FF – Love High Kick! ( Sequel – Part.5 )

 

FF – LOVE HIGH KICK (Sequel)

( Part. Lima )

 

Title : Love High Kick

Type : Sequel / Part

Author : Ulanchoi Hyoyoon / Twitter : @Lovelyulan

Genre : Romance,Comedy,Drama

Ratting : PG – 17 / General

Cover By : GeamViArt

Main Cast : 

  • Im Yoon Ah SNSD  as Im Yoon Ah /  Im Yoon wo
  • Choi Siwon SUJU as Siwon / Guru Choi
  • Max Changmin TVXQ  as  Shim Changmin
  • Cho Kyuhyun SUJU as Cho Kyuhyun
  • Lee Jong hyun CN.BLUE as Lee Jonghyun
  • Choi Minho SHINEE as Choi Minho

Other Cast :

  • Kim Taeyeon SNSD
  • Choi Sooyoung SNSD
  • Choi Jin Rin (Sulli ) F(x)
  • Kangin SUJU
  • Kim Hyoyeon SNSD
  • And many more…

 

Warning! : “ If You Don’t Like This Story, You Don’t Read and please Leave my Blog, and If You Like this Story You can Read and Please Leave a Comment and Give a Like sign…^^Remember!! You Do not Copy paste my Mind about This story..and This is just a Fanfiction, I’m So Sorry for Typo in This Story 🙂 So Enjoy to Reading…!!

 

 

Setelah tadi Siwon menenangkan Yoona yang sedang patah hati dan terus saja menangis, akhirnya sepanjang perjalanan yang ditempuh sekarang Yoona sampai ketiduran dikursi samping Siwon. Siwon dengan muka datar menatap Yoona lekat-lekat yang sedang tertidur. Tak lama Siwon malah tersenyum kecil sambil memandangi Yoona. Siwon juga menyingkirkan Poni Yoona yang jatuh menutupi matanya yang terpejam.

 Masih sulit dipercaya kalau Yoon Wo adalah Yoon Ah, jika dilihat ini memang agak mustahil, darimana munculnya keberanian wanita yang terlihat polos dan lemah ini untuk menggantikan posisi kembarannya? Dia wanita tapi harus hidup dan beradaptasi dilingkungan penuh dengan pria. Dan yang sialnya Siwon satu-satunya pria yang mengetahui keadaan ini. Dan dia tidak bisa bertindak apa-apa, niatnya dia diam hanya untuk mengetes sampai mana Yoona mampu bertahan dilingkungan yang seharusnya tidak ia datangi. Tapi lama kelamaan tujuannya malah lain. hatinya yang merubah segalanya. Siwon malah semakin tertarik dengan Yoona. Ada dimana keadaan dia selalu ingin mengetahui lebih tentang diri Yoona, ada dimana juga dia selalu ingin didekat anak itu. dan ada juga dimana dirinya selalu ingin menjaga dan melindungi Yoona dari pria-pria lain. dan yang lebih parah sampai dikeadaan dia merindukan Yoona, merasakan getaran setiap kali melihat Yoona dan berujung pada kenyataan kalau dia menyukai Yoona, menyayangi Yoona begitu saja.

Siwon menarik napas lalu membuangnya dengan perlahan. Siwon melepas sabuk pengamannya.dari tadi sejak memberhentikan mobil didepan rumahnya Siwon hanya terdiam sambil memandangi Yoona lekat-lekat. Sekarang dia memutuskan untuk keluar dari mobil. Siwon segera berlari masuk kedalam rumahnya dan meninggalkan Yoona yang masih tertidur dimobil Siwon.

Siwon bergegas masuk kedalam rumahnya. Dia berlari kearah  ruang tengah, dia menatap figura photo Yoon Wo dan Yoon Ah kecil dengan pemilik rumah sebelumnya. Dengan segera Siwon mencopot pigura tersebut. Dan menyembunyikannya di kolong kasur kamarnya.

 

Yoona mengerjapkan matanya, tubuhnya terasa sakit semua dan dingin. Hidungnya juga mulai tersumbat. Pasti efek dari hujan-hujanan tadi. Yoona yang sedang mengulet tiba-tiba terlonjak kaget sampai kepalanya kebentur atap mobil. Sambil mengelus-elus kepalanya yang sakit atau mungkin sebentar lagi akan tumbuh benjolan, Dia celingukan. Kenapa dia tertidur didalam mobil? Sendirian? Yoona mengerutkan keningnya berusaha mengingat apa yang terjadi sebelumnya.

“Ah.. benar Jonghyun.. aku pergi dengan Jonghyun untuk bertemu Eun Ji A-Pink. Lalu Si Jonghyun meninggalkanku dan aku menangis ditengah hujan lalu tiba-tiba Guru Choi datang!! Iya!! Benar Guru Choi. Ini kan mobil Guru Choi!” teriak-teriak Yoona sendirian didalam mobil.

“Lalu aku menangis dihadapan guru Choi! Guru Choi juga memelukku? Ah.. tunggu-tunggu, oke hanya memeluk saja tidak ada yang lainkan? Benar lalu aku juga tidak bilang kalau aku ini wanita kan? Wanita yang sedang dicampakan pria yang ia sukaikan? Aduuh kepalaku jadi pusing sekali.” Yoona terus saja berbicara sendiri didalam mobil masih sambil memegangi kepalanya yang memang sakit, udah pusing malah kejedot atap mobil.

“Sekarang Guru Choi mana ya? Kok aku ditinggal sendirian?” Yoona celingukan mencari Guru Choi. Tapi begitu ia menatap jendela disebelah kirinya. Yoona terkejut. Dia buru-buru membuka pintu dan turun dari mobil tersebut.

Yoona berdiri didepan rumah yang cukup besar dengan type minimalis, pintu pagarnya terbuka. Dan dari luar terlihat halaman kecil yang tidak terlalu dirawat oleh pemiliknya. “Inikan? Inikan rumah bibi ku? Benar.. aku pernah kesini setibanya aku di Seoul! Kenapa aku ada disini ya?” Yoona jadi penasaran maka ia menyelonong masuk kedalam rumah dan terus berjalan.

 

Siwon keluar dari kamar dia sudah berganti pakaian dan setelah berhasil menyembunyikan figura keluarga pemilik rumah sebelumnya. Dia tidak mau sampai Yoona melihat itu. apalagi kalau Yoona sampai tahu bahwa sebenarnya Siwon sudah tahu semuanya tentang Yoona. Siwon merasa dia belum siap saja. dia takut kalau nanti Yoona tau maka Yoona malu dan menghindar dari siwon, atau Yoona akan merengek minta diberi tahu alamat rumah bibinya, lalu pergi dan mereka tidak akan pernah bisa bertemu lagi. Siwon tidak mau hal itu terjadi. Jadi walau sulit dan berat dia lebih memlih menjaga rahasia Yoona dan tetap berpura-pura tidak tahu apapun.

Siwon terkejut bukan main. Dia sampai mengelus dada. Karena tiba-tiba dia melihat Yoona yang sudah ada didalam rumahnya sedang mengedarkan pandangannya keseluruh penjuru ruangan. Siwon menggulung kaos lengan panjangnya sampai sesiku. Lalu berjalan dengan santai menghampiri Yoona.

Siwon berdehem keras sampai membuat Yoona terlonjak kaget.

Yoona memutar tubuhnya dan langsung menatap Siwon dihadapannya. “Guru Choi… Rumah ini?”

“Kau sudah bangun? Maaf ya aku membawamu kerumahku, soalnya aku tidak tahu rumah Jonghyun atau Kyuline lainnya dan yang ku tahu kau tidak punya siapa-siapa disinikan?” jawab Siwon dengan santai.

Yoona menundukan kepalanya. Dia jadi terlihat sedih. Siwon jadi tidak enak hati.

“Kenapa? Aku salah ya?”

Yoona menggelengkan kepalanya. “Jadi ini benar rumah Guru Choi ya? Bukan rumah bi..ah.. sudahlah lupakan.”

Siwon menghembukan napas lega, syukurlah Yoona juga tidak mau berterus terang kalau rumah Siwon ini dulunya rumah bibi Yoona. Jadi Siwon tidak perlu berbohong lebih banyak lagi pada Yoona.

Siwon memandangi Tubuh Yoona dengan pakaian yang masih terlihat demak.  Maka siwon berjalan lagi masuk kedalam kamarnya. Dan Yoona kembali mengelilingi rumah Siwon dengan perlahan. Didalam pikirannya dia masih berpikir andai rumah ini benar rumah bibinya pasti dia tidak akan seperti sekarang. Menyamar menjadi Yoon Wo dengan bertahan hidup di Seoul dan juga melindungi Yoon Wo yang kabur dan juga agar penyakit ayahnya tidak kambuh lagi. Ouh iya, omong-omong Yoon Wo kemana ya? Apa dia masih hidup? Pikir Yoon Ah ngawur.

“Hemm Yoon Wo..”

Yoona langsung menoleh kearah siwon. Yang berdiri dibelakangnya.

“Kau, lebih baik mandi dulu dan berganti pakaian. Nih..” Siwon menyodorkan satu set piyama pada Yoona. Yoona menatap Siwon dengan bingung.

“Cepat ambil. Karena sebentar lagi malam kau tidur disini saja. Kyuline juga tidak ada yang mencarimukan? Aku akan buatkan sup buat makan malam kita. Sana kau mandi.” Kata Siwon panjang lebar sambil menyerahkan piyama itu kepelukan Yoona.

“Guru Choi..”

Siwon menghela napas takut-takut Yoona malah menolak niat baiknya. “sudah tidak usah sungkan.”

“Bukan begitu… tapi aku minta kamar yang beda dengamu ya, aku tidak bisa satu kamar dengan guru? Hemm.. kalau bisa yang ada TV dan penghangat ruangannya.”

Gubrakk!! Dugaan Siwon salah besar. Bukan mendengar penolakan dari Yoona, malah dia mendengar hal-hal permintaan Konyol dari Yoona. Siwon jadi tersenyum nakal pada Yoona. Siwon merangkul bahu Yoona membuat Yoona bergidik ngeri atas sikap Siwon padanya, lalu siwon membisikan kata-kata ditelinga Yoona dengan suara sexy-nya. “Kalau itu mau mu, kau bisa tidur sekamar denganku saja. dikamarku sudah ada televisi, kamar mandi, penghangat ruangan dan selimut yang tebal. Bagaimana? Kita akan berbagi kasur yang sama? Kedengarannya asyikkan?”

“Guru Choi!!!” Yoona berteriak keras sambil menyikut dada Siwon. Siwon akhirnya melepaskan rangkulannya dan memegangi dada kanannya yang di sikut Yoona.

“Ah.. aku benar-benar sudah tidak tahan. Jadi aku katakan saja padamu! Tolong jika memang Guru Choi seorang Gay! Carilah lelaki yang lain jangan aku! Pokoknya jangan aku!Aku masih normal!” ucap Yoona dengan ketus.

Siwon menatap Yoona dengan tatapan tidak percaya sampai mulutnya terbuka lebar. Akhirnya wanita itu berkata seperti itu pada dirinya.

