FF – Coffee Shop ( 2S – Part.2/End)

wpid-YoonWon-FF-CS.jpg

FF – Coffee Shop ( 2S )

( Part. 2 of 2 / END )

 

Title : Coffee Shop

Type : 2 Shoot / 2S

Author : Ulanchoi Hyoyoon / Twitter : @Lovelyulan

Genre : Romance,Comedy,Drama

Ratting : PG – 18  

Main Cast : 

  • Choi Siwon of Super Junior
  • Im Yoon Ah of  Girls’ Generation

Support Cast :

  • Lee Donghae of Super Junior
  • Kwon Yuri of Girls’ Generation
  • Kim Heechul of Super Junior
  • Jessica Jung of Girls’ Generation

 

Warning! : “ If You Don’t Like This Story, You Don’t Read and please Leave my Blog, and If You Like this Story You can Read and Please Leave a Comment and Give a Like sign…^^Remember!! You Do not Copy paste my Mind about This story..and This is just a Fanfiction, I’m So Sorry for Typo in This Story 🙂 So Enjoy to Reading…!!

 

~~~ COFFEE SHOP ~~~

Note: Judul FF ini terinspirasi dari Boyband B.A.P Tapi ide cerita berawal dari Siwon yang sangat suka minum Espresso, dan penggila Kopi sampai-sampai ia Membuat Coffee Shop dan menjadi ambassador Kopi dikorea dan berawal dari aku yang juga suka minum coffee jenis Coffee Latte dan copucino, I LOVE it! Cerita ini mepertemukan seorang wanita yang membenci kopi dengan seorang pria pencinta Kopi. FF ini saya buat untuk PERMINTA MAAFAN saya karena tidak bisa publish FF Don’t Go ataupun Dancing Queen. Karena setelah saya pikir-pikir FF itu lebih cocok menjadi 3S atau Sequel. Jadi saya akan pikirkan nanti 🙂 jadi sekarang silakan menikmati FF ini ya.. biasa jangan lupa Komentarnya!!^^

Warning!! : Ending FF ini lebih panjang jadi baca ditempat yang nyaman ya ^^

~~~ COFFEE SHOP ~~~

 

Yoona sudah berdiri didepan sebuah bangunan berukuran sedang dan belantai dua, dengan tekstur dan design yang klasik tapi elegant. Dan di sana ada sebuah Billboard betuliskan Twosome dengan symbol salip disampingnya. Yoona mengerutkan bibirnya. Akhirnya ia datang ketempat terkutuk ini lagi. Sebuah coffee shop yang sangat ia benci. Apalagi seminggu yang lalu ia baru saja mengalami kejadian yang tidak mengenakkan disini karena ulah pemilik Coffee shop ini. Dan sekarang ia datang kembali karena pekerjaan dan harus berurusan lagi dengan si pemilik Coffee shop ini. Choi Siwon. Lelaki pencinta Kopi yang sikapnya sangat berengsek itu.

“Ingat, im Yoona, ini adalah sebuah professional dalam pekerjaan, kau harus bisa membedakan urusan pribadi dengan pekerjaan, ya.. benar, anggap saja kau baru pernah datang kesini dan tak kenal sama sekali dengan pengelolah coffee shop ini.” Yoona berbicara sendiri didalam hatinya sambil menatap coffee shop didepannya yang cukup banyak pengunjungnya siang ini, karena di lantai bawah hanya sisa dua kursi kosong saja, yang lainnya sudah diduduki oleh penikmat Kopi.

 

Seorang pelayan yang baru saja mengantarkan pesanan ke meja  yang ada diluar, setelah ia menatap Yoona yang ingin masuk kedalam, lantas buru-buru masuk kedalam sambil memeluk  baki yang ia bawa. Ia berjalan kearah dalam coffee shop, menuju sebuah ruangan yang letaknya tertutup dari penglihatan pengunjung Twosome, pintu ruangan itu tertutup rapat. Pelayan itu mengetuk pintunya tiga kali.

Pintu terbuka dan siwon berdiri menjulang dari balik pintu.

“dia sudah datang boss ada didepan…” ucap Pelayan itu sebelum ditanya.

Siwon nampak terkejut. “Benarkah? Hah, dia benar-benar datang. Cepat-cepat kau kembali dan bilang tunggu sebentar.. aku akan menemuinya.” Kata siwon pada pelayan itu.

“Baik boss.”pelayan itu langsung  pergi dan menuruti perintah Siwon untuk menemui Yoona.

Sedangkan Siwon masih berdiri dipintu sambil tersenyum penuh makna. Siwon berjalan masuk kedalam ruangannya berdiri didepan cermin, dia sudah mengecat kembali rambutnya menjadi warna hitam. Siwon merapikan kemeja putih yang dipakainya. Dia juga menyisir rambutnya dengan rapi. Siwon sedikit mengendus-endus aroma tubuhnya sendiri. Tidak masalah.

“Kau tampan sekali! Masa orang setampan kau wanita itu tak tertarik padamu? Apa kau kurang menarik karena dia membenci kopi? tapi tunggu dulu Yoona-ssi. Aku akan menunjukan sisi menarikku dan Kopi-kopi ku. Siap-siap jatuh kepelukan ku.” Kata Siwon dengan percaya diri sambil memandangi pantulan wajahnya sendiri pada cermin dihadapannya.

 

Yoona duduk di kursi yang diperintahkan pelayan tersebut. Dia disuruh menunggu sebentar untuk bertemu manager Twosome ini. Yoona menyerngit ketika melihat orang-orang yang nampak bahagia sekali saat mereka mengesap kopi mereka. Yoona memperhatikan setiap meja, kopi yang mereka pesan berbeda-beda. Tapi bagi Yoona semua kopi adalah sama, berasal dari biji kecil berwarna hitam dan pahit itu. Yoona juga merinding karena coffee shop ini aroma kopinya sangat menusuk hidungnya. Membuatnya merinding.

“Maaf menunggu lama…” suara Itu. Yoona terasa malas sekali meladeni orang yang menghampirinya dan mengajaknya berbicara.

Yoona menoleh dan menatap Siwon yang berdiri dihadapannya.

Siwon membelalakan matanya, pura-pura terkejut begitu ia melihat wajah Yoona.

“Wow, jadi wartawan wanita yang akan mewawancaraiku tujuh hari kedepan adalah kau? Benar-benar kejutan. Kita ketemu lagi.” Ucap Siwon basa-basi seolah-olah ia benar-benar terkejut dengan kedatangan Yoona ke Coffee shop miliknya dan akan bekerja sama dengannya.

Yoona mendengus geli mendengar ucapan Siwon yang sangat basi itu.”Kurasa kau sebenarnya sudah tau bahwa memang aku orangnya yang akan datang kesini, jadi kau senang sekali bukan?” tanya Yoona dengan tatapan tajam kemata Siwon.

Jelas Yoona tahu, kantornya pasti sudah menelpon siwon dan memberikan data diri Wartawan yang akan meliput coffeeshop-nya ini. Jadi jika siwon terlihat terkejut depan Yoona. Yoona sudah tahu kalau Siwon hanya sedang mempermainkannya saja.

Siwon membuat senyum dengan sudut bibirnya, senyum yang terlihat Sinis. “Tentu saja aku senang sekali. Akhirnya kau mengunjungi Twosome lagi. Dan kita bertemu lagi.”

“Ini masalah pekerjaan. Jadi kumohon kau tidak mencampur adukan pekerjaan dengan urusan pribadi kita.” Kata Yoona memperingatkan Siwon.

Siwon menarik kursi dan duduk berhadapan dengan Yoona akhirnya. “Kita? Jadi sekarang kau dan aku adalah kita? Masalah kita? Kedengarannya lumayan menarik.” Ucap Siwon dengan seringai nakal dimatanya.

 Yoona menghembuskan napas kesal.”Baik kita mulai saja, aku tidak punya banyak waktu.” Yoona nampak masih malas sekali meladeni sikap Siwon yang menurutnya konyol.  Yoona mengeluarkan recorder, pulpen dan buku dari dalam tasnya.

“Kenapa terburu-buru sekali. Biasanya wartawan senang berbasa-basi untuk mencairkan suasana selum mereka bekerja untuk mengetahui sesuatu dari seseorang yang akan mereka wawancarai.” Kata Siwon sambil mengambil pulpen Yoona.

Yoona ingin merebutnya kembali tapi dengan gesit Siwon menaikkan tangannya keatas sehingga Yoona tak dapat menggapainya. Yoona menurunkan tangannya, Dan wajahnya cemberut, dia benar-benar dipermainkan oleh Siwon. Siwon tersenyum jahil pada Yoona. Lalu ia menyelipkan pulpen Yoona disaku kemejanya.

“Kau mau minum? Ouh, astaga aku lupa kau tidak suka Kopi, sayang sekali kami disini hanya menyediakan menu Kopi saja. apa kau mau batu es saja?” tanya Siwon pada Yoona.

“Aku tidak ingin apa-apa! Berhentilah bertingkah Siwon ssi!” ucap Yoona dengan tegas.

“Tapi bagaimana bisa nanti kau menulis artikel tentang Twosome? Sedangkan kau saja belum pernah mencobai rasa dan kwalitas dari kopi disini seperti apa.”

Yoona mendengus mendengar ucapan Siwon. “lalu apakah disaat aku akan menulis artikel tentang wanita tua yang dulu miskin sekarang sukses apa aku perlu menjadi miskin dulu? Tidak kan? Maka aku juga tidak akan menyicipi kopimu!”

Siwon tertawa mendengar perkataan Yoona. Cukup masuk akal dengan beralasan seperti itu. Yoona wanita didepannya itu benar-benar menarik. Selain ia cantik dia memang berintelektual seperti yang dikatakan Donghae tempo hari.

“Baiklah.. aku mengalah, by the way.. kau akan mewawancaraiku tapi kau sudah memaafkan aku atas kejadian malam itukan? Seminggu yang lalu.”

Yoona menutup matanya dan menarik napas dalam-dalam dan membuangnya. Kenapa siwon harus mengingatkannya akan kejadian itu sih?menyebalkan sekali. “Please. Untuk sekarang aku akan melupakan hal itu. karena itu tidak ada sangkut pautnya dengan pekerjaanku.”

Siwon mencibirkan bibirnya. “Ah.. tinggal bilang iya Siwon ssi, masalah itu lupakan saja, aku baik-baik saja, kau sudah aku maafkan. Begitu saja susah sekali.”

Yoona sudah mencekal tangannya yang ia sembunyikan dibawah meja. Benar-benar menarik emosinya keluar. “Jadi Siwon Sii. Bisa kau jelas kan pada ku kenapa kau bisa membuka bisnis Coffe shop bukan yang lain?” nampaknya Yoona sudah tidak mau berbasi-basi lagi. Dia langsung mengajukan pertanyaan pertamanya pada Siwon.

Siwon tersenyum kecil sambil memandangi Yoona. Ia mengambil pulpen Yoona dari sakunya, lalu ia berikan pada Yoona. “Baik..baik.. kita akan memulainya, tapi setelah ini bisakan aku gantian mewawancaraimu? Banyak sekali hal yang ingin aku tanyakan?”

“Kau berani bayar aku berapa jika ingin mewawancaraiku?” tantang Yoona dengan raut wajah kesal.

“Tiga gelas Kopi termahal dan ternikmat disini bagaimana? Hehehe.. kau maukan?” Asataga, Siwon!

~Braaakkk!!!~

Yoona berdiri dari kursinya sambil menggembrak meja dihadapannya. Tatapan matanya seperti mengeluarkan api saat menatap Siwon yang terperanjat kaget dengan reaksi marah Yoona yang tiba-tiba saja meledak.

“Ommo…Ommo..Waeyo? apa yang kau lakukan? Kau ingin merusak propertiku! Ck..ck..ck..” Siwon berucap seperti itu sambil menggeleng-gelengkan kepalanya dengan sikap dramatis.

Dada Yoona sudah naik turun seiring dengan rasa kesalnya saat menghadapi Siwon yang selalu memancing kemarahannya dengan kopi. Orang-orang yang ada disekitar mereka jadi memperhatikan mereka.

“Duduklah-duduklah.. aku akan memaafkanmu, kau tidak malu dipandangi orang-orang? Kau tahu, bisa-bisa mereka mengira kita ini sepasang kekasih yang sedang bertengkar. kau bersikap seperti seorang wanita yang cemburu saat prianya ketahuan selingkuh. Padahal aku tak suka selingkuh. Jadi tenanglah sedikit.” Kata Siwon dengan nada suara kecil seperti berbisik, cukup Yoona saja yang dapat mendengar ucapannya.

