FF – The Coffee Shop Of Love ( OS )

YoonWon-Cofeeshop.jpg

FF – The Coffee Shop Of Love ( OS )

( Sequel Special of Coffee Shop )

 

Title : The Coffee Shop Of Love

Type :  One Shoot / OS

Author : Ulanchoi Hyoyoon / Twitter : @Lovelyulan

Genre : Romance,Comedy,Drama

Ratting : PG – 18  

Main Cast : 

  • Choi Siwon of Super Junior
  • Im Yoon Ah of  Girls’ Generation

Support Cast :

  • Lee Donghae of Super Junior
  • Kwon Yuri of Girls’ Generation
  • Kim Heechul of Super Junior
  • Jessica Jung of Girls’ Generation

 

Warning! : “ If You Don’t Like This Story, You Don’t Read and please Leave my Blog, and If You Like this Story You can Read and Please Leave a Comment and Give a Like sign…^^Remember!! You Do not Copy paste my Mind about This story..and This is just a Fanfiction, I’m So Sorry for Typo in This Story 🙂 So Enjoy to Reading…!!

 

Note : Annyeong!!! ^^ Who already Can’t Wait for This Sweet Story?? Sebelum baca bisakan luangin baca CurColan saya dulu? Hehe, Menindak lanjuti boomingnya permintaan sequel dari FF 2S Coffee Shop yang sebelumnya, maka saya memutuskan untuk menulis sedikit cerita tambahan dari cerita cinta Si pencinta kopi dengan si pembenci Kopi yang bersemi di Coffee Shop, semoga kalian terhibur dan puas dengan sequel yang saya tulis ini.

Dan saya mohon jangan ada yang MINTA SEQUEL lagi ya?! Nanti ceritanya gak selesai2 dan menjadi monoton. Saya juga gak ada waktu, saya sekarang Cuma bisa nulis dihari Jum’at sabtu atau minggu saja. jadi mohon pengertiannya. Oke Deh, Cuma mau bilang itu aja sih,, hehe SELAMAT MEMBACA!! Saya tunggu responnya^^ Gomawo!

 

~ The Coffee Shop Of Love ~

 

Seorang pelayan butik yang memakai seragam berwarna hitam mengembangkan senyumnya, lalu ia menarik tirai fitting Room, Siwon, Ibunya dan Ibu Yoona sudah berdiri didepan situ dengan tidak sabar. Begitu tirai dibuka semua terdiam karena terpukau begitu melihat Yoona yang sudah memakai baju pengantinnya yang berwarna putih yang terlihat sangat anggun dan cocok ditubuhnya. Yoona tersenyum manis.

Siwon tidak sanggup mengkedipkan matanya barang sejenak, begitu melihat sosok Yoona wanita yang ia cintai sedang memakai gaun pengantin yang akan ia kenakan dihari pernikahan mereka yang tinggal seminggu lagi. Siwon juga sudah memakai Tuxedo –nya dan nampak terlihat gagah. Yoona keluar dari fitting room. Calon mertuanya dan Ibunya langsung heboh menghampiri Yoona.

“Ommo! Calon Istri anakku, kenapa dia cantik sekali? Gaun ini cocok sekali dengannya! Aku sampai terharu melihatnya. Yoona benar-benar cantik. Padahal dia belum di Make-up. Ah.. Yoona kau cantik sekali.” Ucap Ibunya Siwon, memuji Yoona.

“Gomawo.” Jawab Yoona Singkat sambil tersenyum cerah.

“Ah.. Eomma benar-benar tidak pernah membayangkan hal ini sebelumnya, akhirnya anak eomma akan menikah juga..” ucap Ibu Yoona dengan mata berkaca-kaca karena terlalu terharu.

Yoona juga jadi terharu dia langsung mendekap ibunya memeluk erat ibunya tercinta, pasalnya setelah Ayah dan kakaknya meninggal dia dan ibunya hanya tinggal berdua saja. lalu setelah Yoona Mendapat pekerjaan dikota maka ia meninggalkan ibunya sendiri dan mengurusi usaha rumah makannya sendiri juga. dan kini sebentar lagi dia akan menikah, maka lepaslah sudah tanggung jawab ibu Yoona sebagai orang tua, karena nanti suami Yoona lah yang akan menanggung hidup dan kebahagian Yoona.

“Ya!! Kenapa kau diam saja? tidak berkomentar apapun pada calon Istrimu?” omel ibu Siwon, dan akhirnya menyadarkan Siwon dari sikap keterpukaunya ia terhadap penampilan Yoona didepan matanya ini.

Siwon mengembangkan senyumnya. Yoona melepas pelukannya dia balas tersenyum pada Siwon. Mereka belum berkata sepatah kata apapun untuk mengungkapkan penilaian pasangan mereka masing-masing, hanya melalui senyuman dan tatapan mata yang tulus sudah mampu menggetarkan hati mereka berdua dan sudah dapat mengetahui apapun perasaan yang sedang mereka rasakan saat ini. Yaitu Cinta dan kebahagiaan.

Inilah kehidupan, yang berjalan dengan seiring waktu dan banyak kejutan yang kita dapat. Jodoh juga salah satu kejutan kan? Kita boleh saja berharap dan bercita-cita tentang Jodoh yang kita inginkan sebagai pendamping hidup kita kelak sesuai dengan type ideal kita. Tapi Tuhan selalu mempunyai rencana lain dibalik harapan yang kita buat. Karena Tuhan yang maha tahu segalanya. Dia memberikan kita kejutan dengan mengirimkan kita jodoh, seorang pendamping yang tak pernah kita duga sebelumnya, tapi dibalik itu Kita mendapatkan kebahagian yang tak pernah kita bayangkan dan rasakan juga sebelumnya. Inilah hidup dengan kejutannya yang begitu manis.

“You are So Pretty…” ucap Siwon akhirnya setelah beberapa menit mereka hanya saling memandang dan melempar senyum.

Yoona hanya tersenyum malu, pipinya sampai bersemu merah. Dia sangat senang dipuji Siwon.

“Ah..aku benar-benar tidak sabar, hari pernikahan kalian tiba. Akhirnya anakku menikah juga, dan aku akan segera menerima cucu dari kalian kan?”

Siwon dan Yoona langsung kompak memandangi Ibu Siwon.

“begitu mereka selesai menikah, kita kurung mereka agar cepat memberikan kita cucu.” Tambah ibu Yoona.

Yoona melongo mendengar perkataan ibunya.

“Ah..kenapa sampai urusan pembuatan anak juga kalian yang urusi sih? Cukup sampai hari pernikahan kita saja kalian yang mengaturnya. Tapi selesai itu aku sebagai suami Yoona, punya rencana sendiri. Jadi kalian tenang saja.”

Ibu Siwon dan ibu Yoona kompak tersenyum nakal dan menggoda. “Aigoo, anak jaman sekarang benar-benar diluar dugaan. Baiklah-baik, seterah kalian saja.”

“Aihh jinja..” keluh Yoona dan dia merasa benar-benar malu.

“pokoknya malam pertama tidak boleh gagal, ok?” tanya Ibu Siwon pada Yoona.

Bukan Yoona yang menjawab tapi malah ibunya. “Tentu saja tidak. Mereka pasti akan…hahha”

“Eomma!!” rengek Yoona menyuruh ibunya berhenti bergurau dan membuatnya semakin malu. Kalau Siwon sih malah senyum-senyum gak jelas. Dasar otak mesum. Cibir Yoona pada Siwon.

“Katakan padaku kalian ingin punya cucu berapa? Aku akan buatkan bersama Yoona?” tanya Siwon pada kedua ibu-ibu yang langsung membelalakan matanya dan tertawa senang.

“Hemm.. tiga bagaimana? Jadi aku satu, Yoon Hee satu dan kalian satu.. hehe.” Jawab ibu Siwon antusias.

“Ah..hentikan! aku tidak mau dengar itu!!” teriak Yoona dan sukses membuat bungkam tiga orang itu. Yoona langsung mengangkat ujung gaunnya dan berjalan kembali ke fitting room untung melepas gaun pernikahannya lagi. Pelayan butik hanya tersenyum saja melihat tingkah pelanggannya kali ini.

Jadi harap maklum.

 

~**~

 

Siwon berjalan sambil membawa baki berisikan dua gelas coffee mocha kesalah satu meja yang berada diluar. Siwon meletakan baki tersebut diatas meja, lalu menarik kursi dan ikut duduk dengan dua orang pelanggan setianya itu.

“Ah.. pernikahan sudah tinggal menghitung hari kau masih sibuk mengurusi coffee shop ini.” Komentar Donghae, lalu mengangkat gelas kopinya dan meminumnya perlahan karena kopinya masih cukup panas.

“Sehari saja tidak datang dan memantau langsung Twosome, aku merasa ada yang kurang.” Jawab Siwon sambil memandang sekeliling coffee shop  milikinya. Yang sudah berdiri sejak Empat bulan lalu.

“Lalu jika sehari saja tak bertemu Yoona bagaimana rasanya?” tanya Heechul pada Siwon.

Siwon tersenyum penuh makna. “Heemm.. seperti coffee latte tanpa susu dan cream. Hambar dan tak lagi istimewah.”

“Hahaha.. bakhan untuk urusan hati kau juga menyamakannya dengan kopi?” ledek Donghae. “aku benar-benar tidak menyangka kalau kau bisa memenangkan hati seorang Im Yoona. Terlebih lagi dia sangat membenci kopi sebelumnya. Jadi apa resep rahasiamu?” tanya Donghae dengan berbisik, takut ada yang mendengarnya. Padahal pengunjung lain juga nampak tak memperdulikan obrolan mereka.

“Yang namanya resep rahasia tentu harus dijaga dong. Tidak boleh sampai ada pihak lain yang tahu dan mencurinya.” Jawab Siwon sambil tersenyum puas pada Donghae yang langsung mencibirnya.

“Hemm jadi, karena kau sudah kenal Yoona lebih lama, bisa ceritakan padaku sedikit kebiasaan Yoona dan hal-hal yang ia sukai, hal-hal yang dapat membuatnya tersenyum senang?”

Heechul meletakan gelasnya lagi keatas meja. Lalu memandangi Siwon yang juga sedang memandanginya. “Hemm Yoona? Dia sebenarnya gadis yang cukup keras kepala dan cengeng.”  Cerita Heechul sambil mengingat-ingat masa lalunya bersama Yoona saat masih kecil, karena rumah mereka dulu bersebelahan.

“Dia suka sekali yang namanya kejutan, dia suka kembang api, bunga matahari, musim gugur dan lagu-lagu dari Urban Zakapa.” Lanjut Heechul.

Siwon memanggutkan kepalanya dari semua perkataan Heechul dia harus mengingatnya baik-baik.

“Ouh, iya satu lagi, dia itu ambisius, semua keinginannya harus dipenuhi.”

“Jinjayo?” seru Siwon terkejut. Yang benar saja, bagaimana nanti kalau Yoona tiba-tiba menginginkan hal yang tidak-tidak seperti menyuruh Siwon berhenti berbisnis Coffee shop? Itu jelas-jelas Siwon tak bisa mewujudkannya.

“Memangnya kenapa? Kau mau memberikannya kejutan ya?” tanya Donghae. Ia mengesap kopinya lagi.

“Yah begitulah.” Jawab Siwon singkat.