“Ahh..” Yoona merintih kesakitan karena keningnya baru saja disentil secara sadis oleh Siwon. Siwon menatap Yoona dengan tatapan galak dengan matanya yang tajam itu. dengan alisnya yang tebal saling berpautan.

“Gay? Jadi kau bilang aku Gay? Keterlaluan sekali kau! Aku sudah menolongmu tapi kau malah mengataiku seorang Gay? Aku juga masih normal. Aku masih suka dengan wanita! Lagi pula jika aku gay, aku harus menjadi gay yang pemilih!” ucap Siwon dengan kesal didepan wajah Yoona.

Yoona jadi takut karena membuat guru Choi jadi marah dan menyeramkan seperti ini. Yoona sampai memundur-mundurkan langkahnya. Karna dia jadi risih jarak tatap dan berdiri guru Choi terlalu dekat dengan dirinya.

“Ah.. Iya Aku minta maaf kalau ternyata  tuduhanku salah. Lagi pula aku kan hanya tau dari gossip yang beredar.”

“Dasar! Gossip itu dimana-mana ya Gosip tidak ada kebenarannya!”

Yoona mencoba tersenyum. “Tapi benerankan guru choi bukan Gay?” tanya Yoona hati-hati.

“Kau masih menanyakan hal itu?!” teriak Siwon didepan wajah Yoona.

Yoona langsung menciut. Dia segera berlari terbirit-birit dari hadapan guru Choi. “Hey.. kau mau kemana?” tanya Siwon.

“Aku.. hemm.. aku.. ingin mandi..” jawab Yoona terbata-bata.

“Kamar mandinya bukan disitu tapi kearah kanan.” Mendengar ucapan Siwon, Yoona memutar badannya dan berjalan kembali kearah siwon sambil menutupi mukanya dengan piyama dan berlari kearah kamar mandi. Dan menutup pintu kamar mandi dengan kencang. Dia nampaknya sangat malu sekali.

Melihat tingkah Yoona yang seperti tadi Siwon benar-benar tidak dapat menahan tawanya lagi. Siwon kini sedang tertawa terbahak-bahak sambil memegangi perutnya. Wanita itu benar-benar lucu dan imut. Ada-ada saja.

 

~***~

 

Changmin dan Minho sedang beradu main PS3  Winning Eleven. Tapi dari tadi Changmin nampak tidak fokus. Sehingga dapat terlihat dilayar TV Changmin sudah ketinggalan Score banyak dari Minho yang menjadi lawannya. Pikiran Changmin lagi rumit banget, sejak kemarin dia merasakan debaran yang aneh terhadap Yoon Wo, dia jadi merasa dirinya ada yang salah. Dia Cuma menatap layar TV dan tangannya menekan-nekan tombol Stik PS tanpa fokus. Tidak seperti biasanya.

“Ya Goal!!!!” Teriak Minho kegirangan karena dia baru saja membobol gawang milik Changmin lagi. “Yuuhuu.. 7-0 hahhah” Minho tampak gembira sekali bisa menghabisi Changmin tanpa perlawanan.

Tapi Changmin hanya diam saja tangannya masih mengutak-atik Stik PS. Minho dan Kyuhyun baru sadar kalau ada yang salah dengan Changmin. Minho dan Kyuhyun hanya saling berpandangan. Lalu tiba-tiba…

PLAKKK…!!!”

“Argghh!!!! Sial!!!” teriak Changmin menggelegar.

Kepalanya baru saja dipukul dengan keras oleh Kyuhyun. “Ah… ternyata kau masih hidup.” Ucap Kyuhyun asal.  Tak mempedulikan wajah Changmin yang super kesal itu.

“Kenapa kau memukul kepalaku?!” tanya Changmin pada Kyuhyun dengan kesal.

“Habis kau dari tadi  bermain tidak serius. Seperti Zoombie saja. jadi untuk memastikannya aku memukul kepalamu saja!” jawab Kyuhyun dengan santainya.

Changmin hanya bisa menatap Kyuhyun dengan tatapan berapi-api.

“Eh..Kyu ayoo sekarang kau lawan aku saja!” tantang Minho.

Dengan senang hati dan tatapan penuh meremehkan ke Minho, Kyuhyun duduk disamping Minho menggantikan posisi Changmin yang tadi. “Ok.. tapi dari awal pertandingan lagi ya!”

“Siap!!” jawab Minho.

Changmin menjatuhkan dirinya diatas kasur milik Kyuhyun. Sekarang mereka sedang kumpul dirumah Kyuhyun. “sudah jam berapa sekarang?” tanya Changmin sambil menutup matanya.

“Sudah pukul enam sore.” Jawab Kyuhyun. “Ouh, iya.. Jonghyun dan Yoon Wo kemana ya? Sudah jam segini mereka belum menyusul kita disini?”

Changmin langsung membuka matanya dengan gerak cepat di duduk dipinggir kasur.”memangnya mereka pergi kemana?” tanya Changmin penasaran.

Kyuhyun dan minho yang sedang fokus dengan games mereka hanya kompak mengangkat bahu lalu berkata. “Molla..” secara bersamaan.

Changmin mengeram kesal. Kemana sih Jonghyun mengajak Yoon Wo pergi sampai selama ini dan tanpa memberi kabar apapun? Keterlaluan sekali. “Heii.. lemparkan ponselku kyu.”

Kyuhyun mengambil ponsel Changmin yang tergeletak di sisi kanannya dan langsung melemparkannya ke Changmin dengan sigap Changmin menangkapnya. Lemparan dan tangkapan yang bagus.

Changmin lansung menghubungi seseorang. Tapi lama menunggu nada panggilan ternyata tidak dijawab. “Sial, kenapa Jonghyun tidak menjawab teleponku!” umpat Changmin kesal.

Dia mencoba menghubungi nomor ponsel yang lain. nomor Yoona. Dan dia harus menunggu diangkat juga panggilannya. Dan Akhirnya…

“Yoboseyo…? Changmin-ah..” terdengar suara Yoona dari ponsel Changmin.

Deg…Hanya mendengar suara Yoon Wo ditelepon saja sudah membuat bulu kudug Changmin merinding, lalu hatinya berdesir. Kenapa Suara Yoon Wo sexy sekali? “Ah.. Yoon..Yoon Wo.. kau di.. dimana sekarang?” Tanya Changmin gugup.

“Changmin.. aku  ada dirumah Guru choi sekarang.” Jawab Yoona.

“Mwo??? Apa kau bilang? Dimana kau sekarang?”

“Dirumah Guru Choi..” ulang Yoona serta menambah volume suaranya takut Changmin tak mendengarnya lagi.

“Kenapa? Kenapa bisa? Jonghyun juga ada disana juga?” Changmin bangun dari kasur dan duduk, lalu dia mundar mandir dengan wajah gelisah.

“Eemm.. eh..aku, aku sendiri Jonghyun sedang ada urusan pribadi.” Jawab Yoona ragu-ragu.

“Mwo?!!! Kau sendirian? Berikan alamat guru choi padaku! Aku akan menjemputmu, malam ini kita menginap bersama dirumah Kyuhyun!” teriak Changmin tidak bisa mengontrol keresahan hatinya.

Karena merasa terganggu dengan suara Changmin yang keras dan sikap Changmin yang sejak tadi tidak bisa diam seperti setrikaan, akhirnya Minho dan Kyuhyun mem-pause  permainan mereka dan berganti memperhatikan gerak-gerik Changmin yang heboh hanya menelpon Yoon Wo.

“Ah.. tidak usah, sungguh.. kau tidak perlu khawatir aku aman dan baik-baik saja. dan masalah Guru Choi Gay. Aku rasa itu salah, jadi kau tenang saja ya..”

“Heey!!! Yoon Wo!!!  Seterah mau guru Choi Gay atau bukan. Tapi kau sekarang anggota Kyuline. Maka kau harus berkumpul dengan kami bukan dengan guru Choi, mengerti?”

“Tapi… heem.. aku, ah.. Changmin sampai ketemu besok di asramah ya.. aku matikan teleponnya ya? Dah..”

Tut…tut..tut..

“Hey!!!! Yoon Wo!!! Yoon Wo!!! Berani sekali kau mematikan teleponku dan tidak mendengarkan aku!!! Ya!!! Yoon Wo!!” dengan penuh emosi Changmin berteriak-teriak sendiri, padahal teleponnya sudah dimatikan dari pihak Yoona.

Changmin mengerutkan mukanya. “Sial!!” umpat Changmin kesal.

“Ah.. jadi anggota baru kita berkhiatan? Dia lebih senang bermalam dirumah Guru Choi daripada bersama kita? Keterlaluan sekali.” Ucap Kyuhyun mengompori perasaan Changmin yang sudah panas.

“wah..wah.. jangan-jangan benar-benar terjalin cinta terlarang antara guru choi dengan Yoon Wo? Hahaha.” Tambah lagi Minho. Changmin jadi semakin kesal dan menatap Minho juga Kyuhyun dengan tatapan yang menyeramkan.

“Yoon Wo bilang guru choi bukan gay! Sudah sana kalian lanjut main game saja! jangan bikin aku tambah kesal!!” omel Changmin.

Kyuhyun menyipitkan matanya menatap Changmin lalu dia mendecakkan lidahnya.”ck..ck..ck..Sikap mu ke Yoon Wo beda sekali. Padahal Jonghyun juga diluar dah bahkan tidak tahu dimana. Tapi kau malah begitu mencemaskan Yoon Wo. Hanya karna Yoon Wo menyelamatkanmu, kau bersikap sekarang kau adalah pelindungi. Yoon Wo bukan wanita. Tapi kenapa kau memperlakukannya seperti wanita? Aneh sekali.”

Changmin tertegun mendengar ucapan Kyuhyun barusan. Benar. Ada yang tidak beres, kenapa dia jadi seperti itu ya? Dia juga tidak tahu apa alasannya. Yang jelas ia marah saat tadi mendengar Yoon Wo berada dirumah Guru Choi. Dan dia juga kesal Yoon Wo tidak mau mendengarkan ucapannya. Dan hatinya bergejolak. Dug…dag..dig..dug.. seperti itu bunyinya ketika ia berbicara dan marah tanpa sebab pada Yoon wo.

Changmin membanting tubuhnya lagi keatas kasur. “Arrrgghhh….!!!! Aku bisa gila…!!!” teriak Changmin frustasi.

 

~***~

 

Siwon sedang sibuk menyajikan makanan diatas meja makan. Dari tempatnya berdiri dia tersenyum begitu melihat Yoon Ah yang baru keluar dari kamar mandi memakai piyama kebesaran miliknya. Yoona terlihat sedang serius menerima telepon. Siwon jadi penasaran siapa yang menelpon Yoona. Yoona nampak memelankan suaranya. Dan menurut Siwon Yoon Ah mandinya lama sekali. Dia benar-benar seorang wanita. Dan sehabis mandi seperti itu Yoona makin bercahaya dan membuat jantung Siwon berdebar debar tidak karuan.

