FF – Love High Kick! ( Sequel – Part.2 )

 

ff-LHK-Poster

FF – LOVE HIGH KICK (Sequel)

( Part. Dua )

 

Title : Love High Kick

Type : Sequel / Part

Author : Ulanchoi Hyoyoon / Twitter : @Lovelyulan

Genre : Romance,Comedy,Drama

Ratting : PG – 17 or General 

Main Cast : 

  • Im Yoon Ah SNSD  as Im Yoon Ah /  Im Yoon wo
  • Choi Siwon SUJU as Siwon / Guru Choi
  • Max Changmin TVXQ  as  Shim Changmin
  • Cho Kyuhyun SUJU as Cho Kyuhyun
  • Lee Jong hyun CN.BLUE as Lee Jonghyun
  • Choi Minho SHINEE as Choi Minho

Other Cast :

  • Kim Taeyeon SNSD
  • Choi Sooyoung SNSD
  • Choi Jin Rin (Sulli ) F(x)
  • Kangin SUJU
  • Kim Hyoyeon SNSD
  • And many more…

 

Warning! : “ If You Don’t Like This Story, You Don’t Read and please Leave my Blog, and If You Like this Story You can Read and Please Leave a Comment and Give a Like sign…^^Remember!! You Do not Copy paste my Mind about This story..and This is just a Fanfiction, I’m So Sorry for Typo in This Story 🙂 So Enjoy to Reading…!!

 

~*** LOVE HIGH KICK! ***~

 

Pagi ini Yoona sudah bisa bangun pagi begitu ia mendengar suara alarm yang sangat keras yang keluar dari speaker didalam kamar dan Suara Guru Choi yang berteriak dengan tegas memberikan waktu 10 menit untuk segera berbaris dilapangan satu.

Tapi kendalanya adalah dia tidak bisa langsung berganti pakaian tidur dengan pakaian olahraga seperti yang dilakukan Jonghyun didepan matanya saat ini. Yoon Ah membuang pandangannya jauh-jauh, dia tidak mau melihat apapun yang seharusnya tidak ia lihat. Yoon Ah bahkan menutup matanya menghindari penglihatannya pada badan Jonghyun yang memiliki Six pack. Oke Yoon Ah melihat sedikit tapi selebihnya ia menghindarinya.

“Ya!! Apa yang kau lakukan! Kau tak berganti baju!” ucap Jonghyun dengan tegas sambil memakai celana trainingnya.

“Ouh..oh.. iya aku ingin..” Yoon Ah tergagap-gagap menjawabnya. Dengan berjalan miring dari kasur menuju lemari pakaiannya. “Aku akan berganti pakaian.” Lanjut Yoona dengan suara dibuat agak keras.

Yoona mencari-cari pakaian olahraganya didalam lemari yang kemarin telah diberikan pihak akademik. Yoona memeluk bajunya dan berjalan kekamar mandi. Tapi Changmin yang baru saja bangun dari tidurnya langsung menumbruk Yoona hingga terdorong ke dinding.

“Diam kau disitu! Aku deluan yang harus memakai kamar mandi ini! Aku sudah kebelat!” omel Changmin pada Yoona. Dengan wajah galak dia masuk kekamar mandi dengan terburu-buru. Sepertinya dia  tebelat pipis.

Yoona mengerutkan bibirnya. Pasrah. Dia Bisa berbuat apa memangnya .

“Ganti saja disini! Waktunya tinggal  enam menit.” Ucap Jonghyun sambil memakai sepatu.

Yoon Ah memandangi Jonghyun, Yoon Ah masih mengerutkan bibirnya. Lelaki ini bicara gampang sekali. Menyuruh Yoon ah berganti pakaian didepan matanya? Jelas Yoon Ah harus memikirkannya berkali-kali. Dia baru hidup tiga hari disini. Jangan sampai penyamarannya terbongkar.

“Aku ingin sekalian pipis.” Jawab Yoona.

Jonghyun tak menjawab lagi. Sampai Changmin keluar dari kamar mandi hanya memakai celana boxer bergambar minion. Yoona yang tak sengaja melihatnya hampir saja berteriak histeris. Untung dirinya cepat menguasai keadaan dengan hanya memikik sedikit seperti orang celekutan. Karena Yoona buru-buru menekap mulutnya dan memejamkan matanya.

“Apa!! Kenapa reaksi mu berlebihan sekali! Kenapa badanku bagus ya? Hah.. melihat dari luar mu saja aku tahu kau ini sangat kerempeng. Manusia lemah!”

“Kenapa kau keluar hanya memakai boxer saja?? memalukan!”  komentar Yoona sambil berjalan bur-buru masuk kekamar mandi.

“Ya!! Memangnya kenapa! Ini kamarku! Lagian apanya yang memalukan! Bilang saja kau iri dengan tubuhku! Dasar krempeng!!” Changmin berteriak-teriak memaki Yoona dari depan pintu kamar mandi.

Yoona tidak mau menyahuti segala ucapan changmin itu. siapa yang iri dengan tubuh seperti itu? dia kan cewek. Yoona buru-buru melepas pakaian tidurnya dan mengecek ikatan didadanya. Ah.. ikatan penutup dadanya ini sangat menyusahkan. Membuat dadanya sesak dan cepat berkeringat. Yoona membenarkan posisinya. Lalu dengan cepat ia mengganti pakaian tidur dengan pakian training.

Yoona keluar dari kamar mandi. Sudah tidak ada changmin dan Jonghyun. Yoona buru-buru memakai  sepatunya dan begitu selesai ia berlari keluar dari kamar menuju lapangan satu untuk melakukan lari pagi seperti biasa. Dia sudah telat tiga menit dari waktu yang ditentukan begitu ia keluar dari asramah.

PREEEIIIIITTTT…!!

Siwon meniup kencang pluitnya begitu melihat Yoon Ah yang baru saja tiba dan celingukan dipinggir lapangan. Sedangkan siswa yang lain sudah berlari mengelilingi pinggir lapangan. Siwon menggelengkan kepalanya. Lalu dia menarik telunjuknya kearah Yoon Ah agar segera mendekatinya.

Yoon Ah sadar Guru Choi menyuruhnya menghampirinya. Yoona langsung berjalan cepat menghadap Guru Choi yang ada ditengah-tengah lapangan.

“Yoon Wo.. Yoon Wo.. kau lagi- kau lagi. Katanya kau tidak akan melanggar aturan lagi?” tanya Siwon dengan tatapan galak dimatanya.

Yoon Ah tidak memiliki alasan yang bagus. Dia bukan tipe orang yang suka menyalahkan orang lain dan ikar janji. Jadi apapun hukuman yang akan diberikan Guru Choi  pagi ini dia siap laksanakan tanpa bantahan.

“Kau diam? Jadi murni kelalaianmu?” tanya Siwon lagi.

Yoon Ah memanggutkan kepalanya. Pasrah. Tadi dia memang terlalu lama dikamar mandi. Ini semua karna Changmin dan si pengikat dadanya.

“Baiklah Lari duapuluh kitaran lapangan. Dimulai dari sekarang!!!” teriak Siwon memekik.

Yoona reflex langsung memundurkan langkahnya dan segera berlari sekencang mungkin. Dia harus segera menyelasaikan hukumannya ini. Iya dia harus mampu berlari mengelilingi lapangan sebanyak dua puluh kali. Dia yakin dia pasti bisa melakukannya. Maka Yoona pun berlari dengan begitu semangatnya. Dia melewati semua teman-temanya yang sudah berlari beberapa putaran. Entah suasana hatinya sedang baik atau apa, Yoona, pagi ini menerima hukuman dengan begitu ceria dan berlari dengan semangat tanpa beban. Dia benar-benar menunjukan kemampuan berlarinya pagi ini. Membuat teman-temannya tercenga ketika mereka baru saja berlari lima putaran Yoona sudah memasuki putaran ketujuh.

“Hah.. Apa yang dia lakukan?” tanya Kyuhyun sambil berlari bersama ketiga KyuLine lainnya.

“Berlarinya cukup bagus dan kencang ternyata.. apa dia ingin mengambil posisimu sebagai penyerang?” tanya Minho sambil menatap heran Yoon Ah yang berlari didepannya.

 Changmin tercenga mendengar ucapan Minho “Apa kau bilang? Enak saja! dia tidak akan bisa menggeser posisi ku!” setelah berbicara seperti itu Changmin pun mempercepat larinya, dia mulai menyusul Yoona.

Ketiga temannya melongo. Melihat tingkah Changmin yang memang selalu tidak mau mengalah dengan orang lain.

Changmin berlari disamping Yoon Ah. “Heh! Krempeng!!” panggil cangmin.

Tapi Yoon Ah tak memperdulikannya dan terus asik berlari.

“Ya!! Berani sekali kau mencuekkan aku!! Ya!! Kerempeng!!” panggil Changmin lagi. Kali ini dengan suara lebih kencang.

Yoona menoleh dan tersenyum pada Changmi. “Wae? Kau sedang berbicara denganku?”

Changmin langsung mendengus kesal. Iya memangnya siapa lagi?

“Kau tahu namaku kan? Namaku Yoon Wo! Aku tidak mendengar kau memanggilku dengan sebutan Yoon Wo?” tanya Yoon ah sambil terus berlari dan Changmin pun mengikutinya.

“Aku tidak peduli siapa namamu! Yang jelas kau adalah yang paling kerempeng disini!” cetus Changmin dengan sikap congkaknya itu.

Yoona melirikan matanya tajam ke Changmin. Changmin sama sekali bukan tipe lelaki yang ia sukai.

“Kenapa kau berlari secepat ini?” tanya Changmin.

“Kenapa? Ini keahlianku!” jawab Yoon Ah.

Changmin mendesis kesal. Jelas-jelas sebelum ada Yoon Ah yang menyamar sebagai Yoon Wo, Changmin adalah pelari terbaik diantara yang lain, makanya dia dijadikan sebagai penyerang didalam kelompok sepak bola grup A. Karena melihat dan mengendengar ucapan orang lain tentang lari Yoona yang sangat cepat. Changmin jadi merasa khawatir kalau Yoon Wo nantinya akan menggeser posisinya sebagai penyerang.

“Hah Jinjayo?? Coba kau kejar aku kalau bisa!!” Changmin pun langsung berlari meninggalkan Yoon Ah.

Yoon Ah tersenyum senang, dia merasa ada teman yang akan berlari dengannya. Maka Yoon Ah pun menyusul Changmin berlari. Dia tahu kalau Changmin menganggapnya saingan bukan teman. Changmin pun tidak sadar disaat yang lain sudah berhenti berlari, dia masih saja berlari dengan Yoona. Kan yang lain berlari hanya lima belas putaran sedangkan Yoon Ah harus dua puluh putaran. Dan Changmin dengan bodohnya ikut berlari dua puluh putaran bersama Yoon Ah yang mendapatkan hukuman dari guru Choi.

“Sial!! Dia menipu ku!!” runtuk Changmin kesal begitu dia selesai berlari dan sadar telah bertindak salah.