“Kau tahu? Gara-gara kau dan Yoona yang menikah dengan sangat cepat dan mendadak, aku jadi bahan bual-bualan Jessica. Dia terus saja merengek agar aku segera menikahinya.” Cerita Heechul sambil memasang wajah frustasi. “Dia pikir menikah itu hal yang mudah apa? Kalau kau enak, orang tuamu memang sudah merencakan pernikahan kalian seperti ini. Nah aku? Harus menyiapkannya sendiri dan dengan uangku sendiri. Kalau saja Sica tak terlalu sering berbelanja barang-barang Top Brand, aku sudah bisa menyewa gedung pernikahan.” Keluh Heechul.

Siwon dan Donghae kompak mentertawai nasib Heechul.

“Sial! Kalian malah mentertawaiku!”

“Hahaha.. Kau pikir hanya kau saja? aku juga iri dengan Siwon, Yuri juga bilang padaku aku tertalu lambat, hingga akhirnya Yoona deluan yang menikah, akhirnya aku membuat janji pada Yuri akan menikahinya satu bulan setelah pernikahan Yoona dan Siwon. Tapi sampai saat ini aku belum ada persiapan yang matang.”

“Kalau begitu aku hanya bisa membantu berdoa saja untuk kelancaran dan kebahagian kalian.” Sahut Siwon sambil terkikik. Dia masih beruntung jalan menujuh pernikahannya tak serumit itu, karena kedua pihak orang tua sudah saling kenal dan percaya.

Selagi Donghae dan Heechul kembali menikmati kopi mereka. Siwon mengedarkan pandangannya keseluruh coffee Shopnya lagi. Memperhatikan setiap pelanggannya. Tapi matanya berhenti ketika melihat seorang pria bertubuh cukup besar dan tinggi berwajah tegang dan kesal keluar dari Coffee Shopnya. Bahkan ketika karyawan Twosome  yang berjaga didepan pintu masuk mengucapkan terimakasih lelaki itu tetap berjalan pergi tanpa peduli.

Siwon terus mengamatinya dengan teliti, sampai lelaki itu berjalan ke mobilnya dan masuk kemobilnya. Tak lama seorang wanita keluar sambil menangis, dengan susah payah karena ia memakai Highheels dia berlari-lari mengejar lelaki tadi. Siwon terpaku ketika melihat wanita itu. wanita itu mendekati mobil lelaki tadi, tapi lelaki itu langsung mengegas mobilnya sampai menimbulkan bunyi decitan yang sangat keras. Wanita itu masih saja menangis dan memandangi mobil lelaki tadi yang sudah meninggalkannya begitu saja.

“Tiffany..” ucap Siwon pelan.

Tapi Heechul dan Donghae mendengarnya. “Tiffany?” tanya Donghae bingung. Nama itu tidak asing bagi Donghae.

Siwon tak menjawabnya, dia masih memandangi seorang wanita yang menangis dipinggir jalan didepan coffee shopnya. Heechul langsung mengikuti arah pandang Siwon. Lalu ia menyolek lengan Donghae, dan memberitahu Donghae, kalau Siwon sedang memperhatikan wanita didepan sana.

Wanita itu memutar pandangannya sambil menghapus air matanya dengan lengannya. Tiba-tiba tatapan matanya bertemu dengan Siwon yang memang sejak tadi memperhatikannya. Wanita itu langsung terkejut begitu melihat Siwon yang duduk tak jauh dari tempatnya berdiri. Masih dengan muka sedih dan shock. Wanita itu berusaha tersenyum pada Siwon.

“Oppa…” ucap Wanita itu lalu mengangkat sebelah tangannya menyapa Siwon.

Siwon tak membalasnya hanya ada tatapan hampa dari matanya ketika ia menatap wanita itu. Donghae dan Heechul hanya diam dan terus mengamati mereka. Tiba-tiba Siwon berdiri dari duduknya. Ketika Siwon  akan berjalan Donghae langsung berkata “Siapapun wanita itu aku tak ingin tahu. Tapi aku hanya mengingatkan kau, pernikahan mu dengan Yoona tinggal enam hari lagi.”

Siwon mematung. Didepan sana Tiffany wanita tadi masih berdiri dengan wajah yang menyedihkan.Siwon jadi merasa serba salah. Dengan hati yang  tidak tenang Siwon tetap berjalan tapi bukan menghampiri Tiffany melainkan ia berjalan masuk kedalam coffee shopnya begitu saja.

 

~**~

“Yoona~ya!! Coba yang ini!!” panggil Yuri dengan semangat sambil menunjukkan underware yang dipeganggnya kehadapan Yoona.

Yoona dan Jessica kompak meringis begitu melihat underware yang dipegang Yuri satu seat Underware berwarna pink, yang memiliki bahan tipis dari sutra dan telihat sangat sexy.

“Saat malam pertama nanti kau harus memakai ini, pasti Siwon akan langsung tertantang haha.” Kata Yuri lalu tertawa sambil membayangkan wajah Siwon yang mupeng ketika melihat Yoona memakai underware yang benar-benar sexy ini.

“Kau gila!” runtuk Yoona kesal. Ia menarik underware itu dari tangan Yuri dan meletakannya kembali pada tempatnya.

“Itu lebih cocok kau yang pakai sendiri Yul.” Kata Jessica meledeki Yuri.

“Hah..tentu saja, aku akan memakainya, agar Donghae oppa tak bisa berkutik sama sekali.” Kata Yuri dengan bangga.

“Sudah terlalu sering tidur bersama, apakah malam pertamamu nanti masih akan istimewah?” tanya Jessica begitu saja.

Yuri buru-buru menutup mulut Jessica. “Kau ini!” runtuk Yuri.

Yoona hanya tersenyum saja melihat tingkah dua sahabatnya itu sambil memilih daster dan underware yang akan ia beli. Yuri mendekati Yoona lagi.

“oh,,iya aku jadi penasaran, apakah kau sudah tidur berdua dengan Siwon?”

“Uhuk-uhuk..” pertanyaan Yuri malah membuat Yoona terbatuk.

“Waeyeo?” tanya Jessica khawatir.

“Kau bicara apa?” tanya Yoona langsung salah tingkah. Yoona menenteng keranjang belanjaannya dan bergerak ke tempat lainnya.

Yuri tidak mau menyerah, ia mengikuti Yoona terus dan mendesak Yoona dengan pertanyaan yang sama. Jessica hanya menunggu jawaban dari Yoona.

“Kalian kan sudah tahu kalau aku dan Donghae oppa memang sering tidur bersama, jadi aku penasaran saja apa kau juga sudah tidur bersama dengan Siwon? Jessica saja yang terlihat lemot pernah melakukannya sekali dengan Heechul oppa, jadi aku benar-benar ingin tahu saja Yoong.”

Yoona tersenyum kaku. “Aku tidak tahu.” Jawabnya lalu menghindari Yuri lagi.

“Jangan-jangan kau pernah ya?” tanya Jessica dengan suara keras. Sukses menarik perhatian pengunjung lain.

“Ah.. Jinja, kau ini!” cibir Yuri dengan Sinis pada Jessica.

Jessica hanya tersenyum kaku dan menutup mulutnya rapat-rapat setelah itu.

“Heemm.. sebenarnya belum bisa dikatakan aku dan Siwon oppa pernah melakukannya sih.” Jawab Yoona akhirnya. Yuri dan Jessica semakin mendekatkan dirinya ke Yoona mereka ingin tahu lebih.

“Maksudmu?” tanya Yuri berbisik.

Wajah Yoona memerah karena malu, “Ya, gitu, maksudku aku memang pernah tidur berdua dengannya sekali, tapi hemm, kami tidak melakukan hal yang intim.”

“Mana mungkin?” Desak Yuri.

Yoona memanggutkan kepalanya. “Hanya sama-sama melepas pakaian, kami masih sama-sama memakai underware. Saat itu memang hampir nyaris saat kami sama-sama bergulat didalam selimut dan saling melihat tubuh kami satu sama lain, tapi tiba-tiba ia berkata dia tidak akan melakukan hal apapun padaku, dia hanya ingin membuatku nyaman dan percaya padanya. Jadi dengan perasaan canggung kami berdua kembali memakai pakaian dan menghabiskan malam bersama diruangan itu dan tertidur bersama saat kami menonton film.”

Yuri dan Jessica kompak menghembuskan napas kecewa.”Ahh.. ternyata benar kata Heechul oppa, kalau Siwon oppa, imannya kuat.” Kata Jessica berkomentar.

“Padahal sudah ada kesempatan untuk itu, tapi dia malah menahan hasratnya begitu saja.kau beruntung Yoon, lelaki seperti itu hanya cukup jarang, apalagi dia sudah lama menghabiskan waktu di Amerika yang notabene Negara bebas sex. Tapi dia benar-benar bisa melakukan mu dengan baik sesuai ajaran agamanya.” Kata Yuri berkomentar.

“Kau benar yul, kau tahu karena kejadian itu, aku jadi sadar kalau dia memberlakukan aku dengan sangat istimewah. Dan perasaan cintaku terhadapnya kian bertambah.”

“Ah.. manis sekali..” sahut Yuri lalu merangkul Yoona.

“Aku jadi tidak sabar ingin melihat pernikahan mu dengan Siwon.” Kata Jessica.

“Apalagi aku? Aku juga tidak sabar akan menjadi istrinya.”

Lalu mereka bertiga tertawa. Yoona membawa lagi keranjang belanjaannya, dia sudah selesai memilih apa yang ia ingin beli, mereka bertiga berjalan menuju meja kasir untuk membayar belanjaan mereka.

“Aku telepon Siwon oppa dulu ya, aku minta dijemput dia saja.” Yoona mengeluarkan ponselnya dan menekan panggilan cepat kenomor ponsel Siwon.

“Oppa, apa kau sibuk? Bisakah kau menjemput aku sekarang di CEOX mall?”

“Mianhae, aku ada sedikit urusan mendesak, jadi..”

“urusan mendesak? Tentang apa?”

“Rapat saham. Jadi aku..”

“Ouh,, iya aku mengerti, aku bisa pulang sendiri naik taksi koq. Jika rapatnya selesai tak terlalu malam, mampir kerumahku ya. Aku akan masakan soup jamur untukmu.”

“Iya oke..”

“baiklah sampai nanti.”

Yoona mengakhiri teleponnya dan menyimpan kembali ponselnya didalam tas.

“Jadi pulang bersama?” tanya Jessica yang tahu kalau Siwon tidak akan bisa menjemput Yoona.

Yoona tersenyum dan memanggutkan kepalanya. “Tentu saja Miss.”

 

~**~

 

Siwon memandangi ponselnya sesaat dan ia kembali menyimpan ponselnya disaku celana. Siwon kembali memandang hamparan sungai Han dihadapanya malam ini.

“Nuguya? Apakah telepon dari YeojaChingu oppa?”

Siwon memutar kepalanya dan memandangi Tiffany yang berdiri disampingnya.

“Iya Im Yoona dia kekasihku.” Jawab Siwon datar.

Tiffany tersenyum  sambil memandangi air sungai Han. “Syukurlah, setelah kejadian Lima tahun lalu, kau akhirnya mendapatkan wanita yang kau cintai. Kau tahu setiap ada orang yang memberitahu ku tentang kau yang tak juga punya kekasih dan bersikap dingin dengan wanita, aku benar-benar khawatir dan merasa bersalah sekali.”

