FF – Love High Kick! ( Sequel – Part.3 )

ff-LHK-Poster

 

FF – LOVE HIGH KICK (Sequel)

( Part. Tiga )

 

Title : Love High Kick

Type : Sequel / Part

Author : Ulanchoi Hyoyoon / Twitter : @Lovelyulan

Genre : Romance,Comedy,Drama

Ratting : PG – 17 / General

Main Cast : 

  • Im Yoon Ah SNSD  as Im Yoon Ah /  Im Yoon wo
  • Choi Siwon SUJU as Siwon / Guru Choi
  • Max Changmin TVXQ  as  Shim Changmin
  • Cho Kyuhyun SUJU as Cho Kyuhyun
  • Lee Jong hyun CN.BLUE as Lee Jonghyun
  • Choi Minho SHINEE as Choi Minho

Other Cast :

  • Kim Taeyeon SNSD
  • Choi Sooyoung SNSD
  • Choi Jin Rin (Sulli ) F(x)
  • Kangin SUJU
  • Kim Hyoyeon SNSD
  • And many more…

 

Warning! : “ If You Don’t Like This Story, You Don’t Read and please Leave my Blog, and If You Like this Story You can Read and Please Leave a Comment and Give a Like sign…^^Remember!! You Do not Copy paste my Mind about This story..and This is just a Fanfiction, I’m So Sorry for Typo in This Story 🙂 So Enjoy to Reading…!!

 

~*** LOVE HIGH KICK! ***~

Selesai Yoon Ah diperiksa oleh dokter Hyoyeon, kini Yoon Ah terlibat dalam pembicaraan serius bersama Dokter Hyo, Yoon Ah duduk berhadapan dengan Dokter Hyoyeon diruangan khusus Dokter Hyo yang ada didalam ruang kesehatan. Takut-takut akan ada yang mendengari obrolan mereka. Yoon Ah menceritakan semua awal mula kenapa dia bisa berada disini. Disekolah khusus lelaki. Karna dokter Hyo adalah perempuan, Yoon Ah berharap kalau Dokter Hyo bisa mengerti dengan keadaannya sekarang. Dan dapat ikut merahasiakan identitas dirinya.

Yoon Ah duduk dengan gelisah. Karena sejak tadi Dokter Hyo memandangnya dengan tatapan yang menakutkan. Sepertinya ia takut akan menjadi gembel, terusir dari sekolah ini dan tidak tahu harus bagaimana hidup dikorea yang padahal Negara kelahirannya sendiri. Belum lagi masalah yang timbul jika sampai kisah penyamarannya ini terdengar ditelinga Ayahnya, Menyedihkan.

“Kau…! aku benar-benar masih tidak habis pikir. Kenapa kau bisa masuk kedalam sekolah ini?! Cerita mu itu masih sulit untuk ku percaya.” ini kali ketiganya Hyoyeon mengulangi pertanyaanya pada Yoon Ah.

“Aku kan sudah bilang kalau aku terpaksa. Aku juga tidak mau seperti ini, tapi bagaimana lagi? Ini pilihan terakhir yang aku punya.” Jawab Yoona dengan ekspresi sedih.

Hyoyeon jadi tidak tega dengan Yoon Ah yang terlihat memelas. Tapi bagaimanapun ia telah melanggar aturan dasar yang sudah dibuat oleh sekolah ini. Sekolah ini hanya khusus lelaki. Tapi Yoon Ah yang menyamar sebagai Yoon Wo adalah perempuan. Bagaimana bisa?

“Jadi sampai sekarang kau masih tidak tahu dimana kembaran mu Yoon Wo berada?” Tanya Hyoyeon lagi.

Yoon Ah menggelengkan kepalanya.

“Mau sampai kapan kau berada disini? Ini bukan tempatmu… bagaimana bisa kau hidup dan tidur dilingkungan lelaki. Ini sangat berbahaya. Bagaimana jika nanti yang lain tahu?” terlihat dari rentetatan ucapan Hyoyeon, dia mulai mengkhawatirkan keadaan Yoon Ah.

“Aku tidak tahu akan sampai kapan. Tapi ku harap bisa secepatnya. Aku juga takut dengan semua hal yang dokter katakan tadi. Tapi aku juga tidak tahu bagaimana cara aku keluar dari sini. Sebelumnya aku hanya berpikir aku bisa tetap hidup dan tidak melukai hati ayahku, tapi…malah seperti ini jadinya..” curhat Yoon Ah dan dia mulai menangis dihadapan Hyoyeon.

“Aku tidak masalah melakukan ini semua asalkan Ayahku tidak akan pernah mendapatkan serangan jantung mendadak lagi. Aku hanya punya ayahku. Tapi ini memang sulit. Setiap hari setiap jam aku selalu was-was. Bahkan aku sampai susah tidur karna harus sekamar dengan dua lelaki asing. Aku takut ketahuan dan mereka menjebloskan aku kepenjara atas aduan penipuan. Aku benar-benar tidak tahu bagaimana? Aku hanya berharap Yoon Wo oppa segera kembali dan menemuiku. Maka semua selesai.” Cerita Yoona sambil menangis.

Hyoyeon meletakan tangannya diatas punggung Yoon Ah. Dia mencoba menenangkan Yoon Ah dan memberikan kekuatan untuk Yoon Ah. Dia mengerti sekarang bagaimana posisi Yoona Ah saat ini, memang tidaklah mudah.

“Ku harap sebelum Yoon Wo oppa menemuiku, Dokter dapat membantuku. Dokter harus tetap memanggil namaku Yoon Wo didepan murid-murid lain. aku sekarang disini adalah Yoon Wo.” Pinta Yoona dengan mata berkaca-kaca sambil memohon pada Hyoyeon.

Hyoyeon tersenyum kecil. Lalu ia memanggutkan kepalanya. “Iya, aku akan menolong mu. Tapi jika kau ketahuan karena kesalahanmu sendiri, aku tidak akan ikut bertanggung jawab ya?”

Yoon Ah mengembangkan senyuman lebar. Dia menarik tangan Hyoyeon dan memeluk Hyoyeon. Seolah Hyoyeon adalah peri penolong hidupnya. “Iya,, tentu saja aku yang akan menanggung resiko yang mungkin akan terjadi. Gomawo.. Gomawo, Dokter telah mau membantuku.”

Hyoyeon mendorong tubuh Yoon Ah dan melepas pelukannya dari Yoon Ah. Yoon Ah menatap Hyoyeon bingung kenapa Hyoyeon menghindar dipeluk olehnya. “Walau kau ini sekarang Yoon Wo. Tapi kau tetap Yoon Ah. Kau Bau! Keringatmu bau! Jangan peluk aku! Aishh. Rawatlah tubuhmu. “

Yoon Ah. Mengendus-endus aroma tubuhnya sendiri terutama dibagian bawah lengan. “ini hasil dari energy aku bermain sepak bola. Bau matahari sejati. Hehe..”

“Dasar! Eh.. ngomong-ngomong apakah Yoon Wo benar-benar mirip seperti mu?”

“iya sangat mirip. Hanya ia lebih tinggi beberapa senti dariku dan tubuhnya sedikit lebih berisi. Kenapa?”

“Hemm.. tidak aku hanya ingin memastikan saja. siapa tahu nanti aku bertemu dengannya dijalan. Aku kan bisa menyeretnya dan menyerahkan kepadamu.”

“Ah.. benar.. Dokter benar-benar baik sekali. Heemm.. bolehkan aku memanggil Dokter dengan sebutan Eonni?? Ouh.. tidak-tidak.. tapi Noona. Karna aku Yoon Wo, jadi dokter adalah Noona ku Iya benarkan? Bolehkan?”

“Ommo!! Kau banyak maunya ya??”

“Kan wanita disini Cuma Noona..”

“Ah.. seterahmu saja deh.”

Yoon Ah tersenyum lebar lagi. Dia benar-benar senang karena identitasnya sudah diketahui oleh Hyoyeon. Dia merasa sekarang ada sedikit perlindungan dan ada teman juga sebagai sesama wanita. Dan dia berharap yang mengetahui siapa dirinya saat ini cukup Hyoyeon saja. bukan yang lain. dia tidak tahu harus bagaimana jika yang lain juga mengetahui kalau dia perempuan. Pasti sekolah ini langsung heboh dan masuk news semua media informasi.

 

~***~

 

Yoo Ah berjalan kembali menuju asramahnya. Dia mengecek pengikat dadanya yang sepertinya memang sangat menyiksanya, ini terlalu sempit. Dia sekarang jadi banyak makan. Porsi makannya benar-benar lewat batas normal. Karena sering latihan keras dan membakar energy jadi nafsu makannya terus bertambah. tubuhnya jadi sedikit menimbun daging dan lemak, maka ikatan dadanya sudah benar-benar menyusahkan dia. Dia jadi sesak napas.

Untung saja. Dokter Hyoyeon yang baik hati menawarkan akan membelikan korset baru untuk dirinya, dengan ukuran yang lebih besar. Agar tidak merusak sistem pernapasan dan kerja paru-paru Yoon Ah. Dan dokter Hyo juga bilang ia akan membeli selusin untuk Yoon Ah. Agar Yoon Ah bisa menggantinya dua hari sekali. Agar tubuhnya tidak kena kuman dari korset yang menyerap keringat.

Yoon Ah terkejut ketika tiba-tiba ada sebuah tangan yang menepuk bahunya dari belakang. Ia menoleh dan Yoon Ah langsung tersenyum legah. Ternyata itu Jonghyun.

“Bagaimana keadaan mu sudah baikkan?” tanya Jonghyun lalu ia berjalan disamping Yoon Ah.

“Sudah.. dua jam lebih aku dimarahi abis-abisan dengan dokter Hyoyeon. Dan dia juga merawatku dengan baik. jadi aku sekarang sudah sehat.”

“Bagus kalau begitu.” Lalu Jonghyun berjalan mendahului Yoon Ah.

Yoon Ah menghentikan langkahnya memandangi  punggung Jonghyun yang berjalan didepannya. Cowok itu aneh, dia pikir Jonghyun mengkhawatirkannya, tapi ternyata tidak. Dia hanya semacam basa-basi biasa. Hal itu sukses membuat Yoon Ah medengus kesal. Benar-benar tidak mudah hidup dilingkungan para lelaki. Apa lagi sekarang ia sedang menyamar sebagai lelaki. Benar-benar sulit. Dia masih tidak mengerti dengan para lelaki.

