FF – Winter In Gangnam ( Sequel – Part.2 )

Cover-FF-Yoonwon-WIG

 

FF – Winter in Gangnam

( Sequel – Part. 2 )

 

Title : Winter of Gangnam

Type : Sequel / Part

Author : Ulanchoi Hyoyoon / Twitter : @Lovelyulan

Genre : Romance, Suspence, Melodrama, Mystery

Ratting : PG – 18  

Special Cover By : ChoiChoding007-Art @nurulya007 ^^ ( Big Thanks! )

Main Cast : 

  • Choi Siwon of Super Junior
  • Im Yoon Ah of  Girls’ Generation

Special Cast :

  • Lee Soo Man As Choi Sang Jo
  • Lee Hye Yeong As Choi Sun Mi

Support Cast :

  • Lee Donghae of Super Junior
  • Tiffany Hwang of Girls’ Generation
  • Yesung of Super Junior
  • Sooyoung of Girls’ Generation
  • Kyuhyun of Super Junior

 

Warning! : “ If You Don’t Like This Story, You Don’t Read and please Leave my Blog, and If You Like this Story You can Read and Please Leave a Comment and Give a Like sign…^^Remember!! You Do not Copy paste my Mind about This story..and This is just a Fanfiction, I’m So Sorry for Typo in This Story 🙂 So Enjoy to Reading…!!

 

 

“Bisakah kau lebih cepat sedikit?”

Yoona langsung menyumpal mulutnya dengan selembar roti gangdum. Begitu mendengar teriakan Siwon. Dia juga terburu-buru menyelampirkan tasnya dibahu. Dan tali sepatu snaekersnya sebelah belum sempat diikat rapi.

“Makanlah dengan hati-hati.”  Ucap Sang Jo menasehati Yoona yang nampak tergesa-gesa karena ulah Siwon.

“Iya.. Ajeossi. Aku berangkat kuliah dulu. Sampaikan salamku pada Ajeomma yang masih tidur.”

Sang Jo memanggutkan kepalanya. Yoona langsung meluncur menghampiri Siwon yang menunggunya diruang tengah.

Kajja,a..ku su..dah si..ap.” Seru Yoona dengan roti masih menempel di mulutnya.

Siwon memperhatikan penampilan Yoona yang memakai dress casual berwarna biru selutut dipadu dengan jelana legin hitam, sepatu senaekers dan mantel coklat dengan bulu-bulu dibagian leher dan perkelangan tangan. Bagi Siwon penampilan Yoona pagi ini sangat buruk. Dia tidak suka dengan cara berpakaian Yoona. Dasar anak desa.

“Kenapa oppa melamun?” tanya Yoona sambil mengibas-ngibaskan lengannya di depan wajah Siwon. Siwon langsung tersadar telah memperhatikan penampilan Yoona.

“Apa kau tidak tahu, kalau aku ada jam kuliah pukul tujuh? Dan sekarang hanya sisa tiga puluh menit.” Ucap Siwon mulai menyalahkan Yoona lagi.

Yoona hanya tersenyum lalu dia membelah roti gandumnya menjadi dua. Ia sumpalkan sebelah roti gandum kemulut Siwon. Bermaksud menyumpal mulut Siwon yang sangat cerewet itu.

“Aku tahu oppa. Maafkan aku, aku janji aku tidak akan mengulangi kesalahan di hari pertama kuliahku ini.” Yoona langsung berjalan meninggalkan Siwon menuju mobil  yang sudah terpakir manis didepan pintu rumah.

Siwon melongo dengan mulut yang tersumpal roti. Dia benar-benar tidak menyangka dengan setiap sikap yang ditunjukan Yoona kepadanya. Kesambet makhluk apa anak itu? tiba-tiba bisa bertingkah seriang itu?. Siwon mengambil roti itu dari mulutnya lalu melemparkannya dilantai begitu saja. ia berjalan menyusul Yoona yang sudah duduk manis didalam mobil disamping kursi pengemudi. Siwon menghela nafas kesal.

Seperti yang dikatakan Siwon percuma ayahnya menanyakan pendapatnya, percuma juga dia mengatakan penolakan. Karena semua itu akan tetap berakhir seperti ini. Diamana hari ini Yoona akhirnya benar-benar berkuliah di Universitas yang sama dengan dirinya dan bahkan satu fakultas yang sama juga. Walau sekarang dia memasuki semester lima dan Yoona mulai dari semester satu tapi tetap saja menjadi masalah karena Yoona akan berangkat dan pergi  bersamanya. Untung saja dalam seminggu mereka hanya mendapat jadwal perkuliahan empat kali. Jadi setidaknya Siwon tidak benar-benar harus menghabiskan waktu menjengkelkan bersama dengan Yoona. Yang mulai menjadi permen karet pada dirinya. Maksudnya menempel terus kemanapun Siwon berada. Dia benar-benar bersikap manis seolah-olah dia benar-benar adik kandung Siwon. Dan itu sungguh membuat Siwon risih serta semakin tidak suka dengan Yoona.

 

***

 

Begitu keluar dari mobil. Yoona melihat keliling kampus barunya yang begitu luas dan ramai. Yoona menatap keramaian itu dengan sedikit perasaan takut dan membuatnya sedikit panik juga. Dia seperti memiliki pobia atas keramaian. Yoona mengepal tangannya erat-erat untuk melawan rasa-rasa aneh yang muncul dari dalam dirinya. Keringat mulai muncul dari keningnya. Padahal cuaca sangat dingin. Yoona menutup matanya sesaat mencoba menenangkan dirinya terlebih dahulu. Dia membayangkan guliran ombak yang tenang dan suara desiran ombak yang silih berganti.

Siwon yang memperhatikan sikap Yoona. Jadi merasa aneh. Kenapa Yoona terlihat seperti ketakutan dan seperti menyembunyikan sesuatu. Siwon mencoba berjalan melangkah pergi meninggalkan Yoona.

Yoona membuka matanya kembali. Dia celingukan mencari Siwon. Dia mengintip pada kaca mobil tapi  Tapi Siwon tidak ada didalam juga. Dia ingin melangkah mencari Siwon. Baru beberapa langkah berjalan, Ada seorang yang menabrak Yoona. Yoona langsung terdiam mematung dan lagi-lagi mengepal telapak tangannya dengan erat. Wajahnya mendadak terlihat seperti ketakutan. Tapi Yoona mencoba menangkan dirinya dengan menarik napas dalam-dalam lalu menghembuskannya perlahan, dia kembali mencoba tersenyum.

Siwon sebenarnya tidak pergi jauh dari hadapan Yoona dia hanya berdiri beberapa langkah dari tempat Yoona berdiri. Dia memperhatikan Yoona yang nampak bingung dan linglung sendirian. Karena tidak tega melihat Yoona yang seperti orang bodoh seorang diri Siwon pun kembali menghampiri Yoona.

Tidak bisa kau tidak boleh seperti ini Yoona. Kau harus melawan rasa takutmu. Kau harus membuka matamu dan berani memandang orang-orang disekitarmu. Kau harus berubah Yoona. Kau harus berubah. Kau tidak boleh terus terperangkap dalam ketakutan. Angkat kepalamu dan lihatlah dengan berani orang-orang disekitarmu. Kau bukan Im Yoona yang dulu lagi.

“Kenapa masih terdiam? Ayo ikuti aku!” ucap Siwon.

Yoona menatap tajam kedatangan Siwon. Tapi tak lama dia tersenyum lagi. Dan menghampiri Siwon. Yoona menarik lengan Siwon seperti tidak ingin ditinggalkan oleh Siwon. Siwon jadi nampak cangggung dengan apa yang dilakukan Yoona padanya. Siwon bahkan berusaha melepaskan tanganya dari genggaman tangan Yoona yang begitu dingin. Tapi Yoona menahannya. Tak membiarkan siwon melepas tangannya.

“Ku pikir oppa meninggalkan ku. Aku benar-benar tidak tahu harus kemana dengan kampus yang sebesar ini.” Ucap Yoona.

“Sebenarnya aku memang akan meninggalkanmu.” Jawab Siwon ketus.

Yoona tersenyum  mendengarnya. Senyum yang sangat dingin. “Tapi selama aku belum bisa beradaptasi disini oppa tidak boleh meninggalkan aku sendirian. Kalau tidak aku akan melaporkan pada Ajeossi.” Ancam Yoona.

Siwon tersenyum sinis lalu menyentil kening Yoona.

“Ah..” Rintih Yoona kesakitan sambil mengusap-usap keningnya.

“Kau memang Yeoja licik.” Ucap Siwon.

Mereka terus berjalan menuju ruang perkuliah Yoona untuk mata kuliah pengenalan dasar seni musik . Siwon sudah telat untuk masuk perkuliahan. Tapi sebenarnya itu tidak masalah bagi Siwon yang memang sudah terbiasa dengan hal itu. jadi tadi saat berangkat dia bersikap buru-buru serta marah-marah pada Yoona sebenarnya hanya untuk melampiaskan kekesalan yang tidak beralasan terhadap Yoona. Yang bagi dirinya sebagai tamu yang tidak diundang tapi numpang makan dan tidur dirumahnya.

“Ini ruang kelas mu! Begitu selesai kuliah. Kau bisa menemuiku di Food court  kampus. Kau tinggal lurus saja dari sini. Di belokan kedua kau belok kanan. Dan lurus saja maka disanalah tempatnya.” Jelas Siwon.