Wajah Yoona sudah benar-benar memerah, ia benar-benar sudah naik darah. Dia benar-benar terlihat ingin melompat dari tempatnya berdiri lalu menghantam Siwon dan mencakari wajah Siwon sampai berdarah.

“Baik.. kalau kau belum Siap melakukan wawancara  hari ini, aku akan kembali besok atau lusa. Dan ku harap kau tidak seperti ini lagi. Benar-benar menyusahkan aku dan membuang waktuku saja.” Yoona memasukkan kembali recordernya,pulpen dan buku catatannya juga kedalam tas. Ia memakai tasnya lagi dibahu. Ia menundukan kepala memberi salam hormat pada Siwon dengan sikap pekerja yang propfesional. Lalu melenggang pergi dari hadapan Siwon.

 Siwon masih shock duduk dibangkunya. Yoona benar-benar pergi, dan tak menghiraukannya? Astaga! Dia benar-benar tidak tertarik pada Siwon? Siwon tersadar, dan ia segera berdiri mengikuti langkah kaki Yoona.

Yoona berjalan dengan cepat keluar dari coffee shop terkutuk itu, Siwon membuntutinya. Yoona benar-benar tidak tahan jika terus harus berhadapan dengan Siwon yang selalu bersikap menyebalkan itu. Yoona siap menyebrangi jalan untuk menuju ke subway diseberang jalan. Tapi Siwon lebih cepat menarik tangannya.

“Ah.. Ayolah.. sampai kapan kau bersikap anti terhadapku?” Kata Siwon mengeluh pada Yoona.

Yoona hanya diam saja.

 “Mian haeyo, Jeongmal  huheo Mianhae.” Ucapan dari bibir Siwon terdengar tulus saat ia meminta maaf pada Yoona.

“Lepaskan tanganku.” Kata Yoona dengan nada suara yang dingin.

“Ok, aku akan lepaskan, tapi kita akan wawancara hari ini kan?” tanya Siwon sambil menampilkan wajah Innocentnya.

“Tidak.. aku tidak bisa bekerja tanpa mod yang baik. kau sudah sukses merusak modku. Jadi besok aku akan datang lagi dan ku harap kau tidak mengulanginya lagi. Jika besok kau juga menyebalkan. Aku akan meminta orang lain saja yang mewawancaraimu. Lebih baik aku kehilangan salaryku bulan ini, daripada harus berhadapan dengan orang menyebalkan seperti mu.”

Siwon memanggut-manggutkan kepalanya mendengar perkataan demi perkataan yang Yoona utarakan. Siwon akhirnya melepas tangannya dari tangan Yoona dengan perlahan. Dia seakan tidak rela membiarkan tangannya lepas dari tangan Yoona. Dia seperti takut Yoona akan pergi dan mereka tak akan bertemu lagi.

“Joh-a, aku mengerti, heem, apa kau mau aku antar pulang?”

“tidak perlu aku bisa pulang sendiri.”

“besok mau aku jemput?” Siwon, siwon sikapmu itu seperti benar-benar tak ingin Yoona pergi walau sementara saja.

“Besok aku bisa datang sendiri, jadi kau tidak usah repot-repot.”

“Aku tidak meresa direpotkan..”

Yoona menghela napas. “Ah.. ayolah, kapan aku bisa pergi jika kau terus saja berbicara?” keluh Yoona dengan ajah frustasi.

Kini siwon memanyunkan bibirnya. “Ok, See You Tomorrow.” Ucapnya pada Yoona.

Tanpa berbicara apapun lagi pada Siwon, Yoona melangkahkan kakinya menyebrangi jalan yang sudah menandakan pejalan kaki sudah boleh menyebrang dengan aman. Siwon masih berdiri Siwon memandangi tubuh Yoona yang memunggunginnya. Dia masih berdiri mamatung ketika Yoona sudah berdiri dihalte bus seberang jalan. Masih mengamati Yoona dari tempatnya berdiri. Dan ketika sebuah bus berhenti beberapa menit lalu akhirnya berjalan, Yoona sudah tak terlihat lagi dihalte tersebut, Yoona sudah dibawa pergi oleh bus itu.

Siwon menghembuskan napas panjangnya, sambil memegangi dada kirinya. “Jinja..kau benar-benar membuatku seperti lelaki brengsek. Apa yang harus ku lakukan? Aku sebenarnya tidak seperti itu, tapi aku sungguh-sungguh penasaran dengan mu. Dan aku tidak bisa mengontrol ucapanku sendiri, karena jantungku terus berdetak kencang…”

 

~**~

 

Malam hari di rumah kontarakan Yoona. Tipi diruangan tengah menyala tanpa ada yang menontonnya. Yoona sibuk didapur sedang memeriksa isi kulkasnya, untuk mencari sesuatu yang dapat ia makan dimalam hari. Ia mendadak lapar. Padahal tadi sore ia sudah makan nasi di kedai pinggir jalan saat pulang kerja. Tapi begitu jam menunjukan pukul delapan malam ia mulai diserang rasa lapar lagi.

“Sial! Kenapa dikulkas ini aku tidak punya stock apapun untuk mengganjal perut!” runtuk Yoona sambil menutup pintu kulkas dengan keras menggunakan kakinya.

Ini pertengahan bulan, ia belum menerima gajinya, gaji bulan kemarin sudah telanjur habis hanya untuk membawyar tagihan listrik dan kartu kreditnya. Jadi bulan ini ia lupa menyediakan makanan dikulkas, tapi uangnya terburu kehabisan begitu saja. hanya sisa untuk ongkos dan makan siang atau sore saja. tinggal di ibukota sendirian tanpa orang tua memang tidak mudah.

~Tokk..tookk..~

Terdengar ada yang mengetuk pintu rumahnya dari luar, Yoona berjalan menuju pintu. Ia mengintip dari lobang kecil yang dibuat pada pintu tersebut. Heechul? Untuk apa dia datang malam-malam seperti ini. Yoona memutar kuncinya dan menarik engkol pintunya.

“Lama sekali membukakan pintunya..” cerocos Heechul begitu Yoona membukakan pintu untuknya. Heechul melepas sendalnya diluar dan masuk kedalam rumah Yoona, ia mencari sandal dilaci dekat pintu masuk dan mengganti dengan sandal berbulu yang alasnya sangat tipis tapi lembut.

Yoona menutup pintu rumahnya lagi. Heechul yang membawa paperbag, langsung berjalan keruang tengah dan duduk disofa Yoona. Ia nampak sudah terbiasa melakukan hal itu. Yoona mengikutinya dan duduk disamping Heechul.

“Aku dengar dari Jessica kau mendapat tugas untuk menulis artikel tentang Siwon dan Twosomenya yang sukses itu ya?” tanya Heechul tanpa basa-basi.

Ah..Jessica, apa-apa tentang diriku yang aku ceritakan padamu selalu kau ceritakan lagi ke Heechul oppa! Ucap Yoona dalam hatinya mengutuk Jessica.

“Iya..” jawab Yoona malas.

“Terus bagaimana? Kau baik-baik saja kan? Semua berjalan lancar kan?”

Yoona menyandarkan kepalanya pada sandaran Sofa yang empuk. “Ah.. sayangnya aku sedang merasa buruk dan semua tidak berjalan lancar.” Curhat Yoona pada Heechul. Heechul sudah ia anggap oppa kandungnya. Makanya ia bisa berkata apapun sesantai mungkin padanya.

“Memangnya kenapa ada apa?” Heechul nampak tertarik mendengarnya.

“Walaupun sudah seminggu ini dia terus membuntutiku hanya untuk meminta maaf, dan hari ini aku menemuinya untuk urusan pekerjaan, rasanya canggung sekali, aku masih merasa risih jika harus berhadapan langsung dengannya. Kau tahu kan magnet yang saling tolak menolak? Aku merasa dengannya seperti itu.”

“Wah, susah juga ya,, kalau kau punya perasaan seperti itu padanya. Tapi Yoong, aku bukannya mau membelanya atau apalah.. sebenarnya Siwon itu tidak seburuk yang kau pikirkan kok. Yah walau aku mengenalnya belum lama juga, tapi kau tahukan aku pandai menilai orang? Jadi menerut penilaianku dia itu sosok pria yang cukup baik, ramah, sopan, loyal, taat beragama dan romantic.”

Yoona tertawa kecil mendengarnya. “Cihh.. orang seperti dia? Rasanya tidak mungkin.”

“Aku serius.. aku kan pernah bekerja dengannya untuk urusan coffee shop-nya itu selama sebulan. Dari caranya berbicara padaku dan Donghae, dari cara ia berbicara dengan ibunya ditelepon, dari cara ia berbicara dan memandang consumennya. Dia cukup baik.”

“Ah.. sudahlah, jangan berlebihan.. kita jangan bahas dia lagi, kau tahu? Aku tadi batal menginterviewnya. Akhirnya besok aku akan kembali lagi dan melakukan interview awal.”

Heechul menggelengkan kepalanya seolah tidak percaya. “Sampai seperti itu?”

Yoona hanya memanggutkan kepalanya saja. “Oppa, kau bawa apa? Kau datang disaat yang  tepat, sejak tadi aku kelaparan. Cacing-cacing diperutku sudah berdemo.”

Heechul tertawa mendengarnya. “Kau kan memang kapan saja lapar! Dasar! Makanya aku asal kesini selalu membawa makanan. Gunakanlah uangmu untuk membeli makanan yang cukup, bukan untuk membeli pakaian dan sepatumu yang sudah menumpuk dikamar. Jadi kau tidak akan kelaparan.” Heechul menasehati Yoona bak seorang kakak yang sangat perhatian pada adiknya,

“Ah.. oppa, namanya juga aku wanita. Jadi wajarlah..” jawab Yoona beralasan.

Yoona memeriksa paperbag yang dibawa Heechul ia melongokkan kepalanya kedalam sana, sambil memasukkan tangannya dan mengeluarkannya satu persatu. “wahh.. ini Ddeobokki!!” seru Yoona bergembira begitu ia mengangkat kotak berukuran yang yang baunya khas pedas dari Ddeobokki. Lalu ia memeriksa lagi, didalamnya ada dua set daging sapi dan tiga botol menuman Gingseng penambah stamina.

“Tadi ibumu datang kerumahmu, tapi kau tidak ada, jadi ia mengunjungiku. Dan menitipkan daging dan minuman itu untukmu.” Kata Heechul memberi tahu Yoona.

Yoona menghela napas. “Kenapa ibu tidak menelponku? Dia selalu saja menayakan sesuatu tentangku padamu, kau dibayar berapa untuk memata-mataiku? Huh?”

~Pletakk..~

Jitakan Heechul mendarat dikepala Yoona. Yoona meringis kesakitan sambil mengusap-usap kepalanya. “Aku hanya membantu ibu saja, karena kau selalu berbicara tidak jujur pada ibumu!”

Yoona memanyunkan bibirnya. “aku kan hanya tak ingin membuatnya cemas. Dia sudah terlalu sibuk mengurusi rumah makannya.”

“Bairpun begitu diakan orang tuamu satu-satunya! Orang tua mana yang tidak mencemaskan anaknya, walaupun anaknya sudah berusia 26 tahun dan layak menikah.”

Yoona memukul lengan Heechul. “Stop! Aku lapar! Aku tidak mau pembicaraan tentang ibu yang menyuruhku segera menemukan lelaki dan menikah! Aku sudah cukup pusing dengan hari ini. Jadi jangan lanjutkan obrolan itu!”

“Hahaha.. dasar anak nakal!” Heechul hanya menanggapinya dengan tertawa dan benar-benar tidak membahas masalah pernikahan pada Yoona. Dia juga punya rasa kasian pada Yoona. Yang terus dipaksa ibunya yang single perents itu untuk segera menikah, padahal kekasih saja Yoona tak punya.

 

~**~

 

Begitu pagi ini Yoona datang ke Twosome Coffee Shop,Siwon sudah menyambutnya dengan senyuman lebar bak matahari yang bersinar cerah dipagi ini. Yoona hanya meringis geli melihat tingkah Siwon.

“Syukurlah kau benar-benar datang lagi.aku senang sekali.” Kata Siwon mengungkapkan perasaannya.

Yoona hanya membalasnya dengan anggukan kepala sekali.

“Hemm.. jika mengobrol disini tidak begitu membuatmu nyaman karena aroma kopi, kita bisa bicara diruanganku saja bagaimana? Hari ini akan cukup ramai karena ada yang sudah reservasi lantai satu untuk acara reoni.” Jelas Siwo pada Yoona.