“bukankah kau sendiri yang menemani berlari?” sindir Kyuhyun.

“MWO?! Kalian kenapa tidak bilang kalau dia mendapat hukuman tambahan lagi. Sial! Sial! Aku jadi harus menanggung hukuman yang sama!”

Minho menepuk bahu Changmin dengan sikap prihatin. “Anggap saja ini sebagai hukuman karena kau telah menyelengkat kakinya kemarin.”

“Aiiisshh!!!” Changmin mendesis kasar.

Jonghyun sejak tadi hanya diam, mendengarkan ocehan ketiga temannya itu. Jonghyun mengedarkan pandangannya. Tidak sengaja ia melihat sosok Yoon Ah yang duduk sendirian dipinggir lapangan sedang menenggak air mineral didalam botol. Jonghyun terdiam melihat bagaimana cara Yoon Ah yang sudah basah kuyup dengan keringat meminum airnya dengan rakus sampai menumpahkan air tersebut kebajunya. Jonghyun merasa ada yang aneh dengan Yoon Wo. Tapi apa ya? Kenapa Yoon Wo terlihat beda dengan yang lain?.

“Latihan sudah selesai, semuanya silakan membersihkan diri kalian setelah itu Sarapan! Terima kasih!” ucap Siwon memberi intruksi kepada siswa didikannya.

Siswa-siswa langsung berseru gembira seperti biasanya. Dan dengan senang hati langsung meninggalkan lapangan dan kembali ke asramah mereka untuk mandi dan berganti pakaian, setelah itu sarapan dan mengikuti pelajaran formal seperti biasa.

Siwon mendekati Yoon Ah yang berjalan sendirian sambil menyapu keringatnya yang bercucuran dengan lengan bajunya yang juga sudah basah. Siwon melemparkan handuk kecil ketubuh Yoona. Yoona dengan sigap menangkapnya. Dan tersenyum ketika melihat siapa yang memberikannya handuk tersebut.

“Guru Choi..” ucapnya.

“Yoon Wo-ya! Biasakan setiap jam olahraga pagi ataupun sore kau harus membawa handuk kecil.” Nasehat Siwon.

“Iya..” jawab Yoona.

Siwon memperhatikan wajah Yoon Ah dengan saksama. Siwon melihat kain perban yang kemarin ia pasangkan didagu Yoon Ah ternyata belum ia ganti sama sekali. Kain terban itu terlihat sangat kumel.

“Larimu cukup bagus ternyata.”

“Benarkah? Gomawo.”

“Kalu begitu khusus untuk mu Yoon Wo. Kau harus berlari dua puluh putaran setiap bagi.” Ucap Siwon terdengar serius.

“Mwo?? Anio! Anio!!” Yoon Ah menggelengkan kepalanya kuat-kuat. Membayangkan dirinya berlari seperti tadi setiap pagi saja dia sudah tidak sanggup apalagi setiap pagi setiap hari pula. Tidak-tidak dia tidak mau, bisa-bisa kakinya akan putus.

Siwon tersenyum dengan sudut bibirnya. “Tapi kau harus bangun lebih awal dan berbaris dilapangan tepat waktunya!”

“Baik!!” sahut Yoona dengan Yakin.

“Ouh..Yoon Wo..” panggil Siwon.

“Ne?”

“Kau belum mengganti perban didagu mu sejak kemarin ya?”

Yoon ah memegagi dagunya yang masih diperban. Benar juga dia lupa dengan lukanya sendiri.

“Cepat ke ruang kesehatan. Kau mau lukamu terinfeksi?”

“Tidak.. baiklah.. aku akan segera kesana dan menggantinya.. tapi setelah mandi.Bye-bye Guru Choi.. Anda baik sekali!” Yoon Ah langsung berjalan meninggalkan Siwon sambil melambaikan tangannya.

“Dasar kau anak bandel!!” teriak Siwon pada Yoon Ah.

Yoon Ah menolehkan kepalanya dan hanya tersenyum nakal pada Siwon. Dan berlari kearah Asramah.

Siwon terdiam. Senyum itu. lagi-lagi kecurigaan yang sudah ia coba untuk tutup malah terbuka lagi. Lagi-lagi dia dalam kebingungan apakah Yoon Wo memang benar Yoon Wo. Bukan Yoon Ah. Ah, anak kembar memang susah dibedakan jika kita tidak terlalu mengenalnya dengan baik.

~***~

Yoon Ah berjalan masuk keruang kesehatan. Sepi, apa dokter jaganya tidak datang lagi? Yoon Ah berjalan didalamnya mencari letak kotak obat. Dia berjalan dengan perlahan. Ruang kesehatan ini cukup luas semua peralatan medis ada disini. Jadi jika ada kecelakaan yang tak terduga semua dapat penanganan medis yang baik disini. Kecuali sampai perlu operasi besar. Karena tidak ada alat medis untuk hal itu.

“Siapa kamu?”

Yoona melompat kaget ketika mendengar suara seroang wanita yang tiba-tiba dari belakang tubuhnya. Yoona menoleh dengan sangat hati-hati dan dia melihat seorang wanita memakai seragam dokter berwarna putih, dia tidak terlalu tinggi.rambutnya blonde keriting dan cukup cantik. Yoona membaca nametag yang ada dijas wanita itu. ouh dia yang bernama Dokter Hyoyeon?. Dia pasti yang paling cantik disekolah ini.

“Aku Im Yoon Wo…” jawab Yoon Ah.

Hyoyeon memperhatikan Yoon Ah dari atas kepala sampai bawah kaki. Dan ia melihat dagu Yoona yang masih diperban dengan perban yang sudah sangat kotor dan lesuh. Lalu goresan di hidung Yoon Ah juga.

“Aku ingin mengganti perban lukaku.” Ucap Yoon Ah lagi.

Hyoyeon memanggutkan kepalanya. “Ayoo sini.” Hyoyeon berjalan masuk kearah kotak obat besar yang menempel didinding. Dia mengambil perban gunting, plaster dan obat merah. “Kau anak baru ya?”

“Iya..”

“Pantas saja, aku baru melihatmu sekarang.” Hyoyeon memberikan isyarat agar Yoon Ah duduk diatas kursi ditempatnya ia berdiri sekarang.

Yoona berjalan dan duduk dihadapan Hyoyeon. Hyoyeon langsung menggunting perban Yoon Ah dan melepasnya. “Aku heran dengan sekolah ini, mereka hanya menerima murid lelaki, tapi kenapa banyak sekali lelaki cantik disini. Kamu juga anak baru sudah masuk daftar itu. tapi kau yang menurutku paling pretty boy.” Ucap Hyoyeon sambil membersihkan bekas luka Yoon Ah.

“Kau mengambil akademik apa?”

“Sepak bola?”

“Hah? Benarkah?”

Yoon Ah sedikit meringis ketika Hyoyeon meneteskan cairan antiseftik keluka Yoon Ah. “Iya.memangnya kenapa?”

“Tubuhmu terlalu kurus. Kau seperti seorang wanita.” Jawab Hyoyeon sambil memperhatikan Yoon Ah dengan saksama begitu ia selesai memplaster kembali luka Yoon Ah di dagu.

Yoona memundukan kepalanya. Hyoyeon terlalu mengamatinya dengan teliti. Ia takut kalau nanti Hyoyeon curiga kalau dia benar-benar cewek yang sedang menyamar menjadi cowok, itu sih bisa gawat urusannya.

“Lihat ini, tanganmu kecil sekali, kulitmu halus dan jari-jarimu sangat lentik seperti wanita.” Kata Hyoyeon sambil memegang tangan Yoon Ah.

Yoon Ah hanya diam, dia jadi sedikit gugup. Dia harus bersikap biasa saja. Yoon Ah menarik tangannya sendiri.

“Dan wajahmu juga, benar-benar seperti wanita, kau benar-benar flower pretty boy ya?” tanya Hyoyeon sambil memegang wajah Yoon Ah.

“Ah.. Ah.. benarkah? Banyak yang bilang seperti itu.” jawab Yoon Ah dengan terbata-bata. Ia buru-buru bangun dari duduknya sebelum Hyoyeon mencoba memegang dan memeriksa yang lain pada dirinya. Dia tidak boleh lengah dan sampai ketahuan. Ini baru awal. Yoon Wo asli belum ada kabar maka dia harus bertahan dan sabar lebih lama lagi.

“Kau mau kemana?” tanya Hyoyeon ketika melihat Yoona melangkah mundur.

“Aku ada kelas.. Terima kasih dokter atas bantuanmu.” Jawab Yoon Ah lalu langsung pergi dengan langkah cepat keluar dari ruang kesehatan itu.

Hyoyeon berdiri sambil bertulak pinggang. “Ada-ada saja murid-murid disini. Untungnya aku tidak tertarik pada pria cantik dan brondong. Hehe. Tapi tadi siapa namanya? Hemm Yoon Wo? Ah.. dia benar-benar seperti wanita. Dia pasti cantik kalau seorang wanita.” Hyoyeon berbicara sendiri setelah Yoon Ah pergi keluar dari ruang kesehatan.

~**~

Yoon Ah terdiam sendirian didalam kamar duduk diatas kasur. Setelah usai makan malam, Jonghyun dan Changmin tidak langsung masuk kekamar. Jadi didalam kamar asramah yang cukup luas ini hanya ada dia sendirian deh. Yoon Ah celingukan dari atas kasur melihat kearah bawah. Sayang sekali kamar ini tidak dilengkapi fasilitas televisi. Dia jadi bosan sendirian seperti ini.

Yoon Ah memutuskan turun dari kasurnya dilantai dua. Dia benar-benar bosan hanya sendirian dikamar setiap malam sambil menunggu rasa ngantuk tiba. Akhirnya ia berjalan kearah pintu dan keluar dari kamar. Yoon Ah celingukan di bangsal asramah, keadaan masih ramai dengan anak-anak cowok asramah A yang sedang bermain dan bergosip. Yoon Ah melewati mereka semua, ia ingin mencari angin segar.

Kakinya membawa  Yoon Ah berjalan menuju taman belakang sekolah yang pada hari kedua ia berada disini ia sempat melihatnya. dan sekarang sudah ada ke lima ia tinggal disini, tapi ia baru menyempatkan ketempat ini lagi, dan sekarang waktunya adalah malam hari bukan siang hari.

Tamannya tidak terlalu gelap, karena banyak lampu taman yang menyala menerangi seluruh taman itu. Yoon Ah mendongak keatas langit. Wah.. banyak sekali bintang yang bertaburan dan dapat terlihat jelas dari sini. Cantik sekali. Karena sekarang musim panas, makanya langit jadi terlihat cerah juga saat malam.

Yoon Ah melangkahkan kakinya lagi ia ingin melihat jelas bintang-bintang dilangit tanpa teralingi oleh pohon besar dihadapannya. Tapi langkah kakinya berhenti ketika melihat seseorang yang sedang duduk sendirian dibawah bangku taman. Yoona terdiam mencoba mengenali sosok lelaki yang duduk disana.