Yoona memanggutkan kepalanya mengerti. “Gomawo oppa.”

Siwon hanya bergumam dan meninggalkan Yoona sendiri didepan pintu ruang kelas mata kuliah pertama yang harus dia ikuti. Yoona menatap Pungggung Siwon yang berjalan membelakanginya. Dan lagi lagi melihat keramaian disekitarnya Yoona mulai mengepalkan tangannya lagi sambil mengatur nafas. Yoona memang benci keramain sebenarnya. Dia takut salah satu orang dikeramaian akan ada yang melukainya. Dia mempunyai pengalaman kelam sendiri tentang keramain tersebut. Dia benar-banar takut. Dan sekarang karena hanya demi menjalankan misinya dia mencoba menghilangkan atau lebih tepatnya mengontrol dirinya sendiri dari setiap kepanikan yang muncul pada dirinya. Yoona dalam diam dan pandangan mata yang begitu tajam serta dingin masuk kedalam ruangan mengambil kursi paling depan untuk dia duduki. Dia tidak tertarik sama sekali untuk bergabung dengan orang-orang yang ada dikelas itu. orang-orang yang langsung menatapnya dengan heran dan membicarakan dirinya dari belakang. Yoona hanya tersenyum Sinis.

 

***

 

Kyuhyun teman Siwon, datang-datang langsung merangkul bahu Siwon dan mengajaknya masuk kedalam kelas yang ternyata sudah ada dosennya. Dosen lelaki itu menatap tajam kepada kedua mahasiswanya yang baru masuk sambil berangkulan tanpa memberikan salam. Dosen itu hanya menggelengkan kepala. Setelah Siwon dan kyuhyun sudah duduk didepan kursi Yesung dan  SooYoung, barulah Dosen tersebut melanjuti penjelasan pelajarnya tentang sosialogi.

“Sebenarnya sejak semester pertama pelajaran ini sangat membosankan, walaupun dosennya beda tetap saja membosankan. Andai saja dosennya seorang member Girl group. Seperti Sistar atau So nyuh Shi Dae. Baru aku semangat mengikuti kelas ini.” Bisik Kyuhyun yang duduk di samping kiri Siwon.

“Kau gila!” sahut Siwon.

“Kau yang gila! Masa kau tidak tertarik untuk menjadi seorang fanboy dan menonton tampilan girls group yang cantik-cantik itu?sedangkan pria-pria dari Negara-negara lain melakukannya.” Kyuhyun terus berbicara membahas girls band di negerinya ini yang sedang menjadi wabah Hallyu wave di mana-mana diseluruh dunia ini.

“Itu bukan urusanku!” ucap Siwon. Tidak peduli sama sekali dengan perkataan Kyuhyun.

“Ah.. aku mengerti! Seleramu memang berbeda! Kau lebih menyukai seorang wanita yang usianya lebih dewasa dari pada dirimu makanya dengan gadis-gadis idola yang muncul di Televisi kau tidak menyukainya!” cerosoh Kyuhyun.

“Bisakah kau diam?” desis Siwon terdengar marah.

Akhirnya barulah  Kyuhyun benar-benar berhenti berbicara dan berpura-pura memperhatikan dosen didepan kelas yang masih berbicara menjelaskan materi di pertemuan kedua mereka  pada minggu ini.

Siwon menundukan kepalanya diatas meja dan memejamkan matanya. Rasanya kepalanya menjadi begitu pusing. Memang belakangan ini semenjak kehadiran Yoona dirumahnya sudah lebih dari seminggu, Siwon tidak dapat tidur nyenyak. Karena tidak bisa tidur nyenyak Siwon selalu keluar rumah menghabiskan waktu dan uang di Bar malam bersama kekasihnya dan teman-temannya sampai pagi. Sejauh ini Yoona memang belum membuat kesalahan apapun padanya tapi entah kenapa dia masih merasa risih dengan kehadiran Yoona dikeluarganya seperti musim salju yang datang dimusim panas. Semua membeku dan membuat semua menjadi aneh. dia merasa kehadiran Yoona sangat aneh. Karena sebelumnya dia sama sekali tidak mengenal Yoona tidak tau asal-usul keluarga Yoona. Yang dia tahu seminggu sebelum akhirnya ayahnya benar-benar membawa masuk Yoona kerumah mereka. Ayahnya hanya berkata dia akan merawat seorang anak perempuan yang usianya tidak terlampau jauh dengan Siwon, dia anak sebatang kara tidak ada yang merawatnya jadi ayahnya bermaksud mengangkatnya menjadi anak. Siwon juga pusing memikirkan dimana ia bertemu dengan Yoona sebelum ini. Karena dia yakin pasti dia pernah mendengar atau melihat Yoona sebelum Yoona menjadi anggota keluarganya. Tapi dimana dan kapan ia lupa.

Siwon mengangkat kepalanya dia melihat sosok Yoona berdiri didepan pintu kelasnya yang terbuka. Yoona tersenyum sambil melambaikan tangannya. Siwon mengacak-acak rambutnya.

“Aish!! Bahkan bayangan dirinya saja melekat padaku! Dasar permen karet!” keluh Siwon yang mengira Yoona didepan pintu kelasnnya hanyalah halusinasinya.

“Ya..Siwon, wanita itu seperti tersenyum padamu! Apa kau mengenalnya? Dia cantik sekali… anak fakultas apa dia? Aku baru melihatnya sekarang.” Tanya Kyuhyun penasaran.

“Jadi wanita didepan pintu itu sungguhan?” tanya Siwon terkejut.

“Ya! Kau pikir dia hantu? Mana ada hantu secantik dia disiang hari?” ucap Kyuhyun asal. Kyuhyun tersenyum sambil membalas lambaian tangan Yoona.

Siwon langsung menatap Yoona yang masih melambaikan tangannya sambil memanggil Siwon dengan sebutan “Oppa” berkali-kali tapi dengan suara yang sangat kecil. Siwon menggerakkan tangan kanannya membuat simbol mengusir Yoona. Yoona memanyunkan bibirnya dan berjalan pergi dari depan pintu kelas Siwon.

“Siapa dia?” tanya Yesung yang ternyata tadi sempat memperhatikannya juga.

“Itu dia, Yoona, adik angkatku.” Jawab Siwon tidak semangat.

“Jadi dia?” seru Sooyoung tiba-tiba.

Siwon memanggutkan kepalanya.

“Pantas saja kau risih harus tinggal bersamanya. Dia ternyata semenarik itu.” celetuk Kyuhyun.

Menarik? Apanya yang menarik? Siwon benar-benar belum bisa tertarik pada Yooa, selain memang harus dia akui Yoona sebenarnya cantik. Hanya itu, tidak lebih.

 

~***~

 

Siwon dan teman-temannya beserta Yoona duduk di bangku Food court  paling pojok, lebih tepatnya ini adalah tempat istimewah mereka setiap kali makan di Food court Dongguk university.

Teman-teman Siwon baru saja berkenalan dengan Yoona. Jadi sekarang mereka sudah saling mengenal. Dan sesuai rencanya Yoona, semuanya berjalan dengan mulus. Teman-teman Siwon langsung bisa menerima kehadiran Yoona, dan Yoona juga berhasil membuat Siwon kesal dengan semudah itu.

Ketiga teman Siwon ini sudah menjadi teman lama Siwon sejak duduk dibangku Sekolah menangah atas. Mereka berteman dengan baik sampai sekarang.

“Yoona-ah.. kau ingin minum apa? Biarkan aku yang memesankan dan membayarkannya.” Kata Kyuhyun yang memang sejak awal benar-benar tertarik pada sosok Yoona.

“Jangan terlalu percaya padanya, dia bisa saja meracuni minuman mu agar kau menyukainya.” Cetus Sooyoung asal.

Kyuhyun langsung menoyol kepala Sooyoung yang sudah berbicara asal tentang dirinya. “Aku tidak seperti itu. Kau sungguh bisa percaya padaku Yoona.” Ucap Kyuhyun meyakinkan Yoona.

Yoona tersenyum manis. “Iya aku percaya dengan kalian semua. Aku ingin menjadi teman kalian semua bolehkan?”

“Boleh.. tentu saja boleh.” Sahut Kyuhyun dan Sooyoung bersamaan. Yesung hanya memanggutkan kepalanya saja tanda kalau ia juga bisa menerima kehadiran Yoona.

“Bagus, jadi sekarang asal kita ngumpul aku ada teman wanita. Di antara tiga pria ini.” Tambah Sooyoung, antusias.

“Benarkah Eonni? Ah.. senangnya!” ucap Yoona sambil tersenyum gembira. “Oppa.. jadi aku boleh bermain dengan teman oppa juga kan?” tanya Yoona pada Siwon yang duduk disebelahnya.

Siwon tidak mempedulikan ucapan Yoona sama sekali. Dia malah membuang mukanya. Dia benar-benar dibuat kesal. Kenapa teman-temanya dengan mudahnya menyukai kehadiran Yoona dan menerima Yoona untuk ikut perkumpulan mereka?

“Kau tidak usah pikirkan Siwon. Dia memang seperti itu. lagi pula kau kan secara tidak langsung adalah adiknya Siwon, jadi tidak masalah.” ucap Yesung begitu menangkap wajah murung Yoona.

Yoona memanggutkan kepala lalu tersenyum pada ketiga teman Siwon yang duduk berhadapan  dengannya.

