saja kok.

Tapi kurang lebih dua jam ini Siwon merasa tersiksa. Dia belum pernah sama sekali menikmati kendaraan umum apapun, apalagi Subway yang kalau memang hari minggu seperti ini fansnya banyak sekali. Bahkan sampai warga asing yang norak pun semakin mempersempit ruang gerak didalam subway ini.

“Yoon aku benar-benar takut.” Bisik Siwon.

Yoona menepuk paha Siwon. “kita sudah duduk. Kau tanang sedikit. Subway ini tidak akan menelan kita hidup-hidup.” Canda Yoona.

“kau tidak percaya ya kalau aku ini baru pertama kali menaiki ini?” tanya Siwon.lalu melihat sekelilingnya. Dia benar-benar merasa asing dan tidak nyaman.

“Aku percaya. Lelaki gangnam memang kebanyakan seperti dirimu.” Ledek Yoona.

Siwon cemberut. Disaat seperti ini kekasihnya bahkan masih sempat meledekinya. Huh. Dasar!

“beberapa menit lagi. Ini kan sudah di Seoul. Memangnya kau tidak dapat mengenalinya? Sebentar lagi juga sampai.”

“Bagaimana aku bisa mengenalinya kalau keadaan diluar sana  cukup gelap dan ini didalam tanah.” Jawab Siwon.

Yoona hanya terkikik saja. sekali-sekali Siwon merasakan kencan ala Yoona. Kemarin-kemarin Siwon selalu berkata pada Yoona ini adalah kencan ala Siwon, kau menyukainya kan? Jadi sekarang giliran Yoona yang memberikan kejutan-kejutan untuk kekasihnya itu.

 

“Ah.. aku sepertinya mabuk daratan..” keluh Siwon dengan langkah lemas mengikuti Yoona yang sudah siap ikut mengantri untuk naik subrel yang akan membawa mereka mencapai puncak namsan tower.

Kini gantian Yoona yang cemberut. Kelamaan dia bête juga mendengar Siwon terus mengeluh sepanjang perjalan kencan mereka. Kenapa sih dia sulit sekali menikmati moment ini? Yoona kan juga pengen kencang sederhana tapi romantis. Yoona memandang ke sepasang kekasih didepannya. Yang memakai Hoodie couple dan sarung tangan couple. Lucu sekali. Lalu ia menatap Ke Siwon yang nampaknya benar-benar mabuk daratan. Kerena wajahnya sedikit pucat dan lesuh. Yoona jadi tidak tega melihatnya seperti itu. bagaimanapun Siwon kekasihnya yang ia sayangi.

Yoona menuntun tangan Siwon keluar dari antrian yang masih panjang. “Kita mau kemana? Bukankah kau bilang tadi mau naik kepuncak tower?” tanya Siwon heran.

“Iya.. tapi kita berjalan kaki saja. sambil menghirup udara segar. Kita bisa jajan dulu dipinggir jalan.”

Yoona menuntun Siwon masuk kesebeuh kedai. Dan duduk disalah satu kursi yang sudah tersedia. Siwon melihat disekelilingnya. Ini juga pertama kalinya ia masuk kedalam kedai pinggir jalan yang sangat sederhana ini. Kalau bukan karena Yoona dia tidak akan pernah sudi masuk kesini.

“Ajjuma..bawakan aku Bancchus dua kaleng dan satu Tteopokki dan satu Sundae.” Teriak Yoona seperti sudah biasa makan ditempat seperti ini.

Dari tempatnya ajjuma itu menyahuti. “Iya.. tunggu sebentar.”

Yoona tersenyum menatap Siwon yang sedang menatapnya dengan tabjub. Apa lagi yang akan wanita dihadapannya ini tunjukan kepadaku? Aku selalu ingin menunggu kejutan darinya yang selalu menarik dan membuatku senang. Pikir Siwon didalam hatinya.

Tidak lama menunggu ajjuma datang membawakan pesanan Yoona dan meletakannya diatas meja, lalu pergi untuk mengantar pesanan yang lainnya.

Yoona menyerahkan sekaleng Bancchus ke Siwon. “Karena ini masih siang tidak baik minum soju, dan karena kau seperti memang mabuk darat maka minum itu sangat akan membantu. Dan pasti akan mengembalikan energimu lagi.” Jelas Yoona.

Siwon membaca tulisan dikeleng tersebut ini juga pertama kalinya ia minum Bancchus yang terlihat cukup murah ini, oh.. ternyata minuman berenergi yang dapat meringankan mabuk dan lelah. Kalau itu sih Siwon biasa meminum gingseng merah. Tapi tidak apa-apa ia tetap akan mencoba meminumnya, Siwon membuka tutupnya dan menenggaknya setengah. Rasanya sedikit aneh tapi lumayan juga.

“Sekarang mari isi perut.. karena perjalan cukup jauh maka makan sejenak kupikir lebih baik.” Yoona menyodorkan sepotong Tteoppoki yang berwana merah itu yang ditusuk dengan tusuk gigi.

Siwon dengan senang hari membuka mulutnya dan memakannya dengan lahap. “Bagaimana enakkan?” sebenarnya jajanan dijalanan lebih enak loh daripada di dalam restoran.”

Siwon tersenyum. “Bicaramu sejak tadi seperti orang yang sudah lama tinggal di Seoul.” Sindir Siwon.

Yoona tertawa kecil. “Benarkah? Hehhaa”

Siwon mengambil tusuk gigi yang lain. lalu ia menyuapi Yoona juga. mereka malah main suapin-suapinan. Nampaknya cara Yoona cukup ampun. Siwon sudah terlihat lebih cerah daripada tadi. Dan Siwon terlihat mulai menikmati kencan mereka. Bahkan begitu selesai makan Siwon dengan tidak sabar menarik tangan Yoona keluar dari kedai. Untuk naik kemenara namsan. Tadi Yoona bercerita kalau meletakan gembok disana nanti cintanya akan terkunci abadi. Maka dengan penasaran dan mempercayai ucapan Yoona siwon langsung mengajak Yoona kemenara dan memasang gambok cinta mereka agar cinta mereka abadi. Dan karena banyak melihat sepasang kekasih muda memakai barang-barang serba couple Siwon juga berinisiatif untuk membeli barang yang samaan dengan Yoona. Agar mereka benar-benar terlihat sedang berpacaran dengan memakai barang yang samaan. Lucu sekali.

 

~***~

Dua hari setelah kencan itu Siwon dan Eunhyuk dipaksa orang tua mereka untuk pulang ke Gangnam, katanya ada rapat perusahaan yang sangat penting yang mereka berdua harus hadir dan tahu tentang agenda rapat tersebut.

Siwon sudah bisa menebak sebelum ia menginjakkan kakinya lagi di kantor pusat yang terletak di Gangnam. Pasti ibunya sudah mengadu yang bukan-bukan tentang hubungannya dengan Yoona. Dan lalu ayahnya yang selalu mendengarkan kata Istri pasti akan menceramahi Siwon abis-abisan tentang itu.