“Itu siapa ya? Orang atau… ah.. jangan-jangan hantu!” seru Yoona berbicara sendiri dengan perasaan takut juga.

Rupanya orang itu pendengarannya cukup tajam juga. ia dengan cepat menoleh kebelakang dan memergoki Yoon Ah yang berdiri dibelakangnya.

“Yoon Wo..!”

“Jonghyun..!”

 Seru mereka bersamaan karena sama-sama terkejut, melihat sosok satu sama lain.

“Apa yang kau lakukan disini malam-malam sendirian?” tanya Yoona karena penasaran. Jadi ternyata disini Jonghyun kalau malam hari. Tapi sendirian? Kenapa? Dimana tiga temannya lagi yang rese itu?

“Seharusnya aku yang bertanya seperti itu padamu!” cetus Jonghyun dengan sikap  dinginnya, seperti biasa.

Yoon Ah mengeluarkan suara batuk sekali, tingkahnya sama percis seperti yang sering Yoon Wo lakukan sebelum kembarannya itu berbicara. Nampaknya Yoon Ah benar-benar meng copy-paste gaya Yoon Wo.

“Aku merasa bosan dikamar, jadi aku memutuskan jalan-jalan malam sendirian, memangnya tidak boleh?”

Jonghyun membuang mukanya dan melihat kearah langit. Yoon Ah tanpa sadar ikut mengadahkan kepalanya keatas dan menatap langit hitam penuh cahaya bintang itu lagi. “Boleh saja. asal kau jangan datang kesini!”

“Mwo? Maksudmu taman ini? Waeyo? Inikan taman sekolah, aku juga murid disini, ya walau baru aku juga bisa menikmati fasilitas disinikan?” tanya Yoon Ah jadi semakin penasaran dengan ucapan Jonghyun yang menurutnya aneh. Emangnya siapa dia? Memangnya dia pemilik sekolah ini? Melarang-larang dirinya untuk tidak ketempat seindah ini?

“Ini tempat rahasiaku! Tidak ada yang lain kesini selain aku. Tapi sekarang malah ada kau! Jelas saja aku tidak suka!” Jawab Jonghyun dengan suara terdengar marah.

Yoon Ah memanyunkan bibirnya. Sambil menatap kesal kepunggung Jonghyun.

“Kau sedang menantangku? Ingin berkelahi!!” seolah Jonghyun bisa melihat kalau Yoon Ah sedang menajamkan matanya memandangi dirinya, Jonghyun berkata demikian pada Yoon Ah. Yoon Ah langsung terkejut dan membuang mukanya dengan sikap salah tingkah.

“Siapa yang ingin berkelahi dengan mu.” Jawabnya dengan suara kecil. Kalaupun ingin dia tidak mungkin berani melawan Jonghyun yang mempunyai tubuh kekar dan lebih tinggi darinya.

“Ya Sudah sekarang pergilah dari sini!!” usir Jonghyun tanpa peduli,

“Kenapa aku harus pergi? Aku senang dengan tempat ini. Tempat ini banyak bintang, mereka cantik dan berkilauan sekali, dilangit Jerman aku jarang sekali melihat yang seperti ini.”

“Kau sedang curhat padaku? Aku tidak menerima curhatan orang. Jadi pergilah!” sekali lagi Jonghyun mengusir Yoon Ah.

“Baik-baik aku akan pergi!!” balas Yoona dengan tidak mau kalah ia bahkan sampai berteriak juga.

“Ya sudah sana cepat pergi! Aku takut jika kau lama-lama didekatku kau akan membuat masalah lain yang aku benci!”

Hanya dengan dengusan kesal, akhirnya Yoona melangkahkan kakinya keluar dari arena taman dan meninggalkan Jonghyun sendirian dalam posisinya diatas bangku taman. Setelah mendengar suara kaki Yoon Ah yang melangkah jauh, akhirnya Jonghyun menolehkan kepalanya kebelakang lagi. Dan ia dapat melihat kalau Yoon Ah sudah melangkah pergi berjalan memunggunginnya. Jonghyun kembali menundukan kepalanya setelah itu. dia terlihat seperti merenungkan sesuatu. Dan wajahnya jadi terlihat sedih. Sebelum Yoon Ah datang ketaman ini seperti itulah expressi dan sikap Jonghyun. Dia terlihat mempunyai beban pikiran yang cukup banyak, dan tak mau ia bagi dengan siapapun. Makanya ia lebih nyaman sendirian ditaman dibawah langin gelap berhiaskan kilauan bintang-bintang dimusim panas.

Yoon Ah akhirnya terpaksa pergi dari tempat indah itu, sebenarnya ia tidak rela pergi begitu saja. tapi ia hanya tidak mau membuat masalah dengan Jonghyun. Ia takut nanti Jonghyun mengadukannya pada KyuLine yang lain dah mereka berempat bisa-bisa membully dirinya lagi.

“Ah.. Sial! Yoon Wo!! Dimana kau sekarang! Huh! Seharusnya yang menjalankan semua ini kau! Bukan aku! Pabo! Paboya! Pabo!!”  runtuk Yoon Ah sambil menendangi batu-batu kecil yang mengganggu jalannya.

Yoon Ah menutupi wajahnya ketika sebilah cahaya menyoroti wajahnya. Silau sekali. Ia sampai tidak bisa membuka lebar matanya dan melihat cahaya apa itu.

“Siapa disana!!”

Guru Choi, Itu suara guru Choi.

“Ini aku Yoon Wo!!” teriak Yoon Ah.

Begitu mendengar suara Yoon Ah, Siwon langsung mengalihkan senter yang ia pengang kerah lain, dan Yoon Ah sekarang sudah dapat melihat dengan jelas lagi. Siwon berjalan mendekati Yoon Ah.

“Yoon Wo, apa yang kau lakukan malam-malam seperti ini sendirian disini? Apa kau sedang bersembunyi untuk merokok?” tuduh Siwon curiga. Karena peraturannya, lewat jam delapan malam dilarang berkeliaran di luar asramah.

“Anio… Anio!! Aku bukan seorang perokok. Aku hanya mencari angin segar. Aku tidak bisa tidur.” jawab Yoon Ah buru-buru. Dia tidak terima dituduh begitu saja.

“Tapi kau tetap saja sudah melanggar aturan dengan keluar malam dari asramah.”

“Bukan aku saja yang melanggar, ada seorang siswa juga melanggarnya. Guru choi tidak tahu ya?” tentu saja Yoon Ah secara tidak langsung sedang mengadukan Jonghyun pada Siwon.

“Siap yang kau maksud?huh? aku sudah berkeliling disekitar sini, dan hanya kau yang aku temukan! Cepat masuk! Aku juga akan meriksa keadaan diasramah! Cepat jalan.” Bak seorang tahanan. Yoon Ah menuruti ucapan Siwon dan berjalan dikawal Siwon yang menggiringnya masuk keasramah, dan kembali kekamarnya.

“JongHyun pasti masih ada ditaman, dia tadi duduk sendirian ditaman!” seolah-olah tidak mau ketangkap basah sendirian dia mengungkit-ungkit orang lain.

“Siapa? Aku bilang aku hanya menemukan kau saya bocah tengil!” jawab Siwon takpeduli dengan ucapan Yoon Ah.

“Ieh, Guru Choi harus percaya padaku! Kita buktikan nanti. Pasti ia tidak ada dikamar, aku tadi keluar kamar, karena tidak ada teman dikamar aku bosan, jadi aku berjalan-jalan sebentar. Jadi guru choi tidak akan menghukumku sendirian kan?”

Siwon tidak lagi menanggapi ucapan Yoon Ah yang baginya hanya membela diri saja. tapi ia tetap mengantar Yoon Ah sampai kamarnya, seolah ingin membuktikan ucapan Yoon Ah tentang Jonghyun itu benar atau tidak.

Yoon Ah membuka pintu kamarnya. Dan matanya terbelalak lebar.

“Darimana saja kau?” tanya Changmin yang sedang gelayutkan di besi kasur. Dan dikasur itu, kasur milik Jonghyun. Juga ada Jonghyun yang sedang asik membaca buku, seperti biasanya. Kapan mereka sudah balik kesini? Sial!

Siwon melirik Yoon Ah dengan tatapan tajam, Yoon Ah yang kebetulan sedang melirik Siwon juga, jadi langsung menciut.

“Jonghyun Changmin, apa kalian tadi juga keluar dari arena Asramah?” Tanya Siwon.

“Apa? Kami? Tentu saja tidak. Aku dan Jonghyun sejak tadi dikamar. Memangnya kenapa?” jawab Changmin terlihat meyakinkan sekali.

“Tidak apa-apa kalau begitu. Yoon Wo, cepat masuk! Hukuman tetap hukuman besok setelah pelajaran renang kau harus membersihkan kolam renang!” ucap Siwon dengan tegas.

Yoon Ah membelalakan matanya, ia terkejut sekali mendengar hukuman yang harus ia jalani besok.

“Aku sudah memperingatkannya untuk tidak keluar lewat dari jam delapan malam. Tapi orang jerman ini dengan belagunya, menantang pringatanku guru!” kata Changmin mulai semakin menjebloskan Yoon Ah kedalam lubang perangkap.

“Baiklah! Sekarang sudah pukul Sembilan malam. Kalian tidur! saya harap tidak ada lagi yang telat besok pagi! Mengerti!”

“Mengerti!!” Jawab Yoon Ah, Changmin dan Jonghyun.

Yoon Ah masuk dan menutup pintu kamarnya.

“Hahaha.. Selamat ya kau mendapatkan hukuman, lagi!” Changmin ini benar-benar mencari masalah terus dengan Yoon Ah.

“Kenapa kalian bisa kembali deluan tepat disaat aku dan guru choi kesini?”

“kami ini sudah hapal jam dan bunyi langkah kaki Guru Choi. Jadi kau tidak bisa mengajak kami masuk kedalam hukuman yang sama ya!” jawab Changmin sambil tersenyum penuh kemenangan.

“Curang!!” keluh Yoon Ah.

Changmin berjalan kekasurnya. Ia mengambil boneka bolanya dan dilemparnya sampai mengenai kepala Yoon Ah. “Dasar pabo! Hahaha!!” ledek Changmin.

Yoon Ah hanya cemberut sambil mencengram boneka bola milik Changmin.

“Ya yaya!! Kau itu bola kesayanganku! Lemparkan ke aku lagi cepat!” omel Changmin, ketika melihat boneka bolanya seakan-akan ingin di robek-robek oleh Yoon Ah.

Yoon Ah meleparkan boneka bola itu, dengan sigap Changmin menangkapnya. “Lemparan yang payah!” komentarnya.

Yoon Ah ingin menaiki anak tangga untuk menuju kekasurnya dilantai dua, yang sederat dengan loteng. Tapi ia tidak meneruskan langkahnya dan melongokkan kepalanya melihat Jonghyun yang masih sibuk berdiam diri sambil membaca buku.

“Heh.. Jonghyun ssi!”

“Heem..” gumam Jonghyun.