“Kau jadi mau minum apa?” ulang Kyuhyun.

“Chocolate milk shake saja.” jawab Yoona.

“Baik.. yang lainnya seperti biasakan? Aku akan pesankan sekalian.” Kyuhyun bangun dari kursinya dan berjalan menuju konter Jus.

Tak lama Kyuhyun pergi datang seorang wanita bernampilan sangat modis. Wangi parfume-nya semerbak ketika wanita itu lewat. Dia berjalan menuju meja perkumpulan Siwon dan teman-temannya. Wanita dengan pakaian musim dingin yang modis bak seorang model professional di atas Catwalk itu bernama Tiffany, dia anak semester akhir, senior mereka semua. Tapi Tiffany adalah kekasih Siwon sejak satu tahun lalu.

Ketika langkah Tiffany semakin mendekati meja mereka. Sooyoung dan Yesung menatap Tiffany dengan tatapan tidak suka. Apa lagi saat melihat gaya jalan Tiffany yang bersikap layaknya seorang model saat diatas catwalk.

Honey!! Aku sudah mencari mu dimana-mana ternyata kau disini.” Tiffany  memeluk Siwon dari belakang lalu memberikan ciuman dipipi kanan Siwon. Suaranya terdengar begitu manja.

Yoona terdiam memperhatikan Tiffany yang baru datang itu. Yoona sudah bisa mengenalnya dia pasti kekasih Siwon. Yoona sedikit jijik melihat tingkah manja yang ditunjukan kekasih Siwon itu.

“Ada apa?” Tanya Siwon. Sambil menatap kekasihnya yang berdiri dihadapannya itu.

“Sekarang kau sudah tidak ada jadwal lagikan?, temani aku kesalon ya?”

“Kesalon lagi?” tanya Siwon terlihat tidak percaya. “Tiga hari yang lalu kan kita sudah kesalon.”

Honey!! Yang kemarin itu untuk perawatan wajahku, sekarang coba kau lihat nail art ku sudah rusak. Aku ingin mengganti dengan model yang baru.” Ucap Tiffany  sambil menunjukan kuku-kuku jari tangannya.

“Baiklah…” jawab Siwon akhirnya.

“Kau memang yang terbaik!” lalu Tiffany mencium pipi kanan Siwon lagi.

“Kau tidak ingin ikut minum dulu disini?” tanya Siwon menawari.

Tiffany tersenyum kecil. sambil menggelengkan kepalanya. “Tidak perlu.”

Tidak sengaja tatapan mata kekasih Siwon dengan Yoona yang duduk disebelah Siwon bertemu. Yoona mencoba untuk tersenyum ramah. Tiffany mengerutkan keningnya, mencoba mengenali Yoona. Tapi nampaknya dia memang tidak pernah melihat Yoona sebelumnya.

“Kau siapa?” tanya Tiffany.

“Aku Yoona, adik angkat Siwon oppa.” Jawab Yoona dengan senang hati. Sambil tersenyum matanya terus menatap Tiffany, dia menunggu reaksi dari Tiffany.

Tiffany menatap Yoona tidak percaya. Dia tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar. Adik angkat Siwon? Sejak kapan Siwon punya adik angkat yang sudah besar seperti itu? Siwon tidak pernah bercerita apapun tentang Yoona.

“Apa maksudnya?” tanya Tiffany tidak mengerti.

Siwon berdiri dan mencoba menjelaskan pada Tiffany agar tidak terjadi kesalah pahaman. “Iya. Ayah ku baru saja mengangkat dia menjadi anggota baru dikeluargaku.”

“Tapi kau tidak pernah cerita apapun dengan ku?”

“Iya memang, nanti aku akan jelaskan. Sebaiknya kita pergi sekarang saja.” Siwon merangkul pundak kekasihnya dan mengajak pergi dari tempat itu.

“Oppa.. kau mau kenama? Aku nanti pulang dengan siapa?” tanya Yoona Khawatir dan langsung menarik tangan Siwon.

Siwon menghentikan langkahnya, menoleh menatap Yoona sekilas. “Seterah kau, mau pulang dengan siapa. Minta antarlah dengan mereka, mereka temanmu juga kan?” Jawab Siwon cuek. Lalu pergi bersama Tiffany. Dan melepas tangan Yoona dengan kasar.

Yoona manatap datar kepergian Siwon dengan kekasihnya. Dia jadi ingat dulu dia juga pernah melakukan hal yang sama saat masih berhubungan dengan kekasihnya. Tapi sekarang keadaan kekasihnya yang mencampakannya  saja dia tidak tahu sama sekali.

“Dia benar-benar pengacau.” Celetuk Sooyoung. “Sejak dulu aku tidak pernah suka Siwon perpacaran dengannya. Karena dia senior kami, dia tidak pernah mau kumpul bersama kami. Menjijikan. Tapi mereka malah sudah berjalan setahun lebih.”

Yoona hanya terdiam tidak berkomentar apapun tentang ucapan Sooyoung. Tapi sedikit keluhan dari ucapan Sooyoung sebenarnya sedikit memberikan dia informasi tentang kekasih dan jalan hubungan Siwon.

“Ah.. apakah Siwon sudah dibawa pergi dengan si nenek sihir?” ucap Kyuhyun yang tiba-tiba kembali sambil membawa minuman.

“Kyuhyun oppa. Bisakah nanti kau mengantar aku pulang?” tanya Yoona dengan suara lembut.

 Kyuhyun yang sedang meletakan minuman diatas meja langsung menatap Yoona “Tentu saja.” jawab Kyuhyun dengan senang hati.

“Kau meminta pertolongan dengan orang yang tepat Yoona.” Ledek Yesung lalu meminum minumannya yang baru saja tiba.

 

****

 

“Kau tidak pernah bilang sebelumnya padaku Honey… lagi pula Ayahmu ada-ada saja, kenapa dia harus mencarikan mu adik yang sudah sebesar itu? dipanti asuhan kan banyak anak-anak kecil yang lucu-lucu.”

Tiffany tetap saja mengeluarkan argumennya tentang ketidak sukaan dan ketidak percayaan dirinya terhadap Yoona yang tiba-tiba saja menjadi anggota baru di keluarga kekasihnya itu. bagaimana Tiffany tidak bisa terima begitu saja? Yoona sudah dewasa usianya tidak jauh beda dengan Siwon. Lalu harus Tiffany akui juga walau Yoona berpenampilan biasa saja, tapi Yoona yang ia lihat tadi tidak jelek. Jadi ia merasa hubungannya akan terancam dengan kehadiran Yoona.

“ Abeojji hanya ingin berbaik hati menolongnya, dia anak dari sahabat Abeojji dimasa lalu.” Ucap Siwon.

“Dia dirumah mu dia tidur dimana?” tanya Tiffany.

“kenapa kau menanyakan hal itu?” Siwon balik bertanya.

Tiffany merapikan poninya dengan sikap tidak nyaman. “Apakah dia berbagi lantai dua dengan mu?”

Siwon terdiam. Semua orang tahu kalau Siwon tidak suka berbagi privasi dilantai dua yang menjadi wilayahnya dirumah. Jika ada tamu yang menginap saja selalu ditempatkan dilantai satu. Jadi misalkan Siwon bisa berbagi lantai dua dengan orang lain, itu pasti karena Siwon merasa percaya dengan orang itu.

“Abbeojji yang memaksa menempatkan kamarnya disamping kamarku.”

Tiffany langsung terdiam.

“Tapi aku sungguh tidak tertarik dengannya, dan bahkan kami tidak pernah bicara berdua.” Tambah Siwon.

“Kalau kau memang tidak tertarik dengannya itu bagus, tapi bagaimana jika dia yang tertarik dengan mu? Dia kan bukan anak kecil lagi. Aku benar-bena merasa dia akan merebutmu dari aku.” Tiffany akhirnya mengungkapkan ke khawatirannya.

Siwon tersenyum mendengar perkataan Tiffany. Tangan kanannya ia ulurkan kekepala Tiffany lalu membelai rambutnya. “Itu adalah ke khawatiran yang tidak beralasan sama sekali.”

“Tapi apa menurut mu dia cantik?”

Siwon terdiam sejenak. Lalu meletakan tangannya pada stir kemudi lagi. “Menurutku kau lebih cantik daripada dia.”

“Kalian akan hidup bersama dalam ruang yang sama, aku takut kalian akan saling jatuh cinta. Jika itu sampai terjadi aku tidak akan pernah mengampuni kalian berdua!”

Siwon terkekeh mendengar ucapan Tiffany. “Silakan! Hal itu tidak akan pernah terjadi.” Ucap Siwon yakin.

Setelah Tiffany akhirnya diam dan tidak mengeluarkan pendapatnya tentang apapun. Pikiran Siwon mulai melayang atas apa yang tadi diucapkan Tiffany, tentang kemungkinan dia menjadi tertarik dengan Yoona atau mungkin Yoona yang tertarik padanya. Atau yang lebih patal mereka saling jatuh cinta karena hidup bersama dalam ruang yang sama juga. Siwon tersenyum dan membuang pikiran itu jauh-jauh. Mana ada akan terjadi hal seperti itu. Tidak mungkin. Dia tetap menepis hal itu.