Dan ternyata benar. Setelah rapat selesai. Siwon langsung dibawa oleh ayah ibunya dan Eunhyuk juga sama. Entahlah dia belum pernah menanyakan pada Eunhyuk apakah dia juga bernasib sama dengan dirinya? Maksudnya tidak boleh berpacaran dengan orang yang berbeda status dengan mereka? Keterlaluan! Jika orang hanya boleh menikah dengan status yang sederajat. Bagaimana mungkin? Yang ada yang kaya makin kaya dan yang miskin makin miskin. Tidak adil.

Dari rapat yang ia hadiri tadi ternyata. Membicarakan tentang kemajuan Hotel  cabang Gidae di Incheon yang baru berjalan lebih satu bulan dua minggu itu. mereka bilang ada perusahaan dari Kanada tertarik dengan konsep Hotel Gidae yang High class tapir ramah lingkungan. Dengan memberikan service dari kelas menengah sampai keatas. Dan perusahaan kanada itu ingin ikut menanam saham disana dan ayahnya meminta Siwon dan Eunhyuk untuk terbang ke kanada secepatnya untuk bernegoisasi dengan perusahaan disana sebelum mereka berubah pikiran. Maka jika sudah ada penanam saham dari luar diperkirakan Gidae Hotels akan lebih maju lagi. Dan baik Siwon maupun Eunhyuk belum mengambil keputusan hal tersebut.

 

“Kepalaku benar-benar sudah hampir pecah! Sudah kuperingatkan kau tidak boleh berpacaran dengan pelayan itu! masih saja kau berpacaran dengannya!” ucap Ibunya dengan sikap dramatis.

Siwon meringis sebal. “Namanya Yoona.” Koreksi Siwon. Dia tidak suka ibunya menyebut Yoona dengan kata pelayan seperti itu. dia kan kekasihnya!

“Seterahlah aku tidak peduli dengan namanya. Yang aku mau kau kembali fokus ke pekerjaanmu dan tinggalkan wanita itu. dia tidak baik untuk masa depanmu!” nampaknya ibu Siwon masih kekeh pada pendiriannya.

“Memangnya aku terlihat tidak fokus! Lihat bahkan perusahaan asing sampai menawarkan menanam saham? Apakah aku masih terlihat tidak bekerja dengan sungguh-sungguh pada hotel itu?” sahut Siwon. Emosinya mulai terpancing.

“Yeobo!! Kenapa kau diam saja! nasehatilah anakmu yang keras kepala ini!” rengek ibunya kepada ayah Siwon. Siwon hanya mendesis. Kenapa ibunya jadi seperti ini sih?

“Kau harus pikirkan lagi. Ibu mu begini karena dia khawatir, dia khawatir kau akan tersakiti lagi. Kau ingat lima tahun lalu kau bersikap seperti seorang pecundang hanya karna dimanfaatkan dan diselingkuhi terang-terangan oleh seorang wanita? Ibumu takut itu terulang lagi. Karena mereka berasal dari setara yang sama rendahnya.” Kini ayah Siwon yang angkat bicara.

Siwon menutup matanya samping memijit-mijit keningnya yang terasa pusing. Mengingat kejadian dimasa lalu memang menyeramkan. Karena kejadian itu dia percaya bahwa tidak ada yang namanya cinta yang tulus dan tidak ada wanita yang apa adanya.

“Tapi sekarang beda. Tolong jangan samakan Yoona dengan wanita itu! aku bahkan menyukainya sejak pertama aku melihatnya. jadi aku yakin dia satu-satunya wanita yang tepat untukku. Bahkan karena dia selalu disampingku, aku semangat melakukan semua pekerjaan yang awalnya sangat membebani ku dan membuatku hampri berteriak frustasi! Tapi tiba-tiba wanita ini datang dan memberikan ketenangan disini.” Cerita Siwon dan terakhir dia menunjuk dadanya dimana letak hatinya berada.

“Tapi…” ibunya angkat bicara tapi siwon dengan cepat memotong.

“Minhae..tapi kali ini aku tidak akan mendengarkan kalian. Kalian bilang kalian ingin aku bahagia kan? Aku yakin aku akan bahagia dengan Yoona. Jadi berikan kepercayaan ini pada aku dan Yoona.” Ucap Siwon dengan serius.

Kedua orang tuanya sadar melihat keseriusan anaknya, bahkan mungkin ini pertama kalinya siwon bicara dengan tegas, tenang dan serius dengan mereka. Sejak kapan anaknya jadi punya sikap sedewasa ini? Apakah benar hanya karna wanita bernama Yoona itu? kenapa bisa?

“Bagaimana kali ini kita memakai win-win solution lagi?” tawar Siwon.

Orang tuanya menatap Siwon dengan pandangan aneh. Kenapa jadi Siwon dan mereka melakukan negoisasi seperti ini?

“Aku akan berangkat ke kanada, dan melakukan negoisasi dengan perusahaan Kanada itu. aku akan membuat mereka menanam saham besar pada perusahaan kami dan memberikan profit juga. dan jika aku berhasil dan kembali ke hadapan abeoji dan eomma setelah itu. kalian harus sudah merestui aku dan Yoona.” Tandas Siwon. Wajahnya benar-benar terlihat sungguh-sungguh.

Eommanya menghembuskan napas berat. “Anak ini benar-benar keras kepala.”

“Baik buktikanlah.. apa ucapan mu itu. aku akan menunggu hasilnya disin!” jawab Ayahnya seperti memberi angin untuk Siwon.

Siwon tersenyum puas. Tapi tidak dengan ibunya yang masih nampak tidak rela.

“Tapi selama aku pergi ke kenada. Jangan ada yang berani menemui Yoona dan melukainya! Apalagi sampai menyuruh orang lain untuk  menjauhiku dan mengancam dengan cara akan memecatnya!” ucap Siwon serius sambil menatap eommanya.

Ibunya sangsung salah tingkah. ternyata Siwon mengetahuinya. Ah.. sial, dia dipergoki dan diperingati oleh anaknya sendiri. Keterlaluan.

Siwon menundukan badan serendah mungkin dihadapan orang tuanya. Lalu ia berjalan keluar dari ruangan.

“Apakah wanita yang bernama Yoona itu cantik?” tanya ayah Siwon pada istrinya.”Aku jadi penasaran gadis macam apa yang disukai putra kita hingga dia bisa sampai seperti itu. aku benar-benar penasaran.”

Istrinya lagi-lagi membuang napas berat. “Dia cukup cantik dan terlihat sangat sederhana.” Ucapnya pelan tidak lagi penuh dengan emosi.

Ayah Siwon tersenyum sambil mengelus punggung istrinya,

 

~**~

 

“Ku dengar kau sekarang sudah tidak membawa wanita-wanita jalanan itu?” tanya ayah Eunhyuk.

Eunhyuk yang sedang memutar-mutar gelas winenya. Menghentikan kegiatannya dan memandang ayahnya dan juga ibunya yang duduk dihadapannya.

“Menurut kalian?” balik tanya Eunhyuk.