“Memangnya besok kita ada pelajaran renang ya?” tanya Yoona mengingat hukuman yang diberikan siwon padanya tadi.

“Iya, setiap hari kamis sore.” Jawab Jonghyun.

Yoon Ah tersenyum senang mendengar kata renang. Itu artinya ia bisa renang. Kemampuan yang dapat dibanggakannya hanyalah lari dan renang dalam urusan olahraga. Kebetulan juga ia sudah lama tidak berenang. Tapi tiba-tiba senyumnya sirnah. Ia menatap dadanya yang terlihat datar. Dia tidak bisa beranang sekarang. Dalam keadaan menyamar menjadi Yoon Woo seperti ini tentu dia tidak bisa berenang bersama anak lelaki lainnya. Ia tidak mungkin berenang sambil berkelanjang dada seperti lelaki lainnya. Wajahnya langsung muram. Dia harus mencari alasan besok agar tidak ikut kelas renang. Dia tidak mau identitasnya ketahuan secepat ini. Besok baru hari keenam ia menumpang hidup disokolah ini dengan menyamar menjadi Yoon Wo. Dan Yoon Wo juga belum memberikannya kabar jadi ia harus bertahan lebih lama lagi.

“Kenapa? Wajahmu terlihat takut? Jangan-jangan kau tidak bisa berenang ya? Haha..!” tiba-tiba Changmin ikut campur dan mentertawakan Yoon Ah.

Yoon Ah baru saja kan menolehkan kepalanya ke Changmin dan siap untuk menteriaki Changmin kalau dia jago renang. Tapi baru ia menoleh ke Changmin Yoon Ah menjerit memekik karena terkejut menemukan Changmin yang sudah berkelanjang dada hanya memakai boxer.

“Ya! Kenapa kau berteriak! Berisik sekali!” omel Jonghyun yang merasa kegiatan membacanya sejak tadi diganggu Yoon Ah.

“Mianhae.. tapi itu.. itu kenapa Changmin tidak memakai baju!” adu Yoon Ah pada Jonghyun.

Jonghyun memandangi temannya itu. biasa saja? memangnya apa yang salah? Merekakan sesama lelaki. Kenapa harus berteriak sepanik itu. “Kenapa? Changmin jika tidur dimusim panas ia memang biasa tidak memakai bajunya. Kau juga misalnya merasa gerah kau juga bisa membuka bajumu.” Jawab Jonghyun.

Yoon Ah langsung menatap keget Ke Jonghyun. Walaupun segerah apapun dirinya. Dia tidak akan mungkin membuka bajunya didepan Jonghyun dan Changmin.

“Kau ini! Sudah beberapa kali melihat badanku yang bagus ini masih saja Histeris! Aku jadi penasaran. Seperti apa badanmu, pasti sangat datar kan? Coba tunjukan padaku!” ledek Changmin, ini canda khas para lelaki.

Yoon Ah terkejut mendengar candaan yang baginya serius dan berhaya itu. Yoon Ah mengilangkan tangannya didepan dada.”Tidak! tidak akan pernah! Aku bukan tipe lelaki yang suka memamerkan tubuhku! Baru punya tubuh seperti itu saja sombong!”

“Hah! Ya! Kau benar-benar! Changmin berdiri dari kasurnya dan seperti akan berlari lalu mengkelanjangi Yoon Ah. Dengan terburu-buru Yoona berteriak sambil menaiki anak tangga. Ia menarik selimutnya dan menutupi dirinya dengan selimut rapat-rapat hanya memunculkan wajah imutnya saja. “Awas kau kalau berani naik ke kasurku!!” ancam Yoon Ah.

Changmin bergidik geli melihat tingkah Yoon Ah yang berlebihan itu. “Kenapa dia? Kenapa tingkahnya seperti wanita saja? menjijikan!” sindir Changmin lalu kembali naik kekasurnya lagi. Jonghyun hanya diam menonton teman sekamarnya saja dari tadi. Sekarang semenjak ada Yoon Wo si anak baru Jonghyun merasa kamarnya jadi ramai. Karena walaupun dia berteman dan satu genk dengan Changmin. Dia bukan tipe orang yang banyak bicara sehingga Changmin lebih sering kumpul kekamar Kyuhyun dan Minho untuk main PSP. Dari pada diam-diaman dengan Jonghyun yang hobi membaca buku. Yang bagi Changmin semua bacaan Jonghyun sangatlah membosankan.

~***~

Yoon Ah baru tahu kalau setiap hari kamis rute lari pagi mereka bukan hanya mengitari lapangan satu saja. tapi mengitari seluruh bangunan sekolah ini sebanyak tiga kali. Walau hanya tiga kali tetap saja. Gedung sekolah ini luas, jadi sama saja ia berlari duapuluh kitaran lapangan satu.

Ketika tadi saat lari diputaran pertama melewati belakang gedung sekolah, ia mendengar suara yang sedikit gaduh. Seperti suara seorang wanita. Tapi ia tetap cuek saja dan terus berlari mengikuti yang lainnya berlari. Dan bahkan bisa dibilang dia berlari dibagian depan. Dan diputaran kedua, dia melihat sosok tiga wanita yang ingin bersembunyi disemak-semak. Tapi setelah ia tegasin tidak ada siapa-siapa. Aneh sekali. Akhirnya ia memutuskan untuk berlari lagi dan akhirnya sekarang sudah diputaran akhir. Putaran ketiga. Ia sengaja memperlambat larinya dan berlari paling belakang. Dia masih penasaran sekali dengan dua hal aneh yang mengganggunya saat berlari tadi.

Setelah temannya melewatinya dan berlari deluan, untuk segera menyetor istirahat ia malah masih berlari ditempat. Dan begitu dirinya sudah aman dan sendirian. Yoon Ah berjalan kerah semak-semak yang bergoyang mencurigakan. Dia sebenarnya hanya memastikan saja, semoga bukan hantu disiang bolong yang ia lihat. Yoon Ah mendekat dengan perlahan tidak menimbukan suara apapun dari sepatunya. Dan dengan cepat ia menyibak semak-semak itu.

“AAaaarrrgghhh…..!!!” Yoon Ah dan ketiga cewek yang mengumpat dibalik semak-semak itu menjerit bersamaan, karena saling terkejut.

“Siapa kau!!” tunjuk Yoon Ah melihat tiga cewek dengan memakai seragam sekolah dengan rok mini, berdiri dibalik semak-semak.

Mereka bertiga cenge-ngesan tidak jelas. Yoon Ah jadi memandang aneh ketiga  cewek tersebut. Katanya di akademik Yonsai Sport ini tidak ada murid cewek tapi kenapa ada tiga anak cewek disini? Kalau tahu begitu ia kan tidak perlu menyamar jadi Yoon Wo begini.

“Kalian murid dsini?” tanya Yoon Ah lagi.

“Bodoh! Memangnya ada Sekolah akademik ini menerima murid perempuan?” seorang cewek yang memiliki mata indah yang besar dan tubuh yang paling tinggi itu mengomeli Yoon Ah.

Yoon Ah tercenga mendengarnya.

“Sooyoung, sepertinya dia murid baru deh, kita tidak pernah lihat dia kan?” ucap cewek yang cukup tinggi juga dan tubuhnya lebih terlihat berisi dari yang lain.

“Kau benar, Sulli. Kita memang tidak pernah melihat dia. Hemm dia lumayan juga. ah, kenapa Yonsai akademik mempunyai murid yang  tampan-tampan seperti flower boy?” ucap lagi yang satunya yang paling pendek dan imut dari yang lain.

“Taeyeon! Tujuan kita kesini, untuk bertemu Kyuline! Bukan lelaki kerempeng ini!” cewek yang bertubuh jangkung bernama Sooyoung itu mengomeli temannya Taeyeon yang bertubuh mungil.

Yoon Ah mendengus mendengarnya. Selain Changmin, sekarang ada seorang wanita yang sama nyebalinnya, ikut memanggilanya dengan sebutan lelaki kerempeng.

“Hei! Soo Tae.. kita bisa meminta bantuan pada namja ini!” kata Sulli yang merasa mempunyai ide bagus.

“Benar juga!” setuju Sooyoung. “Hei.. kenalkan aku Sooyoung! Ini Sulli dan ini Taeyeon. Kami dari  Sowon Senior High School.”

“hah? Masih anak SMA? Kenapa kalian bisa ada disini? Seharusnya kalian memanggilku oppa! Aku bisa saja lebih tua dari kalian dua tahun!”

“Memangnya siapa namamu oppa?” tanya Sulli sambil mengedipkan kedua matanya dengan genit.

“Yoon Wo.. Im Yoon Wo Imnida!” jawab Yoona dengan bersikap seolah dia benar-benar lelaki.

“Yoon Wo oppa! Maukah kau menolong kami untuk bertemu dengan Kyuline? Kami ini penggemar Kyuline. Bisa kau tunjukan jalan agar bisa bertemu Kyuline?” Taeyeon mencoba membujuk Yoon Ah.

“Tap..tapi.. tapi.. perempuan tidak boleh masuk kedalam sini.” Jawab Yoona sambil takut-takut.

Sooyoung maju menantang Yoon Ah. “Cepat beritahu kami! Kau hanya perlu memberi tahu. Selebihnya kami akan berusaha sendiri!” gadis ini nampak seperti seorang gangstar dia berbicara dengan nada keras pada Yoon Ah.

 “Aku tidak tahu! Aku tidak tahu!!” jawab Yoon Ah sambil menutup matanya. Dia berbicara dengan bahasa Rusian.

“Namja ini aneh! Ia berbicara apa?” komentar Taeyeon.

Yoon Ah membuka matanya dan segera berlari dari ketiga wanita yang mengaku fans Kyuline. Buruk sekali bertemu mereka. Mereka cocok sekali dengan Kyuline. Suka berbicara keras kasar dan menindas orang lain.

“Dia kabur! Jangan-jangan dia akan mengadukan kita pada guru-guru disini. Bisa gawat kita bisa kena surat peringatan dari sekolah!” ucap Sulli takut.

“Sial!! Liat saja kalau aku sampai bertemu denga lelaki Kerempeng tadi! Aku tidak akan membiarkannya lolos!” ancam Sooyoung dengan kesal. Karena rencana untuk bertemu Kyuline dengan tatap mata jadi gagal lagi.

“Ayo kita keluar sebelum kita ketangkap!” ajak Taeyeon.

Ternyata mereka memanjat melalui dinding pembatas gedung yang cukup tinggi dengan menggunakan tali  tambang. Mereka naik secara bergantian memanjati Dinding. Dan begitu sampai di luar ada bangku yang mereka sudah siapkan agar mereka bisa turun dengan aman tanpa harus melompat dan jatuh. Dasar gadis –gadis jaman sekarang bisa begitu nekad dan berani hanya karna urusan lelaki yang mereka sukai dan kagumi.

~**~

“Jonghyun..apa kalian mempunyai penggemar dari sekolah Sowon?” tanya Yoon Ah pada Jonghyun yang sedang menggosok-gosokkan rambutnya dengan handuk seusai mandi pagi selesai olahraga.