Yoona memandangi sekeliling Coffee shop milik Siwon. Lalu ia melirik jam tanganya, jam menunjukan pukul sepuluh pagi, tapi keadaan coffee shop ini cukup ramai dengan beberapa pelanggan yang sudah duduk manis sambil mamainkan gadget dengan fasilitas free wifi atau hanya sekedar membaca Koran dengan ditemani secangkir kopi. Yoona jadi penasaran, seberapa isimewahnya coffee shop ini? Padahal baru sembilan hari dibuka, penggemarnya sudah cukup banyak. Dan bahkan katanya siang ini sudah ada yang reservasi? Sebegitu terkenal dan berkelaskah Twosome ini? Bukankah coffee shop itu sama saja? lebih berkelas mana twosome ini dengan Starbuck? Entahlah Yoona juga tidak pernah mendatangi Starbuck secara rutin, dia hanya pernah sekali kesana. Dan suasananya ramai sekali, semua orang menikmati waktu senggang mereka disana. Jika bukan karna waktu itu urusan workshop ia juga tidak ingin datang ke starbuck. Karena Starbuck adalah coffee shop. Coffee shop adalah kafe yang menjual berbagai menu kopi. Dan kopi adalah sesuatu yang dibenci Yoona.

“Jadi bagaimana? Apa kita bicara di tempat lain saja disekitar sini?” tanya Siwon lagi. Karena sejak tadi Yoona tak mempedulikannya dan hanya memandangi sekeliling coffee shop saja.

“Ouhh.. tidak usah diruangan mu saja bisa.” Jawab Yoona akhirnya.

Siwon tersenyum puas. “Baiklah.. kau adalah orang pertama yang memasuki ruang kerja baruku. Ayoo ikuti aku.”

Siwon berjalan masuk kedalam deluan, dan Yoona mengekorinya dari belakang. Siwon tersenyum ramah ketika seorang pelanggan menyapanya. Yoona melihat adegan itu. aneh sekali, kenapa pelanggan dengan pengolah coffee shop terlihat seperti teman dekat. Siwon bahkan menyapa beberapa pelanggan yang sedang sibuk tapi menghentikan aktifitasnya ketika dirinya dan siwon lewat. Yoona jadi tambah heran.

Siwon membuka pintu ruang kerjanya. Yoona terkagum-kagum begitu melihatnya.

Ruangan yang ada dipersembunyian Coffee shop, ruangan mini berbentuk persegi ada sebuah televisi lengkap dengan dvd yang menempel dinding, kasur berukuran sedang disudutnya, dan sebuah meja berbentuk lingkaran dengan tiga kursi ditengah-tengahnya, dan lantai yang terbuat dari kayu klasik, benar-benar terlihat hangat dan nyaman, dan diruangan ini juga dilengkapi AC serta pemanas ruangan. Pasti ini hasil design interior Heechul. Yoona jadi berpikir akan meminta tolong Heechul untuk merubah bentuk rumah kontrakannya yang berantakan itu tatanannya.

“Silakan duduk. Aku akan ambilkan susu coklat untukmu., ini terpaksa aku adakan, karena kau tidak suka kopi.” Kata Siwon kali ini terdengar ramah dan pengertian sekali.

Yoona tersenyum kecil mendengarnya. Dia berjalan menuju kursi itu dan duduk diatasnya.

“Tunggu sebentar ya..” kata Siwon lalu pergi lagi keluar ruangan meninggalkan Yoona sendirian.

Yoona mengedarkan pandangannya lagi pada ruangan kecil tempat persembunyian siwon di coffee shop barunya ini. Yoona berdiri dan tertarik melihat ada cermin di dinding. Apa-apaan ini kenapa ada cermin sebesar ini. Cermin ini jadi merusak dekorasi yang sudah bagus. Yoona tidak tahu saja, kalau cermin itu adalah teman curhat Siwon yang membuatnya jadi percaya diri.

Yoona berjalan lagi didekat kasur dari laci, dan diatas laci itu ada sebuah piala-piala kecil bertuliskan penghargaan. Yoona membacanya satu persatu dari lima piala kecil yang terbuat dari kaca itu.

“penghargaan barista Star coffee shop diberikan kepada Choi Siwon, tahun 2006 di Los Angles. Waahh… lalu penghargaan the best Team work management tahun 2009 di Los Angles.  Penghargaan mahasiswa teladan tahun 2007 fakultas Bussiness management.  Penghargaan lulusan terbaik ‘Master Management’ tahun 2008, dan penghargaan penjualan kopi terbaik di korea selatan tahun 2012.”

“Apa yang sedang kau lakukan?”

Yoona melompat kaget saat mendengar suara siwon tiba-tiba. Siwon sudah berdiri dibelakang tubuhnya. Sambil ikut menatap perhargaan yang semuanya diberikan kepada Choi Siwon. Sejak kapan siwon berdiri sedekat ini?

“itu hanya sebagian kecil saja. tapi itu yang paling berharga dari semua yang ku miliki.” Kata Siwon menceritakan pada Yoona.

“Kau tidak meletak semua ini  didalam kaca yang diletakan di dekat meja kasir? Biar semua pelanggan mu bisa melihatnya? tapi kau malah meletakan piagam Top brand saja.” tanya Yoona penasaran. Kenapa penghargaan yang dapat menuai kekaguman dan pujian serta nilai plus malah disimpan diruang tertutup tersembunyi seperti ini.

Siwon tersenyum kecil. “aku bukan tipe orang yang suka mengumbar apa yang aku miliki. Dan karena lima penghargaan itu berharaga maka aku benar-benar menyimpannya dengan baik, menjaganya dengan baik dan dapat ku nikmati sendiri.”

Yoona tertawa kecil. Jawaban yang tak terduga, lucu sekali.

“Mari duduk. Dan kita mulai interviewnya.” Ajak Siwon.

Yoona menoleh dan memandangi Siwon, kenapa sekarang jadi Siwon yang tidak sabar untuk segera interview? Padahal kemarin ia yang memperlambat proses interview awalnya. Aneh sekali. “Kau sibuk hari ini?” tanya Yoona sambil mengikuti Siwon duduk dikursi tadi, mereka duduk berhadapan.

“Tidak juga sih, kerjaanku kan hanya mengontrol Twosome di Gangnam maupun di Insandong saja. aku hanya mengikuti kemauanmu untuk tidak meperlambat pekerjaanmu dan membuat mod mu buruk.” Jawab Siwon terlihat ‘itukan maunya Yoona’

Yoona menaikan bahunya. “Oke baiklah..” Yoona mengeluarkan recorder, pulpen dan buku catatannya yang kemarin, dari dalam tas.

Sebelum mengajukan pertanyaan pada Siwon, ia mengangkat gelas diatas meja dan menikmati Minuman coklat yang disajikan oleh Siwon. Siwon memperhatikan cara minum Yoona dengan saksama. Ia seperti sedang menunggu reaksi dari Yoona. Yoona hanya diam sambil menatap gelas yang dipegangnya, keningnya berkerut. Lalu ia menaikkan alisnya dan meletakan kembali gelas itu keatas meja. Siwon tersenyum puas  melihatnya. Yoona tidak berkomentar apapun setelah meminumnya.

Yoona menyalakan recordernya, lalu ia mulai mengajukan pertanyaan awal “Jadi Siwon ssi, bagaimana awalnya muncul ide untuk membuat Coffee Shop dengan nama Twosome? Dan apa yang membedakan Twosome dari coffee shop lainnya? Bisa kau ceritakan sedikit pengalaman hidupmu juga pada kami?” Yoona siap menulis apa yang dikatakan oleh Siwon.

Siwon tersenyum sambil memandangi Yoona yang terlihat serius. Jadi seperti ini jika wanita yang terlihat galak dan anti dengan dirinya disaat bekerja sebagai wartawan? Menarik juga. pikir siwon dalam hatinya.

“Sejak SMP saat usiaku 12 tahun aku dan keluargaku pindah ke Los Angles. Aku tinggal disana bersama orang tuaku sampai aku lulus SMA, rumah kami saat itu dekat dengan pabrik pengelolahan biji kopi export, Ayahku selalu membelinya dari situ setiap minggu, dan aku melihat kebiasaan ayahku yang meminum Kopi setiap pagi sambil membaca Koran sebelum berangkat kerja. Aku senang sekali melihat gaya ayahku yang memegang cangkir lalu mengesap kopinya. Dia lebih terlihat lelaki sekali. Aku juga senang sekali mencium aroma biji kopi yang digiling ibuku si mesin coffee maker. Harumnya sangat pekat. Aku tadinya cukup heran dengan biji kopi kecil hitam itu jika digiling lalu diseduh akan menjadi sebuah menuman yang sangat nikmat. Aku sendiri mulai mengkomsumi kopi saat aku SMA, kata ayahku aku boleh meminumnya tapi sehari hanya boleh sekali. Dan tidak dengan merokok.” Dia mengambil jedah dan tersenyum, dia jadi teringat masa itu lagi.

Yoona menghentikan menulisnya. Dia menarik napas sedikit. Dia tadi sudah membayangkan biji kopi yang ia takuti.

“Kopi itu mengandung Kafein kan?kafein tidak baik untuk kesehatan organ tubuh seperti jantung dan hati…kau tidak takut kalau kesehatan mu terganggu, dan pelangganmu juga?”

Siwon memandangi Yoona dengan serius. “Dari sebuah penelitian kopi juga bisa untuk kesehatan. Tapi maximal kita hanya boleh mengkonsumsinya tiga gelas saja perhari.Seperti obat saja, tiga kali sehari, jika dikonsumsi berlebihan obat juga bisa membunuhmu! Dan aku biasa meminumnya dipagi hari saja.atau dikala dingin dan butuh waktu begadang. Kopi sangat berguna untuk tubuhku. Ah.. lagipula sekarang ada kopi low acid dan kafein. Ini dinamakan white coffee, kau mau coba?”

Yoona hanya balas menatap Siwon dengan serius. “No, Thanks.”

Siwon melanjutkan berceritanya lagi. “kopi pertama yang aku nikmati adalah kopi susu, dimana kopi yang dicampurkan susu putih. Rasanya sangat enak. Tapi saat itu aku tidak menemukan susu dirumahku jadi aku membuat kopi hitam sendiri menggunakan coffee maker dan kebetulan tidak ada gula juga. aku tetap membuatnya, warnanya jadi hitam pekat dan kental. Lalu aku menyaring ampasnya. Dan aku meminumnya, pahit. Rasanya pahit tapi nikmat. Dan ketika kuberitahu ayahku, dia berkata dengan bangga bahwa aku baru saja berhasil membuat espresso ternikmat. Saat itu juga kopi favorite ku adalah espresso. Orang tuaku kembali ke korea dan aku tetap tinggal di LA, aku berkuliah disana mengambil fakultas ilmu management bisnis. Ayahku berharap aku bisa meneruskan bisnis yang ia geluti sejak lama. Aku satu-satunya anak lelaki mereka. Aku mempunyai adik perempuan yang masih berusia duapuluh tahun.”

“Selagi aku kuliah, aku merasa bosan, hanya kuliah dan pulang ke rumah kontrakan yang aku tempati bersama dua orang teman ku disana. Heemm, salah satunya Donghae ssi. Aku melihat kedua temanku itu berkuliah sambil mencari uang dengan magang di super market. Aku jadi tertarik, ku pikir itu cukup bagus. Tapi aku tidak melamar di super market melainkan di coffee shop yang letaknya tidak jauh dari Universitasku. Aku diterima kerja paruh waktu disana. Mereka mengetes kemapuanku mengenal nama-nama kopi. Dalam beberapa jam aku sudah bisa membedakan jenis-jenis kopi itu dan bagaimana cara mengolahnya menjadi minuman kopi yang beraneka ragam. Aku benar-benar tertarik dengan kopi aku bahkan sampai browsing di internet tentang kopi-kopi tersebut. Dan  kau tahu? Mereka menyuruhku menjadi barista tetap coffee shop mereka. Dan aku setujuh. Aku juga mencintai pekerjaan ku itu. aku bahkan sempat disekolahkan cara membuat kopi selama setahun oleh mereka. Dan beberapa tahun berlalu sampai aku melanjutkan studi ku untuk mendapat gelas S2, aku tetap bekerja disana. Dan aku tinggal sendiri dikontrakan karena temanku sudah kembali kenegara asal mereka masing-masing setelah lulus. Dan dua tahun aku menjadi pegawai tetap mereka, aku mendapat penghargaan sebagai barista terbaik di Star Coffee shop.” Siwon tersenyum bangga sambil memandang piala di atas laci dekat tempat tidurnya itu. Yoona ikut menatap itu.

