FF – Love High Kick! (Sequel – Part.4)

ff-LHK-Poster

FF – LOVE HIGH KICK (Sequel)

( Part. Empat )

 

Title : Love High Kick

Type : Sequel / Part

Author : Ulanchoi Hyoyoon / Twitter : @Lovelyulan

Genre : Romance,Comedy,Drama

Ratting : PG – 17 / General

Main Cast : 

  • Im Yoon Ah SNSD  as Im Yoon Ah /  Im Yoon wo
  • Choi Siwon SUJU as Siwon / Guru Choi
  • Max Changmin TVXQ  as  Shim Changmin
  • Cho Kyuhyun SUJU as Cho Kyuhyun
  • Lee Jong hyun CN.BLUE as Lee Jonghyun
  • Choi Minho SHINEE as Choi Minho

Other Cast :

  • Kim Taeyeon SNSD
  • Choi Sooyoung SNSD
  • Choi Jin Rin (Sulli ) F(x)
  • Kangin SUJU
  • Kim Hyoyeon SNSD
  • And many more…

 

Warning! : “ If You Don’t Like This Story, You Don’t Read and please Leave my Blog, and If You Like this Story You can Read and Please Leave a Comment and Give a Like sign…^^Remember!! You Do not Copy paste my Mind about This story..and This is just a Fanfiction, I’m So Sorry for Typo in This Story 🙂 So Enjoy to Reading…!!

 

~*** LOVE HIGH KICK! ***~

Yoon Ah merasa dunia sudah mulai berputar, ini sudah memasuki hari ke Empat sejak kejadian di Lotte World. Semenjak kejadian itu banyak hal yang berubah. Kyuline khususnya Changmin yang nyawanya diselamatkan oleh Yoon Ah jadi sangat perhatian dengan Yoona dan menjadi baik hati sekali dengan Yoona, dia merasa kalau Yoon Ah  adalah pahlawan untuknya. Kyuhyun yang kadang suka nyebelin sekarang kadar menyabalkannya juga sedikit berkurang. Minho  dan Jonghyun juga sudah mulai banyak bicara dengan Yoon Ah.

Dan dari semua itu ada yang paling Yoon Ah heran adalah tingkah Guru Choi, beliau jadi lebih protektif terhadap Yoon Ah, dan selalu baik hati juga dengan Yoon Ah. Dan contohnya seperti yang sedang terjadi pagi ini dilapangan satu tempat olahraga pagi diselenggarakan setiap harinya.

Yoona yang merasa tangannya sudah lebih baik maka mulai ikut untuk olahraga pagi lagi seperti biasa, belum sampai ia masuk kedalam barisan tapi sudah ditiupi peluit kencang oleh guru Choi yang menatapnya dengan tajam.

“Ya! Yoon Wo! Apa yang sedang kau lakukan disitu? Kau kan sudah aku bebaskan dari jam latihan fisik, kau cukup belajar formatif saja dikelas.” Kata Guru Choi dengan suara lantang.

“Aku bosan! Lagi pula tanganku sudah tidak apa-apa kok, coba lihat ini.” Jawab Yoona sambil mengayun-ngayunkan tangannya yang masih diperban. “Aaaahhh..” teriaknya ketika tangannya ternyata masih sedikit sakit jika terlalu banyak gerak.

Changmin langsung berlari mendekati Yoona ketika Yoona menjerit kesakitan, Jonghyun, Minho dan Kyuhyun juga mengekori dibelakangnya. “Gwanchanayo?” tanya Changmin. Sambil memegang tangan Yoona dan memeriksa tangan Yoona dengan teliti.

“Apa ada yang salah? Apa perbannya terlalu kencang? Apa sakit?” tanya Changmin berlebihan.

Yoona meringis, sambil manarik lengannya dari pegangan Changmin. “Changmin, aku tidak apa-apa, ku pikir tadinya aku sudah sembuh total dan bisa ikut olahraga bersama kalian lagi, tapi saat aku memutar-mutar tanganku ternyata masih sedikit nyeri.”

Changmin merunduk dengan wajah penyesalannya. “Mianhae, karna aku kau jadi seperti ini.”

“Ah..Anio-anio, itu sebuah kecelakaan kecil, Kita teman kan? Bukankah teman harus saling menolong?” Yoona jadi ikut tidak enak hati.

Changmin manatap Yoona dengan mata besarnya. “Chingu? Kau menganggapku temanmu setelah sebelumnya aku selalu ketus dan jahat padamu?”

Yoona memanggutkan kepalanya dengan hati-hati, takut-takut Changmin bisa saja meledak begitu saja.

Changmin tersenyum lebar. “Benar, Kita adalah teman.” Changmin langsung menarik tubuh Yoon ah kedalam pelukannya, memeluk Yoon Ah dengan erat, sampai Yoona terlihat kehabisan napas. Yoona juga sedikit terlihat shock karena Changmin memeluknya tiba-tiba.

Siwon melongo ketika melihat Changmin yang sejak tadi berbicara dengan Yoon Ah, tiba-tiba memeluk Yoon Ah dengan erat. Siwon jadi gelisah, dia tidak suka melihat Changmin memeluk Yoon Ah. Ada suatu perasaan yang bergemuruh didadanya. Tapi jika tiba-tiba ia bergerak dan nekad melepas pelukan Changmin dengan Yoon Ah, bisa-bisa Kyuline semakin curiga. Ah.. benar-benar membuatnya berada didalam keserbasalahan.

Changmin melepas pelukannya lalu berseru dengan lantang kepada temannya.” Mulai saat ini, Yoon Wo menjadi anggota Kyuline!”

“MWO??!!” seru Jonghyun, Kyuhyun dan Minho.

“Iya.. .dia juga tampan dan berwajah manis, ya walau sedikit kerempeng.” Jawab Changmin. “Tapi tidak apa-apalah Kyu, dia sudah menolongku, aku berhutang budi dengannya. Apalagi diakan tidak punya siapa-siapa di Seoul.”

“Ah.. aku tidak pernah berpikir hari ini akan terjadi.” Keluh Kyuhyun seperti belum rela jika Yoon Ah aka Yoon Wo menjadi anggota Kyuline.

“Bagaimana semua setujuhkan?”

“Ya mau bagaimana lagi, alasannya cukup logis.” Jawab Jonghyun.

“Ya benar, tapi jika dia membuat kesalahan dan tidak mengikuti aturan Kyuline, dia berhak ditendang keluar.” Jawab Minho.

Changmin merangkul bahu Yoona. “Baik! sekarang kami adalah The 5th Flower Boys Kyuline” seru Changmin gembira.

“Apa? The 5th Flower Boys Kyuline?” tanya Siwon yang mengejutkan para Kyuline, karena tiba-tiba guru choi ikut nimbrung diantara mereka. “Dia Yoon wo sekarang menjadi Kyuline? Hahaha, lelaki luguh dan kecil ini?” ledek Siwon.

Yoona cemberut mendengar perkataan Guru Choi, apa-apaan tuh seenaknya mengatai orang luguh dan kecil. Mentang berwajah kasar dan berbadan besar. Huh!

“Kalian akan mengajarkannya bagaimana cara membantah dan menindas mahasiswa yang lain?” tanya Siwon.

“Ah… yang terlihat diluar kami memang seperti itu, tapi sebenarnya banyak kegiatan seru yang banyak orang tidak tahu tentang Kyuline. Dan Yoon Wo ini beruntung karena dia telah terpilih menjadi anggota tambahan Kyuline. Kerenkan?” jawab Changmin.

Siwon tertawa meremehkan. “Palingan hanya bermain Games sambil mengemil.”

Kompak Siwon langsung mendapati tatapan tajam dari Changmin, Kyuhyun, Jonghyun dan Minho.

Tapi Siwon nampak tidak memperdulikannya. Dia malah beralih ke Yoon Ah. “Eh, Yoon Wo, cepat kau keluar dari lapangan. Waktu istirahatmu masih ada tiga hari, jadi pergunakanlah dengan baik, aku tidak mau jika kau memaksakan diri untuk ikut latihan nanti luka ditangamu akan semakin parah dan aku disalahkan. Aku tidak mau bertanggung jawab.”

“Lagian siapa yang menyuruh Guru bertanggung jawab? Dasar! Ya sudah aku pergi.” Jawab Yoona ketus dan langsung berjalan pergi.dan membuat Siwon jadi sedikit kesal dengannya.

“Begitu jam sarapan, cepat ke meja Kyuline ya! Kita makan bersama!”  teriak Changmin.

“OKE!” balas Yoon Ah berteriak sambil mengacungkan ibu jarinya.

Diam-diam Yoon Ah tersenyum, dia senang sekali bisa benar-benar diterima disekolah ini sekarang, apalagi sekarang dia sudah menjadi anggota Kyuline, dia senang sekali, kalau seperti ini dia akan terus bersama Jonghyun setiap saat. Pipinya memerah ketika membayangkan Jonghyun. Ah iya walaupun wujud luarnya dia lelaki tapi hatinya tetap wanita, dan sepertinya Yoon Ah memang sejak awal tertarik dan  menyukai Jonghyun.

 

~***~

 

“Noona!! Noona!! Kau sudah datang??” teriak Yoon Ah begitu masuk keruang kesehatan.

Hyoyeon muncul dari balik tirai sambil melepas kacamatanya. “Noona! Noona! Panggil aku Eonni!” ralat Hyoyeon.

Yoona cenge-ngesan tidak jelas, lalu langsung menarik-narik lengan Dokter Hyo dan bergelayutan dengan manja, seolah-olah Dokter Hyo kakaknya sendiri. “Aku ini kan lelaki tau. Hehehe..”

Hyoyeon meringis geli mendengar ucapan Yoon Ah. “Lelaki mana yang memiliki buah dada?” ledek Hyoyeon.

Yoona tertawa malu, “ya setidaknya dalam penyamaranku.”

Karena luka ditangannya, hubungan Yoona dengan Dokter Hyo menjadi lebih dekat. Karena begitu mereka kembali ke asramah, Dokter Hyo-lah yang menangani luka Yoona, dan yang mengganti perban ditangan Yoona yang terluka dan memar. Karena mereka sama-sama wanita di sekolah pria ini maka mereka jadi begitu cocok.

“Noona, Oh eonni.. aku ada kabar baru.”

“Apa?”

“Aku sekarang adalah Anggota Kyuline! Hahaha keren kan?”

Hyoyeon mendelik mendengarnya. “Ommo, Jeongmal? Hanya karna kau menyelamatkan Changmin kah?”

Yoona memanggutkan kepalanya dengan cepat. Hyoyeon meneloyor kening Yoon Ah. “Konyol. Bagaiman kalau salah satu diantara mereka akhirnya tahu bahwa kau Yoon Ah, seorang wanita?”

Yoona mengerutkan keningnya. “Tidak,, aku pasti mampu menjaga ini sampai tiba waktunya.”

“Apalagi kau juga mulai tertarik dengan pesona Jonghyun kan? Bagaimana kalau semakin kau dekat dengan mereka semakin kau benar-benar jatuh cinta pada Jonghyun?”

Yoona terdiam mencerna ucapan Hyoyeon. “memangnya jika aku merasa nyaman dan senang jika berada dekat Jonghyun itu perasaan cinta ya?”

Hyoyeon berdecak kesal dengan kepolosan Yoon Ah.”berapa  usia mu sebenarnya sekarang?”

“Dua puluh tahun.”

“Dua puluh tahun, tapi masih seperti ABG, tentang perasaan sendiri saja kau masih tidak bisa menilainya. Dasar payah.”

“Aku benar-benar tidak tahu.”

“Ah.. lupakan, yang penting kau harus benar-benar hati-hati dengan Kyuline.ingat mereka pria dan kau wanita. Pria dengan wanita itu berbeda! Aku sudah rela merahasiakan identitasmu, jangan sampai kau sendiri yang membukanya! Dan merugikanmu sendiri.”

“Iya.. aku mengerti.” Jawab Yoona lalu kembali memeluk Hyoyeon. Hyoyeon hanya pasrah saja.

 

~***~

 

Sore harinya setelah tadi siang dia mengikuti pelajaran formatif, sekarang waktunya jam pelajaran renang, Yoona merasa bosan terkurung di asramah. Yoona memutuskan keluar dari kamar dan berkeliling gedung sekolah untuk mencari angin segar.

“Hanya sakit tangan saja, sudah seperti ini, Huft membosankan.” Keluhnya sambil berjalan tanpa arah.

Tiba-tiba sebuah ide terlintas dikepala Yoon Ah, ia menyeringai lebar. “Aha…Sekarang Jam renangkan?aku kekolam renang saja, hehe…” dengan semangat yang menggebu-gebu dia berlari menuju ruang kolam renang yang ada dibelakang gedung utama.

Yoon Ah pura-pura sok Cool ketika memasuki arena kolam renang. Padahal dia sedikit bingung harus menutup mata atau tidak? Belum ada satu orangpun yang peduli dengan kedatangannya. Yoon Ah dengan cuek mengedarkan pandangannya melihat teman-temannya yang hanya memakai celana renang sedang berhamburan di dalam kolam dan pinggir kolam.

Siwon baru saja memunculkan dirinya dari dalam kolam. Seperti ikan yang kehabisan napas mulutnya megap-megap. Siwon melepas kacamata renangnya dan penutup kepalanya. Ia berjalan kearah bangku khusus tempatnya memantau murid muridnya untuk mengambil puluit dan buku penilaian.

“Tolong bukuku…” kata Siwon pada seseorang yang menduduki bangkunya. Siwon sendiri sibuk mengoreki telinganya, sepertinya ada sedikit air yang masuk ketelinga kanannya saat tadi ia berenang.

“Ini..” kata orang yang duduk dibangku Siwon, sambil menyodorkan buku penilaian milik Siwon.

“Kenapa kau duduk di kursiku?” tanya Siwon sambil meraih handuk kecil yang ia letakan di sandaran kursi.

“hanya kursi ini yang masih kering.” Jawab orang itu acuh.

Siwon mengangkat kepalanya dan menatap murid yang duduk di kursinya yang sedang berhadapan dengannya. Siwon terkejut bukan main ketika menyadari kalau yang duduk dikursinya adalah Yoon Ah, Yoon Ah dengan wajah super polosnya mendelik menatap Siwon yang mulutnya terbuka.

“KAU!! Kenapa disini?!” tanyanya dengan suara lantang.

“Aku? Aku bosan di Asramah jadi aku kesini deh buat menonton yang lain berenang.” Jawabnya, lalu ia menambahkannya sendiri didalam hati.”sesungguhkan aku rindu sekali dengan berenang.ah itu satu-satunya olahraga yang aku kuasai.”

“Tapi kau bilang kau alergi air kolam! Dan aku kan sudah membebaskan kau dari jam berenang kenapa masih kesini, cepat keluar!” omel Siwon tidak jelas. Apa salahnya jika Yoon Ah hanya datang untuk melihat-lihat dan menghilangkan kebosannya?toh dia tidak akan terkena air kolam juga. tapi masalahnya Yoon Ah adalah WANITA, dan Siwon tahu akan itu. sedangkan di kolam renang itu semuanya PRIA dengan PAKAIAN RENANG. Jadi menurut Siwon itu jelas salah.

“Hanya sebentar saja. aku juga baru masuk.” Bela Yoon Ah.

“Tidak bisa! Cepat kau keluar sekarang juga!!” tegas Siwon.

“Iehh..Tidak mau!!pelit sekali sih!” tolak Yoon Ah. Tetap nekat dank eras kepala.

Siwon jadi geregetan.ingin rasanya ia segera menyeret Yoon Ah keluar dari ruang kolam renang dan berteriak didepan wajah Yoon Ah, walaupun dia menyamar sebagai Yoon Wo, tapi bukan berarti dia bisa seenaknya keluar masuk ke kolam renang dan melihat teman-temannya yang hanya memakai celana renang. Kecuali dia cewek Yadong!.

“Cepat! Kau sekarang berani membantahku? Begitu tanganmu sembuh aku akan menghukum mu lari 100 kali lapangan.”

“Mwo?! Guru Choi Kau keterlaluan sekali!” keluh Yoon Ah dengan muka sedih. “Ya sudah kalau gitu kau keluar sekarang!.”

Siwon terdiam dia jadi merasa kasihan dan serbasalah atas sikapnya ke Yoon Ah.

“Yoon Wo!!”

Yoon Ah tidak jadi pergi karena ada yang memanggilanya. Changmin dan Jonghyun berjalan menghampirinya.

“Kenapa kau ada disini?” tanya Jonghyun.

Yoon Ah jadi salah tingkah. dia hanya mampu mengkedip-kedipkan mata dan berusaha untuk tetap bernapas. Ah.. Jonghyun mempunyai tubuh yang bagus. Kekar dan putih bersih. Pasti kalau dipeluk oleh Jonghyun enak sekali rasanya. Hangat dan nyaman. Ah.. pikiran apa itu?Enyahlah!.

Yoona menggeleng-gelengkan kepalanya dengan cepat, kenapa ia bisa berpikiran sejauh itu? “Ah? Aku hanya bosan jadi aku ingin melihat kalian renang. Tapi aku akan segera pergi, Guru Choi melarangku  disini.”

“Guru kau tidak boleh begitu!” omel Changmin sambil merangkul Yoon Ah.

Sumpah demi apapun, Yoona merasa risih sekali ketika Changmin menarik tangannya yang masih sedikit basah keatas bahunya. Dan Changmin yang hanya memakai celana renang berdiri terlalu dekat dengannya. Yoona jadi merinding.

Siwon juga sangat merasa risih melihat itu, terutama dibagian hatinya. Ada rasa aneh yang datang lagi dan mengepung hatinya membuat perasaannya ingin marah dan berteriak pada Changmin yang seenak jidatnya merangkul-rangkul Yoon Ah.

“Apapun peraturanku tidak bisa diganggu gugat!” tegas Siwon lalu ia memakai baju handuknya. Dengan cepat ia meraih tangan Yoon Ah dan menyeret Yoona untuk keluar dari arena kolam.

“Ya!! Guru! Kau keterlaluan sekali!” teriak Changmin tidak terima sahabat barunya diperlakukan seperti itu oleh guru choi.

“Sudahlah, lagipula Yoon Wo juga punya alergi air, mungkin Guru choi takut kalau Yoon Wo akan membuat lebih banyak masalah lagi disini.” Kata Jonghyun coba menenangkan Changmin.

Changmin hanya mampu menghela napas berat.

“Lepaskan tanganku!!” teriak Yoon Ah kesal karena Guru Choi menggengam tangannya terlalu kencang dan keras.

Siwon melepaskan tangannya yang sejak tadi menggenggam tangan Yoon Ah. “Cepat kau kembali keasramah lagi. Jika kau masih bosan, nanti malam kau boleh ikut aku keluar untuk membeli beberapa persediaan bulanan sekolah ini.”

Yoona tersenyum lebar. “Boleh keluar? Boleh keluar malam? Ikut Guru? Ah.. Mau.. aku mau.. kita akan belanja ya? Aku mau belanja.”

Siwon jadi tidak bisa menahan senyumnya karna ulah Yoona yang jadi begitu feminim dan imut, dasar wanita, apakah belanja adalah kesenangan untuk wanita? Lucu sekali.

“Iya.. iya benar, ya sudah sana kau pergi dari sini, nanti jam tujuh malam temui aku diparkiran mobil dosen.”

“Siap!” jawab Yoon Ah cepat.

Yoon Ah pun berjalan dengan riang meninggalkan Siwon. Selepas kepergian Yoon Ah senyum di bibir Siwon masih saja merekah. Dia juga masih mengamati gerak gerik Yoona dari belakang, Yoon Ah benar-benar memberikan warna di kehidupannya sekarang ini.

~**~

Yoona mengambil Hoodienya dari dalam lemari, karena sikapnya yang gerasak grusuk Jonghyun yang sedang membaca buku sambil tiduran diatas kasur jadi merasa terusik ketenangannya. Dia menutup bukunya dan duduk dikasur sambil menatap Yoon Ah yang sedang berusaha memakai Hoodie berwarna biru itu.

“Kenapa kau pakai Hoodie? Memangnya udaranya dingin ya?” tanya Jonghyun.

Yoona menongolkan kepalanya dari lubang leher hoodienya. Sambil tersenyum lebar ia menjawab. “Tidak. Aku hanya ingin keluar sebentar.”

Jonghyun mengerutkan kening “Keluar? Maksudmu?”

Tiba-tiba pintu kamar mereka terbuka Changmin yang baru balik dari kamar Kyu dan Minho langsung nimbrung.”Mau kemana kau? Didalam asramah pakai Hoodie?” tanya Changmin.

“Aku akan keluar sebentar dengan guru choi, dia ingin aku menemani untuk membeli keperluan bulanan sekolah ini.”

Changmin dan Jonghyun saling bertatapan tidak percaya. “Tuh kan Guru Choi Aneh sekali, kenapa tiba-tiba Guru Choi yang menjadi guru multifungsi diakademik ini meminta bantuan seperti itu padamu?” tanya Changmin curiga.

Yoona yang memang tidak tahu alasan Guru Choi mengajaknya keluar malam unuk menemaninya berbelanja hanya menaikkan bahunya menanggapi pertanyaan Changmin. Yang penting Yoona mah bisa keluar malam dari Asramah udah senang banget.

“Hah, jadi dimana peraturan kalau mahasiswa dilarang keluar malam? Tapi dia malah mengajak mu, curang sekali!” tambah Changmin.

“aku hanya bilang aku merasa bosan, saat dikolam renang tadi, jadi dia menawariku seperti ini.”

Jonghyun mengerutkan bibirnya, “ada yang tidak beres. Ini namanya pilih kasih. Guru choi sebelumnya tidak seakrab dan sebaik ini dengan murid yang lain, tapi denganmu, dia… dia aneh. Kau ingatkan saat kau menyelamatkan Chang?, dan saat dia menelpon keponselmu tapi yang berbicara Minho dan mengatakan kalau kau terluka dia langsung datang dan memelukmu. Dia terlihat sangat mencemaskanmu. Dan fakta lainnya yang pernah Kyu katakana padamu sebelumnya?”

“Benarkah seperti itu?” tanya Yoona bingung, dia tidak merasa kalau guru choi sampai seperti itu kepadanya. Yoona memegangi bibirnya.

Tiba-tiba ponsel Yoon Ah berdering ada panggilan masuk, dari guru choi. Yoon Ah langsung menerimanya.

“Ne? iya..  tunggu sebentar lagi aku akan keparkiran. Oke!”

Lalu Yoon Ah mengantongi ponselnya lagi kedalam saku celana gombrongnya itu. “Sudah ya, aku jalan dulu. Kalian tidak perlu menungguku pulang tidur saja deluan, aku sudah membawa kunci kamar.” Setelah berpesan seperti itu pada Jonghyun dan Changmin, Yoon Ah menutupi kepalanya dengan pucung Hoodie dan bergegas keluar kamar untuk menemui Guru choi diparkiran yang sudah menunggu Yoon Ah.

 

 

“Kenapa lama sekali?” protes Siwon begitu Yoona sampai.

Yoona mendengus kesal sambil berjalan kemobil Siwon. “karena aku menerima ajakan guru, banyak sekali pertanyaan yang harus aku jawab sebelumnya.”

Siwon mengerutkan dahinya. “maksudmu Changmin dan Jonghyun mengintrogasimu? Mencurigaimu?”

Yoona memanggutkan kepalanya. “Iya tentu saja. mereka bilang guru aneh, apakah guru belum pernah mengajak murid yang lain untuk belanja?”

Siwon jadi gelagapan. “Pernah.. pernah aku pernah mengajak yang lain. hanya saja tidak pernah mengajak anggota Kyuline! sudah cepat masuk.” Siwon masuk kebagian pengemudi, dan Yoona membuka pintu belakang. Siwon segera berteriak ketika kaca mobilnya ia turunkan. “Heeiii Yoon Wo!! Kenapa kau buka pintu belakang? Kau kira aku ini supir pribadimu? Naik didepan! Cepat!”

Yoona kembali menutup pintu belakang dan bergegas membuka pintu depan lalu duduk disamping Siwon. Siwon melirik sekilas kearah Yoona, dia merasa aneh duduk berdua sebelahan dengan Yoona. Sebelumnya mereka juga sudah pernah semobil, tapi ini lebih terkesan seperti kencan pertama, tapi bukan dengan wanita melainkan dengan seorang pria gadungan, konyol sekali.

 

“Wahhh ramai sekali ya kalau awal bulan seperti ini? Rasanya sudah lama sekali aku tidak berbelanja seperti ini.” Ucap Yoona dengan begitu antusias dan gembira sekali.

Siwon hanya tersenyum kecil melihat tingkah Yoona, yang tanpa sadar menunjukan sisi feminimnya. Siwon melipat tangannya dengan sikap cool. Dan Yoona bak seorang anak kecil yang kegirangan diajak pergi ke Supermarket terus saja celingak-celinguk.

“Hey Yoon Wo! Cepat Ambil Troly-nya..” perintah Siwon.

Yoona menoleh dan menatap Siwon sekilas, lalu ia tersenyum lebar. “Okee!!” dengan senang hati dia berlari kearah tumpukan troly, Yoona memilih dan mengambil satu Troly dan seakan melupakan luka ditangannya yang masih belum benar-benar sembuh, Yoona sudah membuat ulah lagi.

Yoona menaiki sisi belakang roda Troly dan memegang pegangan troly tersebut bak sebuah Skuter, Yoona meluncur dengan Troly dan membuat Siwon terkejut karena hampir saja akan ditabrak Yoona. Untung saja Siwon berhasil menahan dengan cepat dan menghentikan Troly yang dijadikan bahan mainan Yoona.

“Ommo!! Berapa usiamu sekarang? Apa yang kau lakukan ini kekanak-kanakan sekali! Dan itu berbahaya, kau dapat melukai orang lain dan dirimu sendiri!” omel Siwon, bak seorang ayah pada anaknya yang nakal.

Begitu Siwon merebut Troly tersebut dari Yoona, Yoona langsung merunduk dan cemberut. Siwon jadi meringis dan menghela napas. Benar-benar serba salah. Siwon merangkul pundak Yoona dengan lembut dan membisikan sesuatu pada Yoona. “Maafkan aku, ayo sekarang kita bersenang-senang.”

Yoona tersenyum mendengar kata-kata dan sikap Guru Choi yang lembut seperti ini. Tapi Yoona segera membelalakan matanya ketika menyadari ada sesuatu yang aneh. Ada yang salah. Iya pasti ada yang salah. Yoona mengangkat kepalanya dan menatap Guru Choi yang ternyata sedang tersenyum sambil menatapnya.

Yoona meletakan kedua telapak tangannya kedadanya yang bergetar. Siwon masih merangkul Yoona dengan lengan kanannya dan lengan kirinya mendorong Troly. Mereka mulai menjelajahi satu persatu etalase perlengkapan yang akan mereka beli.

Siwon melepaskan tangannya dari Yoona, Siwon mengambil beberapa multi vitamin C dan memasukan kedalam troly

Lalu Siwon mendorong lagi Trolynya kearah perlengkapan mandi. Yoona masih mematung ditempatnya sambil memandangi punggung Siwon. Yoona meletakan kembali tangannya ke jantungnya. Ia menutup mata dan merasakan setiap detakan kencang yang aneh dari sana.

“Aisshh!! Ada apa ini? Kenapa? Kenapa Guru Choi berbuat seperti ini padaku? Dia tidak tahu kalau aku wanita kan? Ahh.. Jangan-jangan…” Yoona segera menutup mulutnya dengan kedua telapaknya, matanya membulat sempurna, ia nampak terkejut. Ia teringat kata-kata Kyuhyun dan Changmin soal Guru Choi.

“Tidak Mungkin…” Yoona menggeleng-gelengkan kepalanya.

 

FLASHBACK

 

  Hari itu hari pertama Yoona kembali ke asramah bersama Kyuline dengan tanganya yang masih dibabat dengan perban karena terluka dan terkilir. Mereka semua sampai ke akademik dengan diantar mobil Guru Choi. Begitu Yoona masuk kekamarnya, Guru choi memberikan Yoona beberapa obat juga vitamin agar luka Yoona cepat sembuh dan tubuh Yoona tetap bugar. Kejadian itu dirasa semakin aneh oleh para Kyuline. Karena tidak biasanya guru Choi seperhatian itu dengan muridnya. Biasanya dia hanya akan bilang ‘jika kau perlu obat pergilah sendiri ke Unit kesehatan dan mintalah bantuan dokter Hyo.’ Tapi kini beda. Sejak awal juga sudah beda. Dan itu hanya pada Yoon Wo alias Yoon Ah.

“Kalian merasa ada yang aneh dan salah tidak sih?” tanya Kyuhyun begitu Guru Choi meninggalkan kamar asramah ChangYoonJong.

Changmin yang sedang mengambil atribut Yoona yang ada diatas kasur Yoona menoleh. Sejak hari itu Changmin memutuskan bertukar tempat tidur dengan Yoona. “Aneh?”

“Iya! Dia sangat perhatian sekali dengan Yoon Wo. Kau tau saat kemarin aku menelponnya dan mengabari Yoon Wo terluka, suaranya sangat cemas. Dan dia langsung datang begitu saja, dan bahkan memeluk Yoon Wo.” Papar Kyu atas analisisnya.

“Apakah kau sudah kenal lama dengan Guru Choi?” tanya Minho pada Yoona.

Yoona menggelengkan kepalanya. “Anio..”

“Kau tahu, dia juga tidak lagi menghukummu secara berlebihankan?” tanya Kyu

“Itukan karena aku tidak membuat masalah yang terlalu besar.” Jawab Yoona.

“Tidak! Guru Choi itu sangat disiplin dan keras! Tapi tidak dengan kau!” ngotot Kyu.

“Ah.. itu mungkin karna Yoon Wo adalah anak pelatih mantan Timnas Korsel.” Sahut Changmin sambil memeluk bonek Rilakkuma kesayangan Yoona. “Kau tidur dengan boneka jelek ini? Menjijikan sekali? Tanya Changmin sambil memandang geli boneka Yoona.

“Hey!! Berikan itu padaku? Ada iler aku tau!!” jerit Yoona. Seenaknya saja Changmin memeluk dan mengatai rilakkumanya jelek.

Changmin langsung melemparkan rilakkuma itu ke Yoona.

“Ah.. dia jugakan yang memberikan napas buatan padamu saat kau pingsan dilapangan waktu itu.” ingat Kyuhyun tiba-tiba.

“MWO…??!!” seru Yoona terkejut. Apa? Napas buatan? Napas buatan yang macam apa? Yoona jadi resah dan panik.

“Ya! Kenapa kau terkejut seperti itu? hehe.. tapi memang ajak menjijikan sih. Saat mulutnya berbagi napas untuk mu, Hueekk aku ingin muntah..” Kyuhyun pun berlagak muntah didepan teman-temannya.

Jonghyun menabok kepala Kyuhyun pelan. “Dasar kau! Itukan memang pelajaran dari pertolongan pertama!”

Yoona masih shock. Jadi waktu dia pingsan Guru Choi yang menolongnya, dan memberikan napas buatan untuknya? Dari mulut kemulut? Bersentuhan bibir? Aiiissh… Yoona memegangi bibirnya yang terasa gatal mendadak. Tapi ia teringat ketika ia membuka mata dan ternyata guru Choi menggendongnya membawa dirinya keruang kesehatan.

“Atau jangan-jangan rumor yang beredar itu benar?” tanya Minho curiga.

Yoona jadi kalut sendiri. Dia menatap  para Kyuline dengan tatapan cemas. Apakah penyamarannya sudah ketahuan sudah berakhir? “Rumor apa?”

“Rumor yang mengatakan kalau Guru Choi adalah seorang Gay…” bisik Changmin.

“Gay??!!”

Kyuhyun buru-buru membekap mulut Yoona.”Sssttt… kau ini!”

“Apa maksudnya Gay?” tanya Yoona tidak mengerti.

“Dia menyukai sesama jenis. Dan mengajar disini agar bisa mendapatkan cinta lebih dari sesame lelaki! Dan jangan-jangan target selanjutnya adalah kau Yoon Wo!!” seru Kyuhyun histeris.

“Tidak!! Tidak bisa!! Kita harus lindungi Yoon Wo dari lelaki Gay itu!!” seru Changmin. Dan di amini dengan anggukan setujuh dari ketiga Kyuline lainnya.

“Kita harus buktikan dan menghentikan ini!” seru Minho serius.

Lalu mereka berlima membuat lingkaran dan membisikan sebuah rencana. Sebanyak rencana yang dikeluarkan kyuline, Yoona tak terlalu menangkapnya semua, dia masih sibuk dengan bibirnya yang gatal, aduhh, jadi tanpa disadari Guru Choi sudah menciumnnya.

FLASBACK END…

~***~

 

“Ya!! Yoon Wo! Sedang apa kau?” teriak Siwon, menyadarkan Yoona dari lamunannya.

Yoona lalu memandang Siwon dengan tatapan ngeri.

“Cepat kesini!! Kau mau snack tidak? Aku akan membelikan untukmu.”

Yoona masih diam dan menatap tajam pada Guru Choi. Huh..aku ini wanita tau.. bukan lelaki! Jika kau benar gay! Kau salah besar telah menjadikan aku sasaranmu! Lalu Yoona berjalan gontai menghampiri Guru Choi.

“Pilihlah makanan yang kau sukai, buat simpan di asramahmu.”

Yoona memandangi Guru Choi. Lalu meneringis ngeri. “Guru baik terhadapku, apakah ada maksud terselebung?”

Siwon balas menatap Yoona, lalu ia terkekikik kecil. “Maksudmu apa terleselubung? Aku galak salah aku baik salah. Hah.. kau memang benar-benar kekanak-kanakan. Jadi mau jajan tidak? Kalau tidak mau ya sudah..” Siwon mendorong kembali trolynya tanpa memperdulian Yoona.

“Ah…aa… Tunggu-tunggu!!” teriak Yoona.

Siwon menghentikan langkah kakinya dan menunggu Yoona.dengan gerakan cepat Yoona mengambil lima kaleng soda susu dan mamasukan kedalam troly, mengambil lima kopi kaleng dan memasukan kedalam Troly, mengambil tiga bungkus keripik kentang dan mengambil beberapa ramyun.

Siwon bingung kenapa Yoona mengambil banyak sekali. “Ya!kenapa banyak sekali!”

“Tadi guru bilang aku boleh memilih, lagian ini bukan buat aku saja. tapi buat Kyuline juga. aku kan sekarang sudah menjadi Kyuline, jadi aku harus berbagi bersama!”

“Tapi ini sama saja aku yang membelikannya!” protes Siwon tidak suka.

“Ya sudah kalau begitu aku tidak mau apapun. Kembalikan lagi saja ketempatnya!” Yoona bersikap marah dan berjalan meninggalkan Siwon.

Siwon lagi-lagi dibuat menghela napas atas Sikap Yoona yang selalu membuat dirinya jadi berada dalam posisi serba salah. “Okee… baikk!! Mari kita kekasir!!” akhirnya Siwon kalah dan terpaksa dia harus mengeluarkan uang lebih untuk jajanan para Kyuline. Sial.

Yoona yang mendengar teriakan Siwon yang sudah menyerah tanpa Syarat, hanya dapat tersenyum puas tanpa sepengetahuan Siwon. Nampaknya Yoona sudah mulai kena virus Evil dari para Kyuline. Aigoo…

 

~**~

 

Siwon terus saja memantau para muridnya yang sedang berlatih sepak bola dilapangan hijau. Sekarang pemainan sudah teratur dan tidak adalagi kendala. Para kyuline dengan serius membimbing Yoona. Permainan dibabak pertama juga cukup seru dan membuat Yoona bersemangat, ternyata bermain sepak bola cukup menyenangkan dan mempunyai rasa hebat tersendiri.

Luka dan terkilir ditangan Yoona juga sudah sembuh total sejak seminggu lalu ia juga sudah kembali mengikuti latihan insentif setiap pagi seperti biasa. Dan tiga kali dia bangun telat, Guru choi hanya menghukumnya dengan tambahan lari dua putaran.

“Ya! Yoon Wo terima ini!” Kyuhyun menendang bolanya kearah Yoona. Yoona panic dan berusaha menghindari bola yang terbang kerahnya.

Dengan cepat Changmin dan Jonghyun berdiri didepan Yoona dan berebut mengambil bola itu. “Ya.. berikan itu padaku!” kata Changmin pada Jonghyun.

“Aku sekarang sedang tidak jadi kipper jadi biarkan aku membobolkan satu bola kegawang!” kata Jonghyun pada Changmin lalu menggilir bola tersebut sendiri kearah gawang.

Changmin hanya mendengus, lalu ia menatap Yoona.”Kau, Kyu tadi mengoper sangat pelan dan aman. Harusnya kau bisa menahannya dengan kaki kananmu ataupun dengan dadamu.” Terang Changmin.

Yoona hanya memanggut-manggut saja. sedikit banyak dia masih trauma dengan tendangan maut Kyuhyun yang membuatnya sampai  Pingsan. Dia tidak mau kejadian itu sampai terulang kedua kalinya.

“Ayoo berlari,, kita lihat apakah Jonghyun bisa mengolkan bolanya.”

Yoona mengikuti Changmin berlari dilapangan hijau.

Jonghyun masih membawa bolanya dan dengan perancanaan dan titik fokus yang bagus. Jonghyun mengangkat kaki kanannya lalu menendang bola dengan ujung kakinya shuuuuttt… bola melayang-layang diudara dan…Goooollll….!!!

“Ah..Bocah tengik itu!!!” seru Changmin kesal, tapi setelahnya ia tersenyum bangga.

Siwon meniupkan peluit tanda pertandingan telah berakhir skor  unggul 4-1 untuk Tim A milik Kyuline bernaung. Semua tim A bersorak kegirangan dan saling berlari menghampiri Jonghyun mereka semua mengangkat Jonghyun seperti piala kemenangan. Yoona hanya dapat tersenyum bangga. Ini sudah seperti pertandingan sungguhan, sudah seperti bermain diliga Inggris. Padahalnya masih dalam rangka pertandingan latihan dan persahabatan biasa.

“Yahhh!! Dasar kau, semua posisi kau kekuasi maruk sekali!!” sindir Kyuhyun dengan kemampuan luar biasa Jonghyun sebagai bintang lapangan.

“tapi tetap aku lebih suka menjadi penjaga gawang, tidak capek berlari-larian dan merebut bola. Aku hanya perlu menjaga bola jangan sampai masuk kegawangku.” Jawab Jonghyun sambil tersenyum menatap Sebuah gawang didepannya.

“Ayooo cepat istirahat semuanya! Untuk Tim B. silakan mengambil posisis Push-up 50 kali sebelum istirahat.” jelas Siwon dan berjalan keluar lapangan menuju tempat istirahat.

Tim A bersorak-sorak gembira. Dan beberapa ada yang meledeki kekalahan Tim B yang sudah siap menerima hukuman dari kekalahannya. Kyuline berjalan bersama menuju tempat istirahat dipinggir lapangan.

Changmin melemparkan sebotol air mineral dingin ke Yoona yang dengan sigap menangkap botol tersebut. Jonghyun memberikan handuk kepunggung Yoona.

Yoona tersenyum pada kedua temannya yang baik hati itu. “Gomawoyo!” katanya sambil memamerkan Giginya.

Changmin terdiam melihat senyum lebar milik Yoona. Changmin memegangi dadanya dengan cepat. Ada sesuatu yang aneh. Jantungnya jadi berdetak lebih kencang dan aliran darahnya jadi seperti mengalir derah membuat sengat-sengatan yang aneh. Changmin juga melihat rambut Yoona yang basah oleh keringat, dan keringat yang menyucur dari dahi kepipi Yoona secara perlahan membuat jantung Changmin semakin tidak karuan.

Changmin segera menggeleng-gelengkan kepalanya. “Aissh!! Apa-apaan ini! Kenapa Yoon Wo mendadak terlihat cantik? Sangat bersinar, sexy dan cantik? Paboya!!” Changmin mengutuki dirinya sendiri yang mendadak aneh.

Minho menepuk bahu Yoona. “Kau tahu sejak tadi Guru Choi selalu memperhatikan permainan mu. Dia selalu mengawasi mu!” bisik Minho.

Yoona hanya tersenyum kecil lalu mengedarkan tatapannya kearah pinggir lapangan yang lain. Yoona melenyapkan senyumannya. Dihadapannya ia melihat Dokter Hyo memberikan minuman soda ke Guru Choi. Lalu mereka duduk berdua sambil membicarakan sesuatu yang Yoona tidak bisa dengan dari tempatnya duduk dengan para Tim A yang bau keringat. Tapi dari yang Yoona lihat, nampaknya mereka sedang mengobrolkan sesuatu yang menarik. Sampai sapai-sampai mereka berdua tersenyum seperti itu. tanpa sadar Yoona mecekal botol air mineralnya.

“Besokkan libur, dan boleh keluar dari Asramah, kau mau menemani aku kesuatu tempat tidak?” tanya Jonghyun tiba-tiba.

Yoona menoleh dan tersenyum pada Jonghyun , entah kenapa setiap menatap Jonghyun Yoona selalu bisa tersenyum dan merasa adem didekat Jonghyun. “Kemana? Apakah yang lain ikut?”

Jonghyun menggelengkan kepalanya. “kita berdua saja. kau jangan bilang-bilang yang lainnya.”

Yoona tertawa kecil, “Waeyo? Kau tidak sedang mengajakku kencankan , kerena besok hari minggu.” Canda Yoona. Ah.. andai Jonghyun tahu kalau aku ini wanita. Apakah benar Jonghyun akan mengajakku kencan sungguhan. Ah, kenapa aku akhir-akhir ini berpikiran yang tidak-tidak sih.

“Aku masih normal, aku tidak akan mengajak lelaki berkencan..” jawab Jonghyun lalu mencibir Yoona.

“Kalau aku ini wanita bagaimana?”

Jonghyun menatap Yoona lekat. Lalu ia memegang kedua belah pipi Yoona. Dan menatap wajah Yoona dengan saksama. “Kau cukup cantik juga jika jadi wanita, tapi terima kasih aku tidak berminat dengan mu.” Jawab Jonhyun lalu tertawa.

Yoona cemberut. Dan menunduk. Jonghyun tidak menyukaiku, sebagai lelaki dan juga sebagai wanita. Dia tidak tertarik padaku sama sekali.

“Apa yang sedang kalian lakukan?” tiba-tiba Changmin duduk diantara Yoona dan Jongyun.

“Bukan apa-apa..” jawab Jonghyun. Lalu bangun dari duduknya.

Yoona mengikuti bangun dari duduknya. Changmin kini cemberut lagi dan ikut bangun lalu mengikuti Yoona dan Jonghyun. Changmin tadinya ingin merangkul Yoona. Tapi tiba-tiba begitu Yoona menoleh, ia jadi kaget dan mengurungkan niatnya, ada perasaan aneh yang mencegahnya untuk menyentuh Yoona. Akhirnya Changmin tetap diam dan berjalan diantara Yoona dan Jonghyun.

 

Hyoyeon datang kepinggir lapangan sambil membawa dua kaleng soda dingin. Dia melihat latihan sepak bola disore hari baru saja selesai. Siwon berjalan menghampirinya setelah memeberikan perintah pada anak didiknya yang baru saja selesai latihan.

“Wahh.. Guru Choi nampak lelah sekali.” Kata Hyoyeon sambil tersenyum menyambut Siwon yang berdiri didekat tempat istirahatnya. “Kau mau ini?” Hyoyeon menanjakan satu kaleng ke Siwon.

Siwon mengambilnya sambil berucap terimakasih.

“Setiap hari anak-anak itu selalu berlatih, jadi kapan mereka akan turun kelapangan hijau yang sesungguhnya untuk sebuah pertandingan yang berate untuk mereka?” tanya Hyoyeon memulai obrolan dengan Siwon.

Siwon berjalan sambil minum lalu duduk dikursi peristirahatan dipinggir lapangan. “sekitar tiga bulan lagi akan ada pertandingan antar kota. Pihak ademik anak memutuskan tingkat merekalah yang turun.” Jawab Siwon sambil memandangi para Kyuline yang baru saja mendudukan diri mereka dirumput.

Hyoyeon mengikuti kearah mana tatapan mata Siwon. Lalu ia tersenyum kecil ketika melihat sekelompok Kyuline yang sedang duduk-duduk dirumput. “mungkinkah Kyuline semua akan turun kepertandingan itu? permainan mereka sangat baik dan kompak menurutku.” tanya Hyoyeon lalu mengambil posisi duduk disamping Siwon.

“Mereka semua adalah bintang lapangan, jadi tentu saja.” jawab Siwon sambil tersenyum lalu meminum air sodanya lagi.

“lalu bagaimana dengan Yoon Wo?” tanya Hyoyeon tiba-tiba.

Siwon menatap Hyoyeon, Hyoyeon hanya tersenyum penuh makna. “entahlah.. mungkin dia hanya akan menjadi pemain cadangan.”

“Ouh…walau nantinya permainannya akan lebih bagus dari yang tadi, kau tetap menaruhnya di kursi cadangan saja?” tanya Hyoyeon lagi.

Siwon terdiam lalu memandang lagi kearah Kyuline. Rahang Siwon mengeras ketika melihat Jonghyun yang memegang pipi Yoona dan terlihat sangat hangat dan akrab. Ada sesuatu yang tajam sedang merauk masuk perlahan ke perasaannya.

“Yoon Ah sangat cantik dan lembut ya?” tanya Hyoyeon.

“Iya…” jawab Siwon tanpa sadar.

“Ah… benar dugaanku..”

Siwon baru sadar akan sesuatu dari ucapan Hyoyeon tadi. Siwon segera menatap Hyoyeon dengan serius. “tadi kau bilang apa? Kau menyebut nama siapa?”

Hyoyeon terkikik melihat reaksi berlebihan dari Siwon. “hemm..Yoon Wo, ah.. bukan tapi Yoon Ah. Kau sudah tahu kalau dia wanita kan?”

Siwon terkejut dengan pertanyaan Hyoyeon. Siwon celingukan memastikan kalau obrolan mereka aman dan tidak ada yang mendengarnya.Siwon melihat satu persatu muridnya sudah bubar dari lapangan menuju asramah. Dan Siwon juga melihat Yoona yang berjalan bersama Changmin dan Jonghyun disisinya.

“Kau tau darimana? Jadi kau juga tahu? Kalau Yoon wo, oh maksudku Yoon Ah..”

Hyoyeon menggutkan kepalanya dengan mantab. “Iya sama sepertimu, aku sedang mengikuti permainan Yoon Ah, dan ikut menjaga kerahasiannya itu.”

“Tapi bagaimana kau tahu,, kalau aku juga tahu..?”

“Mungkin kita tahu dihari yang sama, hanya saja kau pasti tahu lebih dahulu. Yang memberikan tekanan digfragma pada rongga dadanya dan napas buatan padanya, itu kau kan?”

Siwon terdiam.

“Mustahil jika kau tetap tidak tahu kalau dia wanita, jika kau sudah memegang buah dadanya dan mencium bibirnya dengan memberikan napas buatan untuknya.”

Muka Siwon memerah, dia jadi malu.

“Ah..Yoon Ah benar-benar bodoh..”

“lalu apakah Yoona mengetahui kalau kau tahu rahasianya?” tanya Siwon.

Hyoyeon memanggutkan kepalanya. “Tentu saja. aku ini wanita dan dia juga wanita. Jadi kami bisa lebih leluasa berbagi rahasia wanita.”

“Arrgghh… tetap disini aku yang merasa paling frustasi.” Keluh Siwon. “Aku tahu siapa  dia sebenarnya, tapi aku tetap harus berpura-pura tidak tahu apa-apa dihadapannya.”

“heemm.. dan yang membelikan pembalut di unit kesehatan itu kau kan?”

“Kau tahu itu juga?”

“Tentu saja. yang bisa mengatur keperluan akademik inikan kau salah satunya.”

“Astaga!! Jeongma michoseo!!”

“Dan apa kau menyukainya?”

Siwon terdiam dan menggelenggakan kepala.

“tidak? Tapi jika tidak ada rasa suka kau tidak mungkin melindunginya sampai pada titik ini.”

“Aku ini gurunya,, dan dia adalah murid didikku.”

“Apa salahnya? Hanya beda usia 6tahun. Tidak akan ada yang tahu apa yang akan terjadi berikutnya juga kan?.” Bisk Hyoyeon lalu bangun dari duduknya. Sambil menepuk bahu Siwon. “Rumor kau seorang Gay disekolah ini YoonAh tiga hari lalu menanyakannya padaku.”

“Wmo?”

“Dia bilang dia takut karena kau jadi perhatian sekali dengannya, dan teman-temannya bilang kalau Yoona adalah target dari nafsu gay mu, hahaha lucu sekali.”

Muka siwon jadi semakin frustasi. “lalu kau bilang apa?”

“Aku bilang padanya, kau itu normal kok, dan seharusannya Yoon Ah senang karena sudah mendapat perhatian istimewah dari Guru choi yang terkenal tegas dan dingin.”

Siwon masih mematung perkataan Hyoyeon benar-benar membuatnya tak bisa melakukan apapun saat ini.

“Dua minggu lagi ada acara Hickingkan? Persiapkan keperluan medisnya ya..kau beli diapotik biasa saja.” Hyoyeon memberikan daftar pelanjaan keperluan p3k pada Siwon.

Siwon mengambil kertas itu dan megantonginya masih dalang keadaan tenang.

Hyoyeon hanya menggelengkan kepalanya sebentar pada Siwon lalu ia melenggang pergi meninggalkan Siwon  sendirian.

Siwon menutup mukanya dengan kedua telapak tangannya. “Arrgghh…!!” Siwon berteriak kencang mencoba meluapkan perasaan-perasaan aneh yang menganjal didirinya. Sungguh keterlaluan. Kenapa malah jadi seperti ini.

 

~***~

 

Dimalam harinya Yoona dan Jonghyun baru saja kembali dari taman rahasia dibelakang sekolah usai melihat langit gelap, tanpa bulan dan tanpa bintang, Jonghyun bilang mungkin besok akan hujan, karena ini awal bulan seharusnya ada bulan dan bintang di atas sana.

Yoona dan Jonghyun berjalan bersamaan di bangsal asramah, mereka akan menuju kembali ke kamar asramah mereka. Tiba-tiba Jonghyun memberhentikan langkah Yoona. Membuat Yoona terkejut.

“Yoon Wo..aku ingin menanyakan sesuatu padamu..”

“Tanya apa? Jangan soal fisika atau matematika ya, aku sedang tidak mod untuk berpikir.”

“Aku serius Yoon Wo.”

“Ouh, Mian..”

“Yoon Wo, menurutmu kejutan yang seperti apa yang bagus dan berkesan untuk seorang wanita?” tanya Jonghyun dengan sikap malu-malu.

Yoona terdiam sebentar, kenapa tiba-tiba Jonghyun menanyakan hal itu padanya? Aneh sekali.

“Kau tidak tahu ya?”

Yoona segera mengeluarkan suaranya.”Heemm.. Kau harus datang tiba-tiba dihadapannya dengan membawa seikat bunga mawar segar dan wangi, lalu membawa hadiah sebuah benda yang disukai wanita seperti perhiasan dan boneka. Apalagi jika itu kau lakukan di tempat umum, pasti wanita itu akan merasa berkesan dan sangat senang hati menerimanya.”

“Seperti itu ya?” senyum dibibir Jonghyun melebar, lalu tiba-tiba dia merangkul Yoona mengepit leher Yoona dibawah ketiaknya. “Gomawoyo.. aku akan mencoba melakukannya.”

“Kepada siapa? Untuk siapa?” tanya Yoona penasaran.

“Seorang wanita yang special. Besok,, iya besok tepatnya! Ayo kita kembali kekamar.” Perasaan Jonghyun seperti sedang ceria sekali tapi tidak dengan Yoona mendadak matanya jadi berkaca-kaca. Ada perasaan sakit dihatinya.

“Seorang wanita katanya? Besok? Besokkan dia akan mengajakku jalan? Apakah wanita itu aku? Tidak mungkin, Jonghyunkan tahunya aku ini lelaki. Siapa wanita itu? ah.. kenapa dadaku mendadak sesak. Please kau tidak boleh menangis Yoona.” Ucap Yoona didalam hatinya.

 

~***~

 

Para Kyuline keluar dari pagar gedung akademik. Dengan sangat mengejutkan trio Sowon school  ternyata sudah menunggu mereka. Begitu melihat Kyuline keluar mereka langsung berlari mendekati Kyuline. Sooyoung, Sulli dan Taeyeon nampak tak pernah lelah menunjukan kalau mereka adalah fans sejati dari Kyuline.

“Oppa… kami datang, ah.. sudah lama sekali tidak bertemu, Jeongmal Bogoshipo.” Kata Sulli sambil menarik-narik tangan Minho dan Jonghyun.

Minho dan Jonghyun langsung menarik kembali tangan mereka dari genggaman tangan Sulli. Sulli langsung menunduk minta maaf atas sikap gegabahnya.

“Hey… kalian! Kenapa berani sekali menampakkan diri kalian lagi disini!” omel Changmin pada trio sowon.

Tidak menghiraukan sindiran ketus dari Changmin Sooyoung melangkah maju sambil membawa sekotak makanan ditangannya. Changmin sudah mundur mengira kalau Sooyoung akan memberikan sesuatu lagi padanya tapi ternyata salah, Sooyoung malah memberikan kotak itu kepada Yoona. Yoona melongo, kenapa Sooyoung memberikan kotakmakan untuknya?

“Yoon Wo oppa, aku minta maaf ini sudah terlalu lambat sekali, terimalah ini, ini sebagai ucapan terima kasihku karena kau telah menyelamatkan Changmin Oppa dan sebagai permintaan maafku karena sudah pernah berkata kasar padamu. Ouh apakah tanganmu sudah tidak apa-apa?”

Changmin melongo.

Yoona tersenyum dan mengambil kotak makan dari Sooyoung, dia tidak tega menolak pemberian dari Sooyoung, Yoona tahu, pasti Sooyoung membuat sesuatu yang ada didalam kotak makan itu dengan tulus dan bersusah payah, dia mengerti sekali keadaan itu dari sudut pandang sebagai wanita.

“Tanganku sudah sembuh total kok, dan aku tidak pernah mengambil hati atas ucapmu itu, dan terima kasih juga ya atas ini.” Jawab Yoona sambil mengancungkan kota makan milik Sooyoung yang berwarna coklat.

Sooyoung, sulli dan Taeyeon tersenyum senang.

“Ya!! Yoon Wo! Untuk apa kau menerima makanan dari dia? Nanti mereka akan semakin melunjak, dan semakin menjadi parasit untuk kita! Kemarikan.” Changmin nampak marah dan ingin merebut kotak makan itu dari Yoona.

Yoona segera menyembunyikannya kebelakang tubuhnya. “Aku hanya ingin menghargai niat baiknya.” Jawab Yoona. Tapi Changmin tidak peduli dia tetap ngotot kalau Yoona tidak boleh mengambil kotak makan pemberian dari Sooyoung. Yoona menghindari Changmin dan Changmin tetap megikutinya untuk merebut kotak makan Sooyoung untuk dibuangnya. Yoona mengangkat tangannya yang memegang kotak makan tepat saat changmin akan merebutnya dari belakang. Dan karena hal itu Changmin jadi salah sasaran dia jadi memeluk Yoona karena hampir terjatuh.  Changmin memeluk Yoona dari belakang sambil memegang erat perut Yoona. Dan kepalanya bersandar pada punggung Yoona.

Karena ulahnya itu jangntung Changmin mendadak berdebar-debar lagi, dia dapat mencium aroma tubuh Yoona yang sangat wangi dalam posisi seperti ini. “Ya!! Changmin apa yang kau lakukan!” Yoona segera menendang kaki Changmin, dan membuat Changmin jatuh terduduk sambil menahan sakit dikakinya. Para Kyuline hanya terkikik melihat tingkah Changmin yang sekarang kalah sama Yoon Wo si kerempeng.

“Ahh.. Changmin maafkan aku.” Yoona jadi merasa bersalah karena telah menendang kaki Changmin, abis Changmin memeluknya seperti itu sih, Yoona kan jadi risih. Yoona mengulurkan tangannya untuk menolong Changmin tapi Changmin menepisnya melarang Yoona agar tidak menyentuhnya.

Changmin mengangkat kepalanya dan bertatapan dengan Yoona, sial, jantungnya benar-benar melompat lompat, dan kenapa Yoona semakin hari jadi semakin cantik. Changmin meringis kesal, dia bangun sendiri sambil memegangi dadanya yang sesak. Lalu berjalan pergi meninggalan Yang lain. Trio Sowon langsung mengikuti Changmin yang pergi dan segera menyanyakan sederet pertanyaan khawatir pada Changmin, tapi Changmin malah menjawabnya dengan makian yang sangat kasar. Minho dan Kyuhyun juga berjalan menyusul Changmin yang mendadak meledak-meledak.

Kini hanya tinggal Yoona dan Jonghyun saja. Yoona menggaruk-garuk kepalanya. “Aduhh, aku tadi berbuat salah ya dengan Changmin, ah, pasti Changmin nanti akan marah lagi denganku.”

“Biarlah.. diakan memang seperti itu.” Jawab Jonghyun. “Ouh.. Ayo, kita jalan.” Jonghyun menepuk bahu Yoon Ah.

“Ouh.. tapi ini makannya gimana?” tanya Yoon Ah. Sambil membuka tutupnya. Ternyata isinya sebuah kimbab yang sudah berantakan karena tadi direbut rebut oleh Changmin. “Yahh.. kenapa jadi seperti ini.”

Jonghyun terkikit melihat bentuk kimbab yang sudah tidak beraturan itu. Jonghyun mengambilnya dari tangan Yoona dan membuangnya kedalam tong sampah yang ada didekat mereka. “lupakan sajalah itu.. ayo pergi.” Yoona masih bengong karena Jonghyun membuang itu. tapi Jonghyun sudah menarik tangan Yoona dan menyeret Yoona untuk mengikutinya.

 Dari kejauhan didalam sebuah mobil yang terpakir didepan gerbang ternyata Siwon telah menonton semua kejadian yang telah terjadi tadi. Dari tatapan matanya yang tajam ia seperti sedang marah dan napasnya memburu, mungkinkah siwon cemburu? Cemburu kepada Yoona yang selalu melakukan hubungan yang baik pada lelaki lain,sedangkan dirinya belum bisa berbuat apapun, padahal dia tahu Yoona seorang wanita? Siwon segera mengoper porseling mobilnya dan menginjak gas mobilnya meninggalkan tempat itu.

 

~***~

 

Jonghyun membawa seikat bunga mawar putih serta sebuah boneka beruang pink yang sangat besar ia gendong dipundaknya, tadi Yoona baru saja menemani Jonghyun memilih semua itu, itu semua adalah pilihan Yoona itu semua adalah kesukaan Yoona. Yoona berharap Jonghyun memberikan itu untuknya, dan berkata pada Yoona kalau sebenarnya dia tahu kalau Yoona itu wanita dan Jonghyun menyukainya. Tapi itu adalah khayalan. Hanya hayalan Yoona.

Kini mereka berdua berdiri disebuah gedung management artis ‘Cube’. Jonghyun yang menggengam seikat mawar putih dan menggendong beruang besar nampak cemas dan jadi salah tingkah.

“Boleh aku tahu siapa wanita beruntung itu?” tanya Yoona.

Jonghyun menoleh pada Yoona. “Yoon Wo. Aku benar-benar gugup sekali. Dia adalah wanita yang sangat istimewah dan aku sangat menyukainya, menyukainya sejak lama.”

Yoona terdiam, dadanya sakit. Ia terluka. Perasaan sukannya terhadap Jonghyun ternyata bertepuk sebelah tangan dan secepat ini pula ia mengetahuinya.

“Aku sudah berteman sejak kecil, tapi cita-cita kami berbeda. Dia ingin menjadi penyanyi karena suara sangat bagus. Dan aku ingin menjadi pemain sepak bola, saat usia kami empat belas tahun kami berpisah. Dia ikut training dimanagement ini untuk menjadi seorang penyanyi, dan aku masuk kesekolah persepakbolaan. Aku yakin kami sebenarnya saling mencintai jadi sekarang adalah hari ulang tahunnya, aku akan menyatakan perasaanku kepadanya. Aku tidak akan menunda-nunda lagi. Aku sudah berpikir terlalu lama. Di jumpa fans ini aku akan melakukannya. Kau Harus doakan aku dan Suport aku Yoon Wo.” Cerita Jonghyun.

Yoona tak dapat berkata apa-apa dia hanya merasakan matanya panas.

“Ini.. kau lihat poster ini?” Jonghyun menuntun tangan Yoona kearah sebuah poster besar yang terpangpang di gedung itu. sebuah poster girlgroup A-Pink.

Yoona menatap Jonghyun. Jonghyun tersenyum sambil menatap salah satu personil A-pink yang ada diposter itu. “Jung Eun Ji.. dia adalah Jung Eun Ji.” Ucapnya dengan tatapan mata berbinar binar dan bangga.

“Dia sangat cantik..” komentar Yoona.

Tepat saat itu orang-orang yang tadinya kerkumpul secara mencar, berkerumun jadi satu dalam keributan, mereka menyerukan nama “A-Pink” dan masing-masing nama personil A-Pink, mungkin mereka semua adalah fans dari A-pink. Yoona yang masih kalut dengan pemikiran dan perasaannya lagi-lagi harus terdorong-dorong oleh kerumunan orang –orang yang menjadi sangat liar. Yoona tidak lagi melihat dimana Jonghyun berada. Dia celingkuan dan mencari Jonghyun. Tapi tetap ia tak bisa menemukannya terlalu banyak macam orang disini membuatnya pusing. Akhirnya Yoona memutuskan untuk pergi dan meninggalkan tempat itu.

Tidak lama Yoona pergi langit yang memang sejak tadi gelap menurunkan air dengan jumlah banyak. Kota Seoul diguyur Hujan disiang hari. Yoona berlari untuk mencari perlindungan dari air hujan, tapi sia-sia, hujan sangat deras dan tubuhnya sudah basah kuyup karenanya. Yoona menepi di sebuah toko yang ada tempat teduhnya, toko itu tidak buka. Jadi Yoona hanya berdiri diluar sana sendirian sambil menahan rasa dingin ditubuhnya dengan bersedakapkan tangannya didepan perutnya.

Dalam kesungian hatinya dan derasnya air Hujan Yoona menangis. Dadanya sakit, entah kenapa dia hanya ingin menangis, maka diapun menangis. Rasanya sudah lama sekali dia tidak menangis dan kali ini dia menangis. Rasa sukanya kepada Jonghyun bertepuk sebelah tangan bahkan sebelum rasa lainnya dimulai, itu rasanya sakit sekali dan menyesakkan. Yoona terus menangis dan menangis sesegukan. Didalam hatinya, jika ia tidak menggatikan Yoon Wo, jika ia tidak hidup disekitar Jonghyun sebagai Yoon Wo, apakah Jonghyun akan suka padanya, tapi sepertinya sulit, karena Jonghyun hanya suka Eunji si penyanyi itu.

Disaat ia sedang memangis dan merasa sangat dingin dalam kesendirian dan tidak tahu jalan pulang. Tiba-tiba ada sesuatu yang hangat merangkul dirinya, membawa dirinya kedalam dekapan yang hangat dan nyaman. Yoona mendongakkan kepalanya.  Guru Choi berdiri disampingnya, memanyunginya dengan payung berwarna biru dan mendekap Yoona disisinya. Tanpa kata-kata Siwon membimbing Yoona berjalan mengikutinya dan mengajaknya masuk kedalam mobil.

Didalam mobil Siwon segera memberikan  Yoona handuk kecil untuk mengeringi wajah dan rambutnya yang sudah bawah dengan air hujan dan airmata karena menangis. Tapi Yoona masih diam sambil menatap jalanan didepannya. Siwon menghela nafas, lalu ia mengambil handuk yang diangguri Yoona dipangkuannya. Siwon mendekatkan dirinya ke sisi Yoona. Siwon mengelap dengan perlahan wajah Yoona yang basah, lalu beralih kerambut pendek Yoona. Siwon menggosok-gosokan handuk itu kerambut Yoona dengan sabar. Yoona masih diam tidak bereaksi apapun, wajahnya sudah memucat.

Siwon masih terus menggosok-gosokan rambut Yoona dengan handuk itu sampai setengah kering.  Setelah sekiranya sudah cukup Siwon mencoba menggapai sesuatu dari jok belakang. Sebuah selimut. Siwon membuka lipatan selimut itu dan ia akan menyelimutinya ketubuh Yoona yang basah, tapi baru ia akan meletakan ditubuh Yoona. Tiba-tiba Yoona menahan tangan Siwon, membuat Siwon menghentikan kegiatannya.

Dalam diam dan kesunyian didalam mobil Siwon, hanya mata mereka yang saling bertatapan. Tiba-tiba Yoona menarik tangan Siwon sehingga Siwon sedikit maju kearah Yoona dari joknya. Yoona menangis lagi. Dan ia berkata. “Guru, kenapa dadaku sakit sekali? Apakah kau pernah merasakan sakit hati? Sakit hati karena seseorang yang kau sukai ternyata menyukai orang lain? kenapa ini harus terjadi kepadaku guru? Apa yang harus aku lakukan?” tanya Yoona sambil menangis.

Siwon masih terdiam, tatapan matanya kosong. Tiba-tiba Siwon kini yang menarik tangan Yoona. Siwon membawa Yoona kedalam pelukkannya. Kepala Yoona bersandar pada dada Siwon yang memeluknya, Yoona terus saja menangis didalam pelukan Siwon. Dari tatapan mata siwon yang terlihat kosong, perlahan memerah. Rupanya ia sedang menahan nangis. Siwon semakin mengeratkan pelukannya.

“Yoon Ah, Kau tahu dada ku juga sakit, aku sepertinya sedang patah hati juga.  Aku Patah hati karena seseorang yang aku sukai ternyata menyukai orang lain dan menangis karena orang itu. Kenapa Ini harus terjadi padaku,Yoona? Aku menyukaimu, Apa yang harus aku lakukan?”  Ucap Siwon didalam hatinya. Menjawab setiap pertanyaan yang tadi ditanyakan Yoona. Dalam kesungian dan hujan yang tak kunjung berhenti, didalam sebuah mobil, mereka masih berpelukan dan masih dengan perasaan yang terluka pada diri mereka masing-masing.

“Haruskah aku segera jujur padamu, bahwa aku tahu siapa dirimu sebenarnya agar aku bisa mengobati sakit dihatiku dan mengatakan padamu juga, kalau aku menyukaimu sebagai Im Yoon Ah. Bukan Im Yoon Wo.”

 

~***~ To Be Continue ~**~

 

Note : Mohon maaf sudah menunggu lanjutan ff ini sampai sebulan ya? Ini benar-benar FF yang  aku rasa alot dalam hal aku menulisnya, ada saja halangannya, dari sibuk tugas kuliah, kerja sambilan, patah hati dan UTS jadi membuatku males menulis hehe dan membiarkan ide2 Itu menumpuk dikepala. Dan lebih suka baca novel dan nonton drama korea sampai pagi begitu dapat jadwal Libur. Sekarang sudah Move-on Koq jadi mod buat nulis sudah kembali lagi :’D  terima kasih sudah terus menunggu bahkan ada yang bilang setiap hari berkunjung keblogku Cuma buat nunggu ff ku #Terharu :^) Semoga suka dengan jalan cerita yang memang sudah aku konsep. Dan seuai rencana berati 2- 3 Part lagi FF ini akan ending. Hehe dan berganti dengan FF “Winter in Gangnam” semoga ada waktu luang buat nulis dan aku diberi kesehatan dan mod serta semangat yang baik. See U…YoonWonited LOVE U MORE!!

Advertisements

118 comments on “FF – Love High Kick! (Sequel – Part.4)

  1. Wow.. kereen sumpah thor! untung aja jonghyun suka sma cewek lain. kkk~
    siwon oppa ayo ngomong aja langsung kalo wonppa suka ama yoong.

  2. Kyaaaaaaaa geregetan banget ama siwon >,< kenapa dia ga bilang aja kalo dia itu udh lama tau kalo yoon wo itu yoona.. Huaaaaa tambah seru huraaay..

  3. Bagus thor 😀
    tapi Yoona eonni cuma terpesona dg kebaikan jonghyun doang gak lebih, kan hati Yoona berdetak abnormalnya ketika sama Siwon oppa, memang cii kalau cinta bertepuk sebelah tangan itu menyakitkan 😥

  4. Yach……… Ada apa dgn Changmin sepertinya dia menyukai Yoona, dia jdi kebingungan. Lalu bagaimana dgn wonppa sepertinya dia prustasi sekali apalagi wonppa benar2 menyukai Yoona dan Yoona malah menyukai Jong Hyun. Sepertinya ada Cinta di sebuah asrama, menarik sekali. FF nya daebak bgt

  5. Waw sepertinya persaan masing2 sudah gk bisa di tahan dan saling patah hati.. Semoga nanti gk ada cinta segitiga apa malah ini udah cinta segitiga

  6. Yaa semoga siwon cepat bilang ke yoona kalau dia tahu yoona yang sebenarnya, semoga di ch selanjutnya hal itu terjadi, dan sepertinya changing juga suka tu ke yoona walaupun masih dalam wujud cowok kekekke

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s