“Jujur saja kami selalu merasa Khawatir dengan hobby mu itu. kami selalu merasa kami bukan orang tua yang berguna. Anak kami selalu menentang aturan. padahal kami hanya bermaksud baik untuk masa depanmu.” Ucap ibunya.mengungkap apa yang selama ini Eunhyuk tidak tahu. “Kami selalu menyuruh mata-mata mengawasimu. Kami tahu kau bukan anak kecil lagi yang selalu diawasi. Tapi kami benarbenar khawatir dengan semua permainanmu yang dapat membahayakan dirimu sendiri. Bagaimana jika salah satu wanita yang pernah kau tiduri hamil, dan meminta pertanggung jawaban?”

Eunhyuk tersenyum sinis. Tersenyum sinis untuk dirinya dan masa lalunya yang kotor. “Jadi seperti itu? sebenarnya aku hanya memanfaatkan apa yang kalian berikan padaku. Tapi ternyata aku keterlaluan ya? Sampai kalian mencemaskan aku saja, aku tidak tahu. Dan masalah wanita-wanita itu. aku tidak benar-benar menidurinya  jadi mereka tidak akan hamil.”

“Tapi menurut mata-mata kami. Apakah benar kau berkencan dengan seorang Koki di Reatoran kita?” tanya Ayahnya.

Eunhyuk tersenyum kecil. Ternyata orang tuanya  sudah mengetahui ini juga tanpa ia beritahu terlebih dahulu?

Eunhyuk berjalan menarik sebuah kursi dan duduk berhadapan dengan orang tuannya. “Terimakasih selalu memantau anakmu ini.” Ucap Eunhyuk sambil tersenyum kecil. “Masalah wanita itu. aku tidak perlu bilang fisiknya seperti apakan? Pasti kalian juga sudah mendapat foto dan prosfil pribadinya.”

Orang tua Eunhyuk tidak menjawab. Karena itu memang benar. Dia sudah tau latar belakang Hyoyeon seperti apa dan wajah Hyoyeon seperti apa.

“Yang akan aku katakan pada kalian adalah sikapnya kepribadiannya yang mungkin mata-mata Abeoji dan Eomma tidak mengetahuinya.”

Eunhyuk tersenyum sesaat melihat kedua orang tuanya nampak antusias menunggu reaksi dan cerita Eunhyuk. “Dia itu galak. Dan selalu berbicara apa adanya. Dan dia juga seperti gangster.”

Ayah dan Ibu Eunhyuk terbelalak mendengarnya. Kalau dilihat dari photo nampaknya Hyoyeon cukup manis dan normal saja. kedua orang tuanya berpikir kalau Eunhyuk akan mengatakan dengan memuji-muji Hyoyeon agar mendapat restu mereka tetapi ternyata tidak sama sekali. Dan itu justru memancing rasa penasaran ayah dan ibunya lebih dalam tentang Hyoyoen.

“Hehehe,, kalian kaget ya? Aku juga begitu. Kalian tahukan saat aku datang mengambil dokumen hidungku diperban? Itu karena perbuatan dia. Dia meninju hidungku sampai bengkak dan berdarah.” Kenang Eunhyuk sambil tersenyum geli.

“Kenapa? Kenapa dia bisa sekasar itu? kau suka wanita kasar?” tanya Ibunya denga cemas.

Eunhyuk menggelengkan kepalanya. “Tidak sebenarnya dia bukan wanita kasar. Dia hanya pandai membela diri. Jarangkan wanita jaman sekarang yang bisa melindungi dirinya seperti itu?”

Kedua orang tuanya mengangguk mengerti. “Lanjutkan..” ucap Ayah Eunhyuk.

“Aku berkata yang tidak seharusnya aku katakan pada seorang wanita. Dan aku mengusirnya dengan kasar. Maka dia begitu. Dia begitu juga karena dia tidak tahu kalau aku ini pemilik hotel tempat ia bekerja. Begitu ia tahu mukanya langsung pucat dan ketakutan.” Eunhyuk tertawa kecil mengingat hal itu. “Lalu hampir setiap hari aku mengerjainya. Aku selalu menyuruhnya memasak menu yang berbeda setiap hari dalam waktu 20 menit dan rasanya harus enak.” Eunhyuk menatap kedua orang tuanya yang menatapnya tidak percaya. “Dan kalian tahu? Dia sanggup melakukan itu semua tanpa cela sekalipun. Hanya saja anak kalian yang angkuh ini membuat kesalah pada satu malam. Aku menggodanya dan menyamakannya dengan wanita-wanita yang pernah ku kencani. Dia menangis. Dia menangis karena ulahku.” Muka Eunhyuk jadi murung, ah.. kejadian bodoh itu memang tidak pantas dikenang.

“Benarkah? Astaga! Kau ini!” ibunya nampak kesal dengan Eunhyuk. Karena bagaimana pun juga dia kan seorang wanita.

Eunhyuk tersenyum kecut. “Dia melawanku. Dia menangis disudut ruangan dan mengatakan hal-hal yang membuat aku tersadar, bahwa selama ini aku hanya bersikap berengsek dan bodoh. Dan aku tidak sadar kalau aku beruntung.”

Hening. Ayah dan ibu Eunhyuk dapat menangkap rasa penyesalan anaknya diwajah Eunhyuk itu.

“eomma… abeoji.. Aku mencintainya.” Tambah Eunhyuk terakhir. Ia terlihat berbeda dari Eunhyuk yang biasanya. Dia terlihat sunguh-sunguh kali ini dihadapan kedua orang tuanya.

“Apa… apa kau yakin, dia gadis yang tepat untukmu?” tanya Ibu Eunhyuk dengan hati-hati.

“Kau taukan, sebuah cinta dalam suatu hubungan bukan untuk main-main? Apalagi setelah kami mendengar ucapanmu itu tentang gadis itu. abeoji tidak bisa diam jika kau melukainya.” Tambah Ayahnya.

Eunhyuk tersenyum lagi. Lalu maraih telapak tangan ayah dan ibunya. “Aku serius.. aku kali ini sunguh-sungguh. Kalian tahu? Hanya dia yang bisa membuat hatiku berdebar-debar sangat kencang. Dan hanya dia yang mampu menyadarkan aku. Dan hanya dia yang membuatku selalu ingin melindunginya. Walaupun aku tahu dia cukup tangguh. Aku benar-benar mencintainya. Jadi bisakah kalian percaya dan memberikan restu pada kami?”

“Ommoo.. Yeobo!! Apa kau dengar? Anak kita sudah sangat dewasa. Dan dia terlihat laki sekali! Aku terharu mendengarnya! Inikah yang dinamakan kekuatan cinta?” tanya Ibunya pada Ayah Eunhyuk dengan sikap dramatis.

Ayahnya menarik napas. Lalu menatap Eunhyuk dengan serius. “Aku merestui kalian. Tapi…”

“Tapi apa?” tanya Eunhyuk tidak sabar. Kenapa harus pakai ada syarat segala sih?

“Selesaikan dulu proyekmu. Lusa kau harus ke Kanada untuk bernegoisasi. Aku ingin lihat hasil kerjamu dulu. Khawalitaskan dirimu dulu sebelum melamar gadis orang.” Ucap Ayahnya.