“Dari pengalaman hidupku itu, maka begitu aku kembali kekorea, aku memutuskan untuk membuat Coffee shop sendiri, aku sudah belajar semuanya di Amerika sana, jadi aku tinggal memperaktekannya dengan baik. aku memberikan nama  Twosome untuk Coffee Shop ku, yang artinya Dua orang pemain.”

Yoona mengerngitkan dahinya. “Dua orang Pemain? Apakah ada makna lainnya?”

“Sebenarnya Twosome itu juga pelesetan dari Handsome, Tampan, kan aku ini Tampan. Iyakan?” tanya Siwon pada Yoona.

Yoona mencibir upan Siwon. Mulai deh pria ini bersikap narsis. Siwon tertawa kecil melihat reaksi Yoona.

“Dua orang pemain itu adalah aku, Aku si pencinta kopi dan aku si pengelolah coffee shop. Jadi dua pemain dalam satu permainan, seperti bermain baseball. Ada pelempar dan ada pemukul, Kau mengertikan?”

Yoona memanggutkan kepalanya.

“Dan yang membedakan Twosome dari Coffee Shop lainnya adalah, Menu olahan kopi yang aku sediakan.” Lanjut Siwon. “Dari yang benar-benar kopi murni seperti Espresso sampai Kopi-kopi yang sudah dimodifikasi dan sangat modern. Seperti coffe mix yang diblender dengan es batu, lalu diberikan topping atau Bubble. Anak muda biasanya suka yang seperti itu. dan tentu suasana Shop kami yang berbeda, pelayanan, keramahan dan cita rasa. Dan jika pembaca penasaran, kalian bisa datang kesini dan membedakannya dengan yang lain.” Siwon tersenyum puas. Selesai sudah ia menjawab dengan detail pertanyaan awal yang di ajukan Yoona.

“Baik.. Aku rasa ini sudah cukup, aku akan menuliskannya menjadi sebuah artikel dan biografi singkatmu. Dan pertemuan lusa.. ah.. iya pertemuan lusa rasanya aku ingin mengganti dengan rekan ku saja.” ucap Yoona terlihat frustasi.

“Kenapa? Kenapa harus ganti? Kau sudah melakukannya dengan baik kok, dan aku juga sudah berusaha bersikap baik dan menuruti kemauanmu. Kenapa harus ganti orang?” Siwon seakan tidak rela sama sekali.

“Karena  aku harus mengetahui bagaimana cara pembuatan kopi di caffee shop mu ini.  Tidak semuanya sih kau hanya perlu memberikan beberapa referensi kopi ternikmat di Twosome ini. Dan sedikit mengajariku juga bagaimana cara membuatnya agar aku bisa menulisnya dimajalah.”

“Aku akan menghentikan wawancaranya jika  yang datang bukan kau! Karena kau yang memulai maka kau juga yang harus mengakhirnya!”

Yoona terdiam. Kopi. Lagi-lagi kopi. Kenapa akhir-akhir ini hidupnya harus berhadapan dengan kopi. Terkadang sesuatu yang kita hindari memang lebih dekat dengan kita daripada sesuatu yang kita inginkan. “Kita lihat saja nanti.” Yoona memasukan semua peralatannya kedalam tas, dan memakai tasnya.

“Mau aku antar pulang?” tawar Siwon dengan senang hati.

“Tidak usah.” Jawab Yoona. Siwon sedikit terlihat kecewa jadinya. “Oh. Iya terima kasih atas hot chocolate nya, itu enak sekali, kalau bisa kau menjualnya saja di Twosome.. dan terimakasih atas jawaban dan kelancaran wawancara hari ini.”

Siwon hanya memanggutkan kepalanya saja. lalu mengantarkan Yoona keluar dari ruangannya. Sekarang keadaan Coffee shopnya sudah sedikit sepi, beberapa pegawainya sedang membersihkan coffee shop. Acara reoninya baru saja selesai rupanya, karena didepan sana terlihat mereka yang baru akan meninggalkan coffee shop ini dengan wajah cerah dan ceria.

“Sampai ketemu lagi besok!” ucap Siwon begitu Yoona melangkah pergi dari Twosome.

Yoona hanya mengangkat tangannya dan tanpa menoleh pada Siwon. Tapi setidaknya suasana hatinya mulai membaik dari pada kemarin. Buktinya ia tidak meledak dan marah-marah hari ini. Bahkan hari ini dia tersenyum.

 

~***~

 

Dua hari kemudian, Yoona akhirnya datang kembali ke Twosome, pakaian yang ia kenakan hari ini lebih santai dari pada kemarin. Ia membawa camera SLR yang ia gantung dilehernya. Siwon yang berada didalam Coffee Shop dapat melihat Yoona sedang berdiri diluar sedang memfoto-foto Twosome miliknya. Siwon tersenyum melihat Yoona dari balik kaca.

Yoona masih sibuk mengambil gambar dengan posisi yang bagus untuk ia muatkan didalam artikelnya nanti tentang Twosome ini. Ia datang sore hari agar bisa mengambil view pengunjung yang ramai dan view malam hari nanti setelah ia selesai belajar membuat Kopi bersama Siwon.

Siwon memutuskan keluar dari Coffee Shopnya untuk menghampiri Yoona, heem.. atau bisa jadi untuk menggoda Yoona.

“Heyy!! Wartawan Yoona ssi!” Panggil Siwon yang berdiri didekat pintu masuk.

Yoona menurunkan kameranya, ia menatap Siwon yang berdiri sambil bertulak pinggang dan tersenyum lebar.

“Jika kau ingin view foto-nya bagus. Ambilah juga gambarku didepan Coffee shop ku ini.” Kata Siwon dengan percaya dirinya.

Yoona tertawa geli. Baru kali ini dia bertemu pria yang tingkat kepercayaan dirinya tinggi sekali. Dia benar-benar type Gangnam Man.

“Hemm Coba kau maju sedikit agar Billboard Twosomenya terlihat. Aku akan memfoto mu!” perintah Yoona. Lalu mulai membidik gambar dengan SLR-nya.

Siwon lansgung maju dua langkah. “Sudah pas?”

“Ya! Kekanan sedikit!” teriak Yoona.

Siwon menggeser dirinya kekanan. Yoona memberikan tanda ok dengan jarinya.

Siwon memasukan kedua tangannya pada saku celananya ia berdiri santai sambil tersenyum kearah kamera. Yoona menghitung-nya sampai tiga. Dan sinar blits keluar dari kamera itu. Yoona mengecek hasil jepretannya.

Siwon menghampiri Yoona dan berdiri disamping Yoona. “Bagaimana hasilnya? Keren kan? Nanti fotonya ukurannya paling besar ya dimajalah.”

“Ya.. kalau foto ini tidak terbakar.” Ucap Yoona asal.

“Kau ini… wajah tampan sepertiku tidak akan mungkin merusak kamera itu tau..” elak Siwon.

Yoona hanya manaikkan bahunya, ya kan siapa tahu, bisa saja. tapi si memang tidak mungkin, Yoona juga berkata itu dengan maksud yang tidak serius. Dia hanya tidak ingin menambah rasa percaya diri Siwon saja. bisa-bisa kalau dipuji hasil fotonya memang lebih bagus dan hidup jika ada siwon. Bisa-bisa pria itu besar kepala lagi.

Yoona dan Siwon berjalan masuk kedalam, Yoona mulai mengambil beberapa foto lagi. Diam-diam ia mempotret Siwon yang sedang menyapa pelanggannya, dan Siwon yang sedang berbicara dengan pelayannya. Lalu ia mempoto kondisi dapur pembuatan Kopinya, dan mesin-mesin coffee maker. Dan lagi-lagi Yoona memfoto Siwon yang sedang berjalan kearahnya. Dengan sikap terkejut Yoona langsung menurunkan kameranya.

“Kau mengambil gambarku diam-diam ya?” tanya Siwon pada Yoona.

“Tidak! Enak saja. tidak kok…” jawab Yoona berbohong.

“Kalaupun iya juga tidak apa-apa.. eh, apa kau mau foto berdua denganku?” tanya Siwon dengan tatapan menggoda Yoona.

Yoona meringis dan menjauh dari Siwon. “Tidak mau..” jawabnya singkat.

Siwon hanya terkekeh melihat sikap Yoona yang jadi salah tingkah begitu.

Siwon membawa Yoona kedapur dalam pembuatan kopi, karena dapur depan sedang sibuk melayani pelanggan yang kalau sore menjelang malam malah semakin ramai, karena jam orang pulang kerja. Dan mereka biasa ngobrol santai sambil ngopi  disini.

“Aku akan merekomendasikan lima jenis Coffee terbaik dan termahal disini. Dan ini selalu banyak dipesan pelanggan jika mereka kesini. Dan aku akan tunjukan apa istimewah dari lima jenis Coffee ini.” Jelas Siwon terlihat serius. Yoona juga serius mencatatnya.

Siwon mengambilkan segelas coklat hangat yang sama seperti kemarin untuk Yoona. Yoona dengan senang hati meminumnya, Siwon lagi-lagi terlihat seperti menunggu reaksi dari Yoona. Tapi Yoona nampak tak masalah dan menyukai minuman itu, dan lagi-lagi Siwon tersenyum puas.

“Ristrreto, Coffee Latte, Café Bombon, Crème Brulee, and Irish Coffee.” Siwon menyebutkan semua nama Kopi yang ia rekomendasikan.

Yoona mengkedipkan matanya berkali-kali. Tadi siwon bicara apa? Dia baru pernah mendengar semua nama jenis kopi tersebut, ouh, kecuali Coffee Latte. Tapi selebihnya apa itu tadi? Aneh sekali. “Apa  tadi nama-namanya? Heem..resto? crime rulee? Iris?bon bon?” ulang Yoona dengan semua pelapalan yang salah.

Siwon sampai terkikik mendengarnya. Siwon mengambil kertas dan pulpen yang dipegang Yoona, lalu dia menuliskan semua nama kopi tadi di catatan Yoona. Dan ia membacakan ulang tulisannya itu didepan Yoona. “Ristrreto, Coffee Latte, Café Bombon, Crème Brulee, and Irish Coffee.”

Yoona hanya terdiam, dia mencoba membaca ulang tulisan itu didalam hati, ah, tapi gagal itu terlalu sulit dan asing baginya. Ia jadi penasaran nama aneh untuk kopi tersebut bentuknya seperti apa? Apakah kopinya juga aneh seperti namanya?

“Sudah tidak usah dipikirkan, kalau kau sulit mengingat dan mengatakan nama kopi-kopi itu, nanti kau jadi migrant lagi.” Ledek Siwon pada Yoona, Yoona hanya membalas perkataan siwon dengan dengusan kesal.

“Aku jelaskan yang mana dulu ya?” tanya Siwon pada dirinya sendiri, kalau tanya Yoona, Yoona mana mengerti. Dia saja baru tahu semua nama kopi yang unik itu tapi bagi Yoona, aneh.

“Kesini!” Siwon melambaikan tangannya agar Yoona mendekatinya. Yoona berjalan menghampiri Siwon. Dan berdiri disisi kanan siwon. Mereka sekarang berhadapan dengan sebuah mesin coffee maker.

Siwon mengambil beberapa biji kopi murni, lalu ia memasukan kedalam mesin Coffee maker. “Biji kopi pilihan ini di import langsung dari costa rica.” Jelas Siwon. “Sekarang aku akan tunjukan padamu cara membuat Ristretto coffe. Ini kopi yang paling terkenal di Belanda,kau tau belanda tidak?”

“Tau, tapi aku belum pernah kesana.” Jawab Yoona dengan polosnya.

“Kapan-kapan aku kan mengajakmu kesana.”

Yoona menatap Siwon, barusan pria ini bicara apa?

“kopi ini setara dengan Espresso. Tapi kepekatan warnanya lebih kental jika dibandingkan dengan Espresso.” Jelas Siwon pada Yoona. Lalu Siwon mengambil cangkir kopi yang ada di dekat situ. “ini yang namanya Espresso, kau mau coba? Karena ini sisa aku minum, pasti rasanya lebih enak.”

“Ouh, thanks! Seriuslah sedikit.” Gerutu Yoona, atas sikap Siwon yang selalu membuatnya kesal.

“Ok!” Siwon, memasukan air mendidih sedikit kedalam mesin coffee maker itu, dan membuka penyaringanya, untuk menyaring ampas kopi, “jenis ini lebih cepat proses penekanannya, dan hanya memerlukan sedikit air saja., dan volume yang dihasilkan juga lebih sedikit.” Lalu siwon menyalakan mesin pembuat kopi tersebut, hanya sekitar dua menit siwon mematikan mesin tersebut. Lalu meletakan cangkir dibawah lubang mesin, dan hanya menekan tombol biru, air kopi yang sudah diolah keluar dari situ, dan kopi berwarna hitam lekat yang meluncur jatuh kedalam cangkir membuat gelembung busa halus diatasnya, dan harum  kopi langsung tercium sangat tajam.