 

****

 

 

Yoona baru saja selesai mandi, dia keluar dari kamar mandi memakai piyama berwarna biru dengan motif kepala boneka beruang. Rambutnya yang masih basah ia gesek-gesekan dengan handuk. Yoona berjalan menuju kasurnya lalu duduk dipinggir kasur, masih terus mengeringkan rambutnya dengan handuk. Sesaat Yoona terdiam. Perutnya berbunyi. Dia tersenyum mendengar suara rintihan perutnya yang lapar, karena belum diisi dari siang.

Yoona mengangkat kepalanya menatap jam dinding, sudah pukul tujuh malam. Tapi tidak ada acara makan malam bersama malam ini. Karena Sang Jo dan istrinya ada acara di luar kota yang mengharuskan mereka kembali besok siang. Jadi bisa dikatan dirumah ini hanya ada dirinya, Siwon dan juga beberapa pengurus rumah yang besar ini.

Yoona menatap langit-langit kamarnya. Wajahnya berubah menjadi sendu. Dia jadi teringat kedua orang tuanya. Tinggal dirumah Sang Jo tidak membantu membuatnya melupakan masa lalunya dan kesakitan hatinya. Tapi malah justru membuatnya seolah-olah kembali kemasa lalu. Kemasa semuanya adalah sesuatu yang harus diselesaikan.

“Abeojji, eomma? Apakah yang sekarang aku lakukan ini sudah benar?” tanya Yoona seolah-olah kedua orang tuanya yang sudah meninggal dapat mendengar pertanyaannya dan menjawab pertanyaannya juga.

Yoona bangun dari duduknya meletakan handuk yang basah diatas kasur begitu saja. dia berjalan menuju meja belajarnya. Menatap foto dia bersama ayah dan ibunya dimasa lalu. Dari raut wajah Yoona ketika menatap foto tersebut tersirat kesedihan yang sangat mendalam serta tatapan mata yang terlihat tertekan. Tentu saja tertekan, karena Yoona mempunyai banyak rahasia yang sejak dulu dia ketahui tapi dia tidak pernah menceritakannya kepada siapapun, termaksud kedua orang tuanya. Dia mengetahui semua kenyataan itu secara tidak sengaja. Tapi dia mengerti kalau semua yang ia ketahui itu ada sangkutpautnya dengan Sang Jo, walaupun sekarang dia sudah tinggal satu rumah dengan Sang Jo dia tetap saja memendam apa yang ia ketahui. Justru malah membuat jalan lain untuk hidupnya. Seperti mempermainkan keluarga Sang Jo. Dia masih tetap ingin keluarga Sang Jo merasakan apa yang keluarganya rasakan bertahun-tahun yang lalu.

Ketika Yoona masih sibuk dalam pikirannya sambil menatap foto, tiba-tiba terdengar suara benda yang terjatuh dari kamar Siwon membuatnya terkejut dan tersadar dari lamunannya. Yoona mencoba menajamkan pendengarannya. Tidak terdengar suara apapun lagi. Yoona berjalan keluar dari kamarnya bermaksud mencari makanan di dapur lantai dasar. Tapi karena mendengar suara erangan dari kamar Siwon, Yoona jadi menghentikan langkahnya. Awalnya dia bersikap tidak peduli. Dia membiarkan itu berlalu. Tapi mendadak pikirannya kembali berjalan pada rencannya. Dengan terpaksa Yoona berjalan mendekati pintu kamar Siwon. Menempelkan telingannya pada Pintu Kamar Siwon. Samar-samar terdengar suara erangan Siwon yang seperti kesakitan.

Yoona mencoba mengetuk pintu kamar Siwon. Tidak ada jawaban dari dalam. Yoona mengulanginya kembali kali ini dengan memanggil nama Siwon. “Siwon Oppa?” Tapi tetap tidak jawaban sama sekali. Akhirnya Yoona memengang gagang pintu dan membukanya. Pintu terbuka, ternyata Siwon tidak mengunci kamarnya.

“Siwon oppa, apa kau baik-baik saja?” ucap Yoona perlahan, sambil masuk kedalam kamar Siwon.

Yoona langsung berlari menghampiri Siwon yang duduk dibawah meja belajar yang sudah berantakan karena banyak benda yang berjatuhan dilantai. Siwon meringkuk menahan sakit sambil memegangi perutnya. Terdengar suara rintihan Siwon yang kesakitan.

Yoona berjongkok memegangi bahu Siwon. “Oppa? Ada apa dengan mu?” tanya Yoona terlihat  bingung.

Siwon menepis tangan Yoona dari bahunya. “Ke..kena..paa.. ahh kau..di.. si.. nih!!” Siwon berupaya ingin bicara tapi nampaknya perutnya memang terlalu sakit.

“Oppa? Apa yang salah dengan mu? Kau kenapa?” tanya Yoona sekali lagi.

“Pe…Per..Perut.. Kuh.. Sa… Kit.” jawab Siwon dengan susah payah.

“Perut oppa sakit?” ulang Yoona.

Siwon memanggutkan kepalanya. Dia mulai merintih lagi karena perutnya mulai semakin menyakitinya.

“Tunggu sebentar.” Yoona berlari keluar dari kamar  Siwon.

Tidak lama Yoona kembali masuk kedalam kamar Siwon. Yoona tersenyum menunjukan sebuah jarum pentul pada Siwon. Siwon melebarkan matanya dan menjauhkan dirinya sambil memegangi perut dari Yoona.

“Sini berikan tangan oppa!” pinta Yoona. Siwon menggelengkan kepalanya.

Yoona mengehela napas melihat tingkah Siwon. Yoona berjalan Jongkok mendekati Siwon lalu menarik tangan kanan Siwon dengan paksa.

“Ya!! Apa yang akan kau lakukan!!” teriak Siwon. Sambil menarik tangannya ketika melihat Yoona seperti akan menusukan jaruk kejarinya.

“Perut oppa sakit kan? Aku harus menusuk jari telunjuk oppa dengan jarum agar darah kotor yang menyumbat dapat keluar. Setelah itu pencernaan oppa akan kembali membaik.”

Siwon menatap Yoona penuh curiga.

“Sini…” Yoona menarik tangan kanan Siwon lagi. Dia menatap Siwon dengan tatapan tajam. Siwon memejamkan matanya. Dalam detik ketiga. Yoona menusukan jarum kejari telunjuk Siwon dengan cepat. Membuat Siwon berteriak. Lalu menarik jarum itu lagi. Darah merah kehitam-hitaman keluar dari jari Siwon. Yoona tersenyum puas.

Siwon membuka matanya. Menatap histeris jarinya yang berdarah. Dia menatap Yoona dengan kesal. “Ya! Apa kau mau membunuhku?” tuduh Siwon.

Yoona meringis sebal dan membanting tangan siwon begitu saja. “Mana ada membunuh orang sebesar dirimu dengan memakai jarum pentul?”

Siwon terdiam. Memang benar mana  ada orang mati hanya karena tertusuk jarum pentul. Kecuali jarum pentul itu karat dan ada bakterinya yang membuat seseorang menjadi terkena infeksi. Kemarahannya sehingga menuduh Yoona memang benar-benar tidak beralasan sama sekali.

“Oppa bisa merasakannya sendiri, perut oppa sebentar lagi akan baik-baik saja. setelah ini oppa juga bisa buang air besar dengan normal.” Jelas Yoona bak seorang dokter.

Siwon hanya terdiam tidak berani menatap Yoon Ji.

Untuk sesaat suasana menjadi hening disekitar mereka. Yoona akhirnya berdiri. “Apakah oppa sudah makan malam? Aku ingin makan, apakah oppa mau makan bersama ku?” tanya Yoona.

Siwon masih terdiam memegangi perutnya yang sudah sedikit membaik. Ajaib.

“Aku akan meminta imo memasakan sup jagung untuk kita. Tunggu sebentar ya..” tanpa menunggu jawaban dari  Siwon, Yoona langsung berlari keluar kamar Siwon dan menutup pintunya.

Di depan pintu Yoona terdiam sesaat. Dia tersenyum penuh arti setelah itu, langsung berjalan menuruni anak tangga.

 

Begitu Yoona keluar dari kamarnya Siwon menatap pintu kamarnya yang tertutup. Dia terdiam. Masih dalam posis yang sama terduduk dibawah meja belajar. Dia tidak dapat mengingat dengan jelas bagaimana tadi Yoona bisa masuk kedalam kamarnya dan melakukan hal seperti tadi. Dia juga lupa kenapa dia bisa membiarkan Yoona menarik tangannya dan menusukan jarum kejarinya, tapi dia ingat bagimana tatapan kekhawatiran Yoona  saat tadi melihatnya kesakitan. Yoona ternyata peduli padanya. Hanya saja dia yang terlalu menjaga jarak dan bersikap dingin pada Yoona. Kalau dipikir-pikir Yoona memang tidak mempunyai kesalahan apapun terhadapnya. Kenapa dia harus membenci Yoona? Seharusnya dia tahu yang mengajak Yoona tinggal dirumahnya adalah Ayahnya. Jadi kenapa dia harus membenci Yoona, sehingga membuat jarak yang begitu jauh dari Yoona. Padahal sudah hampir dua minggu bersama.

Siwon mencoba berdiri. Dia memegangi perutnya. Perutnya sudah tidak terasa sakit lagi. Dia melihat telunjuknya yang ada bekas noda darah. Siwon  tersenyum, ternyata Yoona memang benar menolongnya. Tak lama perut Sang Won bereaksi mulas lagi, dengan segera Siwon kembali kekamar mandi.