Enuhyuk tersenyum lebar. Hanya itukah syaratnya?. Astaga. Dia senang sekali mendengarnya. “Tentu.. tentu saja. saat aku pulang dari kanada, aku pastikan kalian mendengar kabar baik dariku!” ucap Eunhyuk yakin dihadapan kedua orang tuanya.

 

~**~

 

Hyoyeon dan Yoona sedang tiduran diatas kasur lipat didalam kamar sempit tempat ia tinggal sementara di Incheon. Mereka sama-sama terdiam sambil memandangi langi-langit kamar yang dipasang wallpaper dengan motif bunga sakura.

“Kanada itu dimana ya?” tanya Yoona tiba-tiba.

Hyoyeon tersenyum. “Aku juga tidak tahu letak pastinya. Ah.. baru dua hari ditinggal saja kau sudah kangen dengan pangeran berkudamu itu? huh?” ledek Hyoyeon.

Yoona tersenyum malu lalu dia menyenggol kaki Hyoyeon dengan ujung kakinya.”Memangnya kau tidak rindu dengan  Spiderman mu itu?”

Rupanya mereka mempunyai julukan sendiri untuk kekasih mereka. Kalau Yoona memang sejak awal menganggap Siwon itu bagaikan pangerang berkuda di nengeri dongeng, yang datang tiba-tiba dengan sikap kharismanya dan senyum yang menawan lalu menyelamatkan Yoona dari kesusahan. Sedangkan Hyoyeon lebih modern. Dia menggap Eunhyuk seperti Spiderman, terlihat menyeramkan dan suka menerangkap wanita, hidup dengan topeng kepalsuan. Tapi ternyata dia sosok yang baik hati dan menabjubkan.

Hyoyeon menggelengkan kepalanya. “Seharusnya sih tidak rindu. Tapi karena susah berkomukasi dengannya. Jadi merasa aneh.”

Lalu mereka tertawa bersama.

“Dia berpesan apa padamu ketika akan kekanada?” tanya Hyoyeon.

Yoona terdiam sesaat lalu menaikkan sebelah alisnya. Ah.. dia sudah ketularan Siwon, siwon sering melakukan nimik itu jika sedang mengingat sesuatu atau sedang berpikir. “Dia bilang jangan dengarkan rayuan pelanggan yang menginap. Dan jangan dengarkan kata orang lain tetang hubungan kami dan selalu menunggu dengan cinta untuknya.” Jawab Yoona lalu wajahnya jadi memerah.

“Hhahaha.. romantic sekali.” Ledek Hyoyeon.

Yoona mencibir. “lalu kalau kau sendiri?” tanya Yoona ingin tahu juga.

Hyoyeon mengetuk-ngetukan jarinya dipipinya.”heem.. aku dilarang dekat-dekat dengan kepala Chiefku didapaur. Hahaha. Dia sangat cemburu ketika aku bilang sepertinya Ryeowook ssi menyukaiku, karena dia selalu memberikan perhatian lebih padaku. Kau tahu Yoona wajahnya langsung memanas. Jika aku tidak menahannya mungkin dia bisa langsung memecat Ryeowook. Hahaha.” Cerita Hyoyeon.

“Dia itu sedikit temperamental ya? Unik..” komentar Yoona.

“Kalau dipikir-pikir hidup ini memang aneh ya?” ucap Hyoyeon lalu ia menatap Yoona sekilas. “kalau kita tidak pernah menginjakkan kaki di Incheon apakah takdir akan tetap mempertemukan kita dengan mereka? Dan mungkin ini yang dinamakan hadiah dari bersabar. Dulu kita sering berdoa bersama di gereja dan mengeluh bersama tentang kesusahan kita. Tapi sekarang tuhan mendengarnya. Tuhan memberikan kita seorang pendamping yang seperti dunia dongeng.”

Yoona tersenyum. “Kau benar Hyo..tapi seperti yang kau pernah bilang. Bila boleh senang dan bangga punya kekasih seperti mereka. Tapi kita bukan tipe cewe yang hanya memanfaatkan keadaan. Kitakan masih mampu bekerja keras.”

Mereka menghentikan obrolan mereka. Ketika terdengar suara tone ponsel Hyoyeon berbunyi. Hyoyeon berpikir itu mungkin Eunhyuk. Eh? Tapi katanya tidak bisa berkomunikasi selama disana? Hyoyeon buru-buru mengambil ponselnya yang ia telakkan diatas mejakecil. Dari KeyBum adiknya? Hyoyeon langsung menerima panggilan tersebut.

“Nuna!!” terdengar teriak Key disebrang sana.

“Bisa tidak kau tidak berteriak padaku? Aku belum tuli! Sinyal disini juga cukup bagu! Hiss..” keluh Hyoyeon karena ulah adiknya itu. Yoona yang mendengarnya hanya dapat tertawa pelan.

“Nuna.. dengarkan aku..”

“Apa?”

“Apa Yoona Nuna ada disebelahmu sekarang?” suara Key nampak serius.

Hyoyeon meneleh kepada Yoona yang masih tiduran sambil menatap langit kamar. “Iya ada.. kenapa memangnya?”

“aku bingung harus bicara darimana?” terdengar suara desahan napas key.

“Heii ada apa.. kau jangan membuat nuna penasaran ya..” ancam Hyoyeon tapi perasaannya jadi tidak enak.

“Suruh Yoona Nuna pulang besok. Kau juga kalau bisa pulang juga ya nuna! Masalahnya.. hemm.. itu.. Ayah Yoona Nuna.. dia..ah. dia dirumah sakit sekarang.”

“Ah?? Ne?” Tanpa sadar karena saking terkejutnya Hyoyeon berteriak. Yoona langsung bangun dari posisinya dan menatap panic ke Hyoyeon.

“aku tidak tahu bagaimana kejadian detailnya. Tapi yang aku dengar casino tempat ayah Yoona nuna bermain dikepung polisi. Karena disana ada narkoba juga. lalu ayah Yoona nuna berusaha melarikan diri dan dadanya tertembak oleh polisi. Jadi sekarang ia dirawat dirumah sakit. Kondisinya kritis. Ternyata ia juga punya penyakit kanker paru-paru.”

Hyoyeon terdiam. Dia tidak berani menatap Yoona yang duduk disebelahnya. Dia harus berbuat apa sekarang. Tenggorokannya terasa begitu kering. Dia tidak bisa menyampaikan apa yang tadi Key sampaikan padanya. Dia benar-benar shock. Dan perlahan matanya panas. Ketika Yoona terus-terusan bertanya ‘ada apa? Ada masalah?’.

“Aku akan memberitahunya..” Hyoyeon mematikan teleponnya.

Perlahan ia memberanikan diri menatap Yoona. Ah.. kenapa sahabatnya jadi begitu menyedihkan. Dia tidak tahu harus bagaimana, ayah Yoona itu sangat galak terhadap Yoona. Hyoyeon bahkan sering menyumpahi ayah Yoona yang sering memukuli Yoona dan ibu Yoona. Tapi jika keadaannya sekarang ayah Yoona sedang kritis. Hyoyeon jadi tidak tega melihat Yoona. Bagimanapun sekasar dan seberapa menyebalkannya seorang ayah. Tetap saja dia ayah kita.