“Sudah selesai!” ucap Siwon dengan bangga.

“Waahh… Secepat itu? kenapa sederhana itu bisa mahal? Aneh sekali.” Keluh Yoona, yang memang tidak paham tentang jenis kelas kopi.

Siwon mendesah.”tadi aku sudah bilangkan kalau biji kopi ini di inport dari Costa rica? Dan jenis kopi ini sangat terkenal dan disukai orang belanda? Jadi itulah alasannya kopi ini patut dibayar mahal. Lagi pula kau cium aroma khas dari kopi ini kan? Ini menandakan kelezatannya.” Jelas Siwon jadi sedikit geregetan dengan Yoona.

“Ouhh.. begitu..” Yoona tak dapat berkomentar apapun, dia memang tidak tahu apa-apa.  Lalu dia mencatat semuanya tadi, dan ia memfoto hasil kopi tersebut.

“Sekarang..cafe Bombon.”

“apa itu? café? Kitakan lagi bicara soal kopi.”

“Aisshh! Café Bombon juga Kopi, nona!”

Yoona melongo.

“Karena hampir semua jenis kopi bermula dari Espresso, maka kami memang setiap hari selalu membuat Espresso hangat dan ditampung dalam tabung mesin ini.” Siwon mengajak Yoona mendekati mesin kaca yang berisi kopi hitam yang bergelembung-gelembung karena diaduk oleh mesin yang berputar-putar dibawahnya.

Siwon mengambil cangkir kaca berbentuk lingkaran.yang digantung pada dinding. Yoona menyalakan mesin recordernya, dia tidak akan bisa mencatatat sambil memperhatikan siwon bekerja. Yoona juga harus memfoto setiap proses dan hasil kopi tersebut.

“kalau yang satu ini terkenal di Valencia, Spanyol. Kau belum pernah ke Spanyol juga kan?”

Yoona menggelengkan kepalanya.

“ah.. bagus, kapan-kapan aku akan mengajak kau kesana juga.”

Yoona melirik Siwon. Lagi-lagi Siwon bercanda dengannya.

“Aku ini orang yang serius dalam ucapanku loh…” kata Siwon seolah bisa membaca pikiran Yoona. “tapi Jika kau jadi kekasihku.. heemm.. sudahlah lupakan.” Siwon nampak salah tingkah, Yoona juga.

Siwon mengisi setengah dari cangkir itu dengan susu cream putih yang cukup kental yang keluar dari mesin disebelah Espresso. Lalu siwon memindahkan cangkir itu ke tadahan mesin espresso. Dan mengisi cangkir itu dengan espresso. “antara cream milk dengan Espresso harus seimbang satu banding satu, maka ia akan menjadi terbagi dua, susu dibawah dan espresso diatas. Seperti air dengan minyak.” Jelas Siwon pada Yoona.

“Ahh.. iya.. benar…” Yoona nampak lagi-lagi terheran-heran dengan jenis kopi yang ditunjukan pada Siwon. Apalagi ia melihat sendiri bagaimana cara pembuatannya. Kalau boleh jujur Yoona sedikit heran dan kagum saat ia mempoto hasil kopi tersebut.

“Sekarang Irish Coffee. Tolong ambilakan Wiskey di lemari itu.”

Yoona menoleh ke lemari yang ditunjuk Siwon. Wiskey? Apalagi? Kopi campur wiskey. maksudnya? Aneh-aneh saja. bagaimana rasanya nanti? Tapi  walau Yoona masih tidak mengerti ia tetap berjalan dan mengambil Wiskey yang dimaksud oleh Siwon dilemari tersebut.

“Wiskey yang kau pegang itu aku import dari Alaska.” 

Yoona menatap botol wiskey yang ia gendong itu.

Yoona berdiri didepan mesin pembuat kopi. Siwon mendekatinya dan berdiri tepat dibelakang Yoona. Yoona tersentak kaget. “Apa yang kau lakukan?!”

Siwon tersenyum nakal. “ingin memasukan biji kopi yang kau benci ini kedalam mesin kopi ini.” Siwon memasukan satu skop biji kopi kedalam coffee maker dihadapan Yoona. Yoona terdiam, saat tangan Siwon melingkari tubuhnya. Posisi mereka seperti sedang back hug.

Siwon memasukan beberapa sendok brown sugar dan crem kedalam nya, serta sedikit air hangat. Yoona benar-benar tidak bisa kergerak sedikit pun. Mendadak ia menjadi gerah dan jengah diperlakukan seperti ini. Apalagi saat dagu Siwon menyentuh kepalanya dan lengan siwon tersentuh punggungnya. Ia merasa ada aliran listrik yang menyetrum tubuhnya. Bulu kuduknya berdiri, ia merasa merinding mendadak, dan jantungnya berdetak lebih kencang dari pada biasanya.

Suara coffee Maker yang baru dinyalakan Siwon mengejutkan Yoona dari lamunannya. Dia bergerak dengan sikap salah tingkah dan memutar tubuhnya dengan terburu-buru, alhasil bukannya lolos dan minggir dari sisi Siwon dia malah berhadapan dengan Siwon dan wajahnya menabrak dada Siwon.

“Apa yang sedang kau lakukan?” tanya Siwon, sambil tersenyum aneh.

“Ah.. Jinja!!” jerit Yoona. Yoona langsung mendorong dada Siwon dengan tangannya dan sekuat tenaganya sampai Siwon terdorong sedikit kebelakang. “Kau benar-benar mencuri kesempatan!”

Mata Siwon terbelalak. “Mwo? Apa kau bilang?aku? kau yang mencium dada ku?”

“aku tidak menicumnya! Tapi tidak sengaja menabraknya!”

“Sama saja! dan bibirmu menempel di dadaku!” Siwon menunjuk letak dada kanannya yang ditabrak Yoona tadi. “Astaga! Apa ini? Lipstikmu bahkan menempel di kemeja putihku! Jadi jelaskan sekarang siapa yang salah?”

Yoona memandangi kemeja putih yang dipakai Siwon ada cap bibirnya berwarna pink dibagian dada kanan. Kenapa bisa jadi begini. Ini benar-benar masalah.

“Boss…!!”

Seorang pelayan wanita dan barista pria masuk kedalam dapur belakang. Untuk mencari Siwon. Tapi Siwon sedang berdebat dengan Yoona.

“Ada apa?” tanya Siwon pada karyawannya itu.

“Ada seseorang tamu yang mencari Boss. Ia ingin bertemu dengan anda.” Kata pelayan wanita itu dengan sopan.

“Ouh.. begitu? Tunggu sebentar.”

Siwon menatap Yoona sebentar yang masih menundukan wajahnya. Barista itu memperhatikan gerak-gerik Siwon dan Yoona. Sebenarnya sejak tadi ia agak sedikit penasaran, karena Siwon berpesan pada seluruh karyawannya agar tidak kedapur belakang, kecuali ada urusan penting, karena sekarang ada urusan penting, maka barista itu ikut pelayan wanita tersebut kedapur belakang untuk melihat apa yang dilakukan atasannya dengan wanita yang akhir-akhri ini sering datang ke Twosome dan menemui atasannya. Dan lagi kalau dia tidak salah ingat itu, wanita yang menemui atasannya alah wanita di Grand opening, yang dicium oleh atasannya. Barista ini benar-benar penuh curiga.

Barista tersebut tak sengaja melihat kemeja Siwon dan mendapati bekas cap bibir berwarna pink didada kanan Siwon. Matanya melebar dan mulutnya terbuka. Ia menyenggol pelayan wanita disebelahnya. Dan menunjukan noda itu kepadanya.

“Ommo!!” pelayan wanita itu memekik kaget. Nampaknya mereka berdua sudah salah pahan hanya karna melihat noda bibir Yoona dikemeja Siwon.

“Apa? Ada apa?” tanya Siwon bingung.

“Apa yang boss dan wanita ini lakukan? Sampai ada noda lipstick dikemeja?” tanya pelayan itu dengan polosnya.

“Ah.. ini bukan apa-apa.. sudah kaliah keluar sana! Aku akan menemui tamu kita!” perintah Siwon dengan tegas. Dan kedua karyawannya itu langsung keluar dan berbisik-bisik tentang opini mereka.

Siwon ingin melangkah keluar tapi Yoona cepat-cepat menahan Siwon dengan menarik tangan Siwon.

“Wae?”

“Kau tidak bisa menemui tamumu dengan kemeja itu!” cegah Yoona.

“lalu aku harus bagaimana? Mengganti baju dulu baru menemuinya?”

Yoona nampak jadi serba salah. “Aku rasa cukup dua karyawanmu saja yang salah sangka, atas noda itu. tapi tidak dengan tamu mu..” ucap Yoona dengan sikap malu.

“Hah.. kau takut mereka akan berpikir kalau kita habis bercumbu? Heem? Hahhaa.. kita tidak melakukan apapun. Tapi kalau lihat ini, memang kesannya kau habis menciumi dadaku dengan penuh nafsu.”

“Hentikan! Aku bilang tidak sengaja! Pokoknya kau tidak boleh keluar sebelum mengganti kemejamu!”

Siwon mendangak, meninggikan lehernya, Yoona bingung, Siwon sedang  apa seperti itu.

“Bukakan kancing kemeja atas ku.”

“nde??” pekik Yoona kaget.

“tanganku kotor.. cepat!”

Mau tidak mau Yoona membukakan kancing atas kemeja Siwon yang kencang itu. tangan Yoona jadi lemas saat membuka kancing dan menatap leher Siwon, yang jakunnya naik turun seiring napasnya. Tapi akhirnya ia berhasil membuka kancing tersebut. Sampai keringat muncul dipelipisnya.

Siwon berjalan kearah washtaffel dan mencuci tangannya. Lalu membuka semua kancing kemejanya. Sambil berjalan kearah loker yang ada didapur. Yoona terus mengikuti pandangannya kearah Siwon bergerak. Dan Siwon yang berdiri memunggungi Yoona melepas Kemeja putih lengan panjangnya itu dihadapan Yoona. Siwon mengambil kaos oblong berwarna hitam dari dalam loker miliknya.

Yoona memegangi dadanya saat melihat siwon melepas kemejanya dan menampilkan punggungnya yang kelanjang. Siwon memakai kaosnya.dan menutup kembali tubuhnya. Ia berjalan mendekati Yoona, yang masih bengong.

“Kau tunggu disini saja aku menemui tamu dulu.” Perintah Siwon didepan wajah Yoona, dan lalu ia berjalan meningglkan Yoona didapur sendirian.

Setelah Siwon tidak ada disisinya, barunya Yoona menghembuskan nafas legah, rupanya sejak tadi ia menahan nafas. Yoona menampar-nampar pipinya sendiri. “Aigoo!! Apa yang kau lakukan!!” Runtuk Yoona pada dirinya sendiri, dan jantungnya kian beredetak aneh. Ia benar-benar jadi malu, wajahnya memerah.

Yoona segera mengambil alat recordernya dan buku catatan serta polpennya, dan kameranya ia gantung lagi dilehernya. Ia berjalan kearah kamar Siwon untuk mencari tasnya. Ia segera memasukan semua peralatannya kedalam tas termaksud kamera. Ia harus menyudahi acara hari ini, kalau tidak ia bisa-bisa mati ditempat. Maka dia harus segera pergi.

Yoona keluar dari kamar Siwon dan berjalan keluar,  semua pelayan memandanginya dan memberikan salam serta senyuman, begitu juga dengan para barista. Apa-apaan ini? Apakah gossip kesalah pahaman tadi sudah menyebar? Yoona berjalan cepat sambil bergidik ngeri. Dia benar-benar malu.

Yoona melihat Siwon yang sedang berbicara dengan seorang tamu perempuan cantik itu sambil tersenyum dan bahkan tertawa-tawa, diri sudut mata Yoona kedua orang itu terlihat sangat akrab. Walau Yoona tidak tahu apa yang sedang Siwon dan wanita itu bicarakan. Tapi Yoona yakin kalau pembicaraan mereka sangat seru. Tapi ada yang salah disini. Yoona memegang dadanya, kenapa dibagian situ terasa ada yang aneh. Terasa sesak. Dan ia terasa iri melihat kedekatan Siwon dengan wanita itu. ada apa dengannya? Ya tuhan.kesalahan apa yang aku perbuat? Yoona segera melanjutkan langkah kakinya dan berpura-pura tidak melihat Siwon. Dan terus berjalan menuju pintu keluar. Dia sudah tidak tahan. Ia merasa benar-benar gerah.