Yoona masuk kekamar Siwon sambil membawa nampan berisikan dua mangkuk sup jangung dua mangkuk nasi dan dua gelas air mineral. Tepat bersamaan dengan Siwon yang keluar dari kamar mandi. Siwon menatap Yoona dalam diam, Yoona meletakan nampan tersebut diatas meja belajar Siwon.

“Imo bilang, jika Tuan dan Nyonya besar tidak ada dirumah, oppa tidak akan mau makan dimeja makan. Makanya aku membawa nasinya ke kamar.” Jelas Yoona. Seolah menjawab pertanyaan didalam hati Siwon.

“Bagaimana apakah perut oppa sudah tidak sakit?” tanya Yoona.

Siwon memanggutkan kepalanya sambil berjalan mendekati Yoona yang berdiri disamping meja belajar.

“Syukurlah.. jadi tidak perlu kedokterkan?”

Siwon menggeleng.

“Ambilah nasi oppa. Jika oppa tidak mengizinkan aku makan dikamar bersama oppa, aku akan makan dikamarku sendiri.” Ucap Yoona sambil mengangkat nampan yang sudah sisa porsi untuk dirinya.

Siwon menahan tangan Yoona. “Temani aku makan.” Ucap Siwon Singkat, lalu mengambil mangkuk nasinya dan supnya, dia juga meletakan makannya diatas meja makan kecil lalu  dia berjalan membawanya ke balkon kamar.

Yoona tersenyum mengejek ke Siwon. Dia meletakan gelas air Siwon dinampan, Yoona kembali mengangkat nampan dan membawanya mengikuti Siwon ke Balkon.

Mereka duduk berhadapan diantara maja makan kecil ditengah mereka. Dalam diam Siwon menikmati makannya. Perutnya memang lapar. Siang tadi dia hanya banyak minum soda dan makan makanan pedas makanya pencernaannya jadi bermasalah. Dan setelah perncernaannya beres berkat Yoona, perutnya kini mulai lapar kembali.

Mereka selesai merapikan makanan mereka secara bersamaan. Yoona tersenyum puas menatap Siwon. “Aku akan membawanya lagi kedapur.” Yoona bangkit membawa nampan dengan  berisikan mangkuk dan gelas yang sudah kosong.

“Yoona-ssi…” panggil Siwon tiba-tiba memecah kesunyian diantara mereka.

Yoona menoleh menatap Siwon.

“Kamsahamnida.” Ucap Siwon.

Yoona hanya membalasnya dengan sebuah senyuman kecil, lalu melanjutkan langkahnya keluar dari kamar Siwon. Misi Yoona untuk mendekati dan membuat Siwon percaya padanya nampaknya akan segera berhasil. tertu saja senyum di bibir Yoona itu adalah senyum sebelum menyambut kemenangannya. Pasti misi berikutnya juga akan berjalan dengan baik.

 

****

 

 

Yoona baru saja pulang kerja bersama kekasihnya.hari ini ia pulang telat. Karena usai pulang kerja dia dan kekasihnya tidak langsung pulang malah bermain-main dahulu dipinggir pantai. Yoona memegang pundak kekasihnya dan turun dari motor kekasihnya.ia mencoba melepas helm yang ia pakai lalu ia berikan kepada kekasihnya. Mereka hanya saling berpandangan dan tersenyum satu sama lain.

“Donghae Oppa…Gomawo, hari ini aku senang sekali.” Kata Yoona sambil memegang tangan Donghae yang masih duduk dimotor ninjanya.

“Hari ini Oppa juga senang sekali.” Kata Donghae lalu mencium pipi kanan Yoona. Wajah Yoona langsung merah merona karena malu.

“Masuklah.. Istirahat..” baru Donghae akan melanjutkan kata-katanya tiba-tiba dari dalam rumah Yoona terdengar suara pecahan kramik yang sangat keras.

Yoona dan Donghae kaget mendengarnya. Donghae menatap Yoona bingung. “Apa yang sedang terjadi?”

Baru Yoona akan menjawab tiba-tiba malah terdengar suara teriakan appa Yoona. Mata Yoona jadi berkaca-kaca. Dia berusaha tersenyum dihadapan Donghae. Dia tidak ingin Donghae tahu keadaan keluarganya yang sedang buruk sekarang ini.

“Ah..Oppa.. aku masuk dulu ya..sampai ketemu besok.. sekarang oppa pulang saja dan Istirahat.”

Donghae tampak terlihat ragu. Tapi ia merasa dirinya tidak berhak ikut campur dengan apa yang sedang terjadi. Dia hanya berpesan pada Yoona. Apapun yang terjadi Yoona harus menceritakannya padanya. Dan Yoona hanya membalasnya dengan Anggukan. Maka Donghae pun menyalakan mesin motornya lagi dan pergi dari rumah Yoona. Begitu Donghae pergi Yoona langsung berlari masuk kedalam rumah.

Yoona berjalan diam-diam agar tidak menimbulkan suara apapun didalam rumahnya. Dia berjalan kearah sumber keributan ayah dan ibunya. Di dapur. Yoona tidak langsung masuk kedapur tapi dia mengupungi didekat dapur. Bersembunyi dalam diam.

“Jika sejak awal kau tidak bisa hidup bersamaku, seharusnya kita tidak usah menikah!” teriak ayah Yoona.

“Bukan… bukan begitu sungguh.” Ibu Yoona yang sudah menangis mencoba membela diri.

“Kau dan Sang Jo sama! Kalian berdua tidak ada bedanya! Sial seharusnya sejak awal aku sudah curiga akan hal ini!” teriak ayah Yoona lagi.

“Jangan terus-terusan menyalakan Sang Jo… ini murni kesalahanku..”

“Kalian berdua memang sudah membuat kesahalan besar dan aku benar-benar muak dengan semua ini! Kau lupa bangkai jika disembunyikan serapat apapun akan tercium?” sindir  ayah Yoona sambil menatap istrinya dengan tatapan tajam.

Ibu Yoona tidak menyahuti lagi dia hanya terdiam sambil terisak.

Ayah Yoona merasa sudah capek dan merasa sia-sia ia terus berteriak dan membanting apapun yang ada didekatnya. Maka ia memilih meninggalkan istrinya yang sudah ia buat menangis. Dia selalu seperti itu, setiap usai melampiaskan kemarahannya dia akan segera keluar rumah untuk minum alcohol dan pulang dalam keadaan mabuk.

Begitu mendengar langkah kaki ayahnya yang akan keluar dari dapur Yoona buru-buru berlari dan bersembunyi didalam kamarnya. Yoona bersandar pada pintu kamarnya dengan dada yang naik turun.perasaannya lagi-lagi terasa sangat sakit. Ini bukan kali pertamanya orang tuanya bertengkar hebat. Ini adalah kesekian kalinya. Semenjak hari dimana ayahnya menyeret istrinya yang sedang bekerja dipabrik untuk pulang kerumah dan menganiaya istrinya untuk pertama kalinya dengan kemarahannya yang saat itu dia sedang mabuk berat. Dan terus-terusan menuduh ibu Yoona berselingkuh dengan orang yang bernama Sang Jo.

Setelah mendengar suara pintu yang ditutup dengan keras, menandakan ayah-nya telah pergi, Yoona dengan tangan bergemetar memberanikan diri memegang gagang pintu kamarnya lalu perlahan membuka pintu kamarnya. Rumahnya terasa begitu sepi, samar-samar terdengar suara tangisan ibunya, suara tangisan sang ibu yang begitu menyayat hatinya. Mata Yoona berkaca-kaca. Dengan perlahan Yoona berjalan kearah dapur. Yoona mengintip sebentar sebelum masuk. Ibu Yoona terduduk dilantai sambil memumunguti pecahan-pecahan beling dan kramik yang bertaburan disekitarnya, sambil menangis sesegukan.

Yoona menggigit bibir bawahnya dengan kencang lalu memejamkan matanya dan setetes airmata akhirnya jatuh dari matanya, lalu menjadi dua tetes tiga tetes dan kini Yoona benar-benar menangis dalam diam.

Tiba-tiba terdengar suara pintu terbuka,badan Yoona menegang, begitu ia menoleh ternyata ayahnya kembali lagi dan sudah berdiri di dihadapan Yoona. Mata Yoona dan ayahnya bertemu. Mata merah ayah Yoona menandakan kalau dia keluar tadi juga untuk menangis.mata sedih dan terluka itu tidak kuasa membuat Yoona terus menitihkan air matanya lebih banyak lagi.

“Appa…” panggil Yoona dengan suara lirih.

Mata itu berubah menjadi sangat menakutkan saat memandang Yoona kembali. Lalu dengan suara yang begitu dingin ayahnya berkata.”Jangan memanggilku Appa..”

Mata Yoona yang penuh air mata terbelalak lebar. “Appa…” Yoona merengek sambil memegangi tangan ayahnya.

Rahang ayahnya mengeras. Dia mengalihkan tatapannya dari Yoona, lalu menatap istrinya lagi. “Malam ini, karena kau tak juga mau buka mulut. Malam ini aku akan menyelesaikannya dengan caraku sendiri!! Aku akan ke Seoul! Aku harus bertemu dengannya!!” lalu dengan kasar ayahnya menarik tangannya dari genggeman Yoona.

“Won Jin~ah… kumohon jangan.. jangan..dia juga sudah punya keluarga. Jika kau datang, kau akan hanya akan semakin mempersulit keadaan.” Ucap Ibu Yoona sambil berusaha berdiri.