“Yoon.. besok kita harus meminta surat izin pada ibu Soo, kita harus cuti untuk beberapa hari.. kita harus kembali keBusan.” Ucap Hyoyeon berusaha setenang yang ia mampu.

“Kenapa? Ada masalah apa sampai kita harus cuti segala?” tanya Yoona perasaannya mulai tidak enak.

“Ayahmu Yoon..” ucapan Hyoyeon tercekat. Matanya terasa perih. Dia tidak sanggup berbicara dia takut melihat reaksi Yoona nantinya.

“Kenapa ayahku? Kenapa katakan Hyo!!” Yoona menarik-narik lengan Hyoyeon dengan sikap tidak sabar.

Hyoyeon meraih tubuh Yoona dan memeluknya. “Ayahmu dia sakit. Dia menderita kanker paru-paru dan  terkena tembakan polisi. Jadi sekarang keadaannya kritis.”

Bagai petir yang menghantam kepalanya Yoona hanya mampu terdiam didalam pelukan Hyoyeon yang sudah mulai menangis karena terlalu prihatin pada sahabatnya. Yoona merasa dadanya sangat sesak dan sakit. Baru saja ia merasa hidupnya adil dan bahagia. Tapi kenapa kesusahan itu sudah datang lagi? Kenapa harus ayahnya? Kenapa? Walaupun Yoona membenci lelaki itu tapi dia satu-satu ayah yang Yoona punya. Matanya juga ikutan memanas dan dalam diam ia pun menangis. Apa yang harus ia lakukan sekarang?. Wajah eomma dan Yoo geum terus melintas dikepalanya. Dan kelamaan tangisnya pecah. Dia harus segera pulang. Kalau bisa malam ini juga ia harus sudah ada di sana. Dia harus kembali ke Busan.

 

~***~

 

Ini sudah hari keempat Hyoyeon dan Yoona berada di kampong kelahirannya lagi. Mereka sudah mengambil jadwal cuti melalui Sooyoung selama seminggu. Jadi waktu mereka tinggal tiga hari lagi. Kemarin akhrinya ayah Yoona melewati keadaan kritisnya. Ia sadar dari koma. Yoona, ibunya dan Yoo Geum adik Yoona yang masih berusia lima tahun ini. Terus-terusan mundar mandir kerumah dan rumah sakit. Hyoyeon juga sudah dua kali datang. Dia datang untuk menghibur Yoona.

Hari ini Hyoyeon kembali melakukan pekerjaannya. Yaitu kelaut mengambil ikan hasil tangkapan ayahnya bersama key lalu menarik keranjang itu  sampai kerumah. Hyoyeon dan Key berjalan bersama menuju pantai. Key tidak berhenti memperhatikan gerak-gerik kakaknya. Kakaknya terlihat lebih ceria daripada kemarin-kemarin. Itu semua karena telepon dari seseroang semalam.

“Nuna!” panggil Key.

“Huh?” Hyoyeon menoleh menatap Key.

“Siapa yang menelpon nuna semalam?” tanya Key dengan mata disipitkan. Aduh anak ini mau tahu aja sih.

“Kenapa memangnya?” balik tanya Hyoyeon.

“Nuna sudah punya kekasih ya di Incheon! Ngaku! Pasti yang semalam menelpon itu laki-laki! Aku tahu bagimana cara bicara Nuna yang terdengar lembut dan bilang tidak perlu mengkhawatirkan nuna dan nuna tersenyum-senyum seperti orang gila… siapa lelaki itu.?”

Hyoyeon menjitak kepala Key. Dasar anak ini banyak sekali omongnya.

“Kenapa menjitakku!! Kau bilang aku harus meraih cita-citaku! Tapi kalau kau terus menjitaknya bagaimana aku bisa berpikir dengan benar nanti?!” protes key berlebihan. Padahalkan tidak segitunya juga.

Hyoyeon menarik leher Key dengan tanganya. “Dasar anak ini! Nanti kau juga tahu seperti apa dan siapa lelaki itu.” jawab Hyoyeon lalu tersenyum lebar.

“Jadi benar? Nuna sudah punya pacar!!”

Hyoyeon memanggutkan kepalanya lalu meninggalkan Key. Dia langsung naik kekapal dan mengambil keranjang ikan. Dengan senang hati Hyoyeon menarik keranjang ikan yang berat itu keluar dari kapal. Key mengikuti kakaknya dengan mengambil keranjang lain dan menariknya keluar kapal.

Hyoyeon menghentikan langkahnya. Ketika ia dan key sama-sama menarik keranjang ikan. Seseorang dengan memakai kemeja putih dan sepatu loafers coklat yang begitu mengkilat berdiri dihadapan Hyoyeon. Wangi Parfume ini, Hyoyeon sudah rindu sekali dengan wangi ini. Hyoyeon perlahan mengangkat kepalanya. Dan disana Eunhyuk menyambutnya dengan sebuah senyuman manis dan ceria. Eunhyuk merentangkan tangannya, seperti menyuruh Hyoyeon berhambur memeluknya. Baru Hyoyeon melangkah tapi dengan cepat key berlari dan berdiri diantara mereka.

“Nuna! Siapa lelaki ini?” tanya Key dengan sinis.

“Dia..” baru Hyoyeon akan menjawab tapi Eunhyuk  segera menjawab pertanyaan Key. “Kau pasti keybum adik Hyoyeon kan? Kenalkan Aku Eunhyuk kekasih nunamu.” Eunhyuk menjulurkan tangannya.

Key hanya menatap tidak suka, setelah itu dia memberikan tali keranjang yang ia bawa. “Apa ?” tanya Eunhyuk heran.

Key juga menarik tali keranjang punya Hyoyeon, lalu ia berikan ke Eunhyuk juga. “Bawa dua keranjang ini sampai rumah kami! Aku tidak sudih kakaku berpacaran dengan orang  lemah.” Cetus Key kasar lalu ia segera melangkahkan kakinya berjalan deluan.

“Key!! Ya!!” teriak Hyoyeon bermaksud menasehati adiknya tapi Key tidak menoleh, hanya melambaikan tangannya saja dari kejauhan. Hyoyeon menghembuskan nafas dengan sikap adiknya itu.

“Ah.. belum apa-apa aku sudah di uji coba oleh Adikmu itu.” ucap Eunhyuk sambil menarik tangan Hyoyeon dan seolah berkata ‘tidak apa-apa’ pada Hyoyeon.

“Maaf.. dia memang seperti itu.” Hyoyeon jadi tidak enak hati. “Sini berikan satu padaku! Biar aku yang membawanya.”

Eunhyuk menggelengkan kepalanya. “Tidak mau.. nanti aku dianggap payah oleh adikmu.Eunhyuk menyeret dua ranjang ikan sekaligus tapi nampak kesulitan.

Hyoyeon tak bisa menyembunyikan ketawanya. Ia tertawa dan memegang pundak Eunhyuk. “caranya tidak begitu.” Lalu Hyoyeon mengangkat satu keranjang dia naikkan keatas keranjang yang satunya lagi dan mengikatnya agar tidak jatuh. “Sudah.. sekarang kau boleh membawanya.”