Siwon tersenyum sinis sambil memandangi Tiffany lalu mengalihkan pandangannya ke air sungai. “Kau ternyata punya rasa bersalah juga setelah mencampakan aku begitu saja demi lelaki lain?” sindir Siwon.

Tiffany tersenyum kecil. “Kau pasti menilai aku sebagai wanita jahat kan?”

“Bukan aku yang mengatakannya tapi kau sendiri yang mengatakannya.”

Tiffany adalah mantan kekasih Siwon, mereka dulu pernah menjalin hubungan selama  dua tahun selama sama-sama tinggal di Los Angels Amerika. Siwon bertemu Tiffany yang bekerja di toko kue samping Coffee Shop tempatnya magang. Senyum mata yang indah dan cantik milik Tiffany saat menyapa pembeli sukses menarik perhatian Siwon. Karena kejadian Tas tiffany yang dicopet sepulang kerja dan Siwon menolongnya, akhirnya mereka bisa saling kenal dan berakhir pada kata saling jatuh cinta.

Siwon adalah type lelaki yang mencintai wanitanya dengan tulus. Maka begitulah saat ia menjalin hubungan dengan Tiffany, tahun pertama hubungan mereka berjalan dengan sangat baik dan seakan dunia hanya milik mereka saja. tapi ketika ditahun kedua hubungan mereka mulai renggang ketika Tiffany bertemu dengan seorang pria di pusat kebugaran. Seorang pria korea yang selalu menggodanya dan meberikan kepuasan hati pada Tiffany. Hingga akhirnya Tiffany memutuskan hubungannya dengan Siwon secara sepihak. Walau saat itu Siwon menolak kemauan Tiffany, tapi Tiffany tak peduli dan tetap meninggalkan Siwon, dan bahkan ia kembali ke korea dengan lelaki itu tanpa sepengetahuan Siwon. Dan Tiffany benar-benar hilang selama lima tahun dari hadapan Siwon.

Dan kini mereka bertemu lagi tidak sengaja karena Tiffany ke Twosome milik Siwon bersama kekasihnya. Lelaki itu masih lelaki yang sama. Tapi hari ini dia bertengkar hebat dengan kekasihnya sehingga Siwon menemukan Tiffany yang menangis didepan coffee shopnya. Dan ternyata setelah Siwon kembali kedalam dan ketika Heechul juga Donghae meninggalkan twosome, malamnya Tiffany kembali lagi ke Twosome dan menemui Siwon. Karena keadaan di Twosome sukup ramai maka Siwon membawa Tiffany untuk bicara dipinggir sungai Han.

“Minhae, Jeongmal Mianhae.” Kata Tiffany dengan suara serak.

Siwon tak berkata apapun hanya tersenyum sinis.

“Orang-orang yang mengenalku selalu mengataiku bodoh karena sudah melepasmu begitu saja demi Nickhun oppa.” Tanpa sadar mata Tiffany sudah berkaca-kaca. “mereka bilang aku takkan pernah bahagia karena sudah menyakiti orang yang tak bersalah sepertimu.” Lalu setetes air mata penyesalan jatuh kepipi Tiffany.

Rahang Siwon mengeras dia masih memandang air sungai didepannya.

“aku sudah berkali-kali mencoba menghubungimu untuk meminta maaf, tapi kau juga menghindari aku kan?” air mata Tiffany semakin deras mengalir. “mereka terus saja menyalahkan aku, mereka terus saja memperburuk hidupku. Mereka tidak tahu apa yang aku rasakan. Tentang hatiku mereka tidak tahu.” Ucap Tiffany penuh emosi sambil menangis.

Siwon memutar tubuhnya lagi menghadap Tiffany. Ia hanya menatap datar Tiffany yang menangis dihadapannya. Diwajah Tiffany Siwon dapat melihat jelas bekas-bekas luka yang sudah membiru, sejak tadi hal itulah yang menarik perhatian Siwon saat ditwosome tadi, makanya begitu tiffany menghampirinya lagi ditwosome Siwon langsung menyeret Tiffany agar ikut dengannya.

“Apa yang lelaki itu lakukan terhadapmu selama lima tahun ini?”

Tiffany menggelengkan kepalanya dengan lemah. “Aku mencintainya. Aku bahagia jika dengannya. Tapi aku terus diselimuti ketakutan dan rasa bersalah yang besar juga.”

“Maksudmu?” tanya Siwon tak mengerti.

Tangisan Tiffany semakin kencang. Tubuhnya sampai bergetar kuat. Siwon mencekal tangannya kuat-kuat. Dia tidak boleh lengah. Dia tidak boleh melakukan hal lebih. Jika ia menarik Tiffany kepelukannya, dia takut benteng pertahannya akan rusak, maka ia akan menyakiti seseroang yang sekarang sudah mengisi hatinya.

“sejak tiga tahun lalu, dia selalu memberlakukan aku dengan sangat kasar. Semenjak kedua orang tuanya meninggal kerena kecelakaan setiap dia ada masalah dia selalu melampiaskannya kepadaku, dia selalu menaparku dan memaki ku. Tapi setelah itu dia akan memohon maaf padaku sambil menangis dan aku memaafkannya. Tapi kejadian itu terus saja terulang sampai saat sore tadi yang kau lihat.”

Siwon semakin mencekal tangannya sendiri dengan kuat. “Kau tak pernah mencoba lari darinya seperti kau pergi meninggalkan aku begitu saja?”

“Sudah..tapi dia mencariku dan menemukan aku lagi. Dan kami hidup bersama lagi tapi tak lama dia melakukan hal yang sama lagi.” Tiffany berusaha membersihkan air matanya dengan tangannya.

“Sekarang apa yang ingin kau lakukan?”

“Aku tidak tahu, aku sudah tidak punya tempat pelarian hidupku sudah ditangannya. Aku sedang hamil, aku mengandung anaknya.”

Siwon membisu lalu matanya turun keperut Tiffany.

“Aku tidak tahu harus bagaimana? Kau tahu sudah berapa kali aku mencoba bunuh diri? Tapi takdir seperti mempermainkan aku. Aku tidak pernah mati! Aku benar-benar bingung siwon oppa.. aku benar-benar tidak tahu harus bagaimana?”

Deru nafas Siwon sudah memburu mendengar semua cerita derita Tiffany selama lima tahun ini. Tanpa diduga-duga Siwon menarik tangan Tiffany dan memasukan Tiffany kedalam mobilnya. Lalu memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi.

 

Siwon menekan bel pada sebuah pethhouse mewah dilatai limapuluh. Tak lama pintunya terbuka. Berdiri seorang pria yang terlihat sangat kacau didepan pintu. Tiffany langsung menyembunyikan dirinya dibalik tubuh SIwon.

“Siapa kau?” tanya lelaki itu dengan gaya sengak.

“Aku Choi Siwon. Lama tidak bertemu.”

Lelaki itu terpaku ketika Siwon menyebutkan namanya.

“Kau?!”

“Iya.. aku adalah lelaki yang wanitanya kau rebut.”

Lelaki itu memanjangkan lehernya dan melihat Tiffany dibalik tubuh Siwon. Wajahnya langsung terlihat sangat marah. “Wanita sialan! Apa yang kau lakukan? Kau meminta pertolongannya? Kau ingin kembali padanya lagi?!” teriak lelaki itu dan ketika ia ingin menarik tangan Tiffany Siwon mencegahnya.

“Aku merelakannya pergi dengamu, karena kupikir dia akan bahagia jika denganmu! Tapi apa yang kau lakukan? Apakah pantas kau melukai fisik dan hati wanita yang kau cintai?”

Lelaki itu terdiam mendengar ucapan Siwon.

“Aku bisa pastikan jika dia benar-benar pergi meninggalkan mu, kau akan menyesal seumur hidup, karena dia satu-satu wanita yang bertahan padamu hingga saat ini kan? Dia bukan boneka yang bisa kau mainkan jika kau mau, lalu kau buang dan kau sakiti jika kau sudah bosan. Apa kau lupa, siapa wanita yang menemanimu  duapuluh empat jam tanpa makan dan minum ketika pemakaman orang tuamu berakhir?”

Lelaki itu masih diam.

“Jika kau sudah tak membutuhkannya lagi, aku akan membawanya pergi dan kau takan bisa menemuinya lagi untuk selamanya.” Ancam Siwon dengan memasang wajah serius.

Lelaki itu menatap Siwon dengan mata berkaca-kaca.

“Tiffany-ah.” Panggilnya dengan pelan.

Tiffany memunculkan dirinya dari balik bahu Siwon.

“Dia sedang mengandung anakmu. Tolong perlakukan dia dengan baik.”

Lelaki itu terlihat sangat terkejut mendengar perkataan Siwon. Lalu Siwon menyerahkan Tiffany kepadanya. Tanpa diduga-duga lelaki itu langsung menarik Tiffany kedalam pelukannya. Dan menangis didalam pelukan Tiffany. Lelaki itu meminta maaf pada Tiffany didalam tangisnya. Dan Tiffany ikut menangis.

Siwon tersenyum tulus melihat pemandangan didepannya. Siwon menepuk bahu Tiffany, seolah memberi tahu tiffany kalau dia baik-baik saja, sekarang hidup mereka sudah berbeda, dan mereka memang tidak pernah ditakdirkan untuk bersama. Siwon berharap Tiffany akan bahagia dengan lelaki yang ia cintai itu. Siwon memutar tubuhnya dan berjalan pergi meninggalkan Tiffany, hemm dan masa lalunya. Satu ikat beban yang membelenggu hatinya kini sudah benar-benar terbuka Siwon melirik jam tangannya. Dia segera mempercepat langkahnya, ada hal yang lebih penting dari itu. dia harus menemui Yoona malam ini. Siwon bahkan berlari agar bisa cepat sampai Bastment dan memacu mobilnya untuk menemui Yoona.

 

~**~

Yoona menguap lagi ini sudah kali kelimanya ia menguap karena mengantuk. Yoona melihat lagi jam yang tergantun didinding ruang makan. Sudah pukul 10:15 Malam. Yoona mengecek lagi ponselnya yang ia letakan diatas meja. Lalu memandang kecewa pada ponselnya. Sejak tadi ia berusaha menghubungi Siwon tapi selalu diluar jangkauan, dan Pesan singkat yang dikirimkan Yoona pun belum juga dibalas. Yoona memandang sedih semangkuk sop jamur yang sudah ia siapkan untuk Siwon. Tapi sudah menunggu berjam-jam Siwon tak juga datang. Yoona jadi sedih dan bingung, sebenarnya Siwon jadi datang atau tidak sih?

Yoona meletakan kepalanya diatas meja, tangannya memainkan sendok dengan cara menggetok-getokkannya dimeja. Dia benar-benar lelah menunggu kedatangan Siwon. Baru kali ini Siwon menjadi aneh, susah dihubungi dan membuatnya menunggu terlalu lama.

 

Akhirnya Siwon tiba juga dirumah Yoona, dia berdiri didepan pintu rumah Yoona. Siwon melirik jam tangannya, sekarang sudah hampir jam sebelas malam. Siwon nampak sedikit ragu untuk mengetuk pintu rumah Yoona, karena ini sudah terlalu malam ia datang. Dia takut Yoona sudah tidur dan ia mengganggu tidur Yoona.