“Kau bahkan lebih memikirkan perasaan dan keadaan Sang Jo daripada keluarga kita sendiri.” Ucap ayah Yoona dengan suara serak. Dan saat itu Yoona melihat sebutir air mata kembali keluar dari mata ayahnya.

Tanpa berkata apa-apa lagi ayahnya keluar rumah tanpa menutup pintu dan terus berjalan keluar dari pagar. Yoona menatap ibunya sekilas. Ibunya berdiri sambil memukuli dadanya sendiri.Yoona menghela napas dengan keras. Lalu berjalan dari dapur meninggalkan ibunya. Dan berjalan keluar rumah untuk mengejar ayahnya.

Yoona melihat ayahnya masuk kedalam mobil kantor yang ayahnya bawa pulang. Yoona berusaha untuk mengejar ayahnya tapi ayahnya sudah terlanjur menginjak pedal gas dan meninggalkan rumahnya. Yoona berdiri termengun menatap kepergian ayahnya. Apa yang harus ia lakukan? Perasaannya mendadak tidak enak. Perasaannya mendadak sangat terluka dan sangat sedih.

Tiba-tiba dari belakang tubuh Yoona terdengar deru suara motor Donghae. Yoona menoleh. Benar itu Donghae yang duduk diatas motornya. Ia  tersenyum pada Yoona. “Naiklah? Kau ingin mengejar Appamu kan?”

Yoona memandang Donghae dengan tatapan tidak mengerti. “Oppa, belum pulang? Kenapa? Apa oppa mendengar semua yang terjadi?”

Donghae menunduk sebentar melihat balok bensin motornya. “Sepertinya masih cukup.” Dia tidak meghiraukan pertanyaan Yoona.

“Oppa..” panggil Yoona lirih.

Donghae meringis kesal. “Ah.. Pabo! Cepat naik, nanti keburu kita tidak bisa mengejar ayahmu!”

Seakan tersadar dari mimpinya Yoona langsung mendekati motor Donghae dan mengambil helm yang diberikan Donghae padanya dan memakainya. Lalu dia naik kemotornya dan berpegangan erat pada Donghae. Donghae langsung menggas motornya dengan kencang ditambah dengan deruan keras motor Donghae.

Mereka akhirnya melihat mobil ayah Yoona, saat akan sampai pada jembatan penyebrangan diatas laut Busan, yang akan mengarah kepelabuhan. Mobil Ayah Yoona terus berjalan dengan sangat cepat ,dari arah berlawanan Yoona sempat melihat ada seorang pengendara motor yang melaju dengan kecepatan yang tinggi juga. dan didepanya ada sebuah truk yang yang juga melaju cepat. Yoona masih sempat melihat saat ketika pengendara motor besar itu berbelok kekiri memotong jalan sebuah truk dan truk itu mengklakson dengan keras dan Yoona melihat mobil ayahnya masih melaju, lalu…

BRAKK..!!!

Yoona tidak tahu apa yang terjadi berikutnya, karena dia memeluk dengan erat tubuh Donghae dan bersembunyi dibalik bahu Donghae yang memberhatikan motornya secara mendadak dijalan sampai menimbulkan suara decitan yang keras ditelinga Yoona. Dan suara tubrukan yang Dasyat itu juga sangat menusuk ditelinga Yoona.

Yoona membuka matanya perlahan. Keadaan disekitarnya sudah sangat kacau. Mobil dan motor yang melintas berhenti semuanya dan suara mobil dibelakang yang tidak tahu apa-apa terus membunyikan klakson karena ingin melintas. Yoona dengan kaki gemetar turun dari motor Donghae. Lalu menyerahkan helmnya kepada Donghae.

“Yoona..”

Yoona tidak mempedulikan panggilan Donghae ia terus berjalan kearah sebuah mobil rusak yang sudah terbalik dihadapannya itu roda mobil itu mabil berputar, Lagi-lagi air mata Yoona keluar dengan langkah lemas ia terus mendekati mobil itu.

“Appa…”

Iya mobil yang terbalik itu adalah mobil ayah Yoona. Yoona berjongkok didekat mobil itu. melongok kedalam mobil. Lalu mulutnya terbuka lebar dan air matanya semakin deras. “Appa… appa…appa!!!” teriak Yoona histeris begitu melihat ayahnya masih ada didalam mobil terjepit didalam mobil itu. seluruh wajah ayahnya sudah berlumuran darah.

“Appa.. kumohon.. appa.. bertahanlah.. ini aku Yoona.. Yoona anak Appa.. appa ku mohon sebentar lagi rumah sakit dan polisi akan datang.” Ucap Yoona sambil terisak.

Donghae sudah ada dibelakang Yoona memegang bahu Yoona. “Dongahe oppa,, tolong.. tolong bantu keluarkan appa dari sini.. tolong, dia kesakitan.. appa ku bisa mati!! Cepat!!!” teriak Yoona sambil menasih pada Donghae.

Donghae bukan tidak mau mendengarkan perintah Yoona. Tapi dia sadar itu sangat sulit dan berbahaya. Tak lama suara sirine saling bersaut-sautan mendekati mereka. Yoona melihat sekitarnya sepada motor yang tadi menyerobot jalan sudah sangat hancur tapi pengendaranya tak terlihat. Dan mobil truk tadi setengah badannya menabrak pembatas jembatan dan jika jembatan itu roboh maka bisa saja truk itu jatuh kedalam laut. Lalu ia beralih lagi kemobil ayahnya yang sudah dihampiri dan dikelilingi tim medis.

“Appa.. appa..!!” Yoona mendekati lagi ayahnya. Donghae menarik tangannya. Tapi Yoona berontak dan melepaskan diri.

Yooan memasukkan kepalanya kedalam jendela yang sudah pecah.”Appa.. kau dengar aku?” Yoona melihat ayahnya membuka mata dan memandang ayahnya. Sedangkan tim medis sedang berusaha membuka pintu mobil itu.

“Yoona.. Yoona.. Mianhae.. Mianhae..” terdengar suara ayahnya yang kesulitan berbicara. “Choi Sang Jo.. kau.. Choi Sang Jo. Kau harus men.. ca..ri..nya..dia..” belum sempat ayahnya menyelesaikan ucapannya. Tiba-tiba tangan ayah yang tadi ingin meraih tangan Yoona tiba-tiba terjatuh seiring dengan mata ayah yang tertutup rapat. Dalam diam Yoona terus menangis.

Dua orang tim medis menarik tubuh Yoona dan memperingatkan Yoona dan semua orang untuk menjauh karena keadaan sangat berbahaya. Yoona yang dikait tangannya oleh dua orang tim medis terus berontak sambil meneriakan ayahnya.

“Buka mobilnya!!! Cepat!!! Ayahku didalamnya!!! Kenapa kalian malah menjauh!!!! Cepat selamatkan ayahku!!!! Dia pingsang didalam mobil itu!!!” teriak Yoona memarahi tim medis yang terus menyeretnya menjauh dan tim keselamatan lain yang juga menjauh dari mobil itu. mereka hanya diam dan seperti sudah siap untuk menerima apa yang akan terjadi berikutnya.

~DUUUAAARRR….!!!~

Yoona terjatuh lemas ketika mendengar suara ledakan dari mobil ayahnya dan seketika itu juga mobil yang didalamnya masih ada ayahnya terbakar dengan api yang sangat besar. Donghae merangkul bahu Yoona mencoba menenangkan Yoona yang pasti sangat Shock, karena ia baru saja menyaksikan sendiri kematian ayahnya.

“Appa!!!! Appa!!!! Appa!!!” teriak Yoona dengan sekuat tenaga yang masih ia punya. Tiba-tiba semua mendadak begitu berputar, memusingkan. Dia melihat keramaian disekitarnya, sangat ramai dan menakutkan dan tiba-tiba semua berubah menjadi gelap.

 

 

“APPA….!!!!” Teriak Yoona yang tiba-tiba terbangun dari tidurnya. Ia terduduk diatas kasur dengan napas yang tersenggal-senggal, wajahnya dibanjiri keringat dingin. Dan wajahnya seperti orang ketakutan.

Dia baru saja terbangun dari mimpi buruk. Bukan itu bukan hanya sekedar mimpi tapi itu adalah sekeping masa lalunya yang masih terus menghantuinya. Itu adalah kisah dimana kejadian yang membuat ayahnya meninggal dengan sangat mengenaskan. Kejadian itu yang paling tidak dilupakan Yoona walau sudah tiga tahun berlalu. Dia masih sangat melekat sekali. Bahkan luka itu juga masih sangat terasa dihatinya. Semenjak itu juga hidupnya sangat kacau. Untuk dirinya, ibunya dan untuk kekasihnya saat itu. dalam tiga tahun sebelum akhirnya kekasihnya dan ibunya juga pergi meninggalkannya. Yoona benar-benar dalam keterpurukan dan kesedihan. Ia benci keramaian sejak saat itu. dia selalu mengurung diri.

Yoona terisak diatas kasur. Ia terus menangis sesegukan, beginilah hidup Yoona yang selalu dikelilingi oleh penyesalan, rasa penasaran, kebencian, dendam dan ketakutan. Tangisan Yoona semakin hebat dia selalu seperti ini jika sekeping-keping masa lalunya mendatangi mimpinya. Dia terlalu sering mengalami insomnia karena didatangi mimpi itu.