Eunhyuk mengkedip-kedipkan matanya. Astaga wanita ini. Eunhyukpun menarik keranjangnya lagi dan sekarang lebih mudah dan terasa lebih ringan. Eunhyuk tersenyum malu pada Hyoyeon. Mereka berjalan beriringan dipasar yang bau amis karena ikan dan becek karena air laut yang kadang naik kepermukaan.

“Jadi seperti ini pekerjaanmu dulu?” tanya Eunhyuk ditengah perjalanan mereka.

Hyoyeon menaikkan kedua alisnya sambil memanggutkan kepala.” Iya..demi bertahan hidup.”

Eunhyuk menghembuskan napasnya. Seolah dia ikut merasakan kelelah Hyoyeon selama ini.

Hyoyeon tersenyum lebar lalu menatap Eunhyuk. “Bagaimana kanada? Apakah negoisasinya lancar?” tanya Hyoyeon dengan ceria.

Eunhyuk melihat-lihat keadaan disekitarnya. Sepertinya sepanjang perjalanan orang-orang selalu memperhatikan Hyoyeon dan dirinya. Dia jadi sedikit risih. “Kenapa mereka melihat kekita?”

Hyoyeon ikut celingukan dan melihat orang-orang pasar tersebut. Lalu ia tersenyum pada ajjussi yang mengacungkan jempol padanya. Ternyata memang benar orang-orang pasar sedang memandangi Eunhyuk dan Hyoyeon dan bahkan sedang membisik-bisik tentang mereka. “Ah.. kita sedang menjadi gossip hangat.” Keluh Hyoyeon.

“Kau disini terkenal juga ya?”

“kau meledekku? Aku tentu saja terkenal sebagai preman pasar huft..”

Tanpa diduga-duga Eunhyuk merangkul Hyoyeon dan mencium pipi Hyoyeon. “Sekarang kau akan terkenal dengan menjadi kekasihku. Bagaimana?”

Hyoyeon tersenyum malu dan pipinya memerah. Tapi buru-buru ia mengalihkan pembicaraan mereka lagi dengan tofik awal. “Bagaimana akhirnya? Kanada?” tanya Hyoyeon penasaran.

“Hemm.. hemm..” Eunhyuk memasang wajah ragu dan kecewa. Hyoyeon jadi tidak sabaran dan takut hasilnya buruk. Lalu Eunhyuk menambahkan kalimatnya.”BERHASIL! mereka mau menanam saham dan mengikuti semua syarat yang gidae buat. Keren kan kekasihmu ini? Dan tentu saja, orang tuaku memberikan jalan lebar untuk aku melamarmu.” Jawab Eunhyuk sambil memandang Hyoyeon lekat-lekat.

Hyoyeon tertunduk malu. “Jadi beneran kau datang kesini untuk melamarku didepan orang tuaku dan akan membawa keluargaku ke Seoul untuk pernikahan kita?” tanya Hyoyeon, terkait ucapan Eunhyuk semalam ditelepon.

Eunhyuk memanggutkan kepalanya dengan mantap. “Tentu dan syaratnya kau harus menerima lamaranku ini!”

“Akan aku pikirkan… bawa dulu keranjangnya sampai dihadapan eomma!” kata Hyoyeon lalu berjalan deluan meninggalkan Eunhyuk. Dia benar-benar bahagia rasanya.

“Ya!! Tunggu! Kim Hyoyeon!! Chagia!! Tunggu!!” teriak Eunhyuk sambil menguatkan seluruh tenaganya dan menyeret keranjang itu sambil berlari mengejar Hyoyeon. Perasaannya juga menjadi tenang dan senang sekali.

 

~***~

 

Sedangkan ditempat lain. Siwon sedang melangkahkan kakinya dibangsal rumah sakit mencari nomor ruang rawat yang dia tahu dari Hyoyeon. Dimana kamar ayah Yoona dirawat. Sebelum ia kesini ia banyak bertanya pada Hyoyeon melalui telepon . karena Yoona tidak mengaktifkan teleponnya sama sekali. Menurut Hyoyeon yoona sedikit shock dengan keadaannya sekarang. Dia butuh ketenangan.

Siwon menghembuskan napas lega begitu melihat wanita yang sudah sangat ia kenal dan rindukan sedang duduk dikursi tunggu depan kamar rawat, Yoona duduk sendiri sambil menundukan kepalanya dalam-dalam. Ia seperti sedang memanjatkan doa. Siwon melanjutkan langkahnya dan duduk disamping Yoona dalam diam. Yoona belum menyadari kehadiran Siwon. Sampai saat Siwon menyentuh pundak Yoona pelan. Dan Yoona menoleh menatap orang disebelahnya.

Yoona terkejut begitu melihat Siwon sudah ada disampingnya.sedang menatap dirinya dengan pandangan yang sangat tenang sekali.

“Sejak kapan kau ada disini? Bagaimana kau bisa disini? Kenapa kau bisa tahu?” tanya Yoona bertubi-tubi.

Siwon merangkul Yoona dan meletakan kepala Yoona didadanya. “Banyak sekali pertanyaanmu? Tapi akan aku jawab satu persatu ya? Hemm.. aku disini baru saja, karena aku rindu kamu, aku tahu dari Hyoyeon. Kau kan tidak mengaktifkan ponselmu. Semenjak aku tiba di korea aku terus menghubungi mu tapi gagal. Kau membuatku cemas sekali.”

Yoona tersenyum. Senyum yang terlihat hampa dan sedih.

Siwon menepuk-nepuk lengan Yoona seakan memberikan kekuatan pada Yoona. “Bagaimana keadaan ayahmu?” tanya Siwon.

Yoona menarik napas berat lalu menghembuskannya perlahan. “belum ada kemajuan yang mengatakan dia segera sembuh.” Jawab Yoona terdengar pasrah.

Siwon ikut menarik napas dan menghembuskannya lagi. Dia ikut merasakan kesedihan apa yang sedang Yoona rasakan sekarang ini.

“Kau bawa kabar apa dari kanada?” tanya Yoona nampaknya ia tidak ingin terlalu terlihat menyedihkan didepan Siwon.

Siwon memanggut-manggutkan kepalanya. “Semuanya berjalan sesuai rencana. Dan eomma dan appa sudah menepati janjinya.”

Yoona tersenyum. Tapi dia tidak memberikan respon dengan perkataan apapun. Disaat keadaan seperti ini dia tidak tahu harus bagaimana?

“begitu ayahmu sembuh aku akan mengajak kalian semua ke Seoul. Aku ingin kedua orang tuamu juga menyaksikan pernikahan kita.”

Yoona menundukan kepalanya. Nampaknya agak sulit untuk dirinya sekarang.

Pintu kamar disebalahnya terbuka. Ibu Yoona keluar dari dalam kamar sambil menggendong Yoo Geum yang terlihat mengantuk. Ibunya langsung menoleh ke Yoona dan Siwon. Siwon langsung melepas rangkulannya dari Yoona.

“Ada apa?” tanya Yoona sambil berdiri. Siwon mengikuti berdiri.