Yoona menjauhkan ponselnya dari telinganya, sepertinya pembicaraannya sudah selesai. Yoona mengantongi ponselnya di saku piyama. Yoona berjalan kearah meja makan. Hidungnya sangat tajam kalau soal makanan.

“Wahh.. ternyata piayamaku cocok juga untukmu.” Ucap Siwon sambil cengengesan.

Yoona cemberut. “apanya yang cocok? Apa tidak ada yang lebih besar lagi? Biar sekalian seluruh tubuhku terbungkus?” sindir Yoona, karena baju Siwon yang ia pakai sekarang memang sangat kebesaran. Dia harus menggungu lengannya yang kepanjangan sampai tiga kali gulungan, lalu celana dibagian pinggangnya harus ia lipat sampai empat kali lipatan. Kalau tidak seperti itu Yoona akan terlihat seperti orang-orangan sawah.

“hahaha..Mianhae..mianhae.. itu sudah paling kecil loh.. jangan salahkan pakaianku, tubuhmu saja yang terlalu kecil. Kurus maksudku.”

Yoona tak membalas dengan kata-kata apapun tapi dia malah menatap Guru Choi dengan tatapan galak.

Ditatap seperti itu Siwon jadi sedikit salah tingkah. dia mengalihkan pandangannya kemeja makan. “Hemm..sekarang lebih baik kau makan saja deh.. biar tubuhmu lebih sehat dan bertenaga.” Kata Siwon  lalu dia duduk deluan di bangku meja makan.

Yoona mengikuti Siwon duduk disamping Siwon. Yoona tertegun saat menatap hidangan yang ada dimeja. Yoona tidak menyangka kalau seorang Guru Choi ternyata bisa memasak. Dan masakannya ini benar-benar harum. Pokonya sukses membuat cacing-cacing diperut Yoona berteriak-teriak kegirangan.

Siwon menyendokan nasi dipiring Yoona. Yoona bingung harus makan yang mana dulu, karena ada ayam goreng. Sup macaroni gingseng dan Kimchi. Karena bingung akhirnya Yoona mengambil semuanya dan menumpuknya dipiringnya. Menumpuk? Iya menumpuk, karena Yoona mengambilnya tidak kira-kira mentang-mentang dimeja ini hanya ada dia dan Siwon maka ia mengambil satu dada Ayam satu paha ayam, sup Makaroni gingseng dan dua sendok kimchi.

“Aku makan deluan ya.. perutku benar-benar sudah lapar.”

“Iya.. iya makan saja..” jawab Siwon.

Dalam hitungan ketiga Yoona langsung menyantap makanannya dengan membabi buta. Wajahnya sih memang manis dan luguh, bodynya juga masih body wanita, tapi sikap makannya saja yang semenjak masuk kesekolah itu yang berubah. Dia menirukan gaya makan Yoon Wo asli dan teman-temannya yang sering ia liat jika sedang makan bersama. Kalau masalah doyan makan, Yoona sejak kecil sangat doyan makan. Hanya saja Gen tubuhnya yang bagus membuatnya tidak mudah gemuk. Teman-teman sesama wanitanya di Italy sering iri padanya. Bisa makan banyak dan enak tapi tetap langsing.

“tadi siapa yang kau telepon?” tanya Siwon ditengah acara makan.

Mulut Yoona lagi sedang penuh dengan nasi. Dia mengambil gelas berisi air mineral lalu meminumnya untuk membantu dirinya menelan nasi dimulut.”Ah..itu.. tadi Changmin. Dia menanyakan aku dimana.”

“Ouh.. lalu kau bilang apa?”

“Ya.. aku bilang lagi dirumah Guru. Tadinya dia ingin menjeputku tadi kupikir tidak usahlah.”

Mendengar jawaban Yoona, Siwon jadi tersenyum. Itu artinya malam ini Yoona benar akan bermalam dirumahnya. Siwon jadi senang.

Kenapa Yoona lebih memilih dirumah Guru Choi saja. itu karena dia masih takut bertemu dan bertatap muka dengan Jonghyun. Dia jadi merasa harus jaga jarak dengan Jonghyun. Jonghyun sudah menyukai wanita lain dan pasti sekarang Jonghyun sudah resmi berpacaran dengan Eun Ji si persolin Girl Group A-Pink itu. lalu alasan lainnya. Yoona tidak mau kejadian tidur dikerubutin para Kyuline terulang lagi. Kyuhyun mau dia sadar atau tidak sadar tetap nyebalkan dan kasar. Dia tidurnya suka nendang nendang kaki Yoona. Lalu Minho tidurnya mendekur. Changmin suka makan tempat, dan Jonghyun yang suka meluk Yoona tiba-tiba. Membuat jantung Yoona tidak karuan dan semakin sulit tidur. akhirnya malam itu Yoona pindah ke Sofa. Karena tidur di Sofa bangun-bangun badannya dan lehernya sakit semua. Pokoknya benar-benar tidak nyaman dan aman.

 

Akhirnya mereka selesai juga makan malamnya. Selama makan mereka banyak berbagi cerita, tapi tak sedikitpun siwon menyinggung masalah kenapa Yoona tadi menangis. Dia tidak mau menambah luka Yoona. Berpura-pura menjadi lelaki didepan banyak lelaki saja. itu bagi siwon sudah cukup sulit dan pasti menyedihkan.

“Sudah sini. Karena guru choi sudah memasak makanan yang sangat enak untukku. Sekarang cuci piringnya tugasku ya?” Yoona mengambil piring dari tangan Siwon lalu membawanya ke bak pencucian piring yang ada didapur. Siwon hanya tersenyum saja.

Siwon berdiri bersandar pada tiang didekat dapur sambil melipat tangannya didada. Matanya tidak pernah luput memandangi dan mengagumi sosok Yoona dari belakang. Sialnya, dia ingin sekali memeluk Yoona dari belakang. Tapi dia terpaksa menendam keinginanya itu. belum saatnya.

“Aduhh.. ah.. mataku..”

Mendengar jeritan Yoona Siwon jadi sadar dari lamunannya. Dia segera menghampiri Yoona dan mengechek keadaan Yoona. “Ada apa?”

“Aduhh mata ku.. ah.. perih.. perih.. mataku kena busa sabun..” jawab Yoona sambil memerjap-merjapkan mata kanannya yang sudah mengeluarkan airmata.

“Benarkah? Kau ini..” Siwon jadi sedikit panik. “Jangan dikucek tanganmu masih banyak sabun.” Siwon memegang tangan Yoona lalu membersikannya dengan air bersih. Siwon memegangi kepala Yoona. Ia membasahi tangannya sendiri dengan air lalu membesihkan mata sebelah kanan Yoona yang terkena busa sabun.

“Masih perih?” tanya Siwon, Yoona mencoba membuka mata kanannya perlahan. Dihadapannya ada wajah Siwon, ada mata Siwon yang terlihat begitu cemas sedang menatapnya lekat-lekat. Yoona jadi tidak bisa berkata apa-apa.

“Bagimana, masih perih?” ulang Siwon.

“Ah.. sedikit.” Jawab Yoona pelan.

Tiba-tiba Siwon semakin mendekatkan tubuhnya juga wajahnya ke Yoona. Yoona jadi sangat gugup. Apalagi saat bibir guru Choi semakin dekat dengan wajahnya, seperti akan mencium Yoona. Yoona buru-buru menutup matanya dengan takut-takut. “buka matamu.” Ucapan Guru Choi seolah menghinoptis Yoona. Yoona kembali membuka matanya. Jantung Yoona berdebar-debar,tiba-tiba.. “Hush…hush..” ternyata Guru Choi hanya ingin meniup mata kanan Yoona. Yoona langsung menghembuskan napas legah begitu Guru Choi menjauhakan diri darinya lagi. Dia benar-benar jadi lemas.

“Sudah tidak perihkan?”

“Iya.. sudah tidak.. Gomawo..”

Siwon hanya memanggutkan kepalanya sambil tersenyum. Setelah itu suasana mendadak jadi sangat sepih. Mereka sama-sama saling canggung dan salah tingkah.

“Ah.. Aku akan melanjutkan cuci piringnya, sebentar lagi selesai.” Ucap Yoona memecah keheningan antara mereka.

“pelan-pelan saja. jangan sampai terluka lagi.” Pesan Siwon. Yoona hanya memanggutkan kepalanya dengan menurut.

“Aku akan merapikan kamar yang akau kau tiduri. Aku akan menyalakan penghangat ruangannya juga.”

“Iya..”

Lalu Siwon beranjak pergi meninggalkan Yoona sendirian yang menyibukkan dirinya dengan beberapa piring. Setelah Siwon tidak ada disekitarnya Yoona buru-buru menyentuh dadanya. Ah.. jantungnya berebar kencang sekali. Sikap Siwon tadi benar-benar membuatnya kaget.

“Ah.. ada apa ini.. kenapa? Kenapa Guru Choi seperti tadi sih?buatku terkejut saja.” keluh Yoona.

 

~**~

 

 Sekarang sudah hari senin pagi lagi. Semua mahasiswa sudah kembali ke asramah untuk kembali keaktifitas mereka seperti biasanya. Yoona membuka pintu kamarnya dan disana sudah ada Changmin yang berdiri didepan pintu kamar dengan wajah galak menyambut kedatangan Yoon Ah.

“Hai…” Sapa Yoona.

“Yoon Wo!!! Kau berkhianat!” teriak Changmin sambil menunjuk-nunjuk wajah Yoona.

“Aku?? Aku berkhianat??” tanya Yoona bingung.

“Iya kamu Yoon Wo!! Kau lebih memilih Guru Choi daripada Kami! Kau sedang merayu Guru Choi agar nilai-nilai non akademikmu bagus ya?” tuduh Changmin asal.

“Tidak…bukan seperti itu.. tapi itu kemarin.. ah sudahlah lupakan saja. Aku hanya ingin tahu dan merasakan tinggal dirumah Guru choi. Itu saja.” jawab Yoona. Lalu berjalan kearah kasurnya yang dulu adalah kasur Changmin.

Changmin mengekorinya. Dan ikut duduk dikasur bersama Yoona. “lalu bagaimana? Kau nyaman dirumahnya?”

“tidak juga.. yang paling nyaman tetap rumahku di Italy.” Jawab Yoona lalu pandangannya jadi menerawan seolah-olah dia sedang membayangkan berada di Italy.

“Kau pasti merindukan rumah dan ayahmu ya? Semoga Ajjussi tetap sehat disana.” Nampaknya kemarahan Changmin sudah meredah hanya kerena melihat tatapan mata Yoona yang jadi kosong dan tampak sedih.

“Iya.. aku harap juga begitu.” Jawab Yoona sambil tersenyum.

Ah…senyum itu! aku bisa gila! Kenapa Yoon Wo tersenyum seperti itu? kenapa dia jadi terlihat sangat cantik? Bibirnya sexy? Ommo!! Ada apa denganku? Tidak-tidak.. aku masih waras. Lagi-lagi changmin berdebat dengan pikirannya sendiri.