Yoona mulai bisa mengontrol tangisannya. Tapi ia hanya terdiam menatap lurus kedepan dengan tatapan yang kosong. Entah apa yang ada dipikiran Yoona mendadak tatapan kosong itu menjadi tatapan tajam dan menakutkan. Dan ia tidak kembali tidur sampai pagi datang dengan butira-butiran salju yang mulai turun.

 

~***~

 

“Yoona? Kau baik-baik saja?” tanya Sang Jo saat dimeja makan pagi ini.

Yoona hanya tersenyum kecil dan tidak menjawab pertanyaan Sang Jo. Siwon menatap Yoona sekilas yang duduk disampingnya. Yoona terlihat sedikit pucat hari ini dan terdapat lingkar hitam dibawah matanya.

“Kau harus makan yang banyak, cuaca hari ini akan terus-terusan diguyur salju. Saat kuliah jangan lepas mantelmu, agar kau tetap hangat.” Nasehat Sang jo.

“Iya..” jawab Yoona singkat

Yoona terus melanjutkan makannya, ia tidak sadar kalau Siwon yang duduk disampingnya terus memperhatikannya. Sang Jo juga masih menatapnya, tapi setelah itu dia kembali melanjutkan makannya. Hanya Sun Mi saja yang tidak memperhatikan Yoona dan terus makan dalam diam.

“Aku sudah selesai, ayo oppa kita berangkat.” Kata Yoona sambil bangun dari bangkunya.

Siwon juga sudah selesai makan ia segera bangun dari bangkunya dan menyusul Yoona yang sudah jalan deluan keluar rumah.

“Hati-hati dijalan! Siwon kau jangan ngebut-ngebut!” teriak Sang Jo mengingatkan.

“Ne!!” teriak Siwon

Yoona dan Siwon duduk bersama didalam mobil sport Siwon. Siwon melirik lagi ke Yoona. Ada yang aneh kemarin Yoona masih ceria kenapa tiba-tiba sekarang dia jadi pendiam seperti ini? Ternyata Yoona yang berisik dan selalu tersenyum menyebalkan itu lebih baik daripada Yoona yang terdiam dan hanya memaksakan senyuman pagi ini.

Siwon menyelakan mobilnya dan menjalankannya. “kau sakit?” tanya Siwon.

Yoona tak menjawabnya.

Siwon mengulurkan tangannya untuk mengecek subu tubuh Yoona pada keningnya. Tapi belum sampai tangan Siwon menyentuh kening Yoona, Yoona sudah menepis tangan Siwon dengan sangat kasar. Siwon sambil tersentak kaget dan menatap Yoona heran.

“Aku tidak sakit! Perhatikan jalannya saja!” ucap Yoona dingin.

“Dasar aneh!” keluh Siwon sambil mencibir Yoona.

Suasana kembali hening. Siwon mengendarai mobilnya dengan sangat hati-hati. Karena jalanan masih licin karena terus-terusan di guyur salju sejak tadi pagi. Kaca mobil Siwon juga cepat ditutupi embun es sehingga mengganggu penglihatannya.

Tiba-tiba Yoona yoona memegang tangan Siwon yang ada di tongkat perseling. “Oppa… apapun yang nanti akan terjadi kau tidak akan meninggalkan ku ya?”

Ciiittt….

Siwon menghentikan mobilnya mendadak. Apa? Tadi Yoona berbicara apa? Tentang apa? “Kau? Tadi kau bilang apa?” tanya Siwon pada Yoona.

“Bukan apa-apa. Hanya saja… heemm..karena kau oppaku, apapun yang terjadi oppa harus tetap disisiku ya?” tanya Yoona sambil menatap Siwon dengan tatapan mata yang sendu.

Siwon terdiam. Dia merasa ada yang aneh dengan Yoona. Dia tidak bisa mengerti dengan apa yang diucapkan Yoona. Apa-apaan gadis ini? Dia bersikap seolah-olah dia adalah adik kandung Siwon dan Selama ini mereka telah hidup lama lalu tiba-tiba bumi akan hancur. Tapi kenyataannya kan mereka baru hidup bersama beberapa minggu. Dan hubungan mereka juga sebagai adik kakak angkat juga masih sangat canggung. Benar-benar sulit dipahami.

“Ah.. sudahlah lupakan, jalankan mobilnya. Aku sudah tidak sabar untuk bertemu Sooyoung eonni, Kyuhyun oppa dan Yesung Oppa..” kata Yoona sambil mengembangkan senyum lebar.

Siwon mengerutkan keningnya. Gadis ini cepat sekali berubahnya sekarang dia sudah kembali kedirinya seperti sebelumnya.sebenarnya adakah yang disembunyikan dari gadis ini? Siwon mulai bertanya-tanya.

 

~***~

 

“Yeobo!! Yeobo!!!” teriak Sang Jo didalam kamarnya.

Sun Mi yang baru selesai berpakaian menghampiri suaminya.” Ada apa berteriak-teriak? Akukan ada dekatmu.”

“Dokumenku.. dokumen rapat pemegang saham yang aku letakan dimeja hilang.” Kata Sang Jo panic.

Sun Min menatap suaminya dengan tatapan tidak percaya. “Kau meletakannya dimana? Mungkin kau lupa.”

“Tidak.. aku ingat sekali, saat bangun tidur aku sudah meletakannya disini. Kau memangnya tidak melihatnya?”

Sun mi mengerutkan keningnya. Dia mencoba mengingat ingat. “tidak, aku tidak melihatnya.”

“Astaga!! Apa yang harus aku lakukan sekarang!itu sangat penting dan dibutuhkan untuk rapat saham hari ini. Jika tidak mager itu akan gagal!” nampak jelas diwajah Sang Jo ke putus asaan.

“Tenanglah dulu, aku akan meminta semua pelayan mencarinya.” Sun Mi keluar kamar dan memanggi para pelayannya.

Sedangkan Sang Jo terduduk lemas diatas kasur. Bisnisnya bisa saja mengalami kerugian besar karena kertas saham yang hilang itu sangat pernting untuk keputusan meger baru yang akan perusahaan miliknya dengan perusahaan parthernya lakukan.

 

~**~

Yoona turun dari mobil Siwon. Siwon berjalan deluan meninggalkannya. Yoona berjalan sendiri menuju kesalnya. Yoona menangkat tong sampah didepannya. Matanya menatap  tong didepannya. Yoona mendekati tong itu. dia lantas membuka tasnya dan mengeluarkan selembar map coklat. Lalu ia melipatnya menjadi lepata kecil dan dengan tatapan mata kosong Yoona memasukan lipatan map coklat itu kedalam Tong. Lalu pergi meninggalka Tong itu.

“Yoona!!!” Yoona tersentak kaget saat namanya dipanggil. Yoona menoleh dan mendapati Sooyoung berlari-lari mendekatinya.

“Eoh..Eonni, Waeyo?” tanya Yoona.

“Apa yang kau buang barusan?” tanya Sooyoung sambil melongok tong sampah.

Yoona menarik tangan Sooyoung dan mengajaknya berjalan dengan segera. “Bukan apa-apa itu hanya bungkus makanan.” Jawab Yoona.

“Ouh.. Oh iya Yoona nanti pulang dari kuliah kau mau menemani aku ke mall?”

Yoona nampak berpikir sebentar tantang ajakan Sooyoung.

“Ah.. masalah izin, biar nanti saat dikelas aku yang bilang ke Siwon, kalau aku akan mengajak adiknya pergi. Bagaimana?”

Yoona memanggutkan kepalanya.

“Bagus! Akhirnya setalah sekian lama aku punya teman wanita yang mau diajak ke mall bersama. Selama ini aku hanya bermain dengan Siwon, Kyuhyun dan Yesung, benar-benar tidak bisa diandalkan.” Cerocoh Sooyoung. “Ouh.. iya kau hari ini sampai jam berapa kelasnya?”

Yoona menatap jam dipergelangan tangannya. “Jam sebelas juga sudah selesai.”

“Ouh oke! Nanti kita ketemua di food court saja! sampai nanti Yoona!!” ucap Sooyoung gembira lalu langsung berlari meninggalkan Yoona.

Selepas Sooyoung pergi Yoona mengehela napas legah lalu memandang tong sampah dibelakangnya lagi dengan tatapan dingin. Dan dengan sikap tidak peduli Yoona pun berjalan lagi menuju kelasnya. Kertas itu kertas yang dibuang Yoona adalah kertas milik Sang Jo, amplok coklat bersikan saham investasi yang sangat penting untuk kelancaran bisnis dan Megernya dengan perusahaan partner.

Yoona sudah memperhitungkan dampak dari rencananya, dia mengambil dokumen penting milik Sang Jo saat Sang Jo lengah. Tanpa sepengetahuan siapapun Yoona berhasil menyelinap masuk kedalam kamar Sang Jo dan mengambil dokumen penting sang Jo yang bisa membuat Sang Jo sedikit pusing dan mengalami penurunan dengan perusahaan yang ia bangga-banggakan itu.

Dulu ku dengar saat ayahku bekerja disebuah pertambangan minyak, ia mendapat surat peringatan. Entah apa yang diperbuat oleh ayahku aku masih tidak tahu. Tapi suatu hari aku mendapati informasi Ayahku dipecat dari perusahaan itu. ayahku menjadi pengangguran dalam kurun waktu yang lama. Perusahaan pertambangan minyak yang memecat ayahku sangat perpengaruh sekali ternyata. Sampai akhirnya ayahku kembali bekerja hanya sebagai seorang supir pribadi seorang direktur perusahaan lain. dan belakangan aku tahu kalau perusahaan tambang minyak itu adalah milikmu.. milik Choi Sang Jo..benar-benar mengerikan kejutan yang kuterima.