Tapi perasaannya belum tenang jika ia tidak menemui Yoona malam ini. Karena seharian ini dia belum bertemu langsung dengan Yoona. Dia merindukan wanitanya. Siwon akhirnya tetap mengetuk pintu rumah Yoona. Ini adalah ketukan yang ketiga, tapi pintu tak kunjung terbuka. Siwon menghembuskan napas, mungkin Yoona memang sudah tidur. tapi tangan Siwon menekan engkol pintu untuk mengecek apakah Yoona sudah mengunci pintunya apa belum?tapi ternyata pintu malah terbuka, Yoona tidak mengunci pintu rumahnya.

Karena pintu rumah ternyata tak dikunci, Siwon maka berjalan masuk kerumah Yoona untuk mengecek keadaan, kenapa Yoona bisa begitu ceroboh tidak mengunci pintu rumahnya malam-malam seperti ini? Siwon menutup kembali pintu rumah Yoona dan menguncinya. Lampu dirumah Yoona juga masih menyala semua. Apakah dia belum tidur? Siwon berjalan kearah ruang TV tapi sepi tidak ada Yoona disana. Siwon berjalan kekamar Yoona dan membuka pintu kamar Yoona. Kasur Yoona masih rapi dan Yoona juga tidak ada dikamar.

Siwon jadi cemas setelah tidak menemukan Yoona dimana-mana. Dia berjalan menuju dapur. Tapi langkahnya langsung terhenti ketika melihat sosok Yoona yang duduk dimeja makan dengan kepala tertidur diatas meja makan. Siwon menghembuskan napas legah ternyata kekasihnya berada disana. Siwon berjalan perlahan menghampiri Yoona. Siwon menundukan kepalanya untuk melihat wajah Yoona. Ternyata dia sedang tidur. Siwon melihat kearah meja makan ada semangkuk sop jamur yang sudah dingin dan dua mangkuk nasi yang juga sudah dingin. Siwon jadi merasa sangat bersalah pada Yoona. Pasti tadi Yoona benar-benar memasak untuknya dan menunggu dirinya selama empat jam lamanya.

“Mianhae..” ucap Siwon pelan sambil memandangi Yoona.

Siwon membungkuk dihadapan Yoona. Dengan perlahan dia mengangkat tubuh Yoona dan menggendongnya. Siwon menggendong Yoona untuk dipindahkan kekamarnya. Dengan sangat perlahan dan hati-hati Siwon memindahkan Yoona kedalam kamarnya dan meletakannya diatas kasur, lalu menutupi tubuh Yoona dengan selimut.

Siwon duduk dipinggiran kasur Yoona sambil memandangi wajah Yoona yang begitu cantik, lembut bak seorang malaikat. Siwon tersenyum kecil. Dia merasa sangat bersyukur takdir mempertemukan dirinya pada Yoona dan membiarkannya berbagi kebahagian bersama Yoona. Siwon menundukan kepalanya lalu mengecup kening Yoona dan pipi Yoona dengan lembut. Setelah itu dia berjalan keluar kamar Yoona dan mematikan lampu kamar Yoona.

Siwon kembali kemeja makan lagi. Dia menggulung lengan kemejanya sampai sesikut. Siwon mengambil sendok yang ada dimeja. Dia mencicipi sop jamur buatan Yoona. Rasanya lumayan walau sudah tidak hangat lagi. Siwon mengambil nasinya dan mencampurnya dengan sop jamur lalu memakan dengan lahap masakan Yoona yang memang sudah Yoona siapkan untuknya. Siwon tidak mau mengkecewakan Yoona yang sudah susah payah memasak untuknya dan menunggu kedatangannya sampai tertidur dimeja makan.

 

Yoona mengulet diatas kasur. Sinar matahari pagi sudah mengintip melalui celah-celah jendela kamarnya. Yoona membuka matanya perlahan-lahan. Dia terdiam sejenak. Nampak ada yang salah dengan dirinya. Ia mengedarkan pandangannya kepenjuru kamarnya. Lalu memeriksa tubuhnya sendiri. Seingat dirinya semalam dia sedang duduk dimeja makan menunggu Siwon, tapi kenapa sekarang dirinya sudah berada diatas tempat tidurnya sendiri? Aneh? Yoona melihat kejam walker yang terletak dimeja dekat lampu tidur. sudah pukul tujuh pagi. Aneh sekali. Yoona menyingkirkan selimutnya  dan turun dari tempat tidur.  ada yang tidak beres. Dia langsung bergegas keluar dari kamarnya.

Begitu keluar dari kamar harum aroma kopi dan coklat tercium jelas dihidungnya, membuat suasana menjadi tenang, aroma kopi dan coklat memang cocok untuk relaxasi. Yoona mengikuti aroma itu datang. Arahnya berjalan menuju kedapur. Semakin dekat dapur semakin jelas aroma itu tercium. Yoona menghentikan langkahnya ketika melihat sosok siwon yang memunggunginnya sedang mengaduk-aduk sesuatu didalam gelas.

“Oppa??” panggil Yoona.

Siwon menoleh dan mengembangkan senyum lebar. “Good Morning My Sleeping beauty Princess?”

“Kenapa oppa ada disini? Sejak kapan oppa datang kerumahku?” tanya Yoona.

Siwon membawa dua gelas dengan menggunakan baki kearah meja makan. Kedua gelas itu mengepulkan asap. “Semalam, ketika aku datang kesini, ternyata kau sudah tidur, jadi aku tidak mau membangunkan kau.”

Siwon menarik bangku dan mempersilakan Yoona untuk duduk, Yoona masih nampak bingung. Masasih semalam Siwon datang ia tidak sadar?.

Siwon menyerahkan segelas coklat hangat buatannya kehadapan Yoona.“ini minum coklat hangatnya. Agar tubuhmu hangat, karena menurut ramalan cuaca suhu dingin akan meningkat menjadi 10drajat celcius.”

Yoona menatap meja makannya yang sudah kosong, ouh… iya sop  jamur dan nasinya. Yoona memandangi wajah Siwon yang sedang meminum kopi hangatnya. “kemana masakanku? Apa kau membuangnya?” tanya Yoona.

Siwon meletakan gelas kopinya diatas meja lagi. “Anio, kenapa aku harus membuangnya? Itu enak sekali, ya walau tidak disajikan hangat tapi rasanya benar-benar enak. Jadi aku memakannya sampai habis. Aku semalam lapar sekali. Apa ada yang salah?”

Yoona menatap Siwon dengan tatapan tak percaya. “Jinja? Kenapa aku kau tidak bangunkan?”

“kan aku sudah bilang aku tidak mau menggangu tidurmu yang sangat nyenyak itu seperti anak bayi.”

Yoona tersenyum malu. Syukurlah masakannya tidaklah sia-sia. “Bagaimana semalam rapat sahamnya? Benarkah ada yang mau menambah saham ke Twosome lagi?”

Siwon langsung jadi salah tingkah mendengar pertanyaan Yoona. Dia mengambil kopinya lagi dan meminumnya dengan cepat. “Hemm.. berjalan dengan lancar kok. Maaf juga ya semalam telah membuatmu menungguku lama sampai tertidur. Mianhae.”

“Ouh.. bagus, aku senang mendengarnya. Tidak masalah, kelak jika aku sudah menjadi istrimu, aku juga akan setia menunggumu yang pulang malam, asalkan kau tidak bermain dengan wanita lain saja.”

“Uhuk-uhuk..” Siwon yang sedang mengesap kopinya sampai tersendak karena mendengar perkataan Yoona.

“Ouh, oppa, Gwanchanayo?” Yoona langsung khawatir sambil menepuk-nepuk pelan bahu Siwon.

Wajah Siwon memerah karena air kopi yang salah masuk kehidungnya, rasanya perih sekali. Yoona mengambilkan air mineral agar membantu meredakan rasa tersendak yang dialami Siwon.

“Sudah baikkan?”

“Iyaa.. sudah, Gomawo.”

“Ah, makanya minum kopinya jangan cepat-cepat.”

“Iya.. “

“Oppa, setelah ini antarkan aku ke kantor dulu ya. Aku mau merapikan meja kerjaku dulu, dan mengambil surat izin cuti juga. nanti aku pulang sendiri saja.”

“Ok, aku juga mau pulang kerumah rumah dulu mandi dan ganti pakaian, setelah itu baru ke Twosome, nanti jika kau sudah pulang dari kantor, mampir ke Twosome ya sekalian makan siang bersama.”

“Oke..!” jawab Yoona dengan senyuman lebar. Siwon balas tersenyum lebar juga.

 

~**~

 

Yoona baru saja tiba diruang kerjanya. Dia menyalakan komputernya untuk mengecek data pekerjaannya. Walau dia tahu semua pekerjaannya sudah selesai sebelum deadline, tapi dia hanya ingin memastikan saja. karena besok dia sudah mulai cuti tanggal pernikahannya tinggal menghitung hari saja.

Ketika Yoona sedang merapikan meja kerjanya seorang teman kerjanya sesama wartawan yang bernama Sungmin datang mendekati Yoona. Yoona menoleh sadar akan kedatangan Sungmin. Yoona menyunggingkan senyuman kecil. Dulu kabarnya Sungmin pernah menyukai Yoona, tapi Yoona tak pernah merespon lebih setiap perhatian yang diberikan Sungmin kepadanya. Lagipula tempat kerjanya ini melarang sesama pegawainya menjalin hubungan. Jika ada yang ketahuan menjalin hubungan maka salah satu diantara mereka harus mengalah keluar dari kantor ini.

“Apa hubunganmu dengan kekasihmu baik-baik saja?” tanya Sungmin.

Yoona mengerutkan keningnya, kenapa tiba-tiba Sungmin bertanya seperti itu padanya? “Iya tentu saja, pernikahan kamikan sebentar lagi, memangnya ada apa?”

Sungmin memasang senyum kecil. “tidak. Hanya saja, aku merasa kekasihmu itu mulai ah..tidak-tidak, aku bukan mau menjelek-jelekan calon suami mu, hanya saja,, semalam aku melihat dengan mata kepalaku sendiri, tapi Yoon apakah semalam dia menemuimu? Apakah dia bersikap aneh?” tanya Sungmin berbelit-belit.

Yoona terdiam sesaat mencerna setiap ucapan yang dilontarkan Sungmin tadi. “semalam? Heemm, dia memang agak aneh tapi dia kerumahku koq walau sudah sangat malam dan aku sudah tertidur. Dia harus rapat saham.”

Kini giliran Sungmin yang mengerutkan kening. “Rapat saham sampai larut malam? Kau percaya? Lalu siapa yang aku lihat semalam dipinggir sungai Han bersama seorang wanita?” tanya Sungmin tampak bingung.

Yoona jadi ikut-ikutan bingung, Sungmin sedang berbicara apa sih? Sungmin mengeluarkan beberapa lembar photo dari saku jaketnya lalu ia letakan  diatas meja kerja Yoona. “Semalam ketika aku pulang meliput aku sengaja berhenti dipinggir jalan sungai Han, untuk mencari angin. Tapi aku tidak sengaja melihat seorang pria yang mirip sekali dengan Siwon ssi, aku terus mengamatinya ternyata dia memang Siwon ssi, dari mobil yang ada disampingnya mobil yang sering mengantar jemputmu. Kupikir awalnya wanita yang bersamanya itu kau, tapi setelah ku amati lebih jauh dia wanita yang lain, aku tidak kenal. Karena aku memang sedang membawa kamera maka aku mengambil gambarnya, dan aku cetak sekalian dengan foto liputanku.”

Yoona mengambil empat lembar photo yang diletakan Sungmin diatas meja kerjanya. Yoona mengerutkan dahi ketika memandangi keempat photo tersebut. Kepalanya mendadak sakit melihat photo tersebut. Photo Siwon bersama Tiffany semalam saat mereka terlibat pembicaraan serius dipinggir sungai Han. Dari photo itu terlihat tiffany memunggungi kamera tapi siwon sedang menatap Tiffany. Lalu photo kedua mereka saling menatap dengan muka sendu. Yang ketiga Siwon menarik tangan Tiffany dan keempat Siwon membawa Tiffany masuk kedalam mobilnya, benar itu mobil Siwon. Mendadak setelah melihat photo itu dada Yoona langsung sesak. Matanya terasa panas. Dia ingin sekali marah, ingin sekali melempar sesuatu didekatnya.

“Apa kau mengenal wanita itu? hemm mungkin dia teman kerja siwon juga?” tanya Sungmin jadi tidak enak hati ketika melihat perubahan wajah Yoona.

“Sungmin ssi, photonya buat aku ya. Hemm Gomawo atas informasinya.” Kata Yoona sambil memaksakan senyum pada Sungmin.

Yoona langsung berburu-buru merapikan meja kerjanya, mematikan komputernya lagi. Dan mengambil tas tangannya dan segera melesat pergi meninggalkan ruang kerjanya. Yoona terus memegangi dadanya yang terasa begitu sakit. Kenapa ini harus terjadi padanya? Kenapa Siwon tega melakukan ini padanya? Kenapa Siwon berani membohonginya. Dan membuatnya semalaman menunggu dirinya seperti wanita bodoh, Siapa wanita ini? Apakah Siwon selingkuh darinya? Ataukah siwon menjadikannya selingkuhan? Kepala Yoona benar-benar dibuat pusing memikirkan semua dugaan-duagaan yang bermunculan dikepalanya.

Yoona menyuruh supir taksi menghentikan taksinya tepat di depan coffee shop milik Siwon. Yoona memberikan uangnya dan segera keluar dari taksi. Yoona melihat keadaan Twosome siang ini. Tidak terlalu ramai. Yoona mencekal tangannya dengan erat. Emosinya sudah mencapai ujung kepala. Dia harus segera menyelesaikan urusannya dengan Siwon.

Yoona berjalan masuk ketwosome, seorang pegawai wanita menyapa Yoona dengan sangat ramah. “selamat datang aggassi. Apa kau mau bertemu dengan sanjangmin?”

“Iya..dimana dia sekarang?” tanya Yoona tanpa basa-basi lagi.

“ada diruangannya.”

“terimakasih.” Yoona langsung berjalan meninggalkan pegawai itu yang memandangnya dengan tatapan curiga, Yoona berbeda dari biasanya.

Yoona langsung saja mendatangi ruang khusus Siwon yang ada dibelakang dapur. Tanpa mengetuk pintu dan memanggil Siwon Yoona langsung membuka pintu ruangan Siwon yang memang tidak dikunci. Siwon yang sedang menghitung pemasukan Twosome bulan ini, sangat terkejut ketika tiba-tiba Yoona masuk.

“Ouh..Kau sudah datang? Apakah urusannya sudah selesai?” tanya Siwon meyambut Yoona dengan ramah dan senyuman menawannya, seperti biasa.

Yoona hanya terdiam, ditempatnya dengan sikap kaku. Siwon menunggu Yoona berlari padanya dan memeluknya seperti biasa, tapi setelah beberapa menit berlalu Yoona tetap diam dengan wajah datar tapi pundaknya naik-turun seiring detak jantungnya yang membuat dadanya semakin sakit.

Akhirnya Siwon berdiri dan menghampiri Yoona. Ketika Siwon ingin menyentuh pundak Yoona, Yoona langsung menepisnya. “Jangan sentuh aku!” teriak Yoona tanpa diduga-duga.

Siwon nampak bingung kenapa  Yoona tiba-tiba jadi seperti ini? Siwon tetap tersenyum dia pikir Yoona hanya bercada atas sikap kasarnya tadi. “Apa kau sedang PMS? Ah.. aku pasti akan menjadi pelampiasanmu lagi. Jangan marahi aku, kita makan ice cream saja  yuk?”

Yoona sudah tidak tahan lagi. Dia ingin segera mendengar alasan Siwon, dia tidak butuh basa-basi. Dia hanya butuh penjelasan Siwon tentang photo dan masalah semalam. Yoona pikir dia harus segera menyelesaikannya, kalau memang terbukti Siwon selingkuh atau dirinya yang dijadikan selingkuhan Siwon. Maka Yoona sudah bertekad akan membatalkan pernikahannya dengan Siwon. Tak peduli sudah berapa banyak undangan yang disebar, dan sudah berapa matang persiapan pernikahan mereka. Bagi Yoona Perasaannya jauh lebih berharga.

Yoona mengambil empat lembar photo dari dalam tasnya lalu dengan perasaan kesal dia langsung meleparkannya kewajah Siwon. “Kau menipu ku! Kau berbohong padaku kan? Semalam tidak ada rapat saham kan? Tapi kau bersama dengan wanita lain kan? Kau membuatku seperti orang bodoh! Kau tidak tahu betap cemasnya aku semalaman menunggu mu datang? Aku terus menelpon mu tapi tidak tersambung dan aku sudah mengirimkan mu sms juga tak kau balas, oh jadi ternyata kau sedang bersama wanita lain? bodoh. Kau benar-benar membuat ku seperti wanita bodoh!!” teriak Yoona meluapkan kekesalan dan sakit hati yang ia rasakan. Dadanya begitu sesak setiap kata yang ia teriakan pada Siwon keluar, matanya benar-benar panas hingga setetes-demi setetes airmata jatuh dari matanya yang indah.

Siwon terpaku mendapati kemarahan Yoona. Siwon memungut photo-photo yang tadi dilemparkan Yoona padanya. Betapa terkejutnya dia, dari mana Yoona bisa dapat photo dirinya sedang bersama Tiffany semalam? Ini memang kesalahan Siwon yang sejak awal tak berkata jujur pada Yoona, dan akhirnya Yoona mengetahuinya dengan cara seperti ini. Kalau dilihat dari photo Yoona patut untuk marah dan curiga pada Siwon. Siwon menatap sedih dan penuh penyesalan, Yoona terus saja menangis sambil memukuli dadanya yang sangat sakit. Siwon ingin meraih tangan Yoona dan membawanya kepelukan dirinya tapi Yoona memundurkan langkahnya dan tak mau memandang Siwon lagi.

“Siapa wanita itu?” tanya Yoona dengan lirih.

Siwon terdiam. Lalu ia menjawab. “Aku bisa menjelaskan semua padamu, aku mengaku salah aku semalam memang pergi bersamanya. Tapi dia bukan siapa-siapku dia hanya orang yang dulu pernah ku kenal. Kau bisa mempercayai ucapanku kan?”

Yoona tersenyum sinis.”Orang yang kau pernah kenal? Mantan kekasihmu? Apa kau masih menyukainya? Nampaknya aku tidak perlu mendengar penjelasan darimu, aku tidak mau menerima lebih banyak rasa sakit. Kau sudah membohingiku! Kau seperti berselingkuh dibelakangku! Lebih baik sebelum ini terlambat, kita batalkan saja pernikahan kita.”

“Yoona!!” kini Siwon yang berteriak pada Yoona, karena ucapan terakhir yang keluar dari mulut Yoona.

Yoona terus saja menangis dan tetap tidak mau memandang Siwon dihadapannya. Dia berusaha membekukan hatinya. Jika ia menatap Siwon maka harga dirinya akan terluka lagi, hatinya akan mencair lagi.

“Ini semua salah paham. Tolong kau dengarkan ceritaku sampai selesai. Aku hanya mencintaimu, dan pernikahan kita tidak akan pernah dibatalkan.” Tegas Siwon.

Yoona menggelengkan kepalanya dengan kuat. “seterah, aku sudah lelah, aku ingin menenangkan hati dan pikiranku dulu.” Setelah bicara seperti itu Yoona segera berlari keluar dari ruangan Siwon dan meninggalkan Siwon yang masih terpaku dengan sikap tak percaya.

Siwon tersenyum sinis untuk dirinya sendiri. “Arrrrgghh!!!!” Siwon berteriak kencang sambil melampiaskannya dengan memukul dinding didekatnya. Dia diselumuti rasa bersalah, dia telah membuat Yoona terluka dan membuat Yoona menangis. Kini yang sakit bukan hati Yoona saja tapi hatinya juga sakit. Siwon benar-benar sangat menyesal. Seharusnya semalam dia tak menyeret Tiffany dan berbicara dengan Tiffany, tapi jika ia tak seperti semalam dia masih belum bisa memastikan sendiri apakah perasaannya dan luka hatinya pada tiffany masih berbekas apa tidak, dia tidak akan pernah tahu. Tapi ini memang salah Siwon. Kenapa dia semalam tak berkata jujur saja pada Yoona, pasti semua tidak akan serumit ini.

 

~**~

 

Ke esokan harinya Siwon datang bersama Tiffany dan juga kekasih Tiffany kerumah Yoona. Ini cara terakhir Siwon untuk menjelaskan dan meminta maaf pada Yoona. Pasalnya sejak kemarin siang sampai malam ia menunggu dirumah Yoona, Yoona tetap kekeuh pada pendirian, tidak mau memaafkan Siwon dan membiarkan Siwon kedinginan didepan rumahnya.

Siwon menekan bel rumah Yoona, tadinya cukup mengejutkan baru menekan bel dua kali tapi sudah terdengar suara langkah kaki yang menuju kearah pintu, dan terdengar suara pintu terbuka. Tapi Siwon terkejut ketika pintu terbuka ternyata yang membukakan pintu adalah Heechul.

Siwon memandang Heechul dengan penuh tanya.

Heechul malah menatap siwon juga penuh tanya, apalagi melihat dua orang yang dibawa Siwon sekarang. Kalau yang wanita si Heechul pernah melihatnya didepan caffee duahari yang lalu.

Heechul memaksakan senyumnya pada tamunya. Lalu ia berkata. “Aku sangat khawatir pada keadaan Yoona yang saat aku menelponnya tadi pagi suaranya seperti orang dicekik. Kupikir ia sakit, maka aku datang untuk melihat keadaanya. Tapi dia hanya tidak tidur semalaman dan minum terlalu banyak. Apa kau tahu?” tanya Heechul pada Siwon.

Pandangan mata Siwon jadi sedih mendengar perkataan Heechul. “Ini Tiffany dan kekasihnya, aku dan Yoona hanya terlibat kesalahpahaman, bisa kau izinkan kami masuk dan menjelaskan semua ini?”

Heechul memandangi tamunya dengan tatapan menimbang-nimbang. Lalu ia memundurkan langkahnya mempersilakan Siwon, Tiffany dan kekasihnya masuk kedalam rumah Yoona.

Yoona yang baru saja selesai mandi sudah berganti pakaian dan membungkus rambutnya dengan handuk sangat terkejut melihat sekumpulan orang diruang televisinya, karena terus saja dipaksa Heechul untuk mandi, karena tadi keadaan Yoona memang benar-benar kacau, bau alcohol dan lingkar mata panda yang super besar. Heechul bersikeras akan memanggil Yoona dengan sebutan Zoombie jika tidak mau mandi juga. makanya ketika Siwon datang Heechul yang membukan pintu. Dan Yoona tidak tahu kalau sekarang Siwon sudah duduk di ruang televisi.

“Heechul oppa!!!” Teriak Yoona dengan sekuat tenaga.

Heechul dan Siwon kompak menutup telinga mereka. Tiffany dan kekasihnya belum sempat menutup telinga, mereka hanya meringis ngeri mendengar seorang wanita berteriak mendadak dan sekencang itu.

Heechul langsung berdiri menghampiri Yoona. “Tenang-tenang dulu, kau harus mengendalikan emosi mu dulu, aku pastikan kau akan menyesal jika berteriak dan langsung pergi.”

Yoona mencemberutkan bibirnya dia jadi  kesal dengan Heechul yang sudah mengijinkan Siwon masuk dan mengajak dua orang yang tidak ia kenal pula masuk kedalam rumahnya. Tapi begitu menyadari Siapa wanita diantara mereka itu, Yoona langsung Shock mukanya memerah dan merasa marah.

“Untuk apa kalian datang kesini? Huh?” tanya Yoona pada Siwon dengan nada galak.

“Aku hanya ingin membuktikan kalau itu semua hanya salah paham. Jadi aku membawa orang yang bersangkutan dengan permasalahan kita.” Jawab Siwon dengan cepat.

Yoona terdiam, malas mendengarkannya.

“Ini adalah Tiffany Hwang dia memang mantan kekasihku waktu berada di LA, dan ini…” belum selesai Siwon berbicara Tiffany sudah berdiri dan mengembangkan senyumnya pada Yoona.

“Hi.. Aku Tiffany, dan ini kekasihku, Nickhun. Senang berkenalan denganmu, kau cantik sekali, pantas saja Siwon begitu menyukai dan mencintaimu.” Kata Tiffany dengan sangat antusias.

Siwon diam-diam melirik Yoona yang berdiri didekatnya, dia hanya ingin memastikan reaksi Yoona setelah mendengar perkataan Tiffany.

“Maaf kemarin malam, aku menemui Siwon oppa, tanpa sepengetahuanmu, malam itu aku benar-benar lagi kacau, aku sedang bertengkar dengan Nickhun oppa, jadi aku benar-benar membutuhkan teman curhat. Aku sudah lima tahun tidak bertemu dengan Siwon oppa, aku mencampakkannya, aku meninggalkannya demi Nickhun oppa, aku merasa sangat bersalah pada Siwon oppa, jadi semalam aku juga sempat memohon maaf pada Siwon oppa, dan Siwon oppa membantuku menyelesaikan masalahku dengan kekasihku, tapi paginya malah kalian yang bertengkar, Aku benar-benar sangat menyesal, aku meminta maaf ini salahku. Jadi kau jangan lampiaskan ini pada Siwon oppa, dia bukan berselingkuh. Kami sudah tidak ada perasaan satu sama lain, aku sangat mencintai kekasihku sekarang dan Siwon oppa juga sangat mencintaimu Yoona ssi.”

Selesainya Tiffany berbicara panjang lebar, Yoona hanya mampu terdiam tak tahu harus berbuat apa-apa lagi. Tapi dadanya yang sejak kemarin terasa sesak sekarang sudah lebih merasa legah. Yoona melirikkan matanya untuk menatap Siwon, tapi ternyata Siwon sudah menatap dirinya terlebih dahulu sambil tersenyum, sukses Yoona jadi malu dan wajahnya langsung bersemi, dia membuang mukanya dari tatapan Siwon, Yoona jadi salah tingkah.

Setalah kejadian itu akhirnya mereka terlibat kedalam obrolan bersama, saling bertukar cerita, dan bahkan Yoona mengundang Tiffany dan kekasihnya untuk datang kepernikannya dengan Siwon yang tinggal tiga hari lagi. Dan Tiffany berjanji akan datang pada Yoona. Setelah bercerita sedikit banyak, Tiffany dan Nickhun izin pulang dari rumah Yoona. Setelah mereka pulang Heechul juga memutuskan untuk pulang.

“Sepertinya sudah bereskan semuanya? Aku pulang ya?” kata Heechul pada Yoona.

“Oppa.. hemm Gomawo.”

Heechul hanya tersenyum pada Yoona dan Siwon lalu melambaikan tangannya dan keluar dari rumah Yoona.

Sekarang didalam rumah hanya ada Yoona dan Siwon yang saling terdiam, dan didalam kesunyian juga rasa kecanggungan diantara mereka berdua. Mereka saling berdir berhadapan dan tidak melakukan apapun.

“Jadi sekarang kau sudah memaafkan aku?” tanya Siwon memecahkan keheningan diantara mereka berdua.

Yoona tersenyum malu, lalu langsung berhambur kedalam pelukan Siwon. Menyembunyikan wajahnya didada Siwon.Siwon langsung memeluk Yoona dengan sangat erat sambil mencium puncak kepala Yoona dengan begitu lembut.

“Kau benar-benar membuatku stress. Sejak pertama mengenalmu, hal yang paling menakutkan didunia ini adalah ketika kau marah. Karena disaat kau marah, hatiku terasa sangat sakit, aku tidak dapat berpikir jenih, tak bisa menikmati kopi ku dan merasa hambar. Seperti membuat Kopi dengan cara yang salah. Jadi janganlah seperti ini lagi. Aku mencintaimu Yoona ssi.”

Yoona mengangkat wajahnya dan bertukar pandang dengan Siwon. Lalu mereka saling tersenyum penuh cinta. Dan Siwon mendaratkan bibirnya kebibir Yoona, dalam suasana hati yang membaik dan penuh cinta mereka terus berciuman. Dan tentu saja pernikahan mereka akan terus terlaksana.

 

~***~

 

Yuri dan Jessica berlari-lari sambil membawa kado dan bunga. Mereka berlari menuju ruangan khusus pengantin wanita menunggu. Yoona terkejut ketika akhirnya Jessica dan Yuri datang untuk menemuinya sebelum acara pernikahannya dengan Siwon dilaksanakan.

“Ommo!! Oommo!! Siapa ini yang sangat cantik, Sica tolong katakan padaku apakah ini benar-benar Yoong?” kata Yuri dengan sikap yang sangat berlebihan sekali.

“Iya dia Yoong, Im Yoona, ah!!  Neomo Yeoppta!!”

Jessica dan Yuri langsung melepas bunga dan kado yang mereka bawa, mereka letakan di atas meja begitu saja, mereka langsung berhambur memeluk Yoona. Mereka berpelukan bertiga dan saling tertawa dengan penuh bahagia, akhirnya diantara mereka bertiga Yoona-lah yang menikah deluan. Setidaknya pertanyaan mereka saat SMA terjawab sudah, padahal tadinya mereka mengira kalau Yuri-lah yang akan menikah deluan. Karena Yuri sangat genit dan bergairah dihadapan lelaki.

“Chukahae!! Akhirnya Yoona mengakhir  masa Singlenya. Ah.. semoga kau hidup bahagia dan memiliki keluarga kecil yang harmonis untuk selamanya bersama Siwon oppa!” kata Yuri mengucapkan doanya untuk Yoona.

“Iya aku juga berharap hal yang sama seperti Yuri, pokoknya aku hanya ingin kau selalu bahagia setelah pernikahan.” Kata Jessica menimpali.

“Gomawo.. Gomawo dan aku juga berharap kalian akan segera menikah secepatnya.” Kata Yoona pada Yuri dan Jessica.

Yuri tersenyum lebar. “Eitth, untung kau berbicara seperti itu. kalau tidak aku pasti akan lupa.” Yuri membuka tasnya dan mengeluarkan dua lembar kertas undangan, lalu ia berikan kepada Yoona dan Jessica.

“Sepuluh hari  setelah pernikahan Yoona dengan Siwon, aku dan Donghae oppa juga akan menikah.” Ucap Yuri dengan senang hati.

Yoona dan Jessica saling berpandangan penuh rasa tak percaya.

“Ah… Sial! Aku kedeluan Yuri juga! ihh!! Heechul oppa sangat lelet!” keluh Jessica sambil menatap undangan milik Yuri.

“Sabar. Heechul oppa juga sedang menyiapkannya untuk mu kok, mungkin sebulan lagi?” kata Yoona menenangkan Jessica.

Jessica akhirnya tersenyum lebar.”Iya.. biarkan Yuri deluan saja, aku takut dia keburu hamil sebelum menikah.” Kata Jessica asal.

Yuri langsung melototi Jessica. “Ya!! Kau!! Bicara apa?!” Omel Yuri dan langsungsung pura-pura mencekik leher Jessica.

“Sudah-sudah. Nanti make-up kalian akan rusak.” Celah Yoona.

Yuri dan Jessica kompak menatap Yoona yang sedang cekikikan, sial bukannya mengkhawatirkan persahabatan mereka, tapi Yoona malah berkomentar tentang make-up.

“Tapi akhirnya sudah jelaskan, kita akan menikah ditahun dan bulan yang sama?” tanya Yoona setelah itu.

“Kau benar!!” lalu mereka saling berpelukan lagi. Yoona tersenyum haru dan hampir menitihkan air matanya bersama Jessica dan yuri sahabat terbaiknya. Dia janji walau dia sudah menikah dan berkeluarga dan memilik anak bersama Siwon, dia akan terus menjaga persahabatannya dengan Jessica dan yuri yang sudah terjalin sangat lama.

 

~***~

 

Akhirnya pernikahan Yoona dengan Siwon, mulai dilaksanakan, pernikahan mereka dilaksanakan disebuah gereja terbesar di Seoul. Dan lalu akan dilanjutkan dengan pesta outdoor ditaman sungai Han. Dengan Tema  green coffee Shop.

Heechul dipercaya Yoona dan Ibunya untuk menjadi wali pernikahan untuk Yoona menggantikan ayah Yoona yang sudah meninggal. Dan lagi Yoona tak punya keluarga lain yang dekat dengannya.

Siwon sudah berdiri tidak sabar menunggu Yoona yang digandeng oleh Heechul untuk sampai dihadapannya. Jantungnya sudah berdebar tidak karuan. Dimatanya Yoona bak seorang putri dongeng yang sangat cantik. Yang datang di gereja ini hanya tamu-tamu undangan khusus atau kerabat-kerabat dari Yoona dan Siwon saja. sedangkan tamu yang lain sudah menunggu di Taman sungai han.

Akhirnya Yoona sampai juga dihadapan Siwon, jantung mereka saling berdebar kencang. Siwon mengulurkan tangannya dihadapan Yoona, dengan perlahan Yoona melepaskan gandengannya dengan Heecul dan meletakan telapak tangannya keatas telapak tangan Siwon. Lalu Siwon menggenggam tangan Yoona, dan membimbing Yoona menaiki fodium.

Yoona dan Siwon berhadapan dengan seorang fastur yang akan menikahkan mereka.  Lalu mereka mengucapkan janji suci yang diajukan oleh si Fastur. Dan setelah bertukaran cincin mereka telah diresmikan sebagai suami istri yang sah yang akan saling berbagi suka dan duka mereka bersama sampai akhir hayat hidup mereka.

Setelah mereka memberikan salam kepada kedua orang tua mereka acara jadi cukup mengharukan saat tiba Yoona dan Siwon berlutut dibawah kaki ibunya, ibu Yoona menangis karena akhirnya anaknya sudah menikah. Dia jadi teringat anak pertamanya dan suaminya yang telah meninggal.  Semua yang tahu kisah kehidupan keluarga Yoona, jadi ikut menitihkan air mata haru dan bahagia.

 

~**~

 

Yoona dan Siwon menikmati sore hari pada Honeymoon mereka di Italia tepatnya dikota romatisme  Venezia atau Venice, kota megah, artistic, unik dan penuh sejarah yang dibangun diatas hamparan air Sungai atau Kanal makanya ia juga dikenal sebagai “The City of Water”, sambil menikmati ice cream dan dibonceng sepeda oleh Siwon karena disini tidak ada jalan raya hanya ada gang-gang kecil yang muat oleh sepeda atau pejalan kaki saja jika ingin berpergian jauh kalian harus naik perahu.

Tangan kanan Yoona memeluk pinggang Siwon dan tangan Kirinya menggengam ice cream sambil terus ia jilati ice cream tersebut. Padahal cuaca sudah mulai masuk musim dingin di Italia tapi Yoona tetap terlihat senang menikmati Ice cream coklat vanilla-nya.

Siwon memberhetikan sepedanya diparkiran sepeda tepat saat ice cream ditangan Yoona habis dimakan. Yoona turun dari boncengannya. Siwon segera meletakan sepeda sewaannya diparkiran yang tersedia. Siwon menggandeng tangan kanan Yoona dan memasukan kedalam saku mantelnya bersama dengan tangannya yang menggenggam tangan Yoona. Yoona hanya dapat tersenyum menerima kehangatan yang diberikan Siwon padanya.

Siwon dan Yoona mengantri sebentar  untuk membeli tiket naik gondola kanal Venezia. Untuk tujuan ke Piazza San Marco, Siwon sengaja memilih Gondola sebagai transpostasi air mereka, walau lebih mahal dari pada yang lain, tapi kenyamanan dan privasi-lah yang menjadi alasan utama Siwon.

“Hello Mr and Mrs? Are You ready to get around with us?” sapa seorang pendayung gondola dengan sikap ramah pada Siwon dan Yoona.

“oh Yes.” Jawab Siwon.

Jadi satu gondola terdapat dua pendayung, depan dan belakang lalu Siwon dan Yoona duduk di tengah kondola yang cukup nyaman karena tempat duduki dilapisi busa yang sangat lembut dan tebal.

Ketika Gondola mulai didayung ke tengah kanal, pendayung yang berada di sisi belakang mulai bernyanyi melantunkan lagu khas italia. Yoona dibuat terkagum-kagum dengan pemandangan yang disajikan oleh kota Venice ini. Benar-benar sangat bagus dan penuh seni. Yoona mengeluarkan camera digital-nya dari dalam tas. Dia berdiri dan menghadap ke Siwon. Siwon hanya memperhatikan sikap istrinya itu.

“Heii! Lihat ke kamera!” seru Yoona pada Siwon.

Begitu Siwon menatap kamera yang dipegang Yoona, dengan cepat bunyi –Klik- Yoona baru saja berhasil mengabadikan photo Siwon yang sedang bersandar pada Gondola.

Siwon ikut berdiri. Menghampiri Yoona. “Berikan padaku aku akan mengambil gambarmu.” Yoona menyerahkan kameranya.

Dia bergaya tepat dibelakang sipendayung yang cukup tua tapi masih memliki wajah yang lumayan tampan. Siwon menggerakan tangannya mengisyaratkan agar Yoona menggeser kekiri sedikit, karena siwon tidak mau mengambil photo si pendayung itu. Yoona menggeleng. Dia tetap berpose sambil merentangkan tangannya kesamping. Dan Siwonpun mengabadikan photo Yoona.

“Kemari..”

Yoona mendekati Siwon untuk melihat hasil Photonya, tapi Siwon malah melingkari tangan kirinya dileher Yoona, lalu mengangkat kamera tersebut dengan tangan kanannya. Sambil mencium pipi kanan Yoona dan wajah Yoona yang terkejut siwon berhasil mengambil photo tersebut dengan pemandangan bagunan artistic dibelakangnya.

“Baguskan?” tanya Siwon.

Yoona tidak berkomentar apa-apa, hanya saja pipinya memerah.

“What is your  new bride? And doing Honeymoon here?” tanya pendayung dibagian depan yang tadi sempat menjadi backgroup photo Yoona. Walau dia orang italia asli tapi mereka selalu berkata dengan bahasa Inggris pada para tourist.

“Yeh, we Just Got Married, and Enjoying our Honeymoon, I think Venice is a Beutiful City.” Jawab Siwon.

“Where do You come from?”

“I come from South Korea.”

“Ouh, I knew. and I have advise you to  dinner at the Café Canal side.”

“Ouh, really? Ok, Thanks for your advise.”

Pendayung itu lalu tersenyum ramah pada Siwon dan Yoona. Setelah berbasa-basi dia kembali fokus mendayung. Dan Yoona kembali sibuk berfoto-foto dengan Siwon dan juga mengambil gambar setiap hal yang menurut ia sangat menarik dan indah dan cocok untuk diabadikan. Maklum naluri seorang wartawan jadi sepeti ini. Bisa-bisa begitu masuk kerja dia akan mengajukan menulis artikel tantang cantiknya kota air Venice Italia untuk majalahnya.

 

Setelah melakukan perjalanan selama lebih limabelas menit, akhirnya mereka sampai tujuan, Gondola merapat ke pinggir kanal. Siwon membantu Yoona untuk keluar dari Gondola. Sekarang mereka sudah menepakkan kaki mereka ditaman Piazza San Marco.

Yoona langsung berlari-lari kesenangan seperti anak kecil begitu melihat banyaknya burung merpati yang bermain bebas didepan gedung tua yang berada tidak jauh dari menara Piazza.

“Yeobo!! Apakah aku bisa memberikan makan untuk mereka? Mereka tidak akan pup dikepala kita kan?”

“Bisa, kau minta saja pada penjaga disana. Tapi berbicara dengan bahasa italia!” kata Siwon menjelaskan.

Yoona langsung cemberut. Dia kan tidak bisa berbahasa Italia. Dia hanya menguasai bahasa inggris dan jepang. “Kalau begitu kau saja yang memintanya. Nanti aku yang memberikan makan pada burung-burungnya ya?”

“Kau ini, norak sekali, dikoreakan juga ada, ya walau tidak sebanyak disini merpatinya.”

“Ieh.. tidak apa-apa, sudah sana minta.” Yoona mendorong Siwon dengan paksaan. Dan terpaksa juga Siwon harus meminta makanan burung tersebut pada sipenjaga taman yang ada disitu.

Tak menunggu lama Siwon kembali datang kehadapan Yoona sambil memberikan segenggam biji jagung untuk diberikan pada merpati bebas disana. Yoona menyerahkan kameranya pada Siwon, dan memerintahkan Siwon menjadi Photografer untuknya. Selagi Yoona bersenang-senang dengan merpati-merpati yang begitu bebas, Siwon terus mengambil photo Siwon, pekerjaan ini cukup menyenangkan, dia bisa sesuka hati memphoto Yoona dengan berbagai pose dan nimik yang begitu natural.

Mereka menghabiskan waktu sore mereka di Piazza San Marco, puas dengan berphoto-photo. Berjalan-jalan memasuki bangunan bersejarah, membeli beberapa souvenir dan juga minta dilukis oleh pelukis jalanan yang ada disana. Lumayan buat kenang-kenangan begitu sampai di Korea. Paling ongkos bagasi mereka saat dipesawat akan dikenakan biaya lebih.

 

Mengikuti saran dari sipendayung tadi, akhirnya malam ini Yoona dan Siwon benar-benar berada di Resto Canal Side. Restoran dengan bentuk bangunan berlantai tiga yang begitu antic. Mereka menikmati menu makan malam yang cukup berat yaitu Pizza dan pasta asli Italia. Walaupun mereka sering menikmati makanan tersebut dikorea tapi tetap saja taste-nya berbeda sekali. Apalagi dengan pemandangan diluar jendela resto. Banyak lampu-lampu gedung yang seperti bintang, dan diair sungai juga seperti banyak kunang-kunangnya karena pantulan yang diperoleh dari lampu bangunan dan perahu yang terus beroperasi 24jam.

Yoona melahap pizzanya dengan penuh semangat, sampai-sampai gummy dari pizza yang disantap Yoona meleleh keluar dan membuat mulut Yoona celemotan. Siwon sampai tersenyum geli melihat tingkah istrinya yang seperti itu.

Tak lama seorang pelayan datang lagi mengantar coffee latte ke meja mereka. Yoona tersenyum senang ketika melihat coffee art dari lattee nya tersebut. Bergambar sepasang penantin, dan di Cangkir Siwon bertuliskan I Love U.

“Kau tahukan coffe latte itu tercipta pertama kali di Italia. Karena orang italia tidak terlalu suka meminum Espresso seperti orang prancis, karena terlalu pahit, maka  seorang barista dan yang juga pecinta kopi menambahkan susu pada Espresso tersebut. Membuatnya menjadi 3:1 antara susu dan Espreso, tapi dengan proses yang tidak menghilangkan cita rasa kopi dan juga tidak terlalu menonjolkan manis susu. Jadi ini benar-benar perpaduan yang clop juga ketika ditambah creamer yang dapat membuat buih pada dasar coffee latte. Karena itulah coffe latte jadi sangat diminati dan menjadi salah satu kopi mahal.”

Yoona menatap Siwon dengan tatapan kagum. “Kau tahu begitu banyak tentang minuman yang terbuat dari kopi, tapi apakah aku harus meminum ini? Sayang sekali coffee art-nya terlalu bagus.”

Siwon memajuhkan wajahnya menatap Yoona dengan serius. “Kau harus meminumnya, kau tidak boleh tidur lebih awal seperti kemarin malam. Kau belum memberikan kewajiban pelayanan mu terhadapku.”

“Mwo? Apa itu?” tanya Yoona pura-pura tidak mengerti.

Siwon mencibir Yoona. “Making love make a Baby for our Life.” Jawab Siwon sambil berbisik.

Yoona tidak menanggapinya lagi dan melanjutkan makannya lagi dengan sangat lahap. Tapi dia juga meminum coffee lattenya. Selain Chocochino sekarang Yoona sudah dapat menikmati kopi jenis Latte. Karena rasanya yang khas, lembut dan manis. Seperti cintanya kepada Siwon.

 

~**~

 

Matahari pagi langsung masuk dengan bebas ke kamar hotel Siwon dan Yoona, karena mereka semalam lupa menutup gordennya. Yoona menyipitkan matanya karena matahari tepat menghadap kamar hotelnya yang berada dibagian Timur. Yoona membuka matanya perlahan. Lalu mendapati dirinya tidur bersama Siwon dibalik selimut tebal tanpa memakai pakaian apapun pada tubuh mereka. Yoona tersenyum mengingat apa yang semalam telah terjadi begitu saja. kenangan dan rasa itu akan ia simpan sendiri sebagai cerita malam pertamanya dengan Siwon.

Tiba-tiba sebuah tangan menarik dirinya masuk kedalam pelukan, ternyata Siwon juga sudah bangun. Siwon mengecup kening Yoona dengan lembut lalu perlahan ia membuka matanya dan menatap wajah Yoona. “Good Morning?” sapa Siwon dengan segaris senyum pagi yang dapat menghangatkan hati Yoona.

