FF – Coffee Shop ( 2S – Part.1 )

wpid-YoonWon-FF-CS.jpg

FF – Coffee Shop ( 2S )

( Part. 1 of 2 )

 

Title : Coffee Shop

Type : 2 Shoot / 2S

Author : Ulanchoi Hyoyoon / Twitter : @Lovelyulan

Genre : Romance,Comedy,Drama

Ratting : PG – 18  

Main Cast : 

  • Choi Siwon of Super Junior
  • Im Yoon Ah of  Girls’ Generation

Support Cast :

  • Lee Donghae of Super Junior
  • Kwon Yuri of Girls’ Generation
  • Kim Heechul of Super Junior
  • Jessica Jung of Girls’ Generation

 

Warning! : “ If You Don’t Like This Story, You Don’t Read and please Leave my Blog, and If You Like this Story You can Read and Please Leave a Comment and Give a Like sign…^^Remember!! You Do not Copy paste my Mind about This story..and This is just a Fanfiction, I’m So Sorry for Typo in This Story 🙂 So Enjoy to Reading…!!

 

~~~ COFFEE SHOP ~~~

Note: Judul FF ini terinspirasi dari Boyband B.A.P Tapi ide cerita berawal dari Siwon yang sangat suka minum Espresso, dan penggila Kopi sampai-sampai ia Membuat Coffee Shop dan menjadi ambassador Kopi dikorea dan berawal dari aku yang juga suka minum coffee jenis Coffee Latte dan copucino, I LOVE it! Cerita ini mepertemukan seorang wanita yang membenci kopi dengan seorang pria pencinta Kopi. FF ini saat buat untuk PERMINTAAN MAAF saya karena tidak bisa publish FF Don’t Go ataupun Dancing Queen. Karena setelah saya pikir-pikir FF itu lebih cocok menjadi 3S atau Sequel. Jadi saya akan pikirkan nanti 🙂 jadi sekarang silakan menikmati FF ini ya.. biasa jangan lupa Komentarnya!!^^

 

~~~ COFFEE SHOP ~~~

 

 

Yoona POV

 

Aku menyerngit tidak suka ketika aku duduk disebuah café dan melihat orang-orang yang meminum kopi. Entahlah apa yang merasuki mereka sehingga mereka semua menyukai kopi itu. Aku benci Kopi! Banyak alasan kenapa aku sangat membenci kopi. Dengan biji hitamnya yang kecil itu bagiku sangat menakutkan. Aku tidak suka warna hitam! Dan lagi Kopi kan sangat pahit! Hueekk.. apanya yang lezat jika kopi itu pahit. Aku tidak suka rasa pahit.

Oke, orang bilang aku bisa menghilangkan rasa pahit pada Kopi dengan menambahkan sedikit gula, susu, atau krim. Dan aku sudah mencobanya beberapa kali, tapi tetap saja tidak ada yang istimewah aku tidak suka Kopi.

Hemm, kalian tahu tidak bahaya Kopi bagi kesehatan tubuh kita? Akan aku beritahu kalian. Ini menjadi alasan juga kenapa aku membenci kopi. Kopi itu mengandung Kafein. Kafein itu bisa menyebabkan resiko terkena store, susah tidur, mudah gugup, melemahkan kerja jantung, dapat merusak janin ibu hamil, sering membuat sakit kepala dan mudah sekali marah. Dan yang bahaya Kopi bisa membuatmu kecanduan. Itu menyerikan!

Tapi aku heran, dengan mereka-mereka yang bilang kopi itu elegant, lihat saja sekarang Coffee shop sudah menjamur dimana-mana, hampir semua café dan Rumah makan selalu menyediakan Kopi. Ah, aku benar-benar tidak tertarik dengan kopi. Aku Membenci Kopi! Aku tidak mengerti dengan orang-orang pencinta Kopi!

“Maaf kami telat, huft, pekerjaan hari ini cukup banyak, dan untungnya tidak sampai lembur.”

Aku mengangkat kepala ku menatap kedua temanku yang baru saja datang. Mereka adalah Yuri dan Jessica. Kami sudah berteman sejak Sembilan tahun lalu, saat kami masih di SMA dulu. Kami mempunyai kecocokan dalam berteman, makanya pertemanan kami awet sampai sekarang. Sembilan tahun bukanlah waktu yang sebentarkan? Walau kami bekerja pada perusahaan yang berbeda.tapi kami selalu menyempatkan untuk berkumpul setiap hari jum’at sepulang kerja atau saat Weekend. Seperti sekarang yang sedang kami lakukan.

Kami biasa nyumpul di Resto kawasan Cheongdam-dong, hanya untuk sekedar bertukar cerita kehidupan kami sambil menikmati suasana santai sambil ditemani beberapa menu kesukaan kami. Ini cukup menyenangkan.

“Kau sudah memesan sesuatu? Apa kau sudah menunggu lama?” Tanya Yuri padaku.

Aku menunjuk gelas coklat panas yang tinggal setengahnya. Dari situ mereka bisa tahu sudah berapa lama aku duduk sendirian disini menunggu mereka datang.

Yuri tersenyum tidak enak. Dia meminta maaf padaku. Aku hanya menjawabnya tidak apa-apa itu bukan masalah sama sekali. Tiga puluh menit menunggu bukan apa-apa.

“Kau mau pesan makan apa? Biar aku yang pesankan.” Tawar Jessica dengan senang hati.

“Aku mau banana milk shake dan pancake stowberry ya..” jawab Yuri.

“Aku Strowberry milkshake dan Waffle caramel..” ucap ku memberitahu Jessica.

“Oke.. tunggu sebentar ya..” lalu Jessica berjalan menuju tempat order, setelah order makanan dan memberitahu kita duduk dikursi nomor berapa. Maka hanya menunggu sekitar sepuluh menit maka pesanan akan diantar kemeja beserta bill pembayarannya.

Jessica kembali lagi bersama kami, dia mengambil ikat rambut didalam tasnya dan mengikat rambutnya keatas. “Gerah sekali, aku benar-benar tidak suka musim panas.” Keluh Jessica.

Nah, iya temanku ini Jessica memang tidak senang pada musim panas, dia tipe orang yang mudah sekali berkeringat, dan disaat ia berkeringat ia mulai merasa tidak nyaman. Dia juga tidak suka ketimun, semangka, melon. Ya sejenis makanan mengandung banyak air dan memiliki biji-biji kecil seperti itulah.

Kalau Yuri, kurasa dia hampir menyukai apapun didunia ini. Dia tidak pernah mempermasalahkan makanannya dan meninumannya. Dan disetiap cuaca ia terus terlihat baik-baik saja.

“Ouh.. iya, malam minggu kalian ada acara tidak?” tanya Yuri tiba-tiba.

“Memangnya kenapa?” tanya Jessica.

“Donghae Oppa, mendapat undangan dari teman lamanya, teman saat ia berkuliah di Los Angels. Kabarnya temannya itu kembali ke Korea sejak tiga tahun yang lalu dan dia pemilik Coffee Shop terkenal di Insandong. Dan sekarang ia ingin membuka cabang di Gangnam. Dan Malam minggu ini kami diundang untuk menghadiri Grand Opening Coffee shop tersebut.” Jelas Yuri.

Jessica nampak antusias sekali. Tadinya aku juga cukup tertarik. Tapi saat mendengar acaranya adalah Grand opening Coffee Shop, aku rasanya jadi tidak tertarik untuk ikut hadir keacara seperti itu. Coffee Shop, mereka pasti hanya menyediakan kopi-kopi yang mereka bangga-banggakan. Sedangkan aku sangat membencinya.jadi untuk apa aku hadir ke acara seperti itu.

“Wah.. apakah kita dapat menikmati segelas Kopi gratis saat pembukaan?” tanya Jessica.

“Tentu, setiap tamu pasti mendapatkan segelas kopi gratis. Kau bisa memilih satu jenis kopi yang kau suka.” Jawab Yuri dengan gembira.