Yoon Ah belum mandi karena dia harus menunggu changmin selesai mandi. Lagian dia memang mandinya paling lama. Jadi tidak masalah jika Yoon Ah haru mandi paling belakangan.

“Hemm.. Kami mempunyai fans banyak.” Jawab Jonghyun tidak tertarik.

“ini tiga wanita. Yang satu tinggi bernama Sooyoung, lalu yang satu cukup tinggi bernama Sulli dan yang terakhir dia cukup imut namanya Taeyeon. Kau mengenal mereka?” tanya Yoon Ah lagi. Dia benar-benar takut dengan ketiga yeogja nekad itu.

“Wah…wah.. kalian sedang membicarakan gadis-gadis ya?” huh, Changmin keluar dari kamar mandi mendengar nama wanita sudah langsung ikut campur saja.

“Kau punya fans fanatic dari Sowon School, bernama Sooyoung, Sulli dan Taeyeon?” tanya YoonAh pada Changmin.

Changmin terlihat Shock mendengarnya. “Bagaimana kau tahu? Trio Michin Yeoja (Tiga wanita gila) itu?” seru Changmin. “Bagaimana kau bisa tahu? Apa mereka sekarang menjadi penggemarmu juga? ah.. jinja..kau dapat hadiah apa darinya?”

Yoon Ah menggelengkan kepalanya dengan cepat. “bukan. Bukan itu. kau tahu, tadi mereka menjegalku. Mereka mengelinap masuk kesekolah ini hanya untuk bertemu kalian. Para Kyuline! Dia menanyaiku beradaan kalian!” cerita Yoon Ah berapi-api.

“Gila! Mereka benar-benar gila! Sampai senekad itu? lalu apa kau memeritahu letak asramah kami?” tanya Changmin mulai mengintrogasi Yoon Ah.

Lagi-lagi Yoon Ah menggelengkan kepalanya.”Tidak.. aku berlari saat mereka mendesakku.”

“Bagus! Jika mereka bisa masuk lagi dan menemukan letak asramah dan kamar kami. Kau yang harus bertanggung jawab!” ucap Changmin lagi-lagi membebankan Yoon Ah begitu saja.

“Kenapa aku? Kenapa harus aku? Mereka kan fans mu!” Yoon Ah jelas tidak bisa terima hal itu.

“Karena kau meladeninya. Mereka itu cewek-cewek bodoh dan ganas.” Ucap Changmin pada Yoon Ah.

“ternyata kau tidak bisa membedakan sikap, terdapa lelaki dan perempuan sama saja, kau kasar!” ucap Yoon Ah terlihat kesal dan berjalan kekamar mandi begitu saja dan membanting pintu kamar mandi. Dia sangat kesal dengan Changmin.

“Kau membuatnya marah!” ucap Jonghyun sambil menepuk bahu changmin.

“Ya!! Yoon Wo!! Dasar kau lelaki aneh!!” omel Changmin dari balik pintu kamar mandi. Baginya Yoon Ah tidak berhak marah padanya, yang boleh marah hanya dirinya saja terhadap Yoon Ah. Yaya. Changmin memang terkenal dengan sikap egoisnya kan.

~***~

“Yoon Wo!! Yoon Wo!!Im Yoon  Wo…!!!” Suara teriakan Siwon menggelegar di kolam renang indoor. Memanggil salah satu muridnya yang tidak juga muncul saat di absen.

Yoon Ah mendengar Guru Choi berteriak nama ‘ Yoon Wo’ yang artinya Guru Choi sedang memanggil dirinya. Tapi Yoon Ah masih tetap bertahan didalam ruang ganti. Dia benar-benar sedang mencari alasan agar tidak ikut kelas renang. Kalau bisa selama ia berada disini dia tidak mau ikut kelas renang. Yoon Ah mengangkat sebuah kain yang sejak tadi dipangkuannya. Dia mengibaskannya dan menatapnya dengan pandangan sedih. Ternyata itu adalah celana renang khusus lelaki yang berwarna biru. Dan ada bordirannya di bagian karet pinggagnya bertuliskan ‘Yonsai Sport Academic’ Yoon Ah menghela napas, dia tidak mungkin keluar dari ruang ganti hanya memakai celana renang ini.

“Yoon Wo.. Im Yoon Wo.. apa kau didalam?”

Yoon Ah tersentak kaget dari dalam bilik. Suara itu? suara Jonghyun kan? Apa Jonghyun mencarinya? Yoon Ah meletakan celana renangnya didepan cermin. Lalu ia menyibak tirai bilik tersebut. Kepalanya mengepul untuk mengecek apakah itu benar suara Jongyun.ternyata benar. Jonghyun ada didalam ruang ganti hanya memakai celana renang yang sama dengan punya tadi, sedang berdiri memunggunginnya. Dengan sikap gegabah Yoon Ah kembali mengumpat dibalik bilik.

“Asataga!! Apa yang aku lihat tadi? Aahh..kenapa jadi seperti ini? Jantungku rasanya mau meledak jika terus-terusan harus melihat para lekaki yang berkelanjang dada didepanku! Aahh..aahh!!” keluh Yoon Ah tanpa sadar ia bahkan tidak berteriak dalam hati.

Jonghyun yang mendegar suara teriakan dari balik Bilik langsung berjalan kesana dan menyibak tirainya. “Apa yang sedang kau lakukan!” seru Jonghyun begitu melihat Yoon Ah didalam situ.

Yoon Ah memegangi dadanya karena dia benar-benar terkejut. “Aku.. Aku ah.. aku.. heem….”

Jonghyun terlihat kesal menatap Yoon Ah yang seperti orang bodoh, berbicara tidak jelas seperti itu. “Bisa sehari saja kau tidak menyusahkan aku? Guru Choi memerintahku untuk mencarimu! Cepat keluar! Pelatihan akan segera dimulai!” setelah berbicara penuh amarah seperti itu, Jonghyun langsung membalik badan.

Tapi dengan cepat Yoon Ah menyentuh punggungnya. “Tunggu dulu.”

Jonghyun menoleh dengan muka galak. Yoon Ah yang sadar tangannya memegang punggung Jonghyun langsung dengan cepat menarik tangannya kembali.

“Waeyo?” tanya Jonghyun tidak sabar.

“Aku.. aku, apakah aku boleh tidak ikut kelas renang?”

“Kenapa memangnya? Kau tidak bisa renang?” tanya Jonghyun.

Yoon Ah menggelengkan kepalanya. “Bukan itu, aku hemm…”

“Apakah kau punya alergi dengan air kolam renang?”

Yoon Ah terdiam. Benar, itu bisa menjadi alasan yang masuk akal. Waktu dijerman dia punya teman yang memiliki penyakit yang tidak bisa berenang di dalam air yang mengandung kaporit dan tidak bisa berenang dengan air yang sudah menyatu dengan tubuh orang lain. maka dengan segera kulitnya akan memerah dan gatal-gatal. Makanya temannya itu dulu tidak pernah mengikuti kelas renang. Benar dia harus bilang kalau ia juga mempunyai masalah itu. maka ia akan terbebas dalam kelas renang. Ide bagus.

“Hah kau tahu? Iya penyakit semacam itu? jika aku berenang dengan air yang mengandung kaporit ataupun air yang sering dipakai orang lain, tubuhku akan memerah seperti tomat dan akan gatal luar biasa. Jadi aku tidak bisa mengikuti kelas renang.”

Jonghyun seperti menghela napas. “Kau harus tetap keluar dan ceritakan seperti itu pada Guru Choi!” Jonghyun menarik tangan Yoon Ah dengan paksa dan kasar.

Ia menyeret Yoon Ah dari dalam ruang ganti sampai menuju kolam renang dimana semua murid yang lain menatapnya dengan pandangan tak bersahabat. Yoon Ah berusaha tidak melihat hal yang aneh-aneh (Maksudnya ABS murid laki-laki yang ada dikolam renang) Yoon Ah menundukan kepalanya saja.

“Terima kasih Jonghyun!” Ucap Siwon begitu Jonghyun melepaskan tangan Yoon Ah dan memberikan Yoon Ah kepada Siwon.

“Kau lagi.. kau lagi.. belum seminggu disini, kau sudah banyak membuat pelanggaran dan masalah!” omel Siwon pada Yoon Ah.

Yoon Ah masih menunduk, diomeli seperti ini, dia merasa seperti anak kecil yang mencuri permen orang lain saat pesta Hallowen.

“Kau menemukannya di ruang ganti?” tanya Kyuhyun pada Jonghyun. Jonghyun hanya memanggutkan kepalanya membenarkan pertanyaan Kyuhyun.

“Apa yang dia lakukan? Kalian merasa tidak sih kalau dia itu aneh?”  tanya Minho.

“Dari awal dia memang sudah aneh. Mungkin dia tadinya biasa bergaul dengan para wanita..” sahut Changmin.

“Kau benar. Dia bisa jadi adalah pria yang feminim kan? Haha.. astaga! Jangan-jangan ia salah satu dari Golongan Gay?” ucap Kyuhyun dengan gaya dramatis.

“Ommo!! Jonghyun, Changmin, kalau begitu kalian harus berhati-hati sekamar dengannya!” Minho menambah perburuk keadaan.

“Apa-apaan kau!! Hih.. aku masih normal! Jika  ia berani menggoda ku aku akan tendang bokongnya dengan kencang!” ancam Changmin sambil memandang kesal Yoon Ah yang hanya menunduk mendengarkan Guru Choi menceramahinya.

“Jadi kau punya alergi air kolam?” tanya Siwon terkejut. “Sejak kapan? Kenapa didata dirimu tidak tertulis hal kesehatan itu?” Siwon ini memang penuh pertimbangan dan mudah sekali curiga dan susah percaya kalau belum ada bukti yang kuat. Makanya posisinya disokalah ini cocok sekali untuknya agar bisa mendisiplinkan anak-anak murid di Yonsai akademik, khususnya class Soccer.

“Benarkah? Kukira ayahku sudah menuliskannya disana? Aku tidak tahu sama sekali tentang data itu. karena semuanya yang menulis dan mengurusinya adalah ayahku. Tapi aku serius, aku memang punya penyakit seperti itu, makanya aku bersembunyi di bilik. Aku malu, aku malu jika nanti saat aku berenang. Begitu keluar dari kolam aku kegatalan dan tubuhku juga memar kemerahan.walau ada obatnya tapi menghilangkan bekas merahnya lama sekali.”

Siwon terdiam. Dia terlihat sedang ,menimbang-nimbang. “Baik aku akan memutuskannya nanti, sekarang kau duduk saja disana sampai kelas selesai.”

“Baik!” seru Yoon Ah dan mengangkat kepalanya. Matanya melebar. Jantungnya berdebar. Rasanya tubuhnya lemas, apa yang tidak sengaja ia lihat saat ini? Tubuh kekar Guru choi yang berwarna kecoklatan. Dulu Yoon Ah sering melihat ini hanya didalam majalah, tapi sekarang pemandangan seperti ini bisa ia lihat sedekat ini? Rasanya Yoon Ah ingin sekali meletakan tangannya di dada Guru choi atau di perut kotak milik Guru Choi. Yoon Ah sampai menelan ludahnya sendiri.