Yoon Ah melanjutkan jalannya lagi. Kali ini dia terpaksa menghentikan langkahnya lagi karena Guru Choi sudah berdiri dihadapannya. Wajah tampannya itu terlihat sangat tegang. Bahkan rahang bawanya terlihat sangat kaku. Wajah marahnya benar-benar menyeramkan membuat Yoon Ah jadi takut untuk menatap wajah Guru Choi. Maka perlahan dia menundukkan kepalanya.

“Im Yoon Wo…kau bilang kau tidak akan pernah membuat masalah lagi. Tapi hari ini masalah yang kau buat adalah masalah yang paling besar. Kenapa fisikmu lemah sekali?” tanya Siwon. Suaranya terdengar tegas sekali.

“Mianhae… sebelumnya aku belum pernah melakukan latihan fisik terlalu berat seperti ini. Dan lagi bola yang ditendang Kyuhyun tiba-tiba melayang kearahku dan menghantam dadaku sangat keras. Guru tidak tahu bagaimana sakit yang aku rasakan kan? Jadi wajar saja jika aku pingsan.” Jawab Yoon Ah berusaha membela diri. Dia tidak boleh terlihat lemah seperti perempuan di depan guru choi.

Hening. Tidak ada jawaban dari guru Choi. Yoon Ah sudah menunggunya. Tapi guru choi tetap diam dan berdiri dihadapannya. Yoon Ah memberanikan diri mengangkat kepalanya menatap guru choi dihadapannya. Lalu buru-buru menunduk lagi. Guru choi sedang memandangannya dengan tatapan tajam. Benar-benar menyeramkan.

“Aku tahu aku salah. Dan heem…oh iya aku ingin mengucapkan terima kasih pada guru karena sudah menolong dan mengangkat tubuhku yang berat ini sampai ke ruang kesehatan.”

“Apanya yang berat? Tubuh seorang lelaki sepertimu hanya seperti tulang yang selalu digigit anjing peliharaan.” Sahut Siwon kasar.

Yoon Ah menatap Siwon. Dia tersinggung atas sikap dan ucapan Siwon. Kenapa guru choi jadi dingin dan menyebalkan seperti ini sih? Memangnya hanya karna pingsan saat latihan itu adalah kesalahan yang besar ya? Yang benar saja.

“Sudah sana masuk keasramah. Aku malas melihat mukamu lama-lama. Bereskan pakaianmu.”

“Mwo?” seru Yoon Ah terkejut. Dia diusir? “Kenapa aku harus memberekan pakaianku?” tanya Yoon Ah panic dan bingung. Masa sih Cuma karna pingsan ia diusir dari sekolah ini. Atau jangan-jangan kejadian pingsan tadi membuat para siswa dan guru choi telah mengetahui kalau dia perempuan? Gawat.

Memikirkan hal-hal itu membuat Yoon Ah tegang. Keringat yang tadi sudah kering kembali bermunculan lagi. Bagaimana prosesnya ia bisa ketahuan lalu sekarang tamat sudah hidupnya disekolah ini.

“Iya kau harus merapikan pakaianmu yang besok harus kau bawa pulang. Besok libur weekend. Setiap sebulan sekali para murid di ijinkan pulang kerumah masing-masing atau menghabiskan liburan selama tiga hari dua malam.”

Yoon Ah menghembuskan napas lega. Ah, dia pikir dia telah diusir ternyata hanya harus pulang memenuhi jatah liburan bulanan. Ah.. mendengar kata pulang benar-benar membuat dirinya senang. Pulang itu adalah ya pulang kerumah lalu bertemu dengan ayahnya. Tapi kesenangan Yoon Ah malah berbalik jadi kecemasan. Dia tidak punya siapa-siapa di Seoul. Lalu tiga hari kedepan dia harus kemana? Ah.. ingin sekali dia kembali ke Jerman tapi bagaimana caranya? Menyedihkan sekali nasibnya.

“Kenapa kau diam saja?! kau tidak senang? Dasar anak aneh!” gertak Siwon.

“Aku tidak punya siapa-siapa disini.” Jawab Yoon Ah lesuh lalu berjalan meninggalkan Siwon sendirian.

Siwon terdiam. Benar juga, gadis itu tidak punya siapa-siapa di Seoul. Dia datang bersama kembarannya kesini. Tapi ternyata dia malah menggantikan posisi kembarannya yang entah dimana sekarang. Sebelumnya dia pergi kerumah bibinya tapi dia harus menelan kekecewaan yang ternyata rumah bibinya sudah dijual, dijual kepada Siwon.

Siwon memutar badannya. Dia melihat Yoon Ah yang berjalan menjauhinya sambil menunduk manatap lantai. Siwon jadi tidak tega melihat dia seperti itu. Siwon menutup matanya. Cukup dia tidak boleh bersikap lebih. Menyimpan rahasia kalau Yoon Wo adalah Yoon Ah itu sudah lebih dari cukup. Dia tidak perlu menolong apapun lagi selain menjaga rahasia. Karena menjaga rahasia jati diri seseorang tidaklah mudah apalagi dia adalah lelaki dan Yoon Ah perempuan. Tapi Siwon mendadak merasa kalau dirinya juga bersalah dalam masalah ini, apakah ini kesalahannya juga?.

Siwon membuka matanya Yoon Ah sudah tidak ada dihadapannya. Siwon menghela Nafas berat lalu berlalu dari tempat itu dan kembali keruang kerjanya. Siwon duduk dikursi kerjanya, dagunya ia tompang dengan kedua tangannya diatas meja. Matanya menerawang. Dia jadi ingat sesuatu. Benar. Sebelum dia bertemu Yoon Ah disekolah ini.dia sudah bertemu Yoon Ah sebelumnya. Dirumahnya. Dan dia juga cukup tahu Yoon Ah dan Yoon Wo walau secara tidak langsung. Siwon mengerutkan keningnya. Kejadian lima belas hari yang lalupun terlintas dikepalanya lagi.

 

FLASHBACK…        

 

Siwon masih tidur nyenyak dibalik selimut tebalnya. hari itu hari sabtu. Hari dimana Siwon baru mendapatkan jatah liburnya setelah kemarin-kemarin ia terus tinggal di Asramah tempat ia bekerja sebagai pengajar dan mentor disekolah sport khusus lelaki. Tapi Suara bel yang mengganggu pendengarannya terus saja berbunyi. Berisik sekali. Siwon terpaksa mengangkat selimutnya dan suara bel masih terus saja terdengar membuat siwon kesal dan membuka matanya. Siwon sempat marah-marah sendiri diatas kasur sambil melempari bantal ke arah pintu, seakan mampu mengusir orang yang telah membunyikan bel tanpa henti dan mengganggu tidurnya.

Tapi suara bel tetap berbunyi lagi. Terpaksa Siwon turun dari kasurnya dan keluar kamar menuju intercom yang terpasang di dekat pintu utama. Dengan mata masih mengantuk dan mod yang buruk Siwon menekan tombol biru. Dari layar intercom itu dia dapat melihat seorang wanita berambut panjang berdiri didepan pintu rumahnya dengan membawa dua koper besar yang berserakan didekatnya. Siwon mengerutkan dahinya. Dia tidak kenal dengan wanita itu.

“Nuguya?” tanya Siwon dengan suara serak.

Wanita itu mendekatkan wajahnya kekamera kecil intercom. “ini Im Yoon Ah dari Jerman anak dari Im ji yoon, ini benarkan rumah bibik Im Sung mi?”

Siwon membesarkan matanya dan menatap lekat-lekat orang yang ada pada layar intercomnya. “Im Yoon Ah? Rumah bibik Im Sung mi?” tanya Siwon bingung.

“Iya.. rumah bibiku. Aku keponakannya. Aku baru tiba dari Jerman!” Jelas Yoona lagi. “Bisa kau bukakan pintu untukku?”

Siwon tersenyum sinis mendengarnya. Siapa sih wanita bernama Yoon Ah ini? Dia tidak kenal sama sekali. “Tapi disini bukan rumah Im Sung Mi.” Kata Siwon dengan jelas dan tegas.

Siwon melihat Yoon ah terdiam. terlihat wanita itu mencoba mengecek lagi kertas dan tulisan ditembok, lalu dia menatap layar lagi. Siwon menjauhkan wajahnya sendiri karena terkejut. “kau siapa? Ini benar rumah bibikku! Ayahku tidak mungkin memberikan alamat yang salah.” Protes Yoona mengeraskan suaranya pada lobang intercom.

Siwon berkacak pinggang karna kesal dengan sikap Yoon Ah yang seenaknya, sudah pagi-pagi buat mod orang buruk, kini dia malah berteriak-teriak. “Aigoo… penipu jaman sekarang memang lebih galak. Ini jelas-jelas bukan rumah yang kau maksud! Ini rumah ku! Aku baru menempatinya sebulan yang lalu!”

“sebulan yang lalu?” suara Yoon Ah melunak lagi, dahinya mengerut dan tatapannya jadi terlihat sedih. Siwon yang memperhatikannya dilayar jadi ikut mengerutkan dahi juga. “apa kau tahu pemilik rumah sebelumnya kemana?”

“kenapa aku harus tahu? Aku membeli rumah ini sangat mahal. Jadi aku tidak memperdulikan pemiliknya siapa dan pergi kemana! Sudahlah sebaikknya kau menjauh dan pergi dari depan rumahku sekarang juga!” ucap Siwon dengan suara tegas. Lalu menekan tombol merah pada layar intercomnya. Dia kesal dia sudah bangun dari tidurnya tapi hanya harus meladeni orang yang salah alamat.

Siwon mengacak-acak rambutnya yang sudah berantakan karena baru bangun tidur. ia menguap selebar-lebarnya. “Jangan pikir karena dia cantik maka bisa menipuku begitu saja.”  Saat dia ingin masuk kekamarnya dan kembali tidur lagi tiba-tiba matanya menangkap pass photo yang ada di dinding. Photo dua anak kecil laki-laki dan perempuan kembar kira-kira berusia sepuluh tahun sedang bermain bola salju.