“Wah..wah.. wah.. aku boleh mengajak Heechul oppa kan? Dia pasti senang. Oh, iya yang kau maksud itu coffee Shop terkenal di Insandong itu brand-nya Twosome bukan? Heechul oppakan juga pernah bekerja untuknya.”

Yuri nampak terlihat berpikir untuk menjawab pertanyaan Jessica. “Sepertinya iya. Twosome, aku lupa. Hehe..” Ouh, iya Yuri itu mudah sekali melupakan sesuatu, dari hal kecil sampai hal besar. Jika dia tidak berusaha mengingatnya ia pasti akan kehilangan otaknya.

“Yoong. Kau datangkan? Kau ikut kami kan?” tanya Yuri menawariku.

“Aku memang tidak acara malam minggu sih. Tapi demi apapun, aku tidak tertarik dengan grand opening toko kopi itu. jadi sepertinya aku tidak ikut.” Jawabku apa adanya.

Terlihat kekecewaan dari raut wajah Yuri dan Jessica ketika mendengar jawabanku. Mereka tahu aku membenci kopi tapi mereka tetap akan memaksa ku pergi bersama mereka.

“Kau yakin tidak mau pergi? Ah.. kita harus mengabiskan waktu Weekend bersama-sama.” Ucap Jessica seperti anak kecil yang sedang merajuk diminta belikan coklat.

Baru aku akan menjawab penolakan dengan beberapa alasan yang semoga mereka mengerti. Tapi seorang pelayan datang kemeja kami dan membawakan pesanan kami. Kami mengeluarkan uang sesuai apa yang kami pesan. Lalu membayarnya pada pelayan tersebut. Setelah menerima bayaran dan mengucapkan terimakasih dan selamat menikmati maka pelayan itu pergi dari meja kami. Dan maka obrolan yang sempat terpotong pun kembali berlanjut.

“Statusmu kan masih single, jadi saingan sia-siakan acara malam minggu seperti ini, siapa tahu kau akan bertemu lelaki yang tipemu dan kalian berjodoh.”

Aku menggelengkan kepalanya untuk menyanggah ucapan Yuri, “Type idealku tidak akan ku temukan jika aku pergi ke Coffee Shop. Mereka yang ada disana pasti penikmat Kopi. Sedangkan aku benci kopi. Jadi No, Thanks!”

Yuri dan Jessica saling berpandangan lalu mereka bersamaan menatapku. “Ah..kau ini benar-benar aneh! Masa benci kopi lantas juga tidak menyukai lelaki yang meminum kopi. Ada-ada saja.”

“Kalau begitu, kau akan menjadi single selamanya jika, pria idamanmu adalah yang tidak suka Kopi. Karena semua lelaki menyukai kopi dan meminum kopi.” Tambah Jessica.

Aku memanyunkan bibirku. Ah, bagus sekali, kenapa obrolan kami malah jadi membahas kopi. Kopi benar-benar sukses membuatku kesal. Aku tidak memperdulikan ucapan-ucapan Yuri dan Jessica. Aku menyeruput Milkshake ku yang masih dingin dengan nikmat. Dan memotong waffle ku dan memasukannya kemulut dengan nikmat juga. bagiku yang tidak nikmat didunia ini hanyalah kopi.

“Jadi kau benar-benar tidak mau ikut? Jika ikut kami akan menjemputmu.” Jessica apa-apan sih. Dia masih saja mencoba mengajakku ketempat yang aku benci.

“Anio!”

“Kau akan malam minggu sendirian di rumah.”

“No Problem.”

“Teman Donghae oppa tampan-tampan dan rata-rata anak chabol.”

“Aku tidak peduli.”

Yuri dan Jessica menghela nafas. Dan menghentikan semua ucapan mereka yang mencoba menghasutku terjun kedunia kopi. Bagiku dunia kopi adalah dunia yang gelap. sama seperti warna kopi yang hitam. Gelap dan pahit.

 

~***~

 

Siwon Pov

 

Hari ini aku benar-benar sibuk. Ini tentu masalah pekerjaanku, usahaku yang sudah aku geluti dengan serius selama tiga tahun ini. Sebuah usaha yang menjadi keinginanku, sebuah pekerjaan yang sangat aku minati dan aku sukai. Yaitu sebuah usaha Coffee Shop.

Aku adalah pencinta kopi-kopi berkwalitas didunia. Karena berawal dari situlah, maka aku mendirikan sebuah toko kopi yang menjual biji-biji kopi pilihan dan berkwalitas tinggi, serta menyajikan kopi-kopi yang sudah diolah dengan mesin pembuat kopi canggih, serta menjual beberapa minuman kopi yang sudah dimodifikasi, sehingga jika orang yang tidak terlalu menyukai kopi masih bisa menikmati kopi dengan selera mereka.

Twosome itu adalah nama yang aku berikan untuk Coffee shop ku yang pertama dikawasan insandong. Aku tidak menyangka kalau mereka menyukai konsep coffee shop yang aku buat dan menyukai semua sajian menu coffe yang ada di Twosome. Sehingga setiap bulannya omset pendapatan penjualan Twosome terus meningkat. Dan permintaan konsumen terus bertambah.

Maka aku memutuskan untuk membuka cabang dari Twosome. Aku memilih Gangnam. Sesuai survey diGangnam banyak sekali penikmat kopi kelas dunia. Mereka tidak akan segan-segan mengeluarkan uang banyak untuk mendapatkan kopi dengan cita rasa yang nikmat. Dan harus kopi yang khas.walau dikawasan ini sudah cukup banyak Coffee shop. Tapi aku yakin Twosome miliku mampu bersaing dengan Coffee shop lainnya. Karena seperti yang aku bilang, kami memiliki konsep tersendiri. Dan biji kopi yang kami tawarankan bukanlah biji kopi sembarangan. Kami mengimport biji-biji kopi tersebut dari beberapa Negara penghasil kopi terbaik didunia seperti, Brazil, Colombia, Costa Rica, India dan Indonesia.

Jenis kopi yang paling aku sukai adalah Espresso, dimana biji kopi asli yang diekstrat tanpa menghilangkan rasa asli dari kopi tersebut, kopinya lebih hitam dan kental, serta wanginya yang juga sangat pekat. Walau banyak orang yang menyatakan jenis kopi ini adalah yang paling sederhana dan cukup pahit jika di nikmati begitu saja. tapi jika biji kopi yang di ektrat adalah biji kopi ternama, maka rasa pahitnya pun menjadi istimewah.

Malam minggu ini, akhirnya cabang dari Twosome, sudah bisa dapat dimulai. Aku memutuskan membuat acara semacam grand opening Coffee shop ini. Dengan mengundang beberapa temanku dan pelangganku diTwosome pusat. Tidak banyak mungkin hanya sekitar lima puluh orang, Aku akan memberikan mereka semua segelas kopi gratis sebagai pembukaan, tapi jika acara pembukaan ini telah berakhir. Maka mereka harus tetap membayar jika ingin terus menikmati sajian kopi di Twosome. Itukan memang strategi pemasaran.

Aku tersentak kaget ketika ada tangan seseorang yang menepuk bahuku dari belakang. Aku menoleh, Oh, ternyata donghae temanku.dia tersenyum padaku aku membalas senyumnya dan kami berpelukan sambil menepuk bahu  satu sama lain. pelukan persahabatan.

“Bagaimana kau suka tidak?” tanya Donghae setelah itu.

Tentu saja yang dimaksud adalah bangunan Coffee shop ini. Donghae adalah seorang arsitek dan dibantu oleh temannya yang seorang Disigner Interior bernama Heechul, mereka membuat Coffee Shop ku ini sesuai permintaan ku. Tentu saja aku sangat puas dengan hasil colaborasi mereka yang sangat bagus.

“Thank you very Much! Ini sesuai dengan yang aku mau!” jawabku tanpa ragu-ragu.

Donghae tersenyum puas. Dia tahu kalau dirinya memang patut dipuji dan dibanggakan dalam pekerjaan ini. “Aku ikut senang jika kau suka, jadi besok malam adalah Grand Openingnya?”