“Ayahmu. Ingin bicara denganmu. Masuklah..” kata Ibunya. Lalu dia melihat Siwon yang sejak tadi mendampingi putrinya. “Kau Siwon?” tanyanya hati-hati.

“Iya.. Annyeonghasimnika.” Siwon menundukan badannya serendah mungkin memberi salam pada Ibu Yoona.

“Annyeong.. hemm masuklah..temani Yoona.” Ucap Ibunya. Maka Siwon masuk bersama Yoona. Ibu Yoona juga ikut masuk dan menutup pintu kamar itu.

“Abeoji!!” panggil Yoona sambil memegangi tangannya ayahnya yang sangat lemah.

Ayahnya nampak ingin tersenyum tapi begitu sulit. “Yoong.. Yoong..” Panggilnya dengan mata berkaca-kaca.

“Ne.. aku disini..” ucap Yoona sambil mendekatkan diri pada ayahnya.

Bola mata ayahnya bergerak perlahan menatap sekeliling kamar rawat. Lalu matanya berhenti didepan Siwon yang menyunggingkan senyum ramah pada ayah Yoona. Jari ayah Yoona bergerak lemah seperti menunjuk Siwon. Yoona menoleh pada Siwon. Lalu kembali pada ayahnya lagi, “Dia Siwon. Kekasih ku.. bagaimana? Tampan kan? Dulu ayah pernah bilang aku harus menikah dengan lelaki gagah dan tampan. Apa ini cocok?” tanya Yoona kepada ayahnya. Matanya sudah berkaca-kaca.

Ayah Yoona memberi isyarat agar Siwon mendekat kepadanya. Siwon memajukan langkahnya berdiri disamping Yoona. Lalu ayah Yoona menyatukan tangan Siwon dengan tangan Yoona. “Aku ini ayah yang payah. Anakku ini sudah banyak menderita. Aku orang tua yang payah. Seharusnya Yoona kami sudah mendapat gelar sarjana tapi karena uang beasiswanya aku pakai berjudi. Dia jadi mengenaskan seperti ini.” Ucap Ayah Yoona dengan suara pelan. Air dimata Yoona menetes. Dia sudah tidak tahan.

Ibu Yoona yang berdiri didekat pintu juga menangis dalam diam sambil menggendong Yoo Geum yang tertidur. Sejak kemarin peresaannya selalu diselimuti kabut hitam.

“Anakku ini anak yang penyayang dan paling sabar didunia ini. Dia selalu melayaniku layaknya aku ayah yang baik. dia bekerja siang malam demi keluarganya. Sedangkan aku malah membuat omong kosong setiap hari. Kau benar-benar menyukai anakku?nampaknya kau dari keluarga orang kaya ya? Anakku ini orang miskin. Cukup aku saja yang menyusahkan dan membuatnya sedih. Aku tidak rela jika orang lain membuat anakku susah dan sedih juga.”

“Abeoji..” Yoona masih menangis dan memegang tangan ayahnya.

“Aku serius. Aku bahkan sangat mencintai putri anda tuan. Kedatanganku kesini, ingin meminta restu anda. Aku ingin Yoona menjadi istriku. Apakah boleh?”

Ayah Yoona akhirnya mengeluarkan airmata karena ucapan Siwon. “Ya tuhan… ku pikir anak kami tidak akan pernah menikah..tapi nampaknya sekarang aku bisa sudah lebih tenang, kau mau kan berjanji menjaga anakku dan istriku?” tanya Ayah Yoona.

Siwon memanggutkan kepalanya dengan mantap.”Tentu tuan.”

“Yoong hiduplah bahagia, selama ini kau sudah banyak menderita. Sudahi penderitaanmu itu. dan sekarang kau dan ibumu juga adikmu bisa hidup tenang. Karena aku tidak akan pernah datang mengganggu hidup kalian lagi. Aku janji.” Ucap Ayahnya. Sambil membelai rambut Yoona yang menangis dipelukannya.

“Abeoji.. apa yang kau katakan? Aku tidak pernah membencimu. Karena kau ayahku satu-satunya. Dulu kau sangat menyayangiku. Mengantarku sekolah dan memandikanku sewaktu kecil. Bagaimana aku bisa membenci darah didalam tubuhku sendiri? Bertahanlah..kau harus melihat aku memakai gaun pengantin dulu. Mendampingi aku dulu dipesta pernikahanku nanti. Aku akan menggait tangan aboejji dan abeoji akan menuntunku sampai ke pendeta dan menyerahkan aku pada Siwon. Baru setelah itu kau lepas tanggung jawab.” Ucap Yoona sambil terisak.

Siwon menutup matanya sambil menghebuskan napas berat ketika ia melihat tangan ayah Yoona yang tadi masih memebelai-belai rambut Yoona tiba-tiba jatuh terkulai dan mejadi begitu pucat. Sayangnya tidak ada suara mesin penditeksi jantung yang menandakan hal buruk itu. tapi Siwon tahu. Ayah Yoona sudah pergi dan benar-benar tidak akan kembali. Siwon menepuk  bahu Yoona memberikan kekuatan untuk Yoona.

“Abeoji.. kau mau kan? Kau harus jadi waliku.. abeoji? Kau tidak menjawabnya? Abeojji… Abeojji??” panggil Yoona.

Yoona terdiam sebentar. Lalu ia merasakan ada yang tidak beres dengan ayahnya. Napas ayahnya sudah tidak terdengar. Dekat jantung ayahnya juga tidak terdengar. Hembusan hangat dari mulut ayahnya juga sudah tidak ada. Yoona perlahan menjauh dari ayahnya. Ia menatap wajah ayahnya yang seperti tertidur nyenyak itu. dan Yoona mengerti sekarang ayahnya benar-benar pergi dan tak akan menyusahkan hidupnya lagi.

“Abeojji!!!” teriak Yoona sekuatnya dan ia jatuh terkulai lemah dilantai. Siwon mencoba menenangkan Yoona yang terus menangis tersendu-sendu. Disudut ruangan Ibu Yoona juga menangis meraung-raung dan Yoo Geum yang terbangun tidak mengerti keadaan disekitarnya juga ikut menangis.

Hyoyeon masuk bersama Eunhyuk kedalam kamar dan melihat keadaan sudah kacau. Hyoyeon sudah bisa menebak hal buruk apa yang terjadi saat ini. Dia mendekati Yoona dan memeluk Yoona erat-erat. Memberikan ketabahan untuk sahabatnya. Eunhyuk menepuk-nepuk bahu Siwon. Siwon juga harus tabah.

 

~**~

 

Dua Bulan Kemudian…

Suasana di ballroom Hotel Gidae cabang Incheon sudah ramai dengan tamu undangan. Ruangan itu juga sudah disulap menjadi ruangan yang penuh dengan hiasan bunga dan bangku-bangku berwarna putih dan pink. Sangat cantik.

Hari ini akhirnya tiba. Hari dimana Siwon-Yoona dan Eunhyuk-Hyoyeon akan melaksanakan pernikahan mereka bersamaan di Hotel Gidae Incheon. Tempat dimana semua bermula. Tempat dimana menjadi saksi bisu perjuangan jalan cinta mereka.