Siwon melihat Yoona yang berjalan melewatinya sambil membawa tasnya, lalu berjalan keluar dari Twosome. Siwon hanya menatapnya saja tanpa memanggilnya dan membiarkan Yoona berjalan keluar dari twosome.

 

Begitu sudah keluar  dari Twosome dan agak jauh dari Twosome sebelum meyembrang jalan Yoona menoleh kearah jalan yang tadi ia lewati dari Twosome.

“Dia bahkan tak menghiraukan ku. Jadi jika tadi aku tetap menunggunya didapur, harus berapa lama aku menunggunya selesai bicara dengan wanita itu? huh.. bodoh!” wajah Yoona nampak menjadi sedih. “Dasar Playboy! Berani-beraninya kau!” keluh Yoona dengan kesal. Sial kenapa dadanya semakin terasa sesak dan ia ingin sekali menangis.

Lampu sudah berganti warna kini saatnya ia menyebrang jalan. Yoona duduk dihalte sambil menunggu bus yang akan datang. Karena ini sudah pukul Sembilan malam pasti bus  akan datang lebih lama. Tapi matanya masih memandangi jalanan disebrang sana. Dengan tatapan sendu.

“Kau sedang apa Yoona!! Dia tidak akan mempedulikan mu!” Yoona memukuli kepalanya sendiri. Dia benar-benar menyesali telah berpikir kalau Siwon akan menyusulnya ke Halte.

 

Sedangkan didalam Twosome Siwon mulai gelisah. Karena melihat Yoona tiba-tiba keluar dan tanpa pamit padanya. Apalagi sekarang sudah malam. Ia takut akan terjadi sesuatu pada Yoona. Maka ia mulai tidak konsen pada obrolannya dengan dengan wanita dihadapannya ini.

Wanita itu adalah Choi Sooyoung, anak dari rekan kerja ayahnya, Ibunya selalu ingin Siwon cepat-cepat menikah, maka ia selalu membuatkan kencan buta untuk Siwon dengan mengenalkan Siwon pada anak dari rekan bisnis Suaminya. Dan Sooyoung ini salah satu dari enam wanita yang sudah ibunya suruh untuk Siwon berkenalan dan mengencaninya. Walaupun Siwon sebenarnya tidak suka dengan cara ibunya, tapi ia tetap meladeni setiap wanita yang ibunya kirimkan untuknya, dan Siwon selalu bersikap sama, yaitu ramah dan berusaha nyaman. Tapi hasilnya semua sama saja, wanita berkelas memang terkesan jaim dan semua tidak dapat menarik hati Siwon.

Tiba-tiba diluar sana Hujan deras. Siwon sangat terkejut, ia langsung berdiri dari kursinya, Sooyoung nampak heran dengan sikap Siwon yang mendadak aneh. Dan suara petir berbunyi bergantian. Siwon semakin gelisah. Dipikirannya hanya ada satu, yaitu Yoona.

“Ada apa?” tanya Sooyoung.

“Maaf aku ada urusan yang harus aku selesaikan. Sekarang hujan, kau bisa pulang dengan supirmu yang masih menunggu didepankan? Aku sekali lagi minta maaf aku harus menyelesaikan urusan ku. Ini sangat penting. “

Sooyoung terlihat nampak kecewa. Tapi ia memanggutkan kepalanya dan membiarkan Siwon meninggalkan dirinya.

Yoona masih duduk sendirian dihalte, sambil menggigiti bibir bawahnya. Ia memeluk tasnya dengan erat. Setiap suara petir yang bunyi Yoona menutup matanya dan meringis ketakutan. Yoona seperti sedang memanjatkan doa, ditengah hujan lebat dan petir yang terus berbunyi. Dia benar-benar ketakutan. Dan Bus tak juga kunjung datang, sudah dua puluh menit ia sendirian disini.

Yoona mendengar ada suara sebuah decitan ban mobil yang direm berhenti didepan halte. Yoona semakin mengencangkan memeluk tasnya dan terus berdoa, ia tahu itu bukan suara bus yang berhenti, itu lebih suara mobil pribadi. Terdengar suara pintu mobil dibuka dan ditutup. Dan suara langkah kaki yang mendekatinya. Yoona semakin memejamkan matanya. Ia tidak berani membuka matanya.

“Jangan Menyentuhku!!” teriak Yoona ketakutan ketika bahunya ada yang menyentuhnya.

Tubuh Yoona bergetar. Ia benar-benar ketakutan sekarang. “Jangan mendekat.. kumohon..” kata Yoona dengan suara lirih.

“Yoona ssi.. ini aku.. aku Siwon..”

Yoona perlahan membuka matanya dan melihat kearah Siwon yang memang berdiri disampingnya. Yoona hanya memandangi Siwon tanpa berbicara apapun.

Siwon tersenyum legah. “Ah.. aku benar-benar khawatir terhadapmu, kenapa kau tiba-tiba keluar? Aku sudah bilang tunggu sebentar didapur, jika kau ingin pulang, aku kan mengantarkanmu, karena sekarang sudah malam, karena ini malam biasa maka digangnam tak terlalu ramai. Aku takut sesuatu terjadi padamu. Apalagi saat hujan tiba-tiba datang. Aku benar-benar mencemaskanmu.. untunglah kau masih ada disini dan baik baik saja.. kau tidak apa-apa kan? Baik-baik saja?” tanya Siwon menumpahkan kecemasan yang ia rasakan.

Yoona berdiri dari duduknya meletakan tasnya dibangku halte, ia langsung memeluk Siwon dan menangis dipelukan Siwon. Siwon tertegun tak menyangka dengan reaksi Yoona.

“Hiks.. tentu saja, aku tidak baik-baik saja..heem.. hiks.. aku.. aku benar-benar takut, saat sepuluh menit bus tak juga datang. Dan taksi tak mau berhenti. Dan hujan turun, aku takut suara petir. Aku benar-benar takut, ku pikir kau orang jahat tapi aku legah sekali saat yang datang kau. Aku benar-benar legah..”

Siwon balas memeluk Yoona, dia benar-benar merasa legah juga, kalau Yoona tidak kenapa-kenapa dan hanya merasa ketakutan saja. sekarang Yoona aman, karena dia sudah ada disini, disisnya dan memeluknya dengan erat.

Tiba-tiba suara petir yang super kencang berbunyi lagi. Yoona menjerit dan semakin memeluk Siwon dengan erat. Dia benar-benar lepas control jika dalam keadaan tertekan dan takut seperti ini.

 

~***~

 

Kini Siwon dan Yoona sudah berada didalam rumah Yoona, rambut mereka sama-sama basah karena harus berjalan dari tempat parkir mobil kedalam gang menuju rumah Yoona. Yoona memberikan handuk untuk Siwon mengeringkan rambutnya dan sedikit mengeringkan punggungnya yang juga basah terkena air hujan. Sedangkan Yoona sudah berganti pakaian dengan piyama.

“Kau mau minum apa?” tanya Yoona pada Siwon dari dapur.

Siwon yang berada di ruang televisi duduk disofa menoleh menatap Yoona. “Apakah dirumahmu ada kopi? Kau bisa membuatkan ku kopi hangat?”

Yoona terdiam dan menundukan kepalanya. Lalu ia menggeleng pelan.

“Ah.. benar, kau tidak suka kopi heemm..tidak, lebih tepatnya kau membenci kopi, jadi mana mungkin ada kopi dirumahmu, maafkan aku, kalau begitu apa saja asalkan disajikan hangat.”

“Aku belum sempat belanja bulanan, karena belum saatnya gajian, bulan kemarin aku juga tidak belanja,” kata Yoona jujur. Lalu ia berjalan kearah kulkas. Bodoh sekali dirumah tidak apa-apa, tapi menanyakan seseorang. Yoona melihat ada dua set daging sapi dan tiga botol minuman gingseng dari ibunya. Yoona tersenyum. Syukurlah ada yang dapat diminum dan dimakan.

“Hanya ada air teh Gingseng. Aku akan hangatkan dulu ya… hemm, kau mau makan daging panggang?”

“Boleh..” jawab Siwon.

“Tunggu sebentar kalau begitu.”

Siwon menyelampirkan handuk yoona dibahunya, lalu berjalan kedapur menemui Yoona. Siwon duduk dimeja makan yang sudah disediakan alat pembakar daging oleh Yoona. Yoona terlihat sibuk menuangkan air teh gingseng yang usai dihangatkan kedalam gelas.

Yoona memberikan satu gelas untuk Siwon, dan segelas lagi untuknya. Lalu ia membuka satu set daging dan membawa bumbunya didalam piring.

“Ibu ku penjual daging dan membuka restoran daging panggang juga.” jelas Yoona, malu-malu.

Mereka memasak daging itu dikompor pemanggang. Bau asap sudah membuat perut mereka terasa lapar.

Begitu daging ada yang sudah matang Siwon dan Yoona mengambilnya dengan Sumpit dan melahapnya panas-panas. Mereka tertawa bersama. Karena masakan mereka tidak terlalu buruk. Dagingnya cukup enak dimakan.

Sambil terus memanggang dan menikmati Teh Gingseng. Siwon mencoba membuka obrolan dengan Yoona. Ini salah satu obrolan yang ingin sekali ia ajukan pada Yoona.

“Kenapa kau bisa tidak menyukai Kopi dan membenci kopi, coffee shop juga kau tidak sukakan? Kenapa? Apakah aku boleh tahu?”

Pertanyaan Siwon membuat Yoona melepas Sumpitnya. Ia tidak jadi mengambil daging yang sudah matang. Wajahnya berubah sendu.

“benci dan cinta selalu mempunyai alasan. Jadi apa alasanmu?”

Siwon dapat melihat ada kesedihan, dan ketakutan dimata Yoona yang menerawang kosong kerah panggangan daging. Apakah Yoona punya cerita buruk dibalik kebenciannya terhadap kopi dan coffee shop?

“Saat usiaku 12 tahun ayah ku meninggal  dunia, dokter bilang ia mempunyai penyakit kanker hati dan jantung karena telalu sering mengkonsumsi kopi dan merokok. Kau tahu? Ayahku akan marah-marah terhadap ibuku dan juga anak-anaknya hanya karena tidak minum kopi sekali. Dia mengalami insomnia berkepanjangan karena terlalu sering mengkonsumsi kopi, ayahku suka semua jenis biji kopi. Dia benar-benar kopi hitam maniak. Semejak ayahku meninggal dan mendapati rumahku masih menyimpan stock biji kopi aku jadi benar-benar takut terhadap kopi. Ku pikir kopi dapat membunuh keluargaku yang lain. diam-diam aku membawa dua dus biji kopi milik ayahku dan membuangnya. Begitu aku pulang ibuku memukuli kakiku sampai berdarah, ibu bilang itu satu-satu peninggalan dan kesukaan ayah, kenapa aku buang? Aku tak menjawab dan terus menangis dikamar. Aku menyalahkan kopi itu yang membunuh dan membuat sikap ayahku sangat  kasar semasa hidupnya.”

Siwon terdiam mendengarnya. Mata Yoona berkaca-kaca.

“Diusia 14 tahun, saat kakak ku berusia tujuh belas tahun ia juga meninggal.”

“Karena kopi juga?”

Yoona menggeleng. “Karena coffee shop! Kakak ku berpacaran dengan seorang pelayan coffee shop. Kakakku selalu pulang malam karena harus menunggu pacarnya pulang kerja. Tapi suatu hari orang itu mengambil kesempatan pada kakakku yang luguh dan bodoh itu. kakak ku diperkosa di coffee shop itu, aku menemukan kakak ku tak berdaya di coffee shop itu, lelaki berengsek itu kabur dan tak bertanggung jawab. Saat aku menemukan kakaku di Coffee shop, hanya bau kopi yang semerbak yang dapat aku cium. Ibu ku melapor polisi, coffee shop itu ditutup. Dan lelaki itu belum ditemukan. Kakakku yang sudah terlanjur malu dan merasa tak ada harapan hidup, ia bunuh diri. Ia pergi ke coffee shop itu menunggu lelaki sialan itu dan akhirnya memotong tangannya sampai mati. Setelah kakak mu mati, lelaki itu baru datang dan ia dipenjara. Aku rasanya ingin membunuhnya saat itu. tapi aku hanya anak berusia 14 tahun, aku tak bisa apa-apa selain tetap bersikap tegar demi ibuku, satu-satunya yang aku miliki. Aku benci aroma kopi semenjak kejadian itu, karena aku selalu mengingat aroma kopi yang bercampur bau darah kakakku, itu menjijikan sekali.”