“Iya besok malam.. kau sudah mengabarkan pada teman-temanmu untuk bergabungkan?” tanyaku untuk memastikan mencari pelanggan baru.

“Tentu saja, aku pasti datang membawa kekasihku dan teman-teman kekasihku.” Jawab Donghae dengan pasti.

Aku mengajak donghae untuk duduk, karena pegawai ku sedang mundar-mandir membawa kardus-kardus berisi kopi. Gelas kertas, cangkir dan sebagainya untuk isi coffee shop ini. Kami menghalangi jalan mereka dengan berdiri ditengah jalan.

“Ouh, bagus kalau begitu.” Ucapku melanjutkan obrolan kami. “hemm.. kau tahukan aku sudah lama tidak berpacaran? Dan aku bukan type lelaki yang menyukai wanita beda kebangsaan, aku lebih suka wanita local, wanita korea asli. Jadi apakah temanmu mempunyai teman single yang bisa dikenalkan padaku?” tanyaku tanpa tidak tahu malu.

oke sekarang usiaku tidak lagi muda. Aku sudah berusia 29 tahun, sebentar lagi aku akan berkepala tiga. Tapi sampai sekarang aku belum mempunyai Yeojachingu untuk aku jadikan sebagai calon mempelai wanitaku. Bukan aku tidak mampu mencari wanita tapi sampai detik ini belum ada wanita yang benar-benar membuatku tertarik. Orang tuaku selalu menyalahiku yang terlalu sibuk dengan kesukaanku terhadap kopi maka melupakan wanita. Padahal tidak seperti itu, sungguh, aku juga masih normal. Tapi hanya saja aku benar-benar mencari sosok wanita korea yang cantik dan dapat menarik hatiku secara alami.

“Hahaha… jadi sekarang kau butuh seorang wanita juga?” ucapan Donghae bukan seperti pertanyaan, tapi lebih seperti pernyataan yang meledekku terang-terangan.

Aku hanya menjawabnya dengan sebuah anggukan kepala.

“Heem.. sebenarnya ada sih, dia teman baik Yuri sejak SMA. Dia juga berstatus Single, Namanya Im Yoona. Usianya 26tahun, Dia wanita korea asli. Orangnya cantik, imut dan sangat intelektual. menurutku dia cocok dengan mu.”

“Benarkah? Bisa kau kenalkan dia padaku?” aku jadi penasaran seperti apa orang yang direkomendasikan Donghae untukku.

“Hemm.. bisa saja, tapi bagaimana ya, hemm.dia itu agak sulit jika harus diajak ke Coffee Shop mu.” Wajah Donghae berubah jadi ragu-ragu.

“Kenapa memangnya?” akupun menjadi ragu.

“Dia tidak menyukai kopi. Dia membenci kopi. Jadi Coffee Shop adalah tempat yang paling ia hindari didunia ini.” Jawab Donghae dengan berbisik padaku. Padahal disini tidak ada orang lain selain kami dan beberapa pegawaiku yang masih mundar-mandir. Seolah-olah Donghae baru saja membuka aib seseorang.

“Hah.. Jinjayo? Benarkah ada orang yang seperti itu? Michin! Kenapa dia membenci kopi? Memangnya kopi pernah membuat salah padanya?” ini benar-benar konyol. Seumur hidupku aku sering menemukan orang yang tidak terlalu suka kopi, tapi jika membenci kopi, kurasa hanya wanita itu. hah, aku benar-benar tidak habis pikir, kenapa dia membenci kopi yang sangat aku sukai?

“Entahlah, mungkin dia punya alasan lain. tapi yang aku dapat dari Yuri, dia membenci kopi karena pahit dan warnanya hitam pekat. Kau tahu itu baginya menyeramkan.” Ucap Donghae sambil menunjuk biji kopi termahal didalam kaca yang kumiliki.

Aku ternyangga tidak percaya mendengarnya. Ini benar-benar gila. Biji kopi yang mungil seperti itu ia bilang menyeramkan? Wanita itu benar-benar gila!

“Jadi agak sulit untuk menyatukan kalian. Coffee Hater dengan Coffee Lover. Bagaikan air dan minyak!” lanjut Donghae sambil memasang wajah menyerikan. Memang benar-benar mengerikan jika aku harus berpacaran dengan seorang wanita yang membenci kopi. Pasti larangan pertama yang ia buat untukku adalah berhenti minum kopi. Itu benar-benar tidak masuk di akal. Wanita itu gila!

“Tapi jika kau penasaran seperti apa Yoona itu. aku akan mengajaknya malam minggu besok dan mengenalkannya padamu. Dari luar dia benar-benar sangat cantik dan orangnya juga baik, ya walau sedikit keras kepala, tapi hampir semua wanita suka keras kepalakan?”

“Seterah kau saja. asalkan dia tidak menyebarkan hal-hal yang aneh tentang kebenciannya terhadapa Kopi yang aku cintai.” Bagiku wanita itu tidak cantik, tidak baik tidak menarik jika ia membenci kopi.

Donghae hanya tersenyum setelah itu. “Hei.. sejak tadi kita terus berbicara. Kau tidak menawariku segelas Kopi gratis?”

Ah.. benar aku hampir saja lupa. “Ok, just a Minute! Kau ingin Coffee apa?”

“Hemm Milk Coffee one, please!” sial, Donghae mengucapkan itu seolah ia adalah pelangganku dan aku adalah barista untuknya.

“Baik tuan, pesanmu akan segera saya antar.” Jawabku belagak menjadi seorang barista yang ramah tama.

Donghae hanya menanggapinya dengan tertawa. Aku pergi meninggalkannya dan menuju ke tempat mesim kopi untuk membuat kopi susu pesanan Donghae. Karena coffee shop ini belum benar-benar dibuka, maka pelayan dan barista yang membuatkan Kopi disini belum mulai bekerja, jadi sebagai pencobaan pertama, ini sangat special untuk donghae. Karena aku sendiri yang membuatkan kopi ini untuknnya.

 

~***~

 

Author POV

 

Yoona terlihat bosan dengan apa yang ia lakukan sore ini di rumahnya. Sejak tadi pagi kerjaannya hanya makan, tiduran, nonton TV, menyemil dan membaca novel yang sudah lama ia beli tapi belum ada waktu untuk membacanya.

Yoona menutup novelnya yang tebal itu dengan keras sampai menimbulkan suara bunyi dari buku tersebut. Lalu dia berguling-guling dikasurnya yang empuk itu. dia benar-benar telah menemukan titik bad modnya.

“Ah.. Jinja.. jinja!! Kenapa membosankan sekali hari sabtuku ini? Hemm.. andaikan aku mempunyai namjachingu pasti weekendku tidak akan separah ini.” Runtuk YoonA sambil memandangi langit-langit kamarnya dengan sendu.

Dia benar-benar menjadi sendu karena ucapannya sendiri, tentang namja chingu. Dia pernah mempunyai seorang kekasih yang sangat ia cintai, tapi sayangnya cintanya itu kandas ditengah jalan begitu saja karena kekasihnya meninggalkannya demi wanita lain. air matanya bahkan sampai keluar, tapi dengan cepat ia menyeka air matanya. Ia sudah janji untuk move on dari kisah cintanya yang sudah berakhir sejak tiga tahun lalu. Dia tidak boleh menangis lagi karena lelaki itu. dia tidak boleh terluka lagi, karena mengingat masa lalunya. Dia harus melupakan semua itu.

Ponsel yang ia letakan disamping kepalanya berbunyi menandakan tone panggilan suara. Yoona mengecek siapa yang menelponnya ternyata dari Heechul. Yoona langsung menerima panggilan tersebut.

“Yoboseyo..”

“Yoboseyo.. Yoong kau sedang apa?”

Yoona bangun dari posisi tidurnya menjadi duduk dikasur bersandar sambil memeluk boneka rilakumnanya yang super besar itu.

“sedang menikmati waktu santaiku dihari sabtu.” Jawab Yoona.

“Ouhh.. apakah menyenangkan?”