Mereka sengaja membuat acara pernikahan dilakukan bersamaan. Bukan untuk menghemat biaya tapi ini kemauan Yoona dan Hyoyeon. Maka pihak Siwon dan Eunhyuk hanya dapat menuruti dengan senang hati.

Yoona dan Hyoyeon sudah terbalut dengan gaun pengantin putih yang sangat cantik dan mewah (seperti iklan Acebed) mereka baru saja selesai di make-up dengan tata rias professional. Dan sekarang Yoona dan Hyoyeon benar-benar seperti putri-putri dalam sebuah dongeng. Sangat antik dan anggun.

“Hey.. Nuna!! Nuna!! Coba lihat kesini!!” teriak Key yang sedang membidik dengan kamera ditangannya.

Yoona dan Hyoyeon berpegangan tangan dan tersenyum menatap kekamera. Dan Klik.. Key berhasil mengabadikan photo Yoona dan Hyoyeon dengan sempurna.

Oh.. iya. Akhirnya key diterima bersekolah di sekolah penerbangan. Ia berhasil mendapatkan beasiswa. Dan Eunhyuk berjanji pembiayaan berikutnya mengenai masalah sekolah Key dia yang akan menanggungnya. Dan  ayah Ibu Hyoyeon  akhirnya mau  tinggal di Seoul juga setelah  acara pernikahan selesai. Walau katanya dia lebih nyaman dengan hidupnya dibusan. Sedangkan Ibu dan adik Yoona juga  tinggal di Seoul tinggal di sebuah aperte sederhana sesuai keinginan ibu Yoona. Dan Yoo Geum juga akan mulai sekolah SD di Seoul nanti.

Lalu Yoona dan Hyoyeon? Siwon dengan keras kepalanya memecat Yoona dari posisinya sebagai pelayan hotel. Tapi Siwon menaikan jabatan Yoona menjadi kepala pelayan. Jadi pekerjaannya lebih santai hanya memerintah dan mengontrol saja. kalau Eunhyuk juga menaikan jabatan Hyoyeon sebagai kepala bagian Restoran. Dia yang akan menghendle konsep dan menu di Restorant hotel tersebut serta bertanggung jawab atas karyawan tersebut. Dan Eunhyuk juga membuatkan kedai kecil dipinggir jalan myeongdong untuk usaha Keluarga Hyoyeon. Darah berdagang memang sudah mengalir deras pada kedua orang tua Hyoyeon.

Dan Eunhyuk Siwon? Ah.. sebenarnya dia tidak perlu mengurusi hotel Gidaen incheon dengan gigih sepertti ini. Karena kedua orang tua mereka hanya mengerjai anak mereka saja agar sadar dari segala sikap buruknya selama ini. Jadi memang tentu saja nama ahli waris itu memang sudah ditulis dengan nama Siwon dan Eunhyuk sebagai anak lelaki yang mereka punya sejak dulu. Dan kebetulan saja takdir malah mempertemukan dua lelaki kaya dan sombong ini dengan dua wanita sederhana dan apa adanya. Dan jadilah kisah ini sangat menarik dan menyentuh hati. Siapa yang sangka dua wanita yang saat pertama kali mereka temui dan mereka katai gembel ternyata orang yang akan merubah sikap dan perbuatannya dimasa depan? Dan lucunya lagi ternyata dua wanita miskin itu jodoh dari dua lelaki kaya itu. mengharukan.

 

Eunhyuk dan Siwon sudah berdiri didepan altar dengan sikap tidak sabar didepan pendeta yang akan mengambil janji suci mereka. Tak lama akhirnya yang ditunggu-tunggu datang Juga. mereka benar-benar terpana melihat calon istri mereka yang sangat cantik dan wenawan.

Yoona dan Hyoyeon berjalan berdampingan dengan mengampit lengan ayah Hyoyeon. Ayah Hyoyeon mejadi wali bagi kedua wanita ini. Mereka berjalan bertiga beriringan dan menghampiri Siwon dan Eunhyuk yang nampak sudah tidak sabar.

Ayah Hyoyeon menyerahkan kedua anak gadisnya itu ke calon suami mereka yang akan bertanggung jawab kesusahan dan kesenangan anak gadisnya. Eunhyuk meraih tangan Hyoyeon dan Siwon meraih tangan Yoona. Secara bergantian mereka mengambil sumpah janji Suci didepan pendeta. Dan sekarang dua pasang pengantin ini resmi menjadi Suami istri.

Serta merata dengan sikap Konyol Siwon dan Eunhyuk langsung main cium bibir istri mereka sebelum diperintahkan pendeta. Dan itu membuat tawa para tamu. Dan orang tua pengantin ini malu tentunya. Dasar anak muda jaman sekarang. Lalu mereka berempat hanya mampu tersenyum malu setelah itu.

Dan akhirnya. Lelaki kaya itu jatuh pada dua wanita sederhana. Dan semua itu karena cinta yang kuat yang dapat merubah hidup yang gelap ini jadi begitu berwarna. Pesaingan, kerja keras, usaha, harapan, kesedihan, kebahagiannya menjadi satu dengan konsep yang begitu indah.

Not always A Rich Man to be arrogant, and The                Poor woman is not always considered weak. But The Power of Love is Living Proof  that Life is More Meaningful dan colorful. ~ by : Ulanchoi

 

~*** HAPPY ENDING ***~

 

Note : Finally!! Akhirnya aku bisa menyelesaikan cerita yang memang sejak awal aku mengambil konsep sad romance dengan mengharu biru dan berakhir Happy ending. Panjang gak ceritanya? Maaf agak lama. Sebenarnya idé cerita gak pernah berubah dan gak kemana-mana dari konsep awal synopsis yang aku buat. Tapi jariku ini penghambatnya. Maleeeeessssss bangett buat mengetik. Rasanya pengen punya assisten yang mau mengetikin semua perkataan dan ide ku. Ahahha LOL Terima kasih dengan Respon yang sangat baik dari part satu sampai dua, aku jadi terharu :^) Hiks…dan satu pesanku Jangan Minta LANJUTAN dari FF 3S ini. Cukup- ceritanya cukup sampai disini saja. seterah kalian selanjutnya mau YoonWon dan Hyohyuk hidup rumah tangganya seperti apa. Jujur aja aku kurang bisa menulis kehidupan cerita rumah tangga, aisssh aku belum pernah menikah wkwk. Tapi kapan-kapan kalau FF THE GOOD PERSON udah tamat aku mau mencoba buat FF dengan kehidupan rumah tangga. Kira-kira siapa ya castnya yang cocok? Hemmm bisa-bisa request di Comment ini untuk main Castnya. ^^ dan semoga FF ini ada pesan-pesan yang tersirat ya..(again!)  Gomawo and Annyeong!! :*

Advertisements

113 comments on “FF – A RICH MAN ( PART. 3/3 – END )

  1. Happy wedding yoona hyoyeon.. 😀
    Akhirnya perjuangan mereka ga sia-sia..
    Akhirnya impian mereka menjadi kenyataan… 😘
    Menemukan pangeran yang bisa mengubah hidup mereka…😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s