Air mata Yoona terjatuh. Lalu ia buru-buru menyekanya dengan tangannya. “Sebenarnya aku tidak membenci kopi ataupun coffee shop. Tapi.. aku hanya menghindarinya, aku menghindari masa laluku. Aku melakukannya agar aku tak mengingat masa laluku yang buruk.”

“Aku tahu, kopi sebenarnya juga bisa baik untuk kesehatan, jika dikonsumsi dengan baik dan tidak berlebihan. Dan sebenarnya coffee shop juga tidak bersalah, tempat itu hanya menjadi saksi bisu saja kejadian yang menimpah kakakku. Tapi aku terus beralasan kalau mereka yang salah, maka aku bersikap seperti seorang antis dari kopi dan coffee shop.” Tambah Yoona sambil tersenyum getir.

Siwon berdiri dari duduknya. Lalu berdiri dihadapan Yoona. Memegang tangan Yoona. “karena aku pencinta kopi juga seperti ayahmu, dan aku memiliki Coffee Shop juga sejenis saksi bisu itu, ijinkan aku sekarang merubah segala pikiranmu itu.” kata Siwon terlihat sungguh-sungguh.

“Maksudmu?”

“Aku akan mengubah kenangan buruk mu pada kopi dan coffee shop menjadi kenangan indah dan manis. Bagaimana?”

Yoona menatap Siwon sambil mengerutkan keningnya. “Aku tidak mengerti.”

Siwon mendesah kecewa atas reaksi Yoona. Siwon menarik wajah Yoona dan mengecup bibir Yoona dengan tiba-tiba. “sekarang sudah mengerti?”

Yoona masih melongo karena terkejut, lagi-lagi Siwon menciumnya tanpa izin dan mendadak. Tapi kali ini ia memang tidak berbicara apapun tapi hatinyalah yang berbicara, hatinya terasa ada sesuatu ikatan yang baru saja lepas.Yoona merasa senang dan suka akan hal ini. Pipinya merah merona, Yoona langsung memegangi pipinya dan tersenyum malu. Sekarang dia mengerti maksud Siwon yang akan mengganti semua kenangan buruknya dengan kenangan indah dan manis.

 

~***~

 

DUA BULAN KEMUDIAN…

 

Seorang ajjuma, yang terlihat modis Turun dari Mobil mewah tepat didepan sebuah Coffee shop di kawasan Distrik gangnam. ia mengeratkan mantelnya yang terbuat dari bulu domba. Dari penampilan luarnya saja kita sudah tahu kalau Ajjuma ini adah istri dari seorang pengusaha besar. Dibalik kaca mata Hitamnya yang berembun ia mengedarkan pandangannya kesekelilingnya. Dan terakhir ia memfokuskan pada sebuah bangunan Coffee Shop dengan Brand Twosome di hadapannya. Siang ini dimusim dingin Twosome cukup ramai dari pada café lain disekelilingnya. Si ajjuma diam-diam menyunggingkan senyumnya.

Di tempat yang sama di distrik Gangnam seorang ajjuma yang berbeda baru saja turun dari Bus diseberang jalan. Ia juga mengencangkan mantelnya yang sangat tebal dan terlihat biasa saja. Ajjuma itu mengedarkan pandangannya. Dikala ia bernapas mulutnya mengeluarkan asap. Dia terlihat sudah menempuh perjalanan cukup jauh sehingga ia kedinginan. Ajjuma itu tersenyum saat melihat coffee shop dihadapannya disebrang jalan sana, dengan brand yang bernama  Twosome. Si ajjuma segera menyebrangi jalan begitu lampu penyebrangan jalan menyala.

Ajjuma modis itu baru saja ditinggalkan supir pribadinya pergi, ia ingin segera melangkah masuk kedalam Twosome. Tapi tiba-tiba seorang pria tak dikenal berlari kencang kearahnya, pria itu memakai Hoodie berwarna hitam dan memakai topi merah. Dengan sigap ketika si Ajjuma modis itu lengah, pria tak dikenal itu merebut tas tangan yang sedang dipegang ajjuma. Begitu sadar bahwa ia telah di copet. Si Ajjuma pun berteriak.

“Ahhh!!! Tolong!!! Tas ku!! Tas ku dicuri!!! Tolong!!!”

Semua orang yang ada disitu mulai memusatkan perhatian mereka pada si Ajjuma modis itu. tapi Si pencopet lari dengan gesit dua pria muda mencoba menolongnya tapi terlambat karena Seorang ajjuma berpenampilan biasa yang baru saja menyebrang jalan, telah mengselengkat sipencopet itu hingga jatuh tersungkur di trotoar. Tas yang ia pegang terlepas dari tangannya. Ajjuma  berpenampilan biasa itupun segera mengambil tas yang di curi.

“Dasar anak muda tak berguna! Apa kau tidak bisa mencari pekerjaan lain selain mencuri?” ucap Si ajjuma dengan galak sambil menginjak tangan Si pencopet yang tadinya ingin berusaha bangun dan kabur.

Pencopet itu kesakitan dan merauang tidak jelas.

“Hei kalian dua anak muda baik hati. Tolong bawa pria ini kekantor polisi terdekat, biarkan pria ini mendapatkan hukumannya disana. Aku sedang tidak bersemangat untuk menghajarnya, karena cuaca sangat dingin.” Ucap si Ajjuma itu pada dua orang pria yang tadi memang berniat ingin menangkap si pencopet itu.

Dua pria tersebut menarik tubuh Sipencopet dan membawanya menuju kantor polisi terdekat kawasan situ.

Si Ajjuma modis dengan si Ajjuma biasa saling bertemu dan berhadapan. Si ajjuma biasa memberikan tas itu pada si Ajjuma modis.”Kau harusnya lebih hati-hati, ini kawasan elit, tentu banyak pencuruinya.”

Si Ajjuma modis terlihat sangat bersyukur tasnya telah kembali. “ Iya.. Gomawo.. Gomawo.. karena telah menolongku.”

“Tidak masalah, itu tadi hanya kebetulan saja.” kata si Ajjuma biasa merendah diri.

“Karena kau sudah menolongku, aku akan mentraktirmu minum kopi, kau mau?”

“Ah.. aku tidak terlalu suka Kopi… jadi tidak perlu.” Tolak si ajjuma biasa.  Dan jalan meninggalkan ajjuma modis.

Ajjuma modis terdiam ditempatnnya. Ia seperti sedang mengingat sesuatu. Dia kembali memusatkan perhatiannya pada wanita seumurannya yang kini berjalan memunggunginnya. Dia seperti mengenal wanita itu. keberanian dan cara bicara wanita itulah yang selalu ia ingat. Maka si Ajjuma modis menghampir si Ajjuma biasa yang berdiri didepan Twosome.

“Kang Yoon Hee?”

Mendengar namanya dipanggil maka ajjuma biasapun menolehkan kepalanya. Si ajjuma modis tersenyum lebar dan terlihat sangat senang sekali. Dan si Ajjuma biasa tersenyum juga ketika menyadari senyum milik siapa itu. “Hwang Won rin…” katanya pelan.

“Astaga! Jadi benar! Kau adalah Yoon Hee, Teman lamaku? Kau ingatkan kalau kita pernah berteman saat SMA? Kau pernah menolongku dari pembullyan, kau itu pahlawanku, lama tidak bertemu denganmu Yoon Hee.. aku merindukanmu!” Kata Si Ajjuma modis bernama Won Rin sambil memegang tangan Ajjuma yang bernama Yoon Hee itu.

“Benar.. kau adalah Si Won Rin gadis manja dan pengecut! Apa kabarmu? Kau terlihat sangat ‘Wah’ sekarang!” kata Yoon Hee memuji.

“ini karena hasil perjodohan orang tuaku yang sukses! Kau mengertikan?” tanya Won rin sambil tertawa malu.

“Ah.. benar, orang tuamu hobi sekali menjodohkan mu dengan pria-pria yang mereka sukai.” Canda Yoon Hee.

“Heem…Yoon Hee, kenapa kau bisa ada disini?”

Yoon Hee manatap Coffee shop didepannya. “Aku ada janji dengan anak perempuanku disini.”

Won rin terlihat terkejut tapi juga senang. “Astaga! Kau punya anak perempuan? Aku punya anak lelaki. Dia pemilik Coffee shop ini. Aku juga punya janji akan bertemu dengannya hari ini. Oommoo!! Ini pasti takdir. Takdir dari persahabatan kita dimasa lalu. Aku akan mempernalkan anakku pada anakmu. Anakmu pasti cantikkan? Anakku itu sangat tampan. Bagaimana kalau kita menjodohkannya?”

Yoon Hee terperangah mendengarnya. “Mwo? Jadi sekarang sikap suka menjodohkan anak itu turun ke Kau?”

“Hahah.. hanya saja aku ingin anakku segera menikah tahun depan usinya 30 Tahun. Aku khawatir seperti apa wanita pilihannya. Jika dengan anakmu, aku yakin, itu tidak akan salah.”

“Anakku tahun depan akan berusia 27tahun. Dan seorang wanita memang sudah saatnya ia menikah. Kalau begitu aku setujuh dengan tawaranmu!” jawab Yoon Hee dengan senang hati.

“Mari masuk kita tunggu mereka didalam saja. sambil minum kopi, diluar dingin sekali.”

Lalu kedua ajjuma yang baru saja bertemu dengan cara tak terduga, dan ternyata adalah teman satu sekolah saat SMA dan tidak pernah bertemu lagi selama hampir 30 tahun, akhirnya bertemu lagi di depan Coffee shop bernama Twosome.

 

~***~

 

Yoona dan Siwon baru saja sampai didepan Twosome. Mereka keluar dari mobil yang sama. Siwon menggandeng tangan Yoona dan melangkah masuk kedalam Twosome. Mereka terlihat ceria sedang membicarakan sifat kedua orang tua mereka.

“Kalau begitu ibuku dengan Ibuku itu sama saja,” kata Siwon menilai.

“Ku pikir juga sama.” Jawab Yoona asal, lalu mereka tertawa.

Dua orang ajjuma tadi duduk bersama sambil bercerita tantang anak mereka masing-masing. Tapi mereka langsung tersadar begitu ada dua orang masuk kedalam Twosome sambil tertawa-tawa. Kedua ajjuma itu saling membelalakan mata mereka. Dengan kompak mereka berdiri dan berseru.

“Anakku!”

Siwon dan Yoona menoleh

“Eomma!!” seru Yoona dan Siwon bersamaan.

Lalu Yoona dan Siwon saling berpandangan, begitu juga dengan Yoon Hee Dan Won Rin. Lalu mereka jadi saling menatap. Anak mereka masing-masing. Yoona dan Siwon juga saling menatap ibu mereka masing-masing.

Won Rin tersenyum lebar. Lalu dia melambaikan tangannya agar Siwon dan Yoona ikut duduk bersamanya.

“Ommo!! Yoon Hee.. jadi ini anakmu? Dia cantik sekali..” seru ibu Siwon, dari tatapan matanya ia senang sekali melihat Yoona,

“Eooma,,ini kekasihku Yoona. Yang ingin aku kenalkan pada Eomma hari ini.” Kata Siwon menjelaskan.

Baik Yoon Hee  dan Won Rin, tersentak kaget mendengar perkataan Siwon.

“Jadi kau kekasih yang akan dikenalkan putriku padaku hari ini?” tanya Yoon Hee antusias.

Siwon memanggutkan kepalanya.

Yoon Heed an Won ri langsung tertawa kegirangan, mereka berpelukan dan berjabatan tangan. “Kami merestui hubungan kalian…jadi kapan kalian akan segera menikah?” tanya ibu Siwon dengan wajah berharap.

“Asataga! Jadi kedua eomma kita sudah saling kenal? Kau benar oppa… mereka adalah orang yang memiliki sifat sama.” Kata Siwon pada Yoona.

“Kau harus membawakan mahar dulu kerumahku. Dan kita bisa tentukan kapan tanggal pernikahan mereka. Lebih cepat lebih baik.” kata ibu Yoona bersemangat pada Ibu Siwon.

“Itu bukan masalah. ah.. kalau jodoh itu tidak kemana kan? Kita baru saja berniat memperkenalkan mereka dan menjodohkan mereka, tapi ternyata mereka sudah saling berpacaran.” Kata Ibu Siwon bangga.

“Yoong… walaupun seperti ini, setidaknya kita tidak mengalami masalah izin restu, tapi kita akan segera menikah..” kata Siwon berbisik pada Yoona.