Siwon menepuk keningnya. Dia ingat siapa orang tadi yang bilang namanya adalah Im Yoon Ah. Benar dia tidak salah alamat. Rumah ini memang rumah bibiknya, tapi sebulan yang lalu bibinya sudah pindah ke Banpo dan menjual rumahnya kepada Siwon. Siwon ingat saat ia datang untuk melihat keadaan rumah yang akan ia beli ini, si pemilik rumah sedang merapikan rumahnya. Dan Siwon juga sempat bantu-bantu dan saat merapikan photo siwon melihat photo anak kembar yang lucu sedang bermain bola salju. Pertama Siwon pikir itu adalah photo si anak pemilik rumah ternyata itu adalah photo keponakannya yang katanya sekarang sudah besar dan tinggal di Jerman bersama ayahnya. Namanya Im Yoon Wo dan Im Yoon Ah. Tapi setelah Si bibi pemilik rumah pergi bersama suami yang datang membawa mobil box. Ternyata photo itu lupa dimasukan ke kardus dan ketinggalan. Karena itu barang milik orang lain maka siwon menyimpannya dan memasang di dinding dekat photo dia dan keluarganya. Takut si bibi datang lagi dan mencari photo tersebut.

Siwon sudah sadar dari rasa kantuk sepenuhnya. Maka ia segera bergegas keluar rumah untuk mencari Yoon Ah dan memberi tahukan bahwa bibinya sudah pindah ke Banpo dan Siwon punya nomor ponselnya walaupun ia tidak tahu alamat rumahnya. Tapi saat Siwon sudah diluar rumah dan mengedarkan pandangannya kemana-mana sosok Yoona sudah tidak ada. Yoon Ah sudah terlanjur berjalan pergi entah kearah mana. Siwon jadi merasa bersalah. Tapi siwon berusaha menenangkan hatinya kalau Yoon Ah akan baik-baik saja. pasti wanita itu punya nomor ponsel bibinya dan akan menghubungi bibinya. Dan datang kerumah yang benar. Jadi dia tidak salah dan tidak akan timbul masalah apapun.

 

Flasback end

 

Siwon tersadar dari lamunannya. Dia membasuh wajahnya dengan telapak tanganya. “Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa bukan Yoon Wo yang berada disini? Tapi malah Yoon Ah? Kenapa Yoon Ah menggantikan posisi Yoon Wo? Sejak awal aku sudah curiga, kalau dia adalah Yoon Ah, orang yang datang kerumahku hari itu.” Siwon bertanya-tanya sendiri pada dirinya yang memang bingung dan tidak habis pikir karena selama ini Yoon Wo yang ia tahu lelaki adalah Yoon Ah yang seorang wanita.

“Ah!!! Kenapa harus aku yang tahu? Kenapa?!!” Teriak Siwon frustasi. “Sekarang apa yang harus aku lakukan dengan wanita itu? ini tidak benar. Ini salah. Dia wanita sedangkan sekolah ini ksusus pria ini jelas pelanggaran!” Siwon mengetuk ngetuk pulpennya diatas meja.

Siwon membuka laci mejanya dan mengeluarkan sebuh copyan berkas milik Yoon Wo yang ia Simpan. Siwon shock melihatnya. photo Yoon Wo yang ada di berkas memang mirip sekali dengan Yoon Ah. Tapi jelas beda dengan Yoon Ah yang berambut panjang yang menemuinya lima belas hari yang lalu. Yoon Ah yang terlihat cantik walau saat itu Siwon hanya melihatnya lewar camera intercom dan dalam keadaan baru bangun tidur. Siwon sampai berdecak tak percaya. Dia sudah tertipu dengan penyamaran Yoon Ah.

“Tapi aku benar-benar jadi penasaran. Sebenarnya kenapa dia sampai senekad ini? Aku juga ingin tahu sampai kapan ia akan bertahan disini?” kata Siwon sambil tersenyum. “Ah.. pantas saja ia menghindari pelajaran renang. Jelas jika ia berenang maka tamatlah penyamarannya. Cukup licik dan cerdik.”

Siwon menutup dokumennya. Dan tersenyum-senyum sendiri. Mungkin dia punya banyak ide untuk menikmati dan mengikuti permainan Yoon Ah yang kartu matinya sudah ia pegang.

 

~***~

 

Yoon ah masih tidur-tiduran dikasurnya. Sambil melampar-lempar boneka rilakumanya kelangit-langit kamar, lalu menangkapnya dan terus mengulanginya sampai berkali-kali. Changmin yang sedang merapikan pakaiannya dari risih dengan suara yang ditimbulkan Yoon Ah. Changmin lantas menghentikan aktifitasnya dan mendongakan kepalanya untuk melihat Yoon Ah yang masih saja melempar-lempar boneka rilakumannya yang menurut changmin sangat konyol dan ke kanak-kanakan sekali.

“Ya! Yoon Wo! Kenapa kau masih tiduran saja? tidak merapikan pakaian mu? Besok kita boleh pulang dan liburan selama tiga hari. Kenapa kau santai sekali?” tanya Changmin pada Yoon Ah.

 Yoon Ah menghentikan melempar rilakumanya. Ia memutar tubuhnya dan mengintipkan kepalanya kebawah menatap Changmin yang juga sedang menatapnya.

“Rumahku kan di Jerman, memangnya tiga hari cukup ya untuk mundar-mandir korea- Jerman?” tanya Yoon Ah dengan muka polosnya.

Changmin tertawa sinis. “Ya tidaklah dasar kau pabo!”

Yoon Ah mengerutkan bibirnya. Dia jadi sedih yang lain bisa pulang kerumah dia tidak bisa.

“Hahaha.. kalau begitu selamat menjadi penguasa disini selama tiga hari.” Ledek Changmin.

Pintu kamar terbuka Jonghyun masuk kekamar sambil membawa dua kaleng minuman soda. Jonghyun memandang Yoon Ah dan Changmin bergantian. “Siapa yang jadi penguasa disini?” tanya Jonghyun yang ternyata tadi sempat mendengar perkataan Changmin begitu ia masuk.

“Itu si lemah Yoon Wo, dia tidak bisa pulang kerumah, rumahnya kan di Jerman.” Kata Changmin.

“Benarkah?” tanya Jonghyun lalu menatap Yoon Ah. “Kau mau ini?” Tanya Jonghyun menawarkan satu kaleng soda pada Yoon Ah.

Yoon Ah tersenyum dan langsung bangun dari posisinya dan bersiap turun dari kasur. Sedangkan Changmin yang melihatnya jadi kesal. Sejak kapan Jonghyun baik hati dan mau berbagi minuman dengan Yoon Wo, sedangkan dia teman yang sudah cukup lama bersama dan bahkan satu genk tidak ditawarkan keterlaluan sekali.

“Penghianat. Sekarang kau lebih care dengan Yoon Wo daripada aku? Akan aku adukan Kyuhyun dan Minho!” ancam Changmin sambil menatap galak Jonghyun dan Yoon Ah bergantian.

“Ini buatmu!” Jonghyun menyerahkan satu kaleng lagi untuk Changmin. “Aku sudah minum tadi, itu buat kalian berdua.” Tambah Jonghyun menjelaskan.

Changmin mengambil minuman sodanya. Dan dia tidak dapat berkata apa-apa lagi. Harus diakui diantara mereka berempat hanya Jonghyun yang paling pendiam, tapi  dari sikap diamnya itu, Jonghyunlah yang paling peduli dengan orang lain dan tidak terlalu bersikap membengkang.

“Gomawo… Jonghyun-ah.” Kata Yoon Ah sambil mencekal kaleng soda yang dingin ditangannya. Pipinya memerah. Dia tahu Jonghyun berbeda dengan anggota Kyuline yang lainnya.

“Jika besok kau ingin tetap keluar dan liburan dari Asramah rapikan bajumu sekarang. Besok kau ikut aku pulang kerumah saja.” kata Jonghyun dengan cuek lalu jalan ke tempat tidurnya dan mengambil buku yang ada diatasnya dan mulai membacanya.

 Yoon Ah dan Changmin terkejut mendengarnya. “kau bilang apa? Kau mengijinkan aku ikut kau pulang kerumahmu? Benarkah? Kau serius?” tanya Yoon Ah gembira sekali.

“Kau tidak ikut kami ke Jeju? Disana banyak wanita-wanita cantik yang berjemur dipantai dan mendaki gunung!” tanya Changmin.

“Aku ingin istirahat dirumah saja. kalian pergi saja bertiga.” Jawab Jonghyun.

“Ommo!! Kau benar-benar sudah lebih mementingkan Yoon Wo daripada Kyuline? keterlaluan.” Ujar Changmin kesal. Lalu menatap Yoon Ah dengan galak.

Yoon Ah hanya menaikkan bahunya, dia kan tidak tahu apa-apa kenapa dia yang disalahkan? Setelah puas menatap Yoon Ah dengan mata apinya, changmin berjalan keluar kamar dan menutup pintu dengan kasar. Yoon Ah sampai terlonjak kaget.

“Kau benar-benar akan mengajakku pulang dan tidak pergi bersama sahabatmu?” tanya Yoon Ah pada Jonghyun.

“Tidak.. kami sudah terlalu sering melakukan itu sejak kami SMA bersama.” Jawab Jonghyun santai.

“Tapi kau serius kan, jika kau serius aku akan merapikan pakaian ku sekarang.” Kata Yoon Ah memastikan.

“Iya…sebelum aku berubah pikiran lagi.”

Yoon Ah tersenyum lebar. Lalu buru-buru ia menarik tas renselnya dari atas lemari dan mengeluarkan pakiannya dan memasukan kedalam tasnya. Akhirnya. Dia tidak akan sendirian di asramah dan bisa keluar dari asramah selama tiga hari. Dia benar-benar senang. Tiga hari itu dia akan mencoba mencari informasi tentang keberadaan Yoon Wo. Dia benar-benar harus segera bertemu Yoon Wo agar dia benar-benar bisa meninggalkan asramah ini. Dan kembali ke Jerman lagi.

 

~***~

 

Siwon terkejut ketika dia melihat Yoon Ah yang sudah memakai baju santai sambil menggendong tas rensel berjalan bersama Kyuline dan ikut baris dilapangan dengan anak-anak yang lainnya yang pagi ini akan menerima sedikit pengarahan sebelum diperbolehkan keluar dari gedung sekolah dan kembali kerumah masing-masing atau pergi ketempat liburan dan begitu sudah tiga hari maka segera kembali lagi ke Asramah.

“Yoon Wo!” panggil Siwon.

“Oh.. Ne?”

“Kau ingin kemana? Bukan kah kau bilang keluargamu di Jerman?”

Yoon Ah tersenyum lebar. “Kita tidak harus kembali kerumah sendiri kan? Aku akan kerumah Jonghyun. Dia memperbolehkan aku tinggal dirumahnya. Oh.. iya Kyuline yang lain juga akan ikut kerumah Jonghyun.”

Siwon terkejut lagi ketika mendengar jawaban Yoon Ah. Sejak mengetahui Jati diri Yoon Ah kemarin, Siwon sudah tidak bisa memandang Yoon Wo sebagai Yoon Wo, tapi sekarang dimatanya Yoon Wo adalah Yoon Ah. Yoon Ah yang seorang wanita bukan lelaki. Seorang wanita diantara empat lelaki akan menginap bersama disatu rumah. Ini jelas tidak benar. Siwon jadi berpikiran bagaimana kalau nanti kyuline juga tahu? Atau jangan-jangan Kyuline sudah tahu? Itu malah lebih berbahaya lagi.

“Bolehkan? Aku juga ingin keliling Seoul dengan mereka.”

Siwon masih terdiam. Dia tidak tahu harus bersikap dan berkada apa. Jika ia melarang Yoon Ah, dia tidak tahu alasan apa yang akan ia buat. Tapi jika tidak, dia jadi merasa was-was akan sesuatu yang mungkin saja bisa terjadi.

“Berikan nomor ponselmu.” Kata Siwon akhirnya. Entahnya kenapa dia malah jadi meminta nomor ponsel Yoon Ah.

Yoon Ah mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan nomornya pada Siwon. “ ini… aku belum hapal nomorku sendiri.”

Siwon segera mencatatnya. Lalu dia mensavenya dengan nama Yoon Ah. Dan pergi begitu saja dari hadapan Yoon Ah dan murid-murid yang lainnya. Yoon Ah mengerutkan keningnya. Dia jadi bingung dengan sikap guru choi.

 

~***~

 

Jadi Kyuline memutuskan tidak jadi kepulau Jeju dan memilih ikut menginap dirumah Jonghyun. Entahlah apa tujuan mereka, mereka seolah tidak rela jika salah satu anggota mereka tidak ikut kegiatan mereka tapi malah memisahkan diri dan bermain dengan anak baru yang bernama Yoon Wo itu.

Mereka semua sudah tiba didepan rumah Jonghyun. Yoon Ah terkagum-kagum ketika berada didepan rumah Jonghyun yang terletak dikawasan Gangnam. rumah Jonghyun benar-benar mewah dan besar. Ah..ternyata benar gossip yan mengatakan kalau Kyuline adalah keluarga chebol.

Yoon Ah terkejut ketika tiba-tiba Kyuhyun dan changmin merangkul dirinya dan menyeret Yoon Ah masuk kedalam bangunan rumah Jonghyun yang super megah itu. Seorang wanita setengah baya menyapa kedatangan mereka dengan  sangat ramah. Yoon Ah tersenyum ketika melihat wanita itu tersenyum. Senyumnya mengingatkan Yoona pada almarhum ibunya. Senyum yang sangat hangat dan bersahabat. Ibu Jonghyun juga terlihat masih muda dan cantik.

“Aigoo.. kalian sudah sampai? Ajjuma benar-benar kangen sekali dengan kalian!” kata wanita itu dengan ramah dan langsung menyambut para Kyuline dengan pelukan.

Yoon Ah masih terdiam diri ditempatnya. Wanita itu menatap Yoon Ah lalu tersenyum pada Yoon Ah. Yoon Ah menundukan kepalanya memberi salam.

“Ibu, dia Yoon Wo, anak baru di sekolah kami. Karena rumahnya di Jerman makanya dia ikut kami kesini.” Jelas Jonghyun pada Ibunya.

“Ouh..benarkah? dia terlihat manis sekali. Selamat datang kalau begitu. Hemm, apakah dia anggota baru Kyuline?”

“ANIO! Kyuline tetap berempat saja. dia tidak masuk hitungan. Dia ini sangat lemah dan kurus.” Jawab Changmin tidak terima.

Ibu Jonghyun hanya tertawa kecil mendnegar tolakan Changmin.

“Oke.. tidak masalah. sekarang kalian istirahatlah dulu. Ajjuma akan buatkan makan siang untuk kalian. Pasti kalian laparkan?”

“Ajjuma apakah aku boleh membantu ajjuma?” tanya Yoon Ah menawarkan.

“TIDAK!!” jawab Kyuline serempak.

“Waeyo?”

“kami harus makan masakan yang lezat dan bergizi jadi kau tidak usah membantu ajjuma. Kau kan selalu membuat masalah disekolah jadi kau jangan buat masalah disini.” Kata Minho menjelaskan.

Yoon AH mengembungkan pipinya. “Aku jago masak loh! Kalian harus mencicipinya. Aku pandai masak  pasta macaroni.”

“Tidak!!! Kami tidak percaya!” jawab Kyuline serempak.

Yoon Ah akhirnya hanya manyun dan berjalan deluan. Memang sulit mempercayai kemampuan masaknya jika dia sebagai lelaki lemah dan kemarin-marin selalu membuat masalah, orang-orang pasti menilainya dia hanya mampun memecahkan piring dan gelas selama didapur.

 

Yoon Ah melemparkan badannya keatas kasur Super maxi yang berisi bulu angsa yang sangat lembut empuk dan nyaman. Ah, dia benar-benar senang suasana ini. Kamar Jonghyun benar-benar besar dan penuh dengan fasilitas apapun seperti sebuah rumah sendiri. Sudah ada lemari es, TV, dvd Audio streo, plasystasion, kamar mandi, laptop, lemari dan sofa.

“Ya!! Siapa yang mengijinkan kau tiduran disitu?” tanya Kyuhyun

“Sebentar saja. punggungku sakit sekali. Kau juga kemarin telah menendang bola kedadaku. Sakit tahu. Jadi biarkan aku santai dulu.”

Kyuhyun meringis sebal mendengarnya. Kyuhyun tak peduli ia ikut merebahkan diri kekasur Jonghyun dan tiduran disebelah Yoon Ah. “Ya!! Kenapa kau ikut tiduran!!” jerit Yoona saat Kyuhyun tiba-tiba tiduran disebelahnya.

“Mwo? Memangnya kenapa? Ini kamar Jonghyun, kamar ku juga!” jawab Kyuhyun sewot.

“Kita akan berbagi tempat tidur malam ini.” Kata Jonghyun yang juga ikut merebahkan diri disisi Yoona.

Yoon Ah panic. Apa lagi ketika Changmin dan Minho juga akan merebakan diri dikasur. Dia buru-buru bangun dan wajahnya memerah. “ANIO!! Aku nanti malam akan tidur disofa saja!” jerit Yoona lalu berjalan keluar dari kamar dengan wajah yang memerah dan hati yang berdegup kencang tidak karuan. Apalagi saat tadi Jonghyun mengatakan akan berbagi tempat tidur dan dia tiduran disebelah Yoon Ah lalu meletakan tangannya diperut Yoona. Yoon Ah benar-benar menjadi gugup dan panas. Yoon Ah memegangi perutnya. Ia mendadak jadi mulas.

~**~

 

Sore harinya Yoon Ah hanya berjalan-jalan bersama Jonghyun dikawasan Gangnam. sedangkan Kyuhyun, Changmin dan Minho memutuskan pergi kepemandian umum yang ada didekat rumah Jonghyun.

Jonghyun menunjukan kebolehannya bermain skethboard dihadapan Yoon Ah. Yoon Ah mengikuti Jonghyun yang berjalan lebih cepat darinya karena menaiki skethboard dengan begitu lincah dan lihai. Yoon Ah benar-benar dibuat kagum oleh Jonghyun. Semakin ia kenal Jonghyun semakin dia tertarik dengan Jonghyun.

“Yoon Wo!kau mau coba naik ini?”

“itu? ah.. tidak.. aku tidak berani. Pasti bahaya kan?”

“Tapi kau harus mencobanya ini seru. Lebih seru dari bermain sepak bola…” Jonghyun menarik tangan Yoon Ah.

Jonghyun terdiam ketika menuntun tangan Yoon Ah. Yoon Ah langsung salah tingkah dan melepas tangannya dari Jonghyun. “Tanganmu kenapa sangat kecil dan lembut? Seperti wanita saja.”

“Oh.. benarkan? Aku hanya rajin perawatan saja.” jawab Yoon Ah gugup. Jangan sampai Jonghyun curiga. Dan dapat mengetahui jatidirinya.

“ck..ck..ck.. Jadilah lelaki sejati. Aku heran kenapa sekarang pria suka sekali perawatan dan ber make-up. Seperti wanita saja.”

“Itukan hak orang untuk merawat dirinya. Semakin tinggi perawatan semakin tinggi pula hasil yang didapat.”

“Hasil apanya? Wajah lembut seperti wanita? Seperti mu itu. kau lebih mirip wanita daripada lelaki.”

Yoon Ah langsung menunduk, benarkah? Ah.. pokoknya jangan sampai Jonghyun tahu kalau dia memang wanita bukan lelaki.

Jonghyun menenteng skethboardnya dan melanjutkan jalannya lagi bersama Yoon Ah. Tiba-tiba Jonghyun menghentikan langkahnya. Ketika disebuah gedung besar dan dia merenung sambil menatap sebuah spanduk yang terpajang disana. Yoon Ah ikut melihat kearah spanduk itu. disana tertulis nama-nama girlband dan boyband yang akan mengisi acara live music hari ini di gedung besar itu yang ternyata merupakan salah satu gedung stasiun televisi terkenal dikorea.

“A-pink? Jangan bilang kau ingin melihat A-pink?” tanya Yoon Ah seketika dia ingat omongat Jonghyun yang menanyakan apakah Yoon Wo suka dan tahu grilband A-pink, waktu malam itu.

Jonghyun tak menjawabnya dan langsung berlari dan masuk ikut ke dalam rumunan orang-orang yang sedang mengantri dan ingin masuk kedalam sana juga. Yoon Ah kebingungan sendiri ketika ditinggal Jonghyun tiba-tiba saja. Yoon Ah ikut berlari dan ingin ikut masuk. Tapi ia ditahan karena tidak memiliki kartu member. Member apa? Dia tidak tahu. Dan ia juga tidak punya kartu identitas sebagai penduduk korea. Akhirnya ia tidak diperbolehkan masuk begitu saja. sedangkan Jonghyun sudah masuk bersama penonton lain.

Yoon Ah, memutuskan duduk di trotoar  sendirian untuk memunggu Jonghyun keluar dari gedung. Dia benar-benar kesal ditinggal Jonghyun begitu saja. ketika beberapa menit dia duduk sendiri tanpa ada orang lain yang menemaninya. Sebuah mobil sport Audi berwarna hitam berhenti dihadapannya. Yoon Ah langsung ketakutan dan berdiri untuk siap-siap lari. Bagaimana kalau dia diculik atau dibawa kepanti social karena dikira gembel. Tapi begitu ia menatap pengemudi mobil itu yang ternyata  Guru Choi hatinya langsung mencelos legah.

“Guru Choi!!” serunya gembira.

“Hei! Apa yang yang kau lakukan sendirian disini?” tanya Siwon sambil melepas kacamata hitamnya.

“menunggu Jonghyun yang meninggalkan aku disini.” Jawabnya dengan wajah Cemberut.

“hah.. dasar bodoh. Ayo ikut aku.”

“Hah? Naik mobil guru? Tapi nanti Jonghyun?”

“dia tidak akan memperdulikan mu. Mungkin dia juga lupa kalau dia membawamu bersamanya tadi.”

“Aisshh… tega sekali! Aku yakin Jonghyun tidak seperti itu.”

“Ya.. seterah kau saja. kau ingin menunggu sampai tiga jam? Acara music kan yang sedang Jonghyun liat? Ya sudah selamat menunggu lama.” Siwon menutup kaca mobilnya dan siap memacu gasnya.

Tapi dengan cepat Yoon Ah berubah pikiran dan mengetuk kaca mobil Siwon. Siwon menurunkan kaca mobilnya lagi.

“Ada apa?”

“Aku ikut dengan guru saja deh..tapi ajak aku keliling Gangnam ya?”

“Astaga! Kau pikir mobilku taksi?”

“sekalian kan?” Yoon Ah langsung memutari mobil Siwon dan masuk kedalam mobil Siwon duduk disebelah Siwon. “Guru tahu letak-letak agensi artis yang ada dikawasan gangnamkan? Bisa guru bawa aku kesana?”

Siwon mengerutkan keningnya sambil menatap Yoon Ah bingung. “kau mau apa? Mau ikut audisi atau menjadi sesaeng fan?”

“Hemm..tidak dua-duanya aku hanya ingin mencaritahu saja.” jawab Yoon Ah. Lalu tersenyum memohon pada Siwon.

Siwon bergidik ngeri ketika melihat tingkah Yoon Ah. Tingkah Yoon Ah benar-benar feminim dan kewanitaan sekali. Mustahil jika yang lain tidak sampai menaruh curiga kepadanya. Lagipula mana ada lelaki yang seimut dan secantik ini?

Siwon langsung menggelengkan kepalanya. Aish… dia tadi baru saja berpikir apa? Berpikir kalau Yoon Ah imut dan cantik? Kenapa bisa begitu? Dia juga bingung. Siwon langsung memasang kacamata hitamnya lagi agar tidak melihat kearah Yoon Ah lagi dan dia segera menjalankan mobilnya, menuju gedung agensi terdekat disini yaitu JYP Ent. Setelah itu baru ke SM Ent. Dan YG Ent. Sebenarnya Siwon penasaran juga untuk apa yoon ah minta diajak ketempat agensi-agensi artis? Tapi dia sudah kuatkan tekat agar tidak bersikap gegabah dan tetap mengikuti permainan yang telah dibuat Yoon Ah sebagai Yoon Wo gadungan.

 

“Tidak ada..” kata Yoon Ah dengan ekspresi kecewa begitu ia keluar dari gedung YG bersama Siwon.

“sebenarnya kau mencari siapa sih?” sejak tadi Siwon hanya mengikuti kemauan Yoon Ah yang menyuruhnya mengantarkannya ketempat agensi entertainment yang ada dikawasan gangnam. dan tanpa bertanya lebih lanjut tentang apa yang akan dilakukan Yoon Ah, Siwon tetap mengantarkan anak itu.

Yoon Ah menggelengkan kepalanya, “Heemm..Kembaranku.” jawab Yoon Ah pelan. Siwon mengerutkan dahinya. Apakah dia akan jujur dengan Siwon begitu saja?

“Kembaranmu?” tanya Siwon bingung.

Yoon Ah terkejut dan jadi salah tingkah. dia telah keceplosan berbicara tanpa sadar. “Ah.. iya kembaranku Im Yoon Ah. Dia ingin kekorea ingin jadi anggota girlband seperti SNSD, Wonder Girls, KARA, A-pink. Jadi ku pikir dia pasti ada disalah satu agensi ini. Ternyata tidak.” Jawab Yoon Ah asal lalu langsung berjalan meninggalkan Siwon sambil menepuk-nepuk keningnya sendiri. Dia hampir saja membuka identitas dirinya sendiri. Bodoh sekali.

Siwon tersenyum lucu ketika mendengar alasan Yoon Ah, jelas-jelas Siwon sudah tahu kalau yang bernama Im Yoon Ah sekarang sedang berada dihadapannya. Kenapa dia malah mencari dirinya sendiri. Lagian Siwon juga tidak bisa membayangkan jika wanita yang sekarang sedang bersikap tomboy malah menjadi salah satu anggota girlband yang dia sebutkan tadi. Itu sangat konyol.

“Sekarang kau mau kemana?” tanya Siwon sedikit berteriak.karena jarak Yoona sudah lumayan jauh darinya.

Yoona menoleh dan menatap Siwon dengan pandangan bingung. “kembalikan aku ke Stasion TV tadi saja. aku harus pulang bersama Jonghyun, dia pasti mengkhawatirkan aku. Aku juga lapar dan akan  kembali ke rumah Jonghyun, langit sudah gelap.”

Siwon menghampiri Yoon Ah, dan membuka pintu mobilnya dengan remote kunci yang dipegangnya. “Ya Sudah kalau gitu kita malam saja dulu, nanti aku baru antarkan kau kerumah Jonghyun.”

“tidak usah,, guru cukup antarkan aku ke stasion tv tadi sore saja.” kata Yoon Ah tidak enak hati.

“Kau ini! Jarang-jarangkan di traktir makan oleh gurumu sendiri? Ini namanya ke Istimewahan. Tidak menghargai sekali.”

Yoon Ah menundukan kepalanya. Benar juga. Yoon Ah akhirnya ikut masuk kedalam mobil Siwon dan mau diajak makan malam dengan Siwon. Mereka berhenti disebuah rumah makan yang tidak jauh dari pemberhentian terakhir mereka tadi.

Yoon Ah makan dengan begitu lahap. Cara makannya benar-benar membabi buta. Dia sudah sangat lapar, apalagi menu yang ia makan sangat enak jadi ia makan dengan begitu berselera. Bahkan sampai membuat bekas makanan di pinggir bibirnya.

Yoon Ah celingukan dengan sikap risih karena orang-orang pada melihat kearah dia dan Siwon. Rata-rata yang makan disini, para wanita dan sepasang kekasih. Mereka menatap Yoon Ah dan Siwon lalu berbisik-bisik tidak jelas. Yoon Ah merasa kalau dirinyalah yang jadi bahan bisikan para pengunjung. Tapi yang Yoon Ah bingung mereka membicarakan tentang apa?

Yoon Ah menatap Siwon yang sedang Sibuk dengan makanannya. Rasanya aneh sekali. Ia duduk berdua dan berhadapan sambil makan bersama dengan seorang pria tampan. Mungkin jika sekarang ia adalah Yoon Ah dia sangat senang sekali dan menganggap ini sebagai kencan atau moment yang paling romantic. Tapi sekarang dia adalah Yoon Wo, sereorang lelaki, yang Yoon Ah tahu dimata Guru Choi dia adalah lelaki, dan ini tidak lebih hanya sekedar makan malam biasa antara guru yang baik hati dengan seorang murid yang mengenaskan.

“Kenapa denganmu? Kenapa berhenti makannya? Apa tidak enak? Atau sudah kenyang?” tanya Siwon menghentikan suapan nasinya. Lalu menatap Yoon Ah.

“Bukan begitu, hanya saja aku merasa Risih , mereka semua memandangi kita. Apakah kita aneh?”

“Bukan aku kita tapi kau!”

Mata Yoon Ah terbelalak. “Aku? Kenapa aku? Apa yang salah denganku?” protes Yoon Ah.

“Jika di bandingkan aku dengan kau, jelas-jelas kau hanya seperti kotoran hidung. Badan kurus dan wajah kecil seperti wanita. Jadi mereka melihat kau aneh.” Jawab Siwon asal dan tersenyum jahil.

Yoon Ah mengerutkan bibirnya kesal. “lagipula punya badan besar dan perut kotak berwarna coklat apa bagusnya?”

“Ya!! Ya!! Kau!!” protes Siwon sambil menunjuk-nujukan garpu ke wajah Yoon Ah. Dia ingat saat pelajaran jam renang Yoon Ah jelas-jelas melihat dirinya hanya memakai celana renang saja. bukan.. bukan hanya dirinya tapi semua murid yang saat itu ikut pelajaran jam renang. Dasar. Diakan wanita. Tidak seharusnya dia seperti itu. dasar!.

“Kenapa?! Huh!” tantang Yoon Ah.

“Besok-besok kau tidak boleh masuk kedalam arena kolam renang sebelum jam berakhir.”

“Kenapa?”

“Kau bilang kau punya alergi air kolam. Jadi kau setiap pelajaran renang diganti saja jadi membersihkan kolam renang sesuai jam berakhir.”

“Mwo? Memangnya aku pelayan kebersihan apa!” protes Yoon Ah.

“seterah apa namanya itu yang penting kau tidak boleh masuk ke arena kolam karena kau tidak mengikuti pelajaran renang!”

Yoon Ah memandangi Siwon dengan tatapan bingung. Aneh sekali, kenapa tiba-tiba guru choi jadi bersikap melarang dirinya dengan alasan itu? tapi lain disisi Siwon yang sudah mengetahui jati diri Yoon Ah. Jelas dia melarang keras untuk Yoon Ah bergabung dikelas renang. Karena itu sama saja pelecehan. Enak saja Yoon Ah sebagai seorang wanita satu-satunya disana. Malah asik menonton para lelaki yang sedang berenang.

Saat beradu pandang dengan Yoon Ah Siwon jadi sangat risih melihat sisa makanan yang melekat disudut bibir Yoon Ah. Tanpa sadar Siwon mengambil serbet dan bergerak mengulurkan tangannya untuk membersihkan sisa makanan tersebut. Yoon Ah terpaku bingung terhadap Sikap Siwon. Siwon membersihkan sisa makanan disudut bibir Yoon Ah dengan sangat lembut. Tapi tiba-tiba dia tersentak kaget saat menatap bibir mungil dan merah muda milik Yoon Ah. Lalu flashback saat ia memberikan nafas buatan untuk Yoon Ah saat itu terngiang dikepalanya, saat ia menyentuh dada Yoon Ah yang akhirnya berhasil membuatnya tahu kalau Yoon Ah adalah wanita. Jantung Siwon berdegup kencang. Ia jadi salah tingkah. Siwon menekan serbet itu dengan kasar dan melepaskan tangannya begitu saja. Yoon Ah meringis kesakitan dan mendengus kesal pada Siwon. Siwon langsung pura-pura minum. Dia benar-benar tidak bisa mengontrol dirinya sendiri.

Tiba-tiba ponsel Yoon Ah berbunyi, dia buru-buru mengambil ponselnya dari saku celananya yang kebesaran. Dia menatap layar ponselnya. Dia tidak tahu nomor siapa itu. tapi dia tetap menerimanya. Siapa tahu telepon dari Yoon Wo.

“Yeoboseyo?”

“Yoon Wo! Kau dimana sekarang!!”

Yoon Ah buru-buru menjauhkan ponselnya dari telinganya. Jonghyun berteriak sangat kencang.

“Ya.. Jonghyun-ah! Kau ingin membuat telingaku tuli?”

“Kau dimana sekarang?”

“Haiihh!! Setelah kau meninggalkan aku sore tadi, bahkan kau baru menelponku dan menanyakan aku dimana? Aku hilang aku tersesat!!” teriak Yoon Ah kesal.

“Mwo? Jinja? Pabo.. coba kau tanya orang disekitarmu dan minta petunjuk jalan.” Dari suaranya Jonghyun memang merasa bersalah dan khawatir pada Yoon Wo yang tiba-tiba hilang dan belum kembali kerumahnya.

“Jemput aku disini..”

“Dimana?”

“Di Steakankun Resto. Tak jauh dari gedung YG Ent..aku sedang bersama Guru Choi, dia mentraktirku. Ouh.. siapa tau jika jau kesini kau juga akan dapat makan gratis darinya. Sudah ya..” Yoon Ah menutup ponselnya dan menyimpan kembali ponselnya kedalam celana.

Begitu ia mengangkat kepala betapa terkejutnya dia ternyata Siwon sedang memandanginya dengan tatapan galak. “Ya! Seenaknya saja kau mengundang orang dan bilang dapat makan gratis juga. jika Jonghyun sampai kesini mengajak Kyuline yang lain juga. kau yang membayarkan makan mereka.”

“Aku? Aku dari mana uang? Huh.. sekali-sekali tidak apa-apa kan? Bagi-bagi rezeki.” Kata Yoon Ah sambil menaik turunkan alisnya dan tersenyum jahil pada Guru Choi.

Siwon hanya melengos dan tidak mau menatap Yoon Ah lagi. Wanita dengan pria memang jauh berbeda. Salah satunya wanita mudah meluluhkan hati pria.

“Kau tidur sekamar dengan siapa dirumah Jonghyun?” entahlah, Siwon juga tidak mengerti kenapa tiba-tiba ia kepikiran hal itu dan malah menanyakan langsung pada Yoon Ah.

“Heem.. bersama Kyuline. Kamar Jonghyun sangat besar. Jadi satu kamar cukup menampung sepuluh orang.”

“Mwo? Kau gila?!” teriak Siwon tanpa diduga.

“Wae?apa yang salah, kami sesama lelaki jadi bukankah lebih seru jika tidur bersama?” padahal sih didalam hati Yoon Ah dia tidak senang akan hal itu. itu sih sama saja membunuh dirinya secara perlahan.

Sedangkan Siwon yang sudah tahu kalau Yoon Wo adalah Yoon Ah. Maka dia benar-benar tidak habis pikir. Disisi lain dia ingin melarang Yoon Ah, tapi disisi lain jika ia melarang Yoon Ah, maka itu sama saja dia bilang secara tidak langsung pada Yoon Ah kalau dia sudah tahu siapa sebenarnya Yoon Ah.

“Ah.. seterah kau saja! tapi aku hanya berpesan padamu. Lebih baik kau tidur dilantai atau dikursi! Dan jauh-jauh dari anggota Kyuline lainnya. Mereka kalau tidur sangat bahaya mendekur dan mengeluarkan liur.” Siwon mencoba menakut-nakuti Yoon Ah dengan hal menjijikan.

Yoon Ah tidak terlihat jijik ia malah terlihat sedang berpikir. “Heemm… Jonghyun dan Changmin tidak seperti itu.karena aku sekamar dengannya. Tapi tidak tahu deh dengan Kyuhyun dan Minho. Semoga saja tidak. Hahaha aku akan sulit tidur jika mendengar suara dengkuran.”

Siwon menatap Yoon Ah dengan tatapan heran. Anak ini benar-benar polos atau berani sih? Sampai-sampai ia bersikap tanpa batas dengan anak-anak lelaki? Siwon menepis rasa cemasnya. Kenapa juga ia harus khawatir dan mencemaskan Yoon Ah. Ini kan kemauanya sendiri yang menyamar sebagai lelaki. Jadi dia berhak menjaga dirinya sendiri.

“Tadi kau bilang kau ke Agensi mencari suadara kembar mu yang bernama Yoon Ah? Aku jadi penasaran, sebenarnya dia seperti apa? Kalau aku lihat dirimu, aku tidak yakin kalau Yoon Ah punya bakat menyanyi atau menari, pasti baru di audisi sekali dia sudah di tendangkan. Hahaha.”

Yoon Ah hampir saja tersendak jus melonnya gara-gara Siwon berbicara seperti itu. Yoon Ah meletakan gelasnya dengan kasar. Lalu menatap Siwon dengan galak. “Eh.. Adikku Yoon Ah itu cantik! Dia sangat manis! Dia juga memiliki suara yang lumayan bagus dan pandai menari. Ah.. mungkin dia ada di Agensi lain.” Yoon Ah mencoba memuji dirinya sendiri didepan Siwon yang tadi seenaknya meremehkan dirinya.

Siwon tertawa terbahak-bahak melihat Yoon Ah yang bersikap ngotot dan marah ketika siwon menjelek-jelekan dirinya. “Ah.. tapi mungkin Adikmu Yoon Ah itu punya bakat tertendam yang bisa menolongnya.”

“Bakat? Bakat apa?”

“Bakat Akting… dia pasti pandai beraktingkan?” tanya Siwon sambil tersenyum sinis pada Yoon Ah. Jelas dia sedang menyindir Yoon Ah yang sedang berakting sebagai Yoon Wo.

“Ah?? Bernarkah? Iya juga ya..” jawab Yoon Ah singkat dan melanjutkan minumnya lagi.

“Jika bertemu dengan adikmu, segera beritahu aku, kau harus mengenalkannya padaku.” Kata Siwon bersikap genit.

Yoon Ah mencibir Siwon. “Yoon Ah tidak akan tertarik dengan mu Guru choi..”

“Ah.. dia belum melihat titik kharismatikku, jika sudah dia pasti akan jatuh cinta padaku begitu saja.”

Yoon Ah menatap Siwon dengan serius. Lalu ia menggelengkan kepalanya. “Tidak… guru tidak masuk katagori lelaki ideal untuknya.”

Siwon langsung  melotot dia tersinggung akhirnya. Ingin rasanya ia memukul kepala Yoon Ah atau mencubit pipi Yoon Ah.

“Yoon Wo!”

Yoon Ah dan Siwon kumpak menoleh kearah pintu masuk resto. Jonghyun datang bersama Minho untuk menjemput Yoon Ah. Yoon Ah tersenyum lebar sambil melambaikan tangannya memberi tanda agar Jonghyun dan Minho menghampirinya. Dia senang sekali diperhatikan oleh temannya, apalagi saat melihat Jonghyun akhirnya benar-benar mencarinya dan mau menjemputnya. Dia benar-benar senang.

“Kau sedang makan apa?” tanya Minho.

“Makan Steak. Enak loh, kau mau coba?”

“Tidak ah.. aku baru saja makan nasi goreng Kimchi buatan Ibu Jonghyun.”

Yoon Ah langsung iri mendengarnya, dia sampai mengisap sendok ditangannya. “Ah.. pasti enak sekali. Apakah masih ada sisa untukku?”

“Entahlah,, palingan sudah dihabiskan oleh Kyuhyun dan Changmin.”

“Ah.. anak itu benar-benar tidak peduli denganku. Jahat sekali.”

“Dasar perut karet! Kau kan sudah makan cukup banyak memangnya masih belum kenyang juga?” omel Siwon tiba-tiba.

Jonghyun dan Changmin menatap heran kearah Guru Choi. Siwon langsung salah tingkah dan meminum minumannya yang tinggal sedikit sampai gelas kosong.

“Kenapa kau bisa bersama Guru Choi?” tanya Jonghyun curiga.

Yoon Ah medongakan kepalanya menatap Jonghyun dengan sinis. “Siapa yang meninggalkan aku begitu saja tadi sore? Dasar! Jika tidak ada guru Choi yang kebetulan lewat aku hanya akan seperti gembel atau sesaeng fans diluar stasion.”

Jonghyun hanya tersenyum kaku sambil menggaruk-garuk tengkuknya.

“Ah… pasti karena A-pink kan? Aku bilang juga apa, mending tadi kau ikut kami ke Spa saja!” sahut Minho.

Yoon Ah malah meringis ngeri. “Iya.. jika aku ke Spa bersama kalian pasti kalian akan mencelamkan aku kedalam air. Sudah tau aku alergi air kolam.”

Minho memanggut-manggutkan kepalanya. “Ouh iya aku lupa. Ahhaha..”

“Guru aku haus, masa Cuma Yoon Wo saja yang di traktir sih?” tagih Minho lalu mengambil duduk dikursi antara Yoon Ah dan Siwon.

“Pesan saja tapi jangan yang mahal-malah.” Jawab Siwon dengan sikap pasrah.

“Eh.. Jonghyun kau pesan saja. coba minuman aku deh.. enak loh pesan yang ini saja.”

Jonghyun mengambil gelas Yoon Ah yang disodorkan kepadanya dan ia menyeruput sedikit jus yang diminum Yoon Ah tadi. Jonghyun memanggutkan kepalanya tanda ia setuju dengan selera lidah Yoon Ah. Lalu Minho ikut merebut gelas itu dan mengabiskan minumannya, hingga membuat Yoon Ah kesal dan memukul bahu Minho yang tidak tahu diri.

Siwon yang melihat pemandangan itu jadi merasa aneh. benar-benar tidak ada batasan antara  Yoon Ah Jonghyun dan Minho membuatnya jadi begitu risih. Yoon Ah benar-benar sudah bersikap layaknya lelaki dan sudah berteman lama dengan kedua orang muridnya ini. Ah.. Siwon jadi pusing. Dia harus berbuat apa. Dia menyesal telah mengetahui identitas Yoon Ah lebih dulu. Dia sekarang jadi terus kepikiran Yoon Ah dan mengkhawatirkan Yoon Ah. Bisa-bisa ia gila karna Yoon Ah!.

 

~**~

 

Ke esokan harinya Kyuline dan Yoon Ah memutuskan untuk menghabiskan waktu seharian di Lotte World sebelum besok pagi sudah harus kembali ke Yonsai lagi. Setiap langkah mereka berlima selalu mejadi pusat perhatian pengunjung cewek-cewek ABG yang melihat mereka. Mereka berlima bak kelompok Flowerboy yang ada di Boys Before Flower. Kelompok cowok-cowok tampan, kaya raya dan nampak berkilauan. Mereka berjalan berlima dengan gaya yang sangat modis. Memakai celana pendek sebawah lutut, kecuali Yoon Ah yang tetap memakai celana panjang yang kebesaran, tapi orang yang melihatnya tetap akan berkomentar kalau Yoon Ah keren, gayanya terlihat sangat Hip pop. Mereka berlima juga memakai topi dan kacamata untuk melindungi dari Sinar matahari. Dan siapapun yang melihat mereka akan berdecak kagum seperti bertemu personil Super Junior,atau TVXQ atau juga SHINee.

Tapi dari semua mata para wanita yang langsung luluh dan jatuh hati pada mereka berlima, itu belum seberapa. Karena mereka hanya kan bersikap kagum dan membicarakan mereka secara bisik-bisik saja. tapi jika sudah ada tiga Cewek dari sekolah Sowon ini barulah membuat Kyuline sebel bukan kepayang.

Sooyoung, Taeyeon dan Sulli sudah berdiri sambil tersenyum lebar dihadapan Kyuline dan Yoon Ah. Dengan memakai rok mini dan menampilkan kaki indah mereka, mereka terlihat seperti wanita penggoda yang sangat genit. Yoon Ah yang baru sadar ketika mengenali siapa trio dihadapannya yang tak lain adalah tiga wanita yang dulu sempat ia pergoki memanjat dinding Yonsai dan mengaku sebagai penggemar fanatic Kyuline, Yoon Ah langsung bergidik ngeri dan mencoba berlindung dibalik bahu Jonghyun.

“Oppa!!!” teriak mereka bertiga dengan suara yang sangat cempreng dan sukses menambah perhatian orang lain.

“Aissh.. kenapa kita harus ketemu hantu disiang hari sih?” keluh Changmin tidak suka melihat Trio Sowon itu.

Mereka langsung berlari dan menghampiri Kyuline dan Yoon Ah. Sulli tersenyum ramah begitu melihat wajah Yoon Ah. “Ouh.. kau oppa yang waktu itu kan? Wah,, ternyata kau benar-benar tahu dan malah berteman dengan kyuline ya? Ommo!!”

“Oppa aku membuat coklat untuk mu.. kau mau?” ucap Sooyoung dengan suara aigyeo dan menyerahkan kotak makan berisi coklat kepada Changmin.

“Kau mau membuat aku gemuk dan gigiku rusak?” omel Changmin dan langsung menepis kotak makan Sooyoung sampai jatuh ketanah. Kyuhyun dan Minho malah tertawa menganggap itu sangat lucu.

Yoon Ah yang melihatnya sampai terkejut. Dan dia menatap coklat yang jatuh dan berserakan di jalan itu dengan wajah sedih. Sooyoung tak dapat berbuat apa-apa dia hanya berdiri mematung dan mata berkaca-kaca. Sedangkan Taeyeon dan Sulli mencoba menenangkan Sooyoung yang sedih juga shock.

Yoon Ah berjongkok mencoba untuk menolong Sooyoung. Dia memunguti coklat yang sudah susah payah dibuat Sooyoung penuh cinta untuk Changmin tapi malah dibuang begitu saja. sebagai seorang wanita Yoon Ah tahu bagaimana perasaan Sooyoung saat ini, pasti sangat hancur dan sedih.

“Yoon Wo apa yang kau lakukan?!” teriak Changmin tidak suka melihat tingkah Yoon Ah.

“Kau harus menghargai pemberian dari orang lain. ini coklat, coklat itu mahal, kau tidak sepantasnya membuangnya begitu saja.” jawab Yoon Ah.

Jonghyun Minho dan Kyuhyun hanya diam menatap Yoon Ah yang masih terus memungut coklat dan membersihkannya lalu memasukan kekotak makan. Sedangkan Changmin dengan mata menyala-nyala memandang kesal ke Yoon Ah.

“Lepaskan! Dan bangun!!!” teriak Changmin lagi. Yoon Ah tak menghiraukan dan masih terus melanjutkan pekerjaannya.

“Bagun!!!” teriakan itu bukan berasal dari Changmin tapi dari Sooyoung. Sooyoung berteriak pada Yoon Ah. Dia juga merebut kotak makannya dengan kasar dari tangan Yoon Ah. “Jangan sentuh kotak makanku! Ini hanya untuk Changmin Oppa! Bukan buat kau lelaki kerempeng! Aku tidak butuh belas kasihanmu!!” Sooyoung terus saja memarahi Yoon Ah. Yoon Ah terdiam, dia terpaku. Dia pikir sikapnya tadi benar, tapi dia malah mendapatkan makian seperti ini.

Sooyong memasukan kotak makannya kedalam tempat sampah disampingnya. “Maaf aku tidak tahu kalau oppa tidak suka coklat. Lain kali aku akan membawakan apa yang oppa suka. Oppa suka apa?” tanya Sooyoung tidak mudah menyerah.

Changmin mendengus kesal. “Kau! Daripada kau mengikutiku terus lebih baik kau bergabung dengan suatu fandom boyband dan ikut segala kegiatan mereka. Jangan ganggu aku!”

Sooyoung menggelengkan kepalanya dengan kuat. “Tidak mau! Kalau dengan mereka aku tidak akan bisa menikah dengan mereka tapi jika dengan oppa aku pasti suatu saat bisa menikah dengan oppa! Iyakan?”

“Michoseo!! Dasar cewek Gila!!” maki Changmin dengan kesal. Lalu dia mendorong bahu Sooyoung dan Sulli dan berjalan deluan. Di ikuti Minho dan juga Kyuhyun. Sooyoung langsung menangis begitu mereka pergi.

Yoon Ah berdiri dan memandang sedih ke Sooyoung. Kenapa ada seorang wanita yang sampai melukai harga diri dan hatinya demi seorang lelaki yang ia cintai tapi tidak mencintainya? Dan kenapa ada lelaki yang juga sangat kasar dengan wanita?

Yoon Ah langsung berjalan cepat untuk mengejar Changmin agar ia bisa memarahi Changmin. Dia ingin bilang pada Changmin bahwa sikapnya itu salah dan keterlaluan karena ia sudah membuat seorang wanita menangis.

“Yoon Wo, kau mau kemana?” Jonghyun ikut berjalan cepat untuk menyamai langkahnya dengan Yoon Ah.

“Changmin ssi! Kau harus meminta maaf dengannya. Kau tidak boleh membuat wanita menangis!!” teriak Yoon Ah yang langkahnya sudah hampir dekat dengan Changmin. Tapi changmin tak menghiraukannya dan terus berjalan dengan cuek bersama Minho dan Kyuhyun.

Sedangkan Yoon Ah bersama Jonghyun terus membututinya dari belakang. Belum sempat ia menghadang Changmin tapi Yoon Ah melihat ada alat konstruksi bangunan akan segerah roboh dan bisa saja melukai changmin atau Minho. Karena memang ada beberapa wahana yang sedang di renovasi di sini. Yoon Ah buru-buru berlari dan menarik lengan Changmin ke kanan sampai dia changmin dan juga Minho jatuh ke pinggir jalan. Dan…

Brukk.. sebuah besi peyangga berukuran sedang jatuh dan mengenai tangan kiri Yoon Ah.

“Aaahh…!!” teriak Yoon Ah karena mereka tangannya sakit.

“Yoon Wo..!!” teriak Kyuline bersamaan.

“Bodoh!! Apa yang kau lakukan?” maki Changmin dengan wajah memerah karena sangat terkejut. Apalagi saat ia melihat tangan Yoon Ah mulai mengeluarkan darah segar. Rasa bersalah mulai menyelimuti Changmin. Yoon Wo rela melukai dirinya demi menolong dirinya. Sedangkan kemarin-kemarin dia dan yang lain selalu berusaha mengerjai dan mencelakai Yoon Wo.

“Yoon Wo.. kau tidak apa-apa?” tanya Changmin dengan panic.

Air mata dipelupuk mata Yoon Ah sudah mengintip, dia juga sudah menggigit bibi bawahnya untuk menahan rasa sakit yang ia rasakan. Changmin langsung mengangkat tubuh Yoon Ah dan menggendong dipunggungnya. Dia berlari agar Yoon Ah segera mendapatkan pertolongan pertama. Para Kyuline yang lain yang juga khawatir ikut berlari mengikuti Changmin. Tria Sowon Sooyoung, Taeyeon dan Sulli yang melihat adegan tadi juga masih tidak menyangka, dan mereka bertiga juga ikut berlari untuk melihat keadaan Yoon wo.

“Astaga! Yoon Wo oppa sangat gantle, ia menolong Changmin Oppa!” kata Taeyeon sampai berurai air mata khawatir sekaligus kagum dengan Yoon Wo yang tak lain adalah Yoon Ah.

Sedangkan Sooyoung merasa bersalah karena tadi sudah memaki Yoon Wo tapi ternyata Yoon Wo telah menolong changmin yang sangat ia sukai. Mereka ikut berlari dan masuk kedalam unit kesehatan yang ada disana.

 

~***~

~Prangg….!!!~

Siwon yang sedang meminum susu sambil membaca news paper tidak sengaja menyenggol gelasnya dan membuat gelas susu itu terjun bebas kelantai dan menjadi berkeping-keping. Sisa susu yang masih ada didalam gelas langsung membasahi lantai rumah Siwon.

Siwon merenung kenapa tiba-tiba ia malah menyenggol gelas dan memecahkannya. Ketika ia sedang membaca Koran dan tidak sengaja Yoon Ah masuk kedalam pikirannya. Membuat ia tidak konsen membaca Koran malah memikirkan Yoon Ah yang masih dia tidak abis pikir kenapa Yoon Ah sangat berani menyamar sebagai kembarannya Yoon Wo?

Perasaan Siwon jadi tidak enak. Dia jadi semakin memikirkan Yoon Ah. Saat tidak sengaja ia melihat photo masa kecil Yoon Ah dan Yoon Wo yang masih terpajang di dindingnya. Dia jadi memiliki pemikiran kalau terjadi sesuatu dengan Yoon Ah. Siwon segera mencari ponselnya. Dan menekan nomor ponsel Yoon Ah yang tempo hari diberi Yoon Ah. Siwon juga tidak tahu harus berbicara apa nanti ketika Yoon Ah menerima teleponnya. Tapi betapa terkejutnya Siwon ternyata yang menerima telepon Yoon Ah adalah suara lelaki, suara yang cukup ia sering dengar.

“Kyu?”

“Guru Choi… Ah.. untunglah kau menelpon kesini.”

“Ada apa?”

“Yoon Wo.. dia.. hemm.. ah..”

“Kenapa? Yoon Wo kenapa?”

“Dia ingin menolong Changmin, tapi kejadian terlalu cepat sehingga sebuah besi jatuh dan melukai tangan kiri Yoon Wo.” Cerita Kyuhyun sedikit panic.

“Mwo? Sekarang kalian dimana?”

“Di Lotte World. Di unit kesehatan Lotte World.”

“Tunggu disitu,, aku akan segera kesana.”

“Oh, iya cepatlah kesini. Kami benar-benar panic dan bingung.”

Siwon segera mematikan teleponnya. Dia segera bergegas mencari jaket dan kunci mobilnya. Siwon melangkah keluar dari rumahnya begitu saja. jantungnya berdedup sangat kencang. Dia merasakan kecemasan yang tidak dapat ia artikan sendiri. Yang dia rasa saat ini, ia hanya ingin memastikan keadaan Yoon Ah dengan mata kepalanya sendiri. Dan yang ia takuti juga adalah identitas Yoon Ah. Ia takut ada orang lain yang akan mengetahui identitas Yoon Ah selain dirinya. Padahal kemarin dia selalu mengeluh kenapa hanya dia yang jadi orang pertama yang mengetahui identitas Yoon Ah. Tapi sekarang dia merasa hanya dia saja yang boleh tahu identitas Yoon Ah. Dan dia yang ingin melindungi Yoon Ah.

Siwon memacu mobilnya ditengah jalan ibu kota yang cukup ramai. Dia menyalip setiap mobil yang menghalangi jalannya. Dan dia merasa benar-benar tidak tenang. Dan cemas.

Setelah membeli tiket masuk, Siwon langsung berlari masuk kedalam dan mencari unit kesehatan Lotte World. Siwon membuka pintu ruang kesahatan yang diberi tahukan petugas disana. Hati siwon semakin berdebar ketika ia melihat Yoon Ah duduk diatas kasur troly dengan tangan kiri yang dibabat dengan perban. Dan dikelililingi Kyuline dan juga trio Sowon. Siwon berlari mendekati Yoon Ah dan secara mengejutkan ia langsung memeluk Yoon Ah.

Keadaan hening seketika. Changmin, Jonghyun, Kyuhyun, Minho dan juga Trio Sowon menatap terkejut dengan Sikap Guru Choi yang begitu hangat dan mengkhawatirkan Yoon Wo.

Yoon Ah juga sangat terkejut ketika mendapati pelukan dadakan dari Guru choi yang juga datang secara tiba-tiba. “Guru,, apa yang kau lakukan?” tanya Yoon Ah panic.

Seolah baru terbangun dari mimpinya. Siwon langsung melepas pelukannya dan menjauhkan diri dari Yoon Ah. Semua mata diruangan ini terus memperhatikan Siwon dan manaruh kecurigaan terhadapnya. Siwon langsung berusaha menenangkan dirinya dan bersikap senormal mungkin.

“Dasar anak bodoh dan ceroboh! Kau lagi-lagi melukai dirimu sendiri. Aku benar-benar kaget ketika mendapat kabar dari Kyuhyun. Aku ini penanggung jawab kalian. Aku bisa kenal omelan Kangin sunbae dan orang tuamu! Jangan lakukan itu lagi lain kali!” cerocoh Siwon.

Semua terdiam dan masih merasa heran dengan sikap Siwon. “Guru.. kau baik-baik saja kan?” tanya Yoon Ah dengan polosnya.

Siwon menghembuskan napasnya dan memandang Yoon Ah dengan tatapan sebal. Ingin rasanya ia menjitak kepala Yoon Ah atau mencubiti pipinya sampai merah. Jelas-jelas Siwon mengkhawatirkan dirinya, kenapa berani-beraninya dia menanyakan keadaan Siwon? Apalagi sekarang Siwon juga harus menanggung malu didepan murid-muridnya. Karena tiba-tiba datang dan memeluk Yoon Ah begitu saja. ah.. Yoon Ah benar-benar sukses membuatnya frustasi. Wanita ini diam-diam sudah membuat kacau kehidupan Siwon.

 

~***~

 

To be Continued…

 

Note : Annyeong!! Lama tak berjumpa hehe..^^V peace love and girl!! 😀 benar-benar kendala banget deh, dari persiapan nonton GGTourJKT sampai sekarang jadwal kuliah yang sudah berubah membuat saya jadi sok Sibuk sekarang 🙂 Thx yang udah sabar nunggu ff ini dilanjutkan dan diposting. Tenang saja ini pasti akan saya terus posting sampai end. Kan saya sudah bilang sebelumnya, rencana ff ini saya akan buat tidak terlalu panjang hanya akan menjadi mini seri yang akan tamat di part 6 atau 7 saja. jangan ada yang nanya kapan coffee shop of love di post ya! Pasti senin atau selasa akan segera saya post juga koq, haha ngantri ya.. karena disini Authornya kan suma saya, karena ini blog pribadi saya. Jadi tolong maklumi kesibukan saya :’) hidup saya bukan hanya untuk mengurusi blog dan setiap hari menulis lalu terpaku pada layar laptop.  Saya seorang mahasiswi dan pekerja magang yang kehidupan jadi terasa begitu singkat tanpa bisa begadang lewat jam dua belas malam lagi, kecuali saat Weekend. Tapi Weekend juga harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya kan?^^ Kaya nonton K-Movie atau K-drama, jalan sama teman shoping, haha #CewekNormal okedeh maaf curcol ney.. See U lah pokoknya!

Advertisements

143 comments on “FF – Love High Kick! ( Sequel – Part.3 )

  1. Bru sebulan ska sma yoonwon couple.. Trus nemu ff love high kick ini.. Bner” suatu anugrah.. Hehehe.m d tnggu kelanjutannya author.. ^_^

  2. dan ternyata siwon udah tau kalo yoon wo itu cewe alias yoon ah yang nyamar jadi yoon wo. jadi penasaran, apakah siwon tahan atau bisa mengontrol prilaku atau perasaan saat berhadapan dengan yoon ah yang menyamar jadi yoon wo ? *cielah ngomong nya* pasti siwon bakal ada saingannya. update soon ya kak^^~

  3. part 3 kren bngeettt, yoona masih pura* jdi namja di hadapan siwon hihi pdahal siwon udah tau kalo dia yeoja, siwon kayaknya udah jatuh cinta ma yoona kekek, okelah nextnya ditnggu, perbanyak moment yoonwonnya thro 🙂

  4. ahhhhhh kok tbc. kalo baca ff ini tu gamau udahan tauuuuuu. penasara terus. kapan dong eoon yoon ah selesai nyamar jd yoonwoo nya?? pengen buru2 yoonwon nyatu hihihi. semangaaaaat tho :))

  5. senang bgt bacana thorr:D
    sedih juga bc part yoona terlukaa:(
    kesall karna lagi seru2na ehhh mmalah tbc:-[
    ditunggu selalu next partnaa
    semangat

  6. Kayagnya aku pernah baca ff ini deh hehheh dan kayag udhh koment jgaa tapi lupa udahh dehH komen lagi aja spa tau ini cma perasaan nasib org pelupa, ooohhh jadi yg dirumahhh itu siwonn hhhahahha emang yoonwonn jodohh lhhhh, hahhaha sian siwon paniknya hahah smp curiga kyuline kekke

  7. Senyum2 gaje ngeliat sikap nya siwon sama yoona 😀 kayaknya siwon juga udah mulai punya rasa sama yoona..keren ff nya gak ngebosenin..keep writing!

  8. Wkwkwk…lcu jga khdupan yoona eonie d asrama…mungkin kh yoona eonie gabung d kyuline?lcu jga tb2 siwon oppa dtng lngsung meluk..

  9. Hahahaha jonghyun enak banget ye, maen ninggalin yoona gitu aja.. Untung ada wonppa keekkeke.. Omo itu yoona harus terluka lagi.. Tapi mudah2an sih dari sini dia ga bakal diisengin ama kyu line lagi.. Hahaha hampir aja siwon ketauan kan, pake keceplosan meluk yoona sih.. Kekeke

  10. Bagus thor 😀
    Siwon oppa mulai ngerjain Yoona eonni nih, sikapnyya Yoona eonni heroic bener 😀
    semoga yoona eonni ga knapa2

  11. Akhirnya Yoona ketahuan jg sama Wonppa dan dokter Cho bahwa dia adalah seorang wanita,
    tapi yg herannya wonppa malah jadi uring2n sendiri semenjak Yoona adalah wanita. Wah… Hati wonppa jadi kacau ni

  12. Akhirnya Yoona ketahuan jg sama Wonppa dan dokter Hyo bahwa dia adalah seorang wanita,
    tapi yg herannya wonppa malah jadi uring2n sendiri semenjak Yoona adalah wanita. Wah… Hati wonppa jadi kacau ni

  13. Guru choi selalu khawatir sm yoona krna dia cwe. Apa krna yoona sudah menolong changmin. Kyuline tidak kasar lg ke yoonwo? Semoga bgitu^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s