“Cepat pergi!!” geretakan Guru Choi mengejutkan Yoon Ah dari lamunannya yang mulai kacau.

“Ah! Iya..” dengan gerak cepat serta pipi yang memerah karena malu, Yoon Ah berlari kecil sambil memukuli kepalanya sendiri. Dia duduk dikursi pinggir kolam.

Yoon Ah megkembung kempiskan pipinya sendiri dan mengibas-ngibaskan kedua telapak tangannya didepan wajah. Ia rasanya panas sekali berada disini. Melihat murid lelaki berenang berkelanjang dada, hanya memakai celana renang saja. memamerkan tubuh bagus mereka sebagai olahragawan. Perut kotak-kotak mereka yang basah terkena air. Wajah mereka yang terlihat segar begitu keluar dari dalam kolam sambil melepas kaca mata renang dan penutup kepala. Yoon Ah benar-benar sangat malu melihat ini.

Yoon Ah terlalu sibuk dengan dirinya dan perasaannya sendiri. Sehingga ia tidak sadar kalau jam kelas renang sore ini telah selesai, murid-murid sudah megambil handuk mereka dan berjalan masuk kedalam ruang ganti untuk segera membilas tubuh mereka, lalu kembali ke asramah masing-masing sambil menunggu jam makan malam tiba.

“Ya! Yoon Wo! Apakah melamun adalah Hobby mu?”

Yoon Ah hampir saja terjatuh dari kursi yang ia duduki karna saking kagetnya,mendengar suara yang tiba-tiba memecah pikirannya, untung saja dengan cepat Siwon menarik tangan Yoona, dan dengan sigap Yoon Ah memegang kedua lengan besar milik Guru Choi dan kepalanya menempel pada dada Guru Choi seperti berpelukan.

“Dan kau juga benar-benar ceroboh!” Siwon menyingkirkan kepala Yoon Ah yang menempel pada dadanya dengan menggunakan jari telunjuknya yang ia tekan dikening Yoon Ah.

Yoon Ah yang sadar ia telah berbuat salah, langsung melepaskan tangannya dari tangan Guru Choi. Yoon Ah menatap guru Choi dengan sikap malu-malu. Huft, untung saja Guru choi sudah memakai baju handuk dan menutupi tubuhnya itu. kalau tidak?? Hemm..pikirkan sendiri sajalah. Hehehe

“Kau tidak lupa dengan hukuman yang aku berikan padamu semalam kan?” Tanya Siwon sambil memandang tajam Yoon Ah.

Yoon Ah mengakat kepalanya dan menatap Siwon. Ah tatapan itu, Yoon Ah segera menundukan kepalanya lagi. Ia tidak bisa beradu tatap dengan Guru Choi kalau nyatanya Guru Choi mempunyai tatapan mata setajam itu dan membuat hatinya mengempes. Menciut, mengecil dan tak berdaya.

“Iya.. aku ingat. Membersihkan kolam setelah kelas selesaikan?”

“Benar,, jadi sekarang segeralah laksanakan.”

“Baik..” jawab Yoon Ah tak bersemangat.

Yoon Ah berdiri dan berjalan untuk mencari mesin penyodot kuman dan debu yang ada didalam air. Tapi Siwon memanggilnya lagi dan membuatnya berhenti.

“Hemm.. Yoon Wo.. Karena kau tidak bisa ikut kelas renang, rasanya tidak adil bagi murid lain jika kau hanya duduk dan menonton mereka berenang, jadi aku sudah putuskan. Jam renangmu diganti jadi setelah mereka selesai berenang. Kau harus membersihkan kolam renang setelah jam selesai. Setiap hari kamis.”

Yoon Ah mencoba memikirkan maksud ucapan Guru Choi, ouh, begitu jadi maksudnya ia tidak perlu ikut jam renang lalu diganti dengan membersihkan kolam renang setiap kamis? Ah..tidak apa-apa deh dari pada harus berenang dengan para lelaki. Ah, mengerikan sekali.

“Baik aku setujuh!” jawab Yoon Ah dengan semangat. “Sekarang pasti adilkan?”

Siwon hanya memanggutkan kepalanya.

Yoon Ah membalikan badannya lagi dan harus segera menyelesaikan tugas. Tapi lagi-lagi Guru Choi memanggilnya dan terpaksa Yoon Ah menghentikan langkahnya lagi dan menoleh ke Guru Choi lagi.

“Ada apa lagi Guru?” tanya Yoon Ah dengan sikap tidak sabar.

“Hemm.. kau suka warna pink ya?”

Yoon Ah melongo, kenapa Guru Choi tiba-tiba menanyakan hal itu padanya? “Tidak aku suka warna biru.”

“Ouh.. begitu, lalu kenapa kau memakai celana dalam berwarna pink?” ucap Siwon sambil menggerakan dagunya kearah celana Yoona.

Apa-apaan sih? Yoon Ah menundukan kepala dan mengecek celana trainingnya. Astaga! Ternyata karena adegan ia hampir jatuh tadi tanpa sadar kaos yang Yoon Ah pakai tersibak keatas dibagian belakangnya. Dan celana trainingnya sedikit melorot sehingga memperlihatkan karet celana dalamnya yang berwarna pink. Ini benar-benar memalukan.

“Ahhh!!! Guru MELIHATNYA!!” jerit Yoon Ah histeris. Dan buru-buru menaikan celananya sampai keperut.

“Aku tidak sengaja melihatnya, lagi pula kita sama-sama priakan? Aku tidak akan tergoda walau kau memakai celana dalam warna pink sekalipun, jika kau wanita aku baru akan mempertimbangkannya.” Jawab Siwon asal sambil tertawa meledeki Yoon Wo yang berlebihan.

Yoon Ah memanyunkan bibirnya. ‘Aku ini wanita! Aku wanita!! Ieh.. ini memalukan bagiku tahu!’ ucap Yoon Ah didalam hatinya. Tanpa berbicara lagi ia segera melesat pergi mengambil alat pembersih kolam yang ada di pojok ruangan fool indoor tersebut.

“Yoon Wo! Aku perlu menemani mu membersihkan kolam renang tidak?” teriak Siwon.

“Tidak!! Tidak usah.. aku akan bekerja dengan baik dan benar, tenang saja!!” balas Yoon Ah berteriak dari dalam gudang penyimpanan alat pembersih.

“Baiklah.. kalau begitu aku pergi, setelah tugasmu selesai kau boleh kembali ke asramah!” teriak lagi Siwon memberitahu Yoon Ah.

“Iya!!” balas Yoon Ah.

Siwon tersenyum lagi, dia tidak sadar sebelumnya ia tidak pernah seceria ini dan bahkan sampai tersenyum selebar ini jika berhadapan dengan murid lelaki yang lainnya. Tapi dengan Yoon Ah Yang menyemar sebagai Yoon Wo membuatnya, bisa tersenyum sampai hatinya tergelitik karena ulah Yoon Wo gadungan itu.

“Ah.. mungkin lucu juga kali ya jika aku bertemu kembaran Yoon Wo sekali lagi, dan melihat mereka berdiri bersamaan. Kembar indentik? Lucu sekali..” ucapnya berbicara sendiri sambil keluar dari arena kolam indoor.

~***~

Yoon Ah merentangkan tubuhnya diatas kasur. Memandang langit-langit kamarnya yang hanya tiga jengkal dari atas kepalanya jika ia duduk dikasurnya. Lagi-lagi ia sendirian didalam kamar kedua temannya itu keluar dari dalam kamar tanpa mengajaknya. Apakah ia harus nekad keluar dan berjalan-jalan seperti kemarin malam?, tapi ia takut ketahuan Guru Choi lagi. Dan mendapat masalah dan hukuman lagi dari Guru Choi.

Tapi Yoon Ah benar-benar bosan. Hanya tiduran dikasur sambil bermain dengan boneka rilakuma kesayangannya itu. tiba-tiba Yoon Ah teringat dengan taman yang ia temukan kemarin malam. Taman yang sudah di claim dengan Jonghyun itu.  Ah ini masih jam delapan. Pasti Guru Choi belum berpatroli. Yoon Ah memutuskan turun dari kasurnya dan keluar dari kamarnya juga. ia ingin sekali menatap bintang-bintang dilangit. Jika musim panas berakhir, belum tentu malam-malam dimusim selanjutnya bintang akan menampakan dirinya di langit malam lagi.

Yoon Ah sudah berdiri ditaman kemarin malam lagi. Yoon Ah mengangkat kepalanya. Benar bintangnya masih ada. Bagusnya. Yoon Ah berjalan mencari tempat posisi yang lebih nyaman dan bagus lagi. Yoon Ah melirik bangku taman disebelahnya. Ia terlonjak kaget, ternyata Jonghyun sudah duduk dibangku yang kemarin dan sedang memandanginnya dengan tatapan tidak suka.

“Hai.. Jong? Kali ini kau tidak boleh mengusirku. Aku sudah putuskan tempat ini juga menjadi tempat favoriteku!” ucap Yoon Ah santai dan se enaknya ia juga duduk dibangku yang sama disamping Jonghyun duduk.

“Tempat ini bagus, aku dapat melihat bintang yang berkilauan disini. Apa yang kau lakukan jika duduk sendiri disini? Ku pikir kau bermain bersama temanmu yang lain? tapi ternyata kau malah menyendiri? Kau suka sekali ketengan ya? Memang terkadang ketenangan itu menyenangkan. Jika duduk ditempat sepi, gelap menatap langit penuh bintang, aku jadi ingat Ibu ku yang sudah tidak ada. Kau pasti masih mempunyai kedua orang tuakan? Beruntungnya.”

“Bisa tidak kau diam? Berisik sekali!” omel Jonghyun.

Yoon Ah segera mengerutkan bibirnya. Oke, dia akan diam.

Hening

 Mereka benar-benar terdiam berdua. Sampai beberapa menit berlalu dengan kesunyian malam.

“Kau pernah jatuh cinta?”

Yoon Ah menoleh ke Jonghyun dengan tatapan terkejut. “Jatuh cinta? Maksudmu? Hemm.. laki-laki dengan seorang perempuan? Seperti itu?” tanya Yoon Ah.

Jonhyun mengukir senyum kecil dibibirnya. “Ah.. sudahlah lupakan. Aku tidak yakin orang seperti kau pernah jatuh cinta. Kau bukan tipe ideal para wanita.”

“Mwo? Tahu dari mana kau aku bukan tipe ideal para wanita? Aku punya tiga mantan kekasih sewaktu di Jerman. Ada Julia, Rolieza dan Elliana!” oke yang disebutkan oleh Yoon Ah itu adalah teman sekolahnya di Jerman. Anggap saja mantan kekasihnya.

“hah, Apakah mereka semua wanita normal?” ledek Jonghyun bersikap tidak percaya sama sekali dengan bualan Yoon Ah.