Yoona terdiam. Menyenangkan bagaimana jika, hari dimana orang-orang bisa keluar bersama kekasih mereka, keluarga mereka atau teman teman mereka, tapi Yoona hanya menghabiskan waktu dengan bermalas-malas dirumah sendirian. Apalagi ini tanggal tua, gajinya belum turun. Maka ia juga tidak bisa berjalan-jalan dimall,karena takut hilaf dan memakai biaya sewa rumah.

“ya…Intinya tidak terlalu buruk.”

“Kau benar-benar tidak mau ikut kami ke Grand opening Twosome malam ini?”

“Bisakah kita pergi ketempat yang lain? maksudku tidak Coffee Shop. Oh.. ayolah aku benar-benar bosan dirumah oppa” Heechul bagi Yoona sudah seperti kakak kandungnya sendiri. Makanya dia senang banget kalau Heechul yang menyukai Jessica bisa berpacaran dengan Jessica yang tak lain adalah sahabatnya.

“aku dan Donghae,  sudah mendapat undangan secara terhomat darinya. Ayolah kau bisa menghilangkan bosanmu dengan kami. Percayalah.”

“mendengar kata Coffee Shop saja aku sudah muak. Apalagi harus berada di Coffee shop?”

“tapi Coffee shop ini beda. Mereka memiliki dua lantai dengan bangunan yang luas dan berentuk klasik americano. Kan yang mendisignnya adalah Donghae, sedangkan yang mengurus interior ruangannya adalah aku sendiri. Jadi ikutlah, hitung-hitung menghargai karya ku.”

“Hemm..” Yoona nampak menimbang-nimbang, apakah ia benar-benar harus ikut atau tidak. “Jam berapa?”

“Jam tujuh malam kami akan menjemputmu. Jadi kau tidak perlu memikirkan uang taksi ataupun bensin.” Jawab Heechul dengan senang hati.

“Baiklah aku ikut dengan kalian. Tapi jika aku merasa bosan aku akan pulang deluan.”

“Kau tidak akan bosan honey.. kan ada kita..”

“Tapi Coffee shop tidak akan menjamin semua itu  untukku.”

“Ah.. oke..okee.. pokoknya jam tujuh harus sudah siap! Sampai jumpa nanti malam Yoong, daaaahhh!!”

Heechul memutuskan teleponnya. Yoona masih menatap layar ponselnya. Diatahu pasti ini kerjaan Yuri dan Jessica yang menyuruh Heechul menelponnya. Pasti Dia benar-benar tidak ada pilihan lain untuk menghilangkan rasa bosannya. Terpaksa dia harus keluar malam ini dan berkumpul bersama teman-temannya di sebuah Coffee shop yang mereka-mereka bilang adalah Coffee shop terbaik di Insandong dan akan menjadi yang terbaik juga di Gangnam. Tapi bagi Yoona semua Coffee shop sama saja. sama-sama menyajikan varian menu kopi yang ia benci itu.

 

 

Siwon terlihat sudah rapi dan siap untuk acara pembukaan cabang Twosome coffee shop-nya. Ia mengenakan kemeja putih dan celana hitam. Rambutnya yang hitam  bahkan ia ubah menjadi blonde. Dia terlihat seperti orang berkewarganegaraan Amerika. Lagi pula tamunya malam ini memang akan banyak teman-temannya diamerika yang datang. Karena ia lebih lama tingga di Negara paman sham sana dari pada dinegeri Gingsen, sebagai Negara kelahirannya ini.

Siwon tersenyum puas memandang pantulan dirinya sendiri pada cermin. Dia sadar betul betapa tampannya dia, gagahnya dia dan sempurna penampilan luarnya. Tapi setelah itu wajah Siwon berubah menjadi meringis dan menatap pantulannya dirinya pada cermin dengan kesal.

“Ah… apa gunanya wajah tampan ini? Tapi aku menjalani status single sudah lima tahun! Ah.. keterlaluan sekali! Apakah tidak ada wanita korea yang benar-benar tertarik dan serius padaku? Aku punya kemampuan banyak hal.”

Siwon mengeluh pada dirinya sendiri melalui cermin. Seolah cermin itu akan menjawab semua keluhannya dan memberikan jalan keluar yang terbaik untuk dirinya.

“Kau mempunyai ibu yang sangat bawel tentang pernikahanmu!maka segeralah temukan wanita idamanmu!” tuntut Siwon pada bayangannya itu.

Siwon menyudahi keluhannya ketika ia tidak sengaja melihat jarum jam ditangan kirinya. Sudah waktunya ia keluar dari ruangnya dan melihat keadaan karyawannya. Karena tinggal lima belas  menit lagi ia akan melakukan acara pemotongan pita sebagai symbol peresmiaan pembukaan Coffee shopnya.

Siwon langsung bergegas keluar dari ruangannya dan menutup pintu ruangannya. Ia berjalan keluar menyapa para karyawannya. Menyapa pelayan wanita dan para barista lelaki yang sudah berjajar rapi menyambut dirinya.

“Akhirnya sampai juga pada hari pembukaan Twosome coffee shop kedua kita ini. Kuharap kalian bekerja dengan baik melayani pelanggan dengan maksimal dan selalulah rekomendasikan pada pelanggan kopi-kopi terbaik yang ada di Twosome.” Ucap siwon memberikan pengarahan pada Karyawannya.

“Baik..” jawab semua karyawannya dengan kompak.

Siwon menaikan alisnya sambil memanggutkan kepala, lalu berjalan menuju pintu depan. Dari kaca ia sudah dapat melihat teman-temannya yang ia undang sudah berkumpul diluar, terlihat sekali mereka sudah tidak sabar untuk masuk kedalam dan menikmati cita rasa kopi terbaik milik Two some.

Pintu Coffee Shop terbuka. Siwon berdiri dengan gagah dibalik pita berwarna merah dan ditengah-tengah pegawainya yang memakai pakian hitam putih. Dia siap memberikan pidato singkat untuk mengawali pembukaan Coffee shopnya ini.

 

“Itu dia Choi Siwon, yang aku bilang akan aku kenalkan dengan Yoona.” Bisik Donghae pada Yuri. Takut Yoona mendengarnya.

Padahal Yoona nampak tidak peduli, dia hanya heran kenapa acara grand opening coffee shop saja sampai harus seperti ini? Tidak ada yang istiwemah bagi dirinya.

“Astaga! Jadi dia! Dia sih cocok sekali dengan Yoona. Dia seperti seorang pangeran.” Jawab Yuri dengan sikap kagum berlebihan.

“Tapi dia itu Coffee Lover, Coffee Holic and Coffee Adict.” Bisik Donghae lagi

“Benarkah? Ah.. nampaknya akan sulit. Kau tahukan Yoona itu Coffee Hater and Anti Coffee Shop?”

“Iya.. aku tahu.. tapi ini sangat seru, dimana orang pencita kopi dan pembenci kopi saling bertemu.”

“Kau benar.. biarkan saja, biar Yoona bisa merubah pikirannya yang selalu buruk tentang kopi.” Tambah Yuri. Dia setuju dengan ucapan Donghae.

 

“Terima kasih untuk kesedian teman-teman sekalian untuk hadir dan menyaksikan pembukaan Twosome Coffee shop ku ini. Bagiku Kopi adalah separuh jiwaku. Dan maka aku mengambangkan jiwa ku ini dengan sebaik mungkin. Kalian yang hadir bisa menikmati segelas kopi gratis sesuai selera kalian. Dan menikmati bangunan Coffee shop ini. Semoga kalian suka, jika kalian suka jangan pernah sungkan untuk kembali lagi kesini. Kami akan buka setiap hari dari pukul tujuh pagi sampai jam sebelas malam. Dan demi kelancaran serta Ke Suksesan Twosome Coffee shop, maka resmi kami buka.” Selesai berbicara seperti itu Siwon langsung menggunting pita merah yang mengganggu didepan pintu. Dan siwon langsung menerima tepukan tangan yang begitu meriah dari teman-temannya.

Siwon minggir sedikit ke sisi pintu sebelah kanan. Mempersilakan teman-temannya masuk kedalam Coffee shopnya itu. berbagai ucapan selamat diucapan teman-temannya yang hadir. Dan Siwon sangat senang akan hal ini.