“Oh.. Yoon Wo.. aku keluar dulu ya, mau beli minuman soda. Kau mau?” selalu seperti ini, jika perasaan aneh itu muncul Changmin berusaha sekeras mungkin untuk mengindar.

“mau satu ya yang dingin.”

“Ok..!!” Changmin langsung berjalan pergi keluar dari kamarnya.

Yoona berdiri dan ingin melepas hoodienya. Dia merasa panas. Begitu ia melepas Hoodienya. Yoona terkejut mendapati Jonghyun yang tertidur dikasur. Dia pikir tadi tidak ada Jonghyun ternyata Jonghyun sedang tidur sambil menutup matanya dengan lengan kanannya. Aneh sekali. Kenapa Jonghyun pagi-pagi begini malah tidur. memangnya semalam para Kyuline habis begadang ya? Ah.. tapi Changmin terlihat biasa-biasa saja. ah.. seterahlah.. Yoona berusaha tidak peduli dengan Jonghyun dan kini dirinya mengeluarkan pakaian kotor, dia harus kemesin laundry untuk mencuci semuannya.

“Yoon Wo…”

Baru Yoona akan keluar kamar sambil membawa bak berisi pakaian kotor. Tapi Jonghyun malah memanggilanya.

“Yoon Wo….”

Yoona akhirnya mengurungkan niatnya. Ia kembali meletakan bak pakaian kotor keatas lantai. Lalu berjalan mendekati Jonghyun. “Wae?”

Jonghyun tak menjawab. Hening.

“Wae? Kau ingin berbicara apa?” tanya Yoona lagi.

Jonghyun mengangkat tangannya lalu matanya perlahan terbuka. Lalu tertutup lagi. Jonghyun tampak lemas sekali. “Kemarin.. maafkan aku.. aku meninggalkan mu lagi ya?”

Yoona hanya terdiam. Sudahlah lupakan masalah kemarin.

“Aku mencarimu.. hujan-hujanan, aku takut Changmin memarahiku karena aku pergi dengamu maka aku harus kembali denganmu. Tapi ponselku lowbat jadi aku tidak bisa menghubungimu. Jadi semalam kau dimana?” suara Jonghyun terdengar berat sekali.

“Ah.. soal itu aku minta maaf juga, aku pergi tidak bilang-bilang padamu, tapi aku baik-baik saja kok, aku menginapa dirumah guru Choi.” Jawab Yoona.

“Oh.. bagus kalau begitu.”

Lalu suasana kembali hening. Yoona jadi merasa canggung dan tidak nyaman dalam posisi seperti ini. Akhirnya mau tidak mau Yoona mengeluarkan pertanyaan lain untuk memecah keheningan.”Bagaimana kemarin? Sukses? Apakah Eun Ji menerima pernyataan cintamu?”

Jonghyun membalikan badannya memunggungnyi Yoona.”dia menolakku. Memalukan sekali.”

Yoona terluka mendengarnya. Lalu dia mendekati Jonghyun dan duduk dipinggir kasur Jonghyun. “Kenapa? Kenapa dia menolakmu? Dia belum punya lelaki lain kan? Kenapa dia menolakmu? Apa jangan-jangan gossip kedekatan Eun Ji dengan Seo In Guk itu benar?” todong Yoona dengan banyak pertanyaan.

“Nado molla.” Jawab Jonghyun pelan.

Yoona tidak bisa terima begitu saja. kenapa Eun Ji menolak Jonghyun? Jonghyun kan sangat baik dan tampan? Bahkan lebih tampan Jonghyun daripada Seo In Guk menurut Yoona. Dia jadi kesal dengan Eun Ji, berani-beraninya dia mencampakkan Jonghyun. Cukup dirinya saja yang dicampakkan oleh Jonghyun.

Yoona menarik-narik tangan Jonghyun untuk meminta penjelasan lebih lanjut lagi. Tapi begitu menyentuh tangan Jonghyun. Yoona terkejut, tangan Jonghyun panas sekali. Jonghyun sedang sakit? Yoona segera meletakan telapak tangannya dikening Jonghyun. Astaga panas sekali. Jonghyun benar-benar sakit.

“Jonghyun? Kau sakit? Jonghyun.. bicaralah.”

“Ah..heemm..a..an..nio..” jawab Jonghyun lemah.

“Kau tunggu sebentar disini aku akan mencari pertolongan.” Yoona segera keluar kamarnya meninggalakan Jonghyun.

Yoona menggedor-gedor kamar Minho Kyuhyun dengan tidak sabaran. “Minho, Kyu!! Keluarlah!!” teriak Yoona dengan panic.

Akhirnya pintu kamar dibuka. “Ada apa sih!! Berisik sekali!!!” balas Kyuhyun berteriak didepan wajah Yoona.

Yoona tidak mau meladeni Kyuhyun yang memang tetap nyebelin. Kadar menyebalkannya kan hanya berkurang sedikit. “Ayoo kekamarku.. Jonghyun sedang sakit, mungkin dia demam. Tubuhnya panas sekali. Coba bantu dia, bawa dia ke ruang kesehatan.”

“Apa? Ah.. pasti karena kemarin dia hujan-hujanan sampai malam. Dasar!” ngedumel Kyuhyun. “Heii.. Minho, keluar kau! Bantu aku menggotong Jonghyun. Dia sedang sakit!!” teriak Kyuhyun memberitahu Minho yang sepertinya sedang dikamar mandi.

Tanpa menunggu Minho keluar Yoona dan Kyuhyun segera menghampiri Jonghyun. Tak lama muncul Changmin. Dan langsung nimbrung mengerumini kasur Jonghyun.

“Ada apa?”

“Jonghyun sakit. Tolong bantu antar dia keruang kesehatan.” Jawab Yoona.

Changmin segera membantu Jonghyun yang badannya melemas berdiri dengan sedikit keberatan. Akhirnya Kyuhyun bantu menahan berat badan Jonghyun dari sebelah kanan. Dan Changmin sebelah kiri. Mereka berdua memapas Jonghyun dan membawa Jonghyun keluar kamar. Yoona mengekori dari belakang. Tepat Yoona keluar Minho juga keluar dari kamar.

“Jonghyun kenapa?”

“dia sakit cepat kau bantu mereka.”

Minho segera berlari kecil menghampiri ketiga temannya. Dan Yoona segera menyusul. Kasian sekali Jonghyun. Yoona tau Jonghyun pasti hujan-hujannya bukan hanya sekedar untuk mencari dia, tapi Jonghyun hujan-hujanan Karena Jonghyun sedang patah hati karena cintanya baru saja ditolak dan dia melarikan diri dan menangis ditengah hujan seperti orang gila. Karena Jonghyun tidak mungkin muncul dalam keadaan menyedihkan didepan ketiga temannya. Dia bukan tipe orang yang terbuka. Dia hanya terbuka pada Yoon Wo baru-baru ini. Dan Yoona tahu sekali akan hal itu.

 

~***~

 

Jonghyun sedang tertidur di atas kasur troly ruang kesehatan. Dokter Hyo yang sudah merawat dan menjaga Jonghyun sejak tadi baru saja pulang dan berpamitan oleh Yoona. Sekarang sudah pukul sebelas malam. Yoona baru saja tiba dengan Changmin sengaja untuk menjenguk Jonghyun. Tangan Jonghyun sampai harus di infuse jadi ia belum bisa beristirahat dikamar asramah.

Yoona dan Changmin berdiri didekat kasur Jonghyun. Mereka hanya menatap Jonghyun yang tertidur. Suhu tubuhnya sudah mulai kembali normal.

“Aku tidak menyangka kalau Jonghyun bisa sakit juga.” ucap Changmin tiba-tiba.

Yoona menolehkan kepalanya menatap Changmin. “dia juga manusia biasa.”

“Benar.. orang aneh ini juga manusia biasa. Diantara kami bertiga di Kyuline hanya dia saja yang paling pendiam dan tertutup.menyebalkan. dia tahu rahasia kami semua dengan mudah. Tapi kami tidak tahu rahasia dirinya satupun.” Cerita Changmin.

“terkadang ada rahasia yang bisa dibagi pada beberapa orang tetapi ada juga rahasia yang orang lain manapun tidak boleh mengetahuinya.”

Kini giliran Changmin yang menolehkan pandangannya kepada Yoona. Lalu menatap Yoona lekat-lekat. “kau benar-benar memiliki kembaran seorang wanita ya?”

Yoona menaikan alisnya bingung, kenapa tiba-tiba changmin bertanya seperti itu. “Ne.. waeyo?”

“Pasti kembaranmu sangat cantik ya?”

“darimana kau mengetahuinya?” tanya Yoona was-was

Changmin tersenyum malu-malu. “karena kau juga cantik.” Ungkap Changmin secara mengejutkan.

“Mwo?? Aku cantik?” tanya Yoona sambil geleng-geleng kepala. Kenapa Changmin bisa mengatakan kalau dirinya cantik? Gawat! “hahha..haha.. kau bercanda ya?” tawa Yoona dengan sikap  canggung.

Untungnya Jonghyun segera bangun dan membuka matanya. Dia menatap Yoona dan Changmin bergantian. Yoona dan Changmin kompak tersenyum menatap Jonghyun.

“Ouh.. Yoon Wo, aku ingin bicara denganmu..” kata Jonghyun tiba-tiba.

“Iya? Bicara apa?”

Jonghyun menatap Changmin dengan tidak enak hati tapi tiba-tiba Jonghyun malah mengusir Changmin. “Bisa kau keluar sebentar dan meninggalkan aku dengan Yoon Wo saja? aku ada urusan penting.”

Changmin menatap Junghyun dengan tatapan tidak percaya. “Astaga!! Berani sekali kau mengusirku! Dan mempunyai rahasia dengan Yoon Wo! Awas kau!!!” walaupun Changmin kesal dan memarahi Jonghyun, tapi dia tetap berjalan keluar ruang kesehatan juga.

Setelah Changmin sudah keluar tiba-tiba dia terkejut. Dia pikir tadinya hantu ternyata hanya Guru Choi yang sedang membawa senter untuk mengontrol seperti biasa setiap malam.

“Heyy.. sedang apa kau disitu?” tegur guru Choi yang melihat Changmin berdiri  sendirian bersandar pada dinding luar ruang kesehatan.

“Sedang menunggu Yoon Wo yang menjenguk Jonghyun. Aku diusir keluar.” Jawab Changmin tanpa semangat.

Mendengar nama Yoon Wo dan Jonghyun disebut mendadak Siwon jadi menegang. Sedang apa dia berduaan didalam? Siwon jadi curiga dan cemas. Tapi dia mengurungkan niatnya untuk tahu lebih banyak. Jadi dia harus membiarkan saja Yoona didalam bersama Jonghyun. Tapi ada satu hal yang ditakuti Siwon. Siwon takut Yoona akan berkata jujur kalau dia seorang wanita di hadapan Jonghyun, lalu mengatakan kalau dia menyukai Jonghyun. Siwon buru-buru mengusir pikirannya yang tidak-tidak. Hatinya jadi semakin resah. Maka ia melampiaskannya pada Changmin yang tidak tahu apa-apa.