“Yang ada dipikiran mereka hanya menikahkan anak mereka!” balas Yoona berbisik.

Lalu mereka saling duduk bersampingan dengan sikap pasrah dan membiarkan ibu mereka terus berbicara tentang reanca pernikahan anak-anak mereka. Siwon dan Yoona tidak bisa ikut campur lagi. Jadi harapan kedua orang tua itu akan segera terkabul. Yoona dan Siwon akan menikah.

~***~

 

Satu Bulan dua minggu yang lalu…

 

Yoona masuk kedalam Twosome, para pelayan dan barista langsung menyambut kedatangannya dengan hangat. Nampaknya setelah, hari  wawancara untuk majah selesai Yoona jadi sering datang kesini untuk bertemu dengan Siwon.

Coffee shop sudah bukan menjadi tempat yang ia takuti dan hindari, dan Aroma kopi yang ia hirup setiap kali masuk kedalam Twosome nampaknya juga sudah bersahabat oleh hidungnya. Hari ini dengan memakai dress coklat dan lipstick merah dengan rambut panjang yang ia biarkan terurai dapat mempesona setiap mata yang memandangnya. Ia benar-benar terlihat modis dan cantik.

“Hei.. dimana Siwon Oppa?” tanya Yoona pada Barista yang sedang membuat kopi didapur depan.

“Oppa? Jadi sekarang aggassi sudah memanggilnya dengan oppa?” tanya barista itu curiga.

“Aisshh! Iya karena dia lebih tua dua tahun dariku makanya aku memanggilnya Oppa! Dimana dia? Dia disinikan bukan di Insandong?”

“Semenjak kau terus menemuinya, ia tidak lagi mengunjungi Twosome pusat, mungkin dia sudah menyuruh seseorang untuk mengontrol keadaan disana. Hei.. Aku juga dua tahun lebih tua dari mu, kau sekarusnya memanggiku oppa juga!” kata Barista itu menggoda Yoona.

Yoona meringis geli mendengarnya.

“Hey! Apa yang sedang kalian bicarakan? Kau sedang mencoba menggoda wanitaku  ya?” kata Siwon yang tiba-tiba saja muncul.

Barista itu langsung diam, menciut. Dan kembali melanjutkan pekerjaannya. “Dia ini akan menjadi nyonya disini! Jadi kau jangan menggodanya!” tambah Siwon lalu menarik tangan Yoona untuk mengikutinya.

“Majalahnya sudah terbit, kau sudah membelinya belum? Sudah membacanya belum?” tanya Yoona pada Siwon.

“Sudah.. kau menulisnya dengan baik dan sangat menarik. Kau lihatkan sekarang pengunjung Twosome semakin banyak, baik di Gangnam maupun di Insandong.” Jawab Siwon.

Siwon mengajak Yoona masuk kedalam dapur belakang, yang lagi-lagi sepi, hanya mereka berdua saja disana. Siwon langsung Sibuk dengan mesin pembuat kopi yang ada disana. Yoona memperhatikan dengan saksama.

“Apa yang ingin kau buat?”

“Aku belum menunjukan padamu cara membuat Coffee latte kan?”

Yoona menggelengkana kepala.

“Kemarilah..”

Yoona pun mendekati Siwon yang sedang membuatkan Coffee latte untuk Yoona. “Coffee latte ini memiliki warna yang paling berbeda dari kopi yang lain, perbandingan Kopi dengan creamernya harus dua banding satu. Sehingga menghasilkan tekstur yang sangat lembut dan kental.” Siwon mulai menjelaskan itu pada Yoona.

“Coffee latte juga bisa melambangkan sebuah perasaan dan cinta.” Kata Siwon. Lalu ia mendorong tubuh Yoona sampai merapat ke meja mesin kopi. Dan Siwon menutup celah gerak Yoona dengan berdiri dihadapannya dan meletakan kedua tangannya diatas meja. Matanya menatap lurus mata Yoona. Yoona berusaha menenangkan dirinya sendiri. Jantungnya berdetak sangat kencang. “Seperti Cinta yang lembut dan hangat.” Lanjut Siwon. “Bahkan jika ditambahkan pemanis, maka rasanya akan semakin nikmat dan istiwemah.”

Siwon menyibak rambut Yoona yang menutupi wajah cantiknya setengah. Lalu ia tersenyum lembut dan manis pada Yoona. Dengan sikap kaku dan gugup Yoona balas tersenyum pada Siwon. Siwon menggeser tubuh Yoona dan ia melanjutkan membuat Coffee lattenya. “Espresso ini adalah aku… dan Cream putih susu ini adalah kau.. lalu jika disatukan akan menjadi ini, Coffee latte..” dengan teknik lukis pada dasar permukaan Coffee latte, Siwon membuat bentuk Love dan sebuah Tulisan One. “ Aku dan kamu, kita adalah satu.” Lanjut Siwon setelah coffee lattenya selesai.

Yoona tersenyum sambil memandangi cangkir Coffee Latte itu yang ada gambar hati dari cream susu putih diatas Espresso yang tak lagi hitam. Dan ada tulisan One dibawah love itu. Benar. Ini seperti bubungan cintanya pada Siwon. Siwon si penyuka Kopi espresso dan dia si penyuka susu. Tapi bila disatukan dengan perbandingan yang pas jadinya sangat bagus dan serasi.

Siwon menarik pinggang Yoona sampai tubuh Yoona menempel pada tubuhnya. Yoona melingkarkan tangannya dileher Siwon. Siwon tersenyum dan Yoona juga tersenyum. Siwon menempelkan keningnya ke kening Yoona.

“Saranghae..nan dangsin neomu Joha…” Bisik Siwon pada Yoona..

“Nado, Dangsineul  Saranghamnida..” jawab Yoona

Siwon menurunkan wajahnya hingga hidung mereka saling bertemu, lalu Siwon menempelkan bibirnya pada bibir Yoona. Yoona dengan perlahan menutup matanya. Siwon juga menutup matanya. Dan mereka memulai ciuman bibir mereka. Yoona sampai berjinjit agar posisinya sama dengan Siwon. Sambil berciuman Siwon memeluk erat tubuh Yoona. Dan mengelus-eluh punggung Yoona.

Setelah sekitar dua menit mereka berciuman akhirnya mereka menghentikan ciuman mereka dan memisahkan bibir mereka dengan perlahan. Siwon dan Yoona malah tersenyum malu setelah melakukan ciuman menggairahkan itu.

“Kau mau coba Coba coffee lattenya?” tawar Siwon pada Yoona. Untuk mencairkan suasana.

Yoona menggelengkan kepalanya. “Aku tidak yakin untuk meminumnya. Walaupun enak tapi,, aku tidak begitu suka kopi..”

Siwon mengerti dan tidak akan memaksa Yoona. Lalu dia mengambil gelas kertas yang biasa ia berikan pada Yoona. “Tapi kau sudah  mulai memimun kopi setiap hari kok… satu gelas ini.” Kata Siwon

“Maksudmu?” tanya Yoona heran.

Siwon berjalan kemesin kopi yang besar yang terbuat dari aluminium. Lalu menekan engkol hitam pada mesin itu, munculah cairan coklat panas dari mesin itu. “Ini jenis Chocochino.. yang akhir-akhir ini kau minum jika kesini. Ini campuran coklat murni dengan kopi susu. Kau suka kan?”

Yoona melongo. Jadi selama ini diam-diam, Siwon memberinya minuman itu? minuman kopi coklat itu? dan dia meminumnya dengan sangat nikmat. Walau sejak awal Yoona berpikir rasa coklat panasnya agak aneh, tapi lebih terasa enak, maka Yoona tetap meminumnya. Dan itu ternyata adalah Chocohino.

“Kau!!kau mengerjaiku ya!!” jerit Yoona bersikap marah pada Siwon.

Siwon tertawa melihat Yoona mulai marah padanya. Sudah lama Yoona tak memarahinya dan berteriak didepan wajahnya.  Siwon nampak menikmati sekali. Siwon meletakan segelas chocochino dimeja agar tidak tumpah. Yoona berhasil menangkap Siwon dan manarik kemeja Siwon.

“Iehh..!! kau aku mana tahu kalau itu juga bagian dari kopi!! Kau menipu ku!!” omel Yoona sambil memukuli punggung Siwon.

“Ya!! Ya!! Tapi kau suka kan? Hemm.. tak semua kopi sama kan? Berarti mulai sekarang kau bisa menikmati jenis kopi itu dan tidak benci kopi lagi kan? Kau juga akan datang terus ke Coffee shopku setiap harikan?”

“Akan kupikirkan!” jawab Yoona singkat. Lalu melepas kemeja Siwon yang sudah berantakan karena ditariknya, sampai ujungnya keluar-keluaran dari dalam celana demin yang siwon pakai.

“Kau ini ganas sekali..oh, iya mikirnya tak usah lama-lama. Kau memang harus mengakui bahwa tak semua kenangan itu sama. Dan kau sekarang sudah bisa memulai menikmati kopi kesukaanmu sendiri.”

Yoona tersenyum kecil. Ucapan  Siwon memang benar. Kenangan setiap orang berbeda-beda. Dulu dan sekarang juga berbeda. Maka tak pantas jika ia menghindari masa depan karena masa lalu. Dan masa lalu juga bukan untuk dihindari tapi hanya cukup dikenang saja.

Ketika Yoona melamun memikirkan perkataan Siwon. Diam-diam Siwon  menghampir Yoona. Dan mencium bibir Yoona.

“Ya!! Kau!!” teriak Yoona kesal.

Siwon hanya tertawa kegirangan. Dan segera berlari keluar dari dapur. Yoona mengikutinya mengejar Siwon. Siwon masuk kedalam keruangannya dan bersembunyi dibalik pintu. Yoona yang tahu Siwon berada Disana maka ikut masuk, begitu Yoona masuk Siwon menutup pintunya dan mengkuncinya.

Dua  orang pegawai Siwon, seorang barista pria dan pelayan wanita yang waktu itu memergoki kejadian lipstick di kemeja siwon. Menongolkan kepalanya dari balik dinding.

“Mereka berdua didalam situ dan mengkunci pintunya.” Kata di barista

Lalu terdengar suara jeritan Yoona dan tertawa Yoona dari dalam ruangan, serta Suara Siwon yang terus saja menggoda Yoona.

“ah.. mungkinkah mereka???” kata Si pelayan dengan muka terkejut.

“Mereka akan melakukannya!! Mereka akan tidur bersama!!” bisik mereka bersamaan dengan kata yang sama pula.

“ah.. ini bukan urusan kita.. mari kita kembali bekerja.” Kata si barista mengingatkan.

Maka setelah barista itu pergi, pelayan itu juga ikut pergi dan berpura-pura tidak tahu apa-apa, dan menutup mulut mereka rapat-rapat agar tidak menyebar gossip seperti waktu dulu. Dia masih ingin bekerja disini. Maka ia harus menjaga rahasia pemilik coffee shop ini.

Sedangkan didalam ruangan Siwon. Pakaian Yoona dan siwon sudah berhamburan dilantai.dan keadaan kursi sudah berada bukan pada tempatnya, semuanya berantakan.diatas kasur berukuran sedang Yoona dan Siwon bersembunyi dibalik selimut. Yang terlihat hanya kaki mereka yang saling bertautan.

“Ya!! Kau menyentuhnya!” jerit Yoona dari balik selimut.

“memangnya harus melakukan apa?” tanya Siwon terdengar frustasi dari balik selimut.

Entahlah, apa yang sedang mereka lakukan dibalik selimut diatas kasur dan meninggalkan pakaian luar mereka dilantai. Itu akan menjadi urusan mereka. Aku tidak akan ikut campur lagi. Cerita Coffee shop ini sudah selesai. Si wanita pembenci kopi itu jatuh cinta pada pria pencinta kopi yang juga mencintainya. Dan sebenarnya  wanita itu juga bukan Coffee Hater sejati. Dia hanya menghindari masa lalunya yang kelam dengan kejadian yang ada kopinya dan pria itu juga tidak berhasil membuat wanita itu jatuh cinta pada kopi dan menjadi Coffee lover sepertinya, tapi setidaknya ia berhasil membuat wanita itu tergila-gila dan jatuh cinta padanya. Itukan yang ia mau. Coffee latte. Cinta mereka seperti perpaduan espresso dan cream susu. Sangat lembut,manis dan hangat.

 

~*** THE Happy Ending ***~

 

Advertisements

169 comments on “FF – Coffee Shop ( 2S – Part.2/End)

  1. daebak gara” kopi mereka bs jadian jg….
    cerita.a enak d bc next dong bikin cerita yg kaya gini lg yg happy ending

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s