 

Setelah menyapa beberapa temannya akhirnya Siwon berjalan menuju lantai dua, tempatnya ke meja paling sudut ruangan yang dapat view jalanan distrik gangnam yang ramai. Disitulah donghae dan teman-temannya kumpul.

“Hai.. apa kalian senang? Maaf ya aku baru sempat menyapa kalian.” Ucap Siwon dengan sikap rendah hatinya.

“No problem bro, kami bisa memaklumi kalau kau Sibuk.” Jawab Donghae. “Ouh iya.. kenalkan ini Yuri kekasihku.”

“Yuri..” ucap Yuri lalu mereka bersalaman “Siwon.”

Dan ini “Jessica kekasihnya Heechul.”

“Hai..” sapa Jessica.

“Hai..” balas Siwon.

“Dan ini…” Donghae menghentikan ucapan ketika ia berniat memperkenalkan Yoona dengan Siwon.

Lihat saja sekarang apa yang sedang dilakukannya. Yoona hanya menunduk memainkan ponselnya sambil menutup hidungnya dengan tangan kanan. Dan hanya dihadapannya jugalah tidak ada segelah kopi berdiri.

“Dia Im Yoona.” Lanjut Donghae akhirnya.

Siwon langsung menoleh kearah wanita yang berada disampingnya berdiri. Siwon mengamati Yoona dengan saksama. Jadi ini wanita yang benci dengan kopi?

“Yoon, angkatlah kepalamu, ada yang mau berkenalan.” Tegur Heechul yang kebetulan duduk disamping Yoona.

Yoona mengangkat kepalanya dan mengembangkan senyumnya. Siwon dan Yoona saling berpandangan. waktu seakan berhenti ketika mereka saling memandang, suasana mendadak hening, entahlah apa yang sedang mereka pikirkan didalam kepala mereka, mereka saling menatap, bertukar pandang dari mata-kemata. Mungkin mereka saling terkejut karena Siwon cukup tampan dan Yoona juga cukup cantik. Perlahan Senyum Yoona menghilang. Dan Siwon yang tadi sempat terngaga karena kaget melihat wajah Yoona langsung menutup mulutnya juga.

“Hai.. aku Yoona.” Ucap Yoona memecah keheningan.

“Aku Siwon.” Balas Siwon. Dan mereka hanya saling memanggutkan kepala, tidak ada acara jabatan tangan.

Siwon mengambil kursi dan ikut bergabung dengan mereka dan duduk disebelah Yoona. “Kau tidak memesan kopi?” tanya Siwon pada Yoona.

Yoona tersenyum dengan sudut bibirnya seolah pertanyaan itu sangatlah konyol untuk dirinya yang tidak akan pernah meminum kopi. “Ouh.. tidak.. aku tidak suka kopi.. Maaf..”

“Ouh, benarkah? Kau tidak menyukai Kopi? Disini ada jenis kopi yang tidak terlalu seperti kopi. Kau mau mencobanya?” tawar Siwon. Dia benar-benar heran kenapa Yoona tidak suka Kopi.

“Tidak.. aku tidak suka jenis kopi apapun.” Jawab Yoona dan suasana hatinya jadi mendadak buruk karena terus-terusan ditawari kopi dan berada didalam ruangan yang bau kopinya semerbak ini.

“Ah.. kalau begitu sayang sekali kau, tidak bisa meminum apapun disini. Karena kami hanya menyediakan jenis-jenis minuman kopi saja.”

“Ok.. aku tidak masalah sama sekali.”

Nampakanya percakapan Yoona dengan Siwon sangatlah menarik bagi Donghae, Yuri, Jessica dan Heechul. Mereka nampak menonton dan mendengarkan dengan saksama.

“Kau akan rugi jika tidak mencoba coffee di sini, kau harus mencoba coffee latte disini. Sangat enak.” Siwon nampaknya masih ingin mengetes Yoona apakah wanita ini benar-benar membenci kopi.

“itukan bagimu, menurutku kopi tetaplah kopi.” Jawaban yang keluar dari mulut Yoona mulai ketus.

“Kalau chocolada coffee mix bagaimana? Diatasnya ada topping es krim dan mocha melon.”

“boleh kau memberikan aku es krimnya dan mocha melonnya saja tanpa harus ada kopinya?”

Siwon tertawa sinis, lucu sekali wanita ini. Dia ternyata benar-benar menghindari yang namanya kopi. “sayangnya tidak ada menu seperti yang kau minta disini.”

“Ya sudah kalau begitu jangan menawarkan ku apapun.” Tandas Yoona dengan Cuek. Dia juga segera membuang mukanya dengan sikap acuh terhadap Siwon.

“Ah.. Baiklah, aku akan kembali ke pekerjaanku, menyapa tamu yang lain. jadi kalian nikmatilah obrolan kalian. Khusus untuk meja ini. Kalian mendapat satu gelas kopi gratis lagi, karena dimeja ini ada satu orang yang terang-terangan menolak cita rasa kopi Twosome. Ini benar-benar diluar dugaanku.”

Yoona tidak peduli dengan apa yang dikatakan Siwon untuknya. Siwon dengan kopi-kopinya Yoona tidak tertarik akan hal itu.

Siwon pergi meninggalkan meja itu setelah saling tukar pandang dengan Donghae yang memberikan Isyarat seperti ‘Apa aku bilang dia benar-benar benci kopikan?’ tapi Siwon menanggapinya dengan gelangan kepala seolah dia berkata ‘Aku yang akan menghentikan kebenciannya terhadap kopi.’ Lalu mereka saling tertawa kecil. Nampaknya Siwon mulai tertarik dengan Yoona, Wanita Korea cantik dan anti kopi tersebut.

“Aku izin ke toilet dulu.” Yoona berdiri dari duduknya.

“Toiletnya ada dilantai dasar ya..” kata Heechul memberi tahu. “didekat dapur penyimpanan kopi.” Tambahnya.

Yoona langsung memhembuskan napas sebal. Kenapa toilet ditelakan dekat dapur penyimpanan kopi? Pasti aroma kopi bercampur dengan aroma toilet sangatlah memuakkan.

Yoona berjalan menuruni anak tangga, dia celingukan mencari toilet yang dimaksud. Didinding ia melihat arah petunjuk toilet. Ia tahu sekarang dimana letak toiletnya. Dia sudah benar-benar tidak tahan untuk membuang air kecil atau kalau bisa memuntahkan isi perutnya karena sejak tadi ia mencium bau kopi yang mememuakkan baginya.

Yoona keluar dari toilet sambil merapikan  kemeja putih tanpa lengan itu yang ia masukan kedalam celana deminnya yang berwarna biru tua. Ia terus berjalan sambil menunduk  dan tiba-tiba.

“Ahh!! Kemeja ku!!”

“Ah,,,Kopiku!!”

Kemeja putih Yoona ketumpahan kopi hitam dan Siwon kehilangan kopi hitamnya yang baru saja selesai di ekstrat, dihilangkan hampasnya. Untung saja kopi itu tidak panas, jika panas apa yang akan terjadi dengan Yoona?

Yoona terlihat marah sambil berusaha menghilangkan noda kopi pada kemeja putihnya. Sedangkan siwon malah menatap sedih Kopinya yang berceceran dilantai.

Lalu mereka sama-sama mengangkat kepala dan berhadapan.

“Kau!!” seru mereka bersamaan.

“Jadi kau orangnya? Lihat! Apa yang sudah kau lakukan terhadap kemejaku? Ini kemeja kesayanganku! Kau mengotorinya, menodainya dengan kopi sialanmu itu!” ucap Yoona dengan perasaannya yang meledak-ledak.

Siwon menatap Yoona dengan tatapan tak percaya sekaligus shock.”Apa kau bilang? Kopi sialan? Kau saja yang salah! Berjalan tidak hati-hati. Lihat berapa banyak Kopiku yang kau tumpahkan? Ini sangat berharga! Lebih berharga dari pada kemeja jelekmu itu!” balas Siwon tidak kalah kasarnya. Dia juga tidak bisa terima begitu saja jika kopi miliknya dihina-hina dan disalahkan.