“Heh.. Changmin!! Sekarang sudah larut sekali! Lebih baik kau kembali ke asramah saja!! cepat!!”

“Sial! Sudah diusir Jonghyun sekarang guru juga mengusirku?”

“kembali ke asramah atau push-up 100 kali?”

“Ah… jinja!!! Tapi guru juga harus berlaku adil! usir Yoon Wo juga yang sedang didalam sana. Bilang aku takut dikamar sendiri!!” ucap Changmin pasrah pada guru choi. Lalu dengan muka dilipar-lipat terpaksa ia berjalan meninggalkan ruang kesehatan untuk kembali ke asramah.

Kini tinggal siwon sendirian diluar dia bersandar pada dinding. Menggantikan posisi Changmin tadi. Menunggu Yoona keluar.

 

“Aku yakin dia menolak cintaku bukan karna dia tidak menyukaiku atau sudah mempunyai lelaki lain. tapi aku yakin kalau dia seperti itu karena terikat kontrak perjanjian dengan agensinya.” Kata Jonghyun sambil menatapan Yoona. “Iya kan? Kau tahu tidak? Aku dengan Eun Ji sudah kenal lama… aku masih ingat saat ia terpilih untuk menjadi murid Training dia menangis dipelukanku. Jadi menurutmu aku harus bagaimana?”

Yoona menatap Jonghyun dengan tatapan mata kesal. Dasar tidak peka! Sudah membuat hati ku salah paham lalu sakit hati dan sekarang kau malah menambah luka itu dengan pertanyaan semacam ini. “Kenapa kau menanyakan padaku?”

“karena hanya kau yang tau. Dan aku percaya padamu Yoon Wo.” Jawab Jonghyun.

“Hemm.. ya coba saja menunggu dirinya. Membutikan kalau kau menyukainya dengan sungguh-sungguh. Kau percaya pepatah kuno yang mengatakan kalau jodoh tidak akan kemana kan?”

Jonghyun terdiam seperti sedang memikirkan ucapan Yoona.

“Ah.. aku tidak tahu…!! sudah ah Jonghyun aku mau kembali kekamar. Pasti Changmin masih menungguku diluar. Jjaljayo…Get Well soon!!” Yoona berjalan menjauhi Jonghyun dan keluar dari ruang kesehatan.

Yoona keluar dari ruang kesehatan dengan muka dilipat. Dia jadi kesal dengan Jonghyun. Kesal-kesal-kesal!! Saat ia membuka pintu dan tanpa melihat lagi siapa yang bersandar di dinding samping pintu Yoon Ah yang menundukan kepala malah tiba-tiba menepuk lengan orang itu.

“Ayo.. kembali ke kamar.. aku mengantuk.” Kata Yoona dengan suara lemah.

Siwon mengerutkan keningnya. Ada apa lagi dengan orang ini? Dia sedih karena Jonghyun lagi? Keterlaluan.

Baru Yoona akan melangkah deluan tapi tiba-tiba Siwon malah menarik kerah bajunya. “Heyy…kau..”

Yoona menoleh dan mulutnya terbuka lebar karena terkejut saat mendapati Siwon dihadapannya bukan Changmin. “Guru Choi? Kenapa kau? Kemana Changmin?”

“Sudah aku usir tuh..” jawab Siwon seenaknya.

“Ieehh kenapa di usir??!! Nanti aku balik ke asramah sama siapa?!” tanya Yoona sedikit berteriak.

Siwon berkacak pinggang dan balas menatap Yoona dengan tatapan galak. Yoona yang sadar itu langsung kembali menundukan kepalanya, nyalinya mendadak ciut. “Berani sekali kau berteriak didepanku!”

“Ah.. guru aku benar-benar sedang tidak mod. Aku akan kembali ke asramah sekarang.” Yoona pun kembali berjalan dan meninggalkan Siwon.

Siwon segera mengekori Yoona disampingnya. Yoona yang sadar telah di ikuti Siwon maka semakin mempercepat langkahnya. “kenapa guru terus mengikutiku seperti bayangan?”

“Karena aku suka menjadi bayanganmu..”jawab Siwon sambil senyum menggoda Yoona.

“Aisshh Jinja! Kalau Guru jadi bayanganku Guru akan aku injak-injak. Seperti ini.” Yoona melompat-lompat dilantai mencontohkan dirinya yang sedang menginjak bayangannya sendiri.

Siwon yang melihat tingkah Yoona yang aneh tapi lucu malah jadi tertawa terbahak-bahak. Yoona menghentikan tingkahnya, dengan mulut manyun maka Yoona segera berlari meninggalkan Guru Choi. Siwon hanya memandang kepergian Yoona dengan senyuman lebar. Semenjak ada Yoona dia jadi sering tersenyum dan bahkan tertawa. Yoona benar-benar memberi warna dalam kehidupannya. ^^

 

~**~

Seminggu kemudian – Haking and Camping

Kyuhyun menghentikan langkahnya, lalu ia menoleh untuk melihat Yoona yang berjalan dibelakangnya.“Cepat sedikit!! Kau lelet sekali!” teriak Kyuhyun tidak sabaran menunggu Yoona yang berjalan dengan pelan dibelakangnya. Dia nampak terlihat kesulitan bernapas.

Yoona ikut menghentikan langkahnya. Dia balas menatap kyuhyun dengan tatapan tidak suka. “Aku tidak biasa Hiking! Jadi seharusnya kau maklumin jika aku sedikit lambat!” teriak Yoona kesal. Karena sejak tadi Kyuhyun selalu saja memarahinya.

Hari ini adalah hari dimana jadwal Mahasiswa akademik Sepakbola dari Universitas Yonsai mendapat bagian untuk melakukan Haking dan bermalam di Gunung Gwanaksan di wilayah  Gwanak-gu, Seoul. Sebelum berangkat hiking panitia penyelenggara acara rutin tahunan ini sudah membagi kelompok. Dimana setiap kelompok terdiri dari dua orang. Yoona harus menerima dirinya satu kelompok dengan Kyuhyun. Dipikir awalnya tidak masalah jika harus sekelompok dengan Kyuhyun daripada Jonghyun tapi ternyata ia salah besar. Kyuhyun benar-benar menyebalkan.

“Payah! Bagaimana mau menjadi pemain sepakbola professional jika fisik mu saja sangat lemah!” cibir Kyuhyun.

Memangnya siapa yang mau menjadi pemain sepakbola?huh? Jawab Yoona didalam hatinya.

“Cepat ayo kita jalan lagi!! Yang lain mungkin sudah sampai ditempat perkumpulan.” Kata Kyuhyun lalu meninggalkan Yoona lagi.

Yoona yang saat itu membawa tas besar dan menenteng perlengkapan camping ditangannya memang sedikit kerepotan. Harus mendaki gunung dengan beban berat bukalah hal yang mudah dilakukannya. Tiba-tiba saat Yoona sudah hampir putus asa karena hal itu. Sebuah tangan menyentuh punggungnya.

“Sini kubawakan tasmu!”

Yoona mengangkat kepalanya. Changmin? Kenapa dia ada disini? Bukankah dia sudah berjalan keatas lebih awal?

“Changmin? Kau?” tanya Yoona bingung karena kemunculan Changmin yang tiba-tiba.

“Aku sudah sampai tempat perkumpulan dengan Jonghyun sejak Lima belas menit yang lalu, tapi kau belum datang juga. aku sedikit mengkhawatirkan kau. Aku takut Kyuhyun akan berbuat hal-hal aneh terhadapmu. Jadi aku memutuskan untuk turun dan mencarimu. Jonghyun ada diatas sedang mencoba mendirikan tenda bersama Minho dan anak-anak lainnya.” Jawab Changmin menjelaskan secara terperinci.

Yoona tersenyum lalu dia memberikan tas ranselnya ke Changmin. “Gomawo.”

Changmin tertegun ketika melihat senyum  tulus yoona dan tatapan lembut dari mata Yoona. Sial! Lagi-lagi jantungnya berdegup kencang. Dia benar-benar bisa gila.

“Changmin? Ayo jalan..” tegur Yoona karena Changmin masih melamun.

“Ouh.. iya…iya..pelan-pelan saja jika kau capek.”

Yoona dan Changmin lantas berjalan beriringan, kalau Kyuhyun entahlah dia sudah berada dimana. Mungkin dia sudah sampai ke perkumpulan. Sepanjang perjalanan Changmin merasa dirinya menjadi canggung saat didekat Yoona dan jantungnya lebih aktif seperti siap meledak.

Akhirnya setelah melakukan perjalanan bersama selama lebih dari sepuluh menit. Yoona dan Changmin sampai ditempat perkumpulan dengan selamat. Siwon sebagai guru pendamping yang saat itu sedang berdiskusi dengan panitia acara mendadak tidak fokus dengan kemunculan Yoona bersama Changmin. Yoona terlihat lelah sekali tapi dia masih bisa tertawa-tawa bersama Changmin yang membawa ransel Yoona. Siwon tahu itu ransel Yoona. Karena dia yang membelikan ransel dan jaket gunung yang tahan hujan dan panas untuk Yoona dua hari lalu. Karena dia tahu Yoona tidak mempunyai itu semua.

Siwon permisi dengan salah satu panitia.lalu dia berjalan menghampiri Yoona dan Changmin. “Kalian baru tiba? Kemana saja?”

“Nampaknya Yoon Wo belum terbiasa naik gunung jadi dia sedikit lambat. Tapi jangan marahi dia karena hal itu. salahkan saja Kyuhyun sebagai pasangan kelompoknya. Bukan menolong mengurangi beban bawaan Yoon Wo. Tapi dia malah meninggalkan Yoon Wo sendirian. Kalau dia kesasar bagaimana?” jawab Changmin. Dia benar-benar menunjukkan sikap pedulinya pada Yoona.

Siwon tidak menanggapi perkataan Changmin, tapi dia malah fokus menatap Yoona yang terus-terusan menghindarkan kontak mata langsung dengan Siwon. Ada yang aneh dari Yoona. Pasalnya sudah hampir seminggu Yoona bersikap seperti itu. dan ketika Siwon memberikan ransel dan jaket Gunung Yoona terus-terusan menolaknya. Dan kerena Siwon mengancam barulah ia menerima pemberian dari Siwon. Yang Siwon rasa Yoona mulai menghindarinya. Tapi kenapa? Apa kesalahan Siwon?.

“Changmin aku ketempat Minho dulu ya.. aku ingin lihat tendanya.” Kata Yoona sambil menepuk bahu Changmin.

“Ah.. Aku ikut. Sekalian meletakan tas mu yang berat ini.”

“Ouh.. iya..Maaf ya sudah merepotkanmu.”

Changmin menggelengkan kepalanya lalu merangkul Yoona dan berjalan bersama. Dari wajah Changmin yang bersemu tapi ia terlihat gembira sekali bisa merangkul Yoona seperti itu. Siwon menatap tajam kepergian Changmin dengan Yoona. Siwon terlihat kesal melihat kedekatan Changmin dengan Yoona. Siwon Cemburu.

“Kalau Changmin tahu Yoon Wo adalah wanita, apa jadinya ya?” bisik seseorang ditelinga Siwon.