Yoon Ah mencibir. Dan mengambil langkah diam saja. dia jadi malas membahas ini, bagaimana pun ini bisa saja memancing emosinya dan bisa menunjukan siapa jati diri dia sebenarnya nanti.

“Kau tahu girlband A Pink?”

Yoon Ah menoleh ke Jonghyun. “Tidak begitu tahu. Memangnya kenapa?” Aku lebih tahu SUJU SHINee EXO infinite. Aku mana mungkin tertarik dengan Sebuah Girlband, aku kan masih wanita normal.

“Membernya cantik-cantik.” Jawab Jonghyun sambil tersenyum samar menatap  langit.

“Jangan bilang kau naksir salah satu membernya ya?” tuduh Yoon Ah.

Jonghyun terdiam. Dia seperti sedang menajamkan pendengarannya. “Ada yang datang, bersembunyi.”

“Apa? Aku tidak mendengar apapun?” Yoon Ah malah celingukan.

“Cepat!! Nanti ketahuan!” Jonghyun menarik baju Yoon Ah dan mengajaknya duduk dibalik semak-semak yang ada dibelakang bangku taman yang terhalingi pohon besar.

“Diam..” Jonghyun berbisik dibalik tubuh Yoon Ah sambil menutup mulut Yoon Ah.

Yoon Ah rasanya sesak nafas, Jonghyun memeluknya dari belakang, meletakan lengan kanannya diperut Yoon Ah dan tangan Kirinya dimulut Yoon Ah. Ah.. ini setuhan intim! Kenapa jadi seperti ini? Yoon Ah malah jadi  keringat dingin.

Siwon berjalan masuk kearea taman sambil membawa sebuah senter. Ia yakin sekali tadi mendengar suara Yoon Wo. Makanya ia segera berjalan kesini. Tapi begitu sampai ditaman ternyata tidak ada siapa-siapa. Ia sudah mencoba menyinari beberapa bagian taman yang mencurigakan tapi tidak ada tanda-tanda orang disini.

Siwon mendengus, lalu berjalan kembali keluar dari area taman.

Jonghyun melepaskan Yoon Ah juga akhirnya. “Hufh hampir saja. Cepat sekarang kita kembali ke Asramah. Pasti Guru choi akan memeriksa asramah setelah ini.” Jonghyun berdiri dan berjalan deluan.

Yoon Ah masih bengong memandangi Jonghyun yang sudah jalan deluan. Jonghyun membalikan badannya lagi karena sadar Yoon Wo tidak mengikutinya. “Yoon Wo! Kau mau kena hukuman lagi?”

“Ah.. iya! Tidak!” dengan cepat Yoon Ah bangun dan berjalan mengampiri Jonghyun untuk segera kembali ke Asramah, melewati jalan pintas yang menuju asramah mereka. Oh jadi ini trik Jonghyun kenapa kemarin dia bisa lebih awal berada didalam kamar daripada Yoon Ah. Anak lelaki memang kadang lebih kreatif daripada perempuan.

~***~

“Ah.. Sial kenapa Yoon Wo harus masuk tim kita sih? Babak terakhir sudah selesai scor masih 2-1” keluh Kyuhyun tidak senang harus satu tim sepak bola dengan Yoon Wo.

Jadi sekarang hari Jum’at hari dimana pelatihan sepak bola seharian. Dari pendinginan, pemanasan, latihan ketangkasan, kekuatan otot kaki, kecepatan berlari, ketepatan menendang. Mengecoh lawan. Karena murid kelas A berjumlah 22 orang maka masing-masing dibagi menjadi dua tim untuk bertanding. Ada Tim merah dan Tim Biru. Yoon Ah masuk Tim merah bersama Kyuline sesuai pembagian dari Siwon yang berperan sebagai wasit.

“Lebih baik Tim kita sepuluh orang saja. kau lihat kan dari tadi dia tidak melakukan apapun selain berlari!” tambah Minho yang juga merasa kesal. Karena dibabak pertama tadi Yoon Ah hanya berlari dan menghindari bola yang datang kepadanya.

“Apa ayahnya tidak pernah melatihnya? Benar-benar payah!” tambah changmin yang juga kesal. “sudah dia diletakan denganku sebagai penyerang? Apanya yang menolong? Dia tidak berguna sama sekali. Justru mengganggu ruang gerakku.”

“Tapi setidaknya dia mengecoh lawan yang akan membawa bola  kegawangku.” Ikut Jonghyun berkomentar.

“Kau membelanya?” tanya Changmin tidak suka.

“Tidak aku bukan membelanya. Harus aku akui dia memang benar-benar payah. Tapi dia terlihat berusaha kok.” Jawab Jonghyun.

“Menjijikan.” Cetus Changmin.

“Sepertinya kita harus memberikan Yoon Wo pelajaran lagi.” Ucap Kyuhyun sambil tersenyum sinis menatap Yoon Wo yang duduk sendirian dipinggir lapangan sambil menikmati minumannya.

“Apa kita melakukan apa? Tapi jangan sampai kita kena masalah dan hukuman.” Tanya Changmin dia tentu sangat tertarik dengan hal itu.

“Kemarilah.. aku punya ide.” Changmin dan Minho segera mendekat Kyuhyun dan Kyuhyun segera membisikan rencana yang ia buat untuk mengerjai Yoon Wo.

Jonghyun menatap temannya dengan tatapan datar dan lalu ia beralih pada Yoon Wo yang kebetulan sedang menatapnya juga. Yoon Wo tersenyum padanya. Jonghyun hanya dapat terdiam tak melakukan apapun.

“Prriiitt!!!” Siwon sudah membunyikan peluitnya. Tanda pertandingan babak kedua sudah dimulai.

Tim biru mulai menendang dan mengoper bolanya kerekannya. Rekannya mengiring bola melewati garis tengah masuk kekawasan tim merah. Yoon Ah celingukan ketika lawannya hampir medekatinya.

“Apa yang kau lakukan? Rebut bolanya!!” teriak Changmin dengan kesal.

Yoon Ah berlari disamping lawannya. Dia bingung bagaimana cara merebut bolanya? Padahal sudah diajari teknisnya tapi ia tetap tidak bisa melakukannya. Dia malah berdiri didepan lawan dengan muka ketakutan. Takut bola mengenai wajahnya. Luka didagunya baru saja sembuhkan.

“Bodoh!!Bodoh!! Dia hanya diam saja!” teriak Minho gregetan.

Kyuhyun dari arah lain berlari dan menyandang lawannya yang membawa bola dihadapan Yoon Ah. Bola berhasil dilepaskan lawan dengan cepat Changmin merebutnya dan membawanya ke area lawan. Menuju lawan gawang.

“Yoon Wo!! Lari!!” teriak Minho.

Yoon Ah berlari mengikuti Changmin. Seperti orang bodoh, dia hanya mengerti lari saja. larinya terlalu cepat. Dia melewati Changmin. Changmin menoleh ke Kyuhyun. Kyuhyun tersenyum seperti memberikan sebuah isyarat ‘inilah saatnya’ Changmin mengoper bola ke Kyuhyun, kyuhyun menerimanya dengan manis. Yoon Ah sudah berdiri di dekat garis gawang. Kyuhyun mengangkat kaki kanannya. Ia siap melakukan Shooting tinggi terhadap bola yang ada didirinya. Kyuhyun melakukan Shooting kearah Yoon Ah yang ada didekat gawang. “Dasar bodoh, bukannya minggir, kau akan kena akibatnya!” ucap Kyuhyun sambil tersenyum licik.

Bola hasil Shooting Kyuhyun melayang diudara. Lawan berlarian kerah bola, biasanya tendangan Kyuhyun dan Changmin tidak akan pernah meleset sasaran. Bisa saja scor buat Tim merah akan menjadi tiga, jika ini Gol.  Kipper tim Biru sudah waspada. Yoon Ah panic saat melihat bola terbang kearahnya. Apa yang harus ia lakukan? Dia tidak mengerti sama sekali. Dia tidak bereaksi apapun.

~Bukk…!!!~

“Ahhh…!!”

Bola hasil tendangan Kyuhyun mengenai tepat dibagian dada Yoon Ah dengan kecan. Kyuhyun Changmin dan Minho tersenyum penuh arti. Mereka senang bisa mengerjai Yoon Wo. Tapi tatapan mata mereka berubah menjadi panic dan takut saat melihat Yoon Wo memegangi dadanya dengan sikap merintih kesakitan dan lalu jatuh pingsan diatas rumput.

Semua pemain berlarian mendekati Yoon Wo yang pingsan. Siwon juga ikut berlari untuk memastikan keadaan Yoon Wo.

“Apa yang kau lakukan kau menendangnya terlalu kencang!” tuduh Minho.

“Tidak, itu tendangan ku yang biasanya. Kenapa dia bisa sampai Pingsang? Aneh sekali, dia sangat lemah.” Jawab Kyuhyun bingung.

“Gawat. Kita bisa kena masalah!” seru Changmin sambil menggelengkan kepala.

Jonhyun dari arah gawangnya berlari melewati tiga temannya dan mencoba melihat keadaan Yoon Wo.

“Yoon Wo!! Yoon Wo??” Siwon mencoba memaggil Yoon Ah yang memang pingsan benaran. Siwon memegang tangan Yoon Ah mencoba mengukur detak nadi dari lengan Yoon Ah.

Siwon menatap tangan Yoon Ah. Lalu menatap tangannya sendiri, ada yang aneh. Lalu dia menatap tangan-tangan murid lainnya yang ada disekitarnya yang sedang mengerubuti membuat sebuah lingkaran.benar disini ada yang salah, kenapa tangan Yoon Wo berbeda dari tangan-tangan yang lainnya? Siwon mulai menatap Yoon Ah dengan curiga.

“Apa yang Guru lakukan? Cepat lakukan pertolongan pertama!”

Siwon menoleh dan melihat Jonghyun yang terlihat panik. Lalu ia milihat bentuk tangan Jonghyun juga. benar ada yang beda. Yoon Wo memiliki tangan yang lebih kecil dengan kuku jari yang panjang dan lentik. Heem.. seperti wanita.

“Apa maksudmu?” Siwon jadi bersikap aneh karena hal itu.

“Nafas buatan! Berikan Yoon Wo nafas buatan!!” teriak Jonghyun tidak sabar.

Para murid yang lain memandang Jonghyun yang terlihat begitu care dengan Yoon Wo. Tapi kalau dipikir-pikir saran Jonghyun memang benar. Guru Choi memang harus memberikan nafas buatan terlebih dahulu untuk korban yang pingsan mendadak.

Karena desakan dari  para muridnya Siwonpun memutuskan akan memberikan nafas buatan pada Yoon Wo. Siwon membetulkan posisi kepala Yoon Ah jadi diatas paha kirinya. Ia menundukan kepalanya perlahan. Jantungnya mendadak berdebar saat melihat bibir Yoon Wo yang sebenarnya adalah Yoon Ah, seorang wanita. Siwon merasa lagi-lagi ada yang tidak beres.

