FF – The Good Person ( Part. 8 )

ff-TGP-poster

FF – THE GOOD PERSON (Sequel)

( Part.Delapan )

 

Judul : The Good Person

Type : Sequel / Part

Author : Ulanchoi Hyoyoon / Twitter : @Lovelyulan

Genre : Romance,Comedy,Drama

Ratting : PG – 17

Main Cast :        

  • Im Yoon Ah  as Lim Yoona
  • Choi Siwon as Choi Siwon
  • Cho Kyuhyun as Cho Kyuhyun
  • Seo Jo Hyun as Kim Seohyun
  • Choi Jin Ri as Choi Sulli
  • Choi Minho as Choi Minho

Other Cast : Member SUJU, SNSD, And SHINee

 

Warning! FF ini saya tulis berdasarkan imajinasi yang saya miliki, jadi tolong bagi pembaca hargai penulis. FF ini saya buat semata-mata untuk meluangkan Hobi saya dalam menulis dan untuk menghibur para pembaca dan Kpop lovers secara gratis. Jadi setelah selesai baca diharapkan tinggalkan komentar berupa kritik dan saran dan Dilarang keras ngeCopyPaste jalan cerita! Mohon maaf jika banyak salah penulisan (Typo) itu karena saya kalau mengetik suka kecepatan dan kelewat edit. Jadi silakan membaca! Enjoy for This Story!! 🙂

 

~~***~

 

Dipagi hari yang cerah dimusim semi, setelah semalaman disambut dengan hujan yang mengguyur hampir semua wilayah Korea Selatan. Yoona berdiri didepan cermin memandangi pantulan dirinya pada cermin tersebut.senyum kecil terlukis dibibir indahnya. Nampaknya pagi ini Yoona sudah siap menyambut datangnya musim semi. Musim yang sudah sangat ia nantikan. Karena sebentar lagi adalah hari mana peluncuran Pakaian pesta musim seminya akan terlaksana. Yoona mengecilkan senyumnya lalu jadi menghilang. Tahun ini dia mempunyai pesaing baru. Atau lebih tepatnya pesaing lama yang datang kembali. Kwon Yuri. Dia harus menghadapi Kwon Yuri, dia tidak boleh dikalahkan oleh Kwon yuri kali ini. Diakan bukan lagi Yoona yang dulu. Tapi dia sekarang Yoona yang beda. Yoona yang bekerja keras untuk mencapai hasil terbaik yang dia inginkan.

Yoona tersentak kaget ketika ringtone ponselnya yang ia letakan diatas kasur dekat tas tangannya berbunyi. Yoona merapikan rambutnya sebentar lalu berjalan meraih ponsel tersebut. Dia menyerngitkan dahi begitu melihat nama sipenelpon. Siwon? Pagi-pagi sekali sudah menelpon? Tapi sebelum Yoona menerima panggilannya seuntai senyum senang mengembang di wajah Yoona dan pipinya jadi merah merona.

“Yoboseyo…”

“Eonni…” Yoona menjauhkan ponselnya sesaat. Bukan Siwon yang bicara? Tetapi Sulli.

“Ne? Sulli-ah.. Ada apa?” tanya Yoona.

“Eonni.. aku tidak tahu harus berbuat apa? Aku harus berangkat sekolah, tapi Oppa terus merengek tidak mau ditinggal dirumah sendirian. Eomma dan Appa sedang berada di Belanda sejak kemarin. Dirumah hanya ada pelayan. Dan oppa keras kepala tidak mau ditinggal dirumah sendirian bersama pelayan.” Cerocos Sulli tanpa jeda.

“Iya.. lalu? Memangnya kenapa dengan oppa-mu?” tanya Yoona penasaran.

“Sepertinya dia demam.. dia sedang mengurung diri dikamar. Eonni mau membantuku?”

Yoona terdiam sesaat. Siwon demam? Ah.. apa karena kejadian semalam mereka kehujanan dijalan. Saat itu Siwon melepas jasnya untuk menutupi Yoona dari air hujan. Yoona jadi merasa bersalah.

“Apa yang bisa Eonni bantu?” balik tanya Yoona.

“Datang kerumah kami, temani Oppa, aku  harus kesekolah sekarang juga. bagaimana? Eonni maukan?”

Yoona nampak bingung. Tapi dihatinya dia tidak tega membiarkan Siwon sendirian dirumah sebesar itu. pasti pelayannya sangat sibuk pasti Siwon akan kesulitan melakukan apapun dalam keadaan demam. Lagi pula apa salahnya ia menolong Siwon? Selama ini Siwon sudah berbaik hati padanya. Dan dia bisa jadi lebih dekat dengan Siwon.

Yoona tersenyum. “Iya.. aku akan kesana sekarang.”

“Jinja?? Ah—Gomawo!! Sudah dulu ya kalau begitu. Aku akan berangkat sekolah! Annyeong!”

“Annyeong…”

Teleponpun terputus dari pihak Sulli. Yoona segera memasukkan ponselnya kedalam tas tangannya. Dia mencari-cari kunci mobilnya didekat meja rias. Ketemu. Yoona segera berjalan keluar kamar memakai tas. Mobilnya sudah kembali  dari bengkel sudah lama hanya saja, karena akhir-akhir ini Siwon sering mengantar jemputnya, maka mobilnya jarang ia bawa. Sekarang dia akan menggunakan mobilnya lagi untuk kerumah Siwon. Yoona benar-benar cemas dan tidak tega dengan Siwon. Dia mengkhawatirkan Siwon.

 

“Apa yang kau lakukan dikamar ku?”

Sulli tersentak kaget, sambil memegangi dadanya hampir saja jantungnya melompat keluar. Siwon tiba-tiba keluar dari dalam kamar mandi dengan muka pucat dan suara yang terdengar sangat berat daripada biasanya. Sejak semalam Siwon memang merasa kedinginan dan suhu tubuhnya memanas. Dia bahkan berniat untuk tidak masuk kerja hari ini. Tubuhnya terasa lemas semua.

“Oppa! Kau mengagetkan aku!” protes Sulli.

“Tidak sopan, masuk kekamar oppa tanpa permisi!” tegur Siwon. Lalu berjalan pelan mendekati Sulli. Siwon memicingkan matanya, ketika melihat Ponselnya ada ditangan Sulli. Dengan cepat Siwon merampas Ponselnya dari tangan Sulli.

“Apa yang kau lakukan dengan ponselku?” tanya Siwon penuh curiga.

Sulli menyeringai, menampilkan senyum lebarnya. “memanggilkan jasa perawat untuk oppa! Pasti oppa senang!”

Siwon mengerutkan keningnya. “Apa maksudmu?”

Sulli memegangi tangan Siwon, bergelayutan dengan manja dilengan besar Siwon. “Agar oppa cepat sembuh. Aku menelpon perawat yang sangat cantik dan baik hati untuk datang kesini menjaga dan merawat oppa. Aku harus pergi sekolah. Aku khawatir dengan keadaan oppa seperti ini. Eomma appa baru pulang besok malam. Jadi aku pikir dia bisa menjaga oppa dengan baik.”

“Dia siapa?”

Sulli melepas tangannya dari tangan Siwon. “Nanti oppa juga tahu sendiri! Sudah ah.. aku nanti kesiangan. Pak Lee sudah menungguku diluar. Annyeong oppa!!” Sulli mengecup pipi Siwon lalu berlari kecil keluar dari kamar Siwon.

Siwon memegangi kepalanya yang sedikit pusing. Ah.. apa sih maksudnya Sulli tadi? Dia lagi tidak bisa berpikir. Siwon berjalan menuju kasurnya dia duduk dipinggir kasur sambil memeriksa ponselnya yang tadi diambil Sulli seenaknya. Siwon mengecek panggilan keluar. Matanya terbelalak mengetahui Siapa yang Sulli sudah telepon tadi, dan perawat yang dimaksud Sulli adalah Yoona! Astaga anak itu! dibalik gerutuan SIwon atas sikap lancang Sulli terhadapnya, tapi tersembunyi rasa senang. Dia jadi benar-benar berharap Yoona akan datang dan menjadi perawat untuknya hari ini.

Siwon merebahkan dirinya kekasur. Menutupi tubuhnya dengan selimut. Matanya terasa panas dan perih. Ia merasa tubuhnya juga lemah. Dan badannya memanas tapi perasaannya mendingin. Dia benci sekali sakit seperti ini. Dia jadi seperti orang yang tidak berdaya dan tidak memiliki semangat hidup. Ah.. merepotkan. Yoona cepatlah datang..Aku membutuhkanmu disisiku.. bisik siwon didalam hatinya.

 

~***~

 

Siwon mengerjapkan matanya. Entah kenapa tidurnya jadi begitu nyaman sekali. Kamarnya mendadak bau aroma bunga dimusim semi. Dan kepalanya yang tadi terasa panas jadi mendadak dingin. Siwon membuka matanya perlahan. Seorang bidadari cantik ternyata telah menemaninya tidur. Yoona duduk disamping Siwon, sedang menatap siwon yang masih setengah sadar dari alam mimpinya sambil tersenyum menyambut Siwon yang akhirnya membuka matanya. Karena sejak satu jam yang lalu saat Yoona datang Siwon masih tidur. atau lebih tepatnya kembali tidur karena kepalanya yang pusing.

“Good Morning?” sapa Yoona.

Siwon tersenyum. Bidadari itu nyata. Dia tidak sedang bermimpi. Yoona memang ada disisinya sekarang. “Good Morning.” Balas Siwon dengan suara berat.

“Ah.. Seram sekali suaramu Mr.Choi.” ledek Yoona.

Siwon tertawa kecil mendengar guyonan Yoona. “Sejak kapan kau ada disini? Kau tidak membangunkan aku?” tanya Siwon.

“Sejak handuk dikepalamu basah.” Jawab Yoona sambil menunjuk handuk kecil yang ada diatas kening Siwon.

Siwon memebangnya dan mengambilnya. Pantas saja kepalanya terasa dingin dan nyaman. Ternyata Yoona sudah membantu mengopres keningnya untuk meredahkan dahi suhu tubuh Siwon yang tadi sempat memanas.

“Gomawo.. Emmh.. Pasti kau datang kesini karena Sulli yang menyuruhmu ya?”

Yoona mengambil handuk yang dipegang Siwon lalu ia masukan kedalam bak berisi air yang sudah tidak dingin lagi. “Iya dia menelponku. Tapi aku datang kesini karna kemauan ku sendiri.” Jawab Yoona.

Siwon melebarkan matanya. Apa tadi Yoona bilang apa? “Kemauanmu sendiri untuk merawatku?” tanya Siwon memastikan. Hatinya mendadak sangat senang.

Yoona memanggutkan kepalanya.”Iya.. karna kau harus cepat sembuh! Tiga hari lagi peluncuran karya aku kan? Kau harus ikut bertanggung jawab dengan hasilnya. Kan kau juga mamasukan ide dalam rancanganku kali ini!”

Siwon tersenyum. “Astaga jadi itu alasannya? Kupikir kau memang mau menolongku karena kau sudah mulai menyukaiku.”

“Ne?”

“Ah.. sudah lupakan saja.” elak Siwon.

Yoona tersenyum.  Lalu ia berdiri sambil memegang bak kecil berisi bekas kompresan. “aku memang menyukaimu kok.” Jawab Yoona lalu dia berjalan menuju pintu keluar kamar Siwon.

“Kau bilang apa tadi?” tanya Siwon. Dia hanya ingin memastikan pendengarnya saja.

Yoona menoleh. “Ah.. lupakan saja. aku akan mengambilkan bubur unukmu. Tunggu sebentar.” Lalu ia benar keluar dari kamar Siwon.

“Tadi Yoona bilang apa? Dia menyukai ku juga? astaga wanita itu..” Siwon tersenyum penuh makna. Mumpung Yoona ada disini. Dan dia sedang sakit. Dia bisa saja bermanja-manjaan dengan Yoona. Pasti Yoona tidak akan memarahinya dan tidak akan menolaknya.

 

Tak lama Yoona masuk kembali kekamar Siwon, dia membawa sebuah nampan berisi satu mangkuk bubur, segelas air mineral dan obat flu.  Yoona meletakan nampan di dimeja samping tempat tidur Siwon. Yoona menatap Siwon yang masih saja merebahkan diri tak berdaya diatas kasur.

“Siwon ssi… Kau bisa makan sendiri kan?” tanya Yoona ragu-ragu.

Siwon menggelengkan kepala dengan lemah. “tubuhku rasanya lemas sekali, aku tidak yakin bisa makan sendiri atau tidak.”

Yoona memanyunkan bibirnya. Haruskah ia menyuapi Siwon? Dia mau saja sih, tapi Yoona malu.

Tapi akhirnya Yoona membantu Siwon agar dalam posisi duduk menyandar pada sandasaran kasurnya yang dijaga dengan bantal. Siwon berkali-kali berdehem. Karena tenggorokannya jadi seperti tersumbat sesuatu.

Yoona menyodorkan sesendok bubur kemulut Siwon. Dengan perlahan Siwon memakannya. Yoona tersenyum mendapati dirinya sendiri tiba-tiba bisa melayani Siwon seperti ini. Lucu sekali, jika ingat bagaimana dulu pertemuan pertama mereka yang sangat mengerikan, dan bagaimana dulu Yoona sangat tidak suka pria Arogant macam Siwon. Tapi lambat laun, Yoona pikir Siwon lelaki yang special yang tiba-tiba masuk kedalam kehidupannya.

Selagi Yoona menyuapi Siwon, Siwon tak pernah membuang kesempatan untuk memandangi wajah Yoona dengan saksama. Dalam posisi sedekat ini Yoona semakin terlihat cantik, Siwon tak mampu menyembunyikan senyumnya, bahkan dalam keadaan dia sedang mengunyah bubur sekalipun. Kalau diingat masa lalu, dia sendiri merasa aneh, dulu dia tidak beranggapan Yoona itu cantik. Yang dia tau Yoona itu selalu membuat masalah ketika bertemu dengannya. Tapi sekarang dia malah tergila-gila dengan kecantikan Yoona, dan malah betah berada dekat-dekat dengan Yoona. Bahkan bisa dikatakan dia selalu merindukan Yoona setiap hari. Ini memang tidak normal. Tapi memang itulah yang dia rasakan terhadap Yoona. Tapi sayangnya Yoona belum menjawab pertanyaannya tentang perasaan, Tapi itu tidak masalah. entah keyakinan itu datang dari mana. Tapi Siwon tentu yakin cepat atau lambat  Yoona akan menjadi miliknya.

“Kenapa kau terus memandangiku?” tegur Yoona.

Siwon tersenyum kali ini memunculkan deretan giginya yang rapih. “Naneun dangshi –eul Joha, dangsinneun aleumdabseubnida..”

Yoona terdiam. Dia jadi salah tingkah. Yoona menyibukan dirinya dengan meletakan mangkuk bubur yang sudah habis kembali diatas nampan, lalu Ia memberikan Siwon segelas air dan sebutir obat demam.

“Minumlah, kau harus cepat sembuh.” Kata Yoona dengan sikap gugup.

Siwon tanpa membantah langsung meminum obatnya. Dia menyerahkan kembali gelas yang sudah kosong pada Yoona. Yoona meletakannya dimeja. Sekarang semua sudah selesai. Mendadak suasana menjadi hening dan canggung. Lebih tepatnya Yoona menciptakan sendiri kecanggungan ini. Gara-gara Siwon bilang Dia menyukai Yoona dan Yoon cantik secara terang-terangan menjadikan pikiran Yoona tidak jernih. Jantungnya berdebar-debar tidak karuan.

Yoona menghembusakan nafasnya. Dia harus kembali pada kesadarannya. “Hemm.. ada lagi yang kau butuhkan?” tanya Yoona pada Siwon.

Siwon memicingkan matanya. Sebelah alisnya naik, cirri khas Siwon jika sedang berpikir. Yoona menunggu reaksi Siwon. Siwon menggerakan jari telunjuknya pada Yoona, menyuruh Yoona mendekat padanya. Dengan polosnya Yoona mendekati Siwon. Siwon langsung menarik tangan Yoona, Yoona berteriak karena terkejut. Siwon membawa Yoona kedalam pelukannya. Ah. Wajah Yoona langsung memerah. Wajahnya dengan Siwon jadi sedekat ini, mungkin hanya berjarak duapuluh senti. Dan sekarang jantungnya seperti ingin melompat keluar dari dalam tubuhnya.

“Apa yang kau lakukan?” tanya Yoona dengan kikuk.

“Sebentar saja… aku perlu mengisi baterai dalam tubuhku. Tubuhmu hangat, aku hanya perlu memelukmu seperti ini untuk beberapa saat. Aku yakin setelah ini aku akan kembali sehat.” Jawab Siwon lebih terdengar seperti bisikan yang membius ditelinga Yoona.

Yoona terdiam. Dia membiarkan Siwon memeluknya. Siwon meletakan wajah Yoona didadanya yang bidang. “Kau mendengar sesuatu?” tanya Siwon.

“Hemm…”

“Itu suara jantungku yang sedang menari gembira setiap kali kau ada dedekatku.” Lanjut Siwon.

Yoona hanya tersenyum. Dia menutup matanya mendengarkan detak jantung Siwon yang berdentum keras sekali tapi seirama. Mendengar dekat jantung Siwon seperti ini dia merasa nyaman sekali. Ah, jantungnya juga berdetak dengan aktif. Atau jangan-jangan suara detak jantung yang keras ini malah berasal dari tubuhnya bukan tubuh Siwon. Ah, dia tidak peduli. Yoona letakan tangannya yang sejak tadi berada didepan perutnya menjadi membalas memeluk Siwon. Yoona merabah-rabah bahu Siwon yang juga terasa hangat. Kalau begini seterah Siwon mau mengisi baterai dalam tubuhnya sampai kapan. Yoona terasa tidak mau lepas dari pelukan Siwon. Dia suka Siwon memeluknya seperti ini dan memperdengarkan lantunan jantungnya padanya. Yoona menyukai Siwon. Tidak-tidak.. lebih tepatnya dia mencintai Siwon. Perasaan ini bahkan lebih dasyat daripada dulu dia mencintai Donghae, mantan kekasih yang mengkhianatinya. Yoona telah membuka gembok hatinya.

 

~***~

 

“Choi Minho!!” Sulli melambaikan tangannya pada Minho yang terlihat sedang kebingungan mencari tempat duduk dikantin yang sudah penuh disaat istirahat jam makan siang. “Kesini!!” tambah Sulli ketika Minho sudah melihatnya. Minho tersenyum dan langsung menghampiri Sulli yang seperti biasa selalu menghabiskan jam makan siang bersama ketiga temannya yaitu Amber, Krystal dan Taemin.

Sulli lagi-lagi duduk diantara Amber dan Krystal dan Taemin duduk berhadapan dengan mereka. Sulli melirik ke Amber. Lalu dia tersenyum pada Amber yang memandangnya dengan aneh.

“Amber-ya.. bisakah kau pindah kesana? Disebelah Taemin?” pintah Sulli, sambil memasang wajah Innocentnya.

“Kenapa memangnya?” tanya Amber.

“Minho akan duduk disini. Jadi kau pindah ya.. Please!!”

Amber menyerngitkan dahinya. “Tadi pagi kalian nonton berita apa ditelevisi? Apakah ada sesuatu terjadi di Seoul?” tanya Amber pada Taemin dan Krystal. Jelas sekali maksudnya itu bukan berita sungguhan tapi berita tentang perubahan sikap Sulli yang mendadak jadi menistiwewahkan Minho yang sedang berjalan kemeja mereka.

“Nampaknya kita ketinggalan informasi penting!” jawab Krystal smabil menatap Sulli curiga.

Amber bangun dari kursinya dan pindah kesebelah Taemin.

“Ya! Kau sudah berbaikan dengan Minho?” tanya Taemin penasaran.

Tapi belum sempat mereka mendengar jawaban dari Sulli Minho sudah keburu datang dan duduk disebelas Sulli yang siang ini selalu mengembangkan senyumnya. Beda dari kemarin-kemarin. Yang selalu bête jika ada Minho disekitarnya.

“Kau memesan makan siang apa? Kau mau mencoba Kimbab buatan pelayanku tidak? Enak loh..” tawar Sulli dengan antusias.

“Boleh.. aku minta Lima ya!” jawab Minho.

“Kau meminta apa mau merampok?” protes Sulli.

Minho memandangi Sulli. “Ya.. memintalah..”

Sulli tertawa kecil.”Ne.. ne.. aku beri kau lima.” Sulli menyumpiti potongan kimbab yang ada dikotak makannya lalu ia letakan diatas piring Minho, yang siang ini hanya makan nasi campur masakan kantin.

Ketiga teman mereka, Amber,Krystal dan Taemin hanya dapat melongo melihat keakraban dua kutub yang tadinya saling berlawanan itu. sejak kapan mereka jadi seakrab ini?

“Kenapa kalian menonton kami? Lanjutkan makan siang kalian!” tegur Sulli.

“kami tertarik sekali menonton adegan didepan kami. Cepat beritahu kami bagaimana kalian bisa seakrab ini sekarang?” tuntut Taemin.

Dan Amber dan Krystal membeo. “Iya benar beritahu kami cepat!”

“Memangnya kami terlihat akrab ya?” pertanyaan dibalas dengan pertanyaan oleh Minho.

“Seluruh sekolah juga tahu, kalau kalian jadi lebih akrab sekarang! Lihat Sulli memanggilmu untuk makan dimeja kami. Menyuruh amber pindah, membagi kimbab. Dan kau Minho bersikap santai sekali disamping Sulli seperti itu.”

“Kalian kenapa sih? Aku bertengkar dengan Minho salah. Aku berbaikan dengan Minho juga salah!” cetus Sulli sambil menunjuk-nunjuk muka ketiga temannya dengan sumpit.

“Jadi kalian sudah berbaikan? Sungguh!” tanya Krystal terkejut.

“Bagiamana ceritanya? Cepat ceritakan kami ingin tahu!” tuntut Amber dengan sikap keponya.

Dengan kompak sulli dan minho justru tidak mendengarkan pertanyaan mereka bertiga. Sulli dan Minho malah asik makan. Dan sambil sesekali mengatai dan tertawa. Terasa dunia milik mereka berdua. Bahkan mereka sampai tukar-tukaran makan dengan cara saling menyuapi. Lalu mereka tertawa dengan malu-malu.

“Astaga! Ternyata lebih seram jika mereka berbaikan. Kenapa mereka jadi romantis begini? Aku jadi iri.” Keluh Taemin sambil menompang wajahnya dengan tangannya dan menatapi Minho dan Sulli yang sedang asik dengan dunia mereka yang baru.

“Benar..” sahut Amber dan Krystal bersamaan.

“Besok setelah mengantarkan karya tulis ketempat lomba. Kita bermain sebentar di Lotte world mau ga? Yang aku tahu dari Yoona eonni, lokasinya dekat situ. Dia tidak mungkin mengantarkan kita dia sedang Sibuk dengan pekerjaannya.” Kata Sulli begitu makannya telah selesai.

“Hem.. begitu ya? Boleh…tapi jika nanti pengumumannya aku pemenangnya bagaimana? Kau marah padaku tidak?” tanya Minho.

Sulli mencibir didepan Minho.”Jangan terlalu percaya diri dulu. Kita lihat saja nanti. Lagi pula siapa pun yang menang ikutan keputas juri yang tidak bisa diganggu gugat.”

“Kau benar… eh.. kalian mau ikut kita gak besok sepulang sekolah ke Lotte World?” tawar Minho pada ketiga temannya yang sejak tadi hanya menjadi penonton setia.

“Asalkan kami tidak ditelantarkan tentu kami akan ikut.” Jawab Amber.

“Oke..kita pergi berlima. Ah.. pasti menyenangkan sekali. Bermain bersama. Sudah lama aku tidak melakukan hal itu.” seru Sulli kekanak-kanakan.

“Tapi besok kau jangan memaksaku untuk bermain wahana yang aneh-aneh ya!” ancam Minho dari sekarang. Dia takut besok Sulli memaksanya untuk menaiki wahana-wahana yang bisa membombardir jantungnya.

“Iya..iya.. tenang saja..” jawab Sulli sambil menyeringai. Melihat senyum itu Minho malah jadi tidak yakin dengan ucapan Sulli. Pasti Sulli akan tetap mamaksanya dan meledeknya jika besok Minho takut dengan wahana yang memacu andernyali.

 

~***~

 

Seohyun yang menggunakan Dress putih selutut, duduk sendiri menunggu dengan gelisah disebuah taman yang letaknya tidak jauh dari kantor kejaksaan Seoul. Semalam dia janji ingin bertemu Kyuhyun pada jam makan siang. Dia akan mengolah gurita yang kemarin dibelikan Kyuhyun menjadi Tokoyaki. Karena hari ini Seohyun tidak ada jadwal mengajar. Maka sejak pagi dia menyibukkan dirinya didapur membuat banyak takoyaki untuk disantap bersama Kyuhyun. Tapi sudah sepuluh menit berlalu dia duduk disini, Kyuhyun tidak datang juga.

“Maaf  aku telat, pasti kau sudah menungguku sejak tadi?”

Seohyun tersenyum akhirnya Kyuhyun datang menemuinya. Kyuhyun sangat keren hari ini, memakai setelan jas berwana hitam. Biasanya kan kalau ketemu Seohyun, Kyuhyun hanya memakai kaos lengan panjang dan kadang kemeja casual, yang menunjukan penampilan santai ala Kyu. Tapi sekarang Kyuhyun memakai Office Ware ala jaksa muda. Seohyun senang melihatnya.

“Tidak juga.” jawab Seohyun.

“Baguslah kalau begitu, tadi aku harus menangani kasus perceraian yang berjalan alot dipersidangan. Aku yakin sebenarnya mereka masih saling suka. Tapi dasar manusia, mereka tidak bisa mengalah dalam keegoisan mereka sendiri.” Cerita Kyuhyun pada Seohyun. Lalu dia ikut duduk disebelah Seohyun yang hanya menanggapi ucapannya dengan sebuah senyuman.

Kyuhyun menatap Kotak makan yang ada disampinya. Dan botol air minum disamping kotak makan itu. “Apa yang kau bawa?” tanya Kyuhyun penasaran. Perutnya sejak tadi diruang sidang memang sudah sangat lapar.

Seohyun membuka tutup kotak makannya. “Takoyaki.. aku membuatkannya khusus untukmu.. kalau rasanya aneh..”

“Wah.. seperti enak sekali, mana berikan sumpitnya padaku.” Potong Kyuhyun.

Seohyun memberikan Sepasang sumpit pada Kyuhyun. Dengan sikap rakus dan laparnya Kyuhyun langsung menyumpit bola takoyaki tersebut dan memasukkannya kedalam mulutnya. Mulutnya jadi penuh kerena Kyuhyun melahap satu takoyaki sekaligus. Lalu ia menyumpit lagi dan melahap lagi. Seohyun hanya dapat memperhatikan Kyuhyun yang makan dengan begitu semangatnya.

“Makanlah pelan-pelan.. nanti tersendak.”

“Ini.. eumm..En…Eunnak.. Se..kal..li.” ucap Kyuhyun dengan mulut penuhnya.

Kyuhyun menyumpit lagi bola takoyaki itu. lalu ia arahkan ke Seohyun. “Aaa…”

Dengan sikap malu-malu Seohyun membuka mulutnya, dan menerima suapan takoyaki dari Kyuhyun. Seohyun mengunyahnya perlahan, dia tidak biasa makan dengan mulut penuh. Ah.. ternyata tokoyaki buatannya tidak mengkecewakan. Ini enak.

“Kau hebat sekali bisa membuat makanan ini jadi sangat enak. Jika kau membuka usaha takoyaki di insandong pasti sangat laku. Hehe..” komentar Kyuhyun. Lalu dia memakan lagi takoyakinya.

“Tapi aku tidak bakat berdagang.” Jawab Seohyun.

“Ah,, benar, kau tetap menjadi seolah guru matematika saja. itu lebih bagus.” Ralat Kyuhyun.

Kyuhyun menyumpit lagi takoyakinya dia sodorkan kembali pada Seohyun. “Ayo makan lagi. Kau hanya menontonku saja. aku jadi tidak enak.”

“hah.. bukan begitu. Aku hanya senang saja melihat kau makan senikmat itu.”

“cepat buka mulutmu yang lebar.”

Seohyun membuka mulutnya. Satu bola takoyaki lagi-lagi langsung masuk kedalam mulutnya yang kecil.

“kau berbeda sekali dengan Yoona. Jika Yoona dia mungkin bisa mengunyah tiga bola takoyaki sekaligus. Wanita itu mulutnya sangat lebar, seperti alligator!” bisik Kyuhyun seolah-olah ada Yoona didekatnya.

Seohyun menutup mulutnya. Ia hampir saya tertawa, karena mendengar ucapan Kyuhyun tentang Yoona. Untung dia ingat kalau mulutnya masih penuh dengan takoyaki. Bisa-bisa takoyaki itu keluar dari dari mulutnya.

“Ouh, iya kudengar dari Yoona, kau pandai bermain piano?” tanya Kyuhyun. Merubah topic pembicaraan mereka.

“Tidak juga kok.” Jawab Seohyun merendahkan diri.

Kyuhyun merogoh kantong jasnya lalu mengeluarkan dua lembar kertas seperti sebuah tiket. “Hem Aku punya dua tiket gratis nonton pertunjukan Hwang Ji Min solo Piano concert. Acaranya besok jam tujuh malam. Kau mau nonton bersama ku?”

Mata Seohyun berbinar-binar mendengar ajakan Kyuhyun. Tentu saja ia mau, kapan lagi dia bisa nonton pianis kesukaannya bersama dengan seorang lelaki yang juga ia sukai. “Iya.. aku mau,besok malam aku tidak ada jadwal apapun kok.”

“Ya sudah ini tiketnya kau yang simpan saja.” Kyuhyun menyodorkan tiket itu ke Seohyun.

Seohyun mengambilnya dan langsung menyimpannya di dalam tas. Seohyun tersenyum mamandangi Kyuhyun yang melanjutkan makannya lagi. Musim semi telah tiba. Musim dimana sebuah keromantisan yang sangat dinanti-nanti. Musim dimana semua bunga bermekaran dengan cuaca yang tidak panas dan juga tidak terlalu dingin. Cuaca dimana banyak orang bilang lelaki korea bisa berubah menjadi sangat romantis di saat musim semi. Ah.. Semakin hari Seohyun semakin menyukai Kyuhyun. Kalau dia sudah menjadi sedekat ini. Tentu saja Seohyun hanya berharap satu hal. Suatu saat Kyuhyun akan menyatakan cinta kepadanya.

 

~***~

 

~Tok..Tok..Tok.~

Yoona yang sedang sibuk dengan catatan yang ia buat diruang kerjanya tidak dapat melepas pekerjaanya, walau ia mendengar suara ketukan dipintunya. Yoona tetap saja Masih serius menulis sesuatu dinotenya. Acara lauching perdana karya musim seminya tinggal dua hari lagi. Jadi dia harus bekerja deadline untuk mengurusi semuanya ini. Agar sukses dan menarik pembeli sebanyak-banyaknya.

Siwon membuka pintu ruang kerja Yoona, karena sejak tadi ia mengetuk pintu tidak juga mendengar sautan dari Yoona. Maka dia masuk saja kedalam ruang kerja Yoona. Ternyata Yoona sedang sibuk membuat planning atas acara yang sebentar lagi terlaksana.

 “Nampaknya kau sedang sibuk sekali sampai tidak mendengar pintu ruanganmu berbunyi?” tanya Siwon sambil berjalan mendekati Yoona.

Yoona mendangak ia tersenyum menyambut kedatangan Siwon. “Kau sudah sehat?” tanya Yoona.

Siwon menaikan bahunya. “Seperti yang kau lihat sekarang. Aku sudah kembali sehat.”

“Syukurlah… cepat duduk sini. Aku butuh pendapat mu.” Yoona mendorong kursi disebelahnya untuk mempersilakan Siwon duduk.

Siwon menduduki dirinya disamping Yoona. Lalu dia membaca planning yang dibuat Yoona. “Apakah model-model ini sudah pasti?” tanya Siwon.

“Iya mereka sudah menanda tangani kontraknya dua hari lalu.” Jawab Yoona.

Siwon kembali membaca lagi catatan yang dibuat Yoona. “Ada yang kurang.”

“Apa?” tanya Yoona antusias.

“Apa kau punya pelanggan fanatic?”

“Pelanggan panatic?” balik tanya Yoona bingung.

“Iya.. pelanggan panatik yang selalu menunggu peluncuran perdana setiap karyamu Yoona. Dia bisa kau undang saat diacara itu. dia bisa mempromosikan karyamu agar menarik minat pembeli yang lain juga. ada tidak?”

Yoona mengerutkan keningnya mencoba memikir-mikir. Siapa ya? Ah.. selama ini dia hanya menerima laporan hasil penjualan karyanya saja tanpa mempedulikan pelanggannya.

“Tidak ada?” tanya Siwon terlihat kecewa.

Tiba-tiba Yoona menjertikan jarinya. “Ada! Ada! “Seru Yoona dengan gembira.

“Siapa kau mengenalnya dengan baik? kau bisa menyuruhnya mempromosikan karyamu dan memberinya diskon spesical, biarkan dia menjadi pembeli pertamamu.”

“iya.. iya jaksa Tiffany! Ia dia pelanggan panatikku! Astaga aku hampir saja melupakan bagaimana cerewetnya dia saat mendengar dari Kyuhyun tentang rancangan yang akan aku buat. Dia pasti bisa menolongku.” Cerita Yoona.

“Kau punya nomor teleponnya? Hubungi dia dan kita bisa ketemuan dengan dia sekarang, untuk meminta bantuannya. Kita sudah tidak punya waktu banyak.”

“Iya.. iya aku punya. Aku akan segera menghubunginya.” Yoona mengambil ponselnya dan segera menelpon tiffany. Dia tentu punya nomor tiffany, karena Tiffany sering sekali menelponya hanya untuk memuji atau mengkritik karya baju pesta yang tiffany beli. Ah. Sekarang kecerewetan Tiffany si Jaksa fashionable itu berguna juga dikehidupannya. Semoga tiffany bisa membantunya.

 

Siwon duduk bersebelahan dengan Yoona sedangkan dihadapannya ada Tiffany yang sedang melihat-lihat Foto hasil rancangan Yoona yang akan dipamerkan diacara Launcing perdananya nanti. Terlihat sekali kalau Tiffany sangat menyukai gambar-gambar yang ada di album yang sedang ia lihat-lihat. Begitu Yoona menelponnya dan meminta bertemu Tiffany di Zoo café jam sepuluh siang. Tiffanya yang memang sedang tidak ada kesibukan langsung mengiyakan ajakan Yoona. Yang ternyata memintanya untuk membantunya menjadi pembeli pertama yang akan mempengaruhi penjualan pakaian pesta yang dirancang Yoona.

Setalah lama menunggu akhirnya Tiffany mengangkat wajahnya menatap Yoona dan Siwon. “Entah aku harus berkomentar dari mana ya? Baru melihat gambarnya saja aku sangat menyukai semua konsep dan perpaduan warnanya. Aku ingin yang warna peace dan aku akan mamakainya bersama  dengan  kekasihku nanti diacara pernikahan kakakku. Nanti saat di acara kau, Aku akan berdandan dengan cantik dan memakai rancanganmu yang pernah ku beli agar semua tepusat padaku. Tapi benarkan kau akan memberikan aku potongan harga?”

Yoona terdengar puas mendengar sikap antusias dari Tiffany. “Iya tentu saja. aku akan memberikan potongan harga 30% untuk sepasang pakaian pesta itu.”

“Bagus sekali. Aku senang sekali Yoona. Hemm bagaimana kau bisa mempunyai ide dengan konsep seindah ini? Ini sangat cantik elegan, lembut dan terlihat sangat mempesona.” Komentar Tiffany dengan mata berbinar-binar.

Yoona tersenyum. Lalu dia menggandeng tangan Siwon yang sedang menyesap kopinya. Dengan cepat siwon menghentikan minumnya dan meletakan kembali cangkir kopinya. “Dia yang memberi inspirasi dari ketiga model rancanganku kali ini.”

Tiffany melebarkan matanya dan sedikit membuka mulutnya. “Ommona..Ommona!! Lelaki ini? Jangan-jangan dia kekasihmu? Kupikir selamanya kau akan bersama Kyuhyun  ternyata aku salah..” seru Tiffany berlebihan.

“Aku dan Kyuhyun kan hanya bersahabat. Sampai kapanpun aku dan kyuhyun akan bersahabat” sahut Yoona seperti ingin memberi tahu pada Siwon. Kalau Kyuhyun hanya sahabatnya dan Siwon tidak perlu khawatir tentang itu. walaupun dia belum resmi pacaran seperti yang diduga tiffany.

“Ah.. ah.. jadi kalian sudah sama-sama mempunyai pendamping? Kemarin aku lihat Kyuhyun mengantarkan seorang wanita cantik. Kupikir itu kau, ternyata setelah ku lihat lagi ternyata bukan.” Bocor Tiffany.

“Ah.. Jinja?? Seperti apa orangnya?” tanya Yoona penasaran.

“dia lebih tinggi darimu sedikit, rambutnya panjang dan lurus memiliki poni, memakai dress putih selutut.”

“Ah.. Seohyun? Jadi sekarang mereka sudah jelan berdua tanpa aku.. aku benar-benar senang.” Ucap Yoona benar-benar senang ternyata tanpa sepengetahuannya, kyuhyun dan Seohyun sudah melangkah maju sejauh ini dengan baik.

 

~***~

 

“Donghae oppa! Bisa kau tenang sedikit? Aku sedang sibuk sekali!” protes Yuri, sambil mengecek rancangannya yang sudah ia cek berkali-kali.

Donghae menatap sebal ke kekasihnya itu. semenjak bertemu kembali dengan Yoona. Yuri jadi lebih sensitive dan terlalu ambisius terhadap apa yang ia lakukan dan dia inginkan. Terbukti akhir-akhir ini Donghae selalu di cueki Yuri dan bahkan tidak jarang Yuri menggeretak Donghae jika Donghae hanya bicara panjang sedikit.

“Ah,, Apa yang salah sih dengan gaun ini!! Kenapa masih terlihat ada yang kurang?” Yuri terlihat tidak puas dengan rancangannya sendiri ketika sudah dipakai oleh model yang nanti akan memerkan rancangannya diatas Catwalk.

“tubuhmu terlalu tinggi dan kurus, makanya pakaian ini tak bagus ditubuhmu! Ah..!! aku harus mencari model dimana lagi? Cepat lepaskan pakaianku!”seru Yuri dengan galak.

Donghae hanya dapat diam sambil menggelengkan kepalanya melihat Yuri memperlakukan para modelnya dengan sikap yang tidak sopan dan tidak sabar seperti itu.

“Apa ini karena Yoona? Kau takut dikalahkan dengannya?” tanya Donghae sambil berdiri dari duduknya,

Yuri langsung menatap tajam Donghae. “Kenapa? Apa setelah kau bertemu dengannya lagi? Kau jadi peduli dengannya? Tentu saja ini karena dia! Ku dengar dia kemarin meraih penjualan baju pesta terbaik tingkat nasional. Jadi tentu saja sainganku ini dia. Aku perancang baru lulusan paris yang bekerja di Lotte saingan Hyundai, jadi jelas aku tidak tenang dengan semua ini.”

“Tapi tidak begini caranya. Kerjakanlah semuanya dengan sabar dan menikmatinya.”

“Tidak bisa Donghae oppa! Pokoknya aku harus lebih baik dari pada Yoona! Aku harus cari ide agar dia tidak bisa menampilkan karyanya dengan baik tahun ini.”

Donghae tertegun mendengarnya. “Jangan sampai kau menggunakan cara licik seperti apa yang kau lakukan saat ujian akhir di paris!” peringati Donghae, mengingat Yuri memang pernah berbuat curang agar ia mendapat lulusan perancang terbaik dengan merusak rancangan pesaingannya tanpa pesaingnya dan para jurinya tahu. Hanya dia dan donghae yang tahu.

“tidak masalah jika harus begitu.” Sahut Yuri sambil tersenyum lebar.

Donghae menghembuskan nafasnya. “untuk kali ini aku tidak akan ikut campur.” Dengan perasaan gusar Donghae berjalan keluar dari ruang kerja Yuri. Dia benar-benar pusing meladeni ambisi kekasihnya itu. kekasihnya sejak dulu memang selalu iangin menjadi lebih baik dari orang lain, dan selalu haus akan pujian orang banyak.

 

~***~

 

Hari ini sebelum acara hari H besok. Yoona mengajak Siwon pergi kerumah kakak Kyuhyun. Karena hari ini adalah  hari pernikahan Sooyoung dan Kangin yang ke lima tahun. Sooyoung membuat acara kecil-kecilan untuk  orang-orang terdekatnya saja. karena semalam Sooyoung bilang  dia dan suaminya sangat penasaran dengan pria yang membuat Kyuhyun akhirnnya menyerah untuk memiliki Yoona sebagai kekasihnya. Maka Sooyoung memaksa Yoona harus datang kerumahnya bersama Siwon. Jika datang sendiri Sooyoung tidak akan mengizinkannya. Sooyoung sudah mengancam Yoona.

Kyuhyun tertegun begitu membukakan pintu rumahnya. Yoona berdiri bersama Siwon didepan pintu. Kyuhyun  melihat Siwon menenteng buket bunga mawar dan Buah apel kesukaan kakaknya. Melihat Siwon sekarang ini membuat Kyuhyun ingin sekali meledeki Siwon. Apakah Siwon sudah melepas image coolnya? Sampai mau-maunya menenteng benda itu hanya karna Yoona.

“Ya! Kenapa kau terdiam seperti itu? kau tidak menyambut kedatangan ku?” tegur Yooan karena sejak tadi Kyuhyun hanya melongo.

Kyuhyun menggaruk kepalanya. “hahaha. Tentu saja aku, aku senang sekali kau datang kesini!” Kyuhyun langsung menarik Yoona kedalam pelukannya. Yoona membalas memeluk Kyuhyun. Mereka kan sudah sering melakukan itu.

Kyuhyun dibalik punggung Yoona tersenyum meledek pada Siwon yang melototi Kyuhyun. Lalu Kyuhyun menjulurkan lidahnya sambil tangannya meraba-raba bahu Yoona. Siwon memutar bola matanya. Kekanak-kanakan sekali Kyuhyun itu.

“Ayoo.. ayoo. Masuk!” Ajak Kyuhyun menggiring Yoona dan Siwon masuk kedalam rumahnya.

“Ommo!! Siapa yang datang Itu??” Sambut Sooyoung dan kangin dengan gembira atas kedatangan Yoona dan Siwon.

Sooyoung dan Yoona langsung berpelukan. Mereka sudah lama sekali tidak bertemu. “Apa kabarmu?” tanya Sooyoung.

“Aku baik.. Eonni sendiri dan keluarga bagaimana?” balas Yoona bertanya ketika mereka sudah melepas pelukan mereka.

“Kami baik semuanya.Soo Jung sangat merindukan kau Yoona. Kenapa kau jadi jarang sekali bermain kesini?” tanya Sooyoung.

“karena Kyuhyun selalu main ke Aperte ku. Ouh. Mana Soo Jung sekarang?” tanya Yoona mencari-cari anak Sooyoung dan Kangin.

“Dia sedang bermain dengan halmeoni dan Halabeoji-nya di taman belakang.” Jawab Sooyoung.

“Ouh..”

“Jadi Siapa Pria yang bersama mu ini? Kau tidak ingin memperkenalkannya pada kami?” tanya Sooyoung pura-pura baru mengetahui tentang Siwon untuk pertama kalinya.

Yoona tersenyum malu, “Mian..ini Siwon dia Direktur ditempatku bekerja.”

Siwon menundukan kepalanya member salam Hormat pada Sooyoung dan Kangin. Kyuhyun hanya menatapnya dengan sinis. Kyuhyun pikir Siwon ternyata pintar mencari perhatian juga. Kangin mengambil bunga dan buah yang sejak tadi dipegang Siwon.

“Terima kasih atas hadiahnya.” Ucap Kangin.

“Jadi ini dia orangnya kyu?” tanya Sooyoung berupaya melediki adiknya.

“Mwo?? Nuna!!” omel Kyu lalu dia langsung berjalan menjauh dari mereka.

“Baguslah, lebih baik kau membantu Seohyun didapur saja!” teriak Sooyoung agar Kyuhyun mendengarnya.

“Bawel sekali!” balas Kyuhyun berteriak.

Yoona membelalakan matanya. “Jadi Seohyun juga ada disini?”

“Iya.. aku mengundangnya! Dia sudah datang sejak pagi tadi membantuku dan pelayan memasak didapur.”

Yoona menundukan kepalanya. “Ah… Mianhae. Aku tidak bisa membantu memasak. Eonnikan tau sendiri aku sangat payah dengan urusan dapur.”

“Tidak apa-apa itu bukan tugasmu! Tidak perlu merasa menyesal seperti itu.” jawab Sooyoung sekalian menghibur Yoona.

“Tapi Siwon ssi. Kau bisa memasak tidak? Jangan sampai saat nanti kau berumah tangga kalian sama-sama tidak bisa masak. Masa harus selalu makan diluar? Kalian tidak bisa menyewa pelayan jika belum punya anak.”

Yoona mempelototi kangin. Apa-apaan sih Kangin oppa ini? Kenapa dia berbicara terlalu jauh sekali. Yoona kan jadi malu. Padahal pacaran saja belum. Kenapa kesannya Yoona dan Siwon akan segera menikah begini sih? Wajah Yoona memerah.

“Beruntungnya aku lumayan bisa memasak. Karena selama tujuh tahun aku tinggal di Amerika aku terbiasa melakukan apapun sendiri ya termaksud masak.” Jawab Siwon dengan berbangga hati. Sambil melirik Yoona dan mengkedipkan sebelah matanya. Yoona langsung mencibir Siwon. Tolong jangan menambah-nambahkan rasa malunya.

“Ah.. bagus sekali kalau begitu. Mulai sekarang seharusnya kau harus rajin mengajari Yoona cara memasak yang benar.” Timpal Sooyoung.

“Tentu saja.” jawab Siwon antusias. Dia senang sekali sepertinya Sooyoung dan kangin merestui mereka. Maksudnya merestui jika mereka segera jadi sepasang kekasih. Tentu saja.

 

“Heem.. diam-diam tidak ada kabar ternyata sudah sedekat ini dengan Kyuhyun dan keluarganya!” sindir Yoona ketika mereka baru saja selesai makan dan ditinggal didapur berdua.

Yoona dan Seohyun mendapat bagian mencuci piring. Sedangkan pelayan satu-satunya dirumah Sooyoung yang besar ini sibuk merapikan meja makan dan rumah. Sedangkan para lelaki sedang diajak main billiard bersama Kangin di taman belakang. Sooyoung sedang menidurkan Soo Jung yang sejak tadi rewel karena sudah waktunya tidur siang.

Seohyun tersenyum malu-malu. “Ah.. Gomawoyo. Karena kau aku jadi bisa mengenal Kyuhyun dan jadi sedekat ini dengan Kyuhyun.”

“Aku ikut senang kok jika kalian berdua senang. Sejauh ini apa saja yang sudah kalian lakukan?” tanya Yoona ingin tahu.

Sambil menyabuni piring-piring Seohyun mencoba mengingat-ingat bagaimana dia telah menghabiskan waktu bersama Kyuhyun akhir-akhir ini. “Hanya makan siang bersama, jalan-jalan kepasar, lalu hem nonton solo konser.”

“Wah.. Romantis sekali. Apakah Kyu yang punya inisiatif terlebih dahulu?”

Seohyun memanggutkan kepalanya mengiayakan ucapan Yoona. “Lalu bagaimana perkembangan kau dengan Siwon ssi?”

Yoona membasahi piring-piring yang berbusa dengan air. Ia tersenyum malu, kenapa Seohyun malah membalik tofik jadi kedirinya sih? Diakan jadi malu. “Masih sama saja. hanya semakin dekat saja.” jawab Yoona singkat.

Seohyun memanyunkan bibirnya. “Kenapa? Dia sudah menyatakan cintanya padamu kan?”

“Iya tapi tidak romantis, lagi pula aku belum menerimanya untuk menjadi kekasihku.”

“Kenapa? Jangan bilang kau masih ragu padanya? Dia jelas-jelas menyukai mu dan akan setia terhadapmu. Baru melihat cara dia tadi memperlakukan mu dimeja makan saja aku sudah tahu dia itu sosok lelaki yang setia dan bertanggung jawab.” Ucap Seohyun dengan yakin pada pemikirannya.

“Bukan itu.. aku sudah tidak ragu lagi kok dengan Siwon. Hanya saja, Timingnya belum pas. Hem.. by the way jadi kenapa kau yang tidak sabaran?” gerutu Yoona sambil mepelototi Seohyun.

“Hahaha. Mian. Abisnya aku gregetan sekali melihat kalian berdua. Kalian terlihat cocok satu sama lain. dan tentu saja aku ingin temanku Yoona menemukan kebahagiannya.”

Yoona tersenyum lalu dia menempelkan kepalanya dikepala Seohyun. “Kyuhyun sudah menyatakan cintanya padamu belum?”

Seohyun tersenyum malu-malu. “Belum..”

“Ah… kau harus lebih bersabar ya Seohyun. Kyuhyun itu sudah mulai menyukai mu. Kalau dia tidak menyukai seseorang dia pasti akan langsung menghindari orang itu dan akan menjaga jarak darinya. Tapi denganmu dia malah sudah mengambil langkah sejauh ini sendirian tanpa menanyakan pendapat dariku dahulu. Itu tandanya dia sudah menyukaimu!”

“Benarkah?” tanya Seohyun. Dia senang sekali mendengar penjelasan dari Yoona.

“Iya.. benar!” jawab Yoona yakin.

 

~***~

 

Kangin mensodok bolanya, dan sodokannya jitu, empat bola langsung masuk kedalam lubang yang ada dimeja. Kangin tersenyum puas. Dua anak muda dihadapannya ini tidak ada apa-apanya dalam bermain billiard.

Sekarang giliran Kyuhyun. Kyuhyun menunggingkan tubuhnya. Dia mencoba mengambil ancang-ancang yang pas untuk menyodok bolanya agar masuk kedalam lubang yang tepat. Tapi tiba-tiba kangin berbicara pada Siwon dan itu menggangu konsentrasinya sekali.

“Jadi Siwon ssi, kau sudah tahu belum kalau Kyuhyun ditolak Yoona!”

Kyuhyun terkejut. Dan hasilnya dia salah sasaran, dan malah bola putihnya melayang kemana-mana diatas meja. Sial! Apa-apaan sih Hyungnya bicara seperti itu pada Siwon? Mau mempermalukannya dan membantu Siwon terbang keatas awan? Keterlaluan.

Siwon mengambil ancang-ancang saatnya dia jalan. Dia menyipitkan matanya mengukur ketepatan bola yang akan ia sodok. “Benarkah? Hahaha. Walau aku tidak tahu tapi aku sudah mengiranya. Makanya aku menyuruhnya bergerak deluan.” Dengan sekali sodokan. Bola Siwon lolos dan berhasil memasukan duabola sekaligus kedalam lobang. Kangin bertepuk tangan.

“Apa maksudmu sudah menduganya?” tanya Kyuhyun pada Siwon.

“aku bisa melihat Yoona sebagai tipe wanita yang setia terhadap sahabatnya. Jadi aku yakin dia tidak akan jatuh cinta pada sahabatnya sediri.” Jawab Siwon. Sambil memperhatikan kangin yang baru saja memasukan Tiga bola sekaligus kedalam lobang.

Kyuhyun mencoba kesempatan ke empatnya untuk memasukan bola. “lalu kau pikir aku tidak setia dengan sahabatku? Aku merelakan dia untukmu! Awas saja kau kalau tidak bisa membahagiakan Yoona. Akan ku sodok bola matamu!” berhasil kyuhyun berhasil memasukan dua bola kedalam lubang yang tepat.

Siwon tersenyum mendengar ucapan Kyuhyun. “tapi sampai sekarang Yoona belum menjawab perasaanku Kyu.” Sisa  empat bola diatas meja. Siwon berusaha menghabiskan bola tersbeut. Tapi gagal hanya satu yang masuk.

“Ini kesampatan ku ya! Aku yakin aku yang menang!” seru kangin gembira. Kini gilirannya jalan.

“Kau sudah mengatakannya pada Yoona?” tanya Kyuhyun terkejut.

Siwon memanggutkan kepalanya. “Iya.. tapi itu mendadak. Kejadian sangat tak diduga. Mungkin juga Yoona sangat terkejut saat mendengarnya.momentnya tidak pas.”

“Kalian Lihat! Bolanya habis!! Aku pemenangnya!!” Seru kangin gembira karena berhasil menghabiskan bola diatas meja yang tersisa,

“Ah.. Hyung kan memang ahlinya. Kami mana sempat untuk bermain ini!” keluh Kyuhyun.

“Benar-benar Master!” tambah Siwon memuji kangin.

“Kalian harus banyak belajar dariku! Masalah Cewek aku juga masternya loh!” ungkap Kangin membanggakan dirinya.

“AH… Jinja?” tanya Siwon tidak percaya.

“kalau bukan karena aku Kyuhyun tidak akan pernah berani mengatakan cinta pada Yoona. Merelakan Yoona dan akhirnya membuka hati untuk Seohyun. Itu semua karena aku. Aku memberinya sedikit solusi untuk asmaranya!”

“Ah.. Hyong. Kau membuka aib ku!” keluh Kyuhyun. Tapi ia bercanda.

“Hahaha.. jadi seperti itu?” tanggap Siwon lalu dia mentertawai Kyuhyun.

“Jangan tertawa kau! Jika kau tidak mendapat restu dari ku. Kau tak akan bahagia dengan Yoona!” ancam Kyuhyun.

Siwon menutup mulutnya. Tentu saja itu karena dia ingin bahagia dengan Yoona.

Kangin menepuk-nepuk bahu siwon. “Katakanlah pada Yoona sekali lagi. Aku yakin dia butuh kepastian. Dan taruhan padaku. Pasti jika nanti kau mengatakannya lagi dia pasti akan menerima mu! Tapi kau harus mengatakannya dengan waktu yang tepat dan menjadi moment yang tak mudah dilupakan oleh Yoona.”

Siwon terdiam. Dia mendengarkan saran kangin dengan sangat baik.

“permainan sudah selesai. Aku tinggal dulu.” Lalu kangin berlalu dari sana meninggalkan Kyuhyun dan Siwon.

“Yoona suka bunga matahari, suka pantai. Suka makan. Mungkin bocoran itu bisa menolongmu membuat konsep yang romantic saat menyatakan ulang perasaanmu.”

Siwon mengangkat wajahnya menatap Kyuhyun. “Kau benar-benar sudah merelakan Yoona untukku?”

“Aku hanya ingin melihat Yoona bahagia. Aku sudah lama mengenalnya. Dia nampaknya juga menyukaimu. Jadi aku benar-benar sudah tidak bisa berharap. Aku hanya sedang mencoba membuka hati untuk wanita lain yang mulai menarik hatiku.” Jawab Kyuhyun. Lalu dia berjalan meninggalkan Siwon.

Siwon tersenyum. Dia tidak segera menyusul Kyuhyun masuk kedalam rumah. Dia malah sedang sibuk dengan pikirannya. Dia sibuk berpikir bagaimana caranya dia bisa menyatakan cinta pada Yoona dengan cara paling romantic dan tak akan terlupakan. Dan dia sedang berpikir kapan waktu yang paling pas untuk mengungkapkan semuanya. Lalu bagaimana dan dimana? Dia harus menyusunnya dari sekarang agar semuanya berhasil.

 

~**~

 

Siwon membukakan pintu mobil untuk Yoona. Mereka baru saja sampai didepan bangunan Apertement Yoona. Sekarang sudah pukul lima sore. Mereka baru saja pulang dari rumah Kyuhyun. Yoona keluar dari dalam mobil. Mereka saling berdiri berhadapan.

“Kau tidak mau masuk dulu?” tawar Yoona.

“Lain kali saja. jika aku mau, aku bisa main kapanpun kan?” tanya Siwon.

Yoona mengembangkan senyumnya. “tentu saja.”

“Sekarang istirahatlah. Besok adalah hari yang sangat sibuk untukmu. Kau harus menghemat tenaga malam ini agar acara besok berjalan dengan sempurna!”

Yoona menarik kedua telapak tangan Siwon. “Gomawo..” ucap Yoona dengan mata berbinar-binar.

“Untuk apa?” tanya Siwon heran melihat tingkah Yoona.

“Untuk semuanya. Aku benar-benar mencemaskan hari esok. Tapi karena kau. Aku yakin besok akan baik-baik saja kan? Tak ada masalah apapun kan? Dan aku bisa menunjukan pada Yuri bahwa aku juga mampu dengan usaha dan kerja kerasku kan?” tanya Yoona pada Siwon.

Siwon memanggutkan kepalanya. Lalu ia melepas tangannya dari tangan Yoona. Siwon meletakan telapak tangan kanannya diatas kepala  Yoona, dengan perlahan dia mengelus kepala Yoona. “Semua akan baik-baik saja. dan mereka akan menilai sendiri karya mana yang lebih bernilai kerja keras itu besok. Jadi kau jangan mengkhawatirkan apapun lagi.”

Yoona tersenyum senang. “Kau besok pagi-pagi sekali menjemput ku kan?”

“Iya.. aku akan menjemputmu!”

“Kau sudah bilang pada Sulli untuk datang besok kan?”

“iya sudah.”

“Kyuhyun seohyun, Sooyoung eonni, kangin oppa, tiffany dan minho juga akan datang besok.” Tambah Yoona.

“Iya mereka semua akan datang memberikan dukungan untukmu! Jadi apa yang kau takutkan lagi?”

Yoona terdiam. Entahlah apa yang ia takutkan sebenarnya. Dia hanya merasa didalam dirinya ada keresahan yang tersembunyi. Dan terlebih lagi, dia menjadi mendadak tidak rela siwon meninggalkannya sendiri. Dia ingin terus bersama Siwon. Tapi itu tidak mungkin. Mereka bukan suami istri.

“AKu percaya padamu, kamu pasti bisa!” ucap Siwon menambahkan semangat untuk Yoona. Dia tahu sekali Yoona sedang merasakan kegelisahan karena besok dia akan bertarung lagi dengan perancang-perancang lain  dan bahkan dengan orang dimasa lalunya. Itu tidak mudah. Apalagi Siwon tahu. Yuri itu tipe orang yang memiliki ambisi besar. Pasti sangatlah sulit. Tapi bagaimana pun dia yakin Yoona pasti bisa melawan semua keresahannya itu.

“AKu pulang dulu.. istirahatlah.” Pesan Siwon lagi. Dia juga nampak tidak rela untuk berpisah dari Yoona.

“Iya..” tanpa Siwon duga sebelumnya. Yoona menjinjitkan kakinya.  Lalu menarik kerah kemeja Siwon. Dan mencium pipi Siwon. “Sampai ketemu besok!”

Dengan perasaan malu Yoona langsung berjalan meninggalkan Siwon tanpa menoleh lagi. Dia sudah mulai bisa menunjukan rasa sukanya pada Siwon dengan memberikan sebuah kecupan dipipi kanan Siwon.

Siwon masih sangat terkejut dengan apa yang tadi Yoona lakukan. Siwon menyentuh pipi kanannya. Rasanya bibir lembut Yoona masih menempel di pipinya. Siwon segera memutar kepalanya melihat Yoona yang sudah berjalan menjauh darinya. Dia benar-benar sangat senang. Siwon mengembangkan senyumnya. Nampaknya rencana yang tadi sudah ia pikirkan harus segera direalisasikan. Dia yakin Yoona pasti juga menyukainya. Kalau tidak untuk apa Yoona mencium pipi Siwon dan langsung kabur dengan sikap malu-malu seperti itu. ah.. Siwon benar-benar merasa ada cahaya terang yang akan menyinari hidupnya sebentar lagi.

“Saranghae Lim Yoona!!” teriak Siwon sendirian sambil melompat kegirangan. Dia tidak peduli dengan orang-orang yang menatapnya  dengan tatapan aneh. Yang penting dia sangat senang mendapat ciuman dipipi dari Yoona!kalau bisa sih Siwon tentu berharap lebih dari itu.

 

~***~ To Be Continued!! ~**~

  Aaaahhhh…!!! Akhirnya lagi-lagi dalam seharian setelah menyelesaikan “ A RICH MAN PART.2”  aku bisa juga menyelesaikan “The Good Person Part.8!!!” ah.. Freeday, sekarang aku sudah mendapatkan freeday ku setelah UAS. Ya palingan jika tidak kemana-mana kerjaan ku dirumah ya nulis cerita ini yang mungkin sebentar lagi akan kelar..:) aku senang membaca komentar2 dari kalian walau aku hanya balas pengomentar pertama dan komentar terbanyak saja  haha. Walau kebanyakan komentarnya memaksa untuk cepat memposting kelanjutannya -.-.. haha aku benar-benar Sibuk sampai tidak sempat buka Laptop! Tapi begitu selesai UAS aku menepati janjiku kan buat langsung Posting ceritanya? SEMOGA TERHIBUR dan masih setia menunggu kelanjutan cerita ini sampai Ending!! Gomawo.. and Annyeong!! ^^

Advertisements

145 comments on “FF – The Good Person ( Part. 8 )

  1. Yaampun.. Yuri licik jg ternyata..
    Cie.. 2 couple yg udah kencan..romantis amat sihh..
    Cpat jadian dung..Hehehe

    ^^

  2. Ish, yuri eonni jahat bangedt sih, awas ajja yha, kl sampe menang secara licik aku sodok Bola matamu ….
    Kyuppa, neomu kyeopta 😀

  3. Semoga Yuri nggak ngerusak design atau gaun yang Yoona buat, SEMOGA!!
    Doh gimana ya, YoonWon so sweet banget..
    Kok aku agak khawatir yak sama hari peluncuran perdana nya Yoona besok 😮

  4. Moment terakhir bikin greget, yoong klu emang gk mau siwon pulang ya ditahan aj dong suruh nginep kek /plak/… Moment smua couple manis2 aja, cm agak ganggu yul tuh… Prasaan gk enak nih, bakalan bikin onar apaan ya is yul??

    Mau lanjut dlu yaa jumma :D…

  5. Bca part ini bkin cengar-cengir sndri
    Smg plncrn bsna msim smi yoong eonni dpt brjln dgn lncr n yul eonni gk bwt kkacauan
    Wonppa cpt nytkn lgi prsaanmu ama yoong eonni, yg rmntis yach,,,

  6. Ceile… Akhirnya Sully and Min Ho berbaikan jg ya and tdk ada lgi aura gelap di sekitar mereka,
    sepertinya Yoona sudah mulai menampakkan rasa sukanya pada wonppa and itu artinya cinta wonppa tdk bertepuk sebelah tangan dong. Begitu jg dgn Kyuhyun sepertinya kedekatan mereka mulai ada perkembangan ya, and kira2 Yoona bisa gk ya memenangkan Kompetisi itu apalagi banyak perancang yg berbakat yg jd pesaingnya. Authornya daebak bgt ya apalagi FF nya tentang persaingan aku suka sekali apalagi jln ceritanya seru bgt…:)

  7. Kekeke….siwon jd salting nich…yuri jgn2 merencanakan hal2 yg buruk to yoona…yoong semangat banyak yg mendukungmu,jgn takut….

  8. ehmm ehmmmm mkin deket aj ni….kyu udh relain.yoona sma siwon…salut bwt kyu….cie cie yoong udh brni cium wonppa…hahhahha..
    lanjut

  9. ehmm ehmmmm mkin deket aj ni….kyu udh relain.yoona sma siwon…salut bwt kyu….cie cie yoong udh brni cium wonppa…hahhahha..

  10. haha yoona eonni bisa bisanya cium wonpa tanpa permisi … (aku cemburu hehe) tpi aku seneng… semoga mereka bahagia trus launcingnya berhasil amiiinnnn

  11. Astaga2 siwon kayak anak kecil aja lompat2 gaje.. Saking senengnya dicium sama yoona
    Sepertinya yoona udh ngasih lampu ijo tuh ke siwon..
    Sukses untuk siwon dgn rencananya
    Semoga kali ini berhasil dan diterima sama yoona.

  12. Ciee so sweet bnget. . .yoong udh nyosor2 ajh . . Hahaha
    smg aja acra bsok bsa brjaln dg lncar dan dmenangkn yoona 🙂 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s