Dengan sikap terkejut Siwon menoleh. Hatinya legah ketika yang bicara seperti itu adalah Dokter Hyo. Hyoyeon tersenyum lebar sambil menepuk-nepuk bahu Siwon. “Kau cemburu dengan Changmin?” tanya Hyoyeon.

“Apa? Cemburu? Siapa?? Aku? Tidak!” jawab Siwon gugup.

Hyoyeon tertawa kecil. “memang tidak terlalu terlihat sih. Tapi karena aku tahu rahasia ini maka aku bisa merasakan kalau kau cemburu dengan kedekatan Yoon Wo.. ah.. bukan tapi Yoona dengan Changmin. Iya kan?”

Siwon menghela napas. “Walaupun cemburu aku tidak bisa melakukan apapun.”

“Heemmm.. sebenarnya kau bisa melakukan sesuatu. Hanya saja kau belum pernah mencoba untuk melakukannya.”

Siwon memandang Hyoyeon dengan wajah penuh tanya. “Maksudmu?”

“Kejujuran… diantara kalian hanya perlu saling jujur.” Jawab Hyoyeon lalu menepuk bahu Siwon lagi sambil tersenyum dan berjalan meninggalkannya.

Siwon masih mencoba mencerna perkataan Hyoyeon sambil memandangi kepergian Hyoyeon ke tenda Tim menyelamat. Kejujuran? Kalian? Siapa? Apa maksudnya? Siwon jadi terus bertanya-tanya didalam hatinya.

 

Di lain sisi saat tadi Yoona berjalan bersama Changmin menuju tenda yang sedang dibangun oleh Minho Jonghyun dan Kyuhyun. Tiba-tiba Yoona menolehkan kepalanya lagi kebelakang. Ada perasaan yang menganjal dihatinya. Yang membuatnya harus menoleh kebelakang dan memastikan sesuatu dibelakang. Tapi begitu ia menoleh ke belakang Yoona melihat Siwon yang sedang berbicara dengan Hyoyeon yang terlihat begitu akrab dan seperti sedang membicarakan sesuatu yang sangat pribadi sampai bisik-bisik dan jarak diri mereka dekat sekali. Yoona memutar lagi kepalanya. Wajahnya terlihat murung. Dia terlihat begitu kecewa dengan apa yang ia lihat baru saja.

 

~**~

 

Yoona berjalan sendiri sambil membawa dua ember kecil ditangan kanan-kirinya. Ia hampir saja melempar ember itu karena saking terkejutnya mendapati Hyoyeon sudah berdiri dihadapannya. Yoona menghembuskan napas legah.

“Eonni.. kau mengagetkanku!” keluh Yoona.

Hyoyeon terkikik. “Maaf… heh, kau mau kemana?” tanya Hyoyeon sambil menatap ember yang dibawa Yoona.

“Ingin mengambil air di aliran air gunung.” Jawab Yoona.

“Wah.. aku ikut ya?” tanya Hyoyeon lagi.

“Boleh..”

Hyoyeon tersenyum senang. Lalu ia mengambil satu ember dari tangan Yoona. “Biar adil.. hehe.”

Yoona hanya membalasnya dengan senyuman.

Mereka jalan bersama menelusuri jalanan pegunungan yang masih berbentuk tanah dengan bebatuan alam. Sesuai petunjuk yang diberikan jarak tenda dengan sumber mata air cukup memakan waktu lima belas menit perjalanan. Ditengah perjalanan Yoona nampak gelisah dan berkali-kali mencuri pandang pada Hyoyeon. Sepertinya ia ingin membicarakan sesuatu tapi dia selalu mengurungkan niatnya sehingga Yoona nampak terlihat resah dan canggung.

Hyoyeon menyadari hal itu. dia sudah merasa kalau Yoona sudah berkali-kali menatap wajahnya sambil mulutnya terbuka tutup. “Apa? Kenapa kau terus menatapku seperti itu? ada yang mau kau tanyakan?” tanya Hyoyeon tanpa basa-basi.

Yoona terlihat ragu tapi ia segera menggelengkan kepalanya.

“Ah… aku akan menjawab semua pertanyaanmu sekarang. Jadi jangan ragu-ragu. Disini Cuma ada kita berdua kan?” pancing Hyoyeon.

Yoona menunduk menatap kakinya dan kaki Hyoyeon yang terus melangkah. “Eonni..menurut eonni Guru Choi itu orangnya seperti apa?”

Hyoyeon nampak sedikit terkejut mendengar Yoona akhirnya menanyakan tentang Siwon kepadanya. Hyoyeon langsung tersenyum penuh arti. “Hemm.. Guru Choi ya?” Hyoyeon pura-pura memikirkan kata-kata yang akan ia ucapkan. “Guru Choi menurutku dia sangat baik, rajin, bertanggung jawab, tegas, pintar, dan…” lalu Hyoyeon mendekatkan mulutnya ke telinga Yoona.dan berbisik “Sangat tampan, tubuhnya juga bagus, iya kan?”

Yoona tersenyum kaku. “Eonni sudah kenal lama Guru Choi ya? Sampai Eonni tahu betul seperti apa guru choi?”

“tidak juga.. aku baru kenal dengannya selama empat tahun ini.”

Yoona memanggutkan kepalanya. “Apakah Eonni menyukai Guru Choi? Atau guru choi menyukai Eonni?”

Mata Hyoyeon langsung terbelalak sambil menatap Yoona dengan tidak percaya. “Darimana kau bisa mengatakan hal seperti itu?”

“Tidak.. aku hanya sering melihat kalian bersama, berbicara bersama dengan dekat dan terlihat serasi. Nampaknya Guru choi juga tidak pernah berteriak jika berbicara denganmu ya eonni?”

“Kenapa Guru choi harus berbicara berteriak dengan ku?” balik Hyoyeon tanya.

“Ah…itu pasti karena Guru Choi menyukai Eonni.”

Hyoyeon tersenyum lebar sambil menatap Yoona dengan tatapan menyelidiki. “Tunggu dulu!” Hyoyeon menghentikan langkah Yoona. “Jangan-jangan kau yang sedang menyukai Guru Choi? Wah…iya kan? Tebakan ku benarkan?” goda Hyoyeon.

Wajah Yoona langsung memerah tanpa bisa dikendalikan. “Bukan..bukan seperti itu.. aku aku takut jika kalian saling menyukai aku takut…hemm.. aku..masalahnya akhir-akhir ini Guru Choi baik sekali denganku. Dia benar-benar perhatian sekali denganku. Walaupun aku diam. Sejujurnya aku tahu itu. tapi rasanya tidak wajar. Dia tidak berlaku hal yang sama dengan yang lain.. aku takut guru choi itu benar-benar..”

~Pletakk~~ Hyoyeon menjitak kepala Yoona. “Apa? Kau mau bilang apa? Aku pastikan guru Choi bukan Gay! Kau jangan mudah terhasut dengan perkataan Kyuline! Guru Choi memang baik hati kok.”

Yoona terdiam sejenak. “Tapi tetap saja aneh.. rasanya aneh sekali..aku merasakan sesuatu yang aneh didalam diriku..Oh..jangan-jangan..Guru Choi tahu kalau aku wanita? Benar?” tanya Yoona dengan panic.

Hyoyeon hanya diam. Dia tidak boleh sampai salah bicara jika menyangkut masalah ini. Hyoyeon yang menghormati Siwon dengan menjaga rahasia yang siwon ketahui maka Hyoyeon pun menjawab. “Benarkah? Kurasa ia tidak tahu. Kalau ia tahu, mungkin dia sudah bertindak sesuatu atau minimal dia mengadukannya kepadaku.”

“Ouh.. gitu ya? Lalu masalah tadi benarkah Eonni tidak menyukai Guru Choi?”

Hyoyeon menggelengkan kepalanya. “Ah… Jinja.. aku harus bercerita darimana ya? Sebenarnya aku juga punya rahasia yang murid-murid di Yonsai tidak ketahui.”

“Apa itu?” tanya Yoona penasaran.

“Aku sudah menikah setahun yang lalu.” Jawab Hyoyeon malu-malu sambil menunjukan jari manisnya yang terdapat cincin pernikahan ke Yoona.

Yoona terkejut mulutnya terbuka lebar. “Hah?? Sudah menikah? Ommo..Mianhae..”

“Tidak apa-apa.. hemm by the way.. kenapa kau menanyakan hal aku dengan Siwon..? ah.. I know.. jangan-jangan Kau sudah mulai tertarik, menyukai dan menyayangi guru Choi ya?” goda Hyoyeon

Yoona melanjutkan jalannya lagi sambil menenteng ember. “Bukan.. bukan seperti itu sungguh..”

“Kalau suka juga tidak apa-apa, jujur saja..”

“Tidak Sungguh bukan seperti itu..” Yoona semakin mempercepat langkahnya untuk menghindari pertanyaan Hyoyeon.

Yoona segera berjalan cepat untuk mencapai sumber mata air. Dan Hyoyeon terus mengekorinya dari belakang. Sambil terus menggoda Yoona.

 

~***~

 

“Oke..semuanya sudah berdiri dengan pasangan kelompok kalian?” tanya Seorang mentor pria dengan suara lantang menggunakan pengeras suara yang ada digenggamannya.

“Sudah!!” jawab serempak seluruh mahasiswa akademik Sepakbola Yonsai.

“Ok bagus kalau begitu, jadi rules-nya adalah. Kalian harus saling kerja sama dan percaya dengan pasangan kalian. Kalian harus mencari kartu warna merah dan kuning yang tersebar diberbagai penjuru hutan ini, tapi ingat harus selalu berpandu pada arah petunjuk jalan agar tidak tersesat. Bermainlah secara seportif. Mengerti?”

“Mengerti!!”

“Baiklah… Silakan berpetualang!!” ~Priiiittt….~ pertuangan dimulai ditandakan dengan peluit panjang yang ditiup seorang mentor pria lainnya.

Barisan yang tadi rapi langsung membaur menjadi kacau mereka langsung berjalan keberbagai penjuru jalan untuk melaksanakan misi dari petualangan mereka. Memang kesannya ini kurang penting atau kekanak-kanakan dimata beberapa masiswa, tapi  sesunggunya permainan ini ada maknanya, yaitu dalam bekerja sama dalam tim, memainkan strategi juga logika, lalu mempercayai orang lain dan ketangkasan serta kejelihan dalam mengambil peluang dan keputusan. Bermain sepak bola juga diperlukan hal-hal seperti itu. bukan hanya sekedar menggulirkan bola dan memasukkannya kedalam gawang lawan.

“Ah… Jinja!! Setiap tahun selalu melakukan permainan konyol ini!” ngedumel Kyuhyun sambil menyibak-nyibak ranting pohon yang menghalangi jalannnya didalam hutan.

“Kyu!! Jalannya jangan cepat-cepat!!” teriak Yoona memperingatkan Kyuhyun.

Tanpa menoleh Kyuhyun menjawab. “Kau jangan lelet makanya!! Benar-benar sial aku harus berpasangan denganmu, si manusia lemah!”