‘Apakah ia Im Yoon Ah?’ pikir Siwon dalam hati. Lalu Siwon memberanikan diri meletakan kedua telapak tangannya diatas dada Yoon Ah. Dan menekannya. Seolah mengecek tekanan jantung Yoon Ah. Siwon terdiam. Dia nampak Shock. Dia segera mengangkat tangannya dari dada Yoon Ah. Dan melamun menatap wajah Yoon Ah.

“Guru Choi! Biar aku saja yang memberikan nafas buatan.” Jonghyun mencoba merebut kepala Yoon Wo dari pangkuan Siwon. Tapi dengan cepat Siwon menepis tangan Jonghyun. Jonghyun memandangi Siwon dengan tatapan aneh bercampur khawatir karena Yoon Wo masih pingsan.

“Aku yang akan memberikannya nafas buatan.” Ucap Siwon dengan tenang. Dia menarik nafas dalam-dalam. Jantungnya berdebar. Siwon menekan hidung Yoon Ah dan membuka sedikit mulut Yoon Ah. Dia mendekat dan menempelkan mulutnya kemulut Yoona dengan cepat ia melakukan pemberian nafas buatan. Dengan memasukan nafas dari rongga dadanya melalui mulut Yoon Ah.

Siwon melakukannya sampai Tiga kali. Sampai akhirnya terdengar suara rintihan Yoon Ah. Semua murid kompak berseru legah. “Ah.. Akhirnya.” Termaksud Kyuline.

Siwon segera menggendong Yoona, ia berdiri dan memerintahkan murid yang lain merapikan lapangan. Latihan hari ini selesai. Semuanya langsung bubar. Hanya Kyuline saja yang masih berdiri mematung dilapangan. Siwon sudah keluar lapangan dengan menggendong Yoon Ah.

Yoon Ah perlahan membuka matanya. Dia merasa tubuhnya sangat enteng dan sedang diterbangkan diudara. Tapi ia langsung terlonjak kaget ketika melihat wajah Guru Choi. Siwon menudukan wajahnya menatap Yoon Ah yang ada digendongannya. Tatapan mata tajam Siwon lagi-lagi membuat Yoon Ah takut.

“Guru Choi.. kenapa kau menggendongku?” tanya Yoon Ah yang merasa risih.

“Kau benar-benar pembuat masalah! sebenarnya apa tujuanmu membuat masalah disekolah ini?” tanya Siwon, rahangnya mengeras. Maksud Siwon adalah, jadi kau benar-benar wanita? Kau adalah Yoon Ah bukan Yoon Wo? Kenapa kau datang kesini? Ini sekolah lelaki, kau benar-benar dalam masalah, sebenarnya apa yang membuat mu berada disini dan akan membuat masalah besar.

“Aku, aku tidak tahu, aku melihat bola itu tiba-tiba mengenai dadaku dan semuanya gelap.” Yoon Ah rupanya salah mengartikan pertanyaan siwon. Ia tidak tahu kalau Siwon sudah mengetahui kalau dia perempuan alias Yoon Ah bukan Yoon Wo.

“Kau benar-benar lemah! Dan bodoh!” omel Siwon.

“Aku juga sebenarnya tidak ingin seperti ini, menjadi lelaki lemah dan bodoh.” Jawab Yoon Ah suaranya terdengar sedih.

 Siwon terdiam. Dan semakin mengencangkan dirinya menggendong Yoon Ah. Ia ingin membawa Yoon Ah keruang kesehatan agar dokter Hyoyeon dapat memeriksa keadaan Yoon Ah. Bola itu menghantam dadanya dan sampai membuatnya pingsan. Walaupun terliat cuek sebenarnya Siwon peduli dan Khawatir dengan Yoon Ah, apalagi sekarang bisa dikatakan dia adalah satu-satunya orang yang tahu kalau Yoon Wo adalah perempuan, jadi sekarang yang ia gendong bukan Yoon Wo tapi Yoon Ah. Siwon sudah tahu itu. sejak awal ia sudah curiga akan hal ini. Jadi sekarang setelah  seminggu Yoon Ah berada di Yonsai Siwon dapat mengetahui juga kebenaran itu.

“Ada apa ini?” tanya Hyoyeon begitu melihat Siwon datang sambil menggendong Yoon Wo.

“Dia habis pingsan karena terkena bola didadanya.” Jawab Siwon, sambil meletakan tubuh Yoon Ah diatas kasur troly.

“Benarkah? Kenapa bisa? Apakah tendangan bolanya terlalu kencang?” tanya Hyoyeon ingin tahu lebih detail.

“Entahlah kau tanyakan saja padanya. Aku keluar dulu.” Ucap Siwon begitu saja.

“Kau tidak ingin melihat apa yang terjadi?” tanya Hyoyeon sebelum Siwon benar-benar keluar dari ruang kesehatan.

“Kau diskusikan saja dengannya, aku ada urusan lain. aku belum selesai mengajar.” Jawab Siwon.

“Ouh.. baiklah, Yoon Wo akan aku urus. Namanya Yoon Wo kan?”

“Iya dia Yoon Wo.” Setelah menjawab seperti itu Siwon tanpa menoleh lagi langsung pergi dan terdengar suara pintu dibuka, lalu ditutup lagi.

Yoon Ah jadi berpikir kalau guru Choi pasti marah besar padanya karena dia lagi-lagi membuat kekacauan. Ah, dia memang payah.

“Buka bajumu!” perintah Hyoyeon.

Yoon Ah terbelalak. “Kenapa harus buka baju?” tanyanya dengan ekspresi terkejut.

“Aku harus memeriksa kondisi tempat yang terkena bola! Cepat buka bajumu.”

“Tidak bisa.. tidak bisa!”

“Ya!! Aku tidak akan nafsu dengan tubuh kurusmu kok! Aku ini dokter professional tahu!”

“Tapi.. “

“Cepat!!” teriak Hyoyeon jadi tidak sabar.

“Aku.. hemm.. AKu..”

Hyoyeon dengan gerak cepat menarik jersey yang dipakai Yoon Ah sampai tersiak keatas. Hyoyeon terbelalak, melihat perut Yoon Ah  dan dibagian atasnya ada kain korset yang melilit dadanya. “Jadi kau…??” tanya Hyoyeon dengan muka tidak percaya dengan hal ini.

Yoon Ah memanggutkan kepalanya. Pasrah. Setidaknya dokter Hyoyeon adalah wanita. Jadi dia tidak terlalu malu mengakui hal ini. Dan berharap Dokter Hyoyeon dapat mengerti keadaanya sekarang.

Hyoyeon memegangi kepalanya. Dia benar-benar Shock, menemukan seorang perempuan di sekolahan lelaki. Ini namanya bahaya. Ini masalah. Yoon Ah malah memandang Hyoyeon dengan tatapan minta dikasihani. Ah.. masalah benar-benar muncul. Hyoyeon juga tidak tahu ia harus berbuat apa kalau sepertri ini. Apakah dia satu-satunya orang yang tahu masalah ini?.

~***~ To Be Continued ~***~

Note : Mianhe!! Jeongmal Mianhae!! Aku lama posting lanjutannya hehe.. #DikeroyokReader  🙂 hehe terimakasih buat beberapa orang yang sudah mention, DM, SMS dan Line aku Cuma untuk mengingatkan menagih FF LHK part dua segera diposting. Hohoho. Aku sibuk paska penjualan tix GG Tour. Aku harus mengerus ticketing pada empat orang teman, karena kendala membeli tiket yang ribet aku jadi galau -,- lagian sekarang benar-benar sibuk, palingan kalau ada waktu luang weekend aja dan hari lain begitu kosong malah dipake buat download Drama korea Mater’s Sun dan nonton itu drama horror! Hehe, jadi maklumin ya:) tapi aku akhirnya semalaman selesaikan ini dengan kerja keras, gali insfirasi dan semangat 45 Lol, dan akhirnya selasai. Biasa tanpa editing kalo Typo bertebaran ya MAAF :^) #SenyumAlaSiwon. Dan sebentar lagi aku benar-benar aktif perkuliahan lagi, sekarang kuliah pindah jadwal malam, pagi mau cari kerjaan aja (Ada yang punya Lowker?), biar punya uang Nonton konser lainnya #Eh? Jadi maaf ya kalau nanti postingnya agak lama jadi 2 minggu sekali, tapi aku usahin klo lagi gak sibuk atau rajin langsung nulis kok kaya sekarang 🙂 Oke cukup sekian curcolnya… Have fun all!! Annyeong!! ^^ see U next Part!

Advertisements

131 comments on “FF – Love High Kick! ( Sequel – Part.2 )

  1. Daebakkkkk Ulanchoi, akhirnya ada yg mau buat FF mirip cerita komik jepang For You in Full Blossom.
    Semangat bikin lanjutannya ya : )
    Gomawo

  2. Aish . .
    Bner” deh KyuLine 0pPa gc ada yg bres untung ja j0nghyun 0pPa gc kyak yg lain . .
    Pnasaran ma pa yg bkal dlakuin w0nPpa ma hy0Nie stelah tahu y0ongNie ye0ja 0.o
    next unN 🙂

  3. WAaaaa akhirnyaa siwonnn tau kekekkkkeke pasti oppa nntinya lsg jatuh cinta sna yoona, nggekk kyuline kejam banget yaaa, enakk jadi yoona dapat bonuss melihat tubuh atletis cowok” keren kekkeke

  4. Wahh..siwon tau, pasti bakal jatuh cinta(?) dan secara gak langsung they already kissing..keren-keren!!, kayak you’re beautiful tapi versi football bukan music dan cast nya yoonwon pasti makin kece ehehehe 😀

  5. Kyaaaaaaa ketahuan kan hahahaha.. Mana si kyu line lagi yang rusuh banget.. Hadeh siwon so sweet banget >.< kkkkkkk penasaran apa yg bakal yoona lakuin selanjutnya

  6. Bagus bgt thor, aduuh Yoona eonni pasti pusing liatin ABS para laki-laki terutama Siwon Oppa kekeke~
    Siwon Oppa udah tahu tentang Yoona Eonni kalau dia nyamar, dan secara tidak langsung YoonWon melakukan kiss 😀

  7. Kasihan bgt Yoona dia di paksa hrs bermain bola dgn para Kyuline, dan yg ianya para kyuline dengki amat sama Yoona kasihan bgt ya sampai2 bola itu menyasar ke dadanya dan pingsan pula lgi. Tapi ketika yoona pingsan Siwon menyadari ada yg aneh dgn Yoona, dan akhirnya ketahuan bahwa Yon wo adlh wanita dan Dokter Hyo jg mengetahuinya, lalu apa yg terjadi selanjutnya

  8. Yaah,akhr’y siwon tau kalou dy i2 e5ng yoon ah. , , seenggk’y mndnganlah,bkal ada yg mlindung! Yoona. .
    Mkin menarik ajh crta’a thor (y)

  9. Wahh. Udah 2org yg tau —
    Siwon memegang dada yoona? Astaga :v
    Ff ini spetinya udah aku baca dulu.
    Sehat terus eonn. Biar cpt lnjutin ffnya. Wkwk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s