 

Im Yoona, Gangnam.Seoul

 

~**~

 

“Ahh.. kalian curang! Dulu sebelum ada Yoona, kalian tidak pernah mau menemaniku berbelanja di mall! Sekarang dengan menyebalkannya kalian mau ikut dengan kami.” Keluh Sooyoung kesala atas sikap Kyuhyun dan Yesung yang mendadak antusias sekali untuk ikut ke mall bersama Yoona dan Sooyoung.

Sekarang mereka sedang duduk dan kumpul bersama di bangku Food Court seperti biasa. Disaat sedang menikmati minumannya. Sooyoung member tahu Siwon agar mengijinkan Yoona ia ajak pergi. Siwon tidak beraksi apapun selain berkata “Silakan!” sedangakn Kyuhyun dan Yesung langsung heboh dan menawarkan diri untuk  menjadi supir Yoona dan Sooyoung.

“Seharusnya kau senang donk Sooyoungie…” kata Kyuhyun menggoda Sooyoung.

Sooyoung meringis kesal.

“Oppa.. kau tidak mau ikut kami?” tanya Yoona pada Siwon.

Siwon nampak menimbang-nimbang ajakan Yoona. Lalu Yoona bergelayutan ditangan Siwon dengan sikap manja. Karena dari jauh dia melihat Tiffany dan kedua temannya berjalan mendekati meja mereka.

“Oppa ikut  ya?? Harus ikut, pokoknya oppa ikut ya?” rayu Yoona dengan manja.

“Ommo!!! Ommo!! Apa yang sedang kalian lakukan?!” jerit Tiffany histeris melihat Yoona sedang bergelayutan manja ditangan siwon.

Siwon terkejut mendengar suara Tiffany. Saat ia menoleh ternyata Tiffany sudah berdiri disampingnya sedang menyilangkan tangannya didepan dada dengan tatapan penuh marah kepada Siwon dan Yoona.

“Annyeong Tiffany eonni kan?” tanya Yoona dengan sikap ramah dan masih memeluk tangan Siwon.

Tiiffanny tersenyum sinis sambil menatap Yoona. “Apakah seperti itu tingkah seorang adik angkat huh? Lepaskan tangamu dari kekasihku!”

Yoona menunduk sedih lalu perlahan ia melepaskan tangannya dari tangan Siwon. “Mianhae..”ucapnya dengan penuh penyesalan.

“Honey!! Ayo bangun!! Kita pergi dari sini!” ajak Tiffany

Siwon nampak malas meladenninya. Dia masih duduk sambil meminum soda.”memangnya kita mau kemana?” tanya Siwon tidak antusias.

“Ke mall! Belanja! Aku harus membeli pakaian musim dingin edisi terbaru! Aku harus mendapatkannya!” jawab Tiffany kesal.

“Astaga kau ini! Bukankah kemarin kau sudah membelinya? Kenapa beli lagi? Apakah kau juga sudah membeli lemari pakaian baru untuk menampung pakaian musim dingin tahun ini?”tanya Siwon kesal.

Mendengar pertanyaan siwon yang seperti itu semakin membuat tiffany marah. Tiffany berkacak pinggang dan mengatakan “Kenapa? Ada apa dengamu? Kenapa sekarang kau jadi seperti ini huh? Menyebalkan sekali! Aku benci kau Choi Siwon!!” teriak Tiffany dan langsung mengundang perhatian semua orang yang sedang berada di Food Court siang itu.

Tiffany berjalan meninggalkan meja Siwon cs. Dengan sikap marah sambil menghentak-hentakan kakinya dengan kesal. Tidak lupa kedua temannya Tayeon dan Sunny mengekori dibelakangnya.

“Huhahahahaha…hahaha Kau lihat tadi? Kau lihat lucu sekali wanita itu!!” ledek Sooyoung sambil tertawa terbahak-bahak.

Kyuhyun langsung menyenggol tangan Sooyoung agar ia menghentikan tawanya karena Siwon nampaknya juga sedang marah. Sooyoung langsung menutup mulutnya rapat rapat.

Di lain sisi Yoona menunduk dalam sambil menghadap Siwon. “Siwon oppa, maafkan aku, ini pasti karena aku. Maaf Tiffany eonni jadi marah padamu.”

Siwon membalikan badannya ke Yoona. Dia ingin marah atas sikap manja Yoona kepadanya tapi mendadak tidak jadi. Melihat Yoona menunduk sedih dan meminta maaf padanya membuat Siwon tidak tega. Dan akhirnya ia hanya memilih untuk diam dan tidak melakukan apa-apa.

“Sudah-sudah.. ayo kita ke mall sekarang saja.” ajak Yesung yang bangun dari tempat duduknya terlebih dahulu. Lalu disuse Kyuhyun dan Sooyoung yang menarik tangan Yoona.

“Kau jadi ikut tidak?” tanya Yesung pada Siwon.

Tanpa menjawab Siwon bangun dari kursinya dan berjalan mengikuti temannya yang lain.

Diam-diam Yoona tersenyum kecil. Dan merasa puas dengan kekacauan yang sudah ia buat hari ini. Iya ini adalah rencana dari misi Yoona juga. dia ingin menghancurkan hubungan Siwon dengan Tiffany. Sama seperti hubungannya dengan Donghae yang sudah hancur lebih dahulu. Semuanya bagi Yoona harus berjalan seimbang dan adil. maka ia melakukan semua ini untuk keluarga Sang Jo. Bahkan jika ia bisa berlaku lebih kejam lagi suatu hari nanti. Bisa saja ia melakukan nyawa harus dibalas dengan nyawa.

 

~**** To Be Continue ***~~

 

Note :  Di part 1 aku banyak mendapat Comment yang masih kurang mengerti dengan jalan ceritanya. Jadi disini saya membuat jalan ceritanya memang sedikit lebih berat, part satu adalah sebagai intro sebagai pengenalan para tokoh dan awal konflik dimulai yaitu dengan rencana Yoona untuk membalas dendam pada keluarga Sang Jo. Untuk  setiap tulisan Italic (cetak miring) adalah Flashback. Dan untuk tulisan Italic underline adalah curhatan yoona di buku hariannya. Catatan itu yang akan menjawab kenapa Yoona melakukan hal itu. dan mimpi atau ingatan yoona akan masa lalunya adalah sebagai jawaban kenapa Yoona harus membalas dendam. Sudah mengerti? Cerita ini memang akan penuh Mystery penuh teka-teki karena Yoona sebagai pemeran utama juga belum mengetahu fakta sesungguhnya tentang kehidupannya dimasa lalu. Karena seluruh rahasia itu yang tahu hanya Sang Jo dan Ibu Yoona yang sudah meninggal. Jadi yang masih penasaran silakan terus menyimak cerita ini sampai ending nanti 🙂 Thank U very much!!

Advertisements

175 comments on “FF – Winter In Gangnam ( Sequel – Part.2 )

  1. Kenapa yoona mengambil berkas berharga milik sang jo hanya karena ayahnya di pecat . Apa yoona hanya salah paham saja?nnt ceritanya yoona dan siwon hidup bahagia yah ! Dan yoona hanya salah paham saja Soal sang jo dan ibunya tapi yoona jgn terlebihan dan jgn sampai tega mau membunuh. Nnt setelah hampir tamat ceritanya , buat dong moment yoonwon seperti memeluk dan mencium okey….!

  2. Duh.. Aku udah lama banget thor nunggu part 3 nya… 😦 tapi gak Ada terus.. Ayo thor, still waiting nih…

  3. Oh my god!!! Yoona eonni jahatt sekalii yahh,, ff ini pasti penuh dgn konflik,, makin penasarann..!!!

    Siwon oppa lama” psti jth cinta pd yoona,, haduhhh..:D daebak thor,, next..

  4. biarpun yoona eonni jadi antagonis disini tapi kok aku suka yah.. wkwkw jarang aj yoona eonni dapet peran kyak gini..
    tapi semoga aja alasan yoona eonni mau balas dendam itu hanya kesalahpahaman saja..eonni ,, ff bagus dilanjutib lagi yahhh jebaalll.. 🙂

  5. yahh, Bete deh!!! Authornya kemana ney? masa gak dilanjutin lagi? kan kepoo bgt 😦 ayoo donk Author Ulanchoi yang baik hati dan kreatif, lanjut nuliss lagi ya? semangat!!! ouh iya req FF YoonWonGi Donk!!!

  6. Wwaahhh eoni daebak Seru banget deh eoni ceritanya beda dari yang lain,,,
    m’f chapter 1 gak bisa comen rada error hp qu jadi di borong ajah yah,,,

    eoni daebak,,,

  7. ceritanya bener2 menarik…
    sepertinya kebencian Yoona terhadap keluarga Siwon karena kesalahpahaman…
    sudah penasaran banget sama kelanjutan ceritanya.
    Thor… ditunggu kelanjutan semua ffnya… FIGHTING!!!

  8. Sebenernya gak terlalu suka sama sifat yoona disini.. n sebenernya apa yg terjadi sampe yoona bales dendamnya keterlaluan bgt..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s