Yoona mendengus kesal. Kenapa jadi sekarang ia disalahkan dan dimarahkan. “Apa kau bilang? Aku yang salah? Yang benar saja! tidak sopan sekali kau berbicara sekasar ini pada tamu coffee Shopmu!”

Siwon tertawa Sinis. “Kau bukan tamu ku! Tamuku adalah penikmat kopi yang ada disini. Tapi kau, kau tidak suka kopikan? Jadi kau bukan tamu, bukan pelangganku yang harus ku hormati!”

Kini Yoona yang menatap Siwon dengan tatapan tak percaya. Keterlaluan sekali. “iya.. aku memang tidak suka dengan kopi-kopi konyol ini! Aku benci Kopi!!” teriak Yoona saking kesalnya.

“Ada apa ini?”

Yuri dan Jessica yang tadinya berniat menyusul Yoona ketoilet,takut-takut Yoona pingsan karena kopi, malah mendapati Yoona sedang berdebat dengan Siwon di tengah jalan menuju toilet.

Yoona memandang Yuri dan Jessica. “Aku benar-benar salah ikut kalian kesini. Coffee Shop memang bukan tempat yang cocok untukku!”

“Yoong bajumu?” Jessica kaget ketika melihat kemeja Yoona yang penuh dengan noda kopi.

“Ini! Karena perbuatannya!” jawab Yoona sambil menunjuk wajah Siwon.

“Apa? Aku?  Aku sudah bilang ini kesalahan mu juga yang tidak hati hati! Kau harus mengganti rugi untuk kopi terbaikku yang kau buang begitu saja!” tuntut Siwon pada Yoona.

Yoona tertawa sinis. “Ganti Rugi? Yang benar saja aku harus mengganti rugi hanya untuk cairan hitam menjijikan itu?”

“Seharusnya kau! Yang berlutut minta maaf padaku karena sudah mengotori kemejaku dengan kopimu!” tambah Yoona lalu ia melangkah kakinya dari cairan kopi dilantai, ia tidak sudih menginjakan heelsnya pada cairan kopi tersebut.

Siwon nampak semakin geram dengan ucapan dan berbuatan Yoona. Siwon menarik tangan Yoona yang melewatinya berdiri.

Yoona menoleh ketika tangannya ditarik dan cekal Siwon dengan  begitu eratnya.

“Apa yang kau lakukan?” tanya Yoona sambil menatap Sinis Siwon.

Siwon memutar tubuhnya dan memandangi Yoona dengan galak. Mereka sekarang menjadi bahan tonton gratis Donghae dan Heechul ikutan turun karena mendengar ada kegaduhan dibawah. Apalagi Yoona dan para kekasih mereka tak juga balik dari Toilet.

Siwon mengangkat tangannya yang menggenggam teko yang masih berisi setengah kopi yang tadi tumpah. Ia seakan ingin menumpahkan sisa kopi dalam teko itu kekepala Yoona. Yoona masih menatap Siwon dengan berani seolah menantang Siwon agar melakukan hal itu segera kepadanya.

Siwon melayangkan tekonya dengan cepat tapi ia malah meletakan teko itu keatas meja disampingnya, dengan gerak gesit dan kuat pula ia justru menarik Yoona sampai masuk kedalam pelukannya dan mencium bibir Yoona.

Semua orang yang menonton adegan ini, berseru kaget karena akan menjadi seperti ini. Terutama Yuri,Donghae, Jessica dan Heechul mulut mereka, mata mereka sampai terbuka lebar-lebar. Siwon benar-benar melampiaskan kekesalannya dengan caranya sendiri. Yaitu mencium bibir Yoona.

Yoona terbelalak kaget ketika Siwon memeluknya dan menciumnya secara tiba-tiba. Siwon mengulum bibirnya sambil menuntup mata. Yoona tersadar kalau ini adalah kesalahan besar. Dia berontak untuk melepaskan diri. Tapi Siwon menahannya. Yoona tetap mendorong dada Siwon kuat-kuat sampai akhirnya ciuman Siwon terlepas dari bibirnya.

Napas Yoona tersenggal-senggal seiring dengan dadanya yang naik turun. Dia sulit bernapas saat tadi Siwon memeluknya sambil menciumnya dengan paksa. Wajahnya memerah karena terlalu kesal dan ingin menangis.

“Kau!!” teriak Yoona menggelegar.

“Aku membenci kopi, Coffee Shop ini dan Juga Kau!!!”

Setelah berbicara seperti itu Yoona melangkahkan kakinya pergi dari tempat ini. Dia akhirnya menangis. Ini adalah malam minggu terburuknya. Semua orang masih diam dan memberikan Yoona ruang untuk jalan menuju pintu luar Coffee Shop.

Siwon masih berdiri mematung sambil memandangi punggung Yoona yang terlihat bergetar. Siwon seakan baru sadar dengan apa yang tadi ia lakukan terhadap Yoona. Siwon memegangi bibirnya sendiri. Bodoh! Dia telah membuat kesalahan yang fatal.

Yuri dan Jessica tanpa berbicara apapun pada kekasih mereka langsung berlari untuk mengejar Yoona. Yoona pasti sangat sedih dan terpukul karena kejadian tak terduga tadi. Mereka tentu merasa bersalah juga. karena merekalah yang mengajak Yoona untuk ikut kumpul dengannnya. Sudah tahu Yoona benci kopi dan Anti mendatangi Coffee shop. Maka jadi seperti inilah jadinya.

Donghae dan Heechul mendekati Siwon yang masih bengong seperti orang bodoh. Donghae menepuk bahu Siwon seperti ingin menyadari Siwon. “Ah.. apa yang sudah kau lakukan? Aku tahu! kau tertarik dengannya kan? Tapi kau malah membuatnya kesal tentang kopi. Tapi tidak seharusnya juga kau memberikannya pelajaran dengan mencium dia seenaknya! Walaupun kau juga kesal dengan ucapannya.”

“Rasanya aku ingin sekali memukulmu!” kata Heechul sambil memandang Siwon dengan tatapan tak percaya. Yoona sudah seperti adiknya sendiri.

“Aku tidak tahu apa yang sudah aku lakukan. Tadi itu kejadiannya benar-benar berlalu cepat sekali. Entah kenapa aku bisa menciumnya seperti itu. aku benar-benar hilaf..” jawab Siwon, dia juga tidak percaya dengan apa yang dia telah perbuat pada Yoona tadi.

“Nafsu mu cukup besar saat kau emosi! Utung saja nafsu marah dan nafsu kau tertarik padanya berjalan seimbang makanya kau menciumnya! Bukan menampar pipinya!” kata Donghae menjelaskan.

“Jadi apa yang harus aku lakukan sekarang?” tanya Siwon terlihat tak berdaya sama sekali.

“Minta Maaf! Temuilah dia dan memohon maaf padanya!” jawab Heecul memberi saran terbaik.

 

Yoona berdiri dipinggir jalan sambil menangis tersendu-sendu. Menunggu taksi yang berhenti dan bersedia membawanya pulang kerumah untuk menenangkan dirinya yang terlalu shock.  Tapi nampaknya taksi tak juga mengerti perasaannya yang kesal juga hancur. Buktinya sudah beberapa taksi kosong melintasinya tak mau juga menepi dan mengangkutnya pergi.

Sampai akhirnya Yuri dan Jessica tiba dihadapan Yoona, setelah tadi mereka mengejar dan mencari keberadaan Yoona.

“Yoon Ah.. ya!!” Panggil Yuri. Melihat Yoona mengis dalam keadaan yang acak-acakan begitu membuatnya menjadi sedih juga.

Yuri dan Jessica mendekati Yoona dan mereka memeluk Yoona. Yoona kini berada ditengah-tengah tubuh Yuri dan Jessica yang memeluknya. Tangisan Yoona menjadi semakin pecah.

“Maafkan kami.” Ucap Jessica.