“Apa kau bilang!! Hey! Jaga mulutmu!!” teriak Yoona lagi kesal atas ucapan Kyuhyun. “ku kira kau sudah berubah! Ternyata kau masih sama!”

Kyuhyun menolehkan kepalanya kebelakang menatap Yoona tajam. Ditatap seperti itu oleh Kyuhyun membuat Yoona jadi ciut. “Kau!! Karena kau!! Kyuline jadi kacau! Jonghyun dan Changmin mereka berdua sudah terhasut olehmu! Setiap hari selalu Yoon Wo…Yoon Wo…Yoon Wo.. yang mereka pikirkan. Semua sudah berubah semenjak kau masuk kedalam Kyuline! Kau memang benar-benar pengacau!” ungkap Kyuhyun tajam.

Yoona terdiam. Mendengar perkataan Kyuhyun mendadak ia jadi sedih. Bukan maksud dia jika membuat persahabatan Kyuline menjadi kacau. Yoona kan juga tidak memaksakan diri untuk bergabung di Kyuline tapi itukan Changmin sendiri yang mengajaknya dan lagi pula bukankah sejak awal mereka sudah setuju semua? Tapi kalau ternyata Kyuhyun terpaksa setujuh seperti ini yoona jadi merasa bersalah.

“Ah.. sudahlah lupakan!! Aku muak!!” teriak Kyuhyun lalu berjalan pergi meninggalkan Yoona dibelakang.

Mata Yoona jadi berkaca-kaca. Ia benar-benar sedih jadinya. Yoona berusaha mengejar Kyuhyun agar ia tidak ketinggalan. “Kyu!! Mianhae.. tunggu aku!!” teriak Yoona sambil berlari-lari kecil.

Kyuhyun tidak menjawab dia terus berjalan. Tapi setiap ia melihat kartu kuning dan merah yang menempel di batang pohon dan ranting pohon Kyuhyun mengambilnya lalu membuangnya ketanah dan Yoona dengan sigap memungutinya dan mengumpulkannya. Yoona berusaha tersenyum atas sikap Kyuhyun yang kesal dan tidak menyukainnya.

Saat Yoona selesai berjongkok memungut kartu kuning tiba-tiba saat ia berdiri Kyuhyun sudah tidak ada dihadepannya. Yoona celingukan mencari sosok Kyuhyun tapi tidak terlihat juga. Yoona menggigit bibir bawahnya dengan cemas, dengan perasaan takut juga Yoona berjalan cepat untuk mencari  Kyuhyun.

“Kyu!! Kau dimana? Jangan tinggalkan aku! Semarah apapun kau padaku tapi jangan tinggalkan aku disini!!” teriak Yoona sambil terus celingukan.

Karena terlalu panic berada didalam hutan sendirian yoona sampai tidak mengidahkan petunjuk jalan yang mengarah ke kanan, tapi ia malah berjalan kearah yang salah, kearah kiri. Yoona terus berjalan dengan rasa takut yang mulai menyelimutinya.

“Kyu?? Kau dimana?” tanya Yoona dengan suara yang sudah mulai bergetar. Yoona terus berjalan dan merasa mulai pusing dan lelah, karena ia merasa sejak tadi ia hanya berputar-putar ditempat yang sama tanpa menemukan jalan keluar yang benar. Dia tersesat.

Yoona terus menggigit bibir bawahnya, matanya sudah berkaca-kaca. Dia sudah berada satu jam didalam hutan sendirian dan saat itu awan mulai menggelapi bumi, matahari yang bersinar mulai menurun. Yoona masih celingukan mencari selah jalan keluar yang benar tapi tiba-tiba ia menginjak tumpukan daun. Dan…

“Aaaahhhhh……!!!” teriak Yoona sekencang-kencangnya karena terlalu terkejut.

Yoona ternyata menginjak sebuah jebakan untuk heman liar. Yoona menginjak dedaunan kering yang menutupi Lobang besar dan dalam. Hasilnya Yoona jatuh dan masuk kedalam lubang tersebut. Wajah dan pakaiannya jadi kotor oleh tanah. Pelipiskan terluka karena terbendur dinding tanah yang ada akar menjulangnya.

“Ah..ah..” rintih Yoona ketika ia berusaha untuk berdiri. Tapi gagal rupanya kakinya terkilir karena jatuh mendadak tadi.

Yoona menatap sedih lubang diatas sana, dia tidak akan bisa naik ketas sendiri tanpa ada yang membantu, ditambah kaki kirinya terkilir dan rasanya sakit sekali.  Samua saraf ditubuhnya jadi ikut menegang dan perih.

“bagaimana ini?” tanyanya pada dirinya sendiri yang sudah mulai takut dan putus asa. “TOLONG…!!!! SIAPAPUN TOLONG AKU!!! AKU DISINI!!!” teriak Yoona sekuat tenaga. Dan tanpa terasa ketika langit mulai benar-benar gelap berganti malam, Yoona menitihkan air matanya. Ia terperangkap dalam kesendirian dan merasa takut dan sakit.

“Tolong aku!!! Tolong aku!!!” teriaknya lemah ditengah tangisannya.

 

~**~

 

Changmin mengelilingi setiap tenda, tapi yang dicari tetap tidak ada juga. dia jadi khawatir dimana sebenarnya orang itu berada. Changmin memasuki tenda Jonghyun, Kyuhyun dan peserta lainya. Masuk-masuk kedalam tenda Changmin mendadak kesal ketika melihat Kyuhyun yang sedang tiduran ditenda sambil mendengarkan music dengan headphone.

Dengan sikap geram Changmin masuk dan menarik kerah baju kyuhyun dengan kesal. “Bagun kau!!!” teriaknya membabi buta.  “Dimana Yoon Wo!!! Kenapa sudah malam dan lewat dua jam dia tidak juga kembali! Dimana Yoon Wo!!!” teriak Changmin kesal.

Kyuhyun melepas Headphonenya dan menepis tangan Changmin dengan kasar. “Kau bicara apa sih? Huh? Yoon Wo? Dia tentu saja ada ditendanya bersama Minho!” jawab Kyuhyun enteng.

Changmin benar-benar jadi naik darah, pasalnya Yoon wo tidak ada ditendanya dan dimanapun. Tapi Kyuhyun ternyata tidak tahu dan santai saja seperti ini. Changmin menarik kerah leher Kyuhyun lagi dan tiba-tiba Changmin melayangkan pukulannya di kedekat sudut bibir Kyuhyun.

Kyuhyun terkejut dengan sikap Changmin yang seperti ini. Sial, hanya karna seorang Yoon Wo Changmin sampai berani melayangkan pukulan kesahabatnya sendiri. Kyuhyun tersenyum sinis pada Changmin lalu balas menarik kerah baju changmin dan berdiri berhadapan dengan changmin dan menantang Changmin.

“Kau!!! Apa yang sudah merasuki jiwa mu sehingga Yoon Wo begitu penting untukmu? Kau gila!!! Kau tadi memukulku! Kau memukulku hanya karna Yoon Wo!!! Aku tidak tahu dia dimana! Kau aneh! Hanya karna dia menyelamatkan mu sekali bukan berarti kau bersikap berlebihan kepadanya dan melupakan sahabatmu!” dikata terakhirnya  Kyuhyun balas memukul Changmin diposisis yang sama. Changmin hampir saja terjaruh tapi untungnya ia masih bisa menjaga keseimbangan tubuhnya.

“Tapi dia tidak ada!!! Sudah dua jam!!! Yoon Wo belum kembali!!” Changmin balas memukul Kyuhyun lagi.”kau adalah kelompoknya seharusnya kalian kembali bersama-sama bodoh!!” teriak changmin kesal.

“Kau menyalahkanku??!!! Kau menyalahkanku??! Hah.. jinja! Keterlaluan sekali! Aku tidak tahu dimana Yoon Wo! Saat tadi didalam hutan dia memang sudah mencar denganku! Dia pergi sendiri!” teriak Kyuhyun kesal lalu dengan membabi buta ia memukuli Changmin.

“Sial!!! Hanya karna Yoon Wo! Kau bertingkah aneh seperti homo! Dan melupakan sahabatmu sendiri!” teriak Kyuhyun kesal.

Changmin terdiam. Dan kyuhyun sudah menghentikan pukulannya. Sekarang wajah changmin sedikit memar dan sudut bibirnya mengeluarkan darah. Tapi tiba-tiba dia menggerakan kakinya dan menendang wajah Kyuhyun sampai tersungkur. “bukankah sejak awal, kita sudah sepakat untuk menerima Yoon Wo menjadi bagian Kyu line? Kenapa sekarang kau seperti ini? Kau merasa aku mengkhianati mu? Apa? Ada apa denganmu malah cemburu dengan Yoon Wo.. ciihh!! Benar-benar kekanak-kanakan! Sekarang Yoon Wo hilang!!! Yoon Wo Hilang!!!”

Kyuhyun berusaha berdiri dengan tatapan kaget mendengar ucapan Changmin. Dia kehabisan kata-kata. Tiba-tiba masuk Guru Choi, Jonghyun dan Minho yang mendengar keributan ditenda itu. mereka bertiga terkejut mendapati Kyuhyun dan Changmin sudah luka lebab diwajah mereka. Tapi yang lebih menarik perhatian mereka ada ucapan Changmin terakhir kalinya tadi.

“Apa kau bilang Yoon Wo menghilang?” tanya Siwon sambil mengerutkan dahinya.

“Iya!! Ini semua karna Kyuhyun! Dia meninggalkan Yoon wo didalam hutan, dan sudah dua jam Yoon Wo belum juga kembali, dia pasti tersesat.” Jawab Changmin mendadak dadanya menjadi sakit.

Siwon jongyun dan Minho mencoba mencerna perkataan Changmin. Apa? Jadi Yoon Wo belum kembali ketenda? Yoon Wo tersesat dihutan?

“Ayooo.. cepat kita mencar untuk mencarinya!!” Perintah Siwon dalam keadaan panik mulai merasukinya.

Mereka semua keluar dari tenda dan mulai mengabarkan anak-anak yang lainnya serta panitia acara bahwa mereka kehilangan satu mahasiswanya dan dengan sigap mereka melakukan koordinasi dan berpencar untuk mencari Yoon Wo dan beberapa harus tetap menjaga-jaga tenda.  Hyoyeon yang mendengarnya jadi ikutan panik. Didepan tenda kesehatan dia berdoa semoga Yoona baik-baik saja.

 

“Yoon Wo!!! Yoon Wo!!!” teriak Siwon sekuat tenaga agar Yoona mendengarnya. Siwon membawa senter untuk menerangi jalannya yang begitu gelap. Siwon terus menelusuri jalan setapak hutan yang penuh bebatuan. Siwon terus mengisolisir tempat itu.

Siwon benar-benar sudah berkeringat dingin dia benar-benar panik sudah setengah jam ia memutari hutan itu tapi tidak ketemu juga. tiba-tiba dipertigaan siwon merasa aneh. Akhirnya dengan mengikuti perasaanya dia mencari ke lain arah dari petunjuk jalan. Dia mengambil arah kiri dan keluar dari petunjuk jalan. Dia yakin pasti bisa menemukan Yoona. Dia bertekad tidak akan kembali sebelum berhasil menemukan Yoona dengan selamat.