“Good Morning.”

“Thank you for You’re the best service Last Night.” Bisik Siwon.

Yoona jadi tersenyum malu, ah.. pokoknya jika diingat semalam rasanya benar-benar campur aduk. “Ne,, dan terima kasih juga untuk cinta yang kau berikan padaku.” Balas Yoona.

“Ah.. ucapan itu membuat hatiku meleleh, seperti coklat yang dipanaskan seperti kopi yang sedang direbus.”

Yoona hanya tertawa kecil mendengar perkataan Siwon.

“Aku benar-benar Mencintamu, semuanya semua yang ada didirimu aku menyukainya. Dari sini.” Siwon mengecup kening Yoona,”ini..” siwon mengecup hidung dan mata Yoona,” lalu ini..” mengecup pipi Yoona, “dan Ini..” Siwon mencium bibir Yoona dengan penuh gairah. Yoona hanya dapat tersenyum sambil berciuman dengan siwon sambil berpelukan tanpa pakaian dibalik selimut dan diatas kasur rasanya benar-benar tak dapat diungkapkan dengan kata-kata.

 

~***~

 

Lima tahun Kemudian…

 

“Appa!! Eomma!!” teriak seorang anak kecil berusia empat tahun sambil berlari-lari mengelilingi rumahnya yang cukup besar.

 Choi Yoon Ji, dia adalah anak hasil Honeymoon Siwon dan Yoona lima tahun lalu, dia baru saja pulang dari Playgroup dijemput oleh kedua neneknya yang sangat menyayanginya.

“Kemana appa dan Eomma mu? Dia tidak ada dirumah?” tanya ibu Yoona pada Yoon Ji.

“Molla, ah..Granny, aku tahu dimana appa dan Eomma bersembunyi.”

“eodiya?” tanya Ibu Siwon.

Lalu dengan sikap yang bergitu bersemangat Yoon Ji menarik lengan kedua neneknya agar mengikuti langkah kaki kecilnya. “Ssstt… mereka pasti ada disini.” Bisik Yoon Ji. “jangan berisik kata eomma, kalau mau masuk harus ketuk pintu dulu.” Ucap Yoon Ji dengan polosnya.

Kedua neneknya saling bertatapan. Lalu mengikuti perkataan Yoon Ji, ia mengetuk pintu kamar Siwon dan Yoona.

“Yoona, Siwon!! Kalian didalam? Kami sudah pulang!” teriak ibu Yoona sambil mengetuk pintu.

Terdengar suara grasak-grusuk dari dalam begitu ibu Siwon menempelkan telinganya dari balik pintu.

“Ouh. Ne.. Tunggu sebentar.” Teriak Yoona dari dalam.

“Yoon Ji, kau ada diluar?” ikut Siwon berteriak.

“Ne Appa!!” teriak Yoon Ji menjawab.

Yoona dan Siwon muncul daribalik pintu dengan senyuman aneh. Kedua orang tua mereka langsung memperhatikan mereka dengan tatapan curiga.Yoona buru-buru merapikan rambutnya yang sedikit berantakan. Dan siwon terus memasang senyum selebar mungkin pada ibunya dan ibu mertuanya.

“Ah.. apa yang kalian lakukan siang-siang seperti ini dikamar hah?” tanya Ibu Siwon.

“Bukan apa-apa.. kami hanya tidur siang.” Jawab Siwon.

“hanya tidur siang? Tidak lebih? Dari senyum kalian pasti kalian habis melakukan…”

“Ah.. Eomma, disini ada Yoon Ji.. hehe.. kami benar-benar hanya tidur siang bersama.” Sahut Yoona memotong pembicaraan ibunya.

“Kami harus melakukan apa disiang hari? Aku kan sekarang sudah menyerahkan jabatanku ku sebagai menager twosome kepada orang lain, aku hanya menerima pamasukan twosome saja dan mengurus Twosome pusat. lalu kami ingin menjemput Yoon ji malah kalian yang menjemputnya. Dan Yoona juga sedang libur kerja. Jadi kami memakai waktu siang kami untuk tidur siang.” Jelas Siwon, tapi dari wajah Ibu dan mertuanya tidak percaya sama sekali. Merekah malah tersenyum mengejek.

“Ah.. kalian sudah makan siang? Jika belum aku akan memasak untuk kalian.” Kata Yoona sambil mendorong ibu dan ibu mertuanya agar berjalan dan pergi dari kamar mereka.

“memangnya kau akan masak apa?” tanya Ibu Siwon.

“Heemm.. masak Soup kerang?”

“Walau masakan mu tidak terlalu enak tapi boleh juga.” jawab Ibu Siwon meledek Yoona. Yoona hanya menunduk malu dibilang seperti itu.

“Eomma, aku diundang ke pesta ulang tahun Lee Hae ri hari minggu…” cerita Yoon Ji sambil mengancungkan undangan yang ia ambil dari tasnya.

“Ah.. aku lupa kemarin di Twosome Donghae juga mengundang kita untuk datang di pesta Hae ri.” Sahut Siwon sambil tersenyum malu.

Yoona mencibir Siwon. “dasar kau ini.”

“Aku nanti mau pergi dengan Kim Hee Jung ya appa!” kata Yoon Ji sambil naik kepangkuan Siwon yang sudah duduk dikursi ruang tengah bersama orang tua dan mertuanya.

“Oke.. nanti Eomma akan telepon telepon Heechul Ajjusi agar menyampar kita kesini, jadi kau bisa berangkat bareng dengan Hee Jung.” Sahut Yoona.

Yoon Ji langsung bersorak gembira. “Tapi nanti kalo beli kado buat Hae ri, Yoon Ji mau mainan baru juga ya appa?”

“Iya.. tentu saja. apa yang Yoon Ji mau beli memangnya?”

Yoon Ji meletakan telunjuknya di kening, sok sedang berpikir keras. “boneka minion ya? Yang mata satu sama yang mata dua.”

“Ah.. iya-iya tentu saja nanti akan appa belikan untuk Yoon Ji ku tercinta!” jawab Siwon dengan gembira sambil menciumi pipi buah hatinya.

“Belikan aku dan mertuamu kaluang baru dong.”

Siwon menatap ibunya dengan tatapan kaget. Lalu siwon terkikik, “ kenapa tidak meminta pada Appa saja? ah,, tapi iya deh nanti aku akan belikan dan aku akan berikan eomma dan ibu mertua kalung yang sama, untuk perayaan chuseok yang sebentar lagi.”

Ibu Siwon tersenyum lebar begitu juga dengan ibunya Yoona. “Kau akan menghadiakan kami apa Yoong?” tanya Ibunya.

“Heem.. satu dus moon cake.” Jawab Yoona asal.

“Aigoo anak ini.” Keluh ibunya dan mertuanya bersamaan.

Yoona hanya tersenyum senang melihat kecerian keluarga kecilnya. Apa lagi sekarang pekerjaannya adalah sebagai manager Twosome yang ada digangnam jadi cukup punya banyak waktu untuk bersantai dan berkumpul dengan keluarga kecilnya dan Siwon mengurusi Twosome  pusat yang ada di Insandong. Jadi mereka tetap memilih fokus kebisnis coffee shop mereka. Dan rencananya mereka juga akan buka cabang Twosome di Jepang. Empat tahun ini sambil mengurusi Yoon Ji anak mereka, mereka juga bekerja keras mengurusi Twosome coffee shop, tempat bersejarah yang juga sebagai saksi bisu cinta mereka, CInta Yoona dan Siwon bermulai. Dan untuk nama Coffee Shop di Jepang mereka akan namakan  Twosome of Love, yang mereka persembahkan khusus untuk Choi Yoon Ji nanti jika sudah dewasa.

 

~*** Happy Ending  ***~

 

 

My Note : Annyeong, huft akhirnya bisa menyesaikan dan menposting FF ini^^V rencananya mau senin tapi belum selesai tulis karena ada perubahan ide haha, dan rencaan selasa, malah gak bisa internetan sama sekali, very very very Bussy -__- dan finally, aku bisa membayar hutangku! Plase jangan ada yang NAGIH MINTA SEQUEL dari ff ini lagi, cerita benar-benar udah tamat, kalau mau sequel bikin sendirilah versi kalian kalian maunya seperti apa? Hehhe 😛 saya mau fokus sama FF LHK dan FF saya yang lain yang juga saya mau post tapi belum selesai ditulis :/ So, Thank U untuk antusiasnya terhadap FF saya ini, kalau banyak Typo Maklumin saja ya hehe, laptop saja memang suka merubah ejaan secara otomatis, apalagi saya belum sempat baca ulang untuk edit jadi terimalah dengan semurni-murninya kisah ini.. Oke See U!!

Advertisements

155 comments on “FF – The Coffee Shop Of Love ( OS )

  1. senengnya baca part ini di tambah ama sikap bang siwon yg alim gitu kemarin dah curiga ama part 2 kirain kirainnn,kerenn saeng suka pokoknyah cuma takut aja ama yg yoonamarah ama siwon aja ygg lainn sesuai dengan harapan ku,di tunggu yoonwon dengan tema comedyy klu bisa hee hee

  2. waaa puas bacanya..ok deh ga minta nambah hehe..
    ditunggu crita lainya ya..tu yg ttg bola jg buruan non..makin penasaran hehe..
    makasi..

  3. Ahhhh akhirnya keluar juga ini cerita 🙂
    Wah, sempat khawatir sama hub. Siwon oppa dan Yoona eonni yg pas bagian Siwon oppa ketahuan bohong. Tapi untungnya sudah terselesaikan dan happy ending ^^
    Di tunggu ya eon project FF terbaru dirimu 🙂

  4. Daebak!!!!!!!!!!! Keren!!!! Konfliknya dapet trus happy end lagi ~(‾▿‾~)(~‾▿‾)~
    Ditunggu ff selanjutnyaaaaa (ʃƪˆﻬˆ)

  5. aigooooo sequelnya kren bnget so swett yoonwon bulan madu hihihi akhirnya mereka berdua hidup bahagiaaa ditnggu ff yoonwon lainnya 😀

  6. happy ending..
    kirain siwon bklan blikan l
    g ma tiffany..sempet sich..hahaa tpi happy ending trnyata..emng yoonwon dtal
    kdirkan untk bersma amiinnnn
    thor lnjut buat ff yw lagi

  7. Kerenn,,,,tdi sempet was2 wkt tiffany muncul tpi untung lah cmn salah paham za N pernikahan’x berjalan dengan lancar.walau pun q lom baca (2S cofee shop) sebelum’x….mungkin abizz ini bru q mo baca,pengen tau awal mula’x yoonwon jatuh cinta.d tunggu ff selnjut’x.salam kenall

  8. Yeayy, happyend. Seneng bgt baca ff ini, jadi kecurigaanku sm siwon terbalaskan, ternyata mereka gak ngapa”in. Ibu” ini sm Yoonji ngeganggu aja ya, hehe.

  9. Waah kereeen ffnyaa,, daebak thor!!. Awalnya aku kira tadi wonppa akan jatuh hati lagi ama fany onnie,, ehh.. ternyata nggakk,, seneng karena yoonwon bisa bersatu menikah dan memiliki anak, yeyyy happy ending 🙌😂😊

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s