“Aku benci lelaki itu! aku benci Coffe shopnya.. aku benci lelaki pencinta kopi itu!” ucap Yoona meluapkan kekesalannya.

“Iya-iya kami mengerti. Jadi sudahlah jangan menangis. Kami akan bertanggung jawab atas kejadian ini. Mari kita pulang bersama-sama.” Ucap Yuri menenangkan Yoona.

Jessica melambaikan tangannya ketika melihat taksi kosong yang akan melintasi mereka. Dan beruntung taksi itu berhenti didadapan mereka. Mereka bertiga masuk kedalam taksi untuk mengantarkan Yoona pulang kerumahnya. Menenangkan Yoona dan menghibur Yoona yang sedang bersedih dan terluka karena kejadian-kejadian yang tidak terduga malam ini. Mereka tidak peduli dengan kekasih mereka. Karena bagaimanapun hubungan persahabat mereka lebih lama dan lebih berarti. Kalau masalah kekasih mereka juga yakin kalau Donghae dan Heechul juga bisa mengertikan situasi ini.

 

~***~

Siwon mengecek alamat yang tertulis diselembar kertas yang ia pegang. Dia melongok-longok rumah yang ada dihadapannya. Rumah yang cukup besar ini nampak sepi. Tak lama seorang ajumma memakai topi pelindung matahari keluar dari rumah tersebut. Dia nampak tertarik saat melihat Siwon berdiri didepa rumahnya.

“Ah.. kau siapa ya? Mencari siapa?” tanya Ajjuma itu sambil menyentuh-nyentuh tangan Siwon.

Siwon menjauhkan tangannya agar tidak disentuh-sentuh lagi oleh si Ajjuma.

“Hemm apakah benar dirumah ini ada yang bernama Im Yoona?”tanyanya pada si Ajjuma.

Ajjuma langsung berubah menjadi kecewa. “Ouh.. jadi kau mencari Yoona? Siapanya? Kekasihnya?”

“Hemm.. jadi dia ada dirumah?” tanya Siwon tanpa menghiraukan pertanyaan si Ajjuma.

“rumahnya dibelakang rumahku, aku pemilik rumah ini. Kebelakang saja sana. Sudah ya aku mau pergi dulu.” Ucap Si ajjuma lalu langsung berlalu pergi dari Siwon.

Siwon mengelus dadanya, akhirnya ajjuma itu tidak mencoba menggodanya lebih lanjut. Siwon berjalan ke arah belakang  sambil membawa bunga lily dan sekotak roti isi susu.

Yoona keluar dari rumahnya sudah berpakaian rapi siap untuk berangkat kekantor. Sambil membawa kantong plastic berisi sampah yang akan ia buang ke tong sampah besar didepan rumah utama pemilik rumah.

Yoona terkejut ketika melihat Siwon berdiri dihadapannya.

“Hai..kita bertemu lagi.”

Yoona memutar bola matanya, sambil tersenyum sinis. “Padahal aku berharap tidak akan pernah bertemu lagi.”

Siwon mendengus mendengar pekartaan Yoona. “Kedatanganku kesini baik.aku ingin meminta maaf padamu. Aku bawa bunga kesukaanmu dan roti kesukaanmu.” Kata Siwon sambil menunjukan apa yang ia pegang.

Yoona hanya meliriknya. “Maaf aku sedang terburu-buru. Bisa kau minggir? Kau mengalingi jalanku.”

“Tapi.. kita harus berbaikan dulu..” ucap Siwon karena Yoona sudah berjalan didepannya.

“Berbaikannya kapan-kapan saja.” jawab Yoona asal.

“Tega sekali kau, aku tadi digoda Ajjuma didepan.” Adu Siwon atas kejadian tadi.

“Hemm..kau memang cocok dengan ajjuma.” Jawab Yoona kesal.

“Tapi kau bisa terima bunga dan roti darikukan?”

Yoona membalik badannya. ia menyerahkan kantong plastic sampah yang ia bawa pada Siwon. “ aku deluan ya! Tolong buangkan itu sekalian..” katanya sambil menunjuk bunga dan roti yang juga dipegang Siwon.

Yoona berlalu dengan berjalan cepat. Dan Siwon hanya mampu terdiam tidak percaya dengan sikap Yoona yang seperti itu padanya tapi. Siwon tidak akan menyerah sampai disini. Yoona benar-benar telah membuatnya penasaran.

 

~**~

Yoona memakai sepatunya dengan terburu-buru, hari ini ia telat bangun. Karena semalam usai menonton DVD yang baru ia beli kemarin. Yoona juga tidak sempat meminum segelas susu yang biasa ia lakukan setiap pagi. Dia merapikan rambutnya dengan jari-jari tangannya. Dengan tergesa-gesah ia keluar dari rumahnya yang tidak terlalu besar. Dua puluh menit lagi sudah waktunya jam kerjanya. Sedangkan ia masih harus berjalan sepuluh menit dari rumahnya sampai kejalan raya untuk naik kendaraan. Belum lagi saat harus naik bus kekantornya memakan waktu dua puluh menit. Dia benar-benar telat hari ini.

Ketika Yoona berjalan cepat dengan High heels yang ia kenakan, tiba-tiba sebuah mobil dari belakang memplaksonya berkali-kali. Yoona mendengus kesal. Di saat ia sedang terburu-buru seperti ini masih saja ada orang yang kurang kerjaan membuatnya sebal.

“Hai.. Aggassi! kau terlihat terburu-buru sekali, apa kau mau menumpang dimobilku?”

Yoona mengeram kesal, ketika mendengar suara orang yang ia  kenal itu. lagi-lagi dia. Apa tidak bosannya lelaki itu menemuinya hanya untuk meminta maaf?

Itu adalah Siwon yang mengendarai mobilnya mengikuti langkah kaki Yoona pagi ini. Ini adalah hari kelima Siwon mendatangi rumah Yoona. Siwon tahu alamat rumah Yoona dari Donghae. Dan Siwon juga datang kerumah Yoona selalu membawa bunga lily putih beserta roti isi susu kesukaan Yoona. Tapi tetap saja semua itu ditolak Yoona mentah-mentah.

“Kau telat bangun ya? Aku sudah menunggumu diluar selama setengah jam.” Tanya Siwon berbicara dari dalam mobilnya.

Yoona menghentikan langkahnya. Dan Siwon segera mengerem mobilnya secara mendadak. Yoona melongokan kepalanya dari kaca mobil Siwon yang terbuka,

“Bisa kau pergi dan tidak menggangguku!!!” teriak Yoona dengan kesal.

Siwon meletakan telapak tangan kanannya di dadanya. Dia berpura-pura terkejut mendengar teriakan Yoona. Padahal ia sudah biasa diperlakukan seperti itu oleh Yoona yang emosinya mudah sekali meledak jika dekat Siwon.

Yoona melanjutkan perjalanannya lagi. Dan siwon menjalankan mobilnya lagi membuntuti Yoona. “lebih baik kau masuk kemobilku saja. aku akan antar kau sampai kantormu tepat waktu!”

Yoona mengedumel didalam hati. Apa? Semobil dengannya? Tidak akan mungkin. Orang menyebalkan seperti Siwon yang sudah membuatnya kesal, marah dan menangis enam hari lalu. Lebih baik ia telat dan berdesakan didalam bus saja.

“Jadi kau tidak mau? Ah.. padahal wanita lain akan senang hatinya jika dia menjadimu, tapi kau malah menyiakan aku yang sudah berbaik hati ini, memohon maaf dan ingin membantumu.” Ucapan Siwon terdengar menyombongkan diri ditelinga Yoona.

Yoona menyebrang secara mendadak, Siwon buru-buru merem mobilnya, bannya sampai berdecit, dia hampir saja menabrak Yoona. Tapi Yoona dengan santainya menyebrang jalan dan melintasi mobil Siwon.

“Ya!! Kau ingin mati!” teriak Siwon.

“Pergilah!!! Aku tidak butuh bantuanmu!!” teriak Yoona begitu ia sudah ada disebrang Jalan. Siwon tak lagi bisa mengikuti Yoona dengan mobilnya karena Yoona mengambil jalan pintas yang hanya bisa dilalui pejalan kaki atau sepeda saja.

Siwon tersenyum setelah Yoona menghilang dari pandangannya. Yoona benar-benar telah berhasil mempermainkan perasaannya. Membuatnya penasaran dan tertarik lebih lanjut akan wanita itu. buktinya ia rela melakukan hal ini hanya untuk mendapatkan maaf dari Yoona dan berniat untuk kenal Yoona secara baik-baik, dan ingin tahu kenapa Yoona bisa membenci kopi dan Siwon yakin dia bisa menghilangkan rasa benci Yoona terhadap Kopi. Maka inilah usahanya sekarang kepada Yoona.

 

~***~

 

Yoona akhirnya sampai dikantornya. Ya hari ini dia memang terlambat absen dua puluh menit. Yoona baru saja duduk dikursi kerjanya dan menyalakan komputernya. Tapi seorang temannya menghampirnya.

“Yoona, kau baru datang? Direktur mencarimu dan meminta mu menemuinya sekarang diruangannya.”

Yoona tersenyum kecil. “Oke terimakasih.”

Dia terpaksa harus berdiri lagi dari kursinya dan berjalan menuju ruang kerja Direkturnya.

Yoona bekerja disebuah majalah wanita ternama dikorea selatan. Ia bekerja sebagai wartawan majalah yang khusus untuk meliput dan menulis suatu artikel yang sedang menarik diperbincangkan di kota Seoul. Yoona sudah tahu apa yang akan Direkturnya bicarakan padanya. Pasti tidak lain dan tidak bukan adalah untuk menugaskan Yoona mewawancarai Orang yang akan muncul dikolam majalah tersebut yang akan terbit bulan ini.

Yoona masuk kedalam ruangannya. Dan duduk berhadapan dengan direkturnya itu. direkturnya itu bernama Kim Joong Won. Walau sudah memasuki usia berkepala tiga tapi direkturnya ini masih terlihat muda dan energik. Pembawaannya juga asik. Membuat para karyawannya nyaman dan tidak canggung ataupun takut jika berhadapan dengannya termaksud Yoona. Tapi direkturnya ini tipe orang yang sangat perfectionist terhadap perkerjaan, jadi jika kau ingin terus berhubungan baik dengannya, maka bekerjalah dengan serius dan melakukan yang terbaik. Cukup itu saja.

“Yoona, aku ada tugas yang harus kau liput nih.” Katanya membuka obrolannya dengan Yoona.

“Hemmm.. baik katakanlah, apa yang harus aku liput kali ini?” tanya Yoona antusias. Itu artinya ia akan bekerja outdoor dan bertemu dengan orang-orang menarik lainnya.

“Kau tahu tidak Coffee Shop yang terkenal di kawasan Insandong?” tanya Joong Won padanya.

Yoona terdiam dia berupaya berpikir. Coffee shop terkenal di insandong? Kenapa tidak asing ya baginya. Ah! Apakah tugasnya kali ini berhubungan dengan Coffee shop? Oh, No!

“Tidak.. tidak kau tidak perlu ke Insandong, kau cukup ke Gangnam saja, karena mereka buka cabang di Gangnam. Aku sudah datang kesana kemarin, bangunannya bagus dan kopinya enak sekali.” Cerita Joong Won.

Yoona tahu sekarang coffee Shop mana yang dimaksud Direkturnya itu. ah, bisakah dia mengerjakan hal yang lain? ini benar-benar menyebalkan.

“Kau tau pemilik Coffee Shop itu bernama Choi Siwon, usianya baru 29tahun, putra asli kebangsaan Korea Selatan, yang menghabiskan hidup berpendidikannya selama sebelas tahun di Los Angels dan terakhir ia mendapat gelar master ilmu management.”

Didalam hatinya Yoona menjawab. Iya aku tahu, Choi Siwon yang menyebalkan dan kasar itu kan? Si penggila kopi yang aku benci itukan? Lalu apa yang harus aku lakukan sekarang?

“Yang sekarang harus kau lakukan adalah menanyainya, mendapatkan biografi Singkat tentang choi Siwon dan Coffee Shopnya yang bernama Twosome itu. seperti biasa kau harus mengetahui dan menulis tentang pribadinya yang menarik. Dan Twosome juga akan kita jadikan bagian khusus untuk rekomendasi tempat hangout bagi pencinta kopi. Jadi kau harus bisa menuliskan jenis kopi apa saja yang mereka jual dan bagaimana cara mereka membuatnya. Kau mengertikan? Kau bisakan?”

Yoona benar-benar Shock! Harus seditail itukah ia harus mengetahui itu semua dan menulis itu semua menjadi pekerjaannya, menanyai siwon dan meliput coffee Shop-nya yang sangat Yoona benci itu? ah.. kenapa dunia jadi menyempit seperti ini.

“Bagaimana? Ah.. aku percaya kau pasti akan memberikan tulisan yang terbaik dan menarik untuk majalah kita. Jadi aku beri kau waktu seminggu untuk menyelesaikan ini semua. Kau bisa memulainya besok. Jadi besok kau sudah bekerja outdoornya! Fighting!”

Walaupun Yoona ingin sekali menolak tugasnya ini tapi apa daya ia tidak bisa menolaknya. Ia begitu menyukai pekerjaannya sekarang ini. Salary yang ia dapat juga cukup besar. Jadi walau pekerjaan ini mempertaruhkan perasaannya. Ia tetap harus menjalaninya dengan senang hati dan melakukan yang terbaik dalam pekerjaannya.

“Fighting! Aku akan berusaha!” ucapnya sambil tersenyum hambar didepan direkturnya yang tersenyum lebar.

 

Yoona kembali lagi kemeja kerjanya. Ia duduk terkulai dimeja kerjanya. Tulangnya sepertinya kabur dari tubuhnya, ia merasa jadi tidak semangat bekerja karena tugas baru yang harus ia jalani mulai besok dan sampai tujuh hari kedepan. Dia harus meliput orang yang ia paling ingin hindari dan harus meliput sesuatu yang ia benci yaitu coffee shop dan kopinya. Dia hanya bisa berharap dia masih bisa bekerja dengan professional dan melakukan pekerjaannya dengan baik. hanya itu tidak lebih.

 

Sedangkan ditempat lain Siwon sedang tersenyum senang begitu ia menerima telepon dari perusahaan majalah tempat Yoona bekerja. Redaksi itu mengabarkan kalau besok mereka akan mengirim wartawan mereka yang bernama Im Yoona untuk meliput tentang diri Siwon dan Twosome. Jadi redaksi juga meminta tawaran harga kepada Siwon yang sudah bersedia untuk melakukan interview mulai besok sampai tujuh hari kedepan. Dan mereka sama-sama menawarkan kerjasama yang baik untuk berikutnya. Seperti Twosome akan memasang iklan di majalah bulanan mereka dan akan menjadi sponsor untuk majalah mereka.  Dan jika ada acara di twosome maka majalah itu juga siap menjadi sponsor untuk Twosome.

“Ah.. Im Yoona, kau akan menemui ku dengan caramu sendirikan? Haha.. kau sedang berjalan menuju umpanku dan siap-siapalah kau akan terpancing olehku.” Siwon bebicara sendiri sambil memandangi biji kopi didalam kaca dengan tatapan penuh kagum.

 

 

~***~ To Be Continue… ~***~

Advertisements

168 comments on “FF – Coffee Shop ( 2S – Part.1 )

  1. Wkwkwk…..ceritanya seru bangeeeet….
    Bisa Ga ya siwon bikin yoona jd penyuka kopi dan pencinta siwon ?? Hehe…
    Salam kenal Aku reader baru,baru buka juga blognya Ga nyesel…
    Lanjuuut ya…

  2. Wah keren bnget thor crita’a . . .
    Coffee lovers vs coffee hatters . .

    W0npa main nyosor ajh . . Hahaha

    bkal menrik nie. .yoona yg biasa’a menghndari siw0n. ,mlh bkal interview , . ‘

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s