“Yoon Wo!!! Kau diamana!! Kau bisa mendengarku!!!” teriak Siwon

“Yoon Wo!!! Jika kau mendengarku berikanlah tanda-tandanya!!”

“Yoon Wo!!!! Yoon Wo!!”

Siwon terus berusaha mencari posisi Yoona. Dia benar-benar merasa kesal pada dirinya sendiri karena belum berhasil menemukan Yoona. Siwon mecoba mengontek radiophone yang ia bawa untuk ke tim yang ada di tenda. Tapi ternyata Yoona belum juga ditemukan. Maka siwon mulai mencarinya lagi. Sampai akhirnya sudah mau hampir satu jam ia berputar ditempat yang sama Siwon dengan fustasi meneriakan nama Yoona.

“Yoon Ah!!!! Yoon Ah!!! Kau dimana?!!”

 

Didalam sebuah lombang perangkap Yoona baru saja membuka matanya. Ia merasa benar-benar lemah. Tapi samar-samar ia mendengar ada yang memanggil suaranya. Mulutnya terbuka tapi tidak ada suara lantang yang keluar dari  mulutnya. Dia sudah benar-benar lemah. Dia sudah banyak menangis dan merasa ketakutan dalam kegelapan serta kesendirian.

Tiba-tiba ia mendengar suara langkah kaki. Yoona semakin ketakutan takut itu adalah hewan buas. Tapi mendadak ia menangkap sinar diatas kepalanya.

“Yoon Ah!!! Yoon Ah!! Kau dengar aku?!”

Lagi-lagi dia mendengar namanya dipanggil. Yoona tak bisa menyahutinya suaranya sudah seperti sebuah bisikan. Yoona mencari cara agar orang itu bisa mengetahui keadaannya dengan tenaga yang masih tersisa Yoona melempari batu keatas lobang.

Siwon terkejut ketika mendapati batu-batu berlompatan dari dalam lobang. Dia segera berjalan mendekati lobang itu dan menyinarinya. Betapa terkejutnya Siwon mendapati Yoona didalamnya sedang duduk terdiam dan terus menangis. Melihat Yoona seperti itu membuat hati siwon sakit dan merasa bersalah sekali.

“Yoon Ah! Kau baik-baik saja?” tanya Siwon panic.

Yoona menggelengkan kepalanya dengan lemah. Tanpa pikir panjang Siwon melompat kedalam dan mendekati Yoona yang sudah lemah. Siwon langsung menarik tubuh Yoona dan memeluknya memasukan Yoona kedalam dekapannya. Yoona semakin menangis dipelukan siwon.

“tenanglah… tenang, sekarang kau sudah aman. Kau akan baik-baik saja. jangan takut dan jangan menangis.” Siwon terus memeluk Yoona dan bahkan tanpa sadar menciumi puncak kepala Yoona dengan lembut. Yoona juga memeluk erat pinggang Siwon.dan bersandar didada bidang Siwon.

“Ayoo.. kita keluar sekarang..” ajak Siwon.

“kakiku… kakiku sakit.” Rintih Yoona.

Siwon segera melepas pelukannya dan memeriksa kaki kiri Yoona yang sejak tadi terulur. Siwon langsung tahu kaki Yoona pasti terkilir. Siwon menggulung celana Yoona dan memegang kaki Yoona. Yoona nampak memejamkan matanya menahan sakit. Yoona benar-benar kesakitan. Siwon memijat-mijat perlahan kaki Yoona. “tahan sebentar ya, ini agak sedikit sakit jika terlalu sakit kau teriak saja sekencang mungkin tidak masalah, tapi setelah ini kaki mu akan sembuh,” jelas Siwon. Yoona memanggutkan kepalanya dan dalam hitungan ketiga Siwon menarik kaki Yoona dan membelukannya sedikit lalu menarik lagi. Yoona terus berteriak kesakitan sampai menangis.

Siwon kembali memeluk Yoona. “Sudah.. sudah selesai.” Yoona membuka matanya dan masih sesegukan. Dia mencoba menggerakkannya, ternyata benar kakinya sudah tidak sesakit tadi.

“Guru..”

“Hem?”

“Guru..kau.. kau?” Yoona mengerutkan keningnya sambil memandangi Siwon. Kalau tidak salah ia memang mendengarnya dengan pasti, tadi ada yang memanggil namanya, maksudnya nama aslinya Yoon Ah bukan Yoon Wo. Tapi yang datang adalah Siwon. Itu berati..

“Guru.. kau, kau tadi memanggilku Yoon Ah? Kau? Kau sudah mengetahui kalau aku?” tanya Yoona ragu-ragu.

Siwon memanggutkan kepalanya dengan yakin dan berkata. “Iya.. aku sudah tahu.. sudah lama tahu.. Yoon Ah.”

Mulut Yoon Ah terbuka lebar tidak percaya akan hal itu. jadi selama ini? Perhatian Guru choi terhadapnya. Sikap Guru Choi terhadapnya itu semata-mata melindunginya? Karna guru choi sudah tahu kalau dia seorang wanita? Yoona menggelengkan kepalanya tidak percaya.

Siwon menatap lurus ke dalam kemata Yoona. Lalu ia meraih kedua pipi Yoona. “Iya aku tahu.. aku tahu segalanya. Sejak hari dimana kau pingsan dilapangan.”

“Mwo? Sejak saat itu? itu sudah berlalu lamankan? Kenapa guru diam saja? kenapa guru bersikap tidak mengetahui apapun? Kenapa guru tidak bilang kalau aku ini wanita kepada pihak akademik? Kenapa guru menyimpannya selama ini.. jadi selama ini guru kepadaku, guru melakukan semua itu…”

Belum selesai Yoona berbicara tentang semua dugaannya tiba-tiba Siwon mengunci mulutnya dengan mendaratkan bibirnya diatas bibir Yoona. Siwon mencium Yoona. Seketika itu juga Yoona dan Siwon bersamaan menitihkan air mata. Yoona membuka mulutnya sedikit memberi celah pada ciuman Siwon. Dia tidak menolak ciuman yang diberikan siwon secara tiba-tiba. Ini terasa hangat.

Siwon melepas ciumannya dan memandangi Yoona dalam-dalam. “Semua itu aku lakukan karena aku menyukaimu, menyayangimu, dan tidak ingin kau pergi jauh dariku.”

Yoona tertegun matanya terbelalak lebar. Apa yang harus dia lakukan sekarang? Apakah yang barusan itu Guru Choi sedang mengungkapkan perasaannya pada Yoona? Jadi Yoona harus berbuat apa? Ini terlalu mendadak dan mengejutkan. Yoona tidak pernah berpikir kalau jalan ceritanya sebagai Yoon Wo akan seperti ini. Benar-benar sangat mengejutkan.

 

~***~ To be continued ~***~

 

Note : Finnally!! ^^ How do You Feel? Huh? Sebenarnya mau dipost hari sabtu kemarin tapi ada aja kendalanya. Aku baru saja berduka, lalu sepupu aku menikah, tugas kuliah banyak, modem abis T___T benar-benar minggu yang berat…tapi perlahan semua berlalu dengan sendirinya :^) hah… 2 Part lagi FF ini akan ending So…selalu menunggu kelanjutan cerita dari si Yoon Wo gadungan ini ya? Hehe See U!! and BIG THANKS for not Silent Readers and Your Suport!!! ^^

Advertisements

196 comments on “FF – Love High Kick! ( Sequel – Part.5 )

  1. Kyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa romantis sekali yang diahir sebelum tbc >,< oh my aku ga berenti senyamsenyum sendiri jadinya hihihi.. Ahirnya siwon jujur juga kalo dia tau siapa yoonwo sebenernya.. Huaaaaa udh rame banget dah ini.. Jadi dag dig duer (?) saking penasaran ama kelanjutannya.. HWAITING

  2. Yah yah tbc
    Bagus thor
    akhirnya Siwon Oppa ngungkapin perasaanya juga semoga Yoona Eonni nerima cintanya Siwon Oppa 😀

  3. Oh my god! Oh my no! Oh my WAW!! Keren abis thor!! 😀 ya ampuun.. Gak nyangka, shock banget! Siwon nyatain perasaannya! Duh, gimana dengen jonghyun sama changmin??? Semoga happy semua deh.. One word : GREAT!!!
    Next part ditunggu ya thor 🙂

  4. Plisss
    Cepat di lanjutin donggg
    Penasaran banget niihhhhhh
    Ahhh daebak deh thor
    Akhirnya wonppa ngaku juga sm yonggie :*

  5. Gak nyangka guru Choi mengungkapkan perasaannya pada Yoona, dan Yoona benar2 di buat bingung pasalnya Guru Choi mengetahui identitasnya… Lalu apa yg akan terjadi selanjutnya apakah misi penyamaran Yoona berlanjut sampai di sini, entahlah hanya Authornya yg tahu.
    Author partnya cepat di publish kami para pembaca lagi menantikan kelanjutannya. Ni FF emang bikin kita bisa menghibur dan menghilangkan kebosanan, buat author Fighting………

  6. Eon!!!!
    Kapan kah di publish kelanjutan nya?
    Sumpah, penasaran kali sama kelanjutan nya.

    Semangat terus buat nulis ya eon.
    Aku bakalan nunggu kelanjutan ff mu yg satu ni.

  7. ceritanya makin bagus ….
    gak bisa bilang apa2 lagi , ini sempurna … Semangat buat lanjutin cerita yang satu ini author

  8. Yae gue bru dpet ff yoonwon lgi,maaf nie aku komenx di part ini,so ff keren bru bca ada ff yoonwon yoona jdi lki”,oya gue ksel bnget sma kakakx yoona si yoon wo jhat bnget zih ninggalin adiknya apalagi perempuan cantik yoona eounni tpi ada untung bsarx jga zih dngan yoona kya gtu kan bsa ktemu sama guru ganteng choi eh di cium lagi skaligus di suka sma tue guru prempuan mna zih yg gk mau,gue aja mau#abaikan,lanjut nie eounni,soalx liat ffx mlai dri 2013 brarti nie ff udah lma bnget dong gk di lanjut ksian sma tmen” yg udah bca dri dlu psti nunggunya uda lumutan,ok de nex pleiz

  9. Akhirnya siwon ngungkapin semuanya, kira2 gimana jawaban yoona ya ?? Trus juga gimana nasih kyuline sendiri… Di tunggu next chapter 🙂

  10. Benerann… gak subar buat kelanjutannya. Idah 3x baca tpi gak bosen bosen… tapi kenapa gak dilanjut…. kapan mau lanjut? sudah lama didiemin… plisssss lanjuttnyaa

  11. W0w. . Akhrnya siw0n menyatakan cintanya juga. .

    Ff ini masih blum dilanjtin ya yang part 6 nya. .? Yaah sayang sekali. .tp te2p selalu